Seducing You


image

Seducing You



Author : Princess Evil Clouds



Tittle : Seducing You



Category: Fantasy, Mature. Romance



Cast: Cho Kyuhyun, Lee Hana.



Author’s note:  Hai…saya kembali lagi dengan FF oneshoot semoga kalian tidak pernah bosan dengan FF saya yang masih belum sempurna ini. Terima kasih untuk para reader yang kasih kritik dan saran sehingga membuat saya terus belajar memperbaiki kesalahan saya.  Para teman Author di FNC yang selalu menginspirasi saya, dan untuk Admin FNC saya ucapkan banyak terima kasih yang sudah mempost karya saya. I hope God always blessing you.



Disclaimer: This story is mine, but character not mine. OOC, typo(s), NOT REAL, this story just for entertaint. If you don’t like, don’t read ^^.

Happy Reading All ^^

@@@

Suara hingar bingar musik di sebuah bar begitu keras mampu mendebarkan jantung setiap orang yang mendengarnya. Tak hanya itu para gadis dan lelaki yang haus akan belaian pun turut meliukan tubuh mereka mengikuti alunan musik yang dimainkan oleh DJ. Tapi beda halnya dengan tiga orang gadis yang juga ada di bar tersebut mereka memilih duduk sambil menyesap wine yang berada di atas meja, sejak satu jam yang lalu mereka masih mengawasi manusia-manusia yang sedang bercumbu di dekat mereka.

“Lee Hana apa kau mau mencoba menggoda Bartander di bar ini?” tanya Hyera.

Hana memicingkan matanya mendegar pertanyaan sahabatnya itu. “Maksudmu menggoda Cho Kyuhyun.”

“Ya. Kau tahu bartender itu sangat sulit sekali untuk digoda,” sahut Sena, Hana terkekeh pelan sambil meyesap Red winenya.

“Bagaimana jika aku bisa membawanya ke ranjang dan menghisap darahnya,” tantang Hana, membuat kedua sahabatnya membelalakkan mata tak percaya.

“Kau yakin bisa membawanya ke ranjang bersammu?” tanya Sena.

“Bayaran apa yang akan kalian berikan jika aku mampu melakukan hal itu?”

“Apa pun yang kau inginkan,” sahut Sena dan Hyera bersamaan, Hana hanya menyeringai tipis mereka bertiga adalah Vampire yang sudah beradaptasi dengan manusia. Manusia tak bisa mengenali jika mareka bertiga adalah Vampire, karena mereka jarang sekali minum darah manusia. Mereka akan meyerang manusia dan menghisap darahnya jika manusia itu berbuat kurang ajar pada mereka, dan mereka tak segan-segan untuk menghisap darahnya sampai manusia itu tewas.

Ya. Lee Hana adalah Vampire dari klan Dhampir, Ayah seorang Vampire murni dan ibunya adalah seorang manusia, dia memiliki mata biru yang berasal dari gen ayahnya, rambut sebatas punggung serta wajah cantik yang mampu menghipnotis. Bahkan tak hanya klan Vampire yang terhipnotis akan kecantikkannya, banyak manusia yang juga terjerat bujuk rayunnya. Begitupun Sena dan Hyera mereka juga Vampire dari klan yang sama.

“Bagaimana dengan jalan-jalan ke Paris?”

“Baiklah.” Mereka berdua akhirnya setuju dengan keputusan Hana.

“Apa yang harus aku lakukan? Hanya menggoda atau menciumnya hingga dia kelelahan?”

“Jangan terlalu percaya diri, kau rayu saja dia terlebih dahulu,” dengus Hyera, lagi-lagi Hana terkekeh pelan.

“Baiklah. Aku akan mencoba merayunya.” Hana kemudian berdiri merapikan bajunya yang sedikit kusut, malam ini penampilannya begitu menggoda. Gaun berwarna merah tua tanpa lengan serta memiliki belahan dada yang cukup rendah membuatnya tampak elegan dan sexy.

Dia berjalan ke arah meja bartender dengan langkah menggoda serta mengeluarkan senyum sensualnya. Banyak lelaki hidung belang yang melihatnya dengan tatapan memuja kerena kecantikannya. Sesampainya di meja dia duduk di kursi yang tersedia, menatap Kyuhyun dengan tatapan mengoda serta memuja saat melihat pria itu, karena ini baru pertama kalinya dia melihat pria itu. Pria yang lumayan tampan, tubuh tinggi tegap serta memiliki warna mata coklat dan tatapan mata tajam.

“Bisakah kau memberiku segelas Pinot Noir,” kata Hana dengan nada menggoda, Kyuhyun langsung menatap Hana dengan tatapan dingin membuat Hana mendengus kesal. Kyuhyun berjalan ke arah jajaran Wine yang berada di rak, mulai mengambil botol berwarna hitam lalu menuangkan cairan berwarna merah itu ke dalam gelas Bordeaux itu.

Setelah Kyuhyun menuangkan cairan berwarna merah itu dia segera memberikanya pada Hana.

“Terima kasih,” ucap Hana dengan pelan, tatapannya masih menggoda saat melihat Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun tak memedulikan Hana yang terus menatapnya dengan tatapan sensual.

“Kau tampan kanapa kau bekerja sebagai Bartender?” Hana bertanya sambil memegang gelas itu, jarinnya dia gunakan untuk memutari bibir gelas itu agar semakin membuat menggoda Kyuhyun.

“Bukan urusanmu!” jawab Kyuhyun dengan ketus, Hana terkekeh pelan.

“Kau tahu kau juga sexy? Aku yakin kau pasti juga lelaki yang panas jika bermain di ranjang.” Hana mengucapkan hal itu tanpa malu karena ini adalah misi dan tantangan yang diberikan oleh sahabat-sahabatnya.

“Kau benar-benar tak punya urat malu mengatakan hal itu pada seorang lelaki yang belum kau kenal.” Hana menyeringai tipis mendengar kata-kata Kyuhyun yang cenderung sinis, menurutnya ini adalah hal yang menyenangkan bisa membuat lelaki itu kesal.

“Jam berapa kau pulang?” Hana masih belum menyerah meski sudah mendapat kata-kata sinis dari Kyuhyun.

“Apa pedulimu tentangku, Nona?” tanya Kyuhyun dengan menggebrak botol Wine itu ke atas meja, untung saja suasana bar itu sangat ramai jadi suara gebrakan Kyuhyun tersamarkan oleh suara musik DJ.

