Blue Sky After Cloudy Part 9


bluesky

 

Author : BlossomRi

Tittle : Blue Sky After Cloudy part 9

Category : NC 17, Yadong, Romance, Chapter

Cast : Lee Hyuk Jae – Man Ri Young – Song Triplet (Daehan Minguk Manse)

Other Cast : Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Park Jiyeon

Author’s Note: satu part menjelang end. Ah.. rasanya sangat lega. Terimakasih untuk semuanya yang menerima ff ini dengan baik dan memberikan banyak koreksi untukku. Aku akan belajar dengan banyaknya koreksi dari kalian. Dan yang pasti terima kasih untuk admin yang sudah post ff ini ^^

 

 

Seorang wanita cantik berbadan proporsional tengah menatap pantulan dirinya melalui cermin rias yang berada di dalam kamar. Senyumnya terbit saat sosok pria dewasa baru saja keluar dari kamar mandi.

 

“Waktunya mengurus suami tercinta, nyonya Lee.” Wanita itu tersenyum dan langsung beranjak.

 

Man Ri Young, ya dia adalah Man Ri Young si ibu dari bayi-bayi imut kembar tiga. Kini, tubuhnya sudah kembali langsing seperti dulu. Wajar saja, ketiga bayinya sudah tumbuh menjadi balita yang sangat menggemaskan dan bisa dibilang mandiri dibanding balita seusia mereka.

 

Oppa, nanti aku akan ke hotel untuk bertemu dengan sahabatku semasa di Seoul dulu. Dia kemarin baru saja tiba. Katanya, dia akan mengurus proyek di daerah pulau Jeju juga. Boleh kan?” tanya Ri Young sembari memakaikan suaminya kemeja berwarna putih.

 

“Tentu saja, sayang.” Hyuk Jae menarik pinggang istrinya kemudian mengecup bibir merah sang istri. “Sekalian nanti siang kita makan siang bersama. Bagaimana?”

 

Ri Young tersenyum kemudian mengangguk. “Aku ajak Daehan, Minguk dan Manse juga ya?” Hyuk Jae tersenyum sangat lebar dan kembali mengangguk. Hyuk Jae juga mencuri sebuah ciuman di bibir merah istrinya. Setelah diskusi singkat mereka, Ri Young mempercepat pekerjaannya mendandani sang suami.

 

Eomma…” suara anak kecil menggema, membuat Ri Young dan Hyuk Jae menjauhkan tubuh mereka. Tak lama, pintu kamar terbuka dan menampakkan ketiga anak-anak bermata sangat sipit. “Eomma dan appa lama..” keluh salah satu dari mereka dengan kalimat yang belum sempurna pelafalannya.

 

“Maaf, sayang..” Hyuk Jae mendekati ketiganya dan memeluk mereka satu per satu. Tak lupa, Hyuk Jae juga mendaratkan ciuman ke kening ketiga anak yang kini telah menginjak usia tiga setengah tahun.

 

Ri Young tersenyum memperhatikan keempat pria yang sangat ia cintai ini. “Ayo sarapan. Harabeoji, halmeoni dan Donghae samcheon pasti sudah menunggu kalian.” Ri Young menginterupsi komunikasi keempat laki-laki di hadapannya itu.

 

“Ayo…”

 

Mereka berjalan beriringan menuju ruang makan. Disana, nyonya Lee baru saja selesai mengambilkan nasi di piring sang suami. Donghae baru saja duduk bergabung dengan sepasang paruh baya itu. Daehan, Minguk dan Manse langsung menaiki kursi makan mereka dan mulai bergerak tak seirama.

 

Ri Young mulai meletakkan mangkuk milik ketiga anaknya satu persatu dan Hyuk Jae memakaikan celemek makan. Saat itu, Minguk mulai bernyanyi dan menggerakkan tubuhnya saat sang ibu baru saja meletakkan mangkuk makan di mejanya.

 

“Ayo semuanya makan…” tuan Lee tersenyum. Perhatiannya sejak tadi terus ia arahkan kearah cucu-cucunya yang menggemaskan.

 

“Mingukie.. ayo makan, jangan menyanyi terus.” Hyuk Jae sedikit memajukan mangkuk milik Minguk. Ri Young tersenyum melihat hal itu.

 

Nyonya Lee dan Donghae juga tak ketinggalan untuk menjadikan ketiga anak-anak menggemaskan itu sebagai obyek perhatian. “Daehan makan dengan sangat tenang, kebersihan adalah nomer satu untuknya.” Tatapan nyonya Lee tertuju ke arah Daehan dan tak lama ke arah Minguk yang masih saja menyanyi walau anak itu baru saja menyuapkan nasi ke mulutnya. “Mungkin Minguk akan menjadi penyanyi saat besar nanti? Dia sangat menggemaskan,” lanjut nyonya Lee.

 

“Dan Manse akan menjadi playboy nantinya. Lihatlah, dia sudah memiliki bibit itu. Benar-benar keturunan Lee Hyuk Jae.” Donghae terkekeh dengan kalimat yang ia utarakan sendiri.

 

“Hati-hati kalau bicara, Donghae­-ya! Ri Young akan mencekikmu.” Hyuk Jae bersungut sembari melahap sayur.

