Unconditional Love Part 11


hbgc_20151023235950-1

 

Author: Tian Cho

Tittle : “UNCONDITIONAL LOVE”

Cast : Cho Kyuhyun | Sarah Lee OC

Others : Lee Jieun | Andrew Choi | Lee Hyukjae | Seo Kang Joon

Category : NC-17, Yadong, Romance, Chapter

 

UNCONDITIONAL LOVE [Part 11]

Sarah memakai make up secepat yang bisa ia lakukan. Tekadnya hanya satu yaitu untuk segera mengunjungi Jieun di rumah sakit. Ponselnya berdering sejak ia masih di kamar mandi. Sarah mengangkatnya cepat.

 

“Mwo? Tap tapi….aku harus ke rumah sakit sekarang Sohyun-ah, bagaimana bisa direktur datang hari ini? Aishhh…oke aku berangkat sekarang!”

 

Sarah melempar ponselnya dan dengan terburu-buru memasukkan semua barangnya kedalam tas. Ia memilih sepatu tanpa hak agar lebih fleksibel karena ia harus berlari.

“Nari…aku harus buru-buru karena perlu 30 menit untuk ke kantor dari sini jadi aku tidak sarapan. Mianhae, kau berikan makanannya pada teman kampusmu saja!”

 

Nari mengejarnya saat Sarah nyaris mencapai pintu, ia menyerahkan sekotak bento, Sarah jelas kebingungan.

 

“Jangan lupa sarapan eonni, aku sudah menambahkan susu melon di dalamnya. Have a nice day!”

 

Sarah tertegun mendengarnya, bagaimana bisa Nari yang memanggilnya ‘eonni’? Memang secara teknis Sarah 3 bulan lebih tua darinya tapi tetap saja ia kaku saat ada orang baru memanggilnya eonni. Dan darimana Nari tahu bahwa ia suka susu melon? “Mwo???”

Nari membuka pintu sambil mendorong Sarah keluar. “Sudah telat eonni, hati-hati!”Pintu tertutup dari dalam berhasil membuat Sarah kembali ke kenyataan.

 

Sesampainya di depan gedung, Sarah yang barusaja keluar dari taksinya dan suara Dahyun menyapanya dengan nada berlebihan, Sarah menghampirinya dan berjalan  bersama.“Demi bulu dada Brad Pitt yang super seksi, kudengar Direktur baru kita jauh lebih seksi. Dan ohh…. wajahmu jangan sedatar itu Sarah, kau harus ceria saat matahari akan terbit di kantor kita!”

 

Sarah menutup wajahnya dan menarik Dahyun masuk, ia berbisik. “Hal yang penting adalah jika ia namja seksi pasti sudah punya yeojachingu jadi berhentilah bermimpi menjadi cinderella Dahyun-ah!”

 

Dahyun menepuk lengan Sarah. “Kau membuatku jatuh ke dasar dengan mudahnya Sarah.” ia mempoutkan bibirnya saat keduanya berlari kecil mengejar pintu lift yang akan menutup, Dahyun berbisik. “Kau kemarin naik jabatan! Tidak bisakah kau bagikan sedikit keberuntunganmu padaku eoh?”

 

Sarah menggaruk lehernya tak nyaman tepat saat pintu lift terbuka. “Aku harus melalui banyak hal pahit untuk keberuntungan ini. Palli! Kita bisa terlambat penyambutan Direktur ‘Matahari-mu’ Dahyun-ah.”

 

“Pelan-pelan saja! Aku memakai hak 12cm, ini sangat menyiksa!” rutuk Dahyun sambil mengejar Sarah yang sudah berjalan lebih dulu.

 

Sarah meletakkan tasnya diatas meja.  Sarah tampak bergerak gelisah, ini hari pertamanya secara resmi menjabat sebagai Chief Editor di FOCCUS publisher. Ia merapikan pakaiannya dari kaca dinding di seberangnya dan menarik nafas dalam.

 

Ia berdiri dengan para karyawan lain secara teratur dan senyum menghiasi wajah mereka. Menurut desas desus, setelah FOCCUS Publisher di akuisisi oleh Dongwoo grup, Direktur baru mereka adalah anak ketiganya. Dan sedikit yang Sarah dengar dari perbincangan rekan-rekannya saat di toilet bahwa anak ketiga Dongwoo grup adalah namja tampan, ia menghabiskan masa kuliahnya di luar negeri dan belum lama kembali ke Seoul. Sarah menggelengkan kepalanya pelan.

 

“Sejak kapan aku jadi ikut menggosip? Aigoo….karena terlalu banyak bergaul dengan Dahyun dan Sohyun.” Gumamnya pelan. Ia menegakkan kembali kepalanya saat seseorang turun dari mobilnya. Semua tiba-tiba merasakan sesak nafas saat Direktur baru mereka berjalan dengan langkah percaya diri melewati barisan mereka. Ucapan selamat tak henti-henti diucapkan.

 

Senyum Sarah memudar, ia meremas buket bunga yang ia bawa, seperti ketua devisi yang lain, mereka masing-masing berdiri di barisan depan sambil membawa satu buket bunga untuk diberikan. Sarah mengulurkan bunganya dengan wajah sedikit dipalingkan. Direktur berhenti di hadapan Sarah dengan kepala sedikit dicondongkan kearahnya dan mengambil bunga yang diulurkan Sarah.

 

“Urimanieyeo….Sarah Lee!” kata Direktur baru tersebut dengan suara bariton yang cukup keras.

 

Sarah melotot, ia memberanikan diri menatap wajah Direkturnya yang sedang memainkan drama di hadapan seluruh rekan kerjanya. “Seo Kang Joon sunbae!?” balasnya dengan nada sarkatis yang entah kenapa membuat wajah arogant Seo Kang Joon berubah masam. Beberapa karyawan yang mendengar sapaan Direktur baru mereka kepada Sarah menjadi saling penasaran dan menimbulkan kasak kusuk.

 

Ia melanjutkan langkahnya sedangkan Sarah hanya menatap tak percaya pada sosoknya yang masih berjalan hingga ruangannya. Sarah ingin mengutuk Direktur sekaligus sunbae di Senior High. Sarah mengumpat di toilet saat seseorang berteriak jika waktuunya meeting dengan Direktur mereka bersama para ketua devisi lainnya.

 

Sarah lebh banyak menunduk dan tidak mendengarkan apa yang Seo Kang Joon katakan. Ia hanya mendengar kalimat akhir pidatonya. “…..Mohon kerjasamanya!” dan membungkuk formal. Sarah memejamkan mata saat tiba gilirannya memperkenalkan diri. Ia berdiri kaku.

 

“Sarah Lee imnida, chief editor.” Ia melirik Seo Kang Joon dengan tatapan malas lalu membungkuk. Jika ketua divisi lain akan memperkenalkan diri dengan serentetan kalimat maka Sarah hanya dengan 5 kata dan kembali duduk. Sarah bisa melihat dari sudut matanya jika Seo Kang Joon tertawa pelan. Setelah sesi perkenalan yang membosankan selesai, semua bergegas kembali ke ruangannya dan melanjutkan pekerjaan. Seo Kang Joon memanggil dengan suara agak keras.

 

“Sarah Lee, ada yang ingin kubicarakan, bisa kau tinggal di ruangan ini sebentar?”

 

Sarah hendak menolak mentah-mentah namun ia teringat jika ini kantor dan sebagai bawahan ia tetap harus bersikap profesional. Sarah kembali duduk di tempatnya. Semua orang sudah pergi, hanya tersisa mereka berdua. Kang Joon menutup pintu berjalan mendekat, ia duduk di meja tepat didepan Sarah dengan kaki menggantung dibagian sisi kanan dan kiri tangan Sarah, posisi yang cukup tidak pantas. Sarah hendak memundurkan kursinya, menjauh. Namun Kang Joon menahannya dengan diapit dua kaki panjangnya.

