The Blood Roses Part 3


PhotoGrid_1470383420201[1]

 

Author           : @leesooyeon618

 

Tittle               : The Blood Roses

 

Category        : Chapter, NC17, Fantasy, Romance

 

Main Cast       :

  • Cho Kyuhyun
  • Lee Sooyeon (OC)

 

Other Cast     :

  • Kim Heechul a.k.a Casey
  • Lee Hyukjae
  • Kim Ryeowook
  • Victoria – F(x)
  • Suho – EXO

 

Cover By        : @yunita137

 

Author Notes  : Cerita ini hanyalah fiksi belaka. Jika ada unsur kesamaan jalan cerita, karakter dan lain hal, mohon dimaklumi karena ide cerita ini sudah terlalu mainstream. Betewe, typo akan bergelayutan di mata dan hati kalian..

 

Happy reading..

.

.

.

.

 

Dibelahan dunia lain, para petinggi kerajaan Vigistria sedang berkumpul didalam satu aula besar, termasuk sang Raja -Cho Seung Hwan- yang kini duduk di kursi singgahsananya. Raja Cho memanggil seluruh petinggi kerajaan beserta peramal -tentunya seorang vampire- yang juga hadir dan duduk bersama.

 

“Yang Mulia, mengapa anda mengadakan pertemuan dadakan seperti ini?” Salah satu pemimpin Deroptran bertanya langsung pada Raja Cho sesaat setelah semua orang duduk ditempatnya masing-masing.

 

“Ini semua tentang Blood Roses.” Seluruh vampire tercengang. Entah ada kejadian apa yang membuat sang Raja kembali membahas masalah Blood Roses. Tapi kilatan matanya tak dapat dibohongi, ia sedang menahan amarah.

 

“Sudah kukatakan pada kalian semua untuk tutup mulut masalah putraku yang diramalkan akan mendapatkan Blood Roses. Tapi sepertinya ada pengkhianat disini. Bukan nyawa putraku saja yang terancam, tetapi juga nyawa seluruh keturunan vampire di Vigistria. Apa kalian tidak tahu jika Black Blood mulai bergerak untuk mencari dimana Blood Roses berada?”

 

Braaaakkk…

 

“Katakan padaku, siapa yang membocorkan semua ini?”

 

Gebrakan meja terdengar saat kedua telapak tangan sang Raja beradu diatas sebuah meja dengan kaca sebagai pelapisnya. Raja Cho menatap seluruh vampire yang hadir di aula itu. Tapi tak satupun dari mereka yang mau membuka mejanya.

 

“Jadi kalian semua lebih memilih bungkam? Sebenarnya apa yang-” Ucapan sang raja terputus ketika semua vampire merasakan ada suatu kekuatan besar menyelimuti seluruh wilayah Vigistria, termasuk sang Raja.

 

“Ini..”

 

“Astaga kekuatan besar apa ini?”

 

“Siapa pemilik kekuatan ini?”

 

“Rasanya sungguh mengerikan, kekuatannya membuatku merinding.”

 

Para vampire saling melirik ketika merasakan kekuatan besar menerpa diri mereka. Saling berbisik satu sama lain, masih dengan perasaan takut, khawatir dan takjub akan kekuatan besar yang baru saja mereka rasakan.

 

“Blood Roses.”

 

Semua vampire langsung terdiam. Tatapan mata mereka seketika mengarah pada seorang vampire -yang diberikan jabatan sebagai Peramal Kerajaan Vigistria- yang sedari tadi hanya duduk diam disudut ruangan. Choi Siwon.

 

“Blood Roses sudah muncul, Yang Mulia. Harap mempersiapkan diri karena perang besar pasti akan terjadi. Black Blood telah mendengar tentang Blood Roses. Jika kaum Black Blood tahu tentang kekuatan Blood Roses selain hidup abadi, maka bisa dipastikan Black Blood akan menyerang lebih parah lagi.” Peramal itu kemudian bangkit berdiri, memberikan salam hormat pada sang Mulia Raja lalu pergi sambil mengayunkan tongkat dengan tangan kirinya.

 

“Lalu apa yang membuat Blood Roses mengeluarkan kekuatannya sampai kita semua mampu merasakan kehadirannya ini, Peramal Choi?” Raja Cho bertanya dengan kening yang sedikit berkerut.

 

“Maafkan saya Yang Mulia, tetapi saya tidak bisa melihat apa yang menyebabkan Blood Roses mengeluarkan kekuatan ini.”

 

***

 

Kim Heechul saat ini sedang duduk dikursi kebesaran miliknya. Menelisik setiap dokumen yang diberikan sekertarisnya. Tangannya begitu lihai membubuhkan goresan-goresan diatas kertas yang kini tengah ia baca.

