The Owner Love Part 9


image

Author : xixil @xixil04
Tittle : The Owner Love
Category : NC19, Romance, Family, Chapter
Cast :
Cho Kyuhyun
Kim hye ji
Choi min ji
And Other Cast

Happy reading

Hye ji sudah berdiri di depan salah satu pintu yang berada dilantai 20 dengan nomor 1204. Namun ia tidak langsung menekan salah satu tombol yang ada disamping pintu yang ia ketahui tombol bel apartemen Kyuhyun. Hye ji mengatur napasnya, ia tidak mau jika bertemu Kyuhyun ia langsung sesak napas akibat melihat pria brengsek itu.

Hye ji mulai memenjet tombol bel apartemen Kyuhyun. Namun masih tidak ada tanda tanda jika pintu akan terbuka. Ia kembali menekannya lagi tapi masih sama. Wajah Hye ji kini terlihat sangat khawatir. Pikiran negatif sudah mulai memasuki otaknya.

Setelah menghembuskan napasya dengan kasar, dan setelah ia berdoa sedikit dalam hati. Ia menekan kembali tombol tersebut. Segera senyumnya mengembang setelah melihat ganggang pintu didepannya bergerak.

Namun, senyum Hye ji langsung hilang setelah pintu terbuka dan mendatapkan seseorang membuka pintu  yang Hye ji tidak habis pikir akan berdiri dihadapannya diapartemen Kyuhyun. Hye ji masih menatap sosok wanita yang terlihat dengan pakaian yang sangat rapi.

Wanita yang ditatap Hye ji tersenyum yang terlihat sangat lembut, terlihat sangat  berbeda dengan Hye ji.

THE OWNER LOVE PART 9

“Kyuhyu-na cepat turun. Sarapanmu sudah siap?”

“Kyuhyun!” Min ji kembali memanggil Kyuhyun setelah cukup lama menunggu Kyuhyun untuk menjawab panggilannya.

“Ne, Noona.” Teriak Kyuhyun dari kamarnya yang baru saja selesai mandi.

——–

Bip ! Bip !

“Oh apa itu suara bel. Tidak biasanya.” Celetuk Min ji setelah mendengar bunyi bel yang mungkin ini pertama kalinya ia dengar disaat pagi hari di apartemen Kyuhyun.

“Bip! Bip!” Bel kembali berbunyi Min ji pun melangkahkan kakinya dengan cepat.

“Bip! Bip!”

“Siapa yang datang sepagi ini, dan sepertinya ia orang tidak sabaran.” Ucap Min ji setelah mendengar bunyi bel untuk ketiga kalinya.

Min ji yang membuka pintu, langsung menatap wanita yang berdiri dihadapannya ia cukup terkejut dengan apa yang dilihatnya sekarang. Sedikit rasa takut dan khawatir muncul tiba-tiba  saja dihati Min ji, entah karena ia takut Kyuhyun akan gagal dengan rencananya akibat hubungan dengan dirinya akan diketahui oleh Hye ji. Min ji meremas roknya mencoba menyembunyikan rasa terkejutnya.

Setelah beberapa menit kedua wanita tersebut saling bertatapan yang memperlihatkan keduanya sama sekali tidak menyangka jika akan bertemu di apartemen Kyuhyun. Akhirnya Min ji mengalah dan menyudahi saling tatap tersebut. Segera Min ji mengembangkan senyumannya kepada Hye ji. Sayangnya, Hye ji tidak mebalas sama sekali senyuman hangatnya. Hye ji malah semakin dalam menatapnya, seolah bertanya apa yang kau lakukan disini?

Menyadari hal tersebut Min ji pun mulai bersuara. Mencoba mencairkan suasana antara ia dan Hye ji, yang terlihat sangat canggung.

“Ah, maaf presdir Hye karena membuat anda menunggu. Silahkan masuk. Presdir Kyu sedang dikamarnya.” Tidak ada jawaban dari Hye ji ia hanya terus menatap Min ji tanpa bergerak dari tempatnya.

“Anda tidak perlu khawatir. Aku datang kesini karena presdir sedang sakit dan ia menelponku agar menyiapkan makanan” Ucap lagi Min ji sedikit menjelaskan karena ia tahu kenapa Hye ji menatapnya terus menerus.

Setelah dipersilahkan masuk oleh Min ji, Hye ji mulai melangkahkan kakinya masuk memperhatikan tiap sudut di apartemen Kyuhyun.

“Sangat rapi.” Ya, itulah yang terlintas dipikiran Hye ji setelah melihat sekitar apartemen Kyuhyun yang  sangat bersih dan tiap barang diletakkan pada tempat semestinya.

“Dimana kamar Kyuhyun?” Ucap Hye ji setelah ia cukup lama menunggu dan belum mendapatkan Kyuhyun ke luar dari kamarnya.

“Anda hanya perlu lurus saja nyonya, kemudian pintu disebelah berwarna putih adalah ruangan musik presdi Kyu, kemudian pintu disebelahnya adalah kamar presdir.

Hye ji yang mendengar semua ucapan Min ji, lagi-lagi menatap wanita tersebut.
”Cih, kau benar-benar tahu semua detail dari apartemen ini. Apa ini benar-benar pertama kalinya atau kau sering datang kesini Min ji-si?” Ucap Hye ji dengan nada yang penuh dengan penekanan.

“Ne nyonya. Ini pertama kalinya aku kesini.” Bohong Min ji.

Hye ji mengabaikan ucapan Min ji yang menurutnya hanyalah omong kosong saja.

“Kau bahkan mengetahui semua letak sendok, gelas dan kau masih mengatakan jika kau pertama kali kesini. Cih, aku bukanlah wanita bodoh yang mudah kau bohongi.” Batin Min ji kemudian berjalan kearah kamar Kyuhyun.

Hye ji sudah didepan kamar Kyuhyun. Pertama ia ingin mengetuk pintu berwarna putih tersebut. Namun, setelah mengingat kejadian dirumahnya, saat Kyuhyun masuk tanpa izin kekamarnya. Akhirnya ia juga memutuskan untuk melakukan hal yang sama.

“Yak!!!!” Teriak Hye ji setelah membuka pintu dan mendapatkan Kyuhyun masih dengan handuk dipinggangnya dan memamerkan dada bidangnya yang berotot.

“Cih, kau seharusnya mengetuk pintu terlebih dahulu jika kau ingin masuk nona manis.” Ucap Kyuhyun santai setelah mendengar suara teriakan yang sudah ia hafal.

“”Kau ……” Hye ji tidak melanjutkan ucapannya.

“Yak, pakai pakaianmu. Aku tidak bisa bicara denganmu seperti itu?” Ucap lagi Hye ji setelah memutar badannya dan masih mendapatkan Kyuhyun belum memakai pakaiannya.

