Unconditional Love Part 12


hbgc_20151023235950-1

 

Author: Tian Cho

Tittle : “UNCONDITIONAL LOVE”

Cast : Cho Kyuhyun | Sarah Lee OC

Others : Lee Jieun | Andrew Choi | Lee Hyukjae | Seo Kang Joon | Do Kyungsoo

Category : NC-17, Yadong, Romance, Chapter

 

UNCONDITIONAL LOVE [Part 12]

Kyuhyun melemparkan berkas yang diminta Andrew untuk dibawa ke ruangannya. Tanpa menutupi kekesalannya, ia sengaja bersedekap sambil menatap angkuh kearah Andrew yang duduk tenang di bekas kursi appanya, calon kursinya, seharusnya kursi miliknya. Andrew mendongak sambil melepas kacamata bacanya.

 

“Apa kau akan berdiri disana semalaman?” tanyanya dengan nada sarkatis.

 

Kyuhyun menggebrak meja dengan wajah dicondongkan kearah Andrew, namun sayangnya tak membuat Andrew terlihat terintimidasi sama sekali. “To the point saja, sebenarnya apa niatmu tentang makan malam keluarga? Apa kau memag sengaja membuat kecanggungan antara appa dan aku?”

 

“Mwoya? Kekanakan sekali Cho Kyuhyun! kau pikir dunia ini sesederhana itu? Aku hanya ingin kau membuka mata jika appamu bukan malaikat, sejak 25 tahun lalu ia menjalin hubungan dengan wanita yang kau sudah lihat malam itu. Jadi mungkin saja yeoja mantan kekasih Sarah adalah adikmu. Jangan naif!!”

 

Kyuhyun memiringkan kepalanya dengan wajah tampak tak siap mendengar apa yang Andrew ucapkan dengan nada ringan. “Dari mana kau tahu bahwa Lee Jieun dan Sarah pernah memiliki hubungan khusus?”

 

Andrew tersenyum miring. “Aku tahu apapun, bahkan hal yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya Cho Kyuhyun.”

 

Kyuhyun mengepalkan tangannya. “Aku tidak peduli jika kau tahu banyak hal, tapi tidak akan kubiarkan jika kau menyentuh Sarah, jangan berharap! Dia milikku, man!”

 

Andrew tertawa pelan mendengarnya, ia mengibaskan tangannya mengusir Kyuhyun dari ruangannya. Setelah Kyuhyun yang menahan kekesalannya langsung berbalik dan pergi, Andrew melemparkan gelas minumannya ke lantai.

***

 

Kyuhyun tiba-tiba muncul di kantor Sarah ketika Sarah hendak pulang. Ia berdiri di hadapan Sarah dengan senyum terkembang.

 

“Kau datang lewat pintu ajaib Doraemon? Kenapa tidak menelponku terlebih dulu?”

 

Tangan Sarah sudah dalam genggaman Kyuhyun. “Kau bisa bilang apapun sesukamu, Sarah. Bogoshippoyo.”

 

Sarah menggaruk telinganya sambil terus berjalan disamping Kyuhyun. “Aku lelah Kyuhyun, aku ingin pulang.” Keluh Sarah.

 

“Ohh ayolah….ini hanya acara di vila milik temanku, pegunungan, akhir pekan, berbeque, pasti menyenangkan sekali, Sarah. Aku hanya namchin yang terlalu memikirkanmu karena akhir-akhir ini emosimu sangat buruk. Aigoo….lihatlah wajahmu pucat sekali, kau pasti belum makan.”

 

Kepala Sarah menggeleng cepat. “Aku tidak terlalu suka keramaian, apalagi acara seperti itu, menurutku sangat bodoh. Kalian akan pesta alkohol semalam suntuk dan memainkan permainan konyol. Satu lagi, mungkin seks.”

 

“Waeeeeee? Apa salahnya jika kita melakukan hal menyenangkan seperti itu? Apa pekerjaan tidak membuat lelah? Manusia itu butuh refreshing!” rengek Kyuhyun.

 

Sarah mendesah. “Aku bahkan lebih memilih akhir pekan dengan tidur, istirahat atau berbelanja Kyuhyun. Mianhae, aku tidak tertarik dengan ajakanmu.”

 

“Kau bilang akan belajar menerimaku, mencintaiku, tapi apapun usahaku untuk mendekatimu selalu kau anggap hal tidak penting. Selama ini otakku terlalu penuh karenamu Sarah, apapun yang kulakukan semua mengarah padamu. Tidak bisakah sekali saja kau tidak keras kepala?”

 

***

“Bodohnya aku, kenapa mengikuti namja ini? Aishh….” gumam Sarah dengan kepala menyendar di pintu mobil.

 

Kyuhyun menyetir sambil bernyanyi mengikuti lagu yang ia putar. “Kau ngomong sesuatu Sarah?”

 

“Annii….aku hanya bicara pada diriku sendiri, kenapa aku bisa terjebak oleh perangkap Cho Kyuhyun. Bagaimana bisa aku selalu kalah dan berakhir menuruti permintaannya? Aku pasti sangat bodoh! Tch tch”

 

“Mwo? Kau bilang kau sangat menyukaiku? Gomawo…..nado saranghae.”

 

“Heol…..pikirkanlah sesukamu Cho! Aku akan tidur, bangunkan aku saat sudah sampai.” Sarah memejamkan matanya yang memang sudah terasa berat karena mengantuk.

***

 

Mata Sarah terbuka sepenuhnya, ia melihat wajah Kyuhyun hanya berjarak 10cm didepannya. “Mwoya? Kau mau mengambil kesempatan saat aku tidur hah?”

 

Kyuhyun memundurkan wajahnya sambil memamerkan selimut. “Aish…..kau selalu negatif thinking! Aku hanya ingin menyelimutimu, ini gentle! Gentle kau tahu?”

 

“Eoh….gomawo.” Sarah membenarkan letak selimutnya sebelum Kyuhyun mengecup pipinya. Ia memegang pipinya setelah ituu dan tersadar jika mobil Kyuhyun berhenti bergerak. Sarah melihat sekelilingnya, bahkan ia sampai membuka jendela hingga angin malam yang sangat dingin menerpa wajahnya.

 

“Cho Kyuhyun, kenapa kita berada di hutan? Bukankah kau bilang pesta berbeque-nya di vila daerah Gyeonggi-do?” tanya Sarah panik.

 

Kyuhyun menggaruk pelipisnya pelan. “Umm….mianhae, kurasa kita tersesat.”

 

“MWO??? Eothokkae? Mobilmu ini kan mahal memangnya tidak ada gps?” Sarah melirik layar gps mobil Kyuhyun. “Jangan bilang jika kau kehabisan bensin ditengah hutan begini? Jebal….”

 

“Sayangnya kau benar Sarah Lee.” Jawab Kyuhyun dengan wajah murung.

 

“CHO KYUHYUNNNNNNN!!!!!!!!!” teriak Sarah frustasi, ia menarik napas berulang kali, ia mengepalkan tangannya hendak memukul Kyuhyun namun urung, tangannya hanya tertahan di udara.

 

3 jam kemudian-

 

“Kyuhyun lakukan sesuatu! Kau tidak akan membiarkan kita berdua mati kedinginan ditengah hutan kan?” ujar Sarah, suaranya melemah karena kelelahan mengomel sejak 3 jam lalu.

