Let Me Go Part 2/2 (END)


Author             : cloudkyute

 

Tittle                : Let Me Go 2 of 2

 

Category         : NC17, Yadong, Romance, Sad, Chapter

 

Cast                 :

  • Cho Kyuhyun
  • Kim Hyera

 

Story Begin

 

“Hah.. hah..”

 

Hyera terbangun dari tidurnya dengan napas tak beraturan, rasa sesak di dadanya, dan air mata yang menetes membasahi pipinya. Mimpi itu lagi. Mimpi yang selalu berhasil membangunkannya dalam keadaan kacau dengan peluh yang membasahi dahi. Gadis ini mencoba membuat napasnya kembali teratur, mencoba menghentikan laju air matanya yang semakin deras membasahi pipinya meski itu tak membuahkan hasil, dia juga menepuk-nepuk dadanya berusaha menekan rasa sesak itu, namun hasilnya sia-sia. Satu tangan yang semula menepuk dadanya ia alihkan untuk membekap mulutnya agar tangisannya tetap tak mengeluarkan suara sebanyak apapun air mata yang dia keluarkan.

 

“Bayiku..”

 

Rintih Hyera begitu terbayang mimpi yang selalu datang ke dalam tidurnya yang tak pernah lelap itu. Ya bayi. Tiga tahun ini Hyera sering terbangun dari tidurnya kemudian menangis hebat saat memimpikan bayinya, memimpikan sosok mungil itu menangis mengisi indra pendengarannya, tangan kecilnya bergerak-gerak mencoba menggapainya, kemudian tak berapa lama bayi itu berhenti mengeluarkan tangisannya dan berhenti menggerakan jemarinya, tubuhnya kaku dan dingin, meninggalkan Hyera yang bahkan dalam dunia nyata pun belum sempat menyapanya.

 

Hyera menghapus air matanya, mencoba menarik napasnya lagi berusaha mendapatkan ketenangan. Ini sudah tiga tahun berlalu namun rasa sesaknya masih sama, rasa kehilangannya masih terasa. Ternyata rasanya sesulit ini merelakan bayi yang selama ini ia jaga dalam kandungannya, dan berharap dia lahir untuk menemani kehidupannya. Dia harus merelakan ayah bayinya yang sudah berpaling yang bahkan tidak pernah tahu jika Hyera mengandung, lalu tak lama kemudian dia harus merelakan bayinya yang meninggal saat proses persalinan. Menyesakkan.

 

.

 

Tinggal di negeri orang itu ternyata tak seburuk seperti yang Hyera perkirakan di awal ketika dia baru saja menginjakan kakinya di Jepang. Dia menyusul Go Hyemi sahabat kecilnya yang memang sudah lebih dulu tinggal di negeri sakura itu. Hyemi tentu saja dengan tangan terbuka menerima Hyera yang ingin memulai kehidupannya di Jepang, dan dengan ribuan rayuan seta bujukan, Hyemi berhasil membawa Hyera agar tinggal bersamanya di sebuah apartemen di pusat kota Tokyo.

 

Hyemi ingat saat Hyera menghubunginya pagi-pagi buta, gadis ini berbicara dengan suara yang terdengar seperti habis menangis dan mengadu padanya bahwa dia ingin menjauh dari Seoul, saat itu Hyemi tak banyak bertanya dengan apa yang terjadi pada Hyera, dia hanya menawarkan apartemennya jika Hyera memang butuh tempat untuk pergi dari Seoul. Hyera menolak dan lebih memilih untuk tinggal sementara di penginapan dari pada harus merepotkan sahabatnya jika dia memang akan tinggal di Tokyo, namun tetap pada akhirnya Hyemi bisa membawa Hyera tinggal bersamanya hingga saat ini.

 

Hyera keluar dari kamarnya dengan setelan rapi layaknya pegawai pada umumnya. Saat ini Hyera bekerja di salah satu perusahaan majalah ternama di Jepang, dengan pendapatan yang sangat cukup membiayai kehidupannya di negara asal kartun Doraemon ini.

 

“Pagi ini kau terlihat kacau, apa kau memimpikannya lagi?”

 

Tanya Hyemi begitu Hyera duduk di hadapannya untuk memulai sarapan mereka pagi hari ini.

 

Hyera hanya tersenyum miris menjawab pertanyaan Hyemi, bukan hal baru bagi Hyemi melihat Hyera di pagi hari dengan mata sembab dan wajah terlihat tidak segar. Hyemi adalah orang yang sangat mengetahui bagaimana kondisi Hyera saat bayi yang coba di lahirkannya di nyatakan meninggal dunia. Hyera tertekan dan sempat menjadi wanita pemurung karena terlalu memikirkan bayinya. Hyera akan menangis begitu matanya melihat barang-barang serta perlengkapan bayi yang sudah di persiapkannya jauh-jauh hari untuk menyambut buah hatinya. Hyemi sendiri tidak yakin apa dia akan baik-baik saja jika hal yang di alami Hyera terjadi padanya. Memiliki kekasih yang sangat kau cintai dan sudah bertahun-tahun bersamamu, namun ternyata dia malah menikah dengan wanita lain, lalu dengan relanya menjalin hubungan dengan pria yang saat itu sudah mempunyai istri, kemudian kau memutuskan pergi dari hidupnya di saat kau sendiri tahu bahwa ada makhluk hidup lain di dalam perutmu, dengan susah payah kau menjaganya hingga hari ia akan terlahir kedunia, namun kenyataannya bayi itu lebih memilih meninggalkanmu dengan berjuta rasa kehilangan yang kau rasakan.

 

Hyera mulai menyuapkan roti isi selai cokelat itu ke dalam mulutnya dan mengunyahnya perlahan-lahan. Aktivitasnya terhenti begitu bunyi ponsel mengintrupsinya, nama kakaknya lah yang terpampang di layar smartphonenya itu.

 

“Yeobseyo Oppa”

 

“Yeobseyo Hye. Bagaimana kabarmu saat ini?”

 

Tanya suara di sebrang sana yang berstatus sebagai kakaknya itu.

 

“Aku baik-baik saja, Oppa sendiri bagaimana?”

 

“Oppa baik, hanya saja Appa ada di rumah sakit sekarang”

 

“Apa? Di rumah sakit? Apa yang terjadi?”

 

Hyera tidak bisa menyembunyikan kepanikannya begitu mendengar Ayahnya yang dia kunjungi satu tahun yang lalu berada di rumah sakit.

 

“Tadi malam Appa mengalami serangan jantung, maaf baru memberitahumu”

 

“Lalu bagaimana kondisi Appa sekarang? Aku akan mengusahakan pulang hari ini setelah mendapatkan izin dari perusahaan.”

 

“Sekarang kondisinya lumayan membaik. Eoh, pulang lah dulu Appa dan Eomma juga sepertinya sangat merindukanmu.”

