Blue Sky After Cloudy Part 10 (END)


bluesky

 

Author : BlossomRi

Tittle : Blue Sky After Cloudy part 10 [End]

Category : NC 21, Yadong, Romance, Chapter

Cast : Lee Hyuk Jae – Man Ri Young – Song Triplet (Daehan Minguk Manse)

Other Cast : Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Park Jiyeon

Author’s Note: Hai.. hai… hua.. akhirnya aku membawa part 10. Heuh… terima kasih telah membaca, meninggalkan komentar, bahkan banyaknya koreksi. Terimakasih untuk admin yang sudah post sampai part akhir ini. Maaf membawa cerita yang membosankan. Ah iya, di part awal aku sudah pernah kasih tahukan kalau ff ini akan menjadi dua series. Nah, mungkin ff ini berakhir dengan sangat gantung. Lanjutannya akan ada pada series kedua yang menjadikan Kyuhyun sebagai main cast. Walau belum tahu kapan bakal aku buat. Special thanks buat Ha Rin eonni yang sudah mendukungku buat kirim ff ini ke FNC dan memberikan banyak suntikan semangat ^^

 

 

 

“Apa ketiga anak laki-laki yang kemarin itu anakmu dengan pria bernama Lee Hyuk Jae? Atau… anak kita?”

 

Mendengar pertanyaan itu terlontar, Ri Young tak menunjukkan ekspresi apapun selain wajahnya yang semakin pucat. Mendadak tubuhnya ambruk dan hal itu mengejutkan Kyuhyun serta Hyuk Jae dan Jiyeon yang memperhatikan mereka dari jauh. Pria itu langsung berlari kearah sang istri dengan sangat panik.

 

“Panggil dokter!” teriak Kyuhyun yang sudah menggendong tubuh Ri Young.

 

Hyuk Jae langsung merogoh sakunya dan menelpon dokter keluarganya. Saat Hyuk Jae tengah berbicara dengan sang dokter melalui sambungan telepon, Kyuhyun sudah berjalan jauh di depannya.

 

“Kamar 015!” teriak Hyuk Jae pada Kyuhyun.

 

 

Jiyeon adalah orang terakhir yang sampai di kamar bernomor 015. Matanya sembab dan terlihat bagaimana frustasinya dia. “Bukankah mereka saling mencintai?” ucap Jiyeon pada Hyuk Jae. “Aku sudah sangat lelah,” lanjut Jiyeon seperti orang yang sudah tidak memiliki keyakinan bahkan semangat hidup.

 

“Apa kau sedang kehilangan kesadaranmu? Aku tidak bisa melepaskan istriku untuk orang lain. Kami memulainya dengan susah payah. Kami berjuang bersama dengan segala perasaan gundah yang terus menyerang.” Hyuk Jae bergumam dengan tatapan yang terus tertuju kearah sang istri. “Kau hanya harus hamil anak Kyuhyun untuk mengikatnya.”

 

Jiyeon tersenyum getir. “Itu hanya mimpi.” Tatapan Hyuk Jae iba kearah Jiyeon. “Kami menikah karena bisnis orang tua kami. Ini hanya formalitas,” ucap Jiyeon getir. Ia tertawa, menertawakan dirinya sendiri. Selama ini, ia hanya hidup dengan mengejar cinta bukan mengembangkan cinta.

 

 

Tak lama, seorang dokter wanita datang dan memeriksa Ri Young. Beruntung, hanya Hyuk Jae selaku suaminya yang bisa masuk menemani sang istri. Ia sangat lega bahwa Kyuhyun sudah tak berada disamping sang istri.

 

“Bagaimana kondisi istri saya, dokter Han?”

 

Ekspresi dokter itu tak terbaca oleh Hyuk Jae. Wanita yang mungkin memasuki kisaran usia 40 tahunan ini, kini nampak melepaskan kaca matanya kemudian memijat batang hidung mancung miliknya. “Tuan Lee, harap menjaga emosi istri anda dengan baik. Nyonya Lee terlihat sangat stress dan hal itu tidak baik untuk ibu dan janin.”

 

“Janin?” gumam Hyuk Jae penuh keterkejutan dan dihadiahi anggukan oleh dokter bermarga Han itu. “Maksud anda, istri saya sedang hamil?”

 

“Anda dan istri anda belum mengetahuinya?” dokter Han melempar kembali pertanyaan pada Hyuk Jae.

 

Pria berhidung mancung itu menggelengkan kepalanya. “Ya Tuhan… bagaimana bisa…? Ri Young benar-benar hamil?” Hyuk Jae kembali memastikan. Dan kembali dokter Han menganggukkan kepalanya. “Oh Tuhan.. setelah kita program selama lebih dari setahun, akhirnya kau mengabulkan doa dan usaha kami..”

 

Kebahagiaan terlihat terpancar dari wajah Hyuk Jae. Kabar ini mampu membuat pria itu menggeser sejenak kegundahan yang telah membebaninya dalam beberapa waktu terakhir. “Tuan Lee, saya ucapkan selamat. Saya turut bahagia. Dan mohon kunjungi dokter kandungan untuk lebih memastikan.”

 

“Ya, terima kasih dokter Han. Terima kasih.” Hyuk Jae menjabat tangan dokter Han saat dokter cantik itu sudah beranjak dari posisinya.

 

“Kalau begitu, saya permisi dulu tuan Lee.”

 

“Tidak ada saran obat?”

 

Dokter Han tersenyum. “Ke dokter ahli kandungan, tuan Lee.” Jawaban itu membuat Hyuk Jae kembali melebarkan senyumnya. Oh.. sungguh. Ini seperti awan pekat yang perlahan bergeser dan tak lagi menghalangi birunya langit. Walau, ia sangat tahu di beberapa bagian, mendung masih menutupi kebahagiaan dirinya dan sang istri.

 

“Bagaimana keadaan Ri Young?” Kyuhyun langsung melontarkan pertanyaan bernada kepanikan saat Hyuk Jae keluar dan menutup pintu kamar yang dihuni istrinya. Sungguh, ia tak ingin Cho Kyuhyun kembali berada dekat dengan istrinya.

