You And I Part 9


Title : You And I  Part 9

 

 

Author : Mrs. Moonlight

 

 

Category : Chapter, Married life, NC 21, Romance

 

 

Cast : Cho Kyuhyun

 

 

Lee Ji Hye

 

 

And all other cast

 

 

Selamat membaca…

 

 

***

 

 

Previous Chapter

 

 

Seorang pria paruh baya berpenampilan rapi menyunggingkan senyum ramahnya di hadapan Ji Hye yang masih terheran-heran menatapnya.

 

 

Ji Hye membalas senyuman pria paruh baya itu dengan membungkuk hormat.

 

 

‘’Apakah benar ini tempat tinggal nona Lee Ji Hye?’’Pria paruh baya itu berkata dengan sopan.

 

 

‘’Be-benar. Saya Lee Ji Hye…’’Ji Hye menjawab dengan nada suara gugup dan khawatir. Dalam hatinya bertanya-tanya ada apa orang ini mencarinya?

 

 

‘’Senang sekali bisa bertemu dengan anda nona Lee. Perkenalkan saya Cho Yong-hwan ayah dari Cho Kyuhyun.’’

 

 

-oOo-

 

 

Lee Ji Hye masih berdiri di hadapan Tuan Cho dengan tatapan bingung bercampur malu. Tiba-tiba saja seluruh tubuhnya terasa gemetar dan keringat dingin mulai keluar dari pori-pori kulitnya. Rasanya seolah-olah kau berdiri di atas panggung sedangkan di hadapanmu berjuta pasang mata dengan sorot tajam berusaha menelenjangi penampilanmu. Meskipun dengan susah payah akhirnya ia  bersikap sesopan mungkin di hadapan pria paruh baya ini yang ternyata adalah ayah mertuanya sendiri.

 

 

‘’Si-silahkan masuk Tuan. Maaf jika tempatnya seperti ini…’’ Ji Hye memundurkan langkahnya agar Tuan Cho dapat masuk ke dalam ruang tamu flat-nya yang sempit. Ia membungkuk hormat.

 

 

Tuan Cho hanya tersenyum hangat melangkah pelan memasuki ruangan itu. Kemudian ia memilih duduk bersimpuh di lantai yang tidak memiliki sofa begitu pula dengan Ji Hye yang telah duduk di hadapan Tuan Cho sambil menunduk malu. Ia benar-benar tak menyangka akan secepat ini bertemu dengan ayah mertuanya.

 

 

Tuan Cho menarik nafasnya menatap Ji Hye yang kentara sekali tampak tak nyaman. Sepertinya menantunya ini salah tingkah sendiri.

 

 

‘’Nona Lee Ji Hye. Ah…ya mungkin saya akan memanggil Ji Hye saja.’’ Tuan Cho kembali tersenyum saat Ji Hye mengangkat kepalanya. Ia menatap ayah mertuanya yang berwajah ramah serta berwibawa dengan dahi lebarnya yang indah mirip sekali dengan putranya Cho Kyuhyun.

 

 

‘’Sebenarnya kedatangan saya ke sini adalah ingin bertemu dengan menantu saya beserta keluarganya.’’ Tuan Cho berujar sopan dengan nada suara yang dalam. Matanya memandang penuh arti kepada menantunya.

 

 

Ji Hye hanya diam mendengarkan. Ia bisa merasakan denyut jantungnya bertalu-talu meningkat drastis. Sama sekali tak tahu kalimat apa yang seharusnya terlontar dari mulutnya.

 

 

Tuan Cho menghela nafasnya sejenak,‘’Putraku-Kyuhyun… sudah menceritakan semuanya kepada kami. Tentang pernikahan kalian serta cucuku, Cho Jae Hyun.’’ Tuan Cho berkata pelan.

 

 

 Jae Hyun? apakah Kyuhyun yang membawanya?

 

 

Apakah Jae Hyun telah di akui sebagai bagian dari Keluarga Cho?

 

 

Seakan mengerti dengan raut penuh tanda tanya menantunya, Tuan Cho memilih untuk menceritakan semuanya. Ia mengangguk pelan meyakinkan Ji Hye.

 

 

‘’Pagi-pagi sekali… aku dan isteriku sangat terkejut ketika Kyuhyun kembali kerumah dengan membawa seorang bayi yang sangat lucu. Isteriku-eomma dari Kyuhyun… langsung menggendong bayi kalian dan sampai saat ini ia tak mau melepaskannya lagi. Kami sekeluarga sangat bahagia dengan kehadiran anggota baru keluarga kami. Dan akan lebih bahagia lagi kalau ibu dari cucuku berkenan datang ke kediaman-ku.’’ Tuan Cho masih bergumam sembari tertawa membayangkan isterinya yang begitu senang sewaktu pertamakali melihat Jae Hyun.

 

 

Ji Hye tersenyum kaku mendengar perkataan ayah mertuanya. Ia juga ikut merasakan bahagia ternyata keluarga besar Cho mau menerima putranya dengan tangan terbuka.

 

 

‘’Putra kalian Cho Jae Hyun sangat senang bermain-main dengan neneknya.’’ Tuan Cho menghela nafas lagi, ‘’Tidak ada alasan lagi bagi kami sekeluarga untuk tak merestui pernikahanmu dan Kyuhyun. Aku sudah memutuskan… bahwa pernikahan kalian sudah saatnya untuk di umumkan kepada semua orang dan di rayakan seperti pesta pernikahan pada umumnya. Aku beserta keluarga sudah membahas masalah ini. Aku harap… kau mau mengunjungi kediaman kami sekarang juga, nak’’

 

 

Ji Hye kaget-tentu saja. Ayah mertuanya datang untuk mengajaknya mendatangi kediaman keluarga Cho. Tetapi yang menjadi masalahnya… apakah ia siap?

 

 

‘’Sa-saya… ‘’ Ji Hye ingin sekali berkata ‘saya mau berkunjung ke rumah anda, Tuan’ namun seolah-olah suaranya tercekat pada tenggorokannnya.

 

 

Tuan Cho tersenyum penuh arti lalu bangkit dari duduknya di ikuti oleh Ji Hye yang masih bersikap canggung.

 

 

‘’Aku akan kembali dulu ke rumah untuk mengabarkan berita bahagia ini dan tentunya kami akan mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut menantu kami. Sampai bertemu di rumah, kalau begitu.’’ Tuan Cho tersenyum sekali lagi sambil membungkuk ke arah Ji Hye yang di balas Ji Hye oleh hal yang serupa.

 

 

‘’Ne… Tuan.’’

 

 

‘’Ah… ya ada satu hal lagi.’’ Tuan Cho yang tengah berjalan menuju pintu kemudian berhenti sesaat. Ia membalikkan badannya memandang menantunya yang berdiri kikuk di seberang ruangan.‘’Jangan memanggilku dengan sebutan Tuan. Panggil aku aboenim. Sepertinya itu lebih baik.’’ Tuan Cho  kemudian berbalik melangkah keluar meninggalkan Ji Hye yang benar-benar mematung di tempatnya.

 

 

Belum sempat Ji Hye mengatur nafasnya, ia langsung di kejutkan oleh kehadiran Kyuhyun yang masuk tiba-tiba ke dalam ruang tamu flat-nya. Entah mengapa ia merasa tak senang dengan kehadiran pria itu. Wajahnya perlahan berubah menjadi tegang padahal baru saja ia merasa sangat bahagia atas kedatangan ayah mertuanya.

 

 

‘’Selamat pagi sayang… sepertinya kau harus ikut denganku sekarang juga. Kita akan mengunjungi kediaman orang tuaku.’’ Kyuhyun tersenyum memandang isterinya yang membalas tatapannya dengan wajah sinis.

 

 

Ia memberanikan dirinya melangkah mendekati Ji Hye yang masih terpaku di tempatnya. Dengan mata kecokelatannya yang penuh gairah Kyuhyun mengangkat sebelah tangannya membelai pipi isterinya begitu lembut dan penuh perasaan. Seandainya wanita di hadapannya ini tahu betapa ia hampir gila memikirkannya setiap saat. Betapa ia hampir berputus asa untuk dapat bertemu kembali dengannya.

 

 

Ji Hye memalingkan mukanya ketika jemari tangan Kyuhyun menangkup wajahnya. Tangan kanannya dengan reflek menepis lengan Kyuhyun yang masih bergeming.

 

 

‘’Jangan sentuh aku!’’Ji Hye akhirnya berkata ketus. Mata kehitamannya mendelik kearah Kyuhyun.

 

 

‘’Hye-ya..’’ Kyuhyun masih berusaha meraih kedua tangan isterinya lalu menyudutkan punggung wanita ini hingga menyentuh dinding. Ia memerangkap isterinya dengan tubuh besarnya seolah ingin merasakan kehangatan ini lebih lama lagi.

 

 

‘’Apa yang ingin kau lakukan?’’ Ji Hye benar-benar tak bisa menahan gejolak emosinya yang telah membuncah di dadanya. Nafasnya terlihat naik turun dengan tatapan waspada.

 

 

‘’Dengar sayangku. Aku tahu… kau sangat sulit untuk memaafkan aku. Tapi… ku mohon berikan aku kesempatan untuk menebus semuanya. Aku berjanji akan memperbaiki hubungan kita seperti dulu.’’

 

 

Mata Kyuhyun terkunci pada isterinya. Mereka terdiam sesaat, terhanyut dalam pemikiran masing-masing…

 

 

‘’Aku… sudah sejak lama ingin mengatakan ini padamu… aku… mencintaimu, Hye-ya. Aku sangat menyayangimu dan anak kita.’’ Kyuhyun bergumam sangat pelan. Ia mengamati wajah isterinya menyelami perasaan wanita yang masih bertahta dalam hatinya hingga kini.

