I’M Girl Part 9 End


Author :Rachelliu
Title :I’m Girl part 9
Genre :Romance
Rate :NC 17
Cast : -Cho Kyuhyun
-Henry Lau
-Lee haemi

Happy Reading and Enjoy and Sorry Typo..

“Dia mengambil anakku tanpa seijinku, dan mengembalikan Yeonmi tanpa nyawa serta menjauhkanku darimu Haemi.”

“ayahmu pria jahat yang membuat anakku hidup sulit, aku bahkan tak bisa bertemu dengan Yeonmi. Aku bahkan tak bisa bertemu denganmu. Maaf, aku baru mengetahui keberadaanmu nak.”

Haemi mencoba memejamkan matanya namun usahanya tak berhasil, kejadian beberapa saat lalu membuatnya benar – benar shock dan sedih. Haruskah ia membenci ayahnya karena telah membohongi dirinya dan menyembunyikan identitasnya. Ucapan Park Yongjae selalu terngiang ditelinganya sehingga memori masa lalu tentang dia dan ibunya yang hidup susah hingga ibunya meninggal terputar diotaknya membuat aliran air dimata indahnya.

Tak ada yang bisa menebak takdir itu seperti apa, tapi bisakah ia memutar waktu agar bisa melihat kejadian yang sebenarnya tentang ayah ibu dan kakeknya itu. Haemi mengusap pipi basahnya menghilangkan jejak air matanya, gadis itu bangkit dari tempat tidur dan mencari seseorang. Dia mencari kekasihnya Cho Kyuhyun. Pria itu sudah terlelap di sofa dengan wajah damai, Kyuhyun juga sangat terkejut dengan pengakuan Yongjae tapi dia tak bisa berbuat apapun kecuali menenangkan Haemi.

“kau sudah tidur.” Gumam Haemi berjongkok mengamati wajah Kyuhyun.Gadis itu mendesah kemudian berbalik dan meninggalkan Kyuhyun namun tangan panjang pria itu segera meraihnya .

“ada apa?”Kyuhyun bertanya, Haemi membalikan tubuhnya menghadap Kyuhyun.

“tidak bisa tidur.”jawabnya pelan.

Kyuhyun merubah posisinya menjadi duduk, pria itu menepuk sofa disebelahnya yang kosong agar Haemi duduk disampingnya,Haemi mengikuti saran Kyuhyun dan menyandar pada bahu Kyuhyun sembari memegang jemari Kyuhyun.

“aku ingin tidur bersamamu Kyu.”ucap Haemi mendongak, wajah Kyuhyun benar – benar terkejut. “hanya tidur saja.”koreksi Haemi . gadis itu paham akan tatapan Kyuhyun, pria itu terkekeh.

“aku tidak yakin bisa mengendalikan diriku Hae.”kali ini Haemi menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun.

“jika begitu kau tidak mencintaiku kau hanya ingin tubuhku.”degg. Kyuhyun membulatkan matanya, pernyataan macam apa itu.

“ya Tuhan, bukan begitu aku hanya takut-”

“ya sudah aku akan mencari Henry saja agar ia menemaniku tidur.”ucap Haemi enteng tanpa memperdulikan raut wajah Kyuhyun yang menegang.

“Tidak boleh!”Kyuhyun segera mencekal lengan Haemi yang akan bangkit dari duduknya “ya baiklah aku akan menemanimu.”
.
.
.
.
.
Kyuhyun benar – benar tidur seranjang dengan Haemi. Di awal memang sangat canggung dan pada akhirnya dia juga menikmati tidur sesungguhnya bersama Haemi. Pria itu bisa mengendalikan otak kelewat mesumnya itu dengan memejamkan mata terlebih dahulu. Tapi nampaknya Haemi masih membuka matanya lebar, entah apa yang ada difikirannya mungkin kejadian beberapa saat lalu dirumah Park Youngjae.

“kenapa belum tidur juga ?” Kyuhyun mendekati Haemi dan mengamati wajah gadis itu. dia sedang memandang langit – langit kamar Kyuhyun.

“kau bisa memelukku?”itu pertanyaan atau penawaran. Kyuhyun menghembuskan nafasnya, gadis dihadapannya sepertinya sedang menggoda dirinya yang rapuh.

Kyuhyun mengangguk kemudian memeluk Haemi, darahnya benar –benar berdesir dan jangan lupakan detak jantung Kyuhyun yang memompa begitu cepat. Haemi menyembunyikan wajahnya didada bidang Kyuhyun seolah mencari perlindungan dalam dekapan pria yang saat ini disayanginya. Namun tak disangka gadis itu terisak pelan tubuhnya sedikit bergetar menahan tangisnya membuat Kyuhyun terkejut dan tanpa sadar mengelus punggung Haemi dengan sayang. Dia tidak tega melihat gadisnya menangis karena kebohongan ayah tercintanya.

“jangan tinggalkan aku Oppa.”gumam Haemi pelan dengan isakan pilu, serapuh inikah gadis yang dulu pernah menjinakannya.