 

“Dia sangat stress. Tolong, untuk beberapa waktu kedepan, jangan dekati Ri Young. Jangan juga bebani dia dengan segala hal yang akan membuatnya tertekan. Kalau Kyuhyun-ssi ingin mengetahui banyak hal, lebih baik Kyuhyun-ssi bertanya pada saya.”

 

Kyuhyun mendengus. “Kau orang licik yang menyembunyikan keberadaan Ri Young tiga tahun lebih dan malah mengatakan seolah-olah kau juga mencarinya. Padahal kalian sudah menikah bukan?”

 

Oppa!” Jiyeon menegur Kyuhyun. Ia benar-benar tak bisa menekan emosinya lagi. Ri Young… Ri Young.. dan Ri Young yang selalu Kyuhyun debatkan. Hanya gadis yang dulu memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengannya. Bahkan, Ri Young adalah gadis yang dia perjuangkan agar sang ayah mau membantu biaya sekolah gadis itu. Namun, secara tidak langsung, Ri Young jugalah yang sudah menjegal tiap langkah cintanya pada seorang Cho Kyuhyun.

 

“Kembali ke kamar!” Kyuhyun berbicara pada Jiyeon tanpa memandang wajah istrinya. Oh.. sungguh menyakitkan. “Tolong….” setelah kalimat itu terucap, Jiyeon langsung berbalik dan berjalan lebar menuju kamar yang ia tinggali bersama Kyuhyun.

 

Kyuhyun menatap Hyuk Jae dengan tatapan tajam. “Ayo kita bicara.” Kalimat itu sangat datar dan dingin.

 

“Aku tidak bisa meninggalkan Ri Young. Lain waktu.”

 

Kyuhyun tertawa mengejek. “Kau sudah akan mangkir? Oh.. ternyata ini taktik seorang Lee Hyuk Jae untuk mendapatkan segala hal yang dia inginkan?” Hyuk Jae menahan emosinya melihat bagaimana tingkah Kyuhyun. “Baiklah. Aku juga bisa. Aku akan membawa serta anak-anakku!”

 

“Siapa yang kau bilang anak-anakmu?!” suara tertahan Hyuk Jae terdengar. “Mereka anakku dengan Ri Young!”

 

“Aku tidak percaya! Aku yakin mereka anakku!”

 

“Mana buktinya?”

 

“DNA? Ayo, aku siap kapan saja.” Hyuk Jae membuang napas panjang saat Kyuhyun menunjukkan tekadnya untuk menguak kebenaran. “Hyuk Jae-ssi, perasaan seorang ayah itu tidak bisa dibohongi.”

 

“Ayah?” suara seorang wanita membuat perdebatan Kyuhyun dan Hyuk Jae terhenti.

 

Sontak, keduanya menoleh kearah sumber suara dan hal itu sukses membuat Hyuk Jae nyaris terkena serangan jantung. “Eomma…” kegugupan Hyuk Jae membuat kening nyonya Lee berkerut. “Kenapa eomma..”

 

“Dimana menantuku? Bagaimana kondisinya? Apa sudah lebih baik? Ya Tuhan.. kalian benar-benar sukses membuat eomma merasa sangat bahagia dan ingin hidup di dunia ini jauh lebih lama.”

 

Kyuhyun mendengarkan pembicaraan ini dengan seksama. “Ri Young ada di dalam. Tolong eomma temani dia dulu, aku ada urusan. Oh.. Daehan, Minguk, Manse dengan siapa?” Hyuk Jae mengedarkan pandangannya.

 

“Tenang saja, eomma akan menemani Ri Young tanpa kau minta. Mereka aku titipkan pada Kim ahjuma. Tadi eomma langsung berlari kemari saat dokter Han menelpon dan mengucapkan selamat atas kehamilan anak keempat kalian.”

 

Kyuhyun melebarkan matanya. Dadanya seperti diikat kuat-kuat dan kepalanya seperti dihujam batu. “Kehamilan?” gumam Kyuhyun yang langsung dilanda kegelisahan.

 

“Kyuhyun-ssi, mari.”

 

Hyuk Jae berjalan terlebih dahulu tetapi ia tetap mengawasi Kyuhyun. mengantisipasi jika pria itu akan melakukan hal yang membahayakan kelanjutan rumah tangganya dengan Ri Young dan kelanjutan kehidupan sang ibu tercinta.

 

 

“Apa maksud kehamilan anak keempat?” Kyuhyun buru-buru melontarkan pertanyaan itu pada Hyuk Jae. Sungguh, kini hatinya benar-benar sakit. Ia tak tahu lagi harus bertahan hidup atau berhenti disini saja. Mungkin ini terdengar klise, tapi Kyuhyun adalah sosok yang menjunjung kesetiaan. Ia akan melakukan apapun untuk hal-hal atau orang-orang yang sangat ia cintai. Begitupun berlaku untuk seorang Man Ri Young yang sudah menjadi istri Lee Hyuk Jae.

 

“Apa aku harus menjelaskannya, Kyuhyun-ssi?”

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Semua ini gila!” desis Kyuhyun. “Oh.. karena kau akan mendapatkan anakmu sendiri, biarkan aku bersama dengan anak-anakku!”

 

“Sudah aku katakan mereka anakku!”

 

“Kau…” Kyuhyun sudah menarik kemeja yang Hyuk Jae kenakan. Ia bahkan menutup mata dengan posisi mereka yang sekarang berada ditengah-tengah tempat umum.

 

“Cho Kyuhyun-ssi!” suara teriakan itu sukses membuat Kyuhyun dan Hyuk Jae menoleh dan sontak Kyuhyun melepaskan cengkramannya pada Lee Hyuk Jae.