 

 

Pernyataan cinta dari Kyuhyun barusan membuat Ji Hye terhenyak. Matanya menatap dalam-dalam  wajah suaminya yang rupawan itu meskipun terlihat sangat pucat dan tirus. Baru kali ini ia mendengarnya… mendengar kalimat pengakuan yang meluncur dari bibir Kyuhyun, yang semakin menggugah hatinya. Tapi… akankah ia percaya pada pria ini?

 

 

‘’Aku berjanji padamu, sayang. Aku akan menjadi seorang suami sekaligus ayah yang baik… Bisakah kita memulai hubungan dari awal lagi?’’ Kyuhyun berujar sangat lembut mendayu-dayu pada indera pendengarannya. Mata kecokelatan miliknya terasa hangat sekaligus menenangkan.

 

 

Ji Hye mencoba membuka mulutnya namun lidahnya seakan kelu untuk menjawab akhirnya ia menggeleng lemah.

 

 

Kyuhyun mulai memajukan wajahnya meskipun isterinya berusaha memberontak minta di lepaskan. Ia semakin memiringkan wajahnya, menempelkan bibirnya menyentuh bibir wanita di hadapannya ini sambil melumat pelan. Sangat pelan…

 

 

Ia dapat merasakan hembusan hangat nafas Kyuhyun menyapu wajahnya, bahkan tubuhnya sama sekali tak menolak perlakuan intim ini- seakan tak ada jarak di antara mereka. Sepertinya ia akan benar-benar gila sekarang. Kyuhyun semakin menekan lembut bibir isterinya. Hanya ciuman ringan. Kemudian ia memundurkan wajahnya kembali melepas dekapan tangannya.

 

 

Kyuhyun tersenyum penuh arti memandangi wajah isterinya yang memerah. Seolah-olah wanita ini sangat merindukan sentuhannya.

 

 

‘’Bersiaplah… Jangan lupa kau harus berdandan yang cantik karena kita akan mendatangi kediaman orang tuaku, dan… aku sangat senang kau menerima ciumanku tanpa perlawanan.’’ Kyuhyun  menyeringai sembari memamerkan deretan giginya.

 

 

‘’Kau tentunya tahu bahwa sekarang aku masih membencimu…’’

 

 

‘’Ya… aku sangat paham itu, sayang.’’ Kyuhyun menjawab pertanyaan Ji Hye dengan santai.

 

 

Meskipun sedikit kesal- Kyuhyun mencium paksa dirinya, saat itu juga Ji Hye memilih berjalan menuju kamar mandi tanpa mengucapkan apa-apa lagi pada suaminya. Ia sebal karena sifat pemaksa Kyuhyun masih melekat jelas pada dirinya dan yang paling membuat Ji Hye lebih kesal lagi adalah mengapa ia mulai menikmati setiap sentuhan pria itu.

 

 

Kyuhyun terkekeh menatap punggung Ji Hye yang menghilang di balik pintu.

 

 

Aku akan merebut kembali cintamu, Hye-ya. Dan aku akan membuat kau memaafkan aku. Tak perduli kau mau atau tidak…

 

 

Selamanya… kau akan tetap menjadi milikku.

 

 

***

 

 

Kyuhyun dan Ji Hye tiba di depan kediaman keluarga Cho, siang itu. Keduanya turun perlahan dari mobil, melangkah masuk ke dalam rumah megah yang sangat luas.

 

 

Denyut jantung Ji Hye meningkat drastis saat ia berdiri di ruangan besar bernuansa putih dengan beberapa furniture serta hiasan dinding yang berkelas dan mahal tentunya. Ji Hye bergeming di tempatnya berdiri sekarang. Matanya mengitari seluruh isi ruangan ini.

 

 

‘’Ayo kita ke ruang keluarga, sayang.’’ Kyuhyun menginterupsi yang langsung membuat Ji Hye terjaga dari kebisuannya. Ia melihat pria itu tersenyum tulus sambil mengulurkan tangan kanannya.

 

 

‘’Kau tidak usah sok romantis seperti ini…’’ Ji Hye berkatah lirih namun raut wajahnya seolah memendam amarahnya.

 

 

Kyuhyun hanya tersenyum tanpa menunggu persetujuan isterinya, ia menggenggam tangan kanan wanita itu hingga membuatnya mengernyitkan kening tidak suka.

 

 

‘’Bisakah kita tidak bertengkar untuk sementara ini, sayang. Keluargaku telah menunggu kita berdua  beserta aboenim juga Jae Hyun.’’Kyuhyun menatap Ji Hye-penuh harap.

 

 

‘’Baiklah…’’ Ji Hye mengalah. Ia membiarkan Kyuhyun menggandeng tangannya membimbing dirinya berjalan menuju ruang keluarga. Ia merasa aneh saat tangan Kyuhyun menggenggamnya seperti ini. Kehangatan tubuh Kyuhyun menjalar memenuhi relung hatinya yang beku. Memberikan rasa aman yang membuncah pada dirinya yang selama ini merasa ketakutan. Takut akan kenyataan yang di hadapinya…

 

 

Mereka berdua akhirnya sampai juga pada sebuah ruangan bundar nan luas yang terdiri dari beberapa sofa mewah serta berbagai macam hiasan di setiap sudutnya. Telah duduk pula beberapa orang yang sepertinya anggota keluarga Cho di sana. Semua yang ada di ruangan itu sontak terdiam memandangi Kedatangan mereka.

 

 

Meskipun sangat malu dirinya menjadi pusat perhatian, Ji Hye tetap menyunggingkan senyum hangatnya lalu membungkuk hormat. Ia memberanikan mengangkat dagunya melihat semua orang yang duduk di hadapannya. Tuan Lee juga terlihat duduk pada salah satu sofa beserta Jae Hyun yang sedang menggigit-gigit jari mungilnya tengah berada dalam pangkuan seorang wanita paruh baya yang tersenyum ramah ke arahnya.

 

 

‘’Annyeonghaseo… Appa, eomma, Noona dan Hyung. Ini Lee Ji Hye, isteriku. Eommanya Jae Hyun.’’ Kyuhyun membungkuk hormat sambil menyapa semua yang berada di ruangan itu.‘’Aboenim… maaf saya terlambat datang.’’ Kyuhyun juga menyapa Tuan Lee yg duduk di sebelah ayahnya, sepertinya mereka berdua terlihat akrab.

 

 

Tangan Kyuhyun yang masih menggenggam jemari Ji Hye dapat merasakan kegugupan isterinya itu.  Telapak tangan wanita ini basah oleh keringat membuat Kyuhyun semakin kuat meremasnya.

 

 

‘’Suruh isterimu duduk, Kyuhyun-a. Kami juga ingin mengobrol dengannya.’’ Wanita paruh baya yang memangku Jae Hyun berkata sembari memandang penuh arti ke arah Ji Hye.

 

 

‘’Ne… eomma.’’ Kyuhyun menarik Ji Hye untuk duduk di sofa yang masih kosong.

 

 

***

 

 

Sangat mengejutkan bagi Ji Hye… ternyata dirinya beserta putra dan ayahnya benar-benar di terima dalam keluarga Cho. Meskipun ia tak bisa menyembunyikan raut gugup ketika ayah mertua ataupun ibu mertuanya mengatakan perihal kelakuan Kyuhyun yang sangat kacau setelah berpisah darinya.

 

 

Begitupula dengan kakak perempuan Kyuhyun yang sangat perhatian pada putranya, Jae Hyun. Ahra nama kakak dari suaminya itu ternyata sudah lama belum di karuniai keturunan semenjak lima tahun pernikahannya. Bahkan Ahra sempat menyatakan keinginannya kepada Ji Hye dengan mengatakan ia ingin mengangkat Jae Hyun sebagai anaknya serta menggoda mereka berdua agar segera memberikan seorang adik bagi Jae Hyun.

 

 

Pernyataan Ahra sangat di amini oleh Kyuhyun sambil melirik wajah isterinya yang bersemu merah menahan malu. Tuan Cho terlihat mengobrol secara terpisah dengan Tuan Lee. Sepertinya mereka berdua tengah membahas mengenai rencana resepsi pernikahan putra-putrinya.

 

 

Obrolan mereka semua-pun akhirnya tertunda ketika tiba waktunya perjamuan makan siang.

 

 

Bahkan setelah makan siang bersama, Nyonya Cho berinisiatif menahan Ji Hye beserta ayahnya agar mau bermalam di kediaman mereka. Dan dengan berat hati Ji Hye setuju saat nyonya Cho, ibu mertuanya menyuruhnya beserta Jae Hyun menempati kamar pribadi Kyuhyun. Tentu saja hal ini sangat menggembirakan bagi pria itu. Akhirnya ia bisa tidur sekamar lagi dengan isteri tercintanya.

 

 

***

 

 

Ji Hye sedang duduk di sebuah sofa empuk yang menghadap jendela kaca besar di kamar luas ini. Sekarang ia berada di kamar pribadi Kyuhyun. Setelah membaringkan Jae Hyun yang tertidur pulas pada box bayi di sebelah ranjang, ia memutuskan untuk duduk sembari melihat-lihat isi keseluruhan kamar ini.

 

 

Dinding kamarnya berwarna abu-abu muda polos- sesuai warna kesukaan Kyuhyun. Beberapa buku serta koleksi CD terjejer rapi di rak besar dekat jendela kaca, di sudut ruangan lainnya-pun terdapat meja kerja dengan laptop bertengger di atas-nya, Juga sebuah meja kaca persegi yang di atasnya terdapat LED berukuran sedang lengkap dengan peralatan audio-nya. Tak ketinggalan sebuah box bayi yang telah di persiapkan khusus untuk menyambut kedatangan Jae Hyun, putra mereka terlihat manis di samping ranjang.

 

 

Secara keseluruhan kamar Kyuhyun sangat rapi dan bersih. Pria itu memang menyukai kesempurnaan dan sangat membenci sesuatu yang kotor dan berantakan. Pantas saja dulu sewaktu Ji Hye pertamakali bertemu dengannya, betapa angkuh dan menyebalkannya pria itu. Selalu memandang rendah orang-orang yang berstatus sosial di bawahnya. Selalu merasa dirinya lebih hebat dari orang lain.