“Cih, apa sekarang kau sedang berakting? Apa kau tidak ingin melihatnnya! Semua wanita di   korea ingin melihat ini dan kau malah? Dasar aneh.” Balas Kyuhyun dengan cueknya dengan mulai memakai salah satu kemeja kantornya.

Kyuhyun sudah berdiri dihadapan Hye ji, membuat wanita tersebut mundur beberapa langkah, dan bukan namanya Kyuhyun jika tidak menarik Hye ji untuk mendekat kepadanya.
“Cah, apa ada sesuatu yang sangat penting sampai kau datang ke apartemenku nona manis.” Goda Kyuhyun yang berhasil memunculkan rona merah dipipi Hye ji.

Hye ji tidak menjawab pertanyaan kyuhyun, ia malah melirik ketangannya yang dengan manisnya digenggam oleh Kyuhyun.

“Opss, sorry.” Ucap Kyuhyun setelah mengerti maksud dari tatapan Hye ji.

“Eomma mengatakan kau sakit, jadi ia membuatkan makanan dan menyuruhku untuk mengantarnya kesini.” Ucap Hye ji dengan singkat.

“Eomma atau?” Kyuhyun menghentikan ucapannya setelah mendapat tatapan tajam dari Hye ji.

Hye ji yang tahu maksud dari ucapan Kyuhyun, langsung menatap sinis pria tersebut dan  kembali berucap.
”Haha. Apa kau sangat menginginkan, aku mengkhawatirkanmu. Cih, bermimpilah Cho kyuhyun.”  Setelah mengucapkan hal tersebut yang dibarengi dengan tawa kecil yang seperti tengah mengejek Kyuhyun. Hye ji pun segera keluar dari kamar apartemen Kyuhyun. Tanpa peduli dengan wajah Kyuhyu yang terlihat sangat kesal.

“Benar-benar gadis yang sangat menarik, semakin kau bersikap seperti itu semakin aku menyukaimu baby.” Batin Kyuhyun.

“Noona.” Panggil Kyuhyun dengan santainya pada Min ji.

Hye ji yang tengah duduk disalah satu sofa Kyuhyun segera melirik Kyuhyun setelah mendengar Kyuhyun memanggil Min ji dengan noona.
“Noona? Yang benar saja mereka sama sekali tidak memiliki wajah yang mirip seperti saudara kandung.” Batin Hye ji setelah secara bergantian melirik kedua orang tersebut.

Min ji yang melihat Hye ji menatapnya  secara bergantian dengan Kyuhyun, segera melirik Kyuhyun seolah bertanya apa yang kau lakukan.

Kyuhyun yang dilirik oleh kedua orang wanita dihadapannya hanya bisa menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Ia baru sadar jika ia memanggil Min ji dengan Noona  setelah mengetahui kesalahannya  Kyuhyun segera berucap sebelum Hye ji dan Min ji menatapanya semakin dalam.

“Sekretaris Min.  Tolong pasangkan dasiku.“ Ucap Kyuhyun  santai berusaha terlihat biasa saja dengan ucapannya tadi, Kyuhyun kemudian sedikit melirik ke tempat duduk Hye ji. Ia berusaha mengalihkan perhatian Hye ji sekaligus ia ingin tahu bagaimana reaksi dari Hye ji setelah ia mengucapkan hal tersebut.

Min ji yang mendengar ucapan Kyuhyun, yang menurutnya ucapan tersebut biasa saja tidak akan membuat Hye ji curiga. Jadi ia mulai mendekati Kyuhyun tanpa melirik kesamping tempat Hye ji duduk yang tengah memperhatikannya.

Kyuhyun yang melihat Min ji mulai melangkahkan kakinya mulai khawatir karena Hye ji tidak memperlihatkan jika ia ingin menghentikan Min ji sama sekali.

Hye ji yang memperhatikan dua individu yang mencoba memperlihatkan kemesraannya, hanya melihat jijik kearah mereka.
“Apa kau berharap aku akan menghentikannya? Atau kau berharap aku akan cemburu dengan semua ini?” Batin Hye ji setelah matanya bertemu dengan mata Kyuhyun.

Setelah semakin dalam menatap mata Hye ji, Kyuhyun akhirnya tahu jika wanita tersebut tidak akan melakukan hal yang seperti ia pikirkan.

“Berhenti Min ji-si. Aku bisa melakukannya sendiri kau boleh pergi sekarang.”

Min ji yang mendapatkan ucapan tersebut mematung. “Berani sekali bocah kamvret ini mempermalukanku di depan tunangannya, seharusnya kau tidak memanggilku jika kau ingin mengusirku seperti ini Cho kyuhyun. ”Batin Min ji kemudian menatap lekat Kyuhyun seolah ingin memperlihatkan jika ia benar-benar tidak suka perbuatan Kyuhyun barusan.

Kyuhyun yang tahu jika Min ji sangat marah akibat perbuatannya. Hanya bisa diam.
“Maafkan aku noona. ” Batin Kyuhyun

“Apa lagi yang kau tunggu, keluar dari apartemen ini?” Ucap Hye ji setelah melihat Min ji hanya diam di tempatnya dengan matanya menatap ke arah Kyuhyun.

Min ji akhirnya pergi, setelah mendengar ucapan Hye ji yang secara terang terangan mengusirnya. “Kau puas Cho kyuhyun .” Batin Min ji dengan mata masih menatap nanar Kyuhyun, yang selanjutnya berlalu dari hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun yang melihat Hye ji berdiri segera tersenyum, namun senyuman tersebut tidak bertahan lama setelah melihat Hye ji malah berjalan kearah pintu keluar bukan kearahnya.

“Yak, kau mau kemana?” Teriak Kyuhyun.

Mendengar pertanyaan Kyuhyun membuat Hye ji berhenti dan berbalik melihat pria yang memanggilnya.
“Aku akan kekantorku? Apa kau membutuhkan sesuatu lagi?” Ucap Hye ji dengan suara yang disengaja dibuat manis.

“Pasangkan dasiku dan makan bersamaku setelah itu baru kau pergi.” Ucap Kyuhyun dengan senyum mengembang.

Hye ji yang mendengar ucapan Kyuhyun, menyinggungkan senyuman kecilnya.
“Apa kau tidak melihat kedua tanganmu itu presdir Cho, gunakanlah sebagaimana fungsinya.” Balas Hye ji dengan cueknya kemudian berlalu pergi.

Kyuhyun yang mendengar ucapan dan melihat Hye ji pergi begitu saja. Langsung membanting dasinya dengan penuh amarah.
“Kalau ia akan pergi, seharusnya ia pergi dari tadi saja, dan Min ji tidak harus pergi karenanya dan aku juga tidak akan makan sendiri. Sial.” Ucap Kyuhyun dengan wajah yang penuh dengan kekesalan setelah kedua wanitanya benar-benar pergi.

