Anta and Prota Part 18 End


image

Anta & Prota Chapter.18 END

Author : Intan98

Tittle : Anta & Prota

Category : NC17, Yadong, Romance, Continue

Cast :Cho Kyuhyun,Lee Eunji (OC), other support cast.

Summary: Cerita si antagonis mulai menemukkan titik terangnya.

Mari kumulai cerita ini untuk mengakhirinya dengan segera.

Setelah cerita ini berakhir, kuharap kalian tahu siapa antagonis dan siapa protagonis dalam dunia sandiwara yang dinamakan ‘bumi’

Cerita dimulai…

Malam itu, bulan purnama nampak gagah di atas langit. Sedangkan ‘makhuk hidup’ masih berkutat dengan urusan mereka sendiri.

Seperti halnya Hyunra. Gadis berambut sebahu itu menatap ruang tersembunyi mengejutkan lainnya didalam rumah Park Bo Gum beberapa jam usai sang pembantu menceritakkan hal kelam yang Bo Gum lakukan.

Pembantu malang itu kini dibawa ke rumah sakit. Ia bercerita, pada awalnya wanita itu sudah menjadi pembantu keluarga ‘Hwang’ puluhan tahun lamanya tapi suatu hari.. Tepatnya beberapa  bulan yang lalu ada seorang pemuda yaitu Park Bo Gum.

Pria muda itu membawa sebuah karung raksasa sembari menyeka air di sekujur tubuhnya. Sontak saja sang pembantu mundur ketakuttan, tak hanya itu Bo Gum juga mengeluarkan sebuah pistol ukuran besar dan tepat ketika pemilik rumah menyusul pembantu paruhbaya nya yang ketakuttan Bo Gum menarik pelatuk.

Ternyata pemilik rumah adalah ayah biologis dari Bo Gum. Bo Gum memulai balas dendamnya sejak hari itu.

Seluruh keluarga ayah biologisnya di kubur di belakang rumah mereka kecuali putra pria itu yang berumur 2 tahun lebih muda daripada Bo Gum. Ia membiarkan pria itu pergi dan melanjutkan hidupnya tanpa mengungkit masalah itu.

Hingga cuma tersisa ahjumma dengan kondisi mengenaskan itu, Bo Gum membiarkan wanita tua itu hidup karena ia percaya kalau pembantu senior itu dapat menyimpan rahasianya dan juga merawat mayat ibunya. Yah, sang ibu sudah lama meninggal tapi kasih sayang berlebihannya membuat Bo Gum nekat mengawetkan mayat yang seharusnya dikremasi di afrika setahun lalu.

Mengerikan? Tentu.

Beberapa hari belakangan, sang bibi juga mengutarakan kebiasaan aneh tuan Park nya. Selain terlalu sering keluar menggunakan jubah hitam dan sebuah masker penutup bagian hidung sampai dagu, Bo Gum juga memperbaiki segala hal didalam rumah bernuansa retro itu menjadi sedikit eksentrik.

Ia mengubahnya demi Lee Eunji. Sang bibi yakin itu,

Seminggu lalu Bo Gum juga membawa seorang pria berpakaian serba hitam dengan topi, masker yang ikut senada warnanya diam-diam kebelakang rumah tuan lamanya.. Lebih tepatnya Bo Gum membawa seorang pria dengan seorang gadis malang yang ia seret dibelakang tubuhnya seperti menyeret anjing mati dari jalan raya.

Pembantu itu ingin melaporkan tindak kejahatan majikan barunya tapi keluarganya pun dalam bahaya besar jika ia ketahuan melaporkan kekejaman sang tuan.

Pembantu malang tersebut kulit kepalanya nyaris terkelupas seluruhnya juga karena Bo Gum. Laki-laki itu mengambil pisau dapur ketika sang pembantu mengutarakan rasa beratnya terhadap perintah Bo Gum untuk menjadi saksi palsu, ia disekap selama 2 jam lebih kulit kepala wanita tua itu terus mengeluarkan darah segar.

Sampai Bo Gum hilang dari hadapannya sebab menerima telepon dari seseorang yang kelihatannya sangat penting, sang pembantu melepaskan ikatan tali dari tangannya. Sebelum itu ia menoleh kearah ruang rahasia lain..

Tempat Bo Gum menyimpan jasad ibunya, sebuah ruang rahasia yang hanya dapat dibuka saat kita menekan sebuah tombol bulat yang warnanya menyerupai warna dinding kamar sang pembantu.

Yah, ruang pembantu itulah tempat penyimpanan jasad penuh cairan pengawet.

‘Buk.’ Bunyi bedebam seseorang jatuh, Hyunra rasakan dibelakangnya. Gadis itu menolehkan kepalanya kebelakang.

Disana tepat berada mayat yang diyakini mayat ibu dari Park Bo Gum yang telah ia sembunyikan berbulan-bulan lamanya. Tubuhnya begitu kaku, seorang petugas menegakkan kepala mayat itu namun nihil mayat itu tak bisa digerakkan lagi.

Matanya yang terbuka menatap nyalang kearah Hyunra. Kalau Hyunra bukanlah seorang detektif tapi seorang gadis biasa seperti dugaan Heechul selama ini, dipastikan gadis berambut sebahu itu pingsan saat ini juga.

Ia menatap miris mayat itu.

“Bawa ke ruang otopsi khusus sekarang.”  Perintah Hyunra, ia kemudian menelepon pimpinan kantor kepolisian Seoul untuk memberitahukan tugas terakhir sudah selesai dan akan diserahkan pada pihak kepolisian Seoul lagi sisanya yaitu pengejaran Park Bo Gum yang menghilang entah kemana.

Lalu ia harus menghubungi Kyuhyun mengenai berita ini.

Ia rasa Kyuhyun maupun Eunji harus mengetahuinya. Walau nanti rasa sakit yang membekas harus mereka rasakkan, jangan lupakan Lee Kangsil.

**

Eunji dan Kyuhyun akhirnya dapat berkunjung ke rumah sakit tempat Rin Rin di rawat. Setelah mengurus administrasi dan bersiap-siap, mereka pun sedikit terkendala peraturan rumah sakit berlogo G karena kesehatan gadis itu belum terlalu pulih.

Kesimpulannya, waktu malamlah mereka berkunjung.

Sudah pasti didalam ruangan itu terdapat Heechul. Pria berambut hitam pekat tersebut selalu berada disisi gadis itu.

Kedua telinga Rin Rin ditutupi oleh kapas berbalut perban. Dari dekat Eunji baru menyadari kalau pendengaran Rin Rin untuk kini bermasalah akibat tragedi penculikkan itu.

“Dokter memberitahukan padaku kalau apa yang pria sialan itu lakukan pada Rin Rin sudah merusak sebagian gendang telinganya, tapi syukurnya dokter juga bilang harapan untuk mendengar secara normal masih ada untuknya Eunji, Kyuhyun.” Ujar Heechul menatap sekilas kearah Eunji lalu Kyuhyun yang meletakkan buah-buahhan segar serta satu kotak kue-kue hangat khas pergantian musim.

Rin Rin mengulas senyumnya pada dua pasangan itu, baiklah mereka secara tidak langsung telah menjadi pasangan saat ini. Dari raut wajahnya terlihat kalau Rin Rin tidak mengerti pembicaraan mereka tadi dan secara acak menyimpulkan pembicaraan antara Eunji dan Heechul sebagai pembicaraan hangat lewat ekspresi lega Lee Eunji terhadap kakak sepupunya.

Mungkin ia tidak cukup kaget dengan pemberitahuan Eunhyuk malam tadi bahwa orang yang menculik Rin Rin dengan penyiksaan sadisnya adalah saudara kembar Lee Eunhyuk namun lain halnya dengan Kyuhyun. Butuh waktu 2 jam ia membujuk pria itu supaya istirahat dan tidak menyakiti dirinya dengan cara berdiri di balkon ruang pasien tanpa menggunakan pakaian hangat waktu pergantian musim nan ekstrim ini.

