Someone You Love Part 3


10p_someone-you-love_cover

 

Someone You Love | Part 3

Tittle : Someone You Love

Author : rna_ryeong9/KimNana ©

Cast  : ♥Cho Kyuhyun

♥Kim Nana

Genre : Romance, NC17+, Chapter

Notes  : Annyeong~ 👋 👋 readers aku author baru disini dan juga ini ff pertama ku yg ber-NC. Maaf kalau ff ini terbilang pasaran, tapi ini asli hasil pemikiranku sendiri jadi mohon bimbingan kalian untuk berkomentar setelah membaca ff ini agar aku bisa memperbaiki kesalahan tulisanku✍ ini. Gomawo para readers yang menyempatkan waktu untuk membaca ff abal” ku ini 😀 dan juga untuk para admin tersayang @flyingncff aku banyak” berterima kasih 🙏 yang sudah memberi kesempatanku untuk menitipkan ff ku disini.

Oke sambutan aneh dariku kututup sampai disini…. 😂 😂 😂 silahkan menikmati di dunia khayalan ku ini…  dan juga dilarang keras untuk PLAGIAT!!

Sorry for TYPO~

 

 

 

Hening di dalam mobil. Gadis itu sibuk dengan ponselnya sedangkan Kyuhyun sibuk memperhatikan jalanan seoul yang padat oleh kendaraan. Sekarang mereka sudah berada di lampu merah. Dan pria itu mengerem mobilnya hingga menunggu lampu merah tersebut berganti hijau. Kyuhyun berdeham sebentar sebelum dirinya menoleh ke arah gadis cantik yang memegang ponsel ditangannya.

 

 

“Na-yah” gumam Kyuhyun mengawali pembicaraan mereka.

 

 

“Ne…” gadis itu terkejut ketika Kyuhyun memanggilnya.

 

 

“Boleh’kah aku memanggil mu seperti itu?”

 

 

“Terserah kau saja Kyuhyun-ssi…”

 

 

“Bisakah kau tak usah memakai embel-embel ‘ssi’ di belakang namaku. Cukup kau panggil aku dengan sebutan Kyuhyun atau oppa saja. Araseo!” ujap Kyuhyun tersenyum.

 

 

“Ne, Kyuhyun-ssi…..ahh…maksudku Kyuhyun” gugupnya.

 

 

“Kau lucu sekali Na-yah~ ” ujar Kyuhyun tertawa kecil melihat tingkah lucu gadis di sampingnya ini.

 

 

“Aku pinjam ponsel mu sebentar boleh?”

 

 

“Buat apa? Igeo…” tanya Nana sambil memberikan ponselnya pada Kyuhyun dan pria itu mengambilnya. Kyuhyun mengetik sesuatu di sana hingga suara dering ponsel lainnya terdengar.

 

 

“Aku memberikan nomer ku pada ponselmu. Aku ingin mengenal mu lebih banyak lagi.” ujar Kyuhyun dengan cengiran malunya.

 

 

“Ne, aku juga ingin mengenal mu Kyu. Kau orangnya asik diajak bicara…” akunya tersenyum lembut pada Kyuhyun. Lalu tangan Kyuhyun mengacak rambutnya pelan. Di detik itu juga lampunya berubah hijau dan Kyuhyun melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda.

 

 

Mobil Kyuhyun pun sudah berada di depan rumah kediaman keluarga Kim. Mereka Keluar dari mobil bersamaan.

 

 

“Masuk’lah pasti keluarga ku senang bisa melihat mu disini” ucap Nana mengajak Kyuhyun masuk ke dalam rumahnya.

