Someone You Love Part 1


10p_someone-you-love_cover

 

Someone You Love | Part 1

Tittle : Someone You Love

Author : rna_ryeong9/KimNana ©

Cast  : ♥Cho Kyuhyun

♥Kim Nana

Genre : Romance, NC17+, Chapter

Notes  : Annyeong~ 👋 👋 readers aku author baru disini dan juga ini ff pertama ku yg ber-NC. Maaf kalau ff ini terbilang pasaran, tapi ini asli hasil pemikiranku sendiri jadi mohon bimbingan kalian untuk berkomentar setelah membaca ff ini agar aku bisa memperbaiki kesalahan tulisanku✍ ini. Gomawo para readers yang menyempatkan waktu untuk membaca ff abal” ku ini 😀 dan juga untuk para admin tersayang @flyingncff aku banyak” berterima kasih 🙏 yang sudah memberi kesempatanku untuk menitipkan ff ku disini.

Oke sambutan aneh dariku kututup sampai disini…. 😂 😂 😂 silahkan menikmati di dunia khayalan ku ini…  dan juga dilarang keras untuk PLAGIAT!!

Sorry for TYPO~

 

“Awal untuk memperkuat gembok cinta pada diri mereka”

 

 

 

Gyeonggi Suwon International School

 

Suasana di kelas seperti biasa, tidak akan pernah sepi. Meski guru sedang menerangkan materinya pada anak didiknya. Mereka semua tidak sekalipun memperhatikannya, walau ada beberapa yang mendengarkan apa yang disampaikan oleh tuan park, guru yang mengajar di kelas akhir menuju pengguruan tinggi, yakni Universitas. Seperti halnya Kim Nana yang saat ini sibuk memainkan ponselnya di jam pelajaran yang sangat ia hindari, yaitu sejarah. Menurutnya pelajaran sejarah ini sungguh membosankan, selalu menerangkan masa-masa lampau dan juga cara tuan park menyampaikan materinya membuat ia mual sekaligus membosankan membuat dirinya selalu mengantuk saat mendengarkan suara tuan park mengaung di telinganya selama tiga jam. Sangat membosankan bukan? Maka dari itu dirinya sibuk menatap layar tipis  dibawah mejanya sedari tadi untuk menghilangkan rasa kantuknya dengan bermain game online di ponselnya.

 

 

“Sedang apa kau?” Kim Nana menoleh ke belakang ketika seseorang mencolek tubuhnya dari belakang.

 

 

“Eoh, seperti biasa main game di ponsel. Ada apa?” ucapnya enteng, sambil jari – jari lentiknya sibuk menari-nari di atas layar LCD-nya.

 

 

“Apa kau mempunyai rencana nanti malam? Kami ingin mengajakmu berkencan” tanya Lee Hyunki antusias sambil terus melihat Nana yang masih fokus pada satu titik yaitu benda pintar miliknya, gadis itu yang mencolek tubuh Nana dari belakang tadi.

 

 

“Sangat disayangkan, aku tidak bisa berkencan dengan kalian nanti. Aku ada acara lain yang tidak bisa ku tolak. Kalau tidak, aku jamin orang tua ku tidak akan mengijinkan ku keluar malam lagi bersama kalian. Kalau kalian ingin pergi, pergilah tanpa aku?!” keluhnya, lalu Kim Nana mem-pause game yang ia mainkan dan menaruh ponselnya ke dalam saku kemejanya. Setelah itu membalikkan badannya ke arah Hyunki. Sahabatnya.

 

 

“Memangnya acara apa itu? Membuat orang tua mu mengancammu seperti itu” tanya Hye Seul yang sedari tadi mendengarkan celotehan Hyunki dengan Nana.

 

 

“Aku tidak tahu? Tapi mereka bilang hanya makan bersama di luar” sahutnya bingung.

 

 

“Jangan katakan kalau kau akan….” ucap Hyunki berandai-andai, sebelum ucapannya dipotong oleh Hye Seul.

