I’m Not a Holy Man Part 1/2


I’m not a holy man 1

 

Title : I’m Not a Holy Man 1/2

 

Cast : Cho Kyuhyun (suju)

  • Lee Donghae (suju)
  • Kang Yumi (oc)
  • Cho Sungkyu
  • Lee Je-rin

 

Catagory : Romance, Sad, Hurt, Two Shot

 

Author : Andrea Kenza

 

Note : Seperti mau temen-temen semua hampir kebanyakan. Pasti suara terbanyak yang menang. Yang ngerasa minta Sequel. Ada juga yang beberapa yang memang setuju tidak ada sequel. Gw sependapat dengan kalian NAMUN berhubung ini cerita fiksi jadi gw mau kasih kesenengan buat temen-temen yang memang butuh sequel. TAPI…. di sequel ini tidak akan ada yang namanya NC. Takutnya pada tanya kaya di ff Sincerity minta NC. Cukup di Revenge part 2 saja ada adegan Ncnya. Gw ingin menonjolkan kisah mereka jadi untuk yang merasa kurang, gw minta maaf. Gw tidak bisa buat lebih baik dari ini. Inilah kekurangan gw -___-

 

Terimakasih banyak atas komen dan dukungan semua teme-temen yang baca. Awalnya gw kurang percaya diri dengan apa yang gw kirim -,- ke sini. Salah satunya adalah TYPO. Gw memang tidak bisa lepas dari TYPO. Meski udah melek tetep aja nyempil. Terimakasih sudah memakluminya. Untuk yang komen tidak suka dengan sikap Yumi yang berlebihan, seperti tertulis di komen. Sifat manusia berbeda-beda bahkan cara berpikir juga berbeda, gw hanya ingin seorang wanita tidak hanya bisa menangis namun tegar. Disini gw membuat sosok yang tegas, tegar meski tak lepas dari air mata. So, thanks atas sarannya. Bisa jadi pelajaran berharga buat gw kedepannya nanti. Dan untuk yang sudah kasih masukan, komen yang mencak” bikin gw ngakak. Terimakasih banyak..^^ Dan untuk yang tidak suka, silakan tekan [back]

 

Special Thanks for Handa Gyu Jika bukan karna dia ff ini tidak akan di publish atau kalain baca. So thanks a lot ya..^^

 

Oke tidak perlu basa basi lebih banyak lagi, gw mulai saja. Demi menghindari hal-hal yang tidak di inginkan gw bakal tetep cantumin link disini. https://kenzaandrea11.wordpress.com/2015/01/02/leave-me-sequel-of-revenge/

Demi menghindari ff ini di katakan PLAGIAT maka dari itu gw kasih link-nya. Gw rasa yang sudah pernah berkunjung ke blog pribadi gw tau. Kalau disini gw beri judul I’m Not a Holy Man. Tapi kalau di blog gw gw beri judul Leave Me! Kalau masih ragu, bisa di cek sendiri. Hanya ada pengantian nama dan beberapa kata untuk penyesuaian. Selebihnya hampir sama. Jangan kapok ye mampir ke blog gw 😀

 

Sudah dulu ye ngocehnya. Kita mulai saja…^^

 

 

 

WARNING TYPO GENTAYANGAN!!!

 

 

 

Happy Reading…^^

 

~~I’m Not a Holy Man~~

 

HOSPITAL

 

 

Di dalam ruang bersalin tampak mencekam. Pasalnya ada seorang ibu muda tengah berjuang hidup dan mati demi melahirkan buah hatinya. Wajah yeoja itu terlihat pucat saat mengalami kontraksi untuk kesekian kalinya. Air mata dan keringat menyatu jadi satu. Suster yang menanganinya mengelap keringan Kang Yumi.

 

“Dorong lagi nyonya.. sedikit lagi, ku yakin kau bisa” ucap dokter memberi arahan pada Yumi

 

“Mmmmhhhhhhhhhh… hikss..hikss..” desah Yumi sekuat tenaga di sisa-sisa tenaga yang di milikinya. Wajahnya pucat pasi menahan sakit luar biasa yang mendernya kala ini. tangannya mengengam batal sekeras mungkin.

 

“Ya.. terus.. sedikit lagi” seru dokter memberi semangat.

 

Entah sakit atau dia hanya melahirkan sendirian tanpa di temani keluarga atau suami di sampingnya. Sejak tadi air mata Yumi tak pernah surut.

 

“Mhhhhhhhhhhhhhttttttttt….” sekali lagi ia mengeluarkan semua tenaganya.

 

“Sedikitttt lagi…”

 

 

~~I Not a Holy Man~~

 

 

Kyu Hyun POV

 

 

Sejak tadi aku mondar mandi di depan pintu dimana Yumi sedang melahirkan anak kami. Ingin rasanya aku masuk kedalam sana memberinya semangat, namun aku terlalu pengecut tuk berani melakukan itu. berkali-kali aku meremas tangan dan juga rambutku mengalihkan kegugupan di hatiku. Pasti sakit sekali dia berjuang sendiri tanpa aku di sampingnya. Aku hanya bisa berdiri disini menunggu datangnya dokter dari dalam sana.

 

Yeoja itu sukses besar membuatku seperti orang tolol berdiri disini, andai aku peka dia mengetahui perselingkuhanku pasti ini tak akan terjadi. Malu sudah pasti. Aku malu padanya, bukan hanya malu tapi juga takut dia menolakku. Seorang Cho Kyu Hyun sekarang layaknya pecundang yang ketakutan. Mengelikan sekali nasibku.

 

Oeeekkk… Oeeeeeeeeeeekkkk

 

Suara itu? Tuhan.. terimakasih kau membuatku jadi Appa. Terimakasih banyak…Aku telah menjadi ayah.

 

~~I’m Not a Holy Man~~

 

 

 

Aku telah menjadi ayah. Putra yang belum pernah ku sentuh sejak ia lahir setahun lalu. Bukan aku takut tapi belum siap Yumi mencaci makiku. Yeoja itu masih membenciku. Bahkan sampai keakar hati dan jiwanya pasti masih membenciku.

 

Sejak satu setengah tahun lalu aku pindah ke paris. Menjadi direktur di hotel paris anak perusahaan Cho Corps. Anak buahku terus mengawasi Yumi dan putraku. Mereka baik-baik saja. Aku hanya bisa melihatnya dari foto atau dari kejauhan seperti sekarang ini. Ia membawa Hyune jalan-jalan di taman apartment. Aku juga tinggal di apartment ini. Yumi tentu saja tidak tau aku tinggal disini. Setidaknya aku merasa dekat dengannya. bahkan saat melahirkan aku ada bersamanya Cuma dia saja yang tak tau aku ada di sekitarnya selama ini. Pengecut bukan? Yah, aku akui aku ini memang pengecut. Bersembunyi tanpa berani menampakkan wajahku di hadapannya. Ku lihat dari kejauhan Yumi menyuapi putra kami bubur. Terlihat telaten memperlihatkan sisi keibuannya. Yumi membuktikan ucapannya. Dia merawat putra kami dengan penuh kasih sayang. Bagaimana ia menyayangiku dulu begitulah ia memperlakukan Hyune dengan sangat baik.