 

“Emm.. arraseo Oppa”

 

Hyera mematikan panggilan masuk dari kakaknya kemudian segera bergegas menuju perusahaannya. Mungkin meminta cuti jadi pilihan yang tepat saat ini.

 

.

 

Ponsel Kyuhyun terus saja mengeluarkan suara nyaringnya. Id caller Ji Hee yang muncul di layar smartphone nya itu, meskipun enggan akhirnya Kyuhyun pun mengangkat panggilan masuk itu.

 

“Wae Ji Hee-ya?”

 

“Yeobseyo Oppa. Maaf mengganggumu, aku ingin memberitahu jika sekarang aku sudah membawa Ha Won ke rumah sakit, dan dokter mengatakan jika anak kita terkena typus.”

 

“Typus? Tolong jaga dia dulu ne, aku akan ke sana begitu rapat dengan Appa selesai.”

 

“Emm.. arraseo.”

 

Kyuhyun mematikan sambungan teleponnya dengan Ji Hee ibu dari putrinya yang saat ini berusia tiga tahun bernama Cho Ha Won. Meskipun hubungannya dengan Ji Hee tak seperti dulu, namun dia tetap menjaga hubungan baik dengannya demi tumbuh kembang putri semata wayangnya ini.

 

Rumah tangga Kyuhyun dan Ji Hee berakhir saat Ha Won baru saja berusia satu tahun. Ji Hee maupun Kyuhyun menyerah dengan hubungan mereka, rasanya sulit menjalankan rumah tangga dengan Kyuhyun yang masih saja sering memikirkan Hyera yang tidak di ketahui keberadaannya. Ji Hee akhirnya melepaskan Kyuhyun meskipun itu sulit, wanita ini menerima gugatan cerai yang di layangkan Kyuhyun. Sebenarnya Kyuhyun berniat mengakhiri rumah tangga mereka sebulan setelah Hyera pergi, namun Ji Hee meminta Kyuhyun menundanya hingga janin yang saat itu di kandungnya lahir.

 

Ternyata kepergian Hyera tidak memberikan dampak yang baik bagi kebahagian Kyuhyun, hidup pria itu malah semakin kacau dan hancur. Bukannya bahagia bersama istrinya dia malah semakin menjadi memikirkan Hyera, bayangan kekasihnya itu tak bisa terhapus dari memorinya. Bayangan malam dimana dia membuat Hyera menangis hebat karena dia tak sengaja menyebutkan nama Ji Hee, bayangan dimana Hyera berkata ingin pergi dari hidup Kyuhyun selalu mampu membuat dadanya terasa sesak.

 

Kenapa dia bisa melakukan hal yang membuat wanitanya itu pergi meninggalkannya? Mengingkari janjinya yang berkata hanya akan menyerahkan hati dan dirinya untuk Hyera, namun ternyata dia malah membagi dirinya juga hatinya untuk istrinya. Sungguh dia menyesali apa yang telah dia lakukan pada Ji Hee. Sampai akhir pernikahannya dengan Ji Hee, dia hanya menyentuh wanita itu satu kali, bayangan Hyera selalu memenuhi kepalanya saat istrinya itu hendak menyentuhnya lebih jauh.

 

Pagi itu Kyuhyun terbangun dari tidurnya dengan selimut yang masih menyelimuti tubuhnya. Dia melihat sekelilingnya dan mulai bangun dari posisi berbaringnya di atas sofa. Matanya tak melihat keberadaan Hyera di tempat tidur, pria ini tetap mencoba tenang dengan perlahan dia mulai melangkahkan kakinya ke setiap sudut apartemen untuk menemukan Hyera, namun ternyata usahanya itu sia-sia, ia tak menemukan Hyera dimana pun, hingga akhirnya dia kembali ke dalam kamar dimana biasanya dia menghabiskan malamnya dengan kekasihnya itu, mengecek lemari dan tak menemukan barang yang Hyera punya disana.

 

Kyuhyun mulai panik, apa Hyera benar-benar melaksanakan ucapannya untuk meninggalkannya? Perkiraan Kyuhyun di perkuat saat matanya tak menemukan keberadaan koper Hyera. Kyuhyun dengan cepat menggapai ponselnya mencoba menghubungi Hyera, namun panggilannya hanya di jawab oleh layanan pesan suara. Kyuhyun dengan asal mengambil pakaian dari dalam lemari, menggapai kunci mobilnya kemudian keluar dari apartemennya berniat mencari Hyera.

 

Kyuhyun mendatangi setiap tempat yang mungkin akan Hyera kunjungi, di mulai dari rumah orang tua Hyera, kakak Hyera, hingga sahabat-sahabat Hyera, namun Kyuhyun tak kunjung menemukannya. Kemana gadisnya itu pergi?

 

Saat merasakan kelelahan, Kyuhyun akhirnya memutuskan untuk kembali ke apartemen, dia sama sekali tak ada niatan untuk kembali ke rumahnya dimana ada Ji Hee disana. Hatinya tiba-tiba tak merasakan apapun, dia seolah tak mempedulikan lagi apa yang akan terjadi dengan keadaan sekitarnya. Kyuhyun tak lagi peduli dengan rengekan Ji Hee yang memintanya untuk pulang, menemani istrinya yang saat itu sedang mengandung anaknya. Kyuhyun selalu merasakan sesak saat menyadari bahwa dia akan menjadi seorang ayah namun bukan Hyera yang menjadi ibu dari anaknya.

 

Sungguh saat itu hingga sekarang yang Kyuhyun paling inginkan adalah bertemu dengan Hyera, meminta wanita itu memaafkannya, dan menahan orang yang di cintainya itu agar tetap berada di sampingnya. Dia tidak pernah ragu dengan perasaannya, dia masih sangat mencintai Hyera, dia membutuhkan wanita itu untuk menjadi arah hidupnya, menjadi tempatnya berbagi dan kembali, dia amat merindukan Hyera, merindukan wanitanya.

 

.

 

Menjelang sore Hyera sudah menginjakkan kakinya di tanah kelahirnya, dia langsung membawa langkahnya menuju rumah sakit dimana ayahnya di rawat. Selama tinggal di Jepang, Hyera hanya baru satu kali mengunjungi keluarganya yaitu satu tahun yang lalu, dia melakukan ini karena bermaksud meminimalisirkan kesempatan untuk bertemu dengan Kyuhyun, dia benar-benar ingin pergi dari pria itu. Selama di Jepang dia selalu menolak mengetahui informasi tentang Kyuhyun, dia mencoba menutup mata dan telinganya jika itu berhubungan dengan Kyuhyun.

 

“Appa, bagaimana keadaanmu saat ini? Apa yang sedang appa rasakan?”

 

Tanya Hyera begitu duduk di kursi di samping ranjang tempat ayahnya berbaring.

 

“Appa sudah jauh lebih baik. Apa Appa harus masuk rumah sakit dulu untuk membuatmu pulang ke Korea?”

