I’m Girl Part 4


Author        :Rachelliu

Title            :I’m Girl part 4

Genre         :Romance

Rate            : NC 17

Cast            :         -Cho Kyuhyun

-Henry Lau

-Lee haemi

 

 

Haii.. semua, makasih sebelumnya udah nyempetin baca fiksi aku serta mau memberi saran dan thanks buat admin yang berbaik hati mempost fiksi aku. oh ya buat cast Choi minho disini kayanya aku salah berimajinasi deh, aku malah kebayang mukanya Lee minho. Aku bener-bener minta maaf ya redears.

 

Happy reading and enjoy.

 

Kyuhyun berjalan tergesa kearah ruangan khusus yang terdapat didalam kapal pesiar mewah ini. Semalam perwakilan dari sang tuan rumah memberikan sebuah pesan pada setiap tamu bahwa pagi ini akan diadakan rapat khusus para ketua perusahaan meskipun Kyuhyun belum melihat seperti apa wujud asli pemilik kapal pesiar mewah ini karena dari pertama ia menginjakan kakinya disini hanya asisten pribadinya yang mewakili. Tamatlah riwayat Cho kyuhyun jika terlambat datang rapat pasalnya sang tuan rumah adalah seseorang yang memiliki kedisiplinan tinggi serta  pengusaha yang sangat  kaya yang selalu diincar para pengusaha lain agar bisa bekerja sama dengannya  Bisa dibayangkan berapa kekayaan yang ia miliki dengan membeli kapal pesiar mewah setara dengan Titanic.

 

Dia terus melirik arloji mahalnya, mengumpat kesal karena Haemi tak membangunkannya. Lima menit lagi waktunya datang ketempat itu dan sialnya tempat ini begitu luas mungkin butuh waktu lima belas menit untuk mendatangi ruangan itu atau mungkin lebih. sepertinya waktu sedang mempermainkannya.

 

“Haraboji, dimana ruang khusus rapat yang diadakan tuan Kim?”kyuhyun bertanya pada lelaki tua dengan baju sederhana dan bawahan celana pendek santai. Rambut pria itu hampir semuanya memutih. Pria tua itu sedang mengelap patung dengan pahatan luar biasa indahnya.

 

“dilantai tiga..”ucapnya kembali mengerjakan tugasnya.

 

“terima kasih.”kyuhyun tersenyum dan membungkuk kemudian bergegas meninggalkan pria tua itu. namun ketika langkahnya mantap. Lelaki tua itu memekik.

 

“aarghhh.”kyuhyun menghentikan langkahnya dan berbalik. Pria tua itu memegang perutnya dengan wajah mengkhawatirkan.

 

“ada apa denganmu..? Haraboji?” kyuhyun menghampiri pria tua itu. memapahnya untuk duduk disalah satu kursi mewah yang berada diruangan tersebut. Rasanya dia benar-benar akan telat datang pada rapat pertama ini atau mungkin tak akan datang.

 

“maagku.” Eluhnya masih memegangi perutnya. Kyuhyun mengarahkan pandangannya pada setiap ruangan hanya ada beberapa orang, mereka adalah pelayan atau pegawai kapal pesiar mewah ini.

 

“tuan, aku boleh meminta obat pereda nyeri perut dan air mineral serta roti?”tanya Kyuhyun pada pria berseragam hitam bergaris putih itu.

 

“maaf.. rapat akan dimulai kami sedang mempersiapkan semua yang dibutuhkan.”pria itu berlalu dihadapan Kyuhyun. ia kembali lagi kearah laki-laki tua itu. dia masih memegang perutnya dengan wajah kesakitan bahkan sangat pucat. Apakah ia tega meninggalkan pria tua itu untuk rapat perdananya atau tetap menemani pria tua itu dan mencari bantuan.

 

“ya Tuhan, bagaimana ini?”kyuhyun sangat bingung kali ini. Fikirannya menyuruhnya untuk pergi tapi hati nuraninya menyanggah dengan keras agar tidak meninggalkan kakek tua itu. tapi sepertinya kali ini hati Kyuhyun yang memenangkannya karena pria itu melangkah keruangan lain dan mencari sesuatu disana.

 

“ada beberapa roti disini, mungkin jika kuambil satu tak akan ada yang tau.”kyuhyun mengendap mengambil Roti hangat yang tersaji didapur mewah. Tak ada penjaga jadi tak ada yang tau dia masuk. Meskipun mungkin ada cctv diruangan ini tapi biarlah yang terpenting sekarang kakek tua itu tidak kesakitan. Dia berjalan menyusuri sebuah lorong kesuatu ruangan Khusus. Semalam ia masih ingat dimana pelayan itu mengambil obat untuk Haemi.

Membuka perlahan ruangan dan terkejut ketika melihat isinya. Benar-benar seperti Rumah sakit sungguhan.

 

“disana letak obatnya..”menghampiri etalase besar dengan berbagai obat. Dia menemukan satu obat pereda nyeri lambung yang ia kenal. Kemudian ia berlari dan segera menghampiri Kakek tua itu kemudian memberikan roti hangat dan obat serta air mineralnya.