Eunhyuk dan Donghae adalah sahabat karibnya sejak awal masuk kuliah. Jelas bagi Kyuhyun ada hantaman astral yang melandanya.

Di satu sisi ia tidak bisa melihat keadaan Eunhyuk yang diinterogasi.

Di sisi lain ia juga hanya mengira-ngira kalau Eunhyuk dibawa ke kantor polisi untuk penyelidikan bergilir. Dimana semua mahasiswa yang terlibat dalam kasus penyerangannya di pulau Jeju maupun pembunuhan sadis pengawal keluarga Lee akan diberi pertanyaan yang sama tiap harinya.

Namun nyatanya? Kyuhyun harus menelan pil pahit karena sekarang yang mendekam di penjara adalah kembaran Eunhyuk dan itu pasti  memperkeruh masalah.

‘drrt…drrt.’

Kyuhyun tertegun, 3 orang lainnya dalam ruangan menatap saku celana pria itu bergantian.

Ia ambil ponselnya kemudian menatap ponselnya ragu.

“Dari siapa Kyu? Angkatlah jika penting.” Kata Heechul sembari mengupas kulit apel didalam piring.

“Ini.. Hyunra.” Semuanya terdiam.

“Ya sudah, hidupkan loudspekernya kami ingin mendengar apa yang akan ia katakan.” Lanjut Heechul, tangan lentik tapi gentle nya mengupas kulit apel kedua.

“Tapi kupikir ini mengganggu ketenangan Rin Rin.” Kyuhyun menoleh canggung kearah Eunji setelah itu kearah Rin Rin yang tidak mendengar apapun.

“Aihh, tidak apa-apa. Mungkin Hyunra akan menjelaskan masalah penculikkan ini juga.” Kyuhyun pun menggeser ikon telepon warna hijau.

‘Oppa…’

“Eumm.. Kenapa Hyunra?”

‘Kami belum memastikkan siapa mr.Light sebenarnya tapi aku cukup yakin mr.Light yang menggerakkan klub Owl Night di Korea begitu dekat dengan kehidupan kita.’

“Maksudmu mr.Light dalam rekaman yang kau kirim dua hari lalu? Rekaman anggota fans klub kami?? “

‘Iya oppa, dia yang menggerakan semuanya, ia menampung rasa dendam seluruh pihak yang berpusat pada…’

“Kakak sepupumu? Tapi kenapa dia melakukannya?? Karena uang kah??” Kyuhyun sedikit berpaling kearah Eunji, gadis itu menatapnya miris. Ia adalah pusat masalah semua orang disekitarnya.

‘Yah benar, dan kurasa ia melakukannya bukan karena uang. Oppa, apakah kau bersama Eunji eonnie sekarang?’ Mungkinkah ini penjelasan paling menyakitkan? Atau penjelasan paling mengerikkan?? Fakta apa yang akan Hyunra katakan.

“Eum, lanjutkan.”

‘Mr.Light, adalah Park Bo Gum. Ia melakukan semua ini karena dendam masa lalu yang kudengar dari pelayannya. Pria itu psycho sejati, ia membunuh belasan penduduk di Afrika demi untuk berhasil membunuh ayahnya serta membunuh seluruh keturuna keluarga Lee. Namun ia punya alibi lain yaitu dengan cara mendekati eonnie dan menggerakkan orang lain dibelakangnya yang juga membenci Eunji demi mendapatkan apa yang ia inginkan,

Aku tak tahu pasti kenapa ia begitu dendam terhadap keluarga kami, itu yang masih kami selidiki. Lalu masalah Rin Rin juga disebabkan oleh Park Bo Gum, sepertinya ia punya pembunuh bayaran mematikkan yaitu Lee Hyukjae untuk menculik Rin Rin yang ia anggap sebagai masalah sejak beberapa hari lalu. Menculiknya, menjatuhkannya ke gudang lalu disiksa. Selain itu. Eonnie benar mengatakan kalau ada seorang wanita yang mengawasinya, dia adalah mayat ibu Bo Gum yang diawetkan dan berbau aneh yang menurut kesaksian pembantunya selalu dibiarkan dalam posisi duduk di kamar lantai du.. KLIK.’

Kyuhyun langsung mematikkan ponselnya ketika ia lihat wajah Eunji seketika memucat. Heechul nyaris menjatuhkan pisau kupasnya jika Eunji tidak menahan sesuatu dalam mulutnya.

“Eunji…” Air mata gadis itu mengalir begitu sempurna membasahi pipi menggemaskannya turun hingga dagu, sambil membekap mulutnya Eunji berdiri dan pergi ke kamar mandi di pintu lain ruang pasien.

Kyuhyun mengikutinya dari belakang.

“Park Bo Gum? Sahabat Eunji waktu SD itu?? Punya dendam terhadap keluarga kami … Seperti apa?” Heechul mencegat tangan Kyuhyun. Pria itu membuang nafasnya kasar.

“Seharusnya kau tahu Hyung.. Akan kuceritakan nanti.Eunji…” Panggil Kyuhyun sambil melepas genggaman tangan Hecchul pada lengannya.

Gadis itu mengeluarkan isi perutnya, tak ia sangka akan terjadi lagi. Bukan isi perutnya berupa cairan kental berwarna putih seperti nasi atau kuning seperti kotoran yang ia temukkan tergenang di wastafel sebelum ia keluarkan air dari keran kamar mandi pasien itu melainkan cairan bening yang terasa pahit pada langit-langit rongga mulutnya.

Ini ulah bayinya. Calon bayinya mungkin tertekan dengan penjelasan Kyuhyun serta suara memusingkan Hyunra di seberang telepon.

Bo Gum tak mungkin melakukannya. Sejak ia mendengar rentetan kata demi kata mengejutkan dari penjelasan Hyunra maupun pertanyaan Kyuhyun  ia selalu mengajari pikirannya sendiri agar tidak menyimpulkan sesuatu dengan cara sebelah kiri.

Bo Gum tak melakukannya, mereka pasti salah. Beberapa kalimat itu melayang-layang dalam pikirannya terus menerus sampai rasanya sesuatu akan keluar lagi dari perutnya.

Saat Eunji menatap pantulan wajahnya yang mendadak pucat pasi, ia dapat melihat Kyuhyun yang menyusul keberadaanya.

“Apa dia gila,” Pertanyaan yang tak biasanya seorang sahabat katakan ketika mendengar sahabatnya melakukan kesalahan. Seharusnya Eunji berkata ‘Kyu, itu salah kan?’ Pria itu bergeming ditempatnya. Sedetik berlalu ia baru berjalan perlahan mendekati wanitanya, mengurut leher gadis itu dalam tempo lambat supaya Eunji tenang.

“Kenapa dia melakukannya tanpa alasan yang jelas?” Pertanyaan kedua tak lagi berisi nada tegar, nada suaranya mulai bergetar. Kyuhyun bingung bagaimana caranya merangkai kata yang tidak menekan wanitanya sekaligus calon bayi mereka? Jika ia salah menjelaskan saja, sudah dipastikan kedua makhluk bernyawa yang satunha masih belum terbentuk sempurna dalam perut wanitanya kembali tertekan.

“Nanti kujelaskan setelah kau tenang hm? Sekarang, tenangkan dirimu. Kasihan bayi kita.” Sesaat Eunji hangat tapi sesaat kemudian tubuhnya bergetar lagi. Ia membalikkan tubuhnya, Kyuhyun pun otomatis mengangkat tangan kanannya dari leher tertutupi rambut lurus gadis itu.

“Bo Gum sahabatku Kyu, ia melindungiku dari sifat kejammu selama di sekolah dasar,” Tatapan mereka beradu, Eunji harus ekstra menenggadahkan kepalanya karena perbedaan tinggi mereka cukup signifikan sekitar 20cm .

Kyuhyun tak mengerti, dadanya terasa sakit saat melihat tatapan Eunji.  “Dia melindungiku.. Dia tak mungkin melaku… “

Tidak ingin berlarut dalam rasa sakit yang seolah tersalurkan padanya, pria itu memeluk gadis yang ia cintai erat.