 

Ucap Tuan Kim di sertai nada menyindir dalam kata-katanya.

 

“Mian Appa, pekerjaanku disana benar-benar tak bisa di tinggalkan”

 

“Apa pekerjaanmu sepenting itu? Sudahlah tinggal lagi saja di Korea, Appa tak ingin berjauhan dengan putri Appa”

 

Hyera hanya membalas permintaan Tuan Kim dengan senyum pahitnya. Tentu saja Hyera juga lebih memilih tinggal di Korea dari pada di Jepang yang membuatnya harus rela berjauhan dari keluarganya. Lagi pula bukan hanya Korea yang mempunyai kenangan buruk untuknya, Jepang pun begitu, putranya yang meninggal saat proses persalinan pun merupakan hal buruk yang terjadi padanya, jadi Apa bedanya Jepang dan Korea? Ah.. jelas ada satu hal yang beda, Kyuhyun masih tinggal di Korea.

 

Nyonya Kim masuk ke dalam ruang perawatan suaminya mengintrupsi obrolan ayah dan anak itu. Nyonya Kim menyerahkan bungkusan berisi makanan kearah Hyera yang di terima putrinya dengan senang hati.

 

Hyera melangkahkan kakinya keluar dari ruang perawatan, berniat mencari tempat yang nyaman untuk menyantap makanannya. Hyera memilih duduk di tempat yang tersedia di taman yang tidak jauh dari ruang perawatan ayahnya.

 

Hyera menyantap makanannya dalam diam, hingga dia merasakan tepukan lembut di bahunya.

 

“Hyera-ssi”

 

Hyera mengarahkan pandangannya pada sumber suara yang membuat matanya seketika membulat melihat seseorang yang tidak ingin dia lihat.

 

“Eoh Ji Hee-ssi”

 

Tanpa di persilahkan Ji Hee duduk di samping Hyera dengan pandangan seolah tak percaya dengan apa yang di lihatnya. Hyera menyimpan makanannya begitu Ji Hee duduk di sampingnya.

 

“Kau benar-benar Hyera-ssi. Kau ada di Korea?”

 

“Emm ya, aku sedang di Korea”

 

“Kau tidak tinggal di Korea?”

 

Hyera hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Ji Hee, wanita yang mampu membuat hatinya kembali merasa sesak, teringat dengan statusnya yang menjadi istri Kyuhyun.

 

“Lalu kau tinggal dimana? Selama ini Kyuhyun selalu mencarimu”

 

“Dia mencariku? Untuk apa?”

 

“Tentu saja untuk menemukanmu dan membawamu kembali ke sisinya”

 

Hyera mulai merasa tidak nyaman dengan perkataan Ji Hee, kenapa wanita ini dengan ringan berkata seperti itu? Hey.. yang sedang dia bicarakan itu suaminya bukan?

 

“Lalu setelah aku kembali ke sisinya kau akan meminta aku menjauh lagi darinya? Seperti ini rasanya lebih baik. Bisakah kita tidak membicarakan Kyuhyun? Aku datang ke Korea bukan untuk ini”

 

“Ah.. iya mianhe jika perkataanku membuatmu tidak nyaman”

 

Ucap Ji Hee dengan menunjukan wajah menyesalnya, dia ingin membicarakan Kyuhyun lebih jauh, memberitahu wanita ini jika dia dan Kyuhyun sudah mengakhiri rumah tangga mereka, namun sepertinya itu bukan kapasitasnya.

 

“Lalu apa yang sedang kau lakukan disini?”

 

Ji Hee kembali bertanya, sungguh dia ingin mengetahui keadaan gadis yang di cintai mantan suaminya ini.

 

“Melihat keadaan Appa ku yang di rawat di rumah sakit ini”

 

Jawab Hyera yang jujur saja ingin segera pergi dari hadapan Ji Hee. Dan sepertinya harapan Hyera terwujud, tepat setelah Ji Hee menganggukan kepalanya, ponsel wanita ini berdering kemudian pamit meninggalkan Hyera.

 

Hyera menarik napasnya lega begitu Ji Hee berlalu dari hadapannya, kenapa bisa dia bertemu dengan wanita itu? Bukan tidak mungkin jika Kyuhyun juga ada di tempat yang sama dengan Ji Hee.

 

.

 

Ji Hee segera melangkahkan kakinya untuk kembali ke ruang perawatan anaknya setelah menerima panggilan dari Kyuhyun, pria ini meminta Ji Hee untuk segera kembali karena putri mereka terus saja menanyakan keberadaan Ji Hee.

 

“Eomma”

 

Panggil Ha Won begitu melihat Ji Hee memasuki ruang perawatannya, bocah berusia tiga tahun ini langsung merengek begitu terbangun dari tidurnya dan hanya mendapati Kyuhyun di ruang rawatnya. Ji Hee tersenyum ke arah Ha Won dan duduk di pinggiran tempat tidur putrinya sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Kyuhyun.

 

“Kau sudah bertemu dengan Hyera?” Melihat Kyuhyun yang terlihat bingung, Ji Hee pun melanjutkan perkataannya. “Aku baru saja bertemu dan mengobrol dengannya, dia sedang berada di rumah sakit ini.”

 

“Hah? Jinjja? Kau tidak sedang membohongiku kan? Dimana dia sekarang?”

 

“Aku bertemu dengannya di taman rumah sakit, dia sedang menjenguk Appanya”

 

Begitu mendengar jawaban Ji Hee, Kyuhyun langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruang perawatan putrinya, hatinya merasakan berbagai macam emosi begitu mendengar penuturan Ji Hee. Hyera ada di Korea? Berada di tempat yang sama dengannya? Apa yang harus dia lakukan jika benar dirinya bisa melihat Hyera lagi? Melihat wanita yang amat di cintainya.

 

Kyuhyun membawa kakinya menuju ruang perawatan Tuan Kim, mengikuti petunjuk dari wanita yang dia temui di pusat informasi rumah sakit.

 

Mungkin ini yang di sebut sebagai kebetulan, Hyera keluar dari ruang perawatan Appanya saat Kyuhyun tinggal beberapa langkah lagi sampai di depan ruangan itu, Hyera menundukan kepalanya hingga tak sadar jika Kyuhyun berjalan kearahnya, mata pria itu tak berhenti menatap Hyera, memenuhi pandangannya dengan wanita yang sudah hampir empat tahun selalu dia cari keberadaannya, Hyera menghentikan langkahnya saat seseorang berhenti tepat di depannya, wanita ini mengangkat kepalanya, seketika itu juga dia bisa melihat pria yang selalu ia hindari beberapa tahun ini, pria yang selalu coba ia lupakan namun tak pernah membuahkan hasil, dia Cho Kyuhyun.