 

 

Ji Hye menghela nafasnya. Semenjak bertemu dengan Kyuhyun lagi, berkali-kali pria itu memohon maaf padanya. Berkali-kali pula pria itu mencoba merebut hatinya dengan kalimat-kalimat bak mantera yang akan menghipnotismu setiap saat. Namun tak bisa di pungkiri kalau hatinya masih terasa sakit, luka hatinya membutuhkan waktu untuk sembuh seperti sedia kala.

 

 

Entahlah… ia-pun tidak tahu apa yang harus di lakukannya sekarang. Bagaimanapun juga Kyuhyun masih suaminya serta ayah kandung dari bayinya. Kenyataan ini semakin menguatkan tekadnya agar bisa memberikan pria itu satu kesempatan lagi. Kesempatan untuk membuktikan bahwa Kyuhyun memang layak di maafkan…

 

 

Tiba-tiba saja suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Ji Hye.

 

 

Dengan sigap ia bangkit dari sofa berjalan menuju pintu kamar lalu menekan handle-nya. Setelah pintu terbuka lebar ia cukup kaget saat mengetahui siapa orang yang berdiri di hadapannya. Ji Hye secara reflek membungkuk hormat di hadapan wanita paruh baya yang tengah tersenyum ramah padanya.

 

 

‘’Maaf menganggu sejenak! Apa cucuku sudah tidur, Ji hye-ya?’’ Nyonya Cho Hana berkata dengan suara lembut. Matanya yang teduh meneliti penampilan menantunya yang manis dan sederhana ini.

 

 

‘’N-ne eommonim, Jae Hyun sudah tidur dari tadi. Si-silahkan masuk ke dalam!’’ Ji Hye memundurkan langkahnya memberi akses agar ibu mertuanya dapat berjalan masuk ke dalam kamar.

 

 

***

 

 

Berkali-kali Ji Hye menenangkan dirinya yang masih terlihat canggung serta malu di hadapan ibu mertuanya walaupun sekarang mereka duduk berhadapan pada sofa empuk yang menghadap jendela kaca besar.

 

 

Ji Hye memandang takjub ibu mertuanya. Wajah wanita paruh baya ini terlihat ramah dan anggun meskipun sudah berumur. Dagu serta bentuk senyumannya yang selalu membawa ketenangan bagi siapa saja yang memandangi-nya sangat mirip dengan putranya, Cho Kyuhyun. Perawakannya sedang dan tak terlalu tinggi. Ia mengenakan pakaian rumah namun tetap berkelas dan rapi.

 

 

Nyonya Cho tersenyum menatap sendu menantunya. Matanya sesekali memperhatikan raut wajah Ji Hye yang pucat namun tetap manis bila di pandang. Penampilan Ji Hye juga sangat jauh dari kesan glamour bahkan wanita muda ini hanya memakai make up sederhana. Dalam hatinya bertanya-tanya… Ji Hye pasti memiliki pesona yang begitu luar biasa hingga membuat putranya, Kyuhyun yang sangat keras kepala memilihnya menjadi pendamping hidup.

 

 

Sebelah tangan nyonya Cho terulur menyentuh lembut pundak menantunya. Ia membuka mulutnya dan berkata,’’Ji Hye-ya… aku sangat bahagia atas kehadiranmu serta cucuku, Jae Hyun. Maaf… kalau aku sebelumnya tidak tahu apa-apa tentang pernikahanmu dengan putraku…’’ Ji Hye hanya menganggukkan kepalanya mendengar penuturan ibu mertuanya.

 

 

‘’Kami sekeluarga telah berunding dengan appamu dan kami memutuskan secepatnya resepsi pernikahan kalian akan segera di gelar. Mungkin satu atau dua minggu lagi. Hmm… selama menunggu hari resepsinya, bagaimana kalau kau beserta ayahmu tinggal di sini atau kembali ke apartment? Aku tidak bermaksud apa-apa, nak. Hanya saja… aku tidak ingin berpisah dengan cucuku.’’Nyonya Cho berkata dengan pelan dan tulus.

 

 

Ji Hye tahu… pasti Kyuhyun yang membujuk ibunya agar mengatakan tentang hal ini. Karena pria itu sudah pasti menginginkan mereka tinggal bersama lagi. Bisa-bisanya pria itu memanfaatkan ibunya sendiri untuk kepentingan pribadinya.

 

 

‘’Ne… eommonim. Saya akan tinggal kembali di apartment.’’ Ji Hye mengangguk pelan.

 

 

Nyonya Cho Hana tersenyum lembut dengan ekspresi mendalam memandangi menantunya. Hal itu semakin membuat Ji Hye kikuk dan malu.

 

 

‘’Aku juga ingin memberikan ini padamu, Hye-ya…’’ Sebelah tangan nyonya Cho mengeluarkan sebuah benda persegi kecil seperti kotak berwarna hitam dari saku bajunya. Ia menyodorkan kotak tersebut ke dalam genggaman tangan menantunya.

 

 

‘’Anggap saja ini hadiah kecil pernikahan dariku. Bukalah, nak.’’Nyonya Cho memberi perintah.

 

 

Ji Hye dengan tangan gemetar membuka perlahan kotak hitam kecil itu yang ternyata berisi sebuah cincin emas dengan batu permata berwarna merah. Ia sangat kaget lalu mengangkat wajahnya menatap ibu mertuanya dengan pandangan takjub.

 

 

‘’Kau boleh menyimpannya atau memakainya. Sudah lama sekali aku memiliki cincin itu.. berharap  bila suatu hari nanti aku dapat memberikannya kepada menantu perempuan-ku. Karena menantuku yang pertama adalah seorang pria yang menikahi putriku.’’ Nyonya Cho berujar dengan suaranya yang menenangkan hingga menjalari hati Ji Hye.’’Sewaktu pertamakali melihatmu, aku sangat yakin jika putraku memang tepat memilih pendamping hidupnya. Dan kami sekeluarga-pun sangat menyayangimu, nak. Mulai sekarang kau adalah bagian dari keluarga ini.’’

 

 

Ji Hye memandang seksama wajah nyonya Cho. Mendengar ucapan ibu mertuanya barusan membuatnya seakan-akan telah menemukan sosok seorang ibu yang di rindukannya selama ini.

 

 

‘’Terimakasih banyak, eommonim. Bolehkah saya memeluk anda? Sa-saya teringat pada mendiang eomma…’’ Ji Hye bergumam lirih dengan mata yang mulai memerah serta berkaca-kaca.

 

 

‘’Aku eomma-mu juga, nak. Bagiku… kau sudah seperti putriku sendiri, arraseo…’’ Nyonya Cho merentangkan kedua lengannya memeluk Ji Hye. Secara tiba-tiba ia mendengar suara isakan menantunya itu yang teredam serta bahunya yang bergetar.

 

 

‘’Jangan menangis, nak. Gwenchana.’’ Nyonya Cho berkata menenangkan sembari telapak tangannya menepuk pelan punggung Ji Hye.

 

 

Ji Hye benar-benar tak kuasa membendung rasa harunya ketika ia memeluk ibu mertuanya seperti ini. Air matanya mengalir pelan. Entah mengapa ketika ia memeluk ibu mertuanya seperti ini, serasa memiliki seorang ibu yang begitu menyayanginya.

 

 

***

 

 

Malam itu sudah beberapa kali Jae Hyun menangis terbangun dari tidurnya. Ji Hye dengan spontan bangkit dari ranjang berjalan mendekati box bayi sembari mengulurkan kedua lengannya menggendong putranya. Jae Hyun masih menangis sambil mengecap-ngecapkan mulut mungilnya, kelihatannya ia sangat haus.

 

 

‘’Sayang… jangan menangis. Minum susu dulu, ne…’’

 

 

Ji Hye mendudukkan dirinya di sisi ranjang, mengocok susu botol lalu menjejalkan dot botol susu-nya pada mulut mungil putranya. Dalam sekejap susu formula yang di berikan pada Jae Hyun langsung habis. Putranya itu kembali memejamkan matanya tertidur pulas.

 

 

Ji Hye mengecup sekilas kening bayinya kemudian bangkit menuju box bayi lagi. Perlahan ia membaringkan putranya, menepuk-nepuk punggungnya hingga di rasa putranya telah tertidur nyenyak. Ji Hye menarik dalam-dalam nafasnya. Matanya melirik jam dinding yang jarum panjangnya menunjukkan angka dua belas dini hari.

 

 

Aneh… sudah malam begini mengapa Kyuhyun belum kembali ke kamarnya. Bukannya kamar ini adalah miliknya. Atau mungkin Kyuhyun tidak mau tidur di sini karena dirinya. Kalau memang benar alasannya seperti itu, besok pagi aku akan segera kembali ke flat dan tidak mau kembali ke rumah ini.

 

 

Sepertinya malam ini matanya benar-benar tak bisa di pejamkan. Akhirnya Ji Hye lebih memilih melangkah ke arah jendela besar yang menghadap langsung taman belakang. Keadaan di luar sana lumayan gelap hanya beberapa lampu taman yang meneranginya. Ternyata rumah ini memiliki halaman belakang yang sangat luas.

 

 

Suara derit pintu mengagetkan Ji Hye dengan seketika ia menoleh ke sumber suara.

 

 

Kyuhyun menyunggingkan senyum lembutnya memandangi isterinya dari seberang ruangan. Ia menutup pelan pintu kamar lalu berjalan mendekati isterinya.

 

 

‘’Kau menungguku, sayang?’’

 

 

***

 

 

Mendengar perkataan pria itu membuat Ji Hye salah tingkah sendiri. Benarkah ia sedang menunggu Kyuhyun? Kalau benar iya untuk apa dirinya menunggu pria itu?

 

 

Kyuhyun mengangkat sebelah tangannya terulur untuk menyentuh wajah isterinya.

 

 

‘’Kau ingin tidur denganku. Hum?’’ bisiknya.

