Cool Husband Part 15 END


photogrid_1479359230948

 

“Cool Husband”

©2017 Flaming Teeth Rich

Main cast: Cho Kyuhyun | Kim Hyuna

Support cast : Find by ur self ^~^

Category: NC21 | Romance, Married Life, Happy | Chapter.

Happy Reading~


[Chapter 15]

Kyuhyun’s home, Pyeongchang-dong Real Estate – Seoul 9:30pm KST

Kyuhyun mendongak dari laptop di pangkuannya ketika merasa terganggu oleh istrinya yang sedang berjalan mondar-mandir di depan ranjang tidur mereka. Dalam hati, Kyuhyun ingin tertawa melihat bagaimana kepayahannya istrinya—dengan perut besarnya berjalan seperti siput.

“Tiga minggu lagi.”

Hyuna menghentikan langkah kakinya ketika mendengar gumaman suaminya. Dia menoleh kepada suaminya yang sepertinya belum selesai dengan kata-katanya. Laki-laki itu tengah mematikan laptop di pangkuannya dan meletakkan benda itu ke atas nakas di sisi kanannya.

“Tiga minggu lagi, bayiku akan terlahir ke dunia ini.” Kata Kyuhyun dengan senyuman. Tetapi, dia terkejut ketika istrinya berteriak kepadanya.

Bayiku juga!”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Tidak ingin berdebat dengan istrinya dan membuat perempuan itu mengeluarkan tanduk di kepalanya. Entah mengapa, belakangan ini istrinya itu cenderung bersikap ketus kepadanya. Jika biasanya Hyuna akan menanggapi candaannya dengan candaan, tetapi belakangan ini istrinya akan menanggapi candaannya dengan serius. Menganggap hal itu adalah sesuatu yang serius.

Bayi kita. Anak pertama kita.” Kata Kyuhyun kemudian. Membuat istrinya tersenyum. “Duduk disini.” Kyuhyun menepuk-nepuk sisi kiri ranjang yang kosong. “Berhentilah mondar-mandir seperti itu. Apa tidak lelah, huh?”

Hyuna mendengus, tetapi ia menuruti kata-kata suaminya. Berjalan memutari ranjang dan dengan susah payah naik ke atas ranjang sambil mengulurkan tangannya kepada Kyuhyun yang dengan senang hati membantunya.

“Oh… Anakku yang pintar.” Gumam Hyuna ketika ia telah berhasil menyandarkan punggungnya pada headboards di belakangnya. Ia lalu melemparkan tatapan tajam kepada Kyuhyun ketika mengingat kata-kata suaminya tadi. “Kau pikir, apa yang aku lakukan, Cho Kyuhyun?”

Kyuhyun menaikkan alisnya tidak mengerti.

“Aku berjalan mondar-mandir seperti itu, karena dokter Ahn menyarankan kepadaku untuk tidak bermalas-malasan. Kau tahu kan, aku ingin menjalani persalinan normal.” Hyuna meletakkan jari telunjuknya di bibir Kyuhyun ketika laki-laki itu ingin menyuarakan pikirannya. “Tidak, Cho Kyuhyun.” Hyuna menggeleng ketika dia tahu apa yang sedang suaminya itu pikirkan. “Aku tidak mau caesar. Selama aku mampu dan bisa melakukan persalinan normal, kenapa tidak?”

Kyuhyun memejamkan mata sejenak sambil menahan nafasnya ketika lagi-lagi istrinya menggeleng.

“Normal ataupun Caesar, keduanya sama-sama sakit.” Kata Hyuna sambil tetap meletakkan jari telunjuknya di bibir Kyuhyun. Tidak memberikan kesempatan suaminya untuk berbicara. “Itulah kodrat seorang perempuan, Cho Kyuhyun. Mereka dengan senang hati rela berkorban dan menahan sakit untuk melahirkan keturunan suaminya.” Hyuna tersenyum di akhir kalimatnya. “Jangan khawatir, okay?” Dia menjauhkan jari telunjuknya dari bibir Kyuhyun. Memberikan kesempatan kepada suaminya untuk menyuarakan pikirannya.

“Tapi jika persalinan normal, sakitnya akan lebih terasa, sayang.. Jika kau melakukan persalinan caesar, setidaknya rasa sakitnya tidak seperti ketika melahirkan normal. Tolong..Caesar saja ya?”

Hyuna menggeleng. Membuat Kyuhyun benar-benar ingin membenturkan kepalanya ke tembok. Tak apa sakit, asal sifat keras kepala istrinya itu menghilang selamanya.

‘Oh, Tuhan… Andai saja itu terjadi. Pasti akan sangat menyenangkan.’

Lalu, bagaimana dengan nasib kepalanya?

Ketika hening itu tercipta, mereka sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing. Kyuhyun dengan rasa khawatirnya yang entah sejak kapan menjadi bagian dari dirinya. Dan Hyuna yang tidak akan pernah mau melakukan persalinan Caesar ketika ia dinyatakan mampu melakukan persalinan normal.

Hyuna yang menyadari kekhawatiran suaminya, meraih tangan laki-laki itu dan meletakkannya di atas perut besarnya.

Kyuhyun menaikkan alisnya tetapi kemudian tersenyum ketika mendapati senyum hangat di bibir istrinya.

“Aku tidak takut merasakan rasa sakit itu, Kyu. Tidak takut sama sekali karena aku tahu, kau akan ada di sisiku ketika nanti aku melahirkan bayi kita.” Hyuna meletakkan tangannya di atas tangan Kyuhyun. “Rasanya mungkin akan sangat sakit. Tetapi, ketika kau berdiri di sampingku. Menggenggam erat tanganku dan menyemangatiku melahirkan bayi kita, rasa sakitnya pasti tidak akan terasa.”

Kyuhyun tahu, istrinya hanya sedang berusaha menghiburnya dari rasa khawatirnya. Ia mengangguk. Menyentuh lembut kepala istrinya dan mengecup kening istrinya dengan penuh perasaan.

“Berjanjilah kepadaku, sayang. Lahirkan bayi kita dengan selamat. Kau dan bayi kita.”

Hyuna mengangguk. Dengan hati-hati, dia menelusup masuk ke dalam dekapan hangat Kyuhyun.

“Kyu…” Kyuhyun menggumam sambil memejamkan matanya. Wangi shampoo lavender membuatnya hampir saja tertidur jika saja istrinya tidak melanjutkan kata-katanya. “Eomeonim tadi menelepon.” Hyuna merasakan dagu Kyuhyun bergerak naik-turun di atas kepalanya. “Eomeonim mengatakan akan pulang satu minggu sebelum aku melahirkan.”

Kyuhyun mengangguk sambil mengusap perut besar istrinya.

“Lalu?”

Hyuna berdehem sebelum memulai kata-katanya. “Eum… Abeonim juga akan ikut pulang.” Dia berkata dengan sangat hati-hati. Tahu jika mungkin saja hubungan Kyuhyun dengan ayahnya belum membaik.

Tetapi, Hyuna sepertinya salah ketika Kyuhyun berkata, “Ya. Tentu saja ayah akan ikut. Dia tidak akan membiarkan ibu pergi seorang diri. Apalagi, dia akan segera memiliki cucu pertamanya. Pasti ayah tidak akan melewatkan hal itu.” Nada bicara Kyuhyun yang kelewat santai itu, membuat Hyuna mengerutkan kening dan mendongakkan kepalanya, menatap suaminya yang tengah tersenyum kepadanya.

“Ka-Kau…”

“Apa?” Kyuhyun menyipitkan matanya. “Kau mengira aku masih memusuhi ayah, benar begitu?”

Hyuna menunjukkan cengiran lebarnya kepada Kyuhyun. Dia lalu terkesiap ketika Kyuhyun mengangkat tubuhnya dan memaksanya untuk duduk mengangkangi paha laki-laki itu.

“A-apa yang kau lakukan?” Dia panik ketika Kyuhyun membuka resleting gaun tidurnya di bagian belakang.

Kyuhyun tersenyum sambil tangannya menurunkan gaun tidur istrinya hingga benda itu jatuh di pinggang istrinya. Memperlihatkan payudara terbalut bra hitam yang lebih berisi serta perut besar istrinya, dimana bayi mereka ada di dalam sana. Kyuhyun menatap lama perut besar istrinya sebelum merundukkan tubuhnya dan mengecup perut telanjang itu dengan kecupan lembut penuh perasaan.

Oh… Bayinya yang mungil. Bayinya yang kecil.. Buah cintanya dengan istrinya, ada di dalam perut perempuan yang dicintainya. Sebentar lagi, bayi mereka akan terlahir ke dunia.

“Hey, kau sedang apa di dalam sana?” Tanyanya kepada bayinya di dalam perut istrinya.

“Aku sedang tidur, daddy.” Hyuna menjawabnya dengan suara yang dibuat-buat seperti suara anak kecil. Membuat Kyuhyun terkekeh, mendongak sebelum mencubit gemas hidung istrinya.

“Bayi kita jarang bergerak ya?” Kyuhyun bergumam sambil mengusap perut istrinya. Dia menyadari hal itu. Bayi di dalam perut istrinya, tidak lagi bergerak seaktif bulan-bulan sebelumnya.

Hyuna menganggukkan kepalanya. “Karena bayi kita sebentar lagi siap untuk dilahirkan, dia mengurangi pergerakannya di dalam sana, Kyu. Kata dokter, itu tidak apa-apa.” Hyuna tersenyum sambil mengikuti pergerakan tangan Kyuhyun yang mengusap perutnya. “Bayi kita masih bergerak di dalam sini. Aku merasakannya. Tapi gerakannya tidak terlalu kuat. Mungkin bayi kita tidak ingin menyakiti perutku.” Dia lalu merunduk untuk mengecup bibir Kyuhyun. Membuat Kyuhyun menggeram ketika ia menjauhkan bibirnya.

“Aku punya ide untuk membuat bayi kita bergerak.”

Bisikan serak Kyuhyun di telinganya, membuat Hyuna menelan ludahnya. Dia gugup ketika mendapati kilat di mata Kyuhyun.

