Crazy Of You Part 5


image

Crazy of You part 5

Author : Princess Evil Clouds

Tittle : Crazy of you

Category: Romance, Comfort, Married Life, NC 21.

Cast :

Cho Kyuhyun.

Lee Hana.

Lee Donghae.

Sembilan bulan telah berlalu, waktu itu berjalan sangat lama bagi Hana, namun dia akan terus bersabar karena ini adalah hukuman untuknya atas segala kesalahan-kesalahannya. Hana sudah terbiasa dengan suasana penjara, teman-temannya saat di penjara sangat menyayanginya.

“Apa kau sudah minum susumu? Ingat janinmu harus sehat meski kau di penjara!” ucap salah satu tahanan kepada Hana saat melihat Hana sejak tadi hanya melamun dan menatap kain-kain yang akan dijahitnya.

Hana mengangguk pelan.

Hana tersenyum melihat para tahanan lainnya yang sangat memperhatikan dirinya dan juga bayi yang dikandungnya. Ya. Hana kini tengah hamil, kehamilannya memasuki usia sembilan bulan. Awal-awal kehamilan Hana menjadi hari yang sangat berat baginya, karena teman-teman tahanan Hana selalu menatap Hana dengan tatapan sinis, bahkan tak segan-segan meraka memperlakukan Hana layaknya seorang pembantu. Namun setelah melihat Hana bukanlah sosok wanita yang lemah teman-teman tahanan Hana mulai bersimpati pada Hana. Dan mulai memperlakukan Hana dengan baik, bahkan ada salah satu tahanan wanita yang menganggap Hana sebagai anaknya sendiri.

Kyuhyun dan Donghae tidak tahu jika Hana tengah hamil, karena setiap mereka menjenguknya Hana tidak mau menemui mereka. Dan mengatakan kepada polisi agar mereka tak menjenguknya lagi. Bukan apa-apa Hana melarang mereka menjenguknya, hanya saja Hana tidak mau jika mereka menjadi khawatir dengan keadaannya karena selama ini dirinya sudah membawa banyak masalah bagi mereka berdua.

Hana mengusap perut buncitnya, merasakan bayinya yang terus menendang. Kira–kira apa jenis kelaminya

“Jika kau perempuan semoga kau tidak seperti ibu, dan jika kau lelaki aku harap kau tampan seperti ayahmu,” ucap Hana sambil mengusap air matanya yang mulai mengalir.

Hana kembali melanjutkan menjahit kain-kainnya, kegiatan Hana saat di penjara hanya menjahit baju karena teman-temannya tidak mengizinkan dirinya untuk bekerja keras seperti yang lain, kerena mereka takut jika bayi Hana kenapa-kenapa. Hana begitu bahagia karena mereka menemukan keluarga baru yang menyayanginya meski mereka bukanlah saudara kandung.

Hana kembali mengusap perutnya yang membuncit besar entah mengapa sejak tadi bayinya terus mendendang keras. Bahkan sesekali Hana meringis karena tendangan bayinya terasa tak biasa dan cenderung sangat keras.

“Jangan nakal ya, ibu bekerja dulu!”

Hana lalu mulai menjahit kain-kain yang tadi belum dia selesaikan, dia mulai membentuk kain-kain itu menjadi baju. Awalnya Hana memang kesulitan saat akan membuat kain-kain itu menjadi baju tapi setelah banyak belajar dari teman-teman satu tahanannya Hana mulai bisa membuat baju yang layak jual.

“Kenapa kau terus menendang?” Hana bertanya pada dirinya sambil mengusap perutnya, kerena merasa aneh pada perutnya yang terus melilit.

Hana yang sedang menjahit kain tiba-tiba menjerit keras saat jarum pada mesin jahit itu mengenai jari tangannya. Sontak semua tahanan yang berada di dekat Hana langsung menghampirinya.

“Ya Tuhan tanganmu berdarah,” ucap salah satu tahanan.

“Aku juga tidak tahu, tiba-tiba jarum ini mengenaiku,” ucap Hana sambil menangis, selain jarinya yang sakit perutnya pun juga bergejolak hebat. Tiba-tiba saja perutnya seperti dicengkeram sebuah tali yang besar.

“Perutku juga sakit sekali,” ucapnya di sela-sela rintihannya.

“Sepertinya kau akan melahirkan.”

