I’m Not a Holy Man Part 2 (END)


I’m not a Holy man 2 END

 

Title : I’m Not a Holy Man 2/2

 

Cast : Cho Kyuhyun (suju)

  • Lee Donghae (suju)
  • Kang Yumi (oc)
  • Cho Sungkyu
  • Lee Je-rin

 

Catagory : Romance, Sad, Hurt, Two Shot

 

Author : Andrea Kenza

 

Hai..hai.. adakah yang menanti ff abal-abal ini? Hehee… seperti biasa say thanks for Handa Gyu yang bersedia membuang waktu dan pekerjaan demi publish tulisan gw ini. Thank you so much J Dan buat temen-temen semua yang memang baca, jangan lupa kasih komen dan like ye.. satu komen sangat berarti bagi gw. Tapi jangan komen hanya kata ‘next…’ itu bukan komen tapi memerintah -___-

Oke deh, sekian dulu ceramah gw. Masih sama ini ff masih remake ye… silakan kunjungi blog gw kalau memang tidak percaya. Tulisan, kata-katanya serta gaya bahanya hampir sama. Hanya saja, disini versi kpop di sana versi aslinya westren 😀 Takutnya ada yang ngira ini ff plagiat lagi, ini ff murni hasil jerih payah otak dan jari gw 😀 tidak percaya silakan cek langsung ke blog gw. Nanti ada linknya di akhir cerita J

 

Warning Ranjau Typo gentayangan.

 

 

Happy Reading…^^

 

Yumi POV

 

 

 

Kejam memang menolaknya namun ini hidupku, rasa sakit itu masih ada hingga sekarang. Tak mampu ku pungkiri hati ini masih begertar di saat melihatnya, aku paling suka saat ia tersenyum. Begitu manis, bahkan coklat kalah manis di bandingkan senyum pria itu. Bukan hanya itu, aku merindukan ciumannya, tapi ini realita hidup. Harus ku singkirkan pikiran konyol itu dari otakku. Tidak semudah mengatakan kata cinta. Kyu Hyun mengatakan ingin tanggung jawab padaku, apa dia bisa memberikan yang lebih baik dari apa yang bisa ku berikan pada diriku dan putraku? Belum tentu juga. Ku akui aku sadis menolaknya. perasaanku sulit untuk memaafkannya, sulit menerimanya seperti dulu lagi. kebencian itu masih mengumpal kuat dalam hatiku. Biarlah seperti ini, aku menjalani hidupku dan Kyu Hyun menjalani hidupnya. Mungkin juga bersama wanita lain dan begitu pula denganku.

 

Hampir satu bulan lebih ia tak pernah muncul lagi di depanku, ada rasa lega namun di balik itu terselip rasa rindu. Ku tepis rasa itu, ku singkirkan sebaik mungkin agar tidak menganggu perasaanku yang mulai tertata tanpanya. Tanpanya aku masih bisa hidup baik dengan putra tercintaku.

 

Tuhan.. bisakah kau beri aku kekuatan lebih untuk hidup tanpanya? Ku harap kau mau meminjamiku kekuatan untuk melupakannya bahkan membuangnya jauh dari lubuk hatiku. Peluklah aku saat ini, hatiku sakit melihatnya lagi, tapi kenapa serasa begitu sulit ia pergi dari hidupku? Kau yang lebih memahami aku di banding diriku sendiri. Aku berbohong saat mengatakan tak lagi mencintainya. Nyatanya hatiku berteriak mengatakan mencintainya. Aku tau keputusanku salah, salah pada putraku sendiri karna membiarkannya hidup tanpa tau ayahnya. Namun ku rasa kau lebih mengerti bagaimana perasaanku sampai aku berani mengambil keputusan ini. Dukung keputusanku ini Tuhan.. meski, keputusan ini juga menyakitiku.

 

 

 

 

 

~~I Not a Holy Man~~

 

 

 

 

Kyu Hyun POV

 

 

 

Inilah saatnya memulai aksiku. Kau pikir hanya dirimu saja yang bisa membalas dendam? Aku juga bisa. Kaulah yang mengajarkanku cara licik maka ku tiru caramu. Sudah satu bulan satu minggu aku tak melihatnya, aku merindukan yeoja iblis yang telah menghancurkan hidupku. Bukan hanya merindukannya tapi aku juga marah padanya. Berani-beraninya ia dekat dengan namja lain berkedok pertemanan. Aku ini namja! Dan pria tak mengenal kata berteman saat mendekati lawan jenis. Pria yang baik pada wanita pasti punya maksud di balik itu. Kenapa aku tau? Karna begitulah aku. Aku tak akan baik pada seorang wanita bila tak mengharapkan imabalan dari wanita itu. Makanya pria di beri julukan buaya. Yaah.. memang begitulah sikap pria. Garis bawahi, meski tidak semua begitu tapi jaman sekarang jarang yang tak punya maksud lain berbuat baik. Bukan begitu? Dan aku salah satu di antara kesekian pria bajingan di dalamnya. Tak perlu munafik merasa diriku paling suci di antara yang tersuci. Aku memang berengsek, buktinya aku bisa bersama dua wanita di waktu bersamaan. Mungkin, ah.. bukan mungkin tapi ini memang sudah jadi karmaku menduakan wanita sebaik dan setangguh Yumi.

 

Itu dari sudut pandangku. Baik namja atau yeoja banyak yang mendekatiku, tak lain dan tak bukan karna aku ini adalah anak dari pengusahan ternama dengan perusahaan hampir mencangkup seluruh dunia. Jadi wajar mereka baik padaku dengan kedok pertemanan.

 

Oke, kita lupakan masalah tentang sikapku yang agak kurang baik dan tak perlu di tiru itu. Aku di lahirkan dengan harta berlimpah jadi sah-sah saja aku punya pikiran demikian. Aku tak pernah hidup melarat, tak pernah merasakan bagaimana itu susah tak punya uang dan hingga detik ini aku masih hidup lebih dari kata cukup. Meski appaku menyebalkan di karnakan aku batal menikah namun sampai sekarang aku bisa hidup enak. Dengan fasilitas nomor satu. Ya, beginilah aku. Bukan hanya tak pernah hidup susah tapi aku tak pernah memohon selama hidupku. Namun sekarang aku pernah merasakan bagaimana rasanya memohon. Memerlukan kerendahan hati dan ketulusan bagiku melakukan itu. satu yang tak boleh lupa, keberanian mengakui kesalahan. Itu yang terpenting dari kata memohon. Itu sangat melukai harga diriku. Mungkin tak sebanding dengan rasa sakit yang Yumi dulu rasakan. Melihatku bersama sahabatnya. Jika aku jadi dia, tak bisa ku bayangkan apa yang bisa ku lakukan. Seperti sekarang, melihatnya di dekati namja lain darahku mendidih tanpa di panaskan di atas kompor. Sialan!

 

Selesai pelayan menyiapkan koperku aku harus terbang ke Paris, Prancis. Tentu saja untuk bertemu dengan Yumi dan putraku Cho Jae Hyun yang biasa di panggil Kyune. Yumi menyuruhku pergi dari hidupnya? Cih, mimpi saja kau, Yumi-a. Dia bisa membuatku sengsara kenapa aku tidak? Akan ku buat hidupnya lebih sengsara karna terus melihat wajahku yang paling di bencinya.

 

Ayolah.. bukan sikapku bila kalian pikir aku menyerah karna Yumi mengusirku waktu itu. Aku bukan type pria seperti itu! Jika aku punya kemauan pasti akan ku ujudkan bagaimanapun sulitnya. Meski mengadai harga diriku padanya tak masalah asal bisa bersamanya.

 

 

 

~~I Not a Holy Man~~
Aku sampai di depan apartmet dengan selamat. Kedua orangku membawa koperku mengikutiku di belakang. Kali ini aku tidak akan tinggal di apartmentku lagi melainkan tinggal di apartment Kang Yumi. Sampai di depan pintu apartment Yumi ku masukkan password dan ternyata masih sama. Gadis itu memang ceroboh. Boleh saja ia mengatakan tidak mencintaiku dan mengusirku dengan kata-kata kejam tapi satu yang masih tak berubah. Tatapan matanya. Memang benar matanya memancarkan kebencian tapi, di balik itu dia masih melihat jika ia masih mencintaiku. Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Aku percaya karna Yumi masih mencintaiku seperti dulu.

 

“Sepi..” gunamku. “Masuk bawa barangku kekamar” kataku pada pengawalku. Mereka mengangguk menuruti segala yang ku katakan.

 

“Siapa anda?” wanita paruh baya keluar dari kamar utama. Pertama kalinya ku lihat wanita ini, siapa dia. Pikirku “Apa yang anda lakukan disini? Bagaimana anda bisa masuk?”

 

Banyak pertanyaan dari wanita tua ini “Suaminya.” Kataku percaya diri

 

“Su—suami?”

 

“Ada yang salah?” tanyaku tenang penuh percaya diri “Kau pelayan disini?” dia mengangguk “Sudah kuduga”

 

“Tapi nona tidak pernah cerita bila dia memiliki suami”

 

“Mungkin dia tak ingin menceritakannya pada orang asing.” Dia terlihat kaget mendengar jawabanku. “Apa tugasmu disini?”

 

“Mengurus Jae Hyun”

 

“Tinggal disini?”