 

“Aku sedang berusaha Sarah, bisakah kau diam dan biarkan aku berpikir?”

 

“Yang kau lakukan sejak tadi hanya akting berpikir Cho! Bagaimana bisa kau lupa mengisi bensin jika akan berpergian jauh hah? Kau bisa naik mobil baru kemarin sore memangnya?”

 

“Molla…..biasanya supirku atau Sungmin hyung yang mengurusnya. Tapi mana kutahu jika supirku sakit sejak kemarin dan Sungmin hyung cuti pulang kampung? Ahh….kau sudah mencoba menghubungi polisi atau siapapun?”

 

Sarah menunjukkan layar ponselnya kearah Kyuhyun. “No Signal! Kau tahu? Aku merasakan de javu, perasaanku benar-benar buruk.”

 

“Mwo? Kau hipotermia lagi? Baiklah aku akan memberikan pertolongan pertama!” Seru Kyuhyun girang, ia beringsut mendekati Sarah dan memeluknya erat.

 

“Ini tidak lucu Cho Kyuhyun pabo! Bagaimana jika ada hewan buas atau penjahat? Kita bisa tewas dibunuh dan mereka mangambil mobilnya.”

 

“Aishhh….jalanan ini cukup besar tapi kenapa tidak ada satupun kendaraan yang lewat?” Kyuhyun mengintip keluar, hanya kegelapan disertai suara hewan malam saling bersahutan. Kyuhyun kembali mendekati Sarah dan bersembunyi di perutnya.

 

“Kita sudah pernah mengalami situasi yang lebih buruk dari ini, berdoa saja! Pasti akan ada pertolongan datang.” Kata Sarah bijak, ia sudah lelah menyalahkan Kyuhyun yang tak merasa menyesal sedikitpun. Kyuhyun sudah terlelap, kepalanya di paha Sarah dan ia meringkuk seperti bayi karena kedinginan. Sarah menyelimuti kaki Kyuhyun dan ikut tertidur meski tidak terlalu nyaman.

 

***

Paginya, Sarah terbangun saat mendengar kicauan burung, ia baru tertidur pukul 1 dini hari karena terganggu suara dengkuran Kyuhyun yang membuatnya  tak bisa tidur. Sarah mengangkat kepala Kyuhyun yang sejak semalam tak berpindah dari pahanya dan memindahkannya kesamping. Ia memberikan selimutnya untuk membungkus tubuh Kyuhyun.

 

Diluar, Sarah merentangkan kedua tangannya sambil memejamkan mata, menghirup udara yang terasa lembab dan dingin dengan rakus. Ia bisa mencium aroma kulit kayu, dedaunan dengan embun diatasnya, tanah yang dingin. Setidaknya suasana ini tidak pernah ia temui di Seoul.

 

“Apa yang kau lakukan? Kenapa tidak membangunkanku, chagi?” itu suara Kyuhyun, Sarah menoleh, kepala Kyuhyun dengan rambut acak-acakan, wajah bengkak dan mata yang masih setengah terbuka menyapanya. Sarah tak bisa menahan tawanya.

 

“Cho…..kau jelek sekali!” seru Sarah masih terus tertawa, ia merogoh saku mantelnya, mengeluarkan ponselnya dan langsung mengambil beberapa foto Kyuhyun sebelum ia sempat menutupi wajah dengan telapak tangannya.

 

“Yakkk geumanhae! Ini karena aku tertidur dimobil, jika hari biasa meski bangun tidur pun aku sangat tampan melebihi Lee Minho.”

 

“Ohya?? Coba lihat siapa yang bicara?” Sarah berjalan mendekati mobil Kyuhyun, dengan gerakan cepat ia memamerkan hasil jepretannya didepan wajah pemiliknya sambil tertawa puas.

 

Sarah menunjuk layarnya. “Kau lihat kan? Ini wajahmu pagi ini, waaahhh jika aku menjadikannya berita eksklusif di majalahku pasti bagus sekali!”

 

Dengan cepat, Kyuhyun membuka pintu dan mengejar Sarah yang masih menertawainya sambil berlari dengan memegang ponsel di tangan kanannya. Beruntung, Kyuhyun lebiih gesit menarik bagian belakang mantel yang Sarah kenakan, Sarah kehilangan keseimbangan dan nyaris terjerembab namun Kyuhyun lebih dulu melingkarkan tangannya di perut Sarah.

 

Untuk 5 detik yang terasa lama, tawa Sarah terhenti, otaknya masih memproses, kepala Kyuhyun di pundaknya entah sejak kapan dan ia bisa merasakan degub jantung Kyuhyun di punggungnya. Sarah bergerak pelan hendak melepaskan diri tapi dekapan Kyuhyun makin erat, salah satu tangan yang awalanya di perut Sarah kini bergerak naik dengan pelan. Sarah menahan napasnya, ia merasakan seluruh darahnya berkumpul di kepala dan bersiap meledak kapan saja.

 

“Hanya ada kita berdua disini, udaranya cukup dingin, aku namja normal dan kau yeoja setengah normal, apa yang seharusnya terjadi selanjutnya?” bisik Kyuhyun ditelinganya, kepala Sarah bergerak menghindar karena terasa geli oleh napas hangat Kyuhyun.

 

Satu tangan Kyuhyun yang sudah menyentuh dada Sarah, membuatnya menggeliat dan makin membuat Kyuhyun gencar menggodanya. Kyuhyun terus mendorongnya dengan cumbuan memenuhi leher Sarah, punggungnya menabrak pohon besar di belakangnya. Kyuhyun tak berhenti menciuminya, kedua tangannya tengah sibuk membuka bagian depan pakaian Sarah dan tanpa sadar jarinya terjerat kalung yang Sarah kenakan, kalung pemberian dari mendiang Lee halmeoni tertarik tangan Kyuhyun.

 

Sarah berteriak, membuat Kyuhyun terkejut dan tanpa sadar mendorong kalungnya terlempar. “Halmeoniiiiii!!!!” pekik Sarah saat tangannya tak sampai meraih kalungnya yang kini terjatuh di ujung batu besar yang berada diatas tebing. Sarah menoleh dan langsung memukuli Kyuhyun.

 

“Neooo jinja! Bisakah sekali saja tidak mengacaukan hidupku? Kalung itu pemberian halmeoni….ahhh eothokkae?”

 

Wajah Kyuhyun tidak memperlihatkan penyesalan. “Mi mianhae…..aku janji akan menggantinya dengan yang sama persis. Tapi tolong berhentilah memukuliku!”

 

Sarah berjongkok sambil menangis, ia menyembunyikan wajahnya dengan tangan. “Tidak akan akan sama! Aku tidak akan memaafkanmu jika tidak mengembalikannya.”

 

Mimik muka Kyuhyun berubah masam mendengarnya, Saeah terus memukuli dadanya meski tidak dengan kekuatan penuh namun 100% membuat Kyuhyun kesal. Menurutnya itu hanya kalung dan bahkan ia bisa membelikan 10 bahkan 100 kalung yang lebih bagus dari pemberian halmeoninya.