“A-apa yang kau…” Hyuna menggigit bibirnya resah ketika Kyuhyun mengangkat tubuhnya. Celah itu, Kyuhyun manfaatkan untuk menurunkan piyama tidurnya hingga bukti gairahnya terpampang dengan jelas. Membuat Hyuna merasa malu dan memalingkan muka.

Oh, astaga… Sejak kapan suaminya bergairah kepadanya? Bodoh! Tentu saja sejak laki-laki itu menurunkan gaun tidurmu. Menatap payudara berisi milikmu serta perut besarmu.

Ketika Kyuhyun mendongakkan kepalanya, dia terkekeh ketika istrinya memalingkan muka. Disentuhnya lembut dagu perempuan itu. Sehingga mau tidak mau, Hyuna menatapnya.

“Malu?” Godanya yang mendapat satu pukulan pelan di bahunya. Kyuhyun tertawa. Perlahan-lahan, digesernya tubuh istrinya hingga kejantanannya bersentuhan dengan kewanitaan istrinya. Membuatnya menggeram ketika merasakan sentuhan lembut itu.

Hyuna memang tidak pernah memakai celana dalam ketika tidur. Alasannya adalah untuk kesehatan organ intimnya. Dan itu mempermudah Kyuhyun ketika ingin bercinta dengan istrinya yang cantik itu.

“Buang rasa malumu, sayang.” Kata Kyuhyun sambil menaikkan gaun tidur istrinya, melewati lengan istrinya dan kemudian melepaskan gaun tidur itu tanpa melepas kaitan bra hitam yang tidak menutupi dengan sempurna payudara berisi itu.

Oke.” Kata Hyuna yang membuat Kyuhyun terkejut. Tetapi kemudian dia tertawa ketika Hyuna mengedipkan sebelah matanya. Kyuhyun tidak tahu jika Hyuna mati-matian menahan malunya. Memang bukan kali pertama mereka dalam keadaan seperti saat ini. Tapi, entah mengapa, Hyuna masih merasa malu ketika menatap langsung bukti gairah Kyuhyun yang selalu mampu membuatnya mendesah dalam kenikmatan.

“Aku buang rasa malu ini hanya untukmu, Tuan.” Katanya sambil menarik ke atas t-shirt putih yang dikenakan oleh Kyuhyun. Membuat laki-laki itu sepenuhnya telanjang.

Tidak ingin membuang waktu, dengan hati-hati dan dibantu oleh Kyuhyun, Hyuna perlahan-lahan menurunkan tubuhnya. Menahan nafas ketika kejantanan suaminya perlahan-lahan memasuki inti tubuhnya.

Oohhh…” Desahnya ketika penyatuan itu terasa nikmat.

Kyuhyun tersenyum. Dikecupnya lama kening istrinya. Dia menahan gairahnya dengan tidak bergerak sama sekali. Tidak apa dia menahan sakit. Karena bagian yang terpenting adalah bukan gairahnya yang terpuaskan. Dia hanya menuruti saran dokter untuk membantu istrinya.

Beberapa waktu yang lalu, tanpa sepengetahuan istrinya, Kyuhyun menemui dokter Ahn, meminta saran kepada dokter itu tentang kiat-kiat apa saja yang bisa ia lakukan guna membantu persalinan normal istrinya. Dan yang membuat Kyuhyun tercengang adalah ketika dokter itu mengatakan jika mereka harus melakukan hubungan suami istri. Kyuhyun sempat terkejut ketika dokter itu malahan menyarankan dirinya bercinta dengan istrinya. Bukan untuk kepuasan si pria, melainkan untuk menghasilkan sperma yang mengandung prostaglandin yang dapat membantu proses persalinan normal. Sperma bisa membantu merangsang produksi hormon oksitoksin pada perempuan hamil. Hormon inilah yang nantinya akan merangsang kontraksi yang kuat pada dinding rahim, sehingga mempermudah dalam membantu proses kelahiran.

Kyuhyun pikir jika perempuan yang sedang hamil tua seperti istrinya, tidak diperbolehkan melakukan hubungan badan karena akan membahayakan bayi mereka. Tetapi, rupanya tidak menjadi masalah jika dilakukan dengan sangat hati-hati dan dalam keadaan istrinya dan bayi mereka sehat, tidak mengalami keluhan apapun itu.

Kyuhyun tersenyum sambil meletakkan kedua lengan istrinya untuk melingkari lehernya. Ia merunduk untuk mengecup bibir semanis madu itu.

“Bergerak hati-hati, oke?” Katanya sambil menahan diri untuk tidak menghentak kuat tubuh berisi istrinya.

Hyuna mengangguk. Dia lalu memaju-mundurkan tubuhnya dengan hati-hati dan sangat pelan. Membuat Kyuhyun menahan nafas. Merasa gemas dengan gairahnya yang tidak bisa diajak bekerjasama.

‘Oh, Tuhan… Selamatkan aku. Ini benar-benar menyiksaku.’

“Kyuuuhh…”

Desahan itu… Keparat!

“Hng?” Kyuhyun memilih menahan gairahnya dengan mengecupi leher istrinya. Meninggalkan jejak-jejak basah kepemilikannya. Dia sengaja tidak menyentuh payudara istrinya yang sangat sensitif selama masa kehamilan perempuan itu.

“Kenapa… Kau… Ahhh…” Hyuna mengeratkan pelukan di leher Kyuhyun ketika merasakan inti tubuhnya berkedut. Sebentar lagi ia akan sampai pada kenikmatan itu. Dengan susah payah, ia lalu melanjutkan kata-katanya. “Kenapa… Tidak… Oohhh.. Bergerak?!”

Kyuhyun tidak mampu menjawab ketika dengan gerakan tiba-tiba, istrinya mencium rakus bibirnya. Dia benar-benar tidak siap ketika Hyuna meraup bibirnya. Menjilatnya, memberikannya kecupan-kecupan menggoda lalu menyesap bibirnya dengan gemas.

Hyuna sendiri tidak tahu apakah yang dilakukannya adalah tindakan yang masuk akal? Karena yang ia tahu, ketika ia merasakan gelombang kenikmatan itu sebentar lagi datang menghantamnya, ia membutuhkan pelampiasan. Dan bibir Kyuhyun adalah tempat yang tepat untuk melampiaskan gairahnya yang menggila.

“Kyuuuhh… Aku…. Oohhh… Astaga…” Hyuna memejamkan mata. Nafasnya naik turun ketika akhirnya dia berhasil mendapatkan kenikmatan yang luar biasa itu meledak di dalam dirinya.

“Menikmatinya?” Hyuna mengangguk dengan kepala bersandar di dada Kyuhyun. Dia masih memejamkan mata sambil mengatur nafasnya yang berantakan ketika Kyuhyun mengusap punggung telanjangnya yang basah oleh keringat.

Luar biasa, Cho Kyuhyun.” Komentarnya yang membuat Kyuhyun tertawa. Dengan jahil, Hyuna mengecupi dada Kyuhyun. Membuat laki-laki itu menggeram.

“Sayang….”

Hyuna tertawa. Tidak menjauhkan bibirnya dari dada suaminya. Ia lalu memeluk prianya meski perut besarnya menghalanginya.

Baby, biarkan mommy memeluk daddy. Okay?” Dia meminta persetujuan bayi di dalam perutnya. Dan ketika ia merasakan gerakan samar di dalam perutnya, Hyuna tahu jika bayinya mengizinkannya. Ia semakin menikmati pelukannya kepada Kyuhyun yang dengan senang hati memeluknya sambil mengecupi puncak kepalanya.

‘Tuhan, terima kasih atas suami yang sangat sempurna seperti Kyuhyun yang telah kau berikan kepadaku. Terima kasih untuk anak yang kau titipkan di dalam perutku ini. Aku benar-benar mensyukurinya.’

***

Seoul St. Mary’s Hospital Gangnam, Banpo-dong – Seoul 11:00am KST

Tiga minggu itu terasa bagai kedipan mata ketika jadwal perkiraan dokter Ahn mengenai persalinan istrinya jauh lebih cepat, tiga hari dari jadwal yang seharusnya. Siang itu, Kyuhyun telah menginjakkan kaki di rumah sakit tempat dimana istrinya akan melakukan persalinan pertamanya. Dengan dibantu beberapa suster, Kyuhyun meletakkan tubuh berisi istrinya dengan sangat hati-hati di kursi roda. Dia lalu mengambil alih tugas seorang suster yang berniat mendorong kursi roda istrinya.

“Biar aku saja. Dia istriku.” Katanya dengan nada dingin yang membuat Hyuna tertawa disela-sela rasa sakitnya.

Pagi tadi, Kyuhyun berpikir jika kepalanya sebentar lagi akan meledak. Bagaimana tidak? Pagi itu ketika dia terbangun dari tidurnya, istrinya merasakan kontraksinya lagi setelah di jam 1 pagi, Hyuna merasakan kontraksi pertamanya. Tetapi, perempuan itu tidak mengatakan apapun jika saja Kyuhyun tidak terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara rintih kesakitan istrinya.

Hyuna dengan raut menahan kesal, membangunkan Kyuhyun dari tidur. Tetapi malang, karena Kyuhyun semalam hanya tidur kurang dari 3 jam, membuat laki-laki itu susah dibangunkan. Dengan gemas karena Kyuhyun tidak kunjung bangun, Hyuna berteriak dengan sangat kencang dan berkata, “CHO KYUHYUN…!!! BAYIMU MEMAKSA KELUAR…!!!”

Teriakan melengking yang tidak hanya membuat Kyuhyun terbangun dari tidurnya dengan kepanikan luar biasa, tetapi teriakan itu juga membuat kedua orangtua Kyuhyun (yang memang telah tiba 3 hari yang lalu) beserta Lee ahjussi dan Han ahjumma menjeblak pintu kamar tidur mereka. Sama-sama panik seperti Kyuhyun.