 

Nampak Ri Young berjalan tergesa kearah mereka. Hyuk Jae yang melihat itu, langsung berlari kearah Ri Young. “Sayang… jaga dirimu, kau sedang hamil.” Hyuk Jae berseru panik. Ia bahkan memeluk Ri Young agar istrinya tidak melanjutkan langkahnya. “Tahan emosimu. Kita sedang emosi, semuanya akan berantakan jika kita terus gegabah seperti ini.” Hyuk Jae berbisik pada Ri Young saat pria itu melihat sang ibu tengah berlari kearah mereka.

 

“Ya ampun… Ri Young-ah, kenapa kau semakin panikan saja? Ingat janin yang sedang kau kandung. Ya Tuhan… bagaimana jika jantungku berhenti berdetak saat aku kelimpungan mengejarmu tadi?”

 

Ri Young menunduk meminta maaf pada nyonya Lee dan mencoba sekuat tenaga menekan emosinya. Ini benar-benar menghabiskan banyak energi. Emosinya bahkan menjadi naik turun dan ia terus dilanda pemikiran buruk. Sungguh berantakan.

 

Eomma, kau bisa pulang. Aku dan Ri Young akan berjalan-jalan bersama tamu kami. Pria itu adalah Cho Kyuhyun, perwakilan Cho Corp yang akan bekerjasama dengan cabang perusahaan kita di sini.”

 

Tanpa memberikan sedikitpun kecurigaan nyonya Lee mengangguk dan membelai perut Ri Young yang masih sangat datar. “Jaga diri kalian baik-baik. Jangan serampangan. Ingat, kau sedang hamil.” Kyuhyun memperhatikan adegan demi adegan itu dalam diam. Kini, ia merasa jika ia tengah melihat pelangi yang sebenarnya sangat jauh tetapi terlihat dekat.

 

“Iya, eommonim. Maaf membuat eommonim panik.” Ri Young mencoba membungkukkan badannya.

 

Tak lama setelah kepergian nyonya Lee, Hyuk Jae membimbing Ri Young untuk berjalan mendekat kearah Kyuhyun. Dalam bibir terkatup, mereka berjalan menuju salah satu sudut pinggiran danau buatan yang nampak sepi.

 

“Sekarang, mari kita bicara baik-baik.” Hyuk Jae mencoba untuk menjadi penengah dan Ri Young serta Kyuhyun terlihat diam. “Kyuhyun-ssi tolong hargai saya dan istri saya. Dan kau sayang, tolong hargai Kyuhyun-ssi agar semuanya berakhir baik.”

 

Keheningan langsung menyelimuti setelah Hyuk Jae selesai berbicara. Disini, ia sudah mencoba menahan egonya. Bagaimanapun, kelanjutan semuanya ada pada keputusan Ri Young dan Kyuhyun yang jauh lebih berhak untuk kehidupan si kembar kedepannya.

 

“Apa kalian akan terus diam? Hari akan semakin malam dan udara akan semakin dingin.”

 

Kyuhyun mengangkat kepalanya. “Youngie, apa si kembar adalah anak kita?” Kyuhyun mencoba menekan emosinya. Namun, kini yang ada adalah air mata yang menyeruak ke pelupuk matanya.

 

“Sayang…” Hyuk Jae berbisik seolah mencoba menguatkan sang istri. Ri Young menatapnya. Ia mencoba meminta banyak dukungan pada sang suami dan mencoba untuk mengumpulkan keberaniannya.

 

Perlahan, kepala Ri Young bergerak. Ia mengangguk perlahan dan diikuti aliran matanya. “Anakku?” tanya Kyuhyun dengan nada bergetar. Hanya mendengarnya saja, hati Ri Young merasa teriris-iris.”Jadi…?”

 

“Kami menikah saat Ri Young hamil usia 6 minggu, tetapi dalam hitungan medis usia kandungannya menginjak 7 minggu.” Hyuk Jae mencoba memberi penjelasan pada Kyuhyun saat ia hanya melihat Ri Young menangis tersedu.

 

“Oh? Youngie, kenapa kau tidak menghubungiku jika kau hamil? Aku pasti akan bertanggung jawab! Ya Tuhan… kalau begini, kau hanya membuat semuanya tersakiti!” Kyuhyun kini tak mampu lagi menahan emosinya. Ini seperti sesuatu penyesalan yang mungkin akan ia bawa sampai mati.

 

Ri Young mencoba membalas segala ucapan Kyuhyun, tapi yang terdengar hanya isakan. Ia hanya bisa menangis. “Aku.. aku.. tidak tahu…” hanya itu yang bisa Ri Young ucapkan dan hanya itu yang melintas di kepalanya.

 

“Astaga! Jawaban macam apa itu? Kau tidak menganggapku? Apa ini yang kau bilang cinta selama kita bersama? Apa… hah.. kau ingin membunuhku?”

 

Ri Young menggelengkan kepalanya.

 

“Kalau begitu, aku memiliki hak asuh terhadap mereka bertiga bukan?”

 

Ri Young kembali menggelengkan kepalanya. Ia bahkan langsung beranjak dari duduknya dan lutut di depan Kyuhyun. “Aku mohon.. jangan.. mereka anak-anakku.. mereka nyawaku..”

 

“Aku ayahnya!”

 

“Tapi aku yang sudah mengandungnya! Aku melakukan semuanya untuk mereka! Aku dan Hyuk Jae oppa berjuang untuk mereka! Tolong… tolong lupakan ini semua. Buatlah kehidupanmu dengan Jiyeon. Hadirkan bayi-bayi lucu dengan Jiyeon.”

 

Kyuhyun berdecak dan Hyuk Jae mencoba menarik Ri Young agar berdiri. Suasana menjadi sangat mencekam. Untung saja posisi mereka sangat jauh dari keramaian dan Hyuk Jae sebelumnya memang sudah meminta para pegawai hotel untuk mensterilkan tempat ini.

 

“Itu salahmu, Ri Young-ah. Salahmu! Andai saja kau kembali dan memberi tahuku, pasti aku yang berada di posisi Hyuk Jae-ssi. Itu salahmu!” kini Kyuhyun ikut berlutut. Berhadapan dengan Ri Young. “Aku sangat marah padamu! Kenapa kau sangat bodoh dan memperumit jalan hidup kita? Bukan hanya jalan hidupku dan hidupmu, tapi Hyuk Jae-ssi, Jiyeon dan mungkin masih banyak yang lain.”

