Journey Of Love. Part 1


image

Author : Intan Choi

Tittle : Journey Of Love. Part 1

Category :  Nc 21, yadong, Romance, Twoshot.

Cast : Choi Siwon
             Kim Jira
           Lee Donghae

Author Note : Terimakasih buat Admin Flying Nc yang udah mau update cerita ku. Hai… Aku datang bawa cerita baru lagi, ini hanya Twoshoot ya…  Dan ini udah pernah aku publish sih di akun wattpad pribadiku.. semoga suka ya, oh.. iya makasih juga buat yang udah baca Beds Love..  Duh, aku lagi mumet gak bisa lanjutin cerita itu secepat mungkin, kali aja kan ada yg nungguin itu cerita maka nya aku jelasin disini hehehe..  oke, balik ke cerita ini.. maaf bgt ya kalau ada kalimat yang gak nyaman dan bahasa yang kurang baku.. atau typo yang nyelip.. sekali lagi mohon di mengerti aja sama sepenggal permasalahan yang itu hehehe.. Ini cerita tentang pengalaman delapan tahun JAGAIN JODOH ORANG.. okelah segitu aja cuap”nya.. HAPPY Reading!!!

   Aku termenung duduk di halte bus menatap semua kendaraan yang melintas di depanku, semua nampak perih di mataku. Halte ini, bangku kayu yang berada di halte ini, bus yang melintas di depan mataku. Semua mengingatkan ku tentang nya.

 
  Tentang seseorang yang delapan tahun lalu membuatku jatuh cinta. Tentang kisah cintaku dengan nya yang  penuh lika-liku dan kebahagian.

 
  Sungguh delapan tahun lalu adalah masa-masa indahku merasakan pertama kalinya jatuh cinta dan itu kepada dirinya..

 
  Rasanya ingin sekali aku memutar waktu saat pertama kali melihatnya, pertama kali merasakan degup jantungku yang berdetak kencang jika melihat sosoknya dari jauh dan hatiku yang damai saat mendengar suaranya..

 
  Andai waktu bisa di putar kembali, ingin ku menjelajahi kebahagianku saat bertemu dengan dia delapan tahun lalu, ingin aku memperbaiki yang membuat keadaan sekarang menjadi kacau dan hancur lebur.

#flash back

  Matahari di kota seoul sudah menampakkan dirinya, matahari itu tersenyum cerah menerangkan dan menghangatkan kota seoul, para manusia sudah sibuk dengan rutinitas nya.

   Seorang wanita bernama Kim Jira sudah sibuk sedari tadi merapikan dirinya untuk berangkat ke sekolah, Jira sudah memakai seragamnya. Lalu dia  membereskan buku-bukunya untuk di  bawa ke sekolah nanti, ini hari pertama Jira menjadi murid kelas 1high school.

   Jira keluar dari kamarnya dia menuju ruang makan untuk sarapan bersama keluarganya, setelah sarapan jira berpamitan kepada eomma dan appa nya untuk pergi kesekolah.

  Jira terlahir dari keluarga yang biasa saja, tidak kaya dan juga tidak miskin. semuanya terlihat berkecukupan tetapi walaupun hidup dia berkecukupan jira selalu memikirkan beban berat appa nya, yang harus menyekolahkan dia dan kedua adiknya.

  Jira berniat setelah lulus nanti dia akan langsung mencari kerja untuk meringankan beban appa nya, jira ingin sekali membiayai pendidikan kedua adik laki-lakinya. agar Appanya yang sudah cukup tua itu bisa teringankan bebannya dengan bantuan jira nanti.

                      ******

 
  Jira berjalan dari rumah nya untuk sampai ke halte bus, 10 menit berjalan jira sampai di halte bus, jira duduk di bangku kayu yang berada di halte bus itu.

  Seketika sedang menunggu bus yang lewat, ada seorang pria yang melintas di depan nya. Pria itu berseragam sama dengan nya.

  Jira melihat wajah pria yang berada di sampingnya, hidung mancung, lesung pipitnya yang terlihat manis ketika sedang tersenyum, postur tubuh yang sangat manly.

  Jira terhipnotis oleh ketampanan Pria yang ada di sebelahnya ini, pria itu sedang sibuk dengan komiknya, dia tidak sadar jika ada seorang wanita yang sedang memperhatikan nya.

  Buspun datang dan berhenti di depan halte tempat mereka  menunggu, Pria itu  berjalan untuk menaiki bus. ketika ingin menaiki bus, Pria itu berbalik melihat jira yang hanya diam membeku memperhatikan dirinya.

  ” heyy.. kau tidak ingin naik bus ini?? kenapa hanya diam saja? cepat naik, nanti kau terlambat ke sekolah.” ucap Pria tampan itu.

  Jira terkejut mendengar suara Pria itu, dengan wajah yang memerah karna menahan malu, Jira bergegas naik kedalam bus. Pria itu tersenyum melihat wajah jira yang memerah, dia memilih bangku kosong yang berada di sebelah Jira.

  ” seragam kita sama, tetapi aku baru melihatmu. apa kau baru masuk ke sekolah yang sama dengan ku.” Tanya pria itu.

  Jira lemas seketika saat Pria  yang berada di samping nya  mengajaknya berbicara, jantung jira berdetak dengan kencang.

   ” i-iya, aku anak baru. aku masih kelas satu.” jawab jira gugup.

  ” oohh.. pantas saja aku baru melihat mu, jadi kau adik kelasku di sekolah.” ucap Pria itu, Jira hanya tersenyum gugup.

  ” namaku Siwon, siapa namamu.” ucap Siwon dengan senyuman manisnya.

  Jira yang terkejut melihat uluran tangan Siwon ke hadapan nya dia menjadi lebih gugup lagi, jantung nya berdetak lebih kencang dari biasanya.

  ” Jira… Kim Jira.” jawab Jira gugup sambil menggenggam tangan Siwon.

  Siwon tersenyum melihat Jira yang sangat gugup menggenggam tangan nya, Siwon sangat gemas melihat wajah Jira yang memerah karna malu berkenalan dengan nya.

  Tak terasa 15 menit sudah berlalu mereka berdua turun dari bus itu dan berjalan untuk memasuki gedung sekolah.

  ” Jira-ya. jika di sekolah ada yang mengganggumu, kau bilang saja kepadaku. atau kau cari aku saja, aku ada di kelas 3,2. aku ini Senior disini, jadi tidak akan ada yang berani denganku.” ucap Siwon dengan percaya diri.

  Jira hanya mengangguk kan kepalanya saja dan tersenyum kepada Siwon.

  ” satu lagi, mulai sekarang panggil aku oppa. kau mengerti.” ucap Siwon sambil mengacak-acak rambut jira

   ” Baiklah Siwon oppa. ” jawab Jira dengan malu-malu, Siwon tersenyum manis mendengar suara Jira yang memanggilnya oppa.

   ” Gadis pintar.. aku masuk ke kelas dulu, jaga dirimu baik-baik.” ucap Siwon.

  Jira lagi-lagi hanya menggangguk kan kepalanya saja, Siwon berjalan menuju kelasnya. Ketika baru beberapa langkah Siwon membalikkan badan nya ke arah Jira.

  ” pulang sekolah nanti, kau harus menungguku di halte depan sekolah. aku ingin pulang bersama denganmu.” ucap Siwon dan langsung berlalu meninggalkan Jira.

