DESTINY Part 3


image

Destiny Part 3

Author : chely

Title : Destiny part 3

Category : NC21, kekerasan, romance, chapter

Cast.         : -Kim Jongin

                    -Im Nayeon

Other Cast :-Kang Seulgi

                     -Byun Baekhyun

                     -etc

Disclaimer : Sorry for typo. I hope u enjoyed my imagine:’) meskipun kacau :’)

***

When i close my eyes I see those eyes

My heart kept aching So i wanted to forget

If this is a dream, please let me wake up

Are you really my destiny?

Falling you

***

Im Nayeon berjalan menyusuri koridor kampusnya, menatap setiap mahasiswa yang berlalu lalang pergi dengan tangan saling bertautan dengan kekasihnya, mungkin. Ia ingin mempunyai pendamping hidup yang mau menautkan tangannya di selasela jarinya. Ia tersenyum kecut mengingat pasangan hidupnya bukan tipe seperti itu. Pasangan hidupnya lebih menyukai menatapnya dengan tatapan mengintimidasi, bahkan membunuh seseorang. Ia terlalu banyaj melamun hingga tanpa sadar seseorang sedang mengikutinya. Dan ketika Nayeon hendak memasuki kelasnya ada seseorang yang membekap mulutnya. Nayeon berontak memukul-mukul seseorang memakai pakaian serba hitam itu, namun tak berselang lama penglihatan Nayeon menghilang dan ia tidak sadarkan diri. 

***

“Jadi, ada keperluan apa aboenim memanggilku?” Jongin tersenyum ramah.

“Haha, aku hanya merindukanmu menantuku. Kemarilah” tuan Im melebarkan tangannya hendak memeluk Jongin dan Jonginpun membalas pelukannya.

“Bagaimana putriku? Apa dia sangat merepotkan?” Jongin menggelengkan kepalanya

“Tidak aboenim. Justru putri anda lebih perhatian dari sebelumnya.

“Benar, memang Nayeon lebih perhatian ke Jongin. Bahkan Jongin tidak pernah sekalipun terlewat jam makannya. Kecuali ketika Nayeon marah waktu itu. Nayeon benar-benar mengabaikannya dengan tidak membuat nasakan apapub kepada suaminya itu.

“Jongin-ah, apa kau ada pekerjaan lain selain menjadi dosen di kampus Nayeon?” Jongin menatap heran dengan apa yang dibacarakan mertuanya ini. Apakah ia sudah tau pekerjaannya?

“Ada apa aboenim?” tuan Im tersenyum menepuk pundak Jongin.

“Bekerjalah menjadi CEO di perusahaanku.” Jongin mendelik tak percaya. Bagaima mungkin rencananya berjalan dengan mulus tanpa Jongin menjalankan satu persatu misinya.

“Tapi bagaimana dengan aboenim?” Jongin menatap ragu mertuanya itu.

“Kau tau bukan bahwa umurku tidak akan lama lagi? Aku ingin kau yang melanjutkan usahaku mengingat bahwa kau adalah putra dari tuan Kim.” Jongin tersenyum kecut.

“Baik aboenim—” Jongin menghentikan pembicaraannya ketika melihat satu peaan masuk dari nomor yang tak diketahuinya.

“Maaf aboenim, kurasa saya harus pergi. Tibatiba ada urusan mendadak.” tuan Im mengangguk.

***

Jongin menatap gusar ponsel yang di pegangnya. Berkali-kali ia menghubungi istrinya itu tetapi nihil tidak ada jawaban sama sekali. Ia khawatir, ancaman yang diberikan keluarga Kang benarbenar membuatnya khawatir.

‘Kuharap kau tidak menyesal telah membunuh appaku tuan Kim Jongin. Istrimu ada bersamaku, mungkin aku akan sedikit bermain-main dengannya dan setelah itu aku akan membunuhnya.’ Jongin mengepalkan tangannya kuat-kuat. Sial, seharusnya istrinya itu tidak mengikutinya sampai markasnya. Dasar bodoh, ia berlari menuju markasnya.

“Tolong aku. Im Nayeon, dia” Jongin terengahengah gemetar.

“Im Nayeon disekap oleh keluarga tuan Kang” Sehun melotot tak percaya

“Ba-bagaimana ia bisa tau siapa istrimu itu hyung?” Jongin menunduk lemah

“Lebih baik kita bersiap-siap sekarang, dan Chanyeol kau lacak keberadaan Im Nayeon ataupun anakbuah tuan Kang.” Hyukjae memerintah dan memakai jaket serta mempersiapkan revolver miliknya kemudian diikuti oleh anggota lainnya. Seulgi menatap cemas namja yang dicintainya itu, ya mungkin harapannya benarbenar pupus melihat Jongin begitu pucat pasih mengkhawatirkan istrinya itu.

