Mystikó


image

Author : Vhiy Zaza

Tittle : Mystikó

Category : NC 17, Yadong,Sad,  Romance, Oneshoot

Cast : Cho Kyuhyun

         Baek Seung Hye

*****

Author Note,
Hai, aku balik lagi dengan ff super aneh ku. Ini udah diedit, tapi kalau masih ada typo yang maksa ingin muncul, harap maklum ya 😀 😀 😀

Tadinya, aku mau bikin cerita yang sedih sampe menguras air mata. Tapi nyatanya aku gagal bikinnya, wkwkwk, yang awalnya aku mau bikin Seung Hye yang menderita, eh malah jadi Kyuhyun dengan segala kelabilannya.

Italic dibagian awal itu maksudnya flashback ya. Dan ***** bukan untuk pergantian POV, itu untuk pembatas saat pergantian alur.

Mohon berikan kritik dan saran yang membangun ya. Karena setiap masukan dari kalian sangat berarti untuk author abal-abal ini.

Ending dari cerita ini merupakan do’a dan harapanku untuk seseorang

Aku harap kalian menikmati cerita ini.

With Love

Vhiy Zaza

*****

Seung Hye POV

Suasana rumah begitu ramai. Wajar saja memang jika rumah menjadi sangat ramai seperti ini. Hari ini adalah hari pernikahanku dengan kekasih hatiku, Cho Kyuhyun.

sebenarnya ini bukan rumah keluargaku, tapi rumah milik keluarga calon suamiku. Dan aku saat ini sedang duduk di dalam kamar pengantin bersama sahabatku Hani. Kami tidak keluar sedikit pun dari kamar pengantin ini sejak kami tiba di rumah Kyuhyun kemarin sore. Segala keperluan kami sudah disiapkan di dalam kamar ini, dan jika kami lapar maka akan ada pelayan yang mengantar makanan untuk kami berdua.

Kamar pengantin ini sebenarnya kamar milik Kyuhyun. karena itulah priaku itu masuk ke dalam kamar sesekali untuk sekadar mengambil pakaian atau beberapa hal yang ia butuhkan. Seperti saat ini, ia masuk untuk mengambil laptopnya yang sejak semalam ada di atas nakas.

Aku yang sedang tidur dalam posisi yang cukup tidak enak dipandang mata, segera bangun saat melihat Kyuhyun muncul di dalam kamar. Senyuman lebar ia tunjukkan pada kami berdua. “Kalian pasti sangat bosan terkurung di kamar ini sejak kemarin.” Ucap Kyuhyun masih sambil tersenyum.

“Ini sangat membosankan Kyuhyun-ssi, tapi demi sahabatku yang cantik ini, aku rela terkurung di kamar ini hingga esok pagi.” Dengan cepat Hani pun bangun, lalu merangkul pundakku sambil menjawab ucapan Kyuhyun. tak lupa Hani pun menganggukkan kepalanya sebagai simbol ia benar-benar rela terkurung di kamar luas milik Kyuhyun ini hingga esok pagi.

Sungguh berlebihan sebenarnya. Kami berdua tidak akan terkurung selama dua hari di kamar ini tanpa keluar sedikit pun. Nanti siang kami juga akan keluar dari kamar ini. Karena nanti siap aku dan Kyuhyun akan melakukan pemberkatan. Dan dilanjut dengan acara resepsi pernikahan kami nanti malam.

“Kau memang sahabat yang baik Hani-ssi.” Kyuhyun menjawab ucapan penuh keyakinan Hani sambil tertawa. “Baiklah, kalian bisa melanjutkan acara tidur pagi kalian, aku hanya ingin mengambil ini” Kyuhyun mengangkat sedikit laptop yang sudah ia ambil. Lalu keluar dari kamar.

“Ah aku sangat bosan Hye-ya, sebaiknya kita memang tidur pagi saja,” tanpa perlu berpikir lama, aku pun ikut berbaring bersama Hani. Kami benar-benar tidur. Tidur yang sangat nyenyak layaknya tidur pada malam hari.

Pukul sebelas siang kami pun bangun. Bukan karena niat kami sendiri yang ingin bangun tapi karena ada beberapa wanita dengan pakaian seragam yang masuk ke dalam kamar lalu membangunkan kami berdua. Ternyata mereka ini orang yang sudah dipilih oleh Kyuhyun dan keluarganya untuk mendadaniku.

Wanita berseragam ini ada tiga orang, yang masing-masing membawa barang di tangannya. Ada yang membawa  gaun pengantin berwarna putih dan sangat cantik, ada yang membawa sepatu berhak tinggi dengan warna senada dengan gaun pengantinnya dan yang satu lagi membawa kotak yang cukup besar, yang kuduga berisi alat-alat kosmetik yang nantinya digunakan untuk menyulapku menjadi lebih cantik.

“Nona Seung Hye silakan mandi dulu, atau apa kami perlu membantu nona mandi ?” salah satu wanita berpakaian seragam tadi bertanya padaku dan tentu saja langsung kujawab dengan menggelengkan kepala. Yang benar saja, membayangkan aku mandi dibantu oleh mereka saja sangat menggelikan. Dengan cepat aku masuk ke dalam kamar mandi super luar yang ada di dalam kamar Kyuhyun.

Sebenarnya bukan hanya kamar dan kamar mandi Kyuhyun saja yang sangat luas. Hampir semua kamar yang ada di rumah keluarga Kyuhyun memang sangat luar dan mewah. Rumah ini lebih cocok disebut istana dari pada rumah.

Kakiku rasanya berubah seperti jelly waktu pertama kali berkunjung ke rumah ini sebulan lalu. Sekadar mengangkat kaki untuk masuk ke dalam rumah saja kakiku terasa sangat lemas. Aku sempat berpikir jika aku pasti akan mati kelelahan jika harus memberesi rumah seluas ini. Dan pikiran itu bahkan masih bersarang di kepalaku hingga saat ini.

Hanya dalam waktu lima belas menit aku selesai mandi. Aku keluar kamar mandi dengan menggunakan baju handuk berwarna putih yang sudah disiapkan di dalam kamar mandi ini. Rambut basahku tergulung dengan handuk.

Rasanya sangat gugup. Sebentar lagi aku akan melangsungkan pemberkatan dan aku akan resmi menjadi nyonya muda Cho. Masih terasa mimpi sebenarnya aku akan segera melepas masa lajangku. Saat ini aku berumur 28 tahun dan aku sudah sangat bosan ditanya kapan akan menikah. Aku dianggap perawan tua karena belum juga menikah diumur 28 tahun. Padahal jika dipikir lagi, mengapa aku harus pusing dengan pendapat orang lain, masih banyak orang yang umurnya lebih tua dariku, tapi ia bahkan belum memikirkan untuk menikah. Mungkin karena mereka berpendidikan tinggi dan mempunyai karier yang bagus, jadi tidak terlalu orang anggap tua. Sedangkan aku hanya lulusan sekolah menengah dan hanya menjadi editor lepas disalah satu tempat penerbitan.

“Silakan duduk di sini nona.” Dengan sangat sopan wanita berpakaian seragam dengan perawakan lebih kecil, memintaku untuk duduk pada kursi di depan meja rias dan mereka mulai memoles wajahku dengan make up yang telah mereka siapkan. Sementara aku didandani, Hani pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri.

