Crazy Of You Part 6


image

Crazy of You part 6

Author : Princess Evil Clouds

Tittle : Crazy of you

Category: Romance, Comfort, Married Life, NC 21.

Cast :

Cho Kyuhyun.

Lee Hana.

Lee Donghae.

Previous part

“Ya. Nona Lee melahirkan bayinya beberapa hari yang lalu.” Polisi itu pun meninggalkan Kyuhyun, Kyuhyun menjambak rambutnya karena merasa frustasi air matanya mulai keluar. Kemudian dirinya mengambil ponsel dari dalam saku jasnya, mencari id call dari seseorang.

“Hallo Hyung…”

                                   Crazy of you part 6

       Setelah kejadian di kantor polisi itu Kyuhyun menceritakan semuanya kepada Donghae. Saat mendengar cerita dari Kyuhyun, Donghae tak kalah sedihnya apalagi saat mendengar jika Hana tidak mau ditemui oleh siapa pun. Dirinya merasa tak berguna sebagai seorang kakak. Keesokan harinya setelah kejadian itu Donghae dan Kyuhyun mencoba pergi ke penjara berharap Hana akan luluh tapi hasilnya nihil, Hana tetap tidak mau ditemui siapapun. Bahkan polisi mengatakan jika Donghae dan Kyuhyun masih menemnui Hana. Hana meminta untuk memindahkannya ke penjara yang jauh dari Seoul, akhirnya Kyuhyun dan Donghae pasrah saja.

“Nona Lee ada yang ingin bertemu dengan anda.” Salah seorang petugas kepolisian memberitahu Hana jika ada seseorang yang ingin menemuinya.

Dengan kesal Hana menjawab, “Bukankah aku sudah mengatakan jika aku tidak ingin bertemu siapapun walaupun itu suamiku sendiri.”

“Tapi dia bukan kakak atau suami anda.” Mendengar itu Hana mendongak menatap polisi wanita itu, sorot mata Hana tampak akan tanda tanya besar.

“Si-siapa?”

“Keluarlah!” perintah polisi wanita itu, Hana mengangguk dan berjalan keluar dari dalam sel tahanannya, menuju ruang yang biasanya digunakan untuk menjenguk para tahanan lain. Henry menatap orang itu dengan tatapan tak percaya, bahkan mata orang itu berkaca-kaca saat melihat keadaan Hana. Hana lalu duduk di kursi yang sudah disiapkan

“Hen-Henry. Apa yang kau lakukan di sini?” Air mata Henry tidak dapat terbendung, dia benar-benar menagis.

“Maaf…maafkan aku Hana.” Hana merasa sedkit bingung dengan ucapan Henry yang mengatakan maaf padanya.

“Maaf untuk apa? Kau tak pernah membuat kesalahan.”

“Seandainya saja, saat itu aku tidak kecelakaan pasti kau tidak akan mendekam di penjara seperti ini,” jelas Henry membuat Hana semakin bingung.

“Kau kecelakaan?”

Henry mengangguk lemah menjawab pertanyaan Hana, dia mengusap air matanya dengar kasar.

“Aku kecelakaan saat akan memberikan bukti yang menyatakan jika kau tak bersalah. Aku mengalami kecelakaan mobil.” Henry mengucapkan hal itu sambil menerawang jauh, kembali mengingat kejadian yang hampir merenggut nyawanya itu.

“Ya tuhan. Aku merasa bersalah akan hal itu.” air mata Hana mulai menyeruak, dia berfikir seandainya saja dia melarang Henry untuk mencari barang bukti pasti hal itu tidak akan terjadi pada Henry.

Henry menggelengkan kepalanya, “Tidak. Kau tidak bersalah, kumohon jangan menyelahkan dirimu.”

“Lee Hana bayimu menangis terus sejak tadi,” sebuah suara wanita menginterupsi pembicaraan mereka. Henry dan Hana mendongak saat petugas kepolisian mendekati Hana lalu menyerahkan bayi itu pada Hana. Henry menatap itu dengan pandangan tak percaya.

“Ka-kau punya bayi?”