“Tenanglah Kai, istrimu akan baikbaik saja. Kau tau, dia sangat pemberani” ujar Seulgi menepuk pundak Jongin.

“Aku menemukannya, mereka sedang menuju di kawasan Myeongdong.” ujar Chanyeol dan dibalas tatapan senang dari Jongin.

***

Gelap, penuh debu, dingin disinilah Nayeon sekarang. Ia terus terisak mengingat bahwa ia saat ini sedang diculik. Bahkan kaki tangannya diikat di ranjang entah apa yang akan terjadi setelahnya, ia takut. Ia berharap bahwa suaminya itu akan datang dan membunuh siapapun orang yang berani menyentuhnya. Tapu mengingat bahwa saat ini Nayeon merupakan pelampiasan dendamnya terhadap appanya membuat Nayeon tertunduk lemah. Ia pasrah akan hidupnya, ia lebih baik mati saja.

“Welcome Mrs Kim” ujar seorang pria berpakaian rapi.

“Sepertinya kita pernah saling mengenal Mrs Kim” Nayeon mendelik tak percaya Kang Seungyoon, temannya semasa SMA sekaligus namja yang selalu mengejarngejarnya. Ia sudah tau apa yang terjadi, ia ingat betul ketika masih SMa dulu, Nayeon berkalikali menolaknya namun Seungyoon tidak menyerah begitu saja. Ia bahkan pernah hampir mencium paksa Nayeon ketika di perpustakaan. Nayeon berteriak menggeraknggerakkan kakinya. Tidak, ia tidak ingin disentuh oleh pria brengsek seperrtinya.

“Keep calm baby. I know u miss me so much, right?” Seungyoon tersenyum menyeringai. Ia memdekati ranjang Nayeon dan mengelus lembut lengan Nayeon.

“Jangam berontak baby, aku tidak akan bermain kasar” Seungyoon mencium wajah Nayeon namun Nayeon menjauhkan wajahnya sekuat mungkin. Seungyoon nampak geram dan srek. Ia menyobek pakaian Nayeon hingga terlihat jelas bra yang dipakainya.

“Sudah kubilang bukan, jangan berontak baby. Rupanya kau suka bermain kasar” Seungyoon menciumi bra Nayeon. Ia terisak merasa terhina, ia benarbenar kotor sekarang. Nayeon memejamkan mata, berharap ini hanya mimpi.

“Kau tau? Suamimu itu membunuh appaku. Cih, dia bahkan merebut perusahaan appaku. Benarbenar licik” Seungyoon membuka jeans Nayeon dan meraba pelan underwearnya.
“Apa yang kau sukai dari namja sepertinya? Dia pembunuh, Nayeon.” Seungyoon menciumi underwear Nayeon. Nayeon terisak semakin keras, ia benarbenar kotor. Ia ingin mati sekarang juga jika memang bisa.

“Tidak sayang, kau tidak boleh mati dulu. Kau harus menikmati malam denganku. Dan kurasa milikmu sudah benarbenar siap menerimaku” Seungyoon melepas paksa underwear Nayeon,dan semakin membuatnya menangis histeris dalam bekapan mulutnya. Ia memejamkan mata pasrah, kepalanya berdenyut nyeri. Dan ketika dirasakannya tubuhnya didekap oleh seseorang, bau maskulin ini. Ia sangat hafal, Kim Jongin suaminya.

“Jong” Nayeon terengah lemah ia mengeratkan pelukannya. Dilihatnya Kang Seungyoon tengah tertembak tepat di kakinya dan wajahnya pun penuh dengan darah. Ia memejamkan mata tidak ingin melihatnya.

“I’m here” Jongin mengecup puncak kepala istrinya itu dan melepaskan kemejanya untuk dipakaikan kepada Nayeon. Jongin sangat marah melihat tubuh telanjang istrinya dan Seungyoin yang bersiao memasuki miliknya di milik istrinya itu membuat hatinya mendidih. Ia ingin membunuh Seungyoon saat ini juga, tapi ketika melihat Nayeon melemah ia semakin khawatir dan berangsur memeluk tubuh mungil istrinya itu. Ya, mungkin Jongin sudah mulai mencintainya istrinya itu.

***

Brak

Jongin menutup pintu dengan kasar. Ia sungguh sangat frustasi mengingat bahwa istrinya itu akan disentuh oleh namja lain.

“Sialan kau Seungyoon. Akan kubunuh kau sekarang juga!” Jongin menarik kerah kemeja Seungyoon.

“Wae? Bukankah kau ingin membalaskan dendammu ke gadis itu? Ah ani, dia bukan gadis lagi rupanya. Dan apa kau jatuh cinta dengan musuhmu sendiri?” Seungyoon tersenyum licik.