 

 

Ji Hye mengernyitkan keningnya mendengar perkataan Kyuhyun barusan. Ia memalingkan wajahnya saat jari-jari tangan pria itu membelai dagunya lalu naik ke bibirnya.

 

 

‘’Kau masih belum ku maafkan. Tidak usah percaya diri seperti itu…’’ Ji Hye masih berkata ketus yang hanya di balas cengiran oleh Kyuhyun.

 

 

‘’Aku tahu… kau masih mencintaiku, Hye-ya. Uhm… mungkin lebih tepatnya cinta mati. Kau… tidak akan memungkiri kenyataan yang satu ini, bukan?’’

 

 

Ji Hye terperangah mendengarnya. Matanya masih bertatapan dengan mata kecokelatan milik Kyuhyun yang sangat dalam, hangat dan bergairah. Seakan mata itu ikut berbicara…

 

 

Mungkin Kyuhyun benar. Ia terlalu mencintai pria di hadapannya ini, ia terlalu bergantung padanya seperti sebuah candu. Candu yang benar-benar merusak sistem imun dalam tubuhnya. Candu yang membuatmu rela mati untuk mendapatkannya.

 

 

Namun kejadian beberapa bulan terakhir ini membuat Ji Hye seolah tersadar.

 

 

Pria yang masih tersenyum di hadapannya ini adalah suaminya, ayah dari putranya. Seharusnya pria ini melidunginya, bukan? tetapi mengapa ia tega menelantarkan dirinya beserta buah hati mereka?

 

 

Bila mengingat kenyataan pahit itu entah mengapa langsung membuat darah di sekujur tubuh Ji Hye mendidih meluap-luap. Suami macam apa? Ayah macam apa yang tega berbuat sekejam itu?

 

 

Ji Hye menepis rangkulan tangan Kyuhyun dengan sebelah tangannya. Kedua matanya mulai memerah dengan bayang kesedihan yang mendalam. Tentu saja Kyuhyun sangat terkejut melihat perubahan raut wajah isterinya.

 

 

‘’Aku… sangat membencimu, Kyuhyun-a. Kau dengar itu?’’ Ji hye berkata denga suara yang bergetar serta kilat kemarahan nampak pada kedua matanya yang mulai berkaca-kaca.

 

 

Hening…

 

 

‘’Apakah kau tahu… bagaimana kehidupanku setelah kau mencampakkanku?’’

 

 

Kyuhyun masih belum bereaksi …

 

 

‘’Apakah aku terlihat seperti seorang pengemis pada malam kebakaran itu? Hingga membuatmu jijik dan tak mengakui diriku sebagai isterimu?’’Ji Hye berujar dengan pelan namun sarat akan amarah dalam setiap kalimat yang di ucapkannya.

 

 

Kyuhyun menggeleng lemah.

 

 

‘’Aku bahkan mengasuh sendiri putraku yang baru lahir ketika itu. Aku dan appa benar-benar sangat menderita. Kami kehabisan uang. Mencari pinjaman kesana kemari untuk menyewa sebuah flat kecil. Mengabaikan rasa lapar kami karena tidak memiliki sepeserpun uang untuk membeli makanan.’’Kali ini Ji Hye berkata diiringi dengan isakan.

 

 

Aku tahu… maafkan aku… maafkan aku…

 

 

Kyuhyun kembali mengalungkan kedua lengannya merengkuh tubuh isterinya.

 

 

‘’Jangan sentuh aku!’’ Dengan sekuat tenaga Ji Hye mencoba menepis kasar kedua tangan Kyuhyun yang semakin mempererat dekapannya. ‘’Seharusnya kau tidak usah mencariku lagi. Seharusnya… kau bisa melupakanku…’’

 

 

‘’Maafkan aku, sayang. Maafkan aku!’’ Kyuhyun berbisik lirih. Hatinya juga tercabik-cabik mendengar penuturan wanita yang telah memberikannya seorang putra ini. Berkali-kali ia mengecup puncak kepala isterinya dengan perasaan bersalah serta penyesalan yang berkecamuk dalam benaknya.

 

 

‘’Baiklah… aku mengaku salah padamu, sayang. Tapi tolong maafkan aku! Aku berjanji akan menebus semua dosa yang telah ku perbuat. Ku mohon jangan membenciku… kau tahu Hye-ya, aku sangat mencintaimu dan anak kita.’’

 

 

Kyuhyun membenamkan wajah isterinya dalam dekapan dadanya mengecup puncak kepala Ji Hye kemudian mengendurkan pelukannya. Ia melihat wajah isterinya itu basah karena linangan air mata kemudian dengan lembut ibu jarinya mengusap pelan.

 

 

Melihat kesedihan isterinya seperti ini semakin mengoyak ulu hatinya. Ia tidak tega… wanita yang begitu di cintainya sangat membenci dirinya.

 

 

Kyuhyun menarik kembali tangannya. Di lihatnya Ji Hye masih sesenggukan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dengan gontai ia berbalik melangkah menuju pintu kamar meninggalkan isterinya.

 

 

Mungkin saat ini Ji Hye membutuhkan waktu untuk menenangkan dirinya… Kyuhyun berujar dalam hati.

 

 

***

 

 

Pagi hari ini terasa segar serta berembun. Matahari masih malu menampakkan dirinya di balik awan putih yang menghiasi kota Seoul. Sepertinya aktifitas hari ini sudah mulai terdengar dari lantai bawah kediaman keluarga Cho.

 

 

Ji Hye yang tengah bersiap-siap turun ke lantai bawah sambil menggendong putranya melangkah keluar dari kamarnya berjalan menuruni tangga pualam kokoh yang langsung terhubung dengan ruang makan keluarga. Para pelayan yang sedang menata piring serta gelas-gelas langsung membungkuk hormat tatkala mereka melihat kedatangannya.

 

 

Dengan senyum canggung Ji Hye membalas membungkukkan kepalanya kepada semua pelayan. Bahkan Jae Hyun tertawa menunjuk-nunjukkan jari mungilnya sambil bergumam sendiri.’’Mam… mam… mam… mam…’’

 

 

‘’Jae Hyun-a…? ‘’

 

 

Ji Hye menoleh ketika mendengar suara bass seorang pria dari arah sampingnya. Ia melihat Kyuhyun menghampirinya dengan lengan terjulur hendak menggendong Jae Hyun yang sangat senang memandang kedatangan ayahnya.

 

 

Ji Hye menatap wajah pucat Kyuhyun dengan mata memerah-nya yang langsung mendekap tubuh putra mereka tanpa melirik ke arahnya.

 

 

‘’Sayang… ayo appa gendong! Jae Hyun sudah minum susu, belum?’’Kyuhyun berujar sembari mengecup puncak kepala putra mungilnya yang berambut hitam lebat.

 

 

‘’Pa… pa.. pa… muu… muu… muu…’’ Jae Hyun menunjukkan jari-jari mungilnya ke arah Tuan Cho beserta Nyonya Cho yang ikut bergabung di ruang makan itu.

 

 

Tuan dan Nyonya Cho tertawa bahagia melihat kelucuan tingkah cucu mereka. Kyuhyun menyerahkan Jae Hyun pada gendongan kakeknya. Sepertinya kehadiran Jae Hyun benar-benar di sambut gembira oleh keluarga ini. Hingga akhirnya Nyonya Cho mengingatkan agar mereka semua untuk menyantap sarapan.

 

 

Ji Hye yang gugup di gamit lembut oleh ibu mertuanya untuk duduk di kursi makan bersebelahan dengan Kyuhyun, suaminya. Namun mereka berdua tetap saling mendiamkan. Kejadian semalam sangat membuat Kyuhyun merasa bersalah. Ia tak mengajak Ji Hye mengobrol selama di meja makan karena ia tahu isterinya masih belum bisa memaafkannya.

 

 

***

 

 

Setelah sarapan pagi bersama itu, Ji Hye tak melihat keberadaan Kyuhyun lagi di rumah besar ini. Di tambah lagi kesibukan ayah mertuanya yang ternyata adalah seorang menteri mengharuskannya bepergian ke luar kota, begitu pula kakak perempuan Kyuhyun dan suaminya yang setiap hari pulang malam karena mereka bekerja pada perusahaan keluarga. Hanya ibu mertuanya yang selalu mengobrol dengan Ji Hye ataupun mengajak Jae Hyun bermain.

 

 

Nyonya Cho tahu bahwa menantunya itu sebenarnya merindukan puteranya. Ia bisa melihat kilat kecemasan serta kegelisahan yang terpancar dari mata sendu Ji Hye. Dengan lembutnya ia mengatakan pada Ji Hye bila saat ini Kyuhyun sedang berada di luar negeri untuk kepentingan bisnis. Nyonya Cho juga menasehati menantunya itu agar tak terlalu mencemaskan suaminya. Sebentar lagi resepsi pernikahan mereka berdua akan di laksanakan. Ia berharap Ji Hye menjaga kesehatannya agar acara resepsi nanti berjalan dengan lancar.

 

 

Sebenarnya jauh di dalam lubuk hatinya… Ji Hye sangat bahagia pernikahannya dengan Kyuhyun pada akhirnya mendapatkan restu dari keluarga besar Cho dan mereka bisa mendaftarkan pernikahan secara hukum. Melihat Jae Hyun sangat di sayang oleh kakek neneknya membuatnya sangat terharu. Ia tidak pernah menyangka bahwa dirinya yang berasal dari keluarga miskin bisa di terima dengan sangat baik oleh kedua mertuanya.

 

 

Ini semua seperti… mimpi. Mimpi indah yang menjadi kenyataan…

 

 

***

 

 

Hari resepsi pernikahan yang di tunggu-tunggu akhirnya di gelar secara besar-besaran di sebuah hotel berbintang. Ji Hye dengan gugupnya memandangi wajahnya sendiri pada cermin besar di hadapannya. Ia masih berdiri mematung melihat pantulan dirinya yang saat ini tengah mengenakan gaun berbahan satin putih gading dengan riasan rambut di gelung ke atas hingga menyisakan beberapa helai rambut di sisi telinganya. Ia sangat cantik meskipun make up wajahnya minimalis. Mau tidak mau… Ji Hye  menyunggingkan senyuman.