Membutuhkan waktu hampir dua jam untuk sekadar mendadaniku. Aku cukup penasaran, ingin segera melihat perubahan pada wajahku setelah didandani selama itu. Karena memang sejak tadi aku tidak melihat pada cermin.

“Selesai nona, sekarang nona bisa melihat ke cermin.” Tanpa perlu dikatakan dua kali, aku langsung melihat pada cermin. Dan hasilnya sungguh mengagumkan. Aku sendiri bahkan terpana melihat wajahku yang berubah seperti boneka barbie. Make up sungguh menakjubkan. Lihatlah gadis biasa sepertiku pun bisa berubah seperti boneka yang sangat cantik saat dipoles make up.

“Hua Hye-ya, kau memang sangat cantik. Pantas saja si Cho Kyuhyun yang tampan dan kaya raya itu langsung ingin menikahimu.” Hani yang juga sudah terlihat cantik dengan make up tipisnya, berdiri di belakangku dan mengacungkan kedua ibu jarinya sebagai tanda ia sangat mengagumi perubahanku. Melalui cermin di depanku, aku dapat melihat jika Hani juga tersenyum.

“Kau jangan berlebihan seperti itu Hani-ya, aku seperti ini karena mereka begitu ahli memoles wajahku dengan maka up.” Aku yang merasa tersanjung sekaligus malu menjawab sambil menundukkan wajahku.

“Siapa bilang kau cantik karena make up, kau memang sudah cantik tanpa make up sekali pun” Hani menolak dengan tegas gagasanku, yang mengatakan aku cantik karena polesan make up. “Bukankah begitu ?” Hani bertanya pada tiga wanita yang tadi mendadaniku.

“Benar, nona Seung Hye memang sudah sangat cantik tanpa perlu dipoles make up.” Salah satu dari tiga wanita yang hingga sekarang tidak aku tahu namanya, menjawab dan disetujui dengan kedua temannya dengan anggukan.

Aku yang merasa malu karena pujian mereka, terus menundukkan kepala. Namun seulas senyum muncul di wajahku.

“Apa mempelai wanita sudah siap ?” terdengar suara Ahra Eonni yang baru saja masuk ke kamar. “WOW kau sangat cantik adik ipar.” Dengan agak berlebihan Ahra eonni melebarkan mata saat melihatku.

“Iya, aku sudah siap eonni” jawabku sambil tersipu.

“Kalau begitu ayo kita keluar, semuanya sudah menunggu.” Dengan lembut Ahra eonni menggandengku. Kami berjalan ke luar kamar dengan hati-hati. Hani berjalan di belakang kami sambil mengangkat sedikit ekor gaun pengantinku.

Pemberkatan dilaksanakan di gereja yang tidak jauh dari kediaman keluarga Kyuhyun. sama seperti Hani dan Ahra eonni. Semua tamu yang ada di dalam gereja ikut berseru kagum ketika aku memasuki gereja bersama appa. Jangan lupakan Kyuhyun yang berdiri di depan sana. Senyumnya begitu lebar ketika masuk.

“Kau sangat cantik.” Bisik Kyuhyun ketika kami telah berdiri bersisian. Tentu saja pipiku yang sudah merah semakin memerah karena malu sekaligus bahagia ketika Kyuhyun memujiku.

Melupakan pipi merahku, sekarang tepuk tangan riuh terdengar di dalam gereja setelah kami selesai mengucap janji sehidup-semati. Ditutup dengan ciuman manis, aku sudah resmi menjadi nyonya muda Cho.

*****

Dengan hanya berbalut gaun tipis berwarna hitam, aku tidur telentang di atas ranjang king size yang sejak kemarin aku dan Hani tiduri. Alih-alih kedinginan karena memakai gaun super tipis pada saat tengah malam. Aku justru berkeringat.

Mendongak ke atas, aku langsung menatap wajah tampan suamiku. Ia berada di atasku dengan menopangkan kedua tangannya di sisi tubuhku agar tidak menindih langsung tubuh rampingku. Tidak ada sehelai benang pun yang menempel pada tubuh Kyuhyun. itulah yang membuatku berkeringat. Ini keringat gugup.

“Kau gugup ?” tanya Kyuhyun menggodaku. Senyuman miring yang ia tunjukkan semakin menambah rasa gugupku. Ia terlihat semakin tampan karena senyuman itu.

Kucubit pelan perut Kyuhyun. “Jangan menggodaku.” Aku merengek pada Kyuhyun. dan tentu saja rengekan manjaku itu memancing tawa Kyuhyun.

“Baiklah, aku akan berhenti menggodamu, tapi aku akan mencumbumu.” Sedetik setelah mengucapkan itu, bibir Kyuhyun langsung memagut bibirku dengan ganas. Tidak ada kelembutan dalam ciuman Kyuhyun, tapi juga tidak menyakitiku. Ciuman ini sarat akan gairah. Aku semakin berkeringat.

Tanganku tidak bisa berhenti bergerak. Tanpa sadar tanganku bergerak mengelus pundak Kyuhyun untuk menyalurkan perasaan yang baru kali ini aku rasakan.

Bibir Kyuhyun berpindah menciumi seluruh wajahku, beralih ke leher hingga seluruh bagian tubuhku.

Aku mendesah tertahan ketika Kyuhyun mencium bahkan menjilati bagian bawah tubuhku. Ini benar-benar luar biasa. Jika harus diungkapkan dengan kata-kata, maka aku akan mengatakan ini sangat nikmat.

Desahanku berubah menjadi jeritan ketika Kyuhyun semakin cepat menjilati daerah bawahku. Jeritan menahan nikmat itu semakin menjadi kalah aku merasakan geli yang berkumpul di pangkal pahaku kemudian rasa geli itu seakan pecah dan mendesak keluar. Saat itulah aku menjerit panjang memanggil nama Kyuhyun berulang kali, kepalaku mendongak dengan mata terpejam. Untuk yang satu ini, aku tidak dapat mengungkapkannya dengan kata-kata.

Tanganku yang sejak tadi tidak bisa berhenti mengusap dan mengacak rambut Kyuhyun, digenggam oleh Kyuhyun kemudian kecupan kecupan seringan bulu terasa di punggung tanganku.

“Buka matamu sayang.” Bisikan Kyuhyun membuatku membuka kelopak mata dengan perlahan. Hal pertama yang kulihat ketika membuka mataku adalah wajah tampan Kyuhyun yang memerah, dengan rambut cokelatnya yang acak-acakan. Senyuman di wajah Kyuhyun menular padaku. “Apa kau menyukainya ?” tanya Kyuhyun. yang langsung saja kujawab dengan anggukan lemah.

“Bisakah kita melanjutkannya ?” kembali Kyuhyun bertanya dengan suara lembutnya. Dan sama seperti tadi, pertanyaan Kyuhyun langsung kujawab dengan anggukan.

Tidak butuh waktu lama setelah aku menyetujuinya, Kyuhyun langsung masuk pada permainan inti. Dengan perlahan ia mendorong masuk miliknya. Sesekali ia menghentikan dorongannya saat aku meringis. Rasanya sangat sakit dan ngilu.