 

Yeoja itu berhasil membalas dendam seperti yang dia inginkan. Hidupku hancur setelah ia meninggalkanku. Tak ada lagi yang tersisa, semuanya kacau setelah ia lari pernikahan itu. Appa selalu memarahiku. Dia lebih memilih Hyung ku dari segala macam urusan perusahaan, Sungkyu Hyung menjadi pilihannya di bandingkan aku. Aku tidak marah memang kenyataan Sungkyu Hyung lebih segalanya di banding aku. Masalahku tak sampai di situ. Belum lagi Je rin yang membuatku pusing. Ngomong-ngomong tentang Lee Je Rin, aku tak pernah berhubungan lagi dengannya.

 

 

Flash Back

 

 

 

Gadis dengan balutan kemeja dan rok pendek sepaha, rok yang begitu ketat membentuk tubuh bawahnya terlihat sexy. Yeoja itu duduk di meja biasa ia setiap hari bekerja. Yup gadis itu tak lain adalah Lee Je Rin. Gadis berambut sebahu itu menjabat sebagai sekertaris selama kurang dari 5 bulan belakangan ini. Rambut yang di biarkan tergerai membuatnya terlihat sensual.

 

“Nona, Lee Je Rin.” Seketika yeoja itu mendongkak menatap siapa yang memanggilnya.

 

“Ne..” sautnya sambil mengumbar senyum manisnya.

 

“Saya mendapat perintah dari atasan langsung, untuk seterusnya anda akan di pindah tugaskan di kantor cabang yang ada di Belanda”

 

“B—elanda?” Je Rin tak habis pikir ia akan terkena dampak

 

“Dua hari lagi anda harus sudah ada di Belanda” ucap tegas pria paruh baya itu pada Je Rin.

 

“Aku tidak akan pindah dari sini!” ucap Je Rin marah.

 

“Tapi nona harus segera pindah. Ini atasan yang memintanya langsung”

 

“Atasan siapa?”

 

“Tuan Cho”

 

 

~~I Not a Holy Man~~

 

 

Je Rin POV

 

 

Tidak, ini tak boleh terjadi. Hidupku sudah sangat nyaman disini. Aku tidak mau pindah-pindah lagi. Aku harus segera bicara dengan Kyu Hyun. Dia harus membantuku. Ku belokkan stir kemudi menuju apartmentnya. Sejak batal menikah tak sekalipun dia datang mencemaskanku. Dia bahkan tak bisa ku hubungi.

 

Aku sudah tidak tahan lagi. Dia mengacuhkanku tak memperdulikanku sama sekali. Memang apa salahku hingga dia melakukan ini padaku? Tega sekali namja kurang ajar itu. Teruburu-buru aku masuk kedalam gedung tinggi ini setelah memarikir mobilku di tempat parkir di bawah gedung.

 

Dia harus membantuku kali ini. Harus. Sampai di depan pint apartmentnya dengan Yumi. Cih menjijikan. Mereka sudah tinggal bersama. Namun Yumi tak mampu mengalahkanku. Buktinya Kyu Hyun lebih betah menghabiskan waktu denganku. Dengan batalnya pernikahan itu aku bisa masuk dengan mudah. Kyu Hyun hanya masih tertekan untuk saat ini. Setidaknya aku harus tetap ada di sisinya menunggunya mengumumkan pada dunia bahwa akulah kekasihnya saat ini.

 

Ya, aku harus bersabar demi mendapatkan tempat yang telah di tinggalkan Yumi. Yeoja Pabo. Apa sebenarnya yang ada di benaknya hingga meninggalkan Kyu Hyun di altar? Tapi, bukankah itu bagus? Itu berarti hanya aku yang bisa memilikinya. Hanya untukku. Tanpa harus sembunyi-sembunyi dan tanpa harus menjadi yeoja kedua. Sebenarnya inilah yang ku harapkan, menyingkirkan wanita itu dari sisi Cho Kyu Hyun. Hidupnya terlalu sempurna. Berbeda denganku. Aku hidup penuh perjuangan. Setelah pergi dari Korea aku dan Eommaku harus tinggal dari negara satu kenegara lain. Belum lagi hidup dengan Appa tiri sampai dua kali. Eommaku menikah sebanyak tiga kali, pertama dengan appa kandungku. Mereka akhirnya memilih bercerai dan eommaku harus menikah lagi lalu memiliki anak  dan mereka bercerai. Untuk ketiga kalinya Eomma menikah dan berakhir pula dengan perceraian.

 

Aku harus hidup sendiri, menghidupi diriku sendiri. Itu tak mudah untukku bertahan. Akhirnya aku bertemu lagi dengan Kyu Hyun. Sayang dia sudah menjadi milik sahabatku. Aku benci harus hidup seperti ini terus. Sedangkan Yumi punya Appa dan Eomma sempurna. Hidupnya sempurna. Mereka keluarga yang bahagia tak seperti keluargaku.

 

Tidak ada salahnya bukan bila aku mengambil sedikit kebahagiaan sahabatku sendiri? Aku sudah tak perduli apa itu persahabatan. Yang ada di otakku adalah memiliki kebahagiaan yang tak kunjung ku miliki. Dan bisa ku dapatkan dengan sangat mudah. Kyu Hyun ternyata masih memiliki rasa cinta terhadapku. Ku kira akan sulit ternyata sangat mudah menaklukkan Cho Kyu Hyun. Membuatnya terus memilihku dari pada harus bersama Yumi.

 

 

Clek

 

 

 

“Kyu..” sapaku manja dan langsung memeluknya. Bahkan sekarang dia tak membalas pelukanku. Aku harus tetap bersabar menghadapinya. Ku belai wajahnya. Dia terlihat kurus dan bulu halus di dagunya tubuh subur tanpa di cukur. Keadaannya sangat kacau.

 

Kyu Hyun menghempaskan tanganku kasar bahkan ia tak memintaku masuk “Mau apa kesini?” ucapnya begitu ketus. Sangat berbeda dengan beberapa sebelum pernikahan.

 

“Kau kenapa? Memang aku tidak boleh kesini? Lagi pula Yumi sudah tak ada lagi. Jadi aku bisa bebas menemuimu disini” kataku kembali memeluknya. Alih-alih ia membalasnya ia mendorongku dengan kasar.

 

“Singkirkan tubuhmu dariku”

 

“Wae?” kataku marah. Sudah tak tahan lagi dengan sikapnya itu.