 

Namun perhatiannya teralihkan saat seorang wanita yang ia kenal, menerobos masuk kedalam ruangannya setelah sebelumnya membuat keributan diluar.

 

“Casey, aku merindukanmu.” Ujar sang wanita dengan nada khas manjanya seraya berjalan mendekat kearah Heechul. Dengan santainya ia duduk diatas pangkuan Heechul, membuat mini dress ketatnya sedikit tertarik keatas, memperlihatkan sebagian besar paha mulusnya. Tangannya bergelayut manja dileher sang pria, membuat kedua payudaranya menempel sempurna di dada Heechul.

 

“Jika kau kesini hanya untuk berlaku murahan seperti ini, sebaiknya kau keluar dari ruanganku, sekarang!”

 

“Ohh Casey. Aku sungguh merindukanmu. Apa kau tak merindukanku? Apa kau sudah tak menginginkanku lagi?” Tangan wanita itu tak tinggal diam. Jari-jari lentiknya bergrilya diatas dada bidang Heechul. Tentunya dengan tatapan menggoda yang dilayangkan sang wanita. Heechul geram. Suasana hatinya saat ini sedang tidak bagus untuk diajak bersenang-senang dengan wanita yang dengan kurang ajarnya kini tengan menggerakkan tangan kirinya menuju pusat tubuh Heechul.

 

“Pergi sebelum kau ku musnahkan, Vict.”

 

Victoria, dialah wanita ‘nakal’ yang baru saja menggoda Heechul, kini bangkit berdiri dengan kedua tangan yang disilangkan didepan dada. Matanya menatap nyalang pria yang kini beranjak dari kursi kebesarannya untuk keluar dari ruangannya. Tentu saja wanita itu tetap mengekori kemana Heechul pergi. Bahkan sekertaris Heechul pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat Victoria mengapit lengan kiri boss besarnya.

 

“Casey, kau mau kemana?” Nada manja itu terdengar lagi. Membuat sang empunya nama merasa jengah selalu diuntit oleh wanita psycho ini. Menurut Heechul.

 

Langkah Heechul berhenti, seketika membuat Victoria ikut menghentikan langkahnya. Tatapan mata Heechul begitu tajam kearah Victoria. Membuat wanita itu sedikit bergetar namun ia sembunyikan dengan senyum diwajahnya.

 

“Bukan urusanmu.” Ketus Heechul kemudian dihempaskannya lengan Victoria dan berjalan memasuki lift ditemani dua orang bodyguard dibelakangnya.

 

“Jadi begini sikapmu jika kau tak membutuhkanku? Baiklah, aku ikuti alur permainanmu. Kita lihat siapa yang akan mengemis pertolongan nantinya.”

 

***

 

Udara pagi menyapa indera penciuman seorang anak manusia yang kini masih tertidur disebuah ranjang berukuran king size. Matanya mengkerjap perlahan kemudian terbuka. Menelisik setiap sudut ruangan seakan mencari sesuatu, namun ia tak menemukan apa yang dicari.

 

“Mencariku, Yeon?”

 

Gadis itu kemudian mengarahkan pandangannya ke sumber suara. Kyuhyun berdiri dengan kedua tangan yang ia masukkan kedalam saku celana panjangnya. Membuat kesan angkuh dan arogan serta dinginnya kembali terlihat. Tapi semua itu jujur membuatnya berkali-kali lipat terlihat tampan dari seluruh lelaki yang pernah ditemui oleh gadis itu.

 

“Apa yang terjadi? Mengapa sudah pagi?”

 

“Kau tertidur dipangkuanku semalam, apa kau tak ingat?”

 

“Benarkah?” Gadis itu kemudian duduk bersandar pada dashboard ranjang sembari memegangi kepalanya yang sedikit pusing.

 

“Bahkan kau tak ingat saat kau meneteskan air liurmu itu dikemejaku? Aku bahkan sampai harus mandi ditengah malam karena ulahmu itu. Kau jorok sekali.”

 

“APA??” Kyuhyun terkekeh geli melihat gadis dihadapannya itu kini sedang membesarkan kedua matanya seraya berteriak. Kyuhyun berjalan mendekat kearah Sooyeon kemudian duduk disamping gadis yang kini masih saja bermuka masam.

 

“Aku tidak pernah meneteskan liur saat tidur, Cho.” Sooyeon mempoutkan bibirnya. Sebal mendengar Kyuhyun berkata seperti itu.

