Dream Or Real Part 1


Dream Or Real

 

Tittle : Dream Or Real

Category : Romance, Chaptered, NC21

Casts :

-Cho Kyuhyun

-Lee Donghae

-Lee Jiyoon

Other Casts : Find By Yourself

Author : Angel_Cho

 

 

Is Always, Typo’s Anywhere

Happy Reading ^^

.

.

.

Pintu lift berbuka saat suara berdeting. Ia melangkahkan kakinya dengan riang menuju apartement kekasihnya. Hari ini ia memang berniat memberi sedikit kejutan dengan tidak memberitahukan kedatangannya saat ini. Membuat makanan untuk calon suaminya tidak buruk bukan ‘kan? Maka dari itu ia sengaja membeli bahan makanan di supermarket sebelum datang kesini. Alhasil kedua tangannya pun kini kompak membawa dua kantung pelastik yang berisi bahan makanan dan sedikit makanan kecil.

 

Menghela nafasnya, saat sampai di depan pintu besar itu. Dengan lancar ia mengkombinasikan password yang sudah ia hafal di luar kepala. Ia masuk ketika pintu berhasil ia buka. Ia langsung menuju dapur untuk meletakan dua katung yang ia bawa, namun kegiatannya terhenti saat sebuah suara aneh tertangkap oleh indra pendengarannya yang berasal dari kamar kekasihnya.

 

Apa yang terjadi?

 

Dengan rasa penasaran, ia mendekati pintu kamar dengan jantung berdebar. Karena ia paham dengan bentuk suara-suara macam seperti itu. Pintu tidak sepenuhnya tertutup, tangan kecilnya sedikit mendorong, dan pintu itu terbuka setengah. Seketika itulah ia mematung ditempat. Matanya membulat serta mulai berkaca-kaca dan lambat laun pandangannya pun mulai mengabur. Airmata di pelupuknya sudah tidak bisa lagi untuk ia tahan dengan pemandangan yang detik ini tengan ia saksikan dengan matanya sendiri. Bagaimana bisa orang yang akan menjadi suami tiga hari lagi kini tengah asik menyatukan tubuhnya bersama wanita lain.

 

“Engghhh…” Desah pria itu yang sangat menikmati dengan kegiatannya. Apa lagi sang wanita yang di bawah kuasanya semakin tidak berdaya olehnya.

 

Oppaaaahh…” Rancauan sang wanita yang memanggil pria itu dengan sebutan‘oppa’ kontan membuat wanita yang berdiri membelakangi mereka semakin tercengah dibuatnya. Siapa wanita itu? Lalu kenapa dia memangil tunangannya dengan sembutan yang sama seperti dirinya?

 

Menggelengkan kepala dan membungkam mulut dengan kedua tangannya. Ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. Tega sekali pria itu menghianati dirinya dengan bermain di belakang bersama wanita yang kini tengah berada di bawahnya, beradu dengan tubuh mereka masing-masing. Ck! Sungguh sangat menjijikan dan sangat memuakkan!

 

Oppa!” Setengah berteriak ia menahan tangisannya yang sudah tidak kuat untuk di tahan lagi.

 

“Kita selesai. Semuanya di batalkan!”

 

Mendengar teriakan itu, lantas pria itu langsung melonjak kaget dan menoleh kebelakang. Didetik itu, matanya langsung melebar sempurna saat melihat wanita yang berdiri dengan wajah berderai air mata. Oh sial! Ia tertangkap basah oleh calon istrinya sendiri. Dan lebih sial lagi, wanita itu berucap selesai dan membatalkan semuanya yang sudah ia rencanakan dengan matang. Tidak! Pernikahannya tidak boleh di batalkan. Undangan sudah menyebar. Tidak mungkin ‘kan untuk dibatalkan?

 

“Jiyoon-ah!!” Serunya karena wanita itu sudah berlari meninggalkan apartementnya. Bedebah! Tanpa pikir panjang lagi, ia langsung beranjak dari wanita di bawahnya. Dan segera ia memakai celana yang berserakkan di lantai untuk mengejar tunangannya. wanita yang akan menjadi istrinya tiga hari kedepan.

 

Sedangkan sang wanita yang begitu saja di tinggalkan hanya bedecak sebal. Menyebalkan sekali kegiatanya di ganggu oleh satu kutu yang tidak berguna macam gadis itu. Tks!

 

 

.~o♥o~.Dream Or Real.~o♥o~.

 

 

Disisi lain pria yang hanya bercelana boxer terus berlari menyusuri jejeran pintu kamar apartment lainnya mencoba mengejar gadis yang sudah menangkap basah kegiatannya saat bersama wanita di kamarnya.

 

“Lee Jiyoon.” Berseru seraya terus mengejar menggampai pintu lift yang semakin menutup.

 

Brengsek!!

 

Umpatnya kesal. Tidak abis akal. Ia langsung menuju tangga darurat. Ia tidak peduli dengan kondisinya yang hanya memakai celana boxer, tanpa atasan. Yang ia pedulikan hanya Lee Jiyoon. Ia harus menjelaskan semuanya. Harus!!