 

“Aishhh…..kenapa heboh sekali hanya karena sebuah kalung!!” desis Kyuhyun sinis sambil  berjalan kearah batu dan merangkak sedikit demi sedikit menggapai kalung yang berada diujungnya. Sarah masih berdiri ditempatnya sambil melihat jari Kyuhyun yang tiggal sedikit lagi menyentuh kalungnya.

 

Satu kaki Kyuhyun salah berpijak dan membuatnya terpeleset tepat saat tangannya memegang kalung Sarah, membuat tubuhnya terbalik dan jatuh dari ujung batu. Sarah berlari sambil meneriakkan nama Kyuhyun, ia panik saat tak bisa melihat tubuh Kyuhyun dibawah. Sedangkan dengan jelas ia melihat Kyuhyun terjatuh, Sarah berpikir Kyuhyun benar-benar masuk kedalam jurang dan sudah tak terlihat lagi.

 

Ia berjongkok dan menangisi keduanya, kalungnya dan Kyuhyun, satu lagi nasibnya yang tak bisa pulang dan harus menangis sendirian di tengah hutan.

 

“Kyuhyun mianhae…..seharusnya aku tidak keras kepala menyuruhmu mengambilnya..” isaknya dengan suara parau, Sarah terus menangis dan meraung meratapi nasibnya hingga ia mendengar suara rintihan seseorang. Ia memasang telinganya dengan seksama dan mencari sumber suara.

 

“Sarah…..aku dibawah!” teriak Kyuhyun.

 

Sarah berlari mencarinya dan berhasil melihat tangan Kyuhyun yang sedikit berdarah. Ia menunduk dan mengulurkan tangannya untuk membantu Kyuhyun namun Kyuhyun malah menariknya turun, menangkap tubuhnya.

 

“Kau menangisiku? Lucunya…..” gumam Kyuhyun sambil menghapus sisa air mata Sarah di pipinya. Ia mengambil tangan Sarah dan meletakkan kalunganya kedalam genggaman tangannya. “Sudah tidak marah lagi kan? Simpan ini baik-baik!”

 

Tangan Sarah tergenggam, ia menatap Kyuhyun dengan mata terharu lalu memeluknya. “Kupikir kau sudah mati….huwaaaaaaaaaa…..syukurlah kau selamat.”

 

Sambil tersenyum, Kyuhyun mengusap punggung Sarah pelan. “Kau pasti sangat takut kehilanganku kan?” godanya dengan mata menyipit.

 

 

“Aniyo…..aku hanya takut karena di hutan ini sendirian dengan mayat didekatku. Mungkin saja kau berubah jadi hantu dan menakutiku.” Jawab Sarah.

 

Kyuhyun mencebik kesal. “Aishhh…..kau merubah moment romantis menjadi horor. Sudahlah ikut aku, kajja!” Kyuhyun menarik tangan Sarah menyusuri jalan kecil menurun.

 

Saat Kyuhyun terjatuh, beruntung tangannya menangkap akar pohon dan melompat ke bagian bawah batu yang ternyata jalan kecil menuju sungai dibawah mereka.

 

***

Tangan Sarah menggapai daun lebar dari sebuah pohon besar yang tidak ia bayangkan pernah ia kenal namanya, ia menarik beberapa untuk melihatnya lebih detail. Setelah 1 jam lebih berjalan, mereka sampai di sungai dengan air terjun kecil setinggi 5 meter. Kyuhyun masih menyelam di bawah air terjun yang mereka temukan. Sarah mencuci mukanya ketika Kyuhyun tiba-tiba muncul dari dalam air dan menariknya ke tengah sungai.

 

“Kau tak memakai celanamu?” pekik Sarah setelah menyadari jika Kyuhyun melepas seluruh kain yang melekat ditubuhnya.

 

Senyum Kyuhyun terkembang. “Danghyunhaji, menyenangkan berenang disini tanpa memakai apapun.”

 

“Bagaimana jika ada yang melihat? Atau bisa saja binatang air menggigit itu-mu?”

 

Mendengar pertanyaan Sarah, pupil mata Kyuhyun melebar, ia langsung berlari ke tepi ditempat ia meletakkan pakaiannya dan cepat-cepat memakai celana dalamnya. Sarah hanya melihatnya dengan mulut terbuka, ia tak percaya jika Kyuhyun sebodoh ituu. Kyuhyun berlari kembali di hadapannya dengan wajah sumringah.

 

“Kau pikir ular tidak bisa menggigit itu-mu jika kau memakai celana dalam?” ujar Sarah sarkatis. Kyuhyun menggoyangkan kepalanya hingga mengibaskan air dari rambutnya. Sarah bisa melihat dengan jelas tubuh bagian atas Kyuhyun yang berada diatas permukaan air, tatapannya dengan sekejab menuntun Sarah berjalan mendekatinya tanpa sadar.

 

“Aku memakainya bukan karena itu, tapi karena tidak bisa menahan untuk menyerangmu disini.” mata Kyuhyun mengarah padatubuh Sarah yang tercetak jelas dibalik pakaian basah. Kedua tangan Sarah langsung disilangkan didepan dada.

 

Sarah memundurkan langkahnya dan tak menyadari kakinya menginjak batuan licin, membuatnya terpeleset dan jatuh dengan posisi terduduk. Kyuhyun mendekatinya sambil tertawa namun Ia malah menyiram wajah Kyuhyun dengan air sungai dari kedua telapak tangannya, Kyuhyun membalasnya. Sarah berteriak girang sambil membalas serangan Kyuhyun, seluruh tubuhnya basah hingga rambutnya, beberapa kali ia tenggelam kedalam air karena tak bisa menjaga keseimbangan, entah berapa banyak Kyuhyun membuatnya menelan air sungai. Matanya merah dengan hidung terasa perih hingga rongga dalam, Sarah berusaha berdiri dan berjalan cepat ke tepi, sementara Kyuhyun mengejarnya.

 

“Wae? Kau mau kemana? Bukankah kau mau mandi bersama? Kemarilah sayang….” teriak Kyuhyun dengaja menggodanya, Sarah tak menoleh, ia masih mengingat bagaimana ia nyaris melakukan sex dengan Kyuhyun jika saja Kyuhyun tidak mengacaukannya dengan membuang kalungnya.

 

“Berhentilah mengoceh Cho! Palli…aku sudah kedinginan.” Balasnya masih tanpa menoleh. Sarah bisa mendengar jika saat ini Kyuhyun tertawa keras.

 

“Aku ingin memelukmu tapi kau malah menjauh. Kemarilah biar ku hangatkan tubuhmu.”

 

“Cho Kyuhyun aku benar-benar ingin segera ganti baju, aku serius, ini dingin sekali.” teriaknya dengan suara yang nyaris habis karena sejak tadi tak berhenti berteriak.

 

***

Sarah mengeringkan rambutnya dengan handuk yang sudah dipersiapkan Kyuhyun dalam wardrobenya. Kyuhyun juga membawa beberapa pakaian ganti yang hangat untuknya. Setelah mengganti bajunya dengan pakaian kering, Kyuhyun sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka. Untungnya, sebelum pergi Kyuhyun membeli beberapa makanan dari supermarket dan yang terpenting adalah air minum. Sarahmenyisir rambutnya dengan jari-jari tangan, ia merasakan perutnya terasa kosong dan bergegas keluar menghampiri Kyuhyun.

