Unconditional Love Part 10


hbgc_20151023235950-1

 

Author: Tian Cho

Tittle : “Unconditional Love”

Cast : Cho Kyuhyun | Sarah Lee OC

Others : Lee Jieun | Andrew Choi | Lee Hyukjae | Seo Kang Joon

Category : NC-17, Yadong, Romance, Chapter

 

[UNCONDITIONAL LOVE Part 10]

Sarah berdiri di depan pintu apartemennya, sejak tadi sudah berulang kali ia mencoba memasukkan password namun pintunya tidak mau terbuka.

 

“Kyuhyun sialan! kenapa dia mengganti password rumah orang sembarangan! Seharusnya sebelum pergi ia memberitahuku apa passwordnya…huh!!” Ia mencoba menelpon Kyuhyun namun panggilannya selalu dialihkan. “Aishh…apa sih maunya? Kenapa tidak diangkat?”

 

Sarah beralih mengetikkan pesan untuk Kyuhyun dengan berbagai emot marah. Berbagai sumpah serapah ia tuliskan dalam pesannya. Masih terus mengomel, Ia terus mencoba memasukkan kombinasi angka yang terlintas di kepalanya. Ponselnya tiba-tiiba bergetar, Sarah  buru-buru membukanya.

 

[Merindukanku?]

 

Sarah makin ngedumel setelah membaca pesan yang Kyuhyun kirimkan. Ia mencebik ponselnya dan memukul dinding dengan kepalannya.

 

[Merindukan kepalamu! Berapa passwordnya? Aku lelah ingin segera masuk!]

 

Tak sampai 1 menit, Kyuhyun membalasnya.[Ohya? Memohon dengan manis dulu!]

 

Sarah berteriak tanpa suara, ia kesal karena kejadian hari ini di kantor ditambah Kyuhyun yang sengaja ingin dimakan.

[AKU MOHON!]

 

[Memohon dengan manis, sayang!?]

 

[Kyuhyun kumohon jangan bunuh aku perlahan, berapa paasswordnya?]

 

[Hoho….aku tidak akan membunuhmu tentu saja, hanya memintamu memohon dengan manis! Jika tidak katakan I LOVE YOU]

 

“ohhhh dasar! Anak ini memang menyebalkan sejak lahir, aku harap tidak menikah dengannya atau aku akan memiliki anak seperti Kyuhyun!”

 

“MWO? Menikah denganku?” suara Kyuhyun di dunia nyata tibaa-tiba terdengar dibelakang Sarah, ia menoleh ke kiri namun tidak ada siapapun lalu Sarah menoleh ke kanan dan mendapatkan kecupan di pipinya dari Kyuhyun.

 

Sarah memegang pipinya. “Yakkk!! Apa-apaan barusan?”

 

Kyuhyun tersenyum jahil lalu membuka pintu apartemen Sarah dengan mudah. “Silahkan masuk princess!” ia mengulurkan tangannya namun Sarah melenggang begituu saja melewati Kyuhyun. ia langsung menuju kamarnya dan membaringkan tubuhnya. Sarah melempar sepatunya asal. Kyuhyun melihatnya dengan dahi berkerut.“Wae? Apa terjadi sesuatu?”

 

Sarah melirik Kyuhyun tajam lalu melemparkan bantal tepat di wajahnya. Kyuhyun menangkapnya meski hidungnya agak nyeri terkena lemparan bantal Sarah.

 

“Kau itu masalahnya Cho Kyuhyun! kenapa mengganti passwordku seenaknya? Lalu kenapa kau kemari lagi? Memangnya kau tidak punya tempat tinggal?”

 

Kyuhyun bergerak cepat dan memeluk Sarah dari belakang. “Bagaimana jika aku tinggal disini? Kita bisa tinggal bersama agar kau bisa belajar mencintaiku Sarah..”

 

Sarah merasakan dadanya bergemuruh tidak tepat waktu, bagaimana bisa Kyuhyun membuatnya speechless hanya dengan pelukan dan kata-kata. Sarah belum bisa menggerakkan tubuhnya dan bersusah payah menelan ludah hanya untuk berbicara.

 

“Namja pervert! Kau pasti hanya akan memanfaatkanku sebagai partner ranjangmu kan? Aku tahu otakmu itu dipenuhi oleh hal-hal negatif, tapi belajar mencintaimu? Aku bahkan tidak yakin kau benar-benar mencintaiku!” Sarah tidak berniat mengeluarkan kalimat barusan namun entah kenapa ia merasa marah tanpa alasan saat membayangkan Kyuhyun merayu banyak wanita  seperti yang ia lakukan pada Sarah. bukan hal yang mustahil jika Kyuhyun hanya mempermainkannya.

 

“Aku harus melakukan apa lagi? Aku tidak mengerti jalan pikiranmu Sarah! aku sudah berusaha semampuku untuk menunjukkan perasaanku tapi kau menutup hatimu dan masih tidak percaya. Aku bahkan harus malu mengakui ini adalah pertama kali aku merasa jatuh cinta!” Kyuhyun bangkit dan berjalan keluar kamar. Sarah menoleh dan tiba-tiba merasakan air matanya menetes tanpa alasan.

 

“Pabo!!” gumamnya pelan. Ia mengganti pakaian kerjanya dengan kaos longgar dan celana pendek hitam, rambutnya digulung asal. Sarah keluar kamar dan sangat terkejut melihat Kyuhyun dengan lengan kemeja dilipat tengah memakai apron di dapurnya.

 

“Kyuhyun? sedang apa? Kupikir kau sudah pergi……..”

 

Kyuhyun melirik Sarah dan matanya berhenti saat melihat paha Sarah terekspos, Kyuhyun meneguk salivanya sambil memasang wajah dingin. Masih dengan aksi marah yang cool namun tetap dewasa.

 

Sarah berdiri di sebelahnya, mengintip apa yang Kyuhyun buat. “Woahhh….aku hampir tertipu saat kau berpose didepan kompor dengan menggunakan apron, ternyata hanya membuat ramyun?! Daebakk!!”

 

Kyuhyun tak menanggapi dan masih memasang wajah dingin tanpa ekspresi. Sarah merasa canggung meski telah berusaha mencairkan suasana, ia yakin Kyuhyun masih marah padanya tapi bersyukur Kyuhyun tidak meninggalkannya. Kyuhyun meletakkan panci berisi ramyun diatas meja lalu mengambil 2 mangkuk dan sumpit serta sendok. Ia melepaskan apronnya dan ikut duduk dihadapan Sarah.

