Growing Pains Part 6


20150604111618

 

Growing Pains (Part VI)

 

Author                                     : PrincessHae

Title                                         : Growing Pains(Part VI)

Length                                     : Chaptered

Rated                                       : NC17

Main Cast                                 : Lee Donghae, Kim Haneul

Minor Cast                                : Cho Kyuhyun, Kim Hyemi, Park Jungsoo, Choi Jieun

Theme                                      : Drama, FriendShip,Hurt,Smut

Disclamer                                : Cerita ini Hanya saya dan kalian yang tahu

 

Growing Pains…

 

Angin pagi berhembus kencang masuk melalui jendela kamar Pria bertubuh kekar itu. Lee Donghae sedang berdiri dibalkon kamarnya menghirup segar udara pagi yang sedang menyapanya. Donghae hanya mengenakan kaos oblong tanpa memakai baju.

 

‘’Apa yang sedang aku lakukan?” Pikiran Donghae terus berkecamuk mengingat kelakuan dan tingkahnya dengan Haneul. Ia merasa keterlaluan dengan gadis itu.

 

Drrtt..Drrtt..

 

 

 

Tiba-tiba saja Handpone Donghae berdering keras di atas meja belajarnya. Donghae menolehkan kepalanya ke belakang dan memutar balik badannya menuju ke tempat meja belajar tersebut. Ia melihat Nama panggilan disana Cho Kyuhyun. Dengan berat hati Pria itu menerima panggilan Kyuhyun

 

“Ada apa?”

 

“Hah..kau ini seperti apa saja bertanya ada apa? Kau dimana? Aku ingin ke rumahmu” Tanya kyuhyun diseberang telepon menunggu jawaban sahabatnya.

 

“aku sedang dirumah.” Sahut Donghae

 

“Hah..Baiklah tunggu aku disana lima belas menit lagi aku akan kerumah barumu dan ingin mempertemukan kekasih baruku dengan kau.” Ujar Kyuhyun. Donghae mengerutkan keningnya aneh. Tidak seperti biasanya Kyuhyun mengenalkan kekasih barunya dengan Donghae.

 

***

Sosok laki-laki dengan balutan Jaz putih miliknya keluar dari mobil Ferrari putih. Berjalan masuk ke halaman rumah kekasihnya. Ia sudah berjanji dengan Hyemi untuk membawa gadis itu bertemu dengan Donghae.

 

“Hai..”Sapa Hyemi di depan pintu rumahnya.

 

Kyuhyun mengeluarkan senyum lebarnya dan tertawa pelan. “Kau menungguku Chagi.” Ucap Kyuhyun sambil melipatkan kedua tanganya berdiri di hadapan Hyemi.

 

Kedua pipi Hyemi merona merah. Ia terlihat malu-malu.

 

Kyuhyun menggerak-gerik kedua matanya mencari keberadaan Haneul. Dimana gadis itu?

 

“Haneul dimana?” Tanya Kyuhyun.

 

“Oh..Eonni masih didalam kamar.”Sahut Hyemi. Ia menutup pelan pintunya dan mengaitkan tangannya dilengan Kyuhyun membawa pria itu ke mobilnya.

 

Kyuhyun dan Hyemi masuk kedalam mobil Ferrari putih. Kyuhyun menyalakan mobilnya dan menekan gaz mobilnya. Mobil itu jalan dengan kecepatan sedang.

 

***

 

Hampir dua puluh menit menempuh perjalanan kerumah Donghae akhirnya mobil Kyuhyun sudah sampai di parkiran rumah Donghae. Ia dan Hyemi keluar dari mobil dan berjalan keluar dari mobilnya. Kyuhyun memencet bel rumah pria itu menunggu Donghae membuka pintu rumahnya.

 

“Ya..sebentar.”Jawab pria itu baru saja membersihkan dirinya. Ia memasang baju kaosnya tanpa lengan panjang. Ia membuka engsel pintu dan melihat Kyuhyun yang sedang tersenyum manis didepannya.

