Perfect Match Part 6


image

Author: Keita

Title: Perfect Match Part 6

Category: NC21, Yadong, Romance, Chapter

Cast:

Han Hyo Joo as Oh Yeon Joo

Park Chanyeol

Support Cast:

Oh Sehun

Bae Joo Hyeon

Annyeong haseyeo … Terimakasih untuk pada reader yang menyempatkan waktunya untuk membaca cerita yang saya buat.. Terimakasih untuk admin yang sudah mempost tulisan saya.. Maaf kalau ada kata-kata yang bikin bingung. Mmmmmmmm…. Moga suka sama ceritanya ya.. HAPPY READING…

Dasom mengangguk, dengan sembunyi-sembunyi melirik sekilas pada Chanyeol, lalu dia keluar.
Jadi keluarga Park memiliki pegawai, dan pegawai itu mengincar calon suamiku.

Dia menempatkan tangannya di lututku – jarinya mengelus bergerak keatas pahaku. Seluruh tubuhku mengencang dan merespon. Tidak … jangan di sini, jangan sekarang. Mukaku memerah dan bergeser, mencoba menarik diri darinya. Tangannya mencengkeram di atas pahaku, menenangkanku. Aku meraih minumku, dalam keadaan putus asa.

Nona kuncir kembali, melirik malu-malu dan pinggulnya berayun, dengan membawa hidangan utama kami. Untungnya, dia memberikan piring kami kemudian meletakkannya, meskipun dia berdiri disebelah Chanyeol. Chanyeol tampak bingung saat aku mengawasinya menutup pintu ruang makan.

Aku tersedak minumanku.

“Yeon Joo, apa kau baik-baik saja?” Tanya Chanyeol sopan, tangannya diangkat dari pahaku.

Ketika Aku mengangguk, dia menepuk punggungku dengan lembut, dan tangannya berhenti saat dia tahu aku sudah pulih.

Percakapan mengalir dengan bebas di antara keluarga Park, hangat dan peduli, lembut menggoda satu sama lain. Selama makanan penutup kami, Yoora menghibur kita dengan menceritakan keindahan kota Paris, tanpa sadar menggunakan bahasa Prancis yang fasih. Kami semua bengong menatapnya, dan dia membalas menatap kami dengan bingung, dimana dia menyadari dan tertawa geli. Tawanya sangat menular dan tak lama kemudian kami semua larut dalam kegembiraannya. Siwon menceritakan tentang proyek gedung terbarunya, yang ramah lingkungan

Aku menghela napas dan mengintip ke arah Chanyeol. Dia begitu tampan, aku bisa menatap dia selamanya. Dia memiliki bibir yang sexy, dan jariku terasa gatal untuk menyentuhnya dan merasakannya di wajah, payudara … diantara pahaku. Aku merasa malu pada arah pikiranku. Dia mengintip ke arahku dan mengangkat tangannya untuk menarik daguku.

“Jangan menggigit bibirmu,” bisiknya parau. “Aku ingin melakukan itu.”

Ibu Chanyeol dan Yoora membersihkan gelas makanan penutup kami dan masuk ke dapur, sementara Ayah Chanyeol, dan Siwon membahas bisnis yang tidak begitu aku mengerti. Chanyeol pura-pura tertarik dengan percakapan mereka, meletakkan tangannya sekali lagi di lututku, dan jarinya meraba naik keatas pahaku.

Napasku tersentak, dan aku menekan kedua pahaku bersama-sama supaya bisa menghentikannya. Aku bisa melihat dia menyeringai.

“Apa kau mau jika aku mengajakmu berkeliling sekitar rumah?” dia bertanya padaku secara terbuka.

Aku tahu, aku disuruh mengatakan ya, tapi aku tak percaya padanya. Sebelum aku bisa menjawab, rupanya dia langsung berdiri dan mengulurkan tangannya padaku. Aku menggenggam tangannya, dan aku merasa semua otot mengepal jauh di dalam perutku, bereaksi terhadap tatapan abu-abunya yang gelap dan lapar.

“Maaf,” kataku kepada Ayah Chanyeol dan mengikuti Chanyeol keluar dari ruang makan.

Dia memimpinku melewati lorong dan bertemu Yoora.