“Brengsek kau!” Jongin menendang perut Seungyoon tanpa ampun, bahkan ketoka Seungyoon muntah darah ia masih menyerangnya.

“Berhenti Kai!” Hyukjae meneriakinya.

“Kita serahkan saja kepada pihak berwajib, kau urus istrimu. Sepertinya dia trauma dan membutuhkanmu disisinya.” Hyukjae memegang pundak Jongin. Ia menatap Seungyoon dengan tatapan membunuh

“Lihat saja kau bajingan!” Jongin pergi meninggalkan markasnya.

Nayeon menatap kosong makanan dihadapannya, tidak ia tidak trauma karna Seungyoon hampir memperkosanya, ia tidak selemah itu. Berulangkali Nayeon meyakinkan dirinya bahwa ia tidak trauma namun siasia. Ia terisak mengingat betapa menjijikkamnya dirinya tubuh ini. Ia meremas kuat gelas yang ada di hadapannya, menumpahkan segala kemarahannya. Jongin berlari menghampiri Nayeon.

“Hentikan Nayeon!” Nayeon tersentak kaget lalu melepaskan gelas yang dipegangnya.

“Ma-maafkan–eumppptt” belum sempat Nayeon melanjutkan perkataanya, Jongin telah melahap habis bibir mungil Nayeon, menyesapnya sesekali memainkan lidahnya didalam sana menghisap kuatkuat lidahnya. Mengangkat Nayeon ala bridal style tanpa melepaskan ciuman mereka. Nayeon yang semula merasa takut, ia telah terhanyut oleh ciuman panas Jongin.
Bahkan tangannya sekarang tengah melingkar di leher Jongin. Jongin meletakkan tubuh Nayeon diatas ranjang mereka, menciumi leher jenjang Nayeon dan menimbulkan bercak keunguan disana.

“Kau milikku Nayeon. Aku tidak akan membiarkan bekas lelaki brengsek itu masih menempel ditubuhmu.” Jongin mulai melepaskan seluruh baju Nayeon, mencium gundukan dadanya. Menggigit kecil putingnya sesekali menyesapnya. Dan ciuman itu turun sampai ke perut membuat Nayeon bergelinjang hebat merasakan sensasi geli serta nikmat. Tangan Jongin juga mengelus pangkal paha Nayeon yang tengah basah, Jongin menurunkan celananya dan mengeluarkan batang tubuhnya dengan sekali hentakan tubuh mereka menyatu. Jongin menghujaminya penuh perasaan, ia tak ingin melewatkan betapa nikmatnya tubuh istrinya. Nayeon juga ikut menikmati penyatuan mereka. Mendesah sesekali menciumi Jongin.

***

Nayeon terbangun dengan perasaan bahagianya, untuk pertama kalinya Jongin memperlakukan dirinya secara lembut. Ia bergegas menyiapkan sarapan untuk suaminya. Memasakkan nasi goreng kimchi dan segelas susu untuk Jonginnya itu. Setelah menyiapkan sarapan, Nayeon membersihkan tubuhnya. Ia terkekeh geli melihat tanda kissmark pada lehernya.

“Sialan kau Jongin-ah” gumam Nayeon pelan. Ia memutuskan untuk memakai kaos turtleneck berwarna putih yang memperlihatkan lengan indahnya. Serta memakai jeansnya. Simple but perfect.

“Bangun ssaem, apa kau tidak mengajar hari ini hmm?” Nayeon membisikkan Jongin tepat ditelinganya. Jongin mengerjapngerjapkan matanya berusaha menormalkan kelakuannya kemudian berlalu ke kamarmandi.

Jongin keluar dari kamarnya dengan pakaian rapinya menandakan bahwa ia bersiap menuju kampus untuk memulai perannya sebagai dosen.

“Tunggu, kau harus membawa ini” Nayeon memberikan sekotak bekal untuk Jongin lalu berlalu menuju mobilnya dan menuju kampusnya.

“Tsk. Berani sekali memerintahku” Jongin menuju mobilnya dan melajukannya menuju kampus.

“Bodoh! Bagaimana bisa kau sampai sekarang belum mendekatinya hah!” bentak tuan Byun kepada anaknya.

“Mian appa, aku berjanji akan segera dekat dengannya” ia tertunduk menahan amarah. Ya, lelaki itu merupakan ayahnya tetapi ayahnya itu hanya peduli bisnisnya tanpa memperdulikan putranya. Bahkan ibunya pun juga sama seperti ayahnya, ia hidup tanpa kasih sayang kedua orangtuanya. Namja itu adalah Byun Baekhyun.

***

Suasana kantin Kyunghee University menjadi canggung ketika Nayeon tanpa ragu menyuapi namja itu.