Kyuhyun dengan kepanikan luar biasa di atas kepala, tanpa berpikir panjang, menggendong istrinya dengan masih mengenakan piyama tidur. Entah mendapat kekuatan darimana, Kyuhyun mampu mengangkat tubuh istrinya dengan perut besarnya yang tentu saja berat. Yang ada di kepala Kyuhyun saat itu adalah; dia harus cepat-cepat membawa istrinya ke rumah sakit. Dan ditengah kepanikan itu, Kyuhyun melupakan sopan santunnya. Dia meneriaki Lee ahjussi untuk bergegas membantunya membukakan pintu penumpang sedan hitamnya yang telah terparkir di halaman depan. Meminta ibunya yang sedari tadi mengomel (ikut panik) untuk diam karena itu adalah hal terbaik yang bisa ibunya lakukan untuk membantunya.

Lalu ketika tatapannya bertemu dengan tatapan istrinya yang sedang mengernyit menahan sakit, Kyuhyun tanpa sadar ikut mengernyit seolah-olah merasakan kesakitan istrinya.

“Tahan sebentar ya sayang.” Gumamnya lembut sambil mengecupi puncak kepala istrinya yang duduk dipangkuannya. “Ahjussi… Tolong cepat sedikit!” Kata Kyuhyun tidak sabaran.

Kyuhyun menunduk ketika merasakan tarikan tangan istrinya di bajunya. “Bagaimana dengan abeonim dan eomeonim?” Tanya Hyuna sambil menahan rasa sakit di perutnya.

“Mereka bisa naik taksi.” Kyuhyun tersenyum sekilas. Lalu merubah raut kesalnya secepat kilat ketika berkata kepada Lee ahjussi. “Ahjussi, cepatlah. Ayah dan ibu akan menyusul dengan taksi. Tidak perlu menunggu mereka.” Kyuhyun dengan kesal lalu kembali berkata, “Oh, Tuhan… Istriku sedang kesakitan!

000

Dan disinilah Kyuhyun berada. Di dalam sebuah ruangan serba putih. Dengan sang istri tercinta yang berbaring di atas ranjang di depannya. Dengan peluh membasahi paras ayunya, istrinya dengan dibantu seorang dokter wanita dan 2 orang suster, sedang berjuang melahirkan malaikat kecil mereka yang tidak mau lagi bersembunyi di dalam kehangatan rahim perempuan itu.

Kyuhyun membiarkan Hyuna menggenggam erat tangannya. Perempuan itu sedang berjuang dan membutuhkan penyemangat dari dirinya. Kyuhyun merunduk, mengecup kening istrinya sambil menggumamkan kata-kata penenang untuk menyemangati istrinya.

“Berjuang, sayang… Aku ada di disini. Lahirkan bayi kita. Aku tahu kau bisa melakukannya. Kau perempuan yang sangat hebat. Jangan menyerah, sayang…” Tanpa sadar, Kyuhyun meneteskan air matanya ketika menatap raut merah padam kesakitan istrinya serta nafas istrinya yang naik turun tidak beraturan. “Kau pasti bisa, Naya…” Dia berbisik dan mengecup puncak kepala istrinya. “Kau pasti bisa… Aku yakin itu.” Anggukan pelan kepala istrinya membuat Kyuhyun benar-benar merasa bersalah. Istrinya berjuang mempertaruhkan nyawanya, semua itu terjadi karena ulahnya yang telah membuat perempuan itu hamil.

Sialan kau, Cho Kyuhyun!

Ketika proses persalinan itu terasa begitu lama, suara melengking tangis bayi akhirnya pecah memenuhi ruangan itu. Membuat Kyuhyun dan Hyuna saling pandang dengan binar haru penuh syukur.

“Selamat, Tuan… Nyonya… Bayi anda seorang jagoan.” Kata dokter wanita itu yang tengah menggendong bayi mungil kemerahan yang sedang menangis dengan kencang. Seolah-olah dia memprotes karena udara dingin yang terasa asing untuknya.

“Oh, Kyu… BayikuBayi kita, Kyu…” Kata Hyuna kepada Kyuhyun yang menganggukkan kepalanya.

“Ya sayang. Bayi kita. Anak pertama kita. Dia seorang jagoan seperti yang kau katakan kepadaku.” Kyuhyun tersenyum, menyeka peluh di pelipis istrinya sebelum mengecup lama kening istrinya dengan penuh perasaan. “Oh sayangku… Terima kasih… Terima kasih…” Kata Kyuhyun haru penuh rasa syukur. Dia benar-benar bersyukur atas anugerah luar biasa yang telah Tuhan berikan kepadanya.

***

Hyuna tidak melepaskan tatapannya dari bayi mungilnya yang berada di dalam gendongan tangannya. Bayi mungilnya yang sudah bersih, sedang menyedot putingnya dengan penuh semangat. Ia telah dipindahkan ke ruangan VIP setelah tubuhnya bersih dengan bantuan 2 orang suster. Seolah tidak merasa kelelahan, Hyuna menatap takjub kepada bayi mungilnya yang dibalut selimut itu.

Sejak 10 menit yang lalu, ketika suster menyerahkan bayinya kepadanya untuk diberikan asi setelah 2 jam lamanya si kecil tertidur pasca dilahirkan, Hyuna tak hentinya mengecupi kening bayi mungilnya itu. Dia bahkan mengabaikan Kyuhyun yang tengah duduk di ranjang di sisi kanannya yang sedang mengamati dirinya dan bayi mereka. Hyuna terlalu asyik dengan bayi mungilnya hingga ia juga melupakan keberadaan ayah dan kedua mertuanya yang tengah duduk di sofa sambil menatapnya dengan binar bahagia.

Ketika bayi mungilnya menyelesaikan acara minum asinya dan kembali tertidur pulas, Hyuna membenahi pakaiannya. Ia menyamankan posisi tidur bayi mungilnya di dalam gendongan tangannya. Lalu, ketika dia menoleh ke kanan dan mendapati tatapan teduh Kyuhyun, Hyuna menyadarinya. Dia telah mengabaikan 4 kepala di dalam ruangan itu.

Dia tersenyum lebar kepada suaminya sebelum menoleh ke ujung ruangan dan mendapati ayah serta kedua mertuanya tengah tersenyum kepadanya.

“Kau sibuk dengan putra kita, hingga mengabaikan kami yang sedari tadi menunggumu.” Kata Kyuhyun berpura-pura kesal. Tangannya terulur untuk membenahi bantal yang menjadi sandaran punggung istrinya. Kemudian beralih mengusap lembut pipi bayi mungilnya yang terasa sangat halus.

“Oh, maafkan aku.” Hyuna menunjukkan cengiran lebarnya. Membuat Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Lalu tersenyum.

Kyuhyun bersiap menanyakan sesuatu kepada istrinya sebelum suara ibunya terdengar dan membuatnya harus menyimpan pertanyaan itu untuk nanti.

“Hyuna-ya, kau baik nak?” Kata Nyonya Cho sambil berdiri dan berjalan menghampiri menantu serta cucu pertamanya.

“Ya eomeonim. Sangat baik.” Jawab Hyuna dengan ceria meski gurat lelah itu terlihat jelas di wajahnya. Dia memang masih merasakan sakit pasca persalinan normalnya, tetapi itu tidak mengurangi semangatnya untuk memberikan asi kepada bayi mungilnya.

Nyonya Cho tersenyum hangat kepadanya. Lalu tatapannya beralih pada putranya. “Kyu, bisa menyingkir sebentar? Ibu ingin melihat cucu pertama ibu.” Katanya dengan sangat menyebalkan di telinga Kyuhyun.

Kyuhyun mendengus. Tetapi, beranjak dari sana dan duduk bergabung dengan kedua laki-laki paruh baya di sofa itu.

“Bolehkah aku menggendongnya, sayang?” Tanya Nyonya Cho kepada Hyuna ketika dia duduk di sisi kanan Hyuna.

Hyuna langsung menganggukkan kepalanya dan tersenyum. “Tentu saja eomeonim.” Dia menyerahkan bayinya dengan sangat hati-hati untuk kemudian berpindah ke dalam gendongan tangan ibu mertuanya.

Aigoo… Dia tampan sekali.” Gumam Nyonya Cho ketika akhirnya dia mendapat kesempatan menatap serta menyentuh langsung cucu pertamanya yang sedang tertidur. Satu kecupan lembut, ia berikan untuk kening si kecil.

“Tentu saja tampan. Dia dihasilkan dari bibit ketampanan yang aku miliki, ibu.” Celetukan menyebalkan Kyuhyun, membuat seluruh orang di dalam ruangan itu tertawa. Kecuali Nyonya Cho yang melemparkan tatapan tajam kepada putranya.

“Oh, kau salah anak muda. Cucuku tampan karena ibunya sangat cantik.” Kata Nyonya Cho yang membuat Kyuhyun mendengus. Tetapi, tatapannya melembut ketika menatap istrinya yang dengan raut lelahnya, menatapnya dengan penuh cinta.

“Jadi, siapa nama cucu pertama kami?” Tanya ayah Hyuna yang duduk di sebelah kanan Kyuhyun.

“Ya benar, Cho Kyuhyun. Kau belum memberi nama untuk cucu kami.” Ayah Kyuhyun menimpalinya.

Kyuhyun berdehem. Ditatapnya dengan lembut istrinya yang juga sedang menatapnya dan menganggukkan kepalanya. Menyerahkan sepenuhnya nama anak mereka kepada Kyuhyun.

“Alaric Cesario Cho.” Kata Kyuhyun. Menyebutkan nama lengkap putra pertamanya. “Anak pertama kami, Alaric. Baby Al.” Dia tidak melepaskan tatapannya dari istrinya ketika menyebutkan nama anak pertamanya yang seorang jagoan. Calon pewaris kekayaan yang saat ini dimiliki oleh Kyuhyun.

“Nama yang sangat bagus.” Suara Nyonya Cho, membuat Hyuna menolehkan kepala kepadanya. “Hi… Baby Alaric.. Cucu halmeoni yang sangat tampan.” Dikecupnya pelan kening si kecil yang menggeliat dalam tidurnya.

Kyuhyun tersenyum. Lalu dalam sekejap senyumnya menghilang ketika ia menatap jam di pergelangan tangannya telah menunjukkan pukul 7:30 malam. Jam besuk telah usai dan istrinya sangat memerlukan waktu untuk beristirahat.

