The Blood Roses Part 1


PhotoGrid_1470383420201[1]

 

Author           : @leesooyeon618

 

Tittle               : The Blood Roses

 

Category        : Chapter, NC17, Fantasy, Romance

 

Main Cast       :

  • Cho Kyuhyun
  • Lee Sooyeon (OC)

 

Other Cast     :

  • Kim Heechul a.k.a Casey
  • Lee Hyukjae
  • Kim Ryeowook
  • Victoria – F(x)
  • Suho – EXO
  • Dan Lain-Lain

Cover            : @yunita137

 

Author Notes  : FF ini sudah pernah di posting di Wattpad pribadi. Mohon maaf jika jalan ceritanya garing, karna ini FF pertama yang berani di posting diluar Wattpad pribadi. FF yang Publish di Flying NC Fanfic ini sudah banyak yang dirubah karena di Wattpad pribadi banyak terjadi ke-typo-an dan kesenjangan cerita, eeaaaakkkk… Dan juga ini adalah FF pertama gue yang di publish di Flying NC Fanfic.

Cerita ini hanyalah cerita fiksi. Jika ada unsur kesamaan jalan cerita, karakter dan lain hal, mohon dimaklumi karena ide cerita ini sudah terlalu mainstream. Betewe, typo akan bergelayutan di mata dan hati kalian..

 

 

Happy reading..

.

.

.

.

Sepertinya aku kembali bermimpi. Terlalu sering memimpikan hal yang sama membuatku selalu sadar didalam mimpiku, sadar jika ini hanya mimpi. Mimpi ini berujung pada seorang gadis.

 

Aku sering melihatnya duduk dengan tenang dibawah pohon maple. Gadis -yang menurutku- cantik dengan surai cokelat terang sepunggung yang selalu ia biarkan terurai. Hazel matanya berwarna biru, sungguh manis. Aroma tubuhnya memabukkan. Setiap melihatnya, hatiku terasa tenang.

 

Aku ingin mendekat, tapi nyaliku terlalu kecil hanya untuk sekedar duduk disampingnya. Aku memang seorang pengecut, sepertinya. Baiklah, aku harus coba mendekatinya kali ini.

 

Belum sempat aku melangkah, ekspresi wajah gadis itu berubah marah. Ia berdiri kemudian berlari mendekati tepian sungai, membawa sebuah batu ditangan kanannya.

 

‘Bagaimana bisa?’

 

Astaga, aliran sungai yang tadinya berwarna biru bening seketika berubah menjadi merah pekat. DARAH. Airnya berubah setelah ia melempar batu yang ia bawa dengan seluruh amarah yang ia rasakan.

 

Aku mendekat, semakin mendekat kearah gadis itu. Menarik lengannya dan..

 

‘Ia menatapku. Hazel matanya berubah merah pekat seperti darah.’

 

Keheningan tercipta antara aku dan dirinya. Tetapi sedetik kemudian aku sadar, warna air pada sungai disampingku berubah kembali menjadi normal. Saat ku tatap wajah gadis dihadapanku ini, ia kembali membuatku tercengang. Warna matanya kembali ke warna aslinya.

 

Sebenarnya siapa dia sebenarnya?

 

***

 

Pria itu. Pria bermata cokelat khas mata orang Asia itu kembali melihat kearahku. Entah sudah keberapa kalinya aku menyadari jika ia selalu menatapku jika bertemu disini. Walau wajahnya tidak terlalu jelas, tapi sorot matanya tajam menatapku.

 

Aku menunduk sebentar, mencuri pandang ke arahnya. Berharap kali ini ia akan datang ke arahku. Tapi salah, ia tetap disana seperti kemarin-kemarin. Perasaanku seketika bergejolak. Aku merasa amarahku sudah mencapai ke ubun-ubun. Tapi, apa yang menyebabkanku merasa marah? Pria itu kah? Tapi apa hubungannya?

 

Sebuah batu terletak tak jauh dari jangkauan tanganku. Tangan kananku bergerak mengambil batu tersebut, berlari menuju tepi sungai dan ku lemparkan batu tadi bersama dengan rasa amarahku.

 

Greppp…

 

‘Dia disini!!’ Bathinku.

 

Dia nyata, didepannku. Walau nyata yang ku maksud adalah karena dia sudah didepanku, maka aku percaya.

 

Aku bingung. Apa yang harus ku lakukan padanya? Bahkan pandangan mataku pun tak ingin beranjak dari matanya.