 

“Pagi..Donghae-ah.”sapa Kyuhyun lembut. Donghae mencibirkan bibirnya. Ia mengedipkan kedua matanya melihat ke belakang tubuh Kyuhyun ada Hyemi adik Haneul. Kenapa gadis itu dengan Kyuhyun? Pikir Donghae

 

“Ayo masuk.”Kyuhyun menarik pergelangan tangan kanan Hyemi dan membawa gadis itu masuk kedalam rumah Donghae tanpa permisi dengan pemiliknya terlebih dahulu. Donghae mendengus sebal ia mengikuti Kyuhyun dari belakang.

 

“kau mau minum apa? Chagi.” Tanya Kyuhyun.

 

“Hmm..air putih saja.”Sahut Hyemi. Sejujurnya jantung gadis itu berdebar kencang ia malu sungguh karena untuk pertama kalinya Hyemi di manjakan Pacarnya seperti ini. apa lagi dihadapan orang yang ia kenal.

 

“Baiklah.” Kyuhyun berjalan masuk kedalam dapur mengambil gelas kecil seraya membuka kulkas. kemudian menuangkan minumannya di gelas tersebut.

 

Donghae duduk tidak jauh dengan Hyemi. Ia melipatkan kedua tangannya dan mata pria itu tidak lepas memandang Hyemi. Menyadari tatapan Donghae Hyemi salah tingkah.

 

“Yaa..berhentilah memandang Yeojachinguku.”Ucap Kyuhyun yang baru saja keluar dari dapur dan membawa minum untuk Hyemi. Ia menaruh gelas itu di atas meja.

 

“Kalian berpacaran?” Tanya Donghae tidak percaya

 

Kyuhyun mengeluarkan senyum seringainya. Tanpa rasa malu Ia mendekati Hyemi dan mencium kening Hyemi. Pipi Hyemi merona merah padam ia terkejut dengan tindakan gila Kyuhyun.

 

“Berhentilah menunjukannya dihadapanku.” Donghae mengibaskan tangannya tidak perduli. Ia beranjak dari duduknya. Saat melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar tiba-tiba saja suara Hyemi mengejutkan dirinya.

 

“Oppa apakah kau masih mengingatku? Aku Hyemi  adik Haneul mantan kekasihmu. Dan di waktu kecil kau pernah memberikan aku permen coklat.”

 

 

Deg…

 

Donghae tersentak. Selama beberapa menit ia terdiam mencerna ucapan Hyemi terus terngiang dikepalanya. Hyemi masih ingat. Kyuhyun menolehkan kepalanya menatap Hyemi tidak percaya. Jadi kekasihnya itu sudah mengenal Donghae

 

 

Donghae memutar balik tubuhnya dan memandang Hyemi. Ia mengeluarkan senyum palsunya. “Kau gadis kecil yang manja itu aku tidak pernah lupa. Setiap kakakmu pulang sekolah pasti kau selalu mengingatkannya untuk membeli permen kapas untukmu. Aku tidak pernah lupakan itu.”Ucap Donghae serius.

 

Kim Hyemi tersenyum sumringah. Ia tidak percaya Donghae menyambutnya dengan tenang. “Akh..hatiku lega kau tidak melupakanku.”Gumam Hyemi menarik nafasnya pelan-pelan.

 

Donghae menganggukan kepalanya. “Oh..aku harus bersiap-siap kerumah sakit. Kyuhyun aku menumpang denganmu.” Ucap Donghae ia melirik Kyuhyun yang sedang menatapnya binggung. Donghae berjalan masuk kedalam kamarnya menganti pakaiannya dengan setelan praktek.

 

***

Mobil Ferarri putih milik Kyuhyun berhenti dihalaman rumah Hyemi. Ia berjalan keluar dan membuka pintu gadisnya. Hyemi tersenyum seraya keluar dari mobil Kyuhyun. Ia memandang Jaz putih Kyuhyun terlihat berantakan ia merapikan Jaz tersebut. Dan mencium kening Kyuhyun lembut.