 

“Apa yang kau siapkan? Aku sangat lapar….” Sarah sudah duduk menyender di pundak Kyuhyun, meski sudah hampir siang tapi udara di sekitarnya sangat dingin, bahkan Sarah membungkus tubuhnya dengan selimut.

 

Kyuhyun menoleh sambil tersenyum, ia mengecup dahi Sarah lalu menyodorkan sandwich 3 lapis keju dan peperoni buatannya. Sarah menatap Kyuhyun seperti anak anjing kelaparan, tangannya ikut terbungkus didalam selimutnya dan malas dikeluarkan. Kyuhyun menggigit ujung sandwichnya lalu memberikan bekas gigitannya ke mulut Sarah.

 

“Eotte?” Tanya Kyuhyun dengan tangan sibuk menuangkan mayonaise ke sandwich.

 

“Mashitta….mungkin karena aku sangat lapar jadinya enak. Sejujurnya aku bahkan meragukan kemampuan memasakmu.”

 

“Aishhh….yasudah kumakan sendiri saja!” desis Kyuhyun pelan. Ia menggeser duduknya membuat kepala Sarah jatuh diatas pahanya.

 

“Yaa…..kau sengaja menggodaku? Aku lapar Kyu, suapi lagi sandwichnya!”

 

Kyuhyun menggigit ujung bagian lain sandwichnya lalu menundukkan kepala, menyuapkan langsung dari mulutnya ke mulut Sarah, setelahnya menghisap permukaan bibir Sarah dengan ujung lidahnya sambil tersenyum miring.

 

“Sekarang bagaimana rasanya? Lebih enak, bukan?” kata Kyuhyun pelan, Sarah berhenti mengunyah saat melihat satu mata Kyuhyun berkedip. Ia nyaris tersedak jika saja Kyuhyun tidak segera membantunya duduk dengan normal.

Ia tersenyum tipis saat mengingat jika sudah lama ia tidak pergi tamasya, menggelar kain di bawah pohon rindang dan duduk diatasnya bersama seseorang sambil membicarakan banyak hal dengan santai, makan bersama dalam kehangatan. Sarah masih mengingat dengan jelas beberapa bulan lalu masih bisa merasakan senyuman Jieun yang berbaring manja di atas pahanya. Sekarang, kepala Kyuhyun menggantikannya, Sarah jadi agak melamun memikirkannya.

 

 

***

Tok Tok Tok

 

Pintu mobil diketuk seseorang, Sarah terjaga dan membangunkan Kyuhyun. Samar-samar meski gelap, Ia melihat seseorang tak dikenal berada diluar mobil masih terus mengetuk kacanya. Kyuhyun terbangun, matanya masih setengah terpejam, ia menggaruk pipinya pelan. Sarah menunjuk keluar, Kyuhyun mengikuti arah pandang Sarah dan mendapati seorang ahjussi.

 

“Nuguseyo?” tanya Kyuhyun detelah membuka sedikit kacanya. Sarah memegangi lengan Kyuhyun dan bersiap dengan tas ditangan yang lain. Jika orang itu berniat jahat, ia berharap tasnya cukup mampu mengalahkannya.

 

“Kami dari pihak kepolisian. Aku detektif Nam Gyu Min, kami mendapat laporan dari Andrew Choi jika Cho Kyuhyun dan Sarah Lee menghilang sejak lusa malam.”

 

Kyuhyun menoleh dan saling berpandangan dengan Sarah, keduanya sama-sama melongo dengan wajah bodoh. Sarah membuka lebih lebar kacanya dan tak jauh dari mobil mereka terdapat mobil SUV yang menurutnya masih ada beberapa orang didalamnya.

 

“Ahjussi, apa benar kau dari kepolisian?” tanya Sarah meyakinkan diri.

 

“Ini kartu tanda pengenal.” Detektif Nam menyodorkan ID kepolisian miliknya. Sarah mengangguk setelah membacanya.

 

Ia melirik ponselnya yang menunjukkan pukul 9 malam. Ia memegangi lengan baju  Kyuhyun saat keduanya berjalan pelan menuju mobil SUV milik detektif Nam. Tiba-tiba Kyuhyun berhenti dan menoleh pada detektif Nam.

 

“Bagaimana dengan mobilku detektif? Apa ia akan baik-baik saja?” tanyanya dengan mata mengarah ke mobilnya.

 

“Kami sudah menghubungi mobil derek dan mungkin sebentar lagi tiba, anda tidak perlu khawatir!”

 

 

***

Mereka diantar sampai penthouse Kyuhyun, pintu terbuka dan eomma Kyuhyun langsung berhambur memeluk anaknya tanpa sempat membiarkan Kyuhyun keluar dari lift  terlebih dulu. Sarah hanya menoleh melihat kekasihnya diciumi seluruh wajahnya oleh eommanya, ia agak meringis meliahatnya dan menatap ke depan.

 

Dengan tatapan menusuk, Andrew berdiri tak jauh dari mereka. Sarah melangkah dengan berat hati. Eomma Kyuhyun masih memeluk anaknya sambil terus mengusap rambutnya. Sarah duduk di sofa didekat Andrew yang masih menatapnya tajam. Seorang maid meletakkan minumannya, Sarah yang memang kehausan langsung menyambarnya dan meneguk habis.

 

“Omona…..eomma sangat khawatir, bagaimana bisa kalian menghilang selama 2 hari eoh? Untung saja Andrew peka saat Kyuhyun tidak masuk dan langsung mencarinya.”

 

Sarah menatap Andrew sambil tersenyum pada eomma Kyuhyun yang kini memeluknya dan mengusap wajahnya sayang.

 

“Semuanya salahku eomma, aku lupa mengisi bensin dan kami jadi tersesat. Untungnya kami sudah pernah mengalami yang lebih buruk dari ini, jadi kami sudah bisa menyesuaikan diri dan bertahan hidup dengan mudah.” Kata Kyuhyun dengan punggung menyandar malas. Ia melirik Andrew yang tak melepaskan matanya dari Sarah.

 

“Gamsahaeyo Adrew Choi atas pertolonganmu!” lanjutnya dengan menekan tiap katanya.

 

Andrew tersenyum kearah Kyuhyun. “Senang bisa membantumu Cho Kyuhyun, aku melakukannya karena tidak ingin Yura-ku yang cantik ini khawatir jika anak nakalnya menghilang. Sebenarnya aku bisa saja membiarkanmu membusuk di hutan dan menjadi mangsa serigala tapi jiwa kemanusiaanku tidak bisa diam.”

 

Bibir Kyuhyun mencebik kesal mendengar nada sombong Andrew yang memuakkan, bahkan eommanya malah tersenyum dengan mata penuh cinta kepada Andrew.

 

“Apapun alasanmu aku tidak peduli, aku agak menyesal berterimakasih tapi karena tidak mau berhutang budi aku harus mengatakannya. Baiklah karena ini tempat tinggal pribadiku jadi kuharap Andrew Choi dan eomma pulanglah!” ujar Kyuhyun sambil berdiri.

 

Eommanya mendongak bingung. “Kau mengusir eomma Kyuhyun-ah?”