 

“Masih marah? Kau sensitif sekali, seperti yeoja!.” Sarah menatap Kyuhyun lekat, sedangkan Kyuhyun mati-matian untuk tidak menghancurkan aktingnya dan terus berusaha cool sambil mengaduk ramyunnya dengan sumpit.

 

“Ohh…..jadi ceritanya tidak mau bicara denganku lagi?” Masih belum ada respon, Sarah berdiri dan berjalan menuju kulkas, ia mengambil satu botol air putih dan meletakkannya diatas meja namun ia sengaja melakukannya dari belakang Kyuhyun. sarah menunduk dan menempelkan pipi mereka, sontak membuat Kyuhyun menoleh dan chu~ ia mengecup samping bibir Kyuhyun.“Masih tidak mau bicara?”

 

Sarah memegang pundak Kyuhyun dari belakang lalu mendekatkan wajahnya dan berciap mencium Kyuhyun. “Ayo menikah!” tiba-tiba Kyuhyun melontarkannya. Sarah membuka matanya, bibir mereka hanya berjarak 3cm dan Sarah menjauhkan wajahnya. Kyuhyun memegang pinggangnya dan menarik Sarah ke pangkuannya. Ia menempelkan bibir mereka agak lama lalu melumat bibir Sarah perlahan. “Ayo menikah!” kata Kyuhyun lagi. Ia kembali menghujani Sarah dengan puluhan kecupan lalu menciumnya intens hingga Sarah kesulitan bernafas.

 

Kyuhyun melepaskan tautan mereka dan menatap Sarah lekat. Hanya menatapnya dalam keheningan. Sarah merasakan jantungnya kembali berulah, ia seolah tersedot kedalam mata Kyuhyun dan tidak dapat merasakan udara disekitarnya, tiba-tiba ia merasa kesulitan bernafas hingga Kyuhyun menciumnya lagi.

 

Kyuhyun mendudukkan Sarah di  kursinya lagi lalu mengambilkan ramyun di mangkuknya. Ia menyodorkannya dengan wajah serius. “Makanlah!! Aku membuatnya dengan cinta, jika tidak percaya buktikan saja setelah memakan ramyun ini kau akan tergila-gila padaku!”

 

Sarah hanya diam, ia masih mencerna apa yang terjadi padanya. Kyuhyun mengambil ramyun di mangkuknya dan mulai menyuapkan ke mulutnya. “Huahh….mashitta!”

 

Sarah meraih sumpitnya dan mulai memakan ramyunnya sesekali ia meniupnya karena masih terlalu panas. “Kenapa harus menikah? Tidak bisakah kita hanya berpacaran?” tanya Sarah tiba-tiba.

 

Kyuhyun menghentikan makannya dan menatap Sarah. “Kau memang sulit dimengerti! Bukankah kau sendiri yang tidak mau dipermainkan? Kau meragukan perasaanku dan sekarang saat aku akan menunjukkan keseriusanku tapi kau malah mempertanyakannya Sarah. jadi apa maumu? Berpacaran saja seperti ini? Kumpul kebo?”

 

“Aku hanya tidak menganggap bahwa pernikahan adalah solusi yang tepat.” Jawab Sarah asal, membuat Kyuhyun mendengus keras.

 

“Jadi apa solusimu? Sebenarnya apa yang membuatmu begini? Restu orangtua? Eomma menyukaimu, dia pasti setuju jika kita menikah. Perasaanku? Aku sangat mencintaimu. Perasaanmu? Aku bisa pastikan kau juga membalas perasaanku jika kita lebih sering bersama.”

 

“Tapi Kyuhyun…………”

 

“Tapi apalagi?!” bentak Kyuhyun sambil menggebrak meja. Sarah terpaku, ini kesekian kali ia melihat sisi lain Kyuhyun saat marah. Pandangan Kyuhyun melembut dan mendekati Sarah, meletakkan kepala Sarah di perutnya. “Mianhae, aku tidak bermaksud membentakmu, kau pasti terkejut? Baiklah kita begini saja asalkan jangan pernah pergi dariku Sarah.”

 

Sarah mematung, ia melihat ramyun mereka yang sudah mengembang. “Aku juga bingung.” Gumamnya pelan. “Sudahlah makan saja!”

***

 

“Apa sebaiknya aku tidak usah ikut Kyu? Pasti akan awkward.” Tanya Sarah pada seseorang yang fokus menyetir.

 

“Mana yang lebih kau khawatirkan? Pertengkaran kalian beberapa hari lalu atau gugup karena bertemu mantan pacar di acara pertunangannya?” kata Kyuhyun tanpa menoleh.

 

“Aku hanya merasakan firasat buruk jika aku kesana, molla!”

 

“Kau datang bersamaku sebagai pasangan, setidaknya Hyukjae sahabatku dan kau mengenal Hyukjae jadi kau juga harus datang. Cukup terus berada disampingku maka tidak akan ada sesuatu yang buruk terjadi, arasso?”

 

Kyuhyun memarkirkan mobilnya dan menoleh pada Sarah, melepaskan seatbeltnya lalu meraih tangan Sarah dan mengecupnya lama, membuat wajah Sarah memanas tiba-tiba. Sarah memalingkan wajahnya kelur jendela. Kyuhyun membukakan pintu dan mengulurkan tangannya.

 

“Bukankah aku sangat romantis? Ayo keluarlah princess!”

 

Sarah meraih tangan Kyuhyun dan keluar dengan anggun. “Gomawo. Barusan adalah drama yang sangat ingin kulakukan. Hahahaha” serunya girang, ia merangkul lengan Kyuhyun dan berjalan bersama menuju ballroom hotel tempat pertunangan.

 

“Acaranya megah juga ya? Memangnya Hyukjae chaebol?” tanya Sarah tanpa ragu.

 

“Jika kujawab ya apa kau percaya?”

 

“Heiiiihh…danghyunhaji! kau kan juga seorang chaebol, biasanya para chaebol akan berteman dengan makhluk sejenis. Aku merasa seperti berasal dari planet Mars.”

 

“Tapi aku menyukai yeoja yang berasal dari Mars.” Jawab Kyuhyun spontan. Sarah terkikik pelan namun ia segera menghentikan tawanya ketika melihat siluet namja yang sangat tidak ingin ia lihat.

 

“Wae? Kenapa wajahmu berubah pucat? Appow?” Kyuhyun menyentuh dahi Sarah dan tidak merasa perubahan suhu. Ia mengernyit dan melihat arah pandang Sarah pada kerumunan orang dan tak menyadari sesuatu yang mencurigakan.

