Beds Love Part 3


bedslove

 

Author : Intan Choi

Tittle : Beds Love. Part 3

Category  : NC21, Yadong, Romance, Chapter.

Cast :  Choi Seunghyun

Kim Jira

Choi Siwon

Other Cast : Seungri, G-Dragon and Daesung

Author Note : Terimakasih buat admin flying nc yang udah nyempetin waktu nya buat post cerita ku ini, makasih juga buat readers yang udah baca part sebelumnya, aku datang membawa part3. Maaf jika masih ada kalimat yang gak enak di baca dan typo bertebaran. Harap comment dengan kata-kata yang halus ya.. Happy reading!!!

 

 

Seunghyun berlari ketika mendengar teriakan dong yoo, sesampainya di taman itu seunghyun berlutut meraih tubuh daehyun yang terkapar tak berdaya, mata bocah kecil itu tertutup rapat dan kepala bocah kecil itu mengeluarkan banyak darah.

 

Seunghyun mencoba menekankan kepala daehyun yang mengeluarkan banyak darah dengan sapu tangan nya, berharap darah itu tersumbat oleh sapu tangan nya. tetapi usaha dia sia-sia darah pun semakin mengalir deras dari kepala bocah kecil itu.

 

Dong yoo yang melihat keadaan dongseng nya tak berdaya seperti itu dia hanya berdiri kaku meratapi keadaan dongseng nya, ke tiga teman daehyun mengkerut ketakutan melihat daehyun jatuh dan mengeluarkan banyak darah.

 

Dong yoo tak terima melihat keadaan dongseng kesayangan nya, dia pun berjalan menuju bocah gendut yang menarik kaki daehyun tadi. dong yoo mendorong bocah gendut itu dengan kasar.

 

” kenapa kau mengganggu daehyun!!! apa salah daehyun kepadamu sampai kau tega melukai dongseng ku!!” bentak dong yoo kepada bocah gemuk itu.

 

Seunghyun yang mendengar dong yoo memarahi anak itu, dia menoleh ke arah dong yoo.

 

” yoo-ah.. jangan kau urusi bocah itu, cepat kau buka pintu mobil belakangku. kita harus segera membawa daehyun kerumah sakit.” ucap seunghyun sambil melempar kunci mobilnya.

 

Dong yoo pun dengan cepat mengambil kunci mobil Seunghyun dan dia berlari ke arah mobil Seunghyun membukakan pintu mobil itu, Seunghyun menggendong tubuh kecil daehyun, Seunghyun berdoa dalam hati semoga daehyun bisa terselamatkan..

 

sampai di mobil nya seunghyun memasuki daehyun kedalam mobil bagian belakangnya, dong yoo pun masuk kedalam mobil itu. menaruh kepala daehyun di dalam pangkuan nya.

Seunghyun memasuki mobilnya dan dia mengambil kemeja yang tergantung rapih di dalam mobil nya lalu dia berikan kepada dong yoo.

 

” tekan kepalanya yoo-ah pakai kemejaku, agar darahnya tidak mengalir terus.” ucap Seunghyun panik. dong yoo pun mengikuti perintah seunghyun.

 

Seunghyun menginjakkan pedal gas mobil nya, mobil itu berlaju dengan kecepatan kencang. dong yoo yang melihat keadaan daehyun dia menangis tak henti-hentinya, dia menyalahkan diri nya sendiri sebab dia lalai menjaga dongsengnya.

 

” hyun-ah bangunlah.. mianhae hyun-ah.. karna aku selalu telat menjemputmu.” ucap dong yoo sambil menangis.

 

” hyung cepat sedikit hyung!” isak dong yoo

 

” apa yang harus ku katakan kepada noona, dia pasti sedih mendengar berita ini.” ucap dong yoo

 

seunghyun yang mendengar perkataan dong yoo tadi, hati dia merasa sakit, seketika muncul di benak dia ingin melindungi kedua namja yang berada di dalam mobilnya ini.

 

” tenanglah yoo-ah.. kau berdoa saja semoga daehyun baik-baik saja. aku akan membantumu.” ucap seunghyun tulus.

 

Mereka semua sampai di rumah sakit yang berada di kota seoul, seunghyun menggendong daehyun. dong yoo pun berlari mengikuti langkah kaki seunghyun yang memasuki ruang unit gawat darurat rumah sakit ini..

 

” dokter cepat kau tolong anak ini, dia jatuh dan kepalanya terbentur lalu mengeluarkan banyak darah.” ucap Seunghyun sambil menarik tangan dokter yang sedang memeriksa salah satu pasien di ruang ini, dokter pun memeriksa keadaan daehyun.

 

” karna benturan yang cukup keras, pasien mengalami patahnya tulang tengkorak dan juga mengalami pendarahan di bagian dalam tengkorak. dalam kasus ini kami menyarankan tindakan operasi untuk pasien karna efek nya akan sangat buruk jika tidak di operasi, besar kemungkinan pasien akan mengalami koma atau gegar otak.” ucap dokter.