 

 

“Tidak perlu. Aku tak enak pada keluarga mu, malam-malam begini mampir ke rumah orang lain”

 

 

“Ayolah, kau sudah mengantar ku dan menemani ku tadi. Aku harus membalas kebaikanmu dengan secangkir teh atau kau bisa meminta hal lainnya.” rengeknya merayu Kyuhyun dengan ber-aegyo. Kyuhyun yang melihat itu tercengang. Oh god, kenapa wajah gadis di depannya ini sangat mengemaskan. Ingin sekali dirinya mencium bibir itu. Kyuhyun menahan diri untuk tidak mencium gadis yang belum lama ini bertemu. Bagaimana tanggapan gadis itu pada dirinya, jika dirinya memaksa mencium bibirnya. Jangan ditanya lagi. Gadis itu akan sangat membencinya. Cukup lama dia berpikir akhirnya ia menganggukkan kepalanya.

 

 

“Kajja” Nana menarik lengan pria itu membawanya masuk ke dalam rumahmya.

 

 

Keluarganya sudah berkumpul di ruang tamu sambil menonton acara comedy di channel SBS yang sangat terkenal di seluruh dunia yaitu Running Man.

 

 

“Lihatlah siapa yang datang eomma, appa” ujar Nana dengan terus menarik lengan Kyuhyun hingga mereka sudah berada di hadapan keluarganya.

 

 

“Omo, Kyuhyun rupanya. Suatu kehormatan kau datang kesini Kyuhyun-ah” ucap Ibu Nana histeris ketika melihat putra dari sahabatnya datang ke rumahnya.

 

 

“Tak perlu berlebihan eommonim. Seharusnya aku yang senang bisa bertemu kalian lagi. Bagaimana kabar kalian?” ujar Kyuhyun sopan.

 

 

“Kami baik nak” timpal Ayah Nana.

 

 

“Duduklah Kyuhyun-ah…., sayang buatkan minuman untuk Kyuhyun…” ujar Ibu Nana menyuruh putrinya membuatkan minuman untuk tamu mereka. Nana yang di suruh oleh ibunya dengan segera beranjak dari tempatnya menuju dapur. Membuatkan teh hangat serta membawa cemilan untuk mereka.

 

 

“Kelihatannya kalian sudah dekat sekali?” ucap Hyena mengintimidasi, menatap putrinya dan Kyuhyun bergantian dengan curiga. Lebih tepatnya menyeringai mereka.

 

 

“Kurasa yang di katakan eomma benar. Tadi aku secara tidak sengaja bertemu dengan Kyuhyun waktu aku melihat konser CNBLUE bersama sahabatku. Dan eomma tahu tidak jika Kyuhyun mengenal Jung Yong Hwa. Suami ku. Bahkan Kyuhyun juga mengajak ku ke backstage mereka dan berfoto bersama. Lihatlah eomma…” Kim Nana  langsung menunjukkan beberapa fotonya bersama personil CNBLUE di ponselnya.

 

 

“Wah~ aku iri dengan mu bisa bertemu uri Yong Hwa.” dengus ibunya iri. Sedikit info untuk kalian jika ibu Nana juga mengidolakan vokalis utama dari Band nomer satu di Korea. CNBLUE.

 

“Eomma tak usah iri padaku. Dan sekarang dia miliki ku bukan milik eomma! Hahahaa….” ucap Nana pada ibunya dengan tertawa mengejek.

 

 

“Aish, kau ini! Untuk kali ini dia milik mu. Tunggulah nanti aku akan merebutnya dari mu.” ucap sang ibu menantang putrinya.

 

 

Kyuhyun hanya terbengong di tempatnya mendengar Nana dan ibunya merebutkan idol pria yang sekarang naik daun itu. Sedangkan sang kepala keluarga, suami dari Hyena ibunya Nana. Menghembuskan nafasnya. Pria paruh baya itu malu dengan tingkah istrinya dan anaknya yang ke lewat kekanakkan itu. Dia tak habis pikir dengan sifat istrinya. Umur istrinya tidaklah muda seperti putrinya yang wajar mengidolakan  seseorang.