“Aku akan menunjukkan Yeon Joo kamarku,” kata Chanyeol polos kepada kakaknya

“mmmm… oke” respon Yoora sambil berlalu.

Saat kami memasuki kamar. Tak jauh berbeda dengan kamarnya yang ada di penthouse tapi ini lebih kecil. Hawa kamar pria yang sangat khas. Dan aku menyukainya.

“kau harus menceritakan padaku. semuanya” Pinta Chanyeol saat kami duduk di sofa.

“yang mana?”

“Kwon Ji Yong, Jepang dan rencana meneruskan studimu”

“Kwon Ji Yong adalah saudaraku. Saudara dari keluarga ibuku. Aku dan Sehun sangat dekat dengannya dan aku menganggap Ji Yong sebagai kakakku sendiri. Ji Yong juga adalah pemilik peaceminusone, tempat aku bekerja.”

“ku kira kau kerja di butik?”

“Ji Yong memiliki 1 butik, dan dia mengizinkanku untuk mengelolanya. Membuat berbagai model baju untuk butik itu. Tapi pekerjakan utamaku adalah di bagian manajemen untuk peaceminusone”

“kau senang bekerja disana?”

“tentu saja. Memang kenapa?”

“kau mengambil jurusan designer. Jika kau mau aku bisa membuatkan butik khusus untukmu, atas namamu dan kau bisa menjadi bosnya disana” katanya sambil menggenggam tanganku

Oh Chanyeol si Orang Kaya..

“Tidak sayang. Tidak untuk urusan karirku. Aku tidak suka diatur untuk masalah karir. Aku tak peduli aku bekerja untuk orang lain atau bukan. Itu adalah pilihanku. Bahkan Ayahku, Sehun dan terutama kau, tidak bisa mengatur itu.” Kataku mencoba menjelaskan dengan tenang.

“bagaimana kau bisa mengenal Siwon? Kau terlihat sangat dekat dengannya”

“saat tahun kedua kuliahku. Ji Yong mengenalkanku pada Siwon, mereka berdua bersahabat dari kecil. Itu yang aku tahu. Mungkin saat itu Siwon baru menikah dengan kakakmu, karena saat pertama kali aku bertemu dengannya, dia sudah mengenakan cincin dijarinya. Dia menceritakan banyak hal. Dia juga memberikanku masukan untuk studi dan bisnis.”

“Siwon mengenal Sehun?”

“mmm.. mereka pernah bertemu beberapa kali” kataku mengangguk.

“Jepang?” katanya

“aku akan ke Jepang karena appa memintaku untuk menjemputnya. Sehun sibuk dengan pekerjaannya, jadi aku yang harus menggantikan Sehun”

“kau sendiri kesana?”

“ya. Tidak sendiri jika kau ikut denganku” kataku sambil tersenyum jahil.

“kau mengajakku?” katanya senang.

“jika kau mau” kataku sambil mengangkat bahu.

“aku memiliki pertemuan penting Rabu. Tapi aku akan lihat jadwalku setelah itu. Kau bisa pergi menggunakan Jet pribadiku”

“kau punya Jet pribadi?” tanyaku kaget

“kau akan kaget dengan apa saja yang ku miliki sayang” kata Chanyeol sambil menggoda.

“oh, Pria dan mainannya” kataku sambil bergumam.

Chanyeol tersenyum nakal ke arahku.

“jadi kau mau menggunakannya?”

“tidak usah, aku akan naik pesawat biasa saja. Aku tak mau terlihat seperti memanfaatkanmu”

“aku tak pernah berpikir seperti itu” katanya

“tidak. Terimakasih Chanyeol”

“baiklah” katanya mengangguk mengerti. “studimu?” lanjutnya

“aku punya rencana untuk itu. Tapi aku belum mendiskusikannya lagi dengan appa”

“dimana rencanamu akan meneruskan studi?”

“London, Paris atau New York… entahlah…”

“kau akan meninggalkanku?” kata Chanyeol sedih.

“kenapa kau berpikir seperti itu?” kataku tercengang ketika Chanyeol berkata seperti itu..

“karena kau belum menjadi milikku seutuhnya.”