 

Dong yoo yang mendengar penjelasan dokter tadi dia menangis sejadi-jadinya, dia memikirkan keselamatan daehyun dan biaya rumah sakit yang harus di tanggung jira, dong yoo pun berlutut di hadapan dokter itu.

 

” tolong selamatkan dongseng saya, saya akan berusaha mencari uang untuk biaya operasinya. segera operasi dongseng saya dokter, kumohon selamatkan dongseng saya.” ucap dong yoo terisak.

 

” kami tidak bisa seperti itu, anda harus mengikuti prosedur rumah sakit kami, silahkan anda urus dahulu administrasi nya dan yang menjadi wali harap tanda tangan untuk persetujuan operasinya nanti.” jawab dokter.

 

Setelah mendengarkan perkataan dokter tadi, dong yoo berlari meninggalkan rumah sakit ini. dia harus segera memberitahu keadaan daehyun secepatnya kepada jira.

 

Seunghyun yang melihat dong yoo berlari dia berusaha mengejar, tetapi ketika dong yoo sudah jauh dari pandangan nya, dia lebih memilih berhenti, karna seunghyun memikirkan keadaan daehyun yang sedang kritis dan memerlukan tindakan operasi.

 

Seunghyun berjalan menuju bagian administrasi rumah sakit ini, dia berniat membayar semua biaya keperluan daehyun selama dirumah sakit ini. entah kenapa sejak pertama kali melihat daehyun, Seunghyun sudah sangat sayang kepada bocah kecil itu, dia sudah menganggap daehyun bagian dari keluarganya.

 

Seunghyun pun menuju ruang dokter yang menangani daehyun, dia menandatangani surat persetujuan untuk tindakan operasi daehyun. selesai menandatangani semua surat-surat itu, dokter memeberitahu kalau satu jam lagi dia akan memindahkan daehyun keruang operasi nya.

 

Dong yoo yang sudah berada di dalam bus pun dia tak henti-hentinya menangis, hingga membuat penumpang lain menatapnya heran. bus pun berhenti di halte yang dia tuju, dong yoo berlari kencang menuju super market tempat sang noona bekerja.

 

BBBRRRUUKK… Bunyi suara pintu super market yang kencang itu pun membuat jira terkejut, dia melihat kearah pintu ternyata dong yoo lah yang membuka kasar pintu itu. jira menghampiri dong yoo yang sangat kacau, jira khawatir melihat dongsaengnya seperti ini.

 

” yoo-ah.. apa yang terjadi? kenapa kau seperti ini?” ucap jira sambil menangkup wajah dong yoo.

 

” yoo-ah.. jawablah.. kenapa kau diam saja??” desak jira. dong yoo yang panik pun dia tidak bisa mengeluarkan suara sepatah katapun.

 

” yoo-ah… jangan membuatku khawatir!! ada apa dengan dirimu?” bentak jira, sambil mengguncang pundak dongseng nya.

 

” Daehyun.. Daehyun noona..” Jawab dong yoo terisak.

 

” cepat jelaskan kepadaku yoo-ah.. ada apa dengan daehyun.” ucap jira menangis, sebab setelah mengantar daehyun sekolah tadi, jira sudah mempunyai firasat tak enak untuk daehyun.

 

” Daehyun berada di rumah sakit noona, dia terjatuh dari tangga perosotan dan kepala dia terbentur tiang.” jawab dong yoo, jira yang mendengar perkataan dong yoo tadi, seketika lututnya lemas, jira jatuh berlutut di hadapan dong yoo sambil menangis.

 

“ini semua salahku karna telat menjemputnya tadi, hingga dia di bully oleh teman sekelasnya sampai dia jatuh dan terluka.” ucap dong yoo terisak. lalu dia berlutut memeluk jira.

 

” mianhae noona, karna aku tidak bisa menjaga dongseng kita, aku salah noona.” ucap dong yoo menyesal.

 

Jira pun memeluk dong yoo, jira tau semua ini pasti berat untuk dong yoo, dong yoo pasti akan menyalahkan dirinya sendiri karna dia tidak bisa menjaga daehyun.

 

” ini bukan salahmu yoo-ah. ini semua memang sudah takdirnya kita di beri ujian seperti ini, cepat bantu aku untuk menutup super market ini, kita harus segera melihat daehyun.” ucap jira sambil mengusap air mata yang jatuh di pipi dong yoo.

 

Mereka berdua pun dengan sigap membereskan super market ini dan menutup nya, biarlah nanti jira ijin kepada ahjussi lee pemilik super market ini, dia pasti akan mengerti dan nanti jam sore biar soojung saja yang mengambil kunci super market agar dia bisa bekerja seperti biasa nya di jam sore hari.

 

Jira dan dong yoo pun memberhentikan taksi yang melintas di hadapannya, taksi itu pun melaju dengan kecepatan sedang.

 

” yoo-ah. bagaimana kondisi daehyun tadi?” ucap jira panik

 

” dokter bilang, daehyun mengalami pendarahan noona dan dia harus segera di operasi.” jawab dong yoo pelan.

 

jira yang mendengar penjelasan dong yoo tadi, dia tidak bisa berpikir apapun. dia sangat bingung saat ini, di satu sisi dia mengharapkan daehyun sembuh dan selamat tapi di sisi lain dia bingung harus membayar biaya rumah sakit daehyun dengan apa.

