Dream Or Real Part 3


Dream Or Real

 

Tittle : Dream Or Real

Category : Romance, Chaptered, NC21

Casts :

-Cho Kyuhyun

-Lee Donghae

-Lee Jiyoon

Other Casts : Find By Yourself

Author : Angel_Cho

 

 

Is Always, Typo’s Anywhere

Happy Reading ^^

.

.

.

Jiyoon melempar tubuhnya disofa, tanpa peduli jika saat ini ia masih memakai gaun pengantin. Well... wanita ini baru saja menyelesaikan ritual acara resepsi pernikahannya dengan pria yang baru saja masuk kedalam kamar ini. Kamar yang akan menjadi milik pria itu juga—Cho Kyuhyun. Mengingat nama itu, Jiyoon jadi sadar, kalau saat ini marga sudah berganti menjadi Cho, bukan Lee. Tks! Cho Jiyoon, masih sangat terdengar aneh ditelinganya. Tapi mau bagaimana lagi, karena nyatanya memang seperti itu.

 

“Kau mau mandi apa tidak?”

 

Suara tawaran yang tiba-tiba kontan membuat Jiyoon bangkit dari posisinya. “Kau duluan saja.” Sahutnya tak acuh.

 

“Oke.” Kyuhyun tidak kalah tak acuhnya dengan Jiyoon. Pria ini hanya mengambil handuk dan satu baju setel tidur yang sudah ada dilemari, lantas masuk kedalam kamar mandi.

 

Jangan heran kenapa pria ini tidak sungkan untuk mengambil barang miliknya. Oh tentu saja karena sejak kemarin kamar Jiyoon sudah terisi penuh oleh berang-barang Kyuhyun. Beruntungnya, semua barang itu adalah barang-barang baru yang sudah di siapkan oleh ayahnya. Sejujurnya itu adalah satu hal keanehan bagi Kyuhyun. Bagaimana tidak? Saat ia akan membawa baju-baju diflatnya, tuan Lee justru melarangnya. Beliau malah berkata; jika barang sudah ada di kamar Jiyoon. Dan see, seperti inilah jadinya.

 

Selang beberapa manit kemudian, Kyuhyun keluar dan nampak sangat segar setelah tadi melaksanakan serentetan acara di rumah megah ini. Pria ini mengerutkan dahinya, saat menemukan Jiyoon dengan keadaan tertidur. Ah.. ya Tuhan, wanita ini ternyata sangat kelelahan hingga tidur dengan masih mengenakan gaun pengantin yang sudah pasti sangat tidak mengenakkan.

 

“Ya! Jiyoon-ah irona!” Seru Kyuhyun sembari mengguncangkan tubuh mungil wanita yang baru saja menjadi istrinya ini.

 

Wae?” Tanya Jiyoon masih setengah sadar.

 

“Bangun dan mandilah, setelah itu kau tidur.” Tintah Kyuhyun yang hanya di hadiahi anggukan oleh Jiyoon. Wanita itu bangkit dan langsung menuju kamar mandi.

 

Sedangkan Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum geli melihat lucunya ekspresi Jiyoon tadi.

 

Ngomong-ngomong soal Jiyoon, Kyuhyun jadi ingat jika saat ini ia sudah menjadi seorang suami dari wanita itu. Bagi Kyuhyun, semuanya terasa aneh dan terasa berjalan dengan cepat. Bayangkan saja, ia dan Jiyoon bahkan belum mengenal dalam satu minggu, tapi sekarang mereka kini sudah menjadi pasangan suami-istri yang sah dimana hukum dan negara. Ck.

 

Belum lagi keinginan tuan Lee yang sangat-sangat membuatnya pusing; yaitu untuk melanjutkan study-nya. Argh! Rasanya ingin sekali Kyuhyun kabur saja dari rumah besar ini. Namun sayangnya ia tidak bisa. Miris sekali hidupnya ini.

 

Oke Kyuhyun akui jika hidup mewah seperti ini adalah keinginannya sejak dulu, tapi bukan dengan cara begini juga. Ia tidak ingin hidupnya di atur, karena demi Tuhan… ia sangat membenci dengan yang namanya peraturan. Baginya, peraturan adalah sama sama dengan menjadikan seseorang layaknya robot. Bergerak, namun dengan aturan yang manusia buat. Adakah yang mau hidup seperti itu? Dan Kyuhyun yakin jawabannya tidak ada, tanpa terkecuali!

 

“Kau tidur sebelah kiri saja. Aku biasa tidur disini.” Seru Jiyoon sembari duduk di tepi ranjang yang sukses membuat Kyuhyun tersadar dari lamunannya.

 

“Oh.” Kyuhyun berguling kekiri tanpa komentar apapun lagi pada Jiyoon. Ia sudah lelah untuk berdebat dengan istrinya itu. Tak lama kemudian Kyuhyun mencoba memejamkan matanya, namun gagal karena Jiyoon justru mengajaknya berbicara.

 

“Kyu, apa rencanamu setelah ini?” Jiyoon bertanya dengan menatap langit-langit kamarnya.

 

Kyuhyun menarik sebelah bibirnya. “Entahlah. Ayahmu sudah mengatur semuanya. Jadi disini aku hanya memainkan peranku saja.” Well, sepertinya Kyuhyun memang sudah pasrah. Jika didalam sebuah film maka Kyuhyun akan memilih menjadi pemain yang baik. Cukup menuruti keinginan sang sutradara yang memberi pengarahan padanya.

 

Entah kenapa, tiba-tiba saja perasaan bersalah Jiyoon pada Kyuhyun merasuk begitu saja saat mendengar penuturan dari pria itu. Tentu saja Jiyoon merasa begitu, karena dirinya ‘lah Kyuhyun harus rela menuruti semua keinginan ayahnya. Parahnya, sang ayah bukan ‘lah tipe pria yang menerima penolakkan, semuanya harus berjalan sesuai kemauannya Jadi ya… begini akhirnya. Kyuhyun harus patuh.

 

“Maafkan aku. Gara-gara diriku, kau harus seperti ini, Kyu.” Sesal Jiyoon pelan.

 

Kyuhyun menarik nafanya, lalu merubah posisi tidur kearah Jiyoon. “Sudahlah Ji, aku tidak apa-apa. Lagi pula, aku turut bersalah karena sudah bersikap seperti itu padamu.”

 

Menoleh pada Kyuhyun dan tersenyum. “Gomawo.”

 

Kyuhyun mengangguk. “Tidurlah.”