“tapi kau sudah memiliki aku”

“tidak, secara hukum”

“kita akan membicarakan itu nanti” kataku berusaha keluar dari pembicaraan ini.

Tak lama terdengar ketukan di pintu.

“kalian baik-baik saja?” suara ibu Chanyeol terdengar ketika pintu terbuka.

“ne omeoni, kami baik-baik saja” kataku

“apa yang sedang kalian diskusikan?” Tanya ibu Chanyeol ketika melihat kami duduk di sofa sambil berpegangan tangan.

“kami mendiskusikan masa depan kami mom” kata Chanyeol jahil.

Chanyeol pasti sedang menggoda ibunya.

“oh.. bagus.. jadi kapan kalian akan bertunangan?”

“omma. Jangan memulai” Chanyeol memberi peringatan.

“kenapa? Omma sangat menyukai Yeon Joo.” Terlihat senyum senang dalam wajah ibu Chanyeol.

“terimakasih omeoni” kataku sambil tersenyum.

“baiklah kalau kalian tidak mau memberi tahu omma. Kau akan menginap disini Yeon Joo?”

Aku merasa Chanyeol menoleh kepadaku. Menunggu jawabanku.

“tidak bisa omeoni, aku ada makan malam bersama Sehun dan calon istrinya”

“oh, kakakmu akan menikah?”

“ya. Mereka akan segera menikah”

“mmmm.. arraso. Omma akan turun duluan”

“ne omeoni”

“kau ingin pulang sekarang?” Tanya Chanyeol lembut setelah ibunya keluar.

Aku pun mengangguk dan berdiri hendak keluar kamar.

“hei” katanya menyambar lenganku ketika aku akan melangkah. Ia berdiri juga, melingkarkan lengannya di tubuhku, dan menciumku dengan sangat lembut.

Kembali ke ruang keluarga, Siwon dan Yoora sedang duduk sambil mengobrol. Sedangkan ayah dan ibu Chanyeol sedang bermain bersama cucu mereka.

“Aku akan mengantar Yeon Joo pulang.”

“kau tak akan menginap?” Tanya Yoora teralihkan oleh perkataan Chanyeol.

“lain kali. Hari ini aku ada jadwal makan malam dengan Sehun” kataku

Yoora memelukku dengan hangat saat kita mengucapkan selamat tinggal.

“Kami tak pernah berpikir ia akan menemukan seseorang!” Kata-kata Yoora menyembur.

Aku memerah.

“Jaga dirimu, sayang,” kata ibu Chanyeol dengan ramah.

Chanyeol, malu atau frustrasi oleh perhatian yang berlebihan yang aku terima dari keluarga Park, meraih tanganku dan menarikku ke sisinya.

“Jangan membuatnya takut atau memanjakannya dengan kasih sayang berlebihan,” ia mengomel.

Perpisahan kita telah selesai, Chanyeol membawaku ke mobil di mana Mr-Kim sudah menunggu. Apakah dia telah menunggu di sini sepanjang waktu? Mr-Kim membuka pintu untukku, dan aku meluncur ke bagian belakang Audi.

Setelah percakapan singkat dengan Mr-Kim, Chanyeol masuk ke mobil di sampingku. Dia berpaling menghadap wajahku.

“Yah, tampaknya keluargaku menyukaimu,” bisiknya.

Aku menatap Christian, dan dia menatapku.

“Apa?” Tanyanya, suaranya tenang.

“hanya mengagumimu” kataku malu.

Chanyeol tersenyum malu. Lalu meraih tanganku dan mencium tanganku.

~1 Bulan Kemudian~

Tak terasa sudah 1 bulan sejak aku terakhir bertemu dengan Chanyeol, untuk makan siang di rumah Chanyeol. Kami tak pernah bertemu lagi. Sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Tapi kadang-kadang kami menelfon atau mengirimkan sms.

Saat aku sampai ke rumah. Terdengar suara ketawa Appa. Ada tamu kah? Atau Sehun sudah pulang. Tapi aku tak melihat mobil lain atau mobil Sehun yang dipakainya hari ini. Rasa penasaranku berubah menjadi ekspresi terkejut ketika melihat Chanyeol sedang berbicara dengan appa di ruang keluarga. Mereka terlihat sangat akrab.