 

 

“Di jodohkan…” timpal Hye Seul dengan mata melebar.

 

 

“Aish…., kalian ini jangan bicara sembarangan. Orang tua ku mempunyai prinsip tidak akan memaksa anaknya untuk kepentingan diri mereka sendiri. Mana mungkin mereka rela menjodohkan ku dengan pria yang sama sekali aku tidak suka!!” dengus Kim Nana tidak terima dengan opini sahabatnya.

 

 

“Aku hanya menebak saja. Bisa saja ‘kan kalau presepsi-ku benar” ucap Hye Seul membela diri.

 

 

“Lupakan nanti malam! Kalian mau ikut denganku nanti sepulang sekolah makan Ddeokbokki di warung belakang sekolah. Mengganti kencan kita nanti malam. Eotte?” kedipan mata Kim Nana pada mereka, dengan senyum khas miliknya.

 

 

“Call!!” sahut mereka bersamaan dengan antusias.

 

 

Tidak terasa waktu sudah berlalu sangat cepat, hingga pelajaran sangat membosankan itu berakhir dengan sendirinya. Dengan cepat Kim Nana memasukkan semua barangnya ke dalam ransel. Lalu merangkul sahabatnya yang berada di depan mejanya.

 

 

“Kajja chingu-deul!” ajaknya antusias. Mereka bertiga pun melangkah lebar meninggalkan kelas yang hampir semua orang menghilang enta’ kemana. Dengan candaan mereka yang mampu membengkakkan telinganya. -_-

.

.

.

.

 

“Hey, bisakah kau makannya pelan-pelan. Lihatlah wajah mu sekarang? Seolah wajahmu itu seperti kanvas putih yang hendak diwarnai dengan cat air. Bersihkan itu? Apa kau tidak malu dilihat orang!!” tutur Hyunki saat gadis mungil itu melihat cara makan sahabatnya seperti anak kecil, yang takut kehilangan apa yang dia makan.

 

 

“Ini caraku menikmatinya Hyunki-ah? Apa kau tahu Ddeokbokki ini sangatlah lezat. Dan ini makanan favorit-ku selama ini” ucap Kim Nana yang terus mengunyah Ddeokbokki-nya dengan nikmat. Ia tidak peduli dengan gerutuan sahabatnya yang sudah terjalin cukup lama saat mereka pertama kali masuk SMP, sampai sekarang ini persahabatan mereka tetap terjalin. Bagaikan lem perekat yang tak akan bisa terlepas. Itulah persahabatan mereka sampai sekarang. Walau Nana memiliki sahabat yang absurd dan suka menjahili dirinya hingga dirinya selalu di landa emosi yang sangat akut. Namun, di lubuk hatinya ia sangat menyanyangi mereka seperti saudaranya sendiri. Sejahil-jahilnya sahabat absurdnya itu terhadap dirinya, mereka tetaplah  bagian dari hidupnya. Dan ia pun bersyukur karena mereka mengakui Nana sebagai keluarga terdekat mereka.

 

 

“Kau ini keras kepala sekali. Awas saja kalau kau mengeluh  sakit perut padaku! Karena aku sudah mengingatkan mu tadi?” ujarnya ketus.

 

 

“Setelah ini kita kemana? Masih ada waktu setengah jam untuk kita pergi ke tempat selanjutnya” ucap Hye Seul sambil melirik jam tangan miliknya.

 

 

“Emm…bagaimana kalau kita nonton Bioskop?”

 

 

“Aku tidak mood untuk nonton. Apalagi waktu kita tidak banyak, tiga puluh menit mana cukup nonton bioskop yang notabennya semua film berdurasi selalu satu jam bahkan bisa lebih? Dan lagi kita harus menunggu filmnya dimulai” tolak Kim Nana dengan bibir dimanyunkan.

