Story About The Second Wife Part 1


Author: everydreamscometrue

 

Tittle: Story About The Second Wife 1

 

Category: romance, sad, married life, yadong, NC21, chapter

 

Cast:

 

Cho Kyuhyun

 

Jun Hannie (oc)

 

Kim Raena (oc)

Author Note:

 

Ini sebenernya ff saya bikin mulai setengah tahun yang lalu. Tapi mengalami beberapa kali revisi dan pembatalan karena cerita awalnya terlalu ‘biasa’. Takutnya dibilang “wah ini kan sama ma author anu.” Yah saya kan cuma author amatir. Samaan dikit ma author besar pasti bakal dituduh plagiator. Itulah nasib author kasta bawah (yuk toss bareng bagi yg pernah ngalami nasib seperti ini tapi kalo saya si belum pernah).

 

Idenya si dari cerita almarhum nenek yang tidak sengaja saya denger pas beliau ngobrol bareng ibu saya (gak sengaja apa nguping nih?) Jadi dulu menurut nenek saya di kampungnya itu pernah ada pria berpoligami tapi 2 istrinya akur kaya sodara kandung. Kemana-mana selalu berdua. Tapi anehnya itu kalo gak ada lakinya diantara mereka. Kalo ada lakinya ni 2 istri justru diem-dieman perang dingin macam sekutu vs Uni Soviet (hya jadi pelajaran sejarah :D). Tapi alesan poligami dan gimana kehidupan detail mereka ya saya gak tahu. Kan tadi saya bilang cuma gak sengaja denger (aka nguping) jadi untuk pengembangan cerita rada bingung mau bikin seperti apa.

Mau dibikin tokoh ceweknya dinikahi karena utang udah biasa. Mainstream lah. Mau dinikahi karena dijodohin, perjanjian, orang tua mata duitan atau karena kasihan dia udah yatim piatu juga kelewat umum. Akhirnya saya teringat dulu jaman bocah ada drama tv klasik Taiwan Puteri Shinyue kalo gak salah yang bini ke-2 itu dia terang-terangan minta ijin nikah ma istri dari pria yang akan dia nikahi. Kalo gak salah si. Tapi yang paling inget itu yang Puteri Huanzhu yang ada cewek bersedia jadi selirnya (dijodohin ibu suri si) suami si puteri itu karena si puteri gak bisa punya anak. Dan 2 drama itu sama tipe ceweknya. Sama-sama cinta mati ma pria itu sampai-sampai rela cuma jadi yang ke-2. Bedanya kalo Shinyue cowoknya sama-sama mau, kalo di Huanzhu cowoknya nolak tapi tetap jadi. Biar afdol gabungin aja dua- duanya. Terus kalo di 2 drama ini istri pertama nolak walau akhirnya jadi juga tapi itu gak saya pake. Saya justru pake pengalaman orang nyata yaitu abang jualan es yang pernah cerita ma rekan-rekannya (lagi-lagi saya gak sengaja denger) kalo dia itu udah 10 tahun nikah tapi sampai sekarang belum punya anak juga. Terus istrinya ngijinin abang tadi kalo mau nikah lagi boleh asal si istri jangan dicerein. Tapi si abang ini nolak karena mikirnya takut gak bisa adil (dan abang pun dipuji oleh rekan-rekannya walau aslinya mata si abang suka lirik-lirik yang bohay juga :D). Nah saya gabungin lagi. Jadi dalam ff ini poligami terjadi karena Raena bersedia dipoligami demi dapat anak dan Hannie yang nawarin diri secara sukarela.

 

Begitulah sejarah singkat ide ff ini hingga terbentuk. Silahkan baca. Dan ingat tidak ada ide baru di dunia ini. Semua adalah pengembangan dari yang sudah ada. Kalo mau yang bener-bener baru kembali aja ke jaman pra sejarah sono. Tapi bukan berarti anda boleh jiplak ff orang seenaknya. Walau berasal dari author kasta bawah dengan karya yang ancur bukan berarti anda bebas jiplak dengan dibagusin menurut versi anda. Belajarlah menghargai karya orang sekalipun dihasilkan dari orang dungu dengan tidak menjiplaknya kecuali dapet restu dari yang punya.

 

Okeh hepi reading yaw. Oh iya lupa ini dari sudut pandang Hannie semua ya. Soalnya mau bikin sedikit jungkir balik di endingnya. Dan saya gak pake poster. Saya serahkan kepada readers mau ngebayangin OC nya visualisasinya siapa. Saya gak ikutan. Terus typonya gak usah dipikirin. Dan saya juga berusaha pake bahasa baku untuk ff nya. Masih ketemu typo dan bahasa gahoel? I’m only human adek-adek readers 😀

 

Warning: Saya bukan hobi nguping ye. Salahkan mereka yang ngobrolnya kenceng 😉

 

#######

 

Hannie menatap pasangan muda yang baru saja memasuki ruang tamu rumah keluarga Kim dengan pandangan sedih. Ada rasa iri yang merasuk hati gadis 24 tahun itu saat melihat sang pria terus menerus berada di sisi wanitanya tanpa bergeser sejengkal pun dengan senyum bahagia menghiasi wajah pasangan itu. Namun semua perasaan itu dia simpan baik-baik dalam hati dan tetap memasang senyum palsu di wajahnya seolah dia turut bahagia seperti orang-orang yang ada di ruangan ini.

 

‘Harusnya aku tidak datang kemari.’ Erangnya dalam hati. Namun toh akhirnya dia datang juga ke rumah ini. Rumah yang pernah dia tinggali beberapa tahun sebelum akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke rumah lamanya yang sederhana, peninggalan mendiang orang tuanya.

 

Hannie memang pernah tinggal di rumah besar ini ketika dirinya baru saja kehilangan kedua orang tuanya untuk selamanya. Hannie menjadi yatim piatu saat berusia 15 tahun. Appa Hannie meninggal akibat mobil yang dikemudikannya ditabrak oleh  pengendara mobil sport yang sedang mabuk. Dia dan pengendara mobil sport itu meninggal di tempat. Sementara eomma Hannie yang mendengar berita kecelakaan suaminya itu dari pihak kepolisian yang datang ke rumah mereka, mendadak tidak sadarkan diri dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Namun dia hanya bertahan kurang dari 24 jam. Eomma Hannie pun pergi menyusul suaminya akibat mengalami serangan jantung mendadak efek dari berita kematian suaminya. Sejak saat itu Hannie pun sebatang kara. Dia tidak memiliki saudara. Eommanya anak tunggal. Kakek neneknya pun sudah lama meninggal. Sementara appanya sejak bayi sudah tinggal di panti asuhan. Tidak pernah diketahui siapa orang tuanya. Ada yang mengatakan kalau orang tua appa meninggal dalam suatu peristiwa bencana alam. Ada juga yang mengatakan mereka korban kapal tenggelam. Ada juga yang mengatakan appa adalah anak yang sengaja dibuang karena hasil hubungan gelap. Entahlah mana yang benar. Kenyataannya hingga akhir hayatnya daripada repot-repot mencari keluarganya yang tidak jelas, appa lebih suka melanjutkan kehidupannya. Bersama wanita yang dia cintai dan puteri nya yang manis. Hingga kecelakaan itu merenggutnya.

 

Tuan Kim yang merupakan sahabat appa sejak SMU akhirnya membawa Hannie untuk tinggal bersama keluarganya. Pria itu sangat baik dan perhatian padanya selayaknya seorang appa. Begitu juga dengan Kim Raena dan Kim Junmyeon, anak-anak tuan Kim. Mereka memperlakukan Hannie dengan baik layaknya saudara. Tapi sayang Park Mina, istri tuan Kim, bersikap dingin padanya. Sepertinya wanita itu tidak suka dengan kehadiran Hannie di rumah itu. Padahal awal kedatangannya ke rumah itu, nyonya Kim masih bersikap ramah. Tapi 2 bulan kemudian sikapnya berbalik dingin. Hannie tidak tahu apa alasan perubahan sikap nyonya Kim itu. Namun menurut Jinri, teman SMUnya yang eommanya ternyata dulu berteman dengan eomma Hannie, pernah menceritakan mengenai eomma.

 

Konon Lee Yeonnie eomma Hannie pernah ditaksir 2 pria yaitu Kim Songhwan dan Jun Jaewoo. Kedua pria itu sudah setahun lulus kuliah. Songhwan adalah CEO baru menggantikan ayahnya di perusahaan keluarga Kim sementara Jaewoo baru menjadi dosen muda di Kyunghee dan berencana kuliah S2. Sedangkan Yeonnie sendiri baru mahasiswa tingkat pertama. Namun gadis itu memilih Jaewoo. Bahkan dia menerima lamaran pria itu dan bersedia menikah dengannya meski dia belum menyelesaikan kuliahnya. Songhwan yang patah hati lalu mencoba menerima kenyataan itu. Dia juga menerima saja saat orang tuanya menjodohkannya dengan Park Mina puteri kenalan mereka. Pria itu akhirnya menikah namun tetap tidak bisa melupakan perasaannya pada Yeonnie. Meski kemudian Mina memberinya seorang puteri setelah setahun pernikahan, tetap saja pria itu mengingat Yeonnie. Sementara Jaewoo-Yeonnie setelah menikah memutuskan untuk menunda dulu memiliki anak hingga Yeonnie lulus kuliah dan Jaewoo menyelesaikan S2nya. Hannie sendiri lahir setelah orang tuanya itu 5 tahun menikah.

 

Hannie mengerti jika karena tuan Kim yang menikahi istrinya sekarang hanya sebagai pelarian dari cintanya yang tidak terbalas pada eomma, membuat nyonya Kim membenci gadis itu maka itu hal yang wajar. Mungkin wanita itu mengira kalau suaminya baik kepada Hannie karena gadis itu puteri dari seseorang yang pernah dicintainya dan tidak bisa dia lupakan meskipun orang itu sudah tiada. Mungkin sambutan ramah yang ditunjukan wanita itu pada awal kedatangan Hannie ke rumah keluarga Kim hanya sekedar basa basi. Hanya untuk menutupi perasaan nyonya Kim yang sebenarnya tidak menyukai gadis yang merupakan puteri dari wanita yang mendapat tempat di hati suaminya meski wanita saingannya itu sudah tiada.

 

Hannie akhirnya memutuskan untuk tidak terus-terusan bergantung pada tuan Kim. Dia pun kembali tinggal di rumah lamanya, peninggalan mendiang orang tuanya setelah dia lulus SMU dan berhasil mendapatkan beasiswa di universitas Kyunghee. Bahkan saat masih SMU dan masih tinggal di rumah keluarga Kim, dia memilih bekerja paruh waktu meskipun tuan Kim memberinya uang dan tidak keberatan jika gadis itu meminta uang berapapun yang dia butuhkan. Dia beralasan dia ingin hidup mandiri seperti appa yang berjuang sendiri untuk hidupnya. Appa juga bekerja paruh waktu saat masih sekolah hingga kuliah. Setelah lulus SMU appa keluar dari panti asuhan, tinggal sendiri di apartemen sederhana, kuliah dengan beasiswa sambil bekerja paruh waktu di bagian administrasi kampus tempatnya kuliah dan berhasil lulus dengan nilai terbaik. Dia juga berhasil menjadi asisten dosen di universitas Kyunghee, melanjutkan S2 nya dan kemudian menjadi dosen tetap. Semua itu dilakukannya sendiri. Karena itulah di usianya yang ke-19,  Hannie merasa sudah saatnya mandiri seperti mendiang appanya, agar kedua orang tuanya itu bangga di alam sana. Dia tidak mau berlama-lama bergantung pada tuan Kim walau dia sahabat appa. Tuan Kim pun menghargai keinginan Hannie. Setelah gadis itu keluar dari rumah keluarga Kim pun sikap nyonya Kim tetap tidak berubah padanya. Entahlah seberapa besar rasa tidak suka wanita itu padanya hingga meski Hannie tidak tinggal bersama mereka lagi, tetap saja sikap istri tuan Kim itu tidak bersahabat kepadanya. Dia pun berusaha untuk tidak terlalu sering muncul di hadapan nyonya Kim demi menjaga perasaannya. Dia hanya berkunjung sesekali ke rumah besar itu dan biasanya yang menemuinya paling-paling tuan Kim atau Junmyeon. Sementara Raena saat itu sudah pergi ke luar negeri.