 

“Hati.hati.”ucap Hyemi.

 

Kyuhyun tersenyum dan menganggukan kepalanya. ia berjalan masuk kedalam mobil dan menyalakan mobilnya menuju kerumah sakit Seoul General Hospital.

 

“Donghae, Haneul pasti tersiksa dengan sikapmu.”Ucap Kyuhyun sambil mengemudi mobilnya.

 

Donghae menolehkan kepalanya menatap Kyuhyun tajam. “Aku tidak pernah menyiksa dirinya.”Donghae menyela ucapan Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum miris

 

“Aku tahu..aku tidak tahu masa lalu kalian bagaimana? Tapi.. aku merasakan Haneul masih memendam perasaan sakit denganmu. Ntah itu apa aku tidak tahu.”

 

Donghae terdiam ia mencerna ucapan Kyuhyun. Ia tidak merasa telah menyakiti Haneul. Dan mereka memang sudah berpisah sejak lama jadi untuk apa mereka masih saling menyakiti. Donghae hanya diam tidak menjawab kata-kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun hanya mendengus sebal sikap angkuh Donghae.

 

***

 

Disisi lain Haneul dan Jieun sedang berjalan masuk kedalam rumah sakit. Seperti biasa gadis itu akan menemani anak-anak kecil.

 

Suara keributan nyaris bergema digedung rumah sakit tersebut. Suara seorang ibu-ibu berteriak marah-marah didepan ruang Informasi. Haneul diam dan melihat keributan ibu itu dengan suster disana. Terdengar ditelinganya jika anak ibu itu akan di operasi tapi.. ia tidak sanggup membayar uang rumah sakit.

 

“Tolongg..tolong sekali ini saja. Anak saya sedang sekarat ia butuh pertolongan dokter dirumah sakit ini..aku Mohon aku akan mencari uang mukanya. Setelah kalian operasi anakku tolong.”Ucap ibu itu memohon pertolongan dengan suster rumah sakit.

 

“Maaf bu, tapi.. rumah sakit ini tidak bisa membantu anda.”

 

“Apakah kalian tidak lihat detak jantung anakku sudah tujuh lima aku perlu bantuan kalian. Dimana hati nurani Dokter Dokter disini.” Ibu itu mengeluarkan amarahnya. Ia membuka resleting tasnya dan betapa terkejutnya mereka jika ibu itu membawa pisau kecil, tajam dan bisa melukai orang-orang disini.

 

“Jika anakku tidak terselamatkan kau harus mati..”Nafas ibu itu terengah-engah. Suster disana mencoba menyuruh ibu melepaskan pisaunya.

 

“Itu bahaya bu..tolong lepaskan.”Perintah suster disana.

 

“Kau…”Tiba-tiba saja setan amarah ibu keluar ia berdiri dan berjalan dengan kesetanan membawa pisaunya di hadapan suster. Saat ia akan menusuk suster itu tiba-tiba saja seorang gadis mendorong tubuh suster tersebut.

 

“Awas..”Teriak Haneul. Ia berlari kencang dan mendorong tubuh suster itu. suster itu terhuyung ke Belakang . semua pasien dan perawat disana menutup mulutnya terkejut ibu itu menusuk pergelangan tangan Gadis itu.

 

Ibu itu lemas seraya melepaskan pisau ditangannya. Wajahnya terlihat pucat pasi melihat ia sudah menusuk seseorang gadis dan gadis itu terjatuh di bawahnya meringis kesakitan.

 

“Apa yang terjadi.”Dua orang pria dengan balutan Jaz putihnya berlari masuk kedalam kerubunan. Kyuhyun dan Donghae melebarkan kedua matanya terkejut melihat banyak bercak darah di bawah lantai. Dan lagi melihat orang yang mereka kenal jatuh lunglai dibawah lantai.