  Jira  mengerjapkan kedua matanya dia masih tidak percaya mendengar Siwon yang mengajaknya untuk pulang bersama nanti, hati Jira bersorak bersuka cita. Jira sudah jatuh Cinta kepada Siwon sejak pandangan pertama di halte bus tadi.

  Jira berjalan memasuki kelasnya, Jira melihat kedua sahabatnya sudah duduk dibangku masing-masing dan sahabatnya itu sudah menyisihkan bangku untuk Jira duduk.

  Jira dan dua sahabatnya ini merencanakan masuk di sekolah yang sama dan keberuntungan memihak kepada mereka, mereka berhasil masuk kesekolah ini dan mendapatkan kelas yang sama.

  Jira mempunyai dua sahabat yang satu bernama Jung Nara dan satu lagi bernama Jung Soojung. Jira duduk di bangku yang sudah di siapkan oleh Nara dan Soojung, Nara di urutan pertama, Jira di urutan ke dua dan Soojung di urutan ketiga. Selalu begitu urutan bangku mereka jika berada di kelas yang sama, Jira menaruh tasnya di bawah kolong meja.

  ” Kemana saja kau, kenapa terlambat datang di hari pertama masuk sekolah?? Beruntung kau seosengnim belum masuk ke kelas ini.” ucap Soojung sambil memukul bahu Jira, Jira berdecak kesal atas perlakuan sahabatnya itu.

  ” aaaiishhhh… kau ini, bisa tidak kalau berbicara, tanganmu itu diam tak usah memukul bahuku.” jawab Jira kesal.

  ” tak usah mengalihkan pembicaraan, kau kemana saja? aku sms tapi kau tidak membalasnya.” ucap Soojung kesal.

  ” ponselku ada di dalam tas, aku tidak tau jika kau menghubungiku, nanti saja aku ceritakan di kantin sekolah.” jawab Jira.

  Soojung mendengus kesal mendengarkan jawaban Jira tadi, Nara hanya menggelengkan kepalanya saja melihat kedua sahabatnya ribut seperti itu. Seosengnim masuk kedalam kelas, kelas di mulai dengan sesi perkenalan diri.

           
                     ******

  Tak terasa waktu  berlalu begitu saja, bel sekolah berbunyi menandakan waktunya jam istirahat tiba. Jira,Nara dan Soojung berjalan keluar kelas menuju kantin sekolah ini.

  Setelah sampai di kantin sekolah mereka duduk di bangku kayu yang tersedia di kantin sekolahnya, Jira pergi membeli pesanan snack yang di pesan sahabatnya. tak lama kemudian jira membawa semua snack dan minuman untuk dia dan sahabatnya.

  ” Jira-ya. kau belum menjawab pertanyaan Soojung tadi pagi, kau kemana saja sampai terlambat masuk sekolah?” tanya Nara.

  ” eohh… itu– aku–.” jawab Jira menggantung, ppllaaakk… sebuah pukulan mendarat di kepala Jira.

  ” yakk!!! Jung, kepalaku sakit.” triak Jira kesal.

  ” itu pelajaran untuk kau, agar tidak membuatku penasaran terus dari tadi, cepat jawab pertanyaan Nara. kenapa kau lama sekali menjawab nya.” ucap Soojung kesal.

  ” kau sangat tidak sabaran sekali Jung dan tanganmu itu kenapa senang sekali memukulku.” jawab Jira sambil mencekik-cekik leher Soojung.

  ” sudahlah kalian ini seperti anak kecil saja. Jira, cepat jawab pertanyaanku. ” ucap Nara

” tadi pagi aku telat, karna menunggu bus yang terlambat datang, tetapi aku sangat senang dan bersyukur karna bus itu datang terlambat.” jawab Jira dengan mata yang berbinar

  Nara dan Soojung saling bertatapan muka dan mengerutkan kening mereka, sebab dia bingung kenapa bus datang terlambat tetapi Jira sahabatnya itu sangat senang sekali. biasanya Jira selalu mengeluh ketika bus yang di tunggunya tidak datang sesuai jadwal yang ada.

  ” kenapa kau senang sekali, bus itu datang terlambat? tidak seperti biasa nya.” ucap Soojung

  ”  itu.. karna~ ya aku senang saja.” jawab Jira asal.

  ” katakan sejujurnya kepada kami, kita sudah janji jika tidak ada yang boleh mempunyai rahasia disini.” ucap Nara.

  Soojung menyetujui perkataan Nara dengan menganggukkan kepalanya, Jira hanya berdecak kesal melihat kedua sahabatnya.

  ” aku tadi pagi bertemu Senior sekolah ini, di halte bus dekat rumahku. kau tau, hatiku berdetak kencang saat pertama kali melihat wajahnya.” Jawab Jira dengan wajah yang memerah

  ” Wow.. kau jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Senior itu?? akhirnya sahabatku ini bisa merasakan hati yang berbunga juga, ku kira kau tidak suka dengan Pria.” Ucap Soojung antusias,

  Jira membekap mulut Soojung dengan roti, sebab Jira kesal mendengar suara Soojung yang sangat keras di telinganya.

  ” jadi kau sungguh jatuh cinta kepada Senior itu Jira-ya.” tanya Nara

  ” aku tidak tau Nara. sebab aku baru berkenalan dengan nya, tetapi ketika melihat dia melintas di depanku, jantungku seketika berdetak kencang seperti aku sedang lari maraton.” jawab Jira pelan

  ” sudah bisa ku pastikan, kau jatuh cinta kepadanya, apakah Senior itu ada di sini sekarang? beritahu aku seperti apa wajahnya.” ucap Soojung dengan wajah ingin taunya.

  Nara hanya mendengus kesal kepada Soojung, sebab Soojung mendahuluinya untuk bertanya kepada Jira. Jira menyusuri pandangan nya kesetiap sudut kantin ini, tetapi sosok yang di cari tidak ada disini.

  ” Dia tidak disini Soojung-ah.” jawab Jira.

  ” kenapa dia tidak ada disini? bukankah dia Senior sekolah ini, bagaimana bisa dia tidak ke kantin di saat jam istirahat.” Tanya Soojung.

  Nara memukul kepala Soojung, Nara kesal dengan sifat Soojung yang sangat penasaran itu. Jira tertawa puas melihat Soojung yang kesakitan karna di pukul oleh Nara.

  ” yakk!!! kenapa kau memukulku.” ucap Soojung kesal

  ” aku kesal denganmu, berbicara terus dari tadi.” ucap Nara asal.

Soojung hanya berdecak kesal kepada Nara, mereka semua sudah terbiasa melakukan aksi pukul memukul di dalam hubungan persahabatan nya. Jadi tidak akan ada yang marah jika salah satu dari mereka terkena pukulan dari salah satunya.

  Bel berbunyi menandakan jam istirahat telah selesai, Jira, Nara dan Soojung segera berlari menuju kelasnya. mereka sampai di dalam kelas dan duduk di bangku mereka masing-masing.

  Seosengnim masuk kedalam kelas mereka dan memulai pelajaran, Jira mendengarkan dengan baik pelajaran yang di jelaskan oleh seosengnim di depan.Jira termasuk murid yang pintar, nilai dia cukup bagus dan memuaskan, mereka semua belajar dengan tertib

Dua jam melakukan kegiatan belajar bel sekolah itu berbunyi menandakan bahwa pelajaran selesai dan sudah saatnya untuk pulang kerumah masing-masing.