“Ya Tuhan kenapa kau kasar sekali?” tanya Hana dengan nada mengejek, kesabaran Kyuhyun benar-benar habis menghadapi kelakukan gadis dihadapannya.

“Lebih baik kau pergi!” perintah Kyuhyun dengan nada ketus, ucapan Kyuhyun kali ini membuat Hana meradang matanya menyalang merah. Selama ini dia tidak pernah di tolak oleh seorang pria tapi beraninya pria yang hanya bekerja sebagai Bartender berani menolaknya.

“Aku akan memastikan membuatmu jatuh ke dalam pesonaku,” desis Hana tajam, dia berlalu dari tempat itu kembali menuju mejanya lagi dengan wajah kesal terukir di wajahnya. Dia kembali ke mejanya tadi tanganya terkepal erat mencengkeram gaun merahnya.

Saat sampai di mejanya Sena dan Hyera masih menunggunya dengan raut muka penuh tanya tanya.

“Bagaimana? Apa kau berhasil?” tanya Hyera antusias, mendengar pertanyaan Hyera wajah Hana semakin kesal dia langsung menyesap Wine itu dalam sekali tegakan.

“Sialan! Dia sulit sekali untuk dirayu,” umpat Hana, Sena dan Hyera langsung tertawa mendengar ucapan Hana.

Sena mulai menyahut. “Bukankah aku sudah mengatakan jika seorang Cho Kyuhyun itu sangat sulit ditaklukkan?”

“Aku tidak akan meyerah. Aku akan membuatnya jatuh ke dalam pesonaku.” Hana mengucapkan itu dengan seringai di wajahnya senyum penuh arti pun terlihat jelas.

“Hai…nona-nona.” Sebuah suara lelaki menginterupsi mereka bertiga, membuat mereka mendongak dan melihat siapa pria yang berani mengganggunya. Ternyata yang datang adalah seorang pria paruh baya, yang masih memakai pakaian kerja.

“Apakah aku boleh bergabung dengan kalian?” tanya pria paruh baya itu.

Hana langsung menyahut. “Tentu saja boleh.”

Sena dan Hyera saling memandang karena tidak biasanya Hana akan membiarkan lelaki hidung belang untuk bergabung dengan mereka jika tidak memiliki maksud tertentu.

“Aku akan memesan minuman lagi.” Lelaki paruh baya itu melambaikan tangannya ke arah pelayan dan meminta untuk diambilkan sebotol Red Wine, tak selang bebeapa lama pelayan itu membawa sebotol Red Wine dan beberapa gelas. Lelaki paruh baya itu segera menuangkan Wine itu ke dalam gelas masing-masing.

“Minumlah.” Hana dan kedua temannya langsung menyesap Wine itu, sedangkan tatapan lelaki paruh baya itu tertuju pada dada Hana yang sejak tadi menggodanya.

“Kenapa kau menatapku seperti itu Tuan?” tanya Hana.

“Karena kau begitu cantik, sayang.” Hana memutar bola mata malas mendengar rayuan dari lelaki hidung belang di sampingnya. Dia pun mulai mengelurakan kata-kata manis untuk mangsa barunya.

“Benarkah?” Hana mulai mengeluarkan tatapan sensualnya.

“Tentu, apalagi jika kau telanjang bersamaku.” Sena dan Hyera yang mendengarkan ucapan lelaki hidung belang itu menjadi mual. Mereka berpikir seharusnya lelaki itu memikirkan anak dan istrinya.

“Jadi  kau ingin melihatku telanjang? Aku akan menurutimu, bagaimana jika kita ‘bermain’ di private room?” Kata-kata Hana semakin membuat mata lelaki paruh baya itu gelap, bahkan Hana melihat sesuatu di balik celana lelaki itu mengeras saat mendengar rayuan Hana.

“Bagaimana kalau sekarang juga?”

“Boleh.” Hana segera berdiri diikuti lelaki paruh baya itu, Hana mengedipkan sebalah matanya pada Sena dan Hyera kemudian berjalan ke arah private room yang biasanya digunakan untuk memuaskan nafsu para lelaki yang haus akan belaian kasih sayang.

Hana melewati Kyuhyun saat akan menuju private room dia tak sekilas pun melirik Kyuhyun, akan tetapi Kyuhyun melihat Hana bersama lelaki hidung belang itu membuat rahangnya menegang apalagi saat tangan lelaki paruh baya itu memegang pinggang Hana.

“Gadis sialan,” desisnya tajam wajahnya pun memerah menahan amarah.

***
Sesampainya di kamar itu pria itu langsung mencium bibir Hana dengan rakus, bahkan langsung mendorong tubuh Hana ke atas ranjang.

“Kau sungguh tidak sabaran,” ujar Hana dengan nada seductive, mata lelaki itu langsung berwarna gelap melihat tatapan mata Hana yang menggoda.

“Aku benar-benar tidak sabar melihatmu telanjang dan menyatu bersamaku sayang,” jawab lelaki paruh baya itu tak kalah menggoda. Medengar itu Hana terkekeh pelan, dia mendorong lelaki itu hingga terguling kesamping tubuhnya.

Setelah pria itu terguling Hana segera menindih lelaki itu, memainkan dasi dan kemejanya, Hana dapat merasakan ereksinya menekan pusarnya. Dia menyeringai tipis membuat lelaki itu  tertawa pelan.

“Kau benar-benar gadis terpanas yang aku temui.”

“Benarkah?”

“Hemm,” jawab lelaki itu singkat, membuat Hana tertawa dan langsung mengeluarkan taring miliknya, sontak membuat lelaki itu sangat terkejut dia berusaha mendorong tubuh Hana akan tetapi kekuatannya tak sebanding dengan kekuatan gadis di atas tubuhnya. Hana langsung menggigit leher lelaki itu dalam sekali gigitan, menghisap darahnya dan membuat lelaki itu kejang-kejang saat darahnya mulai terhisap oleh Hana.

Hampir satu menit Hana menghisap darah lelaki di bawah tubuhnya, dia berdiri dari tubuhnya dan tersenyum miring melihat mata lelaki itu membelalak lebar. Hana mengusap sisa darah yang menempel di sudut bibirnya menyembunyikan kembali taringnya. Hana segera menyamarkan luka gigitan di leher mayat pria itu berharap tidak ada orang yang mengetahuinya.

