They Who Belong to That Position Part 9 (END)


Author: OkadaKana

Title: They Who Belong to That Position (Part 9 – LAST PART)

Category: NC-17, Yadong, Romance, Chapter

Cast:   Cho Kyuhyun, Choi Ji Ah (OC)

Other Cast:
Choi Minho, Choi Siwon, Jung Yonghwa, Bang Minah, Bang Minsoo, Bae Suzy, etc.

Disclaimer:

Tema, lokasi, beberapa plot, situasi sekolah dan latar belakang FF ini terinspirasi dari drama The Heirs / The Inheritors / 왕관을 쓰려는 자, 그 무게를 견뎌라 – 상속자들. FF ini tidak dibuat persis dengan The Heirs. Tokoh dan karakter dalam FF ini juga berbeda. Alur cerita FF ini adalah hasil pemikiran dari author. Ini adalah FF pertama author. Jadi, mohon maaf jika ada kesamaan nama, tokoh, karakter, cerita, atau apapun dalam FF ini. Author sudah berusaha sebisa author untuk menghindari typo. Tapi, author juga manusia yang bisa salah, jadi mohon dimaklumi. No bash, smart comments and critics always accepted. Personal message bisa langsung ke email author di kadanao21@yahoo.com, personal message kamu, akan langsung author balas dengan senang hati. Ini adalah part terkahir dari They Who Belong to That Position, selamat membaca…

 

 

 

 

 

 

Review part 8

“Cho Kyuhyun mariyeyo… (berbicara tentang Cho Kyuhyun…) Benarkah kami sudah bertunangan sejak kecil? Sejak bayi?”

“Ne. Agassi dan Kyuhyun doryeonnim memang sudah bertunangan sejak kecil…”

“Ahjussi… aku mohon. Semua orang seolah menyembunyikan kebenaran dariku.”

“Setelah 2 hari anda menjadi siswi di Empire School, Kyuhyun doryeonnim datang menemui Presidir dan Siwon doryeonnim di perusahaan. Siwon doryeonnim sudah mengetahui tindakan pem-bully-an yang anda alami di sekolah. Saat itu Siwon doryeonnim bermaksud memberitahukan semuanya pada Presidir. Tapi Kyuhyun doryeonnim menghentikannya.”

“Cho Kyuhyun tahu tentang perjodohan ini sejak awal?”

“Kyuhyun doryeonnim sudah mengetahuinya sejak 3 tahun sebelum anda bertemu dengannya di sekolah. Hanya saja Kyuhyun doryeonnim tidak pernah membicarakannya pada siapapun. Rahasia anda tetap terjaga selama 10 hari adalah berkat Kyuhyun doryeonnim, Agassi.”

———-

“Aku anak seorang pembunuh, Minah-ya…” kata Kyuhyun lemah.

“Jamkkanman….. Geu… Park Sung Jin?”

“Ya… Park Sung Jin yang menculik dan membunuh Choi Hana dengan sangat tidak beradab…”

“Kau bisa… dengan menjelaskan semuanya dan tidak melepasnya…”

“Aku tidak bisa melakukan itu, Minah-ya… aku tidak layak untuknya…”

———-

“Apa yang terjadi, ahjussi?”

“Joesonghabnida, Agassi. Nyonya Choi…..”

“Eomeoni wae?”

“Nyonya Choi baru saja meninggal dunia…”

———-

“Aku ingin membencimu untuk apa yang kau lakukan… apa yang aku lihat… Tapi kenyataannya aku lebih membutuhkanmu. Kebutuhanku akan keberadaanmu jauh lebih besar dari rasa inginku untuk membencimu.”

“Benci aku sebanyak yang kau bisa dan kau mau, Jiah-ya…

“Hari ini saja….. aku mohon hari ini saja tetaplah disisiku. Besok kau bisa kembali padanya. Biarkan aku memilikimu hari ini saja…”

“Jiah-ya… apa yang kau katakan? Aku akan selalu ada disisimu…”

“Aku harus membencimu, Cho Kyuhyun. Aku harus melepasmu…”

 

 

 

 

 

 

 

They Who Belong To That Position Part 9 Begin…

 

 

 

 

 

 

 

Author’s POV

 

1 Bulan Setelah Kepergian Nyonya Choi

 

 

Hari kelulusan Minho sudah tiba. Akhirnya anak termuda Keluarga Choi lulus dari bangku Sekolah Menengah Pertama. Jiah, Minho, Siwon, dan Tuan Cho makan siang bersama untuk merayakan kelulusan anggota keluarga termuda mereka.

 

 

“Jadi, apa rencanamu selanjutnya, Minho-ya?” tanya Tuan Choi.

 

 

“Aku sudah bertekad kuat, abeoji…”

 

 

“Kau selalu mengatakan itu, Minho-ya. Tapi di pertengahan jalan tekadmu tiba-tiba hilang entah kemana…” kata Siwon menggoda Minho.

 

 

“Jangan menyela adikmu, Siwon-ah…” kata Abeoji. “Apa tekadmu kali ini? Sekolah keluar negeri?”

 

 

“Aniyo…” jawab Minho singkat.

 

 

“Abeoji dengar sendiri kan? Tekadnya sudah berubah lagi. Lalu kau ingin melakukan apa? Kau akan kemana? Empire School?” tanya Siwon.

 

 

“Dangyeonhajiii… (Tentu saja…)” jawab Minho dengan wajah teguhnya.

 

 

“Kenapa tiba-tiba kau berubah pikiran? Setengah tahun yang lalu kau masih bersikeras ingin sekolah di Italy. Kenapa sekarang kau sangat yakin dengan Empire School?” tanya Jiah.

 

 

“Aku akan masuk kelas khusus di Empire School, lalu kuliah di Seoul Uni, dan menjadi penerus abeoji yang hebat. Aku juga akan membuktikan pada Siwon hyung, bahwa aku lebih baik darinya”, kata Minho yakin.

 

 

“Jeongmal? Geurae… haebwa. Aku akan menunggu lawan kecil ini datang dan menantangku di perusahaan”, kata Siwon menggoda Minho.

 

 

“Kau harus mulai bersiap, oppa. Ambisi seorang Choi Minho benar-benar berbahaya”, sambung Jiah. “Geundae, Minho-ya, iyuneun? (Tapi, Minho, alasannya?)”

 

 

“Hmm… aku pernah diberitahu oleh seseorang kata-kata ini, ‘they who belong to that position must keep it for themselves, don’t ever let anybody else to bother, steal, or destroy it’. I belong to that position. No one can take it from me, nuna…” jawab Minho.

 

 

“Jalhaesseo… Gyesok hae. (Kerja bagus… teruslah lakukan itu.) Sepertinya Siwon oppa benar-benar akan kalah darimu… siapa yang mengatakan itu padamu?” kata Jiah.

 

 

“Seorang hyung favorite-nya. Aku lelah mendengarnya selalu mengatakan itu di kantor”, sambung Siwon.

 

 

Ucapan Siwon membuat Tuan Choi dan Jiah tertawa. Sementara Minho hanya bisa tertunduk malu.

 

 

“Neoneun eotteokhae, Jiah-ya?” tanya abeoji.

 

 

“Aku akan kembali ke London, menyelesaikan sekolahku disana, dan meneruskan apa yang sudah eomeoni bangun disana. Setidaknya hanya itu yang bisa aku lakukan untuknya…”

 

 

“Kau yakin dengan keputusanmu?” tanya Siwon. Jiah mengangguk pasti. “Baik. Beritahu aku kapan kau ingin berangkat. Aku akan mengurus semua hal yang kita perlukan…”

 

 

“Kita?” tanya Jiah bingung.

 

 

“Aku akan pergi bersama mu…” jawab Siwon sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.

 

 

“Wae?” tanya Jiah bingung.

 

 

“Biarkan Siwon hyung pergi bersama mu, nuna… Sejak kemarin hyung sangat bersikeras untuk melakukannya”, kata Minho.

 

 

“Tapi kenapa?”

 

 

“Kau perempuan satu-satu nya dirumah ini, gadis kecil. Sudah kewajibanku sebagai seorang kakak laki-laki untuk menjaga mu”, jawab Siwon.