Walau nyataya ia pun sakit, ia pun terkejut akan hal ini.

Tak selamanya pribadi dengan watak baik,

Begitu juga sebaliknya.

Perlu kau ingat hal itu.

**

Kisah ini mulai melenceng dari alurnya, sebagian besar penikmat sebuah kisah berakhir bahagia akan terus meminta suguhan penerangan berupa alur romansa yang tiap awalnya kerap dimunculi konflik ringan, kemudian pertengahannya sangatlah menyesakkan dada namun diakhirnya malah membuat semuanya bahagia.

Namun sekarang, penikmat cerita selain  seperti diatas adalah hal yang lumrah…

TAPP!!

Ternyata 4 hari sudah terlewatkan sejak hari itu, kali ini pandangan kita beralih pada Lee Kangsil.

Dandannya menyamai mahasiswa semester akhir, bersama pakaian warna hitam khas wisudanya, sebuah topi dan ponsel ditangan kirinya.

Ia ingin melempar ponselnya saat ini juga namun ia tarik nafasnya pelan.

“Yesung sialan, karena paksaannya aku harus membaca cerita tidak jelas ini? Yang benar saja… Dimana dia sekarang??” Keluhnya kesal, sesekali beberapa mahasiswa yang sudah bersenang-senang berbisik aneh menatap dirinya. Ia sedang berbicara sendiri? Dia gila.. Mungkin begitulah pemikiran mereka.

Sejak Yesung mengikutinya secara berkala entah apa alasannya padahal mereka jelas bermusuhan, Pria itu kerap merecoki Kangsil dengan bahan bacaan online misalnya sebuah novel atau buku pelajaran.

Diakhir perdebatan merrka Kangsil terpaksa menuruti keinginan Yesung dengan cara menyimpan beberapa ulasan penting mengenai dunia kerja maupun hal tak berguna contohnya novel.

Kangsil benci kisah-kisah picisan padahal jika ingin seorang penulis bisa datang padanya dan membuatkan gadis itu sebuah kisah yang diambil dari kehidupan sehari-harinya kemudian Kangsil akan menarik kata-katanya lagi akan cerita picisan yang tidak mengandung makna apapun.

Bagi Lee Kangsil, novel bukanlah bahan bacaan yang menghasilkan uang bagi pembacanya. Justru game lah yang harus ia perjuangkan.

Namun beberapa waktu terakhir ia justru dibuat penasaran oleh beberapa judul besar novelis dunia translate huruf hanguel yang Yesung berikan padanya.

Kisah-kisah kehidupan terselip didalamnya layaknya novel perjuangan kaum yang ditindas.

Namun beberapa hari terakhir pula ia belum menemukkan Kim Yesung dimanapun. Calon konglomerat terkaya dalam silsilah keluarga chaebol Kim itu tidak ia temukkan dimanapun. Gadis itu berbalik lagi kebalakang, dua buah daun pintu raksasa terbuka lebar.

Dan didalamnya banyak mahasiswa yang sudah menyambet gelar S1 mereka masing-masing sedang sibuk berbincang hangat dengan keluarga mereka, ada pula berbincang hangat dengan kekasih mereka. Kangsil meringis pelan, ia lagi-lagi mengumpat kesal.

Orangtuanya belum juga datang, Eunji pun entah kemana. Sial sekali hidupnya,

Ponselnya bergetar, ia rogoh saku pakaian kelulusannya dan mendapati bagian atas tertutupi panggilan dari sang ibu sedangkan bagian bawah latar terlihat foto kebersamaannya dengan Eunji dan Bo… Gum.

4 hari lamanya ia tidak mengutak atik ponselnya, bila pun ada panggilan maupun pesan ia enggan melihat layar utama terlebih dahulu. Ponsel hanya formalitas semata ketika ia seolah di tampar kenyataan pahit.

Bo Gum adalah seorang pembunuh berantai,

Si kutu buku yang selama ini ia bahkan Eunji selalu percaya sebagai pelindung mereka dikala Kyuhyun serta anggota cecurutnya waktu sekolah dasar kerap mengganggu mereka.

Bo Gum… Ia menghela kasar.

Pria itu sekarang entah dimana, ia seorang buronan dalam negeri.

Kangsil putuskan untuk mengangkat telepon ibunya.

“Halo.”

‘Sayang ayahmu ada urusan penting hari ini jadi, tidak apa-apa kan hanya ibu yang pergi ke acara wisuda mu?? Ibu minta maaf, padahal ini acara kelulusan anak bungsu kami.” Setengah fokusnya teralihkan pada senyuman khas anak kecil yang selalu Bo Gum suggingkan pada mereka berdua.

Wallpaper ponselnya memperlihatkan Kangsil yang menangis, Eunji yang tertawa sembari mengangkat segenggam pasir pada tangan kirinya namun hanya Bo Gum yang tersenyum polos sambil berjongkok menghadap kamera. Ini waktu ibu Kangsil mengambil foto mereka di taman bermain sekolah dasar.

‘Sayang..’ Kangsil menyeka air matanya.

“Ah yah?”

‘Ibu 4 menit lagi sampai kesana… Aigoo kakak-kakakmu pun tidak bisa pergi hari ini karena dinas.’

“Tidak apa-apa bu, upacaranya 10 menit lagi kututup dulu yah?” Setelah mematikkan ponselnya, Kangsil berbalik kebelakang. Hal pertama yang ia lihat adalah sebuah tangan ukuran sedang.. Ini penjelasan tidak jelas menyodorkannya sebuah sapu tangan warna biru sapphire kehadapannya.

Setelah itu Kangsil mengarahkan pandangannya keatas hingga ia beradu pandang dengan pemilik tangan ukuran sedang itu. Pria itu Kim Yesung.

“Ekhem.. Aku tahu kau punya kekasih tapi tak seharusnya kau bersedih hanya karena kekasihmu belum datang kan?” Ucap Yesung berusaha mendatarkan nada suaranya padahal sedari tadi ia datang dan bersembunyi dibalik semak belukar pria itu sedang menahan rasa marahnya.

Pria apa yang begitu pengecut membiarkan Kangsil sendirian begitu lama? Sebentar lagi upacara kelulusan dan pria sialan itu belum juga datang? Ia jelas tahu Kangsil adalah tipikal gadis pemberontak juga kuat tapi Kangsil yang kasar tetaplah seorang gadis.

Jika pria itu datang Yesung tak segan-segan melabraknnya.

Pria itu berbalik kebelakang.

“Hei! Kau mau kemana?? Urusan kita belum selesaii!!!” Yesung berbalik kebelakang.

“Urusan apa?” Tanyanya berusaha lagi tidak takut, Kangsil nyaris menabrak dada bidang pria itu.

“Ini?! Bahan bacaan yang kau berikkan? Tidak berguna sama sekali..” Cecarnya kesal.

“Cuma itu? Kau… Kau tidak tahu betapa ingin kubunuh kekasihmu itu beberapa hari lalu!??? Aishhh kenapa kau tidak peka sekali..” Dengus Yesung memutuskan pergi akibat malu semua orang dalam gedung utama menatapnya sembari menahan tawa mereka.

Kangsil mengerutkan dahinya bingung.

Kekasih apa? Ia tak mengerti.

Pacaran pun belum dalam hidupnya.

“Yakh! Yesung!! Kura-kura apa yang kau maksudkan?? Yakh!! Tunggu aku.” Susul Kangsil membelah kerumunan ribuan mahasiswa universitas Kyunghee yang akan lulus bersamanya.

Upacara kelulusan mahasiswa universitas Kyunghee sudah berada di penghujung acara. Kim Ah Ra saudari kandung Kim Yesung menyembulkan kepalanya kebagian kanan daun pintu raksasa gedung utama universitas.

