The Blood Roses Part 2


PhotoGrid_1470383420201[1]

 

Author           : @leesooyeon618

 

Tittle               : The Blood Roses

 

Category        : Chapter, NC17, Fantasy, Romance

 

Main Cast       :

  • Cho Kyuhyun
  • Lee Sooyeon (OC)

 

Other Cast     :

  • Kim Heechul a.k.a Casey
  • Lee Hyukjae
  • Kim Ryeowook
  • Victoria – F(x)
  • Suho – EXO

 

Author Notes  : FF ini sudah pernah di posting di Wattpad pribadi. Mohon maaf jika jalan ceritanya garing, karna ini FF pertama yang berani di posting diluar Wattpad pribadi. FF yang Publish di Flying NC Fanfic ini sudah banyak yang dirubah karena di Wattpad pribadi banyak terjadi ke-typo-an dan kesenjangan cerita, eeaaaakkkk…

Cerita ini hanyalah cerita fiksi. Jika ada unsur kesamaan jalan cerita, karakter dan lain hal, mohon dimaklumi karena ide cerita ini sudah terlalu mainstream. Betewe, typo akan bergelayutan di mata dan hati kalian..

 

 

Happy reading..

.

.

.

.

Sooyeon tertidur beberapa saat setelah Kyuhyun menenangkan gadis itu. Tangannya masih bergerak membelai lembut surai cokelat bergelombang milik gadisnya. Gadisnya? Entahlah, ia hanya merasa bahwa Sooyeon adalah miliknya.

 

Kyuhyun menggeser posisinya agar dapat mendekap erat tubuh gadis itu. Membenamkannya pada dada bidang miliknya. Kepala gadis itu bergerak kesana kemari mencari tempat yang nyaman pada dada pria itu. Kyuhyun kembali membelai rambut gadis itu lembut. Berharap waktu berhenti disini dan berharap semua kekhawatirannya akan masa depan gadis dipelukannya ini lenyap. Sesuatu yang buruk, akan terjadi dimasa depan. Kyuhyun merasakannya.

 

Tetapi biarlah saat ini Kyuhyun mendekap erat gadisnya. Mencoba menyesapi feromon gadis itu. Lee Sooyeon. Gadisnya, miliknya.

 

***

 

Sinar matahari mulai beranjak masuk melewati celah horden, mengusik tidur seorang gadis yang kembali bergelung dalam selimutnya. Namun belum sampai satu menit, tiba-tiba tubuh dan selimutnya terangkat dalam gendongan seseorang.

 

Gadis itu mengkerjapkan matanya, mencoba menyesuaikan bias cahaya yang mulai masuk kedalam retina matanya. Matanya menangkap sosok pria yang akhir-akhir ini selalu menemaninya tidur ketika malam.

 

CHO KYUHYUN..

 

Ya. Pria itulah yang kini selalu berada disisinya ketika malam dan akan berubah menjadi seorang CEO yang dingin dan berkuasa ketika siang. Sudah 3 bulan sejak kedatangan Kyuhyun ke apartemennya untuk menjelaskan siapa diri pria itu dan apa yang membuat model cantik bernama Park Shin Young mati mengenaskan dalam ruangan pria itu. Sejak saat itulah Kyuhyun selalu mendatanginya setiap malam. Memastikan bahwa gadisnya dalam keadaan baik-baik saja dan tidur dalam rasa nyaman dan aman. Gadisnya? Lagi-lagi seperti itu.

 

Sooyeon masih ada dalam gendongan pria itu. Ia hanya menyunggingkan senyumnya ketika pria itu meletakkannya didalam bathup. Mengambil selimut yang membungkus tubuh rampingnya dan membuangnya sembarangan. Kemudian tangan pria itu menyusuri lekuk wajah dan..

 

Chu~~

 

Benda kenyal nan dingin mendarat mulus dikening gadis itu. Kyuhyun tersenyum sesaat setelah Sooyeon membuka matanya. Mereka saling berpandangan, menyalurkan rasa kekaguman satu sama lain.

 

“Cepat mandi. Kau bau sekali.”

 

Sooyeon mendesis, namun bibirnya melengkung menunjukkan senyuman gelinya atas perlakuan Kyuhyun yang dengan seenak jidat menggendong dirinya dan meletakkannya dalam bathup.

 

***

 

“Lee Hyukjae, temui aku sekarang juga.”

 

“…..”

 

“Hmm.. dan bawa juga file-file dan informasi yang telah kau temukan.”

 

“…..”

 

Kyuhyun melempar asal benda pipih itu ketika pembicaraannya dengan Hyukjae berakhir. Matanya membulat sempurna mendapati asisten pribadi sekaligus gadisnya duduk dihadapannya dengan wajah ditekuk. Spontan Kyuhyun tersenyum walau tak lama kemudian ia mengubah air mukanya kembali seperti sedia kala. Dingin.