 

 

“Tapi……”

 

 

“Berikan aku ketenangan batin, Jiah-ya… abeoji mu ini sudah tua. Biarkan jantungku bekerja dengan stabil. Siwon akan pergi bersama mu, arasseo?”

 

 

“Ne… abeoji” kata Jiah setuju.

 

 

“Bagaimana dengan Kyuhyun hyung? Apa kalian akan baik-baik saja?” tanya Minho.

 

 

“Mereka akan menyelesaikannya dengan cara mereka sendiri, Minho-ya…” kata Siwon menjawab pertanyaan adiknya.

 

 

Tiba-tiba Manager Kim datang ke ruang makan diikuti asisten Siwon, Shim Changmin. Suasana ruang makan menjadi hening melihat ekspresi kedua orang itu. Setelah memberikan hormat, Manager Kim memberikan sebuah amplop abu-abu dan tiga buah koran pada Tuan Choi. Siwon, Jiah, dan Minho menatap abeoji mereka saat dengan sigap membuka setiap halaman utama koran-koran ditangannya.

 

 

Berita Utama: “Cho Kyuhyun Bukan Anak Kandung Cho Jung Woo. Kepada Siapa Castle Group akan Diwariskan?”

 

 

Headline News: “Pewaris Castle Group, Cho Kyuhyun, Bukan Anak Kandung Cho Jung Woo. Direksi Mempertanyakan Haknya atas Pewarisan Posisi CEO.”

 

 

Hot News: “Siapakah Cho Kyuhyun Sebenarnya? Siapa yang akan Mewariskan Posisi CEO Castle Group dan Direktur CS?”

 

 

 

“Bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Tuan Choi sambil meletakkan koran-koran itu di meja.

 

 

“Seseorang telah menyebarkan berita kepada jurnalis, Presidir” jawab Manager Kim.

 

 

“Berita apa tepatnya yang disebarkan orang itu?” tanya Siwon setelah membaca koran-koran itu juga.

 

 

“Tuan Muda Cho Kyuhyun tertangkap kamera sedang menemui seorang wanita di sebuah café. Wanita itu adalah ibu kandung Tuan Muda Cho, Jung Ho Ran. Beliau sudah dinyatakan bebas dari penjara beberapa bulan yang lalu. Dari berita yang tersebar, sepertinya orang yang menyebarkannya tahu latar belakang Tuan Muda Cho. Karena dalam berita tersebut dinyatakan dengan jelas bahwa wanita itu adalah ibu kandung Tuan Muda Cho”, jelas Changmin.

 

 

“Mwo?” tanya Jiah terkejut. “Maksud anda, Kyuhyun sudah bertemu dengan ibu kandungnya?”

 

 

“Kau tahu itu, Jiah?” tanya Siwon terkejut mendengar Jiah mengetahui hal tersebut.

 

 

“Eo oppa… aku secara tidak sengaja mengetahui nya. Tapi aku tidak tahu jika ibu kandung Kyuhyun sudah keluar dari penjara dan akhirnya menemui Kyuhyun. Lalu, efek apa yang ditimbulkan dari semua hal itu, Kim ahjussi?”

 

 

“Media menggali berita siapa ibu kandung Tuan Muda Cho. Berita sudah tersebar ke seluruh penjuru Korea. Ibu kandung Tuan Muda Cho adalah mantan terpidana kasus pembunuhan suami nya. Dan…..” ucapan Manager Kim terhenti.

 

 

“Dan?” tanya Minho yang sejak tadi menyimak seluruh pembicaraan.

 

 

“Identitas Na Han Sung kembali diberitakan”, jawab Manager Kim.

 

 

“Aissshhh…” reaksi Siwon. Bersamaan dengan itu Tuan Choi juga menyentuh dahinya dan menutup kedua matanya.

 

 

“Ada apa, abeoji, hyung? Kenapa kalian tidak mengatakan apapun?” tanya Minho.

 

 

“Siapa Na Han Sung? Dan, apa hubungannya dengan permasalahan Kyuhyun?” tanya Jiah.

 

 

“Sejauh mana yang kau ketahui, Jiah-ya?” tanya Siwon.

 

 

“Ibu kandung Kyuhyun adalah mantan terpidana kasus pembunuhan suami nya dan di penjara selama 12 tahun. Apa…… Na Han Sung adalah ayah kandung Kyuhyun? Lalu kenapa?” tanya Jiah semakin penasaran.

 

 

“Tiri…” kata Siwon singkat.

 

 

“Apa maksud oppa?”

 

 

“Na Han Sung adalah ayah tiri Kyuhyun. Ayah kandung Kyuhyun adalah Do Kang Min, seorang detektif. Ia yang membantu mengungkap kasus perencanaan pemalsuan yang ada di Crown Group saat itu. Rencana itu gagal karena detektif Do berhasil menggagalkannya. Tapi kemudian saat detektif Do sedang mengumpulkan barang bukti, ia dibunuh dengan sangat sadis. Ia dibakar hidup-hidup dirumah satu-satunya saksi yang memiliki barang bukti itu. Belakangan diketahui, Na Han Sung lah yang merencanakan pembunuhan itu. Detektif Do dan Na Han Sung bersahabat, Jiah-ya…” jawab Tuan Choi.

 

 

“Mwo? Mereka bersahabat tapi…..” Jiah yang terkejut tidak bisa melanjutkan ucapannya.

 

 

“Semua hal akan memburuk jika media juga tahu bahwa Na Han Sung adalah Park Sung Jin yang…..”

 

 

“Park Sung Jin???” tanya Siwon terkejut memotong ucapan Tuan Choi. “Abeoji….. abeoji bilang Na Han Sung adalah Park Sung Jin??? Park Sung Jin yang sama?”

 

 

“Eo… Siwon-ah… Park Sung Jin yang sama”, kata Tuan Choi yang tidak bisa menutupi kesedihannya.

 

 

“Siapa Park Sung Jin, hyung? Kenapa hyung terlihat sangat marah mendengar nama itu?” tanya Minho.

 

 

“Si bajingan Park Sung Jin… orang yang sudah dengan biadab nya menculik, menyiksa, dan membunuh Hana…..”

 

 

 

(Back Song: Various Artists – Waltz in Sorrow [Nice Guy OST])

 

 

 

Jiah dan Minho membelalakkan matanya mendengar ucapan Siwon. Tuan Choi hanya bisa menutupi sebagian wajahnya mendengar hal itu kembali diungkit setelah bertahun lamanya. Kepedihan kembali menyelimuti kediaman keluarga Choi. Alasan sesungguhnya kematian Choi Hana yang diberitakan mengalami kecelakaan kini terungkap. Kasus itu bukan kasus kecelakaan. Tapi pembunuhan.

 

 

“Mem…..bunuh?” tanya Jiah terbata, tak mampu menutupi keterkejutannya. Matanya mulai berkaca-kaca. “Tapi aku pikir semua orang pernah bilang….. semua bilang kalau…… oppa bilang Hana eonni dibunuh? Bukan….. kecelakaan? Kenapa oppa tidak pernah mengatakannya?”

 

 

“Maafkan aku, Jiah-ya, Minho-ya. Siwon tidak bermaksud membohongi kalian. Aku yang meminta semua orang menyembunyikannya. Eomeoni kalian saat itu sangat terguncang. Semua pemberitaan di televisi memberitakan kematian kakak kalian. Park Sung Jin berhasil melakukan rencana nya. Berita kasus kematian kakak kalian tenggelam ditelan berita skandal pemalsuan yang dilakukan Park Sung Jin. Aku terpaksa membohongi kalian. Jika saat itu aku tahu Park Sung Jin lah yang membunuh Hana, tentu aku tidak akan melakukan itu…” jelas Tuan Choi.

 

 

“Abeoji juga tidak mengetahui nya?” tanya Minho dengan kemarahan diwajahnya.

 

 

“Hukum abeoji-mu yang bodoh ini. Aku baru mengetahui nya enam bulan setelah kepergian Hana. Aku tidak tahu lagi harus melakukan apa saat itu…”

 

 

“Bagaimana kejadian sesungguhnya? Dimana Park Sung Jin sekarang, abeoji?” tanya Jiah.