  Jira sangat senang ketika mendengar bel pulang sekolah berbunyi. ini moment yang dia tunggu sedari tadi, Jira akan menunggu Siwon di halte bus depan sekolah.

  ” Jira-ya. mari kita pulang bersama.” ucap Nara

  ” eohh.. kalian berdua duluan saja, aku masih ada urusan.” Jawab Jira gugup

  ” pasti urusan hatimu dengan Senior itu.” ucap soojung meledek.

  ” tidak, bukan itu..” jawab Jira asal

  ” baiklah jika kau tidak mau pulang bersama kami, tetapi besok kau harus janji menceritakan nya kepada kami.” ancam Nara, Jira hanya tersenyum gugup.

  ” Jung.. mari kita pulang sekarang, aku ada janji nonton setelah ini dengan Kyuhyun oppa.” ucap Nara

  ” aaaiisshh kau ini pacaran terus dengan kekasih gempal mu itu.” jawab Soojung sinis

  ” yakk!! walaupun gempal dia pujaan hatiku.” ucap Nara membela kekasih nya.

  ” Jira.. kami pulang dulu, semoga lancar urusanmu itu.” ucap Nara, Jira hanya tersenyum saja mendengar ucapan Nara.

  ” fighting Jira-ya. keluarkan pesonamu.” ucap Soojung

  ” aaaiishhh kalian ini, sudah sana cepat pulang. Hati-hati dijalan ya.” jawab Jira

  Soojung dan Nara melambaikan tangan nya kepada Jira, mereka berdua sudah berjalan keluar dari kelas ini. Jira memasukkan buku-bukunya kedalam tas dan dia membersihkan papan tulis yang ada di dalam kelasnya, setelah itu Jira berjalan keluar dari kelasnya.

  Jira berjalan menuju gerbang sekolah, dia menelusuri pandangan nya di setiap sudut sekolah ini. Berharap sosok yang dia cari itu muncul di hadapan nya, tetapi sosok itu tidak ada juga.

             
                   *****

  Tak terasa Jira sudah sampai di depan halte bus dekat sekolahnya. Jira duduk di bangku halte bus itu, Jira berharap Siwon cepat datang dan tidak melupakan janjinya untuk pulang bersama dengan nya.

  Satu demi satu bus sudah melintas melewati Jira, tetapi yang di harapkan tidak terlihat juga sosoknya. Jira memutuskan jika ada bus yang melintas lagi Jira akan segera pulang saja, dia sudah malas menunggu yang tidak pasti.

  Bus datang dan berhenti di halte tempat jira duduk, Jira berjalan untuk menaiki bus itu ketika kakinya sudah sampai di tangga bus itu, sosok yang di tunggu datang dan berteriak memanggil namanya.

  ” Jira.. Kim Jira…” panggil Siwon dengan suara yang kencang dan berlari mengejar Jira yang menaiki bus itu

  Jira keluar dari bus itu, beruntung jira belum mebayar bus itu dan bus juga belum berjalan dari halte ini, Jira tersenyum menunggu Siwon menghampirinya, Bus itu sudah meninggalkan Jira.

  ” ohh sukurlah kau keluar lagi dari bus itu, maaf jika kau menungguku lama.” ucap Siwon dengan napas yang terengah.

   Jira hanya tersenyum saja mendengarkan ucapan Siwon tadi, Jira mengambil air mineral yang ada di tasnya.

  ” Oppa.. minumlah ini.” ucap Jira sambil memberi air mineral itu kepada Siwon.

  ” Terimakasih Jira-ya.” jawab Siwon dan langsung meminum airnya, Jira duduk di bangku yang tersedia di halte itu.

  ” apakah kau menunggu lama? Maaf, aku ada pelajaran tambahan tadi.” ucap Siwon

  ” tidak, oppa.. aku hanya sebentar menunggumu, setelah itu aku memutuskan untuk pulang sendiri, tetapi tiba-tiba kau datang meneriakiku.” jawab jira sambil menundukkan kepalanya.

  ” aku takut jika kau meninggalkan ku tadi, jadi aku mamanggilmu dengan sekencang mungkin, agar kau tidak meninggalkan ku dengan bus itu.” ucap Siwon.

  wajah Jira memerah seperti kepiting rebus mendengar ucapan Siwon tadi, siwon yang melihat wajah merah Jira. dia tersenyum gemas melihat wajah Jira yang polos.

  Siwon merasa ada kupu-kupu yang menggelitik di perutnya setiap melihat wajah jira yang memerah. Bus sudah datang dan berhenti tepat di halte mereka menunggu, Siwon dan Jira menaiki bus itu.

  Mereka duduk di bangku paling belakang yang ada di bus ini, jira duduk di paling pojok dekat jendela bus ini. Siwon duduk di samping Jira.

  Di antara mereka berdua tidak ada yang memulai pembicaraan, semua jadi hening seketika, Jira yang gugup karena duduk bersebelahan dengan Siwon dan siwon tidak tau harus memulainya dari mana.

  Sebab ini pertama kalinya untuk mereka berdua dekat dengan lawan jenis, Jira tidak pernah melakukan kencan atau apapun itu seperti sahabatnya.

  Siwon juga tidak pernah dekat dengan wanita manapun, dia selalu bersikap dingin kesemua teman wanita. tetapi entah kenapa kepada Jira dia merasa nyaman dan ingin selalu melihat wajah Jira yang memerah setiap kali berbicara dengan nya.

” bagaimana tadi di sekolah? apakah ada yang mengganggumu.” Siwon akhirnya membuka mulutnya untuk berbicara kepada jira.

  ” eoh, itu… aku baik-baik saja oppa, tidak ada yang menggangguku.” jawab Jira gugup.

  ” aaaiisshhh.. kau ini kenapa selalu gugup berbicara denganku? rilex saja oke, aku tidak akan menggigitmu.” ucap Siwon. sebenarnya Siwon pun gugup berbicara dengan Jira. tetapi dia berusaha mengendalikan dirinya sebisa mungkin.

  ” Maaf oppa…” jawab Jira pelan

  ” tak apa, sabtu nanti kau ada waktu tidak.” Tanya Siwon

  ” aku tidak punya rencana apapun sabtu ini oppa, memang kenapa.” jawab Jira.

  ” baguslah.. mari kita menonton film sabtu ini.” ucap Siwon, Jira terkejut mendengar ucapan Siwon, dia masih tidak percaya jika Siwon mengajaknya menonton film sabtu ini.

  ” kenapa kau melamun?? aku mengajak mu nonton film, bukan mengajakmu untuk melamun.” gurau Siwon.

  ” eohh.. baiklah oppa, mari kita pergi bersama sabtu nanti.” jawab Jira dengan wajah yang memerah.

  Siwon tersenyum gemas melihat wajah Jira. ingin sekali Siwon menggigit pipi Jira yang memerah itu, tetapi dia sadar belum saatnya dia melakukan itu kepada Jira.

  Bus sudah sampai di halte tujuan mereka, mereka berdua turun dari halte bus itu. ternyata rumah Siwon tidak jauh dari halte bus ini, rumah Siwon dan Jira hanya beda komplek saja.

  ” oppa sampai jumpa lagi, aku pulang dulu.” ucap Jira pelan.

