Sweet Love Part 2 END


image

Tittle; Sweet Love part 2

Author; Shinmaeri

Genre; Nc17, romance, twoshoot

Cast; Cho Kyuhyun , Shin Yunna

 

Annyeong, aku kembali. Siap-siap buat baper lagi ya chingu.

 

Typo menguji konsentrasi.

Happy reading.

 

 

Previous story.

 

Yunna pov.

 

Dan perlahan tangan itu membalik tanganku dan mengenggamnya lalu menciumnya mesra. Membuat ribuan bunga menghampiri dengan cepat. Perlahan kelopak matanya terbuka.

 

” Saranghae.” Gumamnya pelan sambil sekali lagi mengecup telapak tanganku.

 

Tunggu? Dia bilang apa?!

 

 

Sweet love part 2

 

 

Mataku membulat tak percaya. Aku langsung menatap kyuhyun horor. Dia bilang cinta? padaku?

 

Dia gila atau…

 

Pandanganku semakin horor ke arah kyuhyun. Cinta? Kyuhyun cinta padaku? Tidak, itu mustahil. Tak mungkin. Dia… dia pasti mempermainkanku. Dia pasti ingin aku terjerumus dengan permainannya. Dia pasti sedang melakukan sebuah taruhan. Taruhan yang mempermainkan perasaanku. Ya, aku yakin itu pasti.

 

Dengan cepat aku menjauhkan tubuhku. Membuat tubuh kyuhyun linglung dan hampir terjatuh jika dia tidak dengan singap menahan tubuhnya menggunakan tangan kanannya.

 

Dan menatapku penuh tanya dan heran dengan reaksi anehku. Keningnya bahkan mengerut bingung.

 

Aku bangkit berdiri dan masih menatap nya takut. Aku kini berubah takut kepadanya. Dia pasti ingin mempermainkanku. Menaikkanku kelangit ketujuh dengan buaian cintanya, lalu dengan sangat kejam menjatuhkanku begitu saja kebumi.

 

Tidak. Aku tak mau terjatuh dari langit ketujuh. Lebih baik aku tak pernah merasakan balasan cintanya daripada aku harus mengalami sakitnya dipermainkan.

 

Aku mundur perlahan. Dan ketika merasa jarakku cukup jauh dengannya, aku langsung berlari meninggalkan perpustakaan.

 

Berlari menjauh dari perpustakaan. Setelah cukup jauh aku mulai berjalan perlahan. Aku termenung memikirkan semuanya.

 

Teringat jelas diingatanku. Ketika dia mengucapkan saranghae dengan pelan di samping telingaku. Dia tidak mungkin mencintaiku. Tidak akan mungkin. Bahkan jika dunia kiamat pun, itu mustahil.

 

Kenapa?

 

Karena aku hanyalah gadis biasa. Atau harus ku katakan semua kekuranganku. Aku hanyalah nerd yang sering membaca buku dan sangat pendiam. Aku tak memiliki teman satu pun di sekolah. Dan penampilanku sama seperti nerd lainnya. Selalu menguncit rambut dan memakai kacamata dengan bingkai yang tebal.

 

Dan mengingat berapa banyaknya gadis di sekolah yang mencintainya. Tidak mungkin dia bisa jatuh cinta padaku. Seorang top model, yeoja paling populer, dan terhot di sekolah saja dia tolak. Lalu bagaimana mungkin dia mencintaiku.

 

Jadi jika tiba tiba kyuhyun mengatakan dia mencintaiku. Maka hanya ada dua kemungkinan. Pertama , dia sudah gila. Dan kedua dia pasti sedang menjadikanku bahan taruhannya bersama teman temannya.

 

Dan dari dua kemungkinan itu hanya nomor dua yang sangat mungkin. Karena aku tau kyuhyun tidak mungkin gila, dia masih waras. Jadi, dia pasti sedang mempermainkanku, seorang nerd yang bisa dia jadikan taruhan bersama temannya.

 

Aku memang mencintainya. Tapi jika hanya dijadikan bahan taruhan. Lebih baik aku menjauh darinya. Saat ini dia adalah namja yang harus aku hindari.

 

Tapi, nanti aku pasti akan merindukannya. Aku kan sudah biasa mengamatinya dari jauh. Bahkan aku sering mematainya ketika dia dikamarnya.

 

Anni. Cukup yunna, jangan galau..

 

Aiiishh aku memang mencintainya. Tapi ketika dia mengatakan dia mencintaiku. Itu seperti hal paling ekstrim dan paling menakutkan di dunia ini.

 

Oke, aku harus menjuahinya. Tapi, ketika dirumah aku masih akan tetap mengamatinya. Heheheh..

 

Biar saja aku dibilang orang galau yang aneh. Jatuh cinta kepada seorang namja, dan ketika namja itu membalasnya aku malah menjauh. Aku tak perduli selagi aku masih berada di zona amanku. Mencintainya setulus hatiku , tak perduli dia membalas perasaanku atau tidak. Aku tak peduli.

 

 

***

 

 

Haiiisshh jinja. Kenapa hari ini aku sial sekali. Aku sudah menunggu lama jemputan tuan park, supir dirumah. Tapi ternyata tuan park tak bisa menjemput. Mobilnya sedang rusak. Dan ketika aku berjalan ke halte bus, bus yang menuju ke rumahku sudah berangkat sejak tadi. Dan aku harus menunggu lagi setengah jam.

 

Dan sekarang kesialanku bertambah. Ketika aku menunggu di halte, hujan turun begitu derasnya. Double shit for this day. Kurasa ini juga salah satu efek pernyataan kyuhyun tadi.

 

Sebuah mobil sedan hitam keluaran ferari berhenti tepat didepan halte bus. Aku mengalihkan pandanganku. Tak ingin melihat mobil itu. Karena aku tau siapa pemilik mobil itu.