 

 

“Hana mengetahui tidakan illegal yang telah dijalankan oleh Na Han Sung, atau yang saat itu dikenal dengan nama Park Sung Jin. Hana pernah memberitahuku dua – tiga kali, tapi aku tidak percaya padanya. Saat itu aku meremehkannya. Lalu dimalam Hana mendapatkan bukti, ia dikejar oleh Na Han Sung dan kelompoknya dan diculik. Mereka mengirimkan pesan dari ponsel Hana, mengatakan ia menginap di rumah seorang teman. Malam itu aku tidak bisa melacak keberadaannya. Bodohnya abeoji-mu ini, aku tidak merasa curiga. Sampai pada pagi di hari ketiga, mereka menelepon ke rumah, eomeoni mu yang mengangkatnya. Mereka mengatakan Hana mereka sekap dan mereka meminta tebusan. Tebusan yang mereka minta adalah…..Crown Group. Eomeoni mu meminta waktu untuk memproses tebusan yang mereka minta. Yoo Mi tidak mengatakan apapun padaku. Ia mengeluarkan seluruh tabungannya, berharap uang itu cukup untuk sekedar bernegosiasi dengan mereka. Telepon kembali masuk dan mereka benar-benar menerima negosiasi itu. Mereka akan memberikan waktu pada kami selama seminggu. Tapi malam itu Hana kabur. Hana kembali mendapatkan ponselnya dan barang bukti yang sempat dirampas oleh mereka. Hana berlari dan bersembunyi disebuah rumah kecil yang kosong. Hana memfoto berkas-berkas itu, dan sempat mengirimkan 3 atau 4 foto padaku. Aku langsung meneleponnya, bermaksud menanyakan apa yang sedang terjadi. Tapi……di detik yang sama Hana memanggilku, ‘abeoji…’ aku mendengar suara tembakan yang begitu keras dan jeritan Hana. Sambungan telepon terputus. Na Han Sung menembak tepat pada tangan Hana yang sedang memegang ponsel. Kemudian Na Han Sung merampas ponsel itu dan membuangnya ke danau tidak jauh dari sana. Menurut salah seorang dari mereka yang akhirnya mau bersaksi, Na Han Sung….. bajingan itu……….. memukuli Hana dengan tongkat baseball, menendangnya, dan menusuk tubuhnya dengan pisau. Bajingan itu bisa saja membakarnya jika salah seorang dari mereka tidak menghentikannya. Bajingan itu…..”

 

 

“Dimana dia, abeoji?” tanya Minho dengan wajah merah padam.

 

 

“Ch… geu saekki….. ia sudah bunuh diri 2 tahun yang lalu. Ia terjun dari lantai 14 apartemen nya. Uang yang ia dapatkan dari pengkhianatannya pada Crown Group tidak bisa menghidupi dirinya yang pengangguran lagi. Ia juga dihantui oleh rasa bersalah pada sahabat dan orang yang dicintainya. Itulah yang dikatakan surat peninggalannya…”

 

 

“Apa semua kasus itu akan dibiarkan begitu saja, abeoji?” tanya Jiah.

 

 

“Mwoya….. kenapa semua ini bisa terjadi? Bajingan itu bahkan tidak pernah mendapatkan hukuman atas perbuatannya. Abeoji, kita akan diam saja? Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?” tanya Minho.

 

 

“Apa yang bisa kita lakukan, Minho-ya? Untuk saat ini aku hanya akan membantu Kyuhyun. Kakek kalian mengatakan bahwa detektif Do adalah orang yang banyak berjasa pada keluarga kita. Dan juga….. Kyuhyun adalah anggota keluarga Cho. Kita pernah hidup di masa lalu, tapi sekarang, ia adalah seorang Cho. Itu artinya kita adalah keluarga. CS Group didirikan bukan oleh tiga perusahaan, tapi oleh tiga keluarga. Dan, Minho-ya, seperti yang aku katakan, kita sudah  tidak hidup di masa lalu. Pilihan satu-satunya yang kita miliki adalah membiarkan semua kasus itu berlalu. Kita tidak bisa melakukan apapun. Pelaku dari semua kasus itu sudah membayar perbuatannya dengan nyawa nya. Apapun yang kita lakukan tidak akan berguna. Balas dendam bukan jalan keluar yang ku pilih untuk membayar rasa kehilanganku atas puteriku. Ya… Tidak ada lagi yang bisa kita lakukan…” jawab Tuan Choi.

 

 

 

 

 

 

 

Kediaman Keluarga Cho

 

 

(Back Song: Bromance – Two People [The Heirs OST])

 

 

 

Tidak seperti yang terlihat di hari lainnya, keluarga Cho yang biasanya duduk bersama untuk berbincang dan dipenuhi canda kini hanya duduk bersama dalam diam, memandang ke satu anggota keluarga yang sama. Anak laki-laki keluarga itu kembali menundukkan kepalanya dengan raut sedih diwajahnya.

 

 

“Kyuhyun-ah… kau tidak perlu khawatir dengan semua pemberitaan itu. Percayalah pada eomma, semua akan baik-baik saja, eo?” kata Nyonya Cho menenangkan Kyuhyun.

 

 

“Tidak eomma… semua ini tidak akan baik-baik saja. Berita sudah menyebar. Semua orang sudah mengetahuinya. Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Kyuhyun mengatakannya dengan suara pelan dan seraknya.

 

 

“Bukankah kita sudah membahas ini sebelumnya? Kau tetap anakku, Cho Kyuhyun. Kau putera ku!” kata Tuan Cho.

 

 

“Benar oppa… oppa akan selalu menjadi kakak ku. Oppa adalah Cho Kyuhyun. Anak tertua keluarga Cho, apapun yang terjadi” sambung Mirae.

 

 

“Kalian pikir aku memikirkan hal itu???” Kyuhyun mendongakkan kepalanya. “Aku tidak peduli dunia akan berpikir apa tentang ku, tentang siapa aku sebenarnya. Aku tidak mempedulikan itu. Apa yang harus aku lakukan pada kalian? Kalian selalu mengatakan apapun yang terjadi aku tetap seorang Cho Kyuhyun, anak tertua keluarga Cho. Tapi lihatlah yang terjadi… dengan semua hal ini aku justru berharap aku bukan anak keluarga Cho”.

 

 

“Cho Kyuhyun! Apa yang kau katakan?” bentak Tuan Cho.

 

 

“Appa, aku bukan seorang anak yang tidak tahu apapun tentang dunia bisnis yang kau jalankan. Semua pemberitaan ini pasti akan mempengaruhi perusahaan. Banyak penanam saham mungkin akan menarik kembali saham mereka, lalu kreditor, pihak asuransi, dan perusahaan-perusahaan lain yang bekerja sama dengan kita juga akan mundur. Aku….. aku tentu saja akan berusaha melakukan apapun agar itu tidak terjadi. Tapi bagaimana caranya aku bisa melakukan itu jika pada kenyataannya akulah yang menyebabkan hal itu? Keberadaanku justru akan membuat semua hal bertambah buruk. Bukankah sebaiknya memang aku bukan seorang Cho? Bukankah sebaiknya aku tetap menjadi seorang Do Kyungsoo, bukan Cho Kyuhyun?”

 

 

“Hentikan!!! Aku bilang hentikan!!!!! Pembicaraan itu sudah kita selesaikan. Kau adalah Cho Kyuhyun, dan tidak ada yang bisa merubahnya. Kau pikir aku sepicik itu, Cho Kyuhyun? Kau pikir aku akan melepas anakku demi perusahaan?” bentak Tuan Cho lagi.