Hana tersenyum tipis lalu mengecup kepala bayinya, dan anehnya bayinya langsung terdiam saat Hana menciumnya.

“Ya. Aku punya bayi, namanya Lee Seul Bi.” Wajah Hana berubah menjadi sedih setelah mengatakan itu, Henry juga dapat melihat sorot mata Hana tersirat akan kekecewaan yang mendalam.

“Astaga, Lee Hana. Apakah Donghae dan Kyuhyun Hyung mengetahui tentang ini.”
Hana menggelengkan kepala lemah, matanya mulai berkaca-kaca.

“Tidak Henry aku tidak ingin mereka tahu, aku sudah cukup membuat mereka menderita. Jadi aku tidak membuat mereka semakin menderita lagi dengan kelahiran bayiku,” jelas Hana.

Henry menghela napas panjang, berusaha mendinginkan pikirannya.

“Setidaknya mereka harus tahu. Apa kau ingin membesarkan bayimu di sini? Kau tidak kasihan jika putrimu tidak bisa menikmati masa-masa kecilnya?” Hana merasa bingung setelah mendengar kata-kata Henry, jujur saja dia ingin membesarkan putrinya seperti para ibu di luaran sana. Tapi apa daya dia juga tak mampu untuk berpisah dengan bayinya.

“Aku bingung harus berbuat apa? Aku juga tidak ingin berpisah dengan bayiku?” Hana kembali mendekap bayinya, mencium keningnya dengan lembut

“Aku harus memberi tahu Kyuhyun dan Donghae soal hal itu.  Mereka harus tahu Lee Hana.” Mendegar itu Hana menatap ke arah Henry, bibirnya kelu tidak bisa mengucapkan kata-kata lagi. Air matanya pun tak bisa ia kendalikan.

“Mengertilah Lee Hana, kasihan bayimu. Dia seharusnya tinggal di tempat yang layak.” Henry kembali berusaha memohon pada Hana, akan tetapi saat mendengar ucapah Henry mata Hana menatap tajam ke arah Henry.

“Kau pikir aku tidak memikirkan hal itu? Aku juga ingin bayiku tinggal di tempat yang layak.” Tangis Hana benar-benar pecah melihat hal itu Henry juga semakin sedih, dia juga tidak bisa menahan tangisnya.

“Jika bayimu tinggal bersama Kyuhyun, dia bisa membawamu setiap kau merindukannya,” saran Henry.

Hana terdiam memikirkan kata-kata Henry menatap matanya penuh tanya, Henry terseyum tipis dan menganggukan kepalanya.

“Baiklah kalau begitu aku pulang, aku akan segera memberi tahu Donghae dan Kyuhyun Hyung.” Henry segera meninggalkan dari kantor polisi,   sedangkan Hana masih terduduk di sana sambil mengecup kepala bayinya. Dia akan berpisah dengan bayinya untuk waktu yang cukup lama pikirnya.

Dia kemudian beranjak dari tempat itu menuju kembali ke ruang tahanannya. Setelah Hana sampai di ruang tahanan dia terduduk lemah di lantai air matanya mulai mengalir deras di pipi Hana. Para tahanan yang lain mulai mendekati Hana, memegang punggungnya.

“Apa yang terjadi?” salah satu tahanan itu bertanya pada Hana, Hana menatap bayi yang berada di dalam dekapannya.

“Temannku menyarankan agar bayiku dibawa pulang. Dan dirawat oleh kakak dan suamiku.” Hana menjawab disela-sela tangisnya. Tahanan wanita itu lalu duduk di samping Hana memluk tubuh ringkih gadis itu, wanita itu sudah menganggap Hana seperti putrinya sendiri menurutnya.

“Lalu kenapa kau bersedih?” Hana mendongak mendengar pertanyaan wanita paruh baya itu. Kemudian tatapannya beralih pada bayinya, tangan Hana mengusap lembut kepala bayi itu.

“Tentu saja aku sedih bibi, jika bayiku akan dirawat mereka maka itu berarti aku kan berpisah dengan bayiku.” Mata Hana mulai berkaca-kaca saat mengucapkan hal tersebut. Wanita paru baya itu duduk di sebelah Hana mengusap air mata Hana yang mulai mengalir.

