What’s Your Feeling Part 2


image

Chapter 2

Author : Valadayunos

Title : What’s Your Feeling?

Category : NC 17, Romance-Comedy, Chapter

Cast : Han Rae Ra
  Cho Kyuhyun
  Lee Donghae
  Alexander Kim

                    
                                    ΰ ΰ ΰ

           “And from now ‘til my very last breath. This day I’ll cherish.
                               You look so beautiful in white.”

                        Westlife – You Look so Beautiful in White

                                            ΰ ΰ ΰ

Seluruh mata tertuju sepenuhnya pada sosok itu. Sosok Kyuhyun yang perlahan berjalan di atas karpet merah di sana seorang diri dengan tuxedo hitam yang Rae Ra pilihkan untuk pria itu beberapa bulan yang lalu. Di saku kiri tuxedo itu, sebuah bunga mawar merah menyembul keluar. Dengan segala kombinasi yang ada, pria itu terlihat begitu tampan meski wajahnya tanpa ekspresi dan tanpa sebuah senyuman. Dan sepertinya, semua orang yang berada di dalam ruangan itupun setuju akan hal tersebut. Karena sedetik setelah pria itu memasuki altar, decak kagum bersahut-sahutan memenuhi udara.

Kyuhyun sedikit membungkuk pada seorang pendeta yang berada di hadapannya kini, dan kemudian memaksakan sebuah senyuman sopan di wajah datarnya.

Tak lama, pintu altar kembali terbuka. Kini seluruh tamu undangan bangkit dari duduknya dan memandangi seorang wanita dengan gaun pengantin yang begitu indah diiringi oleh beberapa gadis kecil penebar bunga di depannya. Seluruh pasang mata memandang dengan pandangan terkesima. Himne lagu pernikahan pun mulai terdengar mengalun lembut di setiap sudut gereja itu. Rae Ra memperhatikan seisi altar penuh kegugupan. Kemudian, gadis itu menyelipkan tangannya pada lengan ayahnya yang tampaknya sama sekali tidak merasa gugup. Tangan kirinya yang ia gunakan untuk menggenggam sebuah buket bunga berwarna-warni menguat dengan sedikit bergetar. Jantungnya berdebar dengan begitu cepat. Ia bersumpah, seumur hidupnya ia tidak pernah merasa segugup ini. Dan ia tidak ingin merasa seperti ini lagi.

“Tidak perlu gugup, Sayang. Kau akan baik-baik saja. Kau mempelai wanita tercantik yang pernah ada di muka bumi ini. Percayalah.” bisik Han Hyunseok pada putrinya dengan senyuman lembut, mencoba menenangkan Rae Ra yang terlihat begitu gugup dan bisa saja jatuh pingsan di tengah-tengah acara pemberkatan. Dan hal itu mampu membuat Rae Ra sedikit tertawa lirih karena pernyataan ayahnya.

Lalu mereka pun perlahan mulai berjalan memasuki altar dengan anggun. Gadis-gadis kecil penebar bunga memberikan senyuman manis kepada para tamu dan tampak begitu menggemaskan. Mereka terlihat begitu menikmati peran yang diberikan oleh bibi dan paman mereka untuk menjadi seorang gadis penebar bunga, membuat Rae Ra merasa kesal dengan dirinya sendiri karena mau saja dikalahkan oleh keponakan-keponakan kecilnya. Akhirnya, Rae Ra menguatkan hati dan mulai mengulaskan sebuah senyuman pada wajah cantiknya. Ia tidak boleh gugup. Setidaknya, tidak segugup ini.

Saat Rae Ra sudah berada di dekat Kyuhyun, Kyuhyun mengulurkan tangannya ke arah Rae Ra setelah membungkuk penuh hormat pada Hyunseok. Hyunseok melepaskan tangan putrinya dari lengannya, lalu menaruh tangan Rae Ra tepat di atas tangan Kyuhyun dan berucap dengan suara rendah, “Jagalah anakku baik-baik. Dia adalah anugerah terindah yang pernah diberikan Tuhan. Jika kau menyakitinya, kau akan berhadapan denganku dan anak buahku.” Seketika, tubuh Kyuhyun meremang mendengarnya. Kyuhyun menelan ludahnya dengan susah payah. Han Hyunseok tersenyum geli melihat perubahan air muka Kyuhyun. “Aku hanya setengah bercanda.” Setelah itu, pria paruh baya itu melepaskan tangan Rae Ra dan berjalan menuju kursi panjang yang tersedia dan terduduk di sisi istrinya, setelah menepuk pundak Kyuhyun sejenak.

Rae Ra tersenyum kecil sambil sedikit menatap Kyuhyun yang berada di hadapannya, merasa sikap Kyuhyun cukup menghibur di saat-saat seperti ini. Kyuhyun tidak mempedulikannya. Pria itu hanya diam sambil melirik pendeta yang sedang memegang sebuah lilin sambil mengulaskan sebuah senyuman—yang tanpa Kyuhyun sadari, ada sebuah rasa geli di dalam senyuman itu setelah pendeta itu melihat Kyuhyun yang berubah pucat sesaat setelah mendengar ucapan Hyunseok tadi.

Setelah para tamu undangan kembali terduduk dikursinya, sang pendeta memulai acara pemberkatan. “Saudara Cho Kyuhyun, bersediakan Anda, di hadapan Tuhan dan disaksikan oleh sidang jemaat ini, berjanji untuk mencintai dan menghargai, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, di dalam susah maupun senang, wanita yang sekarang ada di hadapan Anda, yang sedang Anda pegang? Apakah Anda berjanji untuk menempatkan dia sebagai yang utama dari segala hal, menjadi suami yang baik dan beriman, menjadi tempat bergantung bagi dia, dan hanya bagi dia, selama-lamanya hingga akhir hidup Anda? Bersediakah Anda?”

Cho Kyuhyun menghela nafasnya sejenak, lalu menyahut dengan tegas dan penuh keyakinan, “Saya bersedia.”

“Apakah Anda bersedia untuk mengambil dia sebagai istri yang sah selama masa hidup Anda berdua? Bersediakah Anda?” lanjut sang pendeta dengan tenang.

“Saya bersedia.”

Rae Ra melihat Kyuhyun tampak begitu tenang dan tidak tegang seperti apa yang dialami dirinya. Membuatnya diam-diam memuji ketidakpedulian Kyuhyun kali ini.

Walau sebenarnya, saat ini—maksudnya, sejak tadi, Kyuhyun merasa gugup setengah mati. Bahkan, mungkin rasa gugupnya melebihi rasa gugup yang dirasakan Rae Ra. Beruntunglah pria itu selalu berhasil mengontrol ekspresi wajahnya hingga wajahnya hanya tampak datar dan sangat tenang seperti biasa.

Sang pendeta mengatakan hal yang sama pada Rae Ra. Dan setelah Rae Ra mengucapkan dua patah kata yang serupa dengan Kyuhyun, sang pendeta kembali berbicara pada Kyuhyun, “Apakah Anda memiliki sesuatu yang Anda bawa sebagai bukti kasih sayang Anda kepada pasangan Anda? Sebuah tanda bagi perjanjian yang suci.”