 

Tangannya yang menggenggam tangan kananku, terasa hangat. Rasa marah dalam diriku tiba-tiba menghilang, tergantikan dengan rasa nyaman yang menyeruak dalam hatiku. Perasaan ini, darimana asalnya? Apa pria ini yang memberiku kenyamanan? Tapi, bagaimana mungkin?

 

***

 

Kucoba mengkerjapkan mataku, memandang sekitarku. Aku sadar ini kamarku, berarti yang baru saja kulihat itu hanya mimpi.

 

Tunggu! Tapi aku merasa berbeda. Aku merasa ada yang menggenggam tanganku, erat sekali. Rasa hangat yang kurasakan sama seperti yang kurasakan dalam mimpiku.

 

Pandangan mataku mengarah pada sosok pria disamping kananku. Wajahnya damai, persis seperti bayi yang sedang tertidur. Kulitnya seputih susu. Tampan sekali. Aroma tubuhnya sangat khas. Dan aku bisa mencium bau anyir disekitarku. Wangi tubuh pria itu adalah wangi Darah.

 

Tunggu, apa yang kau lakukan, bodoh? Ada pria didalam kamarmu dan kau sempat-sempatnya mengagumi wajahnya? Kau memang bodoh, Lee Sooyeon!

 

“Yaaakkkk..!!! Apa yang kau lakuk-”

 

***

 

“Untung aku merasakan auramu didalam apartemen itu. Hampir saja ia mengetahui wajahmu, bodoh. Harusnya kau tidak datang ke kamarnya. Apa sih yang kau lakukan? Malam-malam masuk ke kamar seorang gadis. Manusia pula.”

 

“Diam kau, Hyukjae!”

 

“Heol.. Harusnya kau berterima kasih padaku. Jika saja aku tidak membuatnya tertidur dan lupa dengan kejadian barusan, mungkin ia akan berteriak histeris hingga seluruh penghuni apartemen itu-”

 

“Ku bilang diam, sebelum aku memenggal kepalamu dan membakarnya diperapian.” Ucap Kyuhyun dingin, menghantarkan rasa takut pada pria bernama Hyukjae tadi.

 

Walaupun Hyukjae dan Kyuhyun bersahabat dan walaupun Hyukjae lebih tua 100 tahun dari dirinya, tapi kasta Kyuhyun jauh lebih tinggi dibandingkan Hyukjae. Tak heran jika Hyukjae ketakutan setelah Kyuhyun berbicara akan memenggal kepalanya.

 

Kerajaan Vigistria adalah rumah bagi para vampire diseluruh dunia. Kerajaan vampire ini terletak di Alaska. Dalam kastanya, vampire dibagi menjadi 3 kasta yaitu Voulterpan, Deroptran dan Nosmokpan.

 

Nosmokpan merupakan kasta terendah dalam kerajaan Vigistria. Vampire Nosmokpan hanya mampu menghisap darah manusia dan berlari kencang.

 

Hyukjae merupakan vampire Deroptran, vampire yang mampu menghipnotis, membaca pikiran atau telepati dan membuat orang maupun vampire lain dibawah kastanya hilang ingatan. Tentunya tetap menghisap darah manusia dan bisa berlari kencang, lebih kencang dari angin topan.

 

Sedangkan Kyuhyun, ia adalah salah satu dari 10 vampire Voulterpan yang tersisa di muka bumi. Kemampuannya sungguh mengagumkan. Bukan hanya bisa melakukan hal-hal yang dilakukan vampire Deroptran, tapi Voulterpan juga memiliki sayap berwarna biru sapphire yang akan muncul setiap ia akan terbang atau jika ia bertemu dengan jodohnya.

 

Jodoh? Kalian pikir, vampire tidak memiliki nafsu? Oh tidak, jangan salah. Nafsu yang mereka miliki terlalu kuat. Bahkan 5x lipat dibandingkan manusia.

 

Voulterpan bisa menghilang? Lalu mengapa Kyuhyun tidak menghilang saja dan membuat Sooyeon lupa ingatan saat gadis itu sadar bahwa ada seseorang tidur bersama dengannya dalam satu ranjang? Entahlah, Kyuhyun pun tak tahu mengapa ia tak bisa menggunakan semua kekuatannya pada gadis itu. Jika saja Hyukjae tidak mencarinya, mungkin Kyuhyun sudah dijebloskan kedalam penjara. Maksudku penjara manusia, di Seoul.