——–

Hye ji lagi-lagi harus mengumpat disepanjang jalan akibat eommanya yang hobby menitip makanan untuk Kyuhyun kepadanya.

“Kenapa bukan ia saja yang mengantarnya, karena semua ini laki-laki brengsek itu jadi keras kepala.”

Karena hari ini ia rapat lagi dengan Kyuhyun, dan sialnya eommanya tahu mengenai hal tersebut. Jadinya makanan pun harus ia bawah juga.

——-

“Apa min ji belum datang?” Tanya Kyuhyun kepada salah satu karyawannnya. Setelah sampai diruangannya dan tidak mlihat sama sekali Min ji.

“Apa ia masih marah karena kejadian kemarin, seharusnya ia sudah tahu kalau aku hanya terpaksa melakukan itu.” Celetuk Kyuhyun setelah mengetahui jika  Min ji belum datang.

“Oh, kau sudah datang. Masuklah.” Ucap Kyuhyun setelah melihat Hye ji berdiri tidak jauh dari hadapannya.

Hye ji yang datang dengan wajah kesalnya tiba-tiba saja berubah jadi datar setelah Kyuhyun berucap yang terdengar cukup lembut tidak seperti biasanya yang langsung mengodanya.
“Apa lagi yang ia rencanakan sekarang?” Batin Hye ji setelah melihat Kyuhyun masuk begitu saja tanpa bertanya lagi.

“Ini adalah beberapa…………..” Hye ji yang langsung duduk disalah stau sofa ruangan Kyuhyun segera berucap, namun tiba-tiba saja Kyuhyun mengangkat tangannya seperti mengajak high hive. Namun semakin Hye ji memikirkan gerakan tangan Kyuhun akhirnya ia mengerti jika Kyuhyun sekarang tengah memintanya untuk berhenti bicara.

——-

“Ya, saya sendiri. Ini siapa?” Ucap Kyuhyun setelah mengangkat Handphonenya dengan nomor yang tidak diketahui.

“………”

“Kumohon telpon 911, aku akan segera kesana.” Balas segera Kyuhyun dengan suara yang cukup besar.

Hye ji yang melihat Kyuhyun menelpon dengan wajah yang sangat khawatir, berbeda sekali dari biasanya. Hanya bisa menatap wajah tersebut.

“Apa terjadi sesuatu!  Kenapa wajahnya terlihat seperti baru saja terjadi sesuatu?” Batin hye ji

Kyuhyun menutup handphonenya, kemudian berjalan dengan cepat melewati Hye ji menuju pintu keluar ruangannya. Hye ji yang melihat perilaku Kyuhyun terdiam seolah tidak percaya apa yang baru saja ia terima.

“Hahaha apa dia pura-pura tidak melihatku?”
“Cih, kau berhasil membuatku terkejut Cho kyuhyun bahkan kau pergi tanpa memberitahuku apapun.” Celetuk asal Hye ji yang terdengar dengan nada kemarahan akibat Kyuhyun yang pergi begitu saja tanpa berbicara sedikit pun pada Hye ji.

“Jadi buat apa aku kesini.” Ucap lagi Hye ji kemudian melempar semua hasil desainnya keatas meja Kyuhyun. Kemudian pergi dengan kue buatan eommanya yang masih ditangannya.

“Maaf predir Hye ji. Predir tidak bisa melakukan rapat dengan Anda karena sekretaris Min tidak sadarkan diri jadi aku akan menggantikannya.” Ucap karyawan tersebut setelah mendapatkan Hye ji keluar dari  ruangan Kyuhyun.

Hye ji yang mendapatkan ucapan tersebut semakin menambah kemarahannya.
“Cih benar-benar tidak profesional. Aku tidak akan melakukan rapat lagi kau bisa mengambil semua desain itu didalam ruangan Cho kyuhyun.” Bentak Hye ji dengan penuh amarah ke karyawan tersebut.

“Ia hanya sekretarisnya. Kenapa ia bertindak seperti ia adalah pacarnya?” Maki Hye ji dengan suara yang cukup besar. Ia benar-benar kesal mengetahui Kyuhyun meninggalkan hanya arena sekretarisnya.

Karyawan yang dimakin Hye ji hanya bisa menunduk mendengar makian Hye ji .

————–

YOON BUTIK

Dengan satu kali putaran Hye ji telah berhasil  memparkir mobilnya disalah satu tempat parkiran yang disediakan oleh butik Bona.

Sekretaris bona yang melihat Hye ji menuju kearahnya dengan langkah besar, hanya menunduk sebentar kemudian segera mengatakan kalau CEO mereka ada didalam tanpa Hye ji bertanya kepadanya, ini ia lakukan karena ia bisa tahu dari wajah tersebut tergambar dengan jelas sebuah kemarahan.

Hye ji membanting pintu ruangan Bona, kemudian melempar kue dan tasnya keatas sofa yang berada diruangan tersebut. Tanpa memperdulikan reaksi kaget dari pemilik ruangan akibat perbuatannya.

Bona yang kaget dengan bunyi bantingan pintunya, segera berdiri melihat siapa yang berani melakukan perbuatan tersebut. Namun setelah melihat siapa yang hampir membuat jantung copot akhirnya berucap dengan suara yang cukup keras.

“Yak! Yak! Apa yang kau lakukan, kau bisa merusak semua barang-barangku.” Teriak Histeris Bona setelah melihat Hye ji dengan santainya menendang pas bunga yang berada di meja dihadapannya.

“Nanti, aku akan membelikanmu yang lebih mahal.” Ucap santai Hye ji.

“Yak, Kim hye ji ini bukan masalah mahal atau tidaknya, itu vas bunga kesayanganku. Kau tidak seharus melakukan itu kepadanya.” Balas Bona dengan nada suara yang dibuat sedih kemudian menghampiri pas bunga tersebut.

Hye ji yang melihat Bona mulai memungut satu persatu pecahan vas bunga tersebut, menghembuskan napasnya dengan kasar.
“Ya, berhenti melakukan itu, panggil sekretarismu untuk melakukannya.”

“Bagaimana aku bisa menyuruh orang lain untuk menyentuh barang kesayanganku. Seharusnya jika kau cemburu kepadanya, kau tidak perlu berbuat sekejam itu kepadanya.” Bona kembali berucap dengan nada suara yang semakin dibuat sedih tapi sialnya air matanya tidak kunjung keluar.

Hye ji yang melihat perilaku Bona yang sangat mendramatisi, hanya melihatnya dengan tatapan datar.

“Yoon bona, diamlah atau kau ingin ruanganmu ini kuhancurkan juga.” Ucap Hye ji setelah cukup gelih mendengar penuturan Bona.