 

Seorang namja berdiri di hadapanku mengenakan sebuah payung.

 

“Kau belum pulang?”

 

Aku hanya diam seolah tak mendengar kyuhyun berbicara kepadaku. Berpikir jika dia berbicara dengan orang lain.

 

“Ayo, aku antar pulang yunna.”

 

Sebenarnya sejak tadi aku mendengarnya. Walau suara hujan cukup berisik tapi suaranya terdengar begitu jelas di telingaku.

 

Aku masih diam. Masih kuat pada pendirianku. Berharap dia cepat pergi dari sini. Karena aku tak tahan melihatnya. Tubuhku bingung dan galau. Otakku selalu menolaknya tapi hatiku selalu menerimanya. Terkutuklah kau kyuhyun, karena kau memang sangat mempengaruhiku.

 

Dan tanpaku sadari. Semuanya terjadi begitu cepat. Tanpa bisa aku cegah. Hingga akhirnya aku sudah berada di dalam mobil kyuhyun. Duduk di samping kursi pengemudi. Apa apaan ini. Kyuhyun, dia menarikku paksa dan membuat aku duduk di dalam mobilnya. Ku tatap tajam dan kejam kearah kyuhyun. Aku tak suka dia bersikap seenaknya saja kepadaku.

 

Ya walaupun sisi hati ku berteriak senang karena tadi kyuhyun menggenggam tanganku.

 

Dan sekarang aku berada di dalam mobil kyuhyun. Ini pertama kalinya. Oh ya tuhan aku yakin tak ada satu pun yeoja di sekolahku yang sudah duduk dan merasakan berada di dalam mobil kyuhyun.

 

Fokus yunna, jangan terpengaruh. Aku kembali menatapnya tajam. Senyuman miring terukir jelas diwajahnya. Kenapa dia tersenyum. Dan mengapa dia tersenyum begitu menggoda. Sungguh aku ingin berteriak sekencang kencangnya. Mengatakan dia ganteng sekali. Oh ya ampun …

 

Yunna fokus. Teriakkan otakku mematikan suara hatiku.

 

Aku mengalihkan tatapanku. Menatap keluar kaca mobil. Melihat rintikan hujan yang menimpa kaca mobil. Melihat beberapa orang yang sedang berteduh di pinggir jalan.

 

Perlahan sebuah tangan besar dan hangat menyelimuti tangan kiriku. Aku menoleh menatap tangan kyuhyun yang kini sudah mengenggam tanganku erat. Ku tatap wajah kyuhyun. Dia tak melihat kearahku. Hanya terfokus pada jalanan di luar sana.Aku terpesona menatap kyuhyun.

 

Tidak! Aku menggeleng pelan. Aku harus ingat dia hanya ingin mempermainkan perasaanku. Ku coba menarik tanganku dari genggamannya. Tapi bukannya melepas tanganku, Kyuhyun malah semakin mengenggamnya erat. Tak ingin aku melepaskan tanganku.

 

Aku menatap wajahnya. Dia masih sama seperti tadi, hanya melihat jalanan.

 

Aku tersenyum. Sebenarnya aku menyukai ini. Jadi bisakah aku menikmati hal indah ini, aku berjanji besok aku tak akan goyah dengan semua prilaku manisnya. Karena aku yakin dia hanya ingin mempermainkanku.

 

Aku mengalihkan pandanganku keluar jendela lagi. Namun aku tersenyum lembut. Walau diluar sana tengah mendung tapi aku merasa bahwa hari ini begitu cerah. Kurasa efek jatuh cinta begitu besar dengan suasana.

 

Dan tanpa bisa aku mengontrolnya, tanganku membalas genggaman tangan kyuhyun.

 

 

***

 

 

Aku menghempaskan tubuhku lelah keatas kasur. Masih teringat jelas suasana didalam mobil kyuhyun. Dan kami saling berpegangan tangan sampai tiba didepan rumahku. Saat itu aku ingin sekali kami tak pernah sampai didepan rumah. Bahkan aku merasa waktu masih kurang lama ketika bersamanya. Aku masih terus tersenyum mengingat kyuhyun.

 

Tapi semua hancur ketika aku mengingat kalimat keramat keluar dari mulut kyuhyun siang tadi. Menghancurkan semua senyuman indahku.

 

Hingga malam hari pun aku masih terus memikirkan semua kejadian hari ini. Aku pun tak bisa tidur padahal hari sudah begitu malam. Bahkan jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Tapi aku masih tak bisa tidur. Aku berjalan menuju balkon kamarku. Berharap udara malam yang dingin bisa menenangkan semua kegelisahan dan kebingunganku.

 

Ku tarik semua udara begitu dalam hingga memenuhi semua rongga paru paruku. Ku tahan sebentar agar begitu terasa penuh di dada. Lalu dengan perlahan aku menghembuskannya. Dengan perlahan merilekskan perasaanku. Ku lakukan itu berkali kali. Hingga aku merasa tenang.

 

Aku berjalan ke pinggiran balkon. Menengadahkan kepalaku dan melihat bintang dan bulan dilangit malam. Begitu indah hingga membuat aku tersenyum cerah. Bahkan angin malam seakan memberiku sapaan lembut dengan meniupkan beberapa helai rambutku. Membuat aku semakin merasa segar.

 

Dan ketika aku iseng melihat kearah kanan kamarku. Aku terpaku.

 

Disana! Di balkon kamar kyuhyun!

 

Kyuhyun sedang berdiri sambil menatap kearahku. Menatapku dengan pandangan yang sedikit aneh dimataku. Bagaimana ya melukiskannya. Aku sendiri seperti percaya tidak percaya. Kyuhyun menatapku dengan pandangan penuh kekaguman  dan keterpesonaan. Seakan aku adalah hal paling indah dan cantik yang pernah dia lihat.