 

“Anyyeong! Apa kau tidak penasaran bagaimana aku bisa duduk di hadapanmu Sarah?” Kang Joon memegang dadanya dengan mata menyipit. “Hatiku agak sakit melihatmu pura-pura tidak mengenaliku. Padahal dulu kau kan………………”

 

“Stop! Dulu dan sekarang berbeda sunbae atau aku harus memanggilmu Daepyonim? Aku bukan gadis 16 tahun yang akan mengibaskan ekorku padamu. Jika tidak ada hal penting yang ingin anda sampaikan, permisi!” Sarah mendorong kaki Kang Joon agar melepaskan kursinya.

 

“Heii….kenapa terburu-buru? Aku masih ingin melihatmu, 7 tahun waktu yang lama untuk membuatku merindukan mantan mainanku!” desis Kang Joon seraya mendekatkan wajahnya.

 

“Mantan mainan? Sepertinya memorimu sudah dimodifikasi Daepyonim, mari kuluruskan, aku satu-satunya yeoja yang menolakmu!” desisnya tepat didepan wajah Kang Joon. Sarah memberontak namun tangannya ikut dikunci, ia ingin menendang tapi posisi Kang Joon diatas meja dihadapannya dan ia masih duduk di kursi dengan kakinya terhalang meja. Ia frustasi saat lidah Kang Joon menerobos masuk, Sarah mati-matian menutup mulutnya. Jari Kang Joon menekan bibir Sarah dan membukanya. Tak lama, Sarah membuka mulutnya dan menggigit keras lidah Kang Joon dan sukses membuatnya berteriak kesakitan dan bergerak mundur. Sarah berdiri sejauh mungkin dengan posisi waspada. Kang Joon masih sibuk mengumpat sambil mengusap lidahnya yang berdarah.

 

“Sialan kau! Bagaimana bisa mengigit lidahku seperti anjing? Kau tahu apa akibatnya jika membuatku marah? Apa harus kuingatkan lagi apa yang terjadi 7 tahun lalu?!” teriak Kang Joon dengan mata menyala, saat itu Sarah terbawa pada memorinya.

 

Januari 2009, Anyang High School

Sarah memandang kertas yang sudah ratusan kali ia baca isinya. Ia terperanjat mendengar bunyi jam dinding yang seolah menyadarkannya bahwa sudah waktunya untuk pergi. Sarah berjalan dengan tatapan kosong menuju Sport Center di sekolahnya, ia membuka pintu dengan tangan yang dipenuhi keringat dingin.

 

Sarah bisa melihat betapa banyak siswa sekolahnya yang duduk dideretan bangku meski pencahayaannya redup. Sarah melihat seseorang yang berdiri dengan senyum diwajahnya, ia tampak paling terang. Sarah mengakui jika ia juga menyukai namja yang berdiri disana, cinta pertamanya. Sarah berjalan mendekat dan berdiri tak sampai 1 meter dihadapan Seo Kang Joon, siswa kelas 3 yang paling populer.

 

“Sarah Lee, aku sudah melihatmu sejak beberapa bulan terakhir. Kau cantik dan berbakat. Aku sering melihatmu tersenyum dan sejak saat itu aku sadar jika aku menyukaimu. Jadilah yeojachinguku Sarah Lee!”

 

Sarah hanya menampilkan ekspresi terkejut padahal ia sudah sangat tahu apa yang akan Kang Joon ucapkan. Suasana jadi riuh dengan tepuk tangan dan teriakan semua orang untuk Sarah menerimanya. Ia ingin menutup matanya namun ia mendapati beberapa gadget dan kamera mengarah ke mereka. ‘Aku juga menyukaimu sunbae, tapi mianhae aku tidak mau menjadi yeojachingumu karena kau hanya memanfaatkan kami  untuk memuaskanmu. Dan saat ini aku tidak berminat lagi, aku memilih mengubur cinta pertamaku disini!’ gumam Sarah dalam hati.

 

Sarah menatap balik dengan arogant pada wajah Kang Joon. “Mianhae sunbae, tapi aku tidak tertarik padamu! Hentikan drama ini dan jangan menggangguku lagi!”

Sarah berbalik dengan gerakan slow motion, rambut panjangnya berkibar menampar wajah Kang Joon yang berubah pucat dan shock. Sarah berjalan menuju pintu dengan langkah pasti bak super model diatas catwalk. Ia keluar Sport Center meninggalkan semua tatapan tak percaya semua orang di dalam.

 

Sejak itu, video penolakan Sarah menjadi viral dan menggemparkan karena untuk pertama kalinya Seo Kang Joon ditolak mentah-mentah oleh yeoja biasa. Selama ini ia selalu berhasil menggaet siapapun dengan wajah tampan dan tubuh atletisnya. Ia sudah memaksa semua orang untuk menghapus videonya namun beberapa sudah terlanjur di post di dunia maya. Seo Kang Joon tidak masuk sekolah selama seminggu dan Sarah menjadi bulan-bulanan para yeoja penggemarnya.

 

Tak lama setelah rumor penolakan, muncul sebuah artikel di portal sekolah yang menyatakan bahwa Sarah seorang lesbian, di dalam foto ia tengah berciuman dan menggandeng tangan seorang yeoja mesra. Disana disimpulkan bahwa Sarah menolak Kang Joon karena tidak tertarik pada namja. Sarah shock mendapati foto dirinya berciuman yang ia yakin hasil rekayasa tangan profesional. Sejak saat itu hidupnya seperti di neraka, selama 2 tahun ia harus menerima olokan, cacian dan dikucilkan, semua sahabatnya menjauh. Kang Joon yang sudah kelas 3, tak lama lulus dan menurut yang Sarah dengar ia kuliah di luar negeri. Rumor lesbian Sarah membuat masa High School menjadi masa terkelam dalam hidupnya.

 

***

Sarah berjalan menuju ruangannya dengan wajah merah hingga keluar asap dari telinganya. Rekan-rekannya merasa aneh saat menyapanya namun tak digubris. Sarah berteriak frustasi sambil ia membuang berkas-berkas diatas mejanya masih berteriak tak jelas. Beberapa rekan kerjanya mengintip dari sekat pembatas, mereka belum pernah melihat Sarah sefrustasi itu. Sarah masih berteriak sambil menendang lantai dengan mejanya yang sudah kacau. Semua orang yang mendengar dan ingin tahu apa yang membuat Sarah seperti orang kesurupan. Mereka mulai bergunjing.

 

“Aishhhh jinja! Kenapa aku naik jabatan kemarin jika hari ini dia datang? Ular itu! Aku tidak mau melihat wajahnya…..” Sarah menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

 

Beberapa jam kemudian, kesadarannya mulai kembali, ia menempelkan wajahnya diatas meja dengan mata berkedip gusar. “Aku harus keluar, benar, aku akan menulis surat pengunduran diri.” Sarah tampak bersemangat mengetik di komputernya. Ia fokus mengetik saat Sera menyodorkan sekaleng soda dingin kepadanya, Sarah menghentikan aktifitasnya, tersenyum lemah kearah Sera.

 

“Yaaa apa yang terjadi? Kau bahkan berteriak seperti orang gila di kantor? Ada masalah?” tanya Dahyun dengan kepala menyembul dari mejanya.

 

Sarah memandangnya sekilas. “Terlalu complicated, yang jelas aku akan mengundurkan diri.”

 

“MWO?” teriak Dahyuh, Sera dan Sohyun ketiganya bersamaan. Sarah menutup matanya malas.

 

“Wae Sarah? kita bahkan baru akrab dan kau malah akan pergi?” Wajah Sera mulai akan menangis, begitupun Dahyun dan Sohyun yang tampak shock.

 

Sarah menarik nafas sambil menyibak rambutnya ke belakang. “Aku sedang tidak ingin membahas itu, aku masih memikirkannya jadi jangan menyimpulkan apapun.

 

Seseorang masuk kedalam ruang kerja mereka dan berjalan lurus kearah Sarah yang duduk membelakangi pintu masuk. Sera yang pertama kali menyadari kehadiran Cho Kyuhyun langsung menerima kode tutup mulut. Sohyun dan Dahyun dan karyawan lainnya berbisik tak jelas sedangkan Sarah sibuk meneguk soda pemberian Sera. Kyuhyun berhasil berdiri di belakang Sarah, sebelum ia menoleh tepat saat Kyuhyun meletakkan kepalan tangannya diatas dahi Sarah dan menekannya turun, membuat kepala Sarah mendongak keatas dengan sempurna membelalakkan matanya melihat wajah terbalik Kyuhyun diatasnya.

