When Kyuhyun 30 Years Old Part 2


Tittle : When Kyuhyun 30 years old. (2/3)

Author : piggypink

Category : NC17, Yadong, Romance, Chapter

Cast : – Cho Kyuhyun – Han Seulbi

Other cast : – Kang Chaerin

Disclaimer : Cerita ini MILIK SAYA pribadi, terinspirasi dari perkataan Kyuhyun di Sukira yang bilang mau kencan pas umunya 30 tahun :””)) meskipun rada gak nyambung ceritanya nanti. yaa semoga bisa dinikmati/?

 

Awas Typo!!

maaf kependekan kkk

 

 

Happy Reading~

 

 

***

 

Langkah cepat terdengar disepanjang koridor gedung kantor itu. Lelaki berparas manis mempesona yang memang akhir-akhir ini jarang mengunjungi kantor itu membuat para karyawan yang merindukannya merasa senang. tak jarang wajah ramahnya itu menebar senyum pada semua orang di gedung itu yang tidak sengaja berpapasan dengannya.

 

Langkah kaki itu pun melambat saat sampai didepan meja sekretaris petinggi pemilik gedung itu,

 

“Selamat pagi. apa dia ada didalam?” Tanya Lelaki itu ramah.

 

sang sekretaris wanita pun tertular keramahan Lelaki itu, “Ya. Tuan Lee. presdir sedang ada diruangannya.”

 

“Oh. Terimakasih, Kim Minyoung.” ucap Lelaki itu sambil membaca name-tag di kemeja formal yang sekretaris itu kenakan. dengan segera, Lelaki itu berjalan menuju ruangan presdir tanpa perlu susah-susah mengetuknya. dibukanya pintu besar itu dan dapat terlihat jelas sang pemilik ruangan sedang membaca tumpukan kertas bernilai milyaran yang harus ia periksa. Lelaki itu tersenyum lagi,

 

“Kyuhyun-a.” panggil Lelaki itu riang sambil masuk kedalam serta tidak lupa menutup pintunya.

 

Presdir bernama Kyuhyun itu sedikit terkejut mendapati saudara tiri nya sedang berdiri didepan pintu ruangannya. lalu detik berikutnya Kyuhyun tersenyum kecil.

 

“Donghae-ya. kau sudah pulang?” Kyuhyun berdiri dari kursinya lalu menyusul Donghae yang sedang duduk di sofa yang ada didalam ruangan itu. Donghae menyenderkan punggungnya di kepala sofa lalu mendesah lirih sambil menutup mata.

 

“Ya. setelah 2 tahun ditugaskan di klinik desa terpencil itu. sedikit melelahkan, tapi sangat memuaskan.” ucap Donghae saat matanya kembali terbuka. Donghae tersenyum akhirnya bisa kembali ke Seoul lagi dan bertemu dengan keluarganya.

 

“Tidak terdengar seperti keluhan,” Kyuhyun bertutur asal.

 

“Kau baik-baik saja?” Tanya Donghae tiba-tiba ketika melihat banyaknya guratan lelah diwajah adik tirinya itu.

 

“Tentang?”

 

“Semuanya, terlebih tentang perjanjian perjodohan.” Donghae memang sebelumnya mengetahui tentang rencana pernikahan Kyuhyun yang diatur oleh ibunya. Lelaki itu sangat mengkhawatirkan adik tirinya yang selalu merasa tertekan itu. bahkan diumurnya yang sudah kelewat dewasa seperti sekarang.

 

Kyuhyun tertawa hambar, ” Ibumu berusaha sangat keras menjodohkanku untukmu, agar kau bisa mengambil alih seluruh perusahaan ayahku disaat aku berkewajiban mengurus perusahaan milik ayah mertuaku. sejauh ini, itu yang aku tangkap dari gerak-gerik ibumu.” dengan santai, Kyuhyun menjelaskan kesimpulannya sambil melepas dua kancing jas formalnya. Donghae yang mendengar itu pun hanya mengangkat bahunya.

 

“Dan kau sangat tau, aku tidak tertarik sama sekali mengurus segala hal yang melibatkan otak kotor, sifat licik ataupun persaingan sengit untuk mempertahankan apa yang kita miliki. aku menjauhkan diri dari segala hal semacam itu. Kyu.”

 

“Aku sangat tau, tapi sayangnya, Ibumu tidak.” Ujar Kyuhyun memamerkan senyum miringnya, lelaki itu paham sekali bahwa Donghae memiliki sifat yang berkebalikan dengan ibu tirinya. Donghae lelaki yang baik dan jujur. berbeda langit dan bumi dengan ibunya yang ambisius.

 

“Lalu apa rencanamu? menerima perjodohan itu?”

 

“Awalnya tidak.” jawab Kyuhyun dalam. “Tapi sekarang, ada satu yang sangat ingin aku dapatkan melalui perjodohan itu.” Lanjutnya sambil menerawang ke pikirannya yang sedang terpenuhi oleh wajah damai gadis itu. Ini adalah satu-satunya cara agar aku bisa selalu bertemu dengannya, tekad Kyuhyun dalam hati. berharap bahwa pilihannya menerima perjodohan itu yang hanya untuk mendekati sang gadis pujaan tidak salah.

 

Donghae terdiam. lagi-lagi merasa kasian pada adik tirinya.

dalam hati mewakili meminta maaf atas sikap ibunya yang selalu memaksa.

 

 

***

 

Seulbi menunduk, setelah memberitahukan tentang kabar bahwa Nyonya Kang akan mengirim Chaerin ke pulau Jeju untuk berlibur bersama keluarga Cho, Chaerin hanya tercengang, gadis itu terlalu terkejut untuk melayangkan penolakan.