 

“Ucapan adalah doa, oppa.” Ri Young meluruskan kalimat yang suaminya lontarkan. Donghae hanya tersenyum dan mengedipkan mata kearah Ri Young. Senyum yang Ri Young tampakkan nyatanya tak sejalan dengan suasana hatinya. Ia selalu saja gugup saat orang-orang mendiskusikan kemiripan si kembar dengan dirinya maupun Hyuk Jae. Maaf… tapi mereka sangat mirip dengan Kyuhyun oppa. Aku tidak bisa menampik kenyataan itu. Setiap melihat mereka, sosok Kyuhyun oppa seperti dihadapanku. Daehan adalah seratus persen duplikat Kyuhyun oppa. Kecintaan akan kebersihan, pendiam tetapi sangat memperhatikan saudara dan orang-orang tercintanya, pintar mengorganisir banyak hal. Itu Kyuhyun oppa. Bahkan wajah mereka.. Ri Young menghela napas panjang. Tatapannya kemudian berpindah kearah Minguk. Minguk juga. Wajahnya memang yang paling berbeda. Entah mengapa dia memiliki bibir Hyuk Jae oppa. Tapi, gen Kyuhyun oppa juga ia miliki. Mereka sama-sama penyanyi, sangat gemar menyanyi.

 

Hyuk Jae memperhatikan istrinya yang mendadak diam walau senyuman masih terpampang di wajah cantik anggun milik sang istri. “Jangan berpikir terlalu berat,” bisik Hyuk Jae. Ri Young menoleh kearah suaminya dan tersenyum.

 

Bagaimana bisa aku tidak berpikir terlalu berat? Bahkan, Manse saja semakin mirip dengan Kyuhyun oppa. Keusilannya dan jiwa bebasnya, milik Kyuhyun oppa. Ri Young kemudian menggelengkan kepalanya. Kemudian, ia merasakan tangan sang suami menggenggam tangannya. Kehangatan langsung menyelimuti hati Ri Young. Hyuk Jae selalu seperti ini. kecintaannya pada sang suami terus saja terpupuk walau jauh di sisi hatinya yang lain, sosok ayah biologis si kembar masih singgah tak tergeser.

 

 

***

 

 

 

Hyuk Jae nampak serius dengan dokumen yang baru saja ia terima. Ada gurat ke khawatiran dari wajahnya dan ia benar-benar terlihat menahan diri. Donghae yang baru saja masuk ke ruangan sahabatnya itu hanya mampu menatap Hyuk Jae dalam diam.

 

“Kau yakin appa sudah menandatangani surat persetujuan kerja sama ini?”

 

Donghae mengangguk. “Kau bisa melihat tanda tangan ayahmu di beberapa lembar.”

 

Hyuk Jae kemudian membuang napas panjang dan terlihat menjatuhkan map itu ke atas meja. Ia juga menyandarkan punggungnya ke kursi dan terlihat sangat enggan untuk kembali bergulat dengan berkas-berkas yang berada dalam map.

 

“Perusahaan Cho Corp terkenal mengusai pasaran, kenapa kau terlihat tak tertarik?” Donghae menatap Hyuk Jae bingung. “Beberapa hari yang lalu, bahkan kursi kepemimpinan sudah diserahkan pada anak kedua tuan Cho.”

 

“Cho Kyuhyun…” gumam Hyuk Jae dengan nada geram.

 

Donghae mengangguk saat mendengar gumaman sahabatnya. Namun, ia tak merasa ada yang aneh dengan nada bicara Hyuk Jae. “Ya, tepat setelah satu minggu Cho Kyuhyun menikah, kursi kepemimpinan langsung diturunkan untuknya.”

 

“Menikah?” kepala Hyuk Jae langsung tertoleh kearah sang sahabat.

 

Donghae mengangguk. “Berita pernikahannya cukup disorot karena Cho Kyuhyun adalah pengusaha yang terbilang memiliki otak jenius. Ditengah ia mengurusi perusahaan pendidikan serta periklanan, Cho Kyuhyun juga sering membuat aplikasi untuk game. Hanya orang-orang jenius yang bisa melakukannya.”

 

“Tapi aku tidak tahu berita itu.” Hyuk Jae kemudian memasang ekspresi tak peduli dan ia meraih ponselnya.

 

“Karena kau terlalu sibuk dengan kebahagiaanmu bersama istri dan ketiga anakmu. Aku jadi iri.” Donghae bersungut kemudian mengingat sesuatu. “Aku dengar, ia dan istrinya tengah bulan madu ke pulau Jeju. Mereka menyewa salah satu kamar di hotel kita.” Ekspresi Hyuk Jae berubah panik. “Kau ingin lihat bagaimana cantiknya istri seorang Cho Kyuhyun? Sebentar, aku carikan dulu.” Donghae kemudian sibuk dengan ponselnya.

 

Tak perlu menunggu lama, Hyuk Jae segera beranjak dari duduknya dan langsung berlari meninggalkan ruang kantor. Donghae berteriak memanggil Lee Hyuk Jae, tapi sahabatnya itu seolah tak mendengar.

 

“Ri Young tak boleh bertemu dengannya. Apalagi sekarang Ri Young dan Daehan, Minguk, Manse juga sedang mengunjungi hotel.” Hyuk Jae berlari menuju tempat parkir sembari melonggarkan dasinya. Kepalanya pening akibat kepanikan yang mendadak. “Daehan, Minguk, Manse tidak boleh bertemu Kyuhyun! Mereka anakku!” gumam Hyuk Jae dengan tatapan tajam.