 

 

‘’Kau… sangat cantik malam ini sayang…’’

 

 

Sebuah suara bass yang berasal dari arah pintu langsung mengagetkan Ji Hye. Ia membalikkan tubuhnya melihat Kyuhyun yang terlihat mengenakan setelan jas putih gading senada dengan warna gaunnya, sedang tersenyum hangat ke arahnya. Entah mengapa… setelan jas yang membungkus tubuh suaminya semakin membuat pria ini terkesan Manly.

 

 

‘’Jangan memandangiku seperti itu, sayang. Mari kita turun ke Ballroom Hotel! Para tamu sudah menunggu.’’ Kyuhyun berjalan mendekati isterinya yang masih membisu.

 

 

Ia mengulurkan tangan kanannya menyentuh lembut jemari tangan kanan Ji Hye. Menarik tubuh wanita itu ke dalam dekapannya kemudian mengalungkan kedua lengannya melingkari tubuh isterinya. Pada akhirnya Ji Hye juga membenamkan wajahnya ke dalam dada lebar milik suaminya yang berbalut jas. Ia menghirup dalam-dalam aroma tubuh Kyuhyun serta kehangatan pelukannya. Meskipun pikirannya masih belum bisa memaafkan suaminya tetapi respon tubuhnya menginginkan sebaliknya.

 

 

Perlahan Kyuhyun mengendurkan kedua lengannya memasati wajah Ji Hye yang sangat cantik dengan penampilannya sekarang. Ia mengulurkan sebelah tangannya, memberanikan ibu jarinya menyentuh dagu isterinya dengan tatapan yang mendalam kemudian pelan-pelan mendekatkan wajahnya mengecup ringan kening Ji Hye yang indah. Chup…

 

 

Ia memundurkan lagi wajahnya melihat isterinya mengerjap-ngerjapkan kedua matanya-salah tingkah serta wajah merona merah.

 

 

‘’Akan ada waktunya bagi kita berdua. Kajja! Jangan biarkan para tamu undangan menunggu terlalu lama…’’ Kyuhyun menggamit sebelah tangan Ji Hye, mengajaknya meninggalkan kamar hotel ini.

 

 

***

 

 

Dan benar saja… para tamu sudah berdiri memenuhi Ballroom hotel yang luas dan megah ini dengan hiasan bunga di setiap sudutnya serta warna putih yang mendominasi pernak-pernik ruangan. Ji Hye semakin mengeratkan pegangan tangannya yang terasa dingin dan gemetar pada lengan Kyuhyun. Mereka berdua berjalan menuju panggung yang telah di siapkan, memandang panik pada lautan tamu yang juga telah menghentikan obrolan mereka serta merta memperhatikan kedua pengantin yang telah berdiri di hadapannya. Ji Hye merasa jantungnya berdegup lebih kencang. Ia tersenyum gugup hingga berkali-kali meneguk salivanya dengan susah payah.

 

 

Meskipun sang MC telah mulai menyapa para tamu dengan celotehannya, Ji Hye tetap tak dapat menyembunyikan perasaan yang membuncah di dalam dadanya kini. Bahagia bercampur malu karena semua mata memandanginya sedemikian rupa. Beda halnya dengan Kyuhyun yang terus saja tersenyum kearah para tamu undangan.

 

 

Satu persatu keluarga Cho ikut memberikan kata sambutan kepada para tamu, kemudian acara di lanjutkan dengan hiburan dari para penyanyi lokal serta para tamu yang ikut menyumbangkan suaranya memeriahkan resepsi ini. Hingga acara puncaknya… para tamu yang telah selesai menyantap hidangan satu persatu menyalami pengantin beserta keluarga yang telah berdiri di atas panggung. Meskipun sangat lelah baik Kyuhyun ataupun Ji Hye sangat bahagia bertemu dengan beberapa teman dekat mereka salah satunya Shim Changmin.

 

 

Kyuhyun tak henti-hentinya berpelukan dengan sahabatnya itu. Mereka mengobrol sebentar di selingi dengan candaan. Kini tiba giliran Ji Hye yang menyambut uluran tangan dari mantan Bos-nya dulu.

 

 

‘’Selamat Ji Hye-ssi! Aku sangat bahagia melihat kau dan Kyuhyun malam ini.’’Changmin menyapa Ji Hye sembari menyunggingkan senyumannya.

 

 

‘’Terimakasih oppa. Maaf… kalau selama ini aku belum pernah berkunjung ke penginapan. Aku janji… bila ada waktu senggang… aku dan putraku pasti akan mampir.’’Ji Hye-pun berujar dengan malu-malu. Changmin adalah orang yang paling berjasa dalam kisah asmara-nya dengan Kyuhyun. Karena di penginapan milik Changmin itulah… Ji Hye bisa berkenalan dengan pria yang sekarang menjadi suaminya.

 

 

‘’Uhm Ji Hye-ssi… ‘’ Changmin menyapa Ji Hye lagi dengan ragu-ragu.

 

 

‘’Ne oppa. Ada apa?’’

 

 

‘’Sebenarnya aku ingin mengatakan ini padamu.’’ Changmin menghela nafasnya sembari merendahkan nada suaranya,’’ Beberapa waktu yang lalu ada seorang pria yang datang mencarimu ke penginapan. Ia berkali-kali menemuiki. Mencari tahu tentang keberadaanmu tapi aku bilang padanya bahwa kau sudah lama berhenti bekerja.’’

 

 

Ji Hye sempat mengerutkan keningnya keheranan. Ia menatap cemas ke arah Kyuhyun yang berdiri di sampingnya. sepertinya suaminya itu sedang mengobrol serius dengan salah seorang pria paruh baya.

 

 

‘’Boleh ku tahu siapa pria itu, oppa?’’ Ji Hye berbisik lirih memastikan agar Kyuhyun tak menoleh ke arahnya.

 

 

‘’Ne. Nama pria itu Kim Soo Hyun. Ia menitipkan kartu namanya padaku.’’

 

 

Ji Hye sempat kaget mendengar nama itu. Ia menatap wajah Changmin dengan tatapan cemas.’’Apakah oppa membawa kartu nama-nya?’’

 

 

Changmin mengerti raut khawatir yang tersirat pada wajah isteri sahabatnya itu. Ia tak punya pilihan  selain menyampaikan pesan Kim Soo Hyun kepada Ji Hye meskipun ia juga tidak tahu ada hubungan apa antara Ji Hye dengan pria yang terus-terusan mencarinya. Changmin merogoh saku belakang celana panjangnya, ia membuka dompetnya lalu mengambil sebuah kartu nama kemudian menyerahkannya pada Ji Hye.

 

 

‘’Kau bisa menghubunginya, Ji Hye-ssi. Aku kasihan melihat pria ini. Dia menanyakanmu terus. Apa dia salah seorang temanmu?’’

 

 

Ji Hye hanya tersenyum lemah memandang Changmin,’’Ne… terimakasih oppa. Aku harap oppa tidak memberitahukannya pada suamiku…’’ Ia berbisik pelan serta melirik Kyuhyun yang sedang mengobrol dengan ekor matanya.

 

 

‘’Gwenchana. Kalau begitu aku pamit dulu. Salam untuk Jae Hyun.’’ Changmin akhirnya melangkah menjauhi Ji Hye yang membungkuk hormat padanya.

 

 

Tanpa sadar telapak tangan Ji Hye meremas pelan kartu nama Kim Soo Hyun yang tengah di genggamnya. Ia dengan kikuk tersenyum memandangi setiap tamu yang menyapanya tanpa menyadari tatapan tajam dari Kyuhyun yang selalu mengawasi gerak geriknya. Bahkan pria itu mendengar semua pembicaraannya dengan Changmin barusan.

 

 

Kyuhyun menghembuskan nafas beratnya. Ia benar-benar tak dapat menyembunyikan raut tegangnya yang membuat seluruh darah dalam tubuhnya bergejolak.

 

 

***

 

 

Setelah resepsi pernikahan selesai dan menyantap hidangan beserta seluruh keluarga besar, akhirnya Ji Hye kembali ke kamar hotelnya sambil menggendong putranya, Jae Hyun. Ia merebahkan bayinya yang telah tertidur itu di tengah-tengah ranjang. Ji Hye mendudukkan dirinya pada sisi ranjang menundukkan wajahnya mengecup lembut kening mungil putranya yang indah. Selama acara berlangsung, Jae Hyun di titipkan kepada seorang Nanny yang menjaganya.

 

 

Ji Hye bangkit berdiri dari ranjang. Ia menyambar setelan piyama yang tadi di bawanya dari rumah, membuka gaun pengantinnya hingga pakaian dalamnya saja yang melekat lalu memakai piyamanya dan langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang berdampingan dengan bayinya.

 

 

Ia benar-benar keletihan, berkali-kali menguap serta mengulatkan tubuhnya namun sepertinya kelopak matanya terasa sangat berat hingga pada akhirnya ia menyerah memejamkan matanya menuju ke alam mimpinya.

 

 

***

 

 

Ji Hye yang masih memejamkan matanya tiba-tiba saja merasakan sesak nafas. Seluruh tubuhnya sangat sulit di gerakan dan terasa sangat berat seperti di tindih oleh sebuah bongkahan batu yang amat besar. Ia merasa sebuah benda lunak sedang menjelajahi bibir dan mulut bagian dalamnya hingga membuatnya megap-megap kehabisan udara. Ia memaksakan membuka kedua matanya yang langsung terbelalak kaget saat melihat kenyataan di hadapannya.

 

 

Kyuhyun saat ini sedang menindih tubuh Ji Hye. Pria ini menciumi bibir isterinya dengan brutal serta kedua tangannya yang masih terus meremas-remas sepasang payudara milik Ji Hye yang menyembul di balik piyamanya.