 

“Cho Kyuhyun??” pekik Sarah histeris dan dalam hitungan detik, bibir Kyuhyun mengecup bibirnya dengan ciuman terbalik ala Spiderman. Kyuhyun menjauhkan wajahnya sambil tersenyum manis, ia membenarkan lagi letak kepala Sarah.

 

“Jeosonghaeyo untuk adegan X-rate barusan, kami sudah terpisah selama 4 hari.” kata Kyuhyun kepada ketiga teman Sarah yang dengan kompak mengangguuk dengan mata membelalak sepenuhnya, karyawan lain makin ramai berdesus mendengarnya. Tangan Sarah ditarik oleh Kyuhyun keluar.

 

Kyuhyun membawa Sarah kedalam mobilnya dan mulai menyetir. Belum genap 100 meter rem diinjak mendadak, Sarah terlempar kedepan dan kepalanya nyaris membentur dashboard jika saja Kyuhyun tidak sigap menahannya. Sarah langsung berteriak. “Yakk kenapa menginjak rem seperti itu hah? Kau mau kita mengalami kecelakaan mobil setelah kecelakaan pesawat?”

 

Kyuhyun menunjuk lampu lalu lintas yang berwarna merah. Sarah meliriknya dan langsung menurunkan nadanya, ia berdehem. “Tetap saja jangan menginjak rem mendadak, untung saja aku bukan ibu hamil.”

 

Kyuhyun mendekat, ia mengendus wajah Sarah beberapa detik dan membuat Sarah diam. “Apa sekarang hobimu adalah mengeluh? Lagipula jika kecelakaan didarat kemungkinannya kecil untukmu terkena hipotermia parah, jadi aku tidak tertarik memikirkannya.” Ia menambahkan senyum jahil di akhir kalimatnya.

 

Sarah memundurkan wajahnya sambil mendengus. “Kau pikir terdampar itu menyenangkan? Memang otakmu hanya mesum isinya!” Sarah melirik lampu lalu lintas yang sudah berubah warna merah. Kyuhyun melajukan mobilnya.

 

“Nappeunyeo!! Bagaimana bisa kau tidak membalas satupun pesanku dan tidak mengangkat telponku selama 4 hari seperti di neraka karena merindukanmu Sarah Lee!” cerocos Kyuhyun dengan mata terfokus kedepan.

 

Sarah menoleh cepat, kebingungan akut melandanya. “Mwo? Pesan apa? Tidak ada satupun pesan darimu di ponselku Cho, lagipula untuk apa merindukanku jika disana kau asyik dengan yeoja lain?”

 

Kyuhyun menekan tombol auto driver dan menarik tangan kanan Sarah dan menggenggamnya. “Perhatikan jalannya saja Cho Kyuhyun!” seru Sarah setengah gugup setelah Kyuhyun mendekatkan wajahnya. Kyuhyun melumat bibir Sarah tanpa aba-aba. Ia menjauhkkan wajahnya dan kembali menyetir.

 

“Aku penasaran sejak tadi, kenapa ada bau namja di wajahmu?”

 

Sarah melotot dan langsung teringat pada ciuman Seo Kang Joon pagi ini. Ia mengendus tubuh dan bajunya. “Aku tidak mencium bau apapun.”

 

“Kau tidak berselingkuh selama aku pergi kan? Aku cukup sensitif pada aroma tertentu Sarah, aku tidak mungkin salah.” Kyuhyun melirik sekilas, setelah memarkirkan mobilnya ia menyuruh Sarah turun.

 

Sarah mengikuti Kyuhyun masuk ke salah satu ruang di restaurant keluarga. “Duduklah! Kau belum makan kan? Aku sedang ingin makan dengan tenang.” Ujar Kyuhyun dengan nada dingin. Sarah tak membantah dan langsung duduk di samping Kyuhyun.

 

Setelah makan siang dalam keheningan yang canggung dan tidak biasa. Kyuhyun akhirnya buka suara. “Selama aku tidak ada, apa saja yang kau lakukan? Kau tidak membalas pesanku, mengabaikan panggilanku dan aku mencium aroma namja di wajahmu. Aku tidak akan marah jadi jujurlah!”

 

Sarah mengernyit dan hendak menyalak karena merasa disudutkan dengan tidak adil. “Aku tidak menerima satupun panggilan maupun pesan darimu Cho Kyuhyun. seharusnya aku yang marah karena kau tidak mengabariku dan malah bersenang-senang dengan yeoja lain.”

 

“Mwo? Yeoja lain? Aku disana bekerja dan memikirkanmu setiap hari.” sanggah Kyuhyun masih tidak mau mengalah.

 

Sarah mencari ponselnya didalam tas dan menunjukkan riwayat perpesanan mereka pada Kyuhyun. “Kau lihat? Tidak ada satupun pesan darimu.” ia beralih mengusap pada menu panggilan dan menunjukkan pada Kyuhyun lagi. “Tidak ada panggilan darimu.” Sarah mengusap layar ponselnya dan menunjukkan gambar Kyuhyun yang berselca ria dengan seorang yeoja. “Ini apa? Siapa yang berselingkuh sebenarnya hah?”

 

Kyuhyun melotot, ia merebut ponsel Sarah dan melihat dengan seksama wajahnya dan wajah yeoja disampingnya. “Ini sepupuku Janice Hong, anak paman dari pihak eomma. Ia kuliah di Perancis dan kebetulan kami bertemu di Jepang, memang salah jika kami berfoto bersama? Kau, darimana kau dapatkan foto itu?”

 

Sarah merebut lagi ponselnya dan menatap lekat wajah keduanya yang memang ada sedikit kemiripan, ia menggeleng pelan. “Kau pikir aku akan tertipu begitu mudah?”

 

Kyuhyun menyipitkan matanya. “Kau pasti menyewa agen untuk memata-mataiku selama di Jepang kan? Mengaku saja! Kau pasti diam-diam merindukanku dan penasaran apa yang kulakukan kan? Kau cemburu? Omo…….manisnya yeojaku ini!” jari Kyuhyun menyentil ujung hidung dan dagu Sarah bergantian. Sarah menepisnya kesal melihat Kyuhyun jadi besar kepala.

Ponselnya bergetar, Kyuhyun melihat caller id di layarnya dan menunjukkan pada Sarah. “Panjang umur! Anak ini menelponku. Kau tanyakan saja padanya atau pada eommaku kalau masih tidak percaya.”

 

Setelah panggilannya berakhir, Kyuhyun meletakkan ponselnya diatas meja. “Masih tidak percaya? Aku ini setia bukan seperti seseorang yang malah berciuman dengan mantan yeojachingunya.”

 

Sarah yang menunduk tiba-tiba mendongak setelah mendengar kata mantan kekasih dan teringat pada Jieun yang berada di rumah sakit. Ia menggenggam tangan Kyuhyun dan menatap kedalam matanya dengan penuh kesungguhan. “Jieun, aku hampir lupa jika ia di rumah sakit, semalam ia melakukan percobaan bunuh diri. Aku harus ke rumah sakit Kyuhyun. Aku yang menyebabkan Jieun begini.”

 

“Ohh ya ampun….kau bahkan belum sempat menjelaskan kenapa ada aroma namja di wajahmu dan sekarang merengek untuk menemui Jieun? Apa kau sengaja menguji kesabaranku Sarah Lee?” kalimatnya terkesan muak dan meski Kyuhyun tidak sepenuhnya rela, ia tetap mengantarkan Sarah ke rumah sakit. Dijalan, Kyuhyun terus mendesak Sarah untuk menjelaskan tentang aroma namja di wajahnya, namun Sarah hanya menjawab dengan omelan tak jelas. Ia tidak berniat menjelaskan pada Kyuhyun jika pagi ini Direktur baru sekaligus sunbae semasa high school yang pernah ia taksir, menciumnya paksa. Sarah memilih bungkam dan tidak membuat posisinya makin sulit setelah kehadiran Seo Kang Joon.