 

Mempercepat langkah besarnya saat matanya menemukan sulit tubuh yang sudah masuk ke dalam taxi tanpa menoleh sedikitpun kepada dirinya.

 

“Jiyoon-ah.” Ia menggedor kaca jendela taxi, berharap Jiyoon mau mendengarkan ucapan dan penjelasannya. Namun sepertinya itu tidak akan pernah terjadi, karena kini taxi yang di tumpangin Jiyoon justru melanju kencang meninggalkan dirinya yang seperti orang idiot di tengah jalan dalam keadaan setengah toples.

 

“Sial!!”

 

 

.~o♥o~.Dream Or Real.~o♥o~.

 

 

Sepanjang perjalanan didalam taxi menuju rumahnya, Jiyoon menghabiskan dengan acara menangis. Sakit. Tentu saja. Siapa pula orang yang tidak merasa sakit saat melihat pria yang dicintainya tengah asik bermain di atas ranjang bersama wanita lain. Terlebih lagi pria itu akan menjadi suaminya tiga hari lagi. Dan semua rencana sudah disusun secara matang. Undangan sudah menyabar, gaun pengantin sudah siap, gedung beserta tetek bengek lainnya sudah di atur dengan sedemikan rupa.

 

Lalu bagaimana dengan kejadian yang baru saja ia saksikan. Tidak mungkin bukan ia menikah dengan pria yang sudah menghianatinya tepat di depan matanya sendiri? Membatalkan pernikahannya, itu sudah didalam pikirannya saat ini. Tapi bagaimama juga dengan rencana pernikahanya dengan pria itu yang sudah siap segalanya?

 

“Bagaimana ini?” Jiyoon bertanya dalam sela isakannya yang menyesakkan karena pria yang sudah menjalin hubungan selama satu tahun belakangan ini. Dia Lee Donghae. Pria tampan yang melamarnya tepat saat usia hubungan mereka menginjak angka sepuluh bulan. Lalu dua bulan kemudian mereka habiskan untuk menyusun rencana pernikahan yang setiap pasangan impikan. Termasuk Jiyoon.

 

Tapi hari ini, sudah menegaskan semuanya; bahwa tidak akan pernah ada pernikahan antara dia dan Donghae. Pria brengsek yang sudah menghianati dan mempermainkan hatinya dengan tidak perperasaan.

 

 

.~o♥o~.Dream Or Real.~o♥o~.

 

 

“Ya! Cho Kyuhyun.” Seru seseorang pria pada sosok yang kini tengah asik dengan kegiatannya di bawah pohon yang menjulang tinggi, namun sangat menyejukkan hingga membuat pria yang di panggil Kyuhyun itu selalu mencuri waktu untuk sekedar melelapkan matanya disela pekerjaan yang ia tekuni.

 

Mendengus kesal, karena panggilannya sama sekali tidak mendapatkan respon yang berarti. Karena pria berhidung mancung itu tetap dengan posisinya. Tidur. Dan itu sangat membuat kesal, karena pekerjaan Kyuhyun justru di limpahkan kepadanya. Tega sekali anak setan ini. Gerutu pria itu.

 

“Jika kau tidak bangun. Aku jamin besok kau akan kembali menjadi pengangguran dan tidak akan sesantai ini lagi Cho Kyuhyun.”

 

Kyuhyun berdegus mendengarkan itu. Bagaimana bisa teman satu-satunya itu dengan tega mengancamnya seperti itu. Jelas sekali kalau dia di pecat dari pekerjaannya yang satu ini, sudah pasti ia akan kembali menjadi pengangguran yang tidak jelas. Seperti beberapa bulan yang lalu sebelum ia diterima sebagai tukang servis AC.

 

Sedikit membuka matanya lalu menatap pada pria yang diatasnya dengan malas. “Wae?”

 

Satu kata yang meluncur dari mulutnya menambah pria itu geram akan tingkah laku Kyuhyun yang sudah sangat menyebalkan hari ini.

 

“Pergi ke alamat ini. Mereka bilang ada kerusakan yang terjadi dengan AC yang kau pasang seminggu yang lalu.” Ujar pria itu seraya menyerahkan secarik kertas yang tertera sebuah alamat.

 

Kyuhyun ngambil kertas itu lalu beranjak dari tempatnya tanpa mengatakan sepatah katapun pada pria yang yang masih berdiri di tempatnya.

 

“Ya! Cho Kyuhyun, tidak ‘kah kau berterimah kasih kepadaku eoh?” Teriaknya kesal.

 

Gomawo Lee Hyukjae-ssi.” Kyuhyun berucap tanpa menoleh dan menghilang di balik pintu. Tanpa tahu bagaimana kesalnya wajah pria yang bernama Lee Hyukjae itu.

 

.~o♥o~.Dream Or Real.~o♥o~.

