Blue Sky After Cloudy Part 2


Blue Sky After Cloudy

Author : BlossomRi

Tittle : Blue Sky After Cloudy part 2

Category : NC 21, Yadong, Romance, Chapter

Cast : Lee Hyuk Jae – Man Ri Young – Cho Kyuhyun

Other Cast : Lee Donghae

Author’s Note : Terima kasih atas komentar kalian di part satu. Terimakasih sekali. Part ini akan sangat panjang, jadi bersiaplah jika kalian ingin membacanya ^^

 

Blue Sky After Cloudy part 2

Begin…

 

 

Pada akhirnya Ri Young kalah dengan dirinya sendiri. Ia tak bisa lagi menyembunyikan ketakutannya. Bahkan saat ia berusaha bangkit sekalipun air matanya tak kunjung reda. Mual yang ia rasakan juga semakin menyiksanya. Ri Young harus berusaha sekuat tenaga untuk tetap terjaga saat ia kini kembali masuk ke kamar mandi dan mencoba memutahkan isi perutnya yang membuatnya merasa mual tak tertahankan. Namun, tak ada apapun yang keluar, sesekali hanya air yang ia muntahkan dan itu semakin membuat air mata Ri Young jatuh semakin deras. Tubuhnya juga tak kunjung berhenti bergetar.

Siapapun.. tolong aku..

Kini Ri Young hanya mampu menatap kearah pintu kamar mandi yang terbuka. Berharap ada keajaiban, tetapi sampai tenaganya habispun, tak ada tanda-tanda akan ada orang yang mendengar permintaan tolong dari batinnya.

 

Hyuk Jae mondar-mandir di depan pintu kamar Ri Young. Ada keinginan yang terus mendorongnya untuk segera membuka pintu dihadapannya, tetapi gengsinya terus menekannya untuk tidak melakukan keinginan itu. Diam-diam Donghae memperhatikan Hyuk Jae sambil tersenyum geli.

“ Jika khawatir, ketuk saja pintunya. Setelah itu masuk seperti kejadian seminggu yang lalu.” Ucap Donghae sambil masih menahan senyum gelinya.

Hyuk Jae mendengus. Malulah dia. Sahabatnya yang bermulut tanpa rem ini tahu hal yang sejak satu minggu yang lalu ia tutup-tutupi. Harga dirinya bisa jatuh jika Donghae tahu alasan dirinya masuk ke kamar Ri Young untuk meminta maaf. Oh.. Lee Hyuk Jae, hiduplah dengan gengsimu yang kelewat akut itu.

“ Jaga bicaramu. Aku hanya tidak ingin kita terlambat karena dia.” Kilah Hyuk Jae.

“ Terserah kau saja. Lebih baik kau ketuk pintunya, jika tak ada jawaban, masuklah. Aku takut terjadi hal buruk dengan Ri Young, tidak biasanya dia belum keluar dari kamar.” Setelah mengucapkan kalimat itu, Donghae berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.

Hyuk Jae termenung di depan pintu kamar Ri Young. Kini ia semakin ragu dan bimbang.

Saat tangan Hyuk Jae hampir saja mengetuk pintu, pintu dihadapannya itu sudah lebih dulu dibuka. Menampakkan sosok gadis dengan wajah yang sangat pucat dan terlihat tak bertenaga.

“ Aku… aku minta ijin.” Ucap Ri Young sambil berpegangan pada gagang pintu dengan sangat erat.

Hyuk Jae terkejut dengan sosok yang ada dihadapannya.

“ Kau sakit?” tanya Hyuk Jae spontan.

Ri Young hanya mengedipkan matanya. Syukurlah aku masih mampu berjalan dengan kakiku walaupun rasanya semuanya terlihat berputar dan mulutku terasa sangat pahit. Ri Young berusaha mempertahankan 1% sisa tenaganya hanya untuk berdiri.

“ Lebih baik kita ke rumah sakit.”

Mendengar kata ‘rumah sakit’, Ri Young nyaris saja terhuyung kebelakang saat Hyuk Jae meraih tubuhnya. Rumah sakit? Jika aku benar-benar hamil, bagaimana ini? Ri Young mulai panik sendiri di sisa kesadarannya.

“ Aku.. tidak.. aku kurang tidur.” Ri Young terlihat sangat lemas saat mengucapkan rentetan kalimat itu.

Hyuk Jae segera memapah Ri Young menuju ranjang gadis itu.

“ Baiklah. Aku beri libur untuk hari ini. Gunakan kesempatan ini untuk tidur.” Ri Young hanya mengedipkan matanya sebelum Hyuk Jae berbalik dan keluar dari kamar yang ia huni.

Terima kasih.

 

Donghae yang sibuk di dapur menatap kedatangan Hyuk Jae, mencari-cari jika ada sosok lain yang mengikuti Hyuk Jae. Namun, tak ada satupun orang yang berada dibelakang sahabatnya itu.

“ Bagaimana Ri Young?”

Hyuk Jae duduk di kursi yang tak jauh dari posisi Donghae. “ Sepertinya dia sakit, tapi berkilah dengan mengatakan jika ia hanya kurang tidur.” Donghae hanya membentuk mulutnya menyerupai huruf ‘o’.

“ Aku akan langsung ke proyek. Kau makanlah sendiri dan ajak Ri Young makan. Dia terlihat sangat kurus, tetapi ada sedikit berbeda dari perut dan pinggangnya.”

Hyuk Jae langsung beranjak dan berjalan meninggalkan dapur.

“ Bilang saja jika kau menaruh perhatian besar pada Ri Young. Perut dan pinggang? Kenapa dia memperhatikan sedetil itu? Apa jangan-jangan hubungan mereka lebih dekat dibanding yang aku kira?” Donghae buru-buru menutup mulutnya.

Donghae memutuskan untuk menengok Ri Young di kamar gadis itu. Beberapa kali ia harus mengetuk pintu dan tak menadapat jawaban apapun. Akhirnya ia memberanikan diri untuk membuka pintu kamar Ri Young dengan hati-hati.