Teman-teman Hana mulai cemas melihat wajah Hana yang mulai memucat, mereka akhirnya memanggil petugas kepolisian, petugas kepolisian segera mendekatinya saat melihat Hana dikerubungi tahanan lain, petugas kepolisian segera membawa Hana keluar dari sel tahanan dan membawanya ke rumah sakit terdekat untuk menyelamatkan Hana dan bayinya. Karena wajah Hana benar-benar sangat pucat. Sepanjang perjalanan tangan Hana memegang tangan polisi wanita yang menemaninya di dalam mobil.

“Kumohon jangan beri tahu keluargaku tentang ini!”  Hana terus memohon kepada polisi wanita itu.

“Tapi nona Lee, setidaknya suami anda harus tahu,” tukas polisi wanita itu.

“Kumohon!” ujar Hana sambil menangis menahan sakit di perutnya. Hatinya pun tiba-tiba merasa sesak, Hana tidak tahu apa yang terjadi saat ini. Seperti ada yang mengganjal dalam hatinya tapi apa?

Dengan terpaksa polisi wanita itu mengangguk dan mengiyakan permintaan Hana, jujur saja dia merasa kasihan pada Hana. Selama ini dia sudah menghukum dirinya sendiri. Tapi kenapa dia tetap tidak mau suami dan kakaknya melihat keadaannya.

Sesampanya di rumah sakit Hana langsung di bawa ke UGD untuk mendapatkan pertolongan pertama, Hana terus mencengkeram ranjangnya untuk mengalihkan rasa sakit di perutnya, dia tengah berjuang melahirkan bayi dalam kandungannya,  dia ditangani oleh beberapa dokter, keringat membanjiri seluruh tubuhnya dirinya terus mengerang dan menangis menahan rasa sakit di perutnya. Pikiranya tiba-tiba teringat akan Donghae dan Kyuhyun. Seandainya saja Kyuhyun ada di sini mungkin saja rasa sakit di perutnya akan sedikit berkurang. Ya Tuhan selamatkan bayiku doanya dalam hati.

“Tarik napas dalam-dalam nona Lee, lalu keluarkan lewat mulut.” Salah satu dokter itu menyuruh Hana untuk mencoba menarik napas dalam-dalam sambil mendorong bayinya keluar.

“Ini sakit sekali.” Hana terus meringis kesakitan berjuang untuk melahirkan bayinya

Hampir dua jam dirinya berusaha mengeluarkan bayinya, setelah mengalami perjuangan panjang akhirnya bayi Hana lahir, suara teriakan Hana yang terakhir memenuhi ruang UDG tersebut diikuti suara tangisan bayi yang tak kalah nyaringnya dengan suara jeritan Hana.

“Bayinya perempuan,” kata salah satu perawat.

Sebelum kesadaran Hana hilang samar-samar dirinya melihat bayangan Kyuhyun berdiri di sampingnya sambil tersenyum menggendong bayinya.

***

Di sisi lain saat ini Kyuhyun tengah makan siang di kantornya bersama Hyejin, mantan tunangannya. Memang semenjak Hana di penjara mereka kambali dekat. Hampir setiap hari Hye Jin membawakan makan siang untuk Kyuhyun,

“Masakanmu tidak pernah berubah,” ujar Kyuhyun sambil memakan makan siangnya.

“Apakah enak?”

“Ya, selalu enak.”

Hye Jin tersenyum bahagia mendengar pujian dari Kyuhyun, hingga Hye Jin menyadari ada saus yang menempel di sudut bibir Kyuhyun. Kemudian Hye Jin mengambil sapu tangannya dan mengusap bibir Kyuhyun.

“Ada saus yang menempel,” ucapnya.

Mereka saling bertatapan satu sama lain, entah ada keberanian dari mana Hye Jin mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun lalu menempelkan bibirnya. Kyuhyun masih terdiam belum membalas, kemudian Hye Jin mulai melumat bibir Kyuhyun dengan lembut. Kyuhyun yang terbawa gairah pun mulai membalas lumatan bibir Hye Jin. Keduanya saling berciuman satu sama lain, Kyuhyun pun mulai merebahkan tubuh Hye Jin di sofa. Bibir mereka saling memagut, lidahnya pun saling bertemu. Bahkan sesekali Hye Jin mendesah nikmat.