 

Eiiyyy.. para vampire ini hidup berdampingan dengan manusia, ahh maksudku mereka hidup sebagai manusia. Tidak ada yang mengetahui bahwa disekitar mereka ada makhluk lain selain manusia -vampire.

 

***

 

Seorang pria yang diketahui adalah seorang CEO dari Cho Corp masuk kedalam sebuah hotel ternama di Seoul bersama assistennya, Kim Ryeowook. Para paparazi membuntuti mereka secara diam-diam. Jangan tanya mengapa para awak media mengikuti Cho Kyuhyun. Jelas karena CEO muda yang memimpin sebuah perusahaan besar itu sedang terlibat scandal dengan seorang model cantik namun angkuh, Park Shin Young.

 

Mereka terus mengikuti langkah kaki Kyuhyun dan Ryeowook sampai mereka berdua berhenti didepan sebuah pintu yang bertuliskan ‘Maple Meeting Room’.

 

Tok.. tok.. tok..

 

“Presdir dari Cho Corp, sudah hadir.”

 

“Silahkan masuk.”

 

Kyuhyun dan Ryeowook beserta satu orang yang tadi mengetuk pintu, masuk kedalam ruang meeting tersebut. Terlihat seorang pria tua memegang sebuah wine glass dengan cairan merah pekat didalamnya, berdiri memunggungi Kyuhyun sambil menatap keluar jendela. Mendengar nama Kyuhyun, pria itu pun perlahan membalikkan badan menghadap tamu undangannya. Mata tuanya menatap tajam, seolah mengintimidasi lawan. Tapi bukan Kyuhyun namanya jika hanya dengan tatapan mata, nyalinya ciut.

 

“Aku hanya ingin bicara empat mata.” Tegas pria tua itu, membuat seluruh anak buahnya keluar dari ruangan itu, termasuk Ryeowook.

 

“Kyuhyun, kapan kau akan-”

 

“Appa, untuk apa kau kemari? Sudah kubilang, aku tidak ingin kembali ke Alaska.”

 

“Kerajaan membutuhkanmu, nak.”

 

“Persetan dengan kerajaan. Persetan dengan Putera Mahkota. Dan persetan dengan keturunan Voulterpan. Aku hanya ingin menjalani hidupku seperti biasa. Sudah cukup. Aku pergi.”

 

Kyuhyun membanting pintu ruang meeting seusai berbicara dengan sang ayah, pemimpin seluruh vampire, Raja Cho Seung Hwan. Seluruh amarah Kyuhyun menumpuk, membuat hazel mata cokelatnya berubah menjadi merah terang. Ryeowook yang melihat hal itu, buru-buru memberikan sun glasses kepada atasannya itu.

 

“Hari ini ada interview untuk sekretaris baruku kan, Assisten Kim?”

 

“Benar, sajangnim. Jam 13.00 di ruangan anda.”

 

“Siapkan dalam waktu 30 menit. Dan tolong, singkirkan paparazi yang mengikutiku sedari tadi.”

 

“Ne sajangnim.”

 

Sebelum Ryeowook menemui mereka, para paparazi itu sudah melarikan diri tunggang langgang. Takut jika Kyuhyun akan berbuat macam-macam kepada mereka dan membuat mereka semua dipecat dari kantor tempat mereka bekerja.

 

***

 

“Young Min sialan. Seenaknya saja memecatku. Lihat saja, jika aku berhasil menjadi sekretaris Cho Kyuhyun itu, aku bersumpah akan membuatnya menyesal telah memecatku” Gadis itu terus saja menggerutu bahkan dirinya tak sadar jika sudah sampai didepan lift yang akan mengantarkannya ke ruangan presdir dari Cho Corp.

 

Ia baru saja keluar dari lift yang mengantarkannya ke lantai 33, tempat dimana sang CEO Cho Corp bekerja. Dan yang lebih mengejutkan, Ia akan secara LANGSUNG di wawancarai oleh CEO terkenal itu. Gugup? Sudah pasti. Bagaimana tidak, saat gadis itu melihat foto wajah CEO Cho Corp yang terpampang di beranda mesin pencarian, terlihat jelas jika sang CEO adalah seorang yang dingin, tempramental dan keras kepala. Jika dirinya sampai diterima, ia harus siap menyiapkan mental setebal baja.

 

Derap langkah beberapa orang dan bisikan-bisikan dari beberapa gadis yang juga akan melamar sebagai sekretaris sepertinya, membuat gadis itu mengikuti arah pandang gadis-gadis disebelahnya. Dan betapa terkejutnya ia saat orang yang kini ia lihat adalah CEO Cho Corp, Cho Kyuhyun. Astaga, dia ada dihadapanmu, sist.