 

“Aku bercanda, sayang. Kau mudah sekali untuk ditipu. Hehehe…”

 

“Tidak lucu.” Sooyeon mendengus membuang muka kearah kiri. Kyuhyun kembali tertawa, entah mengapa ekspresi gadis dihadapannya kini lucu menurutnya. Sangat sangat dan sangat lucu hingga kini seorang Cho Kyuhyun tertawa terpingkal-pingkal. Tapi pikirannya kembali ke kejadian semalam. Membuat Kyuhyun merasa bersalah pada gadis disampinya ini.

 

#Flashback#

Mataku terasa berkunang-kunang dan pandanganku hanya tertuju pada gadis yang kini ada dihadapanku. Aku tak bisa melihat dengan jelas bagaimana bentuk wajah atau lekuk tubuhnya. Semuanya terasa buram.

 

“Yeon-ah.. Maafkan aku.”

 

“Eung?? Maksudmu?”

 

Aku hanya mampu melihat satu bagian tubuhnya yang semakin lama semakin membuat pusing dikepalaku bertambah. Keinginan brengsek inipun semakin jadi. Double sial karena didekatnya seperti ini hanya akan semakin membuatku kehausan. Ya, aku haus.

 

“Apa yang harus kulakukan?” Kerutan di dahinya terlihat. Mungkin ia tak mengerti dengan apa yang ku katakan.

 

“Ada apa sebenarnya? Jelaskan, Cho!”

 

“Aku haus.”

 

“Jika kau haus.. lepaskan pelukanmu terlebih dahulu dan…” Gadis itu berhenti berbicara padaku. Aku tahu jika keadaan ini akan semakin membuatnya ketakutan. Taringku memanjang dan rasa hausku makin meningkat. Tapi aku tidak bisa meredam rasa hausku hanya dengan meminum darah sintetis sebanyak tiga kantong seperti yang kulakukan tadi pagi. Hari ini mungkin aku akan mengingkari janjiku pada gadis ini. Aku mohon, maafkan aku.

 

“Cho, kau…” Sooyeon menatapku, pandangannya bergetar. Aku tahu saat ini pasti ia sedang ketakutan. Tapi sekali lagi, rasa hausku mengalahkan ego dan perasaanku. Mataku tak mampu menatap dalam kearah gadis manisku ini.

 

‘Sayang, kumohon maafkan aku..’

 

“Cho!!”

Teriakan dari bibir kecilnya mengalun sendu ditelingaku seiring dengan aliran darahnya yang terus mengalir kedalam mulutku. Darahnya sangat menyegarkan seperti dugaanku. Hanya dengan menghirup feromonnya saja sudah membuat hasratku untuk meminum darah kembali bangkit. Tapi disatu sisi aku telah melanggar janjiku sendiri untuk tidak meminum darahnya sampai ia sendiri yang mengizinkanku.

 

Mataku terbelalak setelah sadar jika sudah terlalu banyak aku meminum darahnya. Kutarik taringku keluar dari lehernya dan ada yang aneh pada gadisku. Kali ini aku dibuat kagum olehnya. Bagaimana bisa seorang manusia seperti dirinya mampu menutup luka bekas gigitanku secepat itu? Dia bukan vampire, kan?

 

Belum sempat ku menerka-nerka, kulihat tubuhnya mengigil dan mengeluarkan banyak keringat dingin. Inilah efeknya jika seorang vampire menghisap darah manusia. Manusia itu akan merasakan demam dengan hipotermia menghampiri. Sungguh aku berhutang banyak pada gadisku ini. Gadis manisku. Sooyeon ku, milikku.

 

***

 

Tanganku tak henti-henti membelai surai cokelat terang miliknya. Menatap wajah cantik nan indah ciptaan Sang Maha Kuasa yang kini tengah tertidur pulas setelah aku memindahkannya kedalam kamarku.

 

Kuraih tangannya yang lembut dan ku genggam erat dengan kedua tanganku.

 

“Snezzfia.” Itu adalah mantera penyembuh yang pernah kupelajari dari Choi Siwon, salah satu peramal sekaligus penyihir dan juga keturunan vampire Deroptran. Kini kualihkan tangan kiriku dan ku topang diatas kepalanya.

 

“Frozenetra Equartha.” Dan mantera penghilang ingatanpun ku rapalkan pada gadisku agar ingatan buruk akan diriku yang telah menghisap darahnya tanpa izin hilang dari pikirannya.

 

Jika kalian bertanya mengapa aku tak menggunakan kekuatan vampireku yang mampu menghipnotis? Jawabannya sederhana. Karena hipnotis tidak bersifat abadi.