 

Jira sama sekali tidak punya uang atau tabungan, hasil berjualan sebulan kemarin sudah dia berikan kepada rentenir itu. sedangkan upah dia bekerja di mini market hanya cukup untuk biaya mengisi perut dia dan kedua dongseng nya untuk satu bulan kedepan.

 

” oh.. tuhan.. harus aku cari kemana uang untuk biaya operasi dongsengku.” Gumam nya dalam hati.

 

Taksi berhenti di depan rumah sakit dimana daehyun sedang di rawat, jira dan dong yoo pun keluar dari taksi itu dan berlari menuju ruang unit gawat darurat rumah sakit ini.

 

Begitu sampai di ruang ugd jira melihat daehyun yang sedang di periksa oleh dokter. jira menangis menghampiri daehyun, dia memeluk tubuh mungil dongseng kesayangannya.

 

” hyun-ah.. bangun sayang.. noona disini hyun-ah.. mianhae hyun-ah karna noona tidak bisa menjaga daehyun.” ucap jira terisak. lalu jira pun memohon di hadapan dokter yang tadi memeriksa daehyun.

 

” ku mohon selamatkan dongsaeng saya dokter, lakukan sesuatu untuk nya dokter. saya akan membayar biaya operasinya nanti, kumohon dokter.” ucap jira menangis.

 

Seunghyun yang keluar dari toilet dia melihat jira yang sedang berlutut demi keselamatan dongseng nya, Seunghyun pun berjalan mendekati jira lalu dia membangunkan tubuh jira yang sedang berlutut di hadapan dokter itu, Jira terkejut melihat namja yang memegang tubuhnya ini.

 

” daehyun akan segera di operasi, jangan kau menghalangi dokter yang ingin membawanya keruang operasi, dengan tingkah dramamu itu.” Bisik seunghyun di telinga jira.

 

Jira yang mendengar ucapan namja yang ada di depan nya ini dia melotot tak suka, dia melepaskan cengkraman tangan seunghyun dari tubuhnya.

 

” tuan anda siapa? kenapa anda berada disini?” tanya jira.

 

” noona.. jangan seperti itu, dia yang menolong ku untuk membawa daehyun ke rumah sakit.” bela dong yoo.

 

Jira mengerutkan kening nya sambil menatap tajam seunghyun, seunghyun membalas tatapan jira dengan senyum licik nya.

 

” tuan pasien akan segera melakukan operasi, saya akan memindahakan nya ke ruang operasi.” ucap dokter kepada seunghyun,

 

” silahkan dok.. tolong selamatkan dongseng saya.” jawab seunghyun, jira pun menoleh melihat wajah seunghyun, dia tak suka jika seunghyun mengaku sebagai sodara daehyun.

 

Suster pun mendorong ranjang daehyun dan memindahkan nya ke ruang operasi, jira mengikuti daehyun yang terbaring di ranjang pasien itu, jira menggenggam tangan daehyun.

 

” hyun-ah.. kau pasti kuat sayang, cepat bangun. Noona akan membelikan gulali kesukaan daehyun nanti.” Ucap jira menangis.

 

Mereka semua pun sampai di ruang operasi, seunghyun menarik jira yang masih memegangi tangan daehyun. seunghyun bertindak seperti itu agar jira tidak memperlambat kerja dokter untuk menyembuhkan daehyun.

 

operasi pun di mulai. jira, seunghyun dan dong yoo menunggu di bangku besi yang berada di depan ruang operasi ini. Jira menunduk sambil menggenggam kedua tangannya dia tak henti-hentinya berdoa dalam hati, memohon untuk kelancaran operasi daehyun.

 

Seunghyun yang tak suka berada di situasi melow seperti ini, dia berdiri membeli makanan dan minuman untuk mereka bertiga.

 

Seunghyun berjalan menuju kantin rumah sakit, dia membeli beberapa roti kacang dan roti coklat. Dan juga dia membeli kopi dan coklat panas untuk dirinya, jira dan dong yoo.

 

Selesai membeli makanan, seunghyun kembali keruang operasi lagi. sebenarnya dia ingin pulang mengganti kemeja nya yang berlumuran darah. tetapi melihat yeoja mungil yang rapuh sedang menangis tak henti-hentinya dia merasa tak tega untuk meninggalkan nya.

 

Lagi pula dia juga mencemaskan keadaan daehyun, mungkin jika selesai operasi daehyun dia akan pulang sebentar untuk mengganti baju nya. Seunghyun duduk di samping dong yoo, memberikan roti dan juga coklat panas untuk nya.

 

” makanlah.. kau sangat kacau sekali yoo-ah, jika kau seperti ini bagaimana bisa kau menjaga dongsengmu nanti.” ucap seunghyun sambil menepuk-nepuk pelan punggung dong yoo.

 

” aku tak lapar hyung..” jawab dong yoo.

 

” mau lapar atau tidak, kau harus tetap makan untuk menambah tenagamu. ini semua musibah yoo-ah.. jangan menyalahkan dirimu sendiri.” Ucap seunghyun halus, seunghyun tau jika dong yoo pasti menyalahkan diri nya sendiri karna lalai menjaga daehyun.