 

“bagaimana? Apa masih terasa nyeri?”kakek tua itu menatap Kyuhyun datar seperti diawal pertemuan mereka kemudian lambat laun bibir keriputnya tertarik menyimpulkan senyum bersahajanya.

 

“terima kasih ..siapa namamu nak?”

 

“Cho kyuhyun. apa kau ingin beristirahat diruang kesehatan ?”tawar Kyuhyun. lelaki itu kembali tersenyum dan memegang bahu Kyuhyun.

 

“tidak usah, aku sudah lebih baik.”

 

“jangan terlalu keras bekerja! Istirahatlah, aku akan bilang pada bosmu agar tidak memporsir tenagamu.”ucapnya tersenyum. kyuhyun teringat sesuatu. Dia sudah sangat terlambat datang kerapat itu. wajahnya berubah sendu.

 

“ada apa denganmu?”kakek tua itu berbalik mengkhawatirkan Kyuhyun.

 

“aku sepertinya benar-benar terlambat datang pada rapat khusus itu..”gumam kyuhyun masih memasang wajah menyedihkan.

 

“apa ini karena aku?”

 

“anniya…ini salahku, semalam benar-benar kelelahan hingga terbangun agak siang dan terburu-buru seperti ini bahkan hanya menggosok gigi dan mencuci wajahku saja.”cengir Kyuhyun, tak mau kakek tua dihadapannya merasa bersalah. Ohh sejak kapan Cho kyuhyun peduli terhadap orang lain. Sepertinya ia mulai berubah perlahan.

 

“pergilah.. setidaknya kau sudah datang meskipun terlambat. Dan bila rapat kedua kalinya. Kau harus bangun pagi dan mandi!”titah Kakek tua itu terkekeh.

 

“baiklah, istirahatlah Haraboji! Aku pergi..”

 

“dan jaga rahasiaku tentang rapat pertama ini aku tak mandi.”cengir Kyuhyun kemudian membungkuk pada kakek tua itu dan berlari keruang rapat. Kakek itu hanya terkekeh dan menyuapkan kembali Roti yang diberikan Kyuhyun.

 

Kyuhyun sudah berada didepan pintu ruangan. Sepertinya didalam sana benar-benar hening apa rapatnya sudah usai?. Memberanikan dirinya mengetuk pintu dan seorang pria berjas hitam itu membuka pintu . kemudian beberapa orang dibelakangnya keluar bergiliran nampak Choi Siwon disana mereka terlihat memasang wajah kecewa. Rapatnya benar-benar usai.

 

“rapatnya..”

 

“tadi ketua memberitahukan rapatnya dibatalkan dan diganti besok pagi.”kyuhyun mengerjap kemudian tersenyum.

 

“benarkah? Kenapa?”tanyanya antusias.

 

“dia sedang tidak enak badan..”rona kebahagiaan muncul diwajah Kyuhyun. ia membungkuk mengucapkan terima kasih dan segera melesat pergi. Sepertinya ia melupakan sesuatu.

 

 

***

 

Haemi merebahkan dirinya disofa . Setelah seorang pelayan memberinya sarapan dan menghabiskannya sekarang ia bingung harus berbuat apa.Ini hampir siang dan tuannya tak kunjung kembali apa rapatnya begitu lama atau ia pergi meninggalkan Haemi. gadis itu mengacak rambut cokelatnya kemudian terkejut mendengar seseorang menutup pintu.

 

“kau sudah makan?”haemi terkesiap, bukankah tuannya marah padanya dan sekarang bertanya seakan tak terjadi apa-apa diantara mereka berdua.

 

“aku sudah sarapan pagi tadi. tapi siang ini aku belum memakan apapun.”dia jujur sekali bukan. Kyuhyun menyerahkan bungkusan putih itu kearah Haemi. gadis itu mengernyit seperti minta diberi penjelasan tentang sesuatu didalam bungkusan ini.

 

“beberapa baju dan sandal ganti. Pakailah! Kita makan diluar.”Haemi tersenyum dan mengambil pakaian yang diberikan Kyuhyun kemudian segera memakainya.

 

Kyuhyun menunggu Haemi memakai baju yang dibelikannya. Perutnya benar-benar sudah keroncongan tadi pagi ia tak sempat memakan apapun karena rapat itu dan kakek tua yang malang yang ditolongnya.

 

“cepatlahh.. Haemi!”teriak Kyuhyun

“yak.. kau benar-benar lam-”ucapannya tercekat melihat gadis dihadapannya memakai dress peach selutut yang sangat kontras dengan kulit putih pucatnya. Rambutnya yang selalu ia poni, ia sisir menyamping memperlihatkan sedikit dahi indah yang selalu tertutup itu. Haemi benar-benar menggemaskan dengan berpakaian seperti ini.

 

“kenapa membelikanku baju seperti ini lagi tuan?”Haemi memberenggut tak suka. Karena lagi-lagi harus berpakaian seperti ini. Seperti seorang gadis feminin.

 

“kau disini adalah kekasihku jadi kuharap penampilanmu tak membuat rekan bisnisku bertanya-tanya.”