Bona yang mendengar ancaman Hye ji tersebut segera berdiri, ia tahu kalau Hye ji tidak pernah main-main dengan ucapannya. Sudah cukup ia rasakan pada saat di  london apartemennya porak poranda akibat perbuatannya.

“Jadi, apa yang membuatmu kesini seperti singa betina yang ditinggalkan oleh singa jantan akibat ada singa betina yang jauh lebih ganas dari pada kau.” Ucap Bona asal yang mencoba membuat Hye ji tertawa dengan ucapannya. Namun sepertinya yang diucapkannya salah, Hye ji malah menatapnya dengan tajam, membuatnya menelan salivanya dengan cepat.

“Aissss. Kau tidak harus menatapku seperti itu jika aku salah.” Ucap Bona kemudian melangkah keluar ruangannya.

“Yak! Kenapa kau membiarkannya masuk?” Teriak Bona kepada sekretarisnya.

Sekretaris tersebut yang mendapat teriakan dari CEOnya hanya terdiam karena tidak tahu harus menjawab apa. Bagaimana tidak, ia tidak memberi izin masuk Hye ji ia akan dimarahi dan sekarang ia mendapatkannya lagi karena memberi izin Hye ji masuk begitu saja tanpa memberitahu CEOnya terlebih dahulu.

“Kurasa aku akan benar-benar di pecat jika ia setiap hari datang kesini.” Batin sekretaris tersebut.

“Ambilkan aku air putih, kurasa singa betina itu sedang marah besar.” Ucap Bona sambil menghembuskan napasnya secara teratur.

“Cah. Minumlah, dan berhenti memasang wajah seperti itu, kau membuatku takut?” Ucap Bona setelah melihat Hye ji dengan wajah yang tidak berubah sama sekali dari pertama ia masuk keruangannya yang menurutnya ekspresi wajah tersebut sangat menakutkan.

“Berhenti menatapku.” Ucap Hye ji segera setelah sadar jika Bona menatapnya terus menerus dengan wajah serius, seolah tengah meminta sebuah penjelasan dari perbuatannya barusan.

Bona mengabaikan ucapan Hye ji ia malah semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Hye ji.

Hye ji yang risih dengan perbuatan Bona, akhirnya berucap.“Yak, Yoon bona, apa yang kau lakuakan? Berhenti.”

Lagi-lagi Bona mengabaikan ucapan Hye ji, ia malah semakin memajukan wajahnya membuat Hye ji yang tadi duduk dengan tegak kini sudah bersandar.

“Minggir atau….” Ucapan Hye ji terhenti setelah tiba-tiba saja Bona mencium  pipinya yang berhasil membuatnya mematung.

Bona yang melihat Hye ji meliriknya setelah beberapa menit akibat perbuatannya akhirnya berdiri dan tersenyum lebar ke Hye ji.

Hye ji yang melihat itu ikut berdiri dan mencoba mengejar Bona.

“Yak, apa yang kau lakukan? Seharusnya kau mencari pacar agar kau tidak menciumku lagi.” Goda Hye ji ke Bona yang telah berhasil ia tangkap.

“Hahaha hentikan Kim hye ji itu geli.” Balas Bona yang dibarengi dengan tawa yang sangat nyaring akibat perbuatan Hye ji yang menggelitiknya. Kedua gadis tersebut tertawa dengan suara yang sangat besar, mereka terlihat seperti anak kecil.

“Sabarlah aku akan memperlihatkan pacarku ke padamu nanti jika kau menikah dengan Kyuhyun.”

Hye ji yang mendengar balasan Bona, akhirnya berhenti melakukan kegiatanya dan malah berjalan kearah sofa tempat ia duduk tadi.

Bona yang melihat itupun segera berucap kembali.
“Apa aku melakukan kesalahan lagi. Ahhh, jinjja. Yoon bona dasar bodoh.” Gerutu Bona pada dirinya sendiri.

“Apa ini kue buatan bibi.” Ucap kembali Bona mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Itu untuk Kyuhyun.” Balas Hye ji dengan malas.

“Terus kenapa kau membawahnya kesini.” Ucap Bona kemudian melirik Hye ji.
“Hehehe. Apa aku salah bicara lagi?” Ucap Bona lagi setelah mendapat matanya bertemu dengan mata Hye ji yang memperlihatkan jika ia tidak suka dengan ucapannya barusan.

“Ia tidak memakannya, ia pergi begitu saja tanpa memberitahuku apa pun.” Ucap Hye ji yang terdengar sangat malas kemudian mengambil handphonenya mencoba menyembunyikan rasa tidak sukanya terhadap perliaku Kyuhyun.

“Jadi itu yang membuatmu kesal, sampai menghancurkan barang-barangku.” Goda Bona pada Hye ji, setelah melihat ekspresi wajah Hye ji yang berhasil membuat Hye ji melepas genggamannya pada handphonenya.

“Aku tidak kesal Yoon bona dan vas bungamu itu memang terlihat sangat jelek jadi aku sengaja menjatuhkannya.” Balas Hye ji dengan ketus.

“Cih, kau sangat pintar menghidar, Jelas-jelas wajahmu itu mengambarkan kalau kau kesal karena Kyuhyun meninggalkanmu begitu saja.” Ucap Bona yang tidak mendapat balasan dari Hye ji.

“Jangan bilang Kyuhyun meninggalkanmu karena wanita lain.” Sambung lagi Bona yang menurutnya ucapannya tersebut benar setelah melihat reaksi Hye ji yang Langsung melihat kearahnya.

“Wanita yang mana lagi sekarang?” Bona kembali berucap dengan sedikit menekankan suaranya seolah menandakan jika ia sama sekali tidak suka  dengan sikap Kyuhyun yang gonta ganti pasangan dan Hye ji hanya diam padahal ia tahu kalau sahabatnya tersebut menyukai Kyuhyun.

“Hem. Ia sama sekali tidak berubah, bahkan setelah ia memiliki tunangan. Dasar pria brengsek”
“Yak, jawab aku.” Teriak Frustasi Bona karena Hye ji tidak kunjung membalas ucapannya.

“Ia hanya sekretarisnya.” Akhirnya Hye ji berucap dengan santainya. Ia memutuskan untuk mengatakan Bona adalah sahabatnya jadi ia pasti mengerti dengan perasaannya.

“Sekretaris. Maksudmu  sekretarisnya.” Balas Bona antusias yang dijawab oleh Hye ji hanya sebuah anggukan.

“Ha~. Pasti mereka memiliki hubungan aku sama sekali tidak percaya jika Kyuhyun dengan sekretarisnya tidak pernah berciuman.” Ucap Bona tanpa memperhatikan Hye ji yang kini sudah menatapnya  lagi dengan tajam.

“Wae! Yang aku katakan ini benar Kim hye ji.” Balas Bona yang tidak suka dengan tatapan Hye ji yang seolah tidak percaya dengan ucapannya.