 

 

==o0♥0o==

 

 

PRANG…

Suara pecahan kaca dari salah satu kamar apartement seketika memenuhi tatkala kepalan kekar memukul cermin didepannya dengan tangan kirinya. Ia kesal, marah dan muak dengan hari ini. Jangan tanya kenapa bisa ia merasakan itu semua. Tentu saja karena hari cukup membuatnya malu sekaligus terbakar amarah melihat wanita yang pada awalnya akan menikah dengannya justru bersanding bersama pria lain. Sungguh, ia tidak pernah menyangka akan hal itu. Ia kira pernikahan tersebut benar-benar batal. Namun yang ada ia malah mendapatkan kartu undangan mewah dari mantan calon mertuanya sendiri—Lee Jangmun. Dan sialnya, disana tertera nama Jiyoon dengan pria lain. Pria yang baru ia kenal namanya. Karena dirinya tahu betul siapa-siapa saja nama chaebolyang di negara ini. Lalu bagaimana dengan nama Cho Kyuhyun—si pria yang saat ini sudah menjadi suami Jiyoon? Rasanya ia baru mendengar nama itu. Satu keanehan baginya.

 

“Lihat saja nanti Lee Jiyoon! Aku yakin kau hanya mencintaiku. Jadi tunggu ‘lah sayang. Kita pasti bersama lagi.” Ujarnya dengan percaya diri. Oh… tentu saja ia sangat percaya diri atas ucapannya, karena ia yakin jika betul jika wanita itu hanya mencintainya. Jika tidak, untuk apa dulu dia sering membelikannya barang-barang mahal? Dan sangat menurut pada dirinya? Jadi tidak salah ‘kan jika ia beropini demikian?

 

Well, sampai detik ini pun Lee Donghae masih saja menyesali kebodohannya tepo hari saat bersama Hyera yang justru tertangkap basah oleh Jiyoon. Andai saja itu tidak pernah terjadi, mungkin saat ini dirinya lah yang tengah bersenang-senang dengan Jiyoon, menikmati malam pertama tentu saja. Karena selama ia menjalin hubungan dengan Jiyoon, ia tidak pernah menyentuh Jiyoon lebih dari ciuman. Pria ini benar-benar menjaganya. Namun sayang, ia justru harus berakhir na’as. Shit!

 

“Jung Hyera, ini semua gara-gara kau!” Desis Donghae kesal. Pria ini bahkan tidak memperdulikan ceceran darah yang mengalir dari tangan kirinya. Rasa sakit tangannya ini tidak sebanding dengan perasaanya saat ini.

 

Oh ya Tuhan… sebenarnya ada dengan dirinya? Donghae membatin bingung. Karena memang ia sendiri tidak mengerti; kenapa ia merasa marah dan tidak mengenakan hatinya melihat Jiyoon bersama pria lain. Ia tidak suka.

 

Apa dia memiliki perasaan pada Jiyoon?

 

Tidak. Itu sangat tidak mungkin. Karena selama ini Donghae hanya berpura-pura mencintai wanita itu. Seperti kata ayahnya, ia hanya berperan begitu, sampai ia dan Jiyoon menikah. Tapi sialnya semua itu gagal total! Bedebah!

 

==o0♥0o==

 

Seperti yang sudah Lee Jangmun—ayah Jiyoon katakan sebelumnya, jika mulai saat ini—terhintung semenjak Kyuhyun menjadi suami Jiyoon, pria ini akan kembali melanjutnya study-nya yang terhenti pasca lulus sekolah menengahnya. Dan disinilah Kyuhyun, diruang perpusatakaan keluarga Lee dengan satu dosen siap memberikan materi serta pelajaran yang menjurus pada bidang perbisnisan.

 

Kyuhyun berdecak sembari mengetuk-ngetuk tangannya dimeja, ia sudah bosan sekaligus pusing karena tidak mengerti dengan materi yang disampaikan dosen didepannya. Melirik lagi jam tangannya, baru lima belas menis berlalu, namun rasa bosan Kyuhyun sudah pada tingkat maksimalnya. Ia tidak kuat lagi! Argh! Bumi telan aku sekarang juga! Runtuk Kyuhyun membatin.

 

“Tuan Cho, apa anda mengerti?”

 

“Hah?” Kyuhyun hanya menatapi dosen didepannya dengan raut wajah tidak berdosanya. “Ah.. iya, sedikit.” Ujarnya berdusta. Dari mana ia bisa mengerti, sedangkan dengan pelajarannya saja Kyuhyun tidak suka. Hah, ingin sekali pria ini berteriak dengan kencang ‘AKU BOSAN’ pada pria yang menjadi dosennya saat ini—Kim Yesung.

 

“Bagus, mari kita lanjutkan lagi.” Yesung mengangguk sembari kembali pada materi yang dari tadi ia sampaikan pada Kyuhyun. Sementara pria itu hanya menikmati penderitaannya kali ini. Menderita karena ia harus mendengar celotehan Yesung yang terus berkicau seperti suara bebek berbaris. Sungguh brisik.

 

Seandainya saja ia bisa untuk tidak patuh pada tuan Lee, mungkin Kyuhyun lebih memilih untuk pergi dari sini. Karena jujur saja, Kyuhyun ingin sekali pulang ke flatnya. Ia ingin mengambil beberapa berang penting miliknya dan juga memberitahukan Hyukjae, tentu saja. Sebab faktanya, sampai saat ini Kyuhyun belum juga kembali ke flatnya setelah malam dimana Hyukjae menginap dirumahnya. Ia takut jika pria sinting itu bertindak bodoh karena patah hati akibat ulah kekasihnya. Ck.

 

Kyuhyun menguap lebar, karena rasa kantuk kini mulai menyerang seiring ucapan Yesung bagaikan lagu pengantar tidur baginya. Tidak merdu, namun cukup sukses membuat kedua kelopak matanya berlomba-lomba untuk menutup.

 

“Tuan Cho!” Tegur Yesung, begitu melihat kepala Kyuhyun sudah terkulai dimeja. Pria ini menarik nafas panjangnya, mencoba mengendalikan emosi karena melihat muridnya yang satu ini justru menyerah dengan materinya. Dan ia benci itu!

 

“Maaf, Kim songsaenim. Aku sangat mengantuk.” Akuhnya jujur.

 

“Ini bahkan baru setengah jam tuan Cho, tapi anda sudah seperti ini.” Yesung menggrutu kesal. “Oke, untuk saat ini anda lebih baik istirahat dulu 30 menit. Setelah itu kita kembali dengan materi.”