 

 

“Appa, banyak orang yang bekerja disana. Melepas satu orang lebih baik daripada membiarkan banyak orang kehilangan pekerjaannya, membiarkan keluarga mereka kehilangan penghasilan untuk bertahan hidup, membiarkan banyak mimpi hancur begitu saja…”

 

 

“Bagaimana dengan keluarga ku? Anak ku?” tanya Tuan Cho memotong ucapan Kyuhyun. “Keluarga ku juga kehilangan kebahagiaan, kehilangan harapan, kehilangan masa depan, dan yang terburuk kami harus kehilangan anak laki-laki kami? Itu bukan cara memecahkan masalah, Kyuhyun-ah. Aku bisa menjual Castle Group. Banyak orang yang akan tertarik membelinya. Aku bisa melepas Castle Group, tapi tidak dengan anak ku. Aku tidak akan pernah melepaskan mu… kecuali jika kau memang memiliki keinginan untuk meninggalkan kami”.

 

 

“Appa….. Bagaimana apa bisa berpikir seperti itu? Bagaimana aku bisa memiliki keinginan itu? Kalian…..kalian adalah penyelamat hidupku. Keluarga ini yang memberiku kehidupan. Aku tidak memiliki hak, bahkan untuk sekedar memikirkan untuk meninggalkan kalian. Tapi aku juga tidak bisa menghancurkan semua hal yang sudah keluarga ini bangun turun-temurun. Aku tidak bisa menghancurkan kalian…”

 

 

“Kau menghancurkan kami dengan meninggalkan kami, Kyuhyun-ah… nae adeul…..” Nyonya Cho menghampiri Kyuhyun dan memeluknya.

 

 

“Kau akan tetap disini. Kau adalah Cho Kyuhyun. Pewaris Castle Group dan penerusku di CS Group. Tidak akan ada yang berubah”, kata Tuan Cho dengan tegas.

 

 

“Appa….. setidaknya biarkan aku keluar dari semua bisnis appa. Aku tidak ingin menghancurkannya juga. Dan CS Group…..”

 

 

“Kau pikir kau berada disana karena aku hanya memberikannya begitu saja padamu? Kau pikir semua hal bisa didapatkan dengan cuma-cuma? Tidak Kyuhyun-ah… kau menjadi Pewaris sah Castle Group bukan hanya karena kau adalah anakku, tapi karena kau memiliki kemampuan itu. Kau pikir Choi Dong Wook memberikan jabatan CEO pada Siwon hanya karena ia putera nya? Choi Dong Wook saat ini masih sangat sehat dan produktif. Ia bisa saja memberikannya nanti pada Minho, karena mereka punya dua anak laki-laki. Tapi Choi Dong Wook sudah memutuskan untuk menjadikan Siwon sebagai CEO Crown Group. Hal itu ia lakukan karena kemampuan Siwon, bukan karena faktor turun-temurun. Satu hal yang harus selalu kau ingat Cho Kyuhyun, posisi dimana kau berdiri tidak kau dapatkan hanya dengan duduk diam lalu posisi itu akan datang padamu begitu saja. Kau berada di posisi itu karena kau layak berada disana. Karena kau memiliki kemampuan untuk meraih posisi itu. Dan itulah yang terjadi padamu. Jadi, walaupun kau bukan anakku, kau tetap layak di posisi itu. Aku mohon, nak, jangan memikirkan hal itu lagi. Appa akan menyelesaikan masalah yang menyebar sekarang. Kalaupun kau harus pergi, kau akan pergi ke luar negeri untuk melanjutkan sekolahmu. Bukan karena aku melepasmu. Paham?”

 

 

Kyuhyun terdiam mendengar ucapan Tuan Cho. Ia tidak tahu lagi harus mengatakan apa.

 

 

“Paham?” tanya Tuan Cho lagi.

 

 

“Ne, appa…” jawab Kyuhyun akhirnya.

 

 

 

 

 

 

 

3 bulan kemudian…

 

 

Kyuhyun’s POV

 

Incheon International Airport

 

 

(Back Song: CRUSH – Sleepless Night (feat. PUNCH) [It’s Okay That’s Love OST])

 

 

 

 

Aku berjalan menjaga jarak di belakang Jiah yang berjalan santai. Sejak seminggu yang lalu jantungku berdetak tidak menentu. Aku tidak bisa tidur, makan atau melakukan apapun dengan benar saat mendengar kabar kepergian Jiah. Hubungan kami belum menunjukkan perubahan apapun. Jiah memutuskan untuk mencoba memaafkanku dengan sebuah hubungan pertemanan. Tentu saja aku tidak menolak usulnya. Bagiku, apapun akan aku lakukan asalkan Jiah tetap berada disekitarku. Tapi hari ini Jiah akan meninggalkanku. Lagi.

 

 

“Mereka tidak datang?” tanyaku dengan susah payah.

 

 

“Hmm? Ah… Minah, Minsoo, Yonghwa, dan Suzy? Aku meminta mereka untuk tidak mengantarku. Aku tidak cukup baik menangani moment perpisahan…”

 

 

“Siwon hyung-eun?” tanyaku lagi.

 

 

“Oppa sudah berangkat 3 hari yang lalu. Ia menyiapkan segala yang kami butuhkan disana…” jawab Jiah santai. “…geundae, Kyuhyun-ah…”

 

 

“Eo?”

 

 

“Bisakah kau melakukan sesuatu untukku?

 

 

“Tentu… katakan.” Apa saja akan aku lakukan untukmu.

 

 

“Jangan tunggu aku…” Mwo?

 

 

Aku tersentak kemudian mengerutkan keningku. Aku menggelengkan kepalaku. “Aku akan selalu menunggu mu…” Karena hanya kau yang aku inginkan, sambungku dalam hati.

 

 

“Lakukan apa yang menurutmu benar, Kyuhyun-ah. Tapi aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu”.

 

 

“Aku menjanjikan diriku padamu. Aku tidak punya apapun selain itu…” jawabku jujur.

 

 

Jiah menghela napas panjang, “Hmm… aku dengar bulan depan kau akan ke Washington? Semoga semua hal yang kau lakukan berjalan lancar. Aku yakin kau akan menjadi sangat hebat saat kembali. Dan… aku mohon cobalah untuk menemukan kebahagiaanmu…”

 

 

Kata-katanya begitu membuatku merasakan sakit. “Aku akan mencoba…” walaupun terasa mustahil tanpamu…

 

 

“Aku pergi…” katanya akhirnya.

 

 

“Jaga dirimu…” aku mencintaimu…

 

 

Jiah pun berjalan menjauh meninggalkanku yang melepas kepergiannya dengan berat hati. Ia berjalan tanpa kembali menoleh padaku. Ia berjalan lurus sampai aku tidak bisa lagi menangkap bayangannya. Ia benar-benar pergi.

 

 

 

 

Kyuhyun’s thought: Ini bukan yang pertama bagiku, melihatmu menarik kopermu berjalan menjauh dariku. Tapi ini pertama bagiku, merasakan rasa sakit dan penyesalan yang begitu dalam, merasa hancur dan lemah, merasa kehilangan kemampuan untuk bertahan hidup. Aku sudah menyerah pada masa laluku. Meninggalkan semua hal dan mencoba memaafkan diriku sendiri. Tapi bahkan dengan semua itu, aku tetap tidak bisa mencegahmu meninggalkanku. Aku membiarkanmu pergi. Aku melepasmu seperti ini. Tapi maafkan aku yang egois, aku akan menunggumu… walau untuk seumur hidupku. Aku mencintaimu…

 

 

 

 

 

 

 

4 tahun kemudian

 

Pernikahan Choi Siwon dan Kwon Yuri

 

 

(Back Song: Hong Dae Kwang – You and I [Master’s Sun OST])

 

 

 

Jiah berlari dengan high heels nya menuju sebuah hotel ternama di pulau Jeju. Pesawat yang dinaiki nya delayed selama beberapa jam. Tentu saja ia akan terlambat menghadiri pernikahan kakak nya. Jiah bahkan mengganti bajunya dengan gaun merah selutut di airport. Jiah berhenti beberapa meter dari pintu masuk balai pertemuan hotel itu. Ia mengatur napas dan merapikan dirinya. Upacara pemberkatan pengantin sudah selesai. Kini hanya tinggal pesta resepsi yang sedang digelar. Siwon oppa pasti memarahi ku setelah pesta selesai, pikir Jiah. Di kejauhan, seorang laki-laki tersenyum lebar menatap Jiah yang sedang bersiap masuk ke dalam ruangan.