Dengan sangat menyebalkan Kyuhyun berkata kepada ibunya, “Oke ibu. Jam besuk telah usai. Tolong kembalikan putraku kepada istriku.” Kyuhyun mengabaikan pelototan ibunya dan terus berkata dengan sangat menyebalkan. “Istriku perlu beristirahat, Mrs. Cho Senior. Tolong dengan sangat, pulanglah bersama Mr. Cho Senior.” Kyuhyun tersenyum menyebalkan kepada ibunya. Membuat Hyuna, ayah mertuanya dan ayahnya hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Ayah… Tolong, bawa ibu pulang.” Katanya kepada ayahnya.

Tuan Cho menganggukkan kepalanya dan berdiri dari sofa. “Kyuhyun benar, Cho Hanna. Berikan cucu kita kepada ibunya.” Gumam Tuan Cho dengan lembut kepada istrinya yang terlihat masih ingin menggendong cucu pertama mereka. “Menantu dan cucu kita perlu beristirahat.” Katanya kemudian. Membuat istrinya memberengut tetapi menyerahkan si kecil Alaric kepada ibunya.

Hyuna tersenyum. Ia menggendong bayinya dengan tangan kiri yang ditekuk sementara tangan kanan ia gunakan untuk mengusap lembut lengan ibu mertuanya.

Eomeonim bisa kesini lagi besok.” Dia tahu jika ibu mertuanya tidak ingin pulang karena masih ingin berlama-lama dengan putranya. Kyuhyun benar-benar sudah tidak waras karena mengusir ibunya sendiri. “Tidak hanya Baby Al yang perlu beristirahat. Tapi halmeoni juga harus beristirahat.”

Nyonya Cho menghela nafasnya. “Kau baik sekali nak.” Ia mengusap lembut rambut Hyuna. “Sayang sekali kau harus berjodoh dengan putraku yang kurang ajar itu.”

“Yah! Ibu…” Kyuhyun berseru. Tidak terima. Dia lalu berjalan menghampiri ibunya. “Tolong ibu, pulanglah sekarang bersama ayah.” Kyuhyun bergumam frustasi. Membuat Hyuna menahan tawanya.

Oke. Dasar anak nakal. Semoga cucuku tidak menuruni sifatmu itu.”

Dia anakku. Tentu saja dia akan menuruni sifatku, ibu.”

Nyonya Cho mendengus. Dia lalu berjalan ke arah suaminya.

Ketika adu mulut antara Kyuhyun dengan ibunya telah usai. Ayah Hyuna yang sedari tadi duduk memerhatikan sambil sesekali tersenyum, beranjak dari sofa dan berjalan menghampiri anak serta cucu pertamanya.

“Ayah…” Tuan Kim menganggukkan kepalanya. Ia tersenyum lembut kepada putrinya.

“Sekarang kau telah resmi menjadi seorang ibu ya?” Tangannya terulur untuk mengusap lembut pipi cucunya. “Benar. Dia sangat tampan seperti ayahnya.” Tuan Kim menoleh sekilas kepada Kyuhyun.

Ketika ayahnya mengecup lembut keningnya, Hyuna benar-benar ingin menangis. Tetapi, dia menahannya. “Mulai sekarang..Tidak boleh memikirkan diri sendiri karena kau telah memiliki seorang bayi. Mengerti?” Hyuna menganggukkan kepalanya dengan patuh. “Terima kasih telah memberikan cucu kepada kami. Jaga dan rawat bayi kalian dengan sebaik-baiknya.” Tuan Kim tersenyum. “Jangan tiruapa yang telah kedua orangtuamu lakukan, Hyuna-ya.” Tuan Kim mengacu kepada kegagalan rumah tangganya. Perceraian yang sangat menyakitkan tidak hanya bagi dirinya. Tetapi, bagi putri semata wayangnya. “Apapun rintangan yang nanti akan kalian temui, berjuanglah bersama-sama untuk keluar dari lubang hitam itu. Mengerti?”

Hyuna menganggukkan kepalanya. Tanpa bisa dicegah, air matanya jatuh membasahi pipinya. “Iya ayah.. Aku…” Hyuna menggigit bibirnya demi menghalau isak tangisnya. Dia tidak boleh menangis. Bayinya akan terbangun jika dia menangis. “Aku tidak akan melakukan hal-hal bodoh itu ayah..Aku berjanji tidak akan melakukannya…” Hyuna lalu mengecup pipi bayi mungilnya. “Aku berjanji.” Katanya sekali lagi.

Percakapan mengharukan antara Tuan Kim dan Hyuna, rupanya menyentuh hati Nyonya Cho yang diam-diam ikut menitikan air matanya sambil bersembunyi di dalam pelukan suaminya. Tuan Cho mengusap lembut punggung istrinya. “Ssttt… Tidak apa-apa Cho Hanna. Tidak apa-apa.”

Melihat itu, Kyuhyun merasakan sesak di dalam dadanya. Dia lalu duduk di ranjang dan dengan lembut, menyandarkan kepala istrinya ke dadanya. Hyuna tidak berkata apa-apa. Dia membiarkan Kyuhyun memeluknya sambil mengusap lengannya. Kyuhyun mengecup penuh perasaan kening istrinya.

“Jangan menangis, sayang. Nanti putra kita terbangun.” Gumamnya mencoba menenangkan istrinya.

Tuan Kim berdehem. Dia menatap lembut anak serta menantunya. “Ayah tidak bermaksud membuatmu bersedih, sayang.” Kata Tuan Kim kepada Hyuna.

“Aku tahu ayah.” Hyuna bergumam parau sambil menatap ayahnya. “Hanya tadi mataku kemasukan debu. Aku tidak menangis.” Dia menunduk, menatap bayi di dalam gendongan tangannya untuk menyembunyikan rona kemerahan di kedua pipinya.

Pengakuan itu membuat Kyuhyun menggelengkan kepala sambil tersenyum geli. Nyonya Cho tersenyum sambil menyeka airmatanya.

“Ya. Tentu saja kemasukan debu.” Tuan Kim bergumam geli. “Baiklah. Ayah pulang dulu ya. Jaga bayimu dengan baik. Oke?”

Hyuna menganggukkan kepalanya.

“Kami pergi dulu, Cho Kyuhyun. Titip anak serta cucuku.” Kata Tuan Kim kepada Kyuhyun.

“Dengan sepenuh hatiku, abeoji.”

“Kami pergi dulu. Jaga istri dan anakmu. Mengerti?” Kata Tuan Cho kepada putranya.

“Sudah menjadi kewajibanku, ayah.”

Dan dengan itu, ayah Hyuna beserta kedua orangtua Kyuhyun, pergi meninggalkan ruangan VIP tempat Hyuna menginap.

Kyuhyun menghela nafasnya. Luar biasa lega ketika akhirnya mereka hanya bertiga di dalam ruangan itu. “Akhirnya mereka pergi.” Katanya dengan begitu menyebalkan.

“Kau benar-benar keterlaluan, Cho Kyuhyun.” Hyuna mendesis dan menjauhkan kepalanya dari dada suaminya. Menatap laki-laki itu dengan tatapan kesal.

“Oh, kau sudah tidak menangis lagi rupanya.” Kyuhyun tersenyum jahil kepada istrinya yang sudah tidak lagi menangis. “Kau butuh istirahat yang cukup, sayang. Kemarikan Alaric.”

Hyuna mendengus. Tetapi, menyerahkan bayi mungilnya kepada ayahnya. “Nanti jika mommy sudah tertidur dengan pulas. Bangun dan menangislah dengan kencang ya sayang. Jangan biarkan daddymu hanya duduk manis. Okay, anak mommy yang pintar?” Gumam Hyuna kepada bayinya. Membuat Kyuhyun menggelengkan kepalanya ketika bayi mungil itu telah berada di dalam gendongan tangannya.

Seolah mengerti kata-kata ibunya, bayi mungil itu menggeliat dalam tidurnya. Membuat Hyuna terkekeh karena sepertinya bayinya mendengarkan sarannya dengan sangat baik.

“Tidurlah…” Kyuhyun tersenyum. Satu tangannya yang bebas, ia gunakan untuk membantu istrinya menata bantal di belakang punggung perempuan itu. “Kau pasti sangat lelah.” Kyuhyun merunduk untuk memberikan kecupan lembut di kening istrinya. “Mimpi yang indah sayangku..”

Hyuna menganggukkan kepalanya. Lalu memejamkan matanya. Membiarkan bayi mungilnya bersama dengan ayahnya. Dalam hati, Hyuna tak hentinya mengucap syukur kepada Tuhan atas anugerah yang telah diberikan kepadanya.

‘Terima kasih, Tuhan… Akhirnya… Setelah sembilan bulan penantian yang sangat panjang itu, Alaric kami terlahir ke dunia. Nak, Alaric… terima kasih karena kau memilih bersembunyi di dalam kehangatan rahim mommy selama sembilan bulan itu.. Anakku, sayangku… setelah ini, kau akan tahu warna-warni kehidupan di dunia ini. Kau tidak lagi terbelenggu di dalam perut mommy.. Jadilah anak yang baik, Alaricku sayang.. Tumbuhlah menjadi seorang laki-laki yang tangguh dan penuh tanggungjawab seperti daddymu. Kami menyayangimu, Alaricku yang tampan..’

THE END

HAHAHA
Akhirnya END juga.. Luar biasa lega karena akhirnya aku bisa menyelesaikan ff pertama yg aku titip di blog FNC.
Kecup satu-satu para adminnya hihihi makasih admin krn telah mengizinkan ff aku nangkring disini bersama dgn puluhan ff yg lainnya.
Makasih juga utk semua pembaca yg dari awal mengikuti ff absurd ini wkwk gimana ga absurd cobak? Lihat aja di part awal, kosakataku berantakan banget. Dan kalian tahu? Aku geli pas baca ulang ff ini di part-part awal TnT udah ga usah dibahas ya..malu *hiks

Em… Dear, pembaca sekalian.. Adakah keluh kesah kalian selama mengikuti ff ini? Bukan keluhan kenapa ffnya lama publish ya (0.0) klo ff yg lama publish itu, bisa jadi akunya yg lama kirim kelanjutannya atau klo ga, ff aku masih ngantri.
Kalian ngerasa klo alurnya kecepetan ga? Bisa kasih tau aku di kolom komentar di bawah ya..