 

Wanita paruh baya itu hanya mengelus tubuh anak perempuannya yang sedari tadi menangis di pelukannya. Ia sudah mendengar semua cerita dari anaknya. Dan ia selaku orang tua hanya bisa setuju dengan keinginan anaknya yang ingin membatalkan pernikahannya sendiri dengan pria yang sudah dia anggap sebagai anaknya itu. Tapi setelah mendengar cerita dari mulut anaknya, predikat pria itu kontan hilang yang di gantikan dengan rasa kekesalan yang tengah di alami anaknya sekarang.

 

Orang tua mana yang tidak kesal dengan pria yang sudah jelas menghianati kepercayaan anaknya dengan bermain bersama wanita lain disaat pernikahan sudah di depan mata. Nah, jika sudah begini, nasib pernikahannya pun sudah jelas akan di batalkan, pasti. Tapi yang menjadi masalahnya adalah; undangan serta persiapan sudah sangat matang dan siap. Namun, tidak mungkin pula untuk terus melanjutkan rencana yang sudah di susun sejak lama ini.

 

Eommaottokhaeyo? Aku tidak mungkin menikah dengan Lee Donghae brengsek itu.” Jiyoon mengusap air matanya lalu menatap sang ibu.

 

Arraseo Yoon-ah. Tapi jika di batalkan, keluarga kita harus menanggung malu dengan para kolega appamu. Dan pasti appa akan sangat marah.”

 

Jiyoon sadar akan ucapan ibunya. Dan benar sekali. Ayahnya pasti akan marah, apa lagi rencana pernikahannya sudah dia susun secara besar-besaran. Tentu saja pernikahan ini akan di adakan secara akbar, mengingat keluarga Lee merupakan keluarga chaebol yang sangat terpandang di seantero Korea. Siapa pula yang tidak mengenal Lee Company? Perusahaan yang menjurus pada bidang properti serta perhotelan ini.

 

Lalu pernikahan anak satu-satunya dari keluarga Lee harus di batalkan? Apa kata orang-orang? Sudah pasti itu akan sangat memalukan citra perusahaan dan keluarganya.

 

“Istirahatlah di kamar, eomma akan pergi menemui appa-mu di kantor. Dan semoga saja semuanya bisa di selesaikan secara baik-baik.”

 

Jiyoon hanya mengangguk mematuhi ucapan ibunya, lalu beranjak dari posisinya menuju kamarnya yang berada dilantai dua. Dan mungkin menangis adalah menu yang pas di siang hari dalam keadaannya yang seperti ini.

 

.~o♥o~.Dream Or Real.~o♥o~.

 

Aura yang tidak menyenangkan langsung tersuguhkan saat Donghae baru saja tiba di kantor calon ayah mertuanya. Ia sendiri sudah bisa memprediksikan apa yang akan beliau katanya padanya. Sudah pasti semuanya mengenai pernikahannya dengan Jiyoon. Dengan situasi yang seperti ini, Donghae yakin jika kedua orang tua Jiyoon sudah mengetahui mengenai kejadian beberapa saat yang lalu, dimana Jiyoon mengetahui kelakuan brengseknya di apartementnya sendiri.

 

“Kau tahu kenapa aku memanggilmu kesini Lee Donghae?”

 

Donghae menelan salivahnya susah. Suara bas ayah Jiyoon sungguh sangat tidak menyenangkan untuk di dengar. “Aku tidak tahu aboenim.” Sahutnya serileks mungkin. Menutupi kegugupan yang kini tengah menyerangnya.

 

“Kau jangan berpura-pura tidak tahu setelah apa yang kau lakukan pada anakku hingga dia seperti itu.” Kini suara sang nyonya Lee yang berseru, menambah Donghae menjadi semakin susah untuk mencari cela agar pernikahnya tetap terlaksanakan.

 

Ia menunduk, sadar jika kedua orang tua Jiyoon benar-benar sudah menyudutkan dirinya. “Mianhae  aboenimeomonim. Sungguh aku minta maaf untuk kelakuanku terhadap Jiyoon. Aku sungguh berharap agar semuanya tetap berjalan seperti rencana awal yang sudah aku susun dari dulu.”

 

Taun Lee menyunggingkan bibirnya setelah ucapan Donghae berhenti. Tetap melanjutkan pernikahan anaknya setelah apa yang dia lakukan pada Jiyoon. Itu tidak akan mungkin terjadi. Walaupun, jelas ia sangat berharap pernikahan anaknya tetap berjalan, tapi jika salah satu diantara mereka sudah ada yang menyakiti, rasanya menanggung malu atas pembatalan pernikahan, tidak begitu buruk, dari pada anak satu-satunya terus disakiti oleh pria yang dihadapannya ini.

 

“Sudah sangat jelas bukan dengan apa yang sudah kau lakukan terhadap Jiyoon. Jadi kurasa kau paham dan tidak usah di perjelas lagi.”

 

Tuan Lee memejamkan mata lalu menghirup nafasnya dalam-dalam.”Pernikahan kalian dibatalkan.”

 

Bagai petir yang menggelegar di siang hari saat tuan Lee mengucapkan kata pembatalan atas pernikahannya dengan Jiyoon. Bagaimana mungkin harus di batalkan, sedangkan semuanya sudah siap dan hanya menghitung hari untuk melaksakannya.