 

Kyuhyun tidak mendengarkan ucapan Yesung lagi, karena pria ini justru sibuk dengan hobinya—tidur. Dalam sela tidurnya, Kyuhyun sungguh bersyukur karena dosennya itu agak mengerti dengan kebutuhannya yang satu ini. Dan ya, ucapan Yesung tadi sepertinya tidak akan ada gunanya, karena Kyuhyun akan lebih memilih tidur dan tidak ingin kembali mendengar celotehan Yesung itu.

 

 

==o0♥0o==

Oppa, mau kemana?” Jiyoon bertanya saat mendapati Yesung keluar dari ruang perputakaan dengan wajah kesal. Niat hati ingin melihat Kyuhyun, ia justru bertemu dengan Yesung disini.

 

Mendengus sembari melipat kedua tangannya dada, Yesung menatap Jiyoon dengan frustasi. “Suamimu menyebalkan!” Dumelnya.

 

Dahi Jiyoon mengkerut, mendengar kekesalan pria yang merupakan guru privatnya juga, jadi jangan heran kenapa Jiyoon memanggil Yesung dengan sebutan ‘oppa’. “Memangnya ada apa dengan Kyuhyun?” Tanyanya penasaran.

 

“Kau lihat saja suamimu didalam.” Seloroh Yesung sebelum pergi dari hadapan Jiyoon. Sedangkan wanita itu hanya memandang kepergian Yesung dengan keheranan.

 

Oke dari pada ia penasaran, lebih ia melihat langsung Kyuhyun disana. Jiyoon kembali melangkah, mamasuki ruang perputakaan keluarganya.

 

Pantas saja Yesung kesal, karena tepat dirinya masuk dan melihat Kyuhyun, ia pun mengerti dengan kekesalan Yesung. Ternyata Kyuhyun tidur disana. Astaga… Jiyoon menggelengkan kepalanya.

 

“Cho Kyuhyun!” Seru Jiyoon sembari mengguncangkan tubuh suaminya. “Irona!” Katanya lagi, namun tidak ada sahutan apapun dari pria itu.

 

“Cho Kyuhyun! Bangun!” Bentak Jiyoon yang sukses membuat tubuh Kyuhyun menggeliat kecil.

 

“Kenapa?” Tanya Kyuhyun serak.

 

“Kenapa?” Jiyoon mengulang pertanyaan Kyuhyun. “Kau ini sinting ya? Bukannya belajar, kau malah tidur!”

 

Kyuhyun mendengus lalu membuka matanya. “Aku masih lelah, Jiyoon. Kau sendiri tahu kalau kemarin benar-benar membuat badanku letih.” Alibinya mencoba membuat Jiyoon percaya. Namun sayang, wanita itu tidak percaya dengan ucapannya.

 

“Jangan berpura-pura, Cho. Aku tahu kau tidak selelah yang aku pikirkan.”

 

“Tapi, Ji—”

 

“Tidak ada tapi-tapian. Pokoknya aku tidak mau tahu, hari ini kau tetap harus belajar dengan Yesung oppa!” Tegas Jiyoon.

 

Satu alis Kyuhyun naik sebelah, mendengar Jiyoon memanggil Yesung dengan sebutan yang menggelikan. “Oppa?”

 

“Iya, Yesung oppa.” Jiyoon menjawab dengan polos tanpa sadar dengan sedikit perubahan dari wajah Kyuhyun.

 

“Iya nyonya, aku akan tetap belajar dengan oppa-mu.” Cibir Kyuhyun mendesis. “Kau puas?” Tambahnya lagi.

 

“Sangat.” Jiyoon tersenyum menang, kemudian keluar mencari Yesung untuk kembali mengajarkan materi pada Kyuhyun.

 

Lantas Kyuhyun membuang nafas panjangnya setelah Jiyoon menghilang dari pandangannya. Ia masih tidak pernah habis pikir, jika ia harus kembali berurusan dengan buku-buku, setelah ia menjauh dari benda-benda menyebalkan itu beberapa tahun yang lalu. Tepatnya saat lulus dari sekolah menengah. Fine, mulai saat ini buku adalah makananya sehari-hari. Seperti kata tuan Lee pada tempo hari. Ck.

 

“Kita mulai lagi pada materi awal tuan Cho.”

 

Kyuhyun berjengit mana kala suara Yesung terdengar kembali. Hah, ayo kita mulai dengan pertarungan Cho Kyuhyun. Fighting! Gumam Kyuhyun membatin.

 

 

==o0♥0o==

 

 

Setelah beberapa jam yang lalu Kyuhyun habiskan dengan menggeluti buku-buku tebal. Kini saatnya ia sedikit tenang, lantaran Yesung sudah enyah dari rumah ini. Itu artinya sekarang ia bisa bersantai. Dan waktu kosongnya ini Kyuhyun manfaatkan untuk kembali sebentar ke flat kecilnya. Lagi pula, ia pikir tidak ada gunanya berlama-lama di rumah besar itu. Karena jujur saja, disana tidak ada yang bisa Kyuhyun lakukan selain bersahabat buku-buku. Astaga…

 

Well, disinilah Kyuhyun saat ini—di flatnya. Namun Kyuhyun tidak masuk kedalam, karena pintunya terkunci. Dan ia yakin jika Hyukjae ‘lah yang membawa kuncinya.

 

Merogoh satu, mengambil ponsel berlayar lima incinya berniat menghubungi sahabat satu-satunya. Tepat saat ia akan menekan tombol dial, justru nama istrinya muncul disana. Jiyoon menghubungi dirinya untuk yang pertama kalinya. Ada apa yaa?

 

“Iya.” Sahut Kyuhyun.

 

“Kau dimana? Kata Jungsu ahjussi kau tidak ada dirumah?” Cecer Jiyoon dari seberang sana.

 

“Aku dirumahku.”

 

“Mwo? Apa yang kau lakukan disana?”

 

“Hanya mengambil sedikit barang-barangku.”

 

“Katakan dimana alamatnya, aku ingin kesana.”

 

Kedua alis Kyuhyun hampir menyatu mendengar ucapan Jiyoon. Dia ingin kesini? Untuk apa? Batin Kyuhyun heran. “Didaerah Yongsangu.”

 

“Baik tunggu aku disana.” Ucapan Jiyoon terdengar girang ditelinga Kyuhyun. Lalu tak lama kemudian, panggilan pun terputus.

 

Kyuhyun memiringkan kepalanya, heran dengan Jiyoon. “Aneh.” Gumam Kyuhyun.

 

Oke, kembali lagi keniatan awalnya—menghubungi Hyukjae. Karena ia tidak mau terus berada diluar flatnya sendiri.