“Yak! Hentikan perbuatanmu itu. Cih kekanakan seka–” Berkali-kali Jongin menyumpah serapahi yeoja itu tetapi ia selalu saja memasuki mulutnya makanan. Ia tak habis pikir, yeoja ini berani sekali menyuapinya didepan umum.

“Cukup! Aku sudah kenyang” Jongin bergegas meninggalkan Nayeon. Dan dibalas dengan kekehan kecil dari bibir mungilnya.

Jongin berjalan kesal menuju mobilnya melajukannya ke markasnya. Brak. Ia membuka pintu kasar dan melemparkan jasnya ke sembarang tempat.

“Yak! Apa yang kau lakukan huh!” Sehun mendengus kesal dengan mengelus dadanya. Jongin mengacak rambutnya kasar.

“Ada apa dengan Nayeonmu itu huh?” Chanyeol terkekeh melihat ketuanya itu.

“Dia semakin berani menunjukkannya di depan umum. Sialan. Aku ingin sekali membunuhnya!” Jongin menggertakan gjginya geram.

“Haha. Apa kau yakin ingin dia mati huh? Bukankah kau sudah mulai mencintainya?” Jongin menatap tajam Chanyeol.

“Aa sepertinya aku ada keperluan lain” Chanyeol berjalan tergesa.

“Ada misi apa kali ini?” Jongin meneguk sojunya menyandarkan kepalanya pada sofa empuk di markasnya.

“Sepertinya malam ini akan jadi malam panjang untuk kita.”

“Wae? Bukankah hanya tuan Byun yang belum kita tuntaskan?” Chanyeol tersenyum menyeringai

“Ani. Malam ini kita akan melakukan misi di Venesia.” Sehun tersedak membelalakkan matanya tak percaya.

“Italia? Tapi, untuk siapa kali ini kita bekerja?” Seulgi berdiri meregangkan ototnya.

“Kurasa aku tau. Marcus Cho” Jongin menatap Seulgi heran. Marcus Cho? Ya dia merupakan pemilik perusahaan terbesar di Korea. Bahkan perusahaannya mampu menembus di seluruh belahan dunia.

“Tepat sekali. Ia ingin agar kita ke Venesia melindunginya dan menangkap orangorang yang berniat membunuhnya.” Jongin berdiri memasukkan tangannya di saku celananya.

“Baiklah akan kubagi beberapa kelompok. Sehun dan Chanyeol akan melindungi tuan Cho kemanapun ia pergi, sedangkan aku dan yang lainnya akan melindungi kalian dari kejauhan.” semua anggota mengangguk mengerti.

“Kita akan kesana selama 2 minggu, jadi kemasi barang kalian. Malam ini kita akan menuju venesia. Dan kai. Jika mau, istrimu boleh kau ajak. Sepertinya akan sangat berbahaya baginya jika kau meninggalkannya selama satu minggu, mengingat bahwa semakin banyak yang mengetahui kedok istrimu” Jongin menghembuskan nafasnya kasar.

“Geureu, aku akan mengajaknya” Jongin menyampirkan jasnya dan bergegas kerumahnya.

***

Nayeon menatap jam dan makanan di hadapannya.

“Apa Jongin tidak akan pulang? Apa disana ia sudah makan?” Nayeon bergumam tak jelas menatap layar ponselnya ketika ia mendengar suara pintu apartemennya.

“Oo Jongin-ah, kukira kau tidak akan pulang. Kemari, aku sudah memasakkan Soondubu untukmu. Cha. Semoga kau suka” ujar Nayeon setelah mendudukkan Jongin di meja makan dan menatap Jongin menyantap masakannya.

“Bersiaplah, kemasi pakaianmu. Kita akan ke Itali.” Nayeon menatap Jongin bingung mengerutkan alisnya.

“Timku mendapat misi ke venesia, dan segeralah bergegas. 2 jam lagi pesawatnya akan segera berangkat” Jongin menatao malas istrinya lalu melahap makanannya. Nayeon yang mengerti langsung bergegas menyiapkan pakaiannya beserta suaminya.

“Jongin-ah, pakaianmu juga sudah kusiapkan.” Jongin mengangguk lalu berjalan menuju mobilnya dan diikuti oleh Nayeon.

***

Venesia, Italia

“Woa! Daebak!” Nayeon menganga kagum menatap Grand Canal.

“Jangan kemanamana, kau tau bukan kita kesini bukan untuk berlibur.” Jongin memakai baju mafianya. Memeriksa tiap peluru pada revolvernya.

“Jongin-ah” Nayeon menarik ujung mantelnya.

“Pulanglah dengan selamat eoh?” Jongin tersenyum licik menatap Nayeon

“Tentu” Nayeon menatap kosong punggung suaminya itu. Baru beberapa jam sampai, suaminya itu mulai menjalankan misinya.