Mencari keberadaan adiknya dari sekian ribu mahasiswa yang juga ingin meraih gelar mereka masing-masing. Ia tahu wajah adiknya adalah wajahnya yang jarang ditemukkan pada masyarakat Korea umunya namun deretan wisudawan berjumlah seperempat dari wisudawati.. Kira-kira siapa yang dapat menemukannya hanya dalam hitungan detik?

“Adikmu ada disana.” Suara dingin seseorang nyaris membuat Ah Ra terjengkang. Ia mengelus tulang rusuk pertengahannya kaget lalu menatap asal suara dingin itu.

“Orangtuamu tidak datang?” Ah Ra tersenyum canggung sembari menatap pergelangan tangan ringkihnya, ada cincin emas putih disana. Heumm? Sepertinya hubungan mereka sangatlah cepat untuk jangka waktu 4 hari memulai segala hal dari awal?

“Mereka belum pulang dari perjalanan bisnis.. eumm bagaimana dengan orangtuamu?”

“Dalam perjalanan.” Kian canggung lah gadis itu. Setelah Henry memintanya untuk memulai segala hal, kemudian memberinya cincin pada malam itu juga, 4 hari belakangan Henry tidak menghubunginya sebab tengah sibuk mengurus kasus kejahatan terakhirnya di Korea.

Kenapa terakhir? Dalam surat wasiat kakek Eunji, pria tua itu berpesan pada Henry bahwa maksimal 4 tahun ia harus mengabdi kepada keluarga Lee, setelah itu ia boleh pergi dari keluarga Lee agar ilmu sebagai mata-matanya tidak hanya dipelajari beberapa tahun saja.

Henry memiliki keluarga kandung namun karena ia punya hutang budi yang begitu besar terhadap keluarga Lee-lah ia rela kuliah S1 di Korea usai menjadi siswa di sekolah khusus mata-mata Inggris.

Mendengar cerita Henry waktu itu Ah Ra cukup terguncang batinnya. Jelas ia terguncang sebab pria itu baru menyatakkan secara tidak langsung bahwa dirinya ingin belajar mencintai Ah Ra juga akan tetapi ia seakan terhempas namun mencoba untuk menerima segalanya ketika Henry mengucapkan kalimat terakhirnya.
Ia akan meneruskan niatnya menuju Inggris.

Ah Ra tahu ia belum cukup lama bersama Henry.

Dan ia pun juga tak punya pilihan lain.

Menunggu hingga berapa lama? Umurnya tidaklah muda lagi. Mungkin bagi kebanyakkan wanita karir menargetkan usia pernikahan 28-30 lebih—Tidak halnya dengan Ah Ra umurnya 26 tahun ini ia sudah siap menikah meski memasak pun ia hanya tahu menggoreng telur, menanak nasi maupun membuat kimchi yang kata sang ibu begitu lezat rasanya.

“Kau tidak mencariku? “ Tanya Henry.

“Nde? Ah tentu saja aku mencarimu.”

“Kedengarannya tidak tulus.” Gumam Henry datar. Ah Ra tertawa pelan.

“Tentu itu tulusss dari hatiku,”

“Kalian enak-enakkan pacaran eo?” Yesung berjalan mendekati mereka. Nafasnya tersengal-sengal.

Yesung telah menyetujui mereka.

“Kami tidak sedang pacaran.” Jawab Ah Ra, sontak kedua pria itu menatapnya tajam.

“Apa maksudmu.”

“Apa maksudmu.”

Keringat dingin tiba-tiba keluar dari pelipis gadis itu.

“Yah kita memang sedang tidak pacaran kan? Maksudku kita..”

Dua pria itu langsung pergi saat Jong In datang.

“Mereka kenapa noona?”

“Aku tak tahu.”

**

Pemberitahuan kepada wisudawan dan wisudawati dua kali berbunyi agar para mahasiswa yang masih menyebar entah itu sedang menunggu keluarganya ataupun pergi jalan-jalan sebentar.

Eunji berada di taman belakang. Cuaca dingin awal musim natal pun membuatnya berulang kali meniup kedua tangannya. Topi wisuda ia taruh di sampingnya.

Ia masih memikirkan Bo Gum. Tak mungkin. Dua kalimat itu selalu melayang dalam pikirannya, Bo Gum tak mungkin melakukan hal segila itu hingga merencanakkan penyerangan terhadapnya lewat ratusan tangan pembencinya sejak sekolah menengah atas.

Air matanya mengiring seiring bertambahnya air mata baru, ia tidak ingin mengusapnya karena saat ia mengusapnya rasa dingin lain menyergap kedua tangan sedikit hangatnya.

Ia gadis jahat.. Mungkinkah setelah ia meninggal ia akan diperintahkan menjadi malaikat pencabut nyawa? Ibu dan ayahnya pasti sedih diatas sana.

Ia pun telah mendengar seluruh cerita memilukkan hati dibalik alasan Bo Gum mengincarnya.

“Tak seharusnya aku lahir di dunia ini,” Tangisnya lagi.

“Semua makhluk bernyawa punya hak untuk diciptakan termasuk juga dirimu.” Sahut seseorang terdengar mendekatinya. Eunji berbalik kebelakang, disana Kyuhyun tersenyum padanya sembari mengulurkan tangan kanannya.

“Jangan pernah merasa bersalah atas hal ini, Dosamu tidak apabila dibandingkan Yudas. Kau tahu Yudas?” Tanya Kyuhyun pelan, Eunji menggenggam tangan Kyuhyun usai 5 detik berlalu.

“Tentu, ia pengkhianat.” Ujar Eunji pelan. Kyuhyun tergelak, ia mengacak rambut kekasihnya lembut.

“Dosamu akan seimbang dengannya apabila…” Mata Eunji membulat. Ia sering disangka gadis dengan pergaulan bebas namun memiliki kekayaan berlimpah namun jangan tanya faktanya kalau kalian punya hubungan pertemanan. Ia begitu polos, serta keingintahuannya tinggi tak lupa ia kerap menyantuni panti asuhan serta negara yang terkena bencana tanpa harus disuruh oleh perusahaan pusat.

“Apabila?” Kyuhyun mengulum senyum jahilnya, ia menurunkan pandangannya kearah perut datar Eunji yang tertutupi setelan longgar wisuda lalu kearah tangan sedikit pucat milik gadis itu.

“Genggam dulu tanganku.” Eunji mem-poutkan bibirnya kesal.

“Aku punya alasan tidak bertemu denganmu beberapa hari ini, lalu sekarang aku tengah menahan rasa ‘ingin’ ku untuk mencakar wajahmu kemudian kau memintaku untuk menggeggam tanganmu?? Kau mau salah satu tanganku bersarang di wajah..”

Kyuhyun tanpa mendengar ucapan lanjutan dari kekasihnya, ia genggam tangan sang kekasih.

“Ngidam yang lain sayang, kumohon.. Aku bisa membelimu kapanpun, dimanapun kau mau tapi jangan merusak wajah sempurnaku.” Kyuhyun melangkah perlahan, Eunji pun ikut melangkah bersamanya. Antara menahan rasa gatal dalam sela-sela kuku ber-nail transparannya juga terpaksa pergi.

Entah mengapa seperti ada magnet yang menariknya untuk pergi.

Kyuhyun-lah magnet itu, ia sebenarnya ingin berlama-lama disini namun suara pria itu seolah menyihirnya berdiri lalu melangkah dengan langkah yang sama.

Salju perlahan turun diatas kepala mereka, belum terlalu tebal menyelimuti jalanan ribuan ubin yang menutupi tanah sekeliling taman tak jauh dari daerah danau.

“Kalau dia lahir, kau mau wamil untukku?” DEG

Kyuhyun mengarahkan pandangannya kearah kekasihnya, ia tetap berjalan perlahan.

“Itu bukan ngidam sayang, itu namanya keinginan.” Tawa Kyuhyun canggung. Pria nya belum siap melaksanakkan kewajibannya?

“Terserah itu sama atau tidak, aku ingin kau secepatnya melaksanakan kewajibanmu. Bayi kita seakan menyuruhku untuk memikirkan hal itu terus menerus sepanjang malamnya.” Celoteh Eunji, Kyuhyun menggigit bibir bawahnya keras.