 

Namun seketika pemimpin Cho Corp itu menghentikan langkahnya tepat didepan gadis itu. Menatap tajam kearah manik mata biru milik gadis itu, kemudian berjalan kembali memasuki ruangannya.

 

“Assisten Kim, berikan padaku CV dari orang-orang yang akan melamar.”

 

“Ini dokumen yang anda minta, sajangnim.”

 

Ryeowook memberikan setumpuk CV dan surat lamaran pekerjaan dari tiap-tiap gadis yang sedang menunggu diluar ruangan sang CEO kepada Kyuhyun. Kyuhyun mendudukkan dirinya diatas kursi kebesarannya tanpa melepas pandangan matanya dari selembar CV yang kiri ada di tangan kanannya.

 

“Lee Sooyeon. Jadi namamu Lee Sooyeon? Namamu secantik dirimu.” Kyuhyun tersenyum, lebih tepatnya menyeringai. Tangannya merogoh saku jasnya, meraih benda persegi yang sedari tadi berdering tanpa henti.

 

Drrrrttttt… Drrrtttt…

 

“Hyukjae, I meet her and I know what’s her name!”

 

“Aish.. sopan sedikit dengan yang lebih tua darimu, bodoh! Ah iya, siapa yang kau temui?”

 

“Gadis diapartemen semalam. Dia datang padaku. Namanya Lee Sooyeon.”

 

“APA? DIA DATANG KE KANTORMU? APA DIA MENGINGATMU??”

 

“Kecilkan suaramu, bodoh! Tidak, sepertinya dia tidak mengingatku. Dia datang untuk melamar sebagai sekretarisku.”

 

“Kau senang?”

 

“Tentu saja. Jadi aku tak perlu repot-repot datang ke apartemennya. Aku bisa melihatnya setiap hari.”

 

“Ya, ya, ya. Terserah kau saja. Silahkan bersenang-senang dengan wanita beraroma manismu itu. Oh iya, temui aku di rumahmu jam 8 malam. Ini masalah Shin Young.”

 

“Hmm..”

 

Sambungan telepon terputus. Kyuhyun mendesah. Gadis itu. Entah apa yang dilakukan gadis itu padanya sehingga ia nekad masuk ke dalam apartemen Sooyeon dan tidur disampingnya. Tapi aroma darah Sooyeon membuatnya linglung. Rasa ingin menghisap darah manusia tiba-tiba meningkat saat berada didekat Sooyeon. Gadis itu membuatnya menggeram. Menahan taringnya agar tidak muncul.

 

‘Ini membuatku gila.’ Kyuhyun membathin.

 

***

 

Aishh.. bagaimana ini? Aku gugup sekali. Bagaimana tidak, saat ini seorang Cho Kyuhyun, pemimpin Cho Corp sekaligus pewaris dari perusahaan ini sedang menatapku tajam. Bahkan sejak 10 menit lalu pun tak ada percakapan antara aku dan dia. Ya Tuhan, sungguh menyebalkan. Tak ada sesi interview, tak ada negosiasi gaji, yang ada hanya aku dan dia yang saling menatap tanpa mengeluarkan kata-kata.

 

Pikiran dan pandanganku tidak sejalan. Mataku tetap memandangnya tetapi pikiranku tertuju pada mimpiku semalam. Tentang seorang pria yang menarik tanganku. Menatapku dengan dahi mengerut. Tatapan mata pria itu terasa familiar. Tapi suara pria super sialan dihadapanku kini telah membuyarkan lamunanku. Membuatku kaget setengah mati ketika aku mendengar suaranya memanggil seseorang bernama Kim Ryeowook, hampir seperti berteriak.

 

“Ne sajangnim, ada yang bisa saya bantu?”

 

“Tolong antar Nona Lee Sooyeon ke mejanya. Ajari hal-hal apa saja yang harus ia lakukan dan beritahu apa saja yang wajib ia ketahui selama bekerja denganku.”

 

“Ne sajangnim. Mari ikut saya.”

 

Apa? Apa maksud semua ini? Jadi aku diterima bekerja begitu saja di perusahaan raksaksa ini? Di Cho Corp? Astaga, hanya perlu bertatap mata 15 menit tanpa suara mampu membuatku diterima bekerja. Ini adalah berita GILA. Juyeon pasti tak akan percaya.

 

“Chogiyo, Cho sajangnim. Apa aku diterima bekerja disini?”