 

“Kyuhyun-ssi, berhenti menekan istriku! Aku sudah mengingatkanmu di awal!” Hyuk Jae mulai ikut terpancing dalam perdebatan.

 

“Kau akan tahu jika kau ada di posisiku.”

 

“Ini bukan sepenuhnya kesalahan Ri Young!” Hyuk Jae membentak Kyuhyun yang masih kekeh menyalahkan Ri Young. “Semua bermula dari salah paham.” Hyuk Jae kemudian menceritakan kejadian awal yang membuatnya menikah dengan Ri Young. Sangat detil dan mampu membuat Kyuhyun bungkam.

 

“Aku…” Kyuhyun seolah kehabisan kata-kata. Ia tak menyangka jika gadis yang selama ini sangat ia cintai telah menanggung banyak rasa sakit.

 

“Ri Young sudah berjuang sangat keras. Tekanan ibunya, kenyataan keluarganya, perasaannya, dan banyak hal. Tolong jangan semakin menyalahkannya walau memang kalau dipikir dia memang salah.”

 

Kyuhyun mengusap wajahnya. Pria itu kemudian memegang bahu Ri Young dan menatap wanita tercintanya dengan tatapan iba. “Kenapa kau memendamnya sendiri? Kenapa selama ini tidak pernah berbagi denganku? Lalu, bagaimana dengan kehidupanku selanjutnya setelah tahu semua ini?”

 

“Maaf…” gumaman lirih Ri Young sukses membuat kedua pria di dekatnya meneteskan air mata.

 

Suasana seperti ini menjengkelkan. Bahkan dua orang laki-laki harus menjadi sosok cengeng dan menyedihkan. Tapi, begitulah pria Korea. Mereka tidak segan menitikan air mata saat emosi yang mereka tanggung sangat besar.

 

Kemudian, mereka terdiam cukup lama. Ri Young menunduk dan Hyuk Jae serta Kyuhyun menatap kearah Ri Young. Bedanya, Hyuk Jae memeluk Ri Young dan Kyuhyun dengan terpaksa menjauhkan tangannya dari tubuh wanita yang sangat ia cintai ini.

 

“Aku sadar, untuk  memiliki mu kembali sepertinya sangat mustahil. Tapi… memiliki Daehan, Minguk dan Manse.. mereka anakku. Tolong pertemukan kami. Tolong..”

 

“Aku akan pertemukan kalian. Aku akan melakukannya. Tapi…” Ri Young tiba-tiba bicara tergesa. Ketakutan benar-benar menekannya. “Tapi tolong jangan bilang jika mereka anakmu. Bagaimanapun juga, mereka harus tetap menjadi anak ku dan Hyuk Jae oppa atau kau akan melihatku mati.”

 

Hyuk Jae memejamkan matanya. Ia benar-benar pusing. Ia lelah untuk mengingatkan jika sosok lain tengah bersemayam dalam tubuh Ri Young. Sosok yang harus mereka jaga. “Kyuhyun-ssi, tolong. Ri Young sedang tidak baik.”

 

Kyuhyun terdiam. Berpikir cukup lama kemudian mengangguk.

 

“Ya. Asal aku bisa bertemu dengan mereka. Asal aku bisa melihat mereka tumbuh. Bahkan, aku rela dipanggil paman jika aku diijinkan. Tapi, tolong bagi waktu untuk mengasuh mereka. Dalam seminggu, dua hari. Hanya dua hari. Tolong biarkan mereka tinggal denganku dan Jiyeon. Hanya dua hari tiap minggunya. Bagaimana?”

 

Ri Young menggeleng dan menangis.

 

“Aku tidak memberikan syarat yang berat untuk pengganti tutup mulut.”

 

“Tapi itu akan membuka segala kecurigaan!”

 

“Kau dan Jiyeon dulunya seperti kakak beradik, bukan? Kita bisa mengatakan jika Jiyeon adalah saudaramu atau aku.. tidak apa-apa jika aku harus berbohong seperti itu. Wajah mereka sangat mirip denganku. Mereka anakku!”

 

Ri Young memejamkan matanya. “Rasanya.. mati lebih baik.” Desis Ri Young.

 

“Kau juga tengah hamil. Tidak bisakah kau mengesampingkan keserakahanmu?”

 

 

 

***

 

 

Kyuhyun menatap Jiyeon. Menerima segala kemurkaan yang akan diledakkan oleh sang istri. Baru saja ia kembali dan menceritakan segala kenyataan baru yang beberapa menit yang lalu ia terima. Ia bahkan menceritakan itu semua dengan ekspresi kacau. Kyuhyun tahu dan paham jika Jiyeon akan sangat sakit. Namun, keegoisannya selalu menguasai dan ia berharap Jiyeon mau untuk mengalah lagi.

 

“Jadi… aku harus bagaimana?” tanya Jiyeon sembari menahan emosinya. Air matanya sudah merembes keluar, tetapi ia menahannya. Kenyataan itu sungguh menyakitinya. Bagaimanapun tekadnya sejak awal untuk menerima segala kekurangan Kyuhyun, nyatanya ia tidak kuat menerima ini.

 

“Tolong terima mereka dengan tangan terbuka.”

 

“Tangan terbuka?” Jiyeon membalik ucapan Kyuhyun itu dengan nada penuh kesakitan. Alisnya bahkan mengkerut dan wajahnya memerah menahan tangis. Malangnya gadis cantik ini. “Haruskah? Eoh?” Jiyeon menatap Kyuhyun dalam. “Haruskah aku melakukannya? Haruskah, oppa?!”

 

“Ya. Atau kita akan bercerai!” Kyuhyun mengucapkan rentetan kalimat itu dengan sangat dingin dan tak goyah sedikitpun.

