Intermediate Part 2


wallpaper_polos_putih_ce-2026-1-85

 

Author               : Syafalula (Lula)

Title                     : INTERMEDIATE

Category           : Fantasy, Action, Romance, PG-16, Yadong, Chapter.

Cast                     : Lee Hyukjae, Cho Yeong Eun.

                           Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon, Park Chanyeol, Kim Taehyung, Do Kyungsoo.

 

No more note, just Happy Readiing ^^

 

“Kyaaa!!!” Yeong Eun menjerit begitu bangun dari tempat tidurnya. Ia terduduk tegak, memerhatikan dirinya sendiri melalui cermin di kamarnya. Dan perlu diketahui bahwa kamarnya benar-benar penuh dengan cermin. Benda itu terpasang hampir di seluruh sisi dinding, dengan tinggi yang nyaris mencapai langit-langit, yakni sekitar tujuh meter dari lantai. Ia tidak bisa bergerak ke sana ke mari di kamarnya tanpa melihat pantulan dirinya sendiri di sana. Membuatnya kadang merasa merinding sendiri. Kamar luas itu terkesan lebih luas karena nuansa-dinding-cermin itu.

 

Baiklah, kembali ke pagi pertamanya di perkemahan. Yeong Eun sudah terduduk sempurna di ranjang merahnya. Tangannya bergerak ke rambutnya, mengangkatnya dengan ragu. Melihat bahwa pantulan dirinya di cermin juga melakukan hal yang sama. Bibirnya terbuka, melongo parah. Kenapa … kenapa rambutnya berubah warna? KENAPA RAMBUTNYA JADI BERWARNA BIRU?

 

Tidak. Bahkan warna matanya juga berubah menjadi sewarna dengan rambutnya. Yeong Eun bangkit dengan tergesa. Membuat gaun putih panjangnya meluruh ke lantai begitu kakinya berdiri dengan benar. Ia berdiri tegak menghadap dinding—yangtentu saja ditutupi oleh cermin,mematut dirinya dengan saksama. Tampilannya masih seperti tadi malam. Wajah polesan make up ringan entah dari mana dan gaun putih yang tak sempat dilepasnya. Tapi tidak dengan rambut biru itu. Sial! Ini benar-benar tidak lucu!

 

Yeong Eun masuk ke kamar mandinya. Mendapati bathtub yang sudah terisi oleh air hangat. Memanggilnya untuk berendam. Ia harus keramas. Benar. Mungkin warna rambut ini akan luntur sehingga rambutnya kembali seperti semula. Ia menanggalkan seluruh pakaiannya. Menyalakan shower dan bergegas mencuci rambutnya. Dan Yeong Eun refleks melempar botol sampo saat mendapati bahwa warna itu tidak bisa hilang setelah selesai dicuci dan dibilasnya. Rambutnya benar-benar berubah menjadi biru! Demi dewa-dewi, ada apa sih dengan dirinya sekarang?

 

“Dewi Aphrodite, apa kau yang melakukan ini?”

 

Yeong Eun menatap cermin yang juga memenuhi kamar mandinya. Ia tidak tahu apakah penataan ini berlaku untuk semua intermediet Aphrodite, dan ia lebih memilih tidak memikirkannya. Bibirnya berbicara sendiri. Menanyakan hal bodoh yang tidak dijawab oleh apa pun. Akhirnya Yeong Eun menyerah. Ia duduk di dalam bathtub, memeluk lututnya. Menyalakan keran yang mengeluarkan sabun beraroma mawar—tutorialyang diajarkan oleh si hantu yang menjadi anggota pelayanan pekemah. Wangi lembut menggoda mawar itu memenuhi kamar mandi. Busa-busa mulai memenuhi bak. Yeong Eun meluruskan kakinya. Berkecipakan di dalam air, tertawa sendiri karena kegiatannya.

 

Yeong Eun merebahkan punggungnya. Mencoba merilekskan diri. Ia membenarkan posisi leher dan kepalanya. Tangannya meluruh di atas tubuhnya. Matanya terpejam dengan sendirinya. Mencoba menerima segala hal yang sudah terjadi dua hari ini. Menerima segala kegilaan yang mendatanginya tanpa ampun. Dan tanpa sadar ia telah membenamkan tubuhnya sepenuhnya ke dalam air.

 

Mata Yeong Eun sontak terbuka. Ia melihat langit-langit kamar mandinya. Tapi makin lama hal itu makin terasa jauh. Tubuhnya seolah ditarik oleh energi yang menyedotnya ke dalam air. Tidak, bukan air yang digunakannya untuk mandi. Hitam. Semuanya hitam. Airnya menjadi hitam. Dan pandangannya pun seolah mulai ditelan oleh kegelapan. Yeong Eun berteriak, tapi tak ada suara yang keluar. Gelembung air bergerak keluar dari mulutnya. Tangan Yeong Eun bergerak, menggapai-gapai tepian bathtub yang tadi ditidurinya. Tapi kedua tangannya tak bisa menjangkau apa pun. Hal yang tak masuk akal karena ukuran bathtub itu tak mungkin menghalangi gerakannya. Air berbusa itu melimpah keluar dari bak karena pergolakan Yeong Eun. Membasahi lantai kamar mandi.

 

Yeong Eun mencengkeram lehernya. Merasakan seseorang mencekiknya dari belakang dan menyeretnya semakin jauh dari permukaan. Ia mendapati sebuah gua dalam pandangannya yang mengabur. Suara tangisan itu bergema dalam kegelapan. Menyerupai geraman sedih yang seolah dikeluarkan oleh makhluk yang sebesar gunung. Tangisan yang mampu membuat dinding gua bergetar. Nyawa Yeong Eun seolah ditarik keluar dengan paksa. Kakinya mengentak-entak, berontak untuk dapat kabur dari apa pun yang sudah mencengkeram jiwa dan tubuhnya. Tapi tubuh itu mengkhianatinya. Tak ada satu pun pergerakannya yang berhasil. Seolah keluar dari bak saja ia tidak mampu.

 

Saat matanya telah nyaris tertutup sepenuhnya, tubuhnya direnggut cepat dari dalam air. Menariknya keluar dengan sekali gerakan. Tangan yang dingin itu memegangi kedua lengannya kuat. Tubuh Yeong Eun terkulai. Kepalanya jatuh dan menyandar begitu saja di bahu Hyukjae.

 

“Hei, Yeong Eun. Bangun! Apa yang terjadi?”

 

Eunhyuk menggoyang-goyang tubuh Yeong Eun. Berusaha membangunkannya. Tapi gadis itu tidak meresponnya sama sekali. Kepanikan merayapi Eunhyuk. Ia tadinya berlari ke sini karena merasa datangnya kematian. Jiwa seseorang di paviliun kerajaan nyaris terisap kematian. Dan hal itu dirasakan kuat berasal dari kamar Yeong Eun. Jangan tanya bagaimana. Ia intermediet Dewa Hades, Dewa kematian dan dunia bawah. Tentu saja ia dapat merasakan jika akan ada kematian. Tubuhnya bergerak begitu saja. Bersyukur karena nyawa Yeong Eun masih bisa diselamatkan.