Kyuhyun melepas pelukannya dan meraih wajah Haemi “tidak akan.”gumam Kyuhyun memandang wajah Haemi kemudian mengecup singkat bibir Haemi dan mengusap pipi Haemi yang basah. “tidurlah Haemi.”

Kyuhyun merengkuh tubuh Haemi kembali dan mengelus punggung Haemi hingga isakan Haemi terhenti dan gadis itu tertidur dengan nafas teratur. Gadis yang dianggapnya memiliki kekuatan super ini ternyata sangat rapuh dan lemah. Sifat mandiri dan kuatnya ini hanyalah topeng untuk melindungi dirinya, apa ini yang ingin disembunyikan ayah Haemi.

***

Junhae dan ayah Kyuhyun tiba di Seoul, setelah mengantar sang majikan kerumahnya dengan segera ia menuju apartemen Kyuhyun setelah bertanya pada nyonya Cho tentang keberadaan putra mahkotanya itu, pria itu benar – benar cemas dengan tidak datangnya Kyuhyun dan Haemi di Bandara seperti janji mereka kemarin yang akan menjemputnya. Junhae mengemudikan mobil ayah Kyuhyun dengan kecepatan tinggi. Dia gelisah dan merasakan sesuatu terjadi pada putri semata wayangnya, ia berharap Kyuhyun tak mengetahui identitas Haemi yang sebenarnya.

Dia telah berada didepan pintu apartemen Kyuhyun kemudian menekan bel apartemen Kyuhyun pelan. Tak berapa lama pintu terbuka dengan seorang gadis yang sangat dikenalinya. Dia Haemi, anak perempuan yang dicemaskannya. Haemi diam mematung tanpa mengedip melihat sosok ayahnya, biasanya dia akan memeluk ayahnya tapi kali ini gadis itu hanya menatap terkejut sang ayah.

“appa.” Ayahnya langsung menarik Haemi dalam pelukannya. Dia benar – benar merindukan anak tercintanya itu.

Kyuhyun diam sambil memperhatikan Haemi dan Junhae, dia ingin melihat tamu tak diundang siapa lagi yang pagi – pagi datang ke rumahnya, berharap itu bukanlah Henry yang merubah fikirannya. Ternyata dugaannya salah tamu mereka adalah Ayah gadisnya, Lee Junhae.
.
.
.
.
.
Junhae membawa Haemi kembali kerumah kecil mereka, rumah yang dibelikan keluarga Cho untuknya namun sudah hampir berminggu – minggu ini tak pernah ditempatinya dan Haemi karena pekerjaan mereka. Haemi tak bicara apapun kepada ayahnya, biasanya gadis itu sangat antusias dengan oleh – oleh maupun cerita ayahnya. Ayah Haemi memang sering ke luar negeri untuk menemani tuan Cho ayah Kyuhyun. Melihat sikap Haemi yang diam saja membuat Junhae berdehem pelan.

“kau tidak menanyakan tentang buah tangan?” Haemi menoleh pada ayahnya kemudian bibirnya tertarik sedikit. “kau masih menyukai susu stroberikan?” kali ini Haemi menaikan alisnya, apa maksud pertanyaan aneh ayahnya. Laki – laki itu mendekat dan memberikan sekotak susu stroberi pada putrinya.

Haemi menerima susu kotak itu tapi tidak meminumnya melainkan menaruhnya di meja“berbagi ceritalah dengan appamu ini Hae.” Haemi menoleh dan memandang ayahnya, tidak mungkin pria selembut dan begitu penyayang seperti ayahnya menyakiti orang lain apalagi ibunya.

“maaf tidak menjemputmu dibandara.”ucap Haemi pelan.

“tidak masalah nak, appa hanya sangat cemas padamu karena kita hampir kehilangan kontak selama berminggu – minggu.” Haemi tidak tau saja jika ayahnya mengawasinya lewat sahabatnya Henry.

Haemi ingin menanyakan tentang masa lalu ayah dan ibunya namun bibirnya kelu untuk mengucapkannya. Dia takut kenyataan yang didapatnya. Ayahnya adalah seorang pria yang tega memisahkan anak dan ayahnya dengan paksa itu membuat hatinya sakit. Jika benar begitu Park Yeonmi tak seharusnya mengalami kesulitan hingga ia gagal operasi dan meninggal karena bersama dengan Junhae.

“setelah kau lulus kita akan pindah ke luar kota.”Haemi mengerutkan kembali alisnya. “appa akan mengundurkan diri dan menjadi seorang pedagang kembali dan kau bisa melanjutkan karirmu -”

“aku tidak mau pindah.”ucap Haemi cepat memotong perkataan ayahnya membuat pria itu diam “aku sudah nyaman berada disini. Aku ingin melanjutkan karirku disini appa dan-”

“tidak bisa.”

“wae?” Haemi tak pernah menentang perkataan ayahnya tapi kali ini gadis itu siap memberontak. “aku sudah besar appa berikan aku pilihan. Jangan terus memaksaku untuk menurutimu.” Junhae terhenyak sejenak, apa yang terjadi dengan Haeminya. Gadis itu menentang dengan nada tinggi.