  ” baiklah, hati-hati di jalan.” jawab Siwon.

  Jira  berjalan meninggalkan siwon yang masih ada di halte bus itu, siwon melihat punggung Jira yang sudah mulai menjauh dari pandangannya.

  Siwon berjalan sambil bersiul suasana hati dia sedang sangat baik hari ini, sebab sabtu nanti dia akan menonton film dengan Jira, ini pertama kalinya bagi Siwon mengajak seorang wanita pergi.

  ” apakah sabtu nanti bisa disebut kencan pertamaku?? bisakah aku bilang seperti itu.” Gumam siwon sambil memegang dadanya..

  ” ohh ya tuhan… jantungku tidak bisa aku kendalikan lagi, kenapa jantungku berdetak lebih kencang dari biasa nya.” ucap siwon seperti orang gila.

  Siwon berjalan menuju rumahnya dengan wajah yang bahagia seperti orang menang lotre, Siwon terlahir dari keluarga yang sederhana. Siwon memiliki Adik perempuan yang bernama Choi Jiwon, eomma dan appa siwon mempunya bisnis restoran yang cukup terkenal.

  Siwon memasuki halaman rumahnya, rumah yang cukup besar ini hasil kerja keras appa dan eomma Siwon dalam mengelola restoran nya. Rumah berlantai dua ini mempunya empat kamar dan halaman yang luas.

  Halaman rumah siwon sangatlah Indah, ada berbagai macam bunga di sana. juga ada air mancur yang menghiasi halaman rumahnya, ketika malam nanti air mancur itu akan menerangi halaman rumahnya dengan lampu hiasan yang berada di tepi air mancur.

  Siwon berjalan memasuki rumahnya dan menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Setiap harinya appa dan eomma Siwon selalu berada di restoran, dia selalu memantau restoran nya sendiri.

  Di rumah yang cukup besar ini ketika siang hari hanya ada Siwon dan Jiwon saja di rumah, eomma dan appa nya selalu pulang malam hari tepat jam makan malam.

  Siwon memasuki kamarnya dia menaruh tas dan membuka seragamnya, lalu dia berbaring di ranjang king sizenya dan memejamkan matanya.

                        
                        ******

Jira yang sudah sampai di rumah dari siang tadi,  dia sedang membantu sang eomma memasak makan malam untuk semua anggota keluarganya nanti. selesai membantu sang eomma memasak.

  Jira merapikan meja makan keluarganya dia menaruh semua masakan yang di buat oleh dia dan eomma nya tadi, lalu jira memanggil kedua Adiknya yang sedang asik bermain game di ruang keluarga.

  setelah semua keluarga sudah berkumpul di depan meja makan, kelurga yang sederhana dan bahagia itu makan malam bersama dengan nikmat.

  sesekali keluarga itu saling melemparkan gurauan hingga membuat semua yang berada di ruang makan itu tertawa riang.

  Setelah selesai makan malam bersama Jira membantu eommanya merapikan ruang makan keluarganya dan membantu mencuci piring dan gelas yang kotor.

  Selesai mencuci piring jira pergi kekamar nya, jira memasuki kamar tercintanya, kamar itu berdekorasi warna pink. ranjang sampai cat tembok, lemari dan hordengpun semua berwarna pink, sebab warna pink adalah warna favorit Jira.

  Jira merebahkan tubuhnya di ranjang king sizenya, dia tersenyum sambil memeluk boneka tedy bear kesayangan nya, Jira sudah tidak sabar menunggu hari sabtu nanti. Rasa kantuk mulai menyerangnya, perlahan Jira menutup matanya menjelajahi dirinya di alam mimpi..

                 
                 *******

   Hari demi hari berlalu begitu cepat, setiap harinya mereka selalu berangkat dan pulang sekolah bersama. Siwon sudah mengenal kedua sahabat jira, setiap jam istirahat Siwon selalu menemui Jira di kantin dan ikut bergabung bersama jira dan kedua sahabatnya.

  Hari sabtu ini Jira dan Siwon akan menonton film bersama, Jira melihat dirinya di depan cermin. dia bingung harus memilih baju mana yang akan dia pakai untuk kencan pertamanya dengan Siwon.

  Walaupun Siwon belum menyatakan perasaan kepada Jira , tak apakan jika kebersamaan mereka kali ini di sebut dengan kencan. Jira memgambil rok merah mudanya dan dia mengambil t-shirt warna putih juga cardigan jeans nya, Jira akan memakai itu semua untuk bertemu dengan Siwon hari ini.

  Setelah memakai pakain nya, Jira memberi olesan make up tipis di wajahnya. lalu dia menyisir rambutnya  yang Indah itu, lalu Jira memakai sepatunya dan mengambil tas selempang mini berwarna pink kesayangan nya.

  Jira berpamitan kepada Eommanya untuk pergi menonton film malam ini bersama sahabatnya, Jira berbohong sedikit kepada orang tuanya. karna dia tak berani jika harus berkata yang sebenarnya.

  Setelah berpamitan dan meminta ijin kepada sang eomma, Jira berjalan menuju halte bus tempat pertama kali dia bertemu dengan Siwon. perjalanan ke halte bus cukup memakan waktu sepuluh menit saja.

  Jira sampai di halte bus itu, dia melihat Siwon yang sedang duduk sambil menundukkan kepalanya menunggu kedatangan dirinya, Jira tersenyum melihat Siwon.

  Siwon sangat tampan malam ini dia memakai celana jeans dan t-shirt pollo berwarna hitam dan juga jaket berbahan jeansnya, Jira tesipu malu sambil memandang siwon yang belum sadar jika ada seseorang yang sedang memperhatikan nya.

  ” Oppa.. apakah kau menunggu lama” ucap Jira.

  Siwon menoleh ke asal suara yang memanggil namanya, seketika mata siwon berbinar melihat kecantikan Jira malam ini. Siwon tak mengedipkan matanya sedikitpun, dia melihat jira dengan penuh kekaguman.

  Jira yang merasa di perhatikan seperti itu, dia jadi salah tingkah. Jira bingung harus memelakukan apa, Siwon yang melihat Jira merasa tak nyaman karna pandangan nya, Siwon berdiri dan menetralkan degup jantung nya.

  ” Kau sangat cantik malam ini.” puji Siwon, Jira hanya tersenyum saja mendengarkan perkataan Siwon.

  Bus berhenti tepat di depan halte yang mereka singgahi, Siwon menggenggam tangan jira dengan lembut, lalu mengajak Jira menaiki bus yang berwana hijau itu. Siwon menyuruh Jira duduk terlebih dahulu, lalu siwon duduk di kursi sebelah jira.

  ” Apakah kau sudah lama menungguku oppa.” Tanya jira untuk memecahkan suasana yang penuh kecanggungan ini.

  ” Tidak terlalu lama.” jawab siwon sambil menggenggam tangan Jira.

  Jantung mereka berdua berdegup dengan kencang, suasana malam ini penuh dengan kecanggungan dan rasa malu yang melanda mereka berdua.

  Siwon sudah berusaha untuk bersikap biasa saja, tetapi malam ini dia tidak bisa. Dia sangat gerogi karna melihat Jira berdandan untuk dirinya malam ini.

  Jira yang tak pernah berurusan dengan pria manapun, dia juga tak tau harus berbuat apa untuk mengatasi malam yang penuh kecanggungan ini. Karna dirinya sibuk untuk mengontrol degup jantung nya.