 

Sarah mengambil segelas white wine diatas meja dan meneguknya sekaligus, ia meraih gelas kedua ketika Kyuhyun merebutnya dan meminumnya hingga habis.“Aku tidak menyangka bahwa kau berniat untuk mabuk Sarah Lee.”

 

“Aku hanya haus Kyuhyun, kau sejak tadi dipanggil kesana kemari dan aku lelah terus tersenyum didepan teman-temanmu. Acaranya lama sekali, sejak tadi Jieun dan Hyukjae belum juga keluar padahal aku sudah bosan.” Keluh Sarah dengan mata yang mulai tidak fokus.

 

“Itu mereka turun bersama!” seru Kyuhyun sambil menunjuk tangga dimana Jieun dan Hyukjae melangkah bersama dengan penampilan terbaik. Tepuk tangan sangat riuh termasuk Sarah dan Kyuhyun yang ikut bertepuk tangan. Sarah merasa aneh karena ia sangat bahagia melihat Jieun bersanding dengan pasangannya. Bukankah seharusnya ia cemburu jika ia memang mencintai Jieun?

 

“Bagaimana perasaanmu? Jika sakit, aku rela menjadi obatnya.” Bisik Kyuhyun sembari mengecup pipi Sarah.

 

“Sayangnya aku merasa sangat bahagia.”

 

Kyuhyun menoleh cepat. “Mantan pacarmu bertunangan dengan namja lain dan kau bahagia? Woahhh…..aku jadi takut mendengarnya.”

 

“Takut kenapa? Bukankah ini hal bagus?” Sarah menjawab dengan mata terfokus pada Jieun dan Hyukjae yang tengah menyematkan cincin ditangan masing-masing. Hyukjae tampak tidak kesulitan memasangkan cincin di tangan Jieun namun Jieun sangat lama hanya untuk memasukkan cincin bahkan Hyukjae harus membantunya. Wajah Jieun tak menunjukkan senyum sedikitpun.

 

“Aku takut kau juga akan merasa bahagia jika aku bersama yeoja lain.” Sarah mendongak, melihat wajah Kyuhyun dari samping, ia merasa hatinya perih seperti baru saja turun dari roller coaster saat mendengar pengakuan Kyuhyun. ia kembali menatap Jieun dan Hyukjae yang tengah digadang-gadang untuk berciuman.

 

“Jangan konyol Kyuhyun! bukankah kau tidak akan meninggalkanku?” jantung Sarah berulah lagi, ia gugup dengan pertanyaan yang ia ajukan seolah apapun yang Kyuhyun katakan akan membuatnya tidak siap. “Kenapa mereka disuruh berciuman seperti pasangan menikah saja! Memangnya ini Amerika?”

 

“Aku memang tidak akan meninggalkanmu dan kita berada di Mars bukan Amerika.” Kyuhyun mencium bibir Sarah cepat, tepat ketika Hyukjae mencium Jieun dan suasana riuh dengan tawa dan tepuk tangan meriah. Sarah terbelalak kaget karena Kyuhyun menciumnya ditempat umum tanpa pemberitahuan. Kyuhyun menjauhkan wajahnya sambil mengusap bibir bawahnya.

 

“Kau menciumku ditempat umum? Sialan kau! Aku sangat malu jika ada yang menyadarinya.” Omel Sarah pelan, ia terus memukul lengan Kyuhyun karena hanya terkekeh pelan sambil bertepuk tangan seperti para tamu lainnya dan berpura-pura tidak ada yang terjadi diantara mereka barusan.

 

“Siapa yang menyadari? Mereka lebih tertarik melihat King and Queen.” Jawabnya santai, Kyuhyun malah membalas sapaan temannya yang berada tak jauh dari mereka dengan senyum lebarnya.

***

 

Sarah merasa sesak didalam, ia menyelinap keluar ketika Kyuhyun ke toilet. Setelah menemui Jieun dan Hyukjae dan memberi selamat pada keduanya, Sarah tidak dapat melihat Jieun dimanapun. Ia bahkan masih ingat bagaimana wajah shock Jieun saat ia dan Kyuhyun menemui mereka. Mata Jieun nyaris keluar dan wajah putihnya berubah merah seperti darah, bahkan Sarah bisa melihat otot-otot Jieun yang terlihat karena tubuhnya menegang sekaligus menahan emosi.

 

Sarah mendengus tepat setelah ia duduk di bangku taman. Ia merasa bersalah pada semua orang, Sarah mendongak menatap langit dan matanya terhenti di balkon kamar  yang menurutnya terletak di lantai 3, ia melihat sosok yang sama seperti yang ia lihat saat baru masuk ke ballroom. Namun karena jarak yang cukup jauh, Sarah tidak bisa memastikan bahwa itu adalah namja yang ia kenal atau bukan. Ia sadar jika sosok diatas juga tengah melihat kearahnya.

 

“Bagus eonni, aktingmu tampak alami!” suara Jieun membuat Sarah mencari sosok yeoja mungil yang memakai gaun berwarna biru itu.

 

“Apa yang kau lakukan disini Ji? Pestamu belum berakhir, lagipula Hyukjae dan eommamu pasti akan mencarimu!”

 

Jieun tak menghiraukan kata-katanya dan duduk disebelah Sarah. “Lalu apa peduliku jika mereka mencari? Aku hanya menginginkan eonni! Kau tahu betapa marahnya aku saat melihat eonni bersama Cho Kyuhyun? tapi aku yakin eonni hanya berkamuflase sepertiku kan?”

 

“Busunsuriya? Aku tidak mengerti Ji…….”

 

Jieun menangkup kedua pipi Sarah dan mendekatkan wajah mereka. Sosok yang berada di balkon yang memang memperhatikan Sarah sejak tadi tiba-tiba tersedak salivanya sendiri saat melihat Jieun mulai mencium Sarah penuh gairah. Sarah tak bisa bergerak karena terlalu terkejut, Jieun bermain dengan lidahnya dan memeluknya erat.

 

“Jieun lepas!!!” bentak Sarah setelah berhasil mendorong Jieun. Namun Jieun tak berhenti disitu, ia menerjang Sarah dan kembali menciumnya sampai Kyuhyun menarik tubuhnya dan memisahkan mereka.