 

“Tidak, saya hanya di tugaskan menjaga bayi hingga Nona pulang kerja”

 

“Mulai besok kau tak perlu lagi datang, gajimu akan ku bayar sepenuhnya.”

 

“Tapi—“
Sebelum ia membantahku aku menyelanya lebih dulu “Anak buahku yang akan mengurusnya. Pergilah, aku akan mengurus Kyune dengan tanganku”

 

 

Yumi POV

 

 

 

 

Asisten rumah tangga yang ku perintahkan menjaga Kyune dirumah selama aku bekerja menghubungiku. Sungguh sialan namja bajingan itu tak henti-hentinya mengacaukan hidupku. Ku pikir dia telah pergi setelah ku usir waktu itu. Dia memang bermuka tembok.

 

Ku banting kasar pintu mobil tak perduli lagi rusak. Aku berlari dengan highells ini gila. Satu yang ku takutkan Kyune di bawa kabur olehnya. Aku berlari seperti di kejar anjing buas. Berkali-kali aku menabrak orang di koridor menuju apartment.

 

BRAKHHH

 

 

 

Pintu ku buka kasar dan apa ini? Dia sedang duduk manis di ruang tv sambil memangku Kyune “Kau pulang?” sapanya. Dia bersikap santai seolah-olah tak terjadi apapun.  Aku binggung harus marah atau bagaimana saat melihatnya sedang memangku anakku. Dan aku semakin tak tau harus berbuat apa saat melihat Kyune terlihat senang bersama ayah kandungnya.

 

“Apa yang kau lakukan disini?” tanpa berniat menjawabnya aku menatapnya tajam segera ku ambil alih Kyune dari pangkuannya.

 

“Nega?” apa ada orang lain lagi disini selain dirinya?

 

“Kau pikir aku bicara dengan siapa?”

 

“Tentu saja menjaga putraku. Kau bekerja dan meninggalkannya dengan orang asing. Bagaimana kalau asisten rumah tanggamu itu punya niat buruk?” ujarnya panjang lebar.

 

“Tidak perlu ikut campur urusanku! Mau ku suruh siapa yang menjaga Kyune tak ada urusannya denganmu”

 

“Tentu ada! Dia putraku!”

 

“Dia buk—“

 

“Kau pikir dirimu Tuhan?!” aku bungkam “Kyune tidak akan ada jika aku tak menyentuhmu, Menjamahmu!Jadi buang jauh-jauh pikiran picikmu itu. Kyune tetap adalah darah dagingku! Kau tak minta pertanggung jawabanku? Tapi, bagaimana dengan Kyune sendiri? Bahkan dia sangat senang bermain bersamaku sejak tadi. Jangan mementingkan amarahmu selamata! Kau berhak marah padaku, aku terima. Kau membenciku atas perbuatanku, aku pasrah! Aku tak bisa merubahnya. Tapi satu yang tak akan pernah berubah, aku akan tetap bertanggung jawab pada darah dagingku. Kau suka atau tidak aku akan melakukan tugasku sebagai appa untuknya!”

 

“Terserah apa yang kau katakan. Aku tidak perduli” kataku acuh. Tak menampik, aku senang mendengarnya tapi tetap terasa sakit di dadaku.

 

“Memang terserah aku. Dan mulai saat ini aku akan tinggal disini.”

 

“MWO!”

 

“Kecilkan suaramu! Aku belum tuli”

 

“Siapa yang mengizinkanmu tinggal disini?”

 

“Memang siapa?” tanyanya nyolot “Tidak ada” apa dia manusia? Minta di cekek rupanya orang ini.

 

“KELUAR!!!” teriakku.

 

Hooooeeeeeeekkkk..Hooooeeeeeeeekkkk….

 

 

“Aish kau ini, anakku jadi takut mendengarmu berteriak.” tanpa izin dia mengambil Kyune dariku. Karna siapa aku berteriak mengeluarkan urat sarafku? Semua karnanya. Ajaib saat ada di gendongan Kyu Hyun tak perlu waktu lama anakku sudah diam. Kenapa anakku sendiri juga menentangku sekarang? Tuhan.. aku bisa gila muda jika begini.

 

 

 

 

Selesai menidurkan Kyune Kyu Hyun langsung mandi di saat ia hendak mengambil baju di lemari Yumi tepatnya ia menyimpan semua perlengkapannya. Tak satupun pakaiannya di dalam sana.

 

“Kemana bajuku” runtuknya kesal mengobrak abrik isi lemari.

 

“Kopermu ada di luar” suara Yumi di ambang pintu kamar.

 

“Kau—“

 

“Ini rumahku, aku bisa berbuat apapun dengan barang-barang asing yang ada di dalamnya.” Ucap Yumi acuh dan melengang pergi.

 

Kyu Hyun keluar kamar hanya berbalutkan handuk melilit pinggangnya. “Kenapa di bawa keluar” geram Kyu Hyun menatap Yumi kesal. “Oddi?” tanyanya lagi. Kyu Hyun tak melihat kopernya di manapun.

 

“Ada di luar rumah”

 

“MWO??” mata bulat Kyu Hyun membulat besar “Akan ku balas kau!!!” sambil melangkah Kyu Hyun mengerutu. Di belakang sana tanpa ia tau Yumi tertawa puas.

 

BLAMMMM

 

 

Pintu tertutup keras “YA!!!! BUKA PINTUNYA!!!!”

 

 

DUG—DUG—DUG

 

 

Dengan keadaan telanjang dada dan hanya bebalut handuk melilit pinggangnya Kyu Hyun mengedor pintu apartment Yumi kasar. Wajahnya memerah menahan amarah “Yumi-a buka pintunya! Orang-orang melihatku seperti ini” geramnya. Bukan kasihan Yumi tertawa puas “Sial gadis ini malah tertawa. Ini benar-benar memalukan” gerutunya. “YA!!! BUKA!!! ATAU AKU AKAN—“ Kyu Hyun berteriak keras sambil mengedor keras pintu “AWAS KAU!! Iblis betina ini” batin Kyu Hyun mengerutu.

 

“Akan apa?” balas Yumi tak kalah sinis.

 

“Akan ku cekek kau” balas Kyu Hyun . di dalam rumah Yumi cekikikan tertawa puas “Aku belum hilang ingatan passwordnya!”

 

“Coba saja jika bisa. jika kau berhasil membukanya ku izinkan kau tinggal disini” balas Yumi sesumbar ia melengang pergi masuk kedalam kamar membiarkan Kyu Hyun di luar sana tanpa baju menutup tubuhnya.

 

“AWAS KAU YEOJA IBLIS” teriaknya.

 

“AKU IBLIS, LALU KAU APA? SETAN!!”

 

“Hish.. dia bahkan membalasku, jika kau bukan Eomma dari putraku ku habisi kau” gerutu Kyu Hyun di depan pintu.

 

 

Kyu Hyun POV

 

 

 

DAMM!! SHIT!!! Sejak tadi tak henti-hentinya aku mengumpat. Sialan, banyak orang di koridor menatapku aneh. Apa mereka pikir aku gila? Sudah sejam aku berdiri disini tanpa baju mencoba berkali-kali mungkin bisa di katakan ribuan kali ku masukkan kata kuncinya tetap saja tidak bisa di buka. Awas kau!!!! Dari tanggal kami jadian pertama kali ku masukkan tetap saja tidak terbuka. Bahkan tanggal pertama kali dia kehilangan kegadisannya tetap saja tak mempan membuka pintu sialan di depanku ini. hehehe.. habisnya hanya itu yang ku ingat. Jadinya ku masukkan saja. Moment terindah yang ku ingat saat bersamanya dulu. Tentu saja ia kehilangan kegadisannya karnaku. Jika bukan untuk apa ku ingat. Enak saja. Buang-buang waktu.

 

Lama sudah aku berdiri disini tanpa baju. Rasanya mulai dingin, ku ambil koperku dan membukanya mencari baju yang pas untuk menutup tubuh sempurnaku. Aku mengambil celana pendek selutut ku pakai di depan pintu rumahnya. Ini pertama kalinya aku melakukan hal memalukan ini. ini semua karna iblis betina di dalam sana. awas saja jika aku bisa masuk. Kau habis nanti. Semoga tidak di rekam CCTV -,-

 

 

~~I’m Not a Holy Man~~

 

 

Lama Yumi seperti setrikaan di depan pintu apartmentnya. Ia sedikit cemas, pasalnya Kyu Hyun ada di luar tepatnya di depan pintu apartmentnya. Perlahan tangannya bergerak membuka knop pintu, Yumi menyembulkan kepalanya melihat situasi di laur. Matanya menangkap sosok Cho Kyu Hyun sedang duduk menyandar di dinding apartmentnya. Ada rasa kasihan menyelimuti hatinya tapi kembali ia mengeleng membuang rasa kasihannya itu.

 

“Ini belum seberapa dengan apa yang ku rasakan dulu” gunamnya, meski berat ia kembali menutup pintu.

 

Mendengar suara pintu tertutup Kyu Hyun otomatis menoleh “Aish sial aku lengah” gunamnya frustasi.