Kyuhyun menjawab, iya. Tak lama kemudian, seorang gadis kecil dengan gaun berwarna biru langit  membawakan sebuah kotak berisi cincin dan memberikannya pada sang pendeta. Pendeta menerimanya, lalu memberikan salah satu cincin pada Kyuhyun. Kyuhyun menerimanya dan menyematkannya pada jari manis Rae Ra sambil berucap, “Aku, Cho Kyuhyun, meminta engkau, Rae Ra, sebagai istriku yang sah, untuk memiliki dan menjaga dari hari ini hingga seterusnya, baik dalam keadaan kaya maupun miskin, dalam kondisi susah maupun senang, untuk bergantung kepada engkau dan hanya engkau, selama kita masih hidup. Dengan cincin ini aku menikahi engkau, dengan kasih yang setia aku memberkahi engkau, semua ucapan-ucapan baikku akan aku bagi bersama denganmu.”

Rae Ra melakukan hal yang sama seperti Kyuhyun setelah menerima cincin terakhir yang diberikan sang pendeta padanya. Setelah ia selesai, sang pendeta kembali membuka suara, “Dengan ini, aku nyatakan di hadapan Tuhan dan para jemaat yang hadir dalam acara sakral yang suci ini, kalian resmi menjadi sepasang suami dan istri.” Di detik berikutnya, suara tepuk tangan bergemuruh memenuhi setiap sudut altar gereja itu.

Baru saja Kyuhyun dan Rae Ra hendak menghembuskan nafas lega karena menyangka bahwa acara pengikatan mereka telah usai, suara berat yang terdengar seperti teriakan yang mampu membuat siapa saja terkejut dan terkena serangan jantung mendadak, memasuki indra pendengaran keduanya yang membuat mereka berdua sama-sama mematung, “Anda boleh mencium istri Anda, Cho Kyuhyun ssi.” ucap sang pendeta lagi.

Kyuhyun dan Rae Ra sama-sama terdiam sambil memandang. Kyuhyun mengangkat alisnya, seolah ingin meminta pendapat Rae Ra mengenai hal ini tanpa mengeluarkan suara. Rae Ra yang mengerti maksud dari gerakkan alis Kyuhyun, menggerakan bahunya dengan samar. Ia pun tidak tahu apa yang harus dilakukan oleh mereka dalam situasi seperti ini.

Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk melangkah mendekati sang pendeta dengan langkah panik setelah sebelumnya saling melempar tatapan yang hanya dapat dimengerti oleh keduanya saja. Para tamu undangan maupun kedua orangtua mereka hanya menatap pemandangan itu dengan heran. Dalam benak mereka, mereka bertanya-tanya apa yang hendak kedua mempelai pengantin itu lakukan saat ini.

“Pendeta, apakah hal itu harus dilakukan?” tanya keduanya bersamaan dengan suara berbisik.

“Apakah harus mencium bibir? Bolehklah aku hanya mencium keningnya?” tanya Kyuhyun kemudian.

Biarpun mereka mengatakan hal itu dengan suara berbisik, ruangan dengan keadaan sunyi senyap itu membuat suara mereka terdengar jelas bagi telinga semua orang yang berada di dalam ruangan itu. Dan sedetik setelah kalimat itu terngiang-ngiang di udara, keadaan di dalam ruangan itu semakin bertambah hening.

Dan mencekam bagi Rae Ra maupun Kyuhyun.

Rae Ra terus berdoa di dalam hatinya. Ia berkata, ia ingin sekali dirinya hilang ditelan bumi saat ini juga. Ia merasa bahwa udara disekitarnya berubah menjadi semakin tidak nyaman. Ia berpikir bahwa seluruh orang di dalam ruangan itu tengah meneriakinya dan Kyuhyun sebagai orang bodoh di dalam pikiran mereka. Ia berasumsi bahwa semua orang yang mendengar hal tadi sedang menahan tawa di tempat mereka masing-masing. Seumur hidupnya, ia tidak pernah dipermalukan seperti ini. Ternyata rasanya sangat tidak menyenangkan.

Hening.

Hening.

“HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA……”

Dan pada akhirnya, tidak ada satupun orang di dalam ruangan itu yang mampu menahan tawa. Bahkan sang pendeta pun sudah menutup wajahnya karena tertawa terlalu keras. Para wartawan pun tertawa ditempat mereka masing-masing sambil masih terus memotret karena sesuai dengan perjanjian, tidak ada yang diizinkan merekam pemberkatan pernikahan Cho Kyuhyun dan Rae Ra selain dalam bentuk gambar.

Setelah cukup lama, sang pendeta pun dapat mengendalikan tawanya dan kembali menatap Kyuhyun dan Rae Ra yang masih bingung dengan hal yang baru saja terjadi, dengan wajah merah padam. Kyuhyun bertanya-tanya, sebenarnya apa yang lucu dari perkataannya dan Rae Ra barusan? Menurutnya tidak ada yang lucu sama sekali.

“Saudara Kyuhyun, Anda harus mencium bibir istri Anda.” tukas sang pendeta dengan nada geli.

Kyuhyun mengangkat alisnya dengan kekehan kecil. “Benarkah?” gumamnya. Lalu ia menoleh pada Rae Ra sambil menyengir lebar. Pria itu menggaruk tengkuknya dengan salah tingkah. “Kalau begitu, kita tidak memiliki pilihan lagi, bukan?” tanyanya meminta pendapat pada Rae Ra.

Suara tawa kembali memenuhi seluruh ruangan.

Rae Ra meringis sesaat. Lalu memejamkan matanya sejenak sambil menarik nafas dalam. Demi Tuhan, ia ingin sekali berteriak pada Kyuhyun yang mau-mau saja dipermainkan oleh sang pendeta. Ayolah, tidak ada peraturan yang mengharuskan para mempelai pria yang sudah sah harus mencium bibir istrinya, bukan? Lagipula kemana perginya otak cemerlang Cho Kyuhyun saat ini?

Tiba-tiba, ada sebuah suara dari arah tempat duduk para tamu yang berteriak keras berkali-kali, “Cium! Cium! Cium! Cium! Cium!” Rae Ra merasa suara itu sepertinya terdengar tidak asing. Seperti suara… Lee Donghae.

Dan karena teriakan dari suara neraka itu, seperti terkomando dan termotivasi, semua orang pun menjadi terpancing untuk meneriakkan hal yang sama pada Kyuhyun dan Rae Ra, “CIUM! CIUM! CIUM! CIUM! CIUM! CIUM!” Dan akhirnya, setiap sudut ruangan suci itu penuh dengan suara-suara mengerikan.

Rasanya, Rae Ra benar-benar ingin lenyap detik ini juga. Ia bersumpah, ia ingin sekali membunuh siapapun orang yang telah meneriaki hal menggelikan itu pertama kali dan membuat teriakan-teriakan neraka itu bergaung di sekitarnya. Rae Ra menatap Kyuhyun yang saat ini hanya sedang memandangi seluruh ruangan dengan pandangan tak percayanya. Rae Ra menggeleng-geleng putus asa.

Dasar bodoh!

Pria tolol!

Tidak punya otak!

Di saat Rae Ra masih mengutuk Kyuhyun di dalam hatinya, Kyuhyun kembali bersuara dengan mendadak, “Kita benar-benar tidak memiliki pilihan. Kalau begitu, kemari!” Ia berucap perlahan sambil menarik pinggang ramping Rae Ra mendekat dengan tiba-tiba, dan menyapukan bibirnya pada bibir merah muda wanita itu dengan lembut, tanpa berniat untuk memberikan Rae Ra kesempatan membalas perkataannya.

Rae Ra bersama dengan para tamu undangan yang berada di dalam ruangan itu sangat terkejut dibuatnya. Semua orang membelalakkan matanya melihat Kyuhyun yang tiba-tiba melakukan hal tidak terduga itu.