 

“Cho Kyuhyun.”

 

Aha… umur sahabatnya panjang. Baru juga ia akan menelfon, ternyata suaranya sudah terdengar nyata. Dan ya, itu Hyukjae yang tengah berjalan mengarah padanya.

 

“Dari mana saja kau?” Tanya Hyukjae sembari berusaha membuka membuka pintu dengan kuncinya.

 

“Dari mana saja juga boleh.” Ini dia yang membuat Hyukjae kesal dengan Kyuhyun, selalu saja menjawab dengan tidak jelas.

 

“Kau ini ditanya malah menjawab seperti itu. Aku kira kau sudah mati.” Acuh Hyukjae sambil memasuki rumah kecil Kyuhyun yang diekori sahabat menyebalkannya. Hyukjae berbalik menatapi Kyuhyun dari bawah hingga atas. Ada yang berbeda dengan sahabatnya. Pria ini terlihat lebib gagah, ya..  walaupun sejujurnya Hyukjae enggan mengakuinya. Tapi faktanya memang begitu. Kyuhyun bahkan sangat rapih, tidak urakan seperti sebelumnya. Gaya rambut serta style pakaiannya sangat bukan Kyuhyun sekali.

 

“Kau… terlihat berbeda, Cho.” Tanya Hyukjae setelah beberapa saat ia mengamati Kyuhyun.

 

“Ceritanya panjang, dan aku yakin kau tidak akan percaya dengan ceritaku nanti.” Tuturnya malas, lalu mengarah pada lembarinya. Mencari barang-barang penting disana.

 

Sementara Hyukjae hanya melihati Kyuhyun dengan heran dan juga masih terpaku dengan Kyuhyun saat ini.  Dan lagi, tidak biasanya Kyuhyun mencari barang-barang pribadinya. Karena memang pria itu tidak pernah membuka kotak yang sudah tersimpan rapih didalam lemari.

 

“Sebenarnya kau kenapa eoh? Lalu buat apa pula kau mengambil kotak itu?” Rasa penasarannya tidak bisa Hyukjae tutupi lagi.

 

Kyuhyun diam, tidak mengindahkan pertanyaan sahabatnya. Tak lama kemudian ponselnya kembali berdering. Sebuah pesan masuk.

 

‘Aku sudah didaerah Yongsangu. Kau dimana?’

 

Kyuhyun tersenyum kecil. Ternyata Jiyoon benar-benar kesini. Ia ia wanita itu hanya bercanda. “Aku keluar sebentar.” Pamit Kyuhyun pada Hyukjae yang hanya menggelengkan kepalanya saja.

 

==o0♥0o==

 

Jungsu menepikan mobilnya karena Jiyoon yang menyuruhnya begitu. Audy silverkeluaran terbaru milik Jiyoon ini menepi disalah satu jalan yang ada di Yongsangu. Entah tepatnya dimana, mereka tidak tahu. Maka dari itu Jiyoon mengirim pesan singkat pada suaminya.

 

“Cho Kyuhyun lama sekali.” Dumel Jiyoon kesal karena sudah sepuluh menit Kyuhyun tak kunjung datang.

 

“Salahmu sendiri, kenapa kau malah datang kesini nona Lee. Ah.. ani, tapi nyonya Cho.” Jungsu terkekeh dengan sindirannya sendiri.

 

“Tidak ada yang lucu, ahjussi.” Desisi Jiyoon.

 

“Kau ini aneh, bukannya dikantor banyak pekerjaan, justru mengikuti suami sintingmu itu.”

 

“Aku hanya ingin tahu, seperti apa rumahnya.” Matanya Jiyoon terus bergerak-gerik, mencari kemunculan Kyuhyun. Bibir terangkat ke atas, karena orang yang ditunggunya terlihar tengah berlari kecil mengarah pada mobilnya. “Ah.. itu dia.” Tunjuk wanita cantik itu.

 

Jungsu hanya mencibir tanpa bersuara melihat Jiyoon girang dengan kedatangan Kyuhyun. Aneh, tapi nyata. Itulah yang dipikirkan Jungsu terjadap orang yang sudah ia anggap sebagai adik kandungnya ini. “Suami tercinta.” Kembali Jungsu menyindir Jiyoon.

 

Ahjussi terlihat lebih aneh.” Jungsu menatap Jiyoon seolah bertanya ‘apanya yang aneh?’ dan Jiyoon mengerti untuk hal itu. “Lebih sering menyindirku.”

 

Hembusan nafas panjang keluar dari Jungsu. “Kau yang aneh, nona. Tidak sadar ya kalau tingkah lakumu sudah mulai tidak biasa?” Jiyoon menaikkan bahunya. “Sekarang kau terlihat selalu ingin berdekatan dengan Kyuhyuh.”

 

Yes! Jungsu bersorak menang dengan rona merah pada wajah Jiyoon saat ini. Dia malu. Dan itu berarti ucapannya memang benar bukan? Ck.

 

“Ya! Ahjussi ini—”

 

“Maaf menunggu lama.” Ucapan Jiyoon terpotong karena suara Kyuhyun mengintrusi. Pria itu entah dari kapan sudah ada sebelanh Jungsu.

 

“Kenapa lama sekali?!” Tanya Jiyoon masih dengan nada kesalnya—efek dari Jungsu.

 

“Salah sendiri kenapa ada disini? Rumahku bukan di gang ini, nona. Tapi dua gang lagi.” Sahut Kyuhyun. “Hyung, kita jalan saja.” Ucapnya pada Jungsu. Ada yang aneh ‘kan dengan panggilan Kyuhyun pada Jungsu? Yapp ada, yaitu ‘hyung’Well, semenjak kejadian dimana Jungsu membawanya ketempat permak, alias salon. Kyuhyun mulai memanggil Jungsu dengan sebutan hyung. Alasanya hanya karena untuk menghargai saja. Faktanya memang Jungsu lebih berumur darinya ‘kan?

 

“Kau juga salah, kenapa tidak bilang.” Jiyoon tidak mau kalah.

 

“Kau tidak bertanya.”

 

“Kau—”

 

“Sudah-sudah jangan berdebat lagi.” Jungsu menengahi, ia sudah jengah dengan pasangan sinting ini. “Kita jalan sekarang.” Tukasnya yang tidak mendapat respon apa-dari Jiyoon maupun Kyuhyun.