“Itu balasan untuk lelaki hidung belang sepertimu,” ujar Hana berlalu meninggalkan kamar itu, saat melewati lorong dia bersikap biasa saja kembali menata penampilannya yang berantakan akibat ulah lelaki itu tadi.

Hana kembali ke mejanya di sana Sena dan Hyera masih menunggunya,  melihat Hana yang begitu cepat kembali membuat Sena dan Hyera menatap curiga.

“Bagaimana apa kau benar-benar ‘bermain’ dengannya?” tanya Hyera penasaran.

“Kau gila bagaimana aku bermain dengan pria berumur seperti dia?” Hana kesal dengan pertanyaan Hyera.

Sena menyahut, “Lalu apa yang kau lakukan dengannya tadi?”

Hana menyeringai tipis, “Aku bermain-main sedikit lalu menghisap darahnya.”

Mendengar jawaban Hana mata Sena dan Hyera terbelalak tak percaya, karena sudah lama sekali Hana tidak meminum darah manusia lagi.

“Jangan terkejut, aku hanya memberi hukuman pada lelaki yang berbuat kurang ajar padaku.” Hana kembali meyesap winenya.

“Lalu bagaimana dengan Kyuhyun?” tanya Hyera.

“Aku akan menunggunya sampai dia pulang. Lalu menggodanya.”

“Kau yakin?” tanya Sena.

“Kalian jangan banyak bertanya, lebih baik kalian pulang saja!” Hana benar-benar emosi kali ini karena mengingat Kyuhyun yang menolaknya tadi dia mencengkeram gelasnya dengan erat.

“Brengsek aku harus mendapatkannya!” umpat Hana.

***
Hana menunggu hingga bar itu benar-benar sepi, dia masih menunggu Kyuhyun di depan pintu masuk menggerakkan kakinya yang mulai lelah akibat terlalu lama berdiri. Hampir tiga puluh menit dia menunggu akhirnya Kyuhyun keluar dari bar itu, melihat Kyuhyun senyum mengembang terpancar di wajah Hana akan tetapi reaksi Kyuhyun tetap sama dengan wajah dinginnya.

“Kau lama sekali? Kau tahu aku menunggumu sejak tadi?” Tak ada sahutan dari Kyuhyun, dia terus berjalan melewati trotoar. Hana yang berjalan di sampingnhay masih tak menyerah untuk mendaptakan perhatian Kyuhyun.

“Di mana rumahmu?” tanya Hana lagi.

“Bukan urusanmu,” jawab Kyuhyun ketus.

“Astaga kenapa kau ketus padaku.” Kyuhyun menghentikan langkahnya, Hana pun juga ikut berhenti.

“Kenapa kau terlalu ikut campur masalah kehidupanku?”

“Karena aku menyukaimu.” Hana menjawab dengan wajah tak berdosa membuat Kyuhyun memutar bola mata malas.

“Kau memang gadis tak tahu malu.” Hana hanya terkekeh mendengarnya, dia mendekat ke arah Kyuhyun berjinjit lalu memagut bibir Kyuhyun melumatnya dengan rakus. Sontak hal itu membuat Kyuhyun terkejut saat gadis itu tiba-tiba menciumya, dia masih belum membalas ciuman Hana masih membiarkan gadis itu berulah.

Hal itu membuat Hana kesal dengan pelan dia menekankan tubuhnya pada Kyuhyun meremas kejantannya dan hal itu membuat Kyuhyun semakin tak bisa menahan gairah. Kyuhyun akhirnya membalas ciuman Hana membuat gadis itu menyeringai di sela-sela ciumannya, bibir mereka masih saling memagut satu sama lain secara sepihak Hana menghentikan ciuman itu membuat Kyuhyun mendesah kecewa.

“Kau lihat kau mudah sekali tergoda,” ujar Hana dengan nada mengejek, wajah Kyuhyun tiba-tiba berubah menjadi merah karena malu dia dengan mudahnya tergoda oleh rayuan wanita di depannya.

“Kau salah aku tidak tergoda olehmu. Kau tahu aku tadi hanya menuruti gairahmu saja.” Kyuhyun masih berusaha membela diri akan tetapi hal itu membuat Hana semakin tertawa keras.

“Kau pikir kau bisa menipuku Cho Kyuhyun?”

“Aku maksudmu dengan menipu?” Hana mendekatkan tubuhnya lagi pada Kyuhyun tangannya dia gunakan untuk memegang ereksinya, hal itu langsung membuat Kyuhyun mendorong tubuh Hana.

“Ereksimu tidak bisa berbohong,” ujar Hana dengan nada menggoda, Kyuhyun semakin geram dia mengepalkan tangannya erat.

“Beraninya kau menyentuhku!!” tukas Kyuhyun tajam.

“Apa aku salah melakukan hal itu?” Kyuhyun semkain geram dengan tingkah Hana dia kemudian menarik gadis itu menciumnya dengan rakus seperti yang dilakukan Hana kepadanya, tak hanya itu Kyuhyun juga meremas bokong Hana pelan membuatnya mendesah.

“Itu yang kau ingin, kan?” tanya Kyuhyun dengan menggertakan giginya, sedangkan Hana hanya diam tubuhnya kaku. Tak menyangka ciuman Kyuhyun kali ini membuatnya tak berdaya.

Melihat Hana yang masih diam Kyuhyun langsung meninggalkannya begitu saja, Hana yang sadar Kyuhyun telah berlalau dia berbalik dan berteriak pada Kyuhyun.

“Hei…Cho Kyuhyun tunggu pembalasanku!” Kyuhyun tak menanggapi sedikit pun dia tersenyum sambil melanjutkan perjalanannya, saat melewati sebuah gang dia dihadang oleh dua orang yang berpakaian hitam dan memakai kaca mata hitam.

“Tuan Muda Cho anda harus pulang malam ini juga.” Salah satu pria berkaca mata itu mengatakan pada Kyuhyun.

“Untuk apa aku harus pulang, bulan purnama masih lusa.”

“Tuan Cho sudah menemukan calon pengantin untuk anda,” jelas pria satunya, membuat Kyuhyun mengeluarkan seringainya.

“Katakan padanya aku sudah menemukan calon pengantinku.”

“Tapi Tuan…” Sebelum pria itu menyelesaikan ucapannya Kyuhyun menyelanya.