 

“Kita berakhir disini. Aku tak ingin lagi bersamamu atau bertemu lagi denganmu” ucapnya terdengar dingin dan datar. Apa dia salah minum obat?

 

“Kau masih menyalahkanku tentang batalnya pernikahan—“

 

“KULAH YANG SALAH! KAU YANG MEMBUATKU KEHILANGANNYA DAN ANAKKU! SEMUA ITU KARNAMU! MASIH MAU MENGELAK SEKARANG? KAU PIKIR YUMI TIDAK TAU HUBUNGAN KITA? DIA TAU!!!” ku bekap mulutku tak percaya. benarkah Yumi hamil? “JIKA SAJA KAU TIDAK MENGODAKU AKU TIDAK MUNGKIN KEHILANGANNYA!!! SEBELUM AKU LEBIH KASAR PADAMU AKU MINTA ENYAH DARI HADAPANKU!!!” tak pernah Kyu Hyun sekasar ini padaku. Dulu ataupun waktu kita bersama beberapa bulan ini. sekarang di depanku seperti bukan Kyu Hyun yang ku kenal.

 

“Kenapa kau hanya menyalahkanku? Ini juga salahmu! Kau—“
“Jangan membuatku semakin marah karnamu! Kau—“ Kyu Hyun menunjukku dengan jari telunjuknya “Membuatku hancur. Karna kehadiranmu aku kehilangannya” matanya memancarkan luka mendalam. Apa hanya dia yang terluka? Tidak bisakah ia melihat aku lebih terluka. “Jadi pergilah, jangan mengangguku lagi. hubungan kita berakhir” ucapnya begitu gamblang. Air mataku menetes mendengarnya.

 

“Bukan hanya kau yang terluka! Begitupun aku! Aku juga mencintaimu! Bahkan aku rela menjadi yang kedua. Rela melihatmu menikahinya!” kataku mengeluarkan kemarahanku.

 

Kyu Hyun malah tersenyum mengejek padaku. “Kau merasa terluka?” dia kembali tertawa sumbang “Bukankah kau yang telah menciptakan api ini? Seharusnya kau yang terbakar tapi kenapa harus aku yang hangus tak bersisa? Kau melemparku kedalam api membuatku ikut terbakar!” Aku tak bisa berkata apapun dia semakin membenciku sekarang “Cinta, aku bahkan lupa apa aku mencintaimu atau hanya sekedar nafsu terhadapmu” hatiku sakit. Tega sekali dia mengatakan itu sekarang setelah semua yang ku lakukan selama ini dengannya “Saat Yumi meninggalkanku aku baru sadar siapa yang ku cintai.” Yumi! Aku benci walau hanya menyebut namanya. Jadi dia lebih memilih Yumi? Sialan!

 

“Jadi maksudmu saat kau bersamaku bukanlah cinta tapi hanya nafsu, begitu?”

 

“Saat bersamamu aku merasa bersalah telah berbohong padanya berbeda saat aku bersamanya. Aku tak mengingatmu saat bersamanya.”

 

 

PLAKK

 

 

 

Tak tahan tanganku melayang di wajahnya. Kyu Hyun menatapku tajam “Jangan lakukan hal itu lagi bila tak ingin ku hancurkan” ucapnya dengan nada mengancam. Sorot matanya menajam membuatku bergidik ngeri. Belum pernah aku melihatnya yang seperti ini. Tanpa sadar kakiku mundur tiga langkah.
“Kau mengangapku seperti pelacur”

 

“Bukankah memang begitu adanya? Kau yang menelanjangi tubuhmu di depanku? Lalu apa bedanya dengan pelacur? Setidaknya kau senang, aku membayarmu mahal! Kau mendapatkan segala kemewahan”

 

“Kau laki-laki brengsek!” umpatku.

 

“Kau sudah tau aku laki-laki brengsek, lalu untuk apa kau mau bersama dan bahkan mencintai namja brengsek sepertiku? Bukan aku yang bodoh tapi kau lah yang tamak! Sudah tau aku adalah kekasih sahabatmu tak menghentikan keinginamu memilikiku meski menjadi yang kedua. Bukan aku yang menganggapmu murahan tapi dirimulah yang tak menghargai dirimu sendiri sehingga aku menganggapmu murahan. Itu karnamu bukan karnaku!”

 

 

Flash Back Off

 

 

 

~~I Not a Holy Man~~

 

 

 

Yumi Apartment

 

 

 

 

Usai memandikan jagoan kecilnya Yumi mengangkat tubuh mungil Jae Hyun keranjang. Di baringkannya tubuh putra kecilnya di ranjang yang telah di alasi handuk. Dengan telaten ia mengelap tubuh putranya yang basah dengan handuk. Usai itu ia memakaikan minyak telon, bedak dan baju setelah semua ritual selesai. Tak ada tangis dari bocah kecil itu saat dirinya di permak sang Eomma. (Btw, apa ada minyak telon di paris? #Mikir -,-)

 

“Sayang.. kau sudah tampan. Hmm… anak siapa ini?” canda Yumi sembari mengelitik putranya. Bukannya menangis, bocah itu tertawa senang di gelitik Eommanya. “Ya, kau sangat suka Eomma gelitik? Anak nakal” ucap Yumi gemas dan mendaratkan banyak kecupan di seluruh wajah Jae Hyun. “Kenapa kau mirip sekali dengan appamu?” wajah Yumi seketika buram menerima kenyataan wajah sang anak sangat mirip dengan ayah biologisnya. “Berjanjilah pada Eomma, jangan tiru sikap appamu hmm?” bayi itu hanya melihat Yumi tanpa menjawab apapun “Eomma tak ingin kau seperti appamu itu! Kau harus menjadi namja yang baik ketika nanti kau dewasa. Tidak menyakiti hati yeoja. Kau harus berjanji! Jangan kecewakan eommamu ini” mengatakan itu air mata Yumi meluncur deras.

 

 

~~I Not a Holy Man~~

 

 

Yumi POV

 

 

Aku kembali dari butik untuk menjemput putra kecilku Kyune. Belum delapan jam ku tinggalkan di tempat penitipan anak sudah sangat merindukannya. Melihatnya tertawa membuat hatiku bahagia. Mendengar celotehannya lelahku serasa musnah. Ia seperti keajaiban yang Tuhan titipkan padaku. Sungguh aku sangat mencintainya melebihi diriku sendiri.

 

Mobil ku parkir di depan tempat penitipan. Ku raih tasku tapi mataku menatap sosok yang ingin ku musnahkan selama ini. Apa ini? Dia.. dia bahkan mengendong Kyune. Emosiku meluap meski hanya melihatnya. Jadi dia disini? Sejak kapan? Banyak pertanyaan hinggap di otakku. Dengan langkah cepat aku masuk kedalam tempat penitipan bayi.