 

“Haneul..Haneul..”Donghae panik, ia mengangkat kepala Haneul pria itu menepuk pelan pipi Haneul. Sedangkan Kyuhyun memegang tangan Haneul merasakan denyut nadinya sangat lemah. Tiba-tiba saja kedua mata Haneul terbuka sayu-sayu. Ia membuka suaranya pelan dan berkata.

 

“Aku mohon bantu ibu itu anaknya sedang sekarat.cepat.. aku tidak apa-apa.” Ucap Haneul melihat ibu menangis ketakutan. Darahnya mendesir hebat ia merasakan apa yang ditakutkan ibu itu seperti dirinya.

 

Kyuhyun dan Donghae menolehkan kepalanya memandang ibu itu. “Kyuhyun tolong bantu dia..aku akan membawa Haneul ke ruang perawatan.”Perintah Donghae. Kyuhyun menganggukan kepalanya mengerti ia berdiri.

 

“Tapi..Dok.. biayanya belum.” Ucapan Sukter itu terpotong karena Donghae menyela ucapannya

 

“Aku yang akan membiayai semua perawatan anak itu..cepat pergi.”Ujar Donghae. Ia mengendong tubuh Haneul dengan ala bridal membawa Tubuh Haneul keruang perawatan karena gadis itu sudah tidak sadarkan diri.

 

Jieun berlari mengikuti langkah Donghae.

 

Donghae membaringkan tubuh Haneul di atas ranjang perawatan. Ia mengambil oksigen dan membenamkan dikedua lobang hidung Haneul. Donghae memegang tangan Haneul dan membersihkan luka itu dengan kotak obat P3K. setelah itu ia perban tangan Haneul.

 

Donghae memandang wajah Haneul. Tiba-tiba saja kedua mata Haneul terbuka dan melihat Donghae disampingnya.

 

“Akhh…”Haneul meringis kesakitan memegang pergelangan tangannya.

 

“Apa kah kau wonderwomen yang mudahnya menyelamatkan nyawa seseorang.”Ujar Donghae menatap Haneul. Gadis itu mengerucutkan bibirnya

 

“Aku hanya menyelamatkan seseorang. apakah itu salah?” Balik Haneul bertanya.

 

“Ya..itu memang tidak salah tapi.. apa kau tidak sadar keberanianmu bisa saja akan menghilangkan nyawamu.”

 

Haneul tersenyum miris. “Jika nyawaku hilang untuk kebaikan seseorang tidak apa-apa.”

 

Donghae tertawa kecil mendengar ucapan Haneul. “Kau gila.”Ucap Donghae serius.

 

Haneul diam tidak menjawab kata-kata Donghae. “Bagaimana dengan ibu itu?”

 

“Anaknya sedang dioperasi. Mungkin satu jam lagi operasi akan selesai.”Jawab Donghae melihat jam ditangannya menunjukan pukul dua siang.

 

“Siapa yang membayar rumah sakit?” Tanya Haneul penasaran.

 

Donghae mengedikan kedua bahunya.pura-pura tidak tahu.

 

“Aku bertemu dengan Hyemi.. aku berharap kau tidak melarang mereka berpacaran. Karena Kyuhyun bukan diriku.”Ucap Donghae. Kata-kata Donghae mengejutkan Haneul gadis itu tersenyum miris mendengarnya.

 

“Aku tahu..Kyuhyun bukan dirimu. Jadi aku menyetujui hubungan mereka.”

 

Donghae menganggukan kepalanya. dan Haneul ada tersirat kepedihan didalam hatinya. Ia selalu berpikir apakah Donghae tidak mencintainya lagi dan benar-benar melupakannya.

 

Satu jam kemudian..

 

 

Kyuhyun masuk kedalam ruang perawatan Haneul membuka maskernya. Ia menghampiri Donghae yang sedang duduk di kursi. Donghae dan Haneul melihat kedatangan kyuhyun. ada raut khawatiran di wajah Haneul

 

“Operasi berhasil. Gadis itu sudah melewati masa kritisnya.”Ucap Kyuhyun tertawa bahagia. Haneul tersenyum lebar hatinya lega akhirnya perjuangan ibu gadis itu tidak sia.sia. sungguh bahagia.