 

Jiyeon membuang napas setelah mendengarnya. Ini menyakitkan. “Apa aku melakukan salah yang tak termaafkan? Kenapa kau memperlakukanku seperti ini? Oppa, aku istrimu. Istrimu.” Jiyeon bahkan berbicara sembari terisak dan memegang dadanya. “Aku…”

 

Kyuhyun hanya diam sembari menatap Jiyeon dengan rahang mengeras.

 

“Yah… harus bagaimana lagi? Apa aku memiliki pilihan lain? Eoh?” Jiyeon kemudian tersenyum dan tertawa di detik selanjutnya. “Aku bahkan sangat takut menjadi janda tapi aku sangat tersakiti untuk mengikuti segala keinginan konyol suamiku. Menyedihkan sekali..” Jiyeon menertawakan dirinya sendiri. Hal itu sangat terlihat jelas.

 

 

***

 

 

Ri Young menangis tersedu sekembalinya ia ke kamar hotel bernomor 015. Baru saja ia menyetujui keinginan Kyuhyun yang akan mengasuh si kembar selama dua hari tiap minggunya. Ya, walau si kembar tidak akan menginap disana. Namun, Ri Young memiliki ketakutan berlebih. Membiarkan si kembar bertemu dengan Kyuhyun, seolah Ri Young melihat Kyuhyun menggandeng ketiga anaknya dan berjalan menjauh dari posisinya.

 

Isakan Ri Young semakin menjadi saat ketakutan itu terus menyudutkannya. Dalam pelukan suaminya, Ri Young semakin memeluk erat sang suami dan menangis tersedu-sedu. Pelukan itu dibalas belaian lembut dari sang suami. Kesabaran yang membuat ia masih bertahan pada wanita ini dan membuat Ri Young merasa jika Hyuk Jae mampu ia jadikan sandaran. “Tidakkah kau memikirkan dirimu sendiri dan calon anak kita? Aku juga sedih mendapati kenyataan ini. Daehan, Minguk, Manse benar-benar sudah kuanggap sebagai anak-anakku dan aku juga merasakan ketakutan sepertimu. Tapi, tidakkah kau berpikir jika Kyuhyun memiliki hak pada si kembar? Setidaknya, Kyuhyun adalah ayahnya juga.”

 

Oppa…” Ri Young mendongak. Ia mendapati ekspresi suaminya yang sangat sulit ia baca. “Maaf… maafkan aku yang sangat egois ini.” isakan kembali terdegar jelas dan Hyuk Jae kembali mempererat pelukannya.

 

“Kehidupan akan terasa semakin sulit saat kau hanya mengandalkan ketakutanmu. Tidak perlu meminta maaf. Cukup cobalah untuk membuka mata dan kita jalani hidup ini tanpa harus berpikir hal-hal buruk.”

 

Ri Young seketika menahan laju air matanya. Ia mencoba menjauhkan tubuhnya dari sang suami dan kembali menatap suaminya dengan tatapan sayu. “Apa yang kau lihat dari wanita seegois aku ini? Ya Tuhan…” tatapan Ri Young bertemu dengan tatapan tulus sang suami. “Aku telah banyak menyia-nyiakan suamiku yang sangat sempurna ini.”

 

 

Seketika, Ri Young mendekatkan wajahnya dan langsung mencium bibir sang suami. Hyuk Jae membalasnya dan tangan kirinya menarik pinggang sang istri untuk terus mendekat. “Sudah sayang…” bisik Hyuk Jae saat ciuman mereka terlepas.

 

“Tidak… tidak..” gumam Ri Young. “Aku ingin oppa di dalamku. Aku ingin oppa terus bersamaku..”

 

“Aku tidak akan kemana-mana asal kau masih terus ingin bersamaku.”

 

“Selamanya..”

 

Ri Young kembali mencium bibir sang suami. Saling berbalas dan mencoba untuk saling menguatkan. Tangan Ri Young perlahan turun dan membelai pusat tubuh sang suami yang sudah mengeras. “Sayangh…hhh..” desahan Hyuk Jae terdengar saat Ri Young mulai mengurut pusat tubuhnya yang terasa berdenyut.

 

Oppa… aku mencintaimu…”

 

“Eunghhh…. Oh.. cukuph.. sayang…” Hyuk Jae menarik tangan Ri Young agar melepaskan pusatnya. “Aku laki-laki normal.”

 

Ri Young tersenyum, “aku tahu.”

 

“Aku tidak akan bisa berhenti disini.”

 

“Maka, lanjutkanlah.”

 

“Kau sedang hamil sayang….” Hyuk Jae menempelkan keningnya di kening Ri Young. Napas mereka saling menerpa. “Aku takut lupa diri. Bagaimanapun, saat kau hamil si kembar, aku tidak pernah memasukimu.”

 

“Kita harus saling mengingatkan jika kita sudah kelewat batas. Yakinlah, dia akan baik-baik saja,” balas Ri Young sembari membelai perutnya.

 

Dengan keyakinan yang sudah dijanjikan sang istri, Hyuk Jae kembali mencium bibir Ri Young. Tak lama, ciumannya turun ke rahang dan berhenti di leher sang istri. Tangannya sudah sibuk membuka baju yang Ri Young kenakan beserta bra berenda berwarna hitam. Setelah sang istri nyaris telanjang, ciuman kembali Hyuk Jae turunkan. Diciumnya payudara kanan sang istri tetapi ia kemudian menggigit lembut puting kanan Ri Young yang semakin mengeras. Tangan kanannya sudah menggodai bagian bawah istrinya yang sudah sangat lembab. Tangan kirinya ia gunakan untuk memijat bahkan meremas payudara kiri Ri Young hingga membuat istrinya itu mendesah dan kelimpungan.

 

“Ouh… oppahhhh… eungh…” kepala Ri Young sudah bergerak kesana kemari, matanya juga terpejam kuat. Ia bahkan menekan kepala Hyuk Jae agar payudaranya tak segera luput dari jamahan sang suami. “Eunghh… akuh… akuh…” sesaat kemudian, Ri Young melenguh dan menemukan kenikmatan akibat pekerjaan tangan sang suami.