Rae Ra dapat melihat bahwa Kyuhyun sudah memejamkan matanya. Seolah-olah pria itu memang sedang menikmati ciuman mereka. Namun tak lama, Rae Ra seperti disadarkan bahwa saat ini, Kyuhyun hanya sedang berakting agar acara pengikatan mereka cepat selesai dan mereka tidak perlu lebih lama berada di depan dan menjadi pusat perhatian seperti saat ini.

Akhirnya dengan pemikiran itu, Rae Ra pun ikut memejamkan matanya dan mulai membalas ciuman Kyuhyun.

Dan selanjutnya yang terjadi, seluruh pasang mata yang melihat adegan tersebut tanpa sadar saling tersenyum senang. Dalam pikiran mereka, mereka menganggap bahwa pasangan baru tersebut begitu manis dan tampak serasi. Bahkan, entah untuk alasan apa, sang pendeta kini sudah menebarkan sebuah senyuman lega.

Beberapa orang yang mengetahui mengenai perjodohan yang Kyuhyun dan Rae Ra alami, dibuat bertanya-tanya, benarkah mereka memang dijodohkan? Sepertinya perjodohan mereka memang berjalan sangat lancar dan berakhir bahagia, pikir orang-orang itu.

Sementara semua orang masih terpukau, Lee Donghae sudah sibuk dengan kameranya. Ya, ia sudah sibuk memotret kejadian langka tersebut dan tidak henti-hentinya terkikik di tempatnya. Melihat dua sahabatmu yang tidak saling mencintai dipaksa untuk berciuman di depan khalayak ramai bukanlah hal yang biasa, bukan?

Walau sesungguhnya Donghae akui bahwa ini memang bukanlah ciuman pertama antara Kyuhyun dan Rae Ra. Bahkan Donghae pun juga pernah mencium bibir Rae Ra seperti itu. Sebab, sejak mereka kecil, mereka sudah terbiasa melakukan sentuhan-sentuhan semacam ini. Saling berpelukan, merangkul, gendong-menggendong, mencium pipi, mencium kening, mencium bibir, bahkan tidur di ranjang yang sama bersama-sama. Yang jelas, mereka sudah melakukan banyak hal yang banyak orang bilang sudah melewati batas pertemanan—tapi bukan berarti mereka pernah melakukan hal tidak senonoh yang tidak pantas, tentu saja. Dan dengan kenyataan itu, tidak sedikit orang yang menjadi salah paham mengenai hubungan antara Kyuhyun dan Rae Ra maupun Donghae dan Rae Ra.

Tolong jangan pertanyakan mengapa tidak ada yang salah paham mengenai pertemanan antara Kyuhyun dan Donghae.

Kemudian, Donghae tiba-tiba berhenti melakukan kegiatannya berkutat dengan kamera DSLR-nya. Ia memperhatikan Kyuhyun dan Rae Ra dalam diam. Lalu ia seperti tersadar dan terkejut sendiri di tempatnya berpijak.

Tidak. Sepertinya ia salah.

Ciuman kali ini berbeda dengan ciuman yang biasa mereka lakukan. Dan lagi pula, ciuman yang biasa mereka lakukan hanyalah sebuah kecupan ringan yang tidak terjadi hingga selama dan sedalam ini.

Dan tidak memerlukan perasaan yang seberlebihan ini ngomong-ngomong. Ia yakin akan hal itu.

Biasanya, ia akan mencium Rae Ra karena terlalu merindukan gadis itu. Atau karena gadis itu telah melakukan hal yang menurutnya sangat menggemaskan. Atau sebagai ucapan selamat tinggal ketika ia mengantar Rae Ra pulang setelah bermain bersama dengannya selama seharian penuh. Atau, yah, hal-hal sepele lainnya. Intinya, yang ingin ia katakan adalah, ia hanya akan mencium bibir Rae Ra singkat dalam hitungan detik seperti saat ia mencium kening maupun pipi gadis itu. Karena baginya, itu adalah bentuk kasih sayangnya terhadap Han Rae Ra yang sudah ia anggap seperti adik perempuannya sendiri. Dan ngomong-ngomong, Rae Ra juga selalu menciumnya singkat. Mereka tidak pernah berciuman seperti apa yang saat ini Kyuhyun dan Rae Ra lakukan. Dan seingatnya, Kyuhyun juga tidak pernah mencium Rae Ra seperti sekarang.

Berarti benar, ia memang sudah salah menduga. Ciuman Kyuhyun dan Rae Ra kali ini bukanlah ciuman yang biasa mereka lakukan.

Ciuman kali ini berbeda.

Tapi, kenapa kali ini berbeda?

Donghae benar-benar tidak memiliki gambaran mengenai jawaban atas pertanyaannya itu. Lalu, ia menghembuskan napasnya kencang, dan kembali memotret.

Lupakan saja, Lee Donghae.

                                           ΰ ΰ ΰ

    ACARA PERNIKAHAN CHO KYUHYUN DAN HAN RAE RA    BERJALAN  LANCAR DAN DIPENUHI GELAK TAWA

Itulah judul artikel yang terpampang di pencarian paling atas saat seorang pria mengetik nama Han Rae Ra di kotak pencarian di Internet. Pria itu menghela nafas berat. Dadanya terasa begitu sesak saat ia menyadari bahwa ia sudah tidak dapat melakukan apapun.

Bahwa semua pengorbanannya selama ini, hanyalah sia-sia saja.

Semua telah usai.

Ia tidak memiliki kesempatan.

                                          ΰ ΰ ΰ

Kyuhyun dan Rae Ra tetap sibuk dengan gadget mereka masing-masing sejak satu jam yang lalu mereka berada di ruang TV. Tidak mereka pedulikan fakta bahwa mereka baru saja resmi menjadi sepasang suami istri sejak beberapa jam belakangan dan malam ini adalah malam pertama bagi mereka sebagai pengantin baru. Setelah acara pernikahan mereka selesai, mereka langsung menempati apartemen yang baru keduanya beli sekitar enam bulan yang lalu karena merasa begitu lelah hingga menolak teman-temannya yang mengajak berkumpul untuk merayakan pernikahan mereka.

Kyuhyun melirik Rae Ra yang tiba-tiba tertawa sambil memandangi ponselnya. Karena penasaran dengan apa yang dilakukan oleh istrinya, Kyuhyun mendekati tubuh Rae Ra yang duduk di paling ujung sebelah kiri sofa ruang TV mereka. “Kau sedang apa?” tanyanya sambil melirik layar ponsel Rae Ra.

Rae Ra segera memasang wajah datar sambil menyembunyikan ponselnya ke bawah paha. “Aku hanya sedang membalas pesan dari teman-temanku yang memberi selamat.” sahutnya kemudian.

Kyuhyun memicingkan matanya. Menatap Rae Ra curiga. “Kau berselingkuh, ya?” tuduhnya tanpa basa-basi sambil menunjuk Rae Ra dengan sengit.

Rae Ra terkejut mendengar tuduhan tersebut tiba-tiba dilayangkan kepadanya tanpa alasan yang jelas. “Kau bercanda?”

“Apakah aku terlihat seperti sedang bercanda?”

Rae Ra mendengus gusar. “Aku tidak berselingkuh, Bodoh!”

“Bohong!”

“Aku tidak bohong, Kyu—”

“Ah, sial sekali aku. Baru saja beberapa jam aku mengganti statusku menjadi seorang suami dari seseorang, aku sudah dikhianati.” ujar Kyuhyun sambil berakting sedih dengan pura-pura menangis. Rae Ra melongo di tempatnya dengan tatapan takut. Tak lama, gadis itu menatap Kyuhyun jengah. Di dalam tatapannya ia seolah berkata ‘kau mengerikan, kau tahu?’.