 

 

Jika saja dirinya tidak dikejar waktu. Ia pasti akan  berlama-lama menghabiskan waktunya untuk terus bersama sahabatnya tanpa berpikir panjang. Tapi sekarang? Ia harus tepat waktu untuk segera pulang agar dirinya tidak kena amukkan ibunya yang terlambat menghadiri acara tersebut. Jika itu terjadi dia tidak akan bisa menghabiskan waktu bersama sahabatnya lagi. Bahkan dirinya heran sama kedua orang tuanya, sepenting apakah acara itu sampai dirinya harus turut hadir disana. Atau apa yang diucapkan sama sahabatnya tadi memang benar. Kalau dirinya akan di jodohkan sama kedua orang tuanya. Aah, itu tidak mungkin!

 

 

“Lalu kita mau kemana? Eoh ya, bagaimana kalau kita pergi ke karaoke. Pasti menyenangkan sekali”

 

 

“Ne, itu bukan ide yang buruk”

 

“Oke, kajja!”

 

.

.

.

 

Seusai pulang dari Karaoke, Kim Nana kini sibuk memilih pakaian yang akan ia kenakan untuk makan bersama keluarganya di Restauran. Dan pilihan terakhirnya yaitu Mini Dress berwarna hitam bermotif bunga di bagian dadanya yang tidak terlihat dari jauh kecuali jika melihat dari dekat motif tersebut akan terlihat. Bahkan ia menambah hiasan seperti kalung mutiara putih murni, tengah melingkar indah dilehernya.

 

Tidak lupa pula tas hitam di lengan kanannya. Rambut panjangnya yang bergelombang sengaja diurai dengan poni yang menutupi dahinya yang indah. Kim Nana menatap pantulan dirinya di cermin dengan senyum yang mengembang setelah melihat hasil make over dirinya sendiri dicermin dan ia bergumam ‘tidaklah buruk’. Lalu dia bergegas turun menyapa keluarganya.

 

 

Kim Nana menuruni tangga dan menyapa semua orang yang sudah siap menunggu dirinya. “Aku sudah siap!” serunya dengan sedikit tersenyum. Melangkah lebar dengan anggunnya, ke arah keluarganya yang sudah berkumpul di ruang tamu.

 

 

 

“Wow, adik ku sekarang berubah jadi gadis cantik bukan lagi gadis buruk rupa yang tidak tahu cara berpakaian layaknya gadis cantik. Tumben kau berdandan?” ucap Kim Ryeowook takjub setelah melihat penampilan adiknya. Yang luar biasa cantik dari biasanya. Memang ini pertama kalinya dirinya berpakaian feminim seperti ini. Biasanya, Kim Nana selalu memakai celana saat ia berpergian kemana pun. Dia tidak akan bosan menggunakan celana setiap harinya. Lain kali dengan malam ini. Ia dipaksa sama ibunya untuk memakai Mini Dress yang sama sekali ia benci. Menurutnya memakai rok itu ribet, ia tidak bisa leluasa saat berjalan.

 

 

“Yyaah…., kalau kau tak ingin memuji ku jangan kau lakukan. Kalau ujung-ujungnya kau menghina ku juga” dengusnya menatap kakaknya garang.

 

 

 

“Sensitif sekali?? Apa kau sekarang ‘datang bulan’ hah?”

 

 

“Terserah kau mau memujiku atau menghinaku. Itu tidak mengaruhi ku?”

 

 

“Jadi benar sekarang kau ‘datang bulan. Baiklah aku tidak akan menggangu mu lagi hanya untuk hari ini saja. Aku sudah baik bukan?” ucap pria berambut coklat mengejek adik kesayangannya yang saat ini mengerutu tak jelas padanya. Mungkin gadis mungil itu menyumpahi kakaknya yang selalu bisa membuatnya naik darah. Pria itu tahu Kim Nana menyumpahi dirinya makanya ia tertawa puas. Sekarang kemenangannya berpihak padanya.