 

“Kembalikan anakku” kataku Kyu Hyun membalik tubuhnya menatapku kaget. “Kembalikan putraku!” kataku sinis penuh amarah. Tak mau lebih lama melihatnya aku meraih tubuh putraku kasar. Melepaskan tangannya dari putraku.

 

“Pelan-pelan. Kau menyakitinya” ucapnya tanpa berniat menjawab ku langkahkan  kakiku keluar dari tempat ini. Sial! Besok aku tidak akan menitipkan Kyune disini lagi.

 

 

Kyu Hyun POV

 

 

Sungguh aku tak menyangka Yumi akan datang lebih awal hanya disini aku bisa melihat mengendong dan mencium putraku. Tanpa Yumi ketahui tentunya. Diam-diam aku setiap hari datang ketempat penitipan anak. Biasanya dia akan datang jam enam sore tapi kali ini jam empat sore sudah datang. Jelas terlihat kebencian mendalam saat melihatku. Aku mengejarnya membawa Kyune bagaimanapun dia menyetir aku tak mau terjadi apa-apa pada keduanya. Dengan gerak cepat ku hampiri kemudinya. Dia menatapku benci. Baiklah sudah saatnya aku muncul sekarang. meski aku sendiri belum siap.

 

“Biar aku yang menyetir” kataku membuka pintu mobilnya.

 

“Keluar!!” bentaknya.

 

Aku tak perduli seberapa marah ia padaku tapi aku tak ingin ambil resiko lebih fatal nantinya. “Kau dalam keadaan tidak stabil! Biar aku yang mengantarmu” kataku memohon.

 

“Tidak perlu! Aku bisa sendiri!” tegasnya masih ketus dan membentak “Keluar!” dia mengusirku.

 

“Baiklah, kau yang memaksaku.” Tanpa aba-aba ku tarik tubuh Yumi turun dari stir kemudi. Dia jelas makin marah tak suka akan tindakanku.

 

“YA! APA YANG KAU LAKUKAN!! LEPASKAN AKU” nada suaranya mulai meninggi

 

Aku masuk setelah Yumi berada di luar “Mau masuk atau ku tinggal?” dia menatapku berang. “Masuklah, ku antar” lanjutku. Dia mengalah dan berjalan menuju pintu penumpang. Kyune di gendong Yumi ia turun. Tak mau duduk di samping bersamaku. Dia memilih duduk di belakang. Baiklah, yang penting kalian berdua aman bersamaku.

 

Tanpa kata Yumi sejak tadi hanya bungkam sambil mengendong Kyune di pangkuannya. Sesekali ku lirik, ia bahkan engan menatapku.

 

“Bagaimana kabarmu?” tanyaku setelah sekian lama kami diam dalam kebisuan. Dia tak menjawabku lebih memilih menatap keluar jendela. “Yumi-a…” panggilku pelan. Dia masih tak menjawabku. Baiklah sepertinya ia butuh waktu. Aku bungkam tak bertanya apapun lagi.

 

 

~~I Not a Holy Man~~

 

 

Kyu Hyun berjalan di belakang Yumi sambil mengendong putra mereka. Yeoja itu melangkah gusar. Ia tak ingin Kyu Hyun mengetahui dimana ia tinggal tapi sayangnya Kyu Hyun mengekornya tepat di belakang. Bagai tak punya malu, sejak tadi Yumi terus saja mengusirnya menyuruhnya pergi. Baik dengan cara kasar atau halus tapi tetap saja tak mempan. Ia tetap melangkah mengikuti langkah Yumi.

 

Sampai di depan apartment Yumi melirik sinis Kyu Hyun. Andai saja ia tak membawa Kyune pasti ia berlari cepat menghindari namja gila di belakangnya.

 

“Wae? Kau mau masuk? Berharap aku membiarkanmu masuk? Itu tidak akan terjadi. Kaa! Tinggalkan aku sendiri jangan ganggu aku” ucapnya sinis sembari hendak menekan kunci kombinasi apartmentnya.

 

Kyu Hyun diam tak menjawab ia menatap Yumi sendu. “0304” ucapnya seperti bergunam. Yumi langsung menoleh menatapnya kesal “03 adalah tanggal lahirku dan 04 adalah tanggal lahirmu. Kau masih memakainya.” Ucapnya terdengar acuh. Benar Yumi memakai tanggal lahir Kyu Hyun dan tangal lahir dirinya sebagai kunci kombinasi apartmennya. Tapi.. dari mana namja ini tau? “Sama dengan apartement kita dulu” lanjut Kyu Hyun tersenyum miris.

 

“Noe—“

 

“Sudah dari dulu aku tau. Sebelum kau melahirkan aku sudah ada di dekatmu” aku Kyu Hyun jujur.

 

Yumi tersenyum miring. Ia mengejek apa yang Kyu Hyun lakukan. Selama ini Kyu Hyun begitu pintar bersembunyi darinya “Hebat! Tak percuma kau banyak uang” puji Yumi sinis. Ia segera masuk kedalam menutup pintu rumahnya rapat. Ia tak akan membiarkan Kyu Hyun masuk kedalam rumahnya.

 

Air mata gadis itu tumpah setelah pintu tertutup. Ia lega bisa menghindar dari Kyu Hyun tapi sampai kapan ia bisa menghindar?  Di peluknya putranya yang masih tertidur pulas dalam gendongannya.

 

 

Tit..tit..tit..

 

 

Yumi menoleh saat pintu terbuka menampakkan sosok yang tak ingin di lihatnya “Kau—“

 

“Aku mau mengembalikan kunci mobilmu!” potong Kyu Hyun cepat sebelum Yumi memakinya lebih dulu.

 

Dengan kasar Yumi merampas kunci mobilnya “Sudah, sekarang kau boleh pergi”

 

“Tidak tau terimakasih. Bahkan kau tak mau mengatakan terimakasih” sindir Kyu Hyun dan mendapat tatapan membunuh Yumi. “Arra! Arra! Aku keluar” Kyu Hyun menoleh setelah ia sampai di ambang pintu. “Apa yang harus ku lakukan untuk membuatmu kembali kesisiku?” mata Kyu Hyun menatap Yumi sendu. Ia menjatuhkan segala keangkuhan dan harga dirinya untuk memohon ampunan dari yoeja yang telah melahirkan putranya. Yumi tak menjawab ia lebih memilih membuang muka kesamping ketimbang menatap wajah Kyu Hyun yang terus menatapnya menunggunya bicara. “Tak akan ku gunakan putra kita sebagai alat agar kau mau kembali bersamaku. Tapi bila kau ingin menikah dengan pria lain selain aku—“ ucap Kyu Hyun menjeda. Ia menarik nafas mencoba tenang “Akan ku batalkan seperti yang kau lakukan padaku dulu. Kau mampu melakukannya kenapa aku tidak?!” terdengar mengancam namun Kyu Hyun tersenyum saat mengatakannya. Yumi mengeram marah. Ia mendelik Kyu Hyun tak suka.