 

***

Sarah masuk kedalam ruang inap Jieun, beruntung Hyukjae tidak terlambat menemukannya sehingga ia masih bisa selamat. Jieun belum lama dipindahkan. Kyuhyun berdiri sambil mengintip ragu kedalam, Sarah tidak mengijinkannya masuk. Sarah mendekati ranjang Jieun dan duduk di pinggirnya. Jieun terbaring dengan posisi miring dengan membuang wajahnya. Sarah melirik Kyuhyun sekilas sebelum menyentuh pundak Jieun.

 

“Ji….gwenchana? perawat bilang kau baru saja terbangun jadi aku masuk.”

 

Jieun tak menjawab dan tetap memejamkan matanya tanpa bergerak sedikitpun. Sarah menghela napas berat, ia tidak menyangka jika Jieun akan benar-benar melakukan hal nekat ini. “Ji, kupikir kau berlebihan jika mengancamku dengan melukai dirimu sendiri. Tidakkah kau pikir eommamu tidak khawatir eoh?”

 

Jieun membuka matanya dan berbalik pelan, ia melirik kearah pintu dan mendapati matanya bertemu dengan sosok Cho Kyuhyun. ia menatap tajam kearah Sarah dan menepis tangan Sarah di pundaknya. “Tidak usah berpura-pura khawatir eonni, kau bahkan datang dengannya. Apa kau sengaja melakukan ini hah?”

 

“Aku benar-benar khawatir Ji, kenapa kau melakukan tindakan kekanakan begini? Kau tidak memikirkan eommamu? Kau boleh marah padaku tapi jangan lukai dirimu sendiri Lee Jieun!!!” benatk Sarah tak biasanya emosinya meledak.

 

“Kau yang jahat eonni, kau membuangku demi Cho Kyuhyun. Selama 4 tahun ini siapa yang selalu ada untukmu hah? Aku! Selalu aku yang ada untukmu Sarah Lee!” balas Jieun tak mau kalah.

 

Sarah menarik nafas dalam-dalam dan menyodorkan segelas air putih pada Jieun. “Mianhaeyo, aku memang keterlaluan tapi asal kau tahu Lee Jieun, aku melakukan semua ini demi diri kita masing-masing. Kau pikir hubungan abnormal kita akan happy ending? Bagaimana jika eommamu tahu? Menurutmu apa yang akan terjadi?”

 

Jieun mendengus, ia merebut gelas dari tangan Sarah dengan kasar dan meneguk habis isinya. “Kalau begitu, jangan biarkan eomma tahu. Kita bisa melarikan diri ke luar negeri dan hidup bahagia eonni. Kau terlalu banyak berpikir!”

 

Eomma Jieun masuk sambil tersenyum saat Sarah berbalik memberi hormat padanya. “Sarah, aku lega kau datang karena sejak siuman Jieun selalu memanggil namamu. Ia baru saja dipindahkan 4 jam yang lalu.”

 

Sarah berjalan mendekati eomma Jieun, ia melirik Jieun sekilas. “Ahjumma, jeosonghamnida karena harus mengatakan ini, sebenarnya Jieun dan aku memiliki hubungan spesial disamping sahabat atau kakak-adik.” Eomma Jieun membelalak.

 

“EONNI!!!” teriak Jieun berusaha menginterupsi. Sarah melanjutkan penuturannya. “Beberapa waktu lalu aku memaksa memutuskan hubungan kami dan membuat Jieun sakit hati hingga mencoba bunuh diri. Jeosonghamnida, aku benar-benar menyesal mengatakannya.”

 

“Katakan sekali lagi!! Aku salah dengar kan?” kata Eomma Jieun dengan bibir bergetar.

 

 

Sarah menggeleng. “Animida…..aku dan Jieun berkencan sejak tahun lalu dan aku memutuskan hubungan kami, Jieun tidak menerima keputusanku dan malah melukai dirinya. Aku benar-benar bersalah….Jeosonghamnida ahjumma.”

 

PLAK

Sebuah tamparan mendarat dipipi kiri Sarah, eomma Jieun tampak sangat marah dengan bola mata yang nyaris keluar, Sarah bisa melihat wajahnya memerah dengan urat-urat yang nampak dibalik kulitnya.

 

“Menjijikkan! Dasar sampah! Bagaimana bisa kalian berdua? Apa kalian tidak punya otak? Sarah, kau lebih tua dan kupikir kau sudah dewasa dibanding Jieun, aku mempercayaimu menjaga putriku bukan mengencaninya. Kau pikir ini lelucon?Hah?” bentak eomma Jieun dengan nada tinggi.

 

Sarah hanya diam, satu tangannya menyentuh bekas tamparan di pipinya yang terasa pedih. Jieun menyibak selimutnya hendak turun dari ranjangnya saat melihat eommanya menampar Sarah.

 

“Diam ditempat tidurmu Lee Jieun! Tunggu giliranmu dan jangan membantah!” teriak eomma Jieun seolah menyadari apa yang akan anaknya lakukan. Ia beralih menatap Sarah lagi. “Micheosseo? Lee Jieun bukan tipe yeoja menyimpang seperti itu, ini semua pasti ulahmu kan? Kau yang memaksa Jieun dan memulainya kan?”

 

“Anggap saja aku yang salah disini ahjumma, itu sebabnya aku minta maaf dan akan meninggalkan Jieun tanpa penyesalan. Aku tidak bisa terus menerus diisisinya.” Jawab Sarah dengan sisa keberaniannya, tenaganya terkuras hanya karena tamparan eomma Jieun yang membuat seluruh tuubuhnya terasa kaku.

 

“Baguus jika kau menyadarinya, pergi dan jangan pernah mengganggu putriku lagi!” eomma Jieun membuka pintu kamar inap Jieun dan tanpa aba-aba selanjutnya Sarah berjalan keluar dengan kaki gemetar. Ia tidak membayangkan hari ini akan tiba, dimana ia mengakui hubungannya dengan Jieun pada eomma Jieun yang super emosional. Sarah sudah keluar saat pintu dibanting dari dalam, ia mendengar Jieun dan eommanya saling adu argumen. Samar-samar ia mendengar Jieun meneriakkan namanya. Sarah menutup matanya saat merasakan tubuhnya tak menyentuh tanah.

 

“Pasti berat kan? Kau sudah melakukan hal yang benar!” suara Kyuhyun menyapa telinga Sarah dan seketika itu juga ia merangkulkan kedua lengannya di leher Kyuhyun.

 

“Aku merasa buruk pada Jieun, Kyu.” Gumam Sarah di dada Kyuhyun yang menggendongnya ala bridal style. Kyuhyun mengulum senyum.

 

“Aku akan mengantarmu pulang, kau bisa meminta ijin sakit untuk tidak kembali ke kantor.” Kata Kyuhyun sambil berjalan pelan menuju mobilnya.

 

Sarah memekik tiba-tiba setelah menyadari jika ia telah pindah apartemen. “ANDWEE!!!”

 

Kyuhyun mengerutkan dahinya aneh. “Wae?” tanyanya dengan mata menelisik.

 

“Umm maksudku…mmm…mmm…mmm…aku ingin ke tempatmu, bawa aku ketempatmu saja Kyuhyun, jebal!” jawab Sarah dengan suara gugup,

 

Tanpa diduga Kyuhyun tak curiga dan malah tersenyum sumringah mendengarnya. “Aku tahu kau pasti sangat merindukanku kan? Baiklah jika kau memaksa aku akan membawamu ketempatku dan jangan salahkan jika aku akan membuatmu tidak tidur malam ini Sarah Lee….” suara Kyuhyun terdengar bersemangat, Sarah ingin mengutuk bibirnya yang malah memohon untuk sesuatu yang membuat Kyuhyun si mesum berpikiran yang tidak tidak. Tapi ia tidak mungkin menarik kata-katanya karena jika ia membatalkan niatnya, Kyuhyun pasti memaksa ketempatnya dan itu akan lebih tidak mungkin untuknya.