 

Tapi sekarang dia mau tidak mau harus datang ke rumah ini dan bertemu nyonya Kim karena tuan Kim mengundangnya untuk makan malam di rumah keluarga Kim, menyambut kepulangan puterinya, Kim Raena, dan menantunya, Cho Kyuhyun, setelah pasangan itu tinggal selama 2 tahun di Jerman karena puteri tuan Kim itu menjalani perawatan pasca kecelakaan yang dia alami di New York sebelumnya. Sebenarnya Hannie ingin menolak. Dia bisa saja mencari-cari alasan yang tepat untuk tidak datang namun keinginannya yang kuat untuk bertemu Kyuhyun malah membuatnya nekad datang kemari. Lagipula tuan dan nyonya Cho juga ikut hadir di rumah ini dan Hannie mengenal mereka jadi dia tidak terlalu canggung saat berada di sini. Gadis itu bisa mengenal keluarga Cho karena dia pernah bekerja paruh waktu di butik milik nyonya Cho saat masih duduk di bangku SMU dan masih tinggal bersama keluarga Kim. Bisa dibilang ini sebuah kebetulan saat Hannie mencari pekerjaan paruh waktu karena tidak ingin terlalu bergantung pada keluarga Kim, butik nyonya Cho bersedia menerimanya. Ternyata wanita ramah itu adalah eomma Kyuhyun. Dan wanita itu sangat menyukai Hannie sejak pertama gadis itu datang ke butiknya. Gadis itu tidak hanya rajin, sopan dan ramah dalam melayani pengunjung butiknya. Hannie juga pandai mengambil hati nyonya Cho. Sejak dia bekerja di butik, wanita itu merasa seperti memiliki anak perempuan. Kyuhyun memang putera satu-satunya keluarga Cho. Pria itu tidak memiliki saudara. Tidak heran saat bertemu Hannie yang mampu menyenangkan hatinya, nyonya Cho merasa seperti memiliki seorang puteri. Bahkan dia sempat berharap putera tampannya itu menikahi Hannie sehingga gadis itu benar-benar menjadi bagian keluarga mereka. Tuan Cho pun ternyata sependapat dengan istrinya. Namun sayangnya harapan mereka tidak kesampaian. Sekarang Kyuhyun malah sudah resmi menjadi suami Raena.

 

Cho Kyuhyun. Pria yang 4 tahun lebih tua dari Hannie. Dia menyukai Kyuhyun sejak pertama kali dia datang ke rumah keluarga Kim. Pria itu adalah sahabat Raena sejak sekolah dasar sampai mereka kuliah. Mereka seumuran dan juga selalu sekolah di sekolah yang sama dan berada di kelas yang sama, kelas orang-orang pintar. Baru setelah kuliah mereka mengambil jurusan yang berbeda. Kyuhyun sudah menyukai Raena sejak mereka masih duduk di bangku sekolah dasar. Dan perasaannya baru dibalas gadis itu setelah mereka kuliah tahun ke-2. Sejak bersahabat hingga berpacaran, Kyuhyun sering berkunjung ke rumah Raena, jadi tidak heran kalau dia akrab dengan semua penghuni rumah. Termasuk Hannie yang baru tinggal di sana.

 

Namun meski Kyuhyun dan Raena akhirnya berkencan tetap saja Hannie tidak bisa menghentikan rasa sukanya. Segala rasa suka, rasa cemburu karena kedekatan pasangan itu sampai sakit hatinya saat memergoki pasangan itu sedang bercumbu di kamar Raena, Hannie simpan baik-baik di hatinya. Dia menyadari siapa dirinya. Cuma remaja yatim piatu yang menumpang di rumah sahabat mendiang appanya. Sementara Raena adalah wanita cantik yang digilai banyak lelaki dan dia berasal dari keluarga kaya. Jelas Kyuhyun lebih memilih pacarnya yang sempurna. Raena juga tahu kalau Hannie menyukai kekasih tampannya itu. Tapi wanita itu tidak marah kepada gadis yang dia sangat sayangi seperti adiknya itu. Mungkin karena dia menganggap Hannie masih remaja ingusan dan lagipula Kyuhyun hanya menyukainya jadi bisa saja dia berpikir kalau gadis itu bukan ancaman yang harus dikhawatirkan.

 

Setelah Kyuhyun lulus kuliah, pria itu melamar Raena. Mereka pun mengumumkan pernikahan mereka akan diselenggarakan beberapa bulan lagi. Tentu saja rencana ini mendapat respon yang positif baik dari orangtua Raena maupun orang tua Kyuhyun yang meski sebelumnya berharap Hannie lah yang akan dinikahi putera mereka. Tapi demi kebahagiaan Kyuhyun mereka turut merestui apalagi mereka juga mengenal baik keluarga Kim. Rencana pernikahan ini juga yang menjadi alasan lain selain alasan utamanya yang ingin mandiri yang membuat Hannie memutuskan untuk pindah ke rumah lamanya. Gadis itu walau terlihat tabah tapi dia tetap tidak bisa menyembunyikan patah hatinya. Pindah ke rumah lamanya membuatnya bisa meminimalisir pertemuannya dengan pasangan itu terutama dengan Kyuhyun.

 

Namun saat hari pernikahan tiba, Raena justru pergi dengan hanya meninggalkan selembar surat yang mengatakan permintaan maaf bahwa dia tidak bisa menikahi pria itu karena sebenarnya dia tidak pernah mencintainya. Raena bersedia menjadi kekasih Kyuhyun hanya sebagai pelarian karena cintanya kepada seseorang tidak berbalas. Namun gadis itu menegaskan orang itu bukan mantan kekasihnya semasa SMU. Raena tidak siap untuk menikah sekarang dan dia juga tidak mencintai Kyuhyun karena itu dia memutuskan untuk membatalkan pernikahan ini dan pergi menjauh dari pria itu. Dia juga meminta agar pria itu melupakannya dan mencari gadis lain saja.

 

Sepeninggal Raena, Kyuhyun yang mengalami kekecewaan mulai sering keluar malam. Pergi ke club untuk minum-minum atau kadang menerima ajakan wanita murahan yang ingin bermain-main dengannya. Dia juga jadi dingin pada semua orang. Tentu saja Kim Hanna, eomma pria itu khawatir dengan perilaku puteranya itu. Dia sering mengeluhkan kekhawatirannya itu pada Hannie. Gadis itu juga memiliki kekhawatiran yang sama. Karena itu dia berusaha mendekati Kyuhyun walau pria itu sering menolaknya tapi dia tetap mendekatinya. Bahkan meski harus mendatangi club tempat pria itu biasa minum-minum dan menemaninya meskipun Hannie sendiri tidak minum. Gadis itu tetap menunggui Kyuhyun sampai pria itu bersedia diajak pulang. Beruntung karena saat itu dia sudah tidak tinggal di rumah keluarga Kim lagi jadi tidak masalah baginya meski harus keluar malam dan pulang larut malam. Bahkan dia sering harus menginap di rumah keluarga Cho karena setelah mengantar Kyuhyun ke rumah, dia tidak bisa pulang ke rumahnya karena terlalu larut sementara tidak ada yang mengantarnya.

 

Kyuhyun awalnya sering menolak kehadiran Hannie. Dia bahkan memperingatkan gadis itu untuk tidak mendekatinya karena hanya akan tersakiti.

 

“Jangan repot-repot mendekatiku. Apalagi ingin mengobati luka hatiku. Usahamu sia-sia. Aku yakin kau gadis yang memiliki pesona luar biasa yang bisa menarik pria-pria di luar sana. Kau mandiri, pintar dan juga cantik. Tapi aku ini pria bodoh yang masih terikat cinta pertama hingga kelebihanmu itu akan tertutupi oleh kebodohanku. Bahkan aku bisa saja hanya memanfaatkanmu jadi pelarianku. Sebaiknya jangan dekati aku. Sungguh aku tidak ingin menyakitimu. Biarlah aku saja yang mengalami sakit seperti ini. Aku tidak perlu menyeret gadis sebaik dirimu untuk ikut merasakan sakit ini.” Peringat Kyuhyun waktu itu.

 

“Aku tidak apa-apa. Aku menyukai oppa sejak pertama bertemu. Dan aku tahu rasa sakit mencintai hanya sepihak. Sekarang saat aku punya kesempatan untuk mewujudkan cintaku aku tidak ingin menyia-nyiakannya. Asal oppa mau memberikan aku kesempatan untuk mencoba memenangkan hati oppa, itu sudah cukup. Sakit juga tidak apa-apa. Dianggap pelarian juga tidak apa-apa.” Tekad Hannie kuat.

 

Dan akhirnya Kyuhyun membiarkan Hannie mendekatinya. Dia rela mendengarkan celotehan tidak karuan khas orang mabuk dari pria itu mulai dari marah-marah, mengumpat, mengeluh bahkan menangis. Dia juga yang susah payah membopong tubuh Kyuhyun yang lebih besar dan lebih berat dari tubuh mungilnya menuju taksi yang sudah dia panggil karena pria itu benar-benar mabuk berat hingga tidak mampu menyetir sendiri sementara Hannie tidak bisa menyetir. Bahkan dia sampai rela dimuntahi. Semua itu dilakukannya dengan senang hati tanpa memperdulikan bagaimana sikap pria itu padanya. Lama kelamaan Kyuhyun mulai tersentuh dengan yang dilakukan gadis padanya. Pria itu pun berusaha bangkit dari kesedihannya. Dia tidak lagi keluar malam dengan pergi ke club apalagi minum-minum sampai mabuk. Dia juga lebih berkonsentrasi dengan membantu tuan Cho mengurus CHO Grup. Dia rupanya mulai menghargai usaha Hannie yang ingin membuka matanya bahwa ditinggal seseorang yang dicintai bukanlah akhir segalanya sehingga memutuskan untuk menata hidupnya menjadi lebih baik. Gadis itu tentu saja senang putera tunggal keluarga Cho ini mau kembali menjalani kehidupan normalnya.

 

Dan akhirnya Kyuhyun malah sering mendatangi Hannie dan menghabiskan waktu bersama gadis itu entah menemaninya belajar atau mengajaknya jalan-jalan. Pria itu juga terbiasa bercerita apapun kepada Hannie. Gadis itu menjadi tempatnya mengadu, mengeluh atau sekedar butuh teman bicara. Tentu saja tuan dan nyonya Cho juga senang dengan perubahan puteranya dan mereka meminta Hannie agar terus berada di sisi Kyuhyun.