“oh kau sudah pulang” sapa appa ketika melihatku

Chanyeol langsung melihat ke arahku dan tersenyum. Tampan.
Oh… aku merindukan pria ini..

“cepat mandi, kita akan makan malam” lanjut appa padaku.

“arraso” kataku sambil berlari kea rah kamarku yang ada di lantai 2.

Chanyeol ada disini. Di rumahku. Dan dia menemui appa. Rasa senang menghampiriku seketika.

Saat aku sedang menggunakan pakaianku. Tiba-tiba ada yang masuk ke kamarku. Aku sedikit terkejut. Chanyeol masuk dan langsung menutup pintunya kembali.

“sudah selesai?” katanya padaku saat aku sedang menggunakan kaosku.

“ya” kataku

Tiba-tiba Chanyeol menarikku ke dalam pelukannya. Dan mencium kepalaku.

“I miss you” katanya

“aku juga”

“ayo kita turun. Aku tak ingin ayahmu curiga” katanya sambil menarikku keluar kamar.

Saat kami turun, Sehun baru datang dengan calon istrinya.

“Irene…” kataku senang dan langsung memeluknya

“kapan kau kembali dari L.A?” kataku saat melepaskan pelukanku.

“kemarin siang”

“kau tak mau memeluk kakakmu?” kata Sehun pura-pura cemburu.

“tidak. Kita sudah sering berpelukan.” Kataku pada Sehun sambil menjulurkan lidah.

“kau ini…” katanya sambil berlalu kearah ruang makan.

“kau tak akan memperkenalkan pacarmu?” kata Irene sambil mengarahkan pandangannya pada Chanyeol yang berdiri di belakangku.

“ah.. Irene ini Chanyeol. Chanyeol ini sahabatku yang sebentar lagi akan menjadi kakak iparku Irene” kataku dan mereka saling bersalaman.

Makan malam berlangsung menyenangkan. Kami banyak berbagi pengalaman.

“aku akan mengantarkan Irene pulang.” Kata Sehun menyudahi obrolan kami

“kau tidak menginap?” kataku sedih

“tidak beb, aku ada pemotretan besok pagi” kata Irene sambil memelukku erat. “nanti kita jadwalkan waktu untuk bertemu, setelah Seulgi pulang” lanjutnya.

“okay. Hati-hati di jalan”

“kau sudah tau kamarmu kan Chanyeol.” Kata appa ketika Sehun dan Irene pergi.

What? Chanyeol akan menginap?

“ne, abeonim”

“mmm… bagus lah.. aku akan pergi tidur” kata appa sambil berlalu dan masuk ke kamarnya yang berada di lantai 1.

“kau akan menginap?”

“tentu saja sayang, ayo kita ke kamar” katanya sambil tersenyum mesum.

“seharusnya kau tidur di kamar tamu” kataku saat kami berada di kamarku.

“aku ingin tidur bersamamu” katanya sambil masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamarku

“Sehun akan pulang. Aku takut dia akan masuk ke kamarku” menyusul Chanyeol ke kamar mandi, aku melihatnya sedang mencuci muka

“mau ku ambilkan pembersih muka milik Sehun dan sikat gigi baru?” tawarku

“boleh, jika aku tidak merepotkan” katanya sambil senyum

“wait” kataku sambil lari keluar kamar

Selang beberapa menit aku  kembali, dan melihat Chanyeol sedang mengetik beberapa kata di HPnya.

“ini.” kataku sambil menyerahkan pembersih muka dan sikat gigi baru

“terimakasih” katanya sambil menerima uluran tanganku dan masuk kembali ke kamar mandi.

Aku mengekor di belakang nya. Tentu saja aku juga harus menyikat gigiku.

“kau tidak akan ganti baju?” kataku  saat melihat Chanyeol masih menggunakan baju nya lengkap.

Dia tersenyum. Tiba-tiba membuka seluruh pakaiannya dan menyisakan celana dalam saja. Oh my. Aku merindukan tubuh itu. Chanyeol berjalan kearah kasur dan bergabung masuk ke dalam selimutku.

“bagaimana kalau Sehun tiba-tiba masuk?” kataku berusaha menghilangkan keterkejutanku.