 

Jira yang mendengar seunghyun membujuk dong yoo, dia pun menoleh ke arah para namja itu. dia tersenyum tipis melihat Seunghyun yang sedang menasehati dongseng nya.

 

Dong yoo pun tersenyum kepada seunghyun, dia memakan roti yang di beri seunghyun tadi. seunghyun yang tau jika dirinya sedang di perhatikan oleh jira, dia menoleh dan duduk di samping jira.

 

Jira yang tertangkap basah sudah memperhatikan Seunghyun dalam diam, dia menunduk malu tak mau menghiraukan seunghyun yang sudah berada di samping nya.

 

” terpesona eoh..” bisik Seunghyun di telinga jira, jira yang merasakan deru nafas dan suara bariton Seunghyun yang seksi itu. jantung dia berdetak dengan kencang, tubuh dia merinding seketika.

 

jira tak berani menatap seunghyun dia menundukkan kepalanya sambil menggit bibir bawahnya, seunghyun yang melihat jira gugup dia tersenyum penuh kemenangan.

 

” sial.. kenapa dia menggigit bibir tipisnya!” Maki seunghyun di dalam batin nya.

 

Seunghyun mencoba mengontrol dirinya sendiri, dia meraih tangan jira dan memberikan roti juga coklat panas untuk nya.

 

” makanlah.. kau tak bosan menangis terus seperti itu, ingat ini bukan di drama. seharunya kau berdoa dan yakin jika dongseng mu itu anak yang kuat dan dia akan selamat.” ucap Seunghyun asal.

 

jira yang malas berdebat dengan namja gila yang sampai saat ini belum dia tau namanya dan asal nya itu pun dia hanya menganggukkan kepala nya saja.

 

” kamsahamnida tuan..” ucap nya pelan, Seunghyun hanya tersenyum sambil memakan roti nya juga.

 

” Tuan.. bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu?” tanya jira.

 

” tanyakan saja, jika aku bisa menjawabnya. aku pasti akan menjawab semua pertanyaan mu.” jawab Seunghyun sambil memakan roti nya.

 

” sebenarnya kau siapa? kenapa kau bisa bertemu dengan dongseng ku?” tanya jira pelan

 

” kemarin aku tak sengaja sedang melukis di taman dekat sekolah daehyun, aku bertemu dia disana dan mengobrol dengannya.” Jawab seunghyun.

 

” mungkinkah dia ahjussi tangan ajaib yang di sebut daehyun kemarin.” batin jira.

 

” aku sudah membayar semua keperluan daehyun selama di rawat disini, kau tak perlu khawatir tentang masalah itu.” ucap seunghyun. jira yang menunduk pun menoleh ke arah seunghyun.

 

“kamsahamnida atas bantuan anda tuan, aku akan segera mencari uang dan secepat mungkin akan aku kembalikan uangmu.” jawab jira dengan mata yang berbinar.

 

jira tak perduli lagi jika dirinya di sebut yeoja gampangan atau apalah itu, karna bagi jira yang terpenting saat ini hanyalah kesembuhan daehyun.

 

” kau yakin bisa mengembalikan uang ku secepat mungkin?” bisik seunghyun.

 

Jira yang mendapatkan bisikan di telinga nya dia menggigit bibir nya menahan degup jantung nya yang berdebar kencang, juga rasa aneh yang menguasai dirinya.

 

” Akan saya usahakan tuan.” jawab jira gugup.

 

Seunghyun menjauhkan dirinya dari jira, dia tersenyum kepada jira. Jira pun memutuskan kontak mata nya kepada seunghyun, dia menunduk kembali. jira tak sanggup melihat mata tajam seunghyun yang entah sejak kapan terlihat seksi di matanya.

 

” Siapa nama mu?” tanya seunghyun.

 

” jira.. kim jira, nama anda siapa tuan?”

 

” choi seunghyun..” jawab seunghyun.

 

“Mungkin kah dia pelukis yang terkenal itu, yang selalu di gosipkan dengan yeoja cantik dan seksi di luar sana.” batin jira.

 

Seunghyun yang risih dirinya di perhatikan oleh jira, dia pun menyandarkan tubuhnya di bangku besi itu. lalu tersenyum simpul kepada jira.

 

Jira menoleh ke arah lain, untuk menetralkan dirinya dari rasa yang aneh ini, kemudian dia menoleh kembali ke arah seunghyun dan melihat kemeja namja itu penuh dengan bekas noda darah.

 

” Tuan.. sebaiknya kau pulang saja.” ucap jira pelan.

 

” kau mengusir ku?” tanya seunghyun

 

” bukan seperti itu maksud ku, sebaiknya kau pulang membersihkan tubuhmu dan beristirahat. kau pasti sangat lelah sudah membantu dongseng ku sedari tadi.” jawab jira.