 

Kyuhyun menarik Sarah tanpa suara.“Jangan menyentuh yeojaku lagi Lee Jieun-ssi! aku bersikap lunak karena kau seorang yeoja.” Suara Kyuhyun terdengar sangat dalam dan begitu mengancam. Jieun terpaku melihat Sarah yang merangkul lengan Kyuhyun dan mengajaknya berjalan menjauh. Jieun melihat Sarah lebih memilih Kyuhyun dan meninggalkannya.

 

“EONNNIIIIII!!!!!” Teriaknya disela tangisannya, ia melihat Kyuhyun merengkuh pinggang Sarah dan keduanya berjalan dengan sangat mesra tanpa mempedulikannya.

 

“Jangan menoleh atau aku akan membuatmu tidak pernah melihat Jieun lagi Sarah!”

 

“Tapi Kyu……..”

 

“Kau barusaja ketahuan berselingkuh dan berani membantah?” Kyuhyun mengacungkan telunjuknya tepat didepan hidung Sarah.

 

“Aku tidak melakukannya, Jieun yang menciumku. Aku tidak memulainya Kyu!” Kyuhyun membuka pintu mobilnya dan mendorong Sarah masuk, ia berlari kecil dan masuk ikut masuk. Sarah tengah memasang sabuk pengamannya sambil terisak, ia bahkan tak bisa memasukkan dengan benar karena matanya tertutupi air mata.

 

Kyuhyun menahan tangannya dan memeluknya. “Aku hanya meninggalkanmu ke toilet, tak sampai 3 menit tapi kau sudah menghilang, aku terlalu hancur ketika menemukanmu berciuman denga Jieun!” bisik Kyuhyun.

 

Sarah menyembunyikan wajahnya di cerukan leher Kyuhyun, menghirup feromon maskulinnya. “Aku hanya keluar untuk mencari udara, aku tidak tahu jika Jieun mengikutiku. Dia yang memulai bukan aku!” jawab Sarah sambil terus terisak.

 

Kyuhyun mengusap rambutnya, ia merasa bersalah karena harus marah dan menjadi bukan seperti dirinya di hadapan Sarah. setelah Sarah lebih tenang, ia mulai mengantarkannya pulang.

***

 

Andrew menunggu Sarah sejak tadi namun berulang kali memencet bel tetap tidak ada jawaban, ia memilih menunggu Sarah didalam mobilnya di basement. Ia melihat mobil yang cukup familiar terparkir tak jauh darinya, Kyuhyun keluar dan membuka pintunya. Ia menggendong Sarah ala bridal style karena Sarah masih sesenggukan. Sarah mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun dengan high heelsnya digantung di jari-jari tangannya. hal itu membuat Andrew murka. Ia membuka pintu dan nyaris keluar namun sadar jika ia tiba-tiba merebut Sarah, Kyuhyun akan curiga dan ini tidak baik untuknya. Dengan perasaan geram, Andrew menunggu hingga Kyuhyun kembali ke mobilnya.

 

Kyuhyun menurunkan Sarah dan memasukkan passwordnya. “Jadi berapa passwordnya? Kau harus memberitahuku Kyu!”

 

Kyuhyun membuka pintu dan membiarkan Sarah masuk lebih dulu. “Tanggal lahirku sayang, kau tidak boleh mengubahnya dan harus selalu mengingat ulangtahunku!”

 

“Kekanakan sekali! Memangnya kita anak ABG yang harus selalu mengingat tanggal ulangtahun masing-masing, berapa tanggal jadian, kapan tanggan first kiss, kapan tanggal 100 hari, kapan pertama kali bertemu, kapan pertama kali bertengkar? Seperti itu? Otakku akan penuh dengan sampah jika harus mengingat banyak hal tidak penting Kyuhyun!”

 

“Jadi maksudmu aku tidak penting?” Sarah diam dan tiba-tiba merasa bersalah, padahal ia tidak berniat mengatakannya, ia hanya berdalih karena masih merasa malu setelah Kyuhyun memperlakukannya dengan manis.

 

“03011988. Ingat saja itu arasso?! Sudah lebih baik kau segera mencuci muka dan tidur. Aku harus pulang.”

 

Sarah melotot merasa tidak siap ketika Kyuhyun tiba-tiba akan meninggalkannya. “Pulang?” ujar Sarah membeo.

 

“Tadi Sungmin menelpon, aku harus ke Jepang untuk meeting dan pesawatnya keberangkatan pertama pukul 4. Jika menginap disini aku yakin aku bisa kesiangan itu warning dari Sungmin yang melarangku tidur disini.” Jawab Kyuhyun panjang lebar. Sarah mengangguk pelan.

 

“Berapa hari?” tanyanya cepat dengan mata berkaca-kaca. Kyuhyun tersenyum bodoh melihat wajah Sarah saat ini.

 

“Kau pasti tidak rela jika aku pergi, apa sebegitu merindukanku? Auuuchhh….neomu kiyoewo!” Kyuhyun mencubit kedua pipi Sarah sambil menggesekkan ujung hidung mereka.

 

“Berapa hari?” ulang Sarah terdengar menuntut.

 

“4 hari sayang, kuharap kau selalu baik-baik saja dan jangan macam-macam selama aku pergi arasso!?” Kyuhyun mencium puncak kepala Sarah lalu memeluknya erat. “Aku pasti merindukanmu, andai saja kau bisa mengambil cuti aku pasti akan mengajakmu.”

 

Sarah menggeleng pelan. “Aku akan naik jabatan, lagipula 3 hari lagi direktur baru kami akan datang jadi banyak hal yang harus kupersiapkan. Kau hati-hati Kyu. Pulanglah! Kau juga harus beristirahat.”

 

Kyuhyun melepaskan pelukannya lalu menatap Sarah. “Kenapa menatapku seperti itu? Kau tahu jika tatapanmu mengundang untuk diserang?”

 

Sarah menggeleng. “Mianhae soal semuanya, tentang Jieun dan  tentang perkataanku yang menyakitimu Kyu. Pulanglah!”

 

Kyuhyun hanya diam lalu memeluknya lagi. “Aku akan mengutuk Andrew yang mengirimku ke Jepang dan membuatku harus terbang pukul 4. Aku janji setelah kembali akan balas dendam padanya.”

 

Sarah diam tak menanggapi apapun terutama menyangkut oppanya. Kyuhyun mengusap rambut Sarah sebelum benar-benar meninggalkan apartemen Sarah. Andrew masih di basement saat melihat Kyuhyun masuk kedalam mobilnya, setelah Kyuhyun pergi barulah ia mulai naik ke lantai 8. Sarah baru saja melemparkan dirinya diatas kasur ketika bel apartemennya berbunyi. Dengan semangat, Sarah berlari menuju pintu dan membukanya.