 

 

==o0♥0o==

 

 

Jiyoon hanya bisa melongo dengan bonus mulut yang membungkam begitu dirinya sampai diflat kecil milik Kyuhyun. Wanita ini bahkan masih berdiri kaku diambang pintu, terlalu syock dengan keadaan rumah Kyuhyun saat ini. Jiyoon bahkan tidak yakin jika tempat bertedu Kyuhyun ini bisa disebut dengan rumah. Demi Tuhan, ruangan ini tidak lebih luas dari kamar mandinya. Kamar tidur dan dapurnya menyatu, hanya kamar mandi saja yang terpisah. Hah? Benar ‘kah Kyuhyun tinggal ditempat ini? Nyaman ‘kah? Ah.. ya Tuhan, Jiyoon tidak bisa membayangkan bagaimana jika dirinya tingga di tempat seperti ini. Karena memang sejak kecil hidupnya sudah terbiasa dengan kemewahan yang ayah dan ibunya berikan selama ini.

 

“Apa kau akan terus berdiri, nona.” Jungsu bersuara geli melihat tubuh kaku Jiyoon disana.

 

“Kyu, kau tinggal disini?” Jiyoon seperti orang linglung, hingga ekpresi wajah pun mengundang kekehan bagi Kyuhyun dan Jungsu.

 

“Iya nyonya, aku tinggal disini.” Sahut Kyuhyun enteng.

 

“Astaga…” Jiyoon berujar ngeri.

 

“Ini sangat nyaman bagiku, nyonya. Jadi tidak usah berkomentar ya?” Kyuhyun tahu betul dengan kepala Jiyoon saat ini. Makanya kenapa ia sudah berkata begitu pada istrinya. “Sini, kemarilah.” Ia melambaikan tangan, menintahkan Jiyoon untuk duduk disampingnya.

 

Wanita itu tidak membalas ucapan Kyuhyun, hanya patuh menuruti keinginan Kyuhyun untuk duduk disana.

 

Sementara Hyukjae yang sedari tadi ada disana, hanya diam menjadi penonton saat ketiga orang itu masuk. Bukan karena apa-apa, melainkan ia tidak mengerti dengan situasi ini. Kyuhyun membawa masuk dua orang yang jika dipandang mereka bukan ‘lah orang biasa. Dari pakaiannya saja ia bisa tahu, orang macam apa mereka itu. Tentu saja kaum borjuis.

 

Lalu yang menjadi pertanyaan Hyukjae adalah; bagaimana bisa Kyuhyun mengenal orang seperti mereka? Dan kenapa pula pria disamping Kyuhyun itu terlihat tidak canggung, bahkan terkesan akrab? Apa lagi dengan wanita cantik yang baru saja duduk, dia terlihat sangat terkejut saat baru saja masuk. Jadi bisa di pastikan, kalau dia baru tahu tempat tinggal semacam ini. Tapi dia siapa?

 

Seperti mengerti dengan pemikiran Hyukjae saat ini, Kyuhyun menyenggol bahu Jungsu. “Hyung, perkenalkan dia sahabatku Lee Hyukjae.” Seloroh Kyuhyun.

 

Jungsu tersenyum. “Aku Park Jungsu, asisten nona muda.”

 

“Nona muda?” Hyukjae membeo, masih tidak mengerti dengan maksud Jungsu.

 

“Iya. Ini nona muda. Lee Jiyoon. Ah… bukan tapi Cho Jiyoon.” Jari Jungsu menujuk pada wanita disampingnya.

 

“Cho Jiyoon?” Masih dengan ekpresi yang sama, Hyukjae bertanya sekaligus memastikan jika marga wanita itu sama seperti sahabatnya.

 

Sedangkan Kyuhyun yang melihat bagaimana bingungnya wajah Hyukjae, mau tak mau kekehanya pun keluar. “Dia istriku.” Kata Kyuhyun santai yang berhasil membuat mata Hyukjae melebar sempurna.

 

“MWO? Istri kau bilang?” Kyuhyun mengangguk kecil. “Cih… bercandamu tidak lucu, Kyu. Mana ada wanita secantik dia yang mau menikah denganmu.” Sungguh, Hyukjae masih tidak bisa mempercayai ucapan Kyuhyun tadi.

 

“Aku memang istri Cho Kyuhyun. Ini buktinya.” Jiyoon mengancungkan tangannya dan Kyuhyun, memperlihatkan cincin di jari manis mereka.

 

Oke fix! Saat ini Hyukjae hanya bisa menganga tidak percaya. Bagaimana mungkin Kyuhyun sudah menikah dengan wanita cantik pula. Memang, waktu itu Kyuhyun pernah bercerita jika dia akan menikah. Tapi Hyukjae kira dia tidak menikah dengan wanita seperti Jiyoon yang jelas sekali jika strata mereka jauh berbeda. Kalangan atas dan paling bawah.

 

“Cho, ini semua tidak lucu. Dan ini sangat mustahil.”

 

Kyuhyun hanya mengendikkan bahunya. “Ini memang tidak lucu, tapi sebuah kenyataan.”

 

Menarik nafas panjangnya, Hyukjae mencoba memastika jika ini memang bukan ilusi. “Oke, aku percaya. Tapi bagaimana bisa kau menikah dengan nona Jiyoon?” Nah ini yang menjadi tanda tanya Hyukjae dari tadi.

 

“Terlalu rumit untuk dijelaskan tuan Lee Hyukjae. Jadi, aku rasa nanti saja.” Jungsu berpendapat, lalu pandangannya mengarah pada Kyuhyun. “Dan kau, apa masih mau disini? Atau pulang? Karena satu jam lagi aku harus kembali kekantor bersama nona, ada rapat.”

 

Kyuhyun mendengus. Jika ia pulang kerumah Jiyoon, itu berarti ia harus kembali berurusan dengan para buku, lalu jika tidak… ia pulang dengan apa? Sementara uangnya saja sudah habis tak bersisa. “Aku ikut pulang.” Putusnya.

 

“Pulang kemana, Kyu?” Hyukjae bertanya heran.

 

“Kerumahku, tentu saja. Karena di adalah suamiku.” Jiyoon seperti mengultimatum Hyukjae. Mempertegas kalau Kyuhyun adalah miliknya.

 

“Aku harus pulang, nanti aku akan menceritakan semuanya padamu. Aku janji.”

 

Hyukjae hanya mengangguk. “Baiklah.”