  Selama perjalan menuju tempat bioskop mereka hanya berpegangan tangan saja, tanpa mengeluarkan satu suarapun. bus berhenti di tempat yang mereka tuju, mereka berdua turun dan berjalan memasuki gedung bioskop ini.

                      ******

 
  Siwon membeli dua tiket film romance dan juga beberapa minuman bersoda dan popcorn untuk mereka berdua, Jira dan Siwon memasuki ruang teater dan dia memulai menonton film bergenre romance.

  Jira terhanyut akan jalan cerita film tersebut, sampai dia tidak sadar jika Siwon tidak menonton filmnya, tetapi Siwon sibuk menonton wajah Jira dengan mata yang berbinar.

  Tak pernah sedikitpun mata Siwon berpaling dari wajah Jira, dia benar-benar mengabaikan film tersebut hanya untuk mengagumi kecantikan Jira.

  Siwon sungguh jatuh cinta kepada gadis yang berada di sampingnya ini, dia tidak bisa lagi menahan perasaan nya yang sudah meluap terhadap Jira.

  Siwon memegang wajah Jira dan dia memaksa jira menoleh ke arahnya, Jira yang merasakan wajahnya di sentuh dengan Siwon, dia menoleh ke arah Siwon. Jira menundukkan kepalanya dia gugup melihat binar di mata Siwon ketika memandang wajahnya.

  Siwon menyentuh dagu Jira, dia ingin Jira menatap matanya, seketika mata mereka berdua bertemu dan saling menatap penuh cinta.

   Siwon mengusap bibir Jira dengan ibu jarinya, lalu perlahan bibir Siwon mendekat ke arah bibir jira, Siwon memiringkan kepalanya.

  Jira yang melihat wajah Siwon mendekat ke arah bibirnya, seketika tubuh dia tegang dan Jira menutup mata nya, dengan perlahan siwon mendekat ke arah bibir Jira. Lalu Siwon melumat bibir Jira dengan lembut, perlahan dia  menyesapi manisnya bibir tipis Jira.

  Jira yang tidak pernah ciuman dia hanya diam saja, dia hanya menikmati bibirnya di lumat dengan lembut oleh Siwon. Siwon yang merasa tidak ada balasan dari bibir Jira, dia melepaskan lumatan nya.

  Siwon menyatukan kening nya di depan kening Jira lalu dia berbicara pelan sambil mengusap bibir tipis Jira.

  ” Maaf, aku tak bisa mengendalikan diriku. Apakah tadi yang pertama untukmu.” ucap Siwon dengan suara seraknya, Jira hanya menganggukkan kepalanya saja menjawab pertanyaan Siwon tadi.

  ” Aku mencintaimu. Maukah kau menjadi kekasihku.” tanya Siwon.

  Jira hanya diam saja, dia ingin melepaskan wajahnya dari genggaman Siwon, tetapi Siwon tidak mau melepaskan tangan nya dari kedua pipi Jira. hingga posisi mereka berdua masih berhadapan dan saling menyatukan kening masing-masing.

  ” Aku tau ini sangat cepat, tetapi aku yakin dengan perasaanku ini. Aku mencintaimu.” ucap Siwon meyakinkan Jira.

  ” Oppa.. aku..aku.. tidak tau harus menjawab apa.” jawab Jira pelan.

  ” Kau cukup mengikuti apa kata hatimu saja, jika kau menerimaku balas ciuman ku nanti. lumat bibirku, seperti aku melumat bibirmu tadi. tetapi jika kau tidak mau menerimaku, kau hanya perlu diam saja seperti tadi. jangan membalas apapun terhadap ciumanku.” Ucap Siwon.

  Jira hanya mengangguk menuruti ucapan Siwon tadi, Di dalam teater ini, di suasana film yang masih memutar. Jira sibuk memikirkan jawaban apa yang harus di berikan kepada Siwon.

  Siwon juga sibuk dengan jantung nya yang berdetak kencang menanti jawaban Jira, Siwon sudah tak perduli dengan jalan cerita film yang dia beli tiketnya. Dia hanya sibuk bertarung untuk meyakinkan hati Jira agar mau menjadi kekasihnya.

  Siwon memiringkan kepalanya untuk mencium bibir tipis Jira, Jira sudah memejamkan matanya dan memikirkan jawaban untuk Siwon. Perlahan bibir mereka bertemu satu sama lain, Siwon melumat bibir bawah Jira dengan penuh kelembutan.

   Jira masih diam tak membalas perlakuan Siwon terhadap dirinya, Siwon memaksa masuk kedalam bibir Jira lidah dia menari-nari di dalam rongga mulut Jira, tetapi Jira masih saja diam tidak membalas ciuman itu.

  Siwon sudah kehabisan nafas dia ingin menyudahi ciuman ini, Siwon sudah pasrah jika memang Jira tidak mempunyai perasaan apapun terhadap dirinya.

  Ketika lidah Siwon ingin keluar dari bibir Jira dan melepaskan lumatan nya dari bibir Jira, Jira manangkup wajah Siwon dan menarik bibir Siwon yang ingin terlepas dari bibirnya.

  Jira membalas lumatan Siwon dengan gerakan yang sangat kaku. Karna dia sama sekali tidak pernah melakukan hal seperti ini.

  Siwon yang merasakan lumatan di bibir bawahnya, mata dia berbinar melihat wajah jira yang masih memejamkan matanya. Siwon membalas lumatan jira dengan rakus, dia menggigit kecil bibir Jira dan mengelus pipi Jira yang memerah.

  Siwon menekankan kepala Jira agar dia leluasa melumat semua bibir Jira, Jira megimbangi permainan bibir Siwon mereka berdua berciuman dengan perasaan yang penuh cinta.

  Jira melepaskan bibirnya dari lumatan Siwon, dia menghirup udara sebanyak mungkin agar dia bisa bernafas. Siwon tersenyum melihat Jira yang kehabisan nafas karna ulahnya yang terus menyerang bibir Jira, lalu Siwon mengusap bibir Jira dan tersenyum penuh bahagia.

  ” Terimakasih sudah mau mempercayai hatimu untukku.” ucap Siwon sambil mengecup tangan Jira.

  ” Aku mencintaimu oppa.” jawab Jira. dengan wajah memerahnya.

  ” Aku juga sangat mencintaimu Kim Jira.” ucap Siwon lalu mengecup kening Jira.

  #fleshbackEnd.

   Ponsel yang berwarna putih itu berdering dan menyadarkan ku dari lamunan tentangnya, tentang kisahku saat bertemu dengan dia.

  Aku dan dia menjadi sepasang kekasih sejak delapan tahun yang lalu, aku dan dia menjalin cinta remaja dengan waktu yang cukup lama, delapan tahun aku menjadi kekasihnya.

  Delapan tahun aku menemani setiap perjuangan hidupnya, memberi semangat saat dia mau ujian untuk melepaskan seragam Sekolahnya, Ketika sudah melepaskan seragam Sekolahnya .

  Aku memberikan semangat kepada dia untuk mendapatkan pekerjaan, selalu ku selipkan namanya di setiap doa-doaku. selalu aku menyemangatinya setiap pagi lewat pesan singkat, yang aku kirim dari ponselku untuknya.