 

***

Ponselnya berdering puluhan kali, Sarah terbangun dan meraba meja nakas disampingnya. Dengan mata masih setengah menutup ia melihat layar ponselnya yang menunjukkan daftar panggilan tak terjawab dari ‘Choi Siwon’. Matanya terbelalak, Sarah langsung terduduk. Ia memperhatikan sekelilingnya dan langsung mengenali bahwa ini kamar Cho Kyuhyun. ia menelisik pakaiannya masih lengkap hanya kusut saat ia tertidur.

 

“Ahhh aku ketiduran, dimana Kyuhyun?” gumamnya pelan. Ia menghitung dengan jarinya sudah berapa lama tertidur. “Aku tidur 5 jam dan melewatkan makan malam.” Ponselnya berdering lagi, Sarah terkejut berlebihan. Tak mau membuang waktu menerima kemarahan oppanya, ia segera mengangkat panggilannya.

 

“Mianhae oppa, aku tertidur di kantor. Banyak pekerjaan, aku lelah sekali. Wae?”

 

“Pulang!!” satu kata yang Andrew ucapkan dengan penekanan, Sarah mengiyakan.

 

Tangannya menyibak selimut, Sarah buru-buru merapikan rambut dan pakaiannya. Ia ingat jika sudah tertidur sejak di mobil Kyuhyun. Sarah keluar kamar, mencari Kyuhyun dan mendapatinya di ruang kerjanya. Sarah masuk tanpa mengetuk.

 

“Kyuhyun-ah…aku harus pergi sekarang, aku baru ingat jika ada janji.” Ujar Sarah sambil berjalan masuk mendekati meja kerja Kyuhyun.

 

“Mwo? Kau bilang akan menginap disini? aku sudah membayangkan malam erotis bersamamu Sarah. Cancel saja janjimu, memangnya kau akan menemui siapa?” tanya Kyuhyun setengah protes dan hendak berdiri namun Sarah lebih dulu memeluk lehernya dan mengecup pipi Kyuhyun.

 

“Mianhae, aku akan menginap hari lain, kau pasti banyak pekerjaan melihat kau masih disini tanpa membangunkanku untuk makan malam.” Sarah memundurkan wajahnya dan sebelum Kyuhyun menjawab, ia melumat bibir Kyuhyun, tangannya mengusap rahang hingga leher Kyuhyun. Tak menolak, Kyuhyun menyambut ciuman Sarah dengan lebih agresif. Kyuhyun lelah mendongak dengan posisi Sarah yang masih berdiri membungkuk untuk menciumnya, ia mendudukkan Sarah diatas meja kerjanya, tepatnya diatas beberapa kertas-kertas penting sambil memeluk pinggangnya. Sarah mengikuti alurnya dan merasa Kyuhyun lebih agresif malam ini, tapi pesan yang dikirim oppanya menyadarkan Sarah untuk segera menghentikan kegiatan mereka dan memerintahkannya untuk segera pulang.

 

Sarah mencengkeram rahang Kyuhyun dan mendorong wajahnya, melepaskan diri. Dengan napas terengah mencoba menjernihkan otaknya dan menyusun kata. Kyuhyun membuka mata dan bergerak maju untuk meraihnya namun  Sarah memundurkan wajahnya sambil menatap lurus ke mata Kyuhyun. “Aku harus pulang.” Bisiknya dengan suara yang nyaris tak terdengar.

 

Dahi Kyuhyun berkerut dengan memasang wajah kesal. “Lebih penting dariku?” sungutnya. Ia menoleh ke pintu yang diketuk melalui bahu Sarah. “Nuguya?” teriaknya, Sarah ikut menoleh ke pintu yang perlahan terbuka.

 

Andrew berdiri disana dengan seorang maid di belakangnya yang menunduk takut. Kaki Sarah spontan melompat turun dari meja kerja Kyuhyun dan tak berani memandang oppanya. Kyuhyun mendengus sangat keras dan berjalan angkuh.

 

“Aku mengantar makan malam, ini pesan Yura untuk my step son.” Suara Andrew kaku, meski Kyuhyun berdiri dihadapannya namun matanya terfokus pada sosok adiknya yang tengah merapikan pakaiannya dan tampak gugup di sudut ruangan. Kyuhyun menggeser letak tubuhnya agar menghalangi pandangan Andrew dari Sarah.

 

“Omo! Step dad, kau sangat perhatian padaku. Gamsahaeyo. Tapi bisakah pindahkan tatapan matamu dari tubuh yeojachinguku? Aku bisa salah paham dan mengira kau naksir Sarah. Itu sangat mengganggu.” Sindir Kyuhyun.

 

Senyum Andrew sedikit terlihat sinis. “Ohya? Apa aku mengganggu acara lovey dovey kalian? Mianhaeyo tapi aku sengaja melakukannya!” ia menyerahkan sekotak ayam goreng ke tangan Kyuhyun dengan sedikit dorongan dan langsung nyelonong pergi setelahnya.  Kyuhyun meneriakinya namun Andrew tak menggubris.

 

Sarah menggigit bibir bawahnya, ia menyampirkan tasnya dan keluar ruangan. Kyuhyun melemparkan kotak ayam goreng pemberian Andrew diatas meja sambil meracau. “Siapa juga yang butuh! Dasar pengganggu! Pengacau! Aishh…” Kyuhyun menoleh pada Sarah yang bersiap pulang. “Aku antar?”

 

“Shireo…aku sudah menelpon taksi. Kau makan saja ayam dari appa tirimu!” Sarah meringis, Kyuhyun hendak merengkuhnya namun Sarah lebih dulu mencapai pintu dan melambaikan tangan. “Ahhhh……gagal lagi!” keluh Kyuhyun dengan lesu.

 

***

Sarah masuk kedalam apartemennya, ia merasakan aura kegelapan saat melangkahkan kakinya terutama setelah melihat Andrew yang sudah duduk di sofa dengan mata tertutup. Sarah berpikir sejenak, harus mengendap-endap kekamarnya atau menghampiri oppanya.

 

“Kau berbohong Sarah!” ia terlonjak saat oppanya mulai mengeluarkan hujatan. Bahunya turun, ia berjalan layaknya zombie dan duduk didekat Andrew. “Sejak kapan rumah Kyuhyun menjadi kantormu?”

 

“Aku hanya mampir sebentar disana oppa, wae? Aku sudah dewasa, hal normal saat yeoja seumuranku menghabiskan waktu dengan namjachingunya. Kenapa oppa berlagak seperti appa?!”

 

Matanya terbuka dan bibir Andrew menutup gemas. “Anak ini!!! Aku oppamu Sarah, Cho Kyuhyun, dia anak tiriku sekarang. Apa itu alasan yang kurang logis?”

 

“Oppa menikahi eomonim sebelum kita bertemu kembali, aku mengenal Kyuhyun juga sebelumnya. Tidak ada yang salah disini karena kita sama-sama tidak tahu. Begini saja, kita jangan saling ikut campur urusan percintaan satu sama lain oppa. Aku juga tidak akan komplain tentang hubunganmu dan eomonim begitupun sebaliknya, oppa dilarang mengkomplain hubunganku dengan siapapun! Oppa, kau tidak terkena syndrome brother complex, kan? Kurasa oppa berlebihan padaku.” Sarah berkedip beberapa kali sambil menunggu respon yang Andrew berikan.

 

“Sebenarnya aku tidak ingin membahas ini, kita terpisah cukup lama dan reuni ini tidak sesuai ekspektasi dan adikku mengataiku mengalami syndrome brother complex……..” Andrew menghela napas berat sebelum melemparkan amplop besar ke pangkuan Sarah. “Bukalah!”

 

Sarah menyobek ujungnya dan menarik segaris lurus. Ia membaca sekilas judulnya sebelum memandang Andrew dengan tatapan tak biasa. “Ige mwoya oppa?”

 

“Aku memberimu waktu sebulan untuk menemukan penerbit yang bisa kita percaya….dan…..”

 

“Tapi ini bukan tulisan biasa oppa, bukankah ini semacam biografi? Apa legal membukukan kisah seseorang seenaknya?” Tangan Sarah bergerak cepat menyibak lembar demi lembar dan membaca asal tulisan yang bisa ia baca. Andrew tampak serius dan mencondongkan wajahnya sambil menggenggam tangan Sarah.