“Jika kau bersikap seperti itu tidak baik untuk bayimu. Apa kau tidak merasa kasihan jika bayimu tumbuh besar di dalam penjara?” Hana terdiam memikirkan kata-kata wanita paruh baya yang sudah dianggap Hana juga sebagai ibu.

“Semuanya akan baik-baik saja, bayimu tidak akan melupakanmu. Ikatan seorang bayi dan anak itu sangat kuat.” Wanita paruh baya itu menjelaskan panjang lebar pada Hana, wanita paruh baya itu melihat sorot mata Hana tersirat akan ketakutan jika anaknya akan melupakannya. Hana kembali menatap wanita paruh baya itu, kemudian tersenyum dan menggangguk pelan.

***

Di sisi lain Henry sedang berada di kantor Kyuhyun, dia menunggu di ruang kerja milik Kyuhyun. Karena sekertarisnya mengatakan jika Kyuhyun sedang ada meeting bersama clien, jadi sekertaris Kyuhyun meminta Henry untuk mengunggu sampai meeting itu selesai.

Hampir satu jam Henry menunggu Kyuhyun, setelah selesai meeting Kyuhyun lansung masuk ke dalam ruang kerjanya. Dia melirik Henry sekilas saat lalu duduk di sofa miliknya.

“Ada apa kau kemari?” tanya Kyuhyun dengan nada tidak suka.

Henry pun sama menatap Kyuhyun dengan malas, jika saja ini bukan karena rasa kepeduliannya terhadap Hana maka dia tidak akan pernah menemui pria yang sudah membuat Hana gila karena cinta.

“Ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu.” Kyuhyun menatap ke arah Henry dengan tatapan datar khas miliknya.

“Hana mempunyai bayi.”

“Aku sudah tahu,” jawab Kyuhyun singkat, hal itu membuat Henry membelalakkan matanya tidak percaya. Batinnya bertanya jika Kyuhyun sudah tahu lalu kenapa dia tidak mengambil bayinya lalu merawatnya.

“Kau sudah tahu?” Henry membeo, Kyuhyun hanya tersenyum miring menanggapi pertanyaan Henry.

“Ya, aku sudah tahu. Tapi kenapa tiba-tiba kau begitu peduli pada kehidupan Hana?” Kata-kata Kyuhyun membuat Henry menjadi emosi, tangannya terkepal erat, matanya menyalang merah.

“Karena aku mencintainya.” Jawaban Henry pun tak kalah membuat Kyuhyun marah, Kyuhyun mengertakan giginya.

“Apa maksudmu?” bentak Kyuhyun.

Henry menyeringai tipis pada Kyuhyun.

“Tadi aku menjenguk Hana, dan ternyata dia punya bayi. Aku telah membujukknya agar bayi itu ikut bersamamu atau bersama Donghae Hyung.” Henry menjelaskan pada Kyuhyun tentang pertemuannya pada Hana pagi tadi.

“Bagaimana kau bisa membujuknya agar bayiku ikut kami?” Kyuhyun menatap Henry dengan raut penasaran, lagi-lagi Henry hanya tersenyum miring.

“Mungkin saja hatinya lebih menpercayai kata-kataku daripada kata-katamu. Atau mungkin hatinya sudah tidak mencintaimu?” ujar Henry dengan nada mengejek, hal itu benar-benar membuat kesabaran Kyuhyun habis, dia langsung mencengkeram krah baju Henry.

“Beraninya kau mengatakan hal semacam itu, brengsek?”

Henry yang juga sedang dikuasai emosi langsung mendorong tubuh Kyuhyun hingga Kyuhyun terjatuh ke sofa.

“Jangan menyentuhku! Aku ke sini hanya memberi tahumu agar kau segera mengambil bayimu.”

Henry menghela napas panjang untuk meredam emosinya.

“Dan aku juga ingin mengatakan jika aku ingin bersaing untuk mendapatkan hati Hana. Kau tahu sejak lama aku mencintainya, jadi aku ingin melakukan persaingan padamu.” Henry lalu keluar dari ruangan itu, Kyuhyun semakin emosi mendengar kata-kata Henry tadi. Dia langsung melempar vas bunga yang ada di atas meja melemparkanknya ke jendela hingga jendela itu pecah akibat ulah Kyuhyun.