 

Aku terus menatap wajah kyuhyun. Cahaya bulan menerangi wajahnya, membuat wajahnya terlihat bersinar dimataku. Dia sangat tampan. Tak mungkin aku tak jatuh cinta kepadanya.

 

Dia tersenyum kearahku. Tersenyum begitu indah di bawah cahaya rembulan. Membuat aku semakin jatuh terperosok oleh pesona cintanya.

 

Perlahan dia berjalan ke sisi balkon yang dekat dengan balkon kamarku.

 

“Kau belum tidur?”

 

Suaranya begitu indah, dan aku tak bisa tak mendengarnya. Aku terdiam. Entah mengapa aku begitu sulit mengeluarkan suaraku. Seakan suaraku tertelan bumi.

 

” aku tak bisa tidur.” Ucap kyuhyun lagi. Padahal aku sama sekali tak bertanya. Bukankah dia yang bertanya. Tapi mengapa dia sendiri yang menjawabnya. Dasar aneh.

 

“Tak bisa tidur karena memikirkanmu.” Ucapnya sunguh sunguh dengan mata yang begitu frustasi. Dia terlihat frustasi karena alesan itu. Tapi dia juga menikmatinya, terlihat dengan senyuman indah dibibirnya.

 

Ya tuhan. Kakiku rasanya berubah seperti agar-agar. Aku meleleh seperti eskrim. Kyuhyun sedang merayuku.

 

Untung saja tangan kiriku masih berpegangan dengan pagar pembatas balkon, jika tidak aku pasti akan jatuh terduduk dilantai begitu memalukannya.

 

Sial, aku begitu malu. Dan rasanya wajahku sangat memerah. Ya ampun.

 

“Tapi kurasa kini aku bisa tidur dengan nyenyak. Bahkan mungkin akan bermimpi indah karena…” kyuhyun menghentikan ucapannya memberi jeda agar aku kembali menatap kearahnya.

 

”  aku sudah melihat wajah cantikmu.”lanjutnya.

 

“Selamat malam dan mimpi indah. Jangan lupa memimpikanku.” Ucapnya diakhiri sebuah senyuman indah dan kedipan sebelah mata menggoda.

 

Oh triple shit for you, kyuhyun!

 

Dan dia langsung berbalik dan masuk kedalam kamarnya. Meninggalkanku yang masih berdiri dengan degup jantung yang begitu kencang dan tubuh yang memerah. Perlahan tubuhku merosot kebawah. Aku terduduk dilantai. Mataku berkedip kedip tak percaya. Benarkah? Kyuhyun?

 

Oh my god.

 

“Aaaaaa!!!” Aku tak bisa menahannya. Aku menjerit histeris. Begitu bahagia hingga tak bisa aku ungkapkan.

 

“Upsss.” Aku menutup mulutku menggunakan kedua tanganku dengan cepat. Aku lupa jika teriakanku tadi mungkin saja terdengar oleh kyuhyun. Dan jika itu benar terjadi. Maka aku lebih baik mati saat itu juga.

 

Aku harus masuk kekamar sebelum mulut ini berulah lagi. Tapi kaki ku terasa seperti jeli. Jadi dengan tubuh yang masih duduk di lantai, aku mencoba bergerak kedalam. Mengesot secara perlahan seperti hantu yang pernah kutonton dari film indonesia. Apa ya namanya, hantu pocong ngesot.

 

Upps sepertinya salah , bukan hantu itu. Ah sudahlah bagi orang yang sedang jatuh cinta semua terasa benar. Dan kurasa malam ini aku semakin tak bisa tidur. Tamat riwayat mataku.

 

 

***

 

 

Sial, hari ini aku terlambat. Semua karena semalam aku tak bisa tidur. Dan tertidur sekitar jam empat dan aku kesiangan ketika bangun jam tujuh pagi.

 

Dan akhirnya aku harus lari terburu buru ke kelas.

 

Oh tidak. Kim saem sudah masuk. Dan guru killer itu pasti tidak akan membiarkanku lolos begitu saja. Tapi tunggu, siapa namja yang berdiri didepan kelas. Sepertinya aku punya teman telat pagi ini. Hehehe.

 

Aku berjalan pelan memasuki kelasku. Dan seperti dugaanku kim saem marah besar. Dan ternyata namja yang telat disampingku adalah namja yang sama yang membuat aku telat pagi ini. Kyuhyun.

 

Dan seperti dugaanku , aku dan kyuhyun dihukum harus lari lapangan sebanyak 100 kali. Mungkin seratus kali masih bisa diatasi tapi dengan cobaan hari yang panas kurasa aku bisa tepar. Tapi mau bagaimana lagi, aku harus menjalani hukuman dari kim saem.

 

Sejak tadi aku dan kyuhyun berlari mengitari lapangan. Awalnya aku tak mau berlari beriringan dengannya. Tapi dia terus mengejarku. Dan aku terus berlari cepat menjauh darinya. Dan ketika sudah sepuluh putaran aku berlari pelan. Keringat mulai keluar didahiku. Dan kyuhyun masih berlari disampingku. Ku lirik dia sekilas dia masih terlihat bersemangat, belum ada keringat yang keluar. Dia melihat kearahku dan dengan cepat aku berpaling. Semoga saja dia tak menyadarinya.

 

“Kenapa kau telat?” Tanya kyuhyun. Aku hanya diam tak berniat menjawab pertanyaannya. Mana mungkin aku menjawab aku telat karena semalaman aku tak bisa tidur karena memikirkannya. Dan aku baru tidur jam empat pagi.

 

“Ku pikir aku bisa tidur nyenyak semalam. Tapi aku malah semakin sulit tidur.”ucapannya membuat aku bertanya tanya. Aku teringat kata katanya yang bilang dia akan tidur nyenyak karena sudah melihat wajah cantikku. Trus kenapa tak bisa tidur, bukankah itu berarti kalimatnya hanyalah bualan semata. Bohong belaka.