“Mungkin aku bisa melindunginya dari kejauhan” Nayeon bergumam dan memakai mantelnya. Berjalan mengendap mengikuti kemana arah Jongin.

“Kai kumohon bantu aku, sialan Vipers telah menyekap tuan Cho. Mereka berjalan ke arah Piazza san marco ” Jongin menggeram marah, bahkan baru saja ia menginjakkan kakinya di Venesia kawanan pemburuh itu berhasil menangkap klientnya. Bahkan anak buahnya pun ada yang terluka. Jongin berjalan setengah berlari ke arah Piazza san Marco.

“Seulgi, Hyung bersiaplah ke Piazza san marco, kau bawa senjata kalian dan siapkan tim medis untuk Chanyeol dan Sehun, mereka di Grand Kanal.” Jongin bergegas melajukan mobilnya menuju Piazza san Marco. Mata Jongin menatap tajam di antara kerumunan orang. O shit, mereka bahkan tidak tau ada orang lain sedang di culik. Jongin memandang sekelompok Vipers yang memasuki sebuah gedung.

“Hyung. Siapkan para anggota mereka memasuki gedung di sekitar Piazza san Marco.” Jongin merapikan penampilannya, berjalan dengan santai memasuki gedung namun ketika ia hendak membuka pintu para pengawal menghadang jalannya..

“dispiace, queste aree riservate. non ti Γ¨ permesso di entrare” (maaf, disini daerah terlarang. Anda dilarang masuk) Jongin tersenyum menyeringai.

“Bene. AndrΓ²” (Baiklah. Aku akan pergi)  Bugh. Kedua pengawal itu terkapar dengan darah di pelipisnya

“dopo il completamento della mia attivitΓ ” (Setelah menyelesaikan urusanku) Jongin menyeret kedua pengawal itu dan mengambil salah satu pakaiannya. Ia berjalan menunduk agar seisi gedung itu tak ada yang menaruh curiga padanya.

“benvenuto, Marcus cho” (Selamatxdatang,Marcus Cho) tuan Cho menarik ikatan yang ada padanya.

“Sialan. Hentikan kelakuan busukmu itu David Lee!” sedang yang dimakinya hanya terkekeh geli.

“Geureu, kau kira aku akan berhenti begitu saja ketika kau menendangku begitu saja. Cih, bahkan dulu aku sempat mengemis padamu. Menjijikkan sekali” Kyuhyun menatap tajam pria dihadapannya ini.

“Geureu, setelah bertauntaun aku mencoba menyekapmu. Akhirnya aku berhasil. Kuakui para pengawalmu itu sungguh hebat dalam berkelahi, tapi tidak untuk kali ini.” David tersenyum licik. Ia menarik pelatukmya.

“Tidak banyak yang kuminta, hanya tanda tangani saja dokumen ini, setelah ini kau akan hiduo dengan tenang Marcus Cho.” Kyuhyun menatap geram namja dihadapannya ini.

“Aku tidak akan melakukannya!” David menempelkan pistolnya pada dahi Kyuhyun.

“Rupanya kau ingin cepat mati eoh?” anak buah David tertawa melihat ketakutan Kyuhyun ketika pistol itu menempel di dahinya.

Brak.

Pistol itu terlempar setelah seseorang menembak tangan David.

“Sialan! Tangkap dan bunuh dia!” David meringis memegangi tangannya. Jongin mengarahkan revolvernya kepada satu persatu lawannya.

“Tak segampang itu membunuhku David Lee. Mungkin sebentar lagi kau yang akan kubunuh” Jongin tersenyum kemenangan, namun ketika Jongin akan menembakkan revolvernya kearah David. Sret. Seorang anak buah Vipers menusukkan pisau ke arah perut Jongin.

“Arrrghh” Jongin melemas merasakan perutnya yang semakin perih. Tak hanya sekali, anak buah Vipers juga menusuk pinggangnya dan membanting botol minuman ke arah kepalanya. Penglihatan Jongin mulai buram.

“Arrghh!” David tersenyum menyeringai

“Benarkah? Kurasa tebakanmu salah Leader Jongin-ssi.” David mendekat menarik pelatuknya.

“Yak! Hentikan!” Nayeon berteriak menatap suaminya yang akan dibunuh itu. “Nayeon, sial! Menjauhlah dari sini” Jongin meremas perutnya kesakitan, ia berusaha berdiri namun darah di daerah pelipis serta perutnya semakin mengalir.

“Aa apa kau anak buahnya? Atau kekasihnya? Yak gadis kecil tempatmu bukan disini. Ini bukan tempat untuk berbelanja. Aa atau kau ingin melihat kekasihmu ini mati didepan matamu?” Nayeon meremas ujung mantelnya kuat, ia takut suaminya itu mati kehabisan darah. Nayeon menatap revolver milik suaminya yang berada tak jauh darinya. Ia berjalan perlahan mendekati revolver itu tanpa membuat mereka curiga.