 

“Gomawo Kyuhyun-ssi.” Ucap Haneul berterima kasih.

 

Kyuhyun mengerutkan keningnya. “Sama-sama. Bukan aku saja Haneul-ah tapi..Donghae juga yang telah mengeluarkan uang berapa lembar ribu Won untuk operasi anak itu. Kalau kau tidak menyuruhnya pasti ia tidak mau.”Ucap Kyuhyun tersenyum geli-geli, Kedua mata Donghae menatap matanya tajam.

 

Haneul terdiam. Ternyata yang membayar biaya rumah sakit semua adalah Donghae. Ia tidak percaya sama sekali.

 

“Hmm..Gomawo. Donghae-ssi.”

 

Donghae beranjak dari duduknya dan berjalan keluar dari kamar ruang perawatan. Melewati Kyuhyun begitu saja.

 

***

Jam menunjukan pukul tujuh malam Haneul masih berada dirumah sakit. Donghae dan Kyuhyun belum memperbolehkan gadis itu pulang kerumah karena Haneul sehari saja menginap dirumah sakit.

 

Haneul tampak bosan didalam kamarnya. ia menurunkan kakinya dari ranjang dan berjalan keluar kamar sambil memegang pergelangan tangannya yang diperban. Ia mencari taman dirumah sakit besar ini.

 

Tidak disengaja ia melihat sosok Donghae sedang berada di ruangannya yang tidak tertutup itu. Donghae meneguk Coffe Late nya dan tidak menyadari kedatangan Haneul. Tangannya masih sibuk menulis.

 

“Hmm..apa kau tidak lelah.” Haneul menghampiri Donghae, dan duduk dihadapan pria itu. Ruangan Dokter magang tidak ada orang berarti Donghae sedang Shif malam sendirian.

 

Donghae mendongakan kepalanya keatas. Dan menatap Haneul biasa saja. Setelah itu ia melanjutkan kegiatannya. Tidak menjawab pertanyaan Haneul

 

Haneul menarik nafasnya dalam-dalam. Ia menggerakan tangannya dan mengambil buku Donghae. Gadis itu menatap Donghae tajam ada kilatan merah dikedua matanya.

 

“Apa yang kau lakukan.”Tanya Donghae mencoba bersabar dengan tingkah Haneul.

 

Tiba-tiba saja Air mata Haneul terjatuh di pipinya. “Apa kau tidak pernah sadar.. Aku banyak tersakiti Olehmu. Ntah kenapa kau mendiamku seperti ini..harusnya aku Donghae..harusnya aku dulu kau berkata aku gadis miskin dan tidak punya masa depan apakah kau tidak berpikir jika mengingat ucapan itu hatiku terluka dan sekarang kita bertemu lagi kau melukai hatiku lagi..apakah tidak cukup bagimu Donghae? Harusnya kau berpikir berapa banyak kau menyakitiku.”

 

Haneul terisak-isak disela ucapannya. Hatinya tidak kuat Donghae bersikap seperti ini Jujur ia masih mencintai pria didepannya ini. walaupun kata-kata pria itu sangat menyakitkan. Tapi..ia tidak bisa melupakan Donghae. Sudah satu tahun ia tidak bisa menutupi perasaannya. Dan Pria itu pura-pura tidak mengerti perasaannya sungguh keterlaluan.

 

Donghae diam dan terus mengamati ucapan Haneul. Haneul berdiri dan beranjak dari duduknya berlari kencang keluar dari ruangan Donghae. Tiba-tiba saja kenangan mereka dahulu terlintas dikepala Donghae.

 

“Aku ingin memilikimu seutuhnya, aku tidak akan menyakitimu, percayalah. Aku akan bersamamu selamanya.”