Ia tersenyum lembut melihat keraguan dalam wajah Kyuhyun. “Belum tentu kau mengabulkan keinginan keduaku.”

“Hm?” Mendadak raut wajahnya jadi antusias. Eunji sudah menerka hal ini pasti terjadi.

“Kau bisa melamarku hari ini juga.. Tepat saat namaku dan namamu dipanggil?” Tantang Eunji penuh penekanan dalam tiap kalimatnya. Wajah Kyuhyun langsung kaku mendengar pilihan kedua sang kekasih. Nama mereka memang berdekattan karena dari seluruh fakultas mereka berdua menduduki posisi satu serta dua nilai IP yang beda tipis angkanya lalu dilanjutkan nilai tertinggi dari fakultas kedokteran.

Tak perlu heran, mereka adalah pasangan sempurna yang memiliki otak diatas rata-rata mahasiswa fakultas kedokteran bahkan ilmu teknologi sekalipun. Jadi, jangan remehkan mahasiswa dari fakultas selain fakultas yang fokusnya hanya dalam ilmu sains maupun riset.

Fakultas bisnis pun dapat melakuannya.

Wajah sang pria pucat pasih, ia berhenti melangkah. “Bisakah ngidam terlampau nekatmu ditunda eumm… 3 hari lagi! Acara lamaranmu pasti menakjubkkan!! Sayang… Eunji! Kenapa kau melepaskan tanganku!! Sayang tunggu!!!!”

Butuh waktu sangatlah lama bagi seorang pria untuk melamar wanitanya, namun karena situasinya berbeda—Kalian jelas mengerti. Kyuhyun cuma butuh waktu sehari semalam agar diceramahi kedua orangtuanya sebab menghamili anak seseorang lalu berhari hari memesan tempat pernikahan mereka.

Akan tetapi permintaan Eunji tadi seolah merusak segala rencana kejutannya. Eunji tidaklah ngidam makanan tengah malam maupun makanan yang jarang ditemukkan disekitaran Seoul, ia juga tidak meminta Kyuhyun mengajaknya pergi naik menara Eiffel menit ini juga.

Namun permintaan ngidamnya ini terlampau membuat berat kedua bahu Kyuhyun. Serasa ia memiliki berton-ton beban berupa besi semengkilap pualam diatas kedua pundaknya.

Tak seharusnya ia menyuruh Eunji meminta apapun tadi. Ia terlanjur bingung, bagaimana lagi melepas kerinduan mendalamnya bagi Eunji setelah 4 hari kekasihnya menjauhi Kyuhyun disebabkan rasa enggan wanita itu menemuinya.

Dan malah ucapan yang belum tentu ia wujudkan itu terlontar begitu lancar dari bibirnya, haa… Kutuklah pria yang terkadang berpikir tidak rasional ini.

Melamar Eunji ketika nama mereka dipanggil?

Cho Kyuhyun tidak takutkan hadiah khusus untuk melamar Eunji nanti.

Satu hal yang ia takutkan.

Ia akan menjadi senior paling dikenang dalam hal memalukkan nama baik fakultasnya.

Sementara Eunji duduk tenang disamping keluarganya yang tahu kalau gadis itu mengandung anak dari Kyuhyun, Kyuhyun sendiri sibuk berkeliling gedung utama universitas seolah mencari seseorang.

Tatapannya terpaku pada seorang gadis dengan setelan kelulusan juga, tubuhnya setinggi 159cm, wajahnya seperti kebanyakkan masyarakat Korea sedang memainkan ponselnya.

“Bong Sun!! Bong Sunnn!!” Gadis bernama Bong Sun itu tersadar, ia menatap sekelilingnya dan baru menemukkan Kyuhyun saat pria itu membelah kerumunan mahasiswa yang masih menunggu keluarga mereka didalam gedung.

“Eo? Kyuhyun-sii? Kenapa kau mencariku???” Kyuhyun menarik nafas dalam.

“Kau masih menjual cin..”

“Berikkan padaku,” potong seseorang dari belakang, Kyuhyun berkerut keras—Siapa yang menginterupsi pertanyaanya? Ia menoleh kebelakang ternyata seseorang itu adalah Henry.

“Apa? Kau mau cincin pasangan itu juga?” Henry menghela nafas pelan sejenak menatap Kyuhyun yang kian menajamkan tatapannya, lalu beralih kearah Bong Sun.

“Berikkan padaku,”

“Yakh! Aku duluan yang datang kesini.” Bong Sun menggaruk kepalanya bingung. Tak biasanya pelanggannya seheboh ini.

“Bong Sun kemarin aku sudah memesan cincinnya padamu!!” Protes seseorang lagi, kali ini Henry dan Kyuhyun menoleh ke samping kerumunan yang tidak menghiraukan mereka.

Yesung menyela sembari tangan kirinya mengelus punggungnya yang sakit.

“Apa! Kau mau melamar noonaku? Bukankah kau sudah memberinya cincin mahal kemarin?? Kenapa kau minta lagi eo?” Protes Yesung kearah Henry.

“Cincin yang sebelumnya tidak resmi, aku memesan pada Bong Sun cincin yang berbeda.” Jawab Henry.

“Iya, Henry memesan cincin dari toko perhiasan paling terkenal di Gangnam. Tentunya ada bonus lebih karena aku membawanya kesini.”

Lain ceritanya dengan Kyuhyun, ia menunjuk dirinya panik. Mereka berdua sudah memesan cincin untuk kekasih mereka beberapa waktu sebelum bertemu Bong Sun-lha dirinya? Jangankan memesan sekarang saja ia ingin menyuruh Bong Sun menemukkan cincin pasangan seperti apapun itu.

“Bagaimana denganku?” Tanya Kyuhyun sarkasme. Bong Sun, Henry dan Yesung menatapnya datar.

Tidak membutuhkan waktu lama, Bong Sun tersenyum lebar. “Tenang aku punya banyak koleksi cincin pasangan dalam tasku. Kalian jelas tahu aku siapa kan?”

“Bong Sun si penjual perhiasan illegal.” Jawab ketiga pria itu dengan ekspresi yang berbeda. Bong Sun mendengus kesal.

“Ini bukan perhiasan illegal, Aku membelinya diberbagai tempat dan harga yang beragam pula. Nah pilihlah.” Suruhnya ketika gadis itu merogoh tasnya.

Mungkin sekitar 15 kotak cincin pasangan ada dalam tasnya sekarang.

“Ini model terbaru, yang ini model pertengahan. Kedua model cincin ini paling digemari waktu akhir tahun.” Ujar Bong Sun, Henry dan Yesung menelisik satu persatu kotak cincin transparan sedangkan Kyuhyun berpikir dahulu.

“Paling mahal yang mana?” Bong Sun membentuk bibirnya menyerupai huruf ‘o’, langsung saja gadis berambut pendek itu merogoh tas hitamnya.

“Ini!! Harganya tentu mahal, kau bisa bayar lewat kartu kredit. Ini cincin dengan lingkaran yang terbuat dari emas putih, dipadu berlian  kemudian kau lihat bagian tengahnya? Ini sapphire blue~~ Lihat, lihat. Jika kau ragu Kyuhyun-ssi, kau bisa cek keasliannya di toko perhiasan besar. Aku jaminnnn 100% semuanya asli dan pasanganmu akan menyukainya.” Jelas Bong Sun menggebu-gebu.

“Baiklah aku mempercayaimu, kau tahu akibatnya kan kalau ini terbukti bukan cincin pasangan kelas atas?” Bong Sung berdecak malas.

“Tentu, tangkap saja aku.” Lanjutnya pasrah.

“Aku ambil yang ini.” Henry menyodorkan selembar cek dengan nilai lumayan besar.

“Aku ambil yang ini.” Lanjut Yesung, ia mengambil cincin pasangan paling sederhana.