Ketika Rae Ra hendak membuka mulutnya untuk mencela prilaku Kyuhyun yang menurutnya sangat tidak normal, tiba-tiba ponselnya berbunyi dengan suara Donghae yang menyanyikan sebuah lagu kesukaannya sebagai permintaan maaf dari laki-laki itu karena tidak bisa berada di samping Rae Ra saat gadis itu menangis dan pria itu sedang berada di luar negeri untuk urusan pekerjaan, sebagai nada deringnya. Rae Ra mengambil ponselnya dan menggeser simbol jawab pada layar ponselnya setelah membaca nama sang penelepon.

“Halo?” jawabnya sambil berjalan menuju dapur. Tanpa ia sadari, ia berjalan dengan diiringi tatapan curiga dari Kyuhyun.

“Kenapa dia tidak menjawab teleponnya di hadapanku? Kenapa dia seperti menghindar?” tanyanya pada diri sendiri. Perlahan-lahan, ia bangkit dari duduknya dan melangkah menuju dapur. Samar-samar ia mendengar suara Rae Ra yang sedang tertawa.

“Ya? Benarkah? Woah, kebetulan sekali, ya? Hahaha…” Rae Ra mengambil sebuah gelas dari dalam lemari penyimpanan dan menuangkan air mineral ke dalamnya dari teko di dalam kulkas.

Kyuhyun duduk di kursi tinggi di meja bar yang terdapat di dapur sambil berpura-pura serius bermain game di iPad-nya. “Rae Ra, buatkan aku teh hangat!!” serunya pada Rae Ra yang sudah berada di ambang perbatasan antara dapur dengan lorong menuju ruang tengah.

Rae Ra menoleh. Ia menatap Kyuhyun malas. “Kau bisa membuatnya sendiri, bukan?” tanyanya sambil sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga.

“Tapi aku sedang bermain game. Kau tidak lihat?” balas Kyuhyun tak peduli.

Rae Ra mendengus. “Memangnya aku pembantumu?!” cetus Rae Ra ketus.

“Kau istriku. Bukankah salah satu tugas seorang istri adalah menyiapkan minuman untuk suaminya?” ujar Kyuhyun dengan nada mengejek.

Rae Ra kembali mendengus, namun ia tidak menjawab ucapan Kyuhyun barusan walau sebenarnya terdengar begitu menjengkelkan ketika melintas di telinganya. Akhirnya, ia mengambil sebuah gelas lagi dari dalam lemari sambil mendengarkan dengan saksama ucapan dari seseorang yang meneleponnya. Beberapa saat kemudian, wanita itu mengagetkan Kyuhyun yang masih berkutat dengan iPad-nya, dengan suara tawa terbahaknya yang tiba-tiba. Membuat Kyuhyun menggerutu karena merasa sangat terganggu.

“Ya, aku juga merindukanmu… Ah, terima kasih… Kau pasti akan menyesal begitu bertemu dengannya… Apa? Tampan? Itu pasti karena efek kamera! Hahaha…”

Diam-diam, mata Kyuhyun sudah melirik sinis begitu mendengar ucapan Rae Ra yang berkata bahwa ia-merindukan-entah-siapa yang sedang berbicara dengannya di sambungan telepon. Kyuhyun turun dari kursinya dan berjalan menuju kamar tidur barunya. Tidak mau mendengar pembicaraan istrinya lebih lanjut. Karena tersadar bahwa bagaimanapun juga, ia harus memberikan ruang untuk istrinya. Istrinya pasti membutuhkan privasi dan ia harus menghargainya.

Kyuhyun berbaring di tempat tidur besar yang baru dua bulan lalu dipesannya. Ternyata nyaman juga, pikirnya. Ia menatap seisi kamarnya dengan teliti. Kemudian ia mengganjal kepalanya dengan kedua tangannya dan berpikir. Benar juga, beberapa barang di apartemen ini adalah pemberian dari teman-teman dan keluarganya sebagai hadiah atas pernikahannya dengan Rae Ra. Dan konyolnya, mereka memberikan barang-barang itu jauh sebelum acara pernikahan mereka dilangsungkan.

Selain barang-barang pemberian dan yang ia beli sendiri bersama Rae Ra, sisanya hanyalah barang-barang mereka yang awalnya berada di rumah orang tua mereka. Itupun tidak terlalu banyak. Mereka tetap harus membeli prabotan-prabotan baru. Jadi, mereka memutuskan untuk membelinya esok hari.

Kyuhyun menutup matanya dan menghela nafas berat. Rasa lelah baru terasa menjalari seluruh tubuhnya dengan merata. Ia kembali menghela nafasnya. Ternyata, seperti ini rasanya menikah? Tidak ada yang berbeda selain fakta bahwa aku tinggal bersama wanita menyebalkan dengan otak gilanya itu, batin Kyuhyun.

“Kyuhyun, kau sudah tidur?” Tiba-tiba suara Rae Ra terdengar. Disusul oleh suara langkah Rae Ra yang berjalan mendekat ke arah Kyuhyun yang masih terbaring di tempat tidur.

“Belum, memangnya kenapa?” sahut Kyuhyun masih sambil terpejam.

“Ini, tehmu,” jawab Rae Ra sambil duduk di pinggir tempat tidur.

Tanpa Rae Ra sadari, Kyuhyun mengernyit bingung. Teh? Kapan ia memintanya?

Oh! Ia baru ingat!

Kyuhyun pun langsung membuka matanya dan membetulkan posisinya menjadi duduk. Lalu mengambil alih gelas yang dipegang Rae Ra dan langsung menghabiskan cairan berwarna cokelat gelap itu hingga tak tersisa.

Sebenarnya, saat tadi ia meminta Rae Ra untuk membuatkannya segelas teh, Kyuhyun hanya bermaksud untuk mencari perhatian Rae Ra entah untuk apa.

Setelah meneguk habis tehnya, Kyuhyun menaruh gelas tehnya ke atas nakas yang berada di sisi tempat tidurnya. Setelah itu, pria itu kembali berbaring dan memejamkan matanya tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Rae Ra menatap Kyuhyun sejenak. Tak lama, ia bangkit dari duduknya dan naik ke atas tempat tidur dengan gerakan yang menurut Kyuhyun sangat rusuh dan mengganggu. Rae Ra ikut membaringkan tubuhnya tepat di samping Kyuhyun dengan jarak yang sangat dekat hingga membuat tubuh mereka bersentuhan. Ia memandangi langit-langit kamarnya saat memulai pembicaraan, “Cho, tadi sepupuku bilang, dia ingin bertemu denganmu. Dia tidak menghadiri pesta pernikahan kita karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya di Italia. Mungkin baru akhir tahun nanti dia pulang ke Korea untuk merayakan natal bersama keluarga kami,”

Kyuhyun membuka matanya dan menoleh pada Rae Ra. “Jadi, sepupumu yang menghubungimu tadi?” tanya Kyuhyun yang mendapat anggukkan singkat dari Rae Ra. “Oh, lalu?”

“Aku berpikir, bagaimana jika kita ke Italia?” Rae Ra berkata dengan nada suara yang menggebu-gebu. Ia tersenyum dengan mata berbinar.

Kyuhyun terkekeh geli. “Oh… Kau mau mengajakku bulan madu rupanya,”

Mata Rae Ra terbelalak. “Bulan madu?! Tidak!” bantah Rae Ra langsung, “Aku mengajakmu berlibur!”

Kyuhyun tertawa keras. Membuat Rae Ra menggeram karena merasa bahwa Kyuhyun seperti merendahkan dirinya melalui tawa itu.