 

 

***

 

 

Ri Young berjalan menggandeng ketiga anaknya. Lebih tepatnya, ia menggandeng Minguk dan Manse kemudian Daehan menggandeng tangan Minguk yang bebas. Persaudaraan yang membuat iri.

 

“Man Ri Young!” seorang wanita muda nampak berdiri dan melambaikan tangan kearah Ri Young.

 

Ri Young membalas lambaian tangan gadis yang berpenampilan casual itu dengan kaca mata yang membingkai sebagian kecil wajahnya. “Eomma..” rengekan Manse menghentikan langkah kaki Ri Young.

 

“Kenapa sayang?”

 

“Mance.. eung…” Ri Young tersenyum melihat gelagat kembar bontotnya itu. Nampak dari wajah Manse, anak hyperaktif itu tengah mengejan. Yups.. buang air besar.

 

“Sebentar. Kalian tunggu eomma disini. Daehanie, tolong pegang tangan Minguk dan Manse. Kalian harus saling berpegangan. Eum?” ketiga anak imut itu mengangguk dan mulai saling berpegangan membentuk lingkaran. Ri Young kemudian berlari kecil kearah sahabatnya. “Aku akan ke toilet dulu. Maaf membuatmu semakin lama menunggu.”

 

Wanita tadi mengangguk dan tersenyum. “Mereka anak-anakmu?” Ri Young mengangguk. “Kau benar-benar mengejutkan..” Ri Young menghentikan langkahnya dan tersenyum kearah sang sahabat.

 

“Terima kasih..” ucap Ri Young pada seorang pelayan di restaurant hotel milik keluarga suaminya dan ada andil Donghae disini yang ternyata menjaga ketiga anaknya.

 

“Sama-sama nyonya.”

 

Ri Young berjalan menuju toilet sembari menggandeng ketiga putranya. “Eomma… Mingukie tidak bisa diam!” keluh Manse ditengah perjuangannya buang air. Ri Young hanya tersenyum. Ya, Minguk terlihat bergoyang sambil bernyanyi, membuat saudara-saudara kembarnya kewalahan. Daehan yang kalem masih saja diam sembari menggandeng tangan Minguk.

 

“Kalian tunggu disini. Daehanie, pegang tangan Minguk. Jangan sampai kalian terlepas dan jangan kemana-mana. Ok?” Minguk dan Daehan mengangguk dan kembali, Minguk melanjutkan konser solonya di depan toilet wanita.

 

Tak lama setelah Ri Young memasuki toilet bersama Manse, seorang wanita cantik berambut cokelat panjang tengah berjalan kearah Daehan dan Minguk. Tatapannya terlihat bersinar dan penuh kegemasan kearah si kembar. “Anak-anak yang menggemaskan,” puji wanita cantik yang terlihat seusia dengan Man Ri Young itu. “Hai.. siapa nama kalian?” tanya wanita itu lagi.

 

Minguk dan Daehan hanya membalas dengan senyum khas mereka. Bahkan, Minguk memberikan kerdipan matanya yang terkenal menggemaskan dan menarik perhatian banyak orang, membuat wanita itu berseru senang. “Aigoo… kau menggemaskan sekali.” Kini, pipi Minguk mendapat cubitan dari wanita bermata cukup lebar tetapi memiliki wajah kecil. Benar-benar sosok dewi kecantikan.

 

“Tunggu…” wanita tadi mendadak mengernyitkan keningnya. Ia juga menatap wajah Daehan dan Minguk bergantian. “Kenapa kalian terlihat familiar? Eum.. kenapa wajah kalian…?”

 

“Jiyeon-ah, ayo.” Tak lama, seorang pria terlihat muncul dari arah toilet pria. Langkah kaki pria itu mendadak berhenti dan tatapannya terarah pada Daehan dan Minguk yang kini juga menatapnya. “Kenapa kalian hanya berdua saja? Dimana orang tua kalian?” tanya pria itu. Kembali, Daehan dan Minguk hanya tersenyum dan mereka kembali bernyanyi. Mereka terlihat tak memusingkan pertanyaan atau sapaan dari kedua orang dewasa dihadapan mereka itu.

 

Oppa, bukankah mereka sangat menggemaskan?” wanita yang dipanggil dengan nama Jiyeon itu terlihat enggan meninggalkan si kembar dan malah memperhatikan keduanya dengan seksama. “Oppa, mereka terlihat mirip dengan seseorang.” Jiyeon terlihat menimang-nimang kalimat yang akan ia sampaikan. Terlebih, ia akhirnya menemukan sosok yang mirip dengan Daehan dan Minguk.

 

“Benarkah?”

 

Jiyeon mengangguk. “Entah mengapa, aku melihat wajah mereka sangat mirip denganmu. Bahkan, aku seperti merasa jika ada oppa di dalam diri mereka.” Pria tadi menatap Daehan dan Minguk secara bergantian. “Apa ada sosok lain yang sangat mirip dengan oppa di bumi ini?” Jiyeon terlihat bergumam sambil berpikir.