Saat Donghae menyembulkan kepalanya disela pintu yang ia buka, Ri Young tengah menengokkan kepalanya kearah Donghae walau dalam posisi berbaring. Merasa kepergok, Donghae hanya melempar senyum kearah Ri Young.

“ Boleh aku masuk?” Ri Young mengedipkan kepalanya.

Donghae berjalan mendekat kearah ranjang Ri Young. Semakin dekat, ia semakin mampu melihat gadis itu banjir keringat dan wajahnya sangat pucat.

“ Kau sepertinya tidak dalam kondisi baik. Mau aku panggilkan dokter?” tanya Donghae sambil diam-diam menatap kearah perut Ri Young. Sayang, gadis itu menutup sebagian tubuhnya dengan selimut.

“ Tidak. Aku hanya ingin tidur.” Jawab Ri Young dengan suara lemah.

“ Lebih baik makan dulu. Aku antarkan makanannya, sebentar.”

Ri Young menatap tubuh Donghae yang mulai berjalan keluar dari kamarnya. Hanya diam. Sejak dulu, ia paling benci merasa mual. Dan ia merasa sangat tersiksa sekarang.

Tak lama, Donghae masuk ke kamar Ri Young sambil membawa nampan dengan beberapa piring dan gelas di atasnya yang masih mengepulkan asap. Ri Young mengernyitkan keningnya saat kembali merasakan mual. Buru-buru ia berlari walau terhuyung menuju kamar mandi.

Donghae terlihat berpikir. Mungkinkah? Tak lama, Donghae mendengar suara Ri Young seperti tengah memuntahkan sesuatu. Aku yakin ini pasti benar. Mereka memang memiliki rahasia dibelakangku. Mati kau Lee Hyuk Jae! Donghae menyeringai bahagia.

Ri Young berjalan keluar dari kamar mandi dengan tenaga yang semakin menipis. Kakinya tiba-tiba berhenti dan menatap kearah makanan yang Donghae bawa.

“ Sepertinya kau tidak sakit.” Gumam Donghae yang masih mampu didengar Ri Young. “Ini hanya sup labu, apa kau mau memakannya? Atau mau aku pesankan makanan lain?” Donghae tak melupakan senyumnya.

Ri Young menggeleng. “ Lebih baik kau bawa keluar saja makanannya. Jika aku lapar, aku akan makan. Sepertinya asam lambungku naik.” Ucap Ri Young sambil berkilah secara tidak langsung.

Donghae mengangguk dan berpamitan.

Aku yakin, bukan asam lambungmu yang naik. Tapi perutmu yang nantinya semakin membesar. Batin Donghae sambil berjalan keluar. Tadi ia menyempatkan diri memperhatikan perut dan pinggang Ri Young dan hal itu membuatnya semakin yakin dengan pemikirannya. Seharusnya Hyuk Jae ada disisinya sekarang. Ri Young-ah, sial sekali nasibmu karena dihamili oleh siluman monyet itu. Ei.. tapi dia sahabatmu, Lee Donghae.

 

Saat siang hari dan dirasa tak ada orang di rumah, Ri Young yang sudah merasakan tubuhnya lebih baik, kini mengendap-endap keluar. Satu tujuannya. Apotek. Namun, sebelum ia ke apotek, ia berhenti di depan kedai special menu ayam yang posisinya berada di seberang jalan. Segera Ri Young menyeberang saat jalan sedikit lengang.

Ri Young membutuhkan waktu hampir setengah jam lebih hanya untuk makan dan menghabiskan satu porsi cimtakk dan ia menghabiskannya seorang diri. Tak heran, porsi makanannya memang banyak walau ia tak dalam kondisi ‘hamil’.

Setelah makan, ia berjalan menuju apotek dan sedikit ragu saat mengatakan ‘ingin membeli alat tes kehamilan’. Saat alat itu sudah berada di tangannya, Ri Young segera membayar dan meninggalkan apotek tadi. Ia buru-buru menuju rumah yang disewa Hyuk Jae untuk mereka bertiga tempati.

“ Ya Tuhan, berikan hasil yang terbaik.” Gumam Ri Young saat memasuki rumah itu.

Ia segera masuk ke kamar mandi. Walaupun sudah diberitahu oleh pegawai apotek tadi jika alangkah lebih baiknya jika Ri Young menggunakan alat itu di pagi hari, tapi Ri Young tak mengindahkannya. Rasa penasaran dan ketakutan yang semakin menghimpitnya terus membuat Ri Young tak sabaran untuk segera mengetahui hasilnya.

Ri Young harus menunggu beberapa menit sebelum memberanikan diri melihat hasilnya.  Jika garis dua maka positif, jika garis satu maka negatif. Tuhan.. semoga satu garis. Ri Young sejak tadi membatin kalimat-kalimat itu. Berusaha menguatkan dirinya sendiri.

Saat Ri Young yakin untuk melihat hasilnya, tangannya langsung bergetar hebat. Sekilas ia melihat ada dua garis yang muncul. Jelas. Kini Ri Young bukan hanya melihat sekilas, tetapi benar-benar menatap dengan seksama.

“ Dua…” tubuh Ri Young mendadak lemas.

Sungguh ia berharap jika garis yang muncul hanya satu.

Seperti kemarin, ingatan masa lalunya kembali bergulir dipikirannya.

 

Flashback

Ri Young merasakan seseorang mencium tengkuknya dengan lembut, awalnya. Hanya di awal. Beberapa detik kemudian, ia merasakan sepasang tangan melingkar di pinggangnya. Memeluk pinggangnya posesif sambil terus mencium tengkuk Ri Young semakin dalam.

Ciuman itu berpindah ke bibir saat Ri Young mencoba berbalik untuk berhadapan dan menatap kearah pria tadi. Namun, ciuman itu tak berlangsung lama karena Ri Young segera mendorong dada pria yang telah menguasai tubuhnya.