 

 

 

S Restauran, Seoul-Korea Selatan

 

Keluarga Kim sudah berada di depan pintu masuk Restauran bergaya Eropa ini. Lalu mereka masuk ke dalam. Seorang pelayan menghampiri Kim Nana dan keluarganya lalu mengajak mereka ke tempat yang sudah dipesan oleh sahabatnya, sebelum pelayan itu mengantar keluarga Kim ia menanyakan terlebih dulu nama yang mereka cari.

 

“Hey Hyung sudah lama kita tidak bertemu….” seseorang menghampiri Pria imut yang berada di samping Kim Nana. Membuat gadis itu sedikit terkejut dengan teriakkan pria tampan yang saat ini sudah di hadapannya. Oh bukan, maksudnya Pria tampan itu ada di hadapan kakaknya yang saat ini mereka sedang berpelukkan. Melepas rindu mungkin. “Kau selalu sibuk dengan yeoja mu Hyung!” lanjutnya dengan nada geli.

 

 

“Tidak juga. Akhir-akhir ini aku sibuk dengan tugas perkuliahan ku, apalagi aku juga sibuk membuat skripsi. Kau tahu ‘kan aku akan lulus tahun ini?” jawab pria imut itu dengan senyum bocahnya.

 

 

“Oh ya Kyu, dia Kim Nana uri yeodongsaeng” ujarnya tersadar belum memperkenalkan adiknya pada sahabatnya.

 

 

“Annyeong Nana-ssi…aku Cho Kyuhyun sahabat kakak mu. Senang bisa bertemu denganmu” ujar Kyuhyun sopan lalu dia mengangkat tangannya ke arah gadis cantik yang ada di depan matanya. Dengan senang hati Kim Nana menerima uluran tangan pria tampan itu.

 

 

“Ne, aku juga senang bisa bertemu denganmu Kyuhyun-ssi.” ujar Kim Nana tersenyum manis pada Kyuhyun sambil menjabat tangannya. Pria itu tertular sama senyuman manis gadis itu hingga pria itu pun ikut tersenyum sumrigah sampai wajahnya sedikit bersemu merah. Lalu Kyuhyun tanpa sadar meremas sedikit tangan gadis itu dengan lembut.

 

 

“Ekhem…Hyung aku tidak tahu jika kau punya adik perempuan!” gumam Kyuhyun melepas jabatannya dengan canggung. Ia tahu sejak tadi hyungnya ini menatap geli padanya, seakan mau mengejeknya dengan menahan tawanya. Diselingi dengan berdeham membuat Ryeowook menyembunyikan tawanya, saat dirinya menangkap basah Kyuhyun yang saat ini menganggumi kecantikkan adiknya, bahkan pria itu meremas tangan adiknya. Dan lihat juga wajah seorang Cho Kyuhyun yang sudah bersemu merah ketika adiknya tersenyum padanya.

 

 

“Kau tidak bertanya padaku??”

 

 

Diarah lain para orang tua saling menyapa satu sama lain.

 

“Kalian sudah lama disini? Maaf membuat kalian menunggu terlalu lama?” ucap Kim Dong Wook sungkan, ayah Nana.

 

 

“Kami juga baru datang” Sahut Cho Yong Hwa, sahabat dari Kim Dong Wook memiliki usia yang sama persis dengannya. Sekitar 50-an. Walau usia mereka terbilang tua tapi wajah mereka masih tetap tampan dalam usianya. Lalu Pria paruh baya itu mempersilahkan Keluarga Kim untuk duduk bersamanya.

 

 

“Aigooo….., apa ini Kim Nana putri kecil kalian? Tidak menyangkah anak mu sudah bertumbuh menjadi wanita yang cantik sekarang. Seingatku putri mu masih kecil seperti ini dan lihat sekarang ini dia bertumbuh dengan baik.” ucap Lee Hanna sambil mengukur tubuh Nana sewaktu kecil dengan tangannya. Wanita paruh baya itu tidak percaya gadis kecil yang ia lihat dulu sudah bertumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik. Sedangkan gadis yang dipuji saat ini tersenyum malu.