“Kau pikir bisa melakukan itu sialan?” teriak Kyuhyun memenuhi ruang kerjanya, untung saja ruang kerja itu kedap suara sehingga suara teriakan Kyuhyun tidak terdengar sampai keluar.

***

Setelah kamarahan Kyuhyun mulai reda dia mengajak Donghae untuk ke penjara guna menjemput bayinya. Sepanjang perjalanan wajah Kyuhyun terlihat penuh emosi dia terus mendengus kesal setiap kali mengingat kata-kata Henry yang ingin bersaing dengannya untuk mendapatkan Hana.

“Ada apa denganmu? Kau tampak kesal sekali?” Donghae bertanya pada Kyuhyun saat melihat wajah adik iparnya yang sejak tadi terlihat marah.

“Kau tahu Henry ingin bersaing denganku untuk mendapatkan Hana,” kata Kyuhyun sambil berusaha menahan emosi. Donghae terkekeh mendengar ucapan Kyuhyun.

“Kenapa kau tertawa?” tanya Kyuhyun.

Donghae menghela napas panjang, “Kenapa kau marah? Apa kau mulai jatuh cinta pada Hana?” Kyuhyun langsung mengerem mobilnya secara mendadak, hal itu membuat Donghae terjungkal ke depan untung saja dia memakai seat belt jika tidak mungkin kepalanya sudah terbentur bagian depan mobil. Dan untung saja jalanan yang dilalui oleh Kyuhyun cukup sepi mungkin saja mobilnya juga akan tertabrak dari arah belakang.

“Kau ingin membunuhku?” teriak Donghae, hal itu membuat Kyuhyun berjengit karena teriakan Donghae.

“Maafkan aku. Aku hanya terkejut dengan ucapanmu.” Kyuhyun benar-benar merasa bersalah dengan Donghae karena hampir membuat nyawanya melayang.

“Kau benar-benar mencintai Hana, kan?” Donghae memicingkan matanya, wajah Kyuhyun tiba-tiba menjadi gugup.

“A-apa maksudmu?”

Donghae tersenyum tipis melihat kegugupan di wajah Kyuhyun.

“Lalu kenapa jika kau tidak mencintainya kau marah saat Henry ingin bersaing denganmu?”

Kyuhyun menatap wajah Donghae dalam, dia merasa bingung dengan dirinya. Apakah yang dikatakan Donghae memang benar jika dia mulai jatuh cinta pada Hana, bukan karena rasa kasihan semata. Cukup lama Kyuhyun menatap Donghae dan hal itu membuat Donghae memukul kepala Kyuhyun dengan koran. Kyuhyun pun segera tersadar dari lamuananya.

“Kenapa kau memukulku?” dengus Kyuhyun

“Karena kau menatapku seolah-olah aku adalah kekasihmu,” tukas Donghae.

Kyuhyun lalu menjalankan mobilnya kembali dengan perlahan, wajahnya masih kesal karena pukulan Donghae tadi. Melihat itu Donghae manahan tawa, sifat Hana  ternyata sudah menular pada Kyuhyun.

“Kau marah?” tanya Donghae berusaha mencairkan suasana, Kyuhyun tetap diam tidak menyahuti pertanyaan Donghae.

“Jika kau tetap diam maka aku akan berada di kubu Henry dan membantunya untuk mendapatkan Hana. Kau tahu sudah sejak lama dia menyukai Hana?” ancam Donghae dan hal itu malah membuat Kyuhyun beteriak keras.

“Ya. Aku mencintai Hana, apa kau puas?”

Donghae tidak bisa menahan dirinya untuk tersenyum, hatinya merasa lega saat Kyuhyun mengucapkan hal tersebut.

“Kau tahu aku sangat bahagia mendengarnya?”