“Katakan pada Ayahku aku akan membawa pengantinku tepat pada malam bulan purnama,” jelas Kyuhyun sekali lagi.

“Lalu apakah anda tidak ingin pulang?” Kyuhyun merasa kesal karena pengawalnya sejak tadi menanyakan tentang kepulangannya.

“Bukankah aku sudah mengatakan jika aku akan pulang saat malam bulan purnama tiba.”

“Maafkan kami Tuan Cho Kyuhyun.” Kedua pria berjas hitam itu menunduk hormat pada Kyuhyun.

“Lebih baik kalian pulang sebelum ada orang yang melihat kalian.” Kyuhyun langsung meninggalkan kedua pria itu, setelah itu kedua pria yang berpakaian serba hitam itu juga segera meninggalkan tempat itu dan hilang di balik kegelapan.

Sedangkan Hana dengan langkah pelan dia berjalan menuju ke rumahnya, rumahnya tampak gelap karena memang hari sudah malam. Bangunan rumah Hana memiliki arsitektur khas Eropa. Sesampainya dia di dalam rumahnya ayahnya sudah menunggu di ruang tamu dengan tatapan tajam.

“Dari mana saja dirimu?” tanya Lee Hae Min ayah Hana.

Dengan malas Hana menjawab. “Tentu saja mencari kesenangan.”

Tuan Lee berdiri dan menghampiri Hana dengan tatapan penuh amarah, ibunya yang juga berjalan dari arah dapur juga mendekatinya.

“Kau tahu malam ini ada pertemuan dengan Vampire dari Klan Moroi yang akan mengangkatmu sebagai pasangan putranya.” Mendengar perkataan ayahnya Hana mendecakkan lidahnya.

“Aku tidak peduli dan aku juga tidak ingin menjadi pasangan dari Klan Vampire Moroi.”

“Kau harus mau karena takdirmu sudah ditentukan. Klan Dhampir hanya akan menjadi pasangan Moroi,” jelas ayahnya.

“Moroi adalah Klan dari Vampire bengsawan, kenapa mereka tidak mencari dari Klan Moroi juga?” tanya Hana dengan kesal.

“Bukankah aku sudah mengatakan jika kau adalah Vampire terpilih yang akan menjadi penganting dari Vampire Klan Moroi.”

“Aku tidak peduli. Dan aku juga tidak ingin menjadi pengantin dalam waktu dekat.” Setelah Hana mengucapkan itu dia segera meninggalkan ayah dan ibunya yang saling menghembuskan napas. Sifat Hana memang karas kepala tapi mereka harus membujuk Hana agar mau menjadi pengantin Vampire Moroi saat bulan purnama tiba yaitu lusa.

“Aku harap kau sabar menghadapi sikapnya,” ujar Dae Jin ibu Hana.

“Sifatnya benar-benar menurun darimu,” ujar Lee Hae Min frustasi membuat istrinya hanya tersenyum tipis melihatnya.

Di dalam kamar Hana memandang langit yang berwarna gelap, pikirannya melayang memikirkan kejadian saat berada di luar bar tadi, lusa adalah bulan purnama jadi besok malam dia harus bisa tidur dan menghisap darah lelaki itu agar kekuatannya tidak menjadi lemah. Meskipun darah tidak begitu penting baginya entah mengapa aroma tubuh Kyuhyun begitu menggodanya dan membuat jiwa Vampirenya ingin menghisap lelaki itu.

“Sial aku harus bisa merayunya ke ranjang bersamaku setelah itu menghisap darahnya.” Hana mengumpat karena sangat sulit menaklukkan Kyuhyun. Dia berjalan ke arah ranjang merebahkan tubuhnya di sana dan berusaha memejamkan matanya akan tetapi bayangan wajah Kyuhyun yang mencium bibirnya dengan rakus beputar di kepalanya. Bibir Kyuhyun yang beraroma mint masih terasa jelas di bibirnya.

“Aku menginginkanmu Cho Kyuhyun,” bisiknya lirih.

***
Pada sore hari keesokan harinya Hana mulai bersiap-siap untuk pergi ke bar itu lagi, tujuannya adalah malam ini dia bisa merayu Kyuhyun dan bisa tidur bersamanya gairahnya benar-benar tidak bisa dikendalikan. Di keluar dengan pakaian yang tentunya sangat menggoda setiap lelaki yang melihatnya, dia memakai gaun berwarna gold tanpa lengan bahkan belahan dada Hana tampak jelas.

“Kau akan pergi lagi?” tanya ayahnya pada Hana.

“Aku ada urusan dengan tema-temanku,” jawab Hana datar, membuat Hae Min mendesah panjang.

“Tidak bisakah kau selalu di rumah saja,” pinta Hae Min.

“Ayah tenang saja aku akan pulang sebelum jam sepuluh malam.” Hana segera berlari  meninggalkan ayahnya lagi-lagi ayahnya hanya menghela napas panjang melihat kelakukan putrinya.

“Aku harap saat bulan purnama tiba dia mau menjadi pengantin Vampire Moroi,” sahut Jung He ibu Hana yang datang tiba-tiba, Hae Min hanya menganggukan kepala pelan.

“Aku harap juga begitu. Anak itu benar-benar keras kepala.

Sesampainya di Bar Hana, Sena dan Hyera segera memilih tempat duduk yang sedikit gelap karena mereka ingin mengawasi Kyuhyun dari kejauhan. Mereka juga memesan sebotol red wine dan camilan.

“Kau yakin Kyuhyun akan datang tetap bekerja malam ini?” tanya Sena pada Hana.

“Tentu saja aku yakin. Semalam aku hampir saja berakhir di ranjang.” Hana menjawab dengan senyum miring yang terukir di wajahnya. Membuat Sena dan Hyera saling mengerutkan keningnya.

“Apa maksudmu?” tanya Hyera.

“Kami berciuman panas.”

Sena dan Hyera langsung membelalakkan mata tak percaya mendegar ucapan Hana.

“Kalian berciuman?” tanya Sena sekali lagi.

“Ya. Dan akan kupastikan malam ini kami akan berakhir di ranjang, dan setelah itu aku akan menghisap darahnya.”

“Ka-kau akan menghisap darahnya?” tanya Hyera.

“Aroma tubuhnya benar-benar memabukkan,” bisik Hana pelan dengan mata terpejam dia mengingat kembali ciuman Kyuhyun kemarin malam.