 

“Kau pikir untuk apa aku menyuruhnya mengantarkan ke mejamu jika bukan untuk bekerja?” Jawab Kyuhyun dingin, membuat nyali gadis itu sedikit menciut.

 

“Ne, Cuisonghamnida sajangnim.”

 

***

 

“Astaga. Sudah berapa banyak wanita yang ia bawa ke ruang kerjanya? Cih.. dasar CEO Playboy.” Gumamku sambil merapikan laporanku serta mengecek jadwal meeting CEO dingin itu. Ya, siapalagi kalau bukan Cho Kyuhyun, sang penguasa dunia bisnis di Korea Selatan.

 

Tidak terasa kini aku sudah 4 bulan bekerja di Cho Corp. Banyak hal-hal menarik dan juga membingungkan yang ku kerjakan disini. Ternyata, bekerja dengan Cho Kyuhyun tidak mudah. Jadwal meetingnya padat. Banyaknya jadwal bertemu dengan Investor dan Klien diluar negeri, belum lagi banyaknya tugas yang presdir gila itu berikan padaku membuatku hampir selalu lembur.

 

Ditambah lagi pekerjaan yang satu ini membuatku hampir gila dan tidak masuk akal. Setiap ‘teman-temannya’ datang, aku harus melarang siapapun masuk tak terkecuali diriku sendiri. Yah, yang ku maksud dengan ‘teman-temannya’ itu adalah wanita sewaan yang ia ajak berkencan didalam ruangannya. Setelah mereka asyik bercinta, AKU yang harus membersihkan ruangannya. Sebenarnya aku direkrut untuk jadi sekretaris atau office girl?

 

Namun kegiatanku merapikan laporan terhenti saat kudengar suara telpon di meja kerjaku berdering, telpon khusus dari ruangan CEO.

 

Braakkkk…

 

“To-long a-ku.. To-long..”

 

“Astaga.. Ada apa didalam?”

 

Ku langkahkan kakiku menuju ruangan Presdir Cho Kyuhyun. Sayup-sayup ku dengar suara erangan wanita, merintih kesakitan.

 

Namun setelah ku buka pintu ruangannya, keadaan didalam sepi.  Tak terdengar suara apapun. Tapi sesuatu yang bergerak dibalik pintu kamar itu menyita perhatianku. Ku langkahkan kakiku menuju kamar yang ada disebelah kiriku, membawaku semakin dekat dengan pintu dan…

 

“P-p-pres-dir?” Ku lihat seorang wanita terbujur kaku dilantai dengan muka pucat, kulit kering dan ada dua buah luka di leher dan pergelangan tangannya. Luka seperti gigitan vampire. Tunggu sebentar, jangan- jangan Presdir Cho itu…

 

“Apa kau…” tiba-tiba ia menatapku. Matanya menatap tajam ke kedua bola mataku. Tetapi ekspresi mukanya menyiratkan kesedihan dan kesesakkan.

 

“Katakan.” Lirihnya.

 

“Katakan apa?” tanyaku ragu.

 

“Katakan, apa yang kau pikirkan setelah melihat ini!”

 

Ku tatap dirinya yang masih terduduk lemas dibawah, sambil memegang lengannya yang terluka. Tapi.. Luka yang ada di tangannya perlahan pulih walau tak sepenuhnya.

 

“Kau.. Kau vampire? Benarkan?” tanyaku lirih.

 

Aku tersentak saat ia menarik tanganku, membuatku ikut terduduk didekatnya. Tapi aku beringsut sedikit menjauh. Jujur saja aku takut. Aku ada didekat vampire, ingat? Terlebih ia adalah boss ku. Aku masih terkejut.

 

“Sembuhkan lukaku.”

 

Aku melihatnya merintih, sedikit berpikir bagaimana caranya aku bisa menyembuhkan lukanya. Ku alihkan pandanganku pada luka yang ada di lengannya. Luka-lukanya tertutup tetapi yang menarik perhatianku adalah bagaimana bisa darahnya tetap keluar sementara kulitnya sudah menyatu walau masih tertinggal bekas lukanya?

 

“Kau bisa. Aku hanya butuh setetes darahmu. Cepat, bantu aku.” Kyuhyun tetaplah Kyuhyun, keras kepala dan pemaksa, bahkan disaat dirinya lemah seperti inipun, sifat angkuhnya itu tidak berkurang, pemaksa.

 

“A-apa? Me-mengapa harus darah saya, sajangnim?”