 

Eunhyuk mengeluarkan Yeong Eun dari dalam bathtub. Berusaha keras untuk memusatkan konsentrasinya. Yang sembilan puluh lima persen berantakan karena pemandangan di depannya. Gadis itu terlihat begitu … cantik. Seolah kata cantik tak dapat mendeskripsikan keadaannya sekarang meskipun dalam keadaan pingsan. Rambutnya berubah warna menjadi biru terang. Terlihat memukau jika dipadukan dengan kulitnya yang putih. Ia tidak tahu jika berkah Aphrodite bisa seindah ini. Ditambah lagi, Yeong Eun … gadis itu … berada dalam pelukannya tanpa sehelai benang pun. Tubuh itu … tidak! Ini benar-benar buruk! Tubuh yang menggoda bak malaikat dari surga. Melihatnya saja ia merasa darahnya terbakar total. Dan sekarang ia malah menyentuhnya. Tidak, tapi malah memeluknya! Lebih diperparah dengan aroma sensual yang menguar darinya. Mawar ranum yang begitu manis menggoda. Demi para dewa, tolong berikan ia kekuatan!

 

Eunhyuk menepuk-nepuk pipi Yeong Eun. Mulai merasa frustrasi karena gadis itu tidak kunjung sadar.

 

“Yeong Eun, bangun! Apa yang terjadi padamu? Sial!”

 

Eunhyuk mengumpat. Mengusap rambutnya ke belakang karena bagian depannya yang menjuntai mengganggu. Helaian itu sudah basah oleh air. Eunhyuk memejamkan matanya. Mengerahkan kekuatannya dan memusatkan konsentrasinya.

 

“Wahai jiwa dari Cho Yeong Eun, aku Lee Hyukjae, intermediet dari Dewa Hades memanggilmu. Kembalilah.” Pria itu berbisik, berusaha memanggil. Mengerutkan alisnya samar. Dan sesaat setelahnya, Yeong Eun tersadar. Ia tersedak, berusaha mengeluarkan air dari paru-parunya. Mata Yeong Eun mengerjap sebelum akhirnya terbuka sempurna. Menampakkan bola mata indah berwarna biru. Membuat Eunhyuk membeku di tempatnya. Merasa tak siap atas segala keindahan ini.

 

Yeong Eun menatap lama pada Eunhyuk. Menikmati wajah itu yang kini berada di atasnya. Benaknya seketika mundur teratur. Memutar ulang kejadian beberapa saat lalu yang nyaris merenggut nyawanya. Ia bisa merasakan tubuhnya bergetar. Dan air matanya tanpa sadar sudah menetas dari ujung kelopak matanya.

 

“Dia … seseorang … ada orang yang ingin membunuhku …” Yeong Eun tak bisa menghentikan isakannya.

 

Mata Eunhyuk melebar. Ia bisa merasakan emosi gadis itu yang seolah juga mencengkeramnya. Membuatnya turut merasa sakit. Tak bisa memahami alasan dibalik segala interaksi mereka yang amat memengaruhinya. Karena mereka bahkan baru bertemu dua hari lalu. Eunhyuk membungkukkan tubuhnya. Mengeratkan pelukan. Semata-mata berniat untuk menenangkan Yeong Eun saja.

 

“Sshh. Tidak ada siapa-siapa. Tidak akan ada yang bisa membunuhmu.”

 

Yeong Eun bisa mendengar suara berat Eunhyuk yang menenangkannya. Dada pria itu bergetar saat ia berbicara. Membuatnya merasa hangat dan tenang. Beberapa saat itu hanya dilalui oleh keheningan. Dan Yeong Eun baru menyadari bagaimana kondisinya sekarang. Sialan! Pakaiannya. Di mana pakaiannya? Apakah … apakah ia sedang telanjang sekarang? Darahnya mengalir deras ke wajahnya. Kulitnya tiba-tiba sangat sensitif atas segala sentuhan Eunhyuk di tubuhnya. Bulunya meremang tanpa sadar.

 

Seketika itu pula otaknya terasa berkabut. Tangan pria ini begitu hangat. Membuatnya tidak ingin dilepaskan. Membuatnya seketika mendambakan pergerakan selanjutnya. Tidak. Ini tidak benar. Mereka bahkan tidak sedekat itu. Ini harus diselesaikan. Tapi … ia merasa panas. Sedikit saja. Hanya sebentar. Bisakah ia mendapatkannya? Bolehkah ia … menyentuhnya sedikit saja? Wajahnya … wajah Eunhyuk di atasnya, terlihat begitu … memikat. Tunggu, pasti ada kesalahan dengan otaknya. Ia merasa … oh, sial!

 

Yeong Eun tidak tahu apa yang merasukinya. Batinnya berperang entah memperebutkan apa. Oh, sebenarnya ia tahu jelas apa yang diinginkannya. Tapi itu tidak masuk akal! Kenapa tiba-tiba ia mendapat keinginan segila ini? Dorongannya … dorongannya terlalu kuat.

 

Kumohon … hanya bibirnya saja. Yeong Eun membatin.

 

Eunhyuk menatap cemas pada Yeong Eun di bawahnya. Gadis itu tak lagi terisak. Eunhyuk mengangkat sedikit tubuhnya, menciptakan celah di antara keduanya. Matanya menatap liar pada Yeong Eun. Gadis itu terlihat … bingung. Entah karena apa. Eunhyuk merasa tubuhnya sudah tidak sanggup lagi. Tangannya berusaha tak menyentuh apa pun. Khawatir kalau-kalau ia malah tak bisa melepaskan sentuhannya. Tapi Yeong Eun masih terbaring dalam pangkuannya. Menatapnya dengan tatapan … mendamba. Gigi gadis itu menggigit bibirnya sendiri. Membuatnya malah semakin kewalahan. Tolong, hentikan segala godaan gila ini. Ini gila! Intermediet Aphrodite sekalipun tidak akan bisa membuatnya sekalut ini!

 

“Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa tenggelam di dalam bathtub?” Eunhyuk memutuskan bertanya. Apa pun asalkan ia tidak berfokus pada posisinya sekarang.

 

“Tidak. Aku tidak tahu. Air itu … menyedotku. Tubuh, nyawa, apa saja.” Yeong Eun menjawab pelan. Tidak bisa mengalihkan pandangannya dari bibir Hyukjae. Berusaha menguatkan dirinya yang terasa meleleh. Tidak. Ia pasti sudah kerasukan. Kenapa dia begitu menginginkan pria ini? Sangat … menginginkannya. Sialan!

 

Eunhyuk menjulurkan bususr panahnya, menggapai handuk putih yang tergantung di dinding. Ia mendudukkan Yeong Eun sepenuhnya. Menutupi tubuh bagian depannya dengan handuk.

 

“Pakai pakaianmu. Tolong. Kau membuatku … kacau.”

 

Yeong Eun memegangi handuk itu. Menjaganya di posisinya. Merasa malu bukan main. Ia menundukkan kepalanya. Tak mampu menatap Eunhyuk. Pria itu bangkit berdiri dengan masih membawa  busurpanahnya.