“Ah~ sudahlah!” balas Hye ji dengan nada suara yang terdengar malas untuk melanjutkan ceritanya.

“Yak, kenapa kau berhenti. Apa hanya itu? Yak, ceritakan padaku. Kau membuatku penasaran.” Rentetan rengekan Bona berhasil membuat Hye ji membuka mulutnya kembali.

“Tidak.” Balas lagi Hye ji dengan santainya, sangat berbeda dengan Bona yang sangat heboh menanggapi semua ucapannya.

“Tidak! Hahaha benar-benar pria brengsek. Cepat ceritakan apa lagi yang dilakukannya.” Balas Bona yang sekarang sudah duduk sangat dekat dengan Hye ji.

“Kemarin aku ke apartemen Kyuhyun dan mendapatkannya disana.”

“Apa?” Teriak Bona seolah tidak percaya.

“Ehmm, karena Kyuhyun sakit jadi ia disana, dan menyiapkan segalanya mulai dari makanan, baju dan masih banyak lagi.” Hye ji berucap dengan santainya namun hatinya sepertinya tidak, seperti ada luka disana.

“Bo~ kenapa bukan kau yang melakukannya? Kenapa kau membiarkan itu semua terjadi, seharusnya kau yang menyiapkan semua itu.” Balas Bona dengan suara yang kini sudah semakin besar.

“Bona-si kurasa kau bereaksi sangat berlebihan.” Ucap Hye ji dengan kembali menatap Bona.

“Benarkah? Padahal menurutku itu hanya biasa saja.”
“Setelah itu apa yang dilakukan wanita jalang itu?” Ucap lagi Bona yang menghiraukan suaranya yang semakin besar.

“Wanita jalang.” Hye ji mengulang perkataan Bona.
“Sejak kapan gadis polos ini mengatai seseorang.” Pikir Hye ji

“Kyuhyun juga memanggilnya noona.” Sambung lagi Hye ji.

“Noona?” Bona berterik tidak percaya  untuk kesekian kalinya akibat ucapan Hye ji yang menurutnya tidak masuk akal.

“Ah jinjja. Kau kenapa? aku saja biasa saja, kenapa kau sangat berlebihan?”

“Kau jangan munafik Kim hye ji. Wajahmu itu tidak berbohong.” Teriak Bona kepada Hye ji karena gadis tersebut mengatainya terlalu berlebihan, yang menurutnya wajar ia bersikap seperti itu, yang tidak wajar itu dirinya bagaimana bisa ia bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.

“Apa dia kakak Kyuhyun. Ahh, itu tidak mungkin, bagaimana bisa kakaknya sebagai sekretarisnya. Aku yakin mereka punya memiliki hubungan.” Sambung lagi Bona seperti seorang polisi yang tengah berusaha memecahkan kasus.

“Ah, sudahlah. Aku ingin pulang.” Hye ji kemudian berdiri dari tempatnya dan mulai meninggalkan Bona yang masih bergulat dengan beberapa bukti ditangannya 😀

“Yak, Kim hye ji kau harus memastikannya. Mereka pasti punya hubungan dibelakangmu.” Teriak Bona setelah sadar dari lamunannya dan melihat Hye ji sudah berjalan keluar dari kantornya.

Hye ji hanya membalas ucapan Bona dengan tangannya yang diangkat keatas.

———–

Ucapan-ucapan Bona mengenai Kyuhyun dan Min ji terus menerus berkeliaran di pikiran Hye ji. Iya sama sekali tidak bisa tidur karena semua kaliamat yang keluar dari mulut Bona yang menurutnya masuk akal juga, dan wajar jika sahabatnya berpikiran seperti itu.

“Ah , ini membuatku gila.”

“Kenapa aku menceritakannya semuanya pada gadis bodoh itu.”

“Karena ini aku tidak bisa tidur. Sial.” Pikir Hye ji yang kemudian menarik rambutnya. ia sangat munafik jika ia mengatakan semua ini tidak menganggunya.

“Yoon Bona kau harus bertanggu jawab.” Teriak Hye ji kemudian mengambil Handphonenya berniat menelpon seseorang yang telah membuatnya seperti orang gila.

******

“Yak, kau tau ini jam berapa? Aku sangat capek, aku ingin tidur. “ Teriak Bona yang terdengar jelas ditelinga Hye ji jika ia sedang tidur.

“Kau harus bertanggung jawab, aku tidak bisa tidur karenamu.”

“Ah~ jinjja sudah kukatakan, kau hanya perlu menjenguk wanita jalang itu. Lihat apa yang Kyuhyun lakukan disana.”

Hye ji mencoba mengabaikan ucapan Bona “wanita jalang” ingin rasanya ia tertawa mendengar umpatan gadis polos ini.

“Tapi?”

“Tapi apa lagi, ah cepat aku ingin tidur.” Teriak bona dari seberang telpon karena Hye ji yang ia kenal sangat berbeda dari biasanya.

“Baiklah tidurlah.” Balas Hye ji dengan nada yang terdengar senduh.

“Bo~ya. Yak, kau bukan Kim hye ji yang kukenal. Kalau kau menyukai Kyuhyun, kau tinggal menjenguk wanita jalang itu, jika ia bermesraan dengan jalang itu, buah atau bunga yang kau bawah lemparkan padanya atau kau bisa menampar seperti yang kau lakukan biasanya.”

Tuttt~~

“Ha~ apa dia menutup teleponnya secara sepihak setelah berteriak kepadaku dengan hal yang tidak masuk akal.” Ucap kesal Hye ji setelah Bona menceramahinya panjang lebar.

********

“Tidurlah Kim hye ji dan besok kita akan lakukan sesuai yang dikatakan Bona.” Ucap Hye ji pada dirinya sendiri setelah putus asa dengan berbagai kalimat yang terus menerus melayang dengan cantik dipikirannya.

————–

Yun ji melihat putrinya sudah rapi dengan dandanannya dengan baju yang terlihat sangat santai.

“Kau mau kemana? Bukankah hari ini hari sabtu?” Ucap Yun ji.

“Aku akan kerumah sakit.” Balas Hye ji santai.

“Kau sakit disebelah mana? Kenapa eomma tidak tahu.” Balas Yun ji dengan nada khawatir kemudian berkeliling memeriksa tubuh putrinya.

“Eomma berhentilah. Bukan aku yang sakit.” Ucap Hye ji kesal karena merasa risih dengan perilaku eommanya yang terlihat sangat berlebihan.

“Ha~ kau membuat eomma khawatir saja. Kalau begitu siapa yang sakit?”

“Temanku. Bye eomma aku pergi dulu.” Ucap lagi Hye ji setelah mencium kening eommanya.