Kyuhyun dan Hye Jin masih saling memagut, bahkan kancing kemeja Hye Jin mulai terbuka akibat ulah Kyuhyun, ciuman Kyuhyun berpindah ke leher Hye Jin. Membuat Hye jin mendesah saat bibir Kyuhyun menggelitik lehernya. Kyuhyun benar-benar dikuasi oleh gairahnya pikiranya sudah tidak bisa berfikir sehat. Hye jin tersenyum di sela-sela ciumanya karena berhasil membangkitkan gairah Kyuhyun. Bahkan Hye jin juga mulai berani membuka celana milik dan kemeja milik Kyuhyun, Hye Jin pun juga mulai mencium leher Kyuhyun, membuat keduanya saling mengerang nikmat

Kyuhyun yang masih asyik mencumbu Hye Jin tiba-tiba dirinya terhenyak kaget, entah kenapa tiba-tiba bayangan wajah Hana yang menangis muncul dalam pikirannya. Kyuhyun segera bangkit dari tubuh Hye Jin, dan segera menjauh darinya.

“Kancingkan bajumu!” perintahnya dengan nada dingin.

Hye Jin merasa binggung dengan sikap Kyuhyun yang tiba-tiba berubah.

“Ada apa?” tanyanya.

“Maaf, aku tidak bisa,” Kyuhyun berdiri lalu mengancingkan kancing kemejanya dia berjalan ke arah jendela memandang kosong ke arah jalan raya. Hye Jin pun ikut mendekati ke arah Kyuhyun, jujur saja dia sangat kecewa saat Kyuhyun menolaknya, dirinya bagaikan wanita murahan.

“Kenapa? Apa ini gara-gara dia?”

Kyuhyun menatap ke arah Hye Jin. “Apa maksudmu?”

“Apa kau masih memikirkannya?” tanya Hye Jin lemah.

“Bukan urusanmu, lebih baik kau pulang. Aku masih banyak pekerjaan.” Nada bicara Kyuhyun berubah menjadi ketus. Hye Jin pun menghembuskan napas kasar, lalu membereskan rantang kotornya, dan pergi dari ruang kerja Kyuhyun.

Setelah kepergian Hye Jin, Kyuhyun kembali memandang pemandangan kota Seoul dari jendelanya. Pikirannya menerawang jauh, air matanya pun mulai keluar.

“Maafkan aku,” bisiknya.

***

Setelah Hana sadar dirinya langsung dibawa ke kamar perawatan, saat ini dirinya sedang tiduran. Hana menoleh ke samping saat mendengar suara pintu terbuka, dia melihat seorang perawat menggendong buntalan kecil dalam dekapannya. Perawat itu mendekati Hana sambil tersenyum manis, kemudian menyerahkan buntalan kecil itu kepada Hana.

“Putrimu sangat cantik,” puji perawat itu, Hana hanya tersenyum lemah melihat putrinya dalam bungkusan kain berwarna biru.

“Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, nanti aku akan ke sini lagi untuk mengontrol keadaanmu.”

Lagi-lagi Hana hanya mengangguk lemah, setelah itu perawat tersebut pergi dari kamar perawatan Hana. Hana mengusap pipi bayinya dengan lembut dan mencium kepalannya sambil berbisik.

“Namamu Lee Seul bi.”

Tak lama setelah itu petugas kepolisian datang menghampiri Hana yang masih terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Petugas kepolisian itu menatap Hana dengan tatapan miris, bagaimana ada wanita yang melahirkan tanpa ditemani suaminya bahkan melarang keluarganya untuk menemaninya.

“Kau sudah merasa lebih baik?” tanya perugas itu.

Hana mengagguk.

“Syukurlah, tapi apa kau yakin dengan keputusanmu untuk tidak memberi tahu siapapun bahkan suamimu?” tanya petugas itu hati-hati takut menyakiti perasaan Hana.

“Tidak perlu lagi pula aku tidak ingin menyusahkan mereka. Selama ini aku sudah membuat mereka menghadapi banyak masalah.” Hana tak kuasa membendung air matanya, air matanya mengalir deras di pelupuk matanya. Saat polisi wanita itu melihat Haan menangis dirinya langsung mengahapus air mata Hana.

“Terima kasih untuk semuanya, selama ini kau seperti ibuku sendiri selama ini,” ujar Hana sambil memegang tangan polisi wanita itu.

“Benarkah?”