“ Oppa, aku masih memasak. Jangan menggangguku. Kita bisa melakukannya nanti.”

Pria tadi menggelengkan kepalanya.

“ Tidak. Aku tidak bisa. Aku menginginkanmu sekarang, sayang.” Balas pria itu berbisik disamping telinga kanan Ri Young.

Tangan pria tadi yang awalnya memeluk tubuh Ri Young, kini sudah beralih mematikan kompor yang menyala.

“ Tidak ada alasan lagi, bukan?” pria itu berbicara dengan suara yang terdengar serak.

“ Oppa…”

“ Oh.. ayolah sayang. Kau tak merasakan bagaimana aku sangat tersiksa?”

Ri Young akhirnya menghela nafas panjang dan menatap pasrah kearah pria yang tengah berusaha setengah mati membujuknya.

“ Lakukan sesukamu, oppa.” Pria itu kemudian melebarkan senyumnya.

Mereka kembali berciuman. Bedanya, sekarang ciuman mereka lebih dalam dan terasa begitu intim. Tangan pria tadi juga tak dapat diam. Awalnya memang hanya bertengger di pinggang ramping Ri Young. Namun, tangan itu merambat naik. Membelai perut datar Ri Young dan terus naik sampai di sepasang benda berisi milik Ri Young. Perlahan pria itu mulai menggerakkan tangannya untuk meremas dada Ri Young dengan lembut.

Ri Young sempat menghentikan ciuman mereka dan sang pria harus rela melepas pagutan bibir mereka. Kekasih Ri Young itu mencoba untuk menautkan kembali bibir mereka, tetapi Ri Young menolak dengan halus. Ia menoleh kearah lain dan akhirnya hanya pipinya yang terkena bibir sang kekasih.

“ Bisakah kita memperhatikan tempat, oppa?” bisik Ri Young yang kini suaranya juga terdengar serak.

Pipi gadis ini memerah dan ia perlahan meraih tangan kekasihnya yang masih bertengger di dadanya.

Pria itu hanya membalas pertanyaan Ri Young dengan senyum. Matanya nampak berkabut dan nafasnya terdengar tak stabil. Sebelum menjawab pertanyaan Ri Young, pria itu menempelkan keningnya dengan kening Ri Young.

“ Aku bisa dimana saja, asal denganmu. Tidak perlu tempat lain.” Ri Young tersipu mendengar itu semua.

Mereka kemudian melanjutkan acara yang tertunda.

Pria bertubuh tegap itu langsung meraih tengkuk Ri Young dan menggapai bibir gadis berambut panjang ini. Lembut di awal, tetapi seiring bergulirnya waktu, mereka semakin memperdalam ciuman. Sesekali mereka melepas pagutan mesra ini, tapi itu tak berlangsung lama. Satu hal yang Ri Young sukai, ia sangat suka terpaan dari helaan nafas sang kekasih setelah mereka melepaskan tautan bibir mereka.

Tanpa Ri Young sadari, tubuhnya sudah telentang di atas ranjang dan kekasihnya itu sudah berada diatasnya. Menatapnya intens sambil membelai pipinya. Melihat bahkan memperhatikan wajah kekasinya dari jarak yang sangat dekat ini, membuat Ri Young tersenyum tipis. Senyum bahagia? Tidak. Tulus? Tidak juga. Sebenarnya Ri Young sudah memberikan tanda-tanda kesedihan dan kegelisahan dari tatapannya sekarang ini, tetapi mungkin kekasihnya itu terlalu larut dengan nafsunya.

“ Oppa… Kyuhyun oppa…”bisik Ri Young pelan. Sebenarnya, mata Ri Young sudah berkaca-kaca. ‘Jangan menangis Man Ri Young.’ batin Ri Young dalam hatinya.

“ Iya, sayang.” Pria yang Ri Young panggil Kyuhyun oppa ini, terlihat semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Ri Young. “ Aku sangat menyukai caramu memanggilku seperti ini. Rasanya, ini seperti obat penenang.”Setelah mengucapkan itu, Kyuhyun mengecup bibir Ri Young lembut. Sangat lembut.

Kelembutan itu yang membuat Ri Young tak mampu lagi menahan laju air matanya. Menyadari itu, Kyuhyun segera menghapus lelehan air mata sang kekasih. Mengecup mata Ri Young secara bergantian.

“ Ada apa? Katakan.” Kyuhyun mulai panik.

Ri Young hanya menggelengkan kepalanya. “ Hanya merindukanmu. Dua minggu kita tidak bertemu. Apa oppa tidak merindukanku?” sungguh gadis pembohong. Ri Young masih sempat tersenyum disela tangisnya. Bodohnya, Kyuhyun percaya saja dengan ucapan gadis yang kini berada dibawahnya ini.

“ Lalu? Apa yang akan kau lakukan jika kau sangat merindukan kekasihmu yang sangat tampan ini?”

Ri Young tersenyum sambil menyeka sisa air matanya.

“ Tentu saja mengikuti permintaan raja setan ini. Bercinta?” Kyuhyun tersenyum miring. “ Aku benar bukan?”

“ Jangan menunjukkan ekspresi seperti itu. Di mataku, kau terlihat tengah menggodaku.” Ri Young mendengus. “ Mau memimpin permainan?”

Mendengar itu semua, Ri Young segera mendorong dada Kyuhyun.

“ Jangan mengharapkan hal yang tidak mungkin! Segera selesaikan atau tidak sama sekali!” penolakan sekaligus ancaman Ri Young, mampu membuat Kyuhyun bergegas. Bergegas untuk menjamahnya.

Kini mereka nampak seperti pasangan yang memang sangat romantis. Melakukan sentuhan satu sama lain dan ditambah dengan tatapan cinta. Melupakan ‘sedikit’ konflik diantara mereka. Sungguh, kegiatan seperti yang mereka lakukan sekarang benar-benar membuat mereka terbuai.