 

“Tapi aboenim, bagaimana mungkin untuk di batalkan. Sedangkan udangan para tamu sudah menyebar.” Donghae mencoba menggoyahkan ketegunan hati tuan Lee agar sudi pernikahannya tetap terjadi.

 

BRAK!!

 

Tuan Lee menggebrak meja dengan kuat. Ia sudah menahan amarahnya sejak istrinya menceritakan tentang kejadian Jiyoon yang menangkap basah kelakuan bejat  Lee Donghae ini. Tapi pria yang tidak tahu diri ini justru tetap dengan pendiriannya. Dan itu tidak akan mungkin.

 

“Sudah menyakiti anakku dan tetap ingin menikahinya? Kau jangan pernah berharap lagi Lee Donghae. Pernikahan ini di batalkan dan kerja sama perusahaan yang aku jalin dengan peruasahaan ayahmu semuanya selesai!!”

 

Tamat sudah riwayat Donghae di depan ayah Jiyoon. Pernikahan batal dan kerja sama perusahaan di putuskan secara sepihak. Lalu bagaimana nasib perusahaanya tanpa adanya dana suntikan dari keluarga Lee??

 

“Tapi abeonim—”

 

“Silahkan keluar. Aku tidak mau mendengar apapun lagi darimu.”

 

Donghae menghembuskan nafas frustasinya saat suara bas pria paru bayah itu mengusirnya. Sudah tidak ada harapan lagi untuk mempertahankan rencana pernikahanya dengan Jiyoon. Semuanya selesai dan tidak ada gunanya lagi dengan semua rencana yang sudah ia susun sejak dulu bersama ayahnya. Rencana tentang niatannya awal ia mendekati anak satu-satunya dari keluarga Lee. Sial! Semuanya gagal karena kecerobohannya. Andai saja Jiyoon tidak datang hari ini, semuanya pasti akan baik-baik saja. Dan semua rencana yang sudah ia susun secara rapi, pasti akan terlaksana.

 

“Aku minta maaf, eomonimaboenim. Sungguh aku sangat mencintai Jiyoon.”

 

“Keluar sekarang juga!!!”

 

Bentakan tuan Lee menjadi kata terakhir untuk Donghae, sebelum ia benar-benar pergi dari ruangan ini. Donghae menunduk untuk memberi hormat dan setelah itu ia mengangkat kakinya meninggalkan kedua orang tua yang jika terlaksana mereka akan menjadi mertuanya. Namun semuanya sudah sirna. Karena dirinya sendiri. Lee Donghae kau benar-benar payah. Runtuknya dalam hati.

 

 

.~o♥o~.Dream Or Real.~o♥o~.

 

 

Jarinya kembali menekan bel untuk ketiga kalinya. Namun tidak ada sahutan dari dalam rumah yang bangunan yanf bergaya gotik ini. Ia mendengus kesal. Apa tidak ada orang di dalam rumah? Tanyanya dalam hati.

 

Saat jemarinya akan kembali menekan bel, namun pintu justru terbuka. Menampakan pria paruh bayah yang membawa gunting rumput.

 

Menundukan kepalanya. “Maaf saya dari jasa servis AC. Apa benar alamat yang tadi menelfon pihak kami?”

 

“Iya benar tuan, silahkan masuk.” Pria itu mempersilahkan masuk kedalam rumah pada pemuda yang berseram serta tangan membawa satu tas yang merupakan segala rupa peralatan yang dibutuhkan beserta tangga untuk memperbaiki kerusakan AC.

 

“Dimana AC yang harus saya perbaiki.”

 

“Didalam kamar nona muda. Di lantai dua.” Pemuda itu hanya mengangguk dan terus melangkah mengikuti pria yang mungkin pelayan dirumah besar ini. Pikirnya.

 

“Di kamar itu tuan.” Tunjuk sang pelayan rumah pada pintu kamar yang berwarna pink. “Anda masuk saja. Saya harus kembali bekerja.” Imbuhnya lagi dan setelah itu ia meninggalkan pria yang ber-nametag Cho Kyuhyun itu.

 

Sebuah anggukkan menandakan bahwa ia mengerti. Lantas ia mendekati pintu itu dan menekan knopnya. Ia tercengang untuk sesaat, ketika matanya melihat seorang wanita yang terduduk di lantai, di samping ranjang dengan satu botol wine di sampingnya. Sepertinya sang empunya kamar bernuansa pink itu tengah mabuk. Hingga dia tidak menyadari kedatangannya. Ahh.. tapi siapa yang peduli. Ia datang untuk memperbaiki AC yang rusak bukan untuk mengurusi gadis mabuk itu.

 

Ia melangkah mendekati AC yang terletak di depan ranjang kamar ini. Lalu dengan segera ia mulai mengeluarkan segala bentuk alat untuk memperbaiki AC itu.

 

Nuguseyo.” Kagiatannya terhenti karena suara lembut wanita itu mengarah kepada dirinya.