Hana mengangguk lagi. “Orang tuaku meninggal saat usiaku sepuluh tahun, sejak saat itu aku hidup bersama kakak lelakiku.” Air mata Hana mluncur dengan deras, polisi wanita itu langsung mengusap air mata Hana dengan pelan.

“Jangan menangis, itu dapat mempengaruhi produksi asimu!” saran polisi wanita itu.

Hana pun mengangguk paham.

“Ngomong-ngomong siapa nama bayimu?”

“Lee Seul Bi, namanya Lee Seul Bi,” ucap Hana sambil mendekap bayinya dalam pelukan hangatnya.

Di sisi lain Kyuhyun masih betah memandang pemandangan kota Seoul, dirinya memikirkan hal tadi. Bisa-bisanya dia melakukan hal yang kurang pantas kepada Hye Jin, seharusnya dia menolak saat Hye Jin mulai menciumnya tadi. Dirinya menghembuskan napas kasar. Kyuhyun beranjak dari tempat itu, kembali duduk di meja kerjanya dan mengerjakan file-file yang masih menumpuk. Semoga saja dengan mengerjakan file-file itu dirinya bisa melupakan kejadian tadi. Entah kenapa dia ingin sekali mengunjungi Hana pikiranya tiba-tiba dipenuhi oleh bayangan Hana.  Dan yang di dalam pikiranya adalah bayangan Hana yang sedang menangis.
“Aku harus menemuinya.” Kyuhyun berkata pada dirinya sendiri.

***

Setelah Hana benar-benar sehat keesokan harinya dia kembali lagi ke dalam penjara, kembali memulai hidupnya sebagai seorang tahanan. Saat ini dia sedang duduk di sebuah kursi yang ada di dalam sel tahanan menyusui bayinya denga rasa bahagia, air matanya tiba-tiba keluar tak dapat di tahan.

“Maafkan ibu, mungkin kau akan tumbuh besar di dalam penjara.” Hana mengecup kepala bayinya. Teman tahanan Hana yang melihat itupun langsung mendekatinya, dan memegang pundaknya.

“Jangan terus berlarut dalam kesedihan! Itu dapat membuatmu depresi dan yang terparah kau akan mengalami Baby blues syndrome.”

Hana lalu menghembuskan napas kasar, dan mengucap air matanya.

“Aku hanya takut membesarkan putriku di dalam penjara.”

“Kenapa kau takut? Banyak dari wanita yang membesarkan bayi mereka di penjara, bukan hanya dirimu.”

Hana melihat ke depan dengan tatapan kosong, seandainya saja waktu itu dirinya bisa menahan emosi pasti dia dan bayinya tidak hidup di dalam penjara. Lagi-lagi Hana menghembuskan napas kosong, kemudian seorang petugas polisi mendekati Hana dan berkata padanya jika ada yang ingin bertemu dengan dirinya.

“Ada yang ingin bertemu denganmu!” kata polisi wanita itu.

Hana merasa binggung, bukankah selama ini dirinya tak mau siapapun menemuinya.

“Siapa?”

“Dia tidak menyembutkan namanya.”

Hana diam sejenak, merasa bingung akan menemui orang itu atau tidak. Lalu teman satu tahanan Hana menyahut.

“Temui dia, sudah cukup kau menyembunyikan dirimu dari orang-orang yang kau sayangi!”

“Aku akan menemuinya, tapi bisakah aku menitipkan bayiku, bibi? Aku tidak ingin dia tahu keadaanku yang sesungguhnya.”

Teman tahanan Hana mengagguk pelan. Hana kemudian keluar dari dalam sel itu, jujur saja hatinya berdebar kencang kira-kira siapa yang datang menjengukknya. Apakah kakaknya atau Cho Kyuhyun. Hana berjalan pelan saat melihat siapa yang datang menjengukknya, orang itu pun juga melihat Hana menuju ke tempat yang di jadikan untuk mengunjungi para tahanan. Hana duduk berhadapan dengan orang itu, keduanya saling menatap meski terhalang oleh kaca berwarna transparan.

“Apa kabar Lee Hana? Sudah lama sekali aku tidak melihat wajahmu?” tanya orang itu.

Dengan senyum mengembang Hana menjawab. “Seperti yang kau lihat Cho Kyuhyun.”

Jujur saja Kyuhyun merasa tidak suka saat Hana memanggilnya tanpa embel-embel oppa. Apa mungkin Hana sudah tidak menyukainya batin Kyuhyun.