 

Kyuhyun, Jiyoon dan Jungsu beranjak dari posisinya. Lalu melangkah pergi meninggalkan Hyukjae yang masih tidak percaya dengan kenyataan Kyuhyun. Dia sudah menikah dengan wanita yang berasal dari keluarga chaebol. Lalu apa kabarnya dengan Cha Eunbi? Bukan ‘kah wanita itu sangat tergila-gila dengan Kyuhyun, hingga memberikan semuanya pada pria itu? Eunbi bahkan tidak segan untuk memberikan Kyuhyun uang untuk biasa hidup sehari-hari. Tapi sayang, sampai saat ini Eunbi tidak bisa merepot hati Kyuhyun dan mengisinya disana. Karena jelas sekali kalau Kyuhyun bukan tipe pria yang mudah menaruh hati pada lawan jenisnya. Nyaris selama ia kenal Kyuhyun, pria itu tidak pernah memberikan hatinya pada seorang wanita. Tidak ada satu pun sampai saat ini.

 

Lalu Jiyoon bagaimana?

 

Entahlah, Hyukjae tidak mengerti akan hal itu. Masih misterius.

 

 

==o0♥0o==

 

 

“Ini pesanannya tuan dan nona.” Ujar pelayan restoran sembari menghidangkan beberapa makanan yang tadi Jungsu pesan untuk dirinya dan juga pasangan sinting didepannya. Siapa lagi jika bukan Kyuhyun dan Jiyoon.

 

Well, setelah tadi mampir sebentar keflat kecil milik Kyuhyun, kini mereka bertiga mengisi perutnya masing-masing sebelum pulang disalah satu restoran langganan Jiyoon. Tempat makan yang sangat terkenal dengan kepiting sausnya.

 

Jiyoon terlihat antusias sekali saat makanan favoritnya sudah terhidang tepat didepannya. Wanita ini begitu lahap, berbeda sekali dengan Kyuhyun yang begitu santai dengan makananya. Bukan makan favorit dan juga makanan yang dibencinya. Hanya makanan yang sudah menjadi kebiasaanya selama ini, yaitu salad. Bagi Kyuhyun, salad adalah makanan yang paling sehat, maka dari itu, ia begitu rajin mengkonsumsinya. Sangat berbanding terbaling Jiyoog yang justru menyukai segala macam makanan seafood.

 

“Tidak mau mencoba bacon, Kyu?” Tawar Jungsu.

 

Kyuhyun tersenyum dan menggeleng. “Tidak hyung. Aku tidak terlalu suka dengan olahan bacon.” Iya memang benar, Kyuhyun tidak menyukai dengan makanan jenis bacon. Karena bacon adalah makanan daging yang terbuat dari babi. Bacon sendiri dibuat dari beberapa potongan daging. Dan Kyuhyun kurang suka jika olahan dari daging babi. Ia lebih suka dengan danging sapi atau ayam. Ya… walau pun memang daging babi lebih nikmat. Tapi tetap saja, Kyuhyun lebih menyukai daging sapi.

 

“Sudahlah ahjussi, Kyuhyun itu kerbau temannya sapi, jadi makanannya pun sama seperti mereka. Jenis rerumputan.” Sindir Jiyoon.

 

Sial! Gerutu Kyuhyun membatin karena Jiyoon menyamakan dirinya dengan hewan. Yang benar saja? Ck. Apa dia tidak tahu kalau makanan semacam salad ini begitu sehat?

 

“Ini sangat baik untuk kesehatan, nona muda.” Ujar Kyuhyun tertahan.

 

“Oh… ternyata pemikiranmu sungguh kolot, tuan Cho.” Lagi, Jiyoon menyindir.

 

Sabar Cho Kyuhyun, sabar!

 

Menarik nafasnya sejenak. “Kolot juga suamimu.” Gumam Kyuhyun.

 

“Ehem! Aku ketoilet dulu. Kupingku terasa panas dengan perdebatan gila kalian.” Jungsu berkata sembari beranjak dari tempatnya. Ia bosan dengan celotehan majikan muda dengan suaminya itu. Well, Jiyoon memang wanita yang mempunyai hobi berbicara dan mendebat. Tapi kali ini hobi Jiyoon lebih parah dari sebelumnya, dia terlihat begitu seneng saat mendebat Kyuhyun. Padahal pria ltu mencoba mengacuhkannya. Tapi tetap saja, Kyuhyun terpengaruh hingga beberapa kali mereka terlihat dalam pembicaraan omong kosong. Maka dari itu, Jungsu memilih menghindar sebentar dari kedua pasangan tersebut.

 

“Gara-gara kau nona, hyung jadi pergi.” Tuduh Kyuhyun yang kontan membuat Jiyoon tidak terima.

 

“Enak saja. Jelas-jelas kau yang salah. Cih… malah menyalahkanku. Aneh.” Cibir Jiyoon.

 

Lantas Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya saja. Oke lebih baik ia diam, dari pada berdebatan kecil mereka semakin menjadi tidak jelas. Kembali Kyuhyun mengunyah saladnya, tanpa peduli lagi dengan dumelan Jiyoon saat ini.

 

“Jiyoon-ah.”

 

Kunyahan Kyuhyun terhenti saat sebuah suara bass mengguar masuk kedalam pedengarannya. Yang pertama kali Kyuhyun lihat adalah wajah Jiyoon, ekspresi istrinya itu tiba-tiba saja menajam dengan tatapan mencemoh. Mau tak mau Kyuhyun menoleh pada sang suara bass tadi. Dahi Kyuhyun mengkerut, merasa tidak mengenal dengan pria didekatnya.

 

“Mau apa kau?” Tandas Jiyoon tak suka.

 

“Aku merindukanmu.” Bah… ujaran pria itu sontak membuat Kyuhyun menyipitkan matanya.

 

“Pergi kau Lee Donghae! Jangan ganggu aku lagi!” Bagi Jiyoon Donghae adalah serangga yang harus di basmi, maka dari itu ucapannya pun seperti racun keras. Ia sangat membenci pria ini.

 

“Tidak, Yoon. Aku tidak bisa. Aku sangat mencintaimu.”

 

“Cih!” Cibir Jiyoon. “Omong kosong apa lagi itu? Belum puas dengan kebohonganmu selama ini? Atau… kau menyesal sudah tindakan menjijikanmu yang pada akhirnya aku sadar; kalau kau adalah pria paling brengsek yang pernah aku kenal. Dan aku sangat bersyukur, karena aku tidak jadi menikah denganmu, Lee Donghae-ssi!”

 

Oke, oke! Rasanya Kyuhyun mengerti dengan ucapan Jiyoon. Kalau pria disebelahnya itu adalah mantan calon suami wanita ini. Ck.

 

Kyuhyun terkesiap begitu tangan Jiyoon melingkar manja di lengannya. “Perkenalkan ini suamiku, Cho Kyuhyun.”

 

Let’s go, Cho! Perlihatkan aktingmu dengan baik didepan pria ini!