“Bagiamana jika dia mati setelah kau hisap darahnya?” Sena kembali bertanya.

“Tidak akan. Aku hanya ingin menjadikan dia Vampire juga dan akan menjadi pengantinku saat malam bulan purnama besok.” Sena dan Hyera saling berpandangan sahabatnya benar-benar terobsesi pada bartender sexy itu.

“Kau lihat dia sudah datang.” Hyera memberi tahu Hana jika Kyuhyun sudah datang dan menggantikan temannya yang satunya. Hana segera menoleh ke arah meja bartender saat melihat Kyuhyun tiba-tiba dia merasakan gelenyar aneh dalam dirinya.
“Aku akan medekatinya.” Hana berdiri menyemprotkan minyak wangi di dada dan di belakang telingannya agar bisa menggoda lelaki panas itu.

“Good Luck!” Sena dan Hyera memberikan semangat pada Hana membuatnya semakain percaya diri untuk bisa membawa Kyuhyun ke ranjangnya malam ini. Hana berjalan mendekat ke arah Kyuhyun dengan tatapan sensual, Kyuhyun belum menyadari hal itu karena terlalu sibuk melayani para tamu yang memesan minuman.

“Berikan aku satu gelas red wine,” ujar Hana ketika sudah berada di meja bartender. Kyuhyun menatapnya dengan tatapan malas karena tak henti-hentinya Hana untuk menggodanya. Kyuhyun segera mengambilkan wine yang dipesan oleh Hana lalu memberikannya wine itu padanya

Setelah Hana mendapatkan segelas red wine dia mulai melancarkan aksinya dengan senyum menggoda dan kata-kata yang cenderung vulgar.

“Jam berapa kau akan pulang?” tanya Hana.

“Setelah ini aku akan pulang karena ada urusan yang harus aku kerjakan.” Hana hanya mengangguk-anggukan kepalanya.

“Bolehkan aku ikut pulang ke rumahmu?” Mendengar pertanyaan Hana Kyuhyun langsung memicingkan matanya pada Hana.

“Kau ingin ke rumahku?” ulang Kyuhyun.

“Jika kau mengizinkan.”

“Aku mengizinkan. Bagaimana kalau sekarang juga?” tantang Kyuhyun hati Hana bersorak bahagia karena usahanya untuk merayu Kyuhyun berhasil.

“Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu?” tanya Hana.

“Itu bisa diatur.” Kyuhyun segera berganti baju dengan baju yang tadi dipakainya, tak butuh waktu lama untuk berganti pakaian. Setelah berganti pakaian Kyuhyun segera menggandeng tangan Hana dengan erat membawanya menuju apartementnya entah apa rencana yang dibuat Kyuhyun untuk Hana. Sedangkan Sena dan Hyera yang menatap dari kejauhan terseyum bahagia melihat sahabatnya berhasil mendapatkan seorang Cho Kyuhyun.

Kyuhyun dan Hana menggunakan mobil saat perjalanan menuju apartement Kyuhyun. Sepanjang perjalanan Hana terus mengagumi mobil yang dipakai Kyuhyun karena Kyuhyun mempunyai mobil yang begitu mewah padahal dirinya hanyalah seorang Bartender.

“Ini mobilmu?” tanya Hana dengan nada tak percaya, Kyuhyun hanya terseyum miring.

“Aku tak menyangkan kau adalah lelaki kaya,” tambahnya lagi.

“Sebenarnya ini semua fasilitas yang diberikan ayaku.”

Hana kembali menyahut, “Lalu kanapa kau bekerja sebagai Bartender jika ayahmu sangat kaya?”

“Karena aku sedang mengincar pengantinku.” Mendengar jawaban Kyuhyun hati Hana seperti ditusuk oleh besi panas, dia merasa tidak rela jika Kyuhyun mengincar wanita lain.

“Pe-pengantin?” Hana membeo.

“Ya. Pengantin yang akan aku jadiakan milikku selamanya.” Hana langsung terdiam tidak bertanya lagi dadanya sudah teramat sesak untuk kembali berbicara, mereka saling diam hingga tak terasa mereka sudah sampai di apartement milik Kyuhyun.

Kyuhyun langsung membawa Hana menuju apartementnya, saat masuk ke dalam apartement tersebut Hana semakin dibuat kagum, arsitek pada apartement itu begitu klasik dan vintage.

“Mau segelas wine?” tawar Kyuhyun, Hana mengangguk pelan tanda mengiyakan. Kyuhyun segera mengambil wine yang sudah berada meja di sisi kursi tamu.

“Minumlah.” Hana segera menyesap wine yang diberikan Kyuhyun.

“Kau tinggal sendiri?” tanya Hana.

“Ya. Ayahku tinggal di mansion miliknya.”

Hana meletakkan gelasnya di atas meja lalu berjalan mendekat ke arah Kyuhyun dia berjinjit dan memagut bibir lelaki itu dengan lembut membuat Kyuhyun tersenyum dalam hati.

“Aku menginginkanmu Cho Kyuhyun,” bisiknya parau.

“Benarkah?” tanya Kyuhyun dengan nada menggoda.

“Ya, bisik Hana sekali lagi nyaris tak terdengar.

Kyuhyun langsung memagut bibir Hana dengan rakus Hana pun segera membalas ciuman itu kerena tubuhnya benar-benar menginginkan Kyuhyun saat ini, bibir mereka masih saling memagut sama lain lidah Kyuhyun masuk membelai lidah Hana membuatnya mengerang pelan. Kyuhyun lalu meletakkan kedua kaki Hana di pinggangnya dan berjalan menuju arah kamar tanpa melepaskan ciuman panas mereka.

Setelah sampai di kamarnya dia merebahkan tubuh Hana dan melepaskan ciuman mereka, membuat Hana sedikit kecewa karena Kyuhyun melepaskan ciuman itu secara sepihak.

“Sabar sayang malam masih panjang,” ujar Kyuhyun diiringi dengan melapas semua pakaiannnya membuatnya benar-benar telanjang. Hana menatap tubuh Kyuhyun dengan tatapan memuja tubuh Kyuhyun benar-benar sempurna dada bidang otot perut yang tak begitu terlihat namun tetap saja membuat kesan sexy pada dirinya.

“Kau ingin aku yang melucuti gaunmu atau kau sendiri yang ingin membukanya?” tawar Kyuhyun dengan senyum miring.