 

“Aniyo eomma, aku hanya malas menyaksikan kalian saling menggoda,  jika eomma kemari untuk melihat keadaanku, chaa….nan gwenchana.”

 

Kyuhyun menarik Sarah yang sejak tadi hanya duduk diam disampingnya, ia mengajak Sarah kekamarnya dan mendudukkannya di atas kasur. Kyuhyun membanting pintu kamar hingga menimbulkan suara keras. Selang beberapa menit, Kyuhyun membuka sedikit pintu kamarnya dan mengintip keluar ketika wajah Andrew sudah berada 5 cm didepannya. Kyuhyun terlonjak dan jatuh ke belakang, bokongnya mendarat lebih dulu menyentuh lantai marmer kamarnya. Sarah meghampiri dan membantunya berdiri, ia melirik Andrew sejenak.

 

Andrew berdiri didepan pintu kamarnya sedangkan Kyuhyun masih mengatur ekspresi terkejutnya agar tak terlihat. “Aku hanya ingin bertanya mungkin saja Sarah ingin pulang bersamaku karena kami searah?”

 

“Mwoya? Bisa-bisanya kau terang-terangan menggoda yeojaku Andrew Choi? sedangkan aku disini masih hidup dan berada didepanmu! Kau pikirkan saja eommaku, seharusnya kau membawanya pulang sana!”

 

“Sayangnya Hong Yura sudah pulang lebih dulu bersama supirnya. Bagaimana Sarah?

 

“Jangan pedulikan urusanku dan urus saja urusanmu! Memangnya kau siapa Andrew? Hanya suami baru eommaku tapi kini kau sok mengatur keputusanku.”

 

“Maksudmu keputusan untuk tersesat di hutan selama 2 hari dan jika aku tidak mencari kalian maka hanya Tuhan yang tahu apa yang terjadi selanjutnya? Begitu? Baiklah terserah kalian!!” Balas Andrew sarkatis.”

 

Wajah Sarah terlihat bingung saat menatap Kyuhyun dan Andrew bergantian, ponselnya berbunyi setelah 5 menit dipertemukan dengan pengisi daya. Sarah buru-buru melihat pesannya dengan dahi berkerut. Ia langsung mengambil tasnya.

 

“Geumanhaeyo! Bisakah sekali saja kalian bertemu tanpa perang mulut? Kyuhyun mianhae sepertinya aku harus menerima tawaran Andrew, ada sesuatu yang harus kulakukan dan kau sebaiknya istirahatlah!”

 

Tangan Andrew terkepal mendengarnya dari mulut Sarah. “Aku bisa mengantarmu Sarah! kenapa kau lebih memilih pulang bersama Andrew?” suara Kyuhyun meninggi

 

“Kau maksudku kita baru saja mengalami kejadian traumatis, lebih baik aku pulang bersamanya Kyuhyun. lagipula kami diantar supir.”

 

Sarah mengusap lengannya sambil memandang Kyuhyun mata penuh harap. Kyuhyun tak bisa mengatakan tidak setelah melihatnya. Sarah tersenyum sebelum melepaskan lengan Kyuhyun dan berjalan menyusul Andrew yang sudah lebih dulu berjalan keluar. Kepala Kyuhyun melongok dan melihat Andrew berjalan keluar dengan tersenyum miring saat kepalanya sedikit menoleh kearahnya.

***

 

Sarah langsung keluar dari mobil tepat setelah Andrew selesai memarkirkannya. Ia berjalan cepat tanpa menghiraukan Andrew yang memanggilnya dengan suara kesal.  Sampai di depan pintu apartemen, Sarah berbalik.

 

“Jika oppa mau mengomel tentang kejadian ini, aku sedang malas membahasnya. Jadi lebih baik oppa pulang ketempat eomonim daripada menggangguku! Gomawoyo.” ia memasukkan passwordnya dan bergegas masuk setelah pintu terbuka dan menutup pintu dengan tendangan kaki yang cukup keras.

 

Andrew tak bisa berkata apa-apa, ia sangat ingin sekali memarahi Sarah tentang banyak hal terutama kecerobohannya yang mempercayai Kyuhyun dan pergi hingga tersesat selama 2 hari. ia bahkan tidak tahu betapa Andrew khawatir sampai rambutnya hampir memutih karena memikirkan adiknya yang tiba-tiba menghilang. Sekarang, setelah beberapa waktu lalu Kyuhyun mengusirnya, kini Sarah juga ikut mengusirnya.

 

Sarah melemparkan tasnya diatas kasur sementara ia masuk kekamar mandi dan berendam cukup lama. Sarah nyaris tertidur karena merasa terlalu lelah. Ia kembali kekamar dan melihat ponselnya yang dipenuhi dengan puluhan panggilan tak terjawab dari Kyuhyun. Sarah membuka kotak pesannya.

 

Ia harus menarik napas panjang setelah melihat rentetan pesan kekanakan yang Kyuhyun kirimkan, semua berisi ancaman, kecurigaan dan sebagainya..

 

“Aishhh jinja! Apa dia anak TK? Bisa-bisanya pemikirannya sangat dangkal!” ia mendengus malas sambil mengetikkan kata [Aku sudah sampai, habis mandi ingin tidur, jalja!] setelah mengirimkannya Sarah melemparkan dirinya keatas kasur. ia men-dial nomor yang tadi menghubunginya saat masih dikamar Kyuhyun.

 

Cukup lama menunggu hingga tersambung. Sarah terduduk saat panggilannya tersambung. “Yeoboseo? Do Kyungsoo-ssi, kupikir kau tidak akan menghubungiku.”

 

Senyum Sarah terkembang setelahnya, ia duduk sambil membuka laci meja kerjanya mencari berkas yang pernah Andrew berikan padanya. Dahinya berkerut mendengar jawaban dari panggilan di seberangnya namun buru-buru ia tersenyum lagii.

 

“Call…..besok malam di Heaven pub pukul 7. Keuno.” Sarah meletakkan ponselnya diatas nakas lalu membaca berkas yang berada di tangannya cukup seksama. Ia merasa jika Andrew masih menyimpan rahasia lain.

 

“Benar, sebaiknya aku memeriksanya sendiri.” Ia melompat dari tempat tidur. Sampain didepan kamar Andrew, ia tak bisa membuka pintunya. “Terkunci?” gumamnya pelan.

 

Sarah menatap pintu kamar Andrew agak lama, ia yakin jika Andrew pulang kerumah eomma Kyuhyun dan tak ada di kamarnya, tapi kamarnya dikunci.

 

“Aishh…..oppa memang licik! Dia bahkan mengunci pintunya pasti ada sesuatu yang penting didalamnya, aku akan memanggil tukang kunci besok!” Sarah kembali kekamarnya karena tidak mau menimbulkan banyak kecurigaan.

 

***

 

Setelah pulang dari kantornya, Sarah memilih langsung ke Heaven Pub tanpa repot-repot pulang lebih dulu. Ia keluar dari taksi dan berdiri sambil mendongak melihat papa nama dengan lampu kemerlap disekelilingnya sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk. Kepalanya menoleh kesana kemari sambil terus mencoba menghubungi Do Kyungsoo yang belum menjawab panggilannya. Matanya menangkap sosok yang sangat dikenalnya, Sarah membulatkan matanya mencoba meyakinkan dirinya bahwa ini bukan anomali optik, ini bukan halusinasi dan sebagainya.