“ Eummhh…” Ri Young mendesah saat ciuman Kyuhyun turun ke belahan payudaranya.

Tangan Kyuhyun juga sudah menjelajahi tubuh Ri Young, melepaskan tiap helai kain yang menutupi tubuh ramping kekasinya. Membuat Ri Young semakin mendesah.

“ Eoh.. o.. oppa…” Ri Young terlihat semakin kelabakan saat tangan Kyuhyun membelai pahanya dan mulai naik mendekati bagian paling sensitifnya. Saat tangannya sampai ke tempat tujuan, Kyuhyun membelai dan menjamah bagian itu semakin intens.

“ Ahhhh….” lenguhan Ri Young itu membuat Kyuhyun tersenyum cerah.

Disela tatapan matanya yang semakin berkabut, Kyuhyun segera menjauhkan tangannya bahkan tubuhnya dari tubuh Ri Young. Bangkit dari ranjang kemudian melepas semua pakaian yang sudah setengah basah karena keringat yang membanjiri tubuhnya.

“ Bisa kita memulainya sekarang?” bisik Kyuhyun yang sudah kembali berada di ‘atas’ tubuh Ri Young.

Ri Young kembali tersenyum tipis dan mengangguk. Perlahan Ri Young merasakan benda keras mencoba memasuki tubuh ter-sensitifnya. Kyuhyun memasukkannya dengan perlahan dan tak ada unsur terburu. ‘Kita sudah sering melakukannya dan kau selalu memperlakukan aku dengan halus. Terima kasih Cho Kyuhyun, terima kasih untuk penghargaanmu ini pada wanita seburuk diriku.’

“ Eummhhh…” Ri Young dan Kyuhyun melenguh bersamaan saat pusat tubuh mereka menyatu.

Tidak. Kyuhyun tidak langsung menggerakkan pinggulnya. Dia diam beberapa saat sambil menatap Ri Young tepat disepasang mata lebar wanitanya itu.

“ Kau semakin membuatku terpikat. Saranghae Ri Young-ah. Youngie…” setelah mengucapkan kalimat itu, Kyuhyun langsung menggerakkan tubuhnya. Perlahan kemudian semakin cepat seiring bergulirnya waktu.

“ Ohhh… oppa… Kyu..hyun.. ah…” Ri Young hanya mampu mendesah sembari berbicara tidak jelas.

Tangan Ri Young tak dapat tinggal diam. Mencengkram lengan Kyuhyun saat Kyuhyun kelewat cepat menghujamnya, kemudian berpindah untuk menekan tengkuk Kyuhyun saat pria itu menciumnya, atau tangannya berpindah ke rambut Kyuhyun. Mengacak-acak tatanan rambut kekasihnya hingga berantakan dan hal itu membuat Ri Young berangan-angan lebih jauh.

“ Oppa… ouuhhh…” Ri Young semakin kelimpungan saat ia merasakan kembali kedutan dibagian kewanitaannya untuk yang kesekian kali setelah mereka memulai sesi bercinta ini.

“ Eumm… Youngie.. ohhh…” Kyuhyun semakin mempercepat gerakannya saat ia akhirnya merasakan kedutan dibagian tubuhnya yang semakin terasa memenuhi bagian dalam kewanitaan kekasihnya.

“ Ahhhh…”setelah hujaman keras yang Kyuhyun lesakkan, secara bersamaan Ri Young dan Kyuhyun melenguh panjang. Mata mereka sama-sama terpejam erat dan kenikmatan mulai menghampiri mereka seiring cairan Kyuhyun yang membanjiri rahim Ri Young.

Falshback end

 

 

Ri Young menggelengkan kepalanya.

“ Bodoh! Man Ri Young, kau bodoh! Itu masa suburmu, tapi kau….” Air mata Ri Young semakin deras.

Ri Young kini terisak. Benar-benar terdengar memilukan.

Sesekali Ri Young membelai perutnya yang ternyata memang lebih buncit dari beberapa waktu lalu. “ Tapi ini baru satu bulan lebih, kenapa sudah terlihat berisi?” gumam Ri Young saat menyadari sesuatu.

“ Tidak. Aku yakin melakukannya dengan Kyuhyun oppa hanya sekali setelah periode bulananku sebelum sebulan kemarin. Seharusnya usianya 6 minggu, tapi kenapa sudah sangat jelas?” Ri Young panik sendiri.

Ri Young merasa ada yang salah dengan ini.

 

Hyuk Jae dan Donghae kembali dari proyek. Mereka memutuskan untuk pulang karena merasa khawatir dengan Ri Young. Saat mereka memijakkan kaki di dalam rumah, Donghae berkali-kali memanggil nama Ri Young dan tetap tak mendapat jawaban.

Hyuk Jae yang sebenarnya merasa sangat khawatir, langsung membuka pintu kamar Ri Young dan masuk ke kamar itu. Berbeda dengan Hyuk Jae, Donghae tak masuk ke kamar Ri Young. Ia kini malah berjalan menuju halaman depan rumah karena mendengar sebuah mobil berhenti di halaman rumah.

 

“ Ri Young…” Hyuk Jae terkejut saat pertama kali menemukan Ri Young terduduk di lantai kamar mandi dengan kondisi yang tak bisa dikatakan baik.

Pandangan Hyuk Jae menangkap benda kecil yang Ri Young pegang dan hampir saja Ri Young sembunyikan. Hyuk Jae dengan segera merampas benda kecil itu dan memperhatikan dengan teliti. Setelah paham, ia langsung menatap kearah Ri Young.

“ Kau… kau benar-benar hamil?” bukannya menjawab, Ri Young malah semakin menangis tersedu. “ Siapa yang melakukannya? Apa itu Donghae?” tak ada jawaban dari Ri Young. Hal itu membuat Hyuk Jae yakin jika Donghae pelakunya, karena selama di pulau Nami, hanya dia dan Donghae yang berada dekat dengan Ri Young.