“kau harus-”

“TIDAK, sebutkan alasanmu kenapa kita harus pindah kembali?” Junhae diam, “kenapa?” ulang Haemi dengan wajah memerah, sungguh dia tidak ingin meneriaki ayahnya.

“kau tidak ingin aku bertemu dengan Park Youngjae bukan?”degg, Junhae menatap Haemi tak percaya. Jadi Haemi sudah mengetahui kebenarannya. “aku sudah mengetahui semuanya.”

Junhae masih diam tak mengatakan apapun, Haemi telah terisak dihadapannya dengan sangat memilukan. “Aku melakukan itu karena aku sangat mencintai ibumu Haemi.”

“kenapa appa jahat sekali?”gumam Haemi pelan dengan berurai air mata. “aku sungguh merasa bersalah eomma menjalani hidup dengan penuh tekanan hingga ia meninggal.”

“maaf, maafkan aku.”mohon ayahnya. “aku tak seharusnya memaksa ibumu untuk bersama denganku.”

Junhae ikut menangis meratapi kesalahannya. Dia tidak akan memaksa Haemi lagi cukup istri tercintanya yang menjadi korban ke egoisannya, Ibu Haemi meninggal karena gagal operasi akibat penyakit jantung. Alasanya klasik tidak memiliki biaya dan terlilit hutang dan yang lebih parahnya lagi dulu ketika usia Haemi masih remaja gadis itu sempat beberapa kali hampir diperkosa. Itu membuat gadis itu trauma dan mengubah dirinya menjadi seperti pria.

***

Haemi menggeliat dari tidurnya, setelah perdebatan sengitnya dengan ayahnya semalam berakhir gadis itu memutuskan untuk mengurung dirinya dikamar, berharap tak ada bentakan dari mulutnya untuk ayahnya, sungguh ia tidak tega harus terus – terusan menyalahkan ayahnya tapi itulah fakta yang sesungguhnya. Haemi sangat kecewa atas perbuatan ayahnya.

Gadis itu berjalan keluar kamarnya berniat mencari ayahnya dan ingin melakukan perdamaian serta penjelasan yang lebih akurat dari ayahnya. Dia sangat emosi semalam tak bisa mengendalikan dirinya rasanya dirinya ingin terus – terusan mengumpat karena perbuatan ayahnya itu. dan sungguh seberapa salahnya Junhae dia tetap menyayangi ayahnya. Haemi berjalan kekamar ayahnya namun sebelum kakinya tiba di depan pintu pria itu, ia menemukan selembar surat yang tergeletak di meja tamu mereka.

Aku sangat mencintaimu ibumu,  Dia juga mencintaiku. Aku yakin kau sudah merasakannya ketika ibumu masih ada. Namun ayahnya benar – benar tak setuju dengan hubungan kami, dia bersikeras memisahkan kami. Jadi aku dan ibumu memutuskan untuk menikah diam – diam dan pergi sejauh mungkin tanpa diketahui oleh ayahnya. Pria itu mencoba mencari kami sehingga kami harus hidup berpindah – pindah dan tak lama kau hadir di tengah – tengah kami itu hal yang paling luar biasa untukku dan ibumu.

Ibumu tak memberitahuku tentang penyakit jantungnya, aku berusaha keras mengobatinya meskipun sudah terlambat mencari uang untuk pengobatannya serta kehidupan kita. Sungguh aku sangat menyayangimu dan ibumu aku tak bermaksud menyembunyikan apapun darimu aku hanya ingin kau bahagia Haemi. Jika kau berfikir aku jahat karena memisahkan ibumu dan dirimu dari Park Youngjae aku tak masalah.kau sudah dewasa dan bisa menjaga dirimu dengan baik aku senang akan hal itu. Berbahagialah anakku, kejar impianmu.

Maafkan Appamu ini sayang..

Air mata Haemi sudah tak terbendung lagi, gadis itu meremas surat yang diberikan ayahnya. Bahunya bergetar hebat sambil menggigit bibirnya dia ingin menangis kencang dan berlari memeluk ayahnya namun pria itu telah pergi meninggalkannya sendiri.

“Appa. Mianhe.”

.
.
.
.
.
Henry memasuki kediaman Haemi dan ayahnya tanpa permisi pria itu sudah terbiasa datang kemari dan menemani Haemi. Tapi kali ini ia ingin bertemu Junhae karena kemarin pria paruh baya itu mengabari ibunya jika dirinya akan pulang ke Seoul dan segera membawa Haemi pulang dan memutuskan pekerjaan Haemi. Itu melegakan untuk Henry meskipun dia sudah mengetahui hubungan khusus Haemi dan Kyuhyun.

Langkah Henry terhenti tatkala melihat Haemi berlutut sambil terisak pilu. Dia segera berlari cepat menghampiri Haemi hingga gadis itu mendongak dan menatapnya sedih. Henry berjongkok mendekati Haemi, gadis itu memberikan surat yang sudah tak berbentuk itu kepada Henry. Henry membaca surat tersebut dengan ekspresi terkejut setelah dan menatap Haemi prihatin.