 

Tangan Sarah yang sejak tadi memegang ponsel  di telingannya kini bergerak turun dan matanya melihat layarnya jika panggilannya masuk.

 

“Do Kyungsoo-ssi eodigayo? Bisakah kau memesan tempat privat untuk pertemuannya? Umm dan beri aku waktu 10 menit, masih ada sedikit urusan.”

 

Sarah memasukkan ponselnya kedalam tas dan melihat kesamping, ia menunduk sambil berjalan pelan kearah meja diseberang tempat duduk Kyuhyun. ia menyembunyikan wajahnya dengan majalah yang ia ambil dari meja orang lain. Matanya menyipit saat melihat seorang yeoja dengan gaun malam yang seksi berdiri di hadapan Kyuhyun.

 

“Mwoya? Apa itu mantan kekasihnya? Ya tuhan!! Aku memergokinya selingkuh, haruskah aku menghampiri mereka lalu marah-marah dan menyiram wajah Kyuhyun seperti dalam drama?” gumam Sarah pada diirinya sendiri.

 

Keadaan dalam pub yang ramai dan penerangan yang temaram membuat persembunyiannya terasa sempurna namun sayangnya Sarah tak bisa mendengar dengan jelas apa yang sedang Kyuhyun bicarakan. Ia melirik jam tangannya, sudah 4 menit berlalu dan ia masih belum bisa menangkap dengan jelas apa yang mereka bicarakan, disamping itu seseorang menunggunya. Sarah melihat pesan yang Do Kyungsoo kirimkan untuknya.

 

Sarah mendongak, ia hendak menyerah dan berhenti memata-matai Kyuhyun. Saat ia bangkit dari kursinya, yeoja yang bersama Kyuhyun juga berdiri. Sarah berhenti bergerak dan memilih melihat apa yang ia lakukan. Mulutnya terbuka saat yeoja itu dengan agresif membungkukkan tuubuhnya kearah Kyuhyun dan menciumnya didepan umum.

 

“Daebak!!! Haruskah aku muncul sekarang dan mengacaukan adegan romantisnya?” desis Sarah tampak masih dengan wajah terkejutnya.

 

Kyuhyun mendorong bahu yeoja yang menciumnya agak keras sepertinya karena sampai membuat yeoja itu terdorong kebelakang dan berdiri tak seimbang karena high heelsnya yang cukup tinggi, untungnya ia spontan memegang pinggir meja.

 

Sarah melihat wajah terluka yeoja itu, ia meramalkan jika tak sampai hitungan kelima air matanya tumpah. Benar saja, yeoja itu langsung berlari kearah toilet dan dikejar oleh yeoja lain yang sepertinya temannya. Sarah berjalan cepat ke toilet sambil menunduk menutupi wajahnya dengan tasnya.

 

Langkahnya terhenti saat mendengar teriakan histeris dari dalam. “Aku ini kurang apa? Aku sudah menekan harga diriku dan bertingkah seperti wanita murahan agar Kyuhyun melirikku. Dia berhasil meniduriku dan menganggapku seperti yeoja-yeoja lainnya!”

 

Kakinya tergerak mundur, Sarah memegang dinding disampingnya saat ia mendengar lagi teriakan dari dalam. “Aku hanya memintanya untuk tidur denganku sekali lagi agar ia sadar jika aku sangat menyukainya. Tapi dia menolakku!! Kau tahu kan berapa jam aku berdandan malam ini? Tapi Kyuhyun bilang ia hanya memandangku sama seperti pasangan one night standnya yang lain!!”

 

“Tenanglah Hyuna-ah, kau bisa menemui namja selain Kyuhyun yang juga membalas perasaanmu.” Suara lain yang menurut Sarah suara yeoja yang mengejar tadi.

 

Wajahnya kaku dan tak bisa digerakkan, Sarah tak mengerti harus merasa senang sedih atau apapun. Tapi saat ini hal yang sangat ingin ia lakukan adalah menerobos masuk toilet, sayangnya kakinya tak memiliki tujuan yang sama dengan otaknya.

 

“Kyuhyun bilang, dia menemukan pasangan seks yang baru itu sebabnya ia membuangku!! Aku membenci yeoja itu, memangnya bisa apa dia hingga Kyuhyun memilihnya, padahal aku sudah mati-matian menuruti keinginan Kyuhyun!!”

 

Sarah merasa air matanya meleleh di pipinya, matanya terasa pedih dan napasnya jadi tersengal. Ia berbalik namun kakinya masih belum mau melangkah kemanapun. Ia mengusap pipinya dengan punggung tangannya dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya saat mendengar suara pintu toilet terbuka. Sarah bisa mendengar langkah kaki yang berjalan kearahnya lalu melewatinya, ia melihat punggung dua yeoja yang tadi ia curi dengar pembicaraannya.

 

Ponselnya kembali berdering, ia melihat banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari Do Kyungsoo. Sarah teringat akan niatnya kemari bukan untuk melihat drama Kyuhyun dan yeoja yang bernama Hyuna itu tapi untung menemui Do Kyungsoo. Ia berjalan pelan mencari anak tangga ke lantai atas.

 

“Jusunghaeyo Do Kyungsoo-ssi, tadi ada sedikit masalah jadi aku…….” kalimatnya terhenti saat Kyungsoo menyentuhkan telunjuknya di pipi Sarah.

 

Ia tertawa setelahnya dan menunjukkan bulu mata di ujung jarinya. “Hanya refleks, aku tak bermaksud apapun. Ngomong-ngomong ada perlu apa kau memintaku bertemu? Sejujurnya aku sangat tak menyangka kau akan menghubungiku mengingat saat kuliah dulu kau sangat dingin dan kita bahkan tidak saling menyapa.” Katanya dengan suara santai.

 

Sarah berdehem dan mengambil berkas di tasnya, ia menyodorkannya diatas meja. “Aku ada sedikit permintaan untukmu, bukankah kau bekerja di surat kabar ‘A’ kan? Kurasa topik ini sedang hangat dan pastinya kau bisa membuat artikel menarik yang akan menjadi hot news, Kyungsoo-ssi.”

 

Kyungsoo melipat bibirnya kedalam lalu mulai membuka berkasnya. Sarah menatapnya dengan perasaan gugup tak karuan, entah karena perasaan sejak beberapa menit lalu yang belum menghilang atau memang ia sedang gugup menunggu komentar Do Kyungsoo nantinya.

 

“Wow! Darimana kau mendapatkan semua ini Sarah? kebetulan sekali aku bukan pendukung Kongressman Seo Dong Woon. Menurutku dia tidak bersih dan bagaimana bisa seorang pengusaha berambisi dalam politik, jelas sekali ia hanya ingin berbisnis di pemerintahan.”

 

“Ohya? Jadi kau bisa menuliskan artikelnya dan menerbitkannya di surat kabarmu?” tanya Sarah lagi.

 

“Danghyunhaji, aku bisa mengaturnya, kau tenang saja!” jawab Kyungsoo sambil menggosok dagunya. “Jadi kau bekerja dimana Sarah? kau tahu banyak sekali rumor yang kudengar tentangmu saat masih kuliah dulu.”