 

 

Yumi POV

 

 

Wajah putraku sangat tampan dan juga begitu putih layaknya seorang vampir. Dia mewarisi kulitku yang putih bersih untungnya tak ada bintik-bintik di wajahnya. Bila seperti itu akan mengurangi kadar ketampanannya. Sudah lama aku berbaring mencoba untuk tidur tapi pikiranku terombang ambing mengingat namja di luar sana. Tak mampu untuk membohongi perasaanku bahwa aku mencemaskannya. Apa aku terlalu kejam padanya? Bukankah dia juga kejam padaku dulu? Rasa sakit itu masih ada hingga kini. Mampu sembuh namun tetap membekas.

 

Paling mengejutkan saat ku tau dia juga tinggal digedung yang sama denganku. Ku akui, aku kagum dengan perjuangannya untuk tetap bertanggung jawab pada darah dagingnya. Bahkan aku tak menyangka pria brengsek sepertinya bisa menjadi appa bertanggung jawab. Bahkan putraku sendiri berhianat padaku. Aku marah saat itu terjadi, melihat putraku sendiri menyukainya.

 

Setelah perang batin ku putuskan mengintip Kyu Hyun di luar. Saat ku sembulkan kepalaku dia tak ada. Kemana dia? Sedikit rasa kecewa tak melihatnya di luar sana. “Dia menyerah” aku pun menutup pintu. Sepertinya dia memang tak bisa susah sedikit. Bukankah hidupnya nyaris sempurna? Jadi mana mungkin ia mau melakukan hal bodoh menungguku di luar. Dia punya uang banyak untuk menyewa atau bahkan membeli salah satu apartment di sini.

 

 

Kyu Hyun POV

 

 

 

 

 

Dia pikir aku tak punya segudang akal? Jangan sebut namaku Cho Kyu Hyun bila tak mampu masuk apartmentnya. Setelah pergulatan panjang dengan pengurus gedung ini aku berhasil mendapatkan kunci master apartment Yumi. Aku tersenyum bahagia. “Suka atau tidak kau akan tinggal denganku, baby…” gunamku bahagia. Ku tarik koper besar milikku. Ku lihat jam di tanganku sudah menunjuk pukul 3 dini hari. Sialan, aku ngantuk sekali.

 

BINGO! Pintu terbuka, rumah gelap. Mungkin Yumi dan anakku sudah tidur. baru berjalan selangkah keruang tengah mataku menatap sosok yeoja iblis itu. Tanpa selimut menutup tubuhnya hanya mengenakan kaos tipis sepanjang paha atasnya. Itu kebiasannya sejak dulu. Masih tak berubah, dia memang tidak suka mengenakan bawahan, suka mengenakan kaos besar. Bahkan kemejaku ia sering pakai tidur dulu. Memperhatikan kaki jenjangnya hingga keatas, sialan! Begini saja aku sudah terangsang. Sialan kau Cho Kyu Hyun!!! kendalikan monster dalam dirimu. Ku hampiri dia, cahaya bulan menyinari wajah cantiknya. Bahkan ia tak menutup gorden. Tak ada yang banyak berubah darinya, hanya sedikit lebih kurus sekarang. “Kenapa dia tidak tidur dikamar” gunamku. Tanpa banyak berpikir lagi ku rengkuh tubuhnya dan mengendongnya. Berusaha sepelan dan selembut mungkin agar dia tidak terbangun. Bisa runyam urusannya bila dia membuka mata.

 

Untung saja dia tak membuka matanya. Ku rebahkan Yumi di samping putra kami. Tanpa sadar aku tersenyum melihat wajah putraku itu. Tak ku sangka gen-ku sangat bagus. putraku sangat tampan. Tidak rugi wajahku tampan, setidaknya ketampananku di warisi olehnya.

 

Ku beri sebuah kecupan sayang pada Kyune. Anakku itu mengeliat pelan ku tenangkan kembali. Lalu ku rebahkan tubuhku di samping Yumi memeluk tubuh yang ku rindukan selama ini. Wangi tubuhnya masih sama.

 

“Aku merindukanmu” ucapku pelan kemudian mengecup dahinya.

 

 

 

~~I’m Not a Holy Man~~

 

 

Pergerakan tubuh Yumi tak sebebas biasanya pasalnya ada tangan yang memeluknya erat dari belakang. Dalam kesadaran minim Yumi mencoba meraba perutnya, terasa berat. Di rabanya dengan tangannya, keningnya mengkerut mencoba meresapi benda apa di atas perutnya. “Tangan..” batinnya. Perlahan ia membuka matanya. Seperti terjun dari atas tebing ia tak bisa berkata-kata melihat wajah Kyu Hyun di belakangnya. Bahkan tangan kurang ajarnya memeluknya begitu erat. Saat mereka masih bersama Kyu Hyun selalu memeluknya seperti ini. Ingin sekali berteriak saat ini tapi mengingat ia semalam tidur di sofa tapi sekarang malah terbangun di atas ranjang membuatnya berpikir ulang untuk berteriak.

 

“Pagi..”tanpa membuka matanya Kyu Hyun bersuara.

 

“Ck! Bangun!” sontak suara ketus terdengar. Yumi mencoba bangun tapi Kyu Hyun semakin mengeratkan tangannya di pinggang ramping Yumi. “Ya! Lepaskan aku!”

 

“Tidak!” balas Kyu Hyun masih engan membuka matanya. Yumi mencubit tangan Kyu Hyun keras “AW!” ringis Kyu Hyun seketika kedua tangannya terlepas dari pinggang Yumi. “Kau ini, sakit tau!!”

 

“Itu yang ku harapkan!” balas Yumi mengangkat bahu setelah berhasil lepas dari dekapan Kyu Hyun “Bagaimana kau bisa masuk?” Bukan menjawab Kyu Hyun malah tersenyum “Kau bisa menebak passwordnya?”

 

“Ku masukkan nomor saat kita pertama kali bercinta, tidak bisa.” wajah Yumi bersemu merah mendengar pengakuan Kyu Hyun “Ku masukkan tanggal putra kita lahir juga bukan. Semua hal yang ku tau tentangmu telah ku coba tapi—“
“Jadi, kau bisa masuk bagaimana? Tidak mungkin’kan menembus tembok” geram Yumi habis kesabaran

 

“Hehehe..” Kyu Hyun tersenyum manis ia mengambil sesuatu di saku celananya “Ini. aku bisa mudah masuk dengan ini” ucapnya sambil menyengir.

 

“Darimana kau dapatkan kunci itu?”

 

“Tidak sulit” Yumi mengigit bibir menahan kesalnya “Ku bujuk sedikit pengelola gedung. Ku bilang aku bertengkar dengan istriku. Istriku yang kejam membuangku di luar. Karna kasihan padaku jadi ku dapatkan kunci ini” Kyu Hyun menyengir girang.

 

“NAGA!! Pergi dari rumahku” di tariknya lengan Kyu Hyun kasar agar turun dari ranjangnya.

 

“Aish hentikan! Bukankah semalam kau bilang kalau aku bisa masuk, kau membiarkanku tinggal disini”

 

“Itu jika kau mampu masuk dengan password” kilah Yumi menaikkan nada suaranya.

 

“Semalam kau tidak bilang begitu! Tapi kau bilang begini ‘Coba saja jika bisa. jika kau berhasil membukanya ku izinkan kau tinggal disini’ kau pikir aku pria bodoh yang tak mampu ingat ucapanmu semalam? Jangan harap! Mulai sekarang dan seterusnya aku tinggal disini” putus Kyu Hyun bangkit menuju kamar mandi.

 

“AISH kenapa aku bicara hal itu semalam” gerutu Yumi mengacak rambutnya frustasi.

 

 

 

~~I’m Not a Holy Man~~

 

 

 

Kyu Hyun telah rapi dengan kemeja putih celana hitam panjang bersiap kekantor. Hari ini ia harus menghadiri rapat penting “Sayang, siapkan kopi untukku. Aku buru-buru nanti saja di kantor sarapan” serunya sambil memakai jam tangannya. Yumi mendesis mendengar ucapan Kyu Hyun.

 

Usai mengurus buah hatinya Yumi mengendong Jae Hyun kedapur. Melihat Yumi begitu kerepotan membuat kopi untuknya sambil mengendong Jae Hyun, Kyu Hyun meraih tubuh kecil  Jae Hyun. “Biar ku gendong” Yumi memilih diam tak menjawab Kyu Hyun dan melanjutkan kegiatannya.

 

Sudah seminggu Kyu Hyun tinggal bersama Yumi dan selama seminggu itu, sikap Yumi belum banyak berubah. Ia bahkan tak di izinkan bekerja di butik milik Lee Donghae. Alasannya tak ada yang menjaga Kyune. Mereka tak memakai jasa asisten rumah tangga. Bukan tanpa alasan Kyu Hyun tidak mempekerjakan asisten rumah tangga. Kyu Hyun tak ingin Yumi terus dekat dengan pemilik butik. Kyu Hyun berpikir untuk mengurung Yumi di rumah sementara ia bekerja di kantor. Otak liciknya memang sudah mulai bekerja.

 

Usai meminum kopi buatan Yumi ia mengecup pucuk kepala putranya lalu mengecup bibir Yumi. Tentu saja Yumi menolak namun kembali lagi, bukan Kyu Hyun namanya bila ia menyerah begitu saja. Di tariknya dagu Yumi hingga bibir keduanya bertemu.