Sudah END dan Happy ending pula, jadi… jangan pelit-pelit kasih komentar ya ^~^ Epilognya ga usah aja ya hihihi Bye all… See you next ff *kecup pipi Kyuhyun wkwk*

Bercanda deh, di bawah masih ada EPILOGnya kok 🙂

***

Cool Husband [EPILOG]

One Year Later~

Kyuhyun’s home, Pyeongchang-dong Real Estate – Seoul 7:50am KST

“Kyuuu…. Bangun! Sudah hampir jam delapan. Mau sampai kapan bergelung di bawah selimut, hmm?”

Hyuna selalu mengawali pagi harinya dengan teriakan untuk membangunkan prianya yang masih asyik menikmati dunia mimpinya. Seolah tidak terganggu oleh teriakan bidadari cantiknya, Kyuhyun semakin bergelung di bawah selimut abu-abu tebal itu. Istrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan si kecil Alaric (yang saat ini telah berusia 12 bulan) berada dalam gendongan pinggangnya dengan berbalut handuk tebal soft pink. Si kecil baru saja selesai dimandikan.

“Hi, Al..Jangan pernah tiru kelakuan daddy, okay?” Kata Hyuna kepada si kecil yang berada di gendongannya.

Seolah memahami kata-kata ibunya, Alaric menganggukkan kepalanya dengan lucu. Membuat Hyuna terkekeh dan menciumi pipi tembam putranya sebelum berjalan mendekati ranjang dimana seorang manusia malas masih betah bergelung dengan nyaman.

“Oh… Alaricku yang pintar.” Gumam Hyuna, tersenyum kepada putra kecilnya. Dia lalu menyibak selimut tebal itu sambil menggelengkan kepalanya ketika mendapati Kyuhyun masih memejamkan matanya. Ia lalu meletakkan tubuh Alaric yang masih berbalut handuk di atas perut Kyuhyun. “Diam disini, okay? Bangunkan daddy seperti ini,” Hyuna meraih kedua tangan kecil putranya dan meletakkannya di atas pipi Kyuhyun. Alaric menatap polos kepada ibunya. “Tepuk pipi daddy sampai daddy terbangun. Mengerti?” Alaric menganggukkan kepalanya dengan lucu. Membuat Hyuna mencium gemas pipi si kecil. “OkayMommy ambil perlengkapanmu dulu ya…”

Ketika Hyuna pergi dari sana dan menuju kamar tidur putranya yang terhubung dengan kamar tidurnya dengan Kyuhyun, si kecil Alaric menatap polos ayahnya yang masih tertidur. Kepalanya bergerak ke kiri. Kemudian bergerak lagi, menatap Kyuhyun. Alaric menggerakkan tangan kanannya untuk memukul-mukul pipi Kyuhyun. Sedangkan tangan kirinya, ia gunakan untuk menekan dada ayahnya. Usahanya membuahkan hasil ketika Kyuhyun mengerang.

“Al… PleaseDaddy masih mengantuk.” Kyuhyun bergumam serak, khas suara seorang pria yang baru saja terbangun dari tidurnya. Tangannya bergerak untuk memegangi tubuh putranya supaya tidak terjatuh. Kyuhyun lalu membuka matanya, tetapi tak berselang lama, dia menutup matanya kembali ketika Alaric bermain-main dengan matanya, menciumi matanya dan meninggalkan air liurnya di sana. Membuat Kyuhyun menahan nafas. “Oh, Ya Tuhan…” Erangnya lagi sambil menjauhkan tubuh putranya. Kyuhyun mengusapkan punggung tangannya ke matanya untuk membersihkan air liur putranya sebelum menyandarkan punggungnya pada headboards dan meletakkan putranya di pangkuannya. Alaric tertawa tanpa dosa ketika menatap raut kesal ayahnya. “Kau benar-benar…”

“Ah, daddymu sudah bangun, sayang?” Kata Hyuna, memotong kata-kata suaminya. Dia tersenyum lebar kepada Kyuhyun. Membuat laki-laki itu mendengus. “Kerja yang bagus anakku sayang…” Hyuna terkekeh dan duduk di ranjang. Meletakkan perlengkapan si kecil di atas ranjang sebelum mengambil alih Alaric dari pangkuan Kyuhyun dan berkata kepada suaminya, “Sudah jam delapan. Cepatlah mandi.” Hyuna tersenyum sambil melepaskan handuk di tubuh putranya. “Tidak malu dengan putramu, hmm? Alaric saja sudah mandi, Kyu.”

Kyuhyun mendengus lebih keras dari yang sebelumnya. Matanya mengikuti gerakan istrinya yang dengan luwes, merebahkan tubuh kecil putranya di sisi kanannya. Kemudian perempuan itu mengolesi tubuh telanjang putranya dengan minyak yang Kyuhyun tahu adalah minyak yang berguna untuk menghangatkan tubuh si kecil. Sejak Alaric dilahirkan, istrinya menolak ketika dia mengusulkan mempekerjakan seorang baby sitter untuk membantu perempuan itu mengurus Alaric. Supaya perempuan itu tidak kerepotan mengurus putra kecil mereka.

Tetapi, lagi, sifat keras kepala itu rupanya memang tidak bisa dipisahkan dari istrinya ketika suatu pagi saat Alaric berusia 3 bulan, dengan lantang istrinya mengatakan; “Tidak ada baby sitter, Cho Kyuhyun! Alaric anakku! Jadi aku harus mengurusnya seorang diri tanpa bantuan dari siapapun. Cukup sediakan waktu luangmu untuk membantuku, maka aku tidak akan kerepotan mengurus malaikat kecil ini. Dan lagi, aku tidak mau Alaric lebih dekat dengan baby sitternya ketimbang dengan ibunya sendiri.” Kyuhyun hanya bisa menghela nafasnya saat itu.

Kyuhyun terkekeh ketika putranya tidak mau diam dan terus bergerak lincah. Istrinya menoleh sekilas kepadanya dengan senyuman sebelum memakaikan kaos dalam bayi lalu pampers pants, kemudian celana dan baju si kecil yang bergambar tokoh kartun chip and dale.

Cha… Aku sudah mandi, daddy.. Aku juga sudah wangi sekarang..” Kata Hyuna sambil menopang tubuh putranya ketika si kecil ingin berdiri. Alaric menghentakkan kedua kaki kecilnya dengan penuh semangat ketika akhirnya dia berdiri. Tangan mungilnya bergerak-gerak ke atas dan ke bawah sambil menatap polos kepada ayahnya. “Daddy ayo cepat mandi…”

DyDyDy…” Gumaman Alaric yang tidak jelas itu membuat Kyuhyun tersenyum. Putranya memanggil dirinya. Sejak 3 bulan yang lalu, kata Dy adalah kata pertama yang berhasil diucapkan oleh Alaric. Alih-alih memanggil nama ibunya—yang setiap hari selalu menemaninya ketimbang ayahnya yang sibuk di kantor, Alaric lebih memilih mengucapkan kata Dy yang berarti panggilan Daddy untuk Kyuhyun.

Tentu saja, Kyuhyun bangga dengan putra kecilnya.

Kyuhyun merundukkan tubuhnya dan mengecupi pipi putranya. “Aigoo… Kau wangi sekali, jagoan.” Kyuhyun menciumi lagi pipi putranya. Dia lalu menghujani perut putranya dengan ciuman-ciuman. Membuat Alaric tertawa karena merasa geli. “Oke, daddy akan mandi.” Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dari putranya lalu melayangkan tatapan nakal kepada istrinya. Membuat perempuan itu seketika waspada. “Tapi sebelum itu…” Kyuhyun bergumam dengan nada rendah ketika dia menatap putranya. Membuat Hyuna menelan ludahnya. “Daddy masih harus mencium bibir seseorang.” Kyuhyun mengerling jahil kepada istrinya.

Hyuna tidak sempat menghindar ketika Kyuhyun telah lebih dulu menangkup pipinya dengan kedua tangan laki-laki itu. Matanya melotot, memperingatkan suaminya supaya tidak menciumnya di depan putra kecil mereka.

“Cho Kyuhyun apa yang—empphh…”

Tolong, siapa saja. Selamatkan mata polos si kecil Alaric—yang kini tertawa sambil menghentakkan kaki kecilnya dengan penuh semangat.

Ciuman panas itu mengawali pagi hari Kyuhyun yang sangat indah. Baginya tidak menjadi masalah ketika Alaric menatap dirinya yang sedang mencium istrinya dengan penuh gairah. Toh, suatu hari nanti, ketika Alaric telah tumbuh menjadi pria dewasa, dengan senang hati Kyuhyun akan mengajarkan kepada putranya itu tentang bagaimana membuat seorang perempuan takhluk hanya karena sebuah ciuman panas.

Terdengar sangat menyenangkan. Tetapi, jangan pernah lupakan seorang perempuan itu. Kim Hyuna. Istrinya pasti akan berada di barisan terdepan untuk menghajar dirinya ketika ia mengajarkan hal tidak baik kepada putra mereka.

‘Sial!’

***

Hyuna tidak berhenti mengomel dengan Alaric berada di gendongan pinggangnya ketika akhirnya jam 10 pagi lebih, Kyuhyun baru akan berangkat ke kantor. Mereka kini berada di teras depan.

“Aku dan Alaric benar-benar tidak mau menjadi gelandangan, Kyu.” Kata Hyuna sambil menyerahkan tas kerja milik Kyuhyun.

Kyuhyun berdecak sambil menerima uluran tas kerja dari istrinya. “Dan harta milik suamimu ini tidak akan pernah habis meski dia tidak bekerja berbulan-bulan, Sayang. Jadi, jangan khawatir. Oke?” Kyuhyun bergumam sombong. Membuat Hyuna mendengus tetapi lalu tersenyum.

DyDyDy…” Alaric mengayun-ayunkan tangannya kepada ayahnya. Meminta gendong ayahnya yang akan berangkat ke kantor.

Kyuhyun tersenyum kepada putranya. Dia menunduk untuk mensejajarkan tubuhnya dengan putranya yang berada di dalam gendongan istrinya. “Daddy harus pergi ke kantor, jagoan. Gendongnya nanti saja ya?” Anggukan polos kepala putranya, membuat Kyuhyun tertawa. Dia lalu menciumi pipi putranya. “Tidak boleh nakal selama daddy tidak di rumah. Mengerti?”