 

“Itu sebabnya aku memintamu untuk mencari penerbit yang bisa dipercaya Sarah! dia bukan orang sembarangan dan akan sangat sulit menyerangnya tanpa meminta bantuan publik. Jadi kau akan membantu oppa? Heum?”

 

Andrew bangkit hendak pergi namun Sarah lebih dulu menarik bajunya, menahannya. “Bisa jelaskan padaku apa maksudnya semua ini oppa?” matanya tak berani menatap Andrew karena ketakutan tiba-tiba yang terasa tak masuk akal.

 

Kaki Andrew serasa tak bisa digerakkan, matanya memancarkan kesedihan mendalam. Ia menggenggam punggung tangan Sarah yang terasa rapuh, berharap bisa mengalirkan kehangatan dari kulitnya yang basah. Ia berjongkok menyetarakan wajah mereka.”Lebih sedikit yang kau tahu, lebih baik Sarah.” Andrew mengecup puncak kepala Sarah dan benar-benar meninggalkan adiknya. Ia harus pulang karena Yura mulai mencurigainya.

 

***
Lee Jieun mengunjungi salon langganan bersama eommanya. Setelah berhari-hari menghadapi amukan dan omelan eommanya tentang perilaku menyimpang dan lain sebagainya, ia dilarang berhubungan dengan Sarah. Tepat sekali, Sarah memang sudah mencampakkannya. Jieun melihat pantulan wajahnya yang tampak makin tirus. Ia hanya diam wajahnya tanpa ekspresi saat hair stylish menata rambutnya.

 

Seseorang yang duduk di sebelahnya menepuk lengannya agak keras. “Bisa hilangkan wajah jelekmu? Eomma harap kau bersikap sopan pada calon appamu. Arrachi?!”

 

Jieun mendengus sambil menutup matanya. ia berdehem asal agar eommanya tak terus menuntutnya. Dalam hatinya ingin berteriak bahwa eommanya terlalu genit bahkan diusianya kepala 4 malah akan menikah lagi, padahal sudah 10 tahun sejak appanya meninggal.

 

“Boleh aku tahu siapa calon suami eomma?”
Majalah yang sejak tadi dilihat eomma Jieun ditutup kasar dan dilemparkan diatas meja. Jieun melihat senyum merekah dan wajah eommanya yang bersemu.

 

“Someone special. Kau akan mengetahuinya nanti aegy. Yang jelas dia orang yang sangat penting bagi eomma.”

 

“Lebih penting dari appa? Hari ini tepat hari kematian appa, apa eomma mengingatnya? Kenapa kita tidak memberikan penghormatan pada appa dan malah akan makan malam dengan orang asing yang penting itu?” nada sarkatis tak bisa dihindarinya, Jieun kesal karena eommanya bak remaja jatuh cinta saat ini.

 

“Masa lalu sudah seharusnya dilupakan dan kini saatnya menjemput masa depan.” sahut eomma Jieun dengan senyum lebarnya.

 

***
Sarah berdiri didepan kamar Kyuhyun, perlu beberapa menit menghela napas sambil memegang gagang pintu sebelum benar-benar masuk. “Suprize!!!” serunya dengan nada riang setelah berhasil melangkah masuk.

Krik – krik – krik

 

“Kosong? Kemana orang itu?” tanyanya lebih kepada angin karena kamar Kyuhyun tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Sarah duduk di pinggir tempat tidur sambil mengetukkan kakinya. Tak sampai 5 menit, Kyuhyun yang bertelanjang dada, dengan handuk putih dibalut untuk menutupi tubuh bawahnya, handuk lainnya ia gunakan untuk mengeringkan rambut. Sarah tanpa sadar meringis melihat tubuh Kyuhyun.

 

“Sudah puas mengintip?” Tanya Kyuhyun sambil mengcuri kecupan di bibir Sarah sekilas. Sensasi bibir dinginnya membuat Sarah tersadar dan buru-buru menutup mulutnya. “Kau tidak mengabariku jika akan kemari? aku bisa menjemputmu.” tambah Kyuhyun masih dengan posisinya berdiri dihadapan Sarah.

 

“Suprize! Memangnya aku tidak boleh datang tiba-tiba? atau kau takut jika saja ketahuan menyimpan yeoja lain?!”

 

Kyuhyun tertawa keras dengan kepala menengadah. Jarinya mencubit kedua pipi Sarah gemas. “Apa kau sedang cemburu? Sangat langka mendapatimu posesif padaku Sarah.”

 

Sarah mencebik sambil meneguk salivanya, ia merasa telah salah bicara dan membuat Cho Kyuhyun besar kepala. “Baiklah aku tidak akan datang kemari lagi Cho!” sungut Sarah, ia melipat kedua tangannya didepan dada.

 

Cho Kyuhyun makin tertawa keras bahkan perutnya harus ia pegang karena keram. Sebuah bantal mendarat di pipinya berhasil membuat Kyuhyun diam.

 

“Baiklah….baiklah….jangan anarkis! aku akan ganti baju dalam 5 menit.” telunjuknya menunjuk walk and closet pribadinya, Kyuhyun berjalan masuk memilih pakaiannya.

 

“Apa aku harus ikut Cho? Ini kan makan malam keluargamu.” teriak Sarah dari tempatnya. Kyuhyun baru memasukkan kepalanya kedalam kaus polos warna putih.

 

Kepalanya menyembul dan tersenyum. “Kau calon istriku, jadi kau juga bagian keluargaku.”

 

Kyuhyun mengambil hair dryer dan menyerahkannya pada Sarah. Ia duduk disampingnya. Sarah mulai mengacak rambut Kyuhyun, mengeringkannya dari berbagai sisi.

 

“Apa yang kau pikirkan heum?” tanya Kyuhyun merasa canggung dengan kebisuan diantara mereka.

 

“Amugoto anii…aku sedang mengeringkan rambutmu saja, ternyata warna rambutmu cokelat dan cukup lembut. Kau memakai shampoo apa Kyu?”

 

Kyuhyun menoleh menatap wajah Sarah yang membalasnya dengan kedipan mata keheranan. “Shampoo biasa, harganya sangat mahal, shopkeepernya bilang ini shampoo dengan penjualan terbaik. Apa rambutku jadianeh?”

 

Sarah mempoutkan bibirnya. “Jika shopkeepernya bilang shampoo ini bisa mengubah rambutmu menjadi emas maka kau akan membelinya juga? Semua iklan pasti mengatakan hal baik saja. Tapi bagaimana bisa rambut namja selembut ini, rambutmu bahkan lebih lembut dari punyaku!”

 

Kyuhyun mencekal tangan Sarah, menahannya. “Yakk!! apa-apaan Kyu?”
Tangan yang lain ia gunakan untuk menyentuh helai rambut Sarah yang tergerai, ia mengulum senyum geli. “Chuaaee…neomu chuae.”

 

Sarah tersentak mendengarnya, matanya terjebak kedalam tatapan Kyuhyun yang tampak tulus. Kyuhyun mencium rambit Sarah yaang masih berada ditangannya, menghirup aroma strawberry dari shampoo yang Sarah gunakan. “Aku selalu menyukai rambutmu apalagi saat tergerai, neomu yeoppuda Sarah.”

 

Sarah menelan salivanya, menahan dadanya yang bergetar mendengar pengakuan Kyuhyun.  “Sudah kering….kita akan terlambat acara makan malam Kyu!” kata Sarah membuyarkan momen mereka. Kyuhyun beralih mengecup bibir Sarah dengan gerakan lambat dan lembut. “Kajja!” Serunya sambil berdiri, Sarah membantunya memakai jas casualnya. Kyuhyun tersenyum sambil menggenggam tangan Sarah menuju mobilnya. Tangan Sarah yang lain sibuk mengipasi wajahnya yang tiba-tiba memanas sejak beberapa menit lalu.