“Terserah padamu.” Lagi-lagi suara Hana begitu lembut membuat Kyuhyun benar-benar ingin memasuki tubuh gadis itu.

Mendengar ucapan hal itu Kyuhyun segera menarik gaun Hana dalam sekali tarikan membuat gaun itu sobek karena gaunnya malam ini lumayan tipis, menelanjangi tubuhnya hingga benar-benar telanjang. Mata Kyuhyun semakin bergelora melihat tubuh telanjang gadis di hadapannya.

“Ka-kau tak memakai pakaian dalam?” tanya Kyuhyun.

Hana tersenyum tipis. “Aku memang sengaja karena aku mempersiapakan semua ini untukmu.”

“Kau canti sayang,” bisik Kyuhyun langsung menindih tubuh Hana mencium bibirnya dengan kasar bibirnya beralih mencium leher Hana menggigitnya pelan. Ciuman Kyuhyun turun ke lekuk payudara Hana, menggigit putingnya yang berwarna merah kecoklatan membuat Hana merintih pelan.

Kyuhyun berdiri lalu merenggangkan paha Hana mulai memposisikan tubuhnya di atas tubuhnya dan mulai memasuki tubuh Hana, Kyuhyun merasakan seperti ada suatu yang menghalangi ereksinya. Dia semakin mendorong ereksinya dan berhasil menembus penghalang tersebut dia juga merasakan cairan hangat mengalir di area pahanya. Sedangkan Hana menggigit pelan bibirnya saat merasakan perih dan ngilu di area kewanitaannya

“Ka-kau…?” Kyuhyun tak percaya jika Hana masih perawan dia tak menyangkan akan hal itu, karena dia pernah melihat Hana bermain dengan lelaki hidung belang.

“Kau terkejut jika aku bukanlah seorang wanita murahan?”

“Maafkan aku.” Kyuhyun lalu mencium kembali bibir Hana dengan lembut membuat keduanya saling memejamkan mata mereka.

“Aku akan bergerak,” ujar Kyuhyun di sela-sela ciumannya.

Kyuhyun mulai mengerakkan tubuhnya di atas tubuh Hana, mereka terus bergerak menikmati aktivitas yang penuh dengan gairah, dan aktivitas yang sangat mereka inginkan. Hana terus mengerang setiap kali mencapai puncaknya, dan Kyuhyun terus mempercepat gerakannya hingga cairan hangat keluar dari dalam tubuhnya dan membanjiri rahim Hana.

Hingga mereka pun tenggelam dalam kelelahan yang mendera tubuh mereka. Kyuhyun ambruk di atas tubuh Hana saat cairan hangat itu masih mengalir di dalam tubuh Hana. Dia masih menikmati moment percintaannya malam ini tubuhnya masih menyatu dengan tubuh Hana. Melihat Kyuhyun yang kelelahan Hana langsung mendorong tubuh Kyuhyun lalu menindih tubuhnya, Hana meyeringai saat melihat Kyuhyun tersenyum padanya.

“Kau masih belum puas juga sayang?” tanya Kyuhyun saat Hana mengangkangi tubuhnya.

“Ya. Aku belum puas sebelum menghisap darahmu,” ujar Hana diiringi dengan taringnya yang keluar dari mulutnya, dia segera berancang-ancang untuk menggigit Kyuhyun akan tetapi Kyuhyun segera membalik tubuhnya dan membuat tubuh Hana yang kini berada di bawah tubuhnya.

“Kau pikir bisa melakukan itu sayang?” tanya Kyuhyun, mata Hana membelalak saat melihat Kyuhyun juga mengeluarkan taring miliknya.

“Ka…” Belum sempat Hana melanjutkan kata-katanya Kyuhyun sudah menggigit leher Hana, menghisap darahnya begitu kuat. Saat gigi taring Kyuhyun menancap tepat di lehernya, Hana memejamkan matanya menikmati saat-saat Kyuhyun menghisap darahnya karena dirinya seperti menghisap bubuk morfin. Hana benar-benar mabuk akan gigitan Kyuhyun dia pernah mendengar jika ada Klan Vampire yang mempunyai gigitan yang mengandung Endorfin yang membuat mangsanya mabuk dan bukannya kesakitan.

Setelah beberapa menit Kyuhyun melepaskan gigitannya pada leher Hana dia bergeser dari tubuh gadis itu, menyeka sisa darah yang masih menempel di sudut bibirnya. Hana yang telah sadar kembali dia langsung bangun dari tidurnya menatap tajam ke arah Kyuhyun, dia memegang bekas gigitan itu.

“Brengsek siapa sebenarnya dirimu?” tanya Hana dengan nada ketus.

Kyuhyun terkekeh pelan. “Aku adalah Vampire dari Klan Moroi. Dan sekarang kau adalah miliku selamanya.”

“Sialan seharusnya aku bisa mengenalimu sejak awal jika kau adalah Vampire juga.” Hana masih mengumpat membuat Kyuhyun semakin tersenyum miring.

“Sayangnya Vampire dari Klan Dhampir tidak memiliki indra penciuman yang tajam seperti Vampire Moroi.”

“Brengsek,” desis Hana tajam.

“Tidak perlu mengumpat sayang. Aku sudah menandaimu dan besok, saat malam bulan purnama tiba kau harus menjadi pengantinku.” Kyuhyun mengatakan hal itu dengan tegas.

“Mimpi saja,” Hana berniat beranjak dari rajang tapi Kyuhyun segera menariknya kembali membuat tubuhnya kembali berbaring di atas ranjang hal tersebut digunakan oleh Kyuhyun untuk kembali memasuki tubuh Hana. Saat penyatuan itu Hana memejamkan matanya.

“Menyingkir dari tubuhku sialan,” desis Hana.

Kyuhyun lagi-lagi terkekeh dan mulai menggerakkan tubuhnya secara pelan membuat Hana memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya karena berusaha menahan desahan yang keluar dari bibirnya.

“Jangan ditahan sayang itu hanya membuat dirimu tersiksa,” ujar Kyuhyun sambil mengecup pipi Hana. Kyuhyun kembali menggerakkan tubuhnya dengan cepat lalu memperlambat lagi membuat Hana benar-benar tersiksa, dirinya benar-benar tidak bisa menahan kenikmatan yang Kyuhyun berikan. Akhirnya Hana menyerah pada gairahnya dia memagut bibir Kyuhyun dengan rakus membuat lelaki di atas tubuhnya tersenyum.