Dengan perhatian, Kyuhyun mengusap keringat di dahiku. “Tahan sedikit sayang, nanti tidak akan sakit lagi.” Dan ia kembali mendorong masuk miliknya dalam sekali hentakan ketika aku mengangguk dan menunjukkan senyuman tipis di bibirku.

Setetes air mata jatuh di pipi pucatku ketika rasa perih yang luar biasa kurasakan di bawah sana. Untung saja Kyuhyun dengan sabar dan pengertian, mendiamkan terlebih dahulu miliknya. Baru setelah beberapa saat ia mulai mulai bergerak pelan dan teratur. Awalnya aku terus meringis karena merasakan perih, namun perlahan-lahan ringisan itu berubah menjadi desahan. Semakin lama desahanku semakin tak terkendali. Mulutku terus saja meracau. Tanganku bergerak bebas di atas tubuh Kyuhyun. dari atas hingga bawah tubuhnya tidak ada yang tak tersentuh dengan tanganku. Desahan kami bersahut-sahutan, hingga desahan panjang kami terdengar, ketika kami mendapatkan pelepasan yang sejak tadi kami tunggu-tunggu.

Tubuh Kyuhyun yang lemas setelah pelepasan pertamanya itu, menindih tubuhku dan kepalanya berada di cerukan leherku. Hembusan napas yang tak beraturannya terasa sangat jelas di leherku.

“Ini luar biasa Hye-ya, kau sungguh mengagumkan bisa membuatku merasakan kenikmatan luar biasa ini.” Setelah mengucapkan itu, Kyuhyun kembali mengecupi leherku. Percintaan panas itu kembali berulang hingga aku tak tahu lagi berapa kali kami mendapatkan pelepasan. Dan akhirnya tertidur karena terlalu lelah.

*****

Dering ponsel membuatku terkejut dan kembali dari ingatan panjangku tentang awal pernikahanku dan Kyuhyun yang begitu indah. “Ya oppa.” Aku menyapa suamiku dengan suara yang sangat lembut. Namun aku terlonjak pelan ketika Kyuhyun membalas sapaan lembutku dengan bentakan.

“Apa yang kau lakukan dengan berkas yang sudah kusiapkan tadi malam !” Kyuhyun sepertinya sangat marah padaku.

“Aku tidak melakukan apa-apa oppa.” Suaraku yang tadi begitu lembut, berubah menjadi sangat pelan. Aku begitu takut setiap kali Kyuhyun membentakku seperti ini.

“Jangan berbohong, jika kau tidak melakukan apa pun, bagaimana berkas itu bisa tidak ada di dalam tasku, kau pasti yang mengeluarkannya !” sekali lagi Kyuhyun membentakku.

Sungguh aku ingin menjerit mengatakan “Untuk apa aku mengeluarkan berkasmu, dan apa untungnya untukku.” Tapi aku tidak bisa melakukan itu. Selain karena aku begitu menghormati suamiku. Aku juga takut Kyuhyun akan semakin marah jika aku melakukan itu. Kemarahan Kyuhyun adalah hal yang paling kuhindari saat ini.

“Cepat bawa berkas itu ke kantorku sekarang !” tak sedikit pun Kyuhyun memelankan suaranya kalah berbicara denganku.

“Berkas yang mana oppa ?” wajar saja memang aku bertanya berkas yang mana. Karena aku tak sekali pun menyentuh atau membuka berkas-berkas penting Kyuhyun.

“Kau masih saja bertanya, tentu saja berkas perjanjian kerja sama dengan Y Group yang kau keluarkan dari tasku itu, bodoh !” setetes demi setetes air bening itu mengalir di pipiku ketika mendengar Kyuhyun mengatakanku bodoh. Ini bukan kali pertama Kyuhyun mengatakanku bodoh, tetapi rasa sakitnya selalu sama ketika kata laknat itu keluar dari mulut Kyuhyun.

Meskipun aku tidak tahu dimana letak berkas itu. Aku tetap mengiyakan perintah Kyuhyun. “Iya oppa.”

“Dua puluh menit kau harus sudah di kantorku.” Selesai mengatakan itu, Kyuhyun langsung memutuskan sambungan telepon.

Jika Kyuhyun sudah berbicara seperti itu, apalagi yang harus aku lakukan selain menurutinya. Dengan terburu-buru aku mencari berkas yang Kyuhyun maksud. Setelah menemukannya aku bukan merasa lega, justru aku menangis semakin kencang. Berkas itu terjatuh di bawah meja, di mana tadi Kyuhyun meletakkan tasnya sebelum berangkat. Aku sangat yakin jika berkas itu tadinya tidak Kyuhyun masukkan ke dalam tas dan terjatuh saat Kyuhyun mengambil tasnya. Ini murni kesalahan Kyuhyun. tapi mengapa aku yang disalahkan.

Meski sangat sedih dan kecewa pada Kyuhyun. nyatanya aku tetap pergi dengan terburu-buru mengantarkan berkas yang saat ini ada di tanganku. Jarak ke AK Crop cukup jauh dari rumah kami. Sedangkan Kyuhyun hanya memberiku waktu dua puluh menit. Aku mengendarai mobil dengan kecepatan penuh. Tak sedikit pun aku memikirkan keselamatanku. Yang ada di dalam pikiranku hanyalah tiba tepat waktu agar Kyuhyun tidak semakin marah.

Kuhabiskan waktu sembilan belas menitku untuk mengendarai mobil. Sedangkan satu menit yang tersisa, akan aku pakai untuk berlari menuju ruangan Kyuhyun. namun baru saja aku menginjakkan kaki di lobby, Kyuhyun dan asisten pribadinya muncul. Mereka sepertinya akan keluar.

Tatapan mata Kyuhyun begitu tajam dan menakutkan. Dan tatapan itu ia tujukan padaku. “Mengapa kau lama sekali !” kalimat yang Kyuhyun ucapkan lebih seperti bentakan dari pada pertanyaan. “Mana berkasnya ?” masih dengan suara tinggi, Kyuhyun menengadahkan telapak tangannya tepat di depan wajahku untuk meminta berkas yang ia minta tadi. dengan cepat kuberikan berkas yang kugenggam sejak tadi. “Bodoh !” bukan ucapan terima kasih yang kuterima. Justru aku sekali lagi dikatakan bodoh oleh suamiku sendiri.

Perasaan malu dan sakit menyatu menjadi satu karena sikap kasar Kyuhyun tersebut. Aku berjalan menyusuri lobby dengan pipi basah oleh air mata yang mengalir tanpa henti. Karena rasa sakit yang kurasakan jauh lebih besar daripada perasaan malu, kubiarkan begitu saja air mataku mengalir tanpa ada maksud untuk menghapusnya. Biarkan saja semua orang melihatku. Aku tidak peduli dengan apa yang akan mereka katakan.

Aku terus berjalan sambil menangis, hingga aku tiba di dalam mobil. Bukan hanya air mata yang mengalir deras, jeritan putus asa keluar begitu saja saat aku sudah ada di dalam mobilku. “Eomma, mengapa nasibku begitu menyedihkan.” Berulang kali aku menepuk dadaku untuk mengurangi sesak yang aku rasakan.