“Mengerti daddy…” Itu suara Hyuna yang menirukan suara anak kecil sambil mengayun-ayun tangan kanan Alaric.

“Kyu, nanti bisa pulang lebih cepat?” Kata Hyuna kepada Kyuhyun dengan senyum di bibirnya ketika laki-laki itu menjauhkan tubuhnya dari si kecil. Hari ini adalah hari yang sangat spesial untuknya. Dia telah mempersiapkan sesuatu untuk malam nanti. Bersama Kyuhyun dan tentu saja dengan si kecil Alaric.

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Membuat senyum di bibir istrinya menghilang. “Aku rasa aku akan pulang sedikit terlambat seperti semalam.” Kyuhyun berkata dengan hati-hati ketika dia menyadari perubahan raut wajah istrinya. “Ada apa, hmm?”

Hyuna ingin mengatakannya, tetapi dia lalu mengurungkan niatnya. Semalam, Kyuhyun tidak mengatakan apa-apa kepada dirinya. Mungkinkah Kyuhyun melupakannya? Tidak. Semalam Kyuhyun pulang terlambat. Laki-laki itu menginjakkan kaki di rumah ketika jam menunjukkan pukul 10:30 malam. Kyuhyun pasti sangat sibuk dan tentu saja lelah.

Hyuna memaksakan senyumnya ketika Kyuhyun menatapnya dengan kening berkerut. Dia menyamankan posisi Alaric di gendongan pinggang kirinya. “Ah, tidak… Tidak ada apa-apa.” Hyuna menggelengkan kepalanya. “Cepat berangkat, Kyu. Ahjussi sudah menunggu.” Katanya mengalihkan pembicaraan ketika menatap Lee ahjussi telah bersiap di balik kursi kemudi.

Kyuhyun menghela nafasnya ketika dia menyadari perubahan sikap istrinya. Dia tahu, Hyuna memaksakan senyum untuknya. Ada apa sebenarnya? Kenapa Hyuna memilih menyimpannya?

“Baiklah.” Kyuhyun mengangguk. Dia lalu mengecup kening istrinya sebelum mencium pipi putranya. “Daaahh… Daddy berangkat dulu ya…”

“Hati-hati di jalan, daddy…” Hyuna melambai-lambaikan tangan putranya ketika Kyuhyun masuk ke dalam mobil.

Ketika mobil yang ditumpangi Kyuhyun telah berjalan menjauh dari halaman rumah, Hyuna menghela nafasnya. Ditatapnya mata polos putranya yang juga sedang menatapnya.

“Apa daddybenar-benar melupakannya, sayang?” Hyuna bergumam sedih kepada putranya yang hanya mengedipkan matanya dengan polos.

***

“Nona Hyuna…”

Hyuna menolehkan kepala kepada Han ahjumma ketika siang itu dia sedang menemani Alaric bermain di ruang keluarga. Mainan si kecil Alaric berserakan di atas karpet merah maroon yang didudukinya. Mulai dari robot ironman, spiderman, mobil-mobilan, truck serta kereta api yang semuanya dalam ukuran kecil. Hui—anjing kecil berjenis Bichon Frise kesayangan Hyuna juga ada disana, sedang asyik bermain-main dengan bola kecil yang dilemparkan oleh Alaric.

“Ya, ahjumma?”

Han ahjumma ikut duduk di sebelah kiri Hyuna dan berkata, “Nona, bolehkah ahjummameminta tolong kepada Nona?” Han ahjumma segera menggelengkan kepalanya ketika menyadari kesalahan kosakata dalam kalimatnya. “Bukan. Tetapi meminta bantuan lebih tepatnya.”

Hyuna tersenyum sambil menghalau tangan kecil Alaric yang ingin memasukkan kepala mainan spiderman ke dalam mulutnya. “Tidak untuk dimakan, okay?” Kata Hyuna kepada putranya. Alaric cemberut sambil menggeleng-gelengkan kepalanya lucu dan bergumam tidak jelas. Seolah-olah tidak ingin mendengarkan kata-kata ibunya.

“Ya. Tentu ahjumma. Apa yang bisa aku bantu?”

Han ahjumma tersenyum. Tahu jika Hyuna tidak akan pernah mengatakan ‘tidak’ jika ia meminta bantuan kepada perempuan cantik itu.

“Bisakah… Bisakah nona menemani ahjumma berbelanja ke supermarket? Bahan-bahan di dapur tinggal sedikit.” Gumam Han ahjumma dengan ragu.

Ketika Hyuna hanya diam dan tidak mengatakan apa-apa, Han ahjumma menunggu dengan kepanikan luar biasa di atas kepalanya. Jangan sampai Nonanya menolak permintaan tolongnya itu. Bisa-bisa rencana yang telah dibuat oleh Tuan Besar rumah itu bisa gagal dalam satu kedipan mata.

Hyuna mengerutkan keningnya. Bukankah seminggu yang lalu Han ahjumma sudah berbelanja bahan-bahan dapur untuk 1 bulan ke depan dengan ditemani oleh Lee ahjussi? Lalu, untuk apa berbelanja lagi ketika persediaan itu masih banyak?

Tunggu dulu, Han ahjumma tadi mengatakan jika bahan-bahan dapur tinggal sedikit? Lalu, apakah penglihatannya sedang bermasalah ketika pagi tadi dia membuka lemari pendingin dan menemukan masih ada banyak kebutuhan dapur tertata rapi di dalam sana. Atau, apakah Han ahjumma hanya ingin berjalan-jalan saja dengannya dan Alaric?

Ada yang aneh disini.

Baiklah jika itu keinginan Han ahjumma. Dia akan menemani wanita itu berbelanja bersama dengan Alaric. Lagipula, dia juga merasa bosan terus menerus berada di dalam rumah. Sesekali, mereka memang harus berjalan-jalan dan berbelanja bukan?

Ah, dia akan menghabiskan isi black card yang diberikan oleh Kyuhyun kepadanya untuk membelikan Alaric baju serta mainan dan kebutuhan putranya yang lainnya.

Okay, ahjumma. Aku dan Alaric akan menemanimu.” Hyuna melepaskan mainan truck dalam genggaman tangan putranya sebelum meraih si kecil Alaric ke dalam gendongannya. “Tunggu sepuluh menit ya. Kami harus berganti baju dulu.” Hyuna berdiri dan tersenyum kepada Han ahjumma yang diam-diam menghela nafasnya dengan lega.

Terselamatkan. Rencana Tuan Besarnya akan berjalan lancar.

***

Cho Corporation building, Jung-gu – Seoul 3:10pm KST

Sore itu, setelah menyelesaikan rapat dengan klien dari Inggris dan memeriksa beberapa dokumen kerjasama sebelum membubuhkan tanda tangannya, Kyuhyun seharusnya sudah pulang ke rumah. Tetapi tidak. Dia tetap berada di kantor hingga nanti jam 7 malam. Dia sedang merencanakan sesuatu untuk istri tercintanya. Hari ini adalah hari yang sangat spesial untuk perempuan itu. Kyuhyun sama sekali tidak melupakan bagian itu.

Pagi tadi ketika Hyuna memintanya untuk pulang cepat, Kyuhyun hampir saja menganggukkan kepalanya andai saja dia tidak mengingat rencana besarnya untuk istrinya—yang masih dalam tahap persiapan. Jika tadi dia menganggukkan kepalanya, rencana itu pasti akan musnah dalam hitungan detik.

Tidak. Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Dia telah lama merencanakan hal ini. Jauh sebelum Alaric terlahir. Maka, kali ini rencananya harus membuahkan hasil yang manis. Dan, itu sebabnya dia meminta bantuan Han ahjumma untuk melancarkan aksinya.

Kyuhyun meletakkan pulpennya dan melepaskan kacamata bacanya sebelum meraih ponsel pintarnya yang tergeletak di atas meja. Dia mendial nomor yang telah dihafalnya di luar kepala sebelum meletakkan benda persegi panjang itu di telinga kirinya.

Hanya beberapa detik, Kyuhyun terhubung dengan seseorang di seberang sana. Membuat Kyuhyun tersenyum tipis ketika seseorang itu, sejak dulu memang benar-benar bisa diandalkan.

“Ya, Hyung?” Jawab Choi Minho di seberang sana.

“Bagaimana?” Tanya Kyuhyun, memastikan keadaan di seberang sana.

“Istri dan anakmu serta Han ahjumma pergi meninggalkan rumah sekitar pukul dua siang tadi.”

Jawaban yang sangat jelas itu membuat Kyuhyun tersenyum. Oh, Han ahjumma telah berhasil rupanya. Kyuhyun bergumam di dalam hati. Dia melonggarkan dasi yang melilit lehernya sebelum menyandarkan punggungnya pada kursi kerjanya.

“Lalu?”

Minho mendengus pelan. “Rumahmu kosong, tentu saja.”

“….”

Minho menahan tawanya ketika dia mendengar bunyi bergemelatuk di seberang sana. Ah, mudah sekali membuat seorang Cho Kyuhyun mengeluarkan taringnya.

“Tenang saja. Orang-orangmu sudah memasuki rumah. Mungkin saja setelah ini mereka akan membakar rumah mewahmu alih-alih menuruti permintaanmu.”

“Choi Minho…” Kyuhyun bergumam meperingatkan. Membuat Minho tertawa.

“Ah, sudah ya hyung. Aku sangat sibuk disini.”

Kyuhyun mendengus. “Katakan kepada mereka untuk membuatnya persis seperti apa yang aku inginkan.”

Oke.”

Kyuhyun berdecak sambil menjauhkan ponsel di telinganya ketika Minho memutus sambungan teleponnya. Dia lalu menghela nafasnya lega ketika akhirnya tahap awal rencananya berjalan dengan sempurna. Istrinya pergi bersama Han ahjumma. Minho beserta anak buahnya telah memasuki rumahnya dan menjalankan tahap berikutnya.

Semoga saja berjalan lancar hingga malam nanti tiba.