 

Kyuhyun tak menjawab. Ia mengambil bross yang ada di blazerku, menancapkan penitinya pada jari telunjukku dan menekannya erat-erat hingga mengeluarkan darah. Ku pejamkan mataku. Takut jika ia menggigitku. Tapi…

 

“Buka matamu dan lihatlah.” Suara Kyuhyun menginterupsiku.

 

Perlahan ku buka kedua mataku. Dan yang kulihat adalah Kyuhyun menyentuhkan telunjukku pada lukanya. Menakjubkan!!

 

Kau tahu apa yang terjadi? Darahku yang bercampur dengan darah Kyuhyun, berubah menjadi warna biru dan darah yang keluar dari lukanya perlahan berhenti. Bahkan luka bekas sayatan pada lengannya pun sudah menghilang. Ajaib.

 

“Karena darahmu berbeda dari manusia. Kau berbeda.” Kyuhyun berujar sambil menatapku, kali ini tatapan matanya berubah sedikit melunak. Aku terdiam.

 

Apa maksud Kyuhyun mengatakan hal itu padaku? Apa yang berbeda dariku?

 

***

 

Mereka saling terdiam didalam ruangan. Duduk berhadapan diruang kerja Kyuhyun tanpa saling melihat. Sooyeon masih saja memandangi mayat wanita yang tergeletak dikamar sang CEO. Kyuhyun yang menyadari hal itu kemudian beranjak mendekati Sooyeon.

 

“Maaf karena membuatmu takut.” Kyuhyun membuka percakapan. Gadis itu kemudia mengalihkan pandangannya kearah Kyuhyun.

 

“Aku vampire tapi aku tidak meminum darah manusia kecuali mereka rela memberikan darahnya untukku atau menjual darahnya padaku. Wanita tadi, diserang oleh sekelompok vampire buatan atau kami menyebutnya black blood. Mereka bukan vampire murni dan-”

 

“Jelaskan padaku, mengapa kau mau menceritakan rahasiamu padaku?”

 

“Itu karena..” Kyuhyun terdiam. Entah kenapa saat ini, tiba-tiba didepan gadis ini, seluruh sifat dingin dan angkuhnya lenyap. Padahal sebelumnya ia tetap bisa mengontrol mimik muka serta tetap bisa berbicara dengan angkuh dan tegas.

 

Sedang gadis dihadapannya kini masih menatap Kyuhyun, walau masih tersirat ketakutan pada pancaran matanya, namun gadis itu terus menatap kearah Kyuhyun. Menanti jawaban yang ia nanti sejak 4 menit yang lalu.

 

Sungguh Kyuhyun tak mampu menjelaskan secara tenang kepada gadis dihadapannya ini tentang keadaannya. Terlalu banyak kisah yang bahkan tak tahu darimana dirinya harus memulai bercerita.

 

Kyuhyun berdiri, melangkah mendekat kearah mayat wanita yang tergeletak mengenaskan dikamarnya. Tangannya terulur untuk memegang kepala mayat itu dan..

 

Bussshhhh..

 

Dalam sekejap mata mayat wanita itu berubah menjadi abu dan menghilang. Sooyeon yang melihat hal itu terdiam dengan mulut yang terkatup rapat. Bahkan rasa syoknya akan mayat yang tergeletak tadi pun belum menghilang, kini ia melihat satu kejadian lagi yang menambah keyakinan dirinya akan sosok vampire yang menjabat sebagai CEO ditempat ia bekerja.

 

Kyuhyun kembali melangkah mendekati Sooyeon yang masih duduk. Namun belum sempat ia menghentikan langkahnya, Sooyeon bangkit berdiri.

 

“Ma.. Maaf Presdir, sudah waktunya makan siang. Permisi.” Sooyeon berniat keluar dengan berpura-pura seperti tak terjadi apa-apa ketika sebuah tangan mencekal dirinya. Ia bergidik ngeri sesaat.

 

“Aku akan menceritakan semuanya padamu, ku mohon jangan salah paham. Okay? Tunggu aku diapartemenmu nanti malam.” Kyuhyun berujar lirih.

 

Gadis itu hanya mengangguk, bukan karena ia menyetujui apa yang baru saja Kyuhyun ucapkan. Gadis itu hanya ingin keluar dari ruangan sang Presdir secepat mungkin. Dirinya sungguh masih syok melihat kejadian yang terjadi beberapa puluh menit lalu.