 

 

‘’Hmmmmppppttt… hmmmmmppppttt…’’ Ji Hye menggerak-gerakkan kepalanya ke kiri lalu ke kanan mencoba melepaskan bibirnya dari kuluman Kyuhyun yang menelusup semakin dalam hingga ia dapat merasakan deru nafas hangat pria ini menyapu seluruh permukaan wajahnya.

 

 

Ji Hye semakin membelalakkan matanya ketika di rasanya ada sesuatu yang keras dan menegang di bawah sana mencoba menggelitik kewanitaannya yang masih berbalut celana piyama. Kedua pahanya seakan di buka paksa oleh lutut Kyuhyun yang bertumpu di atasnya. Kyuhyun semakin mempercepat jari-jari tangannya membuka paksa kancing piyama isterinya hingga menampakkan payudara sintal yang masih terbungkus oleh Bra berwarna hitam.

 

 

Perlahan Kyuhyun melepas pagutan bibirnya yang telah basah oleh salivanya kemudian bibirnya mulai merambah pada lekukan leher Ji Hye yang begitu menggoda, hingga membuatnya kembali mengecup, menggigit-gigit kecil permukaan kulitnya hingga membekas. Ji Hye tak menampik setiap sentuhan bibir ataupun jemari Kyuhyun yang menggerayangi tubuhnya benar-benar membuatnya kegelian merasakan nikmat yang membuatnya serasa melayang di udara.

 

 

Sebenarnya… sudah lama sekali ia merindukan kehangatan gairah yang meluap-luap seperti sekarang hingga membuatnya menginginkan lebih dari ini… membuat kewanitaannya semakin berdenyut-denyut, basah dan siap untuk di masuki. Ji Hye melenguh pelan hingga memejamkan kedua matanya ketika bibir suaminya mulai menyedot kuat-kuat permukaan kulit payudaranya yang membuatnya semakin bergairah melengkungkan punggungnya pada kasur empuk ini.

 

 

‘’Huuuaaaaaa… huuuuaaaaaaaa… mam… mam… huuuaaaaaaaaaa…’’ Tiba-tiba saja terdengar suara Jae Hyun  menangis kencang serta merta mengagetkan Kyuhyun dan Ji Hye yang langsung menghentikan aktifitasnya.

 

 

Kyuhyun beranjak duduk dari posisi tubuhnya menindih Ji Hye langsung mengulurkan kedua tangannya menggendong puteranya yang terbaring di samping-nya.

 

 

‘’Huuuaaaaaaaaaa… mam… mam… mam…’’ Jae Hyun masih menangis hingga membuat seluruh wajahnya memerah. Ia menggerakkan kedua kaki dan tangan mungilnya dengan aktif seakan-akan ingin menunjukkan kepada ayah dan ibunya bahwa ada yang mengganggu tidur nyenyaknya.

 

 

‘’Sayang… ini appa. Jangan menangis… arraseo!’’ Kyuhyun bangkit berdiri sambil mengayun-ayunkan tubuh Jae Hyun dalam gendongannya.

 

 

Dengan gerak cepat Ji Hye mengancingkan kembali piyamanya sembari beranjak dari ranjang mengambil susu botol di atas meja kecil. Ia mengambil botol itu lalu berjalan mendekati Kyuhyun kemudian menyodorkan dot botolnya pada mulut mungil puteranya yang langsung menyedot susu formula-nya.

 

 

Ji Hye tersenyum memandangi Jae Hyun yang mulai memejamkan matanya dalam gendongan ayahnya namun ia memandang sebal ke arah Kyuhyun yang menyeringai jahil padanya.

 

 

‘’Seharusnya kau tidak memaksaku, Kyuhyun-a.’’

 

 

‘’Kau tahu sayang, aku menginginkannya malam ini. Sudah lama sekali kita tidak bercinta. Setelah Jae Hyun tertidur, bisakah kita melanjutkannya lagi?’’ Kyuhyun berujar lembut dengan tatapan sayu-nya yang menembus jauh ke dalam mata isterinya. Tatapan yang haus akan belaian…

 

 

‘’Andwaeeyo… aku tidak mau! dan jangan memaksaku! Kau masih belum ku maafkan.’’ Ji Hye berujar ketus memandang kesal pada suaminya yang malah mengedipkan sebelah matanya seakan-akan pria itu sangat suka mendapatkan amukan darinya.

 

 

‘’Kau tahu, sayang. Melihatmu marah-marah seperti ini semakin membuatku bergairah untuk menerkammu sekarang juga…’’

 

 

***

 

 

Lee Ji Hye sedang berdiri di depan jendela kaca besar sembari memperhatikan kendaraan yang berseliweran di jalan raya kota Seoul. Saat ini ia sedang berada di dalam apartment-nya yang lama tempat tinggalnya dulu bersama Kyuhyun. Ia mengehembuskan nafasnya pelan lalu berbalik memandangi seisi kamar mewah nan luas ini tanpa ada yang terlewati.

 

 

Tidak ada yang berubah di sini. Semuanya masih sama baik letak perabotannya maupun nuansa warna kamarnya yang bercat kuning cerah. Sekarang ini hanya Ji Hye sendiri yang yang berada di dalam apartment. Pagi-pagi sekali Kyuhyun mengantar Jae Hyun mengunjungi kediaman keluarga Cho karena kakek beserta neneknya sudah sangat merindukannya.

 

 

Ji Hye tersenyum bila mengingat betapa lucunya kedua mertuanya. Padahal baru kemarin malam pesta resepsi selesai di gelar serta keesokan paginya ia bersama suami dan putranya kembali menempati apartment ini. Namun sepertinya Tuan dan Nyonya Cho mulai merindukan cucunya itu. Maklumlah… Jae Hyun adalah cucu pertama dalam keluarga. Baik dari keluarga Cho ataupun keluarganya sendiri.

 

 

Ya… meskipun sekarang ia dan Kyuhyun mulai tinggal bersama lagi namun sepertinya Ji Hye masih enggan untuk berdekatan dengan suaminya. Ji Hye tahu… Kyuhyun pasti sudah tidak sabar meminta ‘jatah’ darinya. Bahkan suaminya itu berkali-kali mencoba merayunya dan meminta maaf dengan cara-cara yang sangat romantis. Tapi tetap saja untuk saat ini… ia masih bingung bagaimana mendamaikan hati serta perasaannya sendiri.

 

 

Apakah ia mulai memaafkan Kyuhyun?

 

 

Memang seharusnya seperti itu. Kenyataan yang tidak akan terbantahkan adalah ia telah resmi secara hukum menjadi isteri dari Cho Kyuhyun dan Jae Hyun putra-nya adalah bagian dari keluarga Cho.

 

 

Ji Hye menerawang pada langit-langit kamar apartmentnya. Tanpa sadar telapak tangan kanannya meremas pelan sebuah kertas kecil persegi yang dari tadi di pegangnya. Sedari tadi ia ingin sekali menghubungi pemilik kartu nama ini untuk menyelesaikan urusannya. Baiklah… Ji Hye berujar dalam hatinya. Ia akan menuntaskan masalah ini sekarang. Lebih cepat akan lebih baik agar pria itu tak lagi datang mencarinya di penginapan.

 

 

Ia berjalan menyeberangi kamarnya mendudukkan dirinya pada sisi ranjang. Sebelah tangannya terulur mengambil ponsel miliknya yang tergeletak di atas nakas. Dengan tangan bergetar Ji Hye mulai memencet beberapa nomer yang tertera pada kartu nama. Ia mengangkat ponsel itu  mendekatkannya pada telinganya. Jantungnya mulai berdegup kencang sementara menunggu hubungan tersambung.

 

 

‘’Yeobseo?’’ Suara berat seorang pria di ujung sana menyapa indera pendengarannya.

 

 

Dengan bibir gemetar, Ji Hye mulai menjawab sapaan orang itu.’’Kim Soo Hyun-ssi?’’

 

 

‘’Ne. Ini dari siapa?’’

 

 

Ji Hye menarik nafasnya dalam-dalam sebelum akhirnya ia mulai menjawab,’’Sa… saya Lee Ji Hye…’’

 

 

Selewat beberapa saat tak ada jawaban dari seberang sana hingga membuat Ji Hye semakin gugup  menggigiti bibirnya sendiri.

 

 

‘’Ji Hye-ssi?’’ Akhirnya si pria bertanya dengan nada ragu.

 

 

‘’Ne. Bisakah kita bertemu sekarang? A-ada yang ingin ku bicarakan…’’

 

 

***

 

 

Dengan langkah mantap Lee Ji Hye mendorong pintu kaca memasuki cafe ini. Ia mengedarkan pandangan matanya menelisik setiap pengunjung yang sedang duduk sambil bercengkerama atau menyantap hidangannya. Akhirnya matanya tertumbuk pada seorang pria tampan yang sedang duduk di meja paling ujung. Si pria mengangkat tangannya memberi kode pada Ji Hye untuk mendekat.

 

 

Walau gugup karena ia tak dapat menyembunyikan perasaan bersalahnya namun Ji Hye tetap berjalan mendekati meja pria itu- menarik kursinya serta duduk berhadapan. Kim Soo Hyun tersenyum hangat menatap Ji Hye. Ia mengulurkan tangannya.

 

 

‘’Apa kabar Nyonya Cho?’’

 

 

Ji Hye yang kaget mendengar dirinya di sapa seperti itu tetap mengulurkan tangan kanannya menjabat erat tangan Soo Hyun yang terasa hangat kemudian melepasnya. Ia menatap Soo Hyun sesaat sebelum  membuka obrolan.

 

 

‘’Kabarku baik, Soo Hyun-ssi. Hmm… sebenarnya… kedatanganku kemari untuk menemuimu adalah… karena aku ingin meminta maaf atas kejadian malam itu…’’ Ji Hye menundukkan pandangannya.