 

“Cho Kyuhyun imnida. Saya datang dari jasa yang memperbaiki AC anda nona.” Sahutnya lalu kembali mencoba memfokusnya kegiatannya yang bergelut dengan alat pendingin ruangan ini.

 

“Ouh… aku Lee Jiyoon. Dan cepatlah perbaiki pendingin itu, karena aku sudah sangat kepanasan kau tahu.” Keluh Jiyoon.

 

“Aku tahu nona.”

 

Hening.

 

Baik Jiyoon maupun Kyuhyun kini sama-sama kompak tidak ada yang memulai dialog lagi. Terutama Kyuhyun. Pria ini sejujurnya tidak suka jika saat ia bekerja dan ada orang disekitarnya. Itu hanya akan membuat dirinya tidak bisa memfokuskan dengan pekerjaanya saja. Tapi mau bagaimana lagi, nona muda si pemilik kamar besar ini ternyata ada di berandanya dalam keadaan mengenaskan pula. Ck! Kasian sekali gadis ini.

 

“Cho Kyuhyun-ssi. Kenapa pria itu sangat brengsek?” Kyuhyun menoleh sekilas pada Jiyoon. Ternyata gadis itu benar-benar mabuk. Dan sepertinya tengah mengalami masa yang sulit, mungkin dia sakiti oleh seorang pria. Pikir Kyuhyun. Karena dari pertanyaan bisa menjelaskan semuanya bukan?

 

“Tidak semua pria itu brengsek nona Jiyoon-ssi.”

 

Tawa hambar keluar dari mulut Jiyoon. Dan hal itu membuat Kyuhyun mengerutkan dahinya. Apa ucapannya ada yang lucu hingga membuat wanita itu tertawa, atau hanya efek alkohol saja?

 

“Tapi dia sangat brengsek. Berselingkuh di belakangku. Sedangkan pernikahanku dengannya sudah didepan mata.”

 

Oke, untuk yang satu ini Kyuhyun mengerti dengan apa yang Jiyoon rancaukan. Gadis itu baru saja di sakiti oleh kekasihnya. Itu yang bisa Kyuhyun simpulkan untuk saat ini.

 

Karena tidak ada suara dari Jiyoon lagi. Lantas Kyuhyun kembali dengan pekerjaannya agar cepat selesai dan pergi dari kamar gadis yang tengah mabuk berat itu. Dan dia kembali ingin melelapkan matanya di bawah pohon seperti biasanya. Ck! Cho Kyuhyun, disaat seperti ini masih saja memikirkan untuk tidur. Benar-benar pria penghobi tidur rupanya.

 

.

.

Satu jam berlalu, kini AC di kamar Jiyoon sudah kembali berjalan seperti semula karena Kyuhyun sudah memperbaiki letak kerusakannya. Pria itu pun bergegas merapihkan semua peralatan yang ia bawa tadi. Tepat saat tangan Kyuhyun menyentuh knop pintu, hendak pergi dari kamar Jiyoon. Tiba-tiba saja sebuah tangan mungil nan mulus melingkar di perutnya dan menahan langkahnya. Ia terperanjat karena ternyata tangan itu adalah milik Jiyoon yang kini tengah memeluknya dari belakang.

 

“Nona Jiyoon-ssi apa kau lakukan?” Kyuhyun bertanya pelan dengan terheran-heran.

 

“Tolong aku.” Lirih Jiyoon di balik punggung Kyuhyun. Entah sadar atau tidak, yang jelas Jiyoon ingin sekali meminta bantuan atas masalah yang menimpanya sekarang.

 

Dengan perlahan, Kyuhyun menyetuh tangan Jiyoon untuk melepaskan diri. Dan membalikkan tubuhnya hingga kini pria itu bisa melihat dengan jelas wajah cantik Jiyoon yang tengah mabuk ini. Ya ampun, wanita ini benar-benar cantik. Pipinya merona karena efek alkohol, matanya indah walau terlihat sayu dan hidung yang sangat mancung. Baru kali ini Kyuhyun melihat wanita secantik Jiyoon. Kendati ia sering menemukan wanita cantik, tapi kecantikan tak seindah wajah Jiyoon. Benar-benar pemandangan yang sangat langkah. Pikirnya.

 

“Apa yang harus aku lak—”

 

Ucapan Kyuhyun terputus begitu saja saat mulutnya terkunci oleh mulut Jiyoon yang tiba-tiba melumat habis bibir miliknya. Sial! Apa yang wanita ini lakukan?

 

Kyuhyun mencoba untuk melepas tautan bibir mereka, namun tidak serta merta terlepas begitu saja. wanita itu justru merengkuh lehernya dan terus bergerak lincah diatas bibirnya. Sungguh ia tidak pernah menyangka jika ia diserang oleh seorang wanita.

 

“Ya! Nona Lee apa yang kau lakukan?” Seru Kyuhyun begitu bibir mereka terlepas.