#Flashback End#

 

***

 

Kim Ryeowook berjalan tergesa-gesa disepanjang lobby Cho Corp. Seluruh pasang mata menatap aneh pria dengan wajah imut tersebut, pasalnya Ryeowook berjalan sambil merapalkan beberapa kata yang tidak diketahui oleh orang-orang disana. Ah, bukan tidak diketahui, tapi saking cepatnya si pria itu berkata-kata, sampai-sampai apa yang diucapkan oleh Ryeowook tak dapat dicerna oleh orang-orang yang ada dilobby itu.

 

Pria imut itu melangkahkan kakinya menuju lift yang ada disebelah kirinya tanpa menghentikan ocehan mulutnya yang semakin lama semakin memanjang. Untung saja hanya dirinya seorang yang ada dalam lift tersebut. Tak bisa dibayangkan jika ada orang lain selain dirinya didalam sana.

 

Lift berhenti di lantai 15. Dan tetap saja Ryeowook terus melanjutkan aksi mengocehnya bak burung kakak tua yang sudah kelaparan itu sampai akhirnya ia berhenti didepan ruangan yang ia tuju.

 

tok.. tok.. tok..

 

“Masuklah.”

 

Ryeowook melangkahkan kakinya memasuki ruangan dengan nuansa yang, aigoo.. sedikit aneh menurutnya. Ya, ruangan dengan warna dominan kuning ini sangat, sangat dan sangat mencerminkan kepribadian sang pemilik ruangan yang gemar sekali mengkonsumsi buah berkulit kuning itu -pisang. Siapa lagi jika bukan Hyukjae. Eits, jangan salah. Vampire White Blood semuanya bisa memakan makanan manusia, termasuk Kyuhyun. Tetapi tidak dengan Black Blood. Mereka hanya bisa mengkonsumsi darah manusia dan hewan. Sayangnya Black Blood terlalu ‘pemilih’ sehingga mereka hanya mau mengkonsumsi darah manusia.

 

Kembali lagi kepada Ryeowook dan Hyukjae. Ryeowok kini duduk didepan Hyukjae -tanpa menunggu dipersilahkan oleh sang pemilik ruangan- sambil menangkupkan muka dengan kedua tangannya. Tentu saja tatapan tajam dari Hyukjae menyorot Ryeowook. Tapi ia tak peduli. Yang dipikirkannya saat ini hanya satu dan itu penting.

 

“Hyung, kau tahu? Blood Roses telah muncul dan peramal mengatakan bahwa Pangeran Cho lah yang akan memiliki Blood Roses.” Pria imut itu bertanya dengan mimik wajah yang sangat lucu. Bagaikan seorang anak lima tahun yang sangat bahagia saat menerima permen dari orang tuanya. Ck.

 

“APA? Ya!! Kau tidak bercanda kan? Darimana kau dapatkan berita seperti itu? Bukankah perkataan peramal kerajaan adalah rahasia kerajaan?” Hyukjae melotot kearah Ryeowook sementara si pria imut itu hanya terkekeh sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

 

“Pokoknya aku punya informan yang terpercaya, hyung. Percayalah padaku. Hahaha..”

 

“Padahal aku selalu mencari tahu dimana keberadaan Blood Roses, bagaimana bentuknya, dan darimana asalnya. Tapi sampai sekarang aku tidak menemukannya. Lalu bagaimana bisa Pangeran Cho yang mendapatkannya?” Hyukjae memiringkan kepalanya kekiri, terdengar decakan yang keluar dari mulutnya. Pria imut dihadapannya hanya mampu menggelengkan kepalanya.

 

“Pangeran Cho belum menunjukkan tanda-tanda bahwa ia sudah mendapatkan Blood Roses, hyung.”

 

“Sebenarnya aku menginginkan Blood Roses jadi milikku, Ryeowook-ah. Tapi waktu kudengar bahwa Pangeran Cho si brengsek itu yang akan mendapatkannya–” Hyukjae berhenti berkata-kata saat sebuah suara menginterupsi percakapan dua vampire berbeda kasta tersebut.

 

“Siapa yang kau bilang brengsek?”

 

Matilah kau, Hyukjae. Kau telah membangunkan raja setan.‘ Hyukjae membathin.

 

Pria itu, Cho Kyuhyun, muncul dibelakang kursi kebesaran Hyukjae dengan kedua tangan yang ia masukkan pada saku celananya. Ough, so Bossy.

 

Ryeowook yang sebenarnya sudah mengetahui kehadiran Kyuhyun hanya diam tanpa mau memberitahu Hyukjae jika Kyuhyun ada dibelakangnya. Biarlah sekali ini ia mengerjai pria cassanova itu. Sedangkan Hyukjae sudah diam membeku dikursinya, aura yang Kyuhyun keluarkan saat ini membuatnya merasa terintimidasi.