 

“Ada apa lagi Kyu?” senyumnya memudar ketika mendapati wajah masam oppanya. “Oppa?” pekik Sarah tak percaya jika Andrew akan secepat ini mendatanginya setelah insiden Jieun beberapa hari lalu. Sarah pikir oppanya akan marah padanya bertahun-tahun karena sangat kecewa.

 

“Kenapa wajahmu berubah? Mengharapkan Kyuhyun?” sindir Andrew penuh penekanan, ia langsung nyelonong masuk dan membuka kulkas, mengambil sekotak orange juice dan meneguknya tanpa permisi. “Aku sudah memutuskan, sebaiknya dirimu pindah apartemen Sarah! Oppamu ini sudah menyiapkannya dan kau tinggal menempati saja.” Kata Siwon tanpa basa basi. Sarah berjalan mendekat masih dipenuhi tanda tanya di otaknya.

 

“Mworaguyo oppa? Pindah? Waeyo? Aku suka disini, lagipula lebih dekat dengan kantorku oppa.”

 

Andrew mendelik tak suka mendengar Sarah membantah. “Kau menurut saja! Disana tempatnya lebih nyaman, lebih luas dan lebih aman. Karena sekarang oppa sudah menemukanmu jadi biarkan oppa bertanggungjawab atas dirimu Sarah!”

 

“Tapi oppa,  aku tidak suka diatur seperti anak kecil lagipula aku sudah 23 tahun dan cukup mampu untuk menghidupi diriku sendiri. Oppa tidak perlu repot-repot membelikanku apartemen baru.”

 

Andrew kembali mendelik kali ini lebih garang sehingga membuat Sarah menciut. “3 hari lagi, oppa memberimu 3 hari untuk berkemas. Satu lagi! Hentikan dramamu dan Kyuhyun apalagi dengan yeoja kemarin siapa namanya Lee Jiyoon atau siapalah!”

 

“Lee Jieun oppa! Drama apa? Aku tidak sedang syuting.”

 

“10 tahun kita terpisah Sarah, kuharap kau bisa menghargai waktu yang terlewatkan. Oppa hanya ingin yang terbaik untukmu.” Andrew mengusap rambut Sarah penuh kelembutan, ia begitu merindukan adiknya yang sangat mirip eomma mereka.

 

“Apa yang tidak kuketahuui oppa? Kenapa kau merebut jabatan Kyuhyun? apa ini tujuanmu?”

 

Andrew menghentikan kegiatannya, ia memalingkan wajahnya kearah dapur. “Aku tidak merebut, Yura yang memberikannya padaku. Kau terlalu memihak Kyuhyun dan menganggap oppamu seperti tokoh antagonis!”

 

“Tapi Kyuhyun lebih berhak oppa, ada apa sebenarnya? Apa ini ada hubungannya dengan Kyuhyun maksudku kematian eomma dan appa?” tanya Sarah penuh selidik, ia menatap mata Andrew yang berusaha menghindarinya, Sarah mencari kebenaran dari tatapan mata oppanya. “Jelaskan padaku oppa!”

 

“Jika oppa menjawab tidak ada hubungannya dengan Kyuhyun, apa kau akan percaya?”

 

Sarah menggeleng.  “Lalu kenapa oppa seperti membencinya?”

 

“Aku tidak membencinya Sarah, aku hanya tidak menyukainya sebagai anak dan sebagai namja. dia sangat sombong dan tidak menghargaiku sedikitpun lagipula dia pasti akan mencampakkanmu sebentar lagi. Oppa hanya tidak mau kau menangis.”

 

“Kalau begitu oppa merestui hubunganku dan Jieun?” Sarah menggeser duduknya dan meraih orange juice yang tadi sempat diminum Andrew, Sarah meminum sisanya hingga habis.

 

“Absolutely not!! Apa kau jadi aneh karena para pembunuh itu memberimu obat atau sesuatu yang membuat otak bergeser Sarah? itu hubungan tidak normal, bagaimana bisa sesama yeoja saling mencintai, itu hal paling gila setelah Jack Sparrow yang tidak pernah bisa mati!”

 

Sarah tersenyum miring mendengarnya. “Kalau begitu aku memilih Kyuhyun, dia baik dan menyayangiku, dia tidak seburuk yang oppa bayangkan. Dia memang childish tapi kadang cukup dewasa dan selalu mengalah. Aku menyukainya.”

 

Andrew mendengus kasar. “Terserah kau saja! Lelah bicara dengan orang keras kepala. Yang jelas 3 hari lagi kau harus pindah dari tempat ini Sarah! oppa tidak bisa lama-lama karena istri tercinta sudah menunggu.”

 

Sarah pura-pura muntah setelah mendengar kata istri tercinta terlontar dari bibir Andrew barusan. “Pulanglah! Tidur yang nyenyak dengan eomonim dan jangan ganggu hubunganku dan Kyuhyun jika hubungan oppa bahkan lebih absurd. Aku tidak bisa membayangkan oppa meniduri eomonim, ck ck ck ck.”

 

Andrew mendelik mendengar kalimat sarkatis yang diucapkan adiknya. “Aku juga tidak bisa membayangkan saat Kyuhyun meniduri adikku yang manis. Rasanya ingin segera mematahkan kedua tangannya!”

 

“Ohya? Dalam semua cerita, pasangan serasi itu pangeran dan puteri bukan pangeran dan ibu suri. Dasar aneh teriak aneh!” balas Sarah tak kalah sengit.

 

“OHHO! Lalu apakah ada pasangan puteri dan puteri? Bukankah itu lebih aneh?”

 

“Itu masa lalu kenapa diungkit-ungkit? Oppa memang tidak berubah, selalu menyebalkan! Pulang sana! Dicari eommamu disuruh minum susu! Hus hus hus!”

 

Andrew bangkit dan berjalan menuju pintu namun masih sempat mengoceh. “Kau yang memulai Sarah, tapi kau yang kesal sendiri!”

 

BLAM

 

Sarah mencebik dan berlagak menendang udara. Ia kesal dengan ejekan oppanya tentang hubungannya dan Jieun. Bagaimanapun hal terbaiknya adalah Andrew sudah tidak marah padanya dan hal terburuknya, ia akan terus berada dibawah otoriter oppanya.