 

“Bukankah kau telah punya kekasih! Untuk apa lagi kau mengharapkan yeoja yang telah menghancurkan hidupmu?” sinis Yumi

 

“Kami sudah berakhir setelah kau meninggalkanku waktu itu” aku Kyu Hyun jujur.

 

“Jijja?” tanya Yumi meremehkan. “Ku rasa yeoja itu masih sangat mengharapkanmu! Buktinya dia sampai mendatangiku untuk melepasmu” Kyu Hyun agak kaget atas pengakuan Yumi tentang Je Rin.

 

“Dia kesini? Je Rin?” serunya tak percaya.

 

 

Flash Back

 

 

Setelah pertengkaran hebat antara Kyu Hyun dan Je Rin di depan pintu apartement. Je Rin tak ingin di kirim ke Belanda. Ia lebih memilih keluar dari perusahaan besar itu. Bahkan Lee Je Rin mencari keberadaan Yumi sekarang melalui orang suruhannya.

 

Hari ini ia sedang ada janji di sebuah tempat hiburan malam. Yeoja itu mengenakan pakaian tipis terlihat kekurangan bahan. Ia sejak tadi asik menikmati vodka dalam gelas sembari menunggu orang yang akan memberikannya informasi. Sudah sebulan sudah Je Rin meminta orang mencari keberadaan Yumi.

 

Akhirnya setelah lima belas menit menunggu orang itu datang. Namja dengan anting di telinga kirinya duduk di bar samping Je Rin.

 

“Kau menyuruhku kesini apa ada info?” tanya Je Rin tanpa basa basi.

 

“Ne! Tentu saja. Tapi kali ini aku minta kau membayarku lebih dari sebelumnya” balas namja itu santai.

 

Je Rin tersenyum sinis. Ia tau akan seperti ini akhirnya “Asal sesuai dengan informasimu! Sudah sebulan ini aku menunggu kepastian dimana dia berada”

 

“Tentu saja. Bahkan aku tau dia tinggal dimana.”

 

Je Rin menoleh “Beritau aku!”

 

“Sesuai perjanjian!”

 

“Kau akan mendapatkannya!”

 

“Prancis. Yeoja yang kau cari itu ada di paris. Dia bekerja sebagai desingner di sebuah butik terkemuka. Ku rasa pemilik butik itu adalah teman masa kecilnya. Mereka terlihat akrab.” Lee Je Rin tersenyum mendengarnya.

 

“Yeoja?”

 

“Bukan! Namja” senyum wanita itu semakin lebar. “Pria itu bernama Lee Donghae”

 

“Lee Donghae…”

 

 

Paris, Prancis

 

 

 

Setelah tau alamat Yumi Je Rin nekat menemui Yumi di tempat kerjanya. Gadis itu datang sebagai pengunjung di butik mewah tempat Yumi berkerja. Tepat saat itu Yumi masih mengandung 7 bulan. Keduanya bertemu, Je Rin meminta waktu untuk bicara dengan Yumi.

 

Mereka memilih cafe depan tempat Yumi bekerja untuk bicara. Sejak tadi Yumi hanya menatap sinis Je Rin. Gadis itu tak terlihat menyesal karna telah merebut Kyu Hyun dari Yumi. Dari sikapnya terlihat cuek dan santai. Yumi hanya bisa tersenyum sinis pada mantan temannya itu.

 

“Berapa bulan usia kandunganmu?” tanya Je Rin basa basi

 

“Kau datang jauh-jauh dari Seoul hanya untuk menanyakan hal tidak penting seperti ini? Jika begitu sebaiknya kita akhiri pertemuan tidak penting ini!”

 

“Ani. aku kesini untuk meminta sesuatu padamu”

 

Yumi tak percaya yeoja di hadapannya ini punya muka kulit badak. Tebal dan keras. Tak tau malu. Pikirnya “Kau memang tidak tau malu. Seharusnya kau mengatakan maaf padaku. Tapi tak sekalipun kata maaf meluncur dari mulut busukmu itu”

 

“Bila kau ingin aku minta maaf akan ku lakukan asal kau menghilang dari sisi Kyu Hyun untuk selamanya. Jangan jadikan kehamilanmu itu sebagai tameng untuk membuat Kyu Hyun kembali padamu” tangan Yumi mengepal. Sejak tadi ia berusaha menahan luapan amarah yang siap meledak kapan saja.

 

“Wae? Kau takut aku merebutnya darimu?”

 

“Hanya waspada” balas Je Rin dingin.

 

“Hah, kau memang jalang tak tau malu.” hina Yumi tajam. Mata yoeja itu memancarkan amarah dan banyak goresan luka terlihat jelas dari mata coklat gadis itu “Jika aku mau bersamanya aku tak akan membuat pernikahan kami berantakan. Aku telah melepasnya untukmu. Kalian bisa bersama tanpa takut padaku. Kau memilikinya sepenuhnya.” Yumi bangkit perlahan “Meski tanpanya aku masih bisa hidup dengan baik.” Lanjut Yumi hendak melangkah pergi namun tertahan mendengar Je Rin bicara.

 

“Apa orang itu Lee Donghae?”

 

Yumi menoleh menatap datar Je Rin “Wae? Kau mau merampasnya juga seperti kau merampas Kyu Hyun dulu. Dia juga namja yang kaya. Apa kau mau mencobanya juga? Atau Kyu Hyun saja kurang untuk pelacur sepertimu?”

 

Tangan Je Rin mengepal mendapat penghinaan “Aku tidak seperti itu!” bantahnya marah.

 

“Benarkah?”Yumi tersenyum meremehkan “Sayangnya, angapanku tentangmu seperti itu. Busuk! Tidak tau diri dan murahan tak berhaga!” kata Yumi datar.

 

“Sudah ku bilang aku tidak seperti itu! Aku dan Kyu Hyun memang saling mencintai dan—“

 

“Dan kalian memadu kasih di belakangku. Kau bersedia menjadi wanita kedua padahal kau tau pasti Kyu Hyun adalah milikku tapi tanpa tau malu kau merebutnya dariku. Kau bahkan bersandiwara di hadapanku! Kalian ber-acting sangat bagus di hadapanku! Sungguh kompak dan layak mendapat oscar! Acting kalian sempurna. Ku anggap kau sebagai sahabatku! Kau bilang ada masalah ku bantu mencarikan apartment dan kau butuh uang ku beri kau uang! Apa yang tidak ku beri sebagai sahabat? Katakan! Dengan tak tau dirinya kau merebut pria yang sangat berarti untukku. Lalu sebutan apa yang pantas untuk wanita tak tau malu sepertimu?” cerca Yumi tak terasa air mata gadis itu menetes mengatakan semua itu. “Setidaknya aku tau busuknya memiliki sahabat seperti dirimu! Di mataku kau tak lebih dari seorang perusak! Munafik! Tidak tau diri! Pelacur menjijikan!”