 

“Siapa yang kau sebut brengsek, Hyukjae? Coba katakan sekali lagi?” Sang pemilik nama masih diam membatu dikursinya. Sesekali mulutnya bercicit kepada Ryeowook, kesal tentunya. Dan Ryeowook hanya bisa tertawa jahil melihat atasan sekaligus orang yang sudah dianggapnya sebagai kakak ini terintimidasi oleh Kyuhyun, sang putera mahkota.

 

“Kyu, kau harus tahu. Ryeowook bilang Blood Roses su-”

 

“Mencoba mengalihkan pembicaraan, heh?”

 

“Dengarkan aku dulu, setan. Kau sungguh menyebalkan. Hilangkan kebiasaan burukmu yang suka menyela pembicaraan orang lain itu, Tuan Cho Kyuhyun sang Putera Mahkota yang terhormat.”

 

Ddrrrrtttt

 

“Yeoboseo?”

 

“……..”

 

“Arraseo, aku segera kesana. Jangan keluar rumah.”

 

“……….”

 

“Aku tahu.” Kyuhyun melesakkan kembali smartphone nya kedalam saku celana jeansnya. Nada bicaranya terdengar seperti orang yang sedang menahan amarah walau wajahnya masih tetap sama. Dingin dan kaku.

 

“Siapa, Kyu?”

 

“Sooyeon. Qian datang ke mansionku. Aku harus segera kesana. Ryeowook, kau ikut denganku.” Ryeowook mengangguk kemudian keduanya menghilang menggunakan kekuatan teleportasi mereka. Melupakan Hyukjae yang seperti kambing dungu karena ditinggal oleh dua vampire bodoh -menurutnya- itu.

 

“AKU BELUM SELESAI BICARA, CHO KYUHYUN..!!!”

 

***

 

Wanita yang kini duduk dihadapanku –Victoria tentunya- bersama seorang pria yang ku ketahui bernama Suho itu tengah meminum minuman yang aku suguhkan. Kyuhyun pernah mengatakan padaku jika Black Blood tidak bisa mengkonsumsi makanan manusia. Apakah minuman juga termasuk?

 

Aku hanya penasaran saja karena sedari tadi pria bernama Suho itu tidak menyentuh minuman yang ku sajikan, melainkan ia menatapku tajam, seakan aku adalah mangsanya.

 

‘Apa mungkin Suho adalah Black Blood?’

 

Entahlah. Aku hanya bisa menunggu Kyuhyun untuk memastikan.

 

Aku mendengar langkah kaki melangkah menuju tempat dimana aku dan Victoria beserta Suho duduk. Itu Kyuhyun,  bersama seseorang yang sepertinya tidak asing kulihat –Kim Ryeowook.

 

“Sepertinya kau terlalu sibuk dengan urusan manusia sehingga kau membuatku menunggu lama, Kyu.” Victoria membuka perckapan terlebih dahulu sesaat setelah Kyuhyun tiba di dekatku.

 

“Apa maumu?” Kyuhyun bertanya dengan nada bicaranya kelewat dingin menurutku. Terlalu to the point.

 

“Aku ingin kembali bersamamu, Kyu. Aku mencintaimu. Kita ini pasangan yang serasi di Vigistria, kau ingat?”

 

‘Apa? Jadi benar Victoria itu adalah mantan kekasih Kyuhyun?’

 

“Aku tidak ingat jika dulu kau dan aku pernah menjalin cinta. Jangan terlalu banyak bermimpi, Qian. Cepatlah bangun dari mimpimu itu.” Balas Kyuhyun sarkastis. Sepertinya Kyuhyun benar-benar tidak menyukai gadis itu. Artinya Kyuhyun dan Victoria tidak pernah terikat dalam sebuah hubungan kan? Apa pantas aku berbahagia atas semua ini?

 

“Apa kau lupa, Kyu? Kita dulu per-“ Perkataan Victoria terputus setelah Kyuhyun mengusirnya keluar dari mansion ini.

 

“Pergi!!”

 

“Kyu, aku-“

 

“Ku bilang pergi dari sini atau ku patahkan lehermu itu!!”Kyuhyun kembali mengancam Victoria. Kulihat pria disamping Victoria menggertakkan giginya, menahan amarah. Aneh, kenapa pria itu marah?

 

“Tidak seharusnya kau memperlakukan Nona Qian seperti itu, Pangeran.” Suara pria itu terdengar, Suho. Pria itu begitu membela Victoria. Matanya memancarkan sinyal permusuhan antara dirinya dan juga Kyuhyun. Tapi satu kalimat penuh penekanan yang keluar dari mulut Kyuhyun cukup membuatku merasa seperti ditengah-tengah peperangan.