“Aigoo, kau paling tidak punya uang disini.” Dengus Bong Sun, Yesung berdecak kesal sambil melempar uangnya.

“Baiklah aku ambil yang ini.”  Kyuhyun mengakhiri.

“Pengawalku akan mengirimkan uangnya setelah acara wisuda.”

“Ya, ya terimakasih.” Bong Sun tersenyum senang sambil menghitung nol pada cek yang Henry berikan dilanjutkan menghitung ratusan ribu won yang Yesung berikkan.

Tak jauh dari mereka, dosen yang mengajak mereka liburan dulu tersenyum  penuh kejuttan… Yah kejutan.

**

Nama Kyuhyun dan Eunji ada di urutan pertama. Heechul serta Rin Rin barulah datang sebelumnya.

Cho Kyuhyun melapalkan doa agar ia tidak gugup saat naik ke atas sebentar lagi.

“Adikku tenanglah.” Bisik Ahra menasehati, Kyuhyun membuka matanya perlahan. Eunji menoleh kearahnya bingung. Padahal ia sendiri yang meminta hal terlampau ekstrim ini lalu kenapa wajahnya begitu bingung dan menggemaskan? Dengus Kyuhyun kesal.

Eunji berbalik kesamping kirinya lagi, mengobrol dengan Rin Rin yang kondisi pendengarannya mulai membaik.

“Cho Kyuhyun dengan ID mahasiswa………. Lee Eunji dengan ID mahasiswa…. Harap maju ke depan. Kedua mahasiswa ini adalah mahasiswa dengan nilai IP paling sempurna yang pernah dimiliki universitas Kyunghee 4 tahun terakhir…”

Tepuk tangan riuh menguasai riuh lain di gedung utama. Kyuhyun mengelus dadanya kemudian menyusul Eunji yang seakan mengabaikannya.

Kekasihnya marah? Haa… Hormon wanita hamil jelas berbeda dengan sebelum ia hamil,gzz.

Mereka pun naik ke atas panggung. Baru sedetik gulungan tanda kelulusan Kyuhyun diberikkan dosen Park menginterupsi jalannya acara kelulusan yang bersejarah.

“Kim Yesung dengan ID mahasiswa…………… Lee Kangsil  dengan ID mahasiswa……..” Walau tidak sesuai urutan peringkat, seharusnya nama mereka berjauhan. Lain ceritanya dengan Eunji dan Kyuhyun yang dipanggil terlebih dahulu dikarenakan prestasi akademik mereka.

“Ha? Bukannya ada sesi foto-foto dulu?? Dosen Park, Dosen Ma..” Panggil Kyuhyun menahan kesalnya, jika begini mereka akan langsung turun panggung dan ia tak bisa mewujudkan keinginan calon istrinya. Ini tentu gawat.

“Mahasiswa Cho Kyuhyun dan mahasiswi Lee Eunji tetap berada di atas panggung.” Perintah dosen Park tanpa menoleh kebelakang. Apa-apaan ini? Mereka mau disandera.
Coba lihatlah ribuan mahasiswa beserta keluarga mereka yang mewakili melihat dari kejauhan, berbisik-bisik aneh mengapa acara wisuda diganti menjadi acara ‘panggil-memanggil’ mahasiswa.

“Henry Lau dengan ID mahasiswa…….. Dan Kim Ah Ra silahkan naik ke atas panggung.” Seantero gedung kembali riuh. Kim Ah Ra? Dia bukan seorang mahasiswa sebab ID nya tidak disebutkan oleh sang dosen.

Ah Ra memandang Henry disebelahnya linglung. Awalnya pria berwajah dingin itu ikut terkejut sedetik berlalu ia seakan mengetahuinya.

Ia tarik tangan kekasihnya  untuk berdiri, Ah Ra mengikuti saja. Dari atas podium Yesung dan Kangsil yang sudah diberikkan gulungan tanda kelulusan menatap mereka sama herannya dengan Kyuhyun juga Eunji.

Yesung mengumpat pelan, sebenarnya apa tujuan dosen Park memanggil mereka?

Henry menerima gulungan tanda kelulusannya, Ah Ra menatap dosen Park penuh tanya. Dosen Park memberinya senyuman lebar.

“Sekarang, mulailah.” Ketiga pasangan mengerutkan dahi mereka sungguh bingung. Berapa kali kalimat ‘bingung’ terulang?

Henry melangkah ke depan Ah Ra lalu berjongkok dengan posisi salah satu kakinya tertekuk diatas licin serta bersihnya lantai kayu gedung utama, tak ia hiraukan pekikkan kaget seluruh mahasiswa maupun keluarga mereka.

“Henry apa yang kau lakukan?” Tanya Ah Ra sedikit khawatir, Henry sedang sakit kah? Dosen Park tersenyum puas, ia pun kebelakang dan bersiap menerima ceramahan dari rector universitas. Pria itu mengeluarkan sesuatu dari dalam kantung celananya.

Sebuah kotak cincin berwarna merah hati pria itu buka setelahnya ia sodorkan ke arah Ah Ra. Gadis itu tidak langsung menerimanya, ia malah mengerucutkan bibirnya seolah kesal.

“Aku sudah punya, kenapa kau memberikannya lagi?” Semua orang tertawa mendengar perkataanya, dengan polosnya Ah Ra menggunakan pengeras suara.

“Kau tidak melamarku seperti mereka?” Eunji menyenggol Kyuhyun pelan, Kyuhyun buru-buru mengeluarkan kotak cincin dalam saku celanannya. Ia pun ikut berlutut didepan kekasihnya.

Eunji kaget? Tentu, ia duga Kyuhyun hanya akan menggaruk kepalanya dan ia pun berpikir yah mungkin ia, Kyuhyun, Yesung juga sahabatnya Kangsil menjadi penonton yang dulunya selalu bermasalah dengan dosen Park—mereka seperti dihukum dengan cara melihat lamaran Henry juga kakak kandung dari Kim Yesung.

Namun ini? Dapat dariman~~ Oh iya dia tahu.

“Jangan bilang kau memesan cincin ini dari Bong Sun?” Eunji mengarahkan pandangannya ke seluruh tempat duduk di gedung, ia menemukkan Bong Sun yang memasang tampang terkejut sedikit tidak mengenakkan ‘pencernaan’ siapapun.

Kelihatannya Bong Sun tidak tahu bahwa cincin yang ketiga pria berikkan padanya akan mereka gunakkan dengan nekat ketika acara wisuda berlangsung.

“Iya, aku memesannya dari Bong Sun tapi ini cincin mahallll… kau harus tahu sayang? Jadi, maukah kau menikah denganku??” Bukan permintaan rasanya yang Kyuhyun utarakan lebih tepatnya bujukkan terhadap seorang wanita hamil yang sedang labil emosinya.

Eunji tetap kesal? Begitulah kenyataannya lagi dan lagi mulai hari ini ia harus paham bagaimana emosi sang istri yang naik turun seperti permainan hiburan dalam wahana Lotter World sekalipun.

“Ini tidak romantis Kyu… But I Will For our  future. ” Eunji mendekatkan pengeras suara yang dosen Park berikan padanya waktu naik podium, semua orang bertepuk tangan. Tidak ada lagi protes diantara mereka. Yesung menggigit jarinya.

Saat Kyuhyun memeluk erat calon istrinya,

Henry masih menunggu jawaban Ah Ra yang masih shock,

Yesung pada akhirnya angkat bicara, pengeras suara yang ia pegang sesekali ia jauhkan kemudian ia dekatkan lagi. Ia ragu.

Kangsil sendiri sibuk bertepuk tangan kagum.

“KANGSIL MAUKAH KAU MEMULAI HUBUNGAN SERIUS BERSAMAKU!!!!” Teriaknya memekkan telinga seluruh mahasiswa juga keluarga mereka didalam gedung. Kangsil pun ikut menutup telinganya.

“Yakh! Kau gila yah?? Tunggu.. Apa yang kau katakan barusan?”

Pipi Yesung bersemu merah.