“Tentu saja aku tahu,” dengus Kyuhyun, lagi-lagi Donghae hanya tersenyum semoga saja ini adalah awal kebahagiaan Hana.
Kyuhyun  kembali fokus mengemudiakan mobilnya menuju ke kantor polisi di mana Hana dipenjara. Lima belas menit kemudian mereka sampai di area parkir mobil, mereka segera masuk dan berbicara pada salah satu polisi agar mengizinkan mereka bertemu Hana. Tak selang beberapa lama Hana keluar dari ruangan dengan membawa buntalan kecil di dekapannya. Kyuhyun dan Donghae mendekat ke arah Hana, mata Donghae sempat berkaca-kaca saat melihat Hana untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu untuk terakhir kalinya di pengadilan beberapa bulan yang lalu. Hana juga hampir menangis ssat melihat kakakknya, dia sangat merindukan kakaknya selama ini.

Hana lalu menyerahkan bayinya pada Kyuhyun.

“Cantik sekali, siapa namanya?” tanya Kyuhyun saat melihat bayinya dengan mata berbinar, tangan Kyuhyun kemudian mengusap pipi bayinya dengan lembut. Dan bayi itu tersenyum tipis saat melihat mata Kyuhyun.

“Lee Seul Bi, namanya Lee Seul Bi,” ucap Hana pelan dengan air mata yang mulai meyeruak. Dongahae merasa tak tega melihat itu dia mendekat ke arah Hana memeluk tubuhnya, dia juga tak kuasa untuk menahan tangisnya. Hana membalas pelukkan Donghae menyalurkan rasa rindunya selama ini. Keduanya saling terisak dalam pelukan.

“Jangan menangis, kau akan terlihat jelek,” goda Donghae setelah melepaskan pelukannya.

“Aku merindukanmu,” bisik Hana pelan, Donghae tersenyum lalu mengecup kening Hana.

“Aku juga sangat merindukanmu.” Donghae kembali memeluk tubuh Hana, saat melihat itu semua Kyuhyun merasa sedikit iri. Karena dalam hati dia ingin memeluk Hana juga untuk menyalurkan rasa rindunya selama ini.

“Bolehkah aku menggendong bayiku untuk yang terakhir kali,” minta Hana, Kyuhyun lalu menyerahkan bayi itu kepada Hana. Tangan Hana mengusap pipi bayinya dengan lembut kemudian dia mencium keningnya cukup lama.

“Ibu pasti akan merindukanmu,” bisik Hana tepat di telinga bayinya.

Hana menyerahkan bayinya kembali kepada Kyuhyun, matanya menatap bayi itu dengan tatapan tak rela mata Hana pun mulai berkaca-kaca.

“Kalau begitu aku pulang sekarang Hana. Jaga kesehatanmu jangan sampai sakit,” ujar Donghae mengingatkan Hana, gadis itu hanya mengangguk pelan menanggapi permintaan kakaknya.
Mereka berdua pun meninggalkan Hana yang masih terus melihat hingga bayangan mereka benar-benar hilang. Pertahanan Hana benar-benar runtuh air matanya tak dapat dia tahan dia menangis tubuhnya langsung merosot ke lantai, dia memukul dada sebelah kirinya berharap rasa sakitnya bisa berkurang.

***

Keesokan harinya Kyuhyun kembali menjenguk Hana dengan membawa bayi mereka, saat membawa bayi itu Hana begitu bahagia Kyuhyun melihat wajah istrinya itu memancarkan senyum bahagia.

“Kau bahagia?” tanya Kyuhyun.

Hana menganggukkan kepala pelan sambil tersenyum manis, “Ya. Aku sangat bahagia, terima kasih karena membawa Seul Bi ke sini.”

“Aku akan membawanya ke sini setiap hari,” jawab Kyuhyun.

Hana mendongak menatap ke arah Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya, Kyuhyun hanya tersenyum melihat wajah Hana yang seperti itu.

“Kau akan membawa Seul Bi ke sini setiap hari?” Hana mengulangi kata-kata Kyuhyun yang tadi.

Kyuhyun mengangguk, “Aku akan membawanya agar kau tidak merindukannya. Selain itu agar dia lebih mengenal sosok ibunya.”