 

“Ye? Aku chief editor di Foccus Publisher. Rumor apa memangnya? Kurasa aku sudah tidak mengingatnya.”

 

Tubuh Kyungsoo dicondongkan kedepan. “Banyak rumor, kudengar kau seorang lesbian karena tidak pernah terlihat dekat dengan namja manapun lalu ada rumor yang lebih gila yang mengatakan jika kau menyamar sebagai yeoja agar bisa dekat dengan para yeoja. Hihhiihihiihi.”

 

Bibir Sarah mencebiknya kesal. “Lalu rumor mana yang kau percayai?”

 

“Melihatnya sekarang sepertinya kau terlihat normal dan jujur saja aku tertarik jika kau berencana menghabiskan malam ini denganku.” Kyungsoo menambahkan kedipan satu matanya di akhir kalimatnya.

 

Sarah memundurkan kepalanya dengan tatapan jijik. “Gamsahaeyo, lebih baik kau tetap menganggapku sebagai lesbian atau transgender saja karena aku tak merasa tertarik denganmu Kyungsoo-ssi.” Sarah menarik tasnya dan bersiap berdiri. “Jangan lupa untuk menyelesaikannya!”

 

“Changkaman! Bukankah kau bilang bahwa kau bekerja di Foccus Publisher, Sarah? kudengar jika belum lama ini Dongwoo grup mengakuisisinya setelah kematian direktur lama kalian? Benar begitu?”

 

Sarah menarik napas dan berpikir sejenak. “Majayo….tapi itu tidak membuatku menjadi orang mereka dan kuharap kau bisa merahasiakannya karena akan sulit bagiku.” Sarah mengernyit saat melihat Kyungsoo tertawa pelan. “Waeyo?”

 

“Anii…hanya sangat menarik menurutku, tapi baiklah aku tidak akan bertanya lagi. Lain kali bolehkah kita minum kopi bersama?”

 

“Geurom….kau boleh memilih tempat yang kau sukai Do Kyungsoo-ssi! aku harus pergi. Gamsahamnida.” Sarah bangkit dan membuka pintu ruangan, ia menoleh sekilas melihat Kyungsoo yang sudah sibuk melihat berkasnya. Sarah mencari ponselnya dan menghubungi Kyuhyun.

 

“Jigeum eodiya? Bisa kita bertemu?” ucap Sarah tanpa basa basi, langkahnya terlihat mantap tanpa menoleh kearah manapun.

 

“Oke, aku ketempatmu dalam 1 jam. Gwidaryo!”  Sarah memencet tombol merah sambil mendesah panjang, kepalanya tertunduk lemas ketika ia sudah sampai diluar pub. Kedua tangan Sarah memegangi lututnya, menahan kakinya agar tak membuatnya jatuh dengan konyol. “Gwenchana Sarah! gwenchana….”

 

“Taksii!” Seru Sarah dengan suara lantang, ia berlari kecil menuju pinggir jalan setelah memberhentikan taksi yang melintas didepannya.

 

 

***

Kyuhyun menyodorkan segelas wine, Sarah mengambilnya tanpa memalingkan wajahnya dari gemerlap malam kota Seoul. Ia ikut memandangi pemandangan Seoul di malam hari dari balkon penthouse di lantai 20. Wajah Sarah yang tampak pucat menjadi samar karena cahaya bulan.

 

“Langitnya cerah ya? Kau tidak dingin?” Kyuhyun menunggu Sarah membalasnya, ia melirik Sarah.

 

“Aku senang kau akhirnya mengunjungiku malam ini. Kau tahu semalam aku  memimpikanmu?” Kyuhyun menggoyangkan gelasnya dengan tersenyum bodoh.

 

Sarah tak bergeming, ia tetap menatap lurus. “Ahh jadi jika aku tidak datang maka kau akan mengajak yeoja lain kemari?”

 

Kyuhyun menoleh cepat. “Mwo? Aku tidak pernah mengajak siapapun kesini kecuali keluargaku dan kau, Sarah.” Kyuhyun mendesah. “Ada apa dengan mood ini?”

 

“Berarti kau membawa mereka ke hotel cinta jika tidak kemari?” tanya Sarah.

 

Kyuhyun memandang wajah Sarah dari samping agak lama. “Maksudnya? Jawaban apa yang kau inginkan?”

 

Sarah menyesap wine dengan mata tertutup seolah menikmati tiap tetes sensasi nikmat di mulutnya. Memorinya  kembali pada ingatan saat masih di pub. Dengan suara bergetar, tiba-tiba ia histeris.

 

“Kau menganggap aku sama seperti yeoja lainnya bukan? Hanya partner seks yang nantinya kau buang saat sudah bosan! Atau memang selama ini kau masih berhubungan dengan yeoja lain selain aku?” bentak Sarah dengan nada tinggi, matanya memerah karena setengah mabuk. Ia meledakkan semua kekesalannya sejak tadi siang. Sarah tidak mengerti kenapa moodnya sangat turun setelah mendengar obrolan yeoja tak dikenal di kamar mandi restauran.

 

Kyuhyun memegang kedua lengan Sarah sambil menatapnya dengan mata sendu, setitik keringat meleleh dikeningnya.

 

“Mianhae jika kau merasa tidak nyaman dengan masa laluku. Tapi setelah mengenalmu aku tidak pernah berniat melirik yeoja manapun selain dirimu Sarah. Apa kau masih belum menyadari jika aku menyukaimu sebanyak itu?”

 

Sarah memberontak mencoba melepaskan tangan Kyuhyun dari tubuhnya. Sarah melihat kolam renang dibawah. “Jangan sentuh aku Cho Kyuhyun! Aku sudah tahu semuanya. Kau hanya memanfaatkanku lalu membuangku setelah bosan seperti yang kau lakukan dengan Hyuna-ssi atau yeoja lainnya. Benar kan?”

 

Mata Kyuhyun menggelap mendengar nama Hyuna keluar dari mulut Sarah. “Aku tidak tahu darimana kau mengenal Hyuna, tapi aku berani bersumpah jika tidak ada apapun antara kami. Lagipula bukan aku yang menginginkannya tapi ia yang menawarkan diri. Tapi kau berbeda Sarah, aku tidak punya niatan sedikitpun untuk meninggalkanmu!”

 

Sarah memukul dada Kyuhyun sambil menepis tangan Kyuhyun di lengannya. “Lepass!! Aku ingin turun.”

 

Sarah bergerak mundur dan dengan gerakan cepat sudah memanjat pagar pembatas balkon setinggi setengah meter, bersiap terjun dengan bebas. Kyuhyun melotot sambil mencoba menahannya, ia berteriak panik. “Turun kemana?”

 

Sarah sudah memulai aksi terjunnya dari lantai 20, ia melepaskan pegangannya dari pagar pembatas balkon. Satu tangan Kyuhyun terulur kebawah sempat menarik baju Sarah bagian belakang namun sayangnya robek dan tak bisa menahannya. Kyuhyun meremas sobekan baju Sarah digenggamannya, cepat-cepat ia membuang gelas wine di tangannya dan menyusul Sarah terjun.