Kyuhyun mendial nomor lagi dan kembali menempelkan ponselnya di telinga kiri. Keningnya berkerut ketika seseorang di seberang sana tak kunjung menjawab. Tipikal istrinya sekali.

“Ya daddy? Ada apa? Kangen dengan mommy atau Baby Al?”

Suara merdu yang selalu membuat Kyuhyun merasa nyaman. Poros dunianya. Entahlah, semakin hari, rasa cintanya kepada perempuan itu semakin bertambah. Hyuna tidak hanya membuatnya bangga karena perempuan itu tetap menjaga bentuk tubuhnya meski dia telah melahirkan seorang keturunan untuknya. Ditambah Hyuna masih memberikan asi ekslusifnya kepada putra mereka. Perempuan itu tidak hanya memerhatikan dirinya tetapi juga putra pertama mereka. Sungguh, Kyuhyun bangga dan merasa beruntung karena memiliki perempuan secantik Hyuna sebagai istri serta ibu dari anak-anaknya kelak.

Hallo, daddy…?” Hyuna mengerutkan kening ketika Kyuhyun hanya diam saja dan tidak mengatakan apapun kepadanya. “Aku tutup ya…”

“Ada dimana sekarang?” Kata Kyuhyun kemudian. Senyum menawan itu, tak pernah lepas dari bibirnya.

Hyuna mengerutkan kening ketika Kyuhyun bertanya seperti itu. ‘Ada dimana sekarang?’ Apakah laki-laki itu tahu jika sekarang dirinya tengah menemani Han ahjumma berbelanja bersama dengan Alaric?

Tapi, darimana Kyuhyun tahu? Dia kan tidak mengatakan apapun kepada laki-laki itu jika saat ini dia sedang menikmati waktu shoppingnya.

Lamunan Hyuna buyar ketika Alaric yang berada di gendongan baby carriersnya, menggapai-gapai pampers di depannya dengan tangan mungilnya. “No, baby. Tidak boleh, okay? Biarkan mommy yang mengambilkannya untukmu.”

Alaric bergumam tidak jelas dan menjauhkan tangan mungilnya dari sana sebelum memasukkan jempolnya ke dalam mulut dan menghisapnya. Seolah-olah, jempol mungilnya adalah permen lollipop yang sangat manis.

“Oh, bagus sekali Al.” Kata Hyuna, meletakkan pampers di keranjang belanjanya dan segera menjauhkan tangan Alaric dari mulut mungil si kecil. “Itu jorok, sayang.”

“….” Kyuhyun mengerutkan kening ketika mendengar suara istrinya yang tengah melarang putra mereka melakukan sesuatu.

“Jangan lagi menghisap jempolmu, okay?” Kata Hyuna kepada Alaric yang kini menggaruk-garuk kepalanya dengan kepalan tangan mungilnya.

Hyuna tidak menyadari jika di seberang sana, Kyuhyun terkekeh geli dengan tingkah lucu si kecil.

Ketika akhirnya Hyuna teringat jika dirinya masih tersambung jaringan telepon dengan Kyuhyun yang menunggunya, dia berkata, “Oh, maafkan aku Kyu.” Hyuna mendorong keranjang belanjanya menuju deretan makanan ringan untuk dirinya sendiri. “Aku sedang berada di Lotte mall dengan Alaric dan Han ahjumma.”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Dia tahu itu. Han ahjumma memang bisa diandalkan.

Ahjumma tadi tiba-tiba meminta bantuan agar aku menemaninya berbelanja. Dia sekarang ada di bagian sayur-mayur kalau tidak salah.” Hyuna menghela nafasnya dengan satu tangannya yang bebas, ia gunakan untuk meraih snack di depannya dan memasukkannya ke dalam keranjang belanja. Alaric mengamati deretan bungkus snack warna-warni di depannya dengan begitu penasaran. “Aku tidak tahu jika bahan-bahan dapur cepat habis. Padahal, satu minggu yang lalu ahjumma sudah berbelanja kebutuhan dapur untuk satu bulan ke depan.” Kata Hyuna sambil meraih snack yang sejak tadi diamati oleh putranya.

Kyuhyun membeku untuk beberapa saat ketika istrinya menyelesaikan kata-katanya. Jadi, Hyuna menyadarinya? Bodoh! Kenapa tadi dia menyuruh Han ahjumma untuk berbelanja kebutuhan dapur bersama istrinya? Seharusnya kan dia memilih hal lain agar istrinya itu tidak curiga.

‘Sial!’

Hallo, daddy… Masih disana?”

Kyuhyun berdehem. “Ya Sayang…” Dia kebingungan dengan kata-kata yang akan ia ucapkan kepada perempuan itu.

“Aku nanti mungkin akan pulang agak malam, Kyu.” Hyuna menggigit bibir bawahnya. Menunggu reaksi suaminya. Dan ketika Kyuhyun tidak mengatakan apa-apa, dia berkata, “Setelah ini, aku masih ingin membeli baju untuk Alaric dan untukku sendiri, tentu saja. Apakah tidak apa-apa?”

‘Tentu saja tidak apa-apa! Malahan itu sangat bagus. Dengan begitu, rencanaku pasti akan berjalan dengan sempurna.’

“Ya Sayang. Tentu saja tidak apa-apa.” Kyuhyun tersenyum sambil menahan euforianya yang hampir saja meledak. “Beli baju yang banyak untukmu dan Alaric.” Kyuhyun tersenyum, memutar kursi kerjanya sehingga menghadap ke arah jendela besar di belakangnya yang menunjukkan suasana sore hari kota Seoul. “Apakah aku perlu menambah black cardmu?”

Hyuna tertawa di seberang sana. “Benar-benar sombong sekali orang kaya ini.” Kelekarnya jenaka. “Aku rasa, satu black card cukup untuk hari ini. Tapi, jika tidak, berikan aku black card yang lain ya, Kyu?”

“….” Kyuhyun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

“Karena hari ini aku berniat menghabiskan isi black cardku.”

***

Kyuhyun’s home, Pyeongchang-dong Real Estate – Seoul 7:46pm KST

Kyuhyun hampir saja melompat dari sofa yang didudukinya ketika dia mendengar deru suara mesin mobil berhenti di halaman depan. Sejak lebih dari 30 menit yang lalu, Kyuhyun menunggu dengan kecemasan di dalam dirinya ketika istrinya tak kunjung pulang. Perempuan itu sepertinya memang benar-benar menikmati waktu berbelanjanya.

Syukurlah~

Kyuhyun segera meraih ponselnya di atas meja di depannya dan menghubungi Choi Minho. Tidak menunggu lama, dengan cepat Minho menjawab, “Ya hyung? Sepertinya istrimu sudah pulang ya.”

“Lakukan sekarang.” Kata Kyuhyun kepada Minho. Meminta Minho untuk melakukan sesuatu yang diinginkannya.

Minho mendengus dengan keras. “Aku dan orang-orangmu telah standby di tempat sejak siang tadi, jika kau tidak lupa.”

Oke. Lakukan pekerjaan kalian dengan cepat dan hati-hati. Jangan ada kesalahan sekecil apapun itu. Dan segeralah pulang setelah semuanya clear.” Kata Kyuhyun. Memerintah bagai seorang diktator. “Terima kasih Choi Minho.” Dimatikannya panggilan itu tanpa memedulikan decakan kesal Minho di seberang sana.

“Kyu… Bisa bantu aku?”

Kyuhyun menoleh ke arah sumber suara. Dan mendapati istrinya tengah kepayahan di ambang pintu kamar mereka dengan Alaric terlelap dalam gendongan perempuan itu.

Kyuhyun meletakkan ponselnya kembali ke atas meja sebelum beranjak dari sofa, menghampiri istrinya dan segera mengambil alih si kecil Alaric dengan gerakan hati-hati supaya gerakannya tidak mengganggu tidur putranya.

“Dia tertidur?” Kata Kyuhyun ketika dia telah meletakkan si kecil Alaric di tengah-tengah ranjang tidur mereka. Sejak mereka memiliki Alaric, baik Kyuhyun maupun Hyuna, tidak pernah membiarkan si kecil tidur di baby cribsnya kecuali hanya pada siang hari. Mereka tidak ingin bersikap egois dengan meletakkan Alaric di baby cribsnya saat tertidur di malam hari sementara mereka berpelukan dengan sangat nyaman tanpa putra mereka.

“Terlalu asyik bermain di Lotte World. Al menangis sangat lama karena kelelahan dan kemudian tertidur pulas setelah mendapatkan asinya.” Gumam Hyuna sebelum masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan mengganti pakaiannya dengan piyama tidur berbahan satin. Tidak berapa lama kemudian, Hyuna keluar dari kamar mandi dan berniat naik ke atas ranjang sebelum suara Kyuhyun menginterupsinya.

No. Tetap berdiri, Sayang.” Kata Kyuhyun kepada istrinya. Membuat Hyuna mengerutkan kening. Dilihatnya Kyuhyun tengah memutari ranjang dan berjalan menghampirinya. Laki-laki itu tersenyum sebelum berkata, “Balikkan badanmu sebentar saja.”

“Memangnya kenapa Kyu?” Tanya Hyuna dengan penasaran.

Alih-alih menjawab, Kyuhyun memutar tubuh istrinya dengan lembut agar menghadap ke belakang. “Simpan pertanyaanmu untuk nanti. Oke?”

Hyuna mengangkat bahu. “Oh, apakah aku akan mendapatkan kejutan seperti di drama Korea itu?” Kyuhyun tersenyum. Tidak mengatakan apa-apa dan mengeluarkan selembar kain biru dari saku celananya. “Kyu, aku tadi berbelanja sangat banyak.” Hyuna memulai kata-katanya ketika Kyuhyun hanya diam saja di belakangnya.

“Oh ya? Apa saja itu?”

“Eum… Aku membeli banyak baju-baju lucu untuk Alaric. Baju untukku sendiri dan beberapa tas juga high heels yang aku sendiri bingung kenapa aku membeli high heels.” Hyuna melemaskan bahunya. “Padahal kan aku tidak suka memakai sepatu hak tinggi. Tapi, aku jatuh cinta pada high heels itu, Kyu. Warnanya merah maroon.” Kyuhyun menganggukkan kepalanya. “Setelah ini, aku akan—Kyu… Gelap!” Hyuna terkejut ketika tiba-tiba saja suasana menjadi gelap.