 

“Ada apa Nona Lee? Mengapa kau tidak mengetuk pintu sebelum masuk keruanganku?” Tanya Kyuhyun.

 

“Sepertinya anda terlalu sibuk berbicara dengan pasangan Gay anda itu, sehingga anda tidak mendengar suara ketukan pintu, Presdir.” Kyuhyun tersenyum, lagi.

 

Kyuhyun berdiri dari kursi kebesarannya, menghampiri Sooyeon yang masih menatapnya dalam. Sejurus kemudian Kyuhyun mendaratkan bibir dinginnya di bibir gadis itu. Sooyeon terperanjat. Seperti mengingat sesuatu, seperti De Javu.

 

“Ada apa, Yeon?” Nama panggilan dari Kyuhyun untuk gadisnya. Okey cukup dengan kata gadisnya, Kyu. Kau terlalu egois untuk menganggapnya sebagai gadismu. Tapi kata-kata apa lagi yang harus ia deskripsikan untuk gadis dihadapannya ini? Jujur dalam hatinya ia menginginkan wanita ini. Namun tak satupun dari Kyuhyun maupun Sooyeon yang mengutarakan apa yang mereka rasakan.

 

Ya, alasan kuat untuk Kyuhyun tetap menjabat di posisinya sebagai CEO ini adalah gadis itu. Lee Sooyeon. Sejujurnya Kyuhyun telah berpikir untuk kembali ke Alaska, jauh sebelum ayahnya datang menemuinya tempo hari. Tapi karena Lee Sooyeon datang dihari yang sama saat ayahnya datang menemuinya, ia membatalkan niatnya untuk kembali ke Kerajaan Vigistria.

 

Neo, nae goya, chagi-ya.. (Kau, milikku, sayangku)

 

“Hmm.. presdir.”

 

“Ya..”

 

“A-ada surat untukmu. Tapi tidak ada nama pengirimnya.”

 

Dahi pria itu sedikit terangkat, membentuk kerutan-kerutan kecil. Tangannya terulur mengambil amplop yang ada ditangan gadis yang kini sedang menatapnya ragu.

 

“Damn..”

 

“Apa isi suratnya, Presdir?”

 

“Yeon-ah.. kau harus bersembunyi. Berhenti bekerja disini dan tinggallah ditempatku. Mereka-”

 

“Ada apa sebenarnya, Cho. Ceritakan semuanya sebelum kau menyuruhku ini dan itu.” Gadis itu memanggilnya tanpa embel-embel presdir. Sama seperti Kyuhyun, gadis itu juga memiliki nama panggilan tersendiri untuk Kyuhyun.

 

“Black Blood.. Mereka tahu tentangmu. Mereka mulai berburu dirimu dan berencana untuk membunuhmu. Mereka ingin menghancurkan aku. Mereka tahu jika kau dekat denganku. Mereka-” Perkataan Kyuhyun terhenti ketika sebuah jari telunjuk mendarat halus dipermukaan bibirnya.

 

“Ssttttt… Cho, dengar. Aku akan pergi bersamamu, tapi sebelumnya jelaskan mengapa kau sepanik ini? Apa yang Black Blood inginkan dariku?”

 

“Yeon, aku tidak ada waktu untuk menjelaskannya saat ini. Tolong ikuti perkataanku, ini demi keselamatanmu, sayang.”

 

Sooyeon terdiam. Bukan karena nyawanya yang terancam, namun panggilan ‘sayang’ yang terucap dari bibir dingin pria itu membuatnya terpaku. Apakah ia mencintai gadis itu? Mencintai Sooyeon?

 

“Yeon..!! Kau melamun. Ayo cepat kita pergi dari sini.”

 

“Tapi meetingmu, Cho?”

 

“Hyukjae bisa mengatasinya. Cepat peluk aku.”

 

“APAA..??” Kyuhyun menarik tangan gadis itu. Membawanya dalam dekapan dingin namun menenangkan, bagi Sooyeon tentunya.

 

“Tutup matamu dan jangan coba-coba untuk membuka matamu sebelum aku meminta.”

 

Buuusssshhhhhh….

 

***

 

Di lain tempat, seorang wanita dengan dress merah yang melekat pas ditubuhnya, berdiri memandang keluar jendela sambil tersenyum. Bukan senyum bahagia, melainkan senyuman mengejek.

 

Ya, wanita itu terus menerus tersenyum sesekali menggoyang-goyangkan gelas wine yang ia pegang. Cairan merah pekat yang ada dalam gelas tersebut tandas dalam sekali teguk. Tak lama gema tawa terdengar disitu.