————–

Karena hari ini libur, jadi Hye ji memutuskan untuk menyetir mobil sendiri. Tadinya sekretaris Park ingin menemaninya namun Hye ji menolaknya dan malah menyuruh sekretaris Park untuk istirahat saja.

Hye ji sudah berdiri didepan ruamah sakit yang terkenal diseoul dengan pelayanannya yang sangat baik, dengan tangan yang sudah memegang buket bunga segar dan sevarsel buah-buah-an Hye ji mulai melangkah masuk. Setelah ia bertanya disalah satu tempatyang memberi informasi dirumah sakit tersebut, hye ji hanya bisa berpikir negatif setelah tahu jika Min ji berada di ruangan VIP.

“Ia hanya seorang sekretaris dan ia berada di ruangan VIP?Haha yang benar saja” Batin Hye ji , yang selanjutnya tersenyum kecil yang entah senyum tersebut mengartikan apa.

Hye ji meremas buket  bunga yang ia bawah. Matanya berkedip beberapa kali. Seolah tidak percaya apa yang dilihatnya sekarang.

Kyuhyun yang sedang tertidur dikursi sambil memegang tangan Min ji yang juga masih tertidur.

“Ha~ ternyata semuanya benar. Sekali brengsek maka itu tidak akan berubah Cho kyuhyun. Bagaimaan bisa aku jatuh kedalam pesonamu sedalam ini.” Batin Hye ji setelah melihat pemandangan dihadapannya yang terlihat sangat berbeda dari perilaku seorang atasan dengan bawahannya.

Mata coklat Hye ji tidak pernah berkedip sama sekali, ia seperti tidak berniat untuk melewatkan satu pun adegan romantis yang dipertunjukkan dalam sebuah drama musikal.

Min ji yang masih terbaring terbangun setelah sebuah cahaya mengangggunya. Dengan perlahan ia membuka matanya. Kemudian melihat kesamping segera senyumnya mengembang setelah mendapatkan seorang laki-laki yang ia sangat sayangi dengan setia menggenggam tangannya.

“Kyuhyun-na bangun. Kau tidak ke kantor.” Ucap Min ji dengan suara yang sangat kecil, akibat tubuhnya yang masih lemah.

“ehmmm.” Suara yang keluar dari mulut Kyuhyun membuat Min ji tersenyum. Sudah lama ia tidak mendengar Kyuhyun mengeluarkan suara tersebut karena ia sibuk dengan hubungannya dengan Hye ji.

“Kyu~” ucap lagi Hye ji sambil mengelus-gelus lembut rambut Kyuhyun.

“Oh, noona kau sudah bangun.” Ucap Kyuhyun dengan suara yang berat, kemudian bergerak naik keatas ranjang.

“Yak, apa yang kau lakukan? Dokter akan datang . cepat turun.” Ucap Min ji sambil memukul-mukul badan Kyuhyun agar ia segera turun.

Kyuhyun tidak mendengarkan Min ji, ia malah menarik Min ji untuk tidur juga disampingnya.
“Noona aku merindukanmu.” Bisik Kyuhyun ditelingan Min ji kemudian memeluk erat tubuh wanita yang dipanggil noona tersebut.

“Benarkah, kau merindukanku?” Tanya Hye ji ke pada Kyuhyun dengan nada dibuat seperti tidak percaya.

“Hemm aku sangat merindukan noona, karena aku sangat sibuk dengan urusan yang lain noona harus bekerja lebih keras mengurus kantor dan sekarang noona jatuh sakit karena aku.

Min ji yang mendengar ucapan Kyuhyun yang terdengar penuh penyesalan akhirnya membalas pelukan erat Kyuhyun dan mencium sekilas bibir Kyuhyun.

“Hye ji yang melihat kemesraan tersebut, semakin meremas sepuket bunga yang ia beli. Apa yang kau lakukan Hye ji, pergilah buat apa kau disini.” Batin Hye ji.

Hye ji yang melihat semua gerakan lembut yang dilakukan Kyuhyun, saat ia membalas ciuman singkat Min ji, dan saat Kyuhyun  mencium kedua mata Min ji, sampai seutas senyum yang sangat manis terlihat disudut bibir wanita yang dirangkul Kyuhyun, Hanya bisa tersenyum kecut.

Ingin rasanya Ia berlari meninggalkan tempat yang membuatnya merasakan sakit yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Namun kakinya tidak berniat sama sekali untuk meninggalkan tempat yang sangat  strategis menyaksikan kemesraan keduanya.

“Apa sesakit ini melihat seseorang yang dicintai bercumbu dengan seseorang yang bahkan menurutku mereka hanya atasan dan bawahan.” Batin Hye ji setelah mengetahui jika ia benar-benar jatuh cinta kepada Kyuhyun, akibat rasa sakit yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan, yang menurutnya sakit ia rasa lebih sakit dibanding yang lain.

Namun masih sama seperti pertama ia datang, tubuhnya sama sekali tidak berniat untuk meninggalkan tempatnya.

Min ji yang mendapat pelukan hangat dari Kyuhyun segera membalasnya. Namun matanya seperti menangkap sosok bayangan seseorang yang tengah mengawasinya. Matanya pun melirik kearah pintu, dan benar saja dugaannya.

“Hye ji.” Batin Min ji setelah melihat sosok seseorang yang dibalik pintu yang tak lain adalah tunangan Kyuhyun yaitu Hye ji.

“Apa yang dilakukannya disini.” Pikir Min ji.

Min ji ingin melepas pelukan Kyuhyun agar tidak terjadi kesalapahaman nantinya. Namun, seolah beberapa iblis disampingnya membisik untuk tidak melepaskan pelukan, agar Hye ji bisa melihat betapa dekatnya ia dengan Kyuhyun, dan agar ia tahu jika Kyuhyun walaupun sudah bertunangan dengannya tapi Kyuyun teteplah milik Min ji.

Mata Min ji bertemu dengan mata Hye ji seolah tergambar jelas dimata masing-masing sebuah kemarahan,kesedihan, dan kedua pasang mata lainnya mengambarkan sebuah kegembiraan dan kesombongan.

Hye ji sama sekali tidak menghindar ketika matanya bertemu dengan mata Hye ji.

“Dasar wanita jalang.” Batin Hye ji setelah ia cukup lama bertatapan dengan Min ji namun wanita tersebut  sama sekali tidak melepas pelukannya dari Kyuhyun bahkan ia semakin mengeratkan pelukannya seolah ia akan mengambil Kyuhyun.

Min ji pun bangun dari tidurnya  dan kini ia terduduk, Kyuhyun yang melihat pergerakan Min ji pun ikut juga bangun dari tidurnya.
“Wae? Apa noona memerlukan sesuatu?” Ucap Kyuhyun  sambil memegang tangan Min ji.