Mereka kembali menikmati percintaan panas mereka desahan dan erangan memenuhi kamar itu bahkan terpaan AC tidak bisa mengimbangi percintaan panas mereka, mereka bercinta hingga dini hari dan berakhir sebelum matahari terbit.

“Aku pinjam kemejamu,” ujar Hana dengan nada datar.

“Tidak bisakah meminta dengan cara yang manis? Aku calon pasanganmu.” Kyuhyun membalas ucapan Hana dengan nada datar juga.

“Aku bukan pasanganmu.” Kesabaran Hana benar-benar habis matanya menatap tajam ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun menghela napas panjang dia lalu mengambil sebuah kemeja berwarna putih dan memberikannya pada Hana.

“Aku akan mengantarmu pulang.”

“Tidak perlu.”

Hana segera memakai kemeja itu dan mengambil tas milinya saat akan keluar pintu, Kyuhyun menyeret tangan Hana membawanya keluar dari apartementya. Membuat gadis itu berontak tapi Kyuhyun tetap tidak peduli. Kyuhyun mendorong Hana ke dalam mobil dia juga segera memasuki mobilnya mengemudikan  mobil itu dengan kecepatan penuh.

“Kau kenapa kau melakukan ini?” teriak Hana.

Kyuhyun tetap diam fokus pada kemudinya hal tersebut membuat Hana semakin kesal akan tingkah lelaki itu yang semena-mena padanya. Tak kurang dari lima belas menit Kyuhyun sampai di rumah yang begitu mewah ternyata itu adalah rumah Hana.

“Untuk apa kau ke sini?” tanya Hana sekali lagi.

“Cepat keluar!” perintah Kyuhyun tegas, Hana keluar dari mobil itu begitupun dengan Kyuhyun. Mereka memasuki rumah Hana pintu langsung terbuka saat mereka masuk ke dalam. Lee Hae Min ayah Hana saat melihat Kyuhyun datang bersama putrinya merasa tidak percaya dia benar-benar terkejut.

“Suatu kehormatan bagi saya Tuan Cho Kyuhyun anda berkunjung ke rumah kami,” ujar ayah Hana sambil menunduk.

“Tidak perlu sungkan. Aku hanya meminta siapkan semuanya untuk upacara pernikahn kami nanti malam,” ujar Kyuhyun dengan nada khas bangsawan.

“Kami sudah menyiapkan semua itu. Pemberkatan akan dilakukan di bukit yang berada di wilayah selatan dari sini.” Hana tak mengerti apa yang dibicarakan Kyuhyun dan ayahnya kenapa mereka sepertinya sudah saling mengenal.

“Apa maksud semua ini?” Hana menggelengkan kepala tak percaya.

“Takdirmu sudah ditentukan Lee Hana. Malam ini kau akan menikah dengan Cho Kyhyun,” ujar ayah Hana.

“Aku tidak ingin menikah dengannya.”

“Kenapa kau selalu keras kepala?” sahut ibunya yang datang dari arah tangga, ibu Hana segera memberi hormat pada Kyuhyun.

“Suatu kehormatan bagi saya Tuan Cho Kyuhyun.” Kyuhyun mengangguk pelan sambil tersenyum.

“Lebih baik kau bersihkan tubuhmu Lee Hana, dan kenapa kau memakai kemeja lelaki?” tanya Jung Hee sambil memicingkan matanya.

“Maaf nyonya Lee sebenarnya kami bermalam bersama,” sahut Kyuhyun dengan nada tak berdosa.

“Kalian bermalam bersama?” Ayah Hana mengulangi kata-kata Kyuhyun.

“Ya. Aku bahkan sudah menandainya sebagai miliku.” Wajah Hana semakin memerah saat mendengar penjelasan Kyuhyun kepada orangtuanya, dia memutuskan untuk pergi saat itu juga naik ke lantai atas dan menuju kamarnya.

“Sekali lagi terima kasih Tuan Cho Kyuhyun,” ucap ayah dan ibu Hana secara bersamaan.

“Bolehkan aku ke kamar Hana sambil menunggu waktu petang tiba. Kau tahu aku tidak bisa terkena sinar matahari terlalu lama? Karena hal itu membuat energiku sedikit berkurang.”

“Tentu saja anda boleh menemuinya, anda adalah calon suaminya.”

“Mulai sekarang jangan terlalu formal kepadaku.” Setelah mengucapkan hal itu Kyuhyun segera menuju kamar Hana, dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Dia melihat sekeliling kamar cat dindingnya berwarna merah. Dia berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya di sana mencium aroma Hana yang tertinggal di bantal itu.

Pintu kamar mandi terbuka, Kyuhyun menoleh ke arah kamar mandi melihat Hana yang hanya berbalutkan handuk sebatas pahanya membuatnya menelan ludah susah payah, kulit Hana yang putih ditambah bekas kissmark membuatnya semakin sexy.

“Ka-kau siapa yang mengizinkanmu ke sini?” tanya Hana dengan nada gugup.

“Aku calon suamimu jadi aku bebas.”

“Cepat keluar!” perintah Hana, bukannya keluar Kyuhyun malah berdiri dan membuka celananya hingga kejantanannya menggantung begitu jelas. Dia berjalan ke arah Hana dan membuatnya mundur beberapa langkah hingga dia tidak bisa mundur lagi karena punggungnya membentur tembok.

Jarak Kyuhyun semakin dekat membuat Hana memejamkan mata saat Kyuhyun mulai mengangkat kaki gadis itu, menyibak handuk yang dipakainya hingga sebatas pinggang lalu melingkarkan kaki Hana di pinggangnya, dia memasukkan ereksinya ke dalam tubuh Hana mendorongnya semakin dalam. Hana menggigit bibirnya saat penyatuan itu.

“Kenapa kau selalu begitu menggoda di mataku,” bisik Kyuhyun tepat di bibir Hana, sebelum bibirnya melumat lembut bibir gadis itu. Kyuhyun terus mendorong miliknya hingga menyentuh titik pusat kedua kaki Hana melingkar di pinggang Kyuhyun. Hana hanya bisa mendesah dan mengerang menerima siksaan yang begitu nikmat dari Kyuhyun. Mereka kembali bercinta, tak puas dengan berdiri Kyuhyun membawa Hana menuju ranjang gadis itu melingkarkan kedua tanganya di leher Kyuhyun dan tanpa melepaskan kontak tubuh mereka.