 

Suatu hari tuan Kim menelpon Hannie dari New York memberitahunya kalau pria itu dan istrinya sedang berada di sebuah rumah sakit besar di kota itu. Mereka sedang menunggui Raena yang sedang mengalami koma. Wanita yang ternyata selama ini berada di New York mengalami kecelakaan parah bersama teman wanitanya. Teman wanitanya yang mengemudikan mobil yang mereka kendarai berdua tewas di tempat kejadian sementara Raena dalam kondisi kritis. Hannie pun merasa wajib memberitahu Kyuhyun mengenai hal ini. Walau dia yakin apa yang akan dilakukan pria itu selanjutnya. Dan benar perkiraan Hannie. Begitu Kyuhyun mendengar kabar itu, dia langsung berangkat ke New York untuk memastikan keadaan Raena. Saat itu kepada Hannie pria itu berkata hanya ingin menjenguk mantan kekasihnya saja. Jika sudah memastikan keadaannya apakah baik-baik saja maka dia berjanji akan pulang ke Korea. Namun 3 bulan setelah kepergian pria itu ke New York, Hannie malah menerima kabar pernikahan Kyuhyun-Raena. Dan mereka pindah ke Jerman untuk pengobatan lanjutan Raena.

 

Hannie mencoba tabah. Ketika bertahun-tahun dia berusaha memenangkan hati Kyuhyun tapi akhirnya pemuda itu justru tetap memilih cinta pertamanya. Entahlah kenapa Raena yang sebelumnya meninggalkan Kyuhyun saat pernikahan dulu, tiba-tiba bersedia menikah dengan pemuda itu. Hannie tidak pernah tahu kenapa. Selama 2 tahun dia berusaha menata kembali hatinya yang hancur berkeping-keping karena berita pernikahan itu. Dia sadar dari awal dia sudah memperkirakan hal seperti ini bisa saja terjadi. Bukankah Kyuhyun sejak awal sudah memperingatkan? Dan kini di usianya yang ke-24 dengan berbagai cobaan dan sakit yang dia alami dia merasa sudah menjadi pribadi yang mandiri dan kuat. Sampai setelah dia melihat kemesraan pasangan Kyuhyun dan Raena. Sepertinya kekuatannya menghilang entah kemana.

 

Grep! Tiba-tiba sebuah tangan yang lembut menggenggam erat tangan kanannya. Refleks dia menoleh dan nyonya Cho menatapnya lembut dibarengi dengan senyum keibuannya, seolah menguatkan Hannie yang saat ini sedang rapuh. Gadis itu membalas senyuman nyonya Cho, seolah menyatakan dirinya baik-baik saja. Namun tangannya menggenggam erat tangan ibu dari pria pujaannya itu seolah sedang meminta bantuan untuk menguatkan hatinya. Ketika semua orang di ruangan itu berbahagia, mungkin hanya 2 orang ini yang saling berbagi kesedihan.

 

*******

 

#3 Bulan Kemudian

 

Hannie menarik nafas panjang. Akhirnya jam kerjanya berakhir juga. Sudah setahun yang lalu setelah lulus kuliah, dia bekerja di CHO Grup karena tuan Cho menawarinya posisi sebagai  sekretaris pria tua itu. Tuan Cho sama baiknya dengan istrinya. Gadis itu merasa senang bisa bekerja di perusahaan sebesar CHO Grup. Konon perusahaan ini memiliki sejumlah bisnis dan investasi yang tersebar di negara-negara Asia, Amerika, Eropa dan Timur Tengah. Tentu saja Hannie merasa beruntung tuan Cho bersedia menerimanya bekerja di sana. Tapi sepertinya sekarang hal yang menyenangkan itu berubah. Setelah beberapa hari kepulangan Kyuhyun dan istrinya ke Korea, tuan Cho mengumumkan bahwa jabatan CEO Cho Grup yang semula dipegangnya, diserahkan pada Kyuhyun. Itu berarti Hannie pun menjadi sekretaris pria itu. Benar-benar tidak menyenangkan karena Kyuhyun sejak pertemuan pertama mereka sepertinya berusaha menghindari pembicaraan dengan gadis itu. Sikapnya juga dingin. Mungkin dia bermaksud dengan bersikap seperti itu maka Hannie akan berhenti mengharapkannya. Tapi sial sekali bagi gadis itu karena walau Kyuhyun menjaga jarak dengannya tetap saja dia tidak bisa melupakan perasaannya terhadap pria itu. Bahkan selama 2 tahun ini Hannie tetap tidak bisa menyukai pria lain selain Kyuhyun. Benar-benar merepotkan memiliki perasaan seperti ini. Andai Hannie bisa pindah ke divisi lain. Atau pindah kerja saja sekalian biar dia tidak perlu bertemu Kyuhyun lagi. Tapi dia takut itu malah membuatnya merindukan pria tampan itu. Tapi berada di dekat pria itu juga tidak aman buat kerja jantungnya. Belum lagi saat Raena datang mengunjungi suaminya itu. Hannie tidak tahu sampai berapa lama dia bisa bertahan dengan keadaan seperti ini.

 

Sore itu Hannie dan Raena memiliki janji untuk pergi minum kopi di cafe favorit Raena. Berbeda dengan Kyuhyun yang selalu menjaga jarak dengan Hannie, wanita cantik itu justru tetap bersikap seperti sebelum dia pergi tanpa pamit ke New York. Sejak kepulangannya ke Korea bersama suaminya 3 bulan lalu, Raena kembali akrab dengan Hannie. Meski dia tahu gadis itu sampai sekarang masih memiliki perasaan kepada suaminya, dia malah tidak keberatan. Baginya setiap orang berhak memiliki perasaan suka. Karena itu sikapnya pada Hannie tetap ramah dan bersahabat. Dia sering mengajak gadis itu keluar. Entah sekedar makan siang, minum kopi, berbelanja atau menonton film berdua. Seperti saat Hannie dulu masih tinggal di rumah keluarga Kim.

 

Sebenarnya sepulang dari kantor Hannie ingin pergi ke swalayan untuk belanja kebutuhan pokok yang mulai menipis. Tapi Raena memintanya untuk menemani minum kopi. Sekalian wanita itu ingin meminta pendapatnya mengenai suatu hal. Hannie jadi penasaran apa yang masalah yang ingin Raena mintai pendapat darinya. Mereka mengambil tempat di meja dekat jendela di mana pemandangan kota di sore hari terlihat jelas. Raena menghadapi kopi hitamnya sementara Hannie karena tidak menyukai kopi dia memilih lemon tea hangat yang juga disediakan cafe itu.

 

“Hannie. Aku ingin sekali memiliki anak. Aku sering iri melihat wanita-wanita yang sedang menggendong anaknya. Atau melihat mereka yang sedang bermain dengan anaknya. Sebenarnya dulu sebelum kecelakaan itu aku hampir memilikinya. Sayang dia harus pergi sebelum sempat dilahirkan ke dunia.” Kata Raena sendu.

 

Hannie mengerti perasaan Raena. Menurut cerita tuan Kim kepadanya saat pria itu baru kembali dari New York, puterinya itu saat mengalami kecelakaan dalam keadaan sedang hamil. Entah siapa ayahnya. Raena tidak pernah mengatakannya hingga sekarang. Tuan dan nyonya Kim pun sepakat untuk tidak membahasnya karena kondisi psikologis yang labil puteri mereka pasca kecelakaan. Saat mobil yang dikendarai Raena dan teman wanitanya kehilangan kendali di terowongan Lincoln Thunnel, New York, wanita itu mengalami guncangan dan benturan keras pada perutnya yang berimbas pada janinnya hingga mengalami pendarahan hebat dan keguguran. Meski sempat kritis namun akhirnya wanita itu selamat. Namun dokter menyatakan bahwa beberapa bagian di rahimnya mengalami kerusakan permanen. Meski tidak perlu operasi pengangkatan rahim namun dia tidak akan bisa punya anak seumur hidupnya. Bahkan meski dia masih mengalami periode bulanannya tapi menurut dokter karena indung telurnya ikut mengalami kerusakan seperti bagian rahim yang lain maka sel telur yang dihasilkan adalah sel telur yang cacat dan tidak bisa dibuahi. Karena itu jika Raena ingin memiliki anak maka jalan yang harus dia tempuh adalah mengangkat anak atau menggunakan jasa ibu pengganti. Tapi meski kondisi Raena seperti itu, Kyuhyun tetap saja menikahinya meski tidak ada harapan baginya untuk mendapatkan keturunan yang terlahir langsung dari rahim istrinya atau bahkan meski hanya gen dari sel telurnya. Rasa cinta pria itu kepada Raena mengalahkan segalanya. Hannie merasa iri dengan keberuntungan wanita itu. Tapi sekarang Raena menginginkan anak. Apa yang akan pasangan itu lakukan untuk mewujudkan keinginan itu?

 

“Uhm. Aku juga ingin suatu saat bisa menikah dan memiliki anak. Menjadi istri dan ibu yang baik. Pasti menyenangkan.” Hannie ikut menanggapi perkataan Raena.

 

“Haahh….kalau kau sih bukan hal yang mustahil untuk mewujudkan hal itu. Tapi bagiku untuk bisa memiliki anak yang kulahirkan sendiri jelas tidak mungkin.” Sahut Raena sambil menghela nafas berat.

 

“Ah maaf. Aku terbawa suasana.” Hannie menyadari kekeliruannya namun Raena menggeleng sambil tersenyum.

 

“Ah tidak apa-apa.” Raena terkekeh pelan sambil menyesap kopi hitamnya lagi. Mereka saling diam sebentar sebelum akhirnya wanita itu kembali bicara.

 

“Hei Hannie, menurutmu bagaimana jika Kyuhyun menikah lagi sehingga keluarga kami bisa memiliki anak dari istri ke-2 nya?”

 

Hannie tersentak kaget. Nyaris saja dia tersedak lemon tea yang baru saja dia teguk. Kyuhyun menikah lagi?

 

“T-tapi bagaimana dengan eonnie?” Tanya Hannie berusaha menekan hatinya yang tiba-tiba bergemuruh saat mendengar perkataan Raena tadi.

 

“Aku? Tentu saja aku masih istri Kyuhyun. Dia boleh berpoligami dan maduku itu tinggal bersama kami. Wanita itu harus menghormatiku, bersedia berbagi Kyuhyun denganku, tidak berusaha memonopoli suamiku untuknya seorang dan bersedia mengikuti peraturan kami.” Jelas Raena.

 

Hannie mengerutkan keningnya. Memangnya ada wanita yang bersedia melakukan hal semacam itu? Biasanya wanita rata-rata kan egois kalau untuk urusan memiliki pria? Itu yang Hannie pikirkan.

 

“Haahh….tapi pasti susah ya menemukan wanita seperti itu. Kebanyakan wanita itu kan egois untuk urusan memiliki pria?” Kata Raena seolah tahu apa yang Hannie pikirkan. Dan gadis itu mengangguk setuju.

 

“Saat kukatakan hal ini pada Kyuhyun pun dia menyangsikan keberhasilan ide ini. Dia mengatakan jika aku menginginkan anak lebih baik mengangkat anak saja. Tapi aku agak trauma. Seorang temanku pernah mengambil bayi dari panti asuhan. Tapi kemudian ibu kandung dari bayi itu malah datang untuk mengambilnya. Yah tidak semua kasus begitu tapi bisa saja kan terjadi padaku? Lagipula aku inginnya anak dari keturunan Kyuhyun langsung. Jadi aku rasa berpoligami lebih baik.” Lanjut Raena lagi.