 

***
Kyuhyun membantu melepaskan seatbelt Sarah. “Aku masih bisa melakukannya sendiri Kyuhyun-ah.”

 

“Aku senang melakukannya, bukankah yeoja suka dimanja?” Kyuhyun memberikan kedipan nakal diakhor kalimatnya. Sarah hanya tersipu sambil menggigit bibir.

 

“Ahh eomma menelpon.” Kyuhyun menunjuk ponselnya dan keluar lebih dulu untuk mengangkat panggilan. Sarah keluar dan menutup pintu mobil, ia bersandar disampingnya dengan bertopang dagu sambil memandang Kyuhyun dan ponsel ditelingannya. Kyuhyun menoleh padanya sambil memasukkan ponselnya kedalam saku jas bagian dalam. Ia mengulurkan tangannya dan disambut oleh Sarah.

 

“Apa kata eomonim?” tanya Sarah setelah cukup penasaran sejak awal.
Kyuhyun menjawab dwngan mata menatap kedepan. “Hanya memastikan bahwa kita datang, eomma pikir kita belum sampai. Mereka baru saja sampai, jadi kita langsung masuk saja!”

 

Sarah mengangguk, matanya menelusuri restaurant Perancis yang cukup padat pengunjung. Seorang waiter mengantarkan mereka ke meja reservasi eomma Kyuhyun.

 

Sarah melihat Andrew dan eomma Kyuhyun berdiri berdampingan disebelah meja makan seseorang atau bisa disebut sebuah keluarga. Dari jauh Sarah mengira mungkin kenalan arau saudara mereka namun siluet seseorang yang sangat dikenalnya membuat Sarah menahan tangan Kyuhyun dan berhenti melangkah.

 

Kyuhyun menoleh padanya dengan wajah heran, tangannya yang lain menggenggam punggung tangan Sarah.

 

“Wae?” Kyuhyun mengikuti arah pandang Sarah dan cukup terkejut melihat eommanya menyapa keluarga Lee Jieun dan yang lebih membuat mata Kyuhyun membelalak lebar adalah appanya, Cho Younghwan duduk semeja dengan Jieun dan eomma Jieun. “Appa?!!!” seru Kyuhyun langsung melesat ke meja mereka. Sarah pasrah dan berjalan dengan berat. Kyuhyun berhenti disamping eommanya, Sarah melirik satu persatu manusia disana.

 

“Ahh Kyuhyun-ah, kau sudah sampai? Kau bersama Sarah…..” Hong Yura menyapa mereka, memeluk Sarah dan Kyuhyun bergantian. “Kebetulan sekali, keluarga kita mengadakan makan malam disini. Kyuhyun-ah kau bisa memilih untuk semeja dengan eomma atau appamu, sepertinya appamu sedang mengadakan pertemuan keluarga juga.”

 

Kyuhyun menatap lurus pada appanya yang hanya diam tak berkutik. Ia makin shock karena melihat Jieun dan eommanya duduk semeja dengan appanya.

 

Hong Yura menyentuh lengan Kyuhyun pelan. “Kyuhyun-ah, Hanseok sudah menunggu sendirian di meja kita. Jika kau mau ikut bergabung bersama appamu dan kekasihnya, eomma tidak melarang. Sarah, eomma duluan yaa….” Hong Yura merangkulkan tangannya dilengan Andrew. Sarah melirik wajah oppanya dari samping sekilas, ia melihat smirk diwajah oppanya. Sarah yakin ini bukan kebetulan, oppanya pasti mengetahui sesuatu. Sarah melihat Jieun dengan wajahnya yang menegang, tatapan membunuhnya tertuju pada genggaman tangannya dan

 

Kyuhyun yang masih bertaut. Sarah memilih membuang wajahnya kesamping dan melihat Kyuhyun menahan amarahnya.

 

“Anyeonghasimika….” Sarah  memberi penghormatan pada eomma Jieun dan appa Kyuhyun. Sarah melihat bibir Jieun berkomat-kamit seolah hendak mengatakan sesuatu. Ditambah eomma Jieun yang sangat terkejut dengan kejutan hari ini, seharusnya makan malam ini bisa membuat hubungannya dan Cho Younghwan direstui oleh Jieun namun rombongan keluarga Kyuhyun datang tanpa diduga, Sarah! Eomma Jieun tak percaya dengan kehadiran Sarah setelah insiden di rumah sakit. Ia memilih pura-pura tidak kenal begitupun Sarah yang tampak sama.

 

Sarah menarik tangan Kyuhyun yang terasa dingin dan berkeringat, memaksanya berjalan menuju meja eomma Kyuhyun. “Kyu, gwenchana?” tanya Sarah dengan nada khawatir.

 

Kyuhyun tak menjawab, Sarah membantu Kyuhyun duduk dihadapan Hanseok.
“Anyeong noona, hyung!!” sapa Hanseok, suaranya terdengar ceria. Sarah membalasnya namun Kyuhyun masih diam.

 

Andrew berdehem saat waiter mengantarkan buku menu. Sarah melotot pada oppanya seolah berbicara melalui matanya, memaksa penjelasan pada apa yang terjadi.

 

Hong Yura menggenggam tangan Kyuhyun. “Kau mungkin menyalahkan eomma karena menikah lagi dengan Andrew, tapi eomma bercerai dengan appamu karena wanita itu. Mereka sudah berpacaran sejak keduanya masih kuliah.”

 

Kyuhyun menyela dengan suara dingin. “Maksudnya selama ini appa selingkuh?”
Hong Yura mengangguk sedih, kepalanya disandarkan di bahu Andrew. “Beruntung eomma mengetahuinya dan segera bercerai dengan appamu. Kemungkinan yeoja tadi adalah adikmu Kyu.”

 

Sarah terperanjat mendengarnya, tanpa sadar ia berteriak tak jelas. Eomma Kyuhyun menatapnya bingung. “Wae Sarah? ada masalah?” tanyannya lembut.

 

“Aniiimida Eomonim…. hanya sepatuku sepertinya ada kerikil yang masuk. Gwenchanshimnika.” jawab Sarah gugup. Ia meneguk air putih dihadapannya. Andrew menatapnya mengikuti gerakannya dalam diam. Sarah makin merasa tidak nyaman. Hanseok menatap keempat orang dewasa bergantian tanpa mengerti maksud pembicaraan mereka, beruntuung ia jadi tidak ketahuan karena diam-diam meneguk white wine yang berada disebelah gelas air putih.

 

Tiba-tiba Kyuhyun menggebrak meja, ia berdiri. “Apa semua ini sengaja? Dari ratusan resto kenapa disini? Kau pasti dalangnya kan Andrew?! Setelah berhasil merebut eomma, sekarang menghasut keluargaku. Kau pikir dirimu siapa? hah!?”

 

Kyuhyun menunduk menatap Sarah kemudian menarik tangannya. “Selamat menikmati acara makan malamnya, kami pergi!”

 

Kyuhyun berjalan tergesa masih terus menarik Sarah melewati meja Jieun yang terlonjak melihat keduanya. Sarah masih bisa mwndengar suara Jieun memanggilnya diikuti bentakan eommanya memarahi Jieun.

 

Kyuhyun melepaskan tangannya saat keduanya sampai disamping mobil Kyuhyun. Ia menunduk, wajahnya tampak kacau. Ragu-ragu, Sarah menyentuh pipi Kyuhyun, membuatnya menatap Sarah. Kyuhyun meraih pergelangan tangan Sarah dan memeriksanya.

 

“Apa aku terlalu keras menarikmu? Appow?” tanya Kyuhyun dengan kecemasan yang tidak dibuat-buat.

 

Sarah menggeleng, ia menarik leher Kyuhyun dan menyandarkan kepala Kyuhyun di bahunya.  Kyuhyun memejamkan mata sambil berbisik lirih. “Aku tidak percaya appa mengkhianati kami ditambah lagi aku mengenal Jieun sebagai rival.”

 

Sarah mengelus kepala Kyuhyun, tak jauh dari mereka ia melihat Jieun berdiri kaku dan wajahnya tampak keruh, ia hanya berniat melihat wajah Sarah setelah berhari-hari merindukannya. Tapi justru ia harus melihat adegan yang menyakitkan matanya.