“Ani, aku bukan kekasihnya. Kami baru berkenalan tadi pagi, dan ia ng ia sudah meniduriku lalu kabur begitu saja. Bagaimana mungkin aku membiarkannya mati begitu saja?” Nayeon semakin dekat tanpa melepas tatapan matanya pada lelaki itu. .

“Baiklah, biar aku saja yang membayarmu. Dan jika kulihatlihat, tubuhmu cukup berisi dan mungkin kita bisa bersenang-senang semalam” David mendekat ke Nayeon mengelus pinggang Nayeon. Ia tersenyum kaku dan bruk. David terjatuh memegangi dadanya.

“Arrgh si-sialan! Yak kenapa diam saja? Tangkap wanita itu!” David memegangi dadanya.

Nayeon gugup ia memejamkan matanya menembaki apa yang dihadapannya. “Jebal kumohon jangan sakiti aku” Nayeon gemetar memejamkan mata.

“Bodoh! Buka matamu” Nayeon membuka matanya perlahan dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat ternyata pengawalnya tertembak revolvernya. Nayeon berlari kearah Jongin.

“Jongin-ah” ia terisak mengangkat kepala Jongin dan meletakkannya di pahanya.

“Jangan berlebihan! Telfon Hyukjae dan bilang bahwa aku ada disini” Nayeon mengambil ponsel mengikuti apa yang dikatakan suaminya itu.

***

Nayeon terisak menggenggam tangan suaminya dan Jongin hanya menatao datar istrinya itu.

“Sudahlah, bukankah aku sudah baikbaik saja?”

“Baikbaik saja katamu? Lihat pisau itu hampir mengenai lambungmu!” Nayeon terisak memeluk tangan Jongin.

“Sudahlah Kai. Istrimu itu terlalu mengawatirkanmu. Bahkan dia menyelamatkanmu yang hampir terbunuh. Nayeon, coba ceritakan bagaimana kau bisa tau bahwa suamimu ada disana eoh?” Nayeon menunduk menatap Jongin takut.

“Aku. Aku mengikuti Jongin oppa, aku takut sesuatu terjadi padanya” Nayeon tertunduk takut.

“Dan darimana caramu belajar menembak Nayeon-ssi? Bukankah tidak semua wanita bisa menembak? Karna mengingat kau ini adalah wanita normal pada umumnya tidak seperti–”

“Yak! Aku juga wanita normal!” Seulgi mendengus kesal.

“Aku hanya pernah melihat drama yang beberapa diantaranya memainkan pistol. Jadi, aku hanya asal menirukan pada drama-drama itu.” mereka mengangguk mengerti.

“Apa kau tidak ingin mengucapkan terimakasih atau sebuah ciuman untuk istrimu ini eoh?” Jongin menatap tajam Oh Sehun membuat pipi Nayeon memerah

“Haha, akukan hanya becanda” Sehun menepuk pundak Jongin.

“Baiklah kai, kami pergi ke hotel dulu. Semoga cepat sembuh. Nayeon-ssi, jaga suamimu baikbaik eoh?” Chanyeol mengacak rambut Nayeon dan pergi meninggalkan ruangan Jongin diikuti oleh anggota lainnya.

“Bukankah sudah berulangkali kuperingatkan jangan mengikutiku Im Nayeon!” Jongin menggeram menatap istrinya itu.

“Mianhae Jongin-ah, feelingku tibatiba—”

“Sudahlah, berdebat denganmu hanya akan membuang energiku. Pergilah, aku bisa disini sendiri” Nayeon menggelengkan kepalanya

“Tidak, aku tidak akan meninghalkanmu sendirian!” Jongin menatap tajam Nayeon dan hanya dibalas tatapan datar olehnya.

“Terserah kau saja!”

***

Drrt..drrtt

“Yeobseo appa? Aa ya aku sedang di venesia bersama Jongin oppa. Tidak, kami baik-baik saja appa. Ya, Jongin oppa sungguh namja yang kuat.” kekeh Nayeon menatap Jongin yang sedang tertidur pulas.

“Nde, anyeong” Nayeon menutup ponselnya membuka tirai rumahsakit.

“Jong, bangun. Bukankah hari ini kita akan pulang ke Seoul hng?” Nayeon berbisik tepat di telinga Jongin.

“Jong—mppt” Nayeon berlari menuju wastafel kamarmandi. Ia memuntahkan isi perutnya namun nihil, tak ada apapun yang keluar hanya cairan bening. Nayeon membasuh wajahnya lalu berjalan ke ranjang suaminya.

“Wae? Kenapa kau menatapku dengan tatapan seperti itu?”

“Ani, kau tampan” Jongin menatap datar dan tersenyum sekilas.