 

Pria tadi semakin memperhatikan Daehan dan Minguk secara seksama. Namun, matanya mendadak melebar dan ia langsung menggelengkan kepalanya. “Aku tidak yakin. Tapi…” gumam pria itu. Aku memang merasa ada ketertarikan lain dengan mereka. Kenapa aku merasa sangat dekat dengan mereka? Batin pria itu melanjutkan kalimatnya. Namun, ia buru-buru menampik perasaan aneh itu. Ia kemudian beranjak. “Ayo..”

 

“Kami pergi dulu. Pai pai..”

 

Daehan dan Minguk membalas lambaian tangan wanita tadi dan pria yang mendampinginya. Minguk kembali bernyanyi dan diikuti oleh Daehan. Seolah, mereka tak pernah bertemu dengan orang lain. Bahkan sampai sang ibu selesai mengurus si bungsu, mereka masih asik bernyanyi berdua. “Ayo…” ajak Ri Young.

 

“Jangan lupa ucapkan salam dan bungkukkan badan kalian. Kalian mengerti?” Ri Young terus memberi komando pada ketiga anaknya. Daehan, Minguk dan Manse mengangguk antusias.

 

Annyeonghaseyo.. aigoo.. kalian benar-benar menggemaskan!” teman Ri Young tadi langsung berlari kearah si kembar tiga dan berjongkok. “Hei Man Ri Young, kenapa kau tidak pernah menceritakan ketiga anak menggemaskan ini? Mereka kembar?”

 

Annyeonghaseyo…” Daehan, Minguk dan Manse terlihat membungkuk bersamaan walau Manse terlihat sesuka hatinya.

 

Aigoo…kalian menggemaskan sekali. Aigoo…. sini-sini biar imo peluk kalian.” Wanita tadi terlihat memeluk Daehan kemudian Minguk dan akhirnya tak mampu memeluk Manse yang malah lari dan memeluk kaki sang ibu. “Aigoo..” tawa wanita itu. “Mereka benar-benar kembar? Atau ada anak tetangga?”

 

Ri Young tersenyum. “Mereka kembar, tapi mereka bukan kembar identik. Yang baru saja kau peluk itu Minguk, disampingnya Daehan dan si aktif ini Manse.” Ri Young terlihat memperkenalkan ketiga anaknya dengan senyum berseri.

 

“Woa.. nama kalian sungguh unik.”

 

“Itu nama pemberian suamiku.”

 

Wanita tadi langsung menatap kearah Ri Young. “Mana suamimu? Selama kita bertemu bulan lalu, aku bahkan tak menyangka kau sudah menikah.” Ri Young hanya memberikan senyumnya. “Apa kau dan Kyu…”

 

“Sayang..” suara Lee Hyuk Jae terdengar mendekat.

 

Ri Young menoleh kearah sang suami yang terlihat sangat berantakan. Ia kini beranjak dan berjalan mendekati sang suami yang sudah serampangan. “Oppa, kenapa penampilanmu sangat mengerikan? Tadi aku memakaikan dasi dengan sangat rapi, kenapa sekarang…” ucapan Ri Young terhenti. Tatapannya kini lurus kearah pintu masuk.

 

“Sayang…” gumam Hyuk Jae yang menunjukkan raut paniknya.

 

Hyuk Jae kemudian membalikkan badannya dan mengikuti arah pandang sang istri. “Tidak mungkin…” gumam Ri Young yang kini sudah berkaca-kaca. Kepanikan nampak jelas tertoreh di wajahnya.

 

Kini, tatapan Ri Young beradu dengan sosok pria berbadan cukup berisi dan sangat tegap. Mereka sama-sama memancarkan keterkejutan. Dan sosok disamping mereka masing-masing lebih menunjukkan ekspresi panik.

 

“Man Ri Young…” pria itu terlihat berlari kearah Ri Young.

 

Hal itu sontak membuat Ri Young memundurkan kakinya. Sang suami hanya mampu memperhatikan dengan bibir terkatup. Jantungnya berdegup kencang. Ketakutannya menduduki level tertinggi. Mendadak, ia mencari ketiga anak yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.

 

“Oh.. kau benar-benar Man Ri Young? Youngie?” tatapan pria itu berubah sendu dan Ri Young tak mampu menahan tetesan air matanya. Hei, anak-anakmu disana. Bagaimana jika pria ini menyadari sesuatu? Teriak batin Ri Young “Kemana saja selama ini? Aku terus mencarimu!”

 

“Kyu…”

 

“Ya Tuhan.. kenapa baru sekarang kita dipertemukan? Takdir apa ini?”

 

Suasana mendadak canggung. Ri Young masih diam dengan laju air mata yang tak terbendung. Bagaimana perasaanmu jika sosok yang selama ini terus kau buang dari memorimu, kini berdiri tegap di hadapanmu? Menagih jawaban dari segala pertanyaan yang pria itu kumpulkan sejak lama?

 

Oppa…” wanita yang bersama pria tadi, kini sudah memberanikan diri melangkah untuk mendekat ke tempat kejadian. Tatapan matanya nampak diliputi rasa sakit dan tidak terima. Ia bahkan menatap Ri Young dengan tatapan tajam. “Lama tidak bertemu.” Kalimat itu membuat Ri Young segera menghapus air matanya.

 

Diam-diam, Hyuk Jae berjalan mendekati Daehan, Minguk dan Manse yang kini telah duduk bersama teman Ri Young dari Seoul yang nampak sangat terkejut juga dengan kejadian yang tengah terjadi.