 

Kyuhyun menatap lekat wajah Hyera begitu wanita ini mengangkat kepalanya, rasa rindunya semakin membuncah saat matanya kembali melihat Hyera, jantungnya berdebar tak beraturan dan hatinya seolah di penuhi bunga sangking bahagianya. Ke dua orang ini terlibat kontak mata dalam jangka waktu yang cukup lama, hingga akhirnya Hyera memutuskan kontak mata mereka lebih dulu.

 

“Kyuhyun-ssi”

 

Rasanya aneh memanggil Kyuhyun dengan panggilan seformal itu, tapi sepertinya itu lebih baik dari pada harus menyapanya dengan panggilan Oppa. Hyera mencoba mengatur napasnya saat matanya kembali menatap mata Kyuhyun, jika dia tidak tahu malu, mungkin sekarang dia sudah memeluk pria di hadapannya ini dan berkata bahwa dia sangat merindukannya. Namun akal sehat Hyera masih mendominasi, mana mungkin dia memeluk suami orang di tempat umum seperti ini, lagi pula alasannya datang ke Seoul sama sekali bukan karena Kyuhyun, tidak ada dalam pemikirannya bisa kembali bertemu dengan Kyuhyun seperti sekarang.

 

“Hye-ya”

 

Ucap Kyuhyun dengan nada suara pelan, matanya tak juga berhenti menatap Hyera, hingga akhirnya pria ini tak sanggup menahan diri dan membawa Hyera ke dalam pelukannya.

 

Hyera hanya diam menanggapi pelukan Kyuhyun, antara ingin membalas pelukannya atau mendorong tubuh pria ini agar menjauh dari tubuhnya. Kyuhyun tanpa keraguan malah semakin mengeratkan pelukannya, tak peduli sedang berada dimana dia sekarang, tak peduli Hyera ingin membalas pelukannya atau tidak, dia hanya ingin meresapi kehadiran Hyera, meluapkan sedikit rasa rindunya untuk wanita dalam pelukannya ini.

 

“Bogoshipo Hye”

 

Na do bogoshipo Oppa. Jerit Hyera dalam hatinya. Dengan perlahan Hyera mulai menggerakan kedua tangannya, melingkarkannya di pinggang Kyuhyun dan mulai membuat posisinya senyaman mungkin berada dalam pelukan pria yang amat dia rindukan ini. Lupakan jika saat ini Kyuhyun masih berstatus suami wanita lain, lupakan jika mungkin saat ini Kyuhyun sudah menjadi ayah dari anak-anak yang di kandung istrinya. Ternyata sulit melupakan pria ini, sia-sia sudah dia menjauh dari Kyuhyun jika sebuah pelukan saja dia tidak bisa menolaknya. Hyera melepaskan paksa pelukan mereka begitu merasakan sebuah kecupan di puncak kepalanya, ini harus di hentikan.

 

“Wae?”

 

Tanya Kyuhyun yang tak rela Hyera menyudahi pelukan mereka. Hyera hanya membuang napasnya kasar. Kyuhyun bertindak seolah-olah mereka adalah pasangan kekasih yang kembali bertemu setelah seminggu terpisahkan, tidak ada kecanggungan dalam perlakuan Kyuhyun terhadap Hyera.

 

“Aku harus pulang. Aku pamit lebih dulu”

 

Ucap Hyera mencoba peruntungannya untuk segera kabur dari Kyuhyun yang masih saja menatapnya dengan cara yang sama seperti dulu.

 

“Bisakah kita berbicara? Aku merindukanmu Hye”

 

“Membicarakan apa?”

 

“Membicarakan tentang kita, kau sendiri pasti mengerti bahwa masih banyak hal yang belum selesai di antara kita. Jadi ku mohon bisakah kita berbicara? Aku ingin tahu bagaimana keadaanmu, aku ingin tahu kemana kau pergi selama ini, aku juga ingin tahu alasan kenapa kau meninggalkanku.”

 

“Hubungan kita sudah berakhir malam itu, hari dimana aku mengatakan akan pergi darimu, hari dimana kau menyebutkan nama Ji Hee saat bersamaku, kita selesai saat itu.”

 

“Itu menurutmu. Jadi ku mohon beri aku waktu untuk berbicara denganmu.”

 

Hyera yakin dia tidak akan menang jika berdebat dengan Kyuhyun, hingga akhirnya dia hanya mengangguk menyanggupi permintaan Kyuhyun. Semoga dia tak akan menyesali keputusannya untuk berbicara dengan mantan kekasihnya ini.

 

Kyuhyun dengan sejuta sifat otoriternya membawa Hyera ke dalam apartemen yang saat ini di tinggalin Kyuhyun, apartemen yang dulu juga sempat di tinggali Hyera. Hyera sudah menolaknya, namun bukan Kyuhyun namanya jika dia tidak bisa melaksanakan apa yang dia inginkan.

 

Apa aku harus menciummu disini agar kau berhenti membatah Hye?. Itulah ancaman yang Kyuhyun lontarkan hingga membuat Hyera akhirnya menuruti kemauan pria itu karena dia tahu ucapan Kyuhyun bukan sekedar ancaman.

 

Hyera melangkahkan kaki ke dalam apartemen yang sempat dia tinggali, sepertinya tidak ada yang berubah dari ruang tamu tempat dia berada saat ini. Saat di lift Kyuhyun memberitahunya jika pria itu tinggal di apartemen ini, Hyera ingin bertanya apa Ji Hee juga tinggal bersamanya, namun dia mengurungkan niatannya itu.

 

Kyuhyun meminta Hyera duduk di sampingnya saat melihat wanita ini masih terus berdiri memperhatikan apartemennya.

 

“Tidak ada yang berubah dengan apartemen ini, semuanya sama seperti ketika kau tinggal disini”

 

Ucap Kyuhyun begitu Hyera duduk di sampingnya. Ini adalah hal yang selalu dia tunggu-tunggu, berada dalam jarak sedekat ini lagi dengan wanitanya.

 

“Keluargamu juga tinggal disini?”

 

Tanya Hyera yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya.

 

“Aku tinggal sendiri”

 

“Lalu anak dan istrimu?”

 

“Aku sudah tidak menjadi suami siapa pun, sedangkan anakku tinggal bersama ibunya”

 

Hyera mengedip-ngedipkan matanya tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Kyuhyun tidak menjadi suami siapapun? Jinjja? Seolah mengerti dengan rasa penasaran Hyera, Kyuhyun pun mulai menceritakan kondisi pernikahannya dengan Ji Hee.

 

“Aku berpisah dengan Ji Hee saat putri kami berusia satu tahun, aku sudah meminta bercerai darinya satu bulan setelah kau menghilang, namun dia meminta waktu hingga Ha Won lahir, aku pun menyetujuinya dengan syarat kami tinggal terpisah dan Ji Hee pun tidak keberatan.”

 

“Kau berpisah dengan Ji Hee? Wae? Bukankah kau mulai mencintainya? Bagaimana bisa kau meminta bercerai saat dia mengandung anakmu?”