 

“Terserah apa yang kau katakan! Tapi kau tidak lebih baik dariku! Kau bahkan hamil sekarang. Aku sendiri ragu, anak yang kau kandung itu adalah anak Cho Kyu Hyun”

 

Jantung Yumi seakan mau keluar. Darahnya panas mendengar penghinaan dari mulut busuk Je Rin. Namun berbanding terbalik dengan hatinya Yumi tersenyum mengejek “Kau bisa pastikan sendiri dan tanyakan pada Kyu Hyun. Bila memang meragukannya! Tapi sekarang itu tak penting. Aku tak akan meminta apapun dari ayah biologis anakku ini. Setidaknya aku tidur dengan kekasihku. Banyak wanita jalang berkeliaran di luar sana merebut kekasih orang bahkan merelakan tubuhnya untuk di nikmati tanpa status yang jelas. Sungguh kasihan..”

 

Tangan Je Rin terangkat bersiap menampar Yumi namun dengan sigap Yumi mengengam pengelangan tangan Je Rin. “Jangan coba-coba menyentuhku. Cukup kau menghancurkan hatiku. Tak akan ku biarkan tangan kotor menjijikan mu ini menyentuhku.” Dengan amarah dan kekuatan yang di miliki Yumi mendorong kasar Je Rin hingga terpelanting. Gadis itu tersungkur. Tak ada rasa bersalah terlihat dari wajah Yumi ia merasa puas bisa menyakiti Je Rin meski itu tak sebanding dengan rasa yang di rasakannya.

 

“Akh…” rintih Je Rin kesakitan.

 

“Itu tak sebanding dengan apa yang ku rasakan” Yumi melangkah angkuh meninggalkan Cafe itu. Ia tak perduli di lihat banyak orang. Tak perduli pendapat orang tentang dirinya yang tega mendorong Je Rin tersungkur di tempat umum.

 

 

Flash Back Off

 

 

 

~~I’m Not a Holy Man~~

 

 

 

Kyu Hyun tak mampu berkata apapun saat mendengar cerita Yumi tentang Je Rin, gadis itu menyeka air matanya menatap Kyu Hyun dengan mata memerah.

 

“Tak ada yang ku harapkan darimu. Sejak memutuskan meninggalkanmu, sejak saat itu aku telah bertekad melepasmu.” Ujar Yumi menahan segala rasa sesak di dadanya. “Maka dari itu menjauhlah. Tinggalkan aku” terdengar putus asa saat Yumi mengatakannya. Tangan Kyu Hyun mengepal. Ia habiskan waktu untuk mencoba memulai namun bukan penolakan yang ia harapkan.

 

“Kau egois! Bagaimana dengan anak kita!”

 

Yumi tersenyum miris mendengar Kyu Hyun menyebut anak mereka “Anak kita?” ulangnya tersenyum merendahkan. “Dia bukan anak kita! Tapi dia anakku!” tegas Yumi menatap Kyu Hyun sinis.

 

“Terserah apa katamu tapi tetap saja dia darah dagingku! Dia putraku!”

 

“Putraku tak butuh appa sepertimu!”

 

Sekali lagi Kyu Hyun menelan bom atom atas ucapan Yumi “Tidak bisakah kau memberiku kesempatan? Aku ingin memperbaiki semuanya. Aku menyesal” Kyu Hyun menunduk. Ia tak mampu mengatakan hal yang lebih dari ini. tak ada yang membenarkan perbuatannya. Ia salah. Sangat salah.

 

“Kesempatan?” Yumi kembali menatap sinis Kyu Hyun “Aku bahkan bertahan di sisimu saat ku tau kau menghianatiku! Kau tak pernah tau bila aku menangis saat kau tak ada di sisiku. Membayangkan kau bersenang-senang dengan gadis lain. Itu bukan hal mudah untukku tetap bertahan di sisimu. Membayangkan pria yang ku cintai mencium bahkan tidur dengan wanita lain yang tak lain adalah sahabatku sendiri. Kau pikir itu mudah?” mata Yumi memancarkan luka mendalam saat ia mengeluarkan segala sakit hatinya. “Aku tetap berharap! Tetap berdoa pada Tuhan bahwa kau akan kembali kesisiku. Tapi sayang selama aku menunggumu. Selama aku berharap  kau kembali menjadi Kyu Hyun-ku. Perlahan cintaku tergantikan akibat ulah kalian berdua. Kalian tertawa di belakangku! Bahagia di atas penderitaanku.” Air matanya tak bisa di tahan lagi. Ia menangis di hadapan Kyu Hyun. “Jangan memintaku kembali lagi. Cintaku telah terganti kebencian. Apa kau mau hidup dengan wanita yang membencimu? Tidak bukan?!” Yumi menghapus air matanya membuang engan menatap Kyu Hyun yang berdiri tepat di depannya “Di antara kita sudah tak ada lagi yang perlu di perjuangkan. Aku hanya ingin kau meninggalkanku. Biarkan aku menjalani hidupku dengan putraku. Tanpamu— aku masih bisa hidup. Menjaga putraku dengan cinta tanpa takut kekurangan cinta karna tak memiliki appa.”

 

“Bagaimana kalau dia memanyakan tentang appanya bila besar nanti!”

 

Yumi menunduk gadis itu juga tak tau harus melakukan apa bila putranya menanyakan tentang ayah suatu saat nanti. “Coba pikirkan!” pinta Kyu Hyun mengengam kedua bahu Yumi. Seketika Yumi menepis tangan Kyu Hyun kasar.

 

“Akan ku bilang appanya sudah mati” hati Kyu Hyun mencelos mendengarnya.

 

“Kau kejam!” desisnya.

 

Bukan marah di bilang kejam Yumi malah tertawa sumbang “Kenapa? Bukankah kau yang merubahku menjadi pribadi yang kejam? Apa bedanya denganmu?! Kau bahkan lebih kejam dariku. Apa salahnya bila aku juga kejam?” Kyu Hyun tak menjawab. Benar. Yumi benar dirinya lah yang kejam. “Jangan akui putraku! Seperti tertulis di surat, aku tak minta pertanggung jawabanmu. Kau bisa bebas bersama dengan gadis manapun yang kau mau. Bahkan bila kau mengundangku saat kau menikahi Je Rin aku akan datang bersama putraku. Bukankah aku wanita yang baik?” Yumi menunjukkan kekejaman dirinya meski berbanding terbalik dengan kata hatinya saat ini. Ia tetap tak ingin lemah. Tak ingin bodoh seperti dulu lagi.