 

“Setengah jam lagi kelas akan dimulai. Sebaiknya kau bersiap-siap.”

 

Eunhyuk membuka pintu kamar mandi. Keluar lalu menutupnya dengan pelan. Mengembuskan napas lega sekeras-kerasnya. Tangannya gemetar. Bersyukur masih dapat keluar dari sana tanpa melakukan hal-hal gila yang tadinya sudah tersusun rapi di otaknya. Ia belum berniat ingin membuat gadis itu membencinya. Tidak. Eunhyuk melangkah keluar sebelum ia berlari kembali ke kamar mandi untuk menghabisi gadis itu tanpa sisa di ranjangnya. Demi dewa-dewi, ia tidak tahu bagaimana harus menyikapi dorongan gila ini.

 

Sementara itu, Yeong Eun bangkit dengan lemas. Masih merasa malu. Kesal kenapa ia menginginkan Eunhyuk sebanyak itu. Meskipun jelas bahwa ia mempermalukan dirinya sendiri. Tapi tubuhnya terus meneriakkan nama pria itu. Memberontak ingin mendapatkannya. Mendapatkan semuanya darinya. Semua yang bisa ia dapatkan. Gila, kenapa ia bisa jadi segila ini?

 

***

 

Yeong Eun bergegas menuju akademi. Ia berlari memasuki bangunan klasik itu. Berharap bahwa dirinya tak terlambat. Dan saat ia memasuki kelas, ia bersyukur kalau ia memang masih tepat waktu. Bahkan, kelas itu masih kosong melompong. Bangunan itu seperti kelas pada umumnya. Ada banyak bangku yang tersusun rapi. Dengan meja guru yang terletak di depan ruangan. Sebuah layar putih terpasang di depan kelas bagian kiri dan papan tulis di bagian kanan. Yah, ia tidak menyangka bahwa sekolah di perkemahan bisa jadi semodern ini. Maksudnya, memangnya kelas untuk para intermediet juga akan pakai layar LCD?

 

“Hei, kenapa kau masih di sini?”

 

Sebuah suara laki-laki membuat Yeong Eun menoleh. Di depan pintu, pria jangkung sedang menatapnya bingung.

 

“Emm … bukankah akan ada kelas?” Yeong Eun bertanya memastikan.

 

“Ya ampun. Pagi ini kelasnya dimulai di luar ruangan. Kebun di belakang.  Kau tidak tahu ya? Kalau begitu berangkat denganku saja. Aku juga akan ke sana.” Pria itu lalu merangkul bahu Yeong Eun, membuat Yeong Eun merasa seperti tertimpa galon. Lengannya berat. Dan karena tinggi tubuh pria itu yang terlalu subur, tubuhnya sendiri tak sampai setinggi bahunya.

 

“Aku tidak tahu kalau kelas juga bisa diadakan di kebun.”

 

“Hari ini kita akan belajar dengan hewan. Rambutmu berubah ya, birunya seperti lautan. Pasti Henry suka sekali.”

 

Yeong Eun membenarkan lagi topi hoodie yang dikenakannya. Ia berusaha agar tidak ada yang melihat rambut birunya. Usaha yang gagal total karena setiap kali topi itu terdorong angin, rambutnya akan terlihat. Ditambah lagi, tidak semua helaiannya bisa ditutupi. Banyak juga yang mencuat keluar seolah berlomba untuk diperlihatkan.

 

“Ini memalukan. Aku malah merasa seperti monster.” Yeong Eun menggerutu. Membuat pria itu tertawa. “Dan siapa itu Henry?”

 

“Kalau monsternya secantik dirimu, tidak akan ada yang tega membunuhnya. Sepertinya Aphrodite sedang senang saat menciptakanmu.” Mereka berdua melangkah menuruni tangga. “Henry, anak laki-laki menyebalkan yang usil. Dia intermediet Poseidon.”

 

“Aku tidak peduli soal kecantikan yang mengerikan ini. Dan aku juga belum pernah bertemu dengan si Henry itu.” Yeong Eun menjawab malas. Mereka berjalan bergegas di tanah. Berbelok menuju halaman belakang.

 

“Omong-omong, aku Zhoumi. Intermediet Dewa Ares.” Pria itu menoleh padanya sembari menampilkan seringainya. Senyumnya terlihat bersinar di tengah hutan ini. Yeong Eun kontan ikut tersenyum juga.

 

“Cho Yeong Eun.”

 

Para pekemah sudah terlihat menyebar di sebuah halaman yang dipagari oleh pagar kayu setinggi tiga meter. Tiang-tiang itu melingkari halaman itu dan dihubungkan oleh kayu-kayu lain yang melintang. Para pekemah tersebar acak di dalam halaman itu. Terlihat bagaikan arena latihan yang nyaman. Di tengah keramaian itu, berdirilah seorang laki-laki paruh baya dengan seekor pegasusnya di sampingnya. Omong-omong, di sana memang terdapat beberapa ekor Pegasus. Sekitar dua puluh lima ekor. Dengan masing-masingnya berusaha didekati oleh seorang pekemah sementara yang lain menunggu.

 

“Apa yang sedang mereka lakukan?” Yeong Eun menoleh pada Zhoumi. Meminta petunjuk saat keduanya mulai memasuki kawasan di dalam pagar—arena belajar dan latihan.

 

“Hari ini kita belajar untuk berkomunikasi sekaligus menjinakkan hewan. Kau beruntung karena sekarang akan dimulai dengan Pegasus.”

 

“Apa? Beruntung? Kupikir Pegasus liar juga tetap akan membunuh kita kalau ia menendang kita dengan kekuatan penuh.”

 

Zhoumi tertawa.

 

“Aku tidak tahu bagaimana komentarmu saat nanti kita berlatih dengan naga liar.”

 

“Hah? Jangan membual padaku. Memangnya di mana kita bisa menemukan naga liar di dunia ini? Mereka kan sudah punah.” Yeong Eun tertawa remeh. Sementara Zhoumi hanya menatapnya sambil menaikkan alis. Membuat Yeong Eun tiba-tiba terdiam. “Tunggu, kita tidak benar-benar akan menjinakkan naga kan?”

 

Pria itu tidak menjawab. Ia malah menggiring Yeong Eun menemui pria paruh baya yang kini tengah asik mengelus bulu leher sang Pegasus.

 

“Dia siapa?” Yeong Eun berbisik selagi langkah mereka semakin mendekati pria itu.

 

“Mr. Clayton. Kupikir kau belum pernah bertemu dengannya kan? Seharusnya kau memperkenalkan dirimu.”

 

“Selamat pagi, Mr. Clayton.”

 

“Pagi, Zhoumi. Tidak biasanya kau terlambat.” Pria itu menjawab dengan ramah. Tapi orang itu seolah-olah menguarkan hawa wibawa dan galak yang tidak bisa dipungkiri. Membuat Yeong Eun tiba-tiba merasa gemetar.