 

Bukannya menjawab, Jiyoon justru mendorong tubuh Kyuhyun hingga membentur pintu dan kembali menyerang bibirnya. Namun kali ini lebih gila. wanita itu beruntal berutal sekali dalam menjamah bibir Kyuhyun. Mengulum dan melumat tanpa henti dan bahkan tidak jarang Jiyoon mengigit bibir Kyuhyun dengan rakus.

 

Sial!! Wanita ini benar-benar menguji kesabarannya sebagai seorang pria. Tidakkah Jiyoon tahu, jika perbuatan ini berefek pada bagian bawahnya yang sudah mulai berulah disana.

 

Tanpa pikir panjang lagi, akhirnya Kyuhyun dengan berani membalas ciuman Jiyoon. Bermain dan mengimbangi permain yang Jiyoon ciptakan sendiri. Kyuhyun menggeram dalam ciumannya saat lindah Jiyoon masuk kedalam mulutnya dan mengajaknya bermain bersama. Oke sepertinya nona cantik ini benar-benar lihai dalam hal berciuman. Terbukti, kini Kyuhyun benar-benar terlena dibuatnya.

 

“Ngeehh…” Desahan pertama Jiyoon lolos saat ciuman Kyuhyun turun pada leher Jiyoon. Mengecup serta menjilatinya hingga membuat Jiyoon menggelenjang oleh Kyuhyun. Lagi-lagi Kyuhyun menggeram, karena leher Jiyoon begitu nikmat baginya. Sial! Ia tidak bisa menghentikan permain yang Jiyoon mulai.

 

Entah setan apa yang tengah merasuki diri Kyuhyun, hingga tanpa permisi lagi, Kyuhyun mulai merabahi seluruh tubuh mulus Jiyoon. Demi Tuhan kenapa gadis ini sangat menggoda sekali.

 

“Ssshhh…” Sial! Kyuhyun mengerang pelan ketika tangan Jiyoon masuk kedalam celananya dan bermain dengan miliknya. Kyuhyun benar-benar gila dengan wanita mabuk ini. Dia memporak-porandakan dirinya hingga seluruh tubuhnya memanas seketika.

 

Memejamkan matanya kalah sentuhan tangan Jiyoon semakin lincah mempermainkan miliknya yang menegang dibawah sana.

 

Persetan dengan apa yang terjadi nanti, yang jelas Kyuhyun ingin menuntasakan kebutuhan biologisnya sekarang juga. Tanpa babibu lagi, Kyuhyun langsung mendorong tubuh Jiyoon dan kembali meraup bibir tebalnya hingga jatuh diatas ranjang.

 

Kyuhyun membuka kacing demi kancing kemeja Jiyoon dan demikian pula dengan celana pendeknya. Saat ini ia benar-benar gairah. Tidak peduli siapa wanita yang dibawah kuasanya ini. Toh semuanya bukan ia yang mulai, melainkan dia sendiri.

 

“Aaahhh…” Jiyoon mendesah saat kedua buah dadanya diremas pelan oleh Kyuhyun. Entah mungkin efek alkohol atau apa, yang jelas Jiyoon begitu menginginkan pria ini. Ia tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Semuanya terasa meremang, apa lagi Kyuhyun kini sudah mengusai dirinya. Pria ini benar-benar pintar menjamahi setiap inci bagian tubuhnya. Ahh.. sial! Jiyoon ingin Kyuhyun sekarang juga!!!!

 

 

.~o♥o~.Dream Or Real.~o♥o~.

 

 

Panasnya matahari disiang hari agaknya tidak menjadi penghalang bagi kedua anak manusia yang tengah menyatuhkan tubuh mereka masing-masing dibawah langit yang begitu terik. Bahkan sudah satu jam lamanya mereka seperti itu. Namun tetap, mereka tidak bisa menghentikannya. Apa lagi sang pria, ia tidak pernah berhenti sejenak pun dari kegiatannya walau berkali-kali berganti posisi.

 

“Ouh..” Jiyoon terus mendesah tanpa henti-hentinya karena gerakan Kyuhyun terus membuat tubuhnya panas. Berkali-kali ia klimaks dan begitupun dengan Kyuhyun. Namun kedua kompak untuk tidak menghentikannya sama sekali. Sama-sama menikmati dan membutuhakan. Benar-benar penyatuan tubuhnya paling nikmat. Pikir Kyuhyun saat ini.

 

“Aahh… Lebihh cepat.” Pinta Jiyoon saat ia merasakan gelombang kepuasanya akan kembali sampai. Ia sudah tidak kuat lagi. “Aaaahhhhh….” Pekikan itu keluar bersamaan dengan kepuasaan Jiyoon yang juga ikut keluar.

 

Namun tidak bagi Kyuhyun, pria ini belum juga sampai. Maka tak ayal jika Kyuhyun semakin mempercepat gerakannya. Sejujurnya ia juga sudah mulai lelah, namun entah kenapa ia tidak bisa melepaskan dirinya. Ia menginginkan lagi dan lagi.

 

Untuk kesekian kalinya Kyuhyun meremang, tanpa jika ia akan segera sampai, menyusul Jiyoon yang sudah lebih dulu.