 

“Bagaimana dengan ibu pengganti? Maksudku eonnie membayar wanita untuk mengandung anak oppa.” Tanya Hannie lagi.

 

Raena menggeleng keras. “Yang itu aku keberatan. Aku mengkhawatirkan banyak hal. Terdengar paranoid tapi patut dipertimbangkan bukan? Misalnya bagaimana kalau wanita ini sebelum atau sesudah kami memakai jasanya, ternyata juga mengandung untuk keluarga lain? Terus nanti ketika dewasa anak-anak ini bertemu dan terjadi pernikahan tanpa mereka tahu mereka berasal dari rahim wanita yang sama atau bahkan sel telur dari wanita yang sama, bukannya terdengar seperti incest? Belum lagi aku juga tidak tahu gen seperti apa yang akan diturunkan wanita itu kepada anakku karena kami tidak mengenalnya. Ah terlalu beresiko. Lain halnya kalau ibu pengganti itu dari kalangan keluarga atau kenalan dekat yang bersedia membantu. Tapi sayangnya kami tidak memilikinya.” Kata Raena dengan nada kecewa. Lalu wanita itu menatap Hannie lekat-lekat. Gadis itu balas menatapnya. Lama Raena menatap Hannie hingga gadis itu mulai bertanya-tanya ada apa dengan wanita itu yang terus menatapnya.

 

“Ngomong-ngomong kau kan dulu menyukai Kyuhyun? Apa sekarang kau masih memiliki perasaan itu?” Tiba-tiba Raena mengucapkan kalimat yang mengejutkan Hannie.

 

“Ap-apa? Ti-tidak. A-aku tidak….tidak….aku….” Hannie kehilangan kata-kata. Pertanyaan itu tidak dia perkirakan sama sekali. Gadis itu menunduk dalam. Tangannya yang berada di pangkuannya saling meremas gugup. Duduknya benar-benar gelisah.

 

“Hum aku simpulkan kau masih memiliki perasaan terhadap Kyuhyun.”

 

Bingo! Tepat sasaran. Hannie tidak bisa berkutik. Apa yang dikatakan Raena sangat benar. Dia memang masih menyukai Kyuhyun bahkan meski pria itu tidak memilihnya. Apa gelagat Hannie yang masih menyukai Kyuhyun terbaca jelas? Bahkan saat itu, sebelum Raena pergi ke New York, wanita itu juga tahu kalau Hannie menyukai Kyuhyun. Ah apa dia termasuk orang mudah ditebak? Atau Raena nya saja yang terlalu cerdas atau memiliki semacam indera ke-6 mungkin? Hannie kebingungan sendiri.

 

“Sejujurnya aku berharap kau lah yang menjadi istri ke-2 Kyuhyun. Kau sudah dikenal oleh kami semua termasuk keluarga kami. Kau juga calon ibu yang baik bagi keturunan Cho. Dan aku yakin kau bukan gadis yang egois. Bahkan kau sering mengalah. Kau sangat penurut. Aku juga menyukaimu. Jadi aku rasa kau cocok untuk menjadi maduku.” Seloroh Raena.

 

Hannie hanya diam. Otaknya dipenuhi dengan pemikiran tentang menjadi istri ke-2 Kyuhyun. Dia memang pernah mengimpikan menjadi istri pria itu. Mengandung dan melahirkan anaknya. Hidup bahagia dengan suami dan anak-anaknya dengan penuh cinta. Tapi menjadi istri ke-2? Itu jelas tidak ada dalam daftar impian Hannie. Tapi sepertinya hanya ini satu-satunya cara agar dia bisa berada di sisi Kyuhyun. Meski keberadaannya hanya untuk melahirkan anak pria itu. Bahkan dia juga tidak dicintai sebesar pria itu mencintai istrinya.

 

Raena yang menyadari Hannie hanya diam dan menundukkan kepalanya, tersenyum. Dia pun kembali berkata.

 

“Hei Hannie, kau kenapa? Apa kau tersinggung dengan perkataanku tadi? Ah maaf. Aku minta maaf.  Yang tadi jangan dianggap serius. Aku hanya asal bicara. Aku tidak bermaksud memintamu apalagi memaksamu. Walau kau masih menyukai Kyuhyun tapi aku yakin kau pasti keberatan melakukan hal semacam itu. Kau tenang saja. Itu tadi anggap saja hanya bercanda yang tidak lucu dariku. Sudahlah tidak usah dipikirkan. Mungkin aku akan mempertimbangkan mengangkat anak saja seperti yang disarankan Kyuhyun. Atau mungkin saja di luaran sana ada gadis yang sesuai kriteria yang bersedia jadi istri ke-2 Kyuhyun. Dia kan tampan dan kaya? Atau mungkin kenalan kami yang lain malah lebih bagus lagi.” Kata Raena berusaha menenangkan Hannie namun nada kekecewaan terdengar dari suaranya.

 

“Uhm…. eonnie. Aku bersedia membantumu. Aku….aku….bersedia…uhm…menjadi istri ke-2 Kyuhyun oppa dan memberikannya anak. Aku tidak akan egois dan berusaha memonopoli oppa. Aku juga bersedia mengikuti peraturan yang kalian buat.” Hannie dengan mantap menyuarakan keputusannya.

 

Tampak wajah Raena yang bahagia sekaligus menunjukkan ketidakpercayaannya. Dia langsung berdiri dan mengambil duduk di samping Hannie dan memeluknya erat penuh suka cita tanpa memperdulikan orang-orang dalam cafe yang menatap mereka dengan keheranan.

 

“Kau serius kan Hannie? Kau tidak bohong kan? Ah kau tidak tahu betapa bahagianya aku. Aku mengharapkanmu dan kau memberikannya. Terima kasih sayang. Kau benar-benar penolongku. Kau jangan khawatir. Kami akan memperlakukanmu dengan baik. Kau tidak akan tersakiti. Aku janji.  Sekali lagi terima kasih sudah mau menolongku.” Ucap Raena haru. Dia memeluk Hannie dari samping dengan perasaan bahagia. Sementara gadis itu membalasnya dengan senyuman namun di hatinya terjadi pergolakan.

 

‘Apa yang baru saja kulakukan? Aku menawarkan diri lagi? Setelah dulu aku pernah menawarkan diri pada Kyuhyun oppa untuk menggantikan posisi Raena eonnie di hatinya kini aku kembali menawarkan diri. Kali untuk menjadi istri ke-2 oppa. Melahirkan anak oppa. Astaga aku ini gadis macam apa?” Keluh Hannie dalam hati. Tapi dia tidak mungkin menarik kembali kata-katanya. Apalagi melihat wajah cerah Raena. Tega kah dia menghancurkan kebahagiaan wanita ini? Ah Hannie baru saja menggali lubang kuburannya sendiri.

 

********

 

#3 Hari Kemudian

 

Hannie duduk diam menatap gelas orange juice dihadapannya. Sesekali dia melirik pria di hadapannya yang sedang menyesap kopi hitamnya. Pria itu hanya diam meski Hannie berkali-kali meliriknya. Tadi ketika jam kantor berahir tiba-tiba pria yang merupakan bossnya ini mengajaknya untuk bertemu di cafe. Ini pertama kalinya sejak kepulangan  pria itu dari Jerman, Hannie akhirnya bisa duduk satu meja dengannya. Dan gadis itu tahu persis dia diajak ke cafe ini bukan hanya sekedar untuk menemani pria itu minum kopi tapi juga membicarakan suatu hal. Dan Hannie tahu itu masalah apa.

 

“Apa maksudmu?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba. Hannie yang sedang menatap gelas minumannya terlonjak kaget. Dia menatap pria di hadapannya yang juga menatapnya tajam. Namun tidak lama dia kembali menunduk karena tidak sanggup berlama-lama berhadapan dengan mata coklat indah dengan sorot tajam mengintimidasi.

 

“Apa maksudmu menawarkan dirimu kepada Raena untuk menjadi istri ke-2 ku? Apa kau sudah gila huh?” Kata Kyuhyun keras.

 

“A-aku tidak….aku tidak punya maksud apapun. Aku hanya….aku hanya ingin membantu.” Sahut Hannie takut-takut.

 

“Membantu? KAU ITU SEDANG MENGORBANKAN DIRI APA KAU TAHU?!” Bentak Kyuhyun emosi.

 

Hannie menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Dia benar-benar ketakutan sekarang. Dia tahu Kyuhyun memang tegas ketika di kantor. Tapi dibentak secara langsung seperti sekarang oleh pria ini, Hannie belum pernah mengalami. Gadis itu merasakan matanya panas. Beruntung saat itu tidak terlalu banyak pengunjung di cafe itu hingga suara Kyuhyun tidak terlalu menarik perhatian.

 

“Ah maaf.” Terdengar suara Kyuhyun yang kali ini lebih lunak. Sepertinya dia tahu kalau Hannie ketakutan karena sempat dibentak olehnya.

 

“Hannie. Untuk apa kau melakukan ini? Pikirkan lagi keputusanmu ini. Kau tidak perlu melakukan ini. Aku masih bisa mengusahakan untuk mendapatkan anak dengan cara lain. Aku tidak pernah setuju dengan ide poligami ini karena aku tidak mau menyakiti siapapun. Kumohon Hannie. Temui Raena dan batalkan niatmu. Aku yakin dia mengerti.” Pinta Kyuhyun.

 

Hannie menggeleng. Dia mendongakkan wajahnya dan mencoba memberanikan diri kembali menatap mata coklat milik pria itu.

 

“Maaf aku tidak bisa. Aku akan tetap pada keputusanku semula. Kuharap oppa mengerti dan tidak keberatan jika aku lah yang akan melahirkan anak oppa.” Dengan suara bergetar Hannie mencoba mempertahankan pendiriannya.

 

“Tapi kau akan tersakiti Hannie. Kau tahu kan aku tidak bisa mencintai siapapun selain Raena? Aku tidak bisa membagi cintaku pada siapapun.” Tegas Kyuhyun.

 

“Aku tahu. Dan aku tidak perduli. Sesakit apapun aku tidak perduli. Asal aku diijinkan mengandung anak oppa itu sudah cukup.” Sahut Hannie cepat.

 

“Kenapa kau keras kepala sekali Hannie?” Tanya Kyuhyun gusar.

 

“Karena aku mencintai oppa.” Sahut Hannie sendu.

 

“Aku tidak bisa membalas perasaanmu.” Tegas Kyuhyun lagi.

 

“Tidak masalah. Asal aku bisa berada di sisimu meski harus berbagi dengan Raena eonnie aku tidak keberatan. Berada disisimu dan mengandung anakmu adalah impianku tidak perduli oppa tidak membalas perasaanku. Lagipula Raena eonnie menyukaiku dan ingin memiliki anak dari oppa melalui rahimku. Oppa akan membuatnya sedih kalau menolakku. Oppa tidak ingin dia sedih kan? Dan aku juga menyayangi Raena eonnie seperti saudaraku sendiri. Seperti halnya Raena eonnie, oppa juga pasti lebih suka anak oppa lahir dari darah oppa sendiri kan? Dan oppa juga pasti ingin membahagiakan eonnie. Sedangkan aku juga ingin membahagiakan eonnie dan juga membahagiakan diriku sendiri. Dan satu-satunya kebahagiaanku adalah disisimu dan bisa melahirkan untukmu. Setidaknya tujuan kita yang ingin membahagiakan eonnie sama. Jadi ayo kita bekerja sama untuk membahagiakan Raena eonnie.” Dengan tegar Hannie mengucapkan kalimat-kalimat itu meski hatinya terasa perih.