Hyuk Jae beranjak, tetapi Ri Young segera menahannya. Kepala gadis itu menggeleng.

“ Bukan Lee Donghae. Bukan.” Jawab Ri Young lemah.

“ Lalu siapa?”

“ Ada apa ini?” tiba-tiba ada suara lain yang menghentikan pembicaraan Ri Young dan Hyuk Jae.

Suara itu berasal dari seorang pria paruh baya yang masih terlihat sangat bugar. Pria itu berjalan mendekati pintu kamar mandi. Di belakang pria paruh baya itu juga ada seorang wanita yang kemungkinan besar istri dari pria paruh baya tadi. Dan terakhir adalah Lee Donghae.

“ Jadi benar?” Hyuk Jae menatap pria itu bingung.

“ Maksud appa?”

Hyuk Jae tak menyadari arah pandang pria yang ternyata adalah ayahnya.

“ Kau sudah menghamili gadis ini?” ucapan ayah Hyuk Jae itu mengejutkan Ri Young serta Hyuk Jae.

Tes kehamilan yang ada di tangan Hyuk Jae segera diambil oleh ayah Hyuk Jae.

Yeobo, ini benar alat tes kehamilan dan menandakan positif bukan?”ayah Hyuk Jae berjalan mendekati istrinya.

Ibu Hyuk Jae menatap hasil tes kehamilan itu, kemudian mengangguk yakin.

“ Ini salah paham.” Hyuk Jae berusaha menjelaskan semuanya, tetapi sang ibu langsung menerobos masuk ke kamar mandi.

Ibu Hyuk Jae langsung meraih tubuh Ri Young dan membimbing Ri Young menuju ranjang yang ada di kamar itu. Semuanya diam. Hyuk Jae juga menunda penjelasannya saat melihat sorot kasih sayang yang terpancar dari ibunya.

Appa, Donghae, lebih baik kalian keluar.” Ucap ibu Hyuk Jae sambil mengusap tangan Ri Young.

Donghae mengajak ayah Hyuk Jae keluar dan langsung diberi anggukan oleh ayah Hyuk Jae.

Di dalam kamar, tersisa Ri Young, Hyuk Jae dan ibu dari Hyuk Jae. Tiba-tiba atmosphere terasa berubah. Ri Young tak berani lagi mengangkat kepalanya. Ibu Hyuk Jae menatap Ri Young kasihan dan Hyuk Jae hanya menatap ibunya dan Ri Young dalam diam.

“ Kira-kira berapa minggu?” pertanyaan itu terlontar dengan nada yang terdengar lembut.

Hyuk Jae sudah yakin jika ibunya akan memperlakukan Ri Young dengan baik, tetapi ia tidak tahu harus melakukan apa setelah ini. Ia kini juga fokus menatap Ri Young. Menunggu wanita itu menjawab pertanyaan ibunya.

“ Mungkin, 6 minggu.” Jawab Ri Young lemah.

Hyuk Jae dan ibunya benar-benar terkejut. Berarti saat dia sampai di pulau ini, dia sedang hamil 2 minggu? Batin Hyuk Jae setelah menghitung.

Tangan ibu Hyuk Jae perlahan membelai perut Ri Young. “ Ini tak terlihat seperti 6 minggu. Mungkin lebih. Kapan kalian mulai menjalin hubungan?” Ri Young akhirnya mengangkat kepalanya. Hyuk Jae semakin menatap tajam kearah ibunya.

“ Maaf, tapi kami…”

“ Oh, baiklah. Kapan kalian mulai kenal?”

“ 5 bulan sebelum proyek ini dimulai.” Jawab Hyuk Jae.

Ri Young menatap Hyuk Jae seolah mengatakan ‘kenapa kau menjawabnya? Ini akan menjadi masalah!’ namun Hyuk Jae tak memperhatikan hal itu. Ibu Hyuk Jae menganggukkan kepalanya.

“ Lebih baik sekarang kita ke dokter, periksa kondisi janin dan ibunya.” Ucapan ibu Hyuk Jae itu benar-benar membuat Ri Young terenyuh. Ia merasa belum pernah mendapatkan perlakuan selembut ini sebelumnya.

Ibu Hyuk Jae juga membantu Ri Young untuk beranjak dan memapah Ri Young saat berjalan. Kenapa aku mendapatkan perhatian ini dari orang lain, oppa? Ah.. aku lupa, ini kesalahanku. Air mata Ri Young kembali menggenang.

“ Jangan menangis. Tidak apa-apa.” Bisik ibu Hyuk Jae mencoba menenangkan.

Hyuk Jae berjalan di belakang mereka dalam diam. Ayah Hyuk Jae dan Donghae sudah beranjak dan mengikuti kode yang ibu Hyuk Jae berikan.

Saat mereka sudah sampai halaman depan, ibu Hyuk Jae membukakan pintu untuk Ri Young.

“ Terima kasih.” Ucap Ri Young.

“ Kau harus menjaganya, jangan sia-siakan dia. Jangan sampai menyesal lagi.” Bisik nyonya Lee pada putranya.

Mendengar itu, Hyuk Jae seketika mematung. Ada ekspresi terluka yang terpancar dari mata dan wajahnya. Ia lalu buru-buru masuk ke dalam mobil dan berada dikursi depan, samping supir. Tuan Lee serta Donghae menggunakan mobil yang berbeda.

“ Aku tidak menyangka jika anak itu akan menutupi ini semua. Dia benar-benar!” gerutu tuan Lee saat mobil yang ia tumpangi dengan Donghae sebagai supirnya tengah melaju mengikuti mobil hitam yang berisi pasangan Hyuk Jae-Ri Young, serta nyonya Lee dan supirnya.