 

“Aku baru mulai mencintainya, bukan berarti sudah sangat mencintainya. Mencintai Ji Hee adalah hal yang mudah namun melupakanmu adalah satu kemustahilan untukku. Aku bisa hidup bersama Ji Hee, namun aku tak pernah bisa hidup tanpamu, pengaruhmu terhadap hidupku sudah terlalu besar Hye. Maaf jika aku melakukan kesalahan dengan tidak mejaga hatiku hanya untukmu, aku mengkhianati kepercayaanmu, tapi sungguh aku tidak melanjutkan apa yang ku rasa untuk Ji Hee, aku juga hanya sekali menyentuh dia dan jujur saja aku menyesali itu. Aku serius dengan ucapanku dulu untuk memintamu bersabar karena kenyataannya memang aku sedang berusaha menyelesaikan hubunganku dengannya. Aku tidak pernah mencoba untuk mempertahankan rumah tanggaku dengannya sekalipun anak kami lahir, aku sangat mencintaimu Hye, aku hanya ingin kau yang menjadi istriku. Aku berpendapat bahwa lebih baik seperti ini, aku tak ingin membuat Ji Hee terluka karena terus memikirkanmu, aku hanya ingin kau.”

 

Jelas Kyuhyun panjang lebar hingga membuat Hyera fokus menatapnya. Gadis ini tak menyangka jika Kyuhyun sudah mengakhiri rumah tangganya, dia kira Kyuhyun sudah bahagia dengan keluarga kecil yang di milikinya, namun ternyata keadaannya tidak seperti itu.

 

“Jadi Nona Kim, beritahu aku apa alasanmu meninggalkanku, kemana saja kau selama ini, dan apa kau bisa bertahan saat berjauhan dariku?”

 

“Ya, butuh usaha keras untuk bertahan tanpa kau di sisiku, sulit, namun aku harus melewatinya, aku tak mungkin terus-terusan mengekor suami orang bukan? Aku selama ini tinggal di Tokyo”

 

“Tapi kenyataannya pria yang kau anggap masih menjadi suami orang ini selalu menunggumu bahkan hampir gila karena frustasi tak menemukanmu, kembalilah padaku Hye, berpisah darimu merupakan hal terberat dalam hidupku, aku kehilangan arah hidup karena kepergianmu”

 

Kyuhyun tak peduli jika apa yang dia katakan itu terlalu menjijikan atau berlebihan, dia akan melakukan apapun untuk menahan Hyera tetap di sisinya, empat tahun adalah waktu yang lebih dari cukup bagi Kyuhyun untuk berpisah dari wanita yang di pujanya ini.

 

“Kau yakin hatimu itu masih untukku? Kita perpisah sudah hampir empat tahun, rasanya sulit di percaya jika kau masih menjaga hatimu”

 

“Apa setelah empat tahun berpisah dariku rasa cintamu untukku telah menghilang?”

 

Kyuhyun balik bertanya, Hyera terdiam memikirkan jawaban atas pertanyaan Kyuhyun yang mungkin akan jadi jawaban atas pertanyaannya pada pria ini. Baginya waktu empat tahun tidak bisa menghapuskan rasa cintanya untuk pria ini, apa yang di rasanya masih sama, suatu hal yang luar biasa bagi Hyera masih bertahan hidup saat dirinya harus menjauh dari Kyuhyun.

 

“Aku masih sangat mencintaimu. Aku membutuhkanmu Hye. Ku mohon berikan aku kesempatan untuk menebus semua hal menyakitkan yang pernah aku lakukan, aku ingin bahagia dengan cara membuatmu bahagia, kembalilah ke sisiku”

 

Bukankah ini penawaran yang menggiurkan? Inilah hal yang selalu Hyera impikan, bisa kembali ke samping Kyuhyun namun tidak dengan predikat selingkuhan.

 

“Dapatkan restu keluarga kita, maka aku akan kembali padamu”

 

Jawab Hyera tegas yang mampu menerbitkan senyum di wajah tampan Kyuhyun. Pria ini langsung mengangguk menyetujui syarat yang diajukan Hyera. Saat memberitahu keluarganya bahwa dia akan bercerai dari Ji Hee, ayahnya murka dan mengancam akan menghapus Kyuhyun sebagai anak jika berani menceraikan Ji Hee, namun hal itu tak di gubris pria berkulit putih pucat ini. Dan sekarang dia akan kembali menghadapi kekerasan keluarganya untuk menyetujui pilihannya, sekarang tugasnya bertambah, dia juga harus meyakinkan keluarga Kim agar bersedia menyerahkan putri bungsunya untuk kembali bersamanya.

 

“Kyuhyun-ssi, aku pulang sekarang ne, aku butuh istirahat”

 

Senyum Kyuhyun perlahan menghilang begitu mendengar ucapan Hyera, wanita ini ingin pulang? Pulang dalam bayangan Kyuhyun adalah Hyera meninggalkannya seperti dulu.

“Kau bisa beristirahat disini, ini masih menjadi tempat tinggal kita, dan tolong jangan memanggilku dengan sapaan formal seperti itu.”

 

Protes Kyuhyun merasa tidak nyaman ketika Hyera memanggilnya seperti itu, telinganya tidak terbiasa mendengar Hyera menyebutnya dengan panggilan selain Oppa.

 

“Ah mianhe Oppa. Terima kasih atas tawarannya, tapi lebih baik aku pulang saja.”

 

“Andwe, disini saja. Aku tidak yakin kau tak akan menghilang dariku lagi jika aku membiarkanmu pergi.”

 

“Aku hanya pulang ke rumah orang tuaku Oppa, tidak ada niatan untuk meninggalkanmu”

 

“Ku mohon disini saja. Jika kau pulang ke rumah orang tuamu, maka aku akan ikut. Aku akan memastikan bahwa kau tidak akan menghilang lagi, aku akan menemanimu kemana pun itu”

 

“Protektif sekali. Aku perlu mandi dan mengganti pakaianku sementara aku tak membawanya kemari.”

 

“Tenang saja, pakaianmu masih berada di tempatnya, jadi jangan mencari alasan Nona”

 

Hyera akhirnya kembali membuang napasnya kasar menanggapi ke keras kepalaan Kyuhyun. Baiklah, sepertinya tak ada ruginya jika dia mengikuti kemauan pria ini.

 

“Ya ya ya terserah apa katamu tuan”

 

Kyuhyun langsung menunjukan senyumnya begitu mendengar jawaban yang keluar dari bibir Kim Hyera. Bukankah malam ini dia bisa memastikan bahwa Hyera tidak akan meninggalkannya.

 

Jadi akhirnya Hyera akan bermalam di apartemen Kyuhyun dengan syarat mereka tidak tidur dalam satu tempat tidur, tadinya Hyera meminta untuk berbeda kamar namun Kyuhyun menolak, hingga akhirnya mereka memutuskan tidur dalam satu kamar dengan Hyera di tempat tidur dan Kyuhyun di sofa yang posisinya masih saling berhadapan.