 

” aku terlalu bahagia bisa melihatmu semalam. Membuat aku gelisah dan ingin segera pagi agar aku kembali melihatmu. Tapi aku malah tak bisa tidur. Aku terus memikirkan senyuman indahmu.”

 

Deg…

 

Ya ampun, sejak kapan pria dingin paling populer di sekolah ini sangat pandai merayu. Dan aku hanyalah gadis biasa yang pasti akan berbunga bunga ketika dirayu seperti itu. Apalagi yang merayu seorang namja tampan seperti kyuhyun.

 

“Aku sangat mengantuk. Lihatlah lingkaran hitam dibawah mataku. Aku ingin sekali tidur tapi ketika aku melihat wajahmu, aku kembali segar. Kau adalah vitamin dipagi hari yang cerah ini.”

 

Cerah dia bilang , apa dia sudah gila. Panas terik seperti ini , dibilang cerah. Kurasa dia memang sudah gila.

 

Dan kenapa dia semakin bertambah pintar merayu. Jangan goyah yunna. Walaupun kau mencintainya , tapi ingat dia hanya ingin mempermainkanmu saja.

 

Aku tak ingat sudah berapa kali putaran kami berlari. Tapi kakiku sudah tak sanggup lagi. Aku berjalan pelan seperti siput ke pinggir lapangan duduk dibawah pohon. Kakiku rasanya lemas tak bertenaga. Aku yakin betisku semakin besar. Kulihat kyuhyun duduk disampingku.

 

“Kau letih?” Tanyanya retorik. Tak penting dan tak perlu dijawab. Aku hanya mendelik jengah. Nenek yang matanya rabun saja bisa  melihat kalau aku begitu capek dan lelah.

 

“Tunggu disini, arraso?” Setelah itu dia pergi meninggalkanku. Pergi entah kemana. Aku tak perduli.

 

Ini sudah sepuluh menit dan kyuhyun masih belum kembali kesini. Atau jangan katakan dia memang tak akan kembali kemari. Aiishhh kenapa aku memikirkannya.

 

Tiba tiba sebuah benda basah dan dingin menyentuh pipiku. Aku menoleh

 

melihat benda itu. Sebuah minuman mineral isotonik yang tadi menyentuh pipiku. Kulihat pemilik tangan yang memegang botol minuman itu. Kyuhyun., dia…

 

“Ini! Minumlah.” Ucapnya menyodorkan botol minuman itu kepadaku.

 

Aku dengan enggan mengambil botol minuman itu. Dan langsung meminumnya.

 

Aah segarnya. Aku begitu haus hingga isi minuman itu sudah habis setengah botol. Aku merasa sejak tadi kyuhyun terus mengamatiku. Ada apa? Apa ada yang aneh?

 

ingin sekali aku bertanya tapi aku tak mau terlihat begitu perduli dengan sikap anehnya.

 

Dan tanpa persetujuanku dengan cepat kyuhyun merebut botol minuman itu dan langsung meminumnya. Membuat aku hanya melihatnya dan melogo melihat kyuhyun minum begitu nikmat. Bahkan beberapa air keluar dari celah bibirnya dan turun melalui dagu dan menyusuri jenjang lehernya.

 

Oh shit. Itu tak terlihat menjijikan tapi malah terlihat begitu menggairahkan dan menggodaku. Menimbulkan sensani aneh dalam tubuhku. Aku ingin sekali menjilat air itu dari tulang selangkanya ke leher. Mengecup pelan jakun indahnya. Terus menjilat hingga dagu dan berakhir dibibir menggodanya. Sial, otakku sudah sangat tercemar dengan hal mesum. Aku seperti seorang pelacur yang tak mendapatkan jatah berbulan-bulan.

 

“Mwo? wae?” Tanyanya menatap kearahku.

 

Aku tak mendengar apa yang dikatakannya. Aku masih menatap tetesan air minum di celah bibirnya. Ketika dia mengusapnya barulah saat itu aku tersadar dan mengalihkan pandanganku. Oh wajahku pasti sangat memalukan. Wajah seorang gadis yang sangat terangsang dan bergairah.

 

” kenapa kau meminum minumanku?” Tanyaku mengalihkan perhatian.

 

“Kenapa ya. Mungkin karena minum dari botol yang sama denganmu terasa lebih manis dari minum dibotol biasa. Terasa manis bibirmu.”

 

Ya tuhan , kenapa sejak tadi dia terus saja merayuku. Menyebalkan. Tapi aku masih tak bisa menyembunyikan senyum kecil disudut hatiku.

 

“Bisakah kau berhenti?” Aku tak tahan lagi dengan semua ini. Aku harus tegas bahwa dia tak akan bisa mempermainkan perasaanku.

 

“Nde?” Tanya kyuhyun bingung dengan pertanyaanku.

 

“Berhenti merayuku. Aku tau apa yang kau rencanakan. Tapi aku akan katakan kau tak akan bisa.” Ucapku tegas tak terbantahkan.

 

“Kau tau?” Ucap kyuhyun tak percaya. Dia sangat terkejut ketika menyadari aku mengetahui rencananya. Rencana jahatnya yang ingin mempermainkan perasaanku.

 

“Nde, aku tau semuanya. Kau hanya menjadikanku bahan taruhanmu dengan temanmu kan? Kau bertaruh dengan temanmu agar bisa menaklukanku. Membuat aku jatuh cinta padamu. Itu sebabnya kau mendekatiku , merayuku dan membuat aku terbuai hingga jatuh cinta padamu. Tapi aku bukanlah gadis bodoh yang bisa kau tipu. Aku tak akan tertipu perangkap jahatmu. Hatiku tak bisa kau permainkan.” Ucapku panjang lebar. Rasanya begitu lega sudah mengungkapkan semuanya.