 

“Keluargaku gila. Seulbi-ya, aku akan dijual pada pedofil tua itu.” Rengek manja Chaerin pada Seulbi, Seulbi pun segera memeluk Chaerin agar gadis itu lebih tenang. setelah beberapa hari yang lalu Seulbi hampir saja dicurigai oleh Chaerin bahwa dirinya pernah bertemu dengan Kyuhyun, namun Seulbi berhasil meyakinkan Chaerin bahwa Seulbi hanya mendengar bahwa Kyuhyun memang tampan dari penjelasan Paman Jung, Chaerin pun tidak pernah membahas tentang hal itu lagi.

 

dan saat ini, Seulbi merasa lega bahwa semua berjalan seperti seharusnya, Kyuhyun pada akhirnya menyetujui perjodohan itu sehingga memutuskan untuk mengajak Chaerin berlibur bersama di pulau Jeju. kejadian beberapa hari yang lalu mungkin hanya karna Kyuhyun yang sedang berfikir tidak logis saja, mana mungkin milyader seperti Cho Kyuhyun memindah haluannya dari Chaerin yang seorang putri ke Seulbi yang hanya seorang upik abu dirumah ini. bisa hidup saja, Seulbi sudah banyak bersyukur. tidak perlu membayangkan hal yang tinggi-tinggi lagi.

 

“Aku tidak akan pergi.” Tekad Chaerin membuyarkan lamunan sesaat Seulbi. Seulbi terkejut dengan penuturan Nona mudanya.

 

“Nona Chaerin.”

 

“Berhenti memanggilku seperti itu, aku tidak akan pergi Seulbi-ya. aku tidak mau kesana sendirian. setidaknya, aku harus membawamu. bagaimana jika keluarga mereka menyiksaku disana? tidak ada yang tau kan?” Chaerin mengerang sambil berguling kacau dikasurnya, membuat Seulbi harus melepaskan sepatu Nona mudanya itu agar tidak mengotori tempat tidur.

 

Seulbi menghela nafas, “Tapi ini adalah proses pendekatan Nona dengan Keluarga Cho dan Tuan Cho. oleh karena itu, Nyonya dan Tuan besar tidak mengikutsertakan diri kesana. agar Nona terbiasa dengan mereka setelah menikah nanti.”

 

Chaerin tidak menjawab, gadis itu mengacak rambutnya frustasi. ia benci dengan perjodohan konyol ini. tanpa menunggu lama, gadis itu berdiri dari ranjangnya dan berjalan garang menuju kamar utama di rumah istana ini. menarik pintu kamar itu kasar sehingga terlihatlah Ibunya yang sedang duduk didepan kaca rias untuk mengoleskan krim malam diwajah terawatnya. tanpa basa-basi Chaerin pun berteriak keras.

 

“AKU TIDAK AKAN PERGI SENDIRIAN KE PULAU JEJU UNTUK MENEMUI CHO TERKUTUK ITU. SETIDAKNYA BIARKAN AKU MEMBAWA SEULBI. EOMMAAA!!” Rengeknya sambil terisak. sangat kekanakan untuk usia gadis yang sudah menginjak 20 tahun itu. tapi seperti itulah didikannya, dimanja dan dituruti segala keinginnya. persis seperti Tuan putri.

 

 

***

 

“Kau sudah membawa boneka beruangku? bantal babiku juga jangan lupa Seulbi-ya.ahh dan sandal buluku, itu yang paling penting.” Chaerin mengingatkan Seulbi tentang segala keperluannya yang harus ia bawa selama menginap beberapa hari di Pulau Jeju. Ya. saat ini, Seulbi dan Chaerin sedang berjalan bersama di bandara yang akan membawa mereka berlibur bersama keluarga Cho. pada akhirnya, Nyonya Kang menyetujui untuk Chaerin membawa pelayan setianya itu. tidak ada salahnya bukan, lagipula sebenarnya Nyonya Kang juga merasa cemas jika putri sematawayangnya itu harus pergi sendirian. Seulbi awalnya senang bisa menemani Chaerin dan pergi bersamanya ke pulau Jeju. namun rasa senang itu berganti keresahan ketika mengingat bahwa ia akan bertemu kembali dengan Cho Kyuhyun.

 

“Cepat, Seulbi.” terdengar suara dari arah yang lumayan jauh didepannya, Chaerin sedang memanggilnya yang berjalan agak lambat karna banyaknya barang bawaan yang Seulbi bawa, tentu saja barang-barang itu milik Nona mudanya. dua koper ditangan kanan dan kiri Seulbi dan dua tas jinjing dilengannya. Seulbi tersenyum kearah Chaerin lalu sedikit berlari menyusulnya.

 

“Maaf.” ujar Seulbi sungkan pada Chaerin saat langkahnya sekarang berdampingan dengan Chaerin.

 

“Tidak apa-apa. ayoo.”

 

 

“Dimana mereka? kenapa mereka selalu membuatku menunggu, sih?” geram Chaerin saat dirinya dan Seulbi sudah duduk di Waiting Room khusus kelas satu. Seulbi menghela nafas, jantungnya semakin berpacu cepat menunggu detik-detik akan bertemunya kembali dengan Kyuhyun.

 

“Seulbi-ya. kopi.” Chaerin mulai merasa bosan dan tenggorakannya juga kering. Chaerin meminta Seulbi untuk membelikannya kopi. dengan segera, Seulbi pun berdiri dan mencarikan kopi untuk Nona mudanya.

 

Tidak sulit memang untuk mencari kedai kopi disekitar bandara itu. selesai membayar dan mendapatkan Kopinya. Seulbi pun berbalik cepat tanpa tau bahwa dibelakangnya terdapat seorang lelaki sedang berdiri.

 

BRUKK.

Kopi itu terjatuh karna kecerobahan Seulbi, mengenai kemeja putih polos yang sedang lelaki itu kenakan.

lagi-lagi gadis itu tidak bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik.