“Ya, aku menerimanya,” Jawab Ah Ra dari kejauhan, Henry tersenyum lega.

Baiklah situasi ini cukup kacau bagi orang kebanyakkan.

Beberapa pengawal universitas hendak menertibkan mereka yang berada diatas podium namun tiga pria menggunakan seragam pihak keamanan negara yang berbeda jenis menginterupsi para pengawal.

Salah seorang dari mereka tersenyum tipis, seorang pria paruhbaya namun kegagahannya masih terlihat dari luar.

“Bukannya anda..”

“Biarkan, salah satu dari mereka putriku.” Jawabnya. Para pengawal itu mundur. Kangsil melihat dari kejauhan.

“Ay..Ayah? Oppadeul??” Gumamnya. Yesung menatap kearah yang sama.

“Itu… itu ayahmu? Kau bilang ayahmu seorang presdir??” wajah Yesung sedikit pucat, takut jika selama ini Kangsil dendam padanya dan mungkin mengadu pada sang ayah yang ternyata seorang jendral bukan seorang pengusaha.

“Ehemm, kau masih ingin memulai hubungan denganku?” Sindir Kangsil halus, Yesung menegak liurnya sesaat. Sesaat kemudian ia naikkan pengeras suara ke bibirnya.

“Jenderal disana begitu juga kedua pengawalnya…” bla,bla intinya Yesung tak tahu bahwa Kangsil memiliki dua kakak kandung dan ia mengira dua pria dengan setelan pihak keamanan negara yang berbeda jalur itu adalah pengawal sang jenderal bintang 5.

Eunji dan Kyuhyun tertawa pelan melihat sikap konyol Yesung yang selama ini ia hanya tunjukkan saat Kangsil ikut membully nya.

Kyuhyun menoleh kebelakang, ia mengangkat jempolnya kearah dosen Park yang ditegur oleh 4 rektor sekaligus.

Dosen Park menoleh sejenak kearah pria itu juga, ia mengumbar senyum tipis sebelum diinterupsi salah seorang rector agar fokus pada mereka. Situasi jelas kacau.

Bahkan siapapun merasa acara lamaran ini terkesan aneh.

Lebih aneh daripada acara lamaran seorang atlet SEA GAMES terhadap tunangannya yang juga seorang atlet,

Lebih aneh daripada acara lamaran diatas gondola waktu musim panas  tengah menyengat,

Lebih aneh lagi daripada lamaran seorang pria berkulit hitam terhadap turis pencari video documenter bayi singa di padang safana.

Ini bukan acara lamaran massal, namun takdir seolah mengatur mereka agar mengutarakannya hari ini, diwaktu, tempat serta kondisi yang sama.

“Jadi sayang, kita akan menikah sebulan lagi.” Ujar Kyuhyun santai sambil mengarahkan tatapannya kearah seluruh  mahasiswa yang hendak lulus tapi tertunda karena kejadian ‘lamar-melamar ini’.

‘DUGGH!’

“Auwwhh!! Sakit sayang! Apa yang kau..”

“Kau mau membuatku seperti gajah berdiri saat pemberkatan kita nanti ha???” Protes Eunji, semua orang jelas mendengarnya lataran Eunji mendekatkan pengeras suara yang nyaris terjatuh dari tangan Kyuhyun akibat rasa terkejutnya.

“AHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHA”

‘PROKKK PROK PROK PROK PROK PROKKKK…’ Semuanya bertepuk tangan seolah pertengkaran Eunji juga Kyuhyun yang sebenarnya mengalihkan tatapan dingin keluarga Kangsil terhadap sifat kurang ajar Yesung sebelumnya dapat membuat mereka terhibur.

Sepertinya tak ada satupun yang memprotes acara lamar-melamar—Kenyataanya tidak diperbolehkan berlangsung ketika acara sesakral acara kelulusan mahasiswa semester 8.

Heechul nyaris menitikkan air matanya apabila Rin Rin tidak memberinya sapu tangan.

Semua orang pun tahu arti dari protes Eunji tadi.

Eunji jelas tengah berbadan dua kini, dan itupun lumrah saja bagi mereka.

Diluar ternyata Heechan dan Kibum baru datang, Kibum mendorong kursi roda mantan adik tirinya memasukki dua daun pintu raksasa yang terbuka lebar menyambut mereka.

Tak jauh dari mereka Hyunra juga ikut berjalan sendiri. Matanya tidak sengaja menatap majalah dinding dekat gedung utama universitas.

Dua orang polisi selesai menempelkan dua brosur bergambar seorang buronan sekaligus.

Itu… Foto dari Park Bo Gum. Hyunra menghela napasnya berat. Ia juga melihat brosur pencarian buronan ini di sekitaran universitas sebab Bo Gum masih belum menyelesaikkan S2 nya di Kyunghee.

Lee Hyukjae sang kaki kanan Park Bo Gum dihukum penjara seumur hidup,

Pasangan suami istri Han tangan kanan pria itu akan membusuk secepatnya didalam penjara,

Anggota owl night bubar,

Albert Frederick pulang ke negara asalnya dan benar-benar menebus dosanya,

Han Chaerin memutuskan menjaga satu-satunya harta berharga yang ia miliki sekarang—yaitu rumah mereka di Amerika karena penurunan saham perusahaan ayahnya turun drastic setelah diketahui tuan Han masuk kedalam kelompok illegal seperti owl night.

Pada akhirnya semua peran antagonis akan berbalik merenungkan nasib mereka.

Entah ia peran antagonis yang menyesal,

Peran protagonist yang rasa kagetnya begitu menusuk hati,

Atau peran bantuan yang terkena dampak lain kehidupan—Seperti Chaerin.

Hyunra kembali melangkah kedalam.

**

1 tahun kemudian…

Ribuan kaki diatas dua anak manusia itu ada beberapa helikopter tempur mengudara.

Sudah tiga helikopter melewati mereka, sesekali anginnya berhembus menusuk dinginnya musim akhir.

Salah satu dari dua anak manusia itu adalah Lee Eunji. Wanita dengan jaket bulu serta topi musim dinginnya mendekap seorang anak kecil dalam pelukannya begitu erat.

Ternyata ada tiga orang yang berjalan menapakki jalanan berumput yang tertutupi 10cm salju lembut nan dingin.

Seorang diantara mereka memayungi dua lainnya, ia adalah pria paruhbaya yang ditinggal mati oleh anak angkatnya setahun lalu di pulau Jeju.

Mereka berhenti ketika sampai didepan kamp tentara. Belasan tentara berlari dengan instruktur mereka  sayup-sayup dari kejauhan mereka menyanyikan lagu kebangsaan korea selatan, Bagian kiri juga kanan kamp tentara tenda para tentara berjejer rapi serta dikelilingi pagar kawat setinggi dada pria dewasa.

Seorang tentara penjaga keluar dari pos penjagaan, ia membuka celah pintu sebatas punggung lalu memberi hormat ringan pada mereka.

“Halo, ada yang bisa saya bantu?” Pria paruhbaya yang masih memayungi majikan mudanya itu menoleh kebelakang sejenak, mobil Lamborghini keluarga Lee tidak lagi tampak dari arah tikungan, akses menuju kamp kian mengecil jalannya.

“Iya, kami datang untuk mengunjungi peserta wajib militer dengan nama….”

Eunji dan seorang bayi yang terlelap dalam gendongannya menyingkap penutup salah satu tenda, didalamnya ada pria yang menghadap kearahnya sembari merentangkan kedua tangan lentiknya.

Dia adalah Kim Heechul.

Ha? Kim Heechul??

Setengah bulan lalu pria itu memutuskan untuk berhenti sementara dari dunia modeling nya dan akan berkarir lagi di tanah kelahiran setelah 2 tahun lebih melaksanakan kewajiban sebagai pemuda Korea Selatan—Yah mungkin keinginannya ini ada hubungannya dengan Lee Rin Rin gadis yang kemampuan ajaibnya kembali usai sembuh dari trauma penculikan.