 

Kyuhyun tersenyum kecil. “Aku Cho Kyuhyun. Suami Cho Jiyoon.” Pria ini terlihat wibawa saat memperkenal dirinya didepan Donghae, yang kontan membuat pria bermarga Lee ini mendengus kesal.

 

“Harusnya aku yang saat ini ada diposisimu!” Donghae mendesis tajam.

 

But see, Jiyoon kini menjadi istriku. Aku sungguh sangat beruntung bisa mendapatkan wanita secantik dirinya.” Untuk ucapanya yang satu ini, sungguh Kyuhyun tidak berbohong. Ia memang merasa sangat beruntung karena bisa menikah dengan Jiyoon.

 

Sementara Jiyoon, saat ini ia tengah merona seperti tomat. Yah… walau pun Jiyoon tidak yakin jika ucapan Kyuhyun itu adalah kebenaran dari hatinya. Karena nyatanya, ia menikah dengan Kyuhyun pun akibat kesalahannya.

 

“Dengar tuan Cho. Jujur saja aku tidak tahu kau ini siapa? Dan berasal dari keluarga mana hingga berani menikahi wanita terhormat seperti Jiyoon. Tapi aku yakin, suatu saat nanti aku pasti akan mengetahuinya. Ingat itu!” Ancaman Donghae tidak berefek apapun bagi Kyuhyun. Pria justru hanya menyunggingkan senyuman mengejeknya.

 

“Pergi kau Lee Donghae!” Usir Jiyoon tegas. Kontan saja dengusan Donghae lagi-lagi keluar, maka tak butuh waktu lagi bagi pria ini untuk berlama-lama berhadapan dengan mantan calon istrinya. Ia segera pergi begitu saja dengan perasaan bekecambung di hatinya.

 

Selepas kepergian Donghae, Jiyoon mendesahkan nafas panjangnya, merasa lega karena ia bisa menghadapi Donghae dengan baik. Apa lagi Kyuhyun terlihat santai dan tidak gentar sama sekali. Sungguh, Jiyoon merasa senang. Setidaknya Kyuhyun benar-benar bersikap selayaknya seorang suami kali ini.

 

“Kau baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun.

 

“Iya, aku baik-baik saja.”

 

 

==o0♥0o==

 

 

Jalanan yang lumayan padat tidak membuat Lee Donghae membawa mobilnya dengan kecepatan pelan, pria ini justru menginjak perdal gasnya dalam-dalam. Ia kesal dengan pemandangan yang memuakkan tadi—bertemu dengan Jiyoon dan suaminya. Ck, apa tidak ada yang lebih buruk lagi dengan kejadian ini?

 

Andai saja situasinya tidak sedang ramai, mungkin tadi dirinya menghajar Kyuhyun habis-habisan. Ia tida suka dengan kemesraan mereka. Apa lagi tadi Jiyoon bergelanyut manja. Tks, demi apapun Donghae ingin sekali memotong tangan suami Jiyoon saat itu juga. Tapi sayangnya ia tidak bisa.

 

Ponsel apple­-nya berbunyi, Donghae menjawab dengan menggunakan headsetyang sudah menempel ditelinganya. “Yeobseyo?”

 

“Pulang! Kakakmu sudah datang!” Tintahan keras dari seberang sana kontan membuat seringaian liciknya tersungging dengan indah.

 

“Baik appa.” Sahut Donghae sebelum panggilan itu terputus begitu saja.

 

Oke! Sekarang kekesalannya sedikit hilang dengan kabar yang baru saja ia dengar sang ayah. Beliau bilang kalau kakaknya sudah pulang, itu berarti ia tidak perlu bersusah payah lagi untuk mengurusi perusahaan milik ayahnya tersebut. Biar dia saja, sudah cukup selama ini ia pusing dengan perusahaan yang sangat menjengkelkan itu. Karena pada kenyataanya dia ‘lah yang seharusnya ada diperusahaan. Bukan justru kabur dan melepas tanggung jawabnya.

 

Dengan begini, kehidupan bebasnya akan kembali seperti semula bukan? Karena ia terbebas dari masalah perusahaan yang faktanya nyaris bangkrut akibat Leon Picture tidak lagi menyuntikkan dananya. Otomatis hutang di bank pun kini semakin membengkak.

 

Welcome my brother.”

 

 

==o0♥0o==

 

 

Hari terus berjalan tanpa bisa dihentikan, tak terasa sudah dua minggu Kyuhyun menjadi suami Jiyoon. Pria ini benar-benar menjadi suami yang baik. Dia berubah menjadi suami penurut. Setidaknya menurut pada sang mertua, tentu saja. Namun pada Jiyoon, Kyuhyun masih dengan sifat angkuh dan dinginnya.

 

“Cho!” Teriak Jiyoon dari dalam kamar mandi. Kyuhyun yang tengah berkutat dengan buku pun hanya mampu berdecak.

 

“Apa?!”

 

“Ambilkan aku handuk, aku lupa membawanya.” Pinta dari dalam sana. Kontan membuat Kyuhyun mendengus. Inilah satu kejengkelan Kyuhyun dengan istrinya. Dia selalu berteriak dan selalu membuatnya kualahan.

 

“Iya tunggu sebentar!” Kyuhyun beranjak dari tempatnya, mencari handuk Jiyoon dilemari. Mengambik handuk, Kyuhyun mengarah pada kamar mandi. “Ini nona.” Katanya sembari  menunggu tangan Jiyoon keluar.

 

Gomawo.” Tangan Jiyoon terulur mengambil handuk dari Kyuhyun. Sementara pria itu hanya menggelengkan kepalanya saja.

 

“Dasar nona muda.” Gumamnya menggrutu seraya kembali ketempat semulanya—duduk dikursi dengan untuk melanjutkan acara menekuni buku yang lumayan tebalnya. Hah.. ngomong-ngomong soal buku, Kyuhyun jadi kesal karena Jiyoon selalu saja mengingatkan dirinya untuk tidak lupa membaca buku disepanjang waktu. Bagaimana kepala Kyuhyun tidak pusing jika setiap saat waktu hanya dihabiskan untuk membaca. Sedangkan Kyuhyun sendiri sejatinya begitu membenci dengan benda-benda yang terdapat jutaan tulisan tersebut.

 

“Ahh… segarnya.” Ujar Jiyoon saat baru saja keluar dari kamar mandi. Tentu saja ia bergumam demikian, karena seharian ini cukup membuatnya lelah dengan segala kegiatannya di kantor. Walaupun dirinya hanya ‘lah General Manajer, namun pekerjaan cukup banyak, bahkan hampir sama dengan pekerjaan ayahnya yang menjabat sebagai direktur utama.