 

“Yatuhan. Tuan, Maafkan aku.” Seulbi dengan panik mengusap bagian tumpahan Kopi dikemeja lelaki itu. dengan serampangan mencari saputangannya didalam tas selempang yang ia bawa lalu kembali membersihkannya.

 

Lelaki itu awalnya sedikit terkejut dengan insiden kecil itu, namun tersenyum saat si gadis penumpah kopi mulai membersihkan kemejanya panik. tangan lelaki itu pun mengambil alih saputangan Seulbi dan membersihkan sendiri sisa kopi yang menempel dikemajanya. Seulbi mendongak kearah Lelaki itu, menatapnya dengan perasaan bersalah. kemeja itu pasti mahal. pikir Seulbi

 

“Sekali lagi, maafkan aku. maafkan aku Tuan.” ucap Seulbi sambil berkali-kali membungkuk, takut-takut jika Lelaki didepannya ini marah dan meminta ganti rugi.

 

“Jangan seperti itu.” Lelaki itu menghentikan aksi bungkukan Seulbi. “Never mind.” ucapnya lagi sambil tersenyum. Lelaki itu mengambil pesanan kopinya lalu memberikan kepada Seulbi.

 

“Ini. untuk kopimu yang tumpah.” Ujarnya singkat lalu meninggalkan Seulbi yang berdiri dengan penuh kebingungan. Lelaki itu baik sekali, pikir Seulbi yang langsung tersadar dan berteriak keras walaupun lelaki itu sudah berjalan sedikit jauh.

 

“TERIMAKASIH, TUAN!!” dan detik berikutnya, gadis itu pun teringat dengan nona mudanya yang telah menunggu lama untuk Kopi ini. segeralah gadis itu berlari menuju ke ruang tunggu kelas satu.

 

“Aku selalu terlambat.”

 

***

 

“Donghae-ya. kau dari mana saja?” Tanya Nyonya Cho saat akhirnya melihat putranya muncul setelah ia dan putra tirinya menunggu lama. Donghae menggaruk tengkuknya.

 

“Ada sedikit insiden.” Jawab Donghae singkat yang membuat Kyuhyun langsung paham saat melihat kemeja putih Donghae terlihat kusam karna noda tumpahan kopi.

 

“Baiklah. ayo. Kang Chaerin pasti sudah menunggu.” Ajak riang Nyonya Cho sambil berjalan mendahului dua putranya. wanita itu pada awalnya tidak menyangka Kyuhyun akan menyetujui perjodohan ini, tapi pada akhirnya dengan gembira Wanita itu merasa menang.

 

Sedangkan Kyuhyun saat ini tengah berdebar, jantungnya merasa tidak sabaran ingin terpuaskan dengan bertemunya lagi ia dengan gadis belahan jiwanya. langkah kakinya seolah menjadi bumerang untuk darahnya yang terasa mengalir cepat. rasa rindu itu menyeruak keluar, meronta-ronta ingin terbebas. Kyuhyun benar-benar merindukan gadis itu.

 

“Han Seulbi.” gumamnya tanpa sadar saat rombongan keluarganya sampai diruang tunggu kelas satu. pada akhirnya, sepasang mata Kyuhyun melihatnya, melihat lagi wajah menenangkan gadis itu. wajah yang akhir-akhir ini ia rindukan. ingin rasanya Kyuhyun berlari menghampiri gadis itu lalu memeluknya dalam. Tidak. tidak Cho Kyuhyun. semua ada tahapnya. teriak hati kecil Kyuhyun yang masih waras.

 

Nyonya Cho mendorong Kyuhyun untuk berjalan terlebih dahulu, berniat membiarkan Kyuhyun menyapa gadis calon istrinya dulu yang sudah menunggu sejak tadi. Kyuhyun mendesis, malas sekali harus berbasa-basi menyapa gadis yang menjadi tokoh utama di perjodohan ini. Bagaimana jika ia menyapa Seulbi saja?

 

“Sudah menunggu lama?” Suara Kyuhyun pada akhirnya terdengar, tidak dikhususkan untuk bertanya pada Chaerin ataupun Seulbi. dua gadis itu pun menatapnya lekat, Kyuhyun mendesah lega ketika matanya bertemu dengan mata Seulbi lagi. hatinya merasa tenang seketika.

 

“Kau, Cho Kyuhyun??” Tanya gadis tuan putri disebelah Seulbi pada Kyuhyun. menatap Kyuhyun dengan tatapan tak percaya sekaligus memuja. Kyuhyun hanya mengangguk pelan sebagai jawabannya.

 

***

 

Seulbi menghela nafasnya, hatinya tidak bisa diajak kompromi karna saat ini sedang bereaksi dengan adanya Lelaki tampan tinggi yang sedang berdiri didepannya. tidak Seulbi. didepan Chaerin lebih tepat

 

“Aku tidak mengira kau, setampan ini.” Lirih Chaerin yang masih terdengar oleh telinga Seulbi. baguslah. Nona mudanya mulai menyukai perjodohan ini. kedua belah pihak setuju. Seulbi berdiri dalam diamnya, Entah respon seperti apa yang harus ia tunjukkan.

 

“Seulbi. kau benar saat mengatakan jika Lelaki ini tampan.” bisik Chaerin ditelinga Seulbi yang dibalas oleh senyuman tipis oleh gadis itu. Seulbi perlahan membawa matanya melihat kearah wajah Kyuhyun yang saat ini juga sedang menatapnya. Seulbi terkejut, Kyuhyun tidak boleh menatapnya. cepat-cepat Seulbi pun memutuskan kontak matanya dengan Kyuhyun.

 

“Selamat siang, Chaerin-a.” Sapa wanita tua yang berjalan kearah Seulbi dan Chaerin dari arah belakang Kyuhyun. wanita tua sosialita yang sering dipanggil Nyonya Cho itu pun mendekat dan langsung memeluk Chaerin riang, Chaerin membalasnya dengan tak kalah riang juga.