“Yeah, kau mengajakku berlibur setelah kita menikah, itu sama saja disebut dengan bulan madu, Rae Ra Sayang.” balas Kyuhyun sambil menyeringai menggoda.

“Apa? Tentu saja berbeda! Bagiku, definisi berlibur dan bulan madu itu tidak sama!” jelas Rae Ra sambil bersedekap di depan dada dengan wajah kesal.

“Benarkah?” Kyuhyun bertanya dengan nada menantang, “Baiklah, jelaskan definisi berlibur dan bulan madu menurut seorang Nona Besar Han Rae Ra yang Terhormat.” Kyuhyun memiringkan tubuhnya ke arah Rae Ra sambil menopangkan kepalanya dengan tangan kiri.

“Berlibur itu, yeah, seperti yang kau tahu, berpergian ke tempat-tempat indah yang ingin kau datangi. Sedangkan bulan madu…” Rae Ra menggangtungkan kata-katanya.

“Ya?”

“Hmm…” gumam Rae Ra. Ia tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya pada pria menyebalkan di sampingnya itu. Ia kesulitan merangkai kata-kata dengan tepat. Kyuhyun terlihat menunggu jawabannya, membuat gadis itu dilanda kepanikan.

“Apa, Rae Ra?” desak Kyuhyun tak sabar.

“Bulan madu itu… sepasang suami dan istri yang pergi ke tempat-tempat indah dan romantis berdua…” jawab Rae Ra kemudian.

Kyuhyun mendengus sesaat. “Lalu apa bedanya dengan kita yang akan ke Italia? Kita sudah resmi menjadi suami istri, kita hanya akan pergi berdua ke Italia, dan Italia adalah tempat yang indah dan romantis omong-omong.” Kyuhyun tetap bersikeras bahwa mereka akan berbulan madu, bukan berlibur. Dan karena hal itu, Rae Ra kembali dibuat sebal oleh laki-laki itu.

“Sudah aku katakan, dua hal itu berbeda!” seru Rae Ra.

“Apa lagi yang berbeda?” Kyuhyun mengangkat alisnya. Terlihat semakin tertarik dengan pembicaraan mereka saat ini.

“Kalau bulan madu, pasangan suami istri itu akan melakukan hal-hal romantis bersama… dan mereka juga akan melakukan itu.” jelas Rae Ra sedikit salah tingkah. Kyuhyun mengerutkan keningnya, berpura-pura tidak mengerti. Sebisa mungkin pria itu memasang ekspresi datar meskipun kenyataannya, ia ingin sekali menyemburkan wajah Rae Ra dengan tawanya.

“Itu? Itu apa maksudmu? Aku tidak mengerti.”

“Aissh, masa kau tidak mengerti? Bukankah kau pria mesum?” dengus Rae Ra gemas. Tidak sadar bahwa ia telah salah bicara.

Kyuhyun kembali mengangkat alisnya tinggi-tinggi. Menatap Rae Ra dengan senyuman menyeringai lebar. “Ahh… jadi berhubungan dengan hal mesum? Memangnya apa? Aku jadi penasaran.” tanya Kyuhyun dengan tatapan tertarik yang tidak tertutupi. Rae Ra berdecak sebal dan membuang mukanya. “Kenapa diam? Cepat jelaskan padaku!” pinta Kyuhyun dengan nada memerintah ketika melihat Rae Ra hanya terdiam dan tidak memberikan tanda-tanda bahwa wanita itu akan menjawab pertanyaannya.

“Kenapa aku harus menjelaskannya?!” protes Rae Ra tak senang.

“Kau harus mempertanggung jawabkan ucapanmu!”

“Tidak mau!”

“Cepat!!”

“Iya! Kau tidak sabaran sekali!” geram Rae Ra. Ia menggigit bibir bawahnya gugup. Kyuhyun tetap menatap gadis itu dengan tatapan menuntut.

Akhirnya, Rae Ra menyahut dengan enggan, “Maksudku pasangan suami istri itu akan membuat… bayi…” Dan suaranya semakin lama semakin mengecil terutama pada kata terakhir yang meluncur keluar dari bibirnya.

Rae Ra merasa topik pembicaraan mereka kali ini sangat tidak menyenangkan karena terdengar begitu vulgar. Benar-benar sangat mengganggunya. Dan saat ini, Rae Ra hanya dapat memandangi langit-langit kamar barunya dengan canggung.

Karena merasa bingung dengan diamnya Kyuhyun, Rae Ra pun membalas tatapan Kyuhyun yang sejak tadi menatapnya. Rasa malu benar-benar ia rasakan karena kebisuan Kyuhyun setelah laki-laki itu mendengar jawabannya.

Sedetik kemudian, suara tawa Kyuhyun memenuhi setiap inci ruangan itu, “HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA…”

Wajah Rae Ra memerah. Spontan, ia terduduk di atas tempat tidur dengan wajah kesal bukan main. Ia memukuli tubuh Kyuhyun dengan keras. “Hei! Diam!!! Tidak ada yang lucu! Kenapa kau tertawa??!!” serunya masih sambil memukuli tubuh Kyuhyun. Ia semakin bertambah brutal memukuli tubuh laki-laki yang sejak beberapa jam lalu resmi menjadi suaminya itu. Tapi Kyuhyun tetap tertawa terbahak-bahak. “Aku bilang, diam!!!”

“Kata-katamu lucu sekali, Rae Ra! Hahaha…”

Rae Ra mencubit perut Kyuhyun dengan sepenuh hati, jiwa, dan raganya. Menyebabkan Kyuhyun berteriak kesakitan dengan histeris. “Baiklah, baiklah, aku bersumpah, aku tidak akan menertawaimu lagi. Lepaskan cubitanmu!” pinta Kyuhyun sambil menahan sakit. Sebuah cubitan dari seorang Han Rae Ra memang selalu mampu melumpuhkan seorang pria dengan tatapan tajam bernama Cho Kyuhyun. Tapi anehnya, hanya Rae Ra-lah yang mampu melakukan hal itu. Kyuhyun akui Rae Ra memang wanita kuat yang sangat hebat.

Rae Ra melepaskan cubitannya dengan wajah puas. “Rasakan,” ledeknya pada Kyuhyun. Ia menatap Kyuhyun yang berekspresi seperti akan mati tidak lama lagi sambil mengelus perutnya yang tadi dicubit oleh Rae Ra dengan pandangan sengit. “Cih, baru beberapa jam aku menjadi istrimu, kau sudah membuatku ingin sekali mencekikmu sampai mati. Bagaimana aku bisa bertahan di sisimu selamanya?” gerutu Rae Ra asal.

Kyuhyun menghentikan gerakan tangannya. Ia terpaku di tempatnya mendengar gerutuan Rae Ra barusan. Ia pandangi Rae Ra lekat-lekat. Rae Ra yang awalnya tidak menyadari bahwa Kyuhyun sedang menatapnya penuh arti karena sedang sibuk mencari ponsel, kini menatap Kyuhyun lurus-lurus dan alis terangkat satu.

“Apa? Kenapa memandangiku seperti itu?” tanyanya.

Kyuhyun bangkit dari tidurnya dan merubah posisinya menjadi terduduk tepat di depan Rae Ra. Ia melemparkan sebuah senyum penuh makna ke arah istrinya itu. “Benar juga, bukankah kita baru saja menikah? Berarti, malam ini adalah malam pertama kita.” ucap Kyuhyun dengan tatapan nakal. Ia mendekati tubuh Rae Ra yang sedang mengerjap tak mengerti.