 

“Apa ini? kau mencoba menjauhiku Donghae. Kita putus, dan besok aku akan berangkat ke amerika. . Itu tidak benarkan, kau bilang diwaktu itu kau akan melindungiku, menjagaku. Hae!. Mari kita lupakan semuanya, dan anggap saja kita tidak pernah  kenal satu sama lain. “Kau bukan siapa-siapaku, dan kau tidak berhak menamparkanku. Kau hanyalah gadis miskin dan tidak punya masa depan dan kau..””

 

“akkhhh..”Donghae menghamtam keras tangannya dengan meja. Ia sungguh kesal mengingat kejadian itu. sampai sekarang Donghae belum bisa menceritakan semuanya dengan Haneul. Alasan mereka putus waktu itu kenapa?..

 

***

Setelah kejadian selamam. Haneul langsung pulang dari rumah sakit ia tidak mau berlama-lama disana dan juga tidak ingin bertemu dengan Donghae. Ia harus menjauh dari pria itu.

 

“Eonni. Ayo ganti perbanmu.”Hyemi menaruh kotak obat diatas meja. Ia memegang kapas dan ia usap di pergelangan tangan Haneul. Haneul terus merintih kesakitan. Pergelang tangannya masih banyak mengeluarkan darah.

 

“Eonni..kenapa kau tidak membawa lukamu kerumah sakit. Aku takut terjadi apa-apa dengan tanganmu.” Ucap Hyemi khawatir.

 

“Tanganku baik-baik saja Hyemi-ya.”Ujar Haneul

 

“Tapi..Eonni..”

 

“Sudahlah aku sedang malas berdebat.” Ucapan Hyemi terpotong karena Haneul sudah berdiri dan berjalan masuk kedalam kamar. Menghempas pintu kamar kuat.

 

Hyemi hanya mendesah. Ia terlihat pasrah dengan sikap Haneul.

 

Tiba-tiba saja suara ketokan pintu mengejutkan Hyemi. Hyemi mengerutkan keningnya tumben saja pagi-pagi begini datang tamu dirumahnya.

 

“Siapa..Ommoo.. Donghae oppa.”Ucap Hyemi terkejut menutup mulutnya.

 

Donghae tersenyum tipis. “Bolehkah aku masuk menemui Haneul.”

 

Hyemi menganggukan kepalanya. dan menyuruh Donghae masuk kedalam rumahnya.

 

“duduk saja disini. Aku akan membangunkan Eonni sebentar.” Ia melangkah kakinya menuju kamar Haneul.

 

“Eonni Ada Donghae Oppa ingin bertemu denganmu.”Teriak Hyemi dibalik pintu kamar Haneul.

 

Haneul membuka selimutnya dan ia tidak salah dengarkah Donghae datang menemuinya. Untuk apa? Untuk mencaci maki dirinya lagi?

 

“Bilang saja aku tidur.”Pekik Haneul.

 

“Eonni sebentar saja keluarlah..Eonni.”Hyemi menghela nafasnya pelan. ternyata merajuknya Haneul masih sama persis dengan Hyemi seperti Anak sma. Hyemi berjalan menuju keruang tamu.

 

“Eonni sedang tidur oppa.”Ucap Hyemi berbohong. Donghae menganggukan kepalanya mengerti. Sebelum beranjak dari duduknya. Ia mengambil handpone disaku celanannya dan mengetik pesan untuk haneul setelah pesannya terkirim ia letakan kembali Handponennya di saku celana.

 

“Baiklah aku permisi dulu Hyemi.” Donghae sekilas menatap kamar Haneul yang tidak jauh darinya. Ia keluar dari rumah tersebut dan masuk kedalam mobilnya.

 

Drrtt..Drttt..

 

Ponsel Haneul berbunyi menandakan pesan masuk. Haneul mengambil Handpone dan melihat Donghae mengirim sms. Ia membuka pesan itu berisi “tolong berhenti seperti anak kecil. Kita sama-sama dewasa apa kau tidak malu dengan Hyemi adikmu yang lebih dewasa dari pada tingkahmu. Aku sedang berada dihalaman rumah turun kebawah. Ada banyak jawaban yang kau tunggu dari mulutku.” Haneul mengerucutkan bibirnya kesal. Bagaimana bisa  Donghae berkata seperti itu.  Haneul berdiri dari ranjangnya dan melihat dari jendela mobil Donghae masih ada.. haruskah dia turun?