 

Hyuk Jae beranjak dan mulai menarik turun celana sang istri kemudian melucuti pakaian yang ia gunakan sendiri. “Ingat, hentikan aku jika aku kelewat batas.” Ri Young hanya mengangguk merespon ucapan Hyuk Jae.

 

Perlahan, Hyuk Jae menyatukan pusat tubuhnya dengan pusat tubuh Ri Young yang sudah sangat basah. Walau mereka sudah sering berhubungan, nyatanya Hyuk Jae terus mendesah setiap ia mencoba memperdalam tusukannya kedalam liang sang istri. “Sayang… eungh… kaitkan kakimu..” segera Ri Young mengaitkan kakinya ke pinggang Hyuk Jae dan hal itu sangat membantu usaha Hyuk Jae untuk memasuki tubuh sang istri.

 

“Ahhhh….” mereka melenguh bersama saat Hyuk Jae sukses memasuki tubuh sang istri lebih dalam.

 

Perlahan, Hyuk Jae menggerakkan tubuhnya dan desahan semakin keras di teriakkan oleh Ri Young. Wanita itu sangat menikmati aktivitas mereka walau jauh di dalam pikirannya, masalah dengan Kyuhyun terus menghantui.

 

“Ouh.. emmmhhh…” Ri Young menarik tengkuk Hyuk Jae agar pria itu segera meraup bibirnya.

 

Tusukan Hyuk Jae pelan tapi semakin dalam dan itu rasanya jauh lebih nikmat daripada gerakan cepat yang terburu-buru. “Ouhhhh… Oppa… Oppa…” Ri Young seperti lupa diri dan hanya tahu bagaimana cara mendesah saja.

 

“Ah.. ah.. ah…” Hyuk Jae mendesah seiring gerakannya yang semakin dalam walau dengan tempo yang sama. Ia benar-benar memegang kesadarannya. Ia terus saja menyadarkan diri jika sang istri tengah hamil muda. Hamil buah hatinya, penerus keluarga Lee.

 

“Ouh.. Oppa… cepath… ouh…” Ri Young mencengkram lengan sang sang suami saat pusat tubuhnya serasa berdenyut. “Eungh…. Ahhhhh…” Ri Young melenguh dengan keras saat akhirnya ia menemukan puncak kenikmatan.

 

“Errrghhhh…” Hyuk Jae menusukkan pusat tubuhnya sangat dalam dan menyemburkan cairannya sangat banyak. Dengan sisa kesadaran ditengah kenikmatan, Hyuk Jae menahan beban tubuhnya agar tak menindih tubuh sang istri. “Saranghae…” bisik Hyuk Jae dengan napas tersengal.

 

Nado… saranghae…

 

 

***

 

 

 

Kyuhyun menatap ketiga anaknya yang tengah berlarian di taman hotel milik Lee’s independent. Ya, si kembar kini berada tak jauh dari posisinya. Ri Young, Hyuk Jae dan Jiyeon juga tengah memperhatikan si kembar.

 

“Mereka sangat menggemaskan,” gumam Kyuhyun sembari tersenyum. Hatinya menjadi tenang walau hanya memperhatikan ketiga buah hatinya dari posisi sekarang.

 

“Mereka tumbuh dengan baik,” ucap Jiyeon yang sukses membuat ketiga orang dewasa di sekitarnya langsung menatap kearahnya. “Kenapa?” Jiyeon balik bertanya.

 

Ri Young menggigit bibir atasnya. Rasanya sangat tidak enak hati dan ingin terus mengucapkan permintaan maaf untuk Jiyeon. “Kau tidak harus berusaha sekeras itu. Aku tahu ini sangat sulit untukmu,” ucap Ri Young pada Jiyeon.

 

“Tidak apa. Aku menyukai anak kecil. Apalagi, mereka adalah anak dari pria yang sangat aku cintai dan wanita yang sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri.” Jiyeon mencoba menerbitkan senyumnya.

 

“Jiyeon…” Kyuhyun tertegun memperhatikan hal itu. Rasa bersalahnya pada Jiyeon sangat tinggi. Dan kini, Kyuhyun sadar, istrinya sudah bertaruh banyak untuk kebahagaiaannya. Namun, kini yang mereka mainkan adalah hati. Suatu perasaan yang sulit untuk diatur sedemikian rupa.

 

“Ya, tapi kau memang benar, Ri Young-ah. Rasanya sangat berat. Tapi… aku akan mencobanya.” Jiyeon tersenyum tipis sembari melemparkan tatapan kearah Kyuhyun. Mungkin, wanita ini tengah menyindir sang suami.

 

Ri Young menatap kearah Hyuk Jae. Berada di situasi seperti ini, rasanya sangat susah. Berat untuk hati masing-masing. “Mereka tumbuh dengan sangat baik. Tolong kerjasamanya untuk mendidik mereka.” Hyuk Jae mencoba mencairkan suasana. “Jika mereka salah, jangan bentak atau hardik mereka. Kalian hanya harus mengoreksi kesalahan mereka.”

 

Ri Young sangat kagum dengan sang suami. Dalam hatinya, ia sangat berterima kasih pada sang suami yang dengan setia menerima segala kekurangannya dan melakukan segala yang terbaik untuk hidupnya, salah satunya terkait anak-anaknya.

 

“Kami akan melakukan yang terbaik. Terima kasih sudah berlapang dada dan memberiku kesempatan untuk bisa mendampingi anak-anakku tumbuh.”

 

Ri Young membelai perutnya yang masih cukup datar. Kehamilannya kali ini berbeda. Seperti kejadian hampir empat tahun lalu, dia mengetahui kehamilannya saat usia janinnya menginjak enam minggu dalam rahimnya. Mungkin ini takdir dan sebuah kesengajaan yang Tuhan buat. Ri Young mengetahui kehamilan pertama dan keduanya saat usia ke enam minggu dan pada enam minggu usia kehamilan kedua Ri Young, Kyuhyun datang dan mengetahui segala rahasia yang sudah ia dan suaminya simpan selama ini.