“Kau mau apa?” tanya Rae Ra kemudian dengan perasaan yang tidak enak. Jantungnya mulai berdebar kencang begitu mendapat sinyal bahaya.

“Artinya, kita bisa membuat bayi malam ini , bukan?” lanjut Kyuhyun sambil tersenyum mesum. Rae Ra menelan ludahnya sambil mencoba mencerna setiap patah kata yang diucapkan Kyuhyun padanya. Dan ketika ia mulai mengerti maksud dari ucapan Kyuhyun, tubuhnya langsung meremang. Ia menatap Kyuhyun sambil bergidik ngeri.

“Apa maksudmu?!”

“Ah, aku tahu kau mengerti apa yang aku maksud, Istriku.” Kyuhyun semakin mendekati tubuh Rae Ra masih dengan senyuman mesum dan tatapan nakalnya. Rae Ra dengan refleks mundur berjengkal-jengkal dari jangkauan Kyuhyun. Namun Kyuhyun masih saja mendekatinya.
Rae Ra masih mencoba untuk bersikap tenang. Ia mendengus. “Jangan bercanda, Kyuhyun.”

Kyuhyun membalas perkataan Rae Ra dengan senyuman dan kedipan di sebelah matanya.

Rae Ra terkesiap dan mulai merasa gugup. “Bukankah kita memiliki kesepakatan—“

“Kesepakatan apa yang kau maksud, Sayang? Aku tidak peduli dengan kesepakatan bodoh yang kita buat. Aku tidak peduli jika kita pernah sepakat bahwa kita akan melewatkan malam pertama kita begitu saja. Aku tidak peduli jika kita pernah sepakat bahwa kau dan aku tidak akan melakukannya. Aku tidak peduli pada apapun yang menghalangiku untuk melakukan hal itu padamu. Kau dengar?” Kyuhyun memainkan alisnya naik turun. Rae Ra semakin takut ketika ia menatap wajah Kyuhyun yang tampak sangat serius dengan ucapannya. Jika akhirnya akan seperti ini, kesepakatan mereka sama saja dengan omong kosong.

“Cho Kyuhyun, jangan seperti ini! Tidak lucu!”

“Aku memang sedang tidak bergurau, Sayang.” Kyuhyun menyahut sambil menarik lengan Rae Ra mendekat begitu Rae Ra hendak bangkit berdiri dan ingin melarikan diri dari apartemen itu. Rae Ra memekik terkejut saat tubuhnya tiba-tiba tertarik karena ulah Kyuhyun.

Kyuhyun menyeringai penuh kemenangan. Di dalam mata Rae Ra, detik ini Kyuhyun benar-benar tampak serupa dengan para pria mesum yang akan memperkosa seorang gadis di bawah umur. Sangat mengerikan.

“HEI!! LEPASKAN!!” teriak Rae Ra sambil memberontak minta dilepaskan. Kyuhyun hanya terkekeh geli melihat Rae Ra yang meski sudah meronta hebat dengan menggerakkan kaki dan tangannya agar terlepas dari belenggunya, tetap saja tidak berdaya menghadapinya.

Meski sesungguhnya, Kyuhyun cukup kewalahan juga.

Kyuhyun membaringkan tubuhnya sambil menarik tubuh Rae Ra. Membuat tubuh gadis itu berada tepat di atas tubuhnya. Kyuhyun tersenyum dengan tatapan seduktif yang belum pernah dilihat oleh Rae Ra seumur hidupnya. Keringat dingin mulai membasahi dahi Rae Ra meski faktanya, pendingin ruangan di dalam kamar itu sudah di nyalakan sejak tadi.

“CHO KYUHYUUUNNN!!!!! LEPASKAN!!!!!”

“Ssst… Bisakah kau diam?” kata Kyuhyun sambil mengecup hidung Rae Ra, yang mampu membuat si empunya hidung mengernyit dengan wajah jijik.

“Lepaskan aku dulu—HEIII!!!” Suara melengking Rae Ra terdengar semakin histeris saat Kyuhyun dengan seenaknya merubah posisi mereka menjadi Rae Ra yang berada di bawah sedangkan pria itu berada di atas. Kyuhyun menahan kedua tangan Rae Ra yang berada di atas kepala wanita itu dengan salah satu tangannya, sedangkan tangannya yang lain digunakannya untuk menahan tubuhnya agar tidak terlalu menekan tubuh Rae Ra yang ia letakkan tepat di sisi wajah istrinya itu.

Jantung Rae Ra semakin menghentak dengan begitu gilanya ketika melihat bagaimana posisinya dan Kyuhyun saat ini. Posisi mereka benar-benar sangat intim. Ia menatap Kyuhyun dengan tajam. “Le-pas-kan-a-ku!!!” Ia tak henti-hentinya berteriak minta dilepaskan meski ia tahu saat ini ia tidak berdaya di bawah kekuasaan Kyuhyun. Ia menggerak-gerakkan kakinya dengan heboh. Berusaha menendang Kyuhyun. Tapi Kyuhyun dengan sigap menahannya dengan salah satu kaki panjangnya. Dalam hati, Rae Ra dibuat bingung pada dirinya sendiri. Sejak kapan ia menjadi selemah ini?

“Sudahlah, kau nikmati saja, Rae Ra…” Setelah mengatakan hal itu, Kyuhyun perlahan mencondongkan wajahnya pada wajah Rae Ra yang terlihat sangat panik namun berusaha mati-matian untuk ditutupi. Kyuhyun benar-benar sangat perlahan-lahan mendekati wajah Rae Ra, sengaja untuk membuat wanita itu semakin merasa gugup. Karena sudah tidak tahan, Rae Ra pun menutup matanya takut sambil mengarahkan wajahnya ke arah lain. Namun tiba-tiba terdengar suara Kyuhyun yang mengancamnya dengan nada tegas dan membuatnya kelimpungan, “Jangan mengalihkan wajahmu. Atau kau akan mendapat masalah yang lebih besar, Miss.” Setelah mendengarnya, Rae Ra langsung kembali menggerakkan kepalanya ke tempat semula saking takutnya.

Han Rae Ra yang Hebat sudah berubah menjadi Han Rae si Pengecut sepertinya.

Tapi… Kyuhyun hanya akan menciumnya, bukan?

Rae Ra tahu Kyuhyun tidak pernah tidur dengan wanita manapun, jadi tidak mungkin pria itu dapat melakukan hal itu padanya, benar?

Dengan kepala dipenuhi pemikiran-pemikiran yang dirasa dapat memberi kelegaan bagi Rae Ra, ia masih memejamkan matanya saat merasakan deru nafas menerpa wajahnya dengan sangat jelas. Tapi setelah itu, setelah detik demi detik terlewati, tidak ada yang terjadi—bukan berarti ia mengharapkan sesuatu akan terjadi, ia hanya merasa heran karena seharusnya, Kyuhyun melakukan sesuatu setelah sejak tadi terus mendekati wajahnya dengan tubuh yang sangat menghimpit tubuhnya dan membuat dirinya sesak nafas.

Karena merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Rae Ra pun memberanikan diri untuk membuka matanya perlahan-lahan. Dan kemudian, ia langsung dihadapkan oleh wajah tampan Kyuhyun yang melongo sambil menatapnya. Mata Rae Ra memandang tepat pada iris cokelat gelap milik pria itu selama beberapa detik dengan peluh yang terus berjatuhan. “Apa-apaan ini?! Lepaskan aku, Bod—“

Omelan Rae Ra terputus karena Kyuhyun dengan tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan lebih dahulu, menempelkan bibirnya pada bibir tipis Rae Ra yang sedikit terbuka, dengan sangat lembut. Rae Ra tercengang di tempatnya ketika merasakan bibir Kyuhyun mulai melumat bibir bawahnya. Setelah itu, ia dapat merasakan bibir Kyuhyun yang terus melumat bibirnya tanpa henti. Tanpa sadar, Rae Ra akhirnya memejamkan kedua matanya. Mulai menikmati ciuman mengejutkan itu. Dan Kyuhyun menyadari hal itu, sehingga ia terseyum tipis di tengah pagutan bibir mereka.