 

Kyu Hyun tersenyum miris mendengar penuturan Yumi“Apa ini bagian dari balas dendammu?”

 

“Bisa di katakan begitu” Aku Yumi tanpa takut Kyu Hyun semakin membencinya “Bukankah kalian berdua saling mencintai? Sebaiknya secepatnya di resmikan. Kau tak perlu mengejar putraku untuk kau akui. Kau bisa mendapatkan keturunan dari Je Rin setelah menikah”

 

“Terserah apa yan kau ucapkan.” Kyu Hyun melangkah pergi. Ia tak tahan dengan segala ucapan Yumi padanya. Dadanya sesak. Ia tak kuat mendengar lebih banyak hinaan dari Yumi. Selama ini ia sudah cukup tersiksa dengan segala yang menimpanya. Di ambang pintu Kyu Hyun menoleh ia wajahnya terlihat sendu “Benarkah kau sudah tak mencintaiku lagi? Walau hanya sedikit?”

 

Cinta? Apa masihkah cinta itu berlaku saat ini? Dimana cinta telah di bakar kebencian. Masihkan api cinta itu ada di atas api kebencian? Yumi terdiam memikirkan pertanyaan yang ia sendiri binggung harus menjawabnya bagaimana “Kau benar, aku yang membuatmu membenciku. Tapi satu hal yang harus kau tau, saat aku bersamanya, di saat itu rasa bersalah selalu menghantuiku. Dan aku sadar bila aku telah kehilangan wanita yang ku cintai. Demi menebus rasa bersalah aku pindah Paris mengikutimu seperti penguntit. Bahkan aku ada di luar UGD saat kau melahirkan. Aku ingin mengendong putraku, ingin menyentuhnya di depanmu tanpa takut kau akan marah saat aku menyentuhnya. Semua ku lakukan menembus rasa bersalahku.” Yumi terdiam. Ia binggung harus percaya ataukah ia membuang rasa itu jauh demi kemarahan dan kebenciannya. “Bila kau memintaku pergi, akan ku lakukan. Tapi ingat, jika kau berencana memberikan putraku appa lain selain aku. Akan ku lakukan hal nekat persis seperti kau mengagalkan pernikahan kita dulu”

 

Yumi menatap tajam Kyu Hyun kedua tangannya mengepal hebat “Kau—“

 

“Wae? Kau pikir aku takut?” tanya Kyu Hyun meremehkan. “Bukankah kau yang mengajariku?! Jadi ku tiru seperti apa yang kau lakukan padaku dulu.” Serasa di tampar Kyu Hyun membalik kata-kata Yumi tadi.

 

“Kau tidak akan berani!”

 

“Mau coba?” Kyu Hyun tersenyum miring khas seorang Cho Kyu Hyun. “Cobalah! Maka kau akan melihat bukti dari kata-kataku. Kau boleh saja membenciku tapi bila kau di miliki orang lain, akan ku lakukan hal nekat. Tak perduli seberapa malu keluargaku, asal bisa mempermalukanmu tak masalah untukku” lanjut Kyu Hyun tersenyum hambar.

 

“Kau memang bajingan!” Kyu Hyun mengangguk membenarkan. Yumi tak percaya bila Kyu Hyun tak membantahnya.

 

“Ku anggap itu pujian untukku” balasnya lalu melangkah pergi.

 

 

~~I Not a Holy Man~~

 

 

Setelah kejadian itu Kyu Hyun masih saja mendatangi apartment Yumi. Banyak alasan yang ia kemukakan hanya untuk bisa melihat yeoja itu dan putra mereka.

 

Yumi menatap malas Kyu Hyun yang sejak sebulan lalu selalu menganggu hidupnya.

 

“Kali ini apa lagi?” terdengar suara Yumi tak bersahabat.

 

Bukannya marah ia tersenyum lebar “Aku kehabisan gula. Ingin minum kopi tapi kopi dan gulaku habis” ucap Kyu Hyun tanpa dosa.

 

“Seorang namja kaya tak kekurangan apapun di dunia ini tidak memiliki gula ataupu kopi?” cibir Yumi sinis. “Kau bisa kerestaoran! Untuk apa kesini”

 

“Eiiyy tidak bisa lembut sedikit bicaranya” gerutu Kyu Hyun namun masih bisa di dengar jelas Yumi.

 

“Kalau tidak suka kau bisa pergi!”

 

“Aku tidak akan pergi sebelum mendapat apa yang ku inginkan!” balas Kyu Hyun acuh lalu masuk kedapur mencari sesuatu disana.

 

“YA! KELUAR!!!”

 

 

Hoeekkk…hoeeekkkkkkkk….

 

 

Sontak dua orang itu menoleh kearah suara. Kamar Yumi, Kyu Hyun segera membalik arahnya menuju kamar di samping kiri. Dengan seenak hatinya ia masuk kekamar pribadi Yumi. “Ya! Apa yang kau lakukan!!!” Yumi mengekor langkah Kyu Hyun menuju kamarnya.

 

Mata Kyu Hyun berbinar saat melihat putra kecilnya di ranjang menangis. “Oh.. sayang kenapa menangis hm? Cup..cup…” tangan Kyu Hyun tertulur mengendong Jae Hyun dan mendekapnya. Seketika saja Kyune yang tadinya menangis histeris diam setelah di gendong Kyu Hyun. Agak takjub melihat itu. biasanya Yumi harus bernyanyi dulu baru putranya berhenti menangis. Tapi hanya di gendong belum semenit bocah kecil itu terdiam dan sekarang menutup matanya lagi.

 

Yumi keluar memilih duduk di kursi meja makan. Gadis itu terlihat termenung memikirkan sesuatu. Tak lama Kyu Hyun muncul dari kamar ia duduk di depan Yumi menatap gadis itu lekat.

 

“Wae? Appo?” tanya Kyu Hyun cemas.

 

Yumi tak menjawab. Ia bungkam, ia marah merasa tak rela “Kau—“ yoeja itu diam sejenak “Apa yang sebenarnya kau inginkan?”

 

“Kau tau apa yang ku mau.” Balas Kyu Hyun dingin.

 

“Apa kau tidak tau malu? Sudah berapa kali ku usir tapi kena—“

 

“NE! Rasa maluku telah hilang” ucap Kyu Hyun membenarkan. Di tatapnya Yumi sendu “Aku hanya ingin kau kembali padaku.” Imbuhnya terdengar memohon. Yumi menunduk. Ia tak boleh mundur. Ia tak boleh luluh hanya karna Kyu Hyun menjadi sangat manis sebulan ini.

 

“Kau ingin mendengar apa yang ku inginkan?” mata Kyu Hyun menatap manik bola mata wanita di depannya “Tinggalkan aku! Pergilah! Menjauhlah. Hanya itu keinginanku! Tak ada bayangmu di dekatku”

 

“Jinja? Kau bisa?”