 

***

 

Jarum jam menunjukkan waktu pukul 12 malam. Mata gadis itu tak kunjung menutup. Dirinya gelisah. Ia masih ingat apa yang Kyuhyun katakan tadi siang mengenai janji Kyuhyun yang akan datang ke apartemennya. Tapi sampai saat ini Kyuhyun tak menampakkan batang hidungnya.

 

‘Benarkah ia akan datang ke apartemenku? Tidak mungkin kan seorang CEO atau lebih tepatnya sesosok vampire itu datang malam ini?’

 

Baru saja Sooyeon hendak memejamkan mata ketika ia merasa ada pergerakan pada kasurnya.

 

“Presdir..?”

 

“Panggil saja Kyuhyun. Maaf jika mengganggumu ditengah malam seperti ini.”

 

Gadis itu bangun dan bersandar pada dashboard ranjangnya, menatap lurus kearah Kyuhyun yang kini duduk disisi kirinya.

 

“Apa yang ingin kau katakan dan jelaskan juga bagaimana caramu masuk kedalam apartemenku, Tuan Cho!”

 

“Untuk yang satu itu, vampire mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk berpindah tempat atau kau bisa menyebutnya teleportasi.”

 

“Lalu?”

 

“Untuk kejadian yang kau lihat siang tadi, sebenarnya bukan aku yang membuat Park Shin Young mati. Tetapi seorang vampire black blood bernama Casey atau jika di Korea lebih terkenal dengan nama Kim Heechul-”

 

“Tunggu sebentar, Kim Heechul? CEO dari KHC Corp yang terkenal dengan sifat diktatornya itu?”

 

“Ya. Dan biarkan aku melanjutkan ceritaku.” Kyuhyun mengingatkan. Sooyeon mengangguk mempersilahkan.

 

“Casey adalah seorang vampire yang termasuk kedalam kelompok pengkhianat. Ia merencanakan untuk menguasai Blood Roses agar ia dapat mengambil alih tahta kerajaan Vigistria. Ia ingin melancarkan kudeta terhadap pemerintahan ayahku. Dan Park Shin Young, ia adalah manusia biasa yang diperdaya oleh Casey untuk menjebakku. Casey memerintahkan Shin Young untuk mendekatiku lalu membunuhku, agar aku tak menghalangi jalannya untuk menjadi raja vampire dikerajaan Vigistria.” Kyuhyun berhenti sejenak, menatap wajah Sooyeon yang sepertinya fokus mendengarkan apa yang diceritakannya.

 

Ia mencoba menerobos pikiran gadis itu, namun entah mengapa kemampuannya itu tak berpengaruh apapun pada gadis dihadapannya ini.

 

“Ada apa? Mengapa kau menatapku seperti itu?” Sooyeon merasa Kyuhyun memperhatikannya dengan cara yang sedikit berbeda.

 

“Tidak ada. Akan ku lanjutkan. Setelah isu Blood Roses tersebar, vampire-vampire serakah mulai saling menikam satu sama lain. Dalam hal ini mereka saling membunuh dengan cara memenggal kepala vampire dan membakarnya. Jika kau bertanya mengapa Shin Young mati, jawabannya adalah karena Casey yang membunuhnya tepat dihadapanku. Ia membunuh wanita itu karena Shin Young.. Hmm, Shin Young mengkhianatinya. Shin Young jatuh cinta padaku dan berencana membongkar semua rencana Casey. Aku baru tahu rencana Casey setelah Hyukjae menemuiku tadi. Karena hal itulah aku baru datang ke apartemenmu tengah malam begini.”

 

“Ahh.. Lalu apa hubungannya denganmu? Dan apa itu Blood Roses? Sejujurnya aku masih tidak mengerti dengan semua ini.” Tanya gadis itu, masih dengan posisi yang sama, menyandarkan dirinya pada dashboard ranjangnya.

 

“Aku tak begitu mengerti apa itu Blood Roses. Yang ku tahu adalah jika salah satu vampire memiliki Blood Roses tersebut apalagi sampai meminum darahnya, maka secara otomatis vampire tersebut menjadi vampire murni dengan kedudukan tertinggi biarpun vampire itu adalah vampire black blood. Blood Roses ada setiap 1000 tahun sekali. Dan aku tidak percaya akan adanya Blood Roses. Karna mana mungkin setangkai mawar bisa membuatmu menjadi orang dengan derajat dan kekuasaan tertinggi? Lagipula mawar tak bisa mengeluarkan darah. Dan mengapa semua ini ada hubungannya denganku karena…” Kyuhyun menjeda kalimatnya. Ia kembali menatap kedalam manik mata biru milik Sooyeon. Gadis didepannya itu sedang menatapnya dengan rasa penasaran yang tinggi sehingga ia kembali melanjutkan ceritanya.