***

 

Sarah kesal karena barusaja Andrew mengiriminya pesan gambar berisi foto Kyuhyun dan 2 orang yeoja cantik tak dikenal. Selama di Jepang,Kyuhyun sama sekali tak menghubunginya. Sarah tak bisa berhenti membayangkan hal aneh tentang Kyuhyun. ia meletakkan kepalanya diatas meja kerjanya.

 

“Ahhh kenapa aku tak bisa berhenti memikirkan sampah tak berguna?” rutuknya pelan, Sarah meniupi poninya saat secarik surat mendarat didepan matanya. Ia mendongak pada rekan kerjanya Han Seo Yoo yang barusaja meninggalkan mejanya.

 

Sarah membukanya dengan perasaan gugup setengah mati, ia menutup matanya sambil mengintip dari sedikit celah saat membuka lembaran kertas tersebut. Sera yang tiba-tiba berada dibelakangnya berteriak.

 

“Omo, Chukkae Sarah!” hal ini menimbulkan perhatian dari rekan kerjanya yang lain. Sarah terbelalak melihat kenyataan bahwa ia naik jabatan menjadi chief editor.

 

Sohyun dan Dahyun mendekat, mereka ikut berteriak sambil memeluk Sarah yang masih speechless. Beberapa diatara rekannya memberi selamat dan beberapa diataranya mencibir nyinyir karena Sarah belum genap 2 tahun bekerja di Foccus publisher dengan prestasi yang biasa saja namun bisa naik jabatan dengan mudah. Banyak rumor mulai bermunculan seperti Sarah yang menggoda atasan, Sarah yang memiliki koneksi orang dalam, Sarah yang ini dan itu dan sebagainya.

 

“Jangan dengarkan mereka! Aku tahu kau bukan tipe yeoja seperti itu, sekali lagi chukkae! Kita harus merayakannya dengan makan-makan!” kata Dahyun dengan wajah ceria. Sera dan Sohyun mengangguk setuju.

 

Setelah pulang kerja mereka berempat benar-benar makan bersama di resto BBQ. Mereka tidak tahu sejak kapan menjadi lebih akrab dan ternyata cukup nyaman mengobrol apapun. Sera sudah lebih fleksibel dan tidak kekanakan seperti sebelumnya. Namun Sarah harus mengutuk dewa Zeus karena dari sekian tempat BBQ kenapa haru disini, Jieun dan Hyukjae makan bersama. Jieun menatap tajam pada Sarah yang asyik mengobrol sambil tertawa lepas dengan teman-temannya.

 

Hyukjae mengenali Sarah dan memberi salam sekedarnya lalu duduk di meja yang tak jauh dari mereka. Jieun masih menatap Sarah dengan mata yang hampir melotot, ia bahkan tak menghiraukan jika Hyukjae menyadarinya. Sarah sangat tahu jika Jieun tengah menatap kearahnya terang-terangan, namun ia pura-pura tetap asyik dengan teman-temannya.

 

Dahyun melihat Jieun dan menyadari sesuatu dan berbisik. “Omo! Aku ingat yeoja itu, iya benar yeoja itu pernah mengatakan bahawa ia seorang lesbi saat di cafe depan kantor, sayangnya aku tak melihat jelas wajah pasangan yeojanya. Lihat saja wajahnya sangat tidak bersahabat, tapi kurasa dia memperhatikan kearah sini.”

 

Sarah menahan nafas merasa ke-gap ternag-terangan. Dahyun menambahi. “Tapi kenapa dia keluar dengan namja tampan? Sarah kau mengenal namja itu kan? Tadi dia menyapamu, tapi yeojanya sangat sombong. Aku yakin sekali itu dia yeoja yang mengaku lesbi.”

 

Sarah menggeleng, membuang kegugupannya. “Ahhh? Ahahaha….aku hanya mengenalnya karena ia sahabat namjachinguku tapi aku tidak tahu masalah lesbi itu. Mereka mungkin hanya bercanda waktu itu Dahyun-ah.”

 

Sera tiba-tiba nyeletuk. “Jadi dia sahabatnya Cho Kyuhyun?”

 

“Cho Kyuhyun?” tanya Dahyun dan Sohyun bersamaan menatap Sera. “Ne Cho Kyuhyun, Sarah bilang namja itu kan sahabat namjachingunya, Cho Kyuhyun.”

 

“MWO????!!!” teriak Dahyun dan Sohyu bersamaan, beberapa pelanggan menoleh kearah mereka dengan tatapan aneh termasuk Jieun dan Hyukjae.

 

Sarah memejamkan matanya sambil menginjak kaki Sera hingga membuat Sera mengaduh. “Yakkk….kenapa menginjak kakiku Sarah? appoww!!”

 

“Kau yang kenapa! Kan sudah kubilang jangan membuat gosip atau menciptakan sensasi tentangku. Apalagi membawa Kyuhyun.”

 

“Jadi benar Sarah? kau memanng berpacaran dengan Cho Kyuhyun namja hot?” tanya Sohyun sangat penasaran. Begitupun Dahyun yang terus memberondongnya dengan berbagai pertanyaan.

 

“Mianhae Sarah, kupikir kita sudah dekat seperti sahabat karena itu sudah seharusnya kita berbagi rahasia. Aku juga akan mengakui sesuatu.” Kata Sera.

 

“Mwo dtoo?” ujar Sarah dengan nada sinis.

 

“Aku dijodohkan dengan calon direktur baru kita, sebenarnya pamanku adalah mantan direktur Foccus, Jung Ji Moon. Setelah kematian samchoon, Dongwoo grup mengambil alih Foccus.”

 

“Doubel MWO!!!????” pekik Dahyun dan Sohyun bersamaan. Sarah mendengarnya dan menyimpan informasi ini, ia tidak tahu kenapa firasatnya mengatakan sesuatu yang tidak mengenakkan akan terjadi.

 

Jieun pergi ke toilet dan berjalan melewati belakang punggung Sarah lalu tiba-tiba terpeleset mengenai Sarah yang sontak menoleh. “Toilet!” bisik Jieun pelan. Jieun meminta maaf dan kembali melanjutkan langkahnya ke toilet.

 

“Tuh kan aneh yeoja itu, aku berani bertaruh jika ia sengaja terpeleset!” ujar Dahyun penuh ambisi untuk kembali menggosipkan Jieun. Sarah diam dan beberapa saat kemudian mengikuti Jieun ke toilet.