 

 

Jiah berjalan dengan tenang memasuki ruangan digelarnya resepsi. Saat melihat postur tinggi adik kesayangannya, Jiah berlari kecil untuk menghampirinya kemudian memeluknya dari belakang. Minho yang terkejut langsung membalikkan tubuhnya, membuat Jiah terpaksa melepaskan pelukannya.

 

 

“Auh… kau mengagetkanku saja, nuna… wasseo?”

 

 

“Mwoya… ‘wasseo’? Hanya itu? Kau tidak merindukanku?” tanya Jiah dengan nada kecewa.

 

 

“Kita baru saja bertemu dua minggu yang lalu di Paris, nuna. Kita bahkan melakukan face time dua hari yang lalu. Perlukah aku merindukanmu?”

 

 

“Aish… ya! Bagaimana bisa kau mengatakan itu padaku?”

 

 

“Kau lelah? Duduklah dulu, nuna. Kau baru sampai. Kumpulkan kekuatan untuk mendengarkan keluhan sang mempelai pria…”

 

 

“Dia sangat marah?” tanya Jiah khawatir.

 

 

“Hanya khawatir… kau adik kesayangannya selama 4 tahun terakhir. Chukhahae…”

 

 

“Apa oppa akan memarahiku?”

 

 

“Tentu saja tidak. Hyung mungkin akan memelukmu dan menghujani mu dengan ciuman diseluruh wajahmu, nuna…”

 

 

“Auh… silhda… aku akan menyuruhnya mencium kakak ipar saja.”

 

 

“Itu yang sangat ingin hyung lakukan…”

 

 

Jiah dan Minho tertawa bersama menggoda kakak tertua mereka. Sifat Siwon berubah 360ᵒ sejak 4 tahun yang lalu. Siwon menjadi kakak yang sangat protektif pada kedua adiknya. Setelah 1 tahun tinggal di London bersama Jiah, Siwon memutuskan untuk kembali ke Seoul dan meneruskan jabatan Tuan Choi di Grown Group. Tuan Choi memutuskan untuk pensiun dan beristirahat menikmati hasil kerja nya. Minho sudah lulus dari Empire School dengan nilai terbaik dan berhasil masuk ke Seoul Uni. Sudah selama 3 tahun pula, Minho bekerja di Crown Group bersama Siwon. Saat ini nama Minho sudah didengar oleh pesaing di dunia bisnis.

 

 

Perhatian Jiah pada Siwon kemudian dialihkan oleh hadirnya seorang laki-laki yang menepuk bahunya dari belakang. Jung Yonghwa. Jiah menoleh dan membelalakkan matanya melihat Yonghwa. Ia berubah menjadi eksekutif muda yang begitu mempesona. 3 tahun yang lalu, Yonghwa mengambil langkah yang berani memutuskan pertunangannya dengan Soyou. Hal tersebut mengakibatkan penurunan performa di Hansel Group. Namun Yonghwa turun langsung untuk membantu ayahnya kembali membangun Hansel Group tanpa bantuan Golden Group didalamnya. Tahun lalu Yonghwa berhasil lulus tahap recruitment pegawai di CS Group dan kini ia menempati posisi manajer pemasaran. Dan…

 

 

“Aku berkencan dengan Minah…” kata Yonghwa berbisik.

 

 

“Mwo?” tanya Jiah kaget dengan volume suara yang besar.

 

 

Beberapa orang yang berada disekitarnya langsung menoleh padanya. Jiah pun menundukkan kepala nya, meminta maaf pada semua orang. Yonghwa dan Minho yang melihatnya justru mentertawakan Jiah.

 

 

“Mwo?” tanya Jiah lagi, kali ini dengan suara berbisik.

 

 

“Aku sudah 3 tahun berkencan dengannya. Dan aku berencana untuk melamarnya. Bagaimana menurutmu?” tanya Yonghwa.

 

 

“Jeongmal-iya? Bureobda… chukhahanda, Jung Yonghwa”.

 

 

“Kau tidak ingin memelukku sebagai ucapan selamat?” tanya Yonghwa.

 

 

“Apa Minah akan baik-baik saja?”

 

 

“Tentu… Minah tidak cemburu padamu”, kata Yonghwa santai.

 

 

“Kalau begitu… aku akan memberikan ini…..” Jiah langsung meraih kepala Yonghwa dan memberikannya ciuman di pipi kanan dan kirinya, meninggalkan bekas lipstick merah di pipi Yonghwa.

 

 

“Ya… michyeosseo? Lihat pipiku… aish….. i gijibae… jiwo… (aish… gadis ini… bersihkan…)”

 

 

“Arasseo arasseo… kemarilah…” kata Jiah membersihkan pipi Yonghwa sambil tertawa.

 

 

Di kejauhan seorang laki-laki memalingkan pandangan dan kehilangan senyumnya. Lalu berjalan pergi meninggalkan ruangan resepsi dengan wajah kecewa.

 

 

“Joesonghabnida… joesonghabnida… urineun hyeongje jamaeyeyo… (Saya minta maaf… Saya minta maaf… kami kakak beradik…)” kata Yonghwa pada tamu yang melihat mereka. Jiah hanya tertawa melihat Yonghwa menjadi salah tingkah.

 

 

“Ya! Michyeosseo? Apa yang kau lakukan pada pacarku?” Minah tiba-tiba datang menghampiri mereka bersama Minsoo dan Suzy.

 

 

“Yonghwa bilang kau tidak akan cemburu padaku, makanya aku menciumnya…” jawab Jiah santai. “…kau marah padaku?”

 

 

“Bagaimana bisa aku marah padamu? Kemari, peluk aku. Aku sangat merindukanmu…”

 

 

Jiahpun memeluk sahabatnya yang sudah lama tidak ia temui. Lalu perhatian Jiah teralihkan dengan pemandangan baru didepannya. Minsoo dan Suzy saling bergandengan. Mereka berbicara satu sama lain dengan santai dan terlihat…..sangat bahagia.

 

 

“Ige mwoya? Mwoya???” tanya Jiah melepaskan pelukan Minah sambil menunjuk Minsoo dan Suzy bergantian.

 

 

“Seperti yang kau lihat, Choi Jiah…” jawab Minsoo tidak menjelaskan apapun.

 

 

“Suzy-ya… kenapa kau tidak menceritakan apapun padaku? Sudah berapa lama kalian berhubungan?” tanya Jiah.

 

 

“Dua tahun? Dua tahun setengah? Aku tidak yakin…” jawab Suzy.

 

 

“Heol… aku merasa dikhianati. Kalian memanfaatkan ketidakberadaanku di Seoul dengan saling mengencani teman. Kalian tidak memikirkanku?”

 

 

“Ya! Apa sebelumnya kau pernah memikirkan kami? Kau menolak jalan-jalan bersama kami setelah ini karena kau akan……”

 

 

“Ya! Ya! Ya! Bang Minah… museum soriya? Bukankah kita sudah saling berjanji?” Jiah buru-buru menghentikan ucapan Minah.

 

 

“Jiah-ya, geumanhae… lepaskan Minah. Kami sudah mengetahui semuanya. Kami tidak akan menghalangimu…” kata Yonghwa.

 

 

“Eo… pergilah menemui kekasihmu…” sambung Minsoo.

 

 

Mereka tertawa bersama. Keadaan yang tidak pernah diduga. Minah akhirnya menyatakan perasaan nya pada Yonghwa sesaat setelah hari kelulusan mereka dari Empire School. Sementara Minsoo memang sudah diam-diam menyukai Suzy sejak pertama kali mereka bertemu di lobby Empire School di tahun pertama. Minsoo mencari tahu latar belakang Suzy dan sudah mengetahui semuanya sejak awal. Minsoo yang awalnya memilih untuk melupakan Suzy justru semakin terpikat olehnya sejak Suzy memutuskan menjauh dari The Satans dan berteman dengan Jiah. Setelah mendapatkan restu dari kedua orang tuanya, Minsoo pun menyatakan perasaannya pada Suzy 2 tahun yang lalu di café tempat Suzy bekerja part time.