Air mata Hana menyeruak di pelupuk matanya, melihat air matanya mengalir di pipi hati Kyuhyun terasa sakit. Kyuhyun yang awalnya duduk di hadapan Hana dia beralih tempat duduk, kemudian dia duduk di kursi sebelah Hana dan mengusap air matanya dengan lembut.

“Mengapa kau menangis?” tanya Kyuhyun pelan.

“A-aku menangis karena bahagia. Terima kasih,” ujar Hana disela-sela tangisnya.

“Terima kasih? Untuk apa kau berterima kasih? Dia bayi kita jadi aku berhak membawanya padamu.” Kyuhyun tersenyum saat mengatakan hal itu membuat Hana tidak percaya dengan ucapan Kyuhyun barusan. Dia melihat ke arah mata Kyuhyun, membuat Kyuhyun juga menatapnya. Keduanya saling diam tatapan Kyuhyun tertuju pada bibir merah Hana, entah keberanian dari mana Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Hana hingga jarak beberapa senti. Saat bibir mereka semakin dekat tiba-tiba Seul Bi menggeliat dengan keras membuat Hana terhenyak dan segara menjauhkan wajahnya dar Kyuhyun.

Wajah keduanya sama-sama memerah, wajah Kyuhyun yang paling merah dia dia tersenyum malu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia merasa malu pada Hana bisa-bisanya dia berbuat seperti itu di kantor polisi.

“A-aku akan pulang sekarang,” kata Kyuhyun dengan gugup.

Hana hanya menunduk sambil menatap bayinya dia tidak punya keberanian untuk menatap Kyuhyun.

“Pulanglah,” bisiknya parau.

Hana lalu menyerahkan Seul Bi kepada Kyuhyun, dengan gugup Kyuhyun menerima bayi itu lalu mendekapnya.

“Aku pulang. Jaga kesehatanmu.” Kyuhyun meninggalkan Hana jantungnya masih berdetak kencang akibat ulah Kyuhyun tadi. Pipinya menghangat dia memegang kedua pipinya dengan tangannya. Senyum mengembang terlihat di wajahnya.

Sesampainya di area parkir Kyuhyun segera memasuki mobilnya akan tetapi saat akan mengemudikan mobilnya dia melihat Henry keluar dari dalam mobilnya dengan membawa rantang makanan. Dia pun keluar dari dalam mobil dan menggendong Seul Bi mengikuti Henry yang masuk ke dalam penjara

Saat di dalam penjara Kyuhyun melihat Henry dan juga Hana sedang makan bersama, melihat itu rahang Kyuhyun menegang tangannya terkepal erat walau menggendong Seul Bi. Dia mendekati mereka, Hana melihat Kyuhyun datang lagi sangat terkejut.

“Ka-kau kembali lagi?” tanya Hana tak percaya, Kyuhyun hanya tersenyum miring lalu duduk di dekat Henry.

“Tiba-tiba saja kau merasa lapar, dan kebetulan tadi aku melihat Henry membawa makanan jadi aku memutuskan untuk makan bersama kalian terlebih dulu,” ujar Kyuhyun dengan wajah tanpa dosa. Mendengar hal itu wajah Henry berubah menjadi kesal.

“Jika kau lapar kenapa kau tidak makan di luar saja?” dengus Henry.

“Kau lupa aku membawa bayi. Sayang bisakah kau menggendong bayi kita sebentar.” Kyuhyun menyerahkan bayinya pada Hana, membuat Hana merasa bingung dengan sikap Kyuhyun yang tiba-tiba menjadi aneh. Sedangkan Henry hanya memutar bola mata malas melihat tingkah Kyuhyun.

Kyuhyun mulai memakan makanan yang ada di atas meja, Henry menatapnya dengan tatapan sengit.

“Kenapa kau tidak makan? Ayo makan,” ajak Kyuhyun dengan nada yang dibuat-buat, Henry semakin muak dengan hal tersebut ingin rasanya dia memberi tinju pada Kyuhyun.

“Sayang kau mau makan juga?” tanya Kyuhyun sambil menyodorkan sendok ke depan mulut Hana, mendengar itu wajah Hana merona karena Kyuhyun tanpa malu memanggilnya dengan kata sayang.