 

“tapi kenapa harus-”

 

“setidaknya pakaian ini membuatmu sedikit lebih cantik.”wajahnya merona mendengar Kyuhyun memujinya meskipun sedikit. Mereka berduapun melenggang bersama beriringan, sekilas nampak seperti sepasang kekasih. Mereka memang kekasih hanya saja pura-pura.

 

Mereka makan bersama dengan pemandangan ombak mengagumkan, masih diarea kapal pesiar tepatnya dilantai dua kapal mewah itu. beberapa pasangan terlihat sedang makan bersama seperti Kyuhyun dan Haemi tapi bedanya pasangan itu benar-benar pasangan kekasih tidak seperti mereka. Bahkan ada yang saling menyuapi, ada yang bergelayut manja pada pasangannya. Dan yang terhebat adalah melakukan adegan ciuman dibibir kapal. Mereka benar-benar orang-orang kaya penuh asmara.

 

“apa makan bersama pasangan harus seperti itu?”gumamnya pelan sembari memotong stik dipiringnya dengan susah payah. Kyuhyun melirik Haemi sekilas dan tersenyum tipis.

 

“buka mulutmu!”haemi mendongak mendapati potongan stik dihadapannya yang disodorkan Kyuhyun untuk dirinya. sepertinya pria itu tau Haemi kesulitan memakan makanannya.  Haemi membuka mulutnya dan mengunyah potongan stik dari Kyuhyun, gadis itu tersenyum menyembunyikan rona di wajahnya.

 

“kemarikan makananmu!tukar dengan punyaku.”gadis itu hanya menuruti perintah Kyuhyun, menyerahkan makanannya yang belum termakan sama sekali. Lagi-lagi dia dibuat tersentuh dengan perlakuan Kyuhyun. pria itu memberikan makanannya yang sudah ia potong kecil agar Haemi bisa memakannya tanpa kesulitan memotong. akhir-akhir ini Kyuhyun agak berubah padanya.

 

“kalian benar-benar romantis..”mereka berdua menoleh kesumber suara. Disana terdapat satu pasangan sedang memperhatikan mereka. Kyuhyun mendengus dan membalikan wajahnya seperti tidak menginginkan melihat orang itu lagi. pria itu tersenyum sambil menggandeng wanita cantik yang sudah dipastikan itu adalah kekasihnya. Mereka berdua menghampiri Kyuhyun dan Haemi.

 

“kami berdua boleh bergabung?”tanya laki-laki itu sopan namun terlihat berbeda. Kyuhyun tak menjawab, pria itu masih diam dengan posisinya.

 

“silahkan..”ucap Haemi mempersilahkan. Pria itu mengambil kursi tepat disebelah Haemi sedangkan kekasihnya duduk disamping Kyuhyun. haemi duduk berhadapan dengan Kyuhyun dan bersampingan dengan pria asing yang menanyainya semalam. Kyuhyun melirik Haemi kesal. kenapa gadis itu mengijinkan mereka bergabung.

 

“Cho kyuhyun bagaimana kabarmu?”gadis cantik disamping Kyuhyun bersuara, suaranya begitu lembut benar-benar pas dengan aura kecantikannya. Haemi melirik Kyuhyun yang merubah posisinya. Sepertinya pria itu terpengaruh oleh kekasih musuhnya ini. Siapa lelaki yang tidak terpengaruh dengan kecantikan dari wanita disampingnya.

 

“aku sangat baik.”ucapnya mantap tersenyum tipis kemudian melirik pria disamping Haemi yang tersenyum sinis padanya.

 

“ohh syukurlah..dan kau-”

 

“aku Lee haemi.. aku-”

“dia kekasihku.”potong Kyuhyun. wajahnya berubah dingin, Haemi tau tuan mudanya sedang menahan amarahnya. Gadis itu hanya diam bahkan stik yang dipotongkan Kyuhyun masih tersisa dipiringnya. Sepertinya selera makannya sirna karena kedatangan mereka.

 

“aku Jung Narra, kekasih Choi Siwon.”ucapnya ramah tersenyum kearah Haemi tapi seperti dibuat-buat.

 

“sepertinya kau sudah melupakan masa lalumu Kyu..”pria disamping Haemi kini angkat bicara. Nada bicaranya seperti guyonan yang dipaksakan. kyuhyun mengepalkan tangannya. Melihat reaksi dari Kyuhyun membuat Haemi mengerti jika yang dimasud Kyuhyun semalam adalah pria ini merebut gadis yang disukainya dan gadis itu Jung Narra yang telah menjadi kekasih pria disampingnya.

 

“haruskah aku mengingat masa lalu, jika masa depanku lebih berarti. Haemi lebih dari gadis manapun yang ku kenal dia mengasihi dan menyayangiku tanpa pamrih tidak seperti gadis lain yang hanya memanfaatkanku.”kalimat Kyuhyun seolah menohok seseorang. Suasana menjadi hening kembali. Haemi bahkan tak menyangka tuan mudanya sungguh hebat dalam menyusun kata-kata. Dia fikir Kyuhyun akan menggebrak meja dan meninju pria disampingnya karena dulu pernah merebut wanita yang ia sukai ternyata hal diluar dugaannya terjadi.