 

“Tidak menyangka, aku melihat kalian yang sangat serasi ketika berdekatan seperti ini.” Puji Nyonya Cho yang membuat Chaerin merona, entah sejak kapan gadis itu senang jika disebut serasi dengan Lelaki yang sering ia hina itu. mungkin sejak bertemu langsung dengan lelaki itu beberapa menit yang lalu? sedangkan Kyuhyun hanya diam tanpa mengeluarkan ekspresi apapun.

 

“Oh iya. perkenalkan. ini Lee Donghae. putra pertamaku.”

“Hi. aku Lee Donghae.” Lelaki bernama Donghae yang memang sejak tadi berdiri diam disebelah Nyonya Cho memang tidak terlalu menyedot perhatian dua gadis itu sampai Donghae memperkenalkan dirinya dan seketika membuat Seulbi terbelalak lebar.

 

“Tuan?” ucap Seulbi reflek memanggil Donghae yang notabene adalah korban dari kecerobohannya tadi. Seulbi menggigit bibir baw?ahnya ketika melirik kemeja putih itu belum bersih dari noda Kopi.

 

“Oh. Kau lagi.” ujar Donghae senang, yang membuat Kyuhyun menatap tajam pada kedua insan itu. apa hubungan mereka? Kyuhyun bertanya-tanya dalam hati.

 

“Wahh. kalian saling mengenal rupanya.” sekarang giliran Chaerin yang bersuara.

 

 

***

 

Seulbi sedang menikmati udara sejuk sore hari pulau Jeju ini melalui jendela kamarmya yang terbuka. Senyum terukir diwajahnya kala merasa tenang berada di pulau ini yang jauh dari keramaian ibukota. Seulbi memutar tubuhnya, mengedarkan pandangannya pada kamar yang terlihat nyaman itu. baik Chaerin dan Keluarga Cho. masing-masing mereka mendapat satu kamar. tidak terkecuali, Seulbi. meskipun kamar yang dipesankan oleh Nyonya Cho untuknya adalah standart berbeda jauh dengan mereka semua yang menggunakan kamar kelas satu, Seulbi sudah cukup bahagia mengingat dirinya hanyalah seorang pelayan.

 

“Ahhh. nyamannyaaa.” gumam Seulbi sambil merebahkan diri di kasur empuk kamar itu, punggungnya lelah sekali setelah duduk lama dipesawat selama perjalanan.

 

Baru saja Seulbi ingin memejamkan matanya sebentar saat ketukan membabi buta di pintu kamarnya terdengar. suara yang tak asing lagi bagi Seulbi, suara Nona mudanya.

 

“Seulbi-yaaaaa!!” Chaerin mengetuk pintu lalu membukanya saat pintu itu ternyata tak dikunci. Seulbi terduduk dari posisinya,

 

“Ada apa, Nona?” Tanya Seulbi penasaran saat Chaerin tiba-tiba menarik tangan Seulbi keluar kamar, membawanya kearah sebuah kolam Hotel itu. dan terlihatlah tak jauh didepan mereka dua orang lelaki yang memang mereka kenal sedang berdiri. menanti gadis-gadis kecil itu tiba.

 

“Oppa!” panggil Chaerin heboh saat Kyuhyun menatap kearah mereka. Seulbi seketika merasa tidak nyaman berada disana. perasaan aneh itu selalu timbul saat dirinya berdekatan dengan Kyuhyun.

 

Tidak. kau tidak boleh seperti ini. Han Seulbi.

 

Seulbi berjalan mendekat mengikuti langkah Chaerin. beruntung disana juga ada Donghae. sehingga dirinya tidak tampak seperti gadis bodoh yang berdiri ditengah-tengah pasangan yang sedang kasmaran.

 

“Ayo, Oppa. kata Eommonim, aku dan oppa harus pergi berjalan-jalan.” Tutur manja Chaerin sambil mengalungkan lengannya ke lengan Kyuhyun. Kyuhyun bergerak risih ingin melepaskan lengan Chaerin saat mata Seulbi melihat hal itu. namun Chaerin pun semakin erat menahannya.

 

“Untung saja ada Donghae Oppa, jadi Seulbi tidak akan bosan saat mengikutiku jalan-jalan bersamamu.” Ucap Chaerin sambil tersenyum pada Donghae. “Donghae oppa, aku percayakan Seulbi padamu.” Lanjut Chaerin sambil menepuk lengan Donghae. Kyuhyun mengeraskan rahangnya, merasa tidak suka jika ada oranglain yang akan mengambilalih miliknya itu.

 

“Tenang saja, aku suka menjaga gadis kecil polos ini.” Donghae menjawab sambil mengacak rambut Seulbi gemas, membuat Kyuhyun yang melihatnya semakin geram. ingin rasanya Kyuhyun menarik Seulbi dari sana lalu menguncinya didalam kamar, menghabiskan liburan ini sepanjang waktu hanya berdua saja.

 

“Cepatlah!” Namun apalah daya Kyuhyun yang hanya bisa mengucapkan kata lain untuk menggantikan hasratnya itu. ia tidak bisa lama-lama melihat Seulbi tersentuh Laki-laki lain.

 

***

 

“Uwaoww! indah sekali.” Teriak Chaerin gembira saat mereka baru saja sampai ditempat ladang jeruk asli pulau Jeju itu. “Harumnyaaaa.” Chaerin menghirup banyak-banyak aroma jeruk yang bertebangan disekelilingnya.

 

Seulbi tersenyum, merasakan hal yang sama dengan Chaerin. “Nona. Lihat itu. besar sekali.” Seulbi menunjuk kearah satu buah jeruk yang super besar dari ukuran jeruk yang lain. membuatnya dan Chaerin menganga takjub. sedangkan sang 2 lelaki dewasa dibelakang mereka hanya mendecak melihat tingkah kekanakan dua gadis itu. maklum saja, umur mereka masih 20 tahun.