 

Hyera mulai terlelap saat waktu baru menunjukan pukul 20.30. Sepertinya dia memang butuh istirahat karena begitu tiba di Korea dia langsung menemui Appanya. Sedangkan Kyuhyun masih sibuk dengan laptop di pangkuannya dan duduk menghadap Hyera, kesibukannya benar-benar bertambah semenjak perusahaan menaikan jabatannya meskipun posisi pimpinan utama masih berada di tangan Appa nya.

 

Hyera mulai gelisah dalam tidurnya saat mimpi itu kembali menghampirinya, mimpi dimana dia melihat bayinya terbujur kaku dalam pangkuannya, dalam mimpi itu dirinya mulai kembali menangis mendapati putranya dalam keadaan seperti ini, hingga akhirnya Hyera terbangun dengan detak jantung yang jauh dari kata beraturan, peluh kembali membasahi dahinya, Hyera mengelap sudut matanya yang terasa mulai mengeluarkan cairan beningnya. Kenapa dia masih belum bisa tegar saat mimpi itu menghampirinya? Apa ini tanda bahwa dia belum juga merelakan kepergian putranya?

 

Pipi Hyera semakin di basahi oleh air matanya begitu pandangannya melihat ke arah Kyuhyun yang sedang terlelap di atas sofa, apa jadinya jika pria itu tahu jika dia mempunyai anak selain putri dari pernikahannya dengan Ji Hee, apa Kyuhyun akan sama terlukanya seperti dia jika tahu putra yang di kandung Hyera meninggal saat proses persalinan? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu semakin membuat tangisannya seolah tak bisa di hentikan, salahkah jika seandainya dia membagi luka yang dia rasa dengan Kyuhyun?

 

Kyuhyun membuka matanya begitu mendengar suara isakan di kamarnya, Kyuhyun mengalihkan pandangannya dan melihat Hyera mendudukkan dirinya di atas tempat tidur dengan kedua tangan menutupi wajahnya. Dengan segera Kyuhyun menghampiri Hyera dan menempatkan dirinya di samping Hyera, ternyata isakan itu berasal dari wanitanya, apa yang terjadi dengan Hyera hingga membuatnya menangis seperti ini, Kyuhyun mencoba menekan rasa panik dan khawatirnya kemudian menyentuhkan tangannya di bahu Hyera.

 

“Hye, waeyo?”

 

Hyera melepaskan ke dua tangan yang menutupi wajahnya kemudian menatap ke arah Kyuhyun, membuat pria itu semakin panik melihat kondisi Hyera, tangisnya malah semakin terdengar jelas, sama persis seperti malam dimana mereka terakhir berada di kamar ini. Kyuhyun bergerak dan membawa Hyera ke dalam pelukannya, tangannya dengan teratur mengusap punggung Hyera mencoba memberikan ketenangan. Kyuhyun menutup mulutnya rapat-rapat menahan rasa penasaran untuk menanyakan apa yang terjadi, nanti ketika Hyera sudah merasa tenang maka dia akan menanyakan apa yang menyebabkan Hyera seperti ini.

 

Hyera membalas pelukan Kyuhyun dengan erat berharap apa yang di lakukannya bisa membuat perasaannya menjadi lega, Hyera tak peduli jika pakaian tidur yang di pakai Kyuhyun akan basah oleh air matanya, jujur saja dia lelah dengan keadaannya yang seperti ini, dia tak ingin terus menerus menangis saat teringat atau memimpikan bayinya. Lama Hyera berada dalam pelukan Kyuhyun hingga yang tersisa dari tangisnya hanya isakan, Kyuhyun tetap mengusap punggung Hyera bahkan sesekali mengecup puncak kepala wanita dalam pelukannya ini.

 

“Tidurlah lagi ini masih larut”

 

Ucap Kyuhyun begitu memastikan Hyera berhenti dari tangisannya, perlahan Kyuhyun mulai melepaskan pelukannya, namun Hyera malah semakin mengeratkan pelukannya.

 

“Kajima Oppa. Bisakah kau tetap memelukku seperti ini? Aku lelah jika harus menangis lagi saat memimpikan hal itu”

 

Pinta Hyera yang dengan tangan terbuka di sanggupi oleh Kyuhyun. Kyuhyun membawa Hyera untuk membaringkan diri dengan posisi mereka yang masih saling memeluk, Kyuhyun merelakan lengan kanannya menjadi bantalan Hyera dengan tangan kirinya yang tetap mengusap punggung Hyera.

 

Kyuhyun benar-benar ingin membuka suaranya, bertanya apa yang di mimpikan Hyera, apakah itu hal yang sangat buruk hingga membuatnya seperti ini? Namun tetap saja Kyuhyun lebih memilih menahan rasa penasarannya, menunggu saat yang tepat untuk bertanya, yang terpeting saat ini dia ada saat Hyera membutuhkan ketenangan.

 

Helaan napas Hyera mulai teratur, sepertinya wanitanya ini sudah kembali terlelap. Tak lama kemudian usapan Kyuhyun di punggung Hyera terhenti, pria ini pun menyusul Hyera memejamkan matanya, inilah yang selalu Kyuhyun harapkan selama empat tahun terakhir yaitu bisa memeluk Hyera seperti sekarang. Ternyata empat tahun berpisah tak membuat mereka menjadi canggung seperti orang asing, mereka memang lebih terlihat seperti pasangan kekasih yang kembali bertemu setelah berhari-hari tak bertemu.

 

.

 

Pagi harinya Hyera terbangun dan tak menemukan Kyuhyun di sampingnya. Hyera bergegas bangun dari tidurnya dan melangkahkan kaki menuju kamar mandi. Hyera meringis begitu melihat kondisi wajahnya saat bercermin di dalam kamar mandi, matanya benar-benar sembab, sangat mengkhawatirkan.

 

“Hah.. menagis lagi. Apa yang harus ku katakan jika Kyuhyun bertanya?”

 

Ucap Hyera pada dirinya sendiri, tangannya mulai membasuhkan air ke wajahnya, kemudian berlanjut membersihkan tubuhnya, semoga saja hal ini bisa membuatnya kembali segar.

 

Hyera mengambil pakaian di dalam lemari, benar apa yang Kyuhyun katakan tentang tidak adanya perubahan dengan apartemen ini, bahkan pakaiannya saja masih berada di tempat yang sama seperti dulu. Setelah semuanya selesai, Hyera melangkahkan kakinya keluar kamar berniat mencari keberadaan Kyuhyun. Hyera menemukan Kyuhyun di depan meja makan yang sudah terdapat susu hangat serta roti bakar di atasnya, sepertinya pria inilah yang menyiapkan semuanya.