 

“Sangat yakin!”

 

Kyu Hyun bangun “Bila itu memang keinginanmu. Aku tak mampu berbuat apapun untuk memaksamu. Bahkan sekarang kau tak lagi mengharapkanku. Maaf, atas segala yang pernah ku lakukan. Pernah membuatmu sakit hingga tak mampu tuk memaafkanku bahkan kehadiranku tak di butuhkan disini.” Kyu Hyun tersenyum getir. “Semoga saat aku tak ada di sampingmu kau menemukan kebahagiaanmu” ucap Kyu Hyun tulus “Asal kau tau, aku cukup menjadi brengsek di matamu tapi tidak untuk anakku” pintu pun tertutup dan Kyu Hyun menghilang di balik pintu. Mata Yumi berkca-kaca perlahan cairan bening itu turun membasahi wajahnya.

 

 

~~I Not a Holy Man~~

 

 

Seoul, Korsel

 

 

 

Lee Je Rin Apartment

 

 

 

 

Tok—Tok—Tok

 

 

 

Gadis berambut sebahu keluar dari apartement miliknya. gadis itu terlihat agak kacau, rambut yang aut-autan serta wajahnya yang pucat membuatnya terlihat mengenaskan.

 

“Nuguseyo?” tanyanya sedikit sinis.

 

Kedua namja itu menatap Je Rin bengis “Apa anda Nona Lee Je Rin?” tanya pria berkaca mata.

 

“Ne. Nugu?” balas Je Rin.

 

“Kami dari pihak pengelola apartment ini, nona belum melunasi apartment selama 5 bulan. Bahkan surat peringatan yang kami kirim tak anda tangapi sama sekali. Jadi, kami minta kalau dalam waktu seminggu anda tak melunasinya maka anda bisa angkat kaki dari sini”

 

Mata Je Rin bergerak gelisah “Akan ku bayar” tegasnya.

 

“Kami tunggu. Tapi bila dalam waktu seminggu anda tidak melunasinya dengan terpaksa kami akan mengusir anda secara paksa” tegas namja satunya.

 

 

 

Je Rin POV

 

 

 

Brengsek! Kemana aku harus mencari uang untuk melunasinya? Ku acak rambutku kasar, sial!! Eommaku juga tak mampu membantuku bahkan hutang kartu kreditku juga sudah membengkak. Sejak aku berhenti menjadi sekertaris Kyu Hyun dan aku tak bekerja hidupku berantakan. Bahkan barang-barang yang pernah Kyu Hyun beri untukku telah ku jual untuk makan dan hidup. Aku tak bekerja karna setiap perusahaan yang ku datangi menolakku. Belakangan ku tau itu semua adalah ulah Tuan Cho. Appa Kyu Hyun. Tua bangka itu berani sekali membuatku di blacklist di semua perusahaan. Apa salahku hingga ia melakukan ini padaku? Kyu Hyun bahkan tak bisa ku hubungi lagi. Apartment yang di tinggalinya dengan Yumi dulu telah kosong lama. Aku berusaha menemukan keberadaan Namja itu. Nihil. Ia bagai di telan bumi. Aku membutuhkannya. Aku perlu uang pria itu. seperti dulu dia memberikanku segala kemewahan. Sekarang tinggal tas mewah yang bisa ku jual. Tapi berapa lama aku bisa hidup? Hidupku susah sekali sejak Kyu Hyun meninggalkanku. Haruskah aku kembali bersama Eomma kandungku? Aku tidak betah tinggal disana bersama adik tiriku. Tapi tak ada jalan lain lagi saat ini. Biasanya dulu saat aku susah Yumi akan datang dan mengulurkan tangannya tapi kini? Dia juga membenciku. SIALAN!!!! Kenapa kesusahan selalu membuntutiku? Baru bahagia sebentar saja bersama Kyu Hyun semuanya berantakan. Bahkan aku pernah tidur dengan pria di pub hanya untuk bisa bertahan hidup. Pria tua itu mampu membayarku mahal, aku bisa bertahan selama 3 bulan dari uang yang di berikannya. Nyaris tak ada bedanya sekarang aku dengan pelacur. Menjual tubuhku untuk pria brengsek. Hanya untuk bertahan hidup. Aku benci hidupku. Aku benci diriku yang selalu susah. Tidak bisakah aku hidup seperti Yumi? Kenapa Tuhan kejam padaku? Dia tak menjawab! Meski suaraku habis untuk memakinya Tuhan tak pernah menyahut. Dan aku membenci Tuhan.

 

Aku harus bertindak cepat meninggalkan aparment terkutuk ini. membawa barang yang bisa ku jual untuk keberangkataku pulang kerumah mamaku. Aku tak bisa bertahan disini lebih lama lagi. Aku tak sanggup.

 

 

TBC

 

 

 

Seperti biasa RCL ye… Gw ga minta banyak sama temen-temen semua J Gw tidak mampu buat yang lebih baik dari ini. Maaf jika tidak memuaskan temen-temen semua. Gw sudah 3 kali edit. Jika masih ada nama cast aslinya nyempil tandanya gw sehati sama typo T___T

 

Last Word, thanks for handa Gyu and thanks for readers J

224 thoughts on “I’m Not a Holy Man Part 1/2

  1. si kyuhyun brengsek banget yaaahhh… Kasian ane sama yumi 😦

    si jae rin emang jalang yaaahhh… Katanya cinta, tapi niatnya sma kyuhyun cuma biat morotin uangnya kyuhyun doang -_- dasar

    Suka

  2. ya ampun….kasian yumi harus d hianati kayak gitu dan sekarang kyuhyun mau balik lagi sama dia… aigoo kyak’a yumi msih suka sama kyu oppa smoga mreka balikan lgi

    Suka

  3. Kyuhyun baru nyesel kan pas di tinggal yumi dan anak’a penyesalan yg terlambat tuan cho,,,tapi semoga yumi dan kyuhyun bisa bersatu lagi

    Suka

  4. Kok, Yuminya strong banget sih? :’) ohya, abang Kyuhyun yang valing tanvan, jangan putus asa ya? :v dan untuk Jeerin yang paling nyebelin, lu kalo mau bahagia, usahanya yang bener dong! Jangan ngerebut punya orang mulu! :p

    Suka

  5. Aku lupa looh cerita ini sampe baca dulu part yg sblmnya
    si kyuhyun udh tau dia salah msh jg egois buat dapetin yumi lg tp yaaah namanya jg usaha
    tp hrsnya pk kelembutan bukan ancaman kaya gt
    je rin kena batunya jg… bukan karma tp hukum sebab akibat coba aja dia bersyukur dan ga serakah hidupnya bakal baik2 aja
    thor nama anaknya yumi berubah2 yg benernya yg mana??

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s