Aku pikir ini hanya cinta remajaku saat aku sekolah dulu, ku pikir ini hanya ke isengan hatiku. Aku pikir ini hanya masa pubertasku yang melihat lawan jenis di saat itu, ternyata semua itu salah. semua itu mengalir begitu saja.

  Dia yang selalu setia terhadapku, dia yang selalu mengerti keadaanku, dia yang selalu menjadi penyemangat hidupku selama delapan tahun terakhir ini. yahh… dia yang selalu singgah di hatiku dan menempatkan semua posisi di hatiku.

  Pria yang dulu memakai seragam sekolah itu, kini sudah tidak ada lagi. Pria itu menjelma menjadi Pria yang sukses dan berseragam kantoran, memakai celana bahan hitam, kemeja yang rapih dan mahal, juga dasi yang menempel di kerah kemejanya, Pria itu membuktikan kepadaku jika dia bisa menjadi orang yang sukses

  Dan aku mengaguminya, aku sangat mengagumi usahnya selama ini. kerja keras dia yang tidak pernah menyusut sekalipun, aku bahagia melihatnya menjadi Pria yang sukses.Dan aku bahagia setiap dia mengucapkan terimakasih kepadaku, dia berkata akulah penyemangat hidupnya.

  Akulah yang selalu menjadi motivasinya untuk berjuang dan berkat dukunganku lah dia mencapai kesuksesan nya, gelar sarjananya dan kesuksesan di kantornya, dia selalu berkata itu semua berkat semangat dari diriku..

  Semua nampak bahagia di saat-saat itu, aku yang sudah menjelma menjadi pegawai di salah satu perusahaanpun membuat diriku cukup percaya diri untuk berdampingan dengannya.

  Aku yang sudah bisa mencari uang setelah lulus sekolah, membuat ku besar kepala. kesalahan ku yang tidak melanjutkan pendidikan, menjadikan bumerang untuk hubunganku dengannya…

  Kesalahanku yang mementingkan uang untuk membantu ekonomi keluargaku, hingga lupa akan pendidikan yang harus aku lanjutkan membuatku di pandang rendah oleh keluarganya.

  Niatku hanya ingin bekerja keras membantu keuangan keluargaku, membantu kedua orang tuaku yang mempunyai tanggungan untuk menyekolahkan kedua Adik laki-lakiku.

  Niatku hanya ingin membuat Adikku menjadi orang yang sukses, dan aku mengesampingkan pendidikanku hanya untuk bekerja setiap harinya untuk membantu biaya pendidikan kedua Adikku.

  Tetapi niatku yang di anggap oleh orang lain baik, ternyata tidak cukup di mata keluarganya. di mata keluarganya aku hanyalah di anggap sebagai debu yang mengitari anaknya yang berpendidikan dan sukses itu.

  Semua cacian dan hinaan selalu aku dapatkan dari keluarganya. Penolakan dari Appanya yang setiap aku berkunjung ke rumah nya selalu menjadi santapan untukku. Tetapi selagi dia masih mau menggenggam tanganku, akupun masih sanggup bertahan.

  Tetapi kini aku ragu dengan pertahanan yang ku buat sendiri, aku lemah dan tidak sanggup lagi untuk berada di sampingnya.

  Pagi tadi aku melihat berita di tv wakil direktur Perusahaan dari Hyundai Corporation yang tidak lain adalah kekasihku itu, dia di isukan akan menggelar acara pertunangan dengan Putri ceo dari Perusahaan Hyundai Corporation tempat dimana kekasihku bekerja.

  Aku lemah ketika melihat berita itu di tv, mataku dengan cepatnya mengeluarkan lelehan cairan bening yang membuat pipiku basah. Hatiku hancur di buatnya. ini kah batas akhirku dengan nya? inikah hasil dari pertahananku selama delapan tahun menjalin cinta dengannya.

  Sudah tidak ada harapan lagi untuk menuju jalan ke pernikahan yang selalu kita berdua impikan, bayang-bayang akan hidup dengan nya sampai maut memisahkan kini terhempas sudah, terbawa angin dan hilang tanpa arah.

  Ponsel ku terus saja berdering dan aku selalu mengabaikan nya, tanpa di lihatpun aku tau siapa orang yang sibuk menghubungiku saat ini.

            
         *********
 
   Tak terasa waktu menunjukkan pukul delapan malam, sudah seharian aku duduk di halte tempat pertama kali aku bertemu dengan nya.

  Bus berhenti di depan halte tempat aku berada, aku berjalan menaiki bus itu menuju apartemenku. Ralat, itu bukan apartementku. Tetapi itu apartement miliknya, aku dan dia sudah tinggal bersama selama aku lulus sekolah dan mendapatkan pekerjaan.

   Aku berbohong kepada eomma dan appa jika aku menyewa kamar kecil di dekat perusahaanku bekerja, padahal aku tinggal bersama dengan nya selama ini. Berbagi ranjang dan berbagi selimut bersama, bahkan kami sudah sering melakukan hubungan layaknya seorang pasangan pengantin.

   Bus hijau itu berjalan menyusuri kota seoul, aku menyenderkan kepalaku di jendela bus ini. aku memandang ke arah luar, lampu-lampu jalan sudah berkerlap-kerlip menerangkan jalan kota seoul ini,  Udara malam yang dingin semakin menusuk ketulang, aku merapatkan mantel tebalku.

             
          ******

   Bus berhenti di tempat tujuanku, aku memasuki gedung apartement yang menjulang tinggi. Aku berjalan menuju lift dan memasuki lift berwarna silver itu, aku menekan angka10. karna di sanalah apartement miliknya berada.

  Lift berdentum dan membuka pintunya secara otomatis, aku berjalan keluar dari lift itu menuju apartement miliknya. aku menekan tombol untuk membuka kode pintu apartement nya, dia pasti sudah berada di dalam dan menungguku.

  Aku memasuki ruangan yang cukup besar dan mewah ini, membuka sepatuku dan menggantinya dengan sandal rumah. aku tau dia sedang menatap ku tajam di sudut ruangan ini, tanpa melihatpun. Aku bisa merasakan keberadaan dirinya.

  Aku tidak menghiraukan keberadaan nya, aku berjalan ke kemar tempat kita berdua memadu cinta. tempat dimana kita mengeluarkan peluh dan mengerang merasakan kenikmatan bersama, aku menaruh tasku di lemari dan duduk di kursi riasku sambil membersihkan make up wajahku.

  Suara pijakan kakinya bergema di telingaku, dia masuk ke dalam kamar dan berjalan mendekat ke arahku.

  ” Dari mana saja? aku menghubungi ponselmu berulang kali tetapi tidak pernah mendapatkan jawaban.” suara bariton nya menelusuk di gendang telingaku, aku lelah berdebat dengan dia malam ini. Jadi aku memutuskan untuk tidak menjawab pertanyaan nya, aku lebih memilih bungkam malam ini.

  Aku ingin tau, apakah dia akan menjelaskan tentang berita tadi dengan sendirinya atau tidak menjelaskan sama sekali.

  Dia berjalan mendekatiku, bahkan suara pijakan kakinya aku sangat hafal, bagaimana bisa aku hidup tanpa dia.

  Aku berdiri dari kursi riasku dan dengan gerakan cepat aku melangkahkan kaki menuju toilet yang berada di kamar ini.