“ Saya lebih tidak menyangka lagi, ahjushi. Saya tinggal satu atap dengan mereka dan jarang melihat mereka sangat dekat. Hanya sekali saya memergoki Hyuk Jae masuk ke kamar Ri Young.” lapor Donghae.

“ Benarkah? Pintar sekali anak itu menyembunyikan hubungan mereka. Terima kasih sudah menjaga dan mengawasi anak tengil itu. Terima kasih juga untuk info hari ini. Akhirnya kita bisa menangkap basah mereka.” Donghae tersenyum bangga.

 

Sesampainya di rumah sakit, nyonya Lee dengan telaten merangkul Ri Young. Menjaga wanita itu agar tidak terjatuh saat berjalan. Nyonya Lee terlihat sangat khawatir saat melihat wajah Ri Young semakin pucat dan terlihat seperti kehabisan tenaga.

“ Hyuk, lebih baik kau gendong dia.” Ucap nyonya Lee pada Hyuk jae yang berjalan disampingnya.

Hyuk Jae tanpa banyak bicara, langsung mengangkat tubuh Ri Young dengan hati-hati. “ Percayalah, aku tidak akan menjatuhkanmu.” Ucap Hyuk Jae saat ia merasakan tubuh Ri Young menegang karena panik.

Donghae, tuan Lee sedikit berlari untuk menghampiri ketiga orang yang kini duduk di deretan ruang tunggu di depan ruang praktek dokter ahli kandungan.

Eomma akan mendaftarkan dulu. Boleh, eomma pinjam kartu tanda pengenalmu?” nyonya Lee menatap kearah Ri Young.

Ri Young yang kini tak mampu menegakkan kepalanya, hanya menyender di lengan Hyuk Jae samping menggeleng lemah. Ia tak membawa apapun saat akan kemari. Semuanya terasa cepat dan ia tak memiliki persiapan apapun.

“ Ah baiklah. Siapa namamu?”

“ Man Ri Young.” nyonya Lee membeo. Mencoba mengingat-ingat nama Ri Young agar tak lupa saat nantinya ia mendaftarkan wanita itu.

“ Usia?”

“ 25 tahun.”

“ Berarti jarak usia kalian 5 tahun? Bukankah itu pas?” gumam nyonya Lee dan wanita paruh baya itu tak mampu menutupi senyumnya.

Walaupun ada insiden ini, ia tak merasa malu dengan kelakuan anaknya yang ia pikir sudah menghamilik Ri Young. Nyonya Lee malah merasa sangat bahagia dan semangat untuk menyambut bayi yang masih ada di rahim Ri Young.

Eomma tinggal sebentar.”

Hyuk Jae menatap kepergian ibunya kemudian menghela nafas. Ia melirik kearah tubuh Ri Young yang bersandar padanya dan kepala Ri Young yang menempel di lengan kanannya. Tiba-tiba rasa kasihan menghampirinya.

“ Siapa ayah bayi itu?” gumam Hyuk Jae yang sangat jelas Ri Young dengan.

Kini Hyuk Jae mendengar isakan Ri Young.

Kasihan. Tentu saja Hyuk Jae merasa kasihan. Ri Young bukanlah orang biasa dalam hidupnya. Mampu bertahan bergaul dengan Hyuk Jae selama sebulan itu adalah sebuah perjuangan besar dan Hyuk Jae menyadari itu. Ia bukan orang yang akan baik atau bahkan hanya sekedar beramah-tamah, makanya dia hanya memiliki Donghae sebagai sahabatnya saja. Teman? Sepertinya tidak ada. Ah.. Ri Young, mungkin bisa disebut teman untuk Hyuk Jae.

“ Bisakah kau berhenti menangis? Apa susahnya menyebutkan pria yang telah menghamilimu? Apa kau diperkosa?” Hyuk Jae berbisik agar tak ada orang yang mendengarnya.

Ia menatap sekilas kearah ibunya yang masih antri. Rumah sakit di pinggiran kota benar-benar membuatnya harus ekstra sabar. Banyak sekali pasien yang datang. Disisi ruangan yang lain, Hyuk Jae melihat ayahnya dan Donghae tengah berbicara serius. Apa sebenarnya, kau mata-mata ayahku, Lee Donghae?

Ya! Bisakah kau membantuku mengurangi denyutan di kepalaku?” Hyuk Jae mulai geram.

“ Itu bukan urusanmu. Katakan pada ibumu jika bukan kau yang menghamiliku. Semuanya akan lebih mudah.” Hyuk Jae mampu mendengar jawaban Ri Young dengan baik.

“ Ini bukan hal mudah seperti yang kau katakan. Kau harus menemui ayah dari janin yang kamu kandung. Dia harus bertanggung jawab dan jangan ada pemikiran untuk menggugurkannya.”

Ri Young perlahan mengangkat kepalanya dan menjauhkan tubuhnya dari Hyuk Jae. Ia menatap Hyuk Jae dengan tatapan yang sarat akan rasa sakit.

“ Aku tidak bisa. Aku sudah meninggalkannya. Aku juga tidak ingin menambah dosaku dengan cara menggugurkan benih tak berdosa ini, tenang saja. Cukup pikirkan dirimu sendiri.”

Hyuk Jae menatap iba kearah Ri Young.

“ Tidak peduli meninggalkan atau ditinggalkan, tapi pria itu harus bertanggung jawab! Bagaimana bisa aku memikirkan diriku sendiri? Orang tuaku tak akan mempercayai ucapanku dan mereka kemungkinan juga tak akan mempercayai penjelasanmu nantinya jika janin yang kau kandung bukan anakku.” Ri Young kembali menunduk. Sejujurnya, Ri Young merasa sangat bersalah pada Hyuk Jae. Namun, semua ini tak akan terjadi jika Hyuk Jae tak merebut tes kehamilan tadi.

Hyuk Jae menarik tubuh Ri Young untuk kembali bersandar pada tubuhnya. Ia tak tega melihat wajah pucat pasi Ri Young. Wanita ini nampak seperti mayat hidup. Di sisi lain, Donghae dan tuan Lee mengawasi kedua orang ini yang sudah didakwa sebagai tersangka.