Min ji meghiraukan ucapan Kyuhyun. Ia malah mendekatkan wjahnya dengan Kyuhyun dan selanjutnya melumat bibir Kyuhyun sangat cepat dengan matanya melirik kesamping ingin memastikan jika Hye ji masih mengawasinya.

Kyuhyun yang mendapatkan ciuman dari Min ji pun segera membalasnya. Kyuhyun tidak sadar sama sekali jika ada seseorang yang tengah mengawasinya. Kyuhyun kini memimpin permainan yang dimulai oleh Min ji dengan lembut Kyuhyun membalas semua lumatan yang dilakukan oleh Min ji.

Hye ji yang melihat Kyuhyun membalas ciuman Min ji  sangat lembut yang sangat berbeda dari biasanya ia bercumbu dengan Shin hye atau bahkan dirinya, hanya bisa memengang dadanya yang sekarang sangat sesak.

“Ha~ Kurasa ini cukup .” Batin Hye ji, kemudian berlalu pergi dan membuang buah dan buket bunga yang ia bawah ke tong sampah.

“Buat apa ia membeli semua ini.” Gerutu Hye ji.

“Seharusnya aku tidak kesini.” Ucap Hye ji dengan kesal setelah membanting pintu mobilnya.

“Hahaha kau berhasil membuatku jatuh cinta kepadamu Cho kyuhyun dan kau juga berhasil membuatku merasakan sakit yang bahkan aku tidak pernah memikirkan akan sesakit ini.” Setelah mengucapkan Hal tersebut hye ji memegang dadanya.

“Kenapa begitu sakit.” Teriak Hye ji didalam mobilnya. Air mata sudah keluar dari mata cantik itu.

“Cih, apa kau menangis Kim hye ji dasar bodoh buat apa kau menangisi pria seperti dia.” Hye ji kembali berteriak didalam mobilnya yang sudah melaju dijalan raya dengan kecepatan yang sangat cepat.

—————

“Apa sekarang anak itu memiliki hobi baru?” Ucap Yun ji setelah melihat Hye ji masuk kerumah, dengan bantingan pintu rumah yang membuatnya terkejut  dan hentakkan kaki yang terdengar jelas ditelinganya. Tanpa menyapanya sama sekali.

“Yak! Sekarang kau mau kemana lagi setelah datang tanpa menyapa eomma sama sekali.” Yun ji kembali bersuara ketika Hye ji turun dari kamarnya dengan tas ranselnya.

“Aku akan ke panti asuhan eomma yang dibusan.” Ucap santai hye ji sambil memakai sepatunya.

“Wae! Apa terjadi sesuatu? Kenpa tiba-tiba ingin ke busan.” Balas Yun ji setelah mendengar penuturan anaknya yang terdengar mencurigakan.

“Aku hanya ingin menenangkan pikiranku eomma dan berikan ini kepada Kyuhyun.” Ucap Hye ji sambil memberikan cincin pertunangannya kepada Yun ji.

Yun ji yang menerima cincin pertunanga anaknya, terdiam untuk beberapa saat, ia sangat terkejut. Ia bisa tahu jika sesuatu terjadi antara Kyuhyun dan Hye ji yang membuat anaknya  mutuskan hal tersebut.

“Apa terjadi sesuatu? Kenapa kau melepas cincinmu?” Tanya Yun ji kepada Hye ji yang sudah berada dalam mobilnya.

“Hmm, tidak terjadi apa pun eomma. Aku hanya muak dengannya.” Balas Hye ji dengan senyum mengembang kearah eommanya. Mecoba menyembunyikan sakit yang ia rasa.

“Tapi….” Belum sempat Yun ji melanjutkan ucapannya Hye ji sudah menancam gas mobilnya.

“Ah, jinjja. Anak ini benar-benar!”
“Hati-hati dijalan.” Teriak Yun ji kepada Hye ji yang sudah berada didepan pintu gerbang.

Setelah kepergian Hye ji. Yun ji segera berlari masuk mencari Handphonenya ia harus menelpon Kyuhyun apa sebenarnya yang terjadi, kenapa anak itu tiba-tiba melepas cincinnya.

******

Kyuhyun yang sibuk menyuapi Min ji, segera berhenti setelah melihat Handphonenya bergetar terus menerus.

“Siapa yang menelpon sepagi ini.” Gerutu Kyuhyun. Namun segera ia mengangkat handphonenya setelah melihat nama eomma Hye ji yang tertera dilayar handphonenya.

“Kyuhyun apa yang terjadi, kenapa Hye ji melepas cincinnya dan memberikan kepada eomma.”

Kyuhyun yang langsung mendapat teriakan dari eomma Hye ji hanya bisa terdiam setelah mendengar ucapannya. Ia sama sekali tida mengerti.

“Kyuhyun apa kau mendengar eomma. ” Ucap Yun ji kembali karena Kyuhyun tidak kunjung membaas ucapannya.

“Ne eommonim. Aku akan segera kesana.”

*******

Kyuhyun melirik Min ji yang terdiam.
“Noona.” Panggil Kyuhyun dengan suara yang terdengar sedikit menyesal.

“Tidak apa-apa. Pergila.” Ucap Min ji denga suara yang terdengar senduh kemudian kembali tidur dengan posisi membelakangi Kyuhyun.

Kyuhyun hanya bisa menutup matanya. Ia tidak mungkin diam disini dan membiarkan pertunangannya batal begitu saja. Ia sudah sejauh ini dan ia juga memiliki perasaan yang perlu penjeleasan lebih.

Kyuhyun mencium kening Min ji. Wanita yang diciumnya hanya terdiam tidak bergerak sama sekali.
“Maafkan aku noona.” Ucap Kyuhyun ditelingan Min ji kemudian mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Min ji.

Min ji yang sadar akan kepergian Kyuhyun, segera bangun menatap punggung Kyuhyun yang semakin jauh darinya.

“Kyu~~~~!!!

Tbc

Udah part 9 dikit lagi end. Okey makasih buat kalian yang masih setia nungguin kelanjutann ff abal2 ini. Dan untuk readers yang nanya nilai bahasa indonesiaku barapa karena typo, bahasa, dan pengunaan eyd dari part 1- 7 gk berubah jdi udah kesal bgt ya ma aku smpai2 bilang gk mau baca lagi klnjutan ff ini hehehe ok nilai aku paling rendah sejak smp dan sma jadi maklumin ya hehehe makasih lo sarannya aku  menerapkannya entar di part 8 dan part 9 karena komenan kmu dipart 5 nnti aku baca stlah part 6 & 7 aku kirim karena kamu komen juga lambat  jdi maapin ya dan  kuharap sih aku ada prubahan walaupun itu hanya sedikit.

Dan makasih juga buat kalian yang masih setia ngasih aku saran dan semangat. Itu sangat membantu, untuk menyelesaikan cepat ff ini.