 

Gadis disamping Kyuhyun memperhatikan Haemi dengan tatapan menilai seakan sedang membandingkan dirinya dan Haemi. merasa risih ditatap seperti itu Haemi melirik Kyuhyun seakan memberi isyarat pada Kyuhyun agar meninggalkan tempat ini segera.

 

“aku dan kekasihku harus kembali kekamar.”Kyuhyun berdiri dan meraih tangan Haemi dengan wajah datar tanpa ekspresi. Haemi membungkuk pada dua orang itu sebelum Kyuhyun menariknya.

Siwon melirik kekasihnya yang memperhatikan Haemi dan Kyuhyun hingga mereka tak terlihat lagi. pria itu tersenyum sinis.

 

***

 

Kyuhyun melepas lengan Haemi pria itu meraih laptop kerjanya dan duduk disofa membuka beberapa dokumen yang sepertinya sangat penting. Kyuhyun diam dan Haemi masih berdiri mematung memperhatikan gerak-gerik bosnya. Bukankah tadi Kyuhyun keliatan sangat marah dan kesal karena bertemu Choi Siwon dan sudah dipastikan Haemi akan kena omel seperti biasa karena mempersilahkan musuh pria ini untuk duduk bersama dengan mereka tapi sekarang lihatlah Kyuhyun seperti mengacuhkannya. apa sekarang pria ini punya cara baru untuk membuat Haemi merasa bersalah.

 

Haemi berjalan perlahan, gadis itu meninggalkan Kyuhyun dengan laptop dan beberapa dokumen pentingnya. Haemi keluar kamar sendiri. Membiarkan pria itu sendiri mungkin bisa membuatnya melunak bukankah Kyuhyun seperti itu sesaat berprilaku baik kemudian berubah jadi tukang ngomel seperti orang yang memiliki kepribadian ganda saja.

 

“arrrghhhh..”kyuhyun mengacak rambutnya gusar kemudian meletakan laptop dipangkuannya.  Laki-laki itu mendesah kemudian mengusap wajahnya dan memperlihatkan wajah sedihnya.

 

“kenapa harus ada Choi siwon dan Jung Narra?”

“arrrgh… menyebalkan.”teriaknya. sambil memegang kedua kepalanya yang seperti akan terbelah.

 

 

***

 

Kapal pesiar ini benar-benar mewah, sudah beberapa jam yang lalu gadis itu menikmati pemandangan arsitektur kapal mewah ini bahkan ia lupa tentang masalah yang terjadi dengan dirinya saat ini. Menyusuri lorong demi lorong kemudian mengamati pahatan beberapa patung indah yang terdapat disana. Matanya terus berbinar seakan tak menyadari ada banyak orang yang berlalu lalang.

 

 

Bruukkk…

 

“kau ini bisa kerja tidak? Kau mau membuatku mati karena tergelincir.”gadis itu menoleh melihat keributan yang terjadi disana. Terlihat seorang pria paruh baya berjas mewah sedang memarahi seorang kakek tua. Merasa iba melihat kakek itu dimarahi didepan banyak orang ia menghampiri mereka.

 

“tuan, seharusnya anda tidak melewati jalanan ini. Bukankah kakek ini sedang membersihkan lantainya.”bela Haemi, menatap garang pada tuan  kaya dihadapannya.

 

“hey nona, kakek ini tidak becus bekerja. Seharusnya ia dipecat dari pekerjaannya.”

 

“maaf tuan, aku benar-benar minta maaf.”kakek itu membungkuk meminta maaf. Haemi mendesah kesal dan menarik jas pria itu. melihat adegan itu semua orang tercengang.

 

“kau ini benar-benar orang kaya menyebalkan.”tangannya sudah mengepal. Terdiam sesaat mengingat perkataan Kyuhyun yang terngiang ditelinganya. Jangan membuat pria itu malu dia kekasihnya disini tapi dia tidak bisa melihat seseorang yang lemah ditindas seperti ini.

 

“kau mau melakukan apa padaku huh?”tangan Haemi melemas kemudian melepas cengkramannya. Dia harus memegang janjinya pada Kyuhyun. matanya memandang kakek tua itu dengan sendu seakan meminta maaf tak bisa membantunya.

 

“dasar gadis brengsek.”umpat pria itu tak butuh waktu lama Haemi menarik jas pria itu lagi dan menghajarnya dengan pukulan mematikan. Semua orang kembali dibuat terkejut dengan aksi tiba-tiba Haemi.

 

“ayoo Haraboji kita pergi dari sini.”Haemi menggandeng kakek tua itu tak menghiraukan ancaman pria yang sedang mengaduh sambil memegang pipinya yang membengkak akibat pukulan Haemi.

 

“awas kau gadis brengsek. Kenapa kalian hanya melihatku saja cepat bantu aku!”titah laki-laki itu kesal sambil mengaduh kesakitan.