“ Aku akan mengantarmu jika kau mau bertemu dengan pria itu.” Ri Young ingin menjauhkan kepalanya dari sisi tubuh Hyuk Jae, tetapi pria itu menahan tubuh Ri Young.

“ Jangan ikut campur terlalu jauh. Kau tidak seperti Lee Hyuk Jae yang biasanya. Kau seperti paham atau pernah mengalami masalah seperti ini.”

Tubuh Hyuk Jae bereaksi lain. Saat pria itu akan membuka mulutnya, sang ibu sudah duduk disamping Ri Young. Meraih tangan Ri Young dan menunjukkan senyum lembut pada wanita itu. Eomma terlihat sangat ingin menimang cucu. Bagaimana reaksinya jika ia tahu anak yang Ri Young kandung bukan anakku?

“ Ri Young-ah, eum.. bagaimana dengan Youngie? Eomma ingin lebih dekat lagi denganmu.” Ri Young menatap sendu kearah ibu Hyuk Jae.

“ Baiklah, Youngie, jangan banyak pikiran. Cukup pikirkan calon cucu eomma. Jangan dengarkan ucapan Hyuk Jae yang berlidah tajam itu.” nyonya Lee membelai kepala Ri Young dan memindahkan kepala Ri Young agar bersandar padanya.

“ Otak dan hatimu dimana? Apa kau berpikiran untuk lari dari tanggung jawab?” nyonya Lee berbicara kearah Hyuk Jae tanpa suara. Ia yakin Ri Young tak akan tahu karena sekarang wanita itu tengah menunduk.

Cukup lama mereka menunggu. Nyonya Lee sejak tadi berusaha berbicara dengan Ri Young, tapi semua terasa berat karena Ri Young hanya diam dan selalu berbicara dengan sebelumnya berpikir cukup lama.

“ Man Ri Young-ssi.” Ri Young mendongakkan kepalanya saat seorang perawat memanggilnya.

Nyonya Lee membantu Ri Young untuk berdiri.

“ Kau juga ikut!” Hyuk Jae melebarkan matanya.

Hyuk Jae langsung melemparkan pandangan kearah Ri Young, bertanya dengan matanya ‘bolehkah?’. Ri Young kemudian mengedipkan matanya. Akhirnya Hyuk Jae berjalan mengikuti ibunya dan Ri Young.

Di dalam ruangan, Ri Young langsung diperiksa dan dokter kini tengah melakukan USG untuk mengecek kondisi janin yang Ri Young kandung.

Pandangan Ri Young, Hyuk Jae dan nyonya Lee terfokus pada monitor. Tatapan mereka berbedaa-beda. Ri Young berkaca-kaca dan terlihat sangat tidak percaya. Nyonya Lee menatap hasil USG yang nampak di monitor dengan tatapan takjub, berkaca-kaca dan terlihat sangat bahagia. Hyuk Jae? Ekspresinya tak terbaca.

“ Selamat tuan, nyonya. Kalian bisa melihat itu semua bukan? Ada tiga janin disana.”

Nyonya Lee menutup mulutnya tak percaya. Air matanya telah jatuh. Air mata haru. “ Tiga? Kalian benar-benar. Setelah menunggu lama, akhirnya kalian langsung memberikan 3 cucu sekaligus untuk eomma. Kalian pasti sudah bekerja sangat keras.” Nyonya Lee tak mampu menutupi perasaan bahagianya.

Ri Young menatap penuh rasa bersalah kearah nyonya Lee dan beralih ke Hyuk Jae yang terlihat fokus memperhatikan layar monitor. Keluarga Lee, maafkan aku. Kyuhyun oppa, mereka kembar tiga. Bukankah kau sejak dulu ingin memiliki anak kembar? Ini kembar tiga. Tapi, apa kau akan bertemu dengan mereka? Maafkan aku. Air mata Ri Young kembali tumpah.

 

***

 

Tuan dan nyonya Lee terus saja tersenyum bahagia selepas pulang dari rumah sakit. Kehadiran calon bayi di tengah-tengah mereka adalah kunci kebahagiaan mereka. Hal itu menyebabkan nyonya Lee terlalu protektif dengan Ri Young.  Nyonya Lee sejak tadi menjaga Ri Young. Mengambilkan ini itu dan melakukan banyak hal agar Ri Young dapat istirahat.

“ Mulai sekarang, eomma akan tinggal disini. Hyukie, bebaskan Ri Young dari pekerjaannya. Donghae-ya, kau bisa menggantikan tugas Ri Young, bukan?” sejak tadi nyonya Lee berbicara panjang lebar dan mengatur serta menyuruh ini itu.

Hyuk Jae yang bosan hanya mampu diam tak menanggapi ibunya. Donghae merasa takjub dengan pemandangan yang sedang ia perhatikan ini.

“ Ri Young arsitek kami, ahjuma. Tugasnya sudah beres, dia hanya mengecek kondisi bangunan, apakah sesuai dengan yang ia maksud atau tidak. Selain itu, dia hanya mengarahkan pelaksana untuk beberapa poin dalam gambarnya. Jadi, saya bisa menjadi perantara antara dirinya dengan pelaksana di lapangan.” Nyonya Lee mengangguk.

Nyonya Lee kembali menatap kearah Ri Young yang kini sudah terlelap.

“ Kita harus segera melangsungkan pernikahan kalian. Kau sudah memiliki rencana, Lee Hyuk Jae?” tuan Lee yang sejak tadi diam, akhirnya membuka mulut juga.

Sekali membuka mulut, Hyuk Jae bisa nyaris terkena serangan jantung karena ucapan ayahnya itu.

Appa…”

“ Kau ingin mangkir dari tanggung jawabmu?! Baiklah, biar appa saja yang mengatur semuanya!”