“appaku pengecut. Dia meninggalkanku sendiri.hikss..hikss.”gumam Haemi dengan terisak. Henry menarik Haemi kedalam pelukannya dan menenangkan gadis itu “apa yang harus aku lakukan Henry?” Haemi mencengkram kaos belakang Henry.

“kau harus melanjutkan hidupmu Hae, kita akan mencari appamu.”ucap Henry menenangkan Haemi. “jika kau terus menangis seperti ini itu tidak akan membuat semuanya membaik.”Haemi memejamkan matanya dia mengingat semua kisah hidupnya bersama ayah tercintanya itu.

“aku menyalahkan dia. Aku yang bodoh. Ini salahku.”

Henry menjauhkan wajah Haemi merengkuh wajah gadis itu dengan kedua tangannya“heyy, heyy.. kenapa kau jadi seperti ini? Tidak ada yang salah Haemi. Dengar. Ajhussi teramat mencintaimu dan ibumu, dia hanya ingin kau bahagia. Itu hal yang wajar jika kau bersikap seperti itu karena kau tak tahu apa – apa Haemi-yaa.”

“Tapi karena aku dia-”

“berhenti menyalahkan dirimu itu hanya akan membuang – buang waktumu Hae. Kita akan mencari ayahmu. Aku bersamamu, kau dengar. Aku bersamamu.” Haemi masih terisak ia menatap pilu Henry kemudian mengangguk pelan.

***

Tujuh bulan kemudian

Kyuhyun berkali – kali melirik arloji mahalnya, dia sedang mengantar Haemi ke salon untuk berdandan padahal dari awal Kyuhyun sudah mengatakan jika Haemi tidak harus berdandan karena dengan polesan sederahana tangannya saja gadis itu sudah sangat rupawan tapi Haemi bersikeras memaksa Kyuhyun untuk mengantarnya karena menurutnya ini acara penting, dia lulus dan akan di wisuda.

Omong – omong tentang lulus, Haemi sudah merampungkan studynya dan dia menyelesaikannya dengan nilai memuaskan tentunya dengan semangat penuh dari Kyuhyun dan keluarganya. Dia dan Kyuhyun telah direstui oleh orang tua Kyuhyun. Haemi sekarang tinggal bersama Park Youngjae, kakek yang selama ini tidak diketahuinya meskipun hidupnya terlihat begitu membahagiakan tapi percayalah gadis itu masih menyimpan luka dan bersalah terhadap ayahnya. Dia sangat merindukan ayahnya berharap pria itu ada di hari kelulusannya tapi sepertinya itu hanya mimpi karena selama lebih dari tujuh bulan dia mencari keberadaan ayahnya pria itu tak bisa ditemukan. Ia takut sesuatu terjadi pada ayahnya.

Haemi berdiri tepat didepan Kyuhyun dengan gaun cokelat muda selutut dan rambut tergerai indah, rambutnya sudah sepanjang bahu tidak seperti dahulu. Melihat Kyuhyun duduk sambil tertidur dan menutupi wajahnya dengan majalah membuat gadis itu terkikik geli, selama itukah ia hingga kekasihnya tidur pulas. Dengan jahil Haemi mengambil majalah yang ada diwajah Kyuhyun, dia menyampirkan rambut – rambut halus Kyuhyun kemudian meniup pelan wajah Kyuhyun.

“kau berniat membangunkan pangeran tampan dengan ciuman seperti cerita dongeng.”Haemi membulatkan matanya ketika mengetahui Kyuhyun ternyata terbangun dan sedang menatap matanya penuh selidik.

“Ti..ti..tidak.”gadis itu jelas tergagap.

Dengan gerakan cepat Kyuhyun menarik tengkuk Haemi dan meraih bibir Haemi hingga gadis itu ada dipangkuannya. Semua orang yang berada diruangan tersebut memperhatikan mereka dengan ekspresi berbeda. Meskipun ini salon mahal tapi tetap saja ini tempat umum jadi mereka tak harus melakukan hal pribadi itu. dengan kesadaran penuh Haemi mendorong dada bidang Kyuhyun agar menjauh darinya namun Kyuhyun malah semakin mempererat pelukan dan memperdalam ciumannya hingga menjadi tontonan gratis para  pelanggan maupun pegawai salon. Merasa puas mengerjai kekasihnya Kyuhyun melepas bibirnya, hingga Haemi tersengal karena kehabisan oksigen.

Haemi masih tersengal dengan wajah kesal menatap Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun tersenyum jahil melihat ekspresi Haemi. “keterlaluan sekali.”gumam Haemi, berniat mengangkat tubuhnya dari pangkuan Kyuhyun. Pria itu terkekeh dan menahan pinggang Haemi hingga gadis itu melotot.

“Oppa-” rengek Haemi, Kyuhyun terkekeh lagi dan melepas pelukannya .

“Jangan coba – coba mngerjaiku.” bisik Kyuhyun ditelinga Haemi setelah bangkit dari duduknya, dan pria itu berlalu setelah mengecup pipi Haemi perlahan hingga membuat Haemi menahan malu dihadapan orang – orang yang memperhatikannya.