 

“Oppa. ayo petikkan satu untukku. pilih yang paling segar.” Pinta Chaerin pada Kyuhyun, Kyuhyun hanya bergeming, membuat Chaerin menatapnya sebal. dengan jurus manjannya, Chaerin menarik-narik tangan Kyuhyun agar mau mengambilkan jeruk untuknya.

 

“Ayoo ambilkan Oppa. ayoo ambilkan!!” Chaerin terus saja menarik tangan Kyuhyun yang membuat Kyuhyun semakin jengah dan pada akhirnya menyerah dan memetik asal satu buah jeruk untuk diberikan pada Chaerin. Chaerin pun menerimanya dengan senang hati.

 

“Wahh. manis sekali. Terimakasih oppa, kau memilihkan yang terbaik untukku.” Ujar Chaerin saat mengupas dan memakan langsung jeruk pemberian Kyuhyun. Kyuhyun sama sekali tidak menghiraukan itu, karna perhatiannya saat ini sedang sepenuhnya teralih pada gadis yang tengah tertawa lepas dengan saudara tirinya. tangan Kyuhyun terkepal. merasa sangat kesal.

 

“Hahaha. apa semasam itu, Donghae-ssi?” Seulbi tertawa lebar ketika melihat ekspresi Donghae yang lucu saat memakan jeruk masam yang ia petik. Donghae memicingkan matanya menahan rasa masam itu.

 

“Ya. sangat masam.”

 

“Kalau begitu jangan dimakan, kau bisa sakit perut.” Tutur Seulbi sambil meraih jeruk masam yang Donghae bawa, namun dengan gerakan cepat. Donghae pun menyembunyikan jeruk itu dibelakang punggungnya.

 

“Tidak. aku akan tetap memakannya. aku suka masam.” Tekad Donghae.

 

“Kau tidak suka, Donghae-ssi.” ucap Seulbi sok tau sambil terus berusaha mengambil Jeruk itu.

 

“Aku suka.”

 

“Kau tidak suka.”

 

“Aku bilang aku suka.” Donghae dan Seulbi terus berebut satu jeruk itu yang padahal disekitar mereka juga banyak sekali jeruk segar lainnya. membuat sepasang mata elang Kyuhyun yang memang sejak tadi memperhatikan mereka pun menjadi semakin kesal.

 

“Mereka cepat sekali akrab.” ucap Chaerin senang yang juga sedang melihat Donghae dan Seulbi bercanda bersama. Kyuhyun mengalihkan pandangannya, hatinya benar-benar akan terbakar sekarang.

 

“Aku kembali ke Hotel.” pamit Kyuhyun singkat pada Chaerin yang menatap punggung Kyuhyun tak percaya. apa dia baru saja meninggalkanku? pikir Chaerin sambil menghentakkan kakinya sebal.

 

***

 

“Masuklah.” Lirih Donghae pada Seulbi ketika mereka berdua tiba didepan pintu kamar Seulbi. Seulbi tersenyum.

 

“Donghae-ssi. kau seharusnya tidak perlu mengantarku.”

 

“Tapi kan kita sudah sampai?” balas Donghae sambil mengacak lembut rambut Seulbi membuat gadis yang tingginya hanya sebatas bahu laki-laki itu pun mengerjap. Seulbi memang paling suka jika ada yang mengusap rambutnya.

 

“Terimakasih.” ucap Seulbi sambil tetap memamerkan senyum.

 

Donghae memutar tubuh Seulbi menghadap pintu, membuka pintu itu lalu mendorong Seulbi pelan. “Masuklah dan istirahat. sampai ketemu besok,”

 

 

Kyuhyun duduk disofa kamarnya dengan gusar sambil memangku Laptopnya. bekerja. tentu saja, meskipun saat ini ia sedang berada jauh dari gedung bertingkatnya itu. tanggung jawabnya tidak bisa ia biarkan begitu saja. setidaknya, hanya dengan memeriksa keadaan dari jauh, sudah cukup.

 

Namun tidak seperti biasanya, seorang Cho Kyuhyun yang selalu fokus dengan pekerjaannya itu sekarang tengah gelisah berkepanjangan. sejak melihat gadis kecilnya tersentuh dan tertawa dengan laki-laki lain membuatnya tidak tenang bahkan untuk bekerja pun tidak bisa. pikirannya penuh dengan bayangan Seulbi. dan itu membuatnya sangat frustasi.

 

“Sudah cukup. tidak bisa seperti ini!” Kyuhyun memindahkan Laptopnya dari pangakuannya. berdiri dari sofa itu lalu memakai mantelnya yang tergantung disebelah pintu. Hari memang sudah tengah malam mengingat Kyuhyun bahkan sudah melewatkan makan malam bersama keluarganya 5 jam yang lalu. Emosi Kyuhyun begitu labil, tidak sesuai dengan usianya yang sudah menginjak 30 tahun itu.

 

“Persetan dengan apapun. aku akan benar-benar gila jika tidak bertemu dengannya.” Kyuhyun menutup pintu kamarnya kasar lalu melangkahkan kakinya menuju sebuah kamar. kamar gadis kecilnya, kamar Seulbi.

 

Jarak antara kamar Kyuhyun dan Seulbi memang jauh, bahkan berada di lantai kamar yang berbeda. namun hal itu sama sekali tidak menyurutkan niatnya sedikitpun untuk menemui Seulbi.

Setelah lift lantai kamar Seulbi terbuka, dengan tergesa Kyuhyun berjalan ke arah kamar Seulbi yang sudah ia hafalkan sebelumnya. beruntung sekali Kyuhyun yang ketika mencoba membuka kamar Seulbi rupanya pintu kamar itu tidak terkunci.