 

Appa…” suara Daehan mengalihkan perhatian banyak mata.

 

Kini, Ri Young dan kedua orang tadi menoleh kearah meja. Disana, Hyuk Jae terlihat menggendong Daehan yang tadi sempat memeluknya. Hal itu membuat Ri Young dilanda kepanikan.

 

“Bukankah itu Ji Hyung?” tanya pria tadi.

 

Ri Young mengangguk. Hanya mengangguk.

 

“Kau berhutang penjelasan padaku, Youngie.” Pria tadi mendesis kearah Ri Young.

 

“Tolong jangan panggil aku seperti itu. Rasanya sangat tidak nyaman. Aku merasa tidak enak dengan suamiku.” Ri Young sekuat tenaga mengatakan rentetan kalimat itu. Kalimat yang sudah sejak tadi ia rangkai di dalam kepalanya.

 

“Kau sudah menikah?” sosok wanita tadi bertanya kearah Ri Young dengan alis berkerut.

 

Ri Young mengangguk. “Kami bahkan sudah memiliki anak.” jawaban itu sukses membuat kedua orang itu terkejut. Mereka kemudian menatap pria dan ketiga anak-anak lucu itu. “Kyuhyun-ssi, Jiyeon-ssi, mohon untuk tidak bertemu lagi di masa mendatang. Aku merasa sangat canggung. Maaf..”

 

“Kau ini bicara apa?” pertanyaan itu sukses keluar dari mulut Kyuhyun. Tatapannya tajam kearah Ri Young. Kyuhyun kemudian menarik tangan Ri Young dan keluar dari restaurant di hotel milik perusahaan keluarga suaminya. Membiarkan Jiyeon mematung seorang diri.

 

 

Ri Young menghempaskan cengkraman tangan Kyuhyun dan menatap tajam kearah Kyuhyun. “Apa ini?” Kyuhyun menekan amarahnya di setiap kata yang ia lontarkan. Dan Ri Young? wanita itu malah lebih memilih menatap kearah lain. “Man Ri Young!”

 

“Hiduplah dengan baik. Aku lega dan bahagia karena kau akhirnya bisa bersama Jiyeon.”

 

Kyuhyun membuang napas panjang dan masih mengerutkan keningnya. Ia bahkan tak bisa menerima jawaban Ri Young yang menurutnya sangat ngawur.”Kau tahu bagaimana perjuanganku selama ini? Youngie.. aku menunggumu. Aku mencarimu. Aku mengharapkanmu, sayang!”

 

“Tapi aku sudah menikah!”

 

“Katakan jika itu bohong!”

 

“Mimpi sajalah!” Ri Young berjalan meninggalkan Kyuhyun yang masih saja mematung ditimpa keterkejutan. Saat kesadarannya kembali, Kyuhyun langsung berlari mengejar Ri Young.

 

Ri Young mencoba mengatur napasnya saat ia sudah masuk ke dalam restaurant. Dilihatnya Jiyeon sudah duduk tegap di meja yang sudah ia pesan untuk pertemuannya dengan Ji Hyung, sang sahabat. Disana juga ada Hyuk Jae yang mengawasi ketiga putranya dengan gurat penuh antisipasi.

 

“Ayo kita pulang,” ucap Ri Young pada sang suami dan ketiga anaknya. Ia kemudian menoleh kearah Ji Hyung yang hanya diam. “Hyungie, aku minta maaf. Aku akan mengatur pertemuan kita di lain waktu.”

 

Ji Hyung hanya mengangguk. Ri Young menatap kearah Hyuk Jae dan langsung menggendong Minguk yang posisinya paling dekat dengannya. Akhirnya, Hyuk Jae menggendong Daehan dan Manse.

 

“Tunggu…” suara Kyuhyun menghentikan kegiatan mereka. “Tuan, apa kau Lee Hyuk Jae dari Lee’s independent?” Kyuhyun kini terlihat dengan ekspresi yang lebih baik. Ia sejak tadi berpikir tentang cara untuk membuat Ri Young berada cukup lama di sekitarnya.

 

“Ya.Cho Kyuhyun-ssi.”

 

Ri Young menoleh kearah suaminya dengan tatapan terkejut. ‘Oppa..’ gumam Ri Young. “Bukankah kita pernah bertemu jauh sebelum ini?” Kyuhyun tersenyum samar kearah Hyuk Jae dan di mata Hyuk Jae, itu senyum penuh kelicikan.

 

“Ya..” Hyuk Jae menjawab dengan gamang.

 

Ri Young menunduk dan tak tahu lagi akan berbuat apa.

 

“Aku sungguh tak menyangka kalau kau orang seperti itu.” Kyuhyun kembali melontarkan kalimat penuh intimidasi.

 

Ri Young bahkan semakin berusaha untuk menata pernapasannya. Namun gagal, ia malah semakin merasa sesak. “Eomma… mamam –makan-“ Minguk membuat suasana mencekam itu sedikit tersinari.

 

“Eoh…” Ri Young merasa setengah sadar. “Ayo kita makan di rumah.”

 

“Kenapa tidak disini saja?” suara Kyuhyun terdengar menekan Ri Young. Bukan, Hyuk Jae dan Jiyeon juga. Ji Hyung yang tidak ada sangkut pautnya juga terlihat tidak nyaman. “Oh.. Jiyeon-ah, bukankah mereka berdua anak yang tadi kita temui di toilet? Yang kau bilang mirip denganku?”