 

“Casey menginginkan aku mati, selain karena aku adalah pewaris tahta tunggal, peramal di kerajaan mengatakan bahwa akulah yang akan mendapatkan Blood Roses itu dan berita itu pun tersebar ke seluruh vampire didunia. Membuatku menjadi incaran mereka. Tapi bukan dari klan ku, tetapi dari vampire black blood atau vampire yang tercipta karena terinfeksi seperti Casey. Sedangkan Voulterpan, Deroptran dan Nosmokpan adalah vampire darah murni atau kami menyebutnya white blood.”

 

“Apa kau tak takut aku membocorkan rahasiamu pada orang-orang diluar sana?” Gadis itu bertanya sambil memainkan jari-jari tangannya tanpa menatap mata Kyuhyun. Ia sendiri tak mengerti mengapa ia berlaku seperti ini. Padahal ia adalah wanita tangguh yang tak pernah sekalipun menundukkan pandangan matanya pada orang lain.

 

“Aku tau kau tak akan membeberkan rahasiaku pada siapapun.”

 

“Apa.. ada vampire lain di Cho Corp selain dirimu, Tuan Cho?” Sooyeon memberanikan diri untuk bertanya, penasaran tentu saja.

 

“Kim Ryeowook adalah vampire Nosmokpan, sedangkan Lee Hyukjae adalah vampire Deroptran.” Kyuhyun menjawab pertanyaan Sooyeon dengan mantap. Sekali lagi, tanpa takut jika gadis itu akan membeberkan cerita itu pada orang lain.

 

“Dan berhenti memanggilku Tuan Cho. Bukankah aku sudah menyuruhmu memanggilku dengan namaku saja?” Kyuhyun menegaskan.

 

“Baiklah, Kyuhyun-ssi. Lalu, apa bedanya Voulterpan, Deroptran dan Nosmokpan?”

 

“Tanpa embel-embel ‘ssi’, hanya Kyuhyun.”

 

“Baiklah, Tuan Pemaksa.” Kyuhyun berdecak, baru kali ini seorang Lee Sooyeon berani mengatakan jika dirinya ‘pemaksa’!!

 

“Nosmokpan hanya mampu menghisap darah manusia dan berlari kencang. Deroptran, mampu menghipnotis, membaca pikiran atau telepati dan membuat orang maupun vampire Nosmokpan dan Black Blood hilang ingatan. Tentunya tetap menghisap darah manusia dan bisa berlari kencang. Voulterpan bisa  melakukan hal-hal yang dilakukan vampire Deroptran, tapi Voulterpan juga memiliki sayap berwarna biru sapphire yang akan muncul setiap ia akan terbang dan ketika bertemu dengan jodohnya.”

 

Kyuhyun menggeser tubuhnya mendekat kearah Sooyeon, refleks gadis itu menjauh. Namun sebelum rencana itu terlaksana, Kyuhyun telah menarik lengannya untuk membaringkan tubuh Sooyeon dan meletakkan kepala gadis itu diatas dadanya.

 

“Tidurlah, ini sudah jam 1 malam.”

 

“T..tapi kau-”

 

“Jangan takut. Aku tak akan macam-macam. Tidur dan beristirahatlah.” Ucapnya sambil membelai lembut surai cokelat milik gadis yang kini mulai merilekskan tubuhnya. Gadis itu mulai mengantuk dan tertidur.

 

“Good night, Yeon.”

.

.

.

.

Bersambung~~~

 

Anti mainstream kan pakai kata Bersambung?? Kekekeke.. Jangan lupa RCL nya yaa.. TengKYU :*

109 thoughts on “The Blood Roses Part 1

  1. Ping balik: Rekomendasi Fanfiction Part 2 | evilkyu0203

  2. Uwahh.. Aku pikir ceritanya bakal ngebosenin eh ternyata enggak..
    Bagus keren..
    Dan blood roses.. Sooyeon kah?
    Tapi kenapa para vampir gak menyadari?

    Suka

  3. Menurutku Blood Roses yang di maksud itu bukan mawar seperti perkiraan para – para vampire itu melainkan seorang gadis dengan darah yang beraroma mawar dan itu adalah Lee Sooyeon. Beneran gak ya….!!

    Ff yang menarik minat,gak sabar tuk next – next partnya

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s