“Lee Haemi.”ucap Kyuhyun menoleh ke arah Haemi.  “kau mau tetap disitu atau aku melakukan hal lain padamu.”glekk, Haemi menggeleng cepat dan segera berjalan dengan setengah berlari. Kyuhyun memang benar –benar keterlaluan, tega – teganya ia mengerjai kekasihnya hingga semalu itu.

***

Henry berjalan mondar – mandir didepan ibunya hingga wanita paruh baya itu kebingungan melihat tingkah anaknya tersebut. Sesekali dia melirik ke arah pintu masuk aula besar yang sudah riuh dengan banyak orang. Hari ini dia akan di wisuda berbarengan dengan Haemi. Dan pria itu sedang menunggu kehadiran teman istimewanya tentu saja.

“bisa tidak jika kau diam Henry-yaa, kau membuat eomma pusing.”Ibu Henry bersuara dengan tangan memegang dahinya seakan memberi tahu anaknya jika ia pusing melihat tingkah Henry.

Henry menghentikan kegiatannya ia menatap ibunya dengan sendu “dia sepertinya tidak datang Eomma.”gumam Henry melemaskan bahu kemudian menyandarkan kepalanya dibahu sang ibu.

“siapa yang kau maksud?” Ibu Henry mengelus rambut anaknya.

“Ya Tuhan, benar kata Haemi kau manja sekali.”pekikan seseorang mengagetkan Henry dan ibunya. Refleks Henry menjauhkan dirinya dari sang ibu dan meperhatikan orang itu, mata sipitnya langsung berbinar. Melihat ekspresi Henry ibunya tersenyum penuh makna.

“ku kira kau tidak datang Jae-yaa.”ucap Henry tersenyum malu. Gadis itu hanya terkekeh.

“Annyeong Eomunim, aku Minjae. Maaf baru bisa menemui anda.”sapa Minjae pada ibu Henry diikuti senyum manis diwajah rupawannya.

“tidak masalah nak.”ibu Henry tersenyum dan melirik putranya sekilas ada rona kebahagiaan diwajah Henry.

“aku tidak menyangka pria ini sangat manja pada ibunya.”ledek Minjae pada Henry pria itu mendnegus.

“bilang saja kau iri.”gumam Henry seperti bocah kecil yang sedang memamerkan ibunya.

“maaf Minjae, terkadang Henry memang kekanakan.” Henry menoleh pada ibunya dan mendengus, bisa – bisanya ibunya membuka aib Henry. Minjae tersenyum, dia memang iri melihat keharmonisan Henry dan ibunya karena jujur ia jarang sekali bertemu dengan ibunya.

“tidak apa – apa, Henry oppa memang menggemaskan eomunim.”kekeh Minjae, membuah Henry lagi – lagi tersipu.

“eomunim, apa aku boleh mendaftar menjadi calon menantumu?” tiba – tiba tawa renyah mereka terhenti dan tergantikan dengan wajah terkejut. Henry dan ibunya membulatkan matanya secara bersamaan menatap Minjae. Seakan meminta penjelasan lebih dari ucapan gadis cantik itu.

Minjae menggaruk tengkuknya karena rasa malu, gadis itu tersenyum canggung pada kedua orang yang masih diam karena keterkejutan mereka. Gadis itu memang sangat jujur dan blak – blakan tentang perasaannya. Dikala mereka diliputi rasa canggung, Haemi dan Kyuhyun datang bergandengan.  Mereka berdua memperhatikan sesuatu yang terjadi diantara Henry, Minjae, dan ibunya. Keduanya saling melirik sebelum akhirnya bergabung bersama mereka.

“ada apa ini?”Haemi berucap, Minjae tersenyum canggung menatap kedatangan Kyuhyun dan Haemi.

“ahh, tidak. Haemi, aku sedang berkenalan dengan eomunim.” Haemi dan Kyuhyun terkekeh, baru pertama bertemu saja Minjae sudah terlihat begitu akrab dengan ibu Henry.

Henry tersenyum mendengar jawaban Minjae “Park Haraboji tidak datang Hae?” ibu Henry menanyai Haemi. Meskipun ayah Haemi yang notabene sahabatnya itu pergi meninggalkan putrinya, Ibu Haemi tetap memperlakukan Haemi seperti anaknya sendiri. Wanita paruh baya itu sempat kecewa pada Lee Junhae karena menjadi pengecut dengan meninggalkan Haemi tapi dia meyakinkan dirinya jika Lee Junhae memiliki alasan kuat meninggalkan putrinya.

“dia datang telat bi, ada keperluan mendadak.”gumam Haemi.

“seharusnya kakekmu sudah pensiun Hae-yaa. Aku siap membantu jika dibutuhkan. Bilang padanya aku mau menjadi cucunya.” Ucap Henry. Kyuhyun tersenyum sinis mendengar gurauan Henry.

“kau berniat menjadi cucu menantunya maksudmu?”Tanya Kyuhyun dengan nada sinis. Minjae dan Haemi serta ibu Henry menoleh ke arah Kyuhyun, pria itu terlihat sangat serius ketika mengucapkan pertanyaannya dan Henry, pria itu malah terkekeh geli.