 

Ia baru membuka pintu ketika Jieun buru-buru menariknya dan langsung mengunci pintunya. Jieun memeluk Sarah erat. “Eonni, bogoshippeoyo!” bisiknya lirih.

 

Sarah membalas pelukan Jieun, membuat Jieun tersenyum lebar. “Eonni, aku tertekan dengan Hyukjae yang terus menerus mengajakku kencan. Aku merindukan saat saat kita menghabiskan banyak waktu bersama eonni.”

 

Sarah mendorong bahu Jieun sembari menatap matanya lekat. “Ji, kita sudah berakhir. Kumohon biarkan aku menjalani kehidupan normal, kau juga! Aku akan tetap selalu ada untukmu sebagai eonni tapi bukan seperti hubungan kita di masa lalu.”

 

Jieun kembali mendekap Sarah namun kalah cepat dari Sarah yang sudah membuka pintu dan melesat keluar. Hal pertama yang ia tuju hanya membayar bill makanannya, Sarah melirik teman-temannya masih asyik mengobrol dan Jieun belum menunjukkan tanda bahwa ia sudah keluar toilet.

 

“Bisa lebih cepat? Aku sedang buru-buru!”

 

Sarah memandang pelayan dengan gemas saat terlihat amatiran hanya menggesek kartu kredit saja. Setelahnya Sarah berjalan secepat mungkin untuk keluar tanpa ada yang menyadari. Sarah bernafas lega saat sudah berhasil masuk kedalam taksi. Ia segera mengirim pesan kepada teman-temannya jika ia pulang lebih dulu. Mereka membalasnya dengan protes namun Sarah mengacuhkannya dan memjawab jika sudah membayar makanannya. Masalah selesai!

***

Sarah baru sampai di apartemennya ketika melihat Andrew sudah berdiri dengan tampan di depan pintu.

 

“Oppa? Wea geurae?”

 

Andrew menoleh, mencari sumber suara. “Eoh wasseo? Cepat buka pintunya! Seharusnya aku tahu passwor apartemen adikku!”

 

“Passwordnya ulangtahun Kyuhyun, dia yang menggantinya.” Jawab Sarah acuh sambil membuka pintu. Andrew tampak mendelik tak percaya mendengarnya. Sarah bisa mendengar jika Andrew mengucapkan sumpah serapahnya sebelum masuk.

 

“Cepat kemasi barang-barangmu, jasa pindahannya akan datang sebentar lagi Sarah!”

 

“MWO? Pindah sekarang? apa-apaan ini oppa? Kenapa mendadak sekali eoh?” Sarah melemparkan sepatunya sambil memprotes keputusan sepihak oppanya. “Oppa bilang 3 hari lagi? Ini baru hari kedua!! Aku juga belum memberitahu pada pemilik apartemen jika akan pindah, aku harus menarik depositoku juga darinya oppa!”

 

“OHO! Berani membantah sekarang? besok hari ketiga sama saja lagipula ini sudah malam, aku oppamu yang akan mengganti deposito apartemenmu. Cepat kemasi tidak usah banyak cingcong!” Andrew mendorong punggung Sarah kekamarnya, ia menelpon asistennya untuk datang membantu. Sarah baru saja berganti dengan pakaian casual, ia keluar kamar sambil menguncir rambutnya.

 

“Omona! Aku hanya masuk kekamar 10 menit dan apa-apaan ini? Rumahku berisi 10 namja tak dikenal?”

 

Sarah tak berkedip saat melihat para namja dari jasa pindahan dengan cekatan mengemasi barang-barangnya yang tidak banyak, salah satu dri mereka hendak masuk kekamar Sarah namun Andrew mencegahnya dan merebut box ditangannya. Sarah masih berdiri didepan kamarnya dengan wajah polos memandang oppanya dengan tanda tanya. Andrew menyerahkan box pada Sarah.

 

“Kau bisa mengemasi barang pribadimu kan adikku sayang? Lakukan dengan cepat!” Sarah langsung masuk dengan box di tangannya, ia juga tidak tahu kenapa merasa sangat terancam dengan perintah Andrew barusan.

 

Sarah mengemasi barang-barangnya kedalam box dan pakaian ia masukkan kedalam koper. Hanya memerlukan waktu 2 jam, apartemen Sarah sudah kosong. jasa pindahan sudah membawa pergi barangnya, hanya tersisa Sarah dan Andrew disini.

 

“Oppa, kenapa aku tidak bisa mengatakan bahwa aku adikmu?” tanyanya tiba-tiba. Andrew ikut mendudukkan dirinya di lantai sebelah Sarah.

 

“Kau pikir kenapa aku mengganti namaku?” Andrew malah balik bertanya, Sarah menoleh binggung sambil menggeleng.

 

“Kau saksi pembunuhan Sarah, aku juga. Yang jelas kita berhubungan dengan konspirasi kejam, jika mereka tahu kita masih hidup mungkin mereka akan mulai memburu kita. Aku sudah bersembunyi dan menyiapkan diri selama 10 tahun, alasan kenapa aku memilih menjadi jaksa juga karena hal ini. Kau juga, tetaplah hidup anak yatim piatu dari keluarga Lee, jangan sampai terlihat!”

 

Sarah mencerna penjelasan Andrew dan membenarkan apa yang Adrew katakan. Alasan kenapa ia bertahan hidup karena menjadi cucu Lee halmeoni.

 

“Kita ke rumah barumu sekarang? oppa tidak bisa pulang larut karena……”

 

Sarah langsung memotong ucapan Andrew. “Istri oppa menunggumu dengan lingerine di tubuhnya? Begitu? Ohhh astaga aku inggin muntah membayangkannya!” Sarah bangkit dan berjalan lebih duluu meninggalkan Andrew.

***

“Woahhh daebakk! Pemandangan kota malam hari sangat indah dari sini, apa ini alasan oppa membelikanku apartemen ini?”

 

“Tidak sepenuhnya salah, akan oppa tunjukkan kamarmu!” Andrew menarik adiknya menuju ruangan yang sudah ia desai khusus untuk Sarah.

 

“Oppa ini luar bisa! Luasnya bahkan sama seperti sluruh luas apartemen lamaku, hahaha!”Seru Sarah girang, ia berkeliling sambil terus mengagumi interior dan perabotan didalamnya.

 

“Kau pikir oppa di belahan bumi mana yang tega membiarkan adik satu-satunya hidup ditempat yang tidak layak? Aku jadi bingung dengan Cho Kyuhyun, bukankah dia kekasihmu tapi kenapa tidak membuat banyak perubahan?”