 

 

Chup~~~

 

 

Di lumatnya sedikit bibir Yumi bahkan berkali-kali mengecupnya meski mendapat penolakan Kyu Hyun tetap dapat merasakan bibir Yumi.

 

 

“Aku pergi, jaga anak kita baik-baik. Aku pulang cepat” pamit Kyu Hyun setelah mencium Yumi.

 

 

Yumi POV

 

 

 

Lihatlah dia, bertindak semena-mena padaku. Sekarang ia bahkan tak mengizinkaku untuk bekerja. Memang siapa dia? Bahkan dia semakin menjengkelkan saja. Setiap ada yang bertanya apa hubungan kami dia akan bilang ‘suami istri’. Suami istri dari mana? Ck! Lucu. Bukan hanya itu sekarang dia menyita ponselku. Saat ia tau Donghae menghubungiku dia menengelamkan ponselku di kloset. Apa dia tidak sialan?! Tak mau munafik saat dia menciumku mengingatkanku kehidupan dulu. Tinggal bersama layaknya suami istri penuh cinta. Dia bahkan pria yang sangat romantis. Setiap kali hari sabtu ia memberiku bunga. Romantis bukan?! Itu sebelum Lee Je Rin masuk kedalam kehidupan kami. Mengingat nama wanita itu mendadak hatiku panas lagi. ku dengar dari appa wanita itu kembali ke Jerman menyusul eommanya. Hidup di Seoul ia punya banyak hutang. Entah apa yang di lakukan Appa Kyu Hyun padanya hingga ia bisa begitu. Appa Kyu Hyun terkenal kejam, dan tak pandang bulu kalau marah.

 

Tidak ku pungkiri aku kasihan padanya, mengingat setelah apa yang ia lakukan padaku dan Kyu Hyun. Rasa kasihan masih ada. Andai saja ia tak serakah merbut milikku pasti aku membantunya seperti sebelumnya.

 

Sudah lama kejadian itu namun tetap terasa sampai sekarang. Kenapa begitu sulit melupakan sebuah penghianatan? Ku akui Kyu Hyun berubah banyak. Dia menjadi appa idaman, setiap pulang kantor ia menyempatkan diri mencium Kyune dan bermain dengan putranya itu. Bahkan mereka sering mandi bersama. Bukan hanya itu, Kyu Hyun terlihat sangat mahir menganti popok dan juga membuat anaknya tenang. Apa itu yang di katakan ikatan batin antara ayah dan anak? Bahkan saat Donghae mengendong Kyune menangis dia tak kunjung berhenti menangis. Berbeda jika Kyu Hyun kenapa dia diam secepat itu? Aku sendiri sebagai Eommanya yang melahirkannya tak bisa menenangkannya secepat itu.

 

Berhubung putraku asik bermain di karpet bulu ku kerjakan design yang belum rangkum. Tiga hari lagi harus ku serahkan pada Donghae. Untuk pria itu begitu baik membiarkanku bekerja di rumah. Semua ini karna namja bajingan itu. sudah tau dia bajingan kenapa begitu sulit menyingkirkannya dari hatiku? Hatiku tak sejalan dengan keinginanku.

 

 

 

Kyu Hyun POV

 

 

 

Pekerjaan  menumpuk belum rangkum semuanya. Baru saja duduk santai sekertarisku memberiku banyak berkas untuk ku periksa. Melelahkan sekali! Ku pijat pelipisku sambil menyandarkan tubuhku di kursi kebesaranku. Mataku menatap figura di mejaku. Foto Kyune sedang terlelap bersama Eommanya. Wajah mereka memang mirip, tapi tetap saja mata dan ketampanan putraku menurun gen-ku.

 

Melihat foto mereka saja tanpa sadar aku tersenyum. Apa ini yang di katakan sindrom menjadi appa? Putraku itu sangat penurut dan manja padaku. Setiap kali menangis ku gendong dia langsung diam. Berbeda jika dengan Yumi, dia tak akan berhenti menangis. Hebat bukan?

 

Meski Yumi masih bersikap dingin dan sinis padaku aku tak akan menyerah sampai disini. Aku sudah melangkah dan tak mungkin mundur lagi. Bukankah hatinya membeku? Bukankah es masih bisa cair karna panasnya cahaya matahari? Kau boleh saja membeku tapi cepat atau lambat kebekuanmu itu akan ku cairkan dengan cintaku. Aku mulai gila. Sebaiknya ku hubungi mereka. Aku merindukannya.

 

“Hallo.. sedang apa sayang?” dia jelas tak membalas sapaanku ini. baiklah, aku hanya perlu bersabar menghadapi sikap dinginnya itu. “Aku merindukanmu” kataku manja. Persis seperti dulu saat kami masih baik-baik saja. Bila dulu ia akan membalas apa yang ku katakan tapi tidak dengan sekarang. “Kenapa diam saja? Bagaimana Kyune apa dia rewel?” tanyaku lagi.

 

“Wah kau makan dengan lahap”  

 

 

 

Suara siapa itu? Tertangkap suara namja di sana. dengan siapa yeoja itu? “Siapa disana? Kau dengan siapa?” aku tak bertanya lembut lagi sekarang namun terdengar membentak. Tak ada jawaban tapi panggilanku langsung mati. “Shit!!!”

 

Persetan dengan berkas-berkas yang harus ku periksa. Ku ambil jasku kasar keluar dari ruanganku aku harus pulang secepatnya. “Berani-beraninya dia membawa pria kerumah”

 

 

~~I’m Not a Holy Man~~

 

 

Sekitar lima belas menit Kyu Hyun sampai di apartment, langkah kakinya memburu bahkan setengah berlari. Wajahnya terlihat menahan amarah. Baru membuka pintu matanya menangkap sosok yang di kenalnya. Tidak kenal hanya tau. Tau jika namja itu menyukai Yumi-nya. Selama ini Kyu Hyun berusaha keras menjauhkan Yumi dari pria itu dan kini apa? Pria itu ada di rumahnya bersama dengan wanita dan anaknya.

 

“Siapa dia?” Yumi acuh tak merasa takut melihat bersama Kyu Hyun.

 

“Kenalkan, namaku Lee Donghae” balas Donghae mendekat kearah Kyu Hyun sambil mengendong Jae Hyun. Tanpa sopan santun Kyu Hyun meraih tubuh Jae Hyun dari gendongan Lee Donghae.

 

“Untuk apa kau ada disini?” tanya Kyu Hyun ketus tak bersahabat. Jangankan menyambut uluran tangan Donghae ia menatap Donghae sinis.

 

“Ingin berkunjung dan bermain bersama Kyune. Dia anak yang mengemaskan” Donghae menarik tangannya. Meski marah di acuhkan ia tetap tersenyum.

 

“Sepertinya istri dan putraku tak perlu di kunjungi olehmu. Itu mengangguku” balas Kyu Hyun dingin. Yumi yang ada di sana lebih memilih melongos pergi mengambil alih Jae Hyun dari Kyu Hyun. Ia malas mendengar ocehan Kyu Hyun.

 

Donghae tersenyum melihat Kyu Hyun tak bersahabat dengannya. “Begitu? Tapi Yumi terlihat senang aku datang”

 

“Lain kali jangan datang lagi. Dan Yumi tidak bekerja lagi di tempatmu. Sebagai suami aku mampu menghidupinya”

 

“Suami?”

 

“Ya, suami!”

 

“Yang ku tau Yumi  belum menikah”

 

“Sekarang memang belum tapi akan! Sebaiknya kau menjauh darinya jika tak ingin aku menghancurkan bisnis butikmu itu.”

 

Senyum Donghae musnah di gantikan tatapan tajam “Mengancamku?”

 

“Tidak, memperingatimu. Menjauh dari milikku sebelum aku bertindak jauh dengan hidupmu”

 

Donghae tertawa mengejek “Wow! Kau sangat mengerikan”

 

“Lebih dari yang kau tau, aku mampu melakukannya.”

 

“Ya, kau benar. Kau mampu melakukan apapun demi mendapatkan apa yang kau inginkan. Termasuk memaksa wanita yang tak ingin lagi bersamamu” rahang Kyu Hyun mengeras dan kedua tangannya mengepal.

 

“Tutup mulutmu!” desis Kyu Hyun tajam.

 

“Tidak! Aku ingin kau tau!” kedua wajah pria itu saling menatap tajam “Kau memang memiliki segalanya dan mampu melakukan apapun. Tapi ada yang kau lupa! Tak selamanya kau bisa mendapatkannya dengan uang dan paksaan. Kau mencintai Yumi tapi di saat yang bersamaan kau bersenang-senang bersama wanita lain yang tak lain adalah sahabat wanita yang kau cintai.” Ucap Kyu Hyun remeh “Dan sekarang kau ingin mendapatkannya setelah menyakitinya begitu dalam?” Donghae tertawa lagi “Kau sungguh mengelikan”

 

“Sudah cukup bicaramu?” Kyu Hyun menarik dasi Donghae bermaksud membenarkan ikatan dasi pria itu “Ya aku memang mengelikan. Lalu apa urusannya denganmu?” Kyu Hyun tersenyum sinis wajah mereka sejajar meski tubuh Kyu Hyun jauh lebih tinggi dari Donghae “Akan lebih menyedihkan lagi bila aku tidak memperbaiki kesalahan yang ku lakukan. Aku bukan manusia suci. Aku penuh dengan dosa dan kotor. Tapi apa kau termasuk manusia suci yang bisa menghakimiku bahkan menghinaku atas dosa yang ku perbuat?” tangan Donghae terkepal “Kau tak lebih suci dariku. Aku tak lebih bersih darimu. Kita sama, tak ada manusia yang suci. Sebaiknya kau berkaca sebelum menyelaku.” Donghae menelan ludah mendengar ucapan Kyu Hyun. Di tepuknya bahu Donghae pelan “Aku bukan orang yang suka bermain-main dengan ucapanku. Apa yang ku ucapkan maka itu yang akan ku lakukan. Sebaiknya menjauh dari wanitaku dan putraku. Biar aku yang menjaga mereka, mereka adalah tanggung jawabku. Meskipun Yumi menolakku atas kesalahanku. Tak masalah untukku. Setidaknya dengan begitu aku masih layak di sebut ‘Appa’ untuk putraku.” Ujar Kyu Hyun pelan sarat akan penyesalan di setiap kata yang terlontar.