 

“Aku tidak sengaja bertemu dengan Yeong Eun. Dia tidak tahu kalau hari ini kelas dimulai di kebun.”

 

“Selamat pagi, Mr. Clayton.”

 

“Oh, hai, Yeong Eun~ssi. Aku sudah menantikan pertemuan kita. Aku harap kau senang berada di sini. Dan oh, aku suka upacaramu semalam.” Mr. Clayton menyalami Yeong Eun. Meninggalkan jejak humor di akhir sapaannya. Membuat Yeong Eun mau tak mau tersenyum.

 

“Aku tidak tahu apakah aku memang harus senang akan hal itu.”

 

“Yah, aku sendiri juga tidak yakin. Itu agak sedikit … berbeda.” Mr. Clayton tiba-tiba merasa ragu. Terdiam beberapa saat dengan pandangan kosong menatap surai pegasusnya dan pikiran yang melayang. Melamunkan entah apa. Membuat Yeong Eun tiba-tiba dibanjiri rasa penasaran yang tak tahu diri. Cara pria itu menyebutkannya seolah-olah ada yang salah dengan upacaranya semalam. Sementara ia sendiri tidak tahu apa pun soal itu. Di matanya, semuanya memang sangat salah. Mau itu tentang pakaiannya, rambutnya, dandanannya, dan segala keterpanaan orang-orang padanya!

 

“Baiklah. Lupakan dulu soal itu. Kalian harus mulai berlatih sekarang.”

 

“Permisi, Mr. Clayton. Ada yang harus Saya katakan.”

 

Terlihat Yesung yang sedang turun dari pegasusnya. Berjalan mendekati mereka. Raut wajahnya terlihat serius. Dan begitu tatapannya bertemu dengan Yeong Eun, pria itu langsung tersenyum ceria—atau itulah yang sedang diusahakannya. Nyatanya, Yeong Eun malah merasa dikasihani.

 

“Soal apa?” Mr. Clayton bertanya. Terlihat sama seriusnya. Baiklah, sebenarnya Yeong Eun mulai merasa seperti penguping. Ini kan Yesung, Kim Joong Won, raja dari klan intermediet yang sedang ingin melakukan pembicaraan serius dengan Mr. Clayton alias Jeffry Archibald Wardell Clayton, kepala Akademi Clayton. Dan orang tidak berpangkat dan murid baru yang tidak tahu apa-apa seperti dirinya tidak seharusnya berada di tempat sepenting ini kan?

 

“Ramalan. Chen mengatakan hal yang baru tentang ramalan.”

 

Hanya itu yang dikatakan Yesung. Mereka kini hanya bertukar pandang dengan gugup. Seolah tahu bahwa ini bukanlah tempat dan kondisi yang tepat. Melihatnya, Yeong Eun langsung bertindak.

 

“Baiklah. Kalau begitu Saya akan berlatih sekarang. Sampai nanti, Mr. Clayton. Dan … emm … Yesung~ssi, eh, Paduka Raja?” Yeong Eun meralat ucapannya dengan ragu. Tidak tahu harus memanggil Yesung dengan sebutan apa.

 

“Yesung saja. Lidahmu sepertinya tidak suka memanggilku paduka, yang mulia, dan sejenisnya.” Yesung menjawab dengan geli. Nyaris tertawa.

 

“Aku tidak bermaksud begitu. Hanya saja … kau terlihat seperti kakakku. Rasanya agak … aneh. Dan kurasa kau tidak cocok jadi raja.” Yeong Eun membalas sambil mengedikkan bahunya. Membuat Yesung tergelak.

 

“Iya. Mungkin aku lebih cocok jadi prajurit saja.”

 

“Hmm … sebenarnya kau lebih terlihat seperti murid yang bandel.” Yeong Eun menggaruk belakang lehernya dengan salah tingkah. Membuat Yesung benar-benar terbahak.

 

“Astaga. Mr. Clayton, apakah dulu aku memang bandel?”

 

“Kau ingin aku menjawab apa? Bukankah kau memang suka melanggar aturan. Bahkan anak baru sepertinya juga langsung mengetahui tabiat aslimu.”

 

“Ya ampun. Seharusnya aku serahkan saja kursi raja ini pada orang lain. Tak kukira Eunhyuk akan membiarkanku mendapatkan posisi merepotkan ini. Dasar teman tidak setia!” Yesung menggerutu.

 

Mendengar nama Eunhyuk, wajah Yeong Eun langsung merona kembali. Sial! Apa-apaan sekarang? Tidak seharusnya ia mengingat-ingat kejadian tadi pagi! Kejadian tidak penting seperti itu seharusnya dilupakan saja.

 

Yeong Eun mohon diri, meninggalkan Yesung dan Mr. Clayton yang kini juga berjalan meninggalkan halaman latihan. Ia memerhatikan sekeliling dengan gugup. Sepagian ini ia sudah berusaha untuk tidak bertemu dengan Eunhyuk. Berusaha menghindari pria itu sebisa mungkin. Karena ia sendiri tidak tahu bagaimana harus bersikap saat nanti bertemu lagi. Pertemuan terakhir mereka benar-benar … bagaimana mengatakannya? Memalukan? Tentu saja memalukan! Yeong Eun bahkan merasa tidak punya muka lagi.

 

“Sebenarnya berkomunikasi dengan Pegasus adalah salah satu ‘bakat’ dari intermediet Poseidon. Dikarenakan karena Poseidon sendiri adalah bapak para kuda. Kuda—yang mana Pegasus termasuk di dalamnya—merupakan keturunan Poseidon. Pegasus-pegasus ini dan yang lain adalah keturunan dari Pegasus pertama, sementara Pegasus pertama yang sebenarnya merupakan putra dari Poseidon dan Medusa. Yah, sebelum Medusa dikutuk oleh Athena, tentu saja. Jadi, sebagai bagian dari Poseidon, tentu saja intermedietnya juga bisa berkomunikasi dengan kuda. Tapi semakin berlalunya waktu, para pendahulu kita memutuskan untuk mempelajari hal itu agar bukan hanya berlaku bagi intermediet Poseidon. Sebagian memang berhasil. Itulah kenapa pelajaran ini tetap diadakan. Hewan-hewan mitologi akan menyadari darah dewa-dewi yang mengalir dalam tubuh kita. Dan mereka pada dasarnya tidak memusuhi kita. Selanjutnya, tergantung pada kepandaian kita sendiri untuk bisa berteman dengan mereka. Dimusuhi monster sudah cukup buruk. Tidak perlu ditambah dengan dimusuhi hewan juga.”

 

Zhoumi menjelaskan. Saking larutnya dalam khayalannya tentang Eunhyuk, Yeong Eun tidak sadar bahwa pria itu masih ada di sampingnya.

 

“Kau sudah bisa menjinakkan mereka?”

 

“Yah, sudah. Musim panas lalu aku terlibat dalam sedikit tragedi dengan Pegasus saat sedang melaksanakan misi.”

 

“Misi apa?”

 

“Hmm … tidak terlalu penting. Menyelamatkan diri, melindungi perkemahan, mencegah peperangan antar-klan, menunda kehancuran negara.”