 

” tak usah mengkhawatirkan ku, aku akan pulang nanti. tapi setelah operasi daehyun selesai, aku sangat mencemaskan keadaannya juga.” ucap seunghyun

 

Jira yang melihat seunghyun berbicara seperti itu, seketika hatinya merasa hangat, jira melihat dari pancaran mata seunghyun jika dia tulus berucap seperti itu, ternyata dia sudah salah sangka dengan namja gila dan mesum ini, ternyata namja yang ada di hadapannya mempunyai hati yang baik dan tulus juga.

 

” aku tau, kalau aku tampan dan seksi jadi berhenti menatap ku seperti itu.” ucap seunghyun di depan wajah jira.

 

Jira terkesiap mendengar suara seunghyun, dia menundukkan kembali kepalanya. dan mengontrol degup jantung nya yang berdetak kencang. Seunghyun terkekeh pelan melihat tingkah jira.

 

“Yeoja polos.. akan aku buat kau menjadi yeoja liar nanti.” batin seunghyun.

 

Satu jam, dua jam dan tiga jam pun berlalu, mereka bertiga masih dalam keadaan khawatir dan masih dalam keadaan berdoa di dalam hati memohon kepada sang pencipta agar mendapatkan kabar baik tentang keadaan daehyun.

 

seketika simbol lampu yang berwarna merah tepat di atas pintu ruang operasi itu mati menandakan bahwa operasi telah selesai. mereka bertiga kompak berdiri dari bangku besi itu, menunggu sang dokter keluar dari ruang operasinya.

 

Dokter pu membuka pintu ruang operasinya, berjalan sambil melepaskan sarung tangan elastis nya dan masker berwana hijau yang menutupi sebagian hidung dan mulutnya, dokter pun menghampiri seunghyun dan jira.

 

” operasi nya berjalan dengan lancar tuan, pasien berhasil melewati masa kriis nya dan akan saya pindahkan keruang perawatan nanti.” ucap dokter menjelaskan

 

” kamsahamnida dokter..” ucap jira sambil membungkuk, dokter membalas ucapan jira dengan senyumannya, lalu berjalan meninggalkan jira dan Seunghyun.

 

” syukurlah noona.. Daehyun kita selamat, dia memang anak yang kuat noona.” ucap dong yoo sambil memeluk tubuh noona nya. jira hanya menganggukkan kepalanya sambil mengusap punggung dong yoo.

 

Setelah itu jira melepaskan pelukan nya dari tubuh dong yoo, dia berjalan mendekati Seunghyun dan memeluk tubuh seunghyun erat sekali, jira bersyukur karna berkat Seunghyun lah daehyun bisa di selamatkan.

 

” kamsahamnida tuan.. berkat anda dongseng saya selamat, berkat hati anda yang baik itu. saya bisa berkumpul kembali dengan daehyun.” ucap jira sambil memeluk seunghyun. dong yoo pun berjalan mendekati Seunghyun dan jira, dia juga ikut memeluk tubuh seunghyun.

 

” kamsahamnida hyung, aku benar-benar bersyukur bisa bertemu dengan orang sebaik dirimu.” ucap dong yoo.

 

Seunghyun yang sudah lama tidak merasakan hangatnya pelukan keluarga. saat ini juga hati dia terenyuh, dia merasakan kebahagian atas pelukan ini, dia ingin mempunyai sebuah keluarga juga.

 

tetapi dia yang hanya anak tunggal tidak bisa merasakan nya, karna dia tidak mempunyai sodara yang bisa dia peluk dan berbagi rasa. orang tua nya juga sudah meninggal dunia, jadi sudah lama sekali dia tidak merasakan hangatnya sebuah pelukan keluarga.

 

Tangan seunghyun pun terulur mengusap rambut dong yoo dan tangan yang satu nya lagi mengusap punggung jira, seunghyun nyaman berada di pelukan jira dan dong yoo, seketika muncul perasaan aneh yang ingin memiliki keluarga ini, seunghyun ingin hidup bersama jira dan kedua dongsengnya.

 

Seunghyun pun tersadar dari perasaan aneh itu, dia kembali berfikir jernih, bagaimana mungkin dia bisa masuk kedalam keluarga jira, dia bukan kerabatnya dan juga bukan kekasih nya mana bisa seunghyun memiliki keluarga yang hangat ini.

 

” Aku tidak membantumu dengan cuma-cuma, kau harus tetap mengembalikan uangku yang sudah terpakai untuk pengobatan dongseng kalian.” jawab Seunghyun asal.

 

Jira dan dong yoo pun melepaskan pelukan nya dari tubuh kekar seunghyun, jira tersenyum cerah kepada seunghyun.

 

 

” tetap saja kau sudah membantu kami tuan, aku sangat bersyukur saat ini. Aku janji akan mengganti uangmu, aku akan bekerja sekeras mungkin.” jawab jira sambil tersenyum manis.

 

Seunghyun yang melihat senyuman jira ada rasa damai yang menelusup di dalam hati nya, seunhyun sangat suka melihat senyuman yeoja mungil yang berada di hadapan nya.

 

” Kau tak perlu mengganti uangku, cukup kau tinggal bersama denganku saja, aku tak ingin uangku kembali.” Batin seunghyun.