Ciuman lembut itu berubah menjadi semakin dalam ketika Rae Ra yang awalnya tidak membalas dan hanya memejamkan matanya, kini mulai membalas dan mengikuti permainan Kyuhyun. Untuk sesaat, Rae Ra ingin melupakan fakta bahwa Kyuhyun adalah sahabatnya. Sedangkan Kyuhyun, bahkan ia sudah lupa bahwa Rae Ra adalah sahabatnya. Yang ia tahu, Rae Ra adalah istrinya. Hanya itu.

Tangan Kyuhyun yang semula digunakannya untuk menahan tangan Rae Ra, kini ia gunakan untuk menahan tubuhnya juga. Sebab, tangan yang ia gunakan sejak tadi untuk menahan tubuhnya sudah mulai bergetar karena lemas. Dan tanpa sadar, salah satu lengan Rae Ra sudah bergantung di leher Kyuhyun.

Tiba-tiba Kyuhyun mengangkat tubuh ringan Rae Ra menggunakan salah satu tangannya untuk membetulkan letak kepala wanita itu agar berada di atas bantal mereka yang besar dan empuk. Konyolnya, Kyuhyun berpikir bahwa jika kepala Rae Ra berada lebih tinggi dari sebelumnya, maka kegiatan mereka dapat semakin mudah terlaksana dan ciuman mereka dapat semakin dalam.

Astaga, pemikiran macam apa itu, Cho Kyuhyun?

Kyuhyun mengelus lengan Rae Ra yang berada di lehernya dengan sangat lembut. Benar-benar lembut hingga membuat Rae Ra semakin larut ke dalam permainan mereka. Begitu pula dengan Kyuhyun yang semakin bersemangat ketika Rae Ra membelai rambutnya dengan tangannya yang lain.

Ciuman itu semakin menuntut setiap detiknya. Kyuhyun mulai menggerakkan lidahnya untuk mengabsen deretan gigi putih Rae Ra. Ia menghisap bibir Rae Ra disusul dengan kecupan-kecupan ringan sebelum akhirnya kembali melumat bibir gadis itu dengan tidak sabaran.

Peluh tak henti-hentinya mengaliri wajah tampannya yang membuatnya semakin terlihat begitu tampan.

Selama sepersekian detik, Rae Ra mengaku pada dirinya sendiri bahwa Kyuhyun memang pantas menjadi seorang casanova seperti yang selalu diumumkan pria itu selama ini pada seluruh dunia. Dapat dilihat dari Kyuhyun yang memperlakukan Rae Ra yang diciumnya dengan sangat lembut dan mampu membuat wanita itu semakin larut dan larut ke dalam ciuman mereka tanpa bisa memberontak. Pria itu seolah mengetahui setiap perlakuan-perlakuan yang dapat membuat para wanita tidak mampu menggunakan otak mereka dengan benar. Rae Ra berpikir, mungkin Kyuhyun tidak akan pernah mendapat penolakan saat pria itu mencium wanita manapun yang ia inginkan dengan tiba-tiba karena perlakuannya dapat membuat wanita yang diciumnya seolah merasa begitu diinginkan.

Dan jangan lupakan fakta bahwa Cho Kyuhyun adalah pencium yang hebat.

Tangan Kyuhyun sudah tidak dapat menahan tubuhnya lagi, hingga akhirnya, tubuhnya kini benar-benar menimpa tubuh Rae Ra. Tanpa berniat melepaskan bibir Rae Ra barang sedetik, ia berguling agar tubuh wanita itu kini berada di atas tubuhnya. Salah satu tangannya menekan tengkuk Rae Ra. Sedangkan tangannya yang lain tak henti-hentinya mengelus punggung Rae Ra yang terbalut dengan setelan baju tidur bermotif Bugs Bunny yang sudah terbuka setengahnya karena kegiatan mereka.

Kyuhyun memiringkan wajahnya untuk sedikit memberi akses udara masuk ke dalam paru-parunya dan Rae Ra. Tangan Rae Ra kini menyentuh pipi Kyuhyun dengan gerakkan yang begitu lembut. Membuat Kyuhyun semakin gila dengan ciuman mereka.

Kyuhyun bertanya-tanya, kenapa Rae Ra dapat bersikap setenang ini? Seolah mereka saat ini hanya sedang belajar mengecup singkat.

Rae Ra menggigit bibir bawah Kyuhyun pelan. Memberi sensasi tersendiri bagi Kyuhyun. Tangan Kyuhyun yang awalnya mengelus punggung wanita itu, kini ia gunakan untuk memeluk pinggang ramping Rae Ra dengan erat.

Terbersit dalam pikiran Kyuhyun bahwa tubuh Rae Ra memang tercipta dengan begitu sempurna. Benar-benar sempurna.

Kemudian, karena ingin menghilangkan pikiran kotornya ditambah dengan paru-paru mereka yang sudah berteriak meminta lebih banyak pasokan oksigen, dengan sangat terpaksa, Kyuhyun melepaskan tautan bibir mereka dengan nafas terengah-engah setelah ia menghisap bibir Rae Ra sesaat sebelum akhirnya pria itu benar-benar melepaskan bibir gadis itu. Kyuhyun kembali berguling hingga ia kembali berada di atas tubuh Rae Ra dan kembali menggunakan kedua tangannya untuk menahan tubuhnya. Kini peluh membanjiri dahi dan pakaian mereka. Saat keduanya sudah membuka mata, masih dengan jarak wajah yang tidak lebih dari tiga sentimeter, mereka saling memandang iris mata di hadapan mereka lekat-lekat. Dengan jarak tubuh yang sangat minim dan hampir bersentuhan, mereka saling membagi deru nafas tersengal yang mereka miliki.

Masih dengan dada yang naik turun, Kyuhyun tersenyum menggoda. “Tidak buruk, bukan?” tanyanya dengan nada bergurau.

Rae Ra mengangkat sedikit kedua alisnya. Lalu ia mencibir, “Dasar bodoh! Bisa-bisanya kau mengajakku melakukan hal ini,” membuat Kyuhyun menyengir polos, “Kita belum pernah melakukan hal ini sebelumnya, bukan?”

Kyuhyun menggeleng. “Sepertinya belum. Biasanya kita hanya membagi kecupan ringan yang membosankan. Tidak pernah sampai mengeluarkan peluh sebanyak ini.” jawab Kyuhyun sambil tertawa.

Rae Ra mengangguk. “Ya, kau benar.”

Untuk sesaat, keheningan menyelimuti keduanya. Kyuhyun masih tidak bosan-bosannya memandangi manik cokelat indah milik Rae Ra. “Kau tahu? Awalnya aku tidak bermaksud untuk menciummu. Aku hanya mencoba untuk menggodamu saja. Dan, ternyata… Itu benar-benar di luar dugaanku. Sungguh.” papar Kyuhyun bersungguh-sungguh.