“Ya Tuhan, kau sensitive sekali Hyung.”ledek Henry masih terkekeh pelan “aku hanya bercanda. Kalaupun itu terjadi aku tidak berminat lagi pada Haemi, kau taukan aku sudah memiliki seseorang yang bisa dibilang lebih segalanya dibanding kekasih abstrakmu ini.” Henry melirik Haemi sekilas, gadis itu mengumpat kesal. Bisa – bisanya Henry mencelanya seperti itu. bukankah dulu pria itu mati – matian memisahkannya dengan Kyuhyun.

Henry menghampiri Minjae dan merangkul pundak Minjae membuat gadis itu terkesiap “kekasihku cantik dan lucukan Eomma?” Ucap Henry membuat wajah Minjae tersipu. Ibu Henry mengangguk dan terkekeh.

Kyuhyun tersenyum melihat tingkah Henry, wajah tegangnya kembali normal sedangkan Haemi tersenyum sinis karena Henry merendahkannya tadi. “Choi Minjae, dia itu cassanova jangan terlalu percaya padanya.”gumam Haemi, mereka semua tertawa.

“Lee Haemi…” teriakan seseorang mengintrupsi kegiatan mereka. Haemi menoleh dan mendapati ketiga laki – laki yang berjalan menghampirinya dengan senyum yang menghiasi wajah tampan mereka.

“Lee Oppa, kalian datang?” ucap Haemi berbinar, Kyuhyun terlihat tidak suka dengan kedatangan ketiga laki – laki yang selalu membuat Haemi berpaling darinya. Henry ikut menyapa para Hyungnya tersebut bersama ibunya dan Minjae tapi Kyuhyun tetap diam dan tak bergeming ditempatnya.

Sudah pria itu katakan dulu, jika dia tidak suka melihat Haemi begitu dekat dengan laki – laki manapun pengecualian ayah dan Kakeknya. Haemi memang sering menceritakan tentang ketiga kakak laki – laki yang selalu membantunya dahulu namun diluar dugaan Kyuhyun, gadis itu sangat dekat dengan ketiga laki – laki tersebut.  Sehingga harus berpelukan seperti itu, Kyuhyun terlihat gerah dan ingin sekali membawa Haemi pulang.

“Oppa, Kenalkan ini Cho Kyuhyun.”ucap Haemi kepada ketiga laki – laki yang dianggapnya kakak tersebut. Donghae menyapa Kyuhyun lebih dulu diikuti Hyukjae dan Sungmin.

“Kau cantik sekali Haemi.”puji Donghae membuat Haemi tersenyum malu, melihat ekspresi Haemi Kyuhyun mendekat ke arah Haemi dan melingkarkan tangannya dipinggang Haemi. Melihat hal itu Henry tertawa, dia tahu Kyuhyun sedang mati – matian menahan marah. Meskipun hubungannya dengan Kyuhyun tidak terlalu harmonis tapi Henry tau seperti apa karakter Kyuhyun.

“aku rasa acaranya akan dimulai.” Kyuhyun melirik Haemi “ayo kita kesana.”tambah Kyuhyun, seperti tau apa yang Kyuhyun fikirkan Haemi mengangguk. Dia tau kekasihnya sedang cemburu.

.
.
.
.
.
Nama Haemi dipanggil untuk maju ke podium, gadis itu melepas genggaman tangannya dari tangan Kyuhyun karena sedari tadi ia gugup dan berinisiatif menautkan jari mereka. Dia meminta semangat dari Kyuhyun dan kakeknya yang berada disebelahnya sebelum berjalan ke atas panggung. Dia benar – benar gugup. Para professor menunggu kedatangan Haemi bersiap memberi selamat dan menyampirkan toga biru yang dipakainya.

Haemi mendapatkan nila terbaik difakultasnya, gadis itu berkesempatan memebrikan sebuah sambutan singkat untuk teman – teman dan para professor pembimbingnya selama ini. Gadis itu memegang mikropon dengan gemetar. Dia memejamkan matanya hingga terlintas wajah ayahnya yang menyemangatinya ketika dahulu ia masuk kuliah. Dia benar – benar merinduka pria itu.

“Aku Lee Haemi dari fakultas Ekonomi, sangat berterima kasih kepada semua orang yang telah menyemangatiku hingga mendapatkan nilai terbaik di angkatanku, dan terutama untuk-” Haemi menahan kalimatnya memperhatikan tamu dan teman – temannya, berharap ada seseorang yang datang dan mengucapkan selamat padanya.  Dan matanya tiba – tiba membulat melihat sosok tak asing lagi dimatanya, seseorang yang tujuh bulan ini tidak ditemuinya. Tidak butuh waktu lama untuk mengenali ayahnya sendiri, Haemi sangat tahu jika pria dengan jas lusuh itu adalah ayahnya “ Appa-” teriak Haemi membuat orang – orang dihadapannya memandang terkejut padanya.

Haemi meninggalkan podium dengan sedikit berlari karena pria itu terlihat beranjak dari kursinya “maaf pak, aku titip ini sebentar.”gumam Haemi menyerahkan Toga beserta piagamnya pada seorang panitia acara tersebut. Para tamu menatap kepergian Haemi dengan penasaran, sedangkan Kyuhyun dia terlihat keluar dari kursinya dan mengikuti Haemi.