 

“Jadi, kau berpikir aku sedang mempermainkanmu?! HAH?!” Ucap kyuhyun dengan nada yang cukup tinggi membuat aku menoleh kearahnya dan melihat raut wajahnya yang sudah memerah menahan amarah.

 

Kenapa dia marah? Bukankah apa yang aku katakan adalah kebenarannya. Atau dia marah karena semua rahasia dan rencananya sudah terbongkar.

 

“Ya tentu saja. Itu tujuanmu mendekatiku kan?” Ucapku mencoba melawan dan menantang kyuhyun semakin keras.

 

“Dengar yunna. Dengar ini baik baik!” Ucap kyuhyun sambil mencengkram kedua pundakku begitu erat. Bahkan terasa sakit.

 

“Apa aku terlihat seperti sedang menjadikanmu sebagai taruhan?”

 

Aku hanya mengangguk pelan. Tak berniat mengeluarkan suaraku.

 

“Brengsek, untuk apa aku menjadikanmu sebagai taruhan? HAH? Apa untungnya bagiku. Tak ada yunna. Dan untuk apa aku mendekatimu dan memujimu, jika aku mungkin bisa memilih gadis lain. Kenapa harus dirimu?”

 

“Ituuu…”

 

“Kau ingin bilang jika aku mendekatimu karena kau gadis kutubuku yang akan sangat pas untuk dipermainkan perasaannya. Begitu? Seburuk itukah diriku dimatamu?”

 

Entah mengapa kalimat terakhirnya terdengar begitu memilukan dan matanya memancarkan kekecewaan yang mendalam.

 

“Aku tulus yunna. Tidakkah kau melihatnya. Melihat betapa besar rasa cintaku padamu. Kau wanita pertama yang mampu membuatku mengalihkan tatapan hanya tertuju kepadamu. Kau wanita pertama yang begitu menarik perhatianku. Kau wanita pertama yang membuat aku begitu bergairah ketika melihat bibirmu saja. Kau wanita pertama yang aku cium. Bahkan aku selalu menginginkanmu. Menjadikanmu milikku seutuhnya. Aku tau mungkin ini semua terasa aneh untukmu. Atau kau berpikir aku hanya membual semua ini. Tapi yunna aku sangat mencintaimu. Rasanya begitu besar sampai aku tak bisa menyimpan lagi perasaan ini. Aku ingin kau tau. Aku ingin mengatakannya. Aku ingin kau juga merasakannya. Aku ingin kau juga mencintaiku. Tapi…”

 

“Kau malah berpikir semua ini hanyalah kebohongan. Berpikir bahwa aku pria jahat yang sedang ingin mempermainkanmu. Kau menganggap cintaku hanyalah semu dan palsu. Kau tau itu sangat menyakitkan. Kau menghina perasaan cintaku. Ku harap kau bisa memikirkan kembali kata-kataku.”

 

Setelah itu kyuhyun bangkit berdiri. Menatapku lama dan berbalik. Namun baru berjalan beberapa langkah kyuhyun kembali berbalik dan dengan cepat menengadahkan kepalaku menghadap ke arahnya. Memegang kedua pipiku dan menciumku. Melumat kasar bibirku. Dan di akhiri lumatan selembut sutra. Lalu dia melepasnya. Dan menatap mataku begitu fokus.

 

“Ku mohon cepatlah sadar bahwa aku sangat mencintaimu, yunna.” Setelah itu dia berbalik pergi meninggalkanku di pinggir lapangan dengan semua pemikiran yang ada.

 

Semua kejadian dan kalimat kyuhyun berputar di otakku. Berputar seperti kaset kusut yang diputar berulang ulang kali.

 

Benarkah dia mencintaiku?

 

Aku tulus yunna. Tidakkah kau melihatnya. Melihat betapa besar rasa cintaku padamu.

 

Apa mungkin? Aku hanyalah gadis kutubuku.

 

Kau wanita pertama yang mampu membuatku mengalihkan tatapan hanya tertuju kepadamu. Kau wanita pertama yang begitu menarik perhatianku. Kau wanita pertama yang membuat aku begitu bergairah ketika melihat bibirmu saja. Kau wanita pertama yang aku cium. Bahkan aku selalu menginginkanmu. Menjadikanmu milikku seutuhnya. Aku tau mungkin ini semua terasa aneh untukmu. Atau kau berpikir aku hanya membualsemua ini. Tapi yunna aku sangat mencintaimu.

 

Wajahku memerah seketika. Jadi, kyuhyun sungguh mencintaiku. Aku tak sedang bermimpikan.

 

untuk apa aku menjadikanmu sebagai taruhan? HAH? Apa untungnya bagiku. Tak ada yunna. Dan untuk apa aku mendekatimu dan memujimu, jika aku mungkin bisa memilih gadis lain. Kenapa harus dirimu?

 

Ya dia benar. Tak ada untungnya. Itu berarti dia benar-benar mencintaiku.

 

Senyuman lebarku begitu jelas terukir. Ya tuhan, aku tak pernah memikirkan hal ini. Namja itu mencintaiku. Dia mencintaiku.

 

“Aaaaaaaaaa…!” teriakku bahagia. Bahkan aku menggoyangkan kedua tangan dan tubuhku. Oh ya ampun ini tak terduga. Aku seperti mendapatkan sebuah hadiah besar yang tak terduga.

 

Cintaku terbalaskan. Kyuhyun juga mencintaiku. Ah aku malu sekali. Aku benar-benar malu.

 

Tunggu, bagaimana wajahku tadi. Apa aku terlihat jelek?

 

Aku memutar kembali kejadian tadi.

 

Ya ampun , aku membuat dia marah dan kecewa. Aku berpikir dia berbohong tentang perasaannya. Aduh,  bagaimana ini? Bagaimana jika karena hal tadi dia mulai membenciku. Dan tak mencintaiku lagi.