“Ohhh~ Kau membawa Jongjin? Aigoo… Aigoo, samchon gendong yah aigoo.” Gemas Heechul yang baru setengah tahun melaksanakan wajib militer. Eunji sontak menjauhkan tangan kakak sepupunya dari sang keponakan yang tertidur lelap.

“Dia masih tidur oppa,”

‘Srekk,’

“SAYANGGG~~~~ SETAHUN TIDAK BERTEM… BLUMP BLUMP..” Eunji otomatis menghadap kebelakang ketika suara bass menggemaskan namun sexy milik suaminya nyaris membangunkan buah hati mereka.

Kyuhyun, tubuhnya tidak sekurus dulu lagi. Sedikit berisi dan bagian lengan hingga tulang pipi kulitnya berwarna coklat terang.

“Kyu, kau baru 4 bulan ikut wajib militer dan 4 bulan lalu kau masih di rumah sakit menjagaku. Jangan kekanak-kanakkan.” Sahut Eunji mengeluarkan aura mengerikannya. Kyuhyun mengerucutkan bibir kesal.

‘Eunghh.’ Jongjin pada akhirnya terbangun, Kyuhyun langsung berdiri di samping sang istri. Eunji mencubit suaminya gemas.

“Sayang sakit,” tak berapa lama pula sopir keluarga Lee masuk membawakkan dua nampan besar makanan.

“ma..ma..” Panggil Jongjin pelan,

Kyuhyun tersenyum haru menatap perkembangan bayi mereka walau selama ini saat Eunji menjenguknya gadis itu tak pernah membawa Jongjin ke kamp tapi hari ini ada hal istimewa lain yang istrinya bawa yaitu buah hati mereka.

Selama ini juga, Cho Kyuhyun hanya melihat anaknya dari beberapa foto saja karena Eunji terlalu sibuk dengan urusan perusahaan—Ia telah resmi bekerja sebagai presdir Giant Company pusat 2 bulan lalu.

Jongjin kecil mengucek matanya perlahan lalu matanya terarah pada Kyuhyun yang tersenyum haru padanya.

“capa..” Siapa, tanyanya menggemaskan. Kyuhyun sedikit tercenung mendengar pertanyaan Jongjin. Ia seolah-olah ayah yang tak bertanggung jawab padahal Eunji-lah yang menyuruhnya wajib militer sehari setelah wanitanya itu melahirkan.

Setahun lagi bukanlah waktu yang cepat untuk mengenal perkembangan bayi mereka.

Lihatlah, matanya sebulat mata sang ibu.

Kulitnya seputih kulit sang ayah,

Rambut curly nya perpaduan kakeknya,

Hidung sang ibu,

Bibir juga bibir sang ibu,

Dia lucu.

“Ini ay…ah…mu.” Balita itu tersenyum senang, dua gigi susu bagian atas serta bawahnya terlihat rapi.

Kyuhyun kian melebarkan senyumannya.

Heechul berdehem pelan sedangkan Eunji tersenyum lembut.

“Makanlah dulu, setahun lagi kau bebas bermain dan mengenalnya Kyu.” Kyuhyun mengangguk paham.

“Hei, bolehkah kugendong Jongjin sekarang?” Tanyanya tak sabaran.

“Tentu saja.”

Pada akhirnya mereka tahu caranya hidup berbahagia meski…

Siapapun tidak tahu  jalan hidup mereka nantinya,

Entah jalan hidup mereka yang seharusnya pasti akan selalu dapat segala hal yang diinginkan tapi nyatanya malah berbelok tak sesuai ekspetasi.

Siapa yang tahu??
Kisah romantis dan sedih pun tak melulu kisah mengharu-biru berakhir bahagia.

Ada kalanya sebuah kisah diselipkan bumbu aksi atau komedi yang harusnya tidak kentara menjadi kentara.

Begitu pula tokohnya, jika kau kesampingkan masalah tokoh utama kau akan membuka wawasanmu tentang pendalaman tokoh lainnya.

Karena sekali lagi…

Tokoh utama tercipta akibat dukungan dari tokoh lainnya.

Kisah ini pun kututup sampai disini.

TBC

Terimakasih untuk semua yang sudah memberi semangat terhadap ff ini, menjurus kemana kalianlah yang menilainya. Semakin hari semakin banyak wawasanku mengenai cara penulisan cerita yang bagus.

Terimakasih juga untuk para admin yang dengan sabar dan telatennya publish ff  yang tak seberapa ini, kalian jjang haha.

Terimakasih juga untuk author-author yang memperbaiki kesalahan ff ku selama ini. Kalian inspirasiku.

Dan yang paling utama terimakasih pada para pembaca baik dalam kritik, maupun masukkan. Meski statistic ff ku tidak sebagus author lain, puluhan dan aku senang jika itu seratus lebih pembaca yang tersisa teta menanti kedatangan ff ini. Terimakasih untuk kalian.

Masih menggantung seperti jemuran? Ha.. Ha, tanyakan di kolom komentar hehehe,

117 thoughts on “Anta and Prota Part 18 End

  1. Kan setahun kemudian sehabis kelulusan, trus eunji lahiran
    Paling gak anaknya umur 6 bulan kan ya, terus udah bisa ngomong.
    Ini cuma mengungkapkan kejanggalan menurut aku, jangan jadi beban ya sistah :*

    Ceritanya keren kok walau masih agak berantakan

    Suka

  2. TBC or END? Seriously, this is so complicated! Great! Tapi, saran sih, mungkin bisa diperbaiki lagi di ff2 selanjutnya. Mungkin aku aja yg ngerasa gini, soalnya masih ada yg ganjel. Walaupun antar tokoh di sini memang terhubung satu sama lain, tapi kayak masih ada sekat gitu. Kayak, kenapa tokoh ini harus tahu masalah tokoh ini padahal gak tahu pun gakpapa? Yah, mungkin kayak gitu yg aku rasain waktu baca ini. Tapi aku suka ceritanya. Endingnya apalagi, walaupun Bogum masih entah ke mana. Ternyata Kyuhyun gitu ya kalo udah cinta? Hampir sama kayak Kyuhyun di My Twins waktu Kyuhyun udah tahu siapa Eunji sebenernya. Sebelumnya aja, benci banget. -_- Proses lamarannya unik banget, hahaha… Nice story! So, apa Hyunra bakal sama Eunhyuk?

    Suka

  3. akhrny kyuhyun dan eunji mnkh n pny ank…kocak abis lmran massal ny…keren dosen park ny..ha ha ha….pnsran lnjutan ny…fighting thor…

    Suka

  4. Tbc? Brati ada sequel donk ya??? Apa aku yg salah baca kah.. Heheheheheh… Dari awal sampe akhir bener2 keren ceritanya.. Dari yg eunji galak sampe melow2.. Dari kangsil yang musuhan sama yesung ampe jadian.. Dari henry yg dikira gay.. Keren abis thorrrrr…

    Bogum blom ketangkep ya tapi.. Wah kemanakah dia??? (Brati butuh sequel buat ceritain) wkwkwk #tetepmodus

    Suka

  5. WAJIB SEQUEL!!!
    Bogum masih buron belum ketemu
    Heechan gimana sama kibum? Dateng ke wisudaan tp ga ada kisah lg
    Gimana kabar rinrin?
    Terus hyunra ga ada couplenya nih??
    Ud brp taun anak eunji & kyu? Lucu😆
    Masih tbc ya!!!!! Not yet end!!!!! 😉

    Suka

  6. Penasaran bgt sengan keberadaan bo gum yg g diketahui keberadaanx.
    jg seneng bgt akhirx eunji ama kyuhyun bahagia apalagi dengan adax jongjin.
    begitupun kangsil, heechul dan henry dengan pasagan mreka.

    Suka

  7. end atau tbc thor? itu ada tulisan nya tbc, so sequel thor pleaseeee, nasib park bo gum gimana? seneng akhirnya eunji nikah juga sama kyuhyun, aghh buat sequel si kyuhyun nya keluar dari wamil thor..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s