 

Membawa kakek tua itu jauh dari keramaian. Mereka berdua duduk disebuah bangku yang terdapat dibibir kapal. Haemi mengamati kakek tua itu wajahnya sangat lusuh dengan kerutan hampir diseluruh kulitnya. Rambutnya hampir semuanya memutih dan wajah datarnya berubah jadi senyuman kala Haemi memperhatikannya.

 

“haraboji apa kau baik-baik saja?”dia mengangguk.

 

“pria itu tidak melukaimukan?”dia menggeleng. Haemi mengerutkan dahinya. Kenapa ekspresinya hanya menggeleng dan mengangguk apa dia tidak bisa bicara. Gadis ini bertanya-tanya sendiri.

 

“siapa namamu nona?”haemi terkesiap dan menoleh ternyata kakek tua ini bisa berbicara. Bodohnya kau Haemi bukankah kakek tua ini tadi meminta maaf pada laki-laki kaya itu.

 

“aku Lee haemi.”jawabnya tersenyum simpul.  Kakek tua itu menatap Haemi kemudian tersenyum.

 

“terima kasih Lee haemi-ssi.”ujarnya.

 

“tak usah sungkan. Aku benar-benar tidak suka melihat orang kaya seperti mereka menindas orang lain.”gadis itu memang selalu bersikap refleks jika melihat seseorang diperlakukan tidak baik oleh orang lain apalagi yang ditindas adalah kaum lemah seperti kakek tua ini dan dirinya dahulu. Seperti ada jiwa super hero yang bersarang didalam jiwanya. atau mungkin karena masa lalu kelamnya dia jadi ingin membela seseorang yang lemah sama sepertinya dahulu.

 

“apa kau datang kemari-”

 

“aku menemani seseorang.”ucapnya memotong pebicaraan kakek tua itu. bukannya dia tidak sopan hanya saja Haemi takut ditanya aneh-aneh oleh kakek ini dan dia tidak ingin berbohong terlalu jauh. Pria itu menautkan alisnya.

 

“kekasihku. Ini kali pertamanya mengikuti tander proyek besar. Jadi aku menemaninya.”aku Haemi.

 

“dia dimana? Kenapa kau hanya sendiri?”tanya kakek tua itu lagi. haemi terlihat meremas ujung dressnya.

 

“sepertinya dia sedang sibuk dengan pekerjaannya. Tadi pagi saja dia marah-marah karena terlambat datang rapat.”haemi mendesah kemudian tersenyum kearah kakek tua itu.

“semoga dia bisa mendapat kesempatan besar ini. Aku ingin melihatnya tersenyum bahagia.”aku Haemi lagi kepada kakek yang baru saja dikenalnya itu.

 

“sepertinya kau sangat mencintainya.”haemi menoleh dan memandang kakek tua itu senyum diwajahnya berubah jadi senyum canggung.

 

 

***

 

Pria itu berjalan dengan langkah lebar, mata sipitnya nampak terlihat sedikit menyeramkan meskipun wajahnya benar-benar tak cocok berekspresi seperti itu. tiba ditempat yang ditujunya ia menekan bel apartemen seseorang yang ingin ditemuinya.

 

“dimana Choi minjae?”pria dihadapannya terbengong melihat seseorang dihadapannya berkacak pinggang.

 

“aku seperti mengenalimu?”pria itu mendesis kesal kenapa pertanyaannya tidak dijawab dan malah ditanya balik.

 

“heyy aku bertanya dimana Choi minjae?”teriak Henry kencang.

 

“jangan membuat kerusuhan. Adikku sedang tidak ada.”pria itu menjawab dengan sinis kemudian hendak menutup pintu. Tapi tamu tak diundang itu menahan pintu itu dengan kakinya. Mereka saling menatap tajam hingga suara seseorang mengintrupsi mereka berdua.

 

“Henry.”mereka serempak menoleh dan memperhatikan seseorang yang menjadi topik permasalahan. Ada apa dengan Minjae dan Henry.

 

“kau memberiku nomor ponsel yang salah minjae-ssi.”ucap Henry dengan nada penuh emosi. Minjae hanya menggeleng.

 

“itu nomor ponsel Kyuhyun oppa. Aku sering menelponnya dengan nomor itu dan-”

 

“minjae-ya, ada masalah apa kalian dengan Kyuhyun?”merasa sahabatnya menjadi permasalahn antara adiknya dan pria yang tak asing lagi dimatanya ini. Choi minho ikut serta dalam memecahkan masalah.

 

“oppa, sebenarnya Kyuhyun oppa kemana? Haemi tidak bisa dihubungi.henry ini kerabat Haemi dia mengkhawatirkan Haemi, aku juga begitu.”rengek  Minjae pada kakaknya. Sejujurnya Minho juga tidak mengetahui secara pasti ada dimana Kyuhyun dan asisten bocahnya itu. yang Minho tau Kyuhyun hanya memberitahu akan pergi keluar kota untuk menggantikan ayahnya.

 

“jadi ini masalahnya, sebenarnya aku juga tidak tau Kyuhyun hanya bilang akan keluar kota untuk menggantikan Cho ajhusi karena beliau sakit.”Henry mengacak rambut cokelatnya.