 

Terdengar helaan nafas berat dari pria itu. Sepertinya dia memang harus menyerah dan menerima Hannie untuk menjadi istri ke-2 nya seperti yang diinginkan Raena.

 

“Haahh…baiklah terserah apa mau kalian. Aku rasa apapun yang akan aku katakan tidak akan berguna. Jadi lebih baik aku ikuti saja. Tapi kuperingatkan. Ini tidak akan mudah bagimu. Dan sudah pasti menyakitkan untukmu. Tapi sepertinya kau sudah tidak perduli. Jadi aku akan menerima ide ini. Semoga kau tidak akan menyesali keputusanmu suatu hari nanti.” Akhirnya Kyuhyun pun mengalah.

 

“Tidak akan. Aku tidak akan menyesalinya.” Ujar Hannie mantap.

 

Dan suasana hening pun menyelimuti mereka berdua. Masing-masing sibuk dengan pikirannya. Mungkin memikirkan bagaimana jadinya nanti kehidupan yang akan mereka jalani sebentar lagi.

 

*******

 

#2 minggu kemudian

 

Dan disinilah Hannie sekarang. Di rumah besar milik Kyuhyun. Berdiri di depan bangunan mewah bergaya Eropa. Disinilah dia akan memulai hidupnya sebagai istri ke-2 Cho Kyuhyun. Tadi siang dia resmi dinikahi pria itu. Pesta pernikahan yang cukup mewah walau tertutup dan yang datang hanya orang-orang tertentu. Raena mengatakan saat menikah dengan Kyuhyun dulu mereka tidak mengadakan pesta. Hanya penandatanganan dokumen pernikahan dan pengucapan janji pernikahan di kantor catatan sipil di New York karena saat itu dia masih dalam perawatan.

 

“Ayo kita masuk.” Suara Raena mengagetkan Hannie yang sedang melamun. Wanita itu menggandeng lengannya dengan riang masuk ke rumah megah itu. Mengenai Raena, wanita itu benar-benar luar biasa. Ketika akhirnya diputuskan tanggal dilangsungkannya pernikahan Kyuhyun-Hannie, dia yang paling sibuk mempersiapkan pesta pernikahan. Saat dipernikahan dia juga hadir dengan raut wajah bahagia, sama sekali tidak terlihat kesedihan. Seolah yang dia hadiri adalah perkawinan saudara, kerabat atau temannya bukan suaminya. Bahkan sampai pulang ke rumah pun dia tetap biasa saja. Hannie berpikir apakah Raena sedang berakting seolah dirinya tidak apa-apa dengan pernikahan suaminya. Jika iya maka dia layak dapat Academy Award sebagai aktris terbaik karena aktingnya sangat bagus menipu siapapun yang melihat. Atau mungkin wanita itu memiliki emotion management tingkat tinggi sehingga semarah dan secemburu apapun dia pada pernikahan suaminya, dia tetap bisa mengendalikannya, tetap menyimpan rapat dalam hati dan memasang wajah malaikatnya. Entahlah Hannie tidak punya jawaban untuk masalah ini.

 

“Mari ku antar kau ke kamar. Aku bantu kau siap-siap. Sebentar lagi Kyuhyun pulang dan kau harus siap untuk menyambutnya. Ini kan malam pertama kalian?” Kata Raena tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.

 

“Eonnieee…..” Hannie memekik malu. Entah semerah apa wajahnya sekarang. Sementara Raena hanya terkekeh geli. Dan akhirnya Hannie pun mengekor wanita itu yang terus berjalan hingga mencapai tangga. Rupanya kamar yang mereka tuju ada di lantai 2.

 

******

Kini mereka berada di dalam kamar besar dengan ranjang besar yang mewah. Tirai-tirai halus menutupi jendela kaca. Kamar ini ada di lantai 2 rumah besar ini dan letaknya tentu saja berjauhan dari kamar Raena. Ralat kamar Raena dan Kyuhyun.

 

“Hannie. Sini aku bantu melepaskan gaunmu.” Suara Raena membuyarkan keasyikan Hannie yang sedang melamunkan nasibnya.

 

“Ah i-iya.” Hannie lupa kalau dia masih memakai gaun pengantin yang berat ini. Walau dia juga harus mengakui ini adalah gaun pengantin yang paling indah yang pernah dia lihat. Dan dia merasa beruntung bisa mengenakan gaun pengantin indah ini di hari pernikahannya. Setidaknya bagian inilah yang sedikit menyenangkan Hannie.

 

Raena tersenyum dan mulai melepaskan gaun pengantin itu dari tubuh mungil Hannie. Ketika gaun pengantin itu terlepas dari tubuhnya sehingga hanya menyisakan celana dalam sebagai penutup terakhir, dia merasakan kalau mata Raena memandangi setial inci tubuhnya tanpa berkedip. Hannie refleks menyilangkan kedua tangannya di dadanya bermaksud menutupi bagian depan tubuhnya walau itu jelas sia-sia. Tetap saja kulit mulusnya terekspos jelas.

 

“Tubuhmu mungil sekali. Terlihat rapuh. Ya aku tahu sejak pertama datang ke rumahku kau memang sudah bertubuh seperti ini. Tapi ini kan sudah bertahun-tahun? Masa pertumbuhanmu cuma segini saja? Dadamu sih lumayan. Cukup besar walau tidak sebesar aktris film porno. Ah tapi pinggang ini kecil sekali. Sepertinya mudah patah. Aku jadi meragukan ketahanan tubuhmu saat menerima serangan Kyuhyun nanti.” Seloroh Raena tiba-tiba sambil meneliti tubuh Hannie dari atas sampai bawah dengan matanya.

 

Hannie mendongakkan wajahnya bingung. Serangan Kyuhyun? Maksudnya? Blush! Wajah Hannie memerah menyadari makna dari kata-kata Raena tadi. Ini kan malam pertamanya. Dan semua orang juga tahu apa yang biasa dilakukan pengantin baru saat malam pertama mereka. Jadi malam ini Hannie akan menjalani tugas pertamanya yaitu melayani suaminya. Hannie jadi bergidig ngeri saat mengingat kata-kata Raena yang mengkhawatirkan tubuhnya yang terlalu mungil. Memangnya Kyuhyun seganas apa saat bercinta? Pertanyaan itu terus berputar di otak Hannie. Ah tapi tentu saja Raena tahu hal semacam itu. Bukankah wanita itu sudah 2 tahun menjadi istri Kyuhyun? Bahkan Hannie saat masih tinggal di rumah keluarga Kim, sering memergoki Raena sedang bercumbu dengan pria itu di kamar pribadi Raena saat semua penghuni rumah tidak ada.

 

“Mandilah. Kamar mandinya di sana. Perlengkapan mandinya juga sudah tersedia. Aku akan meletakan gaun tidurmu di atas ranjang ini. Kau pakailah nanti setelah selesai mandi. ” Titah Raena lagi membuyarkan kegugupan Hannie.

 

“I-iya.” Sahut Hannie sambil mengangguk pelan.

 

“Baiklah tugasku sudah selesai. Aku kembali ke kamarku dulu. Semoga malam mu menyenangkan.” Pamit Raena. Wanita cantik itu kemudian keluar sambil membawa gaun pengantin yang tadi dipakai Hannie. Namun saat Raena sudah membuka pintu dan berada di luar kamar, tiba-tiba dia membalikan tubuhnya lagi.

 

“Oh iya Hannie. Jangan tegang. Cobalah rileks saat menerima setiap sentuhan Kyuhyun. Walau mungkin pertamanya agak sakit tapi nikmati saja. Lama-lama kau pasti akan menyukainya. Baiklah semoga berhasil.” Dan setelah itu Raena menutup pintu kamar dan terdengar langkah kaki dan siulannya yang semakin menjauh. Sementara itu Hannie hanya menatap pintu yang barusan ditutup dengan wajah memerah.

 

‘Aish gampang sekali Raena eonnie mengatakan hal-hal semacam itu, padahal aku saja gugup setengah mati.’ Erangnya dalam hati.

 

Hannie akhirnya masuk ke kamar mandi. Dia melihat bak mandi mewah dengan sejumlah tombol dengan fungsi berbeda. Ada juga shower mewah di sebelahnya. Kamar mandi ini lumayan luas. Seperti kamar tidur di rumah lamanya saja. Dia mendekati bak mandi. Dia menekan tombol hingga air hangat memenuhi bak. Gadis itu mengetahui cara penggunaan bak mandi ini karena dulu saat masih tinggal bersama keluarga Kim, Raena pernah mengajarinya. Lalu kemudian mereka malah berendam air hangat berdua. Hannie menikmati momen kebersamaannya dengan Raena yang sudah dia anggap eonnienya sendiri. Namun saat nyonya Kim mengetahuinya, wanita itu justru marah dan memperingatkan mereka agar tidak melakukannya lagi. Hannie tidak mengerti kenapa nyonya Kim selalu menunjukan ketidaksukaannya pada gadis itu terutama jika wanita itu melihat kedekatan Hannie dan Raena. Mungkin dia tidak suka puterinya berhubungan terlalu dekat puteri saingannya. Wanita itu sepertinya menyimpan kemarahan yang besar pada eomma Hannie bahkan walau saingannya itu sudah tidak ada lagi di dunia ini.

 

Hannie lalu merendam tubuhnya di air hangat dalam bak mandi mewah itu. Dia mencoba merilekskan tubuh dan pikirannya. Ketegangan tentang malam pertama ini seperti membunuhnya pelan-pelan. Tapi Hannie tahu ini bukan malam pertama yang manis selayaknya pasangan pengantin yang saling mencintai. Dia tahu kalau apa yang Kyuhyun lakukan pada dirinya semata-mata agar dia bisa memberikan anak seperti yang diinginkan Raena. Itu adalah fakta yang menyakitkan. Tapi itu pilihan Hannie. Dan semenyakitkan apapun fakta itu dia mencoba tetap bahagia.

 

Hannie menyabuni tubuhnya dan mengeramasi rambutnya. Dia ingin membuat dirinya sebersih dan sewangi mungkin. Dia ingin memberikan kesan yang bagus pada Kyuhyun di malam pertama mereka. Setelah selesai mandi gadis itu keluar dari kamar mandi. Dengan hanya mengenakan handuk yang menutupi tubuhnya dari dada hingga setengah paha dia pun berjalan menuju ranjang dimana pakaian untuknya tidur sudah tersedia. Sebuah gaun tidur dari bahan satin berwarna putih. Seumur hidup Hannie tidak pernah memakai gaun tidur semacam ini. Dia biasanya tidur hanya memakai piyama. Dia kemudian mengenakan gaun itu dan mematut dirinya di cermin. Tampak pantulan dirinya yang terlihat cantik dengan gaun tidur yang hanya memiliki 2 tali tipis seperti spageti di bahunya. Bagian depannya membentuk cup bra hingga Hannie tidak perlu memakai bra. Toh dia setiap tidur memang tidak pernah memakai benda itu. Bagian dadanya agak rendah sehingga belahan dan bagian atas dadanya terlihat jelas. Panjang gaun itu juga hanya setengah paha. Ditambah dengan kulitnya yang segar kemerahan sehabis berendam air hangat dan  rambut hitam sepunggungnya yang masih setengah basah membuat penampilannya terlihat menggoda. Hannie merasa seksi.