Nasibku sungguh menyedihkan. Aku yang sudah berumur 28 tahun belum juga menikah karena berulang kali dicampakkan oleh kekasihku, awalnya merasa sangat bahagia dan beruntung ketika kenal Kyuhyun. ia sosok yang mengagumkan. Tampan, kaya dan pekerja keras. Kyuhyun tidak pernah memintaku menjadi kekasihnya. Sebulan kami saling kenal, ia langsung memintaku untuk menjadi istrinya. Saat itu aku langsung mengiyakan permintaan Kyuhyun. siapa yang menyangka Kyuhyun akan berubah seperti ini. Aku hanya merasakan manisnya pernikahan kami selama dua bulan. Setelah itu Kyuhyun tiba-tiba saja berubah padaku.

“Aku ingin Kyuhyunku yang dulu. Kembalikan suamiku yang sangat lembut dan penyayang, kumohon.” Aku terus meminta dan memohon. Entah pada siapa sebenarnya aku memohon.

Aku tidak menyadari berapa lama aku menangis di dalam mobil. Namun saat ini aku memutuskan untuk pulang. Bukan pulang ke rumah bak istana milik keluarga Kyuhyun. namun pulang ke rumah orang tuaku.

Bukan hanya perkataan kasar Kyuhyun pagi ini saja sebenarnya yang membuatku bertekat kembali ke rumah kedua orang tuaku. Bahkan sudah berbulan-bulan ini aku selalu mendengar bentakan kasar Kyuhyun. belum lagi pertengkaran kecil kami tadi malam. Pertengkaran yang disebabkan oleh foto seorang wanita yang ada di dalam dompet Kyuhyun. yang aku tahu itu foto mantan kekasih Kyuhyun. “Dia sudah menikah dan sangat bahagia dengan keluarga kecilnya, jadi kau tidak perlu membuat-buat masalah karena hal tidak penting seperti ini.” Ia menjawab begitu dingin ketika aku menanyakan foto itu.

Sejujurnya masih ada perasaan mengganjal di hatiku, yang rasanya belum lega jika belum dikeluarkan. Namun aku menelan kembali segala yang ingin aku ucapkan ketika melihat tatapan Kyuhyun begitu dingin padaku. Dan masalah itu selesai begitu saja tanpa ada kelegaan di hatiku. Sedangkan Kyuhyun dengan santainya tidur pulas di sampingku yang justru gelisah.

Mobilku yang melaju dengan kencang, memasuki halaman rumah dimana aku dibesarkan. Dengan mata sembab aku memasuki rumah dan mencari keberadaan eomma, aku menemukannya, eomma sedang duduk santai sambil menonton TV.

Eomma.” Tangisanku yang sempat berhenti beberapa saat lalu kembali pecah ketika aku menghambur ke dalam pelukan eomma.

“Hye-ya, kau kenapa nak ?” dengan panik eomma membalas pelukanku. Tangan hangatnya menepuk-nepuk pundakku, mencoba menenangkan aku yang menangis begitu kencang.

“Aku sudah tidak tahan lagi eomma, apa yang harus aku lakukan ?” dengan suara tersendat, aku mengadu kepada eomma  tentang perasaanku.

“Apa yang terjadi ? ceritakan pada eomma.” Dengan begitu lembut dan pengertian eomma memintaku menceritakan semuanya.

Aku yang masih saja menangis kencang belum menjawab begitu saja pertanyaan eomma. Butuh waktu cukup lama untukku meredakan tangisanku dan mulai menceritakannya pada eomma.

Eomma menghembuskan napasnya kasar setelah mendengar ceritaku. “Kau bisa kembali kapan pun kau mau nak, kami tidak akan pernah menolak kau, jika kau memang ingin kembali. Kau tetap putri kecil yang begitu eomma sayangi.” Setetes air mata ikut jatuh di wajah tua eomma. Aku terus menangis di dalam pelukan eomma hingga aku jatuh tertidur di pundaknya.

*****

Author POV

“Apa yang kau lakukan pada Seung Hye ?” dengan wajah memerah karena amarah, Ahra bertanya pada Kyuhyun.

Ini sudah dua hari Seung Hye pulang ke rumah kedua orang tuanya. Baik Ahra maupun ibu Kyuhyun sudah berulang kali menghubungi Seung Hye dan memintanya pulang. Namun sepertinya Seung Hye masih ingin menangkan diri, hingga ia menolak untuk pulang saat ini.

“Tidak ada yang aku lakukan noona, Seung Hye saja yang manja.” Dengan santai Kyuhyun menjawab pertanyaan Ahra.

“Aku tahu kau pasti kembali berkata kasar pada Seung Hye.” Tebakan Ahra tidak salah sedikitpun. Itulah alasan Seung Hye kembali ke rumah kedua orang tuanya. “Kau mengapa seperti ini Kyuhyun-ah, bukankah beberapa bulan yang lalu kau begitu semangat ketika akan melamar Seung Hye, namun mengapa sekarang kau jadi kasar seperti ini padanya ?” dengan perasaan putus asah, Ahra berbicara pada Kyuhyun.

“Sudahlah noona, jangan terlalu ikut campur dengan rumah tanggaku. Noona urus saja rumah tangga noona.” Kyuhyun melenggang pergi setelah mengatakan kalimat tersebut.

Ibu Kyuhyun yang sejak tadi melihat perdebatan kedua anaknya, hanya bisa menghembuskan napas kasar. Ia sangat menyayangi menantunya. Tidak ada yang salah dari Seung Hye. Dia cantik, baik, pintar memasak dan mandiri. Tapi entah mengapa putranya itu tiba-tiba begitu dingin pada menantunya.

“Apa yang salah dari Seung Hye, sehingga Kyuhyun berubah seperti itu ?” gumaman Ahra masih dapat didengar oleh ibunya.

“Bukan pada Seung Hye, tapi apa yang salah dengan otak adikmu itu ?” dengan suara lemahnya wanita setengah baya tersebut menyahuti gumaman putri sulungnya. “Jika saja Kyuhyun pandai bersyukur. Seung Hye adalah sosok sempurna untuk menjadi pendampingnya. Tapi adikmu itu memang tidak pernah mensyukuri apa yang telah ia miliki.” Sama seperti Ahra tadi, kini ibunya ikut berbicara putus asah.

Kyuhyun memang berubah pada Seung Hye. Tapi keluarganya justru semakin menyayangi Seung Hye. Bukan hanya Seung Hye yang terluka akan perlakuan Kyuhyun. tapi keluarga Kyuhyun juga ikut terluka.

“Apa ada cara untuk mengembalikan adikmu seperti awal pernikahan mereka Ahra-ya ?” masih dengan suara lemah, nyonya Cho bertanya pada Ahra.

“Aku tidak tahu eomma, Kyuhyun sepertinya sudah tidak mempan dinasihati.” Ahra menjawab disertai dengan gelengan lemahnya.

“Apa mungkin Kyuhyun menyukai wanita lain ?” pertanyaan yang keluar dari mulut nyonya Cho, bukan hanya membuat Ahra terkejut. Tapi ia sendiri pun terkejut ketika menyadari ucapannya.

Sepasang ibu dan anak itu saling memandang dengan sama-sama mengerutkan dahi mereka. Tidak ada kata yang terucap dari mulut keduanya. Namun tatapan mata mereka seolah mengatakan pikiran yang melintas di kepala mereka masing-masing. “Sepertinya memang ada sosok orang ketiga.” Begitulah kira-kira arti tatapan mata mereka.