 

“Pagi”

 

Sapa Kyuhyun begitu menyadari kehadiran Hyera, wanita itu berjalan ke arah Kyuhyun dan duduk di salah satu kursi yang terdapat disana.

 

“Pagi Oppa”

 

Kyuhyun mengikuti Hyera dengan duduk di samping wanitanya. Meminta Hyera untuk memulai sarapan mereka, sebelum Kyuhyun memberikan pertanyaan-pertanyaan pada Hyera.

Mereka memulai sarapan dalam keheningan, sesekali Kyuhyun membawa matanya menatap Hyera, memastikan bahwa wanita ini memakan makanannya dengan benar. Kekhawatiran Kyuhyun semakin bertambah saat melihat mata sembab Hyera akibat tangisannya tadi malam.

 

Begitu Hyera selesai dengan sarapannya, Kyuhyun segera memfokuskan dirinya menatap Hyera, bersiap untuk memulai aksi wawancaranya.

 

“Bisakah kau memberitahuku apa yang membuatmu menagis tadi malam? Jangan menjawab bahwa kau baik-baik saja dan tidak ada masalah karena kondisimu tidak menunjukan hal itu”

 

Hyera menggigit bibirnya pelan, merasa bimbang antara harus memberitahu Kyuhyun alasan sebenarnya atau menutupi semuanya dari Kyuhyun.

 

“Hye, berbagilah denganku”

 

“Aku tidak bisa menjamin Oppa akan baik-baik saja jika mengetahui apa yang terjadi padaku”

 

“Tak apa, lebih baik seperti itu dari pada hanya kau sendiri yang merasa tidak baik, aku siap jika kau ingin membagi lukamu”

 

Ucap Kyuhyun sungguh-sungguh, di remasnya tangan Hyera lembut mencoba membuat wanita ini percaya dengan perkataannya. Lama mereka terdiam hingga akhirnya Hyera mulai menghembuskan napasnya perlahan sebelum memberitahu Kyuhyun apa yang terjadi padanya setelah meninggalkan Kyuhyun.

 

“Selama tiga tahun terakhir ini aku sering memimpikan bayiku yang meninggal saat aku mencoba melahirkannya ke dunia”

 

Kyuhyun membulatkan matanya seolah tak percaya dengan apa yang di ucapkan Hyera. Bayi? Pendengarannya masih cukup baikkan untuk menangkap perkataan Hyera?

 

“Bayi?”

 

“Emm.. bayi. Bayi kita. Aku sedang mengandungnya saat memutuskan untuk meninggalkanmu. Aku mempertahankan kandunganku, menjaganya dengan baik, namun ternyata saat persalinan dia malah meninggalkanku”

 

Mata Hyera mulai berkaca-kaca saat menceritakan hal menyakitkan itu pada Kyuhyun. Kyuhyun terdiam tak percaya mendengar penuturan Hyera. Hyera pernah mengandung anaknya dan dia tak pernah mengetahui hal itu? Ada rasa sakit yang tiba-tiba menyapa hatinya, dadanya terasa sesak hingga membuat kerongkongannya tercekat.

 

“Mengapa tak mengatakannya padaku jika kau mengandung? mengapa kau malah pergi? Aku benar-benar menjadi pria berengsek sekarang”

 

Ucap Kyuhyun dengan mata yang mulai berair, Hyera berhasil membuatnya kembali menangis karena rasa penyesalan. Dia membiarkan Ji Hee saat hamil putrinya dan wanita yang di cintainya pun berjuang sendiri mempertahankan anak yang di kandungnya. Dia tidak ada di saat Hyera melewati masa kehamilannya, tidak mendampinginya ketika proses persalinan dan tidak ada di sampingnya saat Hyera terluka karena meninggalnya anak mereka. Hah.. adakah yang lebih menyesakkan dari ini?

 

“Maaf, aku hanya ingin mempermudah jalanmu. Bukankah Oppa tidak perlu memilih jika aku pergi? Apa yang akan terjadi jika aku mengatakan aku sedang mengandung anakmu di saat istrimu juga mengalami hal yang sama.”

 

“Hah.. aku jelas akan memilihmu, selain mengandung anakku, kau juga adalah wanita yang ku cintai, mana mungkin aku mengabaikanmu.”

 

“Dan setelah kau memilihku, maka aku akan menjadi wanita paling jahat karena telah merebut suami dari wanita yang sedang mengandung anaknya.”

 

“Maaf telah menorehkan luka yang sangat dalam di hatimu. Harusnya sejak awal aku menolak menikahi Ji Hee, seharusnya aku bisa menjaga hatiku agar tak tersentuh wanita lain, harusnya aku bisa menolak hasrat untuk menyentuh Ji Hee. Mianhe Hye-ya, jeongmal mianheyo”

 

Kyuhyun berkata dengan air mata yang semakin membasahi pipinya, dia benar-benar menyesali semua kebodohannya. Benar apa yang dulu dikatakan Hyera, jika dia mencintai Hyera dia tidak mungkin menikah dengan wanita lain, tetap menjalin hubungan dengan Hyera di saat dia sudah mempunyai istri hingga Hyera merasakan ketidak nyamanan, harusnya dia bisa menepati janjinya jika dia benar-benar mencintai Hyera. Namun hati kecilnya tak menerima itu, yang dia tahu dia sangat mencintai Hyera terlepas dari kesalahan yang telah dia lakukan, dan dia akan membuktikan itu jika Hyera memberinya kesempatan untuk memperbaiki semuanya, dia akan menebus semua air mata yang telah Hyera keluarkan karena rasa sakit yang dia torehkan.

 

Hyera berdiri dari duduknya, mendekat ke arah Kyuhyun dan memberikan pelukan untuk pria ini, memberikan elusan di punggung Kyuhyun seperti yang Kyuhyun lakukan padanya tadi malam. Hyera sama sekali tak berniat membuat Kyuhyun terpuruk dengan apa yang di katakannya, dia hanya ingin Kyuhyun mengetahui hal yang selama ini dia tutupi dari pria ini, hingga tidak ada rahasia apapun di antara mereka, terlebih lagi hal yang di sampaikan Hyera memiliki hubungan kuat dengan Kyuhyun.

 

Jadi sekarang Hyera lah yang bertugas membuat Kyuhyun tenang, dia tak ingin Kyuhyun mengalami hal yang selama ini Hyera rasakan.

 

“Gwaenchana Oppa. Uljima, jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri. Bukankah kau berjanji akan membuatku bahagia? Aku juga sama sepertimu, akan bahagia jika kau juga bahagia. Kita sama-sama melewati ini ne, kita obati luka di hati kita bersama-sama. Aku tak ingin melihatmu terpuruk.”

 

“Jangan pernah meninggalkanku lagi Hye”

 

Hanya itu kata yang berhasil keluar dari bibir Kyuhyun, pria ini berusaha keras menghentikan laju air matanya, meskipun rasa sesak itu tak kunjung hilang.