 

Ku mohon cepat sadar bahwa aku sangat mencintaimu, yunna.

 

Ah aku malu. Aku malu mengingat kyuhyun menciumku. Bahkan masih terasa sekali pergerakan bibir kyuhyun di atas bibirku. Caranya melumat bibirku dengan begitu lembut masih terekam jelas di otakku.

 

Tunggu, kami berciuman di pinggir lapangan. Ya tuhan, bagaimana jika ada yang melihat kami. Aduh , dasar kyuhyun bodoh. Apa dia tak melihat tempat, dan langsung menyosorku begitu saja.

 

Kau wanita pertama yang membuat aku begitu bergairah ketika melihat bibirmu saja. Kau wanita pertama yang aku cium. Bahkan aku selalu menginginkanmu.

 

Dasar namja bodoh.

 

Aku tersenyum malu mengingat tingkah bodohnya. Tingkah bodohnya yang sangat aku sukai.. hehehe aku mencintainya. Aku mencintaimu, kyuhyun. Dan aku juga sangat menginginkanmu menjadi milikku.

 

Aku bangkit dan mulai pergi dari lapangan menuju kelasku.

 

 

***

 

 

Hari ini aku kembali berjalan kaki ke halte bus. Mobilku masih diperbaiki di bengkel.

 

Menyebalkan, aku harus berjalan kaki. Semoga saja hari ini tak hujan seperti kemarin. Aku lelah sekali hari ini. Masih terasa dibetisku letihnya menerima hukuman dari kim saem.

 

Sebuah mobil hitam berjalan pelan di sampingku. Aku tau itu mobil kyuhyun. Dia menurunkan kaca jendelanya menampilkan dirinya yang sedang fokus menyetir. Tanpa melihat kearahku sama sekali.

 

“Masuk!” Perintahnya tak terbantahkan. Bahkan nada suaranya cukup tinggi dipendengaranku.

 

Aku masih berdiri diam, tak bergeming sama sekali.

 

Dia masih tak berniat menatapku. Bahkan sejak tadi di kelas pun dia tak melihat kearahku sama sekali. Apa dia marah?

 

Kau malah berpikir semua ini hanyalah kebohongan. Berpikir bahwa aku pria jahat yang sedang ingin mempermainkanmu. Kau menganggap cintaku hanyalah semu dan palsu. Kau tau itu sangat menyakitkan. Kau menghina perasaan cintaku

 

Ya ampun, dia pasti marah.

 

“YUN..NA..” ucapan tegas dan penuh penekanannya membuat aku bergegas berjalan dan masuk kedalam mobilnya.

 

Ketika mobil sudah berjalan pun kyuhyun sama sekali tak melihat kearahku.

 

Jadi, dia memang sangat marah kepadaku. Aku sejak tadi hanya menatapnya. Setelah tau bahwa dia memang sungguhan mencintaiku. Sudahku putuskan bahwa aku tak akan menutupi perasaanku juga.

 

Aku memutar tubuhku kearah kyuhyun. Memposisikan tubuhku senyaman mungkin untuk berlama-lama menatap kyuhyun dari dekat.

 

Lihatlah dia. Dia terlihat lucu ketika marah seperti ini. Dan aku ingin terus melihatnya. Aku yakin dia pasti menyadari tatapan intensku, yang ku lakukan sejak tadi. Bahkan lihatlah dia, dia mulai gelisah dan gugup. Oh dia terlihat imut seperti itu.

 

“Jangan menatapku. Aku marah padamu.” Ucapnya sambil mendelik tajam kearahku.

 

Bukannya takut atau langsung menghindarinya. Aku malah tersenyum geli. Oh kyuhyun terlihat sangat imut ketika dia sedang merajuk seperti ini.

 

“Kenapa kau tersenyum? Tak ada yang lucu.” Ucapnya dengan raut mesal, dan bibir manyun nya.

 

“Kau. Kau lucu sekali, kyuhyun.”

 

“Mwo? Kau pikir aku badut. Dasar menyebalkan.” Dia kembali mengalihkan pandangannya kearah jalanan.

 

“Walau menyebalkan tapi kau mencintaiku kan.” Itu bukanlah pertanyaan karena aku sudah menyadari semuanya.

 

” hah? Jinja? Percaya diri sekali kau, nona shin yunna.” Ucap kyuhyun menyangkal dengan ala yang sangat tak percaya dengan kalimatku. Seakan kalimatku adalah kalimat termustahil didunia ini.

 

“Aah. Jadi, itu semua hanyalah khayalanku. Yah, sayang sekali. Padahal aku juga mencintaimu.” Ucapku dengan seringai jahil dan langsung mengalihkan pandanganku.

 

Chit..

 

“Aaa…” teriak ku terkejut karena mobil  kyuhyun berhenti tiba-tiba. Membuat tubuhku terdorong kedepan. Menumbruk dasbor. Untung saja aku bisa mengendalikan diriku. Jadi benturanku tak begitu parah, tapi tetap saja sakit.

 

“Yak!! Apa yang kau lakukan?” Teriakku marah sambil mengelus keningku yang sudah menabrak dashbord.

 

“Ka..kau bilang apa?” Tanya kyuhyun terbata-bata penuh tanda tanya, butuh sebuah kepastian.

 

“Apa?” Tanyaku balik. Sebenarnya aku tau apa yang dimaksudkannya. Aku hanya ingin menggodanya saja.

 

“Tadi kau bilang apa?

 

“Bilang yang mana?” Tanyaku dengan raut bingung.

 

” yang tadi kau ucapkan?”

 

“Yang mana? Yang apa yang kau lakukan?”

 

” bukan. Bukan yang itu. Kalimatmu sebelum aku mengerem mendadak.”

 

” kalimat , jadi semua itu hanya khayalanku?”