“Kita perlu bertanya pada Seung Hye, apa pernah Seung Hye mencurigai adanya sosok wanita lain diantara mereka.” Nyonya Cho dengan cepat menganggukkan kepala, menyetujui ucapan Ahra. Dengan cepat Ahra mengambil ponselnya dan menghubungi Seung Hye.

Sementara itu, di sisi lain, Seung Hye  melirik ponselnya yang berdering tanda ada panggilan masuk. Melihat nama yang tertera di layar ponselnya membuat Seung Hye menghembuskan napasnya kasar. Ia kecewa ketika bukan nama Kyuhyun yang muncul. Selama dua hari ia tinggal di rumah orang tuanya, Seung Hye selalu berharap Kyuhyun akan menghubunginya dan memintanya untuk pulang. Namun sekali lagi Seung Hye harus kecewa karena Kyuhyun tak sedikit pun menghubunginya atau sekedar mencari keberadaannya.

Deringan ponsel yang sempat berhenti kembali terdengar, dan masih menunjukkan nama yang sama. Ahra eonni, itulah nama yang tertera di layar ponsel Seung Hye. Panggilan itu kembali Seung Hye abaikan. Seung Hye bertekat, jika bukan Kyuhyun yang menghubunginya maka ia tidak akan meresponnya.

Panggilan kedua yang tak direspon itu pun akhirnya berhenti. Tak lama berselang ponsel Seung Hye kembali berdering, namun kali ini bukan panggilan melainkan pesan singkat.

Hye-ya, aku tahu kau ada di dekat ponsel. Jika kau tak ingin menerima panggilanku, setidaknya bacalah pesanku ini.

Kami mohon Hye-ya pulanglah ke rumah. Jangan biarkan Kyuhyun merasa menang. Jika Kyuhyun bisa mengabaikan dan berbicara kasar padamu, maka kau juga harus menunjukkan kau bisa melewati itu. Ayo kita mencari bersama, apa alasan Kyuhyun berubah padamu.

Membaca pesan dari Ahra, sedikit memberi semangat untuk Seung Hye. “Ahra eonni ada benarnya juga.” Gumam Seung Hye. “Aku tidak ingin rumah tanggaku berakhir begitu saja. Aku harus tahu apa alasan Kyuhyun berubah padaku.” Sambungnya.

Dengan binaran semangat yang mulai muncul di matanya, Seung Hye beranjak dari kamarnya dan mencari keberadaan ibunya. Dengan penuh percaya diri Seung Hye pamit pada ibunya untuk pulang ke rumah keluarga Kyuhyun.

Meskipun sedikit tidak rela, namun ibu Seung Hye tetap membiarkan Seung Hye pulang ke rumah suaminya.  Ia menyadari jika putri kesayangannya itu sudah dewasa dan berkeluarga. Jadi ia membiarkan Seung Hye pulang dan menyelesaikan masalah rumah tangga mereka.

*****

Kepulangan Seung Hye disambut dengan suka cita oleh nyonya Cho dan Ahra. Nyonya Cho bahkan hampir menangis karena begitu senang melihat Seung Hye pulang. “Dia di kamar kalian.” Ucap nyonya Cho ketika menyadari Seung Hye mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah.

“Ah iya eommonim.” Seung Hye menjawab dengan malu-malu.

Setelah itu Seung Hye pamit untuk segera masuk ke dalam kamarnya dan Kyuhyun. ia ingin segera melihat wajah tampan sang suami.

Senyum yang tadi mengembang di wajah Seung Hye, seketika memudar ketika Kyuhyun tak menyambut kehadirannya seperti yang ia harapkan. Kyuhyun hanya melirik sekilas pada Seung Hye yang baru saja masuk kamar mereka, setela itu ia kembali sibuk dengan ponsel di tangannya. Tak sedikit pun ia menyapa Seung Hye.

Oppa sedang apa ?” akhirnya Seung Hye yang memutuskan berbicara lebih dulu pada Kyuhyun.

“Kau tidak lihat aku sedang apa !” jawaban dingin dari Kyuhyun semakin membuat Seung Hye kecewa.

“Apa aku salah memutuskan untuk pulang” Seung Hye menjerit di dalam hatinya. Air mata sudah menggenang dan bisa jatuh kapan saja jika saja Seung Hye tidak berusaha menahannya.

Bersama dengan rasa kecewa di hatinya. Seung Hye masuk ke dalam kamar mandi. Di dalam kamar mandi itulah, akhirnya ia menumpahkan air matanya. Dadanya yang terasa sesak, sesekali ia tepuk untuk mengurangi rasa sesak yang ia rasakan.

“Yak Baek Seung Hye, apa yang kau lakukan di dalam sana ? cepat keluar, aku ingin ke kamar mandi !”  dengan kasar Kyuhyun mengetuk pintu kamar mandi. Seung Hye yang masih sedang mencuci wajahnya untuk menghilangkan sisa tangisnya dengan cepat langsung membuka pintu kamar mandi.

Tanpa peduli Seung Hye masih di dalam kamar mandi. Kyuhyun segera masuk dan melepas pakaiannya untuk segera mandi. “Mengapa kau masih berdiri di sana. Cepat keluar !” dengan begitu dingin, Kyuhyun mengusir Seung Hye dari kamar mandi. Ia tidak menoleh sedikit pun pada istrinya itu.

Wajah Seung Hye yang tadi sedikit lebih baik karena sudah Seung Hye cuci dengan air, kembali terlihat mengenaskan karena Seung Hye kembali menangis. “Apa salahku sebenarnya ?” tanpa sadar ia mengucapkan kalimat sarat akan keputusasaan itu.

*****

Kyuhyun POV

“Apa salahku sebenarnya ?” aku mendengar Seung Hye mengucapkan kalimat itu meskipun ia mengucapkannya dengan pelan.

Aku termenung lama karena ucapan Seung Hye tersebut. Seung Hye tidak memiliki salah apa pun. Justru aku yang bersalah di sini. Sudah lima bulan ini aku menyiksa istriku. Bukan menyiksa fisik yang aku maksud, namun perasaannya yang kulukai.

Aku melakukan ini bukan karena aku tidak mencintai Seung Hye. Jika aku tidak mencintai Seung Hye, untuk apa aku menikahinya. tapi aku melakukan ini karena alasan yang sangat kusesali.

Dua hari Seung Hye meninggalkan rumah. Tidak sedetik pun aku bisa tidur dengan tenang selama Seung Hye tidak ada di sampingku. Aku sengaja melukai Seung Hye agar ia meninggalkanku. Tapi saat Seung Hye benar-benar pergi, aku justru yang merasakan luka itu. Mungkin lukaku lebih besar dari luka yang Seung Hye terima. Aku mencintai Seung Hye namun tidak bisa bahagia bersamanya.

Tidak ada yang tahu jika bukan hanya Seung Hye yang sering menangis karena perlakuanku. Aku pun menangis setiap kali aku melukai perasaannya. Seperti saat ini, aku menangis tersedu di bawah guyuran air. Tubuhku yang sudah sangat kedinginan, kuabaikan begitu saja.

“Maafkan aku sayang.” Kata maaf berulang kali terucap dari mulutku. Walaupun aku tahu Seung Hye tidak akan mendengar permintaan maafku itu.