“Kenapa kau memanggilku seperti itu?” tanyanya.

“Lalu aku harus memanggilmu apa?”

Kyuhyun semakin kesal mendengar kata-kata Hana, tujuan dirinya menjenguk Hana karena dirinya merasa ada sesuatu yang terjadi pada Hana, selama beberapa hari ini hatinya merasa tidak tenang. Dirinya ingin memastikan bahwa tidak terjadi apa-apa pada Hana, pernah suatu malam dirinya bermimpi melihat seorang bayi perempuan dalam gendongannya.

“Tidak terjadi apa-apa padamu, kan?”

Hana mengagguk pelan. Kyuhyun menatap Hana sangat dalam setelah itu tatapan Kyuhyun turun ke dada Hana, menurutnya payudara Hana semakin bertambah besar saja dari pertemuan terakhir mereka saat di pengadilan. Wajah Hana merona saat menyadari tatapan Kyuhyun tertuju pada dadanya. Hana pun mengalihkan perhatian Kyuhyun dengan memintanya untuk tidak menemui Hana lagi. Kyuhyun juga segera mengalihkan tatapannya karena Hana mengetahui diam-diam dirinya telah menatap arah dadanya.

“Setelah ini jangan menemuiku lagi!” perintahnya.

“Memangnya kenapa?”

“Tidak apa-apa hanya saja aku tidak ingin bertemu denganmu lagi.”

Kyuhyun semakin bingung dengan sikap Hana, “Tapi apa alasannya?”

“Tidak ada alasan apa pun, aku hanya tidak ingin bertemu denganmu saja.”

Setelah mengucapkan kata-kata itu, Hana mendengar suara bayinya menangis. Dia mulai cemas, tangannya saling mencengkeram. Kyuhyun yang melihat itu merasa heran dengan tingkah Hana yang menurutnya seperti menutupi sesuatu.

“Apa yang kau sembunyikan?”

“Apa maksudmu Cho Kyuhyun?” tanya Hana mulai kesal.

Kyuhyu menyendarkan tubuhnya pada bagian belakang kursi. Lalu tersenyum miring.

“Aku hanya merasa kau seperti meyembunyikan sesuatu?”

Hana mulai geram dengan sikap Kyuhyun yang sejak tadi hanya berbicara omong kosong. Kemudian dirinya menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya dari mulut, berusaha emosinya segera reda. Dirinya memaksakan tersenyum agar Kyuhyun tidak mencurigainya lagi.

“Memangnya apa yang aku sembunyikan?” ujar Hana sambil tersenyum yang di paksakan.

“Kau tidak bohong, kan?” Kyuhyun memicingkan matanya kepeada Hana.

“Untuk apa aku berbohong.”

Tangis bayi Hana semakin kencang, membuat Hana semakin khawatir. Dirinya tidak bisa menyuruh Kyuhyun pergi saat ini, pasti Kyuhyun akan curiga padanya. Ya tuhan jangan biarkan bayiku menangis batinnya.

“Ada yang melahirkan di penjara ini?” tanya Kyuhyun, membuat Hana mematung mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Itu…ya ada, beberapa hari yang lalu,” jawab Hana dengan gugup. Kyuhyun semakin merasa aneh melihat sikap Hana.

Mendapat tatapan dari Kyuhyun, Hana mendengus. “Kenapa kau melihatku seperti itu?”

“Kau bertambah cantik,” puji Kyuhyun tulus. Dan hal itu membuat pipi Hana merona. Dan Kyuhyun menyukai itu.

“Jangan membual!”

“Aku tidak membual.”

“Cukup! Lebih baik kau pulang, aku sudah lelah. Dan ingat jangan temui aku lagi, kau hanya akan membuat aku sulit menjalani hari-hariku di sini.”

“Tapi Hana…”

“Ku mohon.” Hana pun beranjak dari ruang itu, meninggalkan Kyuhun yang terus menatapnya. Air mata Hana tak bisa di tahan, air matanya mengalir deras membasahi pipinya.

Kyuhyun tidak tahu apa yang terjadi dengan Hana, mengapa Hana melarangnya untuk menemui dia. Apakah Kyuhyun bersalah jika dia mau menemui istrinya yang sudah lama tidak dia temui. Dengan langkah lemah Kyuhyun akhirnya keluar dari tempat. Dirinya kembali lagi ke kantornya lagi karena masih ada beberapa pekerjaan yang belum di selesaikannya.