Tidak. Bukan suasananya. Tetapi, matanya tertutup oleh sesuatu. Sepertinya itu adalah kain karena dia merasakan tangan Kyuhyun tengah mengikat kain itu di belakang kepalanya.

“Apa yang kau lakukan?” Hyuna memegangi tangan Kyuhyun. “Aku takut gelap Kyu.” Gumamnya dengan jujur.

Kyuhyun tersenyum, memutar tubuh istrinya agar menghadap kepadanya. Ditatapnya paras ayu itu dengan penutup mata hasil karyanya sebelum mengecup lembut kening perempuan itu. “Jangan takut, Sayang. Suamimu ada disini. Bersamamu.” Kyuhyun menggenggam lembut tangan istrinya. “Ikut denganku, oke?”

“Memangnya kita mau kemana? Apakah aku benar-benar akan mendapatkan kejutan darimu?”

“Nanti kau juga akan tahu.”

***

“Dalam hitungan ketiga, kau boleh membuka matamu, Sayang.” Kyuhyun berbisik di telinga istrinya ketika akhirnya mereka berdiri di balkon kamar mereka. “Satu…” Kyuhyun mulai melonggarkan tali di belakang kepala istrinya. “Dua…” Kain itu telah sepenuhnya terlepas dan Kyuhyun menyimpannya kembali ke dalam saku celana. “Buka matamu dengan perlahan-lahan dan lihatlah ke bawah sana, oke?”

Hyuna menganggukkan kepalanya. Dengan perlahan-lahan, dia mulai membuka matanya. Jantungnya berdegup kencang ketika dia memikirkan hal apa yang akan ia temukan ketika nanti ia membuka matanya.

Dan ketika kedua matanya telah terbuka dengan sempurna, Hyuna menatap ke bawah dan membekap mulutnya saat mendapati tulisan besar di bawah sana yang memancarkan cahaya lembut. Berbentuk hati dengan tulisan huruf di dalamnya.

Happy birthday, Cho Hyuna.” Hyuna menggumamkan tulisan yang memancarkan cahaya lembut itu. Tulisan indah yang dia tahu dihasilkan dari cahaya lilin yang ditata dengan sangat rapi dan sempurna di halaman belakang rumah. “Apakah… Apakah…” Dia kesulitan berkata-kata dan menolehkan kepala kepada Kyuhyun yang menatap teduh kepadanya.

“Selamat ulang tahun, Sayangku. Istriku. Ibu dari anak-anakku.” Kata Kyuhyun dengan senyuman. “Untukmu..” Dia menyerahkan buket bunga mawar merah kepada istrinya.

Hyuna menerima bunga itu dengan kebahagiaan membumbung di atas kepalanya. Dihirupnya wangi bunga mawar itu sebelum memeluk erat suaminya.

“Oh, Ya Tuhan… Kyu… Aku…” Dia kesulitan berkata-kata karena kebahagiaan yang dirasakan olehnya.

Kyuhyun menyambut pelukan istrinya dan mengecupi puncak kepala perempuan itu. “Kau menyukainya?”

“Sangat.” Hyuna mengangguk dalam dekapan suaminya. “Aku pikir kau melupakan hari ini.”

Kyuhyun tersenyum. “Tentu saja aku mengingatnya. Bagaimana mungkin aku melupakannya, hmm?”

Hyuna mendongak tanpa melepaskan pelukannya pada Kyuhyun. “Kau yang merencanakan semua ini?” Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya. “Berpura-pura pulang terlambat dan menyuruh ahjumma supaya aku menemaninya berbelanja?” Hyuna memicingkan matanya.

“Benar.” Kyuhyun tersenyum, sama sekali tidak merasa bersalah. Dia merunduk sebelum mengecup hidung istrinya.

“Oh, sempurna! Aku sudah menduganya.” Kata Hyuna yang membuat Kyuhyun tertawa. “Tulisan lilin itu sangat indah. Aku menyukainya. Dan mawar ini, aku juga menyukainya.” Hyuna tersenyum. “Terima kasih, Kyu… Terima kasih… Aku sangat sangat sangat menyukai ini semua.” Hyuna berseru senang sebelum berjinjit untuk mendaratkan kecupan di bibir Kyuhyun.

Hyuna memang berniat hanya memberikan kecupan untuk bibir suaminya. Tetapi, tidak dengan Kyuhyun. Ketika perempuan itu hendak menjauhkan bibirnya, Kyuhyun menangkup pipi istrinya dengan kedua tangannya. Dikecupnya lembut bibir istrinya sebelum melumat bibir semanis madu itu dengan penuh perasaaan. Kyuhyun menguak bibir Hyuna, mencicipi rasa manisnya dengan pelan-pelan. Kemudian lidahnya menelusuri seluruh bibir Hyuna dan bermain-main dengan lidah istrinya yang dengan malu-malu membalas lumatan-lumatannya.

Satu tangan Kyuhyun bergerak ke dada istrinya. Meremas lembut payudara tertutup piyama tosca itu, dengan bibir masih mencecap rasa manis bibir istrinya. Membuat Hyuna mengerang di sela-sela ciuman itu. Dia menjatuhkan buket bunga mawar merah ke atas meja kaca tidak jauh darinya ketika merasakan kakinya seperti jelly dan melingkarkan lengannya di leher Kyuhyun untuk menopang tubuhnya supaya tidak terjatuh.

Kyuhyun menyeringai ketika akhirnya dia berhasil membangkitkan gairah istrinya. Tangannya turun untuk mengangkat kaki istrinya. Membuat perempuan itu terkesiap ketika merasakan bukti gairah Kyuhyun yang telah mengeras, siap untuknya.

“Kau merasakannya?” Bisik Kyuhyun serak sebelum menggigit daun telinga istrinya. Membuat Hyuna meremang ketika Kyuhyun menjilat telinganya. “Kita butuh ranjang, Sayang.”

Hyuna menganggukkan kepalanya. Lalu mencium bibir suaminya dengan penuh gairah. Meniru apa yang telah laki-laki itu lakukan kepadanya. Membuat Kyuhyun menggeram dan mengambil alih ciuman itu. Tangannya bergerak ke bawah, menyingkap piyama tidur istrinya dan menemukan istrinya telah siap untuknya.

Basah dan licin.” Kyuhyun berbisik serak. Membuat Hyuna tertawa. Hyuna menjerit kecil ketika merasakan jari Kyuhyun bermain-main di sana dengan begitu ahlinya.

Kyuhyun menyeringai kepada istrinya. Tangannya terus bermain-main di bawah sana dengan lihai. Dia tidak akan berhenti menggoda istrinya hingga perempuan itu mencapai puncak kenikmatan yang diinginkannya sebelum tangisan malaikat kecil itu pecah, membuat gerakan tangan Kyuhyun terhenti.

Mereka saling pandang untuk beberap detik sebelum akhirnya Hyuna menyadari jika putranya tengah menangis. Dia menurunkan kakinya yang melingkar di pinggang Kyuhyun, membenahi penampilannya sebelum berjalan masuk ke dalam kamar. Meninggalkan Kyuhyun yang tengah kesakitan menahan gairahnya.

“Sayang… Apa yang kau…?” Kyuhyun mengerang frustasi ketika Hyuna melenggang ke dalam dan menertawakan dirinya. Dia lalu ikut masuk ke dalam.

“Tidak hari ini, Kyu. Alaric yang lebih penting.” Kata Hyuna ketika dia duduk di atas ranjang dan segera meraih si kecil ke dalam gendongan tangannya. “Lain kali ya….” Hyuna tertawa ketika menatap raut kesal Kyuhyun. “Ssttt… Hi, Al.. Tenang saja. Mommy lebih memilihmu.” Katanya kepada Alaric yang masih menangis. “Oh… Sayangku… Cupcup..” Dia lalu menyusui putranya dan menyeka air mata si kecil dengan lembut. Membuat si kecil diam dan langsung menyusu dengan semangat. “Pelan-pelan. Nanti tersedak.” Hyuna mengusap lembut puncak kepala Alaric. Dengan mata polosnya yang berkedip-kedip lucu, Alaric menatap ibunya dan menyusu dengan perlahan-lahan.

“Alaric memang luar biasa.” Gumam Kyuhyun dengan frustasi dan berjalan ke arah kamar mandi.

“Kyu… Jangan bermain sendiri di dalam sana ya….”

Teriakan menyebalkan istrinya terdengar ketika Kyuhyun menutup pintu di belakangnya.

Hell! Yang benar saja?! Dia akanbermain sendiri?!

Kyuhyun menunduk, menatap masa depan kebanggaannya yang terasa sesak di balik celana hitamnya.

Tidak! Dia tidak akan bermain seorang diri! Itu tindakan yang sangat memalukan! Dia butuh air dingin untuk membantunya meredakan rasa nyeri di antara selangkangannya.

“Terima kasih untuk hari ini, Daddy… Aku sangat menyukainya. Aku mencintaimu. Baby Al juga mencintaimu, Daddy…”

Kyuhyun tersenyum ketika mendengar teriakan istri cantiknya. “I love you too, Sayang… Baby Al…” Kyuhyun berteriak di dalam kamar mandi. “Kalian anugerah terindah yang Tuhan berikan kepadaku.” Dia bergumam pelan sebelum berjalan ke arah shower.

THE END

Beneran sudah ending ya (hahaha)… Makasih semuanya… Makasih komentar dan likenya selama mengikuti ff ini.. Nantikan ff aku yg lainnya ya ^~^ Eum..tempat-tempat yg aku tulis di atas—seperti rumah KyuNa, kampus, hospital dll… itu beneran ada ya. Jadi, aku ga asal-ngawur masukin tempat dan letaknya (hehehe) Oh, iya… Aku ada versi baru Cool Husband di wattpad. Tapi castnya Kyuhyun dan Taerin (OC). Kalau mau lihat, ini wattpadnya @flamingteethrich

Bye all… ((Kiss&Hug))

203 thoughts on “Cool Husband Part 15 END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s