Park Youngjae tersenyum samar mengetahui kehadiran menantu yang tak direstuinya itu “seharusnya kau menyelesaikan masalahmu bukan selalu berlari dan menjadi pengecut Junhae.”gumam Kakek tua itu. kemudian ikut bangkit dari duduknya dan menyusul Haemi dan Kyuhyun.

Henry juga berniat menyusul mereka tapi tangan ibunya menahan pergelangan tangannya “duduklah Henry! Itu bukan masalahmu, biarkan Haemi menyelesaikan masalahnya bersama keluarganya.” Henry diam mendengar ucapan ibunya, pria itu kembali duduk dan diam pada posisinya, ibunya benar itu bukan masalahnya lagi. Dia harus berhenti mengkhawatirkan Haemi.

***

Merasa lelah karena terus berlari akhirnya Junhae menhentikan kakinya. Ia duduk ditaman kampus belakang berharap Haemi tak menemuinya, dia tidak mau membuat Haemi tahu keberadaannya. Lalu untuk apa ia datang ke acara kelulusan anaknya jika tidak ingin bertemu. Tidak bisa dipungkiri ia sangat merindukan Haemi, bohong jika ia berkata ingin Haemi bahagia dengan meninggalkan gadis itu bersama kakeknya.

Junhae menghela nafas, ia yakin Haemi tak akan mengejarnya lagi. Senyum miris terukir dibibirnya mengingat anak tercintanya bahagia, dia juga ikut bahagia tapi rasanya tidak lengkap jika tidak memeluk dan mengucapkan selamat langsung pada putri kebanggaannya, sungguh ia menyesal atas kebohongan yang ditutupinya dari Haemi. Rasanya Tuhan telah memberikan balasan terhadapnya dengan memisahkan dirinya dan Putrinya.

“Appa.”suara itu menyadaran lamunan Junhae, pria itu berbalik mendapati putrinya dengan wajah sedih.

Junhae bangkit dari duduknya dan menghampiri Haemi, mereka diam sesaat sebelum akhirnya Haemi berucap dengan tangis yang ditahannya “kenapa meninggalkan aku?” beruarailah air mata gadis itu. “kenapa tak mengatakan yang sejujurnya padaku?”

“Hae-”

“kau tahu aku mencarimu kemanapun, kau tinggal dimana? Apakah Appa makan dan hidup dengan layak?” Haemi melontarkan pertanyaan bertubi – tubi pada ayahnya tanpa sempat pria itu menjawabnya.

Dengan gerakan perlahan Junhae menghampiri Putrinya dan memeluk gadis itu dengan sayang, dia juga menitikan air mata. “Maafkan aku Hae, aku bukan Appa yang baik untukmu. Aku memang pengecut.” Haemi menggeleng, ayahnya bukanlah seorang pengecut. Ia hanya mempertahankan cintanya apa itu salah.

Melihat Haemi dan Junhae saling melepas rindu, Kyuhyun menghentikan langkahnya. Pria itu mengamati keduanya dalam kebisuan. Dia tidak mau mengganggu momen pertemuan Haemi dan ayahnya. Meskipun Kyuhyun pria posesif tapi ia sangat menghargai privasi kekasihnya. Kyuhyun berniat meninggalkan Haemi dan ayahnya, pria itu berbalik dan mendapati Park Haraboji yang juga memperhatikan mereka. Ia terkejut, bagaimana jika Youngjae balas dendam terhadap ayah Haemi karena telah memisahkan dirinya dan anaknya.

Pria tua itu berjalan melewati Kyuhyun, dia menghampiri Haemi dan ayahnya yang masih memeluk dan terisak. Ini benar – benar seperti drama. Namun Haemi dan Junhae belum menyadari kehadirannya, mereka masih hanyut dalam rasa rindu dan masalah mereka. Hingga suara berwibawa itu terdengar dan mengintrupsi mereka.

“Lee Junhae.”degg, ayah Haemi menegang. Ia hafal suara khas itu. Haemi melepas pelukan ayahnya dan menoleh ke arah kakeknya. “bisakah tidak menjadi pengecut yang hanya menyakiti wanita – wanita kesayanganku.”kalimat itu seolah menohok Junhae. Rasanya Youngjae benar – benar akan mengeksekusikannya.

“maafkan aku Aboenim.”gumam Junhae dengan suara bergetar.

“aku tidak bisa memaafkanmu-”Haemi dan Junhae sontak menatap Youngjae terkejut termasuk Kyuhyun yang berada tak jauh dari mereka. laki – laki tua itu sungguh menaruh dendam padanya. “jika kau pergi lagi dari putrimu dan terus memaksakan kehendakmu padanya.”tambahnya, Youngjae dan Haemi saling melirik. Apa maksud uacapan pria tua dihadapan mereka.