 

Zhoumi menjawab sambil lalu. Oh, tidak penting katanya? Kalau tindakan terpuji dan besar seperti itu dibilang tidak penting, lalu seperti apa yang penting? Apa dia sedang menghinanya? Satu-satunya tindakan penting yang pernah dilakukan Yeong Eun selama ini adalah menyelamatkan anak kecil yang nyaris tertabrak mobil di tengah jalan. Dan rasanya itu sama sekali tak bisa disamakan dengan tindakan heroik Zhoumi yang sudah pernah menunda kehancuran negara dan mencegah peperangan.

 

“Jawabanmu menyebalkan ya. Aku tidak tahu kau ini rendah hati atau malah sedang sombong.”

 

Zhoumi tertawa mendengar komentar Yeong Eun.

 

“Tidak sehebat itu. Kau mungkin belum pernah mendengar apa saja yang sudah dilalui Hyukjae. Meskipun kejadian lima tahun lalu itu berakhir buruk. Tapi tetap saja, dia sudah berjasa untuk kita semua.”

 

Zhoumi menghampiri seekor Pegasus yang sedang mengepakkan sayapnya di sudut halaman. Terlihat malas. Matanya bersinar tak ramah saat keduanya mendekat.

 

“Nah, kau bisa mulai dengan yang ini. Sepertinya hanya dia yang sedang senggang.”

 

Yeong Eun memandang berkeliling. Benar. Pegasus yang lain sedang sibuk dengan para pekemah yang tengah asik dengan ‘misi berusaha berteman’. Dan tentu saja ada alasan kenapa hewan ‘manis’ satu ini tidak didekati kan?

 

“Hmm … bagaimana kalau kau saja? Kupikir aku harus … hmm … pemanasan?”

 

Yeong Eun refleks memundurkan kakinya. Dan tangan Zhoumi dengan sigap menahannya.

 

“Coba saja dulu. Pegasus tidak pernah membunuh. Lagipula, paviliun penyembuh kita bisa dipercaya.”

 

Dan dengan bujukan itu, Yeong Eun harus rela untuk memulai interaksinya dengan hewan tinggi itu.

 

“Oh … emm … hai, Fluffy. Kau terlihat tampan hari ini.”

 

Yeong Eun bergerak maju dengan ragu. Tangannya terangkat. Berusaha memberi isyarat pada si Pegasus agar tenang.

 

“Hmm … Yeong Eun … sebenarnya—”

 

“Aack!”

 

Yeong Eun tak bisa mendengar perkataan Zhoumi selanjutnya karena sayap Pegasus itu sudah menyibaknya hingga ia terpental ke belakang. Jatuh tersungkur di atas rumput.

 

“Sebenarnya dia itu Pegasus betina.” Zhoumi meneruskan dengan rasa bersalah.

 

“Kenapa kau baru bilang?! Lagipula …” Yeong Eun berteriak gusar seraya bangkit dari posisinya, menatap judes pada sang Pegasus yang seolah sedang mendengus padanya. “Lagipula bagaimana aku bisa langsung tahu kalau kau itu perempuan? Dan tolong, kalau kau perempuan, kau tidak boleh kasar seperti itu. Bersikaplah anggun dan—aduh!”

 

Kali ini kepala Pegasus itu yang mendorong Yeong Eun mundur. Lengkap dengan ringkikannya dan kaki yang menghentak. Untuk kedua kalinya, Yeong Eun tersungkur ke tanah.

 

“Baiklah! Sudah cukup. Mari kita selesaikan dan mulai pertemanan ini. Aku akan mulai serius menghadapimu. Sebagai sesama perempuan!”

 

Yeong Eun menggertakkan giginya. Mulai merasa kesal. Ia bangkit. Mengibaskan tangannya dan pakaiannya yang kotor karena rumput dan tanah. Berbalik pada sang Pegasus yang kini menegakkan dagunya. Dan seperti itulah, kegiatan ‘pembelajaran’ itu dimulai dengan bujukan Yeong Eun.

 

“Baiklah, Manis. Tenanglah. Ayo kita berteman. Tunggu, tidak! Tidak boleh ada kekerasan dalam pertemanan. Hati-hati sayapmu! Heeeiiii, dasar anak nakal!”

 

***

 

Dua jam berikutnya, Yeong Eun sudah disibukkan dengan menghindari segala bentuk ketidakramahan dari sang Pegasus—yang terakhir kali diberi nama olehnya sebagai Lyra. Pegasus itu benar-benar terlihat menikmati keusilannya. Dan buah dari segala posisi jatuh dan goresan di tubuhnya adalah bahwa hewan itu memperbolehkan Yeong Eun untuk menaiki tubuhnya. Jadi, di sanalah Yeong Eun sekarang. Keringat sudah membasahi tubuhnya. Lengan bajunya sudah robek. Hah! Ia bahkan baru tahu bahwa gigi Pegasus bisa sekuat itu. Sementara Zhoumi, pria itu terlihat menikmati pemandangan. Tertawa terbahak-bahak melihat bagaimana ia dipermainkan sang Pegasus. Dan sepertinya, Lyra sendiri juga berniat pamer kekuatan di depannya. Dasar betina genit!

 

“Aduh, ini melelahkan.” Yeong Eun merebahkan kepalanya di leher Lyra. Memeluknya ringan. Sementara Lyra hanya meringkik pelan. Yeong Eun bisa menebak perasaannya, sepertinya betina itu sudah berhenti untuk mengusilinya dan benar-benar bersedia berteman dengannya.

 

“Baiklah. Kalau begitu ayo kita pergi dari sini. Dan tolong … cukup di darat saja. Aku sedang tidak ingin terbang.”

 

Lyra mendompak. Ia kemudian berderap pelan meninggalkan arena latihan yang masih dipenuhi beberapa pekemah yang masih berlatih dengan pegasusnya. Baru saja mereka berbelok menuju akademi, seseorang memanggilnya. Memintanya untuk berhenti.

 

“Permisi, Cho Yeong Eun~ssi?” seorang pria berlari menghampiri mereka. Terlihat baru saja berlari jauh. Yang anehnya tidak terlihat kelelahan.

 

“Oh, hai juga, Meuray. Lama tidak bertemu.”

 

Pria itu lalu mengusap-usap dahi Pegasus yang dinaiki Yeong Eun. Membuatnya meringkik.

 

“Iya iya. Maaf. Lagipula kau sendiri yang meninggalkanku kemarin. Kau lupa sudah melemparkanku ke lautan? Untung aku ini Intermediet Poseidon. Dasar betina kasar!”

 

Lyra langsung meringkik lagi mendengar ucapan pria itu. Membuatnya terkekeh lagi.

 

“Baik baik. Kau betina cantik yang galak! Ah, sudahlah. Aku tidak sedang punya urusan denganmu.” Ia lalu beralih pada Yeong Eun. “Nah, Yeong Eun~ssi, kau dipanggil oleh Mr. Clayton. Mari ikut aku.”

 

Yeong Eun bergerak dengan patuh. Turun dari tubuh Lyra dan mengikuti langkah pria itu.