 

“Cepatlah…” Jiyoon merintih agak kesal karena Kyuhyun belum juga sampai. Padahal ia sudah sangat lelah.

 

“Tahan sayang.” Ujar Kyuhyun seraya mempercepat lagi tempo gerakan tubuhnya.

 

“Aaaaahhhhhhh….” Tubuh Kyuhyun ambruk, saat kepuasannya keluar dan menyatuh didalam milik Jiyoon. Nafaskan Kyuhyun masih tidak beraturan, begitupun dengan Jiyoon. Mereka sama-sama menikmati pelepasan yang baru saja terjadi. Benar-benar percintaan yang hebat.

 

Tapi tunggu, percintaan???

 

Ia bahkan tidak yakin jika dirinya dan Jiyoon bercinta, karena nyatanya wanita itu tengah mabuk dan Kyuhyun yakin betul jika dia tidak sadar dengan apa yang di lakukannya.

 

Dan lebih sial lagi, ternyata Jiyoon seorang perawan. Dan ia baru saja mengambil dengan merobek selaput keperawanannya. Ah.. apa yang harus ia lakukan? Apa lagi tadi ia tidak memakai pengaman. Ck! Benar-benar sial. Tapi siapa peduli. Yang sekarang ia pedulikan hanyalah tidur. Sebab ia sudah sangat lelah. Karena perbuatan mereka berdua tadi.

 

 

.~o♥o~.Dream Or Real.~o♥o~.

 

 

“Bodoh! Kenapa kau begitu ceroboh hah?” Lee Wonjae murka saat tahu semua rencana yang ia susun dengan sangat rapih hancur begitu saja karena anaknya yang tidak becus merayu seorang wanita. Padahal hanya selangkah lagi, ia bisa mendapat kekuasaan yang selama ini ia inginkan.

 

“Maaf appa. Aku tidak tahu jika Jiyoon datang ke apartementku waktu itu.” Sesalnya.

 

“Ck! Lee Donghae, Lee Donghae, Lee Donghae. Berapa kali appa bilang padamu. Jika kau bermain dengan Hyera, tolong jangan diapartementmu. Kau ini kenapa tidak mau menurut saja hah?”

 

Donghae hanya menunduk mendengar amukan ayahnya. Ia tahu ia salah, tapi ia harus bagaimana lagi? Semuanya sudah terjadi. “Aku benar-benar minta maaf appa.”

 

“Simpan kata maafmu sebelum kau menyakinkan Jiyoon lagi untuk melanjutkan pernikahan kalian dan rencana kita tatap berjalan seperti semula!”

 

“Tapi appa—”

 

“Tidak ada tapi-tapian!”

 

Lee Wonjae menatap lurus kedepan tanpa peduli bagaimana raut wajah anak satu-satunya itu. Dia benar-benar kesal dengan tingkah anak lelakinya, rencana dan pernikahan Donghae sudah didepan mata. Lalu kenapa anaknya ini bodoh sekali. Apa dia tidak merasa, jika semuanya hancur karena perbuatan menjijikannya dengan Hyera—wanita yang Donghae kencani sebelum mengenal anak dari perusahaan besar itu.

 

 

.~o♥o~.Dream Or Real.~o♥o~.

 

 

Kyuhyun mengusap wajahnya kasar setelah beberapa saat lalu berpikir tentang perbuatannya dengan orang yang tengah tertidur pulas itu. Pikirannya kacau sangat kacau. Bagaimana bisa ia melakukan ‘itu‘ bersama wanita asing yang baru saja ia temui? Apa yang harus ia lakukan jika wanita itu bangun dengan keadaan yang jauh dari kata sopan. Wanita itu tidur hanya dengan selimut tanpa lapisan apapun yang menghalangi tubuhnya, sama halnya dirinya saat ini.

 

Kyuhyun menoleh saat wanita itu menggeliat dalam tidurnya dan mulai membuka kedua kelopak matanya. “Kau sudah bangun.” Sapa Kyuhyun bak orang linglung.

 

Jiyoon yang mendengar ucapan itu, kontan ia terperanjat kaget. Ia bangun dan duduk, memandang Kyuhyun dengan penuh tanya; kenapa pria ini ada disini?

 

Saat matanya Jiyoon melihat keadaan tubuh Kyuhyun, sontak ia melonjak kaget. Karena keadaan dirinya pun sama. Ya ampun, apa yang terjadi dengan dirinya?

 

“K—Kyuhyun-ssi, apa yang terjadi?” Kendati Jiyoon tahu yang sebernanya, mengingat keadaan mereka yang seperti ini. Namun tetap, hati ingin mengelak; jika ini semua tidak benar.

 

Kyuhyun memejamkan matanya. Ternyata dugaanya tidak melesat sama sekali. Wanita itu benar-benar tidak ingat dengan apa yang dilakukannya. “Kau tidak ingat?”

 

Menggeleng seperti kambing dungu, itulah Jiyoon saat ini. Wanita itu benar-benar tidak ingat. Yang ia ingat hanyalah minum dan melihat Kyuhyun masuk dikamarnya untuk membereskan pendingin ruangan.