 

“Gadis ceroboh.” desis Kyuhyun

Gelap. itulah pemandangan pertama yang Kyuhyun lihat ketika memaauki kamar Seulbi. seluruh lampu padam kecuali lampu kecil dekat tempat tidur Seulbi. tentu saja Cho Kyuhyun. kau berkunjung saat tengah malam.

 

tanpa menunggu lama, Kyuhyun pun mendekat kearah Seulbi yang ternyata sudah tertidur pulas. tanpa sadar Kyuhyun tersenyum.

 

“Wajah damaimu menjadi favoriteku sekarang.” bisik Kyuhyun yang sedang berlutut mensejajarkan wajahnya dan wajah Seulbi. tak ada jarak lagi diantara wajah mereka, Kyuhyun bahkan menempelkan hidungnya tepat diatas hidung Seulbi. menghirup dalam-dalam aroma bayi diwajah itu, Khas Seulbi yang sangat Kyuhyun sukai.

 

Kyuhyun terus menghirup aroma Seulbi sambil menggesekkan lembut hidungnya pada hidung Seulbi. sesekali mengecupkan bibirnya disudut bibir Seulbi. tangan Kyuhyun pun tak tinggal diam, dengan aktif mengusap rambut Seulbi dengan penuh kasih sayang. tidak. Kyuhyun belum membenamkan bibirnya pada bibir Seulbi. kali ini, Kyuhyun tidak ingin bermain sendirian.

 

“Seulbi-yaa. bangunlah.” bisik Kyuhyun dengan suara seraknya yang terdengar….. sexy? entah sejak kapan suara Kyuhyun berubah menjadi semenggoda itu. Seulbi bergeming, tidak bergerak sedikitpun.

 

Kyuhyun pun tertawa kecil, “Seulbi-ya. bangun sayang.” bisik Kyuhyun lagi tepat diatas telinga Seulbi. Seulbi yang merasa tidurnya terusik dan merasa tidak nyaman pun pada akhirnya mengerang lalu membuka matanya perlahan.

 

“Tuan Cho.” kaget Seulbi saat matanya bertemu dengan mata Kyuhyun yang menyipit karna tersenyum. Seulbi terduduk dari tidurnya lalu menjauhkan diri segera dari wajah Kyuhyun yang berjarak begitu dekat dengannya. “Kenapa kau disini? ditengah malam?” Lanjut Seulbi dengan polos sambil mengeratkan selimutnya.

 

“Aku?” Kyuhyun menunjuk dirinya sendiri. “Hm. sebenarnya awalnya niatku kesini adalah untuk memarahimu. tapi karna melihatmu yang begitu manis ketika tertidur. kemarahanku menguap entah kemana.” Lanjut Kyuhyun sambil berdiri dari posisinya lalu ikut mendudukkan dirinya diatas tempat tidur Seulbi, meraih kedua tangan Seulbi dan menggenggamnya.

 

“Tuan Cho. tapi ini tengah malam, kau tidak boleh berada terus disini.” keluh Seulbi cemas tanpa mempedulikan kalimat rayuan dan genggaman tangan Kyuhyun. tidak menghiraukan keluhan Seulbi, Kyuhyun pun menarik tubuh Seulbi mendekat kearahnya. memeluk Seulbi dari belakang sehingga punggung Seulbi menempel pada dada Kyuhyun yang saat itu hanya menggunakan kaos Vneck tipis berwarna putih.

 

“Lalu menurutmu, apa kita harus pindah ketempat lain?” Tanya lirih Kyuhyun dengan suaranya yang terdengar masih serak, Seulbi menutup matanya. menahan jantungnya yang saat ini tengah berdegup kencang tanpa diperintah. Seulbi sebenarnya bisa saja melepas pelukan itu lalu dengan tegas mengusir Kyuhyun pergi dari kamarnya. namun, entah dorongan dari mana Seulbi malah hanya terdiam ditempat, menerima segala perlakukan intim Kyuhyun.

 

“Aku benar-benar akan gila seharian ini, kau sama sekali tidak mau menatapku dan hanya memberikan perhatian pada si bodoh Donghae itu.” kali ini Kyuhyun yang mengeluh, bibirnya meniup-niup kesal diatas rambut Seulbi. membenarkan letak duduk Seulbi agar lebih dekat dengannya. memangkunya. Seulbi terkesiap saat merasa pantatnya menyenggol sesuatu dibawah sana.

 

“Tuan Cho, tolong jangan seperti ini. aku-”

 

“Menyukaiku, katakan bahwa kau menyukaiku.” potong Kyuhyun cepat. Seulbi mendesis saat dirinya mulai frustasi menghadapi Kyuhyun. hal seperti ini tidak boleh terjadi. Seulbi pun memberontak dari kata hatinya, melepaskan pelukan Kyuhyun. dan memutar tubuhnya menghadap Kyuhyun.

 

“Kau tidak boleh seperti ini, kumohon sadarlah. kau adalah calon suami Nona Chaerin. aku tidak peduli jika kau ingin menyakiti siapapun tapi jangan dengan Nona Chaerin.” ucap Seulbi memohon menatap Kyuhyun. Seulbi sadar bahwa dirinya tidak boleh egois dengan memanjakan dirinya dengan segala perlakuan Kyuhyun dan mengabaikan perasaan Chaerin begitu saja.

 

“Sudah?” tanya Kyuhyun bersuara ketika Seulbi menyelesaikan kalimatnya. Kyuhyun mengulurkan tangannya kearah bahu Seulbi. menarik bahu itu kepelukannya. “Kau masih ingatkan, dulu aku pernah mengatakan padamu bahwa aku tidak suka dengan rencana perjodohan ini?” bisik Kyuhyun ditelinga Seulbi, Seulbi yang masih mengingat perkataan Kyuhyun waktu itu pun mengangguk dalam pelukan Kyuhyun.