 

“Bagaimana kalau kau gagal?”

 

“Tak ada manusia yang tak pernah merasakan jatuh selama hidupnya. Jika jatuh terus menyerah, itu baru menyedihkan. Gagal sekali bukan berarti gagal untuk kedua kalinya. Aku yakin, aku mampu membuatnya mencintaiku lagi meski cintanya tak sama dengan cintanya yang dulu. Setidaknya usahaku membuahkan hasil. Bukan begitu?!”

 

Tanpa mereka sadari Yumi berdiri di pojok dinding mendengar pembicaraan keduanya. “Tak ada manusia suci” gunamnya pelan. “Aku juga bukan orang yang suci” mata Yumi berair.

 

 

 

~~I’m Not a Holy Man~~

 

 

 

Sudah dua bulan mereka tinggal bersama bahkan Kyu Hyun telah hidjrah ke kamar Yumi. Yang tadinya ia tidur dikamar sebelah sekarang ia sudah tidur di kamar Yumi bersama putranya. Tentu saja alasan klise, ia ingin mendekap Jae Hyun saat tidur. Dari mendekap Jae Hyun sekali besoknya, besoknya lagi dan begitu seterusnya. Sekarang mereka tidur satu ranjang.

 

Bukankah hati wanita rapuh? Itulah yang di rasakan Yumi kini. Wanita itu semakin hari semakin bimbang dengan hatinya. Melihat kesungguhan Kyu Hyun ia tak mampu mengabaikannya. Sulit untuk di tolak perlakuan Kyu Hyun sama persis saat mereka tinggal bersama dulu. Tapi perlu di garis bawahi. Sebelum Lee Je Rin muncul.

 

Yumi bangun perlahan-lahan, ia tak ingin dua manusia yang sedang terlelap itu ikut terbangun. Yumi berjalan kedapur mengambil gelas dan membuka kulkas mengambil air dalam botol lalu menuangnya di gelas. Di saat ia meminum air ada tangan yang memeluknya dari belakang. Yumi hafal betul siapa pemilik tangan itu. bahkan dengan kurang ajarnya pria itu mengecup leher telanjangnya. Yumi hanya mengenakan gaun tidur tali kecil dengan bahu terbuka.

 

“Aku merindukanmu.” Bisik Kyu Hyun sambil mengecup leher belakang Yumi.

 

“Lepaskan”

 

“Jangan menghindar lagi! aku tau kau juga merindukanku. Sampai kapan kau mau seperti ini?” bukan melepas tangan Kyu Hyun semakin erat di pinggang ramping Yumi.

 

“Kau bisa meninggalkanku bila tidak kuat menghadapiku. Banyak wanita di luar sana jauh lebih dariku yang bisa kau jamah untuk kau tiduri” balas Yumi dingin. Kyu Hyun memejamkan matanya mendengar nada menyakitkan itu. Ia sudah terbiasa mendengar hal itu sejak 2 bulan belakangan ini.

 

“Carikan untukku. Akan ku tiduri mereka, tapi—“ Yumi meremas tangannya keras menahan segala amrah di dadanya. Ingin sekali ia merobek mulut pria yang masih memeluknya posesif. “Di saksikan olehmu. Aku ingin kau melihatku meniduri wanita lain di depan matamu” lanjutnya.

 

Yumi membalik tubuhnya menatap Kyu Hyun geram “Bajingan!” umpatnya “Belum—“

 

Chup~~~

 

 

 

Sebelum Yumi mengatakan hal lebih kejam Kyu Hyun membungkam bibir Yumi dengan bibirnya. Menyesapnya kasar menyalurkan segala gairah yang ia tahan selama ini. hanya untuknya. Sementara Yumi mendorong dada Kyu Hyun menjauh bukan menjauh melainkan tangan Kyu Hyun menahan tengkuknya. Memperdapam ciuman bahkan ia menelusupkan lidahnya kedalam mulut Yumi.

 

“Eeeuuggghhh….”desahan Yumi lolos begitu saja. Dalam ciumannya Kyu Hyun tersenyum bahagia. Tanpa babibu ia mengendong Yumi merembahkan tubuh Yumi di sofa terdekat dari dapur. Sebelum Yumi kabur seperti yang pernah terjadi sebelumnya dengan cepat Kyu Hyun mendih tubuh Yumi menahan kedua tangan wanita itu keatas. Ia tak ingin di hadiahi tamparan lagi seperti sebelum-sebelumnya. sudah cukup ia mengalah dan berakhir dengan cacian keluar dari mulut Yumi. Kali ini ia akan lebih tegas dan berani.

 

Kyu Hyun melepas bibirnya dan turun keleher jenjang Yumi “Apa yang kau..hhmm..” belum selesai ia berucap desahan laknat itu lolos lagi dari bibirnya. Kyu Hyun begitu pintar bahkan sangat hafal daerah sensitifnya.

 

“Menyentuhmu, apa lagi” balas Kyu Hyun acuh kemudian menyingkap gaun tidur Yumi hingga memperlihatkan bagian tubuh bawahnya. “Aku tak akan berhenti, ku pikir kita perlu memberikan Kyune adik kecil” Yumi mendorong tubuh Kyu Hyun kasar, ia hampir saja terjungkal akibat ulah Yumi “Aish bagaimana kalau aku jatuh?” geram Kyu Hyun kesal.

 

“Makanya menjauh dariku!” balas Yumi tak mau kalah.

 

“Untuk malam ini? Tidak! aku tidak mau dan tidak akan melepasmu sebelum aku mendapatkan apa yang ku inginkan. Ayolah sayang.. sudah lama aku tidak menyentuhmu. Tidak kasihan padaku?” wajah Kyu Hyun memelas seperti bocah lima tahun. ingin sekali Yumi tertawa keras melihat wajah memelas Kyu Hyun.

 

“Memang siapa kau? Untuk apa aku kasihan padamu?”

 

“Karna aku adalah calon suamimu! Ayah dari Kyune” balas Kyu Hyun percaya diri.

 

“Lucu sekali! Jangan mengarang! Siapa yang bilang aku mau menikah denganmu? Apa kau mau aku mengulanginya—“

 

“Meninggalkanku di altar seperti yang kau lakukan dulu?” potong Kyu Hyun cepat. “Itu tak akan terulang dua kali. Karna jika itu terjadi maka Kyune ku bawa bersamaku”

 

“Kau—“ geram Yumi hendak memukul lengan Kyu Hyun namun dengan cepat tangannya di tangkap Kyu Hyun.

 

“Jangan memukulku lagi. Sakit..” dengan wajah sedihnya Kyu Hyun berucap. Di bukanya kepalan tangan Yumi dan mengarahkan kewajahnya “Begini.. di elus seperti apa yang kau lakukan dulu saat kita mulai bercinta” Yumi menarik tangannya kasar wajahnya memerah. Sampai sekarang ia masih sangat ingat bagaimana ia membelai sayang Kyu Hyun. “Kau malu?” Kyu Hyun tertawa pelan melihat Yumi malu. “Anggap saja ini malam kedua kita, mungkin bisa membuahkan hasil”

 

“Apa kau bil—“

 

“Aish sudahlah! Pokoknya malam ini kau tidak boleh menolakku!” tegas Kyu Hyun membaringkan tubuh Yumi lagi di sofa. “Saranghae..”

 

 

Chup~~~~

 

 

 

 

“YA! LEPASKAN AKU!!!” teriak Yumi berontak

 

“Nanti setelah kita selesai buat adik untuk uri Kyune”

 

“Aish kau gila!”

 

“Iya! Aku gila. Menurutlah!” Kyu Hyun merebahkan kembali tubuh Yumi di sofa.

 

“Aku tidak mau”

 

“Harus mau!”

 

“Jangan paksa aku!”

 

“Harus di paksa!”

 

“Memang siapa kau yang berhak memaksaku”

 

“Tentu saja namja tercintamu! Kita akan menikah, jadi menurutlah”

 

“Aku tidak mau!”

 

“Harus mau”

 

“Kenapa harus?”

 

“Ya.. karna aku mencintaimu dan kau mencintaiku”

 

“Kapan aku bilang begitu?”

 

“Dulu!”