Btw kalau masih ada typo haaa~~ gk tahu lagi mau bilang????????

Okk bye coment juseyo (

135 thoughts on “The Owner Love Part 9

  1. Kebapa min ji jadi jahat dia egois buat ndapetin kyuhyun. Kasihan hye ji semoga kyuhyun sih bisa yakinin hye ji biar bisa kembali ke kyuhyun. Kyuhyun juga sih sana sini iyaa. Min ji iyaa hye ji iya.

    Suka

  2. Oke, aku akan persingkat komenku. Tanda baca sama dengan (=) artinya adalah ‘seharusnya’.

    Dilantai = di lantai (menunjukkan tempat). Disamping = di samping. Didepannya = di depannya. Dihadapannya = di hadapannya. Diapartemen = di apartemen. Dihati = di hati. Dikamarnya = di kamarnya. Dirumahnya = di rumahnya. Kerumah = ke rumah. Dipinggangnya = di pinggangnya. Dipipi = di pipi. Ketangannya = ke tangannya. Kesamping = ke samping. Kekantorku = ke kantorku. Disepanjang = di sepanjang. Diruangannya = di ruangannya. Keruangannya = ke ruangannya. Keatas = ke atas. Ditangannya = di tangannya. Didalam = di dalam. Kedalam = ke dalam. Keatas = ke atas. Diatas = di atas. Kearah = ke arah. Dibelakangmu = di belakangmu. Ditelinganya = di telinganya. Diseoul = di Seoul. Dikursi = di kursi. Disudut = di sudut. Dibalik = di balik. Dimata = di mata. Dijalan = di jalan. Dibusan = di Busan. Dilayar = di layar.

    Di pecat = dipecat (tidak menunjukkam tempat). Ke padamu = kepadamu (kepada)/padamu.

    Tanda tanda = tanda-tanda. Terang terangan = terang-terangan. Terus menerus = terus-menerus. Buah-buah-an = buah-buahan.

    Memenjet = memencet/menekan. Ganggang = gagang. Mendatapkan = mendapatkan. Mebalas = membalas. Ke luar dari kamarnya = keluar dari kamarnya. Barusan = baru saja. Menyinggungkan senyum = menyunggingkan senyum. Makanan ia bawah = makanan ia bawa. Mengodanya = menggodanya. Menelpon = menelepon. Buat = untuk. Predir = presdir. Memparkir = memarkir. Perduli = peduli. Copot = lepas. Pas bunga = vas bunga. Seharus = seharusnya. Mendramatisi = mendramatisir. Gelih = geli. Terus kenapa = lalu kenapa. Mengambarkan = menggambarkan. Gonta-ganti = berganti-ganti. Berterik = berteriak(?). Punya memiliki hubungan = memiliki hubungan. Tau = tahu. Capek = lelah. Senduh = sendu. Sevarsel = separsel. Mengelus-gelus = mengelus-elus. Sepuket = sebuket. Mutuskan = memutuskan. Menancam gas = menancap gas. Pergila = pergilah.

    Lhohh tadi kayaknya kuenya udah ditaruh di mejanya kyuhyun deh? Kok jadi dibawa hyeji ke tempat bona?

    Masih banyak salah di tanda baca, huruf kecil dan besar, penulisan nama yang seharusnya disamain, point of view (sudut pandang), dan typo yang lainnya.

    Typo jangan dipelihara.
    Keep writing!!!

    Suka

  3. Sebenernya kyu itu suka siapa siih?? Bingung kesel sendiri sama sifat kyu yg plin plan udh tunangan sma hye ji tpi ko masih hubungan sma min ji, di tunggu kelanjutannya thor, aku izin baca part sebelumnya ya thor 😊

    Suka

  4. Hyeji kasian bgt, kyuhyun cma manfaatin hyeji buat perusahaanny,
    Buat kyuhyun nyesel thor, trnyta minji jga jahat, aku pikir dia baik soalny awal” dia mau bantuin hyeji trnyata sma aja,
    Lanjut jgn lama” y thor, semangat

    Suka

  5. Jadi sebel sendiri bacanya >w<

    Kyu, lu itu mau sama yang mana ????
    Minji atau Hyeji ???
    Maruk amat ?! -_-
    Tapi kalau sama Hyeji, kayanya cuman mau manfaatin suatu halnya aja deh ya ???

    Dudduduuu

    Maruknya gak ketulungan !

    Kalau tau sebenernya Hyeji udah suka sama lu, apa reaksinya yaaa ?????

    Suka

  6. Kyu parah bgt dia plin plan ngejar2 hyeji tp jg hubunganya dgn minji intim bgt ampe tahap ciuman itu udh melewati batas bgt hyeji baru aja jatuh cinta tp udh dibikin kecewa

    Suka

  7. aigoo min ji jdi jahat.
    dan kyu kau melepaskan orang yang baik dan memilih orang yang salah.
    jgan slahkan siapapun klu hye ji nnti pergi drimu.
    krena itu krena kebodohanmu semdiri.

    ditunggu part end.nya kak.

    Suka

  8. batalkan saja pertunanggannya, biarkan hyejin sama donghae aja. biarkan saja kyuhyun terpuruk kalau hyejin pergi. kyuhyun benar” sebenarnya apa tujuan dia bertunangan sama hyejin.

    Suka

  9. Jangan blang kyu gak bkal tau alasan ap yg membuat hyeji pergi, smoga di chap depan kyu mengetahui alasan sebenar nya and minji mau mengakui klo sebenar nya dia tau hyeji melihat semua nya…
    Akh!!!!! Jdi pnasaran ma chap lanjutan nya…. 😱😮
    And buat kyu mga2 aja nyesel, and dpt karma, jdi cnta mati ma hyeji..

    Suka

  10. Gua benci sama sifat nya kyu oppa ,,sebenernya dia punya maksud apa sih deketin hye ji ,kan kasian hye ji nya di permainin kek gini , di tunggu next chap nya authornim ,di chapther ini bahasa nya udah lumayan bagus kok di bandingkan chap sebelum nya ,ok deh tetep semangat nya thor….

    Suka

  11. Itu pelajaran untuk kyuhyuh jngan yg suka permainkan hati wanita,, makanya hyeji Meninggalkannya Kasian minji juga kan sudah di kasih harapan palsu

    Suka

  12. Kasihan hye ji dia cuma kayak mainan buat kyuhyun,
    pingin lihat kyuhyun tersiksa dulu karena dia udah mempermainkan perasaan hye ji,,
    min ji juga gak tahu malu 😦
    ditunggu lanjutannya thor fighting

    Suka

  13. Cerita dari awal pelan2 tapi bikin emosi nyesek. Klo udh terbawa emosi bagus gak peduli sama tulisan heee. Alur cerita bagus gak ada yg gatung so keep write

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s