 

Sarah menyipit kesal saat oppanya mulai mengungkit tentang Kyuhyun dan berakhir menjelekkannya. “Bukan dia yang salah, tapi aku yang tidak mau! Sudahlah oppa, bukankah istrimu sudah menunggu? Pulang sana!”

 

Andrew malah menarik Sarah keluar kamar, ia menunjuk satu kamar yang terlihat terkunci. “Itu kamar pribadiku, oppa akan kemari dalam rentang waktu tidak tentu. Peraturannya jangan  biarkan Kyuhyun masuk! Arasso?”

 

“Wae? Bagaimana jika dia mengantarku pulang oppa? Aku tidak mungkin menyuruhnya mengantarkanku ke apartemen lama lalu aku kemari dengan taksi. Suatu saat Kyuhyun pasti akan mengunjungiku tanpa terduga.”

 

“Apapun yang terjadi tetap Kyuhyun tidak boleh! Oppa tidak akan melarangmu terus berhubungan dengan Kyuhyun tapi jangan biarkan ia masuk apalagi menginap!” teriak Andrew dengan nada tegas.

 

Sarah mendengus, tak mau menimpali lagi. Andrew langsung memeluk adiknya sekali lalu benar-benar pulang ke Mansion istrinya.

***

Paginya Sarah bangun karena mencium bau masakan yang sampai di hidungnya. Ia langsung membuka mata dan terduduk. “Siapa yang sepagi ini memasak? Tetangga? Maldo andwe!” ia berlari keluar kamar, masih dengan rambut acak-acakan dan piyama yang kusut. Sarah melihat seorang yeoja seumuran dengannya tengah sibuk memasak didapur.

 

Sarah berjalan pelan, mencoba menyelidiki. “Nuguseyo?”

 

Yeoja tadi berbalik sambil tersenyum ia menunduk hormat. “Sung Nari imnida, umur 23 tahun, masih kuliah di Yongsan University tahun ketiga, bertugas memasak sarapan dan makan malam untuk anda.”

 

Sarah mengangguk acuh sambil berusaha duduk. “Apa Andrew Choi yang mempekerjakanmu? Jadi kau hanya akan disini saat pagi dan sore saja? Kau tinggal dimana?”

“Aku tinggal satu lantai di atas, jika anda perlu sesuatu bisa hubungi aku, yang bertugas bersih-bersih ada lagi dan akan datang tiap siang.”

 

Sarah mengangkat tangannya keatas berusaha menginterupsi hal yang janggal menurutnya. “Kau tinggal di lantai atas berarti di gedung ini? Kau masih kuliah dan malah bekerja disini? Wae??”

 

“Umm aku hanya pindah kemari karena Andrew tinggal disini selama di Seoul. dan saat ia menawarkanku perkerjaan ini, aku langsung menerimanya.”

 

Sarah mulai tertarik dan mencondongkan tubuhnya. “Apa hubunganmu dengan oppaku Nari-ssi?”

 

Nari agak tersentak namun ekspresinya berubah cepat. “Kami hanya saling mengenal, aku pengagumnya. Itu saja!”

 

Sarah menyipit dengan senyum penuh selidik. “Eiiihhh tidak mungkin ada hubungan saling mengenal yeoja dan namja hingga kau rela pindah segala! Sejauh mana? Kalian tidur bersama?”

 

Nari terlihat terkejut hingga matanya membelalak. “Yeeee???!!! Apa Andrew menceritakannya padamu? Kami hanya melakukannya sekali tapi tak lama setelahnya dia malah menikah dengan seorang janda yang sudah tua.”

 

Sarah menatap Nari dari atas hingga bawah berulang kali. “Berapa kali kupikirkan pun, kau jauh lebih baik daripada istrinya tapi kita seumuran. Aigoo!! Aku akan mandi dulu.”

 

Sarah masuk kedalam kamarnya sambil geleng-geleng kepala, ia tak habis pikir dengan oppanya yang malah memperkerjakan mantan pasangan one night standnya. “Bukankah itu lebih kejam dari pemberi harapan palsu?” gumamnya pelan.

 

Sarah hendak masuk kamar mandi ketika mendengar dering ponselnya. Ia membuka selimut dan mengobrak abrik bantal mencari ponselnya, diatas meja juga tidak ada. Sarah merogoh saku coatnya semalam tapi nihil, ia melihat tasnya dan tetap belum menemukan ponselnya. “Aisshhhh eodiga??” ia berhenti sejenak, memfokuskan pendengarannya dan mengikuti sumber suara yang berasal dari bawah ranjang. Sarah mengambil ponselnya dan melihat caller id ‘Eomma Jieun’.

 

“Yeobose……”

 

“Sarah, Jieun semalam mencoba bunuh diri. Ia masih dalam keadaan kritis, eothokkae?” suara eomma Jieun tersendat karena menangis namun Sarah masih bisa dengan jelas mendengar apa yang ia katakan tentang Jieun bunuh diri. Ia sangat terkejut karena jelas semalam ia masih bertemu Jieun dan yahhh bertengkar.

 

‘Apa mungkin karena semalam?’ tanya Sarah pada dirinya sendiri. “Ahjumma, aku akan segera kesana. Tolong kirim alamatnya!”

 

Sarah melempar ponselnya keatas kasur, pikirannya kalut antara harus ke kantor dan Jieun yang kritis. “Dia pasti melakukannya karena aku, Jieun-ah wae? Kau tidak seharusnya menempatkanku pada posisi yang sulit. Eothokkae?” racau Sarah sambil menarik mencoba berganti pakaian tanpa melepas piyamanya.

 

Ia melempar pakaiannya dan berteriak. “Aisshhhh, aku harus mandi. Oke Sarah calm down!” Sarah menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan, ia melakukannya berulang sambil berjalan masuk ke kamar mandi.

 

-TBC-

58 thoughts on “Unconditional Love Part 10

  1. Hadeuh jieun bener-bener.. ngapain sih acara bunuh diri? Ujung-ujungnya nyusahin sarah.. kenapa gak belajar hidup normal?
    Konsprirasi kejam apa yang melibatkan sarah sama andrew? Bikin penasaran.. Atasan barunya sarah juga bikin penasaran..
    Keep writing😊

    Suka

  2. Ceritanya makin rumit😂
    Apa coba mksd jieun cium sarah? Ketauan kan sama kyu😒 cepet cepet deh sarah nikah sama kyu

    Semangat thor nulisnya ditunggu part selanjutnya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s