 

“Aish apa yang kupikirkan?” Rutuk Hannie pelan sambil terkekeh geli menyadari kelakuannya sendiri.

 

Sekarang Hannie bingung apa yang akan dia lakukan di kamar sebesar ini sendirian menunggu Kyuhyun datang. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh bagian kamar ini. Dia berjalan mengelilingi seluruh isi kamar. Mengagumi setiap barang-barang yang mengisi kamar yang luas ini. Setelah lelah dia pun berbaring di ranjang. Seharusnya dia merasa nyaman berbaring di ranjang yang luas dan sangat empuk itu. Tapi nyatanya tidak. Hal tentang malam pertama terus berkelebat di pikirannya. Apakah malam ini mereka akan melakukannya atau justru Kyuhyun tidak akan kemari melainkan tidur di kamar istri pertamanya sehingga Hannie harus melewatkan malam pertamanya sendirian. Cukup lama gadis itu berbaring, berharap suaminya itu muncul dari balik pintu. Tapi hingga jam dinding menunjukan pukul 10 yang dinanti tidak datang juga. Hannie menghela nafas pasrah. Sepertinya malam ini dia tidur sendirian di kamar sebesar dan di ranjang seluas ini.

 

Hannie bangkit dari tidurannya. Dia belum mengantuk. Dia lalu berjalan menuju pintu kaca yang tidak tertutup tirai, yang menghubungkan dengan balkon di luar. Hannie menggeser pintu kaca itu hingga terbuka dan keluar menyusuri balkon hingga ke pagar pembatas. Dari balkon ini dia bisa menikmati  pemandangan langit malam yang dipenuhi bintang. Hannie juga bisa melihat kilauan lampu warna warni yang berasal dari perkotaan yang hanya berupa titik-titik cahaya karena jaraknya yang jauh. Rumah ini memang terletak di pinggiran kota namun berada di kawasan elit. Udara malam yang menyelimuti tubuh mungilnya yang hanya mengenakan pakaian tipis tidak terlalu dihiraukannya. Dingin yang menyapu bagian kulitnya yang tidak tertutup kain justru terasa menyejukan. Dia terus menatap langit sambil melamun. Kebiasaannya menatap langit sambil melamun ini memang sering dilakukannya sejak orang tuanya meninggal. Saat itu pikiran polosnya berpendapat orang tuanya yang sudah tiada berubah menjadi bintang, seperti dalam mitologi Yunani yang sering dia baca tentang asal usul bintang, dan sekarang sedang berada diantara jutaan atau bahkan milyaran bintang-bintang itu dan sedang mengawasinya. Mengawasi puteri satu-satunya, memastikan dia bahagia meski tanpa mereka. Karena itu jika langit mendung dan tidak ada bintang-bintang maka Hannie seperti kehilangan karena tidak bisa melihat orang tuanya. Namun saat dia menceritakan hal itu pada Kyuhyun, pria itu malah tertawa.

 

“Gadis secerdas dirimu ternyata masih percaya hal-hal tahayul seperti itu. Mana ada orang yang meninggal menjadi bintang? Bintang itu bola besar dan berpijar di angkasa yang tersusun atas gas hidrogen, helium, dan unsur- unsur lain. Aku rasa waktu sekolah dulu kau juga belajar tentang teori terbentuknya bintang. Memang ada banyak teori tentang terjadinya bintang tapi dari sekian banyak teori sepertinya tidak ada teori yang menyebutkan bintang terbentuk dari roh orang mati. Apalagi seperti dalam cerita mitologi Yunani dimana semua bintang awalnya adalah entah manusia atau dewa yang diubah dewa Zeus menjadi bintang dengan berbagai sejarah dan tujuan tertentu. Tapi ngomong-ngomong dari semua cerita mitologi itu entah tentang bintang, musim atau apapun, sejujurnya aku agak iri dengan dewa Zeus itu. Wanitanya banyak.” Kata Kyuhyun geli.

 

“Ish oppa menyebalkan. Iya aku tahu itu cuma mitologi Yunani. Tapi aku rasa tidak apa-apa kalau aku menganggap mendiang orang tuaku juga menjadi salah satu bintang-bintang itu.” Hannie benar-benar kesal dengan Kyuhyun yang mentertawakan pendapatnya. Dasar pria dingin.

 

“Oke oke aku minta maaf. Baiklah terserah kau saja mau menganggap bintang itu apa, hum.” Kata Kyuhyun pasrah.

 

Hannie tersenyum mengingat perdebatannya dengan Kyuhyun. Rasanya saat itu mereka sangat dekat. Tidak ada beban juga tidak canggung. Tidak seperti sekarang. Sejak pria itu pulang dari Jerman bersama istrinya, pria itu malah menjaga jarak dengannya. Hannie jadi merindukan hubungannya dengan Kyuhyun saat sebelum dia pergi.

 

“Ehem.” Suara deheman khas pria menyapa telinga Hannie yang sedang melamun. Refleks gadis itu menoleh dan membalikan tubuhnya ke arah suara yang datangnya dari pintu balkon dan dia tertegun menyaksikan pemandangan terindah yang pernah dia lihat. Sesosok tinggi tegap menyender pada samping pintu kaca. Dengan piyama yang 2 kancing atasnya terbuka memperlihatkan sedikit dada bidangnya yang putih. Kedua tangannya dimasukan dalam saku celana piyamanya. Rambutnya yang tadi rapi kini sudah berantakan dan setengah basah. Tercium wangi sabun dan shampo yang maskulin dari tubuh pria itu. Benar-benar wangi yang menggoda. Hannie bisa menikmati wangi maskulin pria itu. Padahal jarak mereka belum berdekatan. Dan makin jelas saat pria itu dengan gagahnya berjalan mendekati Hannie sambil menatapnya dengan mata coklat beningnya tajam mengintimidasi. Gadis itu tidak tahu harus melakukan apa. Gugup. Cemas. Tapi juga bahagia. Semua campur aduk menciptakan sensasi debaran aneh di dadanya. Sepertinya jantungnya ingin melompat keluar. Yang bisa dia lakukan cuma menunduk menghindari tatapan yang seperti membakar seluruh tubuhnya. Tangannya mencengkram erat ujung gaun tidur setengah pahanya seolah-olah ingin memanjangkan gaun tidur itu yang entah kenapa jadi terasa bertambah pendek. Hannie tidak pernah tampil terbuka seperti ini di hadapan pria. Tapi toh pada akhirnya nanti Kyuhyun akan melihat tubuhnya lebih dari ini. Dan sekarang Kyuhyun berdiri di samping Hannie melakukan seperti yang tadi gadis itu lakukan. Menikmati pemandangan malam dari balkon ini. Hannie pun kembali ke posisinya semula sebelum pria itu datang, ikut menikmati pemandangan malam dalam keheningan.

 

“Apa sejak tadi kau berada di sini? Apa kau tidak kedinginan berlama-lama di luar dengan pakaian terbuka dan udara dingin begini?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba setelah mereka saling diam sejak pria itu datang.

 

“T-tidak. Aku juga baru beberapa menit berdiri disini.” Sahut Hannie lirih.

 

“Apa kau tadi menungguku datang ke kamarmu?” Tanya Kyuhyun lagi.

 

“I-iya.” Sahut Hannie sambil menunduk malu.

 

Tapi Hannie sebenarnya penasaran dan bertanya-tanya dalam hati, kenapa Kyuhyun baru datang sekarang ke kamarnya. Apa dia baru pulang karena tadi pria itu memang masih bertahan bersama teman-temannya di ballroom hotel tempat pesta pernikahan mereka dilangsungkan. Tidak ikut pulang bersama Hannie dan Raena. Atau dia sebenarnya sudah pulang sejak tadi tapi entah karena Kyuhyun yang keberatan atau justru Raena yang belum siap membagi suaminya dengan Hannie hingga pria itu baru bisa ke kamar ini sekarang.

 

“Maaf mungkin aku membuatmu menunggu lama. Aku harus menemani Raena dulu sampai dia tertidur. Dia sudah terbiasa sebelum tidur dan saat bangun keesokan paginya melihatku di sampingnya. Dia juga terbiasa tidur dalam pelukanku. Terbiasa dengan rutinitas kami sebelum tidur. Karena itu melihatnya gelisah dan tidak yakin bisa melewati malam dengan tidur nyenyak tanpaku, aku putuskan untuk menemaninya dulu. Tapi kemudian dia malah menyuruhku untuk ke kamarmu. Dia bilang dia sudah tenang dan bisa tidur. Haahh…..dasar wanita itu. Kalau memang terbiasa selalu bersamaku kenapa malah nekad memintaku berpoligami? Bukankah  sudah kuperingatkan berpoligami itu berarti dia harus berbagi aku dengan wanita lain? Tapi dia tetap bersikeras. Beginilah jadinya.” Jelas Kyuhyun panjang lebar seolah menjawab penasaran Hannie.

 

“T-tidak apa-apa. Aku mengerti.” Sahut Hannie lirih. Yah sudah pasti Raena tidak akan begitu saja merelakan suaminya untuk melakukan malam pertama bersama istri ke-2nya. Walau pernikahan ini adalah keinginan wanita itu. Biar bagaimanapun pasti ada perasaan cemburu dan tidak rela kepada wanita lain yang ikut memiliki prianya. Tapi Hannie kagum karena Kyuhyun begitu menjaga perasaan istri pertamanya, dan juga iri pada keberuntungan Raena yang dicintai dengan cara seperti itu. Mereka memang benar-benar pasangan serasi.

 

Setelah itu suasana kembali hening. Mereka hanya diam sambil menikmati pemandangan dari balkon ini dengan pikirannya masing-masing. Hannie bertanya-tanya apa mereka akan menghabiskan malam pertama mereka hanya dengan seperti ini? Gadis itu mulai kedinginan. Dia menggosok-gosokan kedua telapak tangannya untuk memberi efek hangat pada tubuhnya.

 

“Ayo kita masuk.” Tiba-tiba suara Kyuhyun terdengar lagi mengajaknya untuk masuk kamar. Sepertinya dia tahu kalau Hannie kedinginan. Hannie pun mengekori Kyuhyun yang berjalan lebih dulu.

 

Kini mereka sudah berada di kamar dan sama-sama duduk di tepi ranjang. Kyuhyun duduk memunggungi Hannie sementara gadis itu terus menatap punggung pria itu dengan perasaan campur aduk. Berdebar. Kagum. Tapi juga takut. Lagi-lagi mereka hanya diam. Lama-lama Hannie tidak tahan. Dia mengulurkan tangannya untuk menyentuh punggung pria itu. Namun belum sempat tangannya berhasil menyentuh punggung yang kokoh itu tiba-tiba Kyuhyun berdiri dan berbalik. Dia lalu membungkuk di hadapan Hannie, menaruh kedua tangannya pada ranjang di kedua sisi tubuh gadis itu, memerangkap tubuh mungil itu dengan kedua lengannya. Wajah mereka sangat dekat. Hannie bisa merasakan hembusan kasar dari nafas Kyuhyun. Gadis itu agak kaget dengan tindakan yang tiba-tiba itu. Dia juga merasakan wajahnya panas karena terlalu dekat dengan wajah Kyuhyun. Dia memalingkan wajahnya ke arah lain untuk menghindari tatapan mata yang mengintimidasi dirinya itu.