 

” setelah itu.”

 

“Sayang sekali.”

 

“Setelah itu yunna.” Ucap kyuhyun frustasi.

 

“Yang mana?” Ucalku dengan raut wajah yang ikutan frustas, frustasi dibuat buat. Hehe..

 

“Kau bilang kau .. mencintaiku? Benarkah itu? Pendengaranku tak salahkan?” Tanyanya penuh harap. Terlihat sekali dari tatapan matanya. Dia bahkan memegang kedua pundakku. Agar aku mengatakan kebenarannya.

 

“Menurutmu?” Tanyaku balik. Ya tuhan menggoda kyuhyun ternyata begitu menyenangkan.

 

“Yak yunna. Berhenti mempermainkanku. Katakan! Katakan padaku jika kau juga mencintaiku.”

 

Baiklah, kurasa aku akan mengungkapkan semuanya.

 

“Kau namja paling tampan yang pernah ku lihat. Kau namja yang sukses menarik perhatianku. Aku selalu memgamati mu secara diam- diam. Berdiri di balik jendela kamarku dan mengamati semua aktifitasmu ketika kau berada dikamarmu. Kau juga namja yang pintar. Aku selalu bahagia ketika memikirkanmu , apalagi mengingat senyuman tampanmu. Kau juga yang selalu hadir dalam mimpi dan khayalanku. Dan kau pulalah yang sudah mencuri ciuman pertamaku. Jadi, bagaimana mungkin aku tidak mencintaimu.?”

 

” ka..kau….”

 

” nde. Saranghae, kyuhyun.” Ucapku tersenyum lembut dan mulai dengan perlahan mendekatkan wajahku. Mencium kyuhyun pelan. Hanya mengecup tak lebih. Ketika aku ingin menjauh kyuhyun menarik tengkukku dan melumat bibirku ganas. Memangut dan melumat bibirku begitu dalam. Namun perlahan mulai melembut, dan aku mulai membalas ciuman kyuhyun. Instingku belajar dari pengalamanku. Aku memperlakukan bibirnya sama seperti dia memperlakukan bibirku. Mengulum dan melumat gemas bibir tebalnya. Membuat aku begitu terbuai dan ketagihan akan bibirnya.

 

Ketika udara mulai habis disekitar kami. Kyuhyun melepaskan ciuman kami.

 

“Nado saranghae, chagiya” ucapnya lembut sambil mengusap pelan sudut bibirku yang sudah terlumuri oleh campuran saliva kami.

 

Aku begitu malu sekaligus bahagia. Aku kembali duduk dengan benar dibangku ku. Dan kyuhyun mulai menjalankan kembali mobilnya.

 

Tangan hangatnya meraih tanganku. Menggenggamnya erat. Dan membawanya menuju bibirnya. Mengecup penuh sayang punggung tanganku. Membuat aku merasa begitu tersayangi dan berharga dihidupnya.

 

“Jadi, selama ini aku memiliki seorang secret admirer.”

 

Aku hanya diam dengan wajah yang begitu merah menahan malu.

 

“Tunggu , jangan katakan kau juga sering mengintipku ketika aku hendak mandi.”

 

“Anni.”

 

“Ka..kau pasti melihat tubuh setengah telanjangku kan?”

 

“Anniyo.”

 

“Dasar yeoja mesum.”

 

“Anni. Sudahku katakan aku tak melakukannya.”

 

“Benarkah?”

 

“Aak.akk.. ten..tentu saja tidak.” Ucapku tergagap. Karena sebenarnya aku pernah melihatnya sekali. Tidak,  dua kali. Ah baiklah,  sebenarnya sudah lima kali aku melihat dada polos tak berbaju milik kyuhyun.

 

“Baguslah.” Ucap kyuhyun kemudian.

 

Huft, hampir saja ketahuan. Desahku lega dalam hati. Bisa malu aku jika aku sampai kepergok sedang mengintipnya seperti itu.

 

” Ah ya yunna, bisakah sehabis mandi kau memakai pakaianmu didalam kamar mandi. Kau tau tubuhmu yang terbalut piyama handuk terlihat begitu hot dan menggairahkan. Apalagi jika kau mulai melakukan tarian anehmu itu. Itu terlihat seperti tarian super erotis dimataku. Bahkan junior cho saja langsung terbangun ketika melihatnya.”

 

“Mwo? Ja..jadi.. ka ..kau..?”

 

” nde.”

 

“Andwee, mesuuuummmmmm.” Teriakku kencang sambil memeluk tubuhku erat.