 

“Apa kau mau tau alasan kenapa tiba-tiba aku mau menerima perjodohan ini?”

 

Seulbi menggeleng, “Tidak. aku sudah tau. alasannya adalah karna kau telah jatuh cinta pada nona Chaerin. memangnya laki-laki mana yang tidak jatuh cinta dengan gadis sebaik dan secantik Nona Chaerin. dia adalah gambaran sempurna seorang perempuan.” celoteh Seulbi dipundak Kyuhyun. sesekali gadis itu menutup mata kala mencium aroma Kyuhyun yang memabukkan.

 

“Kau salah.” sergah Kyuhyun melepas pelukannya. menatap dalam mata jernih Seulbi yang terlihat indah dikegelapan. “Satu-satunya alasanku menerima ini semua adalah, Kau. hanya kau Seulbi.” jelas Kyuhyun dengan suara lembut yang membuai pendengaran Seulbi. gadis itu tersentak seketika saat tau bahwa ternyata dirinyalah alasan Kyuhyun menerima perjodohan yang pernah ditolaknya.

 

“Aku?”

 

“Iya kau. dirimu.”

 

“Tapi, kenapa?”

 

Kyuhyun tersenyum, “Kau maaih belum paham rupanya.” ucap laki-laki itu sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Seulbi. saling menempelkan hidung. “Aku menyukaimu. bahkan sejak pertama kali kita bertemu.” Kalimat Kyuhyun sontak membuat sistem kerja jantung Seulbi tak karuan, gadis itu membulat mendengar pernyataan cinta dari seorang lelaki untuknya. Seketika gadis itu pun semakin dibuat melayang saat ia rasa material lembut menyentuh bibirnya. Kyuhyun menciumnya dalam bahkan saat Seulbi belum menutup matanya sehingga ia bisa melihat wajah Kyuhyun yang sedang menutup mata itu dari dekat. tampan.

 

Kyuhyun membuka matanya dan melihat Seulbi yang ternyata belum menutup mata. dengan cepat Kyuhyun melepas ciuman nya dan mengecup bergantian kedua mata Seulbi yang otomatis membuat gadis itu menutupkan matanya, Senyum miring Kyuhyun terbentuk.

 

tanpa menunggu lama lagi, Kyuhyun pun kembali meraup bibir Seulbi. menarik Seulbi kepangkuannya dengan menempelkan pusat tubuhnya dengan pusat tubuh Seulbi. gadis itu bergerak tak nyaman dengan hal baru yang ia rasakan. tangan Kyuhyun bergerak asal dengan mengusap punggung Seulbi dan sesekali menarik ikatan bra Seulbi dari luar kemeja yang Seulbi gunakan. gadis itu seolah terbuai dan membiarkan begitu saja perlakuan Kyuhyun. dengan lebih intim, Kyuhyun mendesak masuk lidahnya kemulut Seulbi, membiarkan lidahnya dan lidah gadis itu bertemu, Seulbi mengerang saat tak sengaja Kyuhyun menggigit lidah Seulbi gemas. membuat lelaki itu tersenyum disela-sela ciuman panasnya.

 

takut jika gadisnya merasa lelah, dengan telaten Kyuhyun menidurkan tubuh Seulbi lalu menindihnya, merasakan dada Seulbi yang bertemu dengan dadanya membuat sesuatu milik Kyuhyun dibawah sana merasa semakin sesak. Seulbi pun merasakan hal yang sama, gadis itu lagi-lagi tidak menyadari ketika tangannya sudah berpindah ketengkuk Kyuhyun, bermaksud untuk meminta Kyuhyun memperdalam ciumannya.

 

“Tuan choohh.” desah Seulbi saat Kyuhyun memindah kecupannya ke leher Seulbi, nafas gadis itu terengah-engah merasakan perasaan membuncah yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Kyuhyun melumat leher Seulbi, dan merasa puas ketika dirinya melihat jejak kepemilikan berwarna merah keunguan itu disana, mengecupnya singkat lalu meneruskan ciumannya turun ke tulang selangka Seulbi; terus turun menuju dada Seulbi sambil membuka tiga kancing teratas Seulbi. betapa puasnya Kyuhyun saat wajahya berbenturan dengan dada Seulbi yang beraroma khas itu, Seulbi hanya diam menikmati seluruh sentuhan Kyuhyun sambil sesekali mendesah saat Kyuhyun menyentuh daerah-daerah sensitivenya. tidak bisa lagi menunggu sabar, Kyuhyun pun mengeluarkan dua gundukan Seulbi dari tempatnya tanpa melepas kaitan bra nya terlebih dahulu. Kyuhyun sempat mengagumi sebentar dua benda indah didepannya itu yang membuat Seulbi merona sesaat. dengan senyum merekah, Kyuhyun pun meraup puncak payudara Seulbi dan melumatnya tak sabaran yang membuat desahan-desahan kenikmatan keluar dari bibir Seulbi.

 

Seulbi lagi-lagi menekan kepala Kyuhyun agar terus melumatnya dalam. Kyuhyun berpindah ke dada Seulbi yang lainnya dan melakukan hal yang sama. merasa terganggu, Kyuhyun pun melepas kemeja Seulbi kasar dan disusul dengan bra Seulbi sehingga saat ini gadis itu tengah dalam keadaan half-naked. Kyuhyun dengan cepat melepaskan kaos tipisnya juga lalu mendekatkan kembali bibirnya diatas puncak dada Seulbi

 

 

“Aku tidak tau apa aku bisa membagi ini kelak dengan anak-anak kita dimasa depan.” gumam Kyuhyun dan kembali melumat puncak dada Seulbi lembut. membuat gadis itu merona untuk kesekian kalinya. setelah merasa cukup bermain dengan dada Seulbi, Kyuhyun menurunkan ciumannya menuju perut dan berakhir pada kancing celana jins Seulbi. laki-laki dewasa berusia 30 tahun itu tidak bisa menahan lagi, sesuatu dibawahnya sudah mengeras menunggu sejak tadi untuk memasuki kelubang yang tepat. Kyuhyun mengerang tertahan saat dirinya bimbang akan membuka kancing celana itu atau tidak, Seulbi sendiri yang merasa kebimbangan Kyuhyun memutuskan untuk diam saja, tidak melarang ataupun memberi oerintah Kyuhyun untuk membukanya.