 

“kenapa mereka harus mematikan ponsel keduanya?”tanya Henry cepat.

 

“kurasa Kyuhyun memakai nomor lain, dia memiliki dua ponsel. aku yakin dia menggunakan ponsel yang satunya. Dan..”Minho melirik henry sebelum meneruskan kalimatnya.

“bukankah mereka adalah pria jadi aku yakin mereka bisa menjaga diri.”henry mengutuk dirinya ia lupa jika orang-orang ini tak mengetahui identitas Haemi.

 

“aku akan memberikan nomor ponsel Kyuhyun yang lain kuharap dia bisa dihubungi dan kau tidak khawatir lagi tentang Haemi.”Minho masih memasang wajah penasaran.

 

 

***

Haemi masuk kekamar. Kyuhyun sepertinya sudah tidak mengerjakan pekerjaannya itu. pria itu terlihat sedang memainkan sesuatu dilaptopnya. Kyuhyun melirik kedatangan Haemi kemudian mengacuhkan kembali Haemi. haemi mendesah dan memandang Kyuhyun. dia harus apa sekarang.

 

“duduklah!”titah Kyuhyun, gadis itu duduk disampingnya.

 

“darimana saja?”tanya Kyuhyun. sebenarnya pria itu sangat cemas dengan kepergian Haemi tapi gengsinya terlalu tinggi.

 

“maafkan aku.”ucap haemi. kyuhyun mempause gamenya dan berbalik menghadap Haemi. memperhatikan wajah gadis yang merasa sangat bersalah terhadapnya.

 

“aku bertanya bukan meminta permintaan maaf darimu Haemi.”haemi diam dan menghembuskan nafasnya. Kyuhyun tersenyum melihat ekspresi bersalah Haemi. apa sangat berpengaruh dia marah dan membuat gadis ini merasa bersalah. Haemi menatap Kyuhyun pria itu terkekeh dan Haemi tersenyum sudah bisa ditebak Kyuhyun tak akan lama marah padanya. pria itu memainkan kembali gamenya .

 

“kurasa Choi minjae lebih cantik dibandingkan Jung narra.”gumam Haemi pelan. Kyuhyun mematikan gamenya serta menaruh laptopnya diatas meja kemudian menoleh kearah Haemi. gadis itu tersenyum canggung. Sepertinya dia salah bicara.

 

“kau menyukai Minjae?”kyuhyun menyipitkan matanya. Haemi membulatkan matanya, dia fikir Kyuhyun akan memarahinya karena membahas jung narra tetapi malah dituduh seperti ini.

 

“aku menyukai dia sebagai teman.”sanggah Haemi, Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada wajah Haemi mencari kebohongan diwajah gadis itu.

 

“bukannya kau menyukai wanita juga?”haemi mendorong Kyuhyun agar menjauh darinya. Pria itu mengejeknya lagi.

 

“aku gadis normal.”ucapnya geram. Kyuhyun memasang seringaian andalannya.

 

“apa pria sipit bernama Henry itu kekasihmu?”haemi menggeleng. Kyuhyun terkekeh dugaannya benar Haemi seorang lesbian dan dia hanya sedang menyangkal.

 

“aku masih tidak mempercayai kau menyukai pria. Apa kau pernah berciuman dengan pria maksudnya berciuman dengan pria lain sebelum denganku?”haemi menoleh kearah Kyuhyun. bisa-bisanya pria ini membahas hal pribadi dengan begitu ringannya.

 

“jadi ciumanku adalah-”

 

“aku pernah berciuman dengan pria lain.”sela Haemi. tak ingin membahas pertanyaan konyol Kyuhyun. yang benar saja jika dia mengatakan itu memang ciuman pertamanya. Haemi bangkit dan berniat meninggalkan Kyuhyun rasanya majikannya sedang terkena rasa penasaran tinggi. Lebih baik dia pergi kedapur untuk minum namun Kyuhyun mencekal pergelangan tangannya.

 

“aku tidak percaya, kau bahkan tidak merespon ciumanku kemarin. Kau berbohong padaku.”kyuhyun memang sering melakukan skinship seperti berciuman dengan teman kencannya dan mungkin lebih. Meskipun diawal mereka memberontak tapi lama-kelamaan pasti akan luluh karena kehebatannya berciuman. Sedangkan Haemi. gadis itu bahkan hanya diam, seperti terkejut karena pertama kali merasakan hal itu. kyuhyun bukan pria bodoh dia mengenali seperti apa wanita polos dan bukan.

 

Haemi menunduk kemudian mengangkat wajahnya memandang Kyuhyun. haruskah ia buktikan pada Kyuhyun dengan ciuman. Tapi dia tidak mau melakukannya namun jika tidak dilakukan Kyuhyun akan mengetahuinya jika dia berbohong. Kyuhyun terus mengamati gerak-gerik Haemi. pria itu tersenyum mengejek dan melepas genggamannya pada lengan Haemi.

 

“aku tau itu ciuman pertamamu.”ejeknya. Haemi menatap Kyuhyun geram. Gadis itu menghampiri Kyuhyun dan tak terduga ia duduk dipangkuan Kyuhyun.