“Tolong panggilkan perawat untuk segera mencabut infus sialan ini.” Jongin berbicara tanpa menatap mata istrinya itu.

***

Seoul, South Korea

“Jongin-ah jangan beraktivitas dahulu eoh? Kau harus benarbenar beristirahat karna jaitan di perutmu belum sepenuhnya mengering. Kumohon kali ini saja dengarkan apa yang kukatakan” Nayeon menggenggam tangan Jongin lembut.

“Asal kau tidak mengangguku” Nayeon mengangguk bersemangat. Cup. Ia mencium pipi Jongin.

“Aku berangkat kuliah dulu, eoh? Ingat jangan meninggalkan rumah!” Nayeon melambaikan tangannya dan keluar dari apartemennya. Berjalan menyusuri trotoar menghirup dalamdalam udara pagi hari di Seoul. Ia senang karna ada kemajuan dari suaminya itu, dulu apapun yang dilakukan Nayeon untuk suaminya itu selalu ditolaknya. Namun sekarang, Jongin menerima apapun yang dilakukannya.

“Inilah jati dirimu yang sebenarnya Jongin-ah” Nayeon bergumam di sepanjang jalanan menuju kampusnya.

***

“Kau kuliah disini juga?” Nayeon hampir terlonjak kaget ketika tibatiba seseorang duduk bersebalahan dengannya.

“Yak! O Baekhyun-ssi?” Nayeon membelalakkan matanya tak percaya.

“Apa kau sekolah disini Baekhyun-ssi?” Baekhyun tersenyum mengangguk

“Ya, tepatnya pada fakultas kedokteran.”

“Benarkah? Kenapa aku sama sekali tidak melihatmu?”

“Ya, aku mahasiswa semester 7 saat ini. Kau taukan betapa sibuknya mahasiswa semester 7.”

“Woaa. Daebak! Wajah tampan sepertimu sudah sampai pada semester 7. Apakau seorabg ahjussi?” Baekhyun tertawa melihat kelakuan polos dari Nayeon.

“Tentu saja tidak. Aku masih berumur 25 taun” Nayeon menganga takjub

“Woa! Daebak!” Baekhyun terkekeh geli dan mencubit pipi yeoja disampingnya itu.

“Yak! Appo” Nayeon mempoutkan bibirnya mengelus pelan pipinya.

“Appo? Mianhae” Baekhyun menunduk menggenggam tangan Nayeon.

“Tidak sebelum kau mentratirku Ice Cream!” Nayeon mempoutkan bibirnya dan melepas tangan Baekhyun.

“Baiklah, kita akan makan Ice Cream sebagai permintaan maafku.” Nayeon mengangguk bersemangat.

***

“Kau ini umur berapa eoh? Makan Ice Cream saja tidak bisa. Lihat bibirmu” Nayeon menatap datar pria dihadapannya itu.

“Nde? Kalau begitu bersihkan!” Nayeon memajukan bibirnya yang belepotan itu. Namun Baekhyun menarik pinggang Nayeon

Cup

Baekhyun melumat bibir Nayeon membersihkan ice cream yang ada di sekitar bibirnya. Nayeon mengedip-ngedipkan matanya syok bahkan otaknya saat ini tidak dapat bekerja dengan jernih. Ia bahkan hanya diam saja ketika Baekhyun semakin memperdalam ciumannya. Dan perlahan Nayeon memejamkan matanya merasakan setiap ciuman yang diberikan oleh Baekhyun. Tanpa memperdulikan orang yang berlalu lalang di sekitarnya. Nayeon benarbenar tidak memikirkan apapun saat ini, entah kenapa ciumannya memabukkan dan hangat. Membuat siapapun yeoja ingin berlamalama mencicipi bibir Baekhyun.

“He–mppt” Nayeon melepas ciumannya segera berlari ke kamar mandi umum. Ia mual dan seperti biasa tidak ada yang keluar dari mulutnya. Ia membasuh wajahnya memandang kaca di hadapannya, oh shit apa yang kau lakukan? Kau telah berciuman dengan namja lainnya. Nayeon berjalan lemas.

“Nayeon-ah, mi-mianhae jeongmal mianhae. Aku–aku tak bermaksud seperti itu, aku terbawa suasana Nayeon-ah. Maafkan aku” Baekhyun menggenggam tangan Nayeon erat.

“Gwenchana Baek-ssi, kuharap kau tidak melakukan hal bodoh itu lagi. Kau tau? Aku ini sudah bersuami. Ingat itu” Nayeon berjalan melewati Baekhyun. Ia bergegas ke rumahnya menghampiri suaminya.

***

“Jongin-ah” Jongin menatap malas yeoja yang di hadapannya ini.