Aku menghabiskan waktu hampir satu jam di dalam kamar mandi. Dengan waktu selama itu, aku merenungkan banya hal untuk kebaikan kami berdua. Namun sebanyak apa pun aku berpikir, tetap memperlakukan Seung Hye seperti biasanya, yang  menjadi pilihanku.

Kulit pucatku semakin pucat ketika aku keluar kamar mandi. Di dalam kamar aku tidak melihat keberadaan Seung Hye. Jantungku berdetak kencang. Aku begitu takut jika Seung Hye kembali memutuskan meninggalkan rumah.

Perasaan menyesal itu datang secara tiba-tiba. Mengapa aku tidak menyambut kepulangan Seung Hye dengan senyuman. Walaupun aku tetap akan memperlakukan Seung Hye dengan buruk dikemudian hari. Tapi setidaknya untuk hari ini saja Seung Hye bisa merasa senang karena sambutan baikku.

Secepat aku aku memakai pakaianku, secepat itu pulalah aku keluar kamar dan mencari keberadaan Seung Hye. Senyuman tipis muncul di wajahku ketika melihat keberadaan Seung Hye di dapur. Ia sedang memasak.

Dengan mengendap-endap aku berjalan di belakang Seung Hye. Baru saja tanganku terangkat ingin memeluk Seung Hye, bayangan itu kembali datang.

Oppa kenapa ?” Seung Hye menoleh ke belakang dan bertanya heran padaku. Tentu saja dia heran. Karena tanganku masih terulur ke arahnya.

“Tidak, tidak apa-apa.” Aku berdeham sekilas, sebelum kembali berbicara dingin pada Seung Hye.”Apa yang kau masak ?” aku mencoba mengintip masakan Seung Hye. “Kau ingin meracuniku ?” Seung Hye yang sedang memasak terlonjak karena suaraku yang meninggi.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan masakan Seung Hye. Tapi aku hanya mencari alasan untuk membentaknya. Dengan tanpa perasaan aku menepuk tangan Seung Hye, hingga tangannya melepuh karena terkena penggorengan panas.

“Jangan berlebihan. Itu hanya luka bakar kecil.” Ucapku santai lalu meninggalkan Seung Hye yang sedang menangis sambil meniup-niup tangannya yang melepuh.

“Demi Tuhan, Kyuhyun-ah apa yang kau lakukan pada Seung Hye.” Eomma yang baru saja masuk ke dalam dapur langsung menjerit histeris ketika melihat tangan Seung Hye. “Apa yang salah dengan otakmu hah !” satu tamparan keras mendarat di pipiku. “Selama ini aku masih diam saja ketika kau hanya melukai perasaan Seung Hye, tapi aku tidak akan tinggal diam saat kau juga melukai fisiknya.” Air mata sudah mengalir deras di wajah eomma. Ia membantu Seung Hye meniup luka bakarnya. Kedua wanita yang sangat berarti untukku ini menangis tersedu.

“Ayo nak, eommonim obati lukamu.” Masih sambil menangis, eomma menuntun Seung Hye ke ruang keluarga.

Aku berdiri di balik tembok. Mengintip eomma dan Seung Hye. “Apa sangat sakit ?” eomma  bertanya pada Seung Hye yang sedang meringis. Aku pun ikut meringis melihat ringisan Seung Hye. Aku dapat membayangkan betapa sakit dan perihnya luka bakar itu.

Eommonim” Seung Hye memanggil eomma  dengan suara lemahnya. “Aku sepertinya akan menyerah.” DEG, rasanya jantungku ingin terjatuh mendengar ucapan Seung Hye.

Tanpa peduli dengan apa yang akan mereka ucapkan lagi. Aku berjalan cepat ke kamar. Air mata sudah menggenang. Dan jatuh begitu saja sesaat setelah pintu kamar tertutup. Aku tidak tahu perasaan apa yang kini aku rasakan. Di satu sisi, aku sedih akan kehilangan istriku, namun di sisi lain aku bahagia, karena Seung Hye tidak harus terluka lebih dalam jika nanti tahu masa laluku.

Dengan cepat aku mengusap air mataku ketika mendengar pintu kamar terbuka. Aku berusaha untuk menunjukkan wajah dinginku ketika tahu yang membuka pintu kamar adalah Seung Hye.

Oppa,” aku tidak menoleh pada Seung Hye. “Aku pamit, aku akan pulang ke rumah orang tuaku.” Tidak sedikit pun aku melihat atau menjawab Seung Hye.

Seung Hye sepertinya memang berniat berpisah dariku. Ia sudah menyiapkan semua barangnya. Ia akan pulang ke rumah orang tuanya sambil membawa semua barang-barangnya. Dengan ini aku yakin, kami tidak akan bisa bersama lagi.

“Kau akan menerima surat gugatan cerai tidak lama lagi.” Jeritan tangis Seung Hye seketika terdengar, ketika aku dengan tanpa perasaan mengatakan akan menggugat cerai dirinya.

Aku dengan santai tidur di ranjang king size yang ada di kamar kami. Tidak peduli dengan Seung Hye yang terus saja mengumpulkan barang-barangnya.

*****

Sepertinya aku tertidur cukup lama. Saat membuka mata, hari sudah gelap. Suasana di dalam kamar sangat hening. Ya wajar hening, tidak ada orang lain lagi yang akan masuk ke dalam kamar ini selain aku sendiri.

Masih dengan mata yang berat karena baru saja bangun, aku mencari ponselku. Ternyata ada pesan masuk.

Aku tahu istrimu pulang ke rumah kedua orang tuanya. Aku sangat senang mengetahui fakta ini. Secepatnya, kau harus menggugat cerai istrimu. Jika kau tidak ingin ia tahu apa yang kau sembunyikan darinya.

“Ahkk !” dengan kasar aku melempar ponselku ke sembarang arah. “Sialan !” kuacak-acak rambutku. Sesekali juga kupukul keras kepalaku untuk melampiaskan perasaan marahku. “Mengapa kau tidak mati saja Sialan !” di dalam kegelapan kamar ini aku terus saja menjerit, mengumpat pada sosok yang keberadaannya pun aku tidak tahu di mana.

Air mata tiba-tiba saja mengalir deras di wajahku. “Hye-ya, apa yang harus aku lakukan sayang ?”

Prang

Suara pecahan kaca terdengar sangat nyaring. “Aku ingin mati saja.” Aku tidak tahu apa yang merasukiku. Dengan tatapan kosong aku mengambil pecahan kaca yang tadi kutinju. Bersamaan dengan aliran air mata yang menganak sungai di pipiku. Kusait pergelangan tanganku dengan pecahan kaca yang tadi kuambil.

Semuanya selesai. Aku telah menghancurkan masa depan wanita yang sangat kucintai. Maka aku menghukum diriku yang hina ini dengan cara seperti ini. “Aku mencintaimu Hye-ya.” Dengan begitu lemah aku mengucapkan kalimat yang seharusnya kuucapkan sejak dulu. Perlahan kelopak mataku memberat dan akhirnya tertutup.

*****

“Kyuhyun-ah, bangun, buka matamu nak.” Sayup-sayup aku mendengar suara terus-menerus memanggil namaku. Namun aku tidak bisa membuka mataku. Kelopak mataku rasanya sangat berat.

“Mengapa kau melakukan ini bodoh.” Badanku bergoyang-goyang. Seolah tubuh lemahku dibawa berlari.