Sesampainya di kantor, dia melihat Donghae sedang duduk di sofa sambil membaca majalah. Donghae meletakkan majalahnya saat Kyuhyun berjalan mendekatinya.

“Darimana dirimu?”

“Menemui istriku,” jawabnya singkat.

Kening Donghae berkerut, “Maksudmu Lee Hana.”

Kyuhyun mengangguk pelan lalu menghembuskan napas kasar.

“Bagaimana keadaannya?” tanya Donghae penasaran.

“Dia sangat baik, tapi ada yang aneh.”

Lagi-lagi kening Donghae berkerut, “Apa maksudmu?”

Kyuhyun menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa lalu menyedekapkan kedua tangannya di dadanya.

“Dia seperti menyembunyikan sesuatu, seperti ada yang di tutupinya.”

“Menyembunyikan sesuatu?” tanya Donghae tak percaya.

“Ya. Saat aku menemuinya tadi dia terlihat cemas apalagi saat mendengar suara tangisan bayi. Dan saat aku bertanya apa ada yang melahirkan di penjara, dia menjawab memang ada yang melahirkan. Tapi yang membuatku semakin heran sikap dia, saat mendengar tangisan bayi yang semakin kencang wajahnya berubah semakin khawatir.”

Donghae terdiam sejenak, memikirkan kata-kata Kyuhyun, dengan hati-hati dia bertanya kepada Kyuhyun.

“Apakah kau pernah melakukan hubungan suami istri dengannya sebelum dia masuk penjara?”

Kyuhyun menatap Donghae, berusaha mencerna kata-kata Donghae. Kemudian keduanya saling menatap satu sama lain.

“Jangan-jangan dia…” Kyuhyun tidak melanjutkan kata-katanya karena Kyuhyun segera berlari ke arah pintu, namun Donghae segera menghentikannya.

“Kau mau kemana?”

“Aku akan memastikannya.” Donghae terduduk di sofa kembali, memikirkan nasib Hana bagaimana jika Hana benar-benar mempunyai seorang bayi. Dan membesarkan bayi itu di dalam pencara. Donghae memegang kepalanya dengan kedua tangannya, dia mulai menangis memikirkan nasib Hana.

Kyuhyun keluar dari kantornya dengan berlari secepat mungkin bahkan para karyawannya merasa heran, karena Kyuhyun berlari bagai orang kesetanan. Saat sampai di parkiran Kyuhyun di hentikan oleh seseoarng.

“Cho Kyuhyun!” Kyuhyun menoleh ke arah sumber suara. Hye Jin mau apa dia kamari ? pikir Kyuhyun.

“Hye Jin.” Hye Jin tersenyum ramah kepada Kyuhyun.

“Kau akan pergi?”

“Aku ada urusan penting, maafkan aku Hye Jin aku harus segera pergi. Kau bisa berbicara dengan Donghae.” Kyuhyun langsung masuk ke dalam mobil miliknya, mengemudi dengan kecepatan penuh. Tidak mempedulikan Hye Jin yang menatapnya dengan tatapan miris.

***

Bayi Hana masih terus menangis, entah apa yang terjadi padahal Hana sudah memberikan asi kepada bayinya tapi tetap saja masih menangis. Para tahanan yang lain juga membantu Hana untuk menenangkan bayinya tapi juga tidak berhasil. Hana terus menepuk-nepuk bayinya agar diam.

“Padahal dia tidak demam kenapa terus saja menangis?” Hana memegang dahi bayinya.

“Kumohon jangan menangis sayang!” Hana kembali menyusui, bayi Hana mulai tenang setelah beberapa saat, Hana mengusap kepala bayinya dengan lembut dan mencium kepala bayinya.

“Siapa yang tadi kau temui?” tanya tahanan lain.

Hana tersenyum tipis, “Suamiku.”

“Pantas saja.”

Hana mengernyitkan keningnya, merasa bingung dengan ucapan temannya itu.

“Apa maksud bibi?”

Wanita paruh baya itu tersenyum kepada Hana.

“Kau tahu kenapa bayimu sejak tadi menangis tanpa sebab?”

“Memangnya kenapa?” tanya Hana bingung.