 

“Maaf sebelumnya. Tapi, kau siapa ya?”

 

“Oh? Benar. Kita belum berkenalan. Aku tidak sempat hadir saat upacaramu. Aku Henry Lau, Intermediet Poseidon.” Pria itu tersenyum jenaka sambil menyeringai jahil.

 

“Oh, Henry. Aku pernah mendengar tentangmu.”

 

“Oh ya? Dari siapa?”

 

“Zhoumi.”

 

“Oh, Zhoumi. Yah, dia laki-laki yang agak menakutkan. Tidak heran. Aura Ares tetap akan mengikutinya.”

 

“Dia terlihat manis bagiku. Malahan agak … jinak.”

 

“Apanya yang jinak?!” Henry menggerutu sendiri. Tak bisa menyembunyikan nada kesalnya. Ia lalu melanjutkan, “oh ya, kudengar ada yang seru saat upacaramu. Benarkah? Apa yang terjadi? Sayang sekali aku baru sampai di paviliun kerajaan saat tengah malam. Aku jadi ketinggalan peristiwa penting.”

 

“Apa? Kau dari paviliun kerajaan?” Yeong Eun memutuskan untuk bertanya. Beralih dari apa saja yang berkaitan dengan upacaranya yang terus saja dibilang aneh itu. Yang sampai sekarang tetap tidak bisa dimengertinya.

 

“Tentu saja. Kau tidak lihat kalau aku ini pangeran? Aku pangeran dari Klan Intermediet Selatan.”

 

Yeong Eun bahkan tidak sempat untuk merasa terkejut lagi. Ia sudah terlalu banyak mendapat kejutan beberapa hari ini. Tapi saat mengetahui bahwa ada pangeran lain yang tak ia ketahui tetap saja membuatnya merasa kagum.

 

“Ah, begitu ya. Tentu saja. Kau pasti seorang pangeran. Kurasa akhir-akhir ini aku seperti dikelilingi oleh pangeran dari empat penjuru mata angin.”

 

Yeong Eun tahu bahwa bisa saja kalimatnya itu terdengar begitu menyebalkan. Karenaia benar-benar merasa depresi. Menerima begitu saja mengenai takdirnya ternyata tidak semudah itu. Ia bersyukur bahwa kini Henry hanya menimpalinya dengan tawa terbahak yang malah terasa seperti menggelitik telinganya. Membuat Yeong Eun ikut tersenyum.

 

“Tidak seburuk itu. Kau pikir ada berapa banyak gadis yang seberuntung dirimu di dunia ini?” Henry melanjutkan dengan nada pongah. Keduanya lalu berhenti di depan sebuah pintu. Bangunan ini terletak di sebelah kiri Clayton’s Academy. Bangunan tersendiri yang berdiri di sisi akademi itu yang sebelumnya belum disadari keberadaannya oleh Yeong Eun. Yeong Eun bisa menebak bahwa ini pastilah ruang kerja Mr. Clayton.

 

“Nah, aku hanya akan mengantarmu sampai di sini. Silakan masuk. Mereka sudah menunggu.”

 

Mereka? Siapa yang dimaksud dengan ‘mereka’?

 

Yeong Eun tak sempat bertanya karena Henry sudah lebih dulu mengetuk pintu itu. Berbaik hati pula untuk turut membukakannya untuknya. Dengan pikiran yang masih penuh tanda tanya, Yeong Eun melangkahkan kakinya masuk.

 

Ruangan itu terasa begitu klasik. Terbuat dari kayu pohon-pohonan yang pastilah berusia puluhan tahun. Begitu kuat seolah tak termakan oleh usia. Sebuah meja kerja dan kursi kerjanya berada di sana. Dilatarbelakangi oleh rak tinggi yang dipenuhi oleh buku-buku. Sementara satu set sofa tamu bermacam ukuran terletak di tengah ruangan. Mr. Clayton duduk di salah satu sofa tunggal. Dan di sofa panjang lainnya duduklah seseorang yang paling berpengaruh setelah Mr. Clayton, Kim Jongwoon alias Yesung, raja intermediet. Seorang pria lain yang tidak Yeong Eun ketahui namanya duduk di sebelah Yesung. Dan yang paling membuatnya kaget adalah, di sofa di seberang Yesung, duduklah Eunhyuk!

 

Pria itu duduk di sofa berwarna putih itu. Terlihat begitu kontras karena lagi-lagi kabut tipis berwarna hitam juga menyelubungi tubuhnya, begitu pun di tempat di mana ia duduk. Tapi tak satu pun dari orang-orang itu terlihat terganggu oleh pemandangan janggal itu. Eunhyuk memberinya tatapan sekilas kemudian kembali menekuni pedangnya lagi. Mr. Clayton adalah orang pertama yang menyambut kedatangannya.

 

“Yeong Eun~ssi, syukurlah kau sudah tiba. Kami sudah menunggumu. Mari, silakan duduk.”

 

Yeong Eun membungkukkan tubuhnya dengan sopan. Ia lalu melangkah mendekat, memilih duduk sendirian pada sofa yang tersisa.

 

“Aku tidak tahu kenapa aku dipanggil ke sini. Apakah aku sudah melakukan kesalahan?”

 

Yeong Eun menatap bergantian pada Mr. Clayton dan Yesung. Mr. Clayton tersenyum mendengarnya.

 

“Tidak. Kau tidak melakukan kesalahan apa pun, Anakku. Setidaknya belum.”

 

“Kalau begitu, boleh aku tahu kenapa aku dipanggil ke sini?”

 

“Ada hal yang perlu kami beritahukan padamu.”

 

“Baiklah, apa itu?”

 

“Aku dan Yesung sudah memutuskan. Kau akan dilatih secara pribadi oleh Eunhyuk. Eunhyuk akan menjadi mentormu agar kemampuanmu sebagai intermediet bisa berkembang secara maksimal.”

 

“Apa? Tu-tunggu dulu, Mr. Clayton. Aku … aku tidak bermaksud menolak. Aku tahu bahwa aku pastilah terlambat untuk mempelajari semuanya. Karena aku bahkan baru mengetahuinya beberapa hari ini. Tapi kupikir aku pasti masih bisa mengikuti pelajaran di akademi.”

 

Yeong Eun menyuarakan pendapatnya. Dilatih secara pribadi oleh Eunhyuk? Hah, jangan bercanda! Yeong Eun bahkan merasa tidak bisa lagi untuk bertemu dengan Eunhyuk. Melihat dari apa yang sudah terjadi pada mereka, ia tidak tahu apa lagi yang akan terjadi jika mereka berdua dibiarkan terus berdekatan untuk waktu yang lama. Tidak. Aura pria itu begitu … gelap dan mematikan. Dan entah kenapa ia malah seperti tersedot ke dalamnya.Ia tidak bisa menghadapinya. Bagaimana jika … sesuatu yang buruk terjadi padanya? Yeong Eun sama sekali tak bisa mengendalikan dirinya jika berada di dekat Eunhyuk. Ia tahu itu. Itulah kenapa ia memutuskan untuk tidak mendekati pria itu untuk beberapa waktu ke depan. Tapi sekarang? Kenapa orang-orang malah menyodorkan Eunhyuk padanya!