 

“aku akan membuktikannya.”kyuhyun nyaris menganga melihat aksi Haemi yang tidak pernah ia fikirkan sebelumnya. Gadis itu mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun kemudian menempelkan bibir tipisnya dengan bibir Kyuhyun,  menggerakannya perlahan kemudian melumatnya dengan sangat lembut. Kyuhyun sengaja membuka sedikit mulutnya agar Haemi bisa leluasa melakukan hal itu nampaknya pria itu sangat tidak keberatan. Kyuhyun hanya diam merasakan sensasi ciuman Haemi. senyum tersembunyi terlihat diwajah tampannya.

 

Merasa nafasnya mulai habis Haemi melepas tautan bibirnya dengan Kyuhyun. gadis itu tersengal menatap Kyuhyun yang tersenyum. Rona diwajahnya tiba-tiba muncul, dia benar-benar memalukan.

 

“bagaimana?”gumam Haemi. menghilangkan rasa gugupnya.

 

“lumayan.”jawab Kyuhyun masih tersenyum. Entah ada hal lucu apa yang membuat pria itu terus tersenyum memandangi gadis yang masih dipangkuannya itu. haemi hanya mengernyit mendengar kata lumayan dari Kyuhyun. bagaimana bisa pria itu mengatakan lumayan padahal ia sudah mengerahkan seluruh tenaganya.

 

Haemi mendesah kemudian menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun, ia mulai bangkit dari pangkuan Kyuhyun. pria itu menahan pinggang Haemi agar tetap duduk dipangkuannya. Haemi terkesiap melihat wajah Kyuhyun yang tengah serius memperhatikannya. tidak ada lagi senyum jahil yang menghiasi wajah rupawannya. Kali ini wajah pria itu terlihat benar-benar serius.

 

“kau mau tau ciuman yang sebenarnya seperti apa?”

 

“ak-”kalimat yang akan dilontarkannya terpotong. Kyuhyun sudah lebih dulu mengulum bibirnya dan menyesap bibir Haemi. gadis itu hanya mengerjap merasakan sensasi berbeda dari ciumannya tadi. pria itu memanfaatkan bibir Haemi yang terbuka untuk menerobos masuk dan membelitkan lidahnya dengan lidah Haemi. merasa sudah ada respon dari gadisnya, Kyuhyun menggerakan kepalanya mencari posisi terbaik menikamati ciumannya ditambah tangan Haemi yang sudah bertengger dikepala Kyuhyun sambil menjambak halus rambut pria itu. membuat ciuman mereka semakin intim.

 

Haemi mendorong halus dada Kyuhyun, rasanya pasokan oksigennya sudah akan habis. Pria dihadapannya kuat sekali berciuman. Merasa mengerti Kyuhyun melepas bibirnya dari bibir Haemi. mata mereka bertemu, keduanya tersengal Haemi memegangi dadanya. Kyuhyun tersenyum memperhatikan Haemi.

 

“bibirmu manis.”haemi mendongak. Kyuhyun mengatakan bibirnya manis, apa maksudnya. Dia menunduk dan tersenyum kecil masih memegangi dadanya dengan posisi masih dipangkuan Kyuhyun. Haemi mengangkat lagi wajahnya berniat berpindah dari posisinya. Rasanya posisi ini benar-benar menempel dengat bosnya.

 

“ne?”namun ketika ia akan bangkit, lagi-lagi Kyuhyun menahannya. Ia mengerutkan dahinya menatap Kyuhyun. pria itu diam sambil menahan pinggang Haemi, tidak menjelaskan apapun tentang tindakannya ini. Dan tak disangka ia menenggelamkan kembali bibirnya pada bibir Haemi. dan kali ini Haemi memberontak. Haemi mendorong dada bidang Kyuhyun namun pria itu malah semakin menempelkan tubuh mereka dan memegangi lengan Haemi. sepertinya sesuatu dalam diri Kyuhyun terbangun.

 

Haemi terbawa ciuman Kyuhyun, gadis itu tak memberontak lagi. dia merespon dengan baik semua tindakan Kyuhyun seperti sudah terbiasa berciuman dengan Kyuhyun. posisi Haemi yang duduk dipangkuan Kyuhyun kini berpindah menjadi dibawah Kyuhyun, entah seperti apa mereka berpindah namun pangutan bibir keduanya masih saling melumat. Kyuhyun melepas tautan bibirnya ia mengamati Haemi yang tersengal dibawahnya. Bibir gadis itu memerah karena ciuman mereka, pipinya bersemu membuat wajahnya begitu merona dan rambut pendeknya semakin berantakan. Gadis dihadapannya terlihat benar-benar seksi.

 

Kyuhyun mencengkram  sofa bulu  yang disinggahinya dan Haemi, matanya menatap lapar Haemi, jika ia seorang vampir mungkin matanya akan berubah warna karena sudah mendapatkan mangsanya. Haemi masih tersengal, ia memandang takut pada Kyuhyun. kepalanya menggeleng kecil ada raut memohon dari wajahnya. Kyuhyun memejamkan matanya, seakan sedang melakukan pengambilan keputusan dalam dirinya. dia akan memangsa Haemi atau melepaskan gadis ini. Membuka matanya dan mendekatkan wajahnya ke arah Haemi, menyeruakan kepalanya keleher Haemi, mengendusnya perlahan gadis itu terlihat menahan nafasnya. Tangan Haemi mendorong dada bidang Kyuhyun namun lagi-lagi Kyuhyun menahan tangannya. Kau benar-benar akan habis olehnya Haemi.