 

“Itu dulu. Tidak sekarang”

 

“Dulu dan sekarang perasaanmu tak berubah untukku” ucap acuh dan memulai lagi aksinya menjamah tubuh Yumi.

 

“Akkhh.. sakit! Kenapa kau meremas bokongku”

 

“Upssst.. tidak sengaja hehee.. habisnya dari tadi kau mengoceh terus, kapan mulainya bila kau mengoceh terus”

 

 

KREEEEEkkkk

 

 

“Kau merobek gaun tidurku”

 

“Hehehe.. aku terlalu nafsu.”

 

“Jangan sentuh aku!! Kau merusak gaun kesayanganku”

 

“Asih kau ini, nanti ku belikan yang lebih dari itu”

 

“Tidak mau! Menyingkir”

 

“Kau benar-benar..”

 

“Menyingkir”

 

“Tapi kita sudah tengah jalan”

 

“Kalau begitu lebih baik putar arah!”
“Akan memakan waktu lama! Sudahlah! Aku tidak tahan lagi”

 

Teng—Teng—Teng—

 

 

Jam dinding berbunyi keras menandakan sudah pukul 12 tengah malam namun kedua pasangan di ruang tengah tepatnya di atas sofa belum juga memulai aksinya. Mereka sibuk adu argumen meski pakaian mereka telah tak di tempat semula lagi.

 

“Ini sudah jam 12 malam, kau membuang waktu berhagaku” geram Kyu Hyun kembali menjamah tubuh Yumi.

 

“Jangan di gigit! Sakit” rintih Yumi mendesah.

 

“Tidak keras..”

 

“Aku yang kau gigit! Bukan kau yang sakit. Kau manusia atau vampir?”

 

“Hehehe.. iya ya?” Yumi mendesis tak percaya mendadak sikap Kyu Hyun bodoh malam ini “Baiklah aku akan bermain halus seperti maumu”

 

 

Chup~~~

 

 

 

Kedua bibir mereka bertemu kembali entah sudah ciuman keberapa. Mereka berdua saling menyelami bibir masing-masing. menyalurkan kerinduan yang telah lama hilang. Kini mereka memulainya kembali setelah hampir 2 tahun tak merasakannya lagi. tangan Kyu Hyun mengelus punggung mulus Yumi.

 

Hooooeeeeeeeeekkkk……..Hooooooooooeeeeeeeeeeeeeek..

 

 

 

“Kyune!” seru Yumi mendorong Kyu Hyun kasar.

 

 

DUBRAKKK

 

 

“YA! Tidak bisa lembut sedikit?” bentak Kyu Hyun mengelus pantatnya yang sakit.

 

Yumi merapikan gaun tidurnya meski gaun tidurnya telah berakhir mengenaskan ditangan Kyu Hyun “Anak kita menangis bodoh” tanpa kata maaf Yumi berlari kekamar.

 

“Aish.. gagal lagi bercinta denganya. Sial” umpat Kyu Hyun masih duduk di lantai. Perlahan Kyu Hyun tersneyum bodoh sendirian “Yahh setidaknya dia kembali menjadi Yumiku” gunamnya pelan. Ia bangun dan menarik resleting celananya “besok kau habis Yumi sayang” Kyu Hyun melangkah menuju kamar mereka. “Tunggu.. apa tadi dia bilang? ‘anak kita’” Kyu Hyun tersenyum girang menyusul Yumi kekamar mereka.

 

 

~~I’m Not a Holy Man~~

 

Seoul, Korsel

 

 

 

 

Kang House

 

 

 

Yumi terbang ke Seoul, Koresel setelah tau rencana kedua orang tuanya dan orang tua Cho Kyu Hyun mengadakan pemberkatan pernikahan tanpa meminta persetujuan darinya. Bagaimana tidak marah? Ia bahkan tak di ajak berunding tentang pernikahannya sendiri.

 

Yumi mengacak rambutnya gusar. Ia melotot marah pada kedua orang tuanya berbanding terbalik dengan kedua orang tuanya yang terlihat santai menangapi kemarahan putri mereka.

 

“Kenapa kalian tidak membicarakan ini lebih dulu denganku. Ini pernikahanku,aku yang memutuskan bukan kalian” ucap Yumi menahan segala amarah di hatinya.

 

“Bukan kami yang memutuskan tapi Kyu Hyun!” jawab Eommanya jujur “Lagi pula dia yang sudah mempersiapkan segalanya.” Lanjutnya dengan wajah takut.

 

“Dan kalian diam tanpa memberitahuku?”

 

“Kyu Kyun melarang kami” aku Tuan Kang

 

“Wae?”

 

“Dia tak ingin kau kabur lagi seperti dulu” balas Tuan Kang Jungki pelan “Kau tau apa yang Kyu Hyun lakukan pada kami?” Yumi memincingkan matanya menatap curiga pada kedua orang tuanya “Dia memohon dan berlutut di depan kami. Dia mengakui segala kesalahannya tanpa membiarkan kami memakinya lebih dulu. Dengan kebesaran hati dia berlutut dan memohon ampunan pada kami” benarkah Kyu Hyun melakukannya? “Dia menceritakan semua kesalahannya telah berselingkuh di belakangmu bersama Je Rin! Sebagai sesama namja, appa tau dia merendahkan harga dirinya untuk melakukannya. Apa lagi dia jujur tanpa di tanya lebih dulu. Sejujurnya appa ingin sekali menghajarnya tapi melihat ketulusannya appa tidak bisa menyakitinya” ujar Tuan Kang Jungki jujur. “Dan itu tak mudah di lakukan untuk seorang pria. Mengingat Kyu Hyun bukan pria sembarangan, Appa pikir ia tak akan mau melakukannya walaupun di bayar sekalipun. Tapi, dia melakukannya hanya untuk mendapat kepercayaan kami” lanjut tuan Kang.

 

“Appamu benar sayang, Eomma saja sampai tidak bisa memakinya melihatnya berlutut memohon apunan pada kami.” Yumi diam tanpa kata. Tubuhnya bahkan jatuh di kursi mengetahui hal itu.

 

“Dia tak bilang apapun” gunamnya pelan.

 

 

 

~~I’m Not a Holy Man~~

 

 

Cho House

 

 

 

Mobil audi hitam berhenti di kediaman Tuan Cho. Cho Kyu Hyun turun dari dalam mobil setelah supir membuka pintu mobil itu untuknya. Ia tak sendirian, di gendongannya ada bocah kecil berumur setahun. Anak bocah itu mengenakan jaket topi warna coklat dan celana panjang senada dengan jaket yang di kenakannya. Dengan topi menempel di kepalanya. Bukan pemandangan cool yang terlihat saat Kyu Hyun turun dari dalam mobil melainkan seorang appa yang sedang kerepotan membenarkan gendongan putranya itu. Tak ada Yumi bersamanya, ia pulang membawa putra kecilnya untuk pertama kali menemui keluarganya.

 

“Kita sampai sayang. Ini rumah kakek dan nenekmu!” Kyu Hyun pun masuk kedalam rumah sambil mengendong Cho Jae Hyun putra kecilnya. Tak terlihat canggung saat Kyu Hyun mengendong putranya malah sebaliknya. Ia sangat menikmati mengendong putranya. Mengingat ia sudah terbiasa bersama anaknya itu.

 

 

“Omo! Tuhan.. inikah Kyune? Anakmu?” seru Cho Sungkyu tak percaya melihat Kyu Hyun masuk mengendong bocah kecil. Kyu Hyun tersenyum  bahagia. “Annyeong… Kyune..“ sapa Sungkyu mencubit gemas kedua pipi Jae Hyun pelan.

 

“Salam dulu sayang, dia adjushi Sungkyu” Kyu Hyun mengibas-ngibaskan tangan Jae Hyun.

 

“Sini, biar ku gendong. Tidak ku sangka dia begitu mengemaskan dan tampan”

 

“Hati-hati.. dia tidak terbiasa dengan orang asing. Jangan buat dia takut, mengingat eommanya tak ikut bersamaku nanti aku yang sudah bila dia menangis” oceh Kyu Hyun panjang lebar sebelum memberikan Jae Hyun ketangan kakaknya.

 

“Sejak kapan kau bawel begini?” sindir Sung Kyu mengambil alih Kyune dan mengendongnya.

 

“Wah.. tidak ku sangka dia diam” takjub melihat putranya di gendong Sungkyu tidak menangis “Ku rasa Kyune menyukaimu Hyung”

 

“Tentu saja!” Sungkyu mencium bibir Kyune gemas “anak manis…”

 

“Kau pikir anakku kucing, jangan bilang di manis! Aku tidak suka” protes Kyu Hyun asal “Kyune laki-laki, aneh kau bilang ‘manis’” ketus Kyu Hyun mendapat decakan kakaknya.

 

Sung Kyu melirik sinis adiknya “Suka-suka aku! Kau diam saja”

 

“KYUNE…” pekik Nyonya Cho turun tangga. Wanita paruh baya itu mempercepat langkahnya melihat Sungkyu mengendong anak kecil. Wanita itu langsung menciumi Jae Hyun gemas. Kyu Hyun tersenyum melihat eommanya menerima kehadiran anaknya.

 

“Bahkan Eomma mengacuhkanku karna Kyune” gunamnya pelan. Sontak Nyonya Cho melirik sinis putra keduanya itu.