 

Jieun ingin berlari mendorong Kyuhyun dan menjauhkannya dari Sarah namun eommanya lebih dulu menangkapnya dan memaksanya kembali masuk. Jieun kesal mengingat eommanya makin menyulitkannya untuk meraih Sarah lagi.
***
Pagi itu Sarah bangun seperti biasa, mandi dan bersiap-siap akan ke kantor. Saat keluar kamar, pemandangan mengejutkan membuat matanya membelalak. Andrew yang entah datang dari mana dan sejak kapan, kini sudah duduk di kursi bar mini sambil melihat Nari yang sibuk dengan masakannya. Sesekali mereka melemparkan candaan ringan ala teman akrab. Sarah mendekat dan duduk disamping Andrew dengan tatapan tajam.

 

“Apa oppa tidur disini semalam? Kenapa aku tidak tahu?” tanyanya menyelidik.

 

Andrew tersenyum sambil mengelus puncak kepala Sarah yang langsung ditepis Sarah karena tak mau tatanan rambutnya kacau. “Aku baru datang untuk sarapan bersama adikku tersayang.” Andrew mengakhiri kalimatnya dengan memijit hidung Sarah.

 

“Oppa!” teriak Sarah merasa hidungnya akan lepas dari wajahnya. Andrew melepaskan tangannya dan beralih menyeruput kopi panasnya. “Mengaku saja! Oppa kemari untuk bertemu Nari kan? Memangnya eomonim tidak curiga jika suaminya pergi dari rumah sepagi ini? Kau harusnya lebih berhati-hati oppa jika mau bermain halus!” Sarah sengaja melirikkan matanya kearah Nari.

 

Andrew menyemprotkan kopi dari mulutnya ke dinding bar mini. Sarah menjauhkan tubuhnya kesamping untuk meraih tissue dan membantu membersihkannya. Sarah melirik Nari sekilas, ia jadi salah tingkah seketika.

 

Andrew menjentikkan dua jarinya di dahi Sarah. “Yakk!! Kenapa bicaramu frontal sekali hah? Aku kemari menjemputmu Sarah adikku yang manis. Jangan membuat posisiku dan Nari menjadi canggung karena ocehanmu!”

 

Sarah mengelus dahinya sambil cemberut, Nari menghidangkan makan malam mereka. “Nari kau boleh pulang karena pekerjaanmu sudah beres! Gomawoo.” ucap Sarah tanpa melihat Nari. Andrew menoleh cepat pada adiknya yang berlaku tidak biasa.

 

“Ahh ne, aku memang ada kuliah pagi ini.” Nari melepas apronnya dan meraih tasnya, ia membungkuk sekilas sambil berjalan kearah pintu.

 

“Yaa!! Kau kasar sekali Sarah! Setelah menuduh kami lalu mengusir Nari seperti itu.”

 

Mulut Sarah penuh, sambil mengunyah berusaha bicara. “Aku hanya mengatakan apa yang kulihat saja oppa. Lagipula dia juga ada kelas pagi, ada hal yang ingin kukatakan padamu.” Sarah berlari kekamarnya dan kembali dengan amplop cokelat besar ditangannya. “Itu perusahaan penerbit buku yang kau minta, aku sudah menyelidiki mereka selama 2 minggu ini. Kurasa mereka cocok dengan kriteriamu oppa.”

 

Andrew membaca dengan seksama. “Ada hal lain lagi tapi bulan depan kuberikan padamu Sarah, kau bisa menyerahkan naskahku pada mereka dan suruh terbitkan tepat tanggal 4 bulan depan.”

 

Sarah berpikir sejenak. “Oppa, mana mungkin secepat itu. Naskahmu saja baru akan kuserahkan, aku tidak bisa memastikan mereka menerimanya apalagi menerbitkannya sesuai ekspektasimu oppa.”

 

“3 bulan lagi pemilu bukan? Mereka pasti setuju untuk menerbitkannya.” sahut Andrew sangat yakin, matanya berkilat namun Sarah tak mengerti apa maksudnya.

 

“Oppa….apa kau ada hubungannya dengan perceraian eomonim? Makan malam itu kau yang merencanakannya?” tanya Sarah pelan.

 

Andrew menoleh agak lama menatap Sarah. “Hmm-mm….aku hanya mengungkapkan fakta tentang Cho Younghwan, sisanya keputusan Yura jika mereka bercerai. Makan malam itu tentu saja sengaja, agar kalian bertiga tahu hubungan kalian dengan jelas. Apa Kyuhyun masih menipu dirinya?”

 

Sarah tersentak mendengar penuturan oppanya yang terkesan santai padahal ia sudah melukai beberapa hati tanpa disengaja. “Wae oppa? Kenapa kau bbegini licik? Apa yang kau rencanakan sebenarnya hah?”

 

Andrew merasa tak nyaman melihat sorot kesedihan di mata adiknya. Emosinya memuncak tiba-tiba. “Apa yang kulakukan demi kita, demi dirimu Sarah. Aku bahkan tidak bisa mengtatakan bahwa kau adalah adikku karena suatu alasan. Bisakah kau memihakku dan jangan menghakimiku seolah disini aku pemeran antagonis??!!”

 

Sarah tak dapat menemukan kata-katanya yang tercekat diujung lidah. Ia tidak mengerti jalan pikiran Andrew yang memaksanya mengerti namun tidak menjelaskan apapun. “Oppa pikir aku paranormal? Bagaimana aku tahu apa yang kau lakukan jika kau tidak menjelaskan apapun? Bawa aku masuk rencanamu! Manfaatkan aku oppa!” teriak Sarah tak kalah emosi.

 

Andrew berdiri asal hingga kursinya terjungkal dan berakhir jatuh dengan kasar. “Aku sudah melakukannya Sarah, ini contohnya.” Ia menunjukkan berkas yang diatas meja. “Kumohon jangan tanyakan hal lain selain yang kukatakan, semuanya demi kebaikanmu Sarah!” Andrew berbalik dan masuk kedalam kamarnya, Sarah mencoba mencerna kata-katanya. Tapi berapa kalipun ia berusaha mengerti, ia tetap tidak bisa berhenti menyalahkan oppanya atas apa yang ia lakukan. “Kau juga menyakiti Kyuhyun, oppa!” gumam Sarah pelan.

 

TBC

68 thoughts on “Unconditional Love Part 11

  1. Dunia emang sempit.. gak nyangka klo jieun itu adiknya kyu.. Bisa-bisanya appanya kyu selingkuh..
    Sebenernya pa yang direncanain sama andrew?

    Jieun makin nyebelin😒 gak ada nyerahnya buat dapetin sarah.. apa dia gak mau hidup normal? Eommanya jieun juga sama aja.. Anak sama ibu bener-bener mirip..
    Keep writing😊

    Suka

  2. makin ribet ajah masalahnya deh, siwon juga sebenernya lagi ngrencanain apa? trus gmana hbungan kyuhyun ama sarah? next yahh thorr

    Suka

  3. Siwon mah main rahasia2an, bikin penasaran aja sieh…
    Apa bener jieun adiknya kyuhyun? Bisa hancurlah hati kyuhyun, semoga aja ga. Moga itu cuma omong kosong eomma kyuhyun…

    Suka

  4. Suka banget nih thor sama konfliknya…
    Konflik kerja, keluarga bahkan sama konflik percontaannya juga…
    Daebak….
    Komplittttt…..
    Semua pemerannya buat penasaran…
    Apalagi sama oppanya sarah, siwon. Penasaran sama rencana2nyA thor…
    Aku yakin banget kalo itu ada hubungannya sama kematian org tua mereka

    Suka

  5. Ishh, makin kesel aja sama andrew. Knpa dia selalu memaksakan kehendak, kasian sarah sama kyuhyun. Makin lama makin kesel aja sama jieun😂😂
    Semoga happy anding buat sarah sama kyuhyun, buat admin DAEBAKK

    Suka

  6. Kayanya d part ini Sarah sengsara & tertekan banget dahh ?!!

    Dari Siwon, Kyuhyun, & Jieun -_-

    Tapi lebih k ambisi Siwon kayanya dia tertekannya ???

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s