 

“Aku tahu kau punya bakat yang hebat. Tapi semua ini demi kebaikanmu. Kita tidak punya waktu lagi. Kau harus siap secepatnya karena misimu akan dilaksanakan minggu depan.”

 

Kali ini Mr. Clayton menjelaskan dengan pelan dan jelas. Yeong Eun bisa mendengarnya dengan baik. Tapi itu bukan berarti bahwa ia bisa memahaminya. Misi apa? Memangnya dia memiliki misi? Ia bahkan hanyalah intermediet baru yang belum tahu apa-apa!

 

“Maaf. Misi apa maksudmu? Aku tidak tahu sama sekali tentang misi itu.”

 

Yeong Eun menjawab dengan sesopan yang ia bisa. Dahinya berkerut, memandangi semua orang itu satu per satu.

 

“Kita akan menjelaskan itu nanti. Sebelumnya, aku punya berita buruk untukmu. Kumohon untuk tidak terkejutsaat mendengarnya.”

 

Mr. Clayton menatap Yeong Eun sungguh-sungguh. Membuat hati Yeong Eun seketika terasa amat tidak enak. Berita buruk? Tidak. Tolong jangan berita buruk lagi. Ia benar-benar sudah nyaris meledak oleh semua kegilaan ini. Dan jika sampai ia mendapat berita buruk lagi, ia tidak tahu bagaimana harus menyikapinya.

 

Yeong Eun lalu mendengus. Benar juga. Ini semua sudah jadi cukup buruk. Memangnya apa lagi yang bisa membuatnya bertambah buruk? Yeong Eun mengambil napasnya pelan. Menatap lurus pada Mr. Clayton.

 

“Katakan saja, Mr. Clayton. Aku tidak apa-apa.”

 

Semuanya seketika terdiam. Menunggu kata-kata Mr. Clayton selanjutnya. Pria paruh baya itu menghela napas pelan. Menatap Yeong Eun penuh kasih.

 

“Kami sudah mendapat kabar bahwa Tuan dan Nyonya Cho tidak bisa menyelamatkan diri. Yeong Eun, orangtua intermedietmu sudah meninggal dunia semalam.”

 

Yeong Eun membatu di tempatnya, terasa bagai disambar petir. Apa … apa yang baru saja dikatakan Mr. Clayton? Ibu dan ayahnya … meninggal? Tidak. Tidak mungkin kan? Ibu dan ayahnya itu bukan orang sembarangan. Terakhir kali mereka bertemu, keduanya bahkan terlihat begitu tangguh dan tak terkalahkan. Tapi, bagaimana bisa? Kenapa mereka bisa meninggal dunia? Dibunuh oleh monster? Monster apa?

 

“Apa … apa maksud Anda? Aku tidak … aku tidak mengerti.”

 

Yeong Eun bertanya dengan terbata-bata. Jantungnya seolah dicengkeram hingga tak bisa berdetak lagi. Tubuhnya gemetar. Setelah semua yang terjadi, kini orangtuanya juga memutuskan untuk meninggalkannya sendirian? Sialan! Ini semua karena takdir sialan ini! Persetan dengan semua hal tentang intermediet ini! Yeong Eun benar-benar muak!

 

“Kami masih menyelidiki penyebab kematian mereka berdua. Kurasa kau harus tahu hal ini secepatnya. Apa pun yang ada di pikiranmu, tolong ingatlah bahwa kau tidak sendirian. Kami semua adalah keluargamu.”

 

Yeong Eun tak bisa mendengarkan lebih lanjut penghiburan yang terdengar begitu klise itu. Pikirannya terasa menjauh. Air matanya bahkan tak bisa menetes. Ia menarik napasnya pelan. Terasa menyakitkan dalam setiap usahanya. Pandangannya menajam, menatap lurus ke depan. Berjanji di dalam hati. Yeong Eun tahu bahwa setelah semua ini maka ia tidak akan pernah sama lagi.

 

To Be Continued …

45 thoughts on “Intermediate Part 2

  1. asik di latihnya sama eunhyuk ciee bae2 ya kalian berdua
    kasian banget si young eun udh ga tau apa2 masalah intermediet trus dapet kabar buruk orang tuanya ga bisa diselamatkan yang sabar yaa young eun

    Suka

  2. Kok bisa orang tua yong eun meninggal?? Dan kok jdi dilatih secara private uh,,, jdi makin penasaran. Terus gimana reaksi kyuhyun begitu tau orang tua nya meningga?.

    Suka

  3. Penasaran siapa yg ingin bunuh yong eun, eunhyuk jadi mentor pribadi yong eun😍 ditunggu momen sweet+ romantisnya
    Chaper selanjutnya jangan lama2 thor

    Suka

  4. whatt???sebenerny yong eun it ap?siapa?keturunan murni aphrodite???
    knp kyuhyun munculny dikit bgt?knp dgn kematian ortuny???
    penasaran parahhh!!!

    Suka

  5. “Hmm … sebenarnya kau lebih terlihat seperti murid yang bandel.” Yeong Eun menggaruk belakang lehernya dengan salah tingkah. Membuat Yesung benar-benar terbahak.

    oo kalo.muridnya.kayak yesung mah, walaupun bandel bakalan tetep betah ngajarya 

    Suka

  6. kenapa kalo yong eun mandi selalu ada yg ‘ganggu’ dan yg bisa nyelametin ya eunhyuk.. ada takdir apa ya mereka ?? kayanya ada satu dan lain hal ikatan batin jiwa raga mereka.. dan itu bikin penasaran..
    selain itu, kenapa malem yong eun ditandai kayanya kesannya aneh.. sebenernya ada apa ??
    masih banyak pertanyaan..
    .
    ditunggu next part
    fighting thor

    Suka

  7. Nahhh lohh itu yongeun kenap bisa ketarik gitu? Siapa coba yang mau bunuh yongeun? Aishh gue pikir bakalan ada nananina pas eunhyuk nyelametin yongeun.
    Baru masuk udah dapet misi aja yongeun. Diprivat sama eunhyuk lagi! Wahhhh😆 lahhh orangtuanya yongeun meninggal? Terus dimana kyuhyun? Gimana nasib kyuhyun? Ngga sabar nunggu kelanjutannya.
    Oh iya thor, aku udah baca yang the wild couple dari awal. Maklum reader baru. Aku suka ffnya, apalagi genre actionnya. Jangan lupa dilanjut ya thor😆

    Suka

  8. Waahhhh apaa iniii ff sangat keren dan panjang dan detail tp tetep aja akhirannya bikin penasarann. Cailah jodoh mah ga kemana kkkk~ deg degan tau pas youngeun sm eunhyuk kayak gitu >\< banyakin moment mereka berdua dong>< ditunggu kelanjutannyaa semangat terus authornim~