 

“Tolong banyak kenalkan mereka dengan dunia luar. Jangan memanjakan mereka dengan mainan. Usahakan kamar yang mereka tempati sangat luas untuk mereka bermain dan jauhkan barang-barang yang bisa menyebabkan mereka terluka. Jangan belikan mainan yang berbeda untuk mereka. Perlakukan mereka dengan sama.” Ri Young memaparkan banyak hal yang ia inginkan saat mengasuh si kembar, sejenak menarik napas. “Jauhkan mereka dari televisi. Buat mereka belajar walau tanpa mereka menyadarinya. Tolong dicatat.”

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya. “Aku sedang mencatatnya. Apa kau tidak lihat?” Kyuhyun mencoba tersenyum kearah Ri Young. Walau pria itu tak memegang pulpen, kertas atau ponsel, Ri Young kemudian mengangguk. Mempercayai jika Kyuhyun tengah mencatat segala informasi yang ia berikan, di hati dan pikiran pria itu. Ya. Ri Young sangat mengenal Kyuhyun.

 

“Daehan sangat mencintai kebersihan. Dia akan histeris saat berada di tempat yang terlalu kotor. Dia akan bertanggung jawab dengan saudara-saudaranya, jadi kalian bisa meminta Daehan untuk berjalan di posisi paling pinggir.” Ri Young memperhatikan Daehan yang tengah memberikan bola pada Minguk.

 

“Daehan sangat mirip denganku,” gumam Kyuhyun.

 

“Minguk memiliki athopy. Dia akan sulit tidur jadi tolong usap punggungnya sampai dia tidur pulas. Minguk sangat suka belajar dan juga dia sangat suka bernyanyi.” Ri Young membuang napas panjang. Ia seolah akan berpisah jauh dengan anak-anaknya. Bahkan air matanya nyaris jatuh walau ia hanya menatap Minguk yang berlari membawa bola dan dikejar oleh Manse dan Daehan.

 

Tiba-tiba, Daehan terjatuh. Hyuk Jae dan Kyuhyun langsung berlari dengan panik. “Mereka sangat beruntung memiliki dua ayah yang sangat sigap,” ucap Jiyeon sembari memperhatikan perlombaan para pria tadi. Ri Young hanya menunduk. Kemudian, Jiyeon menatap kearah Ri Young. “Lalu, bagaimana dengan si kembar terakhir?” Jiyeon mencoba mencairkan suasana.

 

“Manse?” Jiyeon mengangguk. “Dia sangat bebas tetapi dia akan menangis saat saudara-saudaranya menangis. Dia sangat suka membantah, tapi dia sangat polos. Jadi, kalian harus berhati-hati pada Manse. Jika kalian melarangnya, itu seperti perintah untuk dilakukan oleh Manse. Aku dan suamiku sedang mencari cara untuk membuat Manse lebih mendengarkan kami seperti saudara-saudaranya, walau kami sadar jika itu hal wajar. Mereka tengah belajar.”

 

Jiyeon mengangguk.

 

“Dua hari sepertinya sangat berat untukmu…”

 

Jiyeon tersenyum mendengar kalimat itu terlontar dari bibir mantan kekasih suaminya. “Sepertinya kau yang terlihat berat untuk melepaskan mereka. Dua hari seperti bertahun-tahun bukan?” Ri Young mengangguk setelahnya. “Untung mereka tidak menginap di rumah kami selama dua hari penuh. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana gilanya dirimu jika itu terjadi.”

 

“Semuanya.. ayo makan..” Jiyeon mencoba menyudahi sesi diskusinya dengan Ri Young. sejujurnya, hatinya masih sangat berat untuk bersikap baik pada semua orang.

 

Si kembar berlari kearah Jiyeon dan Ri Young dan Hyuk Jae serta Kyuhyun memperhatikan ketiganya dan tersenyum. “Aku tidak menyangka jika anak-anakku akan semenggemaskan itu.”

 

“Mereka anakku. Jangan lupakan itu.” Hyuk Jae menimpali. Bagaimanapun juga, Hyuk Jae belum bisa terima jika Kyuhyun mengatakan bahwa si kembar adalah anak pria itu. ya, walau kenyataannya memang benar jika Daehan, Minguk, Manse adalah anak Kyuhyun.

 

“Ya. Terima kasih untuk menerima Ri Young dan anak-anak kami. Terima kasih sudah sangat baik untuk menjadi ayah dari mereka. Itu membutuhkan kelapangan hati yang sangat luas.”

 

Hyuk Jae tersenyum membalas senyum Kyuhyun. “Maka dari itu, jangan membawa mereka menjauh dariku. Anggaplah sebagai ucapan terima kasih. Aku sudah menganggap mereka seperti anak kandungku sendiri. Makanya, aku sangat berat untuk mengijinkanmu berada dekat dengan mereka.

 

Kyuhyun mengangguk dan mencoba mempertahankan senyumnya. “Ya. Hanya beberapa bulan saja. Aku janji untuk berusaha tidak egois. Mereka anak kita. Begitu kan?”

 

Hyuk Jae mengangguk dan ia menepuk-nepuk punggung Kyuhyun sembari berjalan menuju ketiga malaikat yang akan terus mereka perjuangkan. Hyuk Jae merasa sedikit lega setelah obrolan ini. Ia benar-benar merasakan kemiripan antara Daehan dan Kyuhyun. Mereka sama-sama memiliki kedewasaan yang sangat spesial.