 

Jiyoon membelakangi Kyuhyun, mengambil piamanya disana. Hingga tidak menyadari bagaimana ekspresi Kyuhyun saat ini. Dia membeku dengan pandangan tak lepas dari tubuh sexy istrinya yang hanya berbalut handuk dan hanya menutupi sebatas atas paha hingga dadanya saja. Astaga… sungguh pemandangan yang sulit dilewatkan. Walau pun dirinya memang sudah pernah melihat tubuh polo Jiyoon, namun tetap saja ini terlalu sayang untuk diabaikan. Nah ‘kan, otak mesumnya kembali datang. Dasar Cho Kyuhyun gila! Tidak bisa bisakah kau mengabaikannya saja dan kembali pada buku, dari pada kejadian waktu itu terulang lagi? Kyuhyun berperang dalam hatinya.

 

Slow Cho, ingat jaga kelakuanmu itu! Bisiakan damai ini mampu membuat Kyuhyun menutup matanya rapat-rapat.

 

Ahh.. tidak, tidak, tidak. Ini terlalu indah Cho! Kapan lagi kau bisa seperti saat ini?Bisikan iblis itu berdesis ditelinga Kyuhyun.

 

Ingat Cho Kyuhyun. Kau bisa mengontrol dirimu, Oke! Kali suara damai lagi yang berbisik.

 

Shit!” Umpat Kyuhyun kesal karena suara-suara seperti selalu saja terniang kala matanya sudah menangkap objek seperti ini. Dan demi Tuhan, ini sangat susah sekali untuk diabaikan. Selalu saja mereka-mereka yang bersuara berhasil untuk membuat dirinya hilang kesadaran.

 

Ayolah Cho, dia adalah istrimu. Tidak ada yang salah bukan, jika kau melakukannya. Lagi, si iblis bersuara.

 

“Berhenti! Bodoh!” Umpatan Kyuhyun kali terdengar lebih kencang, hingga membuat Jiyoon membalikkan badannya saat ia sudah mengambil baju dan hendak memakaianya di kamar mandi.

 

“Kau kenapa, Kyu.” Tanya Jiyoon polos.

 

Kyuhyun menggeram, lantaran Jiyoon masih saja disitu dengan keadaan yang sama. Tidakkah wanita itu tahu jika saat ini dirinya tengah berperang mati-matian untuk menahan kejolak gairahnya.

 

“Pesetan dengan semuanya!” Desis Kyuhyun seraya menghampiri Jiyoon. Sedangkan wanita itu hanya mengerutkan dahinya heran.

 

“Kau kenammtttpp—” Ucapan Jiyoon terpotong begitu Kyuhyun merengkuh pinggang Jiyoon dan menyambar bibirnya dengan tergesa. Pria ini bagaikan serigala yang memakan buruannya, begitu rakus melahap bibir istrinya, hingga Jiyoon hanya bisa diam dengan serangan tiba-tiba ini. Terlalu kaget dengan aksi Kyuhyun.

 

“Euungghh.” Jiyoon mendesah tertahan karena ciuman Kyuhyun semakin intens dan otomatis membuat tubuhnya seperti tak bertenaga. Ia terbuai dengan keintiman suaminya saat ini. Bibir Kyuhyun terus menjelajahi setiap rongga mulutnya. Tak lupa dengan mengajar lidah Jiyoon bermain didalam sana. Mau tak mau pun Jiyoon hanya bisa membalasnya dengan pasrah.

 

Ya ampun… apa yang akan Kyuhyun lakukan? Apa dia akan melakukannya lagi?Jiyoon membatin disisa kesadarannya.

 

“Kyuhyun…” Wanita ini mencoba agar tidak mendesah saat bibir Kyuhyun menyelundup pada bagian lehernya. “Kyuuhhh…” Ini gawat, Kyuhyun tidak mengindahkan ucapannya sama sekali. Dia justru semakin gencar menjelajahi seluruh helernya. Dan Jiyoon yakin, jika Kyuhyun sudah membuat jejak-jejak disana.

 

“Aku menginginkanmu.” Kyuhyun menjauh dan menatap wajah Jiyoon dengan penuh harap. Matanya sayu karena sudah diselimuti oleh gairah. Tatapan Kyuhyun seolah memohon sekaligus meminta maaf, karena jujur ia tidak akan bisa berhenti begitu saja.

 

Lalu Jiyoon, apa yang harus ia lakukan?

 

Menolaknya? Tapi ia sudah terlanjur menikmati permainan Kyuhyun.

Menerimanya? Tapi ia merasa ada yang kurang, jika menyetujui keinginan Kyuhyun. Entah apa itu, Jiyoon sendiri tidak mengerti.

 

Membalas tatapan suaminya yang menunggu jawabannya, Jiyoon akhirnya hanya mengangguk tanpa bersuara. Jujur saja Jiyoon tidak mengerti kenapa dirinya mau menerima kenginan Kyuhyun. Terlepas pada kenyataannya Kyuhyun memang berhak atas dirinya, namun ia masih tetap merasakan kekuarangan dengan keputusannya ini. Entahlah…

 

 

__TBC__

 

279 thoughts on “Dream Or Real Part 3

  1. Kyu-nya beda banget. Aku suka. Alur juga ga maksa, Feel-nya dapet. Dua2nya udah mulai ada chemistry😄. Next chapter semoga lebih gregetttt😆.

    Suka

  2. Beda dengan karakter kyu yg sebenarnya, ceritanya daebak👍
    Sedikit masukan thor, banyak kata yang kurang pas kaya menintahkan seharusnya menitahkan, tintahan seharusnya titahan, typo pada kalimat juga. Tapi sejauh ini keren banget ceritanya😊

    Suka

  3. Aneh baca kyu jadi miskin ahahahaha tp ngomong ngomong ak baper banget thor baca ni ff beda sm yg laen gitu plis jgn sad ending misal tiba tiba jiyoon cerai sm kyu ohhhh BIG NOOOO

    Suka

  4. Wahh ceritanya bener-bener bukan karakter kyu banget kkkk
    Kyu jadi doyan salad dibanding daging kkk
    Tapi kerennn! Liat sisi lain cho kyuhyunn
    Daebak!!

    Suka

  5. wkwk aktingmu sangat bagus cho . hmm apa eunbi atau siapa itu gak bakalan ngejar kyu lagi ? mungkin di part berikutnya . soalnya bakalan terlalu simple kalo dia gak bikin ulah hehe

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s