Rasa sakit itu mulai terasa. Mungkinkah malaikat pencabut nyawa sedang berusaha memisahkan jiwaku dari raga yang mengenaskan ini ? jika memang iya, kumohon sekali saja aku ingin mendengar suara Seung Hye.

Semuanya kembali terasa ringan. Sepertinya aku harus meninggalkan dunia ini tanpa bisa mendengar suara istriku untuk terakhir kalinya.

*****

Seung Hye POV

Mengapa semuanya menjadi seperti ini. Kyuhyun oppa mengiris nadinya tak lama setelah aku memutuskan kembali ke rumah orang tuaku. Apa yang membuat Kyuhyun oppa berpikiran singkat seperti ini. Tidak mungkin karena aku kan ?

Ini adalah hari ketiga Kyuhyun oppa dirawat di rumah sakit. Ia sudah sadar setelah enam jam setelah mendapat pertolongan pertama. Namun Kyuhyun oppa berubah menjadi patung bernyawa sejak ia sadar. Ia benapas tapi dia seperti tidak hidup. Matanya memandang kosong ke satu titik. Kehadiran kami seolah tidak mengganggunya. Tatapan itu tetap kosong dan menyiratkan luka.

“Kau harus membaca ini.” Ahra eonni yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat Kyuhyun, menjulurkan tangannya dan memberikan ponsel Kyuhyun padaku.

“Apa yang harus kubaca ?” kernyitan bingung muncul di dahiku. Aku hanya menatap ponsel Kyuhyun tanpa tahu apa yang harus kubaca.

“Buka pesan masuk dan kau akan tahu.” Setelah mendengar ucapan Ahra eonni, aku segera membuka pesan masuk terakhir.

Aku tahu istrimu pulang ke rumah kedua orang tuanya. Aku sangat senang mengetahui fakta ini. Secepatnya, kau harus menggugat cerai istrimu. Jika kau tidak ingin ia tahu apa yang kau sembunyikan darinya.

“Sepertinya Kyuhyun mulai berubah karena ia mendapat ancaman dari seseorang. Siapa yang mengancam dan apa yang Kyuhyun sembunyikan itulah yang harus kita ketahui. Jika tidak kalian akan terus merasakan luka, baik secara fisik maupun mental.”

Yang diucapkan Ahra eonni ada benarnya. Kami harus tahu apa yang Kyuhyun rahasiakan agar ia tidak terus-menerus mendapat ancaman. Tapi dari mana kami harus mencari tahu. Bertanya pada Kyuhyun pun sama saja bohong. Ia bahkan tidak merespon keberadaan kami.

“Aku dan eomma akan menggeledah kamar kalian, mungkin kami dapat menemukan petunjuk.” Ahra eonni memutuskan untuk kembali ke rumah dan membiarkan aku yang menjaga Kyuhyun oppa.

Ruang rawat Kyuhyun kembali sunyi setelah Ahra eonni pergi. “Oppa.” Kuusap punggung tangan Kyuhyun oppa yang sejak tadi kugenggam. “Aku tahu kau mendengar semua yang kami bicarakan, jadi kumohon tatap aku dan berbicaralah.” Semuanya tetap sama. Kyuhyun tetap memandang kosong ke depan tanpa sedikit pun melirikku atau pun membalas ucapanku.

“Kumohon bicaralah.” Aku yang mulai putus asa, berdiri kemudian memeluk Kyuhyun dengan erat. Kuluapkan rasa putusasaanku dengan menangis di bahu Kyuhyun. “Aku akan menerima apa pun itu yang kau rahasiakan, jadi kuohon katakan padaku rahasiamu itu.” Kupukuli bahu Kyuhyun dengan tangan kananku yang terkepal. “Ayo katakan padaku apa rahasiamu itu, dengan begitu tidak akan ada lagi yang bisa mengancammu dan merusak kebahagiaan kita.” Tangisanku berubah menjadi jeritan. Tubuhku melemas dan kepalaku jatuh terkulai di atas pangkuan Kyuhyun.

“Hye-ya.” Suara sangat lemah dan sentuhan pelan di puncak kepalaku, membuatku mendongak dengan cepat.

Oppa, apa oppa baru saja memanggilku ?” dengan mata yang berkabut aku melihat wajah Kyuhyun. meskipun tipis, namun aku melihat senyuman di wajah Kyuhyun.

Kyuhyun mengangguk pelan. “Duduk di sampingku dan peluk aku dengan erat.” pintanya masih dengan suara lemahnya. “Kuharap apa pun yang kau dengar nanti tidak akan menjadi alasan kau ingin meninggalkanku.” Dengan yakin aku menganggukkan kepalaku, tanda aku menyetujui permintaan Kyuhyun.

“Aku pria menjijikkan.” Kalimat pertama yang Kyuhyun ucapkan sudah membuat jantungku berdegum kencang. “Dulu aku pernah menjalin hubungan dengan sesama pria.” Rasanya jiwaku dicabut paksa dari ragaku saat mendengar ucapan Kyuhyun. aku sangat ingin menganggap ini mimpi. Namun semua yang kudengar adalah nyata. Pelukanku yang tadi begitu erat, mulai mengendur.

“Kau boleh jijik padaku, tapi kau sudah berjanji untuk tidak meninggalkanku.” Suara Kyuhyun terdengar serak.

“A..apa baru saja oppa mengatakan jika oppa pencinta sesama jenis ?” aku berbicara terbata.

“Iya dulu, jauh sebelum aku bertemu denganmu.” Dengan suara pelan Kyuhyun menjawab. “Dan pria yang pernah menjalin hubungan denganku itulah yang mengancamku.”

“Tapi jika kau pencinta sesama jenis, mengapa kau menikahiku ? apa untuk menutupi penyimpanganmu ?” aku bertanya sambil menangis.

“Tidak, aku tidak menikahimu untuk menutupi penyimpanganku. Aku menikahimu karena aku memang mencintaimu.” Entah aku harus senang atau sedih mendengar ucapan Kyuhyun.

“Kau tidak berpikir untuk meninggalkanku ?” Kyuhyun menatapku dengan menunjukkan rasa takut dan luka yang besar di matanya. “Kau sudah berjanji tadi, kau tidak akan meninggalkanku.”

Kami berdua menangis histeris. Aku menangisi fakta yang baru saja kuketahui dan Kyuhyun menangis karena mengira aku akan meninggalkannya.

“Mengapa bisa menjadi seperti itu Kyuhyun-ah ?” eommonim dan Ahra eonni masuk ke dalam ruang rawat Kyuhyun. wajah mereka sama seperti wajahku dan Kyuhyun. kami berempat menangis tersedu.

Eomma mohon Hye-ya, tetaplah di sisi Kyuhyun. bantu Kyuhyun memperbaiki dirinya.” Eommonim memohon padaku. Iya bahkan sudah berlutut. Apa yang bisa kulakukan selain menganggukkan kepala, tanda aku menyetujui keinginannya.

Tiba-tiba aku merasakan pelukan begitu erat. Tanpa menoleh pun aku tahu siapa yang memelukku. Ia Kyuhyun.

“Terima kasih sayang. Aku berjanji aku akan membahagiakanmu.”

Tangisan yang sempat mewarnai ruang rawat Kyuhyun tadi berubah menjadi senyuman lega dan bahagia.