 

“Kau bisa saja Hanna-ah, anak mu juga bertumbuh menjadi pria tampan sekarang. Bagaimana kabar kalian selama ini??” Ucap ibu Kim Nana.

 

 

“Baik, kami senang bisa bertemu dengan mu lagi. Setelah kepindahan kalian  10 tahun yang lalu di Hongkong kita tidak lagi berkomunikasi. Bahkan kami tidak tahu jika kalian sekeluarga sudah kembali ke Korea. Andai saja waktu itu kita tidak bertemu di Hotel pasti kita tidak akan mengadakan acara makan malam ini.”

 

 

“Hahaha…betul sekali Hanna-ah kalau waktu itu kita tidak sengaja bertemu di Resort Hotel  kita tidak akan ada disini.”

 

 

“Bagaimana kabar mu Ryeowook-ah?” Ujar Tuan Cho.

 

 

“Baik Ajushi” jawab Ryeowook sopan.

 

 

“Aku dengar kau dan Kyuhyun teman sekampus. Apa benar?”

 

 

“Ne Ajushi, aku dengan Kyuhyun bukan teman sekampus saja melainkan Sahabat sejak kami memasuki SMA di Kyunghae.”

 

 

“Benarkah? Bukan ‘kah kau juga ikut ke Hongkong?”

 

 

“Tidak Yong Hwa, Ryeowook tidak ikut dengan kami ke Hongkong. Dia tidak mau meninggalkan Korea dan tetap melanjutkan sekolah disini. Dan juga alasan pertama dirinya menolak tinggal bersama kami di Hongkong karena dia tidak mau meninggalkan kekasihnya yang ada di Korea” ucap Kim Dong Wook menyenggol lengan putranya dengan seringai. Seketika itu Ryeowook langsung melotot ke arah ayahnya yang sudah membuatnya malu.

 

 

“Namanya anak muda Dong Wook-ah. Bukan’kah kau juga pernah mengalaminya dulu sewaktu ayah mu meminta kau tinggal di Amerika tapi kau menolak untuk ikut. Dan lebih memilih hidup sendiri ketimbang kau berjauhan bersama istrimu yang saat itu kalian belum lama berpacaran.

 

 

 

Setelah mereka menyapa satu sama lain. Kini para orang tua sedang membicarakan masalah bisnis atau yang lainnya, sedangkan anak-anak mereka sibuk dengan dunianya sendiri. Seperti halnya gadis yang sedari tadi hanya diam memperhatikan obrolan para orang tua yang tidak ia mengerti. Dan Oppanya sibuk berbicara pada sahabatnya. Dia tidak tahu apa yang mereka bicarakan, sampai dua pria itu tidak tahu jika dirinya hanya diam memandangi mereka dengan wajah cemberutnya. Merasa bosan, gadis itu mengambil ponsel pintarnya yang ada di dalam tas. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Mungkin bermain game salah satu cara untuk menghilangkan rasa bosannya dan menghibur dirinya.

 

 

 

Pria yang sedari tadi menjadi pendengar setia saat dua keluarga itu saling melepas rindu dan mengenang masa lalu indah mereka sewaktu bersama dulu. Tidak berniat mencela obrolan mereka. Ia melirik sekilas gadis yang ada di depannya yang sibuk dengan ponselnya saat ini. Membuat pria itu sedikit mengeryitkan alisnya dengan apa yang ia lihat sekarang ini. Pria itu Cho Kyuhyun putra tunggal Keluarga Cho dan juga pewaris dari CHO’  Corporation.

 

 

Enta’ kenapa jantungnya berdetak sangat kencang saat dia memperhatikan gadis yang sibuk dengan ponselnya itu.

 

 

Apa mungkin ia mulai tertarik dengan gadis itu? Atau jantungnya yang bermasalah?