 

 

Acara resepsi berjalan dengan sangat meriah. Jiah akhirnya menemui kedua mempelai. Dan seperti yang dikatakan Minho, Siwon justru memeluknya erat dan menghujani kening Jiah dengan ciuman, begitupun dengan kakak iparnya, Yuri, yang tidak henti memeluk Jiah. Jiah juga sudah menemui Tuan Choi dan makan bersama dengan abeoji nya itu. Jiah menceritakan semua hal tanpa terlewatkan sedikitpun pada Tuan Choi. Jiahpun meminta ijin keluar dari ruang resepsi untuk menghirup udara segar. Saat ini Jiah membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Jiah melangkah keluar dari ruangan dan menemukan Cho Kyuhyun berdiri tidak jauh dari pintu. Kyuhyun tidak menyadari kedatangan Jiah. Ia bersandar pada dinding dan menundukkan kepalanya.

 

 

“Long time no see, Cho Kyuhyun”, sapa Jiah.

 

 

Kyuhyun langsung mendongakkan kepalanya. “Choi Jiah….. Wasseo? Kau tampak… baik”

 

 

“Kau tampak sedikit buruk, jika boleh aku mengatakan sejujurnya…”

 

 

Keheningan menyelimuti suasana mereka. Keduanya merasa canggung setelah perpisahan selama 4 tahun lamanya. Namun Kyuhyun tidak bisa menutupi kerinduannya yang terlihat dari tatapannya pada Jiah.

 

 

“Kau dan Yonghwa…..kembali berhubungan? Chukhahae. Kalian sangat cocok” kata Kyuhyun.

 

 

Jiah mengerutkan keningnya bingung. Namun sedetik kemudian ia mengerti maksud Kyuhyun. “Apakah terlihat seperti itu?”

 

 

“Eo…”

 

 

“Kau baik-baik saja akan hal itu?” tanya Jiah.

 

 

“Kau bertanya karena tidak tahu?” tanya Kyuhyun dengan nada kesal.

 

 

“Eung… karena tidak tahu…” jawab Jiah dengan nada manja.

 

 

Kyuhyun pun menatap wajah Jiah, menimbang apa maksud dari nada itu. Jiah tersenyum pada Kyuhyun dan melangkah mendekat.

 

 

“Bagaimana dengan Kang Soyou?” tanya Jiah santai.

 

 

“Kenapa kau menanyakannya padaku? Aku tidak memiliki kepentingan apapun pada hidupnya…” jawab Kyuhyun sinis.

 

 

Jiah melangkah lebih mendekat lagi. Kini jaraknya hanya 60 cm dari Kyuhyun. “Tapi aku harus memastikannya sebelum aku melakukan sesuatu…” kata Jiah.

 

 

“Apa maksudmu?” tanya Kyuhyun bingung.

 

 

“Kau bertanya karena tidak tahu?”

 

 

Jiah menarik dasi Kyuhyun, lalu menempelkan bibirnya pada bibir Kyuhyun. Jiah bergerak maju dan memojokkan tubuh Kyuhyun ke dinding. Jiah menggigit bibir bawah Kyuhyun agar ia bisa dengan bebas melumat bibir yang sangat dirindukannya itu. Usaha Jiah berhasil. Kyuhyun membuka bibirnya, kemudian keduanya saling melumat. Memunculkan gelenyar gairah ditubuh masing-masing.

 

 

“Jiah-ya, apa yang kau lakukan?” tanya Kyuhyun disela ciumannya.

 

 

“Kita bisa bicara nanti, Cho Kyuhyun. Saat ini aku sangat merindukanmu…”

 

 

Kyuhyun pun kembali mencium bibir Jiah, kini melibatkan kerja lidah didalamnya. Kyuhyun membalikkan keadaan, punggung Jiah yang saat ini menempel pada tembok. Mereka saling melumat dan memberikan gigitan kecil pada bibir masing-masing. Bibir Kyuhyun mulai bergerak ke rahang, leher lalu tulang selangka Jiah. Jiah yang tidak bisa menahannya lagi langsung meraih kepala Kyuhyun menghadap padanya.

 

 

“Ikut aku…..”

 

 

Kyuhyun membawa Jiah menaiki anak tangga ke lantai 4 hotel, lalu memasuki kamar nomer 4082, kamar yang sudah disiapkan untuk Kyuhyun. Setelah mengunci pintunya, Kyuhyun langsung membuka jas dan dasinya, lalu melemparkannya ke sembarang tempat. Mereka kembali berciuman. Menyesap rasa manis karena wine dibibir masing-masing. Dengan sigap Kyuhyun mengangkat tubuh Jiah, melingkarkan kaki Jiah dipinggangnya dan berjalan menuju tempat tidur king size yang sudah sejak tadi memanggilnya.

 

 

Kyuhyun merebahkan tubuh Jiah di tempat tidur, lalu dengan terpaksa melepaskan ciumannya. Kyuhyun berdiri menatap Jiah yang menaikkan kedua tangannya keatas kepala. Kyuhyun menatap Jiah dengan mata menyala itu lagi. Menatap lapar pada setiap inchi tubuh Jiah. Kyuhyun pun meraih kaki Jiah, melepas sepatunya, dan meloloskan kaki indah itu dari stocking hitam yang menempel. Kyuhyun membuka ikat pinggangnya dan mengeluarkan kemejanya dari dalam celana. Perlahan Kyuhyun membuka kancing demi kancing dengan gerakan sensual sampai tubuh bagian atasnya terbebas dari benda apapun. Jiah tidak bisa lagi menunggu lebih lama. Ia bangkit meraih tengkuk Kyuhyun, dan menempelkan lagi bibirnya di bibir Kyuhyun. Jiah menarik tubuh Kyuhyun untuk berbaring diatasnya.

 

 

Kini Kyuhyun berada diatas tubuh Jiah, menumpu beban tubuhnya dengan satu tangan. Sementara tangan yang lain sedang meremas payudara Jiah dari luar bra yang masih melekat di tubuh Jiah. Gaun Jiah? Tentu saja sudah tergeletak entah di lantai sebelah mana. Jiah menarik tubuh Kyuhyun agar menempel di tubuhnya, lalu membelitkan kakinya di pinggang Kyuhyun, menggoda sesuatu yang sudah mengeras didalam celana Kyuhyun. Kyuhyun mengerang tertahan dalam ciumannya. Kyuhyun pun membuka bra Jiah, melemparkannya, dan segera memasukkan benda kenyal itu ke mulutnya. Tindakan Kyuhyun membuat Jiah mengerang, menginginkan Kyuhyun lebih jauh. Baru saja Kyuhyun ingin berpindah ke payudara lainnya, Jiah menghentikannya.

 

 

“Aku tahu ini akan merusak kesenanganmu, tapi bolehkah aku memohon kau segera berada didalamku? Aku…..” Jiah berdeham. “Aku…… Cho Kyuhyun, aku mohon…”

 

 

Kyuhyun pun menunjukkan smirk nya dan langsung bangkit dari tubuh Jiah. Ia membuka celana panjangnya dan merogoh dompet untuk mencari paket foil. Tapi Kyuhyun tidak menemukannya. Jiah yang melihatnya frustrasi dan langsung menarik Kyuhyun kembali. Ia merebut dompet Kyuhyun dan melemparkannya ke sofa. Mereka kembali berciuman, memunculkan suara decakan yang memenuhi ruang kamar itu. Kyuhyun menggerakkan tangannya membelai tubuh Jiah hingga sampai ke pusat tubuh Jiah yang masih ditutupi sepotong kain. Kyuhyun membelai pusat tubuh Jiah perlahan.

 

 

“Aaaahhhhh… singkirkan benda ituuuh…”

 

 

Senyum Kyuhyun semakin berkembang. Tanpa membuang waktu, Kyuhyun membuka celana dalam Jiah dan miliknya. Jiah sudah sangat basah dan siap. Kyuhyun pun melesakkan miliknya pada pusat tubuh Jiah.

 

 

“Aaaaahhhhhhh… Cho Kyuhyun…”

 

 

“Aku akan menggerakkannya sekarang”, kata Kyuhyun memberi tanda.