 

Kyuhyun menempelkan hidungnya dileher Haemi kemudian mengendusnya dan mengecupi ringan leher Haemi perlahan, gadis yang berada dibawah kuasanya itu hanya memejamkan matanya nafasnya naik turun. Dia ingin memberontak atas perlakuan Kyuhyun yang diluar batas namun sesuatu didalam dirinya menerima perlakuan Kyuhyun bahkan menginginkan lebih dari sentuhan Kyuhyun. Haemi mengepalkan kedua tangan yang digenggam erat oleh Kyuhyun.  bibirnya ia gigit untuk menahan lenguhan yang akan lolos dari mulutnya. Sesekali ia menggeleng pasrah.

 

Kyuhyun melepas genggamannya pada lengan Haemi bibirnya masih sibuk mengecap bagian pundak Haemi, ia membuka resleting dress yang dipakai gadis itu perlahan. Mengelus halus permukaan kulit punggung Haemi setelah itu melepas kaitan branya dan menyentuhnya kembali.

 

Drrrt… drrttt ..

 

Drrrt… drrttt..

 

Ponsel Kyuhyun berdering, tapi dihiraukannya pria itu masih sibuk menyecap tubuh gadis yang sudah sangat tak berdaya itu.

 

Drrrt.. drrtt..

 

Berdering kembali, ponselnya terus berdering seakan menjadi alarm Kyuhyun agar menghentikan kegiatannya. Kyuhyun kesal, pria itu melepas Haemi yang sudah sangat berantakan karena ulahnya. Ia mengumpat  kesal.

 

“Ah siaallll.”teriaknya, setelah menjauhkan dirinya dari Haemi. kenapa selalu seperti ini. Selalu diganggu oleh deringan ponsel. Haemi terkesiap melihat ekspresi kesal Kyuhyun. pria itu menjauh dari arah pandang Haemi ia terlihat mengangkat teleponnya dengan wajah sangat kesal sudah dipastikan seseorang disebrang sana yang menelponnya akan mendapat amukan darinya. Haemi terkejut mendapati dirinya benar-benar berantakan. Dress yang dipakainya hampir terbuka bahkan branya terlepas. Dia tidak menyadari akan hal itu, kyuhyun benar-benar melakukannya dengan sangat baik. Gadis itu membetulkan letak bajunya. Dia harus menghindar dari Kyuhyun sebisa mungkin. Kejadian ini tidak boleh terulang. Haemi bangkit dari duduknya ia melihat Kyuhyun sebentar pria itu masih sibuk dengan teleponnya. Gadis itu mengambil jaketnya yang tidak terbawa oleh pelayan kapal ini kemudian pergi perlahan meninggalkan Kyuhyun.

 

Kyuhyun tak menyadari kepergian Haemi ia masih sibuk dengan teleponnya.

 

“nuguseyo?”kyuhyun mengangkat teleponnya dengan berteriak.

 

“aku ingin bicara dengan Haemi.”

 

“hey.. kau siapa ?”tanya Kyuhyun lagi.

 

“aku tau kau sudah mengetahui siapa sebenarnya Haemi.”kyuhyun mengangkat alisnya. Sepertinya ia tau siapa penelpon ini.

 

“kau Henrykan?”

 

“kumohon Kyuhyun-ssi jangan menyakitinya! Jangan lakukan apapun padanya! meskipun dia suka memberontak tapi dia gadis yang baik. Dia memiliki trauma masa lalu yang kelam. Kumohon perlakukan dia dengan semestinya.” Kyuhyun diam mendengar permohonan seseorang diseberang sana yang menghubunginya. Tadi dia akan melakukan sesuatu terhadap gadis itu bukan.

 

“tenanglah aku tak akan melakukan apapun padanya.”sambungan teleponnya dimatikan. Kyuhyun melihat layar ponselnya. pria itu mendesah. Kemudian berlari ke arah ruang tamu berniat melihat kondisi Haemi namun gadis itu tidak ada diruangan tersebut. Kyuhyun mencari haemi ke segala penjuru kamar namun gadis itu tak ada.

 

“Haemi kau dimana? Apa jangan-jangan dia melarikan diri?”kyuhyun menduga-duga sambil menjambak rambutnya.

 

“arghhh… sial, sial, sial.. harusnya aku tak lepas kendali.”eluhnya lagi, kemudian segera berlari keluar.

 

 

TBC

 

 

214 thoughts on “I’m Girl Part 4

  1. entah si Kakek ini siapa. Tp pasti dia bikin penasaran. Semoga aja dia org penting hehehe😁
    Dan untunglah Kyu nggak sempat ngapa-ngpain si Hae, kasian dia😢

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s