“A-ku sudah makan sedikit tadi. Makan saja jika kau lapar,” ucap Hana sedikit canggung, dia merasa tidak enak pada Henry. Tujuan Henry ke sini untuk mengajaknnya makan siang bersama tapi ternyata Kyuhyun juga ikut bergabung dengan mereka. Tanpa berdosa Kyuhyun memakan makanan itu sampai habis, Henry hanya bisa menggelengkan kepalanya tak percaya.

“Kenyangnya,” ujar Kyuhyun sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.

“Kau akan pulang kapan?” tanya Kyuhyun pada Henry.

“Memangnya kenapa? Aku masih merindukan Hana,” jawab Henry.

Ucapan Henry kembali menyulut emosi Kyuhyun dia menggertakan giginya agar emosinya bisa dia redam.

“Tapi kau tak berhak merindukan dia,” tukas Kyuhyun, Henry tersenyum miring saat melihat Kyuhyun dengan wajah merah karena menahan emosi.

“Kenapa dia temanku?”

Tangan Kyuhyun terkepal erat jika saja Hana tidak ada di depannya mungkin Henry sudah dipastikan masuk rumah sakit.

“Lee Hana sepertinya aku akan pulang sekarang,” ujar Henry sekali lagi. 

Hana mengangguk pelan.

“Aku juga akan pulang sekarang sayang. Aku akan kembali besok.” Kyuhyun mengambil Seul Bi dari gendongan Hana, tiba-tiba saja Kyuhyun menarik tengkuk Hana dan mencium bibir gadis itu dan sedikit melumat bibirnya. Henry membelalakan mata menyaksikan pemandangan itu, Hana pun sama tidak menyangkan jika Kyuhyun akan melakukan hal semacam itu di depan Henry.

Kyuhyun melepas ciumannya mengusap bibir Hana yang masih basah. Wajah Hana semakin memerah jantungnya pun berdetak sangat kencang.

“Jaga kesehatanmu,” ucap Kyuhyun diiringi dengan kecupan singkat di bibir Hana lagi. Kyuhyun beranjak dari tempat itu saat melewati Henry dia mengedipkan sebelah matanya pada Henry sambil terseyum miring padanya.

TBC.

Password => Official Line FlyingNc

630 thoughts on “Crazy Of You Part 6

  1. Bukannya henry punya bukti kalo hana ngga salah , apa jangan2 buktinya rusak pas kecelakaan ,, yes akhirnya kyuhyun ngaku juga kalo dia cinta sm hana

    Suka

  2. Kyuhyun banget itu kalau sudah cemburu….
    Jadi ndak sabar dengan kebahagiaan kyuhyun dan hana.
    Soal bukti cctv itu apa sudah hancur bersamaan dengan kecelakaan nya henry ya, kenapa henry tidak cerita pada kyuhyun dan donghae kalau hana sebenarnya tidak bersalah..

    Suka

  3. Hahaha njirr ChoKyu smpe sgitunya malu2in tau :v dia trnyata bisa cmburu jga wkwkwk sbenernya msih kcepetan tpi gpplah cirtanya udh bgus kok trus jga part ini komennya bnyak.. Slmat buat authornya ^^

    Suka

  4. henry kan ceritanya disini udah sembuh terus kenapa dia gak ngasih buktinya aja ke kyuhyun dan pengadilan? biar diproses lagi dan hana bebas janga cuman minta maaf aja!-.-
    ffnya menarik tapi alurnya kayanya ngebut banget thor maaf kritik sedikit 😀

    Suka

  5. Wehwehwehweh kyu begitu tuh kalo cembokir. Kaia epil bocah😂 kocak
    Semoga ini awal yg baik bagi kalian yaaa😆
    Ada byk salah ketik. Salah satunya : Ikatan seorang bayi dan anak itu sangat kuat.
    Bayi dan anak? Ibu dan anak kali ya maksudnya 😁

    Oh iya. Bukti henry emang ga berlaku ya? Ayo henry buktinya msh ada ga???? Biar hana cpt bebas & si hyera sialan di penjara balik! 13x lipat dr hukuman hana!! Kamvret sialan emang si hyera!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s