 

 

Kyuhyun menggerakkan pinggulnya perlahan. Erangan dan desahan keluar dari mulut mereka, memenuhi ruangan itu dengan hawa panas yang menggoda. Kyuhyun mempercepat gerakannya, membuat Jiah menjerit dalam kenikmatan yang sudah lama ia rindukan. Jiah dengan cepat mendapatkan orgasme nya. Kyuhyun yang belum mendapatkannya lalu mengangkat tubuh Jiah. Kyuhyun duduk diatas tempat tidur, mengangkat tubuh Jiah duduk di pangkuannya. Kemudian Kyuhyun menggerakkan tubuhnya maju mundur. Jiah pun bergerak menyesuaikan gerakan Kyuhyun. Ritme gerakan mereka bertambah cepat seiring dengan datangnya orgasme yang sudah berada di ujung pertahanan.

 

 

“Aaaaarrrrhhhhh…” Kyuhyun mencapai orgasme nya.

 

 

Kyuhyun pun membaringkan tubuhnya, bersama dengan tubuh Jiah diatasnya. Kyuhyun menyelimuti tubuh mereka berdua, membiarkan pusat tubuh mereka tetap menyatu. Kerinduan yang mereka rasakan sudah terbayarkan dengan penyatuan panas yang baru saja mereka lakukan.

 

 

“Apakah ini cukup untukmu?” tanya Jiah.

 

 

“Untukmu?” Kyuhyun balas bertanya.

 

 

“Untuk seorang yang baru mendarat beberapa jam yang lalu di Jeju, ini lebih dari cukup… bahkan hampir luar biasa…”

 

 

“Kalau begitu, cukup juga untukku…” kata Kyuhyun.

 

 

“No… Jangan mengatakan itu. Jika belum cukup untukmu……”

 

 

“Melihatmu dihadapanku saja sudah lebih dari cukup, Jiah-ya…”

 

 

“Kau mendapat jackpot hari ini kalau begitu, Cho Kyuhyun. Kau mendapatkan lebih dari melihat…” kata Jiah membuat keduanya tertawa bersamaan. “Kenapa kau tidak menghampiriku sejak awal?” tanya Jiah kemudian.

 

 

“Kau…..melihatku?”

 

 

“Itulah alasanku datang padamu… dan, bukankah aku pernah mengatakannya padamu? Jangan gunakan kemeja hitam didepan perempuan lain. Aku tidak menyukainya…”

 

 

“Aku tidak akan melakukannya lagi…” kata Kyuhyun dengan senyuman mengembang di bibirnya.

 

 

“Tepati janjimu…..” kata Jiah. Keduanya terdiam dan mengatur napas mereka yang masih tersengal. “Aku mencintaimu…” kata Jiah akhirnya.

 

 

Kyuhyun tidak dapat menyembunyikan perasaan gembira nya saat mendengar kata itu terlontar dari bibir Jiah. Ia mencium kening Jiah dan mempererat pelukannya pada Jiah.

 

 

“Aku selalu mencintaimu…”

 

 

“Itu artinya, kau mau menikah denganku?” tanya Jiah tiba-tiba.

 

 

“Ya! Choi Jiah. Kenapa tiba-tiba kau mengatakan itu?” tanya Kyuhyun gugup.

 

 

“Aku serius, Cho Kyuhyun. Kau bilang pada Minah kau akan melepasku. Aku sudah pergi darimu selama 4 tahun. Apa itu belum cukup? Kau butuh waktu lagi untuk menjaga jarak dan menenangkan hatimu? Berapa lama lagi yang kau butuhkan? Aku tidak bisa terlalu lama lagi jauh darimu…”

 

 

“Jiah-ya, apa maksudmu?” tanya Kyuhyun bingung.

 

 

Jiah bergerak dan melepaskan penyatuan mereka. Jiah duduk dan menutupi tubuhnya dengan bed cover lalu menatap Kyuhyun yang saat ini sedang menatapnya bingung.

 

 

“Sampai kapan kau akan merahasiakannya dariku? Minah bilang kau akan mengatakannya padaku. Tapi seingatku sampai hari ini kau belum pernah sekalipun mengatakannya padaku”.

 

 

“Minah menceritakan semuanya padamu?”

 

 

Jiah menggeleng. “Aku sudah mengetahuinya lebih dulu, Kyu. Dari seorang sumber terpercaya yang harus ku jaga identitas nya”.

 

 

Kyuhyun menatap Jiah dengan raut khawatir. Ia menunggu reaksi Jiah selanjutnya. Ia tidak yakin harus mengatakan apa pada Jiah. Selama ini Kyuhyun tidak pernah menyangka Jiah akan kembali padanya. Kyuhyun selalu berpikir bahwa Jiah akan pergi darinya selamanya. Bahkan Kyuhyun sudah merelakan jika Jiah memang kembali pada Yonghwa. Tapi mendengar kenyataan bahwa Jiah sudah mengetahui semua hal tentangnya, membuat Kyuhyun ragu akan hal yang harus ia lakukan.

 

 

“Aku tidak akan mengatakan, ‘itu bukan kesalahanmu’, ‘kau tidak perlu merasa bersalah padaku’, atau ‘kau harus melupakan itu’. Terutama yang terakhir, aku tidak akan mengatakannya padamu. Kau sudah kehilangan ingatanmu selama 6 tahun pertama hidupmu. Aku tidak mungkin memintamu untuk melupakan ingatan yang lain…”

 

 

Jiah menghela napas panjang. “Aku sungguh-sungguh saat mengatakan padamu bahwa aku ingin membencimu atas apa yang kau lakukan dan yang ku lihat. Dan percayalah aku sudah mencobanya…” Jiah menggeleng pelan. “…tapi setelah aku mencobanya, aku justru semakin mencintaimu. Aku membutuhkanmu, aku merindukanmu, aku menginginkanmu ada bersamaku. Apa aku tetap harus mencoba? Kau mungkin akan tetap menyalahkan dirimu, itu pilihanmu. Tapi aku juga berhak memilih untuk tidak menyalahkanmu atas apa yang tidak kau lakukan, Cho Kyuhyun. Dan aku pikir, 4 tahun sudah lebih dari cukup untuk membuatmu kembali padaku. Melupakan semua hal buruk yang pernah terjadi, dan hanya melihat ke depan… bisakah kau melakukan itu dan kembali padaku? Aku mohon…”

 

 

Kyuhyun bangkit dari tidurnya. Ia membelai kepala Jiah dan meletakkan tangannya di leher Jiah. Kyuhyun menatap Jiah tepat dimatanya, memandang lirih wajah sendu dihadapannya. Lalu Jiah menunduk dan memejamkan matanya. Kyuhyun pun meletakkan tangannya yang lain di leher Jiah dan menarik Jiah mendekat padanya. Kyuhyun mencium kedua mata Jiah, memintanya untuk membuka mata. Jiah kembali menatap Kyuhyun.

 

 

“Akulah yang seharusnya memohon padamu… dengan kata-kata yang keluar dari bibirku. Selama ini dalam pikiran dan hatiku, aku selalu memohon agar kau tetap disisiku, kau tidak pergi kemanapun, kau tidak membenciku, kau mencintaiku, kau menjadi milikku. Aku hanya tidak memiliki keberanian itu. Aku tidak punya kekuatan itu”, kata Kyuhyun.

 

 

“Kau punya lebih dari sekedar kekuatan untuk melakukan itu, Cho Kyuhyun. Kau hanya mencintaiku. Itu sudah cukup bagiku”.

 

 

(Back Song: Ra.D – Something Flutters [Dating Agency Cyrano OST])

 

 

 

 

“Tetaplah disisiku, dan jadi milikku, Choi Jiah…”

 

 

“They who belong to that position must keep it for themselves and don’t ever let anybody else to bother, steal, or destroy it. Aku akan selalu bertahan di posisiku dalam hidupmu. Jika memang posisi yang aku pikirkan sama seperti yang ada dalam pikiranmu. Saranghae, Cho Kyuhyun”.

 

 

“Marry me, Choi Jiah?” tanya Kyuhyun tiba-tiba, yang disambut tawa oleh Jiah.