 

“Tak ada yang bisa merebutnya. Aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku. Cho Kyuhyun, aku datang.”

 

“Sepertinya kau begitu bahagia, Qian. Ahh.. jelas saja, karna sebentar lagi kau akan bertemu dengan pria tercintamu itu kan?”

 

“Kau benar, Casey. Terima kasih atas kerja sama yang kau tawarkan padaku.”

 

“Tak perlu sungkan. Kau dapatkan yang kau mau dan aku dapatkan apa yang aku mau. Adil bukan?” Casey tersenyum. Qian yang melihat hal itu pun ikut tersenyum. Sekali lagi, bukan senyum kebahagiaan melainkan senyum penuh kemenangan. Sungguh mengerikan.

 

***

 

Pria dan wanita itu masih betah berdiri dengan posisi saling berpelukkan. Mungkin gadis itu belum menyadari apa yang sudah ia lakukan bersama pria dipelukkannya ini. Tangannya masih melingkar manis dipinggang sang pria hingga suara bass itu terdengar ditelinganya.

 

“Buka matamu, Yeon. Kau mau memelukku terus, eoh?”

 

Gadis itu mencebik kesal, namun ia menuruti perkataan Kyuhyun. Perlahan ia melepaskan pelukannya dan membuka matanya.

 

Aku membuka mataku saat Kyuhyun memintanya. Hal yang pertama kali kulihat adalah hamparan bunga tulip kuning disepanjang mata memandang. Sungguh menakjubkan, sama seperti dirinya.

 

“Ini Belanda, Yeon. Kau suka?”

 

“APA? KAU MEMBAWAKU KE BELANDA DENGAN KEMAMPUAN TELEPORTASIMU?”

 

Kyuhyun tertawa. Ia tahu gadis didepannya pasti akan meneriakinya seperti ini. Untung saja ini ditengah perkebunan, jadi tak ada yang mendengar apa yang baru saja gadis itu teriakkan.

 

“Ups.. mian. Apa ada yang mendengar?”

 

“Tidak, karena kita ada ditengah-tengah perkebunan dan ku yakin para pekerja sedang tertidur pulas dirumahnya.”

 

Dahi Sooyeon mengkerut. Sepertinya gadis ini lupa. Perbedaan waktu Seoul – Amsterdam adalah 8 jam. Ini tandanya di Amsterdam masih jam 5 pagi. Sedetik kemudian gadis itu tertawa. Menatap Kyuhyun geli, kemudian menutup mulutnya rapat-rapat karena melihat ekspresi Kyuhyun yang menatapnya intens.

 

Tanpa sadar, tangan kanannya terulur meraba pipi kiri pria itu. Memejamkan matanya, menikmati sebuah perasaan hangat yang menjalar masuk kedalam hatinya. Pria itu diam. Namun dari tatapan matanya, terlihat jelas ia sedang menikmati perasaan yang Sooyeon sampaikan dengan menyentuh pipinya. Siapa yang memulai, tak ada yang sadar. Tapi kedua bibir mereka telah terpagut walau hanya ciuman lembut tak menuntut. Perasaan hangat menjalar kedalam hati keduanya. Membuat mereka semakin hanyut dalam ciuman indah di tengah perkebunan bunga Tulip Amsterdam.

 

***

 

Kyuhyun terkejut, begitupun Sooyeon dengan kehadiran seorang wanita yang kini ada dihadapannya tersenyum, berdiri didepan pintu mansion milik Kyuhyun. Seakan-akan ia sedang menunggu kedua orang itu datang menemuinya. Kyuhyun berjalan menghampiri wanita itu dengan tangan kirinya yang tetap menggenggam erat telapak tangan Sooyeon. Ia tahu ada hal buruk yang akan terjadi setelah ini.

 

“Apa yang kau lakukan disini, Victoria?”

 

“Aku? Tentu saja menunggumu, Kyu. Apa kau tak merindukanku? Kau sudah melupakanku begitu saja? Ahh, jelas kau sudah melupakanku. Gadis itu yang membuatmu lupa, bukan?”

 

Sooyeon terdiam. Sedikit banyak ia mengerti apa yang dibicarakan oleh dua orang dihadapannya. Wanita yang ia tahu bernama Victoria itu ‘mungkin’ saja adalah masa lalu dari Kyuhyun. Mungkin saja Victoria itu mantan pacar Kyuhyun. Kepalanya tertunduk. Bukan karena takut, tapi melihat Victoria yang memiliki kesempurnaan pada tubuhnya itu yang membuat Sooyeon menunduk.

 

“Gadis itu.. Warna matanya sangat menarik.”