Rae Ra tertegun selama beberapa saat. Ia memandangi Kyuhyun dengan wajah datar, lalu ia mendorong tubuh Kyuhyun dari atas tubuhnya dengan wajah bengis. “DASAR BODOH!!!! KAU MEMBUAT AKU HAMPIR MATI KETAKUTAN, BRENGSEK!!! AKU PIKIR, KAU BENAR-BENAR AKAN MEMPERKOSAKU!!!!!!!!” Serta merta Rae Ra berteriak dengan berang tepat di depan telinga Kyuhyun.

Kepala Kyuhyun sedikit terhuyung karena pening. Ia memandangi Rae Ra takut-takut. “Kau seharusnya tahu aku tidak akan memperkosamu. Aku masih normal, Rae Ra.”

“Apa maksdmu?!” sergah Rae Ra, “Jadi, kalau ada seorang pria yang berani memperkosaku, berarti dia tidak normal? Begitu?!”

Kyuhyun mengangkat bahunya dengan wajah tidak berdosa. “Aku tidak bilang begitu. Kau yang berpikiran seperti itu. Jadi, ya sudah,”

“KAU SUDAH BOSAN HIDUP RUPANYA, HAH??!”

Rae Ra menerjang tubuh Kyuhyun hingga terjatuh. Ia menduduki perut Kyuhyun dengan tangan mencekik leher pria itu. Kyuhyun mendelikkan matanya. “Hei!! Lepaskan aku!!! Kau mau jadi janda, ya??!!!”

“Biar saja! Jika kau mati dan aku harus menjanda, masih banyak kolega ayahku yang seumuran denganku atau denganmu yang bersedia menikah denganku. Dan aku, akan menjadi janda yang kaya raya karena suami baruku adalah orang yang sangat kaya dan seluruh harta kekayaan yang kau miliki akan jatuh ke tanganku. Hahahaha…” timpal Rae Ra lalu tergelak seperti tokoh jahat di dalam film. Tanpa sadar, tangannya yang sedang mencekik leher suaminya mengendur. Dan hal itu digunakan Kyuhyun untuk terbebas dari siksaan wanita barbar itu. Ia cepat-cepat merubah posisinya menjadi duduk, hingga akhirnya, kini Rae Ra berada di atas pangkuannya. “Woah!” teriak Rae Ra tertahan karena terkejut dengan gerakan tiba-tiba Kyuhyun.

“Dan jika hal itu sampai terjadi, arwahku akan membuatmu dan suami barumu tidak hidup tenang. Sampai akhirnya, kalian berdua menjadi gila dan mati. Lalu, kau akan bertemu kembali denganku di alam baka.”

“Tapi, sebelum aku dan suamiku menjadi gila karena ulahmu, aku akan mendatangi seorang pendeta dan dia akan mengusirmu agar kembali ke tempat seharusnya kau berada.”

“Oh, aku tidak akan pergi kemanapun meski kau sudah mendatangi beratus-ratus pendeta yang ada di seluruh penjuru dunia untuk mengusirku.”

“Kalau begitu, aku tidak akan mengusirmu. Aku akan meminta tolong pada seorang pendeta untuk mendatangkanmu ke hadapanku, lalu kita bicarakan secara baik-baik masalah ini. Kita harus berdamai dan kau harus membiarkan aku melanjutkan hidupku bersama suami baruku. Kau harus merelakan aku hidup bahagia dengan kekayaan yang kau miliki. Aku tidak akan membuatmu pergi jika kau memang tak ingin. Tapi setidaknya, biarkan aku bahagia dengan kehidupanku yang baru tanpa dirimu. Aku tidak keberatan jika kau sesekali menampakkan dirimu dihadapanku—asalkan, kau tidak mencoba untuk menakutiku dengan wajah menyeramkan yang baru kau miliki. Atau mungkin, kau tetap ingin berada di sisiku dan kita masih bisa berbincang, berdebat, dan bergurau seperti ini, aku juga tidak keb—”

Kyuhyun mengecup singkat bibir Rae Ra yang sejak tadi menjadi fokus utamanya karena bibir itu tampak sangat merah dan agak membengkak akibat ciuman mereka tadi. Membuat ucapan Rae Ra mengenai apa yang akan terjadi jika seandainya Kyuhyun mati dan mengganggunya, terpotong. Kyuhyun mendengus. “Kenapa kau bicara seolah-olah aku memang akan mati besok? Menyebalkan sekali.” celetuk Kyuhyun tak suka.

Rae Ra mengangkat bahunya singkat dengan wajah tenang. Gadis itu benar-benar tidak terpengaruh oleh ciuman yang diberikan Kyuhyun seperti gadis-gadis lain yang mungkin akan langsung kehilangan jantungnya setelah dicium oleh laki-laki itu. Ia hanya berpikir bahwa hal itu sudah biasa mereka lakukan sejak kecil sampai dewasa seperti ini. Lagipula tidak ada yang istimewa di antara dirinya dan Kyuhyun.

Saat Rae Ra hendak bangkit dari pangkuan Kyuhyun untuk kembali berbaring, Kyuhyun merengkuh pinggangnya untuk menahan Rae Ra agar tetap berada di pangkuannya. “Aku berpikir, kau adalah partner berciuman yang menyenangkan. Bagaimana kalau kita melakukannya lagi?” tawar Kyuhyun dengan senyuman sok polosnya yang menampakkan deretan gigi putihnya dan mata berbinar penuh harapan.

Rae Ra menatap Kyuhyun lelah. Setelah itu mendorong dahi Kyuhyun dengan wajah tak peduli. “Jangan banyak berharap!! Dasar mesum!! Tak tahu ma—“

Dan untuk kesekian kalinya, Kyuhyun kembali memotong ucapan Rae Ra dengan menempelkan bibir miliknya pada bibir merah muda Rae Ra.

Dan untuk kesekian kalinya pula, Kyuhyun mampu membuat Rae Ra terbuai dengan ciumannya hingga akhirnya tidak dapat menolak. Refleks, Rae Ra memejamkan matanya dan mulai membalas setiap ciuman Kyuhyun pada bibirnya.

Biarpun mereka sudah membagi seribu ciuman sedalam ini, mereka sadar, mereka tidak akan pernah berubah.

Akan tetap saling menyayangi sebagai seorang sahabat.

Akan tetap saling bertengkar dan berdebat tentang banyak hal.

Akan tetap saling menertawakan satu sama lain.

Akan tetap saling berpelukan tanpa ada debar.

Dan akan tetap saling memiliki peraduan cinta mereka masing-masing.

Yeah, mereka tahu, bahwa seminim apapun jarak yang mereka buat, akan selalu ada jarak untuk mereka yang tidak saling mencintai.

ͼ                                                  Θͽ

161 thoughts on “What’s Your Feeling Part 2

  1. MEREKA YG CIUMAN, KENAPA GUE YG DEGDEGAN 😂
    .
    .
    “Tolong jangan pertanyakan mengapa tidak ada yang salah paham mengenai pertemanan antara Kyuhyun dan Donghae.”

    Baru mau gue tanyain 😂😂😂

    Suka

  2. hemmm pnsaran sama khidupan pernikahan kdepannya
    apa mereka berakhir saling menghjanati atau berakhir saling mencintai
    semoga tetap berakhjr bersama

    Suka

  3. Walaupun nyangkal sebagaimana pun bakalan ada rasa diantara meraka, kayak pepatah sepandai-pandai tupau melompat bakal jatuh juga(#plakk abiakan komen gk nyambung 😁 ) next thore…

    Suka

  4. Mereka lucu banget sih😁 belum ada perasaan aja udah romantis.. apalagi nanti klo udah punya rasa..
    Itu yang ngerasa sesak waktu liat artikel rae ra sama kyu nikah siapa ya? Semoga gak ada pengganggu hubungan mereka.. Keep writing😊

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s