 

Jiyeon mengangguk.

 

Ri Young seolah kesuliat bernapas. Namun, saat ia merasakan seringaian Kyuhyun, ia mencoba untuk memutar bola matanya agar tak begitu menampakkan kekhawatirannya. Sungguh, dadanya terasa sangat tertekan. Kyuhyun bahkan mulai memperhatikan ketiga anaknya dengan seksama. “Berapa usia mereka?” pertanyaan itu terlontar bersamaan dengan tatapan Kyuhyun yang diarahkan tepat ke manik mata Ri Young. Seolah menangkap sesuatu keganjilan. Oh… mungkin itu juga harapan tentang keajaiban.

 

“Tiga tahun.” Setelah menjawab itu, bibir Ri Young terkatup rapat. Ia seolah menahan ketakutannya dan langsung menarik sang suami untuk pergi.

 

Kyuhyun terdiam. Ia tak berusaha mengejar Ri Young. Kini, ia hanya memperhatikan kepergian wanita tercintanya dalam diam. Tiga tahun? Ya Tuhan, bolehkah jika aku berharap? Apakah mereka anakku dan Ri Young? Bukan anak Ri Young dengan suaminya? Dia menghilang dikisaran waktu itu, apa ini hanya sandiwaranya saja untuk mengelabuhiku? Apa eomma menekannya selama ini hingga ia pergi?

 

 

Hyuk Jae mengikuti langkah kaki Ri Young dengan sangat tergesa. “Sayang..” akhirnya Hyuk Jae bisa bersuara saat mereka sudah berada di dalam mobil setelah mendudukkan Daehan, Minguk, Manse di kursi belakang.

 

Oppa, bagaimana jika Kyuhyun oppa menyadarinya? Bagaimana jika nanti dia menuntut hak asuh? Bagaimana jika nanti…”

 

Hyuk Jae menarik tubuh sang istri kedalam pelukannya. Ia sangat merasakan bagaimana takutnya seorang Man Ri Young. Karena ia juga merasakannya. Ia bahkan tak berkutik saat musibah itu datang. Saat kedatangan seorang Cho Kyuhyun yang selama ini ia takutkan akhirnya terjadi.

 

“Aku lebih baik mati jika dia merebut mereka bertiga. Sungguh! Aku tidak akan melepaskan tanganku dari ketiga nyawaku!”

 

Ri Young menoleh menatap anak-anaknya yang nampak menatap dirinya dan sang suami dengan tatapan bingung. Bahkan, Manse yang biasanya sangat perasa dan mudah menangis jika orang tercintanya menangis, kini juga nampak bersiap menangis. “Manse-ya.. jangan menangis.” Ri Young menghapus air matanya dan mencoba berbicara senormal mungkin dengan sang anak.

 

Hyuk Jae mengangguk. “Sekarang tenangkan dirimu dulu. Aku akan mengantarmu pulang agar Daehan, Minguk, Manse juga aman.” Ri Young hanya diam sembari membiarkan air matanya berjatuhan.

 

“Donghae-ya,  tolong gantikan posisiku hari ini. Ri Young sedang tidak enak badan, aku akan menemaninya.” Setelah menyelesaikan sambungan telepon dengan sang sahabat, Hyuk Jae kemudian menatap kearah Ri Young yang masih terlihat terpukul.

 

 

***

 

 

Oppa…” Jiyeon menatap kearah Kyuhyun dengan tatapan terluka.

 

“Apa kau lihat ketiga anak tadi? Bukankah mereka sama sekali tidak mirip pria tadi?” Kyuhyun berbicara seolah sang istri adalah orang lain. “Jiyeon-ah, apa mungkin mereka anakku? Bukankah…”

 

Jiyeon menampar Kyuhyun saat ia menatap bagaimana ekspresi Kyuhyun sekarang. “Sadarlah! Sadarlah Cho Kyuhyun! Ri Young sudah menikah! Kau juga sudah menikah denganku! Hargai aku disini! Hargai suami Ri Young! Tolong…” Jiyeon menumpahkan segala kesedihannya. Ia bahkan langsung berjongkok dihadapan Kyuhyun.

 

“Tapi…”

 

Isakan Jiyeon membuat Kyuhyun menghentikan kalimatnya. “Walau kita menikah karena bisnis, tapi kau tahu bukan jika aku menerima pernikahan ini karena cinta? Oppa, aku bahkan sudah menyatakan perasaanku lebih dari lima tahun dan aku setia disampingmu walau hatimu hanya tertuju pada Ri Young!” Jiyeon menyeka air matanya dengan kasar. “Tolong.. lihat aku! Aku disini! Selama ini aku terus mendampingimu! Aku setia disampingmu bahkan saat kau mengalami kejatuhan. Tolong…”

 

“Maaf…” nyatanya kegalauan Kyuhyun semakin membuatnya terlihat egois di mata Jiyeon.

 

 

 

***

 

 

 

Ri Young menjadi sering melamun setelah hari pertemuannya dengan sang mantan kekasih. Hal itu sungguh membuat suaminya diliputi kegundahan. Bahkan, Hyuk Jae selalu gagal untuk mengajak istrinya bercinta walau hasratnya sedang meninggi.