 

 

Kim Soo Hyun mencoba menyunggingkan senyum namun kenyataan bahwa wanita di hadapannya ini adalah isteri orang lain membuatnya sesak nafas. Ia bahagia… sangat bahagia Ji Hye mau menghubunginya dan berharap ia dapat melihat wanita ini sesering mungkin. Namun bisakah harapannya terwujud?

 

 

‘’Pria yang memukulmu malam itu… adalah suamiku. Aku sangat menyesal. Aku… mewakili suamiku meminta maaf padamu, Soo Hyun-ssi.’’ Ji Hye mengangkat wajahnya hingga kedua matanya bertemu pandang dengan mata Soo Hyun yang berbinar-binar. Pria ini tersenyum hangat seolah-olah sama sekali tak mempermasalahkannya.

 

 

‘’Gwenchana. Aku juga yang salah. Tidak seharusnya aku mengganggu isteri orang lain. Ngomong-ngomong… kenapa kau tidak mengundangku ke acara resepsi pernikahanmu, Ji Hye-ssi?’’

 

 

Untuk yang kesekian kalinya hari ini, Ji Hye merasa kaget dengan pernyataan tiba-tiba Kim Soo Hyun. Ia mengernyitkan kening penuh tanda tanya. Pria ini tahu dari mana?

 

 

‘’Pernikahanmu dengan seorang pengusaha muda sekaligus putra dari seorang Menteri di negeri ini sudah tersebar luas, Ji Hye-ssi.’’ Soo Hyun menjawab seakan ia tahu apa yang menjadi pertanyaan dalam benak wanita di hadapannya.

 

 

Ji Hye mengangguk pelan mengiyakan perkataan Soo Hyun. ‘’Kau sudah tahu semuanya? Maaf… aku tak mengundangmu.’’ Ji Hye menertawakan dirinya sendiri lalu beradu pandang lagi dengan Kim Soo Hyun,’’ Aku harap kita bisa berteman baik setelah ini…’’

 

 

Teman? Yang benar saja?

 

 

Pria ini mencintaimu Lee Ji Hye. Kau sudah pernah menolaknya… ingat?

 

 

‘’Tentu saja, Nyonya Cho. Aku senang sekali bisa berteman baik denganmu.’’ Akhirnya Soo Hyun tertawa ringan. Sangat ringan… Ia berusaha bersikap senormal mungkin meskipun beberapa waktu belakangan ini hatinya di liputi kabut kekecewaan. Tentu saja ia patah hati… wanita yang selama ini diam-diam mencuri hatinya… telah menikah dan memiliki seorang anak.

 

 

Ji Hye menatap sendu pria tampan di hadapannya sekarang. Ingin sekali ia mengatakan sesuatu, namun seolah-olah pikirannya menguar begitu saja.

 

 

‘’Mau pesan sesuatu untuk di minum, Teman?’’ Tawar Kim Soo Hyun yang tak di duga-duga langsung membuat Ji Hye tergelak kaku.

 

 

‘’Espresso kalau begitu. Apakah akan lebih baik kita seperti ini?’’

 

 

Soo Hyun mengangguk semangat.’’tentu saja…’’ jawabnya tersipu malu.

 

 

Ya…  seperti ini mungkin akan Jauh lebih baik bagi Kim Soo Hyun.

 

 

Melihat orang yang kau cintai mendapatkan kebahagiaan yang tak pernah bisa kau berikan… Melihatnya tetap berada dalam jarak pandangmu meskipun kau tak bisa menyentuhnya… Berharap suatu hari nanti… akan ada kebahagiaan yang datang menghampirimu walaupun bukan berasal dari orang yang kau inginkan…

 

 

***

 

 

Ji Hye membuka pelan pintu apartment- kemudian menutupnya. Ia melepas heels yang di kenakannya lalu menggantinya dengan sandal rumah sembari terus berjalan memasuki kamarnya. Dan… betapa kagetnya ia ketika melihat suaminya-Kyuhyun telah berdiri membelakangi jendela berhadapan dengannya sambil berkacak pinggang. Ekspresi wajahnya seperti singa yang sedang kelaparan. Sungguh menakutkan…

 

 

‘’Kau terkejut, sayang? Kau pasti tidak menyangka aku akan pulang secepat ini, bukan?’’ Kyuhyun menyipitkan kedua matanya memasati isterinya yang membeku di tempatnya.

 

 

Ji Hye masih terdiam.

 

 

‘’Bagaimana pertemuanmu dengan pria itu? Seharusnya kau mengencaninya lebih lama lagi dan tak usah terburu-buru pulang…’’ Kyuhyun berujar sinis dengan suara yang rendah namun syarat akan ancaman.

 

 

‘’Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti yang kau bicarakan… ’’Ji Hye mencoba mengatur nafas serta debaran jantungnya. Ia memutuskan untuk melangkah memasuki kamar mandi namun sebelum dirinya membuka handle pintu, Lengan kanannya serasa di cekal kuat-kuat membuatnya langsung membalikkan tubuhnya.

 

 

Kyuhyun menatap isterinya dengan kemarahan meluap-luap yang tercetak jelas dari raut wajahnya.’’Aku belum selesai bicara denganmu, Hye-ya…’’

 

 

‘’Lepaskan! Untuk apa kau mengurusi hidupku?’’

 

 

‘’Untuk apa kau bilang?? TENTU SAJA KARENA KAU ISTERIKU… BAGAIMANA BISA… KAU BERKELIARAN DI LUAR SANA BERTEMU DENGAN PRIA LAIN DI SAAT SUAMIMU SEDANG TIDAK BERADA DI RUMAH!!!…’’ Kyuhyun berkata lantang hingga seluruh wajahnya merah padam menahan amarah.

 

 

‘’Jangan asal menuduh…’’ Ji Hye memandang sebal kearah Kyuhyun sambil terus meronta melepaskan tangannya.

 

 

‘’Apa kau lupa atau sengaja tidak membawa ponselmu? Pada pesan masuknya sangat jelas bahwa pria bernama Kim Soo Hyun itu sedang menunggumu di sebuah cafe di daerah Hongdae… ‘’Kyuhyun benar-benar tak bisa tidak meninggikan suaranya saat ini hingga membuat isterinya terperangah. Sepertinya ketegangan di antara mereka terus meningkat bagai sebuah bom yang siap meledak kapan saja…

 

 

‘’Aku hanya menemui temanku…’’

 

 

‘’Teman? TEMAN… ATAU SELINGKUHANMU JI HYE-YA? JAWAB?’’

 

 

‘’Lepaskan tanganku, Kyuhyun-a!! Sakit!!’’ Ji Hye terus mencoba memberontakkan tubuhnya melepaskan cekalan tangan Kyuhyun. Tapi suaminya itu semakin mengeratkan pegangannya hingga kedua mata pria ini membelalak tak percaya saat di lihatnya jari manis tangan kanan Ji Hye tak memakai cincin kawin-nya.

 

 

‘’Ji Hye-ya… mengapa kau tak memakai cincin kawin-mu? ’’

 

 

Ji Hye menggeleng lemah,’’Untuk apa aku menjawab pertanyaanmu?’’

 

 

‘’Aku bertanya kemana cincin-mu? Atau jangan-jangan… kau membuang cincin itu ketika menemui pria selingkuhanmu?’’

 

 

Ji Hye menatap pilu wajah Kyuhyun yang benar-benar emosi saat ini. Kyuhyun belum tahu jika ia sudah menjual cincin kawinnya untuk membeli keperluan putranya. Mata pria itu semakin menampakkan kilat kemarahan yang menyala-nyala mengisyaratkan bahwa saat ini ia berada di puncak emosinya,’’Kau tidak mau menjawab pertanyaanku? Katakan ya atau tidak!’’ Kyuhyun mengintimidasinya lagi.

 

 

’’Ne…’’Ji Hye menjawab singkat.

 

 

Entah mengapa mendengar jawaban dari isterinya barusan bagaikan pukulan telak bagi Kyuhyun. Pemikiran bahwa Ji Hye menjalin hubungan dengan pria lain sungguh tak bisa di terimanya. Detik itu juga perasaan posesif mengalir dalam dirinya, menguasai pikirannya.

 

 

Tanpa perlu waktu lama Kyuhyun langsung menyeret paksa Ji Hye kemudian menghempaskan tubuh wanita itu ke atas ranjang.

 

 

‘’Aduh… kau kasar sekali padaku, Kyuhyun-a…’’ Ji Hye benar-benar tersinggung dengan perlakuan Kyuhyun. Padahal suaminya itu belum pernah memperlakukannya seperti ini sebelumnya.

 

 

‘’Jadi inilah jawaban dari pertanyaanku selama ini. Mengapa setiap kali ku sentuh… setiap kali aku mengajakmu bercinta… kau tidak pernah mau? Ternyata kau selingkuh di belakangku, Hye-ya…’’

 

 

‘’Dengar! Aku tidak pernah selingkuh dengan pria manapun. Dan masalah ini tidak ada hubungannya dengan penolakanku…aku masih belum bisa memaafkanmu…’’ Ji Hye yang masih terduduk di atas ranjang merasa kedua matanya mulai perih hingga membuat kabur pandangannya.

 

 

Ia mencoba bangkit berdiri namun sepertinya detik itu juga Kyuhyun langsung menerkamnya kembali menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dengan raut wajah yang memperlihatkan kefrustasiannya,’’Aku hanya ingin kau melayaniku dengan kewajibanmu sebagai seorang isteri. Hanya itu yang ku mau, Hye-ya! Sesederhana itu! Tapi kau selalu menolakku…’’

 

 

Bagaikan seekor singa yang mengamuk karena di lukai seperti itulah gambaran hati Kyuhyun saat ini. Ia tengah berada di atas tubuh Ji Hye mulai menciumi paksa isterinya. Ia melumat, mengulum dan menelusupkan lidahnya menerobos masuk ke dalam mulut Ji Hye. Memaksa wanita itu membuka mulutnya. Lidahnya menyerang masuk lebih dalam lagi bermain-main pada kehangatan nafas mereka berdua.