 

“KAU.TAK.BERHAK.IKUT.CAMPUR.BLACK.BLOOD!!”

 

Kyuhyun berkata dengan tegas, dingin dan sekali lagi, penuh dengan penekanan. Sial, bahkan sedari tadi aku hanya menjadi pendengar setia tanpa bisa melakukan apapun, termasuk meredakan aura peperangan antara Suho dan Kyuhyun.  Tapi dari percakapan barusan, sepertinya ada yang tak ku mengerti.

 

‘Tunggu, apa yang Suho katakan tadi? Pangeran? Siapa? Kyuhyun?’

 

Ku alihkan pandanganku ke arah Kyuhyun. Pria itu masih memandangi Suho dengan tatapan mengintimidasi. Tapi aku butuh kejelasan. Pangeran? Apalagi ini.

 

“Kyuhyun..”  lirihku. Pria itu hanya menatapku sekilas sebelum mengusirku pergi dari ruangan itu secara halus.

 

“Masuklah keruang kerjaku, Yeon. Tunggu aku disana. Ryeowook, kau temani Sooyeon disana.”

 

“Ya, Pangeran.” Jawab Ryeowook patuh.

 

***

 

Victoria, Suho beserta Kyuhyun masih berdiri di ruangan itu dengan aura kegelapan yang masih menyelubungi mereka. Kilatan amarah dan nafsu terlihat dikedua mata Suho, Kyuhyun menyadarinya.

 

“Langsung saja pada intinya. Apa yang kalian inginkan sehingga kalian berani datang kesini dan mengusik ketenanganku?” pria itu bertanya dengan nada suara yang teramat sangat tidak bersahabat. Begitu dingin.

 

Kyuhyun terlihat tenang walau sebenarnya saat ini ia sedang dalam tingkat kewaspadaan tinggi. Pria itu tidak bisa membaca pikiran wanita dan pria yang saat ini ada dihadapannya. Tidak biasanya ia seperti ini.

 

“Sudah kukatakan jika aku ingin kembali padamu, Kyu. Apalagi yang harus ku katakan agar kau percaya dengan semua yang kukatakan?” Kyuhyun menyeringai. Matanya beralih pada pria disamping kiri Victoria. Seringaian itu kembali terlihat diwajahnnya ketika ia menatap Suho. Seolah-olah ia merendahkan Suho, atau mungkin merendahkan Clan Black Blood?

 

“Benarkah? Jika memang itu yang kau inginkan, untuk apa kau membawa keturunan Black Blood kemari?”

 

“Dia pelayanku dan dia budakku. Dia harus mengikutiku, kemanapun aku pergi.”

 

“Klasik sekali alasanmu, Qian. Pintarlah sedikit dalam memilih alasan. Jujur saja, kau membawanya kesini karena kau ingin para Black Blood mengetahui tempat dimana aku dan Sooyeon berada kan?” Kyuhyun maju selangkah, mendekati wanita itu.

 

“Apa yang kau mau, Qian?” Kyuhyun kembali maju selangkah.

 

“Aku?” Ia memajukan langkahnya lagi.

 

“Atau gadisku?” Ia melangkah sekali lagi. Tangan kirinya terulur kedepan. Sedikit membelai wajah Victoria sebelum tangan itu bergerak turun kebawah dan..

 

“Arrggghhhh.. K-kyu-hyunn…. Le-lepas-kan.. Arrggghhhhhh.. Sa-ki-t..”ia mengerang kesakitan. Kyuhyun mencekik Victoria hingga tubuh vampire itu terangkat sekitar 10 cm dari lantai.

 

Suho berupaya menolong Victoria tetapi dengan sekali tatapan mata yang Kyuhyun arahkan, mampu membuat Suho terpelanting menjauh darinya. Suho kembali berdiri dan mencoba menyerang Kyuhyun untuk menyelamatkan Victoria, tetapi sekali lagi Kyuhyun melemparnya jauh dari jarak sebelumnya.

 

“Ku peringatkan sekali lagi. Jangan coba-coba untuk mencampuri urusanku, apalagi sampai menyentuh milikku barang seujung kuku pun, termasuk Lee Sooyeon. Kau mengerti, Qian?” Victoria menganggukkan kepalanya. Bukan karena ia patuh, ia hanya ingin selamat saat ini sebelum nyawanya hilang ditangan Pangeran Vigistria itu.

 

Kyuhyun menghempaskan tubuh vampire itu keatas sofa dan berlalu menuju ruang kerjanya setelah ia mengucapkan sebuah kalimat pengusiran secara tegas kepada Victoria dan Suho.