  Aku mengunci pintu toilet lalu menyalakan shower dan air dingin itu membasahi tubuhku, aku menangis di bawah guyuran air dingin. memikirkan akan di bawa kemana hubungan ini.

  ” Jira-ya.. buka pintu nya sekarang juga! atau aku dobrak pintu ini.” aku tidak bisa mengabaikan nya kali ini, Dia pasti akan bertindak sesuai apa yang di ucap. Aku berjalan mengambil jubah handuk ku dan membuka pintu toilet.

  Siwon menarik tanganku dengan kencang dan menyudutkanku di dinding toilet, lalu mengurung tubuhku dengan tangan kekarnya. aku menundukkan wajahku, tak berani menatap matanya.

  ” Bicaralah.. ada apa denganmu.” Ucap nya sambil membelai pipiku, aku menatapnya tajam dan dia tau arti tatapan dan maksudku itu.

  ” Aku harus menjelaskan apa lagi Jira, sudah ku katakan. Aku dengan dia tidak ada hubungan apapun, kumohon percayalah padaku.” Siwon meyakinkan kan diriku untuk yang ke seratus kali.

” Aku tak percaya padamu oppa, jika kau tidak ada hubungan apapun dengan nya. kenapa pagi tadi Appa mu dan Ceo tempat mu bekerja mengumunkan kepada semua media jika kau dengan Wanita itu akan bertunangan.” Ucap ku sambil berteriak kencang di hadapannya.

   ” Itu hanya keputusan appaku saja Jira, aku tidak akan bertunangan atau menikah dengan dia. Aku hanya mencintaimu dan aku hanya akan menikah denganmu.” Jawab Siwon.

  ” Jangan katakan itu jika kau tidak bisa membuktikan kepadaku oppa. Kau tidak akan pernah bisa melawan kehendak orang tuamu, orang tuamu membenci Gadis miskin yang tidak berpendidikan ini. Jadi jangan memberiku harapan palsu untuk yang keseribu kalinya.” Ucapku sambil manangis di hadapan kekasihku.

  Siwon memeluk tubuhku dengan sangat erat, dia mengecup kepalaku dan menghujani kecupan di seluruh wajahku.Aku mendorong tubuhnya sekuat mungkin, dia terkejut dengan perlakuanku. Siwon berjalan mendekatiku dan menghapus lelehan cairan bening yang keluar dari sudut mataku.

  ” Kita akhiri saja oppa, pergilah dengan wanita itu. Aku sudah tidak sanggup bertahan untukmu.” ucap ku sambil menatap matanya.

  Siwon memejamkan matanya dan mengepalkan tangan nya, aku tau dia pasti marah atas ucapanku. Sifat dia yang tempramental itu pasti sudah menguasai dirinya.

  ” Jangan berbicara seperti itu, tarik kembali kata-katamu tadi Jira.” ucap Siwon dingin.

  ” Aku sudah lelah oppa, aku muak dengan semua ini. Aku ingin kisah kita menjadi happy ending, tetapi jalan menuju kesana sangat sulit untuk ku gapai. Kesempurnaan dirimu membuatku menyerah untuk bertahan oppa, mengertilah posisiku. Aku sudah tak sanggup mendengarkan hujatan dari semua keluargamu.” Teriak ku sambil menangis, Bahkan suaraku menggema di toilet ini.

  ” Aku mencintaimu, kau cinta pertamaku. Hanya namamu  yang berada di dalam hatiku, kumohon bertahanlah sebentar lagi. Jangan pernah mengucapkan perpisahan untuk hubungan ini.” Ucap siwon membujukku.

  ” Kau juga cinta pertamaku oppa, namamu juga sudah terpahat di hatiku. Tetapi aku sadar, tak selamanya cinta pertama akan berakhir bahagia dan berakhir menjadi cinta terakhir.” Jawab ku, Siwon bungkam mendengarkan perkataanku. matanya memerah menahan emosi yang menguasi dirinya.

  ” Mungkin ini akhir kisah kita oppa, berbahagialah dengan Wanita pilihan orang tuamu. Lupakanlah aku, aku akan menghilang dari kehidu–.”

  Siwon membungkam bibirku dengan bibirnya, dia melumat rakus bibirku. Menggigit kecil bibir bawahku, lidahnya menerobos masuk kedalam mulutku.

  Aku terbuai setiap kali bibirnya melumat bibirku, Aku membalas lumatan bibir Siwon. Tangan kekarnya menarik tali jubah handukku, lalu membuka paksa handuk berwana pink yang aku pakai.

  Tangan Siwon menjelajahi payudaraku, bibir dia masih sibuk melumat bibirku. jari-jarinya memilin puting merah muda milikku yang sudah mengeras karna sapuan tangan nya.

  Ciuman itu berpindah kebagian leher jenjangku, dia menelusuri setiap inci leherku. lidahnya menari-nari lincah di bagian leherku lalu Siwon menghisap dan membuat tanda kissmark di setiap leherku.

  Tangan Siwon bergerak kebagian bawah tubuhku, membelai daerah kewanitaanku. Jarinya menyentuh klitorisku, lalu dia memilin klitorisku. Aku mengerang merasakan permainan jarinya yang menggoda klitorisku.

  ” oppa…” desahku.

  Siwon tersenyum mendengar desahan yang lolos dari bibirku, dia semakin menggodaku dengan jari-jarinya yang lincah itu, dia masukkan satu jari kedalam lubang vaginaku.

  Jari itu bergerak dengan lincah di dalam lubang vaginaku, lalu bibir Siwon melumat putingku. Lidahnya sibuk menjilati puting merah jambuku yang sudah mengeras karna perbuatan nya.

  Aku sibuk menjambak pelan rambutnya dan sibuk menahan desahan agar tidak terucap dari bibirku, sentuhan dia selalu memabukkan ku, bibirnya selalu menjadi candu untuk ku.

  Sulit rasa nya melarikan diri darinya, tetapi aku hanya manusia biasa yang ingin bahagia. Semua sahabatku sudah menikah dan mempunyai anak, aku ingin seperti mereka. jika aku bersama dengan dia, tidak akan pernah ada pernikahan yang selalu aku impikan.

  Semua itu mustahil untuk hubungan kami berdua, aku meneteskan air mata di sela desahanku yang lolos dari bibir ini.

  “Katakanlah jika kau, tidak akan meninggalkan ku. Berjanjilah jika kau, akan selalu bersamaku.” ucap Siwon sambil memasuki kedua jarinya kedalam lubang vaginaku dan memaju mundurkan jarinya dengan gerakan pelan.

  Aku menggelinjang merasakan serangan dari kedua jarinya, hanya dengan jari saja dia bisa membuatku melambung tinggi merasakan kenikmatan.

  Siwon menarik keluar kedua jarinya, lalu dia membuka kemeja dan celana panjang  beserta dalaman nya.
Aku tersipu malu melihat penis Siwon yang sudah menegang dan membesar itu.

  ” Apakah kau menginginkan ini.” Siwon menggodaku dengan menggesekkan penisnya di depan liang vaginaku, aku mengangguk memohon kepadanya.

    ” Kau akan mendapatkan nya sayang, aku mencintaimu.” bisiknya.

  Siwon menggendongku dan membawa ku keluar dari toilet ini, dia membaringkanku di atas ranjang. dia membuka lebar pahaku dan wajahnya mendekati vaginaku.