“aku akan mengunci pintunya” kata Chanyeol turun dari tempat tidurku dan mengunci pintunya

“bagaimana kalau Sehun juga memeriksa kamar tamu?”

“sayang, kita tak akan melakukan apa pun. Kita hanya tidur” katanya masuk kembali dalam selimut. “kecuali kalau kau ingin bercinta denganku” katanya sambil melihat ke arahku

“tidak. Tidak disini” kataku cepat, terlalu cepat.

“jadi, kau ingin melakukannya di tempat lain?” katanya sambil tersenyum.

“ayo kita tidur” kataku sambil mengambil posisi tidur.

Aku bisa mendengar suara tertawa di tahan dari Chanyeol. Dia menarikku ke dalam pelukannya dan mencium kepalaku.

“Selamat malam sayang”

“mmmm” kataku, merasa nyaman dalam pelukan Chanyeol.

2 minggu kemudian



Aku berada di dalam lift yang menuju ke penthouse Chanyeol. Ketika pintu lift terbuka aku masuk ke dalam penthousenya dan melihat Chanyeol sedang berbicara dengan seseorang menggunakan HPnya. Chanyeol melihatku, tak melepaskan padangannya dariku. Mengamati pakaian yang sedang ku kenakan.

Aku menggunakan Wrap Dress. Dengan canggung kucengkeram gaun yang kugunakan.

“tidak pantas ya?” kataku setelah Chanyeol selesai menelfon.

Bukannya menjawab. Chanyeol berjalan ke arahku. Tatapan matanya lagi-lagi membuat jantungku kembali berpacu lebih cepat. Tidak peduli seberapa keras aku berusaha mengalihkan pandangan, nyatanya…. Tatapannya berhasil membuatku tidak beranjak dari posisi ku.

“sempurna” katanya sambil menyentuh wajahku dengan tangan kanannya.

Dengan cepat ia menarik wajahku kemudian mendaratkan ciuman lembut yang panjang. Ciumannya perlahan menjadi menggebu-gebu seolah berusaha menyampaikan kerinduan yang mendalam. Pikiranku mulai tak terkendali saat menggendong dan menjatuhkanku dengan lembut di atas tempat tidur tanpa melepaskan ciumannya.

Tatapan matanya terasa sangat lembut. Chanyeol sudah membuka kemejanya menampilkan dada bidang dengan otot perut yang sangat indah. Kedua tangannya kembali memelukku dan mulai membuka ikatan dress ku. Dengan satu tarikan, aku kembali merasa kehangatan tangannya pada tubuhku.

Saat Chanyeol berusaha melepaskan gaun yang kukenakan sepenuhnya dari tubuhku, ada rasa sakit yang kurasakan pada bagian perutku. Chanyeol kembali menciumku, semakin menuntut pada bibirku. Naitku untuk merespon ciumannya terhenti ketika aku merasakan kram yang tidak terkendali.

“kenapa?” kebingungan tergambar jelas pada wajahnya

“tunggu sebentar, aku perlu ke kamar mandi”

“apa kau yakin, kau baik-baik saja?”

Aku mengangguk sebelum bergegas lari ke kamar mandi dengan pakaian dalam yang masih melekat pada tubuhku.

Aku sudah merasakan rasa sakit ini sejak tadi siang, namun aku tidak terlalu memikirkannya karena sakitnya hilang dengan cepat. Bercak merah yang ku temukan pada celana dalamku adalah bukti kalau dugaanku benar. Ini memalukan.

Aku duduk cukup lama di dalam toilet, memikirkan cara paling tepat untuk menyampaikan hal ini. ketukan dari luar pintu kamar mandi mulai terdengar.

“kau baik-baik saja sayang?”

Aku bergegas membuka pintu kamar mandi dan menemukanku sedang menantiku dengan tatapa panic.

“apa yang terjadi?”

“aku merah”

“apa?”

“menstruasi” ucapku malu

Ekspresi paniknya perlahan menghilang dan berubah menjadi malu, menyadari apa yang terjadi. Aku bisa melihat kini Chanyeol salah tingkah. Mungkin bingung apa yang ia lakukan. Aku berjalan melaluinya dan mulai mengenakan pakaianku. Aku harus bergegas membeli pembalut.