 

“Aku tidak ingat sama sekali.”

 

“Ya Tuhan… kau tahu betul dengan keadaan kita saat ini. Jadi kau tahu apa yang terjadi diantara kita?”

 

Tubuh Jiyoon menegang hebat. Jadi… ia baru saja tidur dengan seorang pria yang baru saja ia temui? Tapi bagaimana bisa? Apa pria ini memperkosanya?

 

Kyuhyun yang melihat raut wajah penuh menyalahkan dirinya, sontak ia mengerti dengan isi yang ada dikepala cantik itu. “Aku tidak memperkosamu nona Lee. Tapi kau, kau yang memaksaku?”

 

“A—apa? Aku? Itu tidak mungkin?”

 

Kyuhyun mendengus. “Ck! Demi Tuhan nona Lee kau yang memaksaku. Tiba-tiba saja kau memelukku dan menciumku. Kau bahkan berani menyentuh milikku.”

 

Matanya Jiyoon melebar mendengar penjelasan sendikit frontal dari Kyuhyun. Apa benar ia melakukan itu? Tapi kenapa ia tidak ingat? Dan bagaimana bisa ia menyentuh milik seorang lelaki? Apa lagi ia memeluk pria itu lebih dulu? Tidak. Itu tidak mungkin sekali.

 

“Kau mungkin tidak percaya nona Lee, karena kau tidak mengingatnya. Itu juga karena kau mabuk. Ingat itu. Lihat bibirku ini semua karena dirimu.” Kyuhyun menunjukan bibirnya yang malang karena ulah Jiyoon, hingga terasa perih karena bibirnya sedikit sobek yang ia dapatkan dari gigitan Jiyoon. Ck! Benar-benat wanita brutal.

 

“Jadi benar aku yang menyerangmu?”

 

“Iya benar, kau yang menyerangku.”

 

Jiyoon menundukkan kepalanya, menyesali perbuatan dengan Kyuhyun. Jika ia dan Kyuhyun melakukannya, itu berarti dia sudah tidak perawan lagi. Ouh sial!!

 

“Aku minta maaf karena tidak bisa mengendalikan diriku dan mengambil mahkotamu nona Lee. Aku bahkan tidak memakai pengaman sama sekali.” Sesal Kyuhyun. Kendati ini semua Jiyoon yang memulai, tapi ia juga merasa bersalah karena merengkut harta satu-satunya milik seorang wanita.

 

Jiyoon tersenyum masam, menerutuki dirinya sendiri yang entah bagaimana semua ini bisa terjadi.

 

Tapi tunggu…

 

Apa yang baru saja pria itu ucapkan? Tidak memakai pengaman? Hah!? Astaga.. bagaimana jika di hamil suatu saat nanti? Sedangkan saat ini adalah masa-masa suburnya. Sial!! Andai saja ia tidak pernah melihat Donghae bersama wanita lain, mungkin ia juga tidak akan mabuk dan melakukan hal ini bersama Kyuhyun.

 

Tunggu dulu… bukan kah ini juga bagus. Ia bisa meminta Kyuhyun untuk bertanggung jawab dan menikahinya. Pernikahan  yang sudah disusun dengan rapih, pernikahan yang hanya menunggu hari dan pernikahan harus tetap terjadi.

 

Ya benar, pernikahan itu harus tetap terjadi, dan mungkin Kyuhyun orang itu. Orang yang menggantikan Lee Donghae brengsek itu!!

 

“Cho Kyuhyun, kita menikah saja.”

 

Mulut Kyuhyun menganga dan mata yang sedikit melebar. Masih tidak percaya dengan ucapan wanita ini. Menikah. Yang benar saja. Itu tidak mungkin. Ia bukan pria kaya yang pantas untuk wanita macam Lee Jiyoon. Ia hanya pria biasa, bahkan ia hanya seorang tamatan SMA. Lalu bagaimana bisa wanita ini meminta dirinya untuk menikah. Rasanya itu tidak mungkin. Ia tidak bisa.

 

“Nona Lee aku ti—”

 

“LEE JIYOON!!!”

 

Ucapan Kyuhyun terhenti saat pekikan suara begitu lantang menggelegar didalam ruangan. Dilihatnya wajah Jiyoon, ternyata wanita itu pucat pasih. Siapa sebenernya wanita setengah bayah yang melihat dirinya dan Jiyoon seperti ini.

 

Eomma.”

 

Tubuh Kyuhyun kontan melemas mana kala Jiyoon bergumam. Jadi dia adalah ibu Jiyoon. Ya ampun.. apa yang harus ia lakukan? Ia sudah tertangkap basah oleh orang tua wanita ini.

 

“Kita menikah saja.”

 

__TBC__

314 thoughts on “Dream Or Real Part 1

  1. Baru mampir sini lagi 😁. Cari Ff Chapternya yang minimal 10 Chapter. Dan pilihanku jatuh pada Ff ini. Cast Kyuhyun lagiii😄. Chapter pertama lumayan membuat ga sabar pengen next chapter 😂.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s