 

“Pergilah. Jangan mengusiknya. Aku tahu apa yang akan kau lakukan, wanita iblis.”

 

“Baiklah. Mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk bertemu denganmu. Aku pergi.”

 

Victoria pergi setelah sebelumnya ia menghampiri Kyuhyun dan mencium pipinya. Hmm.. Sedikit gerakan yang mampu membuat gadis disebelahnya melebarkan kedua matanya, kaget tentu saja. Siapapun yang melihatnya pasti akan berpikir jika Victoria adalah kekasih Kyuhyun.

 

“Ayo masuk.” Kyuhyun menginterupsinya, membuat Sooyeon bergerak melangkah mengikuti Kyuhyun masuk kedalam mansion milik pria itu.

 

“Ini mansionmu, Cho?”

 

“Hmm.”

 

“Apa ada kolam renangnya?” Kyuhyun mengerutkan dahi, tetapi sedetik kemudian ia menunjukkan kolam renang dibelakang mansionnya. Sooyeon terkejut. Betapa luas dan wow, tak bisa dijabarkan dengan kata-kata. Bayangkan saja, hampir semua fasilitas water boom ada disini. Dan dalam sekejap Sooyeon berlari menuju kolam renang yang paling besar disana.

 

Byuurrrrr

 

“Ya!!! Apa yang kau lakukan? Cepat keluar dari situ. Cuaca hari ini dingin, kau tahu? Ini masih jam 7 pagi.” Kyuhyun memanggil gadis itu, namun sayang gadis itu tak menghiraukan Kyuhyun.

 

“Aku ingin berenang, Cho. Tunggu sebentar lagi.”

 

“Cukup untuk hari ini. Cepat keluar dari kolam sebelum aku yang mengangkatmu dari sana.”

 

“Benarkah? Coba saja kalau kau berani.” Sooyeon tersenyum. Sepertinya gadis itu membangunkan sifat evil seorang Kyuhyun.

 

“Baiklah, jika kau menantang.”

 

Byuuurrrrr

 

Kyuhyun melompat masuk kedalam kolam dengan kecepatan berpindah tempatnya. Ia merengkuh tubuh mungil gadis yang sejak tadi sibuk berenang kesana kemari. Membawanya dalam dekapan dirinya. Menggiring dirinya bersama gadis itu menuju pinggiran kolam.

 

“Ku kira kau bisa berenang, Cho. Nyatanya kau menggunakan kemampuanmu untuk berpindah tempat. Cih. Tapi harus ku akui kekuatanmu itu sungguh hebat.”

 

“Kau memujiku atau memujiku?”

 

“Heol.. apa bedanya, tuan? Itu sama saja.”

 

Kyuhyun tertawa disela-sela ceruk leher Sooyeon. Feromon gadis itu selalu membuat Kyuhyun ketagihan. Seperti kokain yang memabukkan, begitulah aroma tubuh Sooyeon bagi Kyuhyun. Selalu membuatnya dimabuk kepayang. Aroma itu, aroma darah yang sungguh manis. Membuatnya ingin menancapkan kedua taringnya di leher gadis itu. Tapi…

 

“Cho, ada apa?”

 

“Hmm?”

 

“Warna matamu berubah. Ada apa?”

 

Ia terdiam. Mungkinkah gadis dihadapannya kini tak tahu apa yang ia butuhkan saat ini? Sudah lama ia tidak menenggak darah. Terakhir kali ia mengkonsumsi darah ketika Sooyeon melamar sebagai asisten pribadinya. Saat itu ia dan Hyukjae menikmati darah sintetis yang ia buat dari darah hewan dirumahnya saat bertemu untuk membahas suatu masalah.

 

“Choooo…”

 

“Aku haus. Ayo cepat kita keluar dari sini.”

 

“Eung? Haus? Lalu apa yang kau minum? Darah?” Astaga Lee Sooyeon. Haruskah Kyuhyun menjelaskan semuanya secara detail? Memangnya apa yang harus vampire minum selain darah? Ckckck Sooyeon bodoh.

 

Kyuhyun tak menghiraukan pertanyaan yang dilemparkan oleh Sooyeon. Yang ia butuhkan saat ini adalah darah. Darah sintetis yang jelas. Karena tak mungkin ia meminum darah gadis itu tanpa izin, itu melanggar hukum Kerajaan Vigistria. Kyuhyun menggendong Sooyeon dengan gaya bridal. Mendudukannya pada kursi santai yang ada dipinggir kolam. Mengecup sekilas kening gadis itu sebelum berlalu masuk kedalam mansionnya dan mengambil 3 kantung darah sintetis yang ia simpan di kulkas khusus yang ia sembunyikan dibalik rak buku-bukunya.