    Suka

  9. Aku baru baca yg part dua mya ajj eonie belum baca yg part 1 nya jadi belum terlalu mudeng sama alur cerita nya,,
    V walaupun begitu ff nya tetap seru kok eonie,,semangat trus eonie nulis kelanjutan cerita nya

    Suka

  10. Tau ga thor? Novel Rick Riordan itu kalau ditaruh gitu aja sayang banget. Baca ampe pagi pun aku bela-belain.
    Nah… rasa itu entah kenapa aku rasain pas baca ini ff. Astogehh… gedek sumpah liat tanda tbc itu. Padahal ini ff udah kapan yak update, aku baru sempet baca 😑
    Dan …. uwoooo…. aku tercengang liat openingnya. Kampret, padahal aku udah mikir ke arah yg engga-engga tau ga. Pengen gitu biar ceritanya biar Hyukjae nyerang Yeongeun sekalian. Tapi apa daya, pertahanan mereka masih kuat 😂🔫
    Aku bayangin Hyukjae keren banget loh di sini. Ganteng, absan, matanya tajem macem pake eyeliner tebel berefek smoked gitu. Eh malah sempet aku bayangin dia sekeren Luke Castellan. Biarpun dia putra Hermes, tapi kerennya itu kek Hyukjae yg intermedietnya Hades xD
    Yesung lawak gimana gitu karakternya. Tapi jujur, aku paling suka nih karakter penting, orang terhormat, tapi malah lawak kadang garing macem dia ini. XD
    Aku kok ngerasa Henry bakalan jadi orang ketiga antara hubungan Hyukjae sm Yeongeun yak? Apalagi dia menyandang status pangeran intermediet selatan.
    Aduh… ini lagi, Yeongeun bakalan dilatih khusus sm Hyukjae. Ga tahan aku bayangin mereka berdua. Malah udah kebayang mereka enaena /plakk
    Update soon yak 😂🔫 ini salah satu ff yang aku tunggu. Kapan lagi coba bisa baca ff rasa Rick Riordan.

    Suka

  11. Pas part 1 penasaraan .terus pas baca tentang dew dew gituh laangsung sukaa. Pokoknya shka bnget sama ffnya.

    Kasian yongeun orang tunya meninggal.

    Gila deg degan gua pas yongeun dikamar mandi saama eunhyuk

    Thor coba dong castnyaa kyuhyun dibayakin dikit dong

    Fighting thor

    Suka

  12. argh gua kesel ama tbc ._. lagi seru nih thorr ceritanya kasihan yong eun orang tuanya smpe meniggal tapi kyuhyun dmna? dia pasti udah tau? dan itu misi apa? apakah misi penyelidikan sebab kematian orang tua yong eun? haa.. entahlah, thorr ku penasaran bangett cepet di lanjut yahh SEMANGAT!!

    Suka

  13. misi apa yg bakal yong eun jalani? benarkah org tua yong eun meninggal? dan apa ramalan yg dibicarakan sama yesung? astaga gak sabar nunggu chap selanjutnya thor,, please update cepet hehehe

    Suka

  14. bagus ceritanya. Young eun malu sendiri ketika Eznhyuk datang menyelamatkannya dalam kondisi yang membuat dia malu sendiri. emang ramalan apa yang dikatakan oleh Yesung. 👍👍👏👏👏

    Suka

  15. bahasanya bagus, ide ceritanya beda dari yang lain. baru kali ini aku nemu fiksi fantasy unik kaya gini. heol! pasti akan terjadi sesuatu antara young eun dengan hyukjae. hahaha

    Suka

  16. Wah, bikin penasaran aja nieh
    Kira2 yong eun dpt misi apa ya? Koq buru2 bgt, apa ada hubungannya dg RAMAlan yg dibicarakan ye sung Dan Mr Clayton?
    Banyakin moment eunhyuk-yong eun dong… Gemes bgt deh ama mereka berdua

    Suka

  17. Ikut sedih pas baca ortunya yong eun ninggal, tp masih ada kyu dan yg lain, btw kyu kok gk nongol eo?? Pas part yong eun disedot uda dag dig dug, tp pas hyuk dtg n posisi yong eun lgi bugil jd ngakak, trnyata walopun dewa hades tp dia normal jg ya wkkkk

    Suka

  18. aku sedih pas baca ortunya meninggal. tapi dia gak boleh sedih berlarut larut. masih ada kyuppa yg bakalan jagain dia. juga masih ada hyukie oppa. aku gak tau apa ramalannya. tapi aku yakin itu bakalan berhubungan dengan young eun dan hyukie oppa. ntah ramalan tentang young eun yg ditakdirkan untuk hyukie oppa ataupun ramalan tentang misi yg akan mereka selesaikan bersama. aku yakin kalau young itu Spesial. banyak yg muncul. aku kepo sama cast jahatnya. hehe

    semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttttttttttttttttt

    Suka

  19. Penasaran kok young eun beda ya . Dari rambut juga …
    Heem masih penasaran sma kejadian dikamar mandi, young eun mau dibunuh sma siapa ..
    Semangat terus ronnie ditunggu kelanjutanya

    Suka

  20. Kalau baca cerita ini bawaannya pelan-pelan biar ga cepet habis. Di part ini Kyuhyun-nya ga ada. Ceritanya keren, bahasanya bagus dan rapi. Oh iya, yg The Wild Couple di lanjut ya Author. ^^

    Suka

  21. apa misi yg hrus djlankan yeong eun???
    ortu yeong eun tdk slmat???trus kjdian pda saat d kmar mndi,apa bner ad yg sdng brusaha mmbnuh yeong eun??

    Suka

  22. Heemm kira” misinya apa yaa..??
    Jdi penasaran bgt niihh…
    Kasihan bgt ortunya yong eun meninggal.. 😥
    Ditunggu kelanjutannya ya thor.. 🙂

    Suka

  23. Suka banget sama yong eun sama eunyuk , banyakin interaksinya dong lucu aja mreka ber 2 , dan misi apa yang akan yongeun lakuin penasaean aku di tunggu next part yahhh ….

    Suka

  24. Misi apa???
    Aq penasaran bgt sma yong eun +eunhyuk,,,,takdir seperti apa yg terjalin diantara mereka???
    Trus ramalan yg dibicarakan yesung,,,,
    Ah,,,,banyak tanda tanya masihan….
    Ditunggu kelanjutannya eonni,yg panjang +klo bisa secepatnya,,,,

    Suka

  25. siapa yang mencoba ingin membunuh yong eun?…
    penasaran dengan misi yong eun dan kenapa yong eun langsung di kasih misi kan dia baru belajar jadi intermediate…
    semangat kak di tunggu jelanjutannya

    Suka

  26. Aigoooo ….
    Sungguh nenegang kan ending nyaaaa …. ya ampun authorrrr … daebakkkk … di tunggu kelanjutan nya, jeongmal ….. jangan lama” … menunggu ep 2 nya aku sampe bolak” mampir ke blog ini tapi gak muncul” …

    Aku suka banget interaksi antara eunhyuk dan yong eun … top couple …

    Aku penasran banget sama karakter yong eun … sebenarnya dia apaaaa
    Di tunggu kelanjutan nya ….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s