  ” Kau sudah sangat basah.” ucap nya.

  Siwon mengecup vaginaku, lalu lidahnya menelusuri liang vaginaku. dia menjilati kelitorisku dan jarinya sibuk menari di dalam lubang vaginaku.

  Aku mengerang merasakan kenikmatan yang sangat dalam, aku mengapit kepalanya dengan kedua pahaku agar lidahnya terus menjilati klitorisku.

  Puas bermain di vaginaku bibirnya kembali melumat bibirku, aku membalas setiap lumatan nya, tanganku mengelus tubuh kekarnya.

  Siwon memejamkan matanya merasakan usapan tanganku di tubuhnya dan lidahku menerobos masuk kedalam bibirnya, aku menggigit kecil bibirnya.

  Siwon memasukkan penisnya kedalam lubang vaginaku, dengan gerakan pelan dan nikmat dia memaju mundurkan juniornya di dalam vaginaku.

    ” lebih cepat oppa..” rengek ku.

   ” Berjanjilah kepadaku, bahwa kau tidak akan bersikap seperti tadi lagi.” ucapnya.

  Siwon memanfaatkan keadaanku di saat seperti ini, dia memperlambat gerakan juniornya yang berada di dalam vaginaku.

  ” Aku mencintaimu, aku tidak akan bisa hidup tanpamu.” ucapnya sambil menatap mataku.

  Aku terbuai setiap kali melihat dia mengungkapkan perasaan nya kepadaku, lelehan cairan bening itu keluar dari mataku begitu saja. Siwon mengecup mataku.

     ” Jangan menangis, ku mohon percayalah padaku. Aku akan berusaha membujuk orang tuaku agar dia merestui kita.” Ucapnya sambil memaju mundurkan penisnya.

  Aku menggeliat merasakan sensasi di bawah sana, aku semakin mencengkeram tangan kekarnya, berharap dia mempercepat gerakan pinggulnya.

  ” aku akan memberikan klimaksmu, setelah kau berjanji tidak akan meninggalkanku.” ucap Siwon, sambil memilin putingku.

  ” gerakan pinggulmu dengan cepat oppa, aku akan menuruti semua inginmu.” Jawabku.

  Siwon tesenyum bahagia dan dia melumat bibirku, dengan senang hati aku menyambut lumatan bibirnya, aku mengelus punggungnya. Siwon memaju mundurkan dengan cepat penisnya, vaginaku mencengkeram kuat penis Siwon.

   ” nikmat sekali sayang..” desah Siwon

  Aku menggerakan pinggulku mengikuti gerakannya, Siwon memejamkan matanya merasakan kenikmatan. Aku mencengkram kuat seprai kasur ini.

  ” oppa.. Aku ingin keluar..” ucapku..

   ” Tahan sayang, kita keluarkan bersama.” Jawab Siwon.

  Siwon dengan cepatnya bergerak di atasku, ranjang king size ini bergetar dan mengeluarkan bunyi decitan akibat pergulatan panas kita. Kami mencapai klimaks bersama.

  Suara desahan penuh dengan kenikmatan itu terucap dari bibir kita berdua. Siwon terjatuh lemas di atas tubuhku, ketika ada cairan hangat yang menjalar kedalam tubuhku. Aku tersadar jika kita tidak memakai pengaman malam ini..

   Siwon menarik juniornya keluar yang berada di dalam vaginaku, lalu dia menarik selimut tebal berbahan sutra itu dan menutupkan tubuh telanjang kami dengan selimut sutraitu.

  Siwon meringkuh tubuh polosku dan memelukku, aku menyandarkan kepalaku di dada bidangnya. Aku hirup aroma tubuhnya sebanyak mungkin, karna suatau saat nanti aku pasti akan merindukan Wangi tubuhnya.

   ” Kau kemana saja? aku ke kantor mu siang tadi, tetapi kau tidak ada.” ucapnya.

     ” Aku tidak bekerja tadi.” Jawabku.

    ” Jika kau tidak bekerja, kemana kau seharian ini.” Tanya Siwon.

  ” Aku hanya pergi ke tempat pertama kali kita bertemu.” Jawabku sambil menatapnya, Siwon mengkerutkan keningnya. seperti sedang berpikir,  mungkin dia lupa dengan tempat itu.

  ” Kau seharian tadi berada di halte tempat pertama kali kita bertemu dulu.” Tanya Siwon dengan wajah yang bingung.

  ” Ya, aku berada di sana seharian ini oppa.” jawabku sambil mengelus lengan kekarnya.

     ” Bersabarlah sedikit lagi, aku akan berjuang demi hubungan kita.” Ucap Siwon pelan.

  ” Aku tak tau oppa, sungguh berita tadi membuatku takut.” jawabku menahan isakanku.

  ” Aku tidak akan berpaling darimu, percayalah padaku.” Ucap Siwon sambil mengecup kepalaku.

  ” Selama delapan tahun ini aku selalu percaya kepadamu, aku percaya jika hatimu hanya milikku. Tetapi aku tak percaya jika kau bisa membujuk orang tuamu untuk menerimaku.” Jawabku.

   Orang tua Siwon sangat tak suka denganku, dia selalu menghina dan menghujatku setiap kali aku bertamu ke rumahnya. Dia malu mempunyai calon menantu yang hanya bekerja menjadi resepsionis di salah satu perusahaan kecil.

  Sedangkan anaknya bekerja di perusahaan terbesar di korea ini, bahkan Siwon sudah mendapatkan jabatan wakil direktur di perusahaan itu. orang tua dia menginginkan pendamping yang sederajat untuk anaknya.

  Orang tuanya berusaha menjodohkan Siwon dengan Anak Ceo di perusahaan tempat Siwon bekerja, Wanita itu bekerja menjadi Dokter di salah satu Rumah Sakit yang terkenal di Korea ini.

  Anak dari Ceo itu mencintai Siwon dan dia meminta kepada Appa nya untuk menikahinya dengan Siwon, Ceo perusahaan itu setuju dengan ide anaknya. Dan Ceo itu bertemu dengan Appa Siwon, Karna pertemuan mereka itulah. Berita tadi pagi menyebar luas di semua media.

  Appa Siwon dengan sengaja menyebarkan berita itu kepada media, agar aku bisa melihat dengan jelas bahwa aku tidak layak dan tidak pantas untuk anaknya.

   ” Tidurlah…” ucap Siwon.

  Seperti itulah tanggapan Siwon setiap aku membahas orang tuanya, selama delapan tahun ini hubungan kita diam di tempat. tidak ada tanda-tanda kemajuan sama sekali untuk melakukan kejenjang yang lebih sakral.

 

#TBC

61 thoughts on “Journey Of Love. Part 1

  1. Wah… ceritanya bagus thor..
    👍👍👍
    Sedih banget sama hidupnya jira..
    Apa salahnya kalo jira pilih kerja..
    Ckckck…
    Penasaran nih kelanjuntannya…
    Pengen cepat2 donghaenya muncul..
    😂😂😂

    Suka

  2. Baru baca ketika part 2 sudah kluar 😁
    Jira disini pasrah banget kalau nggak direstui? Aih Siwon mah kurang gereget ngbujuk Jiranya 😁
    Oiya, thor ada beberapa kalimat yg agak kaku dibacanya, mohon dilemesin lagi yaa biar nggak kaku jadinya pas baca 😊

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s