 

“Dasar anak kurang ajar” desisnya “Sini biar eomma yang gendong, eomma rasa dia lapar, biar eomma kasih makan” ucapnya antusias. “Hmm Kyune sangat tampan. Matanya mirip denganmu. Kulitnya seperti Yumi. Perpaduan sempurna”

 

“Tentu saja. Bagaimana tidak sempura, appanya setampan aku”

 

“Ck!” Sungkyu berdecak melirik sinis adiknya itu. “Yumi tidak ikut?” Kyu Hyun memgeleng pelan “Wae?”

 

“Nanti saat bersama orang tuanya. Bukankah dua minggu lagi kami akan menikah”

 

“Kau yakin Yumi sudah memaafkanmu?” ucap Nyonya Cho.

 

“Tentu saja yakin. Jika dia berani kabur lagi Kyune akan ikut bersamaku.” Ujar Kyu Hyun bangga “Dia itu sangat sayang pada putra kami melebihi sayangnya padaku”

 

“Yaa.. setidaknya Yumi tau yang mana harus di sayangi lebih banyak”

 

“Maksudmu?” desis Kyu Hyun ketus. Sungkyu mengangkat bahunya acuh.

 

 

~~I’m Not a Holy Man~~

 

 

Jam delapan malam kedua keluarga berkumpul di ruang tamu kediaman tuan Cho. Pria paruh baya itu tampak gembira memangku cucu pertamanya. Bahkan tangan jahil Kyune menarik kumis kakeknya itu. sontak semua orang tertawa melihat Tuan Cho merintih kesakitan akibat ulah cucunya.

 

“Jadi kalian benar-benar siap untuk menikah?” suasana mendadak tegang setelah pertanyaan itu terlontar dari mulut tuan Cho sendiri. Mata mengintimidasi pria paruh baya itu tertuju pada putra keduanya. Siapa lagi kalau bukan Cho Kyu Hyun.

 

“Aku yakin” jawab Kyu Hyun mantap didepan semua keluarga.

 

“Bukan itu maksud appa!”

 

“Lalu apa maksud appa” balas Kyu Hyun sedikit ketus.

 

“Kau yakin pengantinmu tidak akan lari lagi?” Kyu Hyun menelan ludahnya, bahkan semua mata tertuju padanya. “Apa kau yakin tak memiliki hubungan dengan gadis manapun selain calon istrimu itu?” Tuan Cho menujuk Yumi. Rasa malu kini menyelimuti Kyu Hyun. Meski Tuan Cho adalah ayah kandungnya namun pria tua beruban itu cukup tegas. Mengingat ia sangat beribawa dan terkenal tak pandang bulu. Mengingat kejadian lampau saat Yumi meninggalkannya Kyu Hyun mendapat tamparan bahkan cacian dari ayahnya setelah hubungannya dengan Lee Je Rin terbongkar. “Kau memang anak appa tapi bukan berarti segala kesalahan bisa appa lindungi. appa mengajarkanmu untuk bertanggung jawab, jangan sampai hal memalukan itu terjadi kedua kalinya” ujarnya menatap Kyu Hyun serius. Tuan Cho mengalihkan pandangannya pada Yumi yang sejak tadi menunduk. Bagaimanapun kejadian memalukan waktu itu juga akibat ulahnya “Dan kau, nak. Jika appa jadi kau, appa tidak akan mau menerima bajingan ini lagi” telunjuk Tuan Cho mengarah pada Kyu Hyun.

 

“Appa!” pekik Kyu Hyun tak terima. Berbeda dengan Sungkyu ia terkikik mendengar ucapan sang appa.

 

“Wae?” sinis Tuan Cho menatap putranya protes. “Memang kenyataannya begitu! Bila appa jadi Yumi, maka appa tidak akan menerimamu lagi.”

 

“Kau ini..” desis Nyonya Cho menyengol suaminya. Sontak Tuan Cho melirik istrinya.

 

“Mwo?”

 

“Jangan bicara yang aneh-aneh. Bagus mereka mau bersama kenapa kau mengompori mereka lagi” gunam Nyonya Cho tak suka. Sejak tadi Sungkyu hanya diam tapi ia tetap tertawa melihat keluarganya itu saling beda pendapat.

 

“Diam kau!!” ucap Kyu Hyun tanpa suara namun gerak bibirnya mengatakan hal itu.

 

“Sebagai appa dari Cho Kyu Hyun, appa minta maaf atas namanya. Appa yang salah tak bisa mendidik Kyu Hyun dengan baik” sesal Tuan Cho “Bila dia menghianatimu lagi dengan gadis lain, jangan sungkan-sungkan ceritakan pada Appa. Appa sendiri yang menghukumnya tanpa kau perlu campur tangan. Appa pastikan dia koma di rumah sakit” Yumi tersipu mendengar ucapan calon ayah mertuanya. Berbeda dengan Yumi, Kyu Hyun merungut manyun.

 

“Baik, Aboenim. Terimakasih sudah memihakku. Dan.. mian aku sudah membuat nama keluarga Cho hancur karna ulahku. Seharusnya—“

 

“Aniya. Tindakanmu sudah benar, namun lain kali bisakah jangan libatkan kami?! Kau marah padanya cukup dia yang kau hukum” Tuan Cho melirik sinis putranya sedangkan Kyu Hyun hanya menunduk malu. Tuan dan Nyonya Kang tertawa melihat Kyu Hyun di marahi di hadapan mereka. “Jadi, kau mau menikahi Kyu Hyun? berjanji tak akan kabur seperti waktu itu?”

 

“Nee! Asalkan—“

 

Semua mata menatap Yumi penuh tanya dan termasuk Kyu Hyun menunggu Yumi bicara “Asalkan?” untuk pertama kalinya Sungkyu bersuara.

 

“Dia tidak menduakanku, menghianatiku dengan yeoja manapun.”

 

“Kau dengar?” desis Tuan Cho tajam. Kyu Hyun mengangguk lemah “JAWAB! Kau ini namja! Harus tegas”

 

“Aku berjanji demi anakku Kyune!” ucap Kyu Hyun tegas.

 

“Itu baru anak appa! Appa pengang ucapanmu”

 

“Ya, aku berjanji pada Yumi bukan dengan appa, untuk apa appa yang memengang ucapanku?” protes Kyu Hyun tak terima.

 

“Itu karna kau adalah darahku! Jadi jika kau macam-macam appa sendiri yang menghajarmu sampai kau koma!”

 

“wkkwkwk 😀 kasihan sekali kau adikku sayang..” ledek Sungkyu tertawa keras.

 

“Diam kau! Tutup mulutmu! Bahkan mendapatkan Song Ran saja kau tidak becus. Urus urusanmu! Jangan sampai Song Ran di gait namja lain”

 

“YAK!”

 

“Mwo?” balas Kyu Hyun acuh, ia puas bisa membuat kakaknya yang usil itu mati kutu.
~~I’m Not a Holy Man~~

 

 

Yumi POV

 

 

Sepulang dari feeting gaun pengantin Kyu Hyun mengajakku kekantornya. Katanya ia harus mengambil berkas penting di ruangannya. Pernikahan kami tinggal 3 hari lagi dan selama itu ia masih bekerja, aku rasa menjadi istrinya tak semudah yang ku bayangkan. Mengingat ia namja yang super sibuk. Namun aku senang Kyu Hyun pria pekerja keras. Meski ia kaya, ia tak hanya bisa menghambur-hamburkan uangnya namun ia juga pekerja keras. Itu modal penting sebagai seorang pria. Jaman sekarang tak cukup menikah hanya bermodalkan cinta. Itu faktanya.

 

Sampai di depan gedung Kyu Hyun berhenti, ia bahkan membuka pintu mobil untukku. Serasa bagai putri bila ia semanis ini. Dia memang manis. “Apa aku perlu ikut? Sebaiknya aku disini saja, kau tidak akan lama kan?”

 

“Memang untuk apa kau disini? Ayo turun” pintanya mengulurkan tangannya dan ku sambut hangat uluran tangannya.

 

Kami berdua menuju ruangan Kyu Hyun yang berada di lantai 99, sampai di kantor Kyu Hyun, ia terlihat gelisah. Dia melirik jam tangan mahalnya seperti menunggu sesuatu.

 

“Apa masih lama?” Kyu Hyun mendongkak menatapku sesaat “Aku merindukan Kyune, takutnya dia menangis” tambahku sedikit cemas.

 

“Sebentar lagi, kalau anak kita rewel pasti kita beritahu” saut Kyu Hyun gelisah. Ada apa dengannya? Aku merasa dia menyembuntikan sesuatu.

 

Sudah sepuluh menit aku duduk di sofa ruangan Kyu Hyun, dia sejak tadi sibuk mencari sesuatu entah apa itu aku juga tidak tau. Ku minum teh hijau yang tadi di suguhkan sekertarisnya.

 

“Kita pergi” tiba-tiba ia bangkit tanpa membawa sesuatu keluar dari ruangan.

 

“Bukankah kau mengambil sesuatu, mana?” tanyaku

 

“Ada di atap gedung”

 

“Atap gedung?”

 

“Ya, ayo kita kesana”

 

Dia membingungkan hari ini, apa masuk akal mengambil dokumen di atap gedung? Coba saja di pikirkan. Meski begitu aku malas bertanya lagi. baru pintu atap di buka Kyu Hyun aku benar-benar shock di buatnya.