 

“Jangan pernah menginjakkan kaki disemua wilayah kekuasaanku atau aku akan mengirimkan seluruh pasukan kerajaan untuk memusnahkan kalian berdua!! Pergilah!!”

 

***

 

Sementara didalam ruang kerja Kyuhyun, Sooyeon duduk disebuah sofa yang ada didekat lemari buku empat tingkat dengan kedua tangan yang saling bertautan.

 

Gadis itu cemas dengan keadaan Kyuhyun yang ada di ruangan lain bersama dua vampire berbeda kasta itu. Ia bingung dengan tujuan Victoria yang tiba-tiba datang untuk meminta Kyuhyun kembali padannya.

 

“Assisten Kim.” Ryeowook menoleh.

 

“Panggil aku Ryeowook saja jika kita berada diluar kantor, Sooyeon-ssi.”

 

“Baiklah, Ryeowook-ssi. Aku sangat penasaran, siapa Kyuhyun sebenarnya? Mengapa kau dan Suho memanggilnya Pangeran?” Gadis itu mengajukan pertanyaan pada Ryeowook karena rasa penasarannya yang tinggi dan juga ia ingin tahu apa dan siapa Kyuhyun sebenarnya.

 

“Pangeran Cho adalah Pangeran dari Kerajaan Vigistria. Kerajaan vampire yang ada di Alaska. Ayahya adalah Raja Vigistria. Pangeran Cho merupakan keturunan Voulterpan ke sepuluh dari sepuluh Voulterpan yang ada di dunia. Ibunya adalah seorang-“

 

“Aku yang akan menceritakan semuanya, Ryeowook-ah. Pergilah keluar dan pastikan Qian atau siapapun yang tidak berkepentingan, tidak masuk ke mansionku.”

 

“Baik Pangeran.” Ryeowook membungkukkan tubuhnya ke arah Kyuhyun sebelum keluar dari ruangan itu.

 

Kyuhyun berjalan menuju kearah sofa dimana gadisnya duduk saat ini. Gadis itu melemparkan pandangannya kearah lain, seakan ia sedang merajuk pada pria vampire itu. Pria itu tiba-tiba berlutut dihadapan Sooyeon. Tangannya menggenggam kedua tangan Sooyeon yang terkepal menjadi satu.

 

“Ibuku, seorang manusia.” Kyuhyun berkata dengan suara pelan. Membuat gadis itu menatap Kyuhyun tak percaya. Bukankah mustahil seorang manusia melahirkan anak vampire?

 

“Bagaimana bisa..?”

 

“Ibuku menikah dengan ayahku sekitar 1000 tahun yang lalu. Tapi ibuku meninggal 3 hari setelah melahirkanku. Jika kau bertanya mengapa seorang vampire bisa lahir dari rahim manusia, akupun tidak tahu.”

 

“Jadi umurmu sudah 1000 tahun?”

 

“999 tahun, Yeon.” Kyuhyun membenarkan. Gadis itu hanya diam menatap dalam kearah Kyuhyun. Terlalu banyak yang tak ia ketahui tentang vampire dihadapannya ini.

 

“Jadi kau sudah hidup selama itu? Selama 999 tahun didunia ini?” Kyuhyun menganggukan kepalanya sebagai jawaban.

 

“Jadi benar Victoria adalah mantan kekasihmu?” Gadis itu bertanya dengan suara yang sedikit bergetar. Inilah yang sebenarnya ingin ia ketahui. Tentang vampire wanita bernama Victoria, vampire yang menurutnya mempunyai tubuh yang sempurna.

 

Tanpa Sooyeon sadari Kyuhyun telah beranjak duduk disebelah kanannya. Tangan kirinya bergerak menuju sisi kanan wajah gadis itu. Mengusapnya lembut, dengan kedua mata Kyuhyun yang menatap lurus kearahSooyeon.

 

“Bukan, dia bukan mantan kekasihku.” Kyuhyun berbisik.

 

Gadis itu merasakan sentuhan lembut di pipinya. Sejenak ia memejamkan kedua matanya, merasakan betapa lembut dan dinginnya tangan Kyuhyun yang masih membelai wajahnya. Hingga ia merasakan sentuhan dingin lainnya yang menyentuh ujung hidungnya.

 

“Benarkah? Lalu siapa Vict-“

 

Chu~~~

 

Bagian tubuh dingin Kyuhyun menyentuh dan sedikit melumat kedua belah bibirnya. Membungkam mulut gadis itu agar berhenti bertanya. Kyuhyun terus melumat bibirnya, mengecap rasa manis yang ia rasakan dari bibir gadis itu. Dengan sedikit gigitan pada bibir bagian bawahnya, gadis itu memekik dan membuka mulutnya. Memberikan akses kepada Kyuhyun untuk menelusuri setiap sisi didalam rongga mulutnya.