 

“Kau tahu kan apa yang biasa dilakukan pasangan pengantin pada malan pertama mereka?” Tanya Kyuhyun dingin. Hannie hanya menggangguk.

 

“Dan kau juga tahu bukan agar kau bisa hamil aku harus melakukan apa padamu?” Tanya Kyuhyun lagi. Dan gadis itu hanya mengangguk.

 

“Kau belum pernah melakukan hal ini bukan?” Hannie menggeleng. Seumur hidup dia memang belum pernah melakukannya. Bahkan ciuman saja belum pernah. Tadi siang saat pernikahan Kyuhyun hanya menciumnya di kening.

 

“Asal kau tahu, banyak gadis-gadis mengatakan saat pertama kali melakukannya sangat menyakitkan. Bahkan beberapa diantaranya mengatakan sakitnya tidak tertahankan.” Kata-kata Kyuhyun terdengar seperti sengaja menakut-nakuti Hannie.

 

“A-aku tahu.” Sahut Hannie dengan suara bergetar.

 

“Apa kau takut?” Seringai Kyuhyun.

 

Hannie sejujurnya takut. Tapi dia tidak boleh mengalah. Maka dia memalingkan wajahnya hingga kembali berhadapan dengan wajah Kyuhyun. “Tidak.” Jawabnya tegas sambil matanya berusaha menantang sorot tajam dari mata pria itu.

 

“Baguslah kalau kau tidak takut. Karena sejujurnya aku belum pernah bercinta dengan perawan. Saat melakukannya dengan Raena dulu dia sudah pernah melakukannya dengan pacarnya waktu SMU. Lalu saat aku patah hati karena ditinggal olehnya aku sempat terlibat one night stand dengan beberapa wanita dan mereka juga bukan perawan. Karena terbiasa bercinta dengan wanita yang sudah berpengalaman, aku mungkin akan bermain kasar padamu. Kau mungkin tidak bisa menahannya. Jadi selagi ada kesempatan kau doronglah aku atau katakan kau tidak mau. Maka aku akan mundur dan pergi dari kamar ini. Kau bisa batalkan perjanjian ini pada Raena dan aku tidak keberatan menceraikanmu. Karena percuma mengharapkanku. Kau tahu kan disisiku kau hanya sebagai apa? Jangan bodoh Hannie. Lakukan apa yang kukatakan sebelum semuanya terjadi.” Peringat Kyuhyun panjang lebar.

 

Hannie menggeleng cepat. Dia langsung memeluk leher Kyuhyun dengan erat. Bahkan dengan berani dia menempelkan bibirnya pada bibir tebal pria itu. Dia menekannya kuat dan lama lalu melepaskannya namun tetap memeluk leher Kyuhyun. Nafasnya tersengal-sengal. Itu ciuman pertamanya. Dan dia baru memberikannya pada suaminya.

 

“Sudah kukatakan aku tidak perduli. Apapun yang oppa lakukan. Semenyakitkan apapun. Dan apapun arti aku di sisi oppa aku tidak perduli. Aku akan tetap pada keputusanku semula. Aku akan melayani oppa sebagaimana istri yang baik dan mengandung anak oppa.” Kata Hannie tegas.

 

Brak! Tanpa basa basi Kyuhyun mendorong tubuh Hannie hingga terlentang di atas ranjang dan menindihnya.

 

“Baiklah. Kau yang memilih. Biar bagaimanapun aku ini pria normal. Bagaimana mungkin aku bisa menolak sesuatu yang tidak bisa kudapatkan dari istriku? Dan kau memberiku cuma-cuma. Jadi aku nikmati saja. Kau tanggung sendiri resikonya. Karena aku tidak akan mundur. Walau kau kesakitan dan memintaku untuk berhenti, aku tidak akan berhenti. Kita akan menghentikannya hanya jika aku yang menghentikannya. Apa kau mengerti?” Kata Kyuhyun tegas dan Hannie lagi-lagi hanya mengangguk.

 

“Baiklah. Ayo kita lakukan.” Kata Kyuhyun. Kali ini suaranya terdengar lebih lunak jika dibandingkan tadi saat memperingatkan Hannie.

 

Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada wajah Hannie. Gadis itu dengan gemetaran terus menatap wajah suaminya yang terlihat bergairah. Dia ingin menutup matanya tapi itu berarti dia takut. Dia tidak boleh takut. Dia khawatir Kyuhyun akan berubah pikiran saat melihatnya ketakutan. Hannie terus menanti apa yang akan pria itu lakukan. Kini wajah mereka sudah semakin dekat. Hidung mereka saling bersentuhan. Lalu bibir Kyuhyun meraup bibir mungil Hannie, menyesap bibir atas dan bawahnya bergantian, melumatnya dengan nafsu yang menggebu. Gadis itu mencoba mengimbangi ciuman panas suaminya. Namun akhirnya dia pasrah membiarkan suaminya itu mempermainkan bibirnya sesuka hati. Lumatan bibir Kyuhyun semakin intens diselingi dengan lidahnya yang menyapu permukaan bibir istrinya.

 

“Buka mulutmu.” Perintah Kyuhyun disela lumatannya. Seperti terhipnotis Hannie membuka mulutnya dan dengan bebas lidah pria itu menyusup masuk ke dalam  mulutnya.

 

Gadis itu merasakan lidahnya bertemu dengan lidah Kyuhyun. Hangat. Lembut. Basah. Dan menggoda. Membiarkan lidahnya dibelai, dibelit dan dihisap dengan kuat. Hannie pasrah membiarkan lidah suaminya yang berada di dalam mulutnya itu bergerak sesukanya karena apapun yang dilakukan benda tak bertulang itu dia benar-benar menyukainya. Sementara bibir tebal suaminya juga tidak mau kalah, sesekali menekan lalu melumat bibir Hannie seolah ingin memakan bibir gadis itu. Tubuhnya terasa panas dan bergetar hebat. Sementara itu sambil bibirnya terus dilumat oleh Kyuhyun pelan-pelan Hannie merasakan sebelah kaki pria itu menyusup diantara kedua kakinya diikuti kaki yang lainnya. Kini kedua kaki Hannie yang menjuntai ke lantai membuka dengan tubuh Kyuhyun yang berada di tengahnya.

 

“Mmptt…hmmm…..” Decakan erotis menggema ke seluruh ruangan kamar ini. Hannie melingkarkan kedua lengannya di leher Kyuhyun sementara kakinya tanpa sadar melingkari pinggang suaminya. Pria itu memeluk erat tubuh mungil Hannie sambil terus melumat bibir gadis itu. Hingga kemudian Hannie merasa kalau tubuh mungilnya seperti terangkat. Rupanya Kyuhyun sengaja mengangkat tubuh istrinya itu agar berbaring ke tengah ranjang. Setelah Hannie berbaring dengan nyaman, ciuman Kyuhyun semakin ganas. Bibir pria itu bergerak liar melumat bibir merah cherry Hannie yang sudah membengkak akibat terus menerus dilumat dengan penuh nafsu. Lalu bibir tebal itu turun ke dagu lalu lehernya. Menciumi, menjilati dan menghisap bahkan menggigit kecil setiap inci lehernya yang berwarna putih susu itu.

 

“Arnghhh…..” Hannie mengerang setiap hisapan kuat bibir suaminya mendarat di kulit lehernya. Hasratnya benar-benar naik. Meski kulit lehernya terasa perih namun dia menyukai apa yang dilakukan Kyuhyun pada lehernya.

 

Tangan Kyuhyun bergerak menurunkan tali gaun tidur Hannie sambil terus mengecupi leher pundak, dan dadanya meninggalkan rasa perih namun nikmat di kulit yang disentuh bibir pria itu. Hannie tidak menahan aksi suaminya. Dia membiarkan pria itu pelan-pelan menurunkan gaun tidur itu hingga perut. Payudaranya pun terpampang jelas.

 

“Indah. Sangat indah.” Erang Kyuhun dengan gairah

 

Hannie tersipu malu mendengar kata-kata suaminya itu. Dia memalingkan wajahnya ke samping untuk menyembunyikan wajahnya yang sepertinya sudah memerah karena malu namun juga gairah.

Tubuh Hannie tersentak ketika merasakan bibir Kyuhyun mengecupi seputar daging payudaranya. “Arghhh…..” dia mengerang kaget saat merasakan sesuatu yang basah, hangat dan lembut menyentuh puncak dadanya. Dia memalingkan wajahnya dan melihat bagaimana Kyuhyun memperlakukan payudaranya. Lidah pria itu bergerak lincah menyapu puncak payudaranya yang sudah menegang. Menjilati seputaran areolanya lalu kembali lagi ujung lidahnya menyentil-nyentil ujung dari puncak payudaranya. Sesekali bibir tebal pria itu menyesap-nyesap benda itu seolah dia sedang menyesap kopi hitam kesukaannya. Lalu dengan giginya Kyuhyun menggigit kecil dan menarik puncak yang sudah basah oleh air liurnya hingga Hannie merasakan sedikit perih namun juga nikmat. Begitu seterusnya. Dengan lidah, bibir dan gigi pria itu, kedua puncak dada Hannie dijilati, dikulum, digigit kecil dan ditarik bergantian. Suaminya itu benar-benar terlihat seksi dengan aksi seperti itu.

 

“Ahhhh….” Desah Hannie ketika Kyuhyun memasukkan sebelah payudara istrinya itu ke dalam mulutnya seperti bayi yang sedang menyusu. Sementara tangannya meremas-remas payudara yang satunya lagi dan memainkan puncaknya. Membuat gadis itu menggeliat-geliat karena tidak tahan dengan sensasinya. Tangannya mengacak-acak rambut Kyuhyun sementara kakinya semakin erat melingkari pinggang suaminya itu. Sekujur tubuhnya terasa geli. Seperti ada sesuatu yang berkumpul di bawah perutnya dan siap meledak kapan saja.

 

Kyuhyun terus mengerjai kedua payudara Hannie secara bergantian. Setelah puas bermain-main di dada istrinya, pria itu menurunkan ciumannya hingga perut. Sambil menciumi perut Hannie, Kyuhyun menarik gaun tidur yang menyangkut di pinggang istrinya hingga lepas seluruhnya. Kini tubuh Hannie hanya tertutupi celana dalam tipis sebagai penutup terakhir bagian bawah tubuhnya. Namun benda itu juga tidak bertahan lama. Dengan cepat Kyuhyun menarik lepas penutup terakhir tubuh Hannie dan melemparnya menyusul gaun tidur yang sudah lebih dulu dia lemparkan. Sekarang Hannie yang berada di bawah Kyuhyun benar-benar telanjang tanpa penutup apapun.

 

Kyuhyun lalu bangkit dari tubuh Hannie lalu berdiri diantara kedua kaki gadis itu dengan lututnya. Hannie menyaksikan bagaimana Kyuhyun melepaskan satu persatu kancing piyamanya lalu melempar benda itu sembarang. Pria itu juga menurunkan celana piyamanya beserta celana dalamnya lalu melemparnya ke lantai. Sekarang di hadapan Hannie terpampang tubuh berisi Kyuhyun dengan kulit sangat putihnya. Bahu yang lebar. Dada yang bidang walau perutnya tidak memiliki sixpack tapi bagi Hannie tubuh yang ada di hadapannya tetap indah. Mata gadis itu turun ke arah bawah tubuh suaminya. Untuk pertama kalinya dia melihat benda pribadi milik pria. Terlihat sangat besar dan liat di matanya. Hannie jadi bergidig ngeri.