 

~~~End~~~

 

 

Sweet love kan , chingu. No sequel ya #kaya ada yang mw minta sequel ja.

Thanks for admin, jangan lupa comment ya, chingu.

Sampai ketemu di ff aku, manyeo yang belum end ya.

Salam hangat , maeri. 😀

87 thoughts on “Sweet Love Part 2 END

  1. Hwaaaa…. Diabetessss 😍😍
    Suka bangetttt
    Aigo ini momentnya bener bener sosweet. Manisnya asli tanpa bahan pengawet.
    Berasa iri sama karakter yunna disini..
    Sisakan yang kaya kyuhyun satu untukku tuhan..😂
    Ditunggu karya selanjutnya kakka 😊

    Suka

  2. Bagus bagus apalagi yg di part 1 pas yunna nari wkwkkkk lucu ajah gitu diliat sama kyuhyunnnn. Sequel donhgghhhhzzzzzzzz

    Suka

  3. Kyuhyun nya nyablak banget ya disini.. terlalu jujur apa polos gitu yah.. tapi akhurnya tetep aja mesum ya dasar kyuhyun 😁
    Semangat author, semoga ada sequel nya hihi.

    Suka

  4. Kereenn..konflik ceritanya ringan cocok banget buat remaja…
    Suka sama karakter kyu disini…
    Squel dong thor… 😉😉😉.. *ngarep
    Keep write thor

    Suka

  5. Ini adl cerita terseru yg aku baca😊 tp aku membutuhkan sequelnya eon untuk kelanjutan cinta Kyuhyun dan Yunna….
    semangat eon

    Suka

  6. Ini adl cerita terseru yg aku baca😊 tp aku membutuhkan sequelnya eon untuk kelanjutan cinta Kyuhyun dan Yunna….
    semangat eon..

    Suka

  7. yeee cinta ku g pertepuk sblah tngan kkkkkk
    sweet lah mreka

    no squel ya??
    yowes di tunggu karya slnjutny kak..Seeemaaaangaaatttt

    Suka

  8. Akhirnya nih ff dipublish jga huhuhu.. Bner2 ditnggu nih ff ,, and finally mreka jdian chukkaeee!!!! Pngen mnta sequel tpi trnyata kgak ada yaudhlah 😦 pngen pnya cwok cem ChoKyu yg gk pndang fisik sma materi.. So sweet tauuu!! Kutnggu krya slanjutnya thor!! Hwaiting!!

    Suka

  9. NB : tanda baca sama dengan (=) itu artinya sebenarnya / seharusnya.

    Seharusnya kata sambung ku, di/ke (selain menunjukkan tempat), nya, mu, kan, dll itu digabung dengan kata inti. Exp : milik(kata inti) nya(kata sambung). Jadi, miliknya. Gitu.

    Kelangit = ke langit (menunjukkan tenpat). Kebumi = ke bumi. Dikamarnya = di kamarnya. Kekamar = ke kamar. Dirumah = di rumah. Didepan = di depan. Diwajahnya = di wajahnya. Keatas = ke atas. Didalam = di dalam. Kedalam = ke dalam Dimataku = di mataku. Dibibirnya = di bibirnya. Dilantai = di lantai. kebawah = ke bawah. Didahi = di dahi. Dibangku ku = di bangkuku.

    Menatap nya = menatapnya. Ku katakan = kukatakan. Tanpaku sadari = tanpa kusadari. Ku tatap = kutatap. Hati ku = hatiku. Ku coba = kucoba. Ku tarik = kutarik. Ku tahan = kutahan. Ku lakukan = kulakukan. Eskrim = es krim. Kaki ku = kakiku. Ku lirik = kulirik. Ku pikir = kupikir. Ku harap = kuharap. Ku mohon = kumohon. Manyun nya = manyunnya. Teriak ku = teriakku. Ku lihat = kulihat. Mengamati mu = mengamatimu.

    Tiba tiba = tiba-tiba. Teman temannya = teman-temannya. Apa apaan = apa-apaan. Sekencang kencangnya = sekencang-kencangnya. Paru paruku = paru-paruku. Berkali kali = berkali-kali. Sungguh sungguh = sungguh-sungguh. Berkedip kedip = berkedip-kedip. Terburu buru = terburu-buru. Disampingku = di sampingku. Kata katanya = kata-katanya. Berbunga bunga = berbunga-bunga. Berulang ulang = berulang-ulang. Dibuat buat = dibuat-buat.

    Menguncit = menguncir/mengikat. Tau = tahu. Perduli = peduli. Ganteng = tampan. Prilaku = perilaku. Telat = terlambat. Lari = berlari. Tepar = pingsan. Trus (terus) = lalu. Jenjang lehernya = leher jenjangnya. Sensani = sensasi. Sungguhan = sungguh/sungguh-sungguh. Mesal = kesal. Bibir manyunnya = mempautkan bibirnya. Menumbruk = menubruk. Ikutan = ikut/juga. Aktifitasmu = aktivitasmu. Memangut = memagut.

    Sebisa mungkin hindari kata ‘kan’, ‘sih’, ‘duh’, dan sebagainya. Karena kata tersebut tidak baku.

    Perhatikan point of view (sudut pandang). Jangan sampe keliru ya. Bikin bingung. Terus kalo ada pergantian waktu, tempat, ataupun yang lainnya jangan lupa diberi keterangan ya.

    Setelah tanda baca itu ada spasi ya. Exp : apa? Ya, lalalala. Dst.

    Seharusnya dalam satu paragraf itu ada 3 sampai 7 kalimat. Tanda berakhirnya sebuah kalimat itu ya tanda titik (.). Coba baca ulang salah satu paragraf. Satu tarikan nafas untuk satu kalimat dan nggak boleh tarik nafas lagi kalo belum nemuin tanda baca titik (.).
    Terus lebih perhatikan penggunaan tanda baca lainnya seperti, koma (,), tanda tanya (?), tanda kutip (“), dll. Besar kecilnya huruf juga penting banget.

    Sebenernya buanyak banget kesalahan penulisan (typo) atau emang kesalahan dalam eyd dan tanda baca.

    Tau sendirikan itu kesalahannya banyak atau sedikit. Menurut aku ya, itu tulisan di atas bukan lagi typo. Terus typo itu nggak pantes buat dipelihara. Jangan dibiasain buat typo. Semakin sedikit typo, maka semakin profesionalnya seorang penulis.

    Aku harap dikarya yang lain bisa diperbaiki ya.

    Typo jangan dipelihara.
    Keep writing!!!

    Suka

  10. Yaampun akhirnya bersatukan
    Sumpah sweet bgt kyunya
    Kapan ya ad yg ky kyu begini ampe muka2nya mirip kyu wkwk
    Ditunggu karya slnjtnnya eonni^^

    Suka

  11. yahh ngga kerasa udah end ajah ceritanya lucu dan santai bacanya tpi masih ada yang ngeganjil nih msih pnasaran alasan kyuhyun suka sama yunna tpi yasudahlah udah end dan author jga blang kaga ada sequel
    di tunggu karya yang lainnya ajah thorr fighting!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s