“Haraboji-”

“Aku memaafkanmu Junhae. Dan maafkan aku telah membuat kalian seperti ini. karena ke egosianku Yeonmi dan Haemi harus hidup menderita.”ucapnya pelan dengan wajah bersalah, Haemi dan ayahnya memandang tidak percaya apa yang diucapkan Youngjae. “selama kau pergi. Anakmu seperti kehilangan setengah nyawanya. Dia teramat menyayangimu, maaf membuat semuanya rumit.”

“Aboenim. Tidak, ini semua salahku seharusnya aku tidak-”

“Yeonmi sangat mencintaimu, aku tahu itu. dan tidak seharusnya aku menentang hubungan kalian dulu. Seandainya waktu bisa ku putar aku tak akan menghalangi hubungan kalian.” Youngjae tersenyum miris, Haemi menghampiri kakeknya dan menggenggam lengan keriput itu.

“sudahlah, kita sudah saling memaafkan. Dan biarkan Eomma di surga dengan tenang.”gumam Haemi yang dibalas senyuma oleh kedua laki – laki yang disayanginya itu.

“Cho Kyuhyun, kemarilah!” ucap Youngjae setengah berteriak pada Kyuhyun. Jelas Kyuhyun kaget dan pria itu langsung menghampiri mereka bertiga.

“ada apa Haraboji?”

“kau tidak bosan menjadi penonton, tidak berniatkah kau menjadi pemeran utama sebagai cucu menantuku?” tiba – tiba suasana menjadi canggung, wajah Haemi semakin memerah karena menangis dan malu sedangkan ayah Haemi, pria itu tersenyum.

“maksudnya?”jawab Kyuhyun canggung dan berpura – pura tak mengerti.

“Jika kau tidak berniat, aku akan menjodohkan cucuku dengan Choi Siwon dan-”

“Yakk Park Haraboji, aku akan segera menikahi cucumu.”ucap Kyuhyun cepat memotong kalimat Youngjae. Junhae dan Youngjae terkekeh sedangkan Haemi menggigit bibirnya karena malu. Kyuhyun menggaruk tengkuknya sambil tersenyum kikuk.

***

Haemi melumat bibir Kyuhyun lembut tanpa adanya  balasan dari Kyuhyun. Merasakan sensasi kecupan dari kekasih yang biasanya ia paksa untuk menciumnya. Tangan gadis itu bertengger manis di leher Kyuhyun dan mereka duduk dalam posisi Kyuhyun memangku Haemi, posisi yang benar – benar intim. Kepala Haemi berubah kekiri dan kekanan tapi Kyuhyun masih diam tanpa membalas. Biasanya pria itu yang paling antusias jika menyangkut hal seperti ini. Tapi lihatlah kali ini Kyuhyun hanya merasakan dengan tangan melingkar cantik dipinggang Haemi.

Haemi melepas bibirnya setelah puas melumat bibir Kyuhyun dan anehnya Kyuhyun mengernyitkan dahinya seperti orang kecewa “kau sekarang percayakan jika aku benar –benar sudah menjadi seorang perempuan seutuhnya?” gumam Haemi, tangannya masih melingkar di leher Kyuhyun dengan posisi yang masih sama dipangku kekasihnya.

Kyuhyun tersenyum mengejek “ belum.” Jawaban Kyuhyun membuat Haemi terkesiap. “aku akan percaya jika kau dan aku-” kalimat Kyuhyun menggantung, bibirnya langsung meraup bibir Haemi yang masih basah karena ciumannya barusan. Ciuman Kyuhyun  sedikit menggebu membuat Haemi kewalahan membalas ciuman prianya itu, he is good kisser.

“aku menginginkanmu Hae.”bisik Kyuhyun ditelinga Haemi dengan nada sensual, Haemi bergidik dibuatnya darahnya berdesir merasakan nafas hangat Kyuhyun ditelinganya seakan menggelitik birahinya.

Kyuhyun menghadapkan wajahnya pada Haemi yang sedang mengatur nafasnya kemudian membenturkan dahinya dengan dahi milik Haemi. Gadis itu melirik ke arah Kyuhyun begitupun sebaliknya “ Bolehkah?” Tanya Kyuhyun dengan nafas saling beradu dengan Haemi. Gadis itu diam setelahnya mengangguk membuat Kyuhyun berbinar bahagia.

End

Haha sumpah ceritanya gaje yaa. Maaf yahh aku lemot banget kirim fiksinya readers. Tapi makasih ya udah mau nyempetin baca dan komen. Semoga masih bisa nulis Fiksi lain dan dibolehin kirim kesini lagi sama kakak adminnya.

161 thoughts on “I’M Girl Part 9 End

  1. aku tuuh duly2 gaselesai baca ini krn gatau updateannya lol super kudate. aku baru baca2 lagi dan baru tau endingnya sedih deh kalo udh kisah orangtua. suka suka ceritanya

    Suka

  2. berharap sih sampai mereka nikah terus hidup bahagia dengan keluarga kecil mereka,tapi tak apa cerita nya bagus.. suka banget.. good job thor… semangat nulis..

    Suka

  3. maaf..ninggalin jejak di part ini..
    yee akhirnya happy ending..tpi ngantung endingnya thour butuh sequel nich mana lom meried trus keakrapan ayah dan kakeknya haena.. ditunggu ya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s