 

‘Apa benda ini yang akan memasukiku? Apa bisa pas?’ Pikir Hannie khawatir.

 

Kyuhyun kembali menindih tubuh Hannie. Memerangkapnya dalam pelukan. Gadis itu pasrah saat bibir tebal itu kembali menciumi wajah, bibir, mencumbui leher dan dadanya. Yang bisa dia lakukan hanya memeluk erat punggung suaminya.

 

“Aku masukkan sekarang.” Bisik Kyuhyun tegas namun terdengar seduktif di telinga Hannie. Gadis itu menatap mata suaminya. Walau sebenarnya takut tapi akhirnya dia mengangguk.

 

Kyuhyun kembali melumat bibir Hannie. Saat gadis itu menikmati sentuhan pada bibirnya, saat itulah dia merasakan sesuatu yang besar mencoba memasuki bagian bawah tubuhnya. Benda itu terus mendorong masuk mencoba menggapai bagian terdalam.

 

“Mhhh…..mhhhh…..” Hannie merintih sakit. Miliknya terasa perih dan juga ngilu. Tangannya tanpa sadar semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Kyuhyun. Bahkan kuku-kukunya mulai meninggalkan goresan pada punggung putih pria itu. Jujur ini sangat sakit. Dia ingin berteriak tapi dia ingat Kyuhyun pernah mengatakan kalau pria itu tidak akan berhenti meski Hannie kesakitan. Bukankah ini pilihannya?

 

Tiba-tiba Hannie merasakan Kyuhyun menghentikan dorongannya dan melepas tautan bibir mereka. “Sakit?” Tanyanya datar sambil menatap wajah gadis itu yang mengernyit kesakitan.

 

Hannie tidak menjawab apa-apa. Dia hanya menatap pria itu. Dia ingin mengatakan kalau dia kesakitan tapi apa itu berguna?

 

“Aku tahu kau kesakitan. Tapi mau bagaimana lagi? Pertama kali memang seperti ini. Itu juga tadi aku berusaha untuk tidak kasar. Aku ini masih punya hati. Tapi bukankah tadi kau sudah setuju? Bahwa kau tidak akan menghentikankanku…….” Belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, Hannie sudah menyelanya.

 

“T-tidak. A-Aku… tidak… apa-apa. Lanjutkan….saja….” Pinta Hannie gemetaran sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Kyuhyun. Walau kesakitan tapi dia lebih khawatir kalau pria itu malah menarik diri. Dia ingin dimiliki sepenuhnya oleh pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu mulai malam ini.

 

“Baiklah. Kau yang minta.” Suara Kyuhyun terdengar tegas namun juga penuh gairah.

 

Kyuhyun kembali mendorong miliknya membelah kewanitaan Hannie yang belum pernah tersentuh apapun. Tangannya mencengkram erat seprai di kedua sisi kepala gadis itu untuk menopang berat tubuhnya sekaligus memberi tenaga lebih pada dorongannya. Hingga ujung kejantanannya terhalang oleh sesuatu.

 

“Ohhhh…..” tubuh Hannie tersentak diiringi pekikan halusnya ketika tiba-tiba Kyuhyun menyentak masuk miliknya hingga menembus sesuatu yang tadinya sempat menghalangi pergerakan pria itu.

 

Hannie terengah-engah. Rasanya tubuh bagian bawahnya benar-benar sakit, ngilu, penuh dan entah perasaan apa lagi. Kyuhyun menatapnya dengan pandangan penuh gairah. Tampaknya libido pria itu sudah semakin naik. Siap menenggelamkan Hannie dalam sensasi gelombang kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

 

“Aku akan bergerak.” Beritahu Kyuhyun yang hanya dijawab Hannie dengan anggukan.

 

“Ahhh….” Terdengar desahan Hannie saat Kyuhyun kembali menarik miliknya lalu mendorongnya dengan lembut. Pria itu terus melakukannya berulang-ulang. Hingga Hannie mulai merasakan ada sensasi aneh di kewanitaannya. Dibalik rasa sakitnya dia merasakan sesuatu yang menyenangkan. Nikmat. Sesuatu yang manis. Ah Hannie jadi bingung menjelaskan apa yang dia rasakan saat ini. Pria itu terus membawanya ke dalam pengalaman yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

 

“Ahh…ahhh…op..ppahhh…” Hannie mendesah setiap kali Kyuhyun menggerakan miliknya dan suara desahan itu justru semakin mempercepat gerakan benda yang ada di dalam tubuhnya. Hannie mulai kewalahan menerima hentakan bertubi-tubi di kewanitaannya. Sementara tangannya yang tadi sempat mengukir jejak di punggung Kyuhyun kini beralih mencengkram seprai putih di bawahnya yang sudah kusut akibat aktifitas pasangan itu. Pria itu melepas cengkraman tangannya pada seprai untuk meraih kaki Hannie agar melingkari pinggangnya dan setelah itu dia menangkup payudara istrinya itu dengan kedua tangannya dan kembali menggerakkan kejantanannya keluar masuk dengan cepat dan kuat.

 

“Ngghhh….ahhhh….” Suara bass

dari pria yang sedang bergerak liar di atas tubuh Hannie terdengar semakin berat dan seksi menandakan dia juga sedang menikmati sensasi yang dirasakan kejantanannya yang dilingkupi kehangatan dan kelembutan yang basah dari milik Hannie.

 

Hannie semakin merasakan kenikmatan yang menjalar disekujur tubuhnya saat Kyuhyun terus menarik dan mendorong kejantanannya di bawah sana dengan kasar. Bibir pria itu terus menghujani wajah, leher, bahu Hannie dengan ciuman panasnya sementara tangannya bergerak nakal meremas kedua payudara istrinya yang ikut bergoyang akibat gerakannya yang semakin cepat di bawah sana. Tubuh Hannie pun mengikuti irama pergerakan Kyuhyun. Pinggulnya bergoyang mengimbangi gerakan suaminya. Hentakan kasar pria itu bertubi-tubi mengenai titik nikmatnya. Tiba-tiba dia merasakan tubuhnya mengejang. Sesuatu yang berkumpul di bawah perutnya seolah ingin mendesak keluar.

 

“Oppaahhh….ahhhh…..aku…ingin….ahhhh…..” Hannie menjerit nikmat saat rasa ingin meledak itu tak tertahankan lagi.

 

“Apa…yang…kau…inginkan…hum….” Kyuhyun terus bergerak tanpa henti.

 

“Aku…ohhh…ingin….ke…luar…ahhhh…….” Susah payah Hannie memberitahu disela-sela nafasnya yang memburu akibat gerakan Kyuhyun.

 

“Keluarkan saja…ohhh….” Titah Kyuhyun sambil terus menggerakan miliknya di bawah sana.

 

“OPPAAA…AAHHHH….” Tanpa bisa dicegah Hannie pun akhirnya mengeluarkan semuanya. Tubuhnya lemas lingkaran kakinya pun terlepas dari pinggang Kyuhyun.

 

“HA…HANNIE…AHHH ….” Kyuhyun pun mencapai kepuasannya beberapa saat kemudian. Hannie merasakan hangat pada bagian bawahnya. Cairan pria itu dan cairan miliknya bersatu memenuhi rahimnya.

 

Mereka saling bertatapan dengan nafas terengah-engah. Hannie memandangi suaminya dengan takjub. Benar-benar tampan. Dengan wajah merah sampai ke telinga dan leher, basah oleh keringat dan mulut yang megap-megap berusaha mengisi pasokan oksigen di paru-parunya yang terkuras sehabis bergerak liar di dalam tubuh istrinya. Lalu bibir gadis itu kembali dilumat oleh bibir tebal suaminya. Kedua gundukan dadanya juga diremas kuat oleh Kyuhyun membuat gadis itu menggeliatkan tubuhnya geli.

 

Kyuhyun melepas bibirnya pada Hannie. Dia kemudian berdiri dengan lutut. Tangan besarnya beralih mencengkram pinggang kecil gadis itu. Hannie bisa merasakan pria itu kembali ereksi karena benda itu masih tertanam di lubangnya. Belum sempat dia berpikir lain, tiba-tiba Kyuhyun kembali bergerak memaju mundurkan miliknya. Kali ini dia bergerak lebih kasar, lebih liar namun Hannie justru merasakan sensasi kenikmatan lebih. Entah berapa lama Kyuhyun bergerak di atasnya. Dia tidak bisa memperkirakan lamanya karena sibuk mendesah menerima setiap serangan pria itu. Tangannya mencengkram erat ujung bantal di bawah kepalanya. Sementara punggungnya melengkung menahan nikmat. Kakinya kembali melingkari pinggang suaminya. Hingga setelah beberapa lama Kyuhyun bergerak di atasnya dia kembali merasakan desakan dari bawah perutnya.

 

“Oppa….ahhhh…..aku…sudahh…ahhh…tidak tahan….” Pekiknya.

 

“Bersama-sama.” Titah Kyuhyun sambil terus bergerak brutal.

 

“AHHHH…..” terdengar jeritan kepuasan nyaris bersamaan dari keduanya. Cairan hangat kembali memenuhi rahim Hannie hingga mengalir ke sela-sela pahanya.

 

Hannie benar-benar lemas. Melayani pria ini benar-benar menguras tenaga. Tapi sepertinya ini belum berakhir. Tiba-tiba Kyuhyun kembali menindihnya dan berbisik.

 

“Aku tidak perduli ini yang pertama buatmu. Tapi aku ingin lagi dan kau sudah berjanji tidak akan menghentikanku kecuali aku yang minta bukan?” Peringat Kyuhyun dengan smirk nya.

 

Hannie menggigit bibir bawahnya. Dia lelah tapi dia ingat kalau dia sendiri yang tadi menginginkan hal ini. Hannie hanya bisa pasrah, saat Kyuhyun meletakkan kedua tangan gadis itu di kedua sisi bantal yang dia tiduri lalu menggenggam kedua pergelangan tangannya erat hingga dia tidak bisa menggerakkan kedua tangannya itu dan kembali mendesah di bawah tubuh prianya yang dengan brutal bergerak terus menghunjam bagian bawah tubuhnya hingga dia benar-benar tidak merasakan lagi tubuhnya karena terlalu lelah.

 

Tbc

 

660 thoughts on “Story About The Second Wife Part 1

  1. Its been more one year, dari terakhir kali buka wp ini juni tahun lalu😭 (email nya masih ada sampe skrg wk). Kehidupan di dunia nyata emang pedih, sampe gak sempet cari hiburan di dunia maya😂 gue ketinggalan banyak cerita disini dan kalo lg kangen gue cuma bisa baca ulanh cerita2 yg dulunya favorit gue sejak ngikutin ini wp tahun 2014 akhir! Men sudah lama cekaleh💔 gue kangen Kyu gueeee aaaakkk! Salah satu cerita favirit gue dulu ini, ada neorago, need a baby, love is you, be with you, poison of love dll (mylittlechick emang author fav gue, dia pindah ke watty tanpa bawa2 suami gue (re ; kyuhyun) aja gue tetep ngefans berat sama cerita2nya dia) 😂 welcome my hiburan word! Mari baca ulang semua cerita fav gue disiniiiii yeah!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s