 

Jira yang melihat tingkah aneh seunghyun yang hanya diam melihat dirinya saja, jira pun mengguncang tangan Seunghyun untuk menyadarkan namja itu dari lamunan nya.

 

” Tuan.. kau melamun? apa yang sedang mengganggu pikiranmu?.” Tanya jira.

 

” kau yang mengganggu pikiran ku, keluarga mu yang mengganggu pikiranku, aku ingin berada di antara kalian.” batin Seunghyun.

 

” Tuan.. anda tidak mendengar ucupanku?” tanya jira lagi.

 

” aaaaiiissshh… aku mendengarnya, kau ini berisik sekali. aku kan kemarin memberitahu mu untuk membesarkan payudara mu, bukan membesarkan suaramu.” grutu seunghyun sambil menoyor kening jira.

 

” yakk!! kau mulai lagi menjadi namja gila!!” ucap jira kesal.

 

Seunghyun tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan jira tadi, seunghyun pun berjalan meninggalkan jira dan memasuki ruang oprasi untuk menyusul dong yoo yang sudah berada di dalam.

 

Jira pun berdecak kesal, lalu dia berjalan mengikuti Seunghyun dari belakang. ketika sudah berada di dalam ruangan ini, mereka bertiga melihat keadaan daehyun yang masih terlelap karna dia belum sadarkan diri.

 

Para suster pun sibuk untuk memindahkan daehyun keruang perawatan, setelah itu suster mendorong ranjang pasien untuk memindahkan daehyun. jira,seunghyun dan dong yoo mengikuti para suster itu yang sedang mendorong ranjang daehyun.

 

Setelah sampai di lantai delapan, mereka berjalan menuju ruang perawatan khusus vip. seunghyun sengaja memilih kamar vip untuk daehyun, agar daehyun merasa nyaman di rumah sakit ini.

 

Ruang anggrek nomer 803 itu lah yang menjadi kamar perawatan untuk daehyun, di ruang ini terdapat TV, dvd, lemari es, meja makan, sofa dan dua buah ranjang. yang satu untuk pasien dan satu lagi untuk keluarganya yang menginap disini untuk menemani sang pasien.

 

Suster memindahkan daehyun ke ranjang yang ada di ruang ini juga membereskan alat-alat yang masih menempel di tubuh daehyun agar tak terlepas, selesai membereskan daehyun, para suster itu membungkuk kepada jira dan Seunghyun lalu berjalan keluar dari ruang ini.

 

Jira yang terkejut melihat fasilitas ruang ini dia hanya menggelengkan kepala nya saja, dia memikirkan biaya nya. pasti hutang dia sangat banyak kepada seunghyun karna seunghyun memasukan daehyun keruang vip.

 

” Tuan.. kenapa kau memilih kamar ini? Kenapa tidak yang biasa saja tuan? aku pasti berhutang banyak kepadamu.” ucap jira sambil menundukkan kepalanya.

 

” Sudahlah nanti saja kita membicarakan masalah hutang ini, nanti setelah daehyun keluar dari rumah sakit ini, aku akan menemuimu dan membicarakan masalah ini.” jawab seunghyun asal. jira hanya diam saja mendengarkan ucapan seunghyun.

 

” Noona dan juga hyung sebaiknya kalian pulang saja, biar aku yang menjaga daehyun disini.” ucap dong yoo.

 

” Kau saja yang pulang yoo-ah, noona disini saja menemani daehyun.” jawab jira.

 

” Noona kau harus membereskan keperluan untuk daehyun selama disini, kau harus membawa baju daehyun dan juga kau harus datang kesekolah ku meminta ijin karna aku tak masuk hari ini.” ucap dong yoo.

 

” kau benar juga yoo-ah, baiklah aku saja yang pulang, kau jaga daehyun disini, jika ada sesuatu cepat panggil dokter.” Jawab jira. Dong yoo hanya menganggukkan kepalanya saja.

 

” kau juga sebaiknya pulang tuan, bajumu sangat kotor dan beristirahat lah.” ucap jira kepada seunghyun.

 

” Baiklah aku akan pulang, tetapi setelah mengantarmu kerumah.” jawab Seunghyun.

 

” tak usah tuan.. aku bisa naik bus nanti.” Tolak jira.

 

” jangan membantah..” ucap Seunghyun tegas.

 

Seunghyun menarik tangan jira dan berjalan keluar kamar meninggalkan dong yoo dan juga daehyun di kamar itu, jira menunduk malu merasakan genggaman erat tangan Seunghyun di lenganya.

 

Sesampai nya di parkiran rumah sakit ini, seunghyun membukakan pintu mobilnya dan menyuruh jira masuk kedalam mobilnya, jira pun memasuki mobil mewah itu. Seunghyun berjalan dan memasuki mobilnya, lalu menyalakan mesin mobil itu dan menginjakkan pedal gas mobilnya.

 

Mobil mewah berwarna hitam itu menusuri jalan kota seoul, di siang hari jalanan cukup padat karna ini waktu nya jam makan siang. sudah bisa di pastikan semua manusia yang bekerja pasti keluar dari ruangan nya untuk sekedar mengisi perutnya, dua puluh menit perjalanan dari rumah sakit menuju rumah jira, mereka berdua pun sampai di depan rumah jira.