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, “Tidak, aku tidak akan melakukannya sekarang.” tekad Kyuhyun lalu menjauhkan dirinya dari tubuh bagian bawah Seulbi, membuat Seulbi yang melihat hal itupun tertular senyum Kyuhyun.

 

“Terimakasih.” bisik Seulbi saat Kyuhyun kembali melumat bibirnya ganas, saling menempelkan dada mereka yang membuat libido Kyuhyun meningkat karna mempesonanya dada Seulbi yang baru berusia 20 tahun itu.

 

“Jangan berterimakasih dulu, ini belum selesai.” tekan Kyuhyun saat tubuh Kyuhyun semakin menindih Seulbi, berusaha mensejajarkan miliknya yang mengeras dengan milik Seulbi yang sudah basah diluar celananya. menggesekkan dua pusat tubuh itu keatas dan kebawah, merasakan dengan nikmat setiap pergerakannya. membuat baik Kyuhyun maupun Seulbi terus mendesah.

 

“Maafkan aku dengan seluruh hasratku padamu diusia 30 tahun ini.” tutur Kyuhyun mengeluarkan suaranya disela-sela kegiatan mereka agar terdengar senormal mungkin ditelinga Seulbi. Seulbi menjawab dengan hanya anggukan kepala, gadis itu tidak cukup kuat untuk berbicara sekarang. Kyuhyun tersenyum, mengusap peluh yang membasahi gadis kecilnya ini dengan penuh kasih sayang. mata Kyuhyun menatap wajah Seulbi yang kemerahan karnanya, matia-matian Kyuhyun menahan diri untuk tidak langsung menghujami Seulbi dengan miliknya. Kyuhyun tidak ingin merusak Seulbi walau apa yang dilakukan saat ini juga termasuk dalam kategori itu.

 

Namun apalah daya Kyuhyun yang hanya seorang pria dewasa biasa yang baru saja menginjak umur 30 tahun. Hasrat dewasanya tidak bisa ia redam begitu saja ketika berada didekat gadis yang ia cintai.

 

“Ini mungkin terdengar lucu bagimu, tapi sungguh. aku menyukaimu. mencintaimu.” lirih Kyuhyun sambil menjatuhkan diri kepelukan Seulbi. persetan dengan perjodohan bodoh itu, jika tidak ada Seulbi di dekat Chaerin. mungkin Kyuhyun akan menolak mentah-mentah sampai akhir perjodohannya.

 

Seulbi tersenyum hambar, “Aku juga. tapi kita bisa apa?” Seulbi menggumam sendiri sambil memeluk Kyuhyun yang tertidur diatas tubuhnya, Seulbi sama sekali tidak merasa berat dengan tubuh Kyuhyun. yang lebih berat menurut Seulbi adalah bagaiman ia menekan perasaannya dalam-dalam yang ingin bersanding dengan Kyuhyun. Kyuhyun milik Nona mudanya, dan sampai kapan pun akan tetap seperti itu.

 

 

 

 

-To Be Continued

 

 

 

Maaf kalau ceritanya absurd -,-

Give ur Feefback readers. kurang satu lagi END kok.

Gomawooo ๐Ÿ˜€

297 thoughts on “When Kyuhyun 30 Years Old Part 2

  1. Jadi penasaran gimana nnti hubungan chaerin ama seulbi yak klo chaerin tau hbungannya seulbi ma kyu
    lanjut ya thor
    fightiiinngg!!๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    Suka

  2. Waaaah hubungan diam diam critanya jadi penasaran sama chaerin kalo tau sahabatnya suka sama calon suaminya…. akankah chaerin menjadi egois ataukah mengalah demi sahabat?
    Lanjutttt……

    Suka

  3. Selanjutnya apa yg akan mereka lakukan.. akankah kyu langsung terus terang kalau dia cinta sama seulbi.. ataukah seulbi hanya dijadikannya seperti selingkuhan.. dan bagaimana reaksi chaerin kalau tau dia hanya dimanfaatkan sama kyu aja.. molla.. nan molla.. next

    Suka

  4. Chaerin termakan omongannya,dia pasti nyesel,pas lihat kyu,tentu saja dia tampan…ha ha…siapapun juga tau!!
    yang pasti selbi makin susah,kyu memang ga bisa dilarang….makin seru aja…..thanks thor….

    Suka

  5. Apa seulbi bisa bersatu dgn kyuhyun? Gmn dgn chaerin??? Mereka sudah saling mencintai…akannkah kyu terus memperjuangksn seulbi????

    Suka

  6. Ping balik: When Kyuhyun 30 Years Old Part 2 | sufmetnaat

  7. Ternyata ya terima perjodohan hanya karena untuk mendekati seulbi ,, ternyata seulbi juga mencintai kyuhyun ,, masalah terbesarnya sekarang adalah chaerin ,, sekarang dia justru tergila2 sama kyuhyun ,, dan donghae sepertinya dia tertarik dengan seulbi

    Suka

  8. Aduh nekat aja c Kyu,,, tp cinta emng bkin org jd lupa ksadaran,,trmsuk c Kyu yg lg ngalaminnya…
    Bgmn ya klnjutan hbngan mrka???

    Suka

  9. aigoooo…saya deg2an baca ini hahahaha gimana kisah mereka.selanjutnya ya, ini.seruuu bangeett kira2 kyuhyun bakal jadi sama seulbi apa g’ ya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s