 

 

Cukup lama Cho Kyuhyun memandang  ke arah Kim Nana. Membuat gadis itu kurang fokus pada game-nya lalu ia menaruh ponselnya di atas meja sesudah mempause game yang ia mainkan tadi dan mendongakkan wajahnya ke arah Kyuhyun. Mata mereka saling bertemu, membuat pria itu sedikit berdeham pelan saat ia tertangkap basa sedang memperhatikan Kim Nana. Gadis itu masih memandang Kyuhyun bingung.

 

 

“Maaf, apa kau ingin mengatakan sesuatu padaku?” tanya-nya sopan.

 

 

“Eoh, aah…kalau boleh tahu berapa umur mu?” ucap Kyuhyun cepat dengan kegugupannya. Ia bingung mau jawab apa pada gadis cantik di depannya. Dan inilah pertanyaan yang keluar dari pikirannya begitu saja.

 

 

“Saat ini umur ku 18 tahun, tapi bulan depan nanti aku berusia 19 tahun”

 

 

“Ternyata umur kita hanya selisih 2 tahun. Kalau boleh tahu tanggal lahir mu kapan?” tanya pria tampan itu penasaran, yang sedang dilanda kegugupan.

 

 

“7 September, kalau kau?”

 

 

“3 Februari” ujar Kyuhyun tersenyum lembut, hingga senyumannya tertular pada Kim Nana.

.

.

.

.

 

 

“Tak terasa sudah malam sekali”

 

 

“Ne, padahal kita belum cerita banyak. Tapi, waktu menghalangi kita. Bagaimana esok lusa makan keluarga di rumah ku saja? Kau bisa ‘kan” ucap Yong Hwa mengundang keluarga Kim ke rumahnya dengan terkekeh atas candaannya tadi.

 

 

“Itu ide yang bagus Yong-ah” Ayah Nana menyetujui tawaran sahabatnya itu dengan senang. Lalu kedua keluarga tersebut. Beranjak pulang kerumah masing-masing. Setelah sang kepala keluarga berpelukkan satu dengan yang lain dan tersenyum lebar saat mereka melepas pelukkan mereka.

 

TBC

80 thoughts on “Someone You Love Part 1

  1. ciiieeeeiiilahh si kyuhyun malu2 kucing, benih2 cinta mulai bertebaran nihh kyu, aku pikir tadi nana mau dijodohin ma kyuhyun, tapi klo dijodohin beneran kagak apa2 dah thor.. lanjutkan thor…

    Suka

  2. Masih pembukaan cerita… cerita cinta anak kuliah sama sma. Next thor. Di tunggu terus. Sikap kyuhyun lucu. Kayak baru tau cinta. Menggemaskan😊

    Suka

  3. Cieee.. romantis bngt lah pokonya 😀
    Diam diam kyuhyun merhatiim nana tuh :p jd kebwa suasana bca ff ini.. pngn juga dong diperhatiin diem2 ky nana..haha :p
    Dtunggu part 2ny min.. psti mkin seru dan mkin pnsaran buat ikutin klnjutan nya..
    Smngt smngt!!

    Suka

  4. Aku gatau mau komen apa haha
    Aa mau jadi kayak nana biar diperhatiin kyuhyun😂😂
    Aku gaktau ini apa emang ceritanya kependekan atau engga
    Feelnya belum dapet sih mungkin karna masih part1 wkwk
    Ditunggu part 2 3 dan seterusnyaa wkwkw

    Suka

  5. tbh ini ff ter-malu-malu-kucing yagasih? ahaha

    so far aku nemu ada bagian yg memang kedapatan pemborosan kata a.k.a ga efektif. mngkin ke depan bisa di revisi thor? hehe
    dan ff ini menurutku ceritanya lucu gemay2 gitu cuman aku kyk blm dpt feel nya di part 1 ini atau mungkin masi awalan
    semoga next nya bisa lebih greget ya thor. syg kalo konsep ceritanya udh dapet, trus ff nya juga gemay2 lucuk tp feel nya ga dapet hehe

    overall aku tetep suka ff nya kok soalnya idk lucu aja gitu ahaha. ditunggu (bgtt) next nya thor aku penasaran bener ahahaha. mangatseee

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s