 

Sebelum mereka mencapai kolam renang, tangan Kyuhyun yang terulurdan terus dipaksakan meraih tubuh Sarah dan memeluknya erat. Ia membalik posisinya menjadi dibagian bawah tubuh Sarah.

 

Beberapa orang yang berada didalam kolam renang menjadi histeris melihat keduanya diatas mereka sebelum mencapai air, mereka buru-buru menyingkir dengan riuh. Sayangnya, punggung Kyuhyun harus bertabrakan dengan batu hias dibagian pinggir. Ia masih merasakan kesakitan sebelum tubuhnya sepenuhnya masuk kedalam air. Kyuhyun makin mengeratkan pelukannya untuk melindungi Sarah dalam dekapannya. Mata Sarah tertutup sejak ia memutuskan untuk terjun dari lantai 20, Kyuhyun mengasumsikan jika Sarah sudah berada dalam pengaruh alkohol meski hanya menyesap sedikit wine darinya. Kyuhyun terus memeluk Sarah dengan erat sebelum keduanya mencapai dasar kolam, ia melihat tim penyelamat bergerak kearahnya hingga beberapa detik kemudian ia tak bisa merasakan lagi tangannya dan berangsur tak sadarkan diri.

 

***

Samar-samar Sarah mendengar suara Andrew dan eomma Kyuhyun berdebat tak jelas. Ia tak mengerti apa yang mereka ributkan, kepalanya terasa pusing. Susah payah ia membuka mata dan langsung merasa silau dengan cahaya lampu yang menusuk matanya. Refleks Sarah melinfungi mata dengan telapak tangannya. Ia melihat selang infus tertancap di tangannya, Sarah menyentuhnya.

 

Eomma Kyuhyun memeluknya. “Sarah gwencahana? Ya Tuhan…. eomma nyaris terkena serangan jantung saat mendengar kau dan Kyuhyun tenggelam di kolam renang. Apa kalian anak-anak huh? Kenapa terjun dari lantai 20?”

 

Sarah mengernyit. “Kolam renang?”

 

“Omo! Jangan bilang jika kau lupa apa yang terjadi.”Eomma Kyuhyun beralih memeluk Andrew. Mata Sarah tak lepas menatap Andrew mencoba menuntut jawaban.

 

“Kau tidak ingat apa yang kau lakukan semalam Sarah?” tanya Andrew.

 

Sarah menggeleng pelan, namun tanpa sadar ia teringat saat Kyuhyun memeluknya sebelum masuk ke kolam renang. Sarah membelalakkan matanya. “Kyuhyun eodigayo eomonim?”

 

Eomma Kyuhyun terisak pelaan. “Kyuhyun masih di ruang operasi, dokter bilang beberapa rusuknya patah hingga menembus paru-paru.”

 

Sarah menutup mulutnya, ia mengingat dengan jelas saat ia marah dan melompat dari lantai 20. Ia menggigit bibirnya ketika menyesali keputusan bodohnya, seharusnya ia tak bertindak gila.

 

“Apa aku boleh melihat Kyuhyun, eomonim? Ini semua salahku, dia mencoba menyelamatkanku.” Racau Sarah dengan tangannya sibuk mencoba melepas selang infusnya.

 

“Geumanhae Sarah Lee!!” bentak Andrew dengan suara yang sarat akan kemarahan. Sarah dan eomma Kyuhyun menatapnya tak percaya.

 

“Yeobo, ka kau tidak perlu membentak Sarah, keadaannya masih lemah dan ia pastinya shock. Wae geurae?” ucap eomma Kyuhyun terbata-bata.

 

Sarah tak melepaskan matanya dari wajah Andrew yang menegang dengan urat di lehernya terlihat jelas. “Aku hanya ingin melihat Kyuhyun. Seharusnya aku yang terluka bukan dia!” isak Sarah dengan air mata meleleh pelan.

 

Eomma Kyuhyun melirik Andrew tajam dan langsung memeluk Sarah, meletakkan kepala Sarah diperutnya. “Kyuhyun gwenchana…..kita hanya perlu mendoakannya saja. Ini bukan salahmu Sarah, ini semua kecelakaan. Kyuhyun pasti sangat mencintaimu sampai membahayakan nyawa kalian.”

 

Sarah masih sesenggukan saat eomma Kyuhyun melanjutkan kalimatnya. “Kau hanya pikirkan agar cepat pulih Sarah, kabar baiknya cucuku baik-baik saja didalam sana. Untungnya ia sangat kuat.”

 

“Cucu?” kata Sarah mengulang ucapan eomma Kyuhyun yang kini mengangguk dengan wajah sumringah.

 

“Eoh…..cucuku, calon cucuku. Kau hamil Sarah, dokter bilang sudah 4 minggu. Kyuhyun pasti juga senang mendengarnya.”

 

“Mwoya? Eomonim kau pasti bercanda kan? Ini tidak serius kan? Aku tidak mungkin hamil.”

 

“Sayangnya itu semua benar dan ini bukan mimpi Sarah Lee, kau hamil dan pastinya anak Kyuhyun sekarang berada di perutmu. Dan kau sengaja menjatuhkan dirimu dari lantai 20 semua ini benar-benar nyata!” suara Andrew terdengar dingin, ia berbalik dan berjalan keluar ruangan Sarah.

 

Eomma Kyuhyun menatap Sarah tanpa ekspresi setelah mendengar kalimat suaminya yang menusuk. Ia melepaskan Sarah dan keluar mengejar Andrew.

 

-TBC-

73 thoughts on “Unconditional Love Part 12

  1. Wow sarah hamil.. Andrew kan gak suka sama hubungan sarah-kyuhyun, tau sekarang sarah hamil, andrew gak mungkin nyuruh sarah buat ngegugurin kan?
    Sarah terjun dari lantai 20 untung bayinya gak kenapa-napa..
    Semoga so kyu cepet sehat..
    Keep writing😊

    Suka

  2. Ampun deh, marah boleh aja. Tapi ga harus loncat dr lantai 20 kaleee..
    Untung janinnya sehati dan liat, klo ga apa ga nyesel seumur hidup nanti??

    Suka

  3. wahhhhh. makin bikin galau ni. sarah cinta sama kyuppa. tapi dia juga sayang banget sama siwon oppa. soalnya kan kandung. tapi dia juga hamil anak kyuppa. gimana nasib anaknya nanti.

    moga aja kyuppa gak apa apa. dan moga aja siwon gak ngelakuin yg aneh aneh ke calon anak sarah.

    semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttttt

    Suka

  4. Ohooo….
    Alur ini yang gua mau, eomma kyuhyun akan mulai curiga dengan andrew, sarah akan sadar cintanya pada kyuhyun dan betapa menyedihkannya menunggu sementara andrew akn matimatian mau jatuhin kyuhyun tapi ngak akan jadi karna ada sarah yg bakal belain kyuhyun sehingga andrew ngak kan bisa berkutik 😗
    Next part semangat thor 😍

    Suka

  5. Wuah….
    sarah hamil…
    kyuhyun pasti seneng bgt.
    untung sarah ama bayix baik2 aja…
    meski kyuhyun hrus dioprasi karna tulangx rusukx patah dan mengenai paru2.
    mdh2an oprasix berjalan lancar…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s