Saat aku akan keluar kamar ia meraih tanganku.

“mau kemana?”

“aku harus membeli sesuatu”

“tunggu sebentar” ucapnya bergegas menuju ke sisi tempat tidur.

Ia menggunakan kemejanya dengan cepat.

“biar aku yang beli. Apa yang kau butuhkan?”

Plastic hitam yang diberikannya berisi beraneka ragam merek dan tipe pembalut. Aku bahkan bisa menemukan panty liner. Aku semakin yakin kalau Chanyeol mengambil setiap pembalut yang ada.  Ia sedang duduk di sofa saat aku keluar dari kamar mandi.

“terimakasih”

“sudah tidak apa-apa sekarang?” masih kulihat ada rasa kebingungan di wajahnya.

“ya” kataku lemah langsung naik ke tempat tidur..

Oh ini mulai terasa sakit.

Usapan lembut kurasakan pada bagian punggungku. Aku membelakanginya. Tidur menyamping dengan memegangi perut merupakan salah satu pereda sakit paling ampuh untuk saat ini. Chanyeol masih mengusap-usap punggungku berusaha mengurangi easa sakit yang tengah kurasakan.

“apa kau ingin makan sesuatu?”

Aku menggeleng lemah. Tubuhku semakin meringkuk sambil menarik selimut berharap rasa sakit ini akan segera hilang.

“yakin tak mau ke dokter?”

Aku kembali menggelengkan kepalaku.

“tidak bisa kubayangkan kamu harus mengalami ini setiap bulan.” Helaan napasnya terdengar lagi.

Aneh… meski kram di perutku masih cukup sakit, usapannya di punggungku. Membuatku tenang. Rasanya nyaman. Dan tak lama aku pun terlelap melupakan rasa sakitku.

“bangun sayang”

Ada suara yang membangunkanku dan kurasa ada ciuman juga yang mendarat di keningku. Aku menggeliat dengan enggan. Oh.. perutku masih sakit. Aku membuka mata dan melihatnya sudah berpakaian rapi.

“jam berapa sekarang?” suaraku terdengar serak

“7.30” katanya sambil membenarkan posisi dasinya.

“masih sakit?” lanjutnya

“sedikit”

“aku akan pergi sekarang. Ada rapat pagi ini” katany sambil duduk di pinggir tempat tidur.

“kau tidak sarapan?”

“aku akan sarapan di kantor. Kalau kau masih sakit, istirahatlah. Jangan pergi bekerja” katanya dengan nada khawatir.

“aku sudah agak mendingan. Pergilah. Kau bisa terlambat.” Usirku secara halus.

“baiklah. Hubungi aku jika terjadi sesuatu” katanya sambil mengecup bibirku sekilas dan pergi meninggalkanku sendiri.

Aku pun bergegas ke kamar mandi. Siap-siap untuk pergi ke kantor.

Continue…

Maaf untuk part ini agak pendek..
Banyak langsung di skip, (1 atau 2 minggu kemudian)..

Terimakasih sudah baca..
Maaf kalau ada typo..
Keita…

Ps: cerita disini terinspirasi dari Fifty Shades

62 thoughts on “Perfect Match Part 6

  1. Hhhh udah juga pemanasan tamu tak diundang pun datang. Irene pa mungkin masa lalunya chan? Kok aku penasaran banget ma masa lalunya chan. Chan cinta beneran gak sih kalau cuma yeon joo buat pelampiasan dooang kan kasihan

    Suka

  2. cie, sehun mau nikah..
    entah kenapa aku malah suka sama skip – skip waktu di ff ini.
    next
    maaf kalau ada salah.
    terima kasih

    Suka

    • maaf, aku izin jawab
      aku christian itu nama pemeran utama laki-laki di film fifity shades of grey..
      mungkin ff ini terinspirasi dari film itu..
      christian itu kalau di ff ini berarti chanyeol..

      Suka

  3. Agak sangsi ama chanyeol, sebenarnya dia tuh cinta beneran apa terobsesi ama yeon joo sieh?
    Koq posesif bgt yaa…
    Kasihan juga tuh, mana napsu udah di ujung eh si merah nongol.. langsung terjun bebas deh..
    Merana…. wakwakwak

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s