 

***

 

Aku menutup mataku sejenak. Merasakan sejuknya udara di Amsterdam, menahan hasratku untuk kembali menceburkan diri kedalam kolam. Tetapi dari semua itu, yang ku pikirkan kini adalah semua yang telah ku alami bersama Kyuhyun kurang lebih 3 bulan ini. Ia selalu menemaniku tidur dengan alasan-alasan yang menurutku tak masuk akal. Ia yang selalu mencium keningku, membuatku merasa nyaman ada didekatnya. Ia yang selalu memanjakanku dengan segala kelebihannya.

 

Itu membuatku sedikit ragu dan bingung. Apa yang sebenarnya terjadi? Hubungan macam apa yang ku jalani bersamanya? Dan apakah aku siap untuk ia tinggal suatu saat nanti, mengingat ia adalah seorang vampire yang hidupnya abadi? Mungkin saja ia akan pergi ke tempat lain meninggalkanku atau aku yang mungkin saja meninggal kapanpun waktunya Tuhan memanggilku. Tapi sekali lagi, aku ragu. Apakah ia juga merasakan apa yang aku rasakan?

 

Sebuah pelukkan dingin namun nyaman datang membungkus tubuhku. Tanpa ku buka mataku, aku tahu siapa yang sedang memelukku. Tak peduli dengan baju kami yang basah, ia tetap memelukku erat. Ku benamkan wajahku ke ceruk lehernya. Memeluknya dan menghirup aroma tubuhnya, semua itu bisa menenangkan pikiranku saat ini. Dan kini aku tahu apa yang ku rasakan. Aku tahu apa yang membuatku ragu..

 

‘Sepertinya aku telah terjatuh terlalu dalam. Jauh kedalam cintamu, Cho Kyuhyun.’

 

***

 

Kedua orang itu masih saja sibuk dengan kegiatan masing-masing. Mengabaikan seorang pria yang sejak tadi berdiri dengan kedua tangan dilipat didadanya. Wajahnya menampakkan ekspresi aneh -menurut Sooyeon. Pria itu –Hyukjae– masih mondar-mandir didepan Kyuhyun yang saat ini sedang sibuk menelepon seseorang.

 

Pria itu beralih melihat Sooyeon yang tengah membaca sebuah majalah sambil bersantai disofa cokelat yang ada di ruang tengah. Hyukjae kembali menekuk mukanya. Ia kesal diacuhkan seperti ini. Padahal ia datang karena Kyuhyun yang memintanya. Cih, jika saja ia tak menganggap Kyuhyun sebagai adiknya, sudah pasti ia masih di Seoul dan bersenang-senang dengan kekasihnya, Hyeri.

 

“Hyukjae.. aku memintamu kemari karena aku ingin kau melakukan sesuatu untukku.”

 

“Cepat katakan! Kau membuang-buang waktuku. Menyuruhku kemari tetapi kau mengacuhkanku selama 1 jam.”

 

“Aku tahu. Ke ruanganku, sekarang.”

 

***

 

Seorang pria berdiri angkuh menatap keluar jendela. Senyumnya tak luntur bahkan sudah 2 jam berlalu, namun sepertinya rasa bahagia itu tak luntur.

 

Tangan kirinya memegang benda persegi dengan logo Apple itu sambil meng-scroll layarnya. Entah apa yang ditampilkan pada layar itu sehingga ia terus tersenyum tanpa peduli jika saat ini ada orang lain dalam ruangannya.

 

“Ya! Kau mengacuhkan ku?”

 

Pria itu mengalihkan pandangannya sejenak menatap kearah seorang wanita yang sejak tadi ia acuhkan. Tersenyum sebentar kemudian matanya kembali fokus pada IPad nya.

 

“Sudahlah. Kita bicarakan lagi lain kali. Kau sepertinya terlalu senang dengan rencana kita yang mulai berjalan sehingga kau mengacuhkan aku seperti ini. Aku pergi.”

 

Pintu ruangan telah tertutup. Pria itu menatap kearah pintu sambil meletakkan Ipadnya diatas meja. Sejurus kemudian ia melenggang pergi, keluar dari ruangannya.

 

“Sepertinya Kyuhyun mulai terpancing. Terus awasi wanita itu. Jangan sampai ia salah mengerjakan instruksiku.”

 

“Baik Tuan.”

 

***

 

“Cho~~ Ya! Apa kau masih didalam bersama pasangan Gay-mu itu, eoh? Cepat keluar. Aku lapar!!”

 

Sooyeon berdiri didepan pintu sebuah ruangan yang digunakan Kyuhyun dan Hyukjae untuk membicarakan sesuatu yang tak diketahui gadis itu. Sudah lebih dari 4 jam dan mereka belum juga keluar.