 

Bagaimana tidak, ada tiga helli di atas kami. Yang semakin membuatku tak percaya adalah banyaknya manusia berkumpul di atap gedung. Ku pikir mereka semua kariawan  Cho Corps masalahnya mereka semua memakai pakaian yang sama Biru muda di bawah dan putih di bagian atas. Perpaduan warna yang manis menurutku. Ku lirik Kyu Hyun dia tersenyum padaku.

 

Tak lama helli di atas kami itu mengeluarkan selembaran kain panjang yang menjuntai kebawah. Kain panjang  itu bertulisakan ‘YUMI, WILL YOU MARRY ME?’  aku tak percaya Kyu Hyun melakukannya. Dan orang-orang yang berkumpul melakukan perannya dengan baik. Mereka semua membawa balon warna pink berbentuk hati dan mataku menangkap sosok oppa Sungkyu, membawa seikat bunga besar. Ia melangkah maju memberikan buket bunga mawar di tangannya padaku.

 

“Jika kau menerimaku, memberiku kesempatan maka ambil bunga ini” ucap Kyu Hyun di sampingku.

 

“Apa aku punya pilihan menolak?” tanyaku tersenyum jahil padanya.

 

“Jika itu sampai terjadi ku pastikan Kyune ikut bersamaku” dasar egois.

 

“Lalu untuk apa lagi kau lakukan hal konyol seperti ini?”

 

“Agar kau tau ketulusanku. Betapa aku mengharapkanmu untuk menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku”

 

“Sekarang saja aku sudah menjadi ibu dari anakmu” gunamku

 

Kyu Hyun tertawa mendengarku mengoceh “Ya.. sampai kapan kau jadikan aku obat nyamuk disini. Cepat terima lamarannya agar aku bisa segera pergi dari hal romantis kalian ini” tiba-tiba Oppa Sungkyu bersuara. Aku tertawa malu mendengarnya. Ku ambil bunga itu.

 

“Gomawo… Oppa”

 

 

Prok—Prok—Prok

 

 

Suara riuh bertepuk tagan terdengar dan di saat yang sama balon hati terbang kelangit. Mendadak langit siang ini seperti lautan balon. Sangat indah. Bukan hanya itu ribuan kelopak bunga mawar jatuh dari atas. Tepatnya dari heli di atas. Aku takjub di buatnya. Serasa begitu indah hari ini. Ribuan kelopak bunga berjatuhan menerpa kulitku. Tak ada kata-kata yang mampu ku ucapkan. Sungguh sangat romantis. Tak ku sangka Kyu Hyun mampu melakukan ini. pantas ia terlihat aneh hari ini. ku dekap tubuh Kyu Hyun menengelamkan wajahku di dadanya. Antara malu, senang dan bahagia atas kejutan yang di berikannya.

 

“I Love You.. My Love” bisiknya di telingaku.

 

“I Love You Too..”

 

Akhirnya aku memilikinya lagi. Meski rasa sakit masih ada namun tak bisa ku pungkiri, hari ini aku sangat terharu melihat ketulusannya. Tak ada cinta yang sempurna, tak ada manusia suci setelah lahir. Begitupun aku dan Kyu Hyun. kami sama-sama punya dosa, Cuma bedanya dosa apa yang kami lakukan.

 

Tuhan.. bolehkah aku meminta satu hal lagi padamu? Ku ingin kebahagiaan ini tak hanya sesaat.

 

 

 

~~I’m Not a Holy Man~~

 

 

Berlin, Jerman

 

 

 

Yeoja cantik bertubuh mungil sedang duduk di sebuah kursi di depan meja rias. Yeoja berparas cantik itu sedang mengoles bibir tipisnya dengan lipstik warna merah terang. Meski wajah cantiknya telah di poles make up tebal namun make up yang di pakainya tak mampu menyembunyikan kemarahannya. Mata indahnya terpancar kemarahan penuh luka.

 

“Bersiaplah, Tuan Lois akan mengajakmu berkencan.” Ucap seorang wanita paruh baya dengan make up tebal “Dia menyukaimu. Perlakukan dia dengan baik. Jangan kecewakan pelangan kita. Lakukan apapun yang di mintanya” lanjut wanita itu lagi.

 

Wanita cantik itu tak menyahut hanya melirik malas lewat cermin. “Lima belas menit lagi turunlah” setelahnya wanita itu pergi dari kamar wanita cantik itu.

 

Jemari lentik wanita itu meremas keras sebuah majalah di atas meja riasnya. Sumber dari rasa sakit, marah, kecewa dan kesedihannya. Mata wanita itu berkaca-kaca hingga air matanya jatuh.

 

“Kenapa? Kenapa hidupku sangat mengenaskan? Kenapa harus Yumi yang selalu bahagia? Bahkan ia di lamar dengan cara seromantis itu” ujarnya lirih “Kapan kebahagiaan datang menghampiriku?” ia menghapus air matanya kasar “Bahkan hidupku berakhir di tempat pelacuran ini. Tuhan tak adil padaku! Aku membencimu! Aku tak percaya padamu! Kau hanya memberikan siksaan padaku tanpa ada kebahagiaan di kehidupanku”

 

Setelah mengucapkan semua sumpah serapahnya, ia membuang majalah itu ketong sampah. Ia pun melagkah keluar bersiap menemui ‘pelangan’nya.

 

Majalah itu tergeletak mengenaskan di tong sampah. Menampakkan judul utaman di sampul majalah itu ‘Cho Kyu Hyun and Park Yumi Wedding’ tampak di foto dalam majalah itu Kyu Hyun dan Yumi begitu bahagia, bersama dengan putra mereka. Bahkan Jae Hyun memakai jas senada dengan sang ayah. Yumi mengenakan gaun pengantin nampak begitu cantik dan angun. Pasangan pengantin di dalam majalah itu tampak tersenyum bahagia.

 

 

~~The End~~

 

 

 

Akhirnya selesai juga hahaha 😀 terimakasih untuk semua yang mau baca, bersedia komen dan kasih gw masukan. Dan satu lagi terimakasih untuk semua temen-temen yang tidak memanggil gw dengan “Author/Thor” panggil nama atau di sesuaikan lebih bersahabat dari pada seperti itu 😀 Gw tidak merasa jadi penulis, karna sejatinya seorang penulis memiliki sebuah buku. Gw tidak memiliki itu hehehe 😀 gw hanya menyalurkan hobby saja. Ada yang baca aja syukur 😉

 

Maaf gw tidak bisa buat lebih baik dari ini. Dan untuk kekurangannya gw minta maaf. Tak ada hal yang sempurna J sama dengan tulisan gw ini, jauh dari kata bagus dan sempurna. Namun satu komen dari kalian mampu menyempurnakannya J

 

Oh ya ini link library gw. Jika mau cari kesamaan ff ini, cari saja dengan judul yang sama 😀 pasti ketemu.

https://kenzaandrea11.wordpress.com/2014/10/25/library-3/

 

Silakan kunjungi blog gw 😀 tapi perlu gw ingatkan, tidak ada FF K-pop disana. Hanya ada NovLine western seperti biasanya 😀

 

Say thanks for Handa Gyu, tanpa dia ff ini tidak akan pernah di publish di sini. Terimakasih banyak untuk semuanya J jika gw ada kesalahan kata baik sengaja atau tidak. Gw minta maaf…

 

Andrea Kenza pamit… Annyeong…^^

 

215 thoughts on “I’m Not a Holy Man Part 2 (END)

  1. sebenernya feel gue gak bisa kebangun pas baca ff ini…
    Masih ada beberapa penulisan yang harus diperbaiki, serta diperhatikan tanda bacanya..

    Disaat POV juga masih ada yang salah sudut pandangnya..

    Tapi secara keseluruhan aku suka, walaupun masih bingung tapi maksud dari ff ini bisa di ngertiin laah 🙂 terus berkarya thor 😀

    Suka

  2. Ping balik: I’m Not a Holy Man Part 2 (END) – morganoeyblog

  3. Setuju bgt sama endingnya! Biar tau rasa si jerin . Dia sahabat yg tak tau diri …
    Klo aq jd yumi mgkin aq gak akan pernah bisa terima kyu lg.
    Bagus ceritanya eonnie .. terus berkarya yaaa …

    Suka

  4. Kyuu… Romantis banget… Yumi pantas mendapatkan kebahagiaannya yg tertunda dan nona lee… Pantas mendapatkan balasan atas perbuatanya… Sapa suruh tamak… Inget nona lee 2015 karma masih berlaku….
    Ahahahhaha😀😀😀😂😂😂

    Suka

  5. Perjuangan kyuhyun ada hasilll…
    Kkkkk…. so sweet sekali…. bunganya dari helli… yang ngejatuhin bunga pasti mencibir dari atas… hahahaha…
    Bahagia lah kalian… kyuhyun jangan selingkuh lagii.
    Nona lee! Terima nasibmu!

    Suka

  6. ya ampun miris banget jaerin kenapa dia jadi wanitamalam begitu ckckckck
    saya juga mau donk di lamar kayak yumi hahahahaha romantis’a hehe akhir’a mereka bersatu juga g’ sia2 usah kyuhyun buat yakinin yumi biar mereka balik lagi hehe

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s