 

 

Kedua tangan Kyuhyun kembali menggerayangi tubuh wanita yang masih di bawah kuasanya ini menyentuh bagian payudara lalu turun ke organ kewanitaan isterinya lebih agresif lagi.

 

 

Dengan sekuat tenaga, Ji Hye mencoba mendorong dada Kyuhyun serta melepaskan ciuman mereka namun justru penolakan dari isterinya itu semakin membuat gairah di dalam dadanya semakin menjadi-jadi… Kyuhyun kembali memperdalam ciumannya yang semakin liar, basah dan panas. Bibirnya mulai beralih dari mulut Ji Hye merambat menjilati permukaan kulit leher isterinya sambil menyedotnya kuat-kuat.

 

 

‘’Ah… Jangaaaaan! Lepaskan aku Kyuhyun-a!’’ Ji Hye benar-benar tak berkutik ketika di rasanya celana panjang yang di kenakannya di tarik paksa oleh Kyuhyun beserta celana dalamnya.

 

 

‘’Apa yang kau lakukan?’’Ji Hye menatap cemas ke arah Kyuhyun yang berlutut di hadapannya sembari membuka tali pinggang serta resleting celana panjangnya lalu memelorotkannya sebatas paha di susul kemudian membuka underwear yang menutupi miliknya yang terasa semakin sesak serta mengeras di dalam sana.

 

 

Ji Hye mengkeret di atas kasur saat kedua matanya menatap tak percaya kejantanan Kyuhyun yang telah berdiri tegak bersiap-siap memasukinya. Dengan gerakan cepat Kyuhyun langsung menindih tubuh Ji Hye lagi serta menyatukan pusat tubuh mereka secara paksa di bawah sana…

 

 

‘’Ah… sakiiiiiiiiiiittt!! Sakiiiiiiitttt!’’ Ji Hye menjerit kesakitan. Ia dapat merasakan hawa panas bergulung-gulung menerobos miliknya tanpa ampun. Bibir Kyuhyun kembali membungkam bibir isterinya dengan brutal serta menekan pinggangnya memasukinya lebih dalam lagi.

 

 

‘’Ahh… sakiiiiiiit…’’ Kembali Ji Hye mengaduh seperti anak kecil yang meminta belas kasih namun Kyuhyun mengabaikannya.

 

 

Pria ini mendesah mengerang kenikmatan. Meskipun kewanitaan isterinya masih sangat sempit dan menjepit miliknya dengan erat seperti saat mereka pertamakali bercinta…namun justru sekaranglah moment yang paling di inginkannya. Kyuhyun terus menghujamkan miliknya lebih dalam lagi hingga membuat kedua matanya terpejam menikmati keintiman pada pusat tubuhnya yang semakin membakar gairahnya…

 

 

‘’Sakiiiiiiiittt… hentikaaaaan!’’ Ji Hye benar-benar tidak menyangka di perlakukan paksa seperti ini. Semakin brutal Kyuhyun menekannya … semakin perih dan berdenyut-denyut pula miliknya di bawah sana.

 

 

Seakan tak perduli serta mengabaikan kesakitan isterinya Kyuhyun langsung menggerakkan pinggulnya dengan tempo cepat. Berkali-kali ia mulai mengerang kenikmatan serta bibirnya mengarah pada leher mulus isterinya menjilat, menyedot, mengigit-gigit kecil hingga meninggalkan bekas kemerahan di sana. Kedua tangannya mulai merengkuh wajah isterinya sembari menyatukan kembali bibir mereka. Menghantarkan gelombang sensual pada setiap gesekan kulit mereka berdua di bawah sana.

 

 

Air mata mulai membasahi wajah Ji Hye yang memerah. Ia menutup matanya sambil mengigit-gigit pelan bibirnya menahan kesakitan. Kyuhyun semakin brutal menghujamkan miliknya bahkan kedua tangannya mencengkeram kuat-kuat tubuh Ji Hye yang berpeluh sama seperti dirinya serta kembali mengecupi tulang selangka isterinya hingga meninggalkan bercak kemerahan di sana sini bagaikan menikmati sebuah permen lolipop yang terasa begitu manis pada lidahnya… begitu menggoda…

 

 

‘’Ouuuhhh… Hye-yaaaaaahhh…’’ Kyuhyun mendesah hebat. Miliknya benar-benar terpuaskan saat ini. Sudah terlalu lama ia merindukan keintiman seperti sekarang yang membuat seluruh tubuhnya bergetar menikmati sensasi gairahnya yang meluap-luap.

 

 

Ji Hye terlihat pasrah tak berdaya di bawah kuasa suaminya. Kewanitaannya yang sangat kering dan sama sekali belum siap menerima sentuhan Kyuhyun tetap di paksa untuk melayaninya hingga membuatnya meringis menahan perih. Sedangkan Kyuhyun semakin menghentak-hentakkan miliknya lebih jauh lagi hingga akhirnya ia mencapai pelepasannya yang menjalari sekujur tubuhnya  membuatnya menggeram nikmat tanpa memperdulikan rintihan kesakitan yang di alami isterinya.

 

 

Tanpa pria itu ketahui… Ji Hye tak henti-hentinya meneteskan air mata di bawah kehangatan tubuhnya… Bahkan wanita ini merasakan kesakitan yang teramat sangat… bukan hanya pada daerah selangkangannya saja namun kesakitan itu juga menyelimutinya dengan cepat berpacu dari hatinya menyebar ke seluruh pembuluh darah…

 

 

Mengapa kau menyakitiku lagi, Kyuhyun-a? mengapa kau perlalukan aku seperti wanita murahan?

 

 

Tidak bisakah kau bersikap lembut padaku?

 

 

Aku sangat membencimu…

 

 

To be continued…

 

 

Aduh… maaf ya kalo ceritanya jadi begini… Terimakasih tak terhingga buat Handa semoga ga bosen ngeposting ff saya dan readers semua yang telah membaca cerita ini. Kritik dan saran dari kalian semua akan saya terima dengan senang hati.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

392 thoughts on “You And I Part 9

  1. dapet pw dari kemaren dan baru sempet bacanya😣😂

    kezel ah disini😣😂 jihye harusnya ngasih kyuhyun kesempatan kali, mau maafin jangan juga jual mahal terus😣 seharusnya kyu juga sambil jelasin kenapa sampe begitu dont said sorry terus 😢 sedih sih😭😭 sampe akhirnya kyuhyun nyakitin jihye. but that was kyu type when he got jelly😂 poor jihye😭😭

    tapi partnya bikin greget banget deh thor sampe kebawa begini komenx😂✌🏻

    Suka

  2. Ji hye eonnie udh d terima d keluarga besar nya kyu oppa, tapi kyu oppa nya salah paham gk mau ngedengerin penjelasan eonnie lebih dulu…. Semoga gk kenapa2 yak keluarga nya

    Suka

  3. Kyu kenapa jahat banget kenapa kau harus menyakiti jihye lagi .. Dan jihye seharusnya kau bilang saja terus terang sama kyu apa yg ada di hatimu biar kalian berdua gk salah paham lagi.. Kok jadi gue sih yg greget liat mereka berdua..

    Suka

  4. Cerita ini seru dan bisa diambil pelajaran : jangan terlalu menyakiti orang lain karna bisa jadi diri sendiri yang bakal tersakiti. Kalo emang meminta maaf jangan sekedar lewat ucapan tapi juga hati dan tindakan. Alangkah indahnya kalo bisa memaafkan orang lain meski pada kenyataannya sulit

    Suka

  5. Kyukyu kok tega banget, ini malah bakal buat ji hye sulit memaafkan ntar. Ji hye gak ksh tau alasan soal cincin mngkin krna dia msh kesel kali ya sma kyu pa

    Suka

  6. Aduh ini udh mau baikan sampe udh d restui sama ortu eehh ini si kyuhyun pake ada salah paham segala lah kan jadi makin rumit lagi ini … kok ada aja sich rintangan nya kalo mau bersatu smoga dua” nya mampu ngelalui cobaan ini ya
    Buat penulis nya semangat ya… 😁😁😁

    Suka

  7. Uwaaaa…. Kyu salah paham sama ji hye.. Padahal sudah hampir mau baikan lagi… astaga kyu sudah terlaau cembjru banget, hingga melupakan segalanya.. Sesak banget jadi mereka berdua.. Ada aja halangan dan rintangan yang mereka hadapi..
    Aku suka ceritanya… i like it this FF
    Semangat author!! Ganbatte!!

    Suka

  8. Kenapa jadi tambah rumit gini sihh cerita nya, ji hye juga salah nemuin pria lain, kyuhyun juga salah gak bisa ngendaliin emosi, yang gak salah cuma jaehyun #apasih wksk

    Suka

  9. Kenapa kyuhyun malah buat kesalahan lagi , ,, kalo kaya gini kan makin sulit ji hye maafin kyuhyun ,, cemburu sih cemburu tapi ngga usah perkosa istrinya juga kali

    Suka

  10. jadi gregetan ama jihye disini,wajar aja kyu marah,habisnya sikap jihye kayak gitu wlw kyu udah bersikap baik masih aja bersikap dingin & menolak kyu,harusnya kalau masih marah sma kyu gk usah mw saat diajak merayakan resepsi pernikahan,kalau mw kembali sma kyu kan harusnya udah total nerima kyu & maafin semua kesalahan nya,jd bukan salah kyu jg kalau akhirnya kyu salah paham dan jd bersikap kasar >_<

    maaf sis moonlight jd komen panjang lebar,habisnya terbawa suasana sama ff nya jd ikut gregretan,,fighting author !!^^

    Suka

  11. kyuhyun jahat banget -,- Segampang itu kah lelaki memandang hati seorang perempuan .. buat kesallaaahan,Minta maaf dan minta 1 kesempatan lg tapi mengulangi kesalahannya kembali mlh lebih menyakitkan .. 😥 huhuhu aku jd baper baca nya xD heheheh lanjut min

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s