Hyuk Jae hanya mengap-mengap saking terkejutnya.

Diam-diam nyonya Lee meraih ponsel Ri Young yang ada di atas nakas, samping tempat tidur Ri Young.

“ Yoboseyo..”

“ Yoboseyo, apakah ini keluarga dari Man Ri Young?” Hyuk Jae menatap kearah ibunya dengan tatapan melebar penuh.

Eomma!” Hyuk Jae berteriak kearah ibunya dan tuan Lee buru-buru memukul kepala Hyuk Jae.

Melihat anaknya kembali diam, nyonya Lee melanjutkan acara telpon itu.

“ Kami dari keluarga Lee Hyuk Jae, kekasih Ri Young. Bisakah anda ke pulau Nami?”

“ Maksud anda?”

“ Sebenarnya kami ingin mengunjungi keluarga Ri Young dengan sikap yang lebih sopan, tetapi karena kondisi tak memungkinkan, kami harap kalian bersedia ke pulau Nami.”

“Tunggu, jelaskan apa maksudnya? Apa Ri Young di pulau Nami?”

Ibu Hyuk Jae bingung dengan respon orang yang tengah berbicara melalui sambungan telepon dengannya.

“ Tentu saja. Apa Ri Young tidak meminta ijin pada anda?”

“ Ya.”

“ Ah begitu rupanya. Anda bisa kirimkan alamat anda pada kami, nanti orang-orang kami yang akan menjemput anda dan keluarga Ri Young yang lain untuk segera ke pulau Nami.”

“ Memangnya ada apa? Apa yang terjadi dengan Ri Young?”

Ibu Hyuk Jae menatap Hyuk Jae dan Ri Young bergantian sebelum menjawab pertanyaan orang yang tengah ia telepon..

“ Sebenarnya, Ri Young dan Hyuk Jae anak kami sudah berhubungan terlalu jauh. Eum.. mereka sudah sering melakukannya dan sekarang Ri Young sedang hamil.”

“Apa? Hamil?”

“ Ya. Kata dokter kira-kira sudah 7 minggu, tapi Ri Young bilang 6 minggu.”

Hyuk Jae membuang nafas panjang. Ia merasa jika kesalahpahaman ini akan sangat sulit untuk diluruskan.

Perlahan Ri Young terbangun. Ia merasa kurang nyaman saat tidur. Dan saat ia membuka matanya, Ri Young melihat ibu Hyuk Jae tengah menggenggam ponsel yang mirip dengan ponselnya. Ri Young kemudian mencari ponselnya yang sangat ia ingat jika tadi ia taruh di atas nakas, tapi tak ada.

Eomma sudah menghubungi keluargamu, sayang.” Mata Ri Young seketika melebar.

Eomma-mu terlihat sangat terkejut, tapi eomma akan menjelaskannya. Tenang saja.”

Ri Young hanya melongo. Gerakan bola matanya terlihat tak stabil, kekiri-kekanan-kekiri dan seterusnya. Ya Tuhan, bagaimana ini? Ri Young tanpa sadar menggigit bibir bawahnya.

 

To Be Continued

 

 

 

 

145 thoughts on “Blue Sky After Cloudy Part 2

  1. Astaga Cho Kyuhyun … Kenapa disini bias gue nyebelin sih??
    Itu si Donghae juga.. Sotoy amat sih oppa…

    Tapi ini cerita bagus kok. Ngeselinnya dapet banget

    Suka

  2. ternyata pacarnya ri young itu kyuhyun?
    wah kasihan hyukjae dituduh
    gila si donghae langsung aja lapor ke orang tuanya hyukjae.. mata -mata sih ya.

    untung ibu hyukjae baik, jadi sedikit lega.

    sepertinya ibu ri young hubungannya tidak terlalu baik dengan ri young

    Suka

  3. ko kesel ya sama ibunya hyuk tll lancang menghubungi ortu riyoung. jdi tambah ruet deh msalah. Dan lagi knp sih pake pisah ama kyuhyun?? salah apa coba si ganteng itu? skrg justru terjebak ama hyukjae kaann.. duhh greget

    Suka

  4. ternyata itu anaknya kyuhyun ya aigoo uri kyuhyunie kok bisa gitu..
    ini sebenarnya kyuhyun yg gak mau tanggung jawab atau gimana ya masih bingung deh..
    sepertinya orang tua hyuk jae menerima kehadiran ri young dengan baik tapi gimana reaksi mereka kalo sampe mereka tau kalau itu bukan anaknya hyuk jae
    lanjut aja deh..

    Suka

  5. Omo ><
    Ri young bener” positif hamil??
    Kyu appa nya baby? Daebakk,, yang hamilin siapa? hyukie di suruh tanggung jawab!!
    Kayak nya eunhyuk punya rahasia di masa lalu yaa?
    dan kenapa ri young ninggalin kyu, dan gak mau kyu tanggung jawab#aneh
    Ri young juga kabur gak bilang”
    Yang sabar ya eunhyuk wkwkwk

    Disukai oleh 1 orang

  6. Aaaa…anaknya siapa?? Hyukjae/kyuhyun?? Bingungg pengen buruan end aja hohooo.. 5bulan sebelum proyek bisa aja bukan anaknya hyuk jae? Dan sekarang mau nikah sama hyuk jae, huaaaa makin gregetan sama ceritanya-_-

    Disukai oleh 1 orang

  7. O owwwwww itu jd anknya kyuhyun. Mslh knpa ri yeong prgi tnpa ngasih tau kyuhyun bkin pnsrn.knpa yhuk sikapnya ada mslh apa d msa lalu??? Msih pensarn bngett,,,
    Si donghae mata” tow.

    Disukai oleh 1 orang

  8. haduh knpa keluarga lee jadi salah paham begini…
    Sbnarnya ada apa dg ri young dan keluarganya.?
    Lalu knpa ri young tdk ingin kyu tau tntng kehamilannya?

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s