 

Sebenarnya apa yang mereka bicarakan? Apa jangan-jangan mereka benar-benar gay?‘ Sooyeon membathin.

 

Gadis itu hendak berbalik ketika ia menemukan sesosok wanita paruh baya berdiri dihadapannya dengan pakaian maid dan juga sevuah kemoceng ditangan kirinya.

 

“Aigoo, Ahjumma kau mengagetkanku saja.”

 

“Maafkan saya agassi. Nama saya Jung Eun Soo. Agassi bisa memanggilku Jung Ahjumma. Saya ingin memberitahu bahwa makan malam sudah siap.”

 

“Bagaimana dengan Kyuhyun, Ahjumma?”

 

“Tadi Tuan Muda berpesan agar agassi makan sendiri.” Sooyeon mengernyitkan dahi. Kapan Kyuhyun keluar menemui Jung Ahjumma? Dan sepertinya Jung Ahjumma mengetahui apa yang ia pikirkan ketika Jung Ahjumma mengatakan bahwa Kyuhyun memberitahunya lewat sambungan telpon internal.

 

“Baiklah Ahjumma, panggil saja aku Sooyeon. Jangan memanggilku agassi. Aku tidak suka mendengarnya. Okey? Sekarang saatnya makan malam dan Ahjumma harus mau menemaniku makan. Sudah lama aku tidak makan bersama orang lain.”

 

Gadis itu menyeret lengan Jung Ahjumma dengan senyuman yang ia pancarkan diwajah manisnnya. Jung Ahjumma pun ikut tersenyum lalu mengangguk mengiyakan permintaan nona mudanya itu.

 

***

 

Lain diluar, lain pula didalam. Mungkin saat ini -diluar ruangan ini tentunya-, gadis itu sedang asyik menyantap makan malamnya. Tapi suasana tegang mencekam menyelimuti seisi ruangan yang kini dihuni 2 makhluk vampire berbeda kasta itu. Hyukjae yang sudah bosan harus dibuat menunggu ‘lagi’ memecah kesunyian ruangan itu.

 

“Ya, Cho Kyuhyun si dingin nan bodoh keturunan Voulterpan, putra Cho Seung Hwan, adik tidak tahu diri, vampire paling menyebalkan yang pernah kukenal. Cepat katakan apa maksudmu menyuruhku kemari. Kau merindukanku, eoh?” Kyuhyun hanya melirik sekilas tanpa sudi membalas ejekan yang terlontar dari mulut Hyukjae.

 

“Hyukjae, aku perlu bantuan Jungsoo hyung untuk mencegah rencana jahat yang Heechul dan Victoria lakukan.” Hyukjae terdiam. Otaknya sedang mencerna apa yang baru saja dikatakan vampire Voulterpan itu.

 

“Memangnya apa yang mereka lakukan? Bukankah Heechul tidak pernah mendekatimu lagi semenjak Victoria menjadi kekasihnya?”

 

Kyuhyun diam sejenak. Ada beberapa hal yang ia pikirkan saat ini. Victoria yang tiba-tiba muncul dan Heechul yang mulai mengusik kehidupannya lewat Victoria ini semakin menguatkan dugaannya bahwa ada sesuatu yang mereka rencanakan.

 

“Qian datang menemuiku dan Sooyeon pagi ini. Sepertinya ia dan Heechul bersekongkol untuk merebut Sooyeon dariku.”

 

“Mana mungkin, Kyu. Ya! Heechul sudah berjanji untuk tak lagi mengusik kehidupanmu. Lagipula, apa hak mu menahan Sooyeon untuk tetap bersamamu? Apa kau sudah memiliki hatinya saat ini? Atau setidaknya sudahkah kau menyatakan rasa cintamu itu padanya?”

 

Kyuhyun membeku seketika. Bukan karena mulut lancang Hyukjae yang berani-beraninya menceramahi sang Putera Mahkota, tetapi kata-kata yang Hyukjae ucapkan itu telah menohok hatinya.

 

Bahkan tak ada satupun yang telah kulakukan, bodoh!

 

“Apapun itu, aku yakin mereka berdua berusaha mengincar Sooyeon..”

 

“Kau yakin? Hei vampire bodoh, segeralah yakinkan perasaanmu pada gadis itu. Jadikan ia sebagai istri sang pewaris tahta. Aku tahu kau cemas, tapi jangan sampai Sooyeon panik. Kau sudah memberitahu siapa Heechul sebenarnya pada Sooyeon, kan?” Kyuhyun mengangguk lesu.

 

“Hmm.. baiklah karena aku sedang berbaik hati, aku akan meminta bantuan Jungsoo hyung untuk menyelidiki semua ini. Tetaplah jaga gadismu sampai aku memberikan kabar kembali.”