Pagi itu mereka kembali menyalurkan hasrat liar mereka menunggu hingga malam bulan purnama tiba.

***
Acara pemberkatan pernikahan Kyuhyun dan Hana di lakukan di atas bukit, para Vampire dari Klan Moroi dan Klan Dhampir sudah datang untuk menyaksikan upacara pernikahan tersebut. Salah satu Vampire dari Klan Dhampir mulai menyalakan api unggun di tengah-tengah bukit.

Kyuhyun dan Hana juga sudah berada di tengah-tengah para Vampire, mereka berdua menghadap api unggun yang akan menjadi saksi pernikahan mereka.

“Apakah kalian sudah siap?” tanya Vampire tadi ditemani salah satu Vampire dari Klan Moroi yang membawa sebuah cawan kosong. Kyuhyun hanya mengangguk pelan beda halnya dengan Hana yang menatap malas ke arah api unggun.

“Beriakan tangan kananmu, aku akan mengambil darahmu.” Kyuhyun langsung mengulurkan tangan kanannya kepada Vampire di depannya. Vampire tadi mulai menggoreskan sebuah belati pada telapak tangan Kyuhyun, darah segar mulai mengalir dari telapak tangannya. Vampire yang membawa cawan tadi segera menadahkan cawannya di bawah telapak tangan Kyuhyun, darahnya mengisi cawan tersebut hingga setengah dari diameter cawan itu.

Hana yang melihat itu bergidik ngeri karena dia berpikir pasti rasanya akan sakit jika belati itu menggores tangannya, setelah Kyuhyun selesai Vampire itu beralih menghadap Hana dan meminta Hana untuk mengulurkan tangannya. Akan tetapi dia segera menepisnya.

“Berikan tangan anda nona Lee,” ujar Vampire itu.

“Tidak. Aku tidak mau,” ucap Hana sambil menyembunyikan kedua tangannya ke belakang tubuhnya, kedua orangtuanya yang melihat itu menjadi sedikit kesal karena Hana bersikap seperti anak kecil.

“Jangan kekanakan Lee Hana!” ujar ayahnya tegas.

“Berikan tanganmu Lee Hana,” bisik Kyuhyun, akan tetapi Hana tetap menggeleng.

“Ini pasti mmenyakitkan,” ujarnya pelan.

“Ini tidak sakit.” Kyuhyun juga mulai kesal.

“Aku Vampire dari Klan Dhampir jadi bisa merasakan sakit beda halnya dengan dirimu bodoh,” umpat Hana, Kyuhyun mendesah pelan lalu menarik Hana dan mencium bibir gadis itu dengan rakus. Tangannya memberi aba-aba kepada Vampire untuk mengambil darah Hana, ciuman mereka masih berlanjut bahkan Hana tak sadar jika darahnya sudah diambil oleh Vampire tersebut.

Kyuhyun segera melepaskan bibirnya dari bibir Hana, mengusap sisa saliva yang menempel di sudut bibir Hana.

“Tidak sakit bukan?” goda Kyuhyun membuat Hana mendengus kesal.

Para Vampire yang hadir dalam upacara itu tersenyum melihat tingkah Hana dan Kyuhyun yang menurutnya berbeda dengan pasangan Vampire yang akan menikah.

‘Sekarang kalian minum ini. Sisakan untuk menyiram ke api unggun.” Vampire tadi memberikan cawan berisi darah Hana dan Kyuhyun kepada Kyuhyun terlebih dahulu. Kyuhyun segera menerimanya dan meminum darah itu lalu memberikannya pada Hana, setelah Hana juga meminumnya dia memberikan kembali kepada Vampire tadi.

Vampire itu langsung menyiramkan sisa darah yang berada di cawan tersebut ke api unggun membuat kobaran api semakin besar.

“Kalian sudah sah menjadi pasangan Vampire,” ujar Vampire itu kemudian dia pergi menjauhi mereka. Para Vampire Moroi dan Dhampir bertepuk tangan atas kelancaran upacara pernikahan ini. Mereka bersuka cita dengan saling memeluk satu sama lain.

“Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat,” ajak Kyuhyun, belum sempat Hana menjawab ajakan itu Kyuhyun segera menyeretnya dan berlari ke arah hutan. Sesampainya di hutan Hana melihat sebuah danau berwarna biru yang terkena pantulan sinar rembulan yang membuat pamandangan di dekat danau itu terlihat indah.

“Ini indah sekali,” bisiknya pelan.

“Kau suka?” Kyuhyun bertanya dengan tangan yang melingkari pinggang Hana.

“Aku ingin bercinta di sini,” bisiknya tepat di telinga Hana, membuat Hana manahan senyumannya dia lalu berbalik menatap Kyuhyun mencium lelaki yang kini telah menjadi suami Vampirenya, mencium dengan lembut berusaha menyalurkan cinta melalui ciuman itu.

“Aku pun sama, aku ingin alam yang menyaksikan penyatuan cinta kita.” Mendengar hal itu Kyuhyun langsung mendorong tubuh Hana hingga mereka terjatuh di atas rumput.

“Kau mencintaiku?” Hana hanya mengangguk pelan dengan senyum malu-malu.

“Ya. Aku mencintaimu Cho Kyuhyun, sangat mencintaimu.”

Finished.

Holla bagaimana ceritanya? Absurd? Mual? Bosan? Maafkan oatakku yang mempunyai ide absurd. Tapi saya berharap kalian suka dengan ceritanya, Hihihi. (^ᴣ^) ditunggu kritik dan sarannya. Terima kasih juga untuk Admins FNC yang sudah susah payah dan meluangkan waktunya untuk mempost FF saya, I hope God always blessing you.

See You Next Time….

160 thoughts on “Seducing You

  1. Jdi si Cho itu udh ngincar Hana sbelumnya :O gak nyangka sih klo Cho vampire jga.. Pdhal jga bru kenal lngsung ke pelaminan :v

    Suka

  2. sweet banget .
    aku suka aku sukaaaaaa. Author emang keren kalo soal fantasi nc gini. Ugh like it . Gemes sama mereka kyu jual mahal diawalan sementara hana jual mahal di akhiran. Ugh serasii

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s