END

“Kita pulang eomma.”

“Tunggu Ahra-ya, kita mengintip ke dalam ruang rawat adikmu sebentar.”

83 thoughts on “Mystikó

  1. anjuuuuuuu
    gue kira kyuhyun selingkuh :’v
    ga kebayang kyuhyun homo andwaeeee,,,,,
    semangat terus thor,,, ditunggu next story nyaaaaaa :*

    Suka

  2. Ternyta oh ternyta Kyuhyun oppa 😱
    Aku kra tdinya oppa selingkuh trnyta tbknku mlncng jauh…
    Bnar” ff yg tdk trdga… Tpi bnar” daebakk 😊…
    Ada rncna mau bkin sequel gk eon???😁

    Suka

  3. Oh my…oh my god!!!
    Apa ini!! Kyuhyun dulu menyukai sesama jenis. Jadi foto yg ditemukan didompetnya itu memang foto mantan pacarnya tapi yang laki2. Oalahhh kyu cewek itu banyak banget bahkan melebihi laki2 kenapa malah suka sesama jenis. Untung segera bertemu dgn seung hye..

    Disukai oleh 1 orang

  4. ahhhhhh. ternyata kyu diteror toh. tadinya aku udah marah marah gak jelas gara gara dia. untung seung hye masih mau bersama kyuppa. dia tangguh.

    semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaattttttttttttt

    Disukai oleh 1 orang

  5. Kyuhyun bersikap jahat agar istrinya meninggalnya. bersikap jahat sama dengan menyakitinya.

    Kyuhyun tidak ingin rahasia masa lalu nya terbongkar karena takut istrinya terluka dan merasa jijik padannya…

    aku ngrasa konflik nya kurang greget,.. kalau misalnya alasannya di ganti dengan

    ” hye akan di bunuh jika terus bersama Kyuhyun”

    itu lebih bisa di terima mengapa Kyuhyun bersikap jahat sama istrinya… ya itu menurut aku sii,… alurnya agak kecepetan tapi ceritanya panjang ya, .. ini cuma perasaan aku doang kali.. hihihi

    tapi kerenlah bisa bikin cerita dan aku mah apa atuh… penikmat aja. tadi aku sempet nangis pas di dapur itu loh.. sedih …. tapi akhirnya happy ending…cinta sejati pasti akan menerima kekurangan pasangannya masing masing, seburuk apapun itu. itu yg aku dapetin dari cerita ini.

    apalagi kalau pasangannya ingin berubah, bahkan di sini sudah berubah. keep fighting… ^^

    Disukai oleh 1 orang

  6. Jadi kyuhyun gay???😱 trus photo cewek yang seunghye temuin di dalem dompetnya kyu, itu siapa? Apa itu juga bagian rencana kyuhyun biar seunghye menjauh?
    Bikin sequel ya.. hehehe😄
    Keep writing😊

    Disukai oleh 1 orang

  7. Huwaa kyu penyuka sesama jenis? Kkk ah blm puas sama Endingnya 😦 penasaran bekas pacar kyuhyun siapa 😀 dan seung hye nya juga blm diceritain bagaimana bahagianya bersama kyuhyun setelah masalah ini terjadi 🙂 sequelnya ditunggu semangat^^

    Disukai oleh 1 orang

  8. NB : tanda baca sama dengan (=) itu artinya sebenarnya / seharusnya.

    Seharusnya kata sambung ku, di/ke (selain menunjukkan tempat), nya, mu, kan, dll itu digabung dengan kata inti. Exp : milik(kata inti) nya(kata sambung). Jadi, miliknya. Gitu.

    Kalo salah satu nulis nama dengan Kyuhun, misalnya. Berarti nama yang lain juga harus ditulis seperti itu. Exp : Na ra = Nara. Gitu. Pahamkan?

    Kecupa kecupan = kecupan-kecupan.

    Silakan = silahkan. Kenal Kyuhyun = mengenal Kyuhyun. Menangkan diri = menenangkan diri. Putus asah = putus asa. Kusait pergelangan tanganku = kusayat pergelangan tanganku. Putusasaanku = keputus asaanku. Berdegum kencang = berdegup kencang. Pencinta = pecinta.

    ‘Kamar mandi super luar’? Maksudnya gimana? Maksudnya luas gitu?

    Kalo salah satu nulis nama dengan Kyuhun, misalnya. Berarti nama yang lain juga harus ditulis seperti itu. Exp : Na ra = Nara. Gitu. Pahamkan?

    Setelah tanda baca itu ada spasi ya. Exp : apa? Ya, lalalala. Dst.

    Terus lebih perhatikan penggunaan tanda baca lainnya seperti, koma (,), tanda tanya (?), tanda kutip (“), dll. Besar kecilnya huruf juga penting banget.

    Ada sequel kan? Menurutku ini nggak klimaks. Soalnya belum tau gimana kelanjutannya dengan si pengancam ini.

    Tau sendirikan itu kesalahannya banyak atau sedikit. Menurut aku ya, itu tulisan di atas bukan lagi typo. Terus typo itu nggak pantes buat dipelihara. Jangan dibiasain buat typo. Semakin sedikit typo, maka semakin profesionalnya seorang penulis.

    Aku harap dikarya yang lain bisa diperbaiki ya.

    Typo jangan dipelihara.
    Keep writing!!!

    Disukai oleh 1 orang

  9. Thorr sequel thorr kepo nih sama pasangannya si kyuhyun yg sms itu…
    Ceritanya keren… alurnya berbeda bgt sama cerita lain.. keren… aku kira authorau menghadirkan org ketiganya perempuan.. ternyata laki2 *nyebut astagfirullah..
    Aku tunggu ya thor gmn kelanjutannya yeayyyy 😊😊😊

    Disukai oleh 1 orang

  10. Bener” gak ketebak ini cerita ,keren thor . Sama kaya yang lain ,aku kira kyuhyun selingkuh. Ternyata tebakanku meleset hehe.
    Ada sequelnya gak thor masih penasaran sm yg neror kyuhyun.
    Sampe ketemu di ceritamu yang lain 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  11. ku kira kyuhyun di ancam sama mantan kekasihnya tapi cewe eh ternyata dugaanku bener cman mleset ajah yang jadi pacarnya cowo oalah kyuh..
    butuh squel nih thorr mau tau kyuhyun ngebahagiain seunghye 😊😊
    semangat thorr!! keren ceritanya 👍

    Disukai oleh 1 orang

  12. Kirain mantan pacar atau selingkuhannya gitu ??? Taunya memank mantan” pacar” dia ya yang ngancem :/

    Ini cerita awalnya gimana nih ??? Ko bisa dia dulu pacaran sesama ??? O.o
    & untuk foto, itu siapa ??? Sengaja d taro ? Apa pasangan gaynya rambut panjang muka kaya cewe ?? Atau gimana ya ??? O.o

    Wahh betul butuh sequel nih ini ceritaaaaa ^m^

    Disukai oleh 1 orang

  13. Ouj jadi itu alasan kyuhyun berubah? Kirain kyuhyun suka sama yeoja laen ternyata ouh ternyata kyuhyun “gay” !!!
    Kenapa kyuhyun bisa punya perilaku menyimpang seperti itu??!?
    Thor buatin sequel thor

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s