 

“Apa sekarang kau hanya akan diam dan menanggungnya sendiri?” Hyuk Jae mencoba mendekati sang istri yang masih duduk melamun di atas ranjang. “Sayang…”

 

Ri Young langsung memeluk tubuh Hyuk Jae dan menangis tersedu. “Aku harus bagaimana oppa? eoh? Aku bingung…”

 

“Selesaikan urusan kalian. Aku pikir, kalian akan menyiksa satu sama lain jika terus saja diam.” Hyuk Jae menatap lembut kearah sang istri. Sebenarnya, ia tengah berusaha menekan egonya. Jauh dalam hatinya, ia tak suka dengan kehadiran Kyuhyun. Hyuk Jae sangat takut jika nantinya Kyuhyun akan membawa orang-orang tercintanya. “Dia terus menghubungiku. Ayo kita selesaikan dengan kepala dingin. Aku akan terus menemanimu.”

 

Ri Young terdiam. Cukup lama ia diam dan kepalanya perlahan bergerak naik turun. “Ayo! Ayo! Tapi jangan bawa Daehan, Minguk, Manse, mereka milik kita!” Hyuk Jae hanya mengangguk. Dilihat dari sorot mata istrinya, Hyuk Jae sangat tahu bagaimana depresinya sang istri.

 

 

Akhirnya, Hyuk Jae menghubungi Kyuhyun dan disinilah mereka. Duduk berempat dipinggir danau buatan yang berada di belakang hotel milik perusahaan Lee’s independent. Mereka terlihat berat dengan pikiran masing-masing dan lebih memilih menatap genangan air yang berwarna biru.

 

“Lee Hyuk Jae-ssi, bisakah kau ajak istriku untuk berjalan-jalan?”

 

Hyuk Jae menatap kearah Ri Young yang masih menunjukkan sorot kekosongan. Namun, ia mengangguk tak lama kemudian. Baiklah, hanya hari ini. Jika Ri Young takdirku, dia tidak akan pergi untuk kembali dengan Kyuhyun. Namun, jika Ri Young kembali dengan Kyuhyun, aku akan memisahkan mereka. Aku akan membuat Ri Young tetap menjadi takdirku! “Mari nyonya Cho.”

 

Jiyeon membuang napas panjang. Begitu tak ada tempatkah aku setidaknya hanya di matamu, oppa? Apa hidupmu hanya kau abdikan untuk Ri Young? Apa kehadiranku begitu tak bermakna? Ya Tuhan, salah apa aku selama ini? Bahkan aku mencoba menerima segala kekurangannya, bahkan aku akan mencoba menerima jika pada kenyataannya, anak-anak itu adalah anak Kyuhyun. Jiyeon yang sebenarnya sangat sakit hati, kini mau tak mau mengikuti Hyuk Jae.

 

 

“Kenapa kau meninggalkanku? Apa aku memiliki kesalahan fatal?” Kyuhyun menatap Ri Young dengan tatapan penuh harap. Namun, saat ia melihat Ri Young yang sangat tertekan, ia berusaha untuk menurunkan nada bicaranya. “Aku sangat ingat saat terakhir kali kita bertemu. Kita bercinta. Iya, kita bercinta bahkan aku masih mengingatnya dengan sangat jelas. Lalu apa alasannya?”

 

Ri Young menggigit bibir bawahnya bagian dalam. Air mata menggenang dan ingatannya berputar ke masa lalu. “Kesalahanmu, kau membuatku teramat jatuh cinta denganmu dan kau sangat kaya.” Tetesan air mata mengikuti penuturan Ri Young akan alasan yang selama ini ia tutupi dari siapapun.

 

“Alasan macam apa itu?”

 

“Hanya orang miskin sepertiku yang merasakannya! Kau tidak akan pernah merasakannya! Kekayaan yang kau dan keluargamu miliki itu sudah membuatku nampak kerdil! Aku merasa seperti benalu! Ibuku selalu menggunakanmu sebagai bank berjalan. Bagaimana perasaanmu jika kau ada di posisiku?! Aku.. aku seperti pelacur..” dan Jiyeon.. aku merasa sangat bersalah padanya. Aku menjadi gadis jahat yang sengaja merebut perhatian serta hatimu darinya. Ri Young menangis tersedu sembari menepuk-nepuk dadanya.

 

Kyuhyun menganga. Nyatanya, alasan yang menurutnya tidak masuk akal itu, baru saja dilontarkan wanita tercintanya dengan emosi penuh kesakitan. “Tapi tidak dengan menghilang tiba-tiba dan meninggalkanku! Aku mencarimu seperti orang gila! Andai saja kau kembali jauh dan jauh lebih cepat, kita pasti akan menikah! Dan harus kau tahu, aku tidak merasa bahwa kau adalah benalu atau aku sebagai bank berjalan. Wajar jika ibumu meminta uang padaku, itu tandanya beliau sangat merestui hubungan kita dan beliau menganggapku sebagai sandaran kalian. Dan… aku tekankan, jangan sekali-kali kau mengatakan pelacur untuk dirimu sendiri! Kau wanita yang sangat aku cintai! Aku sangat menghormatimu! Aku tidak membayarmu dengan hubungan kita! Hubungan kita menggunakan hati! Sayang… kenapa…?”