 

“Eoh…”

 

***

 

Kyuhyun belum menampakkan batang hidungnya. Bahkan Hyukjae sudah keluar dari ruangan Kyuhyun cukup lama. Aku mendudukkan diriku dipinggir kolam renang. Aku merendam kakiku kedalam kolam renang yang tadi pagi ku sambangi. Merasakan dinginnya air dimalam hari. Merilekskan sejenak pikiranku selama beberapa jam lalu.

 

Lebih dari 4 jam Hyukjae ada diruangan Kyuhyun. Namun saat Hyukjae keluar dari ruangan itu, wajahnya terlihat serius. Bahkan ia melewatiku begitu saja. Ada apa sebenarnya? Apa yang Kyuhyun bicarakan dengan Hyukjae? Aku sangat penasaran asal kau tahu saja. Tapi entahlah, aku pun tak ingin membuat Kyuhyun merasa diganggu jika kutanya. Lebih baik aku bermain air di kolam renang saja.

 

Kakiku masih asyik bermain air saat tiba-tiba sebuah selimut menggantung dipundakku. Itu Kyuhyun. Aku tahu aroma tubuhnya. Entahlah, indera penciumanku lebih tajam saat bersamanya. Mungkin karena aku menyukainya. Ya, aku menyukainya sejak saat itu, saat dimana tiba-tiba Kyuhyun masuk kedalam mimpiku. Menciumku dan membuatku lupa jika itu hanya mimpi. Walaupun kenyataan sesungguhnya itu bukan mimpi. Tapi bagiku itu masih seperti mimpi. Semoga saja Kyuhyun tak bisa membaca pikiranku saat ini. Terlalu malu untuk mengakuinya.

 

#Flashback#

Kucoba mengkerjapkan mataku, memandang sekitarku. Aku sadar ini kamarku, berarti yang baru saja kulihat itu hanya mimpi.

 

Tunggu! Tapi aku merasa berbeda. Aku merasa ada yang menggenggam tanganku, erat sekali. Rasa hangat yang kurasakan sama seperti yang kurasakan dalam mimpiku.

 

Pandangan mataku mengarah pada sosok pria disamping kananku. Wajahnya damai, persis seperti bayi yang sedang tertidur. Kulitnya seputih susu. Tampan sekali. Aroma tubuhnya sangat khas. Dan aku bisa mencium bau anyir disekitarku. Wangi tubuh pria itu adalah wangi Darah.

 

‘Tunggu, apa yang kau lakukan, bodoh? Ada pria didalam kamarmu dan kau sempat-sempatnya mengagumi wajahnya? Kau memang bodoh, Lee Sooyeon!’

 

“Yaaakkkk..!!! Apa yang kau lakuk-”.

 

Wajahnya tiba-tiba mendekatiku. Dan.. Oh tidak..!! Apa-apaan pria ini? Benda lunak ini?? Dia menciumku? Diatas ranjang tempat tidurku?

 

“Cho Kyuhyun!! Apa yang kau lakukan, bodoh?” Tiba-tiba seorang pria muncul didekat jendela kamarku dan langsung menarik pria yang dia panggil Cho Kyuhyun –yang dengan lancangnya mencium bibirku ini.

 

Pria itu tiba-tiba mengulurkan kedua tangannya kearahku dan berkata-kata dalam bahasa yang tidak kumengerti.

 

“Damnum of Memoria.” Seketika aku mengantuk dan kesadaranku hilang.

.

.

.

Keesokan harinya aku terbangun dengan kepala yang terasa sedikit pusing. Seperti orang yang waktu tidurnya kurang dari 8 jam. Tapi sekelebat ingatan muncul ketika aku mencoba mendudukkan diriku diatas ranjang.

 

Mimpi seorang pria tiba-tiba menciumku. Yang ku ingat itu hanya mimpi, tapi mengapa rasanya begitu nyata?

 

‘Ah, aku ingat teman si pria itu memanggilnya Cho Kyuhyun.’

 

Drrrrtttt… Drrrrttttt..

 

Handphoneku berdering diatas meja kecil yang ada disamping ranjangku. Sebuah panggilan telepon dengan nomor yang tidak ku ketahui menginterupsiku pagi ini.

 

“Yeoboseyo?”

 

“Ne, Yeoboseyo? Benar ini dengan Nona Lee Sooyeon?”

 

“Benar, ini dari siapa?”

 

“Saya Kim Ryeowook dari Cho Corp ingin mengundang Nona Lee untuk hadir Interview berkaitan dengan surat lamaran dan CV yang Nona Lee kirimkan ke bagian personalia kami. Bisakah Nona Lee hadir Interview hari ini jam 13.00?”