“Karena dia tahu kehadiran ayahnya, seorang bayi mempunyai ikatan yang kuat selain kepada ibunya juga kepada ayahnya.”

Hana membisu saat wanita paruh baya itu mengucapkan hal semacam itu, kemudian memandang ke arah bayinya. Dirinya bertanya dalam hati apakah mungkin bayinya itu juga bisa merasakan kehadiran ayahnya.

“Kenapa kau tadi tidak membawanya ?”

“Aku tidak bisa,” kata Hana pelan.

Pandangan Hana menerawang kedepan, mengingat saat mereka menikah dengan Kyuhyun. Pernikahan yang terkesan karena paksaan hanya gara-gara kegilaan Hana kepada Kyuhyun.

“Asal bibi tahu? Kami menikah bukan kerena cinta.”

Teman tahanan Hana bingung dengan maksud Hana.

“Maksudmu kau menikah karena perjodohan?”

Hana menggeleng pelan.

“Aku yang memaksanya untuk menikahiku, karena aku terlalu mencintanya hingga membuatku gila. Aku membatalkan pertunangannya dengan calon istrinya, hingga semua orang menyebutku jalang.” Hana mengucapkan itu dengan terisak, air matanya keluar mengingat semua orang mengatakan dirinya wanita jalang yang tak punya hati. Teman tahanan Hana langsung mendekat ke arah Hana dan memeluk Hana ke dalam pelukannya, dan mengusap pelan punggung Hana agar Hana menjadi lebih tenang.

“Jangan bersedih kasian bayimu, jika ibunya depresi maka bayimu juga akan terkena dampaknya!” ucapnya, teman tahanan Hana melepaskan pelukannya dan mengusap sisa-sisa air mata yang menempel di pipi Hana.

Di sisi lain Kyuhyun yang sudah sampai di penjara memaksa polisi untuk mempertemukannya dengan Hana, akan tetapi polisi itu menolak keras kerena Hana sudah mengatakan sebelumnya jika dirinya tidak ingin menemui siapapun salam dirinya berada di dalam penjara.

“Ku mohon pertemukan aku dengannya, Ada yang harus aku tanyakan!” Kyuhyun terus memohon kepada polisi itu.

“Maafkan saya tuan saya tidak bisa, nona Lee meminta saya untuk melarang siapa saja yang ingin menemuinya.”

“Persetan dengan itu semua!” Kyuhyun mulai emosi dan akhirnya dirinya memaksa untuk masuk kedalam ruang tahanan secara paksa. Akan tetapi dengan sigap para polisi segera melarangnya. Dan menyeret Kyuhyun pergi keluar kantor polisi walau Kyuhyun memberontak tapi kekuatannya tak sebanding dengan dua orang polisi yang meneyeretnya keluar.

“Jika anda masih terus mamaksa masuk, maka anda akan kami tahan,” ucap polisi itu dengan tegas. Polisi itu segera meninggalkan Kyuhyun yang masih tersungkur di jalan.

“Tunggu sebentar!” perintah Kyuhyun, polisi itu pun berhenti dan menoleh ke arah Kyuhyun.

“Ada apa lagi?”

“Apakah Lee Hana mempunyai bayi!”

“Ya. Nona Lee melahirkan bayinya beberapa hari yang lalu.” Polisi itu pun meninggalkan Kyuhyun, Kyuhyun menjambak rambutnya karena merasa frustasi air matanya mulai keluar. Bagaimana dia bisa tidak tahu jika Hana hamil, seharusnya dia menjenguk Hana, meski Hana selalu melarangnya. Kyuhyun bediri lalu mengambil ponsel dari dalam saku jasnya, mencari id call dari seseorang.

“Hallo Hyung…”

TBC.

458 thoughts on “Crazy Of You Part 5

  1. Tapi teruntuk semua sakit yang telah singgah. Hadirkan harapan sedikit saja untuk bermimpi tentang akhir yang bahagia.

    .mian authornim ini ikutan baper :”)

    Suka

  2. Kasian hana harus melalui masa2 sulit hamil dan.melahirkan dipenjara , masih untung kyuhyun langsung sadar dengan tindakannya pada hye jin ,, lihat siapa yang murahan ,hye jin kan ,dia menyodorkan dirinya padahal dia tau kyuhyun masih terikat sama hana ,, sebel juga sama kyuhyun bisa2 nya hilang kendali

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s