 

Tanpa memperpanjang waktu Haneul membuka lemarinya mencari pakaian kasual. Dan setelah mengantinya tidak lupa memoleskan sedikit riasan wajah. Kemudian ia mengambil tasnya dan berjalan keluar dari kamar.

 

“uhukk..uhukk..”Hyemi yang sedang minum terbatuk-batuk melihat penampilan Haneul. Tidak seperti biasanya Haneul rapi seperti itu. Diam-diam ia mengikuti langkah Haneul. Dan sorot mata gadis itu  kaget melihat mobil Donghae masih ada dibawah sana.

 

Haneul menarik nafasnya dalam-dalam. Ia menggerakan tangannya menggedor kaca mobil Donghae. Donghae menurunkan kaca mobilnya dan menggerak-gerik kepalanya menyuruh Haneul masuk kedalam mobil. Haneul menurut saja ia membuka pintu mobil. Tanpa memperpanjang waktu Donghae menyalankan mobilnya menekan mobil gaz itu membawa mereka ke suatu tempat..

 

 

TBC~~~~~~~~~~~~`

 

 

 

Dan apa yang terjadi di antara mereka..

Penasarankahh???????

Makanya lihat terus kelanjutan Growing pains..

Dan untuk Typo atau segala macam mohon Maaf jika aku baru sedikit-sediki memperbaikinyaa…

Dan terima kasih untuk Handagyu yang telah menyempatkan waktu Post FF ku..

Aku menunggu komentar kalian….

 

Hei Kenalkan namaku PrincessHae…

Aku harap kalian menyukai ide ceritaku..

Dan terima kasih untuk Handa Gyu yang berbaik hati telah post FFku..Thanks You semoga kalian suka…

 

 

*Perasaan itu kembali lagi, kau datang dengan waktu yang tidak tepat.. kau datang dengan membawa luka..*

 

128 thoughts on “Growing Pains Part 6

  1. ini..salah satu ff yg aku tunggu..tunggu kelenjutannya.. kapan nich authornya ngelanjutinnya..kyaknya lupa dech..klw pny ff yg lom kelar

    Suka

  2. Udah TBC aja 😂 greget banget ngga sabar sama kelanjutannya.. eonni jgn lama” bikin next part nya yaa.. baru kali ini baca ff yg diproteksi sampai searching buat nemuin kata sandinya 😂

    Suka

  3. Huaaaa cerita really bagus author,donghae haneul itu bikin penasaran gimana kisah cinta nya dulu #eaaa, ayoo semangat bikin kelanjutan part nya hehe^^

    Suka

  4. Lah donghae ini kenapa sama haneul? Apa haneul punya salah? Jika punya salah katakan saja :3 bener2 greget deh liat tingkah donghae kek gtu. Terus mau komen apa lagi yak? Yah kehabisan kata2 deh thor -_- yaudah di lanjutin lagi aja thor, sangat di tunggu ke lanjutannya

    Suka

  5. Haduuu eonni pas bgt naro tbc nyaa bikin gregetaannn😂😂😂
    Aku pasti tungguin part selanjutnya^^~
    Mau tau apa aja yg bakal donghae jelasin ke haneul dan mreka bakal balikan lg ga/? Hihihi
    Fighting unn’-‘9

    Suka

  6. jadi tmbah bingung sma donghae kok dia bisa begitu bgt sm haneul.
    apa cba salahnya haneul ke donghae.

    shrusnya kan donghae memberitahu haneul klo mmng haneul ada salah

    Suka

  7. Ini kenapa TBC pada waktu yang -_- aduh eonii ceritanya tambah seru seru 😀 ditunggu kelanjutan ceritanya 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s