 

Kedua tangan gadis itu sudah melingkar sempurna di leher Kyuhyun. Membekapnya erat seakan ia tak rela jika bibir manis nan dingin milik pria vampire itu menjauh dari jangkauan bibirnya.

 

Pria itu sedikit menggerakkan kepalanya ke kanan dan kiri, mencari posisi yang nyaman untuk semakin intim mengecap rasa manis dari bibir gadis yang kini terlihat pasrah dalam pelukannya.

 

Sementara itu tangan kanan Kyuhyun mulai merambat menuju gundukan sintal milik Sooyeon. Tangan nakal itu mulai bermain diatasnya. Jari telunjuknya bergerak menggoda dengan gerakan memutar diujung payudara Sooyeon. Seketika desiran darah gadis itu membuatnya panas.

 

“Ngghhh…” Kyuhyun  meremas payudara Sooyeon pelan. Membuat gadis itu mengerang tertahan karena bibirnya masih dijamah oleh bibir dingin vampire itu.

 

Kyuhyun mendorong pelan tubuh gadis itu agar tidur terlentang diatas sofa miliknya, sedang ia menindih gadis itu. Kedua alat kelamin mereka bersentuhan walau masih terhalang pakaian mereka.

 

Bibir keduanya masih sibuk berpagutan. Tangan Sooyeon mengacak dan menjambak helaian rambut vampire itu sementara Kyuhyun masih sibuk menjelajahi dada dan perut gadis itu.

 

Tangan nakal milik Kyuhyun rupanya tak cukup bermain di area dada dan perut Sooyeon. Tangan kanannya terus melaju turun kearah kemaluan gadis itu. Dengan perlahan, vampire itu mengelus miss v gadis itu. Membuat tubuh gadis itu menggelinjang geli.

 

“Aaahhhh…” Sooyeon mendesah.

 

Kyuhyun melepaskan pagutan bibir mereka. Sooyeon terdiam sejenak sebelum membuka matanya. Lagi-lagi ia melihat warna mata pria itu berubah. Suara serak menahan gairah tiba-tiba terdengar ditelinga Sooyeon. Suara Kyuhyun.

 

“Aku… Menginginkanmu.”

.

.

.

.

Tebecehh..

 

Gimana bebs.. Ancur yaa ceritanya?? Hehe maklumkanlah, namanya juga author newbie dengan membawa alur cerita yang mainstream dan kuno menurutku -____-“ sebenarnya aku agak kurang dapet feelnya di part ini. apalagi bagian NC nya. Maklumlah saya belum pengalaman sama adegan NC. Hihihi..

Betewe, FF ini khusus ku publish spesial sebagai hadiah buat readers setelah ultahku kemarin, 18 Oktober.. tahun ini aku 21 tahun. Aku udah tuaaaa… hahaha,, yaa, aku 95L.

Oh iya, jangan lupa untuk RCL yaa.. RCL kalian sangat membantu aku untuk terus memperbaiki jalan cerita, bahasa penulisan serta karakter penulisanku kedepannya. TengKYU bebs :*

57 thoughts on “The Blood Roses Part 3

  1. Ping balik: Rekomendasi Fanfiction Part 2 | evilkyu0203

  2. Yaelah tu tebecehnya..
    Hehehe..
    Wah wah..
    Kayaknya jejak blood rosesnya udah mulai tercium nih..
    Apa sooyeon bakalan jadi vampire yg sama abadinya kayak kyu kalo dia tahu klo dia itu blood roses thor..??

    Suka

  3. Kebiasaan si epil jurus lama keluar lok dia kgk suka di tanya macem” ma ceweknya ckckck…..tu kekuatan blood roses yg di rasain para vampire apa karena sooyeon teriak waktu digigit kyu ya?? Udah ga salah lgi sooyeon pasti blood rosesnya tapi npa kyu kagak sadar ye??? Ditunggu lnjtannya n saengilchukkae thor ttp semangaaaatttt yee;)

    Disukai oleh 1 orang

  4. Kekuatan besar yang dirasain sama ayahnya kyu mungkin ada hubungannya sama kyuhyun yang minum darahnya sooyeon..
    Victoria sebenernya mau apa sih? Kok keukeuh banget bilang kyu itu mantan pacarnya.. Pasti ada hubungannya sama rencana heechul..
    Ditunggu lanjutannya.. Fighthing☺

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s