Grep

Nayeon memeluk erat Jongin. Memandang wajah Jongin lekat-lekat. Menempelkan bibirnya dan melumati bibir Jongin secara kasar dan menuntut.

“Mpptt ada apa denganmu. Yak kau bisa merobek jaitanku Im Nayeon!” Nayeon terisak memeluk leher Jongin.

“Mi-mianhae oppa. Jeongmal mianhae.” Jongin mengerutkan keningnya bingung.

“Aa uljima. Kau menggangguku” Jongin melepas pelukan Nayeon lalu berlalu ke kamarnya.

***

“Apa kau sudah makan?” dan hanya dibalas deheman oleh Jongin.

“Jongin-ahh, bagaimana jika aku hamil?” Jongin menatap Nayeon dengan tatapan tak mengerti.

“Aku hanya bertanya” Nayeon memainkan jarinya.

“Jika kau hamil? Akan kubunuh bayi itu”

.
.
.
.
TBC

89 thoughts on “DESTINY Part 3

  1. Beneran kai serius dg perkataannya yg ingin bunuh bayinya?semoga janganlah kan kasihan bayinya,biarkan bayinya hidup.dan semoga nayeon mengatakan yang sebenarnya.cepat dilanjut ceritanya penasaran bgt…!!

    Suka

  2. jahat banget mau ngebunuh anaknya sendiri, kalo beneran nayeon keguguran baru tau rasa. tapi aku yakin jongin ga akan ngebunuh anaknya sendiri..

    Suka

  3. alur nya cepet banget thorπŸ˜‚πŸ˜‚ tapi jalan cerita nya emang fav lah kalo kek gini, but chap selanjutnya dicepetin dong thor^^😁😁

    Suka

  4. Aaakkhhh~ mereka makin so sweet ajah.. ^_^
    Suka deh kalo jongin yg cool2 gini tapi diem2 perhatian.
    Suka banget sama karakter nayoung yg, ga takut sma jongin. Pantang menyerah.
    Malah nantang balik jongin…

    Cepet di lanjut ya thor~
    Udah ga sabar banget.
    Keren banget ceritanya.
    Gua baru baca FF yg pran cewe yg di sakiti kaya gini, tapi ga lemah.

    Pokonya SEMANGAT ~

    CEPET YA!! ^_^

    Disukai oleh 1 orang

  5. agaknya alurnya kecepetan ya thor hehehe,, aghhh ada kemajuan lah hub nayeon sama jongin.. sepertinya nayeon beneran hamil.. dan kau yakin akan membunuh anakmu sendiri kim jongin-ssi!!!

    Suka

  6. Ngebutttt ya thor kek shinkansenπŸ˜‚πŸ˜‚
    Sedikit koreksi ya thor, mungkin alur,gaya bahasa, pemilihan kata baku dan typonya bisa dikurangi karna jujur pas baca ceritanya jadi sliwer nih mata kan kurang nyaman.
    Mungkin itu saja
    Semangat yaa thorrπŸ’‹πŸ’‹

    Suka

  7. Berapa ngabur baca nya, kecepetan alurnya.
    Baekhyun suka ama nayeon atw cuma pura2?
    Trs koq aq merasa si nayeon agak kegenitan gitu sieh, masa baru ketemu sekali ama baekhyun, di pertemuan Jesus udah akrab bgt kyk gitu…
    Nayeon hamil, jongin ga suka..
    Sempurna!!!!tmb hancurlah hidup nayeon… omaigaat

    Suka

    • Maaf typo, maksud hati mo nulis “pertemuan kedua”.. koq mlh jadi “pertemuan Jesus”
      Maafkeun hp sayaah yg sok pinter….

      Suka

  8. waduh…main bunuh aja.
    kasar bangt si…
    klo nanti dia tau yang kebenarannya gimana ya???
    klo beneran hamil…trus apa yang terjadi dengan ayah mertua nya …klo tau menantu nya itu salahpaham dan nyakitin anak nya…
    next part chingu…

    Suka

  9. untungnya jongin datang pada saat yang tepat, terus nayeon gak trauma pada kejadian yang baru dialaminya, wah nayeon juga menyelamatkan nyawa jongin, nayeon pemberani sekali

    Suka

  10. Yak kenapa nayeon nerima gitu aja dicium baekhyun tanpa marah”,,
    itu yakin jongin mau bunuh anaknya sendiri??
    awas ntar nyesel lho
    ditungggu lanjutannya thor fighting πŸ˜€

    Suka

  11. Kayaknya nayeon emng hamil deehh..
    Tpi ntr kalau hamil,, gmna jongin nya…??
    Masa dia mau bunuh bayinya sendiri sih..??
    Tega bgt… πŸ˜₯
    Baekhyun punya niat jahat yaaa..??
    Gak sabar bgt pengen baca part selanjutnya… πŸ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s