 

jira mengerutkan kening nya, dia bingung kenapa seunghyun bisa tau rumahnya, padahal sedari tadi seunghyun tidak menanyakan alamat rumah jira, begitu pula dengan jira. dia tidak memberitahukan alamat nya kepada seunghyun.

 

” Tuan bagaimana bisa kau mengetahui alamat rumahku?” tanya jira. Seunghyun yang mendengarkan pertanyaaan jira tadi, dia diam membisu.

 

” Sial.. kenapa aku jadi bodoh seperti ini, aku tau rumahnya kan karna pada saat malam dia berjualan itu aku menguntit nya.” Batin Seunghyun.

 

” Tuan.. kenapa kau diam saja?” ucap jira.

 

” itu… karna.. kemarin aku mengantarkan daehyun pulang.” jawab Seunghyun bohong. jira hanya menganggukkan kepalanya saja dan membuka pintu mobil seunghyun.

 

“Kamsahamnida tuan, sudah mau mengantarku.” ucap Jira sambil membungkuk.

 

seunghyun hanya menganggukkan kepalanya saja, lalu mobil mewah itu berjalan menuju rumah seunghyun. Jira pun memasuki rumahnya dan sesampainya di rumah dia menelpon ahjussi lee memberitahukan kalau dia tidak membuka super marketnya hari ini.

 

selesai memberitahukan ahjussi lee lewat telfon, jira menuju kamar daehyun mengambil tas besar dan memasuki beberapa baju daehyun, selesai membereskan baju daehyun, lalu dia memasuki baju dong yoo beberapa dan juga baju untuk dirinya.

 

 

Seunghyun yang sudah sampai di rumahnya dia berjalan mencari ahjuma yang bekerja di rumahnya, perut seunghyun seudah lapar karna dia hanya memakan roti saja tadi di rumah sakit.

 

” Ahjumma tolong buatkan aku makanan dan antarkan ke kamarku, aku ingin membersihkan tubuhku dulu.” ucap Seunghyun

 

” baik tuan, nanti akan ahjumma bawakan makan siang ke kamar tuan” jawab ahjumma kim

 

Seunghyun pun berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua, dia menaiki anak tangga untuk mencapai kamar nya, lalu seunghyun masuk dan berjalan menuju kamar mandi, membuka kemeja nya yang berlumuran darah dan membuka celana nya, dia membersihkan tubuhnya.

 

Ahjumma kim pun memasuki kamar seunghyun dan menaruh makanan di atas laci yang berada di sisi ranjang seunghyun, seunghyun yang sudah selesai mandi pun dia keluar memakai handuk jubahnya.

 

” Tuan silahkan dimakan..” ucap ahjumma kim

 

” gomawo ahjumma” jawab Seunghyun.

 

” Tuan.. saya ingin berbicara sesuatu.” ucap ahjumma kim

 

” Bicaralah ahjumma, aku akan mendengarkan nya.” jawab Seunghyun

 

” Aku ingin cuti beberapa Bulan ini tuan, karna anak ku akan melaksanakan pernikahan, aku ingin membantunya menyiapkan semua itu, bisakah aku mengambil cuti beberapa Bulan kedepan tuan?” ucap ahjumma.

 

” Kau ingin cuti berapa Bulan ahjumma?” tanya seunghyun.

 

” empat Bulan tuan, bolehkah aku cuti selama itu?” Jawab ahjumma.

 

” Baiklah kalau itu mau mu, tetapi jika urusan mu sudah selesai. Kau harus berjanji untuk kembali lagi kerumah ku” ucap seunghyun.

 

” kamsahamnida tuan, aku pasti akan kembali bekerja untukmu.” ucap ahjumma tulus.

 

ahjumma pun berjalan keluar dari kamar Seunghyun. Seunghyun mengambil makanan yang ahjumma kim bawa tadi, lalu dia memakannya dengan nikmat.

 

Selesai mengisi perutnya Seunghyun merebahkan tubuhnya diranjang king size miliknya, tubuh dia sangat lelah sekali dia memutuskan untuk tidur dan tidak pergi ke galerinya.

 

 

Jira yang pulang dari sekolah dong yoo tadi, dia sudah sampai di rumahnya. Dia akan memasak nasi goreng kimchi nanti untuk makan malam dirinya dan dong yoo, jira mengambil semua bahan lalu memulai membuat nasi goreng kimchi itu, beberapa menit nasi goreng itu matang dia masukan kedalam rantang untuk dia bawa nanti kerumah sakit.

 

Bunyi ketukan pintu pun mebuatnya beranjak dari dapur rumahnya, jira membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang kerumahnya, pintu pun terbuka ternyata soojung lah yang datang mengunjungi nya.

 

Soojung kerumah jira karena dia dapat kabar dari ahjussi lee pemilik mini market tempat dia  bekerja, Soojung sangat mengkhawatirkan keadaan daehyun..

 

” jira-ya.. bagaiman keadaan daehyun sekarang?” ucap soojung khawatir

 

” masuk dulu jung, nanti akan ku ceritakan.” jawab jira.. soojung pun memasuki rumah jira, dia duduk di kursi yang terletak di ruang makan.