 

 

“Silheo… tadi kau tidak menjawabku saat aku menanyakannya.”

 

 

“Itu kan sebelum aku mendengar semua hal yang kau katakan. Menikahlah denganku, Choi Jiah…”

 

 

“Tidak mau… kau sudah menghilangkan seleraku padamu”, kata Jiah sambil kembali berbaring dan menutupi seluruh tubuhnya dengan bed cover.

 

 

“Jangan begitu, Choi Jiah. Aku cinta padamu dengan seluruh hidup dan nyawaku. Bagaimana aku bisa hidup tanpamu?”

 

 

Jiah membuka bed covernya dan melempar bantal ke wajah Kyuhyun. “Ah geumanhae, Cho Kyuhyun. Aku merinding mendengarnya…”

 

 

“Aku bersungguh-sungguh, Jiah-ya. Aku sangat mencintaimu…”

 

 

“Ah, aku baru ingat sesuatu. Ku dengar kau sudah mengetahui pertunangan kita 3 tahun sebelum pertemuan pertama kita di sekolah. Jangan bilang kau sudah menyukai ku sejak itu, dan itulah alasan kau selalu membantuku di sekolah. Benarkah?”

 

 

“Aku tidak punya alasan untuk menyangkalnya…” jawab Kyuhyun tersipu. “Aku sudah mencoba untuk tidak tertarik padamu. Tapi saat melihatmu di lobby sekolah, aku menyerah di detik yang sama. Geunde, siapa yang mengatakannya padamu? Tolong beritahu aku. Aku tidak akan mengatakan apapun. Aku janji”.

 

 

“Jungsoo ahjussi…” jawab Jiah.

 

 

“Mwo???”

 

 

“Daedanhaji? (Hebat bukan?)”

 

 

“Ani… menakutkan. Wah… jangnan aniya… Jungsoo ahjussi-ga…”

 

 

“Karena semua hal yang diceritakan Jungsoo ahjussi-lah aku menjadi semakin yakin kalau kau memang mencintaiku…”

 

 

“Aku jatuh cinta padamu dengan sangat mudah, Choi Jiah. Kau membuatku gila. Kau tahu itu?”

 

 

“Geurae? Mianhae… karena terlahir begitu cantik, mempesona dan memikat”, kata Jiah.

 

 

“Hanya tunjukkan wajah itu padaku. Aku tidak suka ada laki-laki lain yang terpesona olehmu…” Cho Kyuhyun si posesif sudah kembali.

 

 

“Lalu aku harus bagaimana? Menutup wajahku dengan topeng?”

 

 

Kyuhyun tertawa. Suara tawa yang sangat disukai Jiah. Kyuhyunpun merebahkan tubuhnya disamping Jiah. Menarik Jiah ke dalam pelukannya, membungkus tubuh Jiah dengan tubuhnya.

 

 

“Maaf karena sempat membicarakan Kang Soyou…” kata Jiah menyesal.

 

 

“Tidak apa-apa. Aku sudah melupakannya…”

 

 

“Aku tidak tahu Soyou akan tega melakukan itu. Dia bilang dia mencintaimu, tapi dia dengan tega membuka kehidupan masa lalumu pada media.

 

 

“Hhh… aku harap kau tidak melupakannya, Choi Jiah. Cinta bisa memberikanmu luka, rasa sakit, kesedihan, dan penderitaan. Cinta bisa memberimu kekuatan, juga bisa membuatmu lemah disaat yang sama. Dan, cinta bisa membuatmu melakukan apapun. Termasuk menyakiti orang yang kau cintai. Setidaknya semua itu yang aku pelajari dari hidup yang ku jalani hingga saat ini”.

 

 

“Kau mengalami banyak hal dan mengatasinya. Good job, baby. Aku senang semua tetap baik-baik saja. Dan keadaan sudah membaik sekarang…”

 

 

“Semua baik-baik saja tentu setelah berjuang menghadapi banyak masalah. Tapi aku memutuskan untuk melupakannya. Appa selalu berkata, masa lalu tidak akan kemanapun. Dan kita tidak lagi tinggal disana. Aku memutuskan untuk menjalani hari ini dan meraih masa depan. Dimulai darimu… Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi…”

 

 

“Aku tidak punya tempat lain untuk ku tuju, Cho Kyuhyun. Hanya kau…” kata Jiah sambil mendaratkan ciumannya di dada Kyuhyun. “Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun”.

 

 

“Aku hanya mencintaimu, Choi Jiah…”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(My Last Back Song: Every Single Day – 너와의 거리 [The Time We were Not in Love OST])

 

 

 

 

THE END

 

 

 

 

 

Ini adalah part terpanjang dan part terakhir dari They Who Belong to That Position. Terima Kasih untuk admin FNC yang sudah sangat baik hati bersedia mem-post ff-ku di blog ini, walaupun sering mendapatkan pertanyaan “Kapan post ff ini? Kenapa lama post ff ini?” Terima kasih banyak para admin! Dan juga para readers-nim, baik yang meninggalkan comment ataupun yang hanya membaca saja. Terima kasih atas saran, pujian, dan antusias kalian pada ff ini. Terima kasih juga untuk personal messages yang sudah dikirim langsung ke e-mailku. Mohon maaf atas kesalahan dan kekuranganku dalam ff ini. Semoga ff ini tidak meninggalkan kesan yang buruk pada kalian. Tunggu ff ku selanjutnya. Semoga aku bisa membuat ff yang lebih baik lagi setelah ini. Geudongan neomu neomu gomabseubnida. Manhi manhi saranghaejuseyo… Annyeong!!!

 

 

 

81 thoughts on “They Who Belong to That Position Part 9 (END)

  1. Awalnya, baca ini suka lihat narasinya. Tapi, agak risih waktu baca dialognya. Sempet gak yakin mau lanjut. Maaf ya, soalnya tulisan itu penting menurutku, itu mempengaruhi proses penyampaian ceritanya. Tapi, semakin ke sini, dari part ke part aku makin suka. Jempol buat authornya. Yah, walaupun latarnya memang kebanyakan ambil dari The Heirs (nah, ini pengaruh juga ke mood, soalnya gak terlalu suka The Heirs), tapi punya cerita yang beda. Antara ketebak dan gak ketebak. Jjang pokoknya. Semoga makin baik ya nulisnya. Fighting! ^^

    Suka

  2. kekuatan cinta sejatikah ??
    Seberat itu cobaannya tapi akhirnya mereka tetap bersama dan bisa merasakan perasaan satu sama lain 😀

    jungsoo ajusshi cenayang kali yaah ?? Bisa tau semua hal yang dirahasiain kyuhyun :/

    dan loh apa itu ?? Soyou yang membeberkan rahasia kyuhyun ?? 😮 oh astaga:/ :/

    Suka

  3. Ahh akhirnya happy ending.. love bangetlah sma cerita ini❤ btw si soyou kmn ya thor wkwk. Ditunggu cerita2 selanjutnya ya thor..

    Papai😹

    Suka

  4. akhir’a yonghwa sm minah suzy sm minsoo. smpet kaget pas mreka mtusin bwt brtemen huhu tp akhir’a mreka kembali brsama & lgsg yadong lg wwww 😀
    tp knp siwon hrs sm yuri ~__~
    sequel please smpe mreka nikah & pny anak 3 😀

    Suka

  5. Fiuh akhirnya mereka bersama setelah melewati smua hal menyedihkan dan berakhir happy ending gomawo authornim da bikin ff yang keren ini ditunggu ff lainnya faighting…

    Suka

  6. walaupun mereka brpisah 4 thn tp cintanya mkin bertambah
    bknnya luntur
    soyou tega y
    ntar kuallat loh
    smw menemukan belahan jiwanya masing”
    siwon yg nikah
    jiah dan kyuhyun yg belah duren duluan😅😄

    Suka

  7. mau hidup bersama saling mencintai aja ujiannya belibet banget yak
    tapi seneng mereka akhirnya bisa bersama
    disini mah jiah nya lebih kuat tapi kyuhyunnya yang selalu melow dan rapuh kayak anak gadis #uppss sorry
    tapi tetep ceritanya keren kok

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s