 

 

The End

239 thoughts on “Blue Sky After Cloudy Part 10 (END)

  1. suka banget sama ff ini terasa banget perjuangan mereka berdua pokonya sapait banget sama eunhyukkk dia udah jadi suami idaman di situu 😍😍
    kasian sama istriny kyuu dia sabar bangett sama kyuu

    Suka

  2. Fiuh…. Tarik nafas dulu abis baca ini. Hm, walaupun hal yang paling disayangkan di sini adalah ketidakjujuran Riyoung, entah kenapa aku bisa mengambil pesan lain di ff ini. Awalnya emang mikir, apa sih alasan sebenernya Riyoung ninggalin Kyuhyun? Toh Kyuhyun dan dia saling cinta, selain karna ibu Riyoung juga, mungkin dia merasa bersalah sama Kyuhyun. Dan ternyata, perasaannya, ibu Kyuhyun, dan Jiyeon. Ah, speechless baca ini. Sedihnya kerasa banget. Author pinter ngaduk2 perasaan readernya. Seharusnya sama Kyuhyun, tapi Hyukjae juga baik. Satu yang aku ambil dari ff ini adalah, memang benar ketika kita jatuh harus bangkit, namun ada kalanya kita tidak harus bangkit dan ditekan untuk meraih hal yang buat kita jatuh, kita hanya perlu bangkit dengan memilih jalan lain. Nice story!

    Suka

  3. Hallo thor aku baru gabung disini.. btw jujur aku baca ff ini setelah baca sequelnya. Desire.. baca yg sequelnya aja bikin potek.. duh baca yg ini malah bikin nangis bombay. Huhuhuhu.. btw aku suka banget thor cerita ini dari awal sampai ending sequelnya. Feel nya dapet banget.. aku aja baca ini maraton. Hihihi

    Suka

  4. Astaga. Endingnyaaa.. Aku butuh lanjutan tentang hak asuh triplet.. Arghh. Aku ga puas endingnya. Huaa..
    Hyuk Jae bener2 suami idaman.
    Aku juga masih bingung alasan Ri Young ninggalin Kyuhyun. Alasannya agak janggal. Menurutku sih. Tapi keseluruhan aku suka ff ini. Like like 😍😍

    Suka

  5. Aarrghhh.. Pelik banget permasalahan di antara Kyu-Jiyeon-RiYoung-HyukJae.. Cuma baca aja udah ngaduk2 emosi.. Gimana ngejalaninnya? :”)
    Terima kasih Authornim sudah menulis FF yg konfliknya outstanding banget. Keren!

    Suka

  6. Kok masih ga terima yah kalo mereka anaknya kyuhyun? Haha:’) ah nih ff menguras perasaan (?) wkwk yasudahlah yang penting mereka bisa saling berlapang dada dan udah mulai baikan satu sama lain^^~

    Suka

  7. Huaaaa pokoknya TOP BGT lah, jarang’ ada main cash nya hyukjae kebanyakan yadong 😒. Tapi aku dibikin baperr sama hyukjae di ff ini romantis,pengertian,setia,hah pokoknya keren bgt lah. Semangat yah semoga ada next series nya.😚😚😚😚😚

    Suka

  8. Eunhyuk bias pertamaku dan satusatunya di suju. Aku jarang dan hampir gak nemu ff maincast eunhyuk dengan sifat kayak gitu. Kebanyakan ff bias tuh yang ceritanya dia yadong terus jadi yang terintimidasi gak romantis dan sama sekali gak dewasa. Tapi ini.. Aku ngerasa jantungku kayak mau jatoh ke dasar paling bawah baca ini mungkin karena jarang ya nemuin konflik yang seberat ini dan maincastnya bias yang sukses buat saya terhura alias terharu. Mungkin ini bakalan aku baca lagi pas kangen sama bias yang mau wamil kok malah curhat intinya no comment jalan ceritanya TOP BGT hiks

    Suka

  9. tadinya sempet underestimate karena main cast-nya bukan kyuhyun takut ga dapet feel pas baca, apalagi biasanya karakter hyuk jae dibikin cowo yadong yg gabisa serius. tapi disini karakter hyuk jae jd cowo super baik. Dan aku baper bacanya 😀

    Suka

  10. akhirny semua selesai dengan baik.. kyu sama riyoung gantian buat ngejaga si kembar..
    disini aku kasian banget sama jiyeon.. banyak yang dia korbanin buat kyuhyun.. kyu cobalah untuk memandang ke arah jiyeon.. aku ingin kyu sama jiyeon juga bahagia atas pernikahanny, punya anak yang lucu kayak riyoung dan hyukjae.. ditunggu series selanjutny 😀

    Suka

  11. Yeyyyyy happy endingggg 😄
    Aku sempet takut klo kyu masih keras kepala ngerebut riyoung serta anaknya . Tp aku salut disini sm jiyeon . Dia berhati tegar wlaupun sllu disakiti tnp disengaja . Hyuk jg . Kyu jg dewasa . Akhirnya mereka bs jd kluarga yg bahagia smua nya hihi
    Ditunggu story yg lain eonni 😊

    Suka

  12. Min walupun ngegantung… tapi tetep seru dan feelnya dapet banget….
    Kalu lanjutan nya kyuhyun.. itu ceritanya beda lagi atau gk?
    Atau lanjutan kehidupan pernikahannya kyuhyun sama jiyeon?

    Suka

  13. END…
    menurutku ceritanya nggantung banget tapi ttp bagus kok ..
    baca dr part1 sampai part terakir rasanya kaya terbawa cerita.. feellnya dapet banget…
    buat author smangat trs nulus ffnya aku tunggu karya selanjutnya yang lebih spektakuler..

    Suka

  14. Daebakk., akhirnya ada jalan keluar nya.
    Tidak lupa dukungan sang suami yang buat ri young jd kuat u/ menghadapi semua’a
    Sequel dong thor tp ttg ri young,hyuk n anak” mereka aja

    Suka

  15. speechless eonn,,
    daebak lah…
    tapi ko aku malah rada pengin Hyuk Jae ninggalin Ri Young yah..
    kasihan baget sih dia… salut pokonya,,, dan buat Jiyeon yang sabar ya..
    dan buat Kyuhyun dan Ri Young semoga kalian lebih bisa mengerti pasangan masing masing…
    lanjutkan eonn saya tunggu pokonya… semangat …
    maaf eonn kalau komennya aneh,,, dan terimakasih..

    Suka

  16. Happy Endinggg~~ 😀😁 Kyu & Hyuk ternyata ayah yg sigap yah hihihi😁😂 kya nya btuh sequel nih thor hehehe😁😂 Semangat thorr~ 😄☺

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s