 

” minum jung..” ucap jira sambil memberikan gelas yang berisi air dingin kepada soojung

 

” kenapa kau tenang sekali dongseng mu mengalami kecelakaan?” tanya soojung sinis.

 

” bicara apa kau ini? aku juga setengah mati tadi mencemaskan keadaan dongseng ku, tapi sekarang dia sudah melewati masa kritis nya. maka dari itu aku sekarang bisa bernafas lega.” jawab jira sambil menoyor kepala soojung.

 

” oohh.. tuhan.. syukurlah dia selamat..” ucap Soojung senang.

 

” bagaimana bisa daehyun terjatuh seperti itu? siapa yang melakukan nya?” Tanya soojung.

 

” daehyun di bully tadi di sekolah, temannya mencelakainya ketika dia ingin naik perosotan, anak kecil itu menarik kaki daehyun. lalu daehyun jatuh dan kepalanya terbentur, lalu di oprasi tadi dan sekarang sudah berada di ruang perawatan.” cerita jira.

 

” Dasar anak kecil nakal, jira-ya sekarang bagaimana caranya kau membayar operasi dongsengmu?” ucap soojung sedih.

 

” Tak usah mencemaskan ku jung, aku sudah mendapatkan bantuan tadi. Dari namja yang menolong daehyun, dia sangat baik. dia meminjamkan uangnya untuk keperluan daehyun selama di rumah sakit itu.” Jawab jira dengan mata yang berbinar.

 

Soojung yang melihat gelagat aneh dari sahabatnya itu, dia memicingkan mata nya. Lalu menatap jira dengan tatapan sinisnya.

 

” namja?? ceritakan siapa dia? kenapa aku merasa aneh ya, melihat dirimu menceritakan namja itu. Kau  seperti seorang yang jatuh Cinta pada pandangan pertama.” tanya Soojung curiga.

 

Jira mendapatkan pertanyaan dari soojung seperti itu, dirinya hanya diam saja tak membalas ucapan Soojung, jira malah asik di dalam pikiran nya sendiri memikirkan ucapan sahabatnya itu.

 

” Apakah soojung itu gila, mana mungkin aku menyukai namja gila dan mesum itu.” batin jira.

 

” Yakk!! kenapa kau diam saja? cepat jawab pertanyaanku.” Desak soojung kesal.

 

” Sebaiknya kau pergi bekerja sana, nanti kau telat. aku ingin mandi dan berangkat ke rumah sakit lagi nanti. sekarang kau pergilah.” Ucap jira mengusir soojung dari rumahnya, soojung berdecak kesal.

 

” Baiklah aku pulang, tapi kau harus menceritakan nya kepadaku nanti. esok aku akan menemani mu di rumah sakit.” ujar soojung.

 

Jira hanya menganggukkan kepalanya saja, lalu mengantar soojung sampai depan rumah nya. soojung pun pergi dari kediaman jira dia memulai aktivitas nya untuk berangkat kerja di mini market ahjussi lee.

 

Jira memasuki rumahnya untuk membersihkan tubuhnya, jira akan berangkat ke rumah sakit selesai dia mandi nanti, dua puluh menit membersihkan tubuhnya jira keluar dari kamar mandi. lalu dia memakai celana jeans panjang dan juga switer tebal berwarna pinknya.

 

dia beridiri di depan cermin, penampilan nya sudah layak. jira pun berjalan keluar dari kamarnya, dia tutup semua jendela rumah nya lalu membawa ransel besar yang berisi pakaian dan perlengkapan mandi untuk dirinya dan dong yoo.

 

Lalu dia membawa rantang besar yang berisi nasi goreng kimchi dan telur gulung yang dia buat tadi, juga beberapa buah-buahan yang tersedia di dalam lemari es nya juga beberapa susu kaleng untuk dong yoo nanti.

 

Jira pun mengunci pintu rumah nya dan berjalan menuju pagar rumahnya, lalu dia menggembok pagar rumahnya karna semua penghuni rumah itu akan bermalam dirumah sakit menemani daehyun yang masih terbaring lelap di rumah sakit, entah kapan daehyun akan membuka matanya.

 

TBC^^

72 thoughts on “Beds Love Part 3

  1. Ngerubah jira yang polos jadi jira yang liar??? Gimana caranya atuh?? #sok.gatau.sayaaa..#
    Itu bocah si pembully hrs bls dibully aja, kecil2 dah belajar jadi premaan

    Suka

  2. untungnya seunghyun n dong yoo cepat datang jadi daehyun langsung di bawa ke rumah sakit untuk segera ditangani, malang sekalai nasib daehyun, semoga daehyun cepat sadar dan sehat kembali, kasihan sekali ji ra menganggung beban semuanya, senang liat seunghyun langsung tanggap,

    Suka

  3. mungkin karena kesepian kali ya dia pengen jira dan adik nya tinggal bareng dan hidup bareng. semoga terwujud ya…semangat…jangan pantang menyerah untuk sesuatu yang km pengen juga aku dukung dengan jira

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s