 

“Mungkin ini yang disebut takdir.” Ri Young mencoba tersenyum. Ia mencoba untuk tak menggubris jawaban panjang lebar dari Kyuhyun tadi. “Bukankah sebuah anugerah kau hidup bersama Park Jiyeon? Dia gadis baik yang sangat tulus. Keluarganya juga sangat baik. Kau tahu, aku semakin merasa bersalah jika menatap wajah Jiyeon. Aku menyakitinya. Dia mencintaimu jauh sebelum aku bertemu denganmu. Tapi, dia tetap bersikap baik walau aku sudah membuat hatinya sakit karena merebut perhatianmu.”

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Jangan bahas orang lain! Cukup kita!” Ri Young memutar bola matanya. Lelah dengan semua ini. “Ah.. ya.. jawab pertanyaanku ini dengan jujur.” Ekspresi Ri Young berubah sangat gugup dan gusar. Ia takut terhadap satu pertanyaan yang akan Kyuhyun lontarkan.

 

“Apa ketiga anak laki-laki yang kemarin itu anakmu dengan pria bernama Lee Hyuk Jae? Atau… anak kita?”

 

 

 

To Be Continued

246 thoughts on “Blue Sky After Cloudy Part 9

  1. Sangatt sangat menegangkannn eonni ._.
    Please ri young jgn lengah sm kyuhyun . Dan kyu please trima jiyeon dan hbgn pernikahan hyukjae-riyoung . Dan jgn ambil hak asuh ank dr tgn ri young . Smga hyuk sm ri young serta anknya ttp bersamaaaa

    Suka

  2. untuk kesekian kalinya riyoung menangis dan kesekekian kalinya ia harus tersakiti… ia sdh brusaha melupakan kyuhyun tapi ia harus teringat lagi saat laki” itu muncul…
    nnti giman nasib riyoung dgn ke3 anknya
    semakin menegangkan ceritanya tapi pas seru” nya malah tbc aumpah ganggu banget

    Suka

  3. Mau jwb apa ti yeong ttng pertanyaan kyuhyun. Penasaran bngett. Gi mna perasaan eunhyuk nantinya?? Semoga kyuhyun gk ngmbil hak asuh daehan minguk manse ksian eunhyuk yng udh syan bngettt

    Suka

  4. ya ya y bias aku jiyeon ada disitu ,, haha ,, dipasangìñ sâmâ kýùppâ lâğì , rì ýôùñğ ùdh jujur âjâ ama kýùppâ , kýùppâ bèrhâk tâù ,, hâìsh rumit bener dh ni persoalan , ñìçè ..

    Suka

  5. cepet bgt si kembar udah gede aja 🙂
    Nah lho sosok yg sangat dihindari Riyoung malah muncul,,
    mending RiYoung sama HyukJae aja deh,, setidak’y Riyoung harus belajar mencintai Hyukjae walau pun terasa berat karna masih ada Kyu dihati’y~ setidak’y dg belajar membalas perasaan Hyukjae sama aja kayak membalas budi yg telah dikasih HyukJae buat Riyoung,,
    Kira2 apa yah jawaban RiYoung?? ngaku kah? =_=

    Suka

  6. sepertinya riyoung mulai berat ninggalin hyukie…
    .dan sepertinya kyuhyun yg ntr ngebet mnta balikan sama young…
    .semoga aja daehan,minguk,manse lengketnya ama hyukie…yaaa..meskipun aku berharapnya mereka jg tau kyu itu ayah biologis mereka…tp berharap aja mereka lebih milih hyuk…

    Suka

  7. kyu sadarlah!! kau sudah menikah, riyoung juga sudah menikah.. kyu sama riyoung udah punya kehidupan masing masing.. walau kyu ngakunya masih cinta sama riyoung, tapi tetep aja gak bisa bersama.. aku harap kyu gak nuntut hak asuh anak.. hargain juga jiyeon.. semoga masalah mereka bisa selesai baik baik.. ffny DAEBAKK!! fighthing nextny 😀

    Suka

  8. Udha, riyoung bilang aja klo itu anaknya kyuhyun, sma yg kyak hyuk jae bilang.. Ini tergantung dri riyoung kalo memang riyoung takdirnya hyuk jae pasti mereka balik tapi kalo buka yah sengat sja deh untuk hyukjae yg akan berusaha memisahkan kalian (riyoung-kyuhyun)

    Suka

  9. Waaa chapter ini tegangg..
    bikin deg degann..
    Kyu ternyata masih cinta sama Riyoung..
    Wlopun Kyu ayah biologisnya sikembartiga, ttp lebih dkg Hyukjae..
    1 chapter lg End yaa?
    hhuhu

    Suka

  10. Wah dipertemukan juga mereka, apa yg akan ri young jawab ?? Jujur atau berbohong ??
    Lalu gimana kelanjutan ini ? Semoga ri young ga balik sama kyu . Kasihan hyuk jae dh mau bertanggung jawab eh malah di tinggal .. klo itu terjadi aq kecewa banget sama cerita ini ..

    Suka

  11. oye. kyu rada ambisius ya. kirain tadi setelah kyu nikah dia udah bisa relain riyoung dan semua heppy. Eh taunya kyu gak mau angkat tangan. hmmm apa yg akan dilakuin riyoung. kembali ke kyu dan ninggalin unyok 😦 hoooo aku gak kuat 😥

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s