 

“Emm.. aku janji.”

 

Kyuhyun mulai melepaskan pelukannya begitu perasaannya mulai terasa tenang. Hyera tersenyum kemudian menyentuhkan ibu jarinya mencoba menghapus air mata prianya.

 

“Boleh aku tahu kapan dia lahir?”

 

Tanya Kyuhyun dengan suara seraknya ketika Hyera kembali duduk di sampingnya.

 

“Dia lahir di bulan Juni tiga tahun yang lalu dan dia laki-laki”

 

“Ternyata Ha Won mempunyai seorang Oppa. Mereka hanya terpaut usia satu bulan”

 

Ujar Kyuhyun tercekat, air matanya kembali menetes, rasanya sesak saat mengetahui ternyata dia mempunyai seorang anak lain yang tidak di ketahuinya, dan yang lebih menyesakkan putranya itu tidak bisa bertahan sampai Kyuhyun melihatnya.

 

“Uljima Oppa. Mungkin ini hal terbaik yang di rencanakan Tuhan untuk kita semua.”

 

Hyera kembali melarikan ibu jarinya menghapus air mata Kyuhyun, bukan hal mudah untuknya melihat Kyuhyun menangis penuh penyesalan seperti sekarang, dia juga ingin melihat Kyuhyun bahagia, dan jika kehadirannya bisa membuat Kyuhyun bahagia maka dia dengan senang hati akan melakukan hal itu.

 

.

 

“Tinggal saja disini, untuk apa kembali ke Jepang”

 

Ucap Kyuhyun saat mengantarkan Hyera pulang ke rumahnya setelah menerima undangan makan malam dari keluarga Cho. Selama di Seoul Hyera kembali tinggal di rumah orang tuanya, meskipun pada awalnya Kyuhyun tak menyetujui hal itu, pria ini masih merasa takut jika tiba-tiba Hyera meninggalkannya saat Hyera jauh dari pengawasannya, namun Hyera menjanjikan bahwa dia tidak akan pergi kemana pun tanpa sepengetahuan Kyuhyun. Mengenai keluarga Cho, keluarga ini memang belum secara pasti memberikan restu pada hubungan Kyuhyun dan Hyera, namun minimal sekarang sudah ada peningkatan ke arah yang lebih baik, lihat saja sekarang, keluarga Kyuhyun itu mengundang Hyera untuk makan malam bersama mereka. Sama halnya dengan keluarga Cho, keluarga Kim juga sepertinya masih enggan menerima Kyuhyun sebagai kekasih Hyera, mereka khawtir jika Kyuhyun melakukan hal yang membuat Hyera terluka lagi, namun bukan tidak mungkin mereka akan menerima Kyuhyun kembali jika dia mampu membuat Hyera bahagia, sekarang Kyuhyun hanya tinggal membuktikan kepada keluarga Kim bahwa dia mampu melakukan itu.

 

“Aku harus menyelesaikan kontrak kerjaku dulu, setelah itu aku akan kembali ke Seoul”

 

“Batalkan saja kontrak kerjanya, aku yang akan menanggung resikonya”

 

“Ck. Shirreo. Kontrak kerjaku juga hanya tinggal satu bulan lagi, aku belum menandatangani surat perpanjangan kontrak, jadi akan ku pastikan aku akan kembali satu bulan dari sekarang.”

 

“Itu lama sekali Hye. Ah begini saja, kau bisa menyelesaikan pekerjaanmu di Jepang tapi setelah kembali ke Seoul kita langsung mengadakan pesta pernikahan, eotte?”

 

“Huh? Yang benar saja. Dapatkan dulu restu keluarga kita, baru berbicara soal pernikahan”

 

Mereka baru kembali bersama selama empat hari ini dan Kyuhyun entah sudah berapa kali mengungkit-ngungkit soal pernikahan, bukankah itu terlalu cepat? Lagi pula sekarang ada satu orang lagi yang harus di dapatkan hatinya oleh Hyera selain keluarga Cho yaitu putri Kyuhyun -Cho Ha Won- meskipun Kyuhyun menyesali perbuatannya dengan Ji Hee, tapi dia tidak pernah menyesali kehadiran Ha Won dalam hidupnya, Kyuhyun sangat menyayangi putri kecilnya itu, dan Hyera juga tidak keberatan untuk menyayangi Ha Won.

 

“Baiklah. Selama sebulan ini aku akan berusaha keras membuat mereka semua merestui hubungan kita dan setelah mereka setuju kau tidak bisa menolak permintaanku. Deal?”

 

Tawar Kyuhyun yang nampak yakin mampu mendapatkan restu dari dua keluarga bermarga Kim dan Cho itu.

 

“Emm.. deal, aku akan kembali secepatnya. Tunggu aku ne”

 

“Tentu, aku akan menunggumu dengan senang hati”

 

Ucap Kyuhyun seraya melarikan tangannya mengacak rambut Hyera, hingga membuat wanita ini mendelikkan mata ke arahnya yang hanya di tanggapi dengan kekehan polos oleh Kyuhyun.

 

 

END

 

227 thoughts on “Let Me Go Part 2/2 (END)

  1. Kputusan Hyera prgi emng tepat ya,,andai aja dia msi tetap brtahan disisi Kyu… Psti smpe saat ini Kyu msi brtahan jg dgn Jihee..
    Krna kprgian Hyera lah akhirnya Kyu sadar klo Hyera lah wanita yg sgt brarti utknya.

    Suka

  2. Ini si abang egois emank sie cinta ngga busa di paksa dan di rekayasa tapi cinta bisa tumbuh kalau kita meniksh untuk saling terbuka dan saling memberi kebahagian ingat loh cinta sejati ngga mengharapkan balasan sari yg di cinta nya….

    Suka

  3. agak gantung sih, gak ada kepastian apakah mereka akan bisa bersama atau tidak, tp dpp lah, asal mereka sudah berbaikan dan tidak saling menyiksa diri masing masing 🙂

    Suka

  4. menurutku ceritanya masih gantung thor. coba kalo ada sequelnya yg nyeritain ending hubungan mereka tuh gimana pasti lebih lengkap ceritanya. tapi ffnya udah bagus kok.

    Suka

  5. masih tetep kesel am kyuhyun. -_-
    kasian banget Hyera nya :/ :/ :/
    ehm merrka balikan lagy ??!
    gpp gtu ???!
    dr lubuk hati yng palingdalam jujur agak kurang suka degh Hyera am kyu lagy *sorryKyu , kkkkk

    Suka

  6. Oh myGod. Mengharukan sekali hiks hehe. Ya ampun mereka berdua bikin gemes. Kyuhyun jadi cowok juga udah gak gentle, cengeng lagi hehe peace . Agak mual sih pas kyuhyun ngluarin kata-kata mautnya, tapi klo dibayangin pasti so sweet juga hehe.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s