 

‘Astaga, akhirnya aku terpanggil interview di perusahaan ternama se Korea Selatan.’

 

“Ne, saya bisa.”

 

“Kami tunggu kehadiran Nona Lee Sooyeon.”

 

Assaaa… akhirnya aku bisa melanjutkan kehidupanku di perusahaan elit setingkat Cho Corp. Yeayy..

#Flashback End#

 

Ya, saat panggilan dari Assisten Kim berakhir, aku mencoba mencari tahu seluk beluk Cho Corp dan wajah dari sang CEO. Kalian pasti bisa menebaknya, siapalagi jika bukan Cho Kyuhyun.

 

Aku bahkan terkejut saat foto CEO yang ku lihat di mesin pencarian itu adalah wajah pria yang dengan seenak jidatnya menciumku didalam mimpi waktu itu. Seperti sudah ditakdirkan untuk bertemu, mungkin? Hehehe..

 

“Apa yang kau lakukan? Disini dingin, Yeon..” Kyuhyun melingkarkan kedua tangannya dipundakku.

 

“Masih lebih dingin suhu tubuhmu, Tuan Cho Kyuhyun si pemaksa.” Ku julurkan lidahku sedikit untuk meledek dirinya, tapi Kyuhyun hanya tersenyum. Aneh, tak seperti biasanya.

 

“Ayo masuk. Ada yang harus ku katakan padamu.” Ia meletakkan tangan kanannya dikakiku dan tangan kirinya dipunggungku. Sedikit memekik, karena ia menggendongku ala Bridal. Membawaku masuk kedalam ruangan yang ia sebut ruang kerja, meletakkan pantatnya diatas sofa dan mendudukanku dipangkuannya.

 

“Cho.. Turunkan aku.”

 

“Diamlah. Tetaplah seperti ini sebentar saja, kumohon.” Ujar Kyuhyun dengan kedua tangan yang masih bertengger dipinggangku. Dagunya masih setia dipundakku. Mata cokelatnya tertutup rapat. Wajahnya seperti tertutup kabut, tak bisa dibaca apa yang sedang dipikirkannya.

 

***

 

Gadis itu hanya bisa duduk terdiam dipangkuan sang pria. Tangan kanannya tergerak membelai surai cokelat milik sang vampire voulterpan, masih dengan keadaan diam dari keduanya. Waktu terasa lambat untuk mereka. Bahkan saat ini waktu masih menunjukkan pukul 7 malam waktu Amsterdam.

 

“Katanya kau ingin berbicara sesuatu padaku. Apa yang ingin kau bicarakan?” Sooyeon memulai percakapan. Karena sudah lebih dari 5 menit mereka duduk diam tanpa berbicara sepatah katapun.

 

“Yeon-ah.. Maafkan aku.”

 

“Eung?? Maksudmu?”

 

“Apa yang harus kulakukan?” Gadis itu mengerutkan dahi. Tak mengerti dengan apa yang Kyuhyun bicarakan saat ini.

 

“Ada apa sebenarnya? Jelaskan, Cho!”

 

“Aku haus.”

 

“Jika kau haus.. lepaskan pelukanmu terlebih dahulu dan…” Gadis itu menyingkirkan kedua tangan Kyuhyun dari pinggangnya. Tetapi, Sooyeon berhenti berbicara saat dirinya melihat perubahan warna mata Kyuhyun. Matanya berubah menjadi merah maroon. Dan ia tahu jika vampire dihadapannya ini sedang menahan hasrat untuk meminum darah.

 

“Cho, kau…” Sooyeon menatap Kyuhyun tak percaya. Taring vampire itu memanjang.

 

“Cho!!”

.

.

.

.

Bersambung~

 

Don’t forget to RCL guys.. see u soon :*

62 thoughts on “The Blood Roses Part 2

  1. Ping balik: Rekomendasi Fanfiction Part 2 | evilkyu0203

  2. Wah keren banget 😂😂😂 tapi makin penasaran dengan kelanjutannya 😭😭chinggu jangan lama lama iyah post ffnya aku menanti karya mu yang keren abis ini d rumah semangat buat project ff selanjutnya dan fagthing buat next part selanjutnya aku menunggumu semangat ☺😊☺😊☺

    Suka

  3. Kirain kyuhyun manusia biasa ternyata ouh ternyata dia vampir wehhhh -_- kyuhyun so sweet bngt sih jagain sooyeon sepenuh hati 🙂

    Kyuhyun hausss ???? Haussss apa wehhhhh ???
    Jadi kepo 😀 pengen hisap darah sooyeon or ?????? Pengen” ANU” an sama sooyeon??? Wkwkwke #OtakMulaiYadong #plak #dijewerDongekkkkk

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s