 

 

“Maaf Kyuhyun-ah kau melihat kekanakan mereka ini”

 

 

“Tidak masalah Ajushi. Aku bisa memahaminya”

 

 

“Ngomong-ngomong di mana Ryeowook hyung, ajushi?” tanya Kyuhyun saat dirinya tidak menemukan Ryeowook disana.

 

 

“Dia ada di kamarnya. Kalau kau ingin menemuinya pergilah ke atas”

 

 

“Ne, aku akan menemuinya.” ucap Kyuhyun pamit unjuk diri menemui Ryeowook yang ada di kamarnya dan membungkuk  sopan pada orang tua Nana.

 

 

 

“Hyung~ apa aku menggangumu?” ucap Kyuhyun mengintrupsi seseorang yang sedang bersandar pada dashboard ranjangnya sambil memegang ponsel ditangan.

 

 

“Tidak, masuklah Kyu! Kenapa kau tak mengabariku sebelumnya, jika ingin kesini?” ucapnya menyuruh Kyuhyun masuk.

 

 

“Aku kesini untuk mengantarkan adik mu pulang”

 

 

“Kenapa kau mengantar adikku pulang?” ucap Ryeowook menghenyitkan alisnya bingung.

 

 

“Waktu itu aku tidak sengaja bertemu adik mu di depan stadion. Dia menunggu sahabatnya tapi mereka tak kunjung datang. Jadi aku mengajaknya masuk ke dalam dan menonton konser bersama.” jelasnya panjang lebar.

 

 

“Eoh, apa bocah  itu menyusahkan mu Kyu?” yang dimaksud ‘bocah’ oleh pria imut di sebelah Kyuhyun adalah Kim Nana-adiknya, bertanya tanpa menatap Kyuhyun yang sibuk dengan benda persegi di tangannya.

 

 

“Lumayan sih, tapi aku bisa memakluminya.”

 

 

“Memang apa yang dilakukan bocah itu?”

 

 

“Dia berteriak sangat keras hyung, hingga kuping ku ingin pecah!!” Kyuhyun berujar sambil memegang kupingnya. Dirinya menerawang jauh pada kejadian di konser tadi. Mengingat hal itu, dirinya tanpa sadar tersenyum saat wajah ceria Nana terpancar memasuki pikirannya. Cantik. Kata pertama kali yang terucap pada bibir tebalnya waktu itu.

 

 

“Hahaha….makanya aku tidak pernah mau menemaninya ke konser. Saat dia mengajakku ke sana. Aku tidak ingin kuping ku tuli mendengar teriakan mereka.”

 

 

-oOo-

 

 

 

Setelah pertemuan mereka di konser CNBLUE waktu itu. Mereka semakin dekat dan akrab, bahkan tak jarang juga Kyuhyun meminta ketemuan dengan Nana. Contohnya, hari ini mereka janjian ingin pergi nonton bersama. Kyuhyun menarik tangan Nana, mengajak gadis itu masuk ke dalam Bioskop. Mereka akan menonton film ‘Train To Busan’ yang sangat di gemari kalangan remaja maupun orang tua. Sebelum mereka masuk ke dalam Kyuhyun membeli Popcorn berukuran besar dan minuman bersoda untuk menemani mereka nanti. Mereka dapat bangku belakang sendiri. Karena bangku yang paling depan sudah di penuhi orang. Padahal Nana ingin sekali duduk  di barisan paling depan.

 

 

Kyuhyun menuntun gadis itu dengan hati-hati saat ruangan yang mereka masuki minim oleh cahaya dan  membawanya ke bangku belakang. Tempatnya mereka duduk. Cukup lama layar lebar di depan menampilkan film-film lainnya yang akan liris di tahun ini juga. Di detik kemudian film yang mereka tunggu sudah tiba.

 

 

Suasana disini sangat sepi, hanya suara dari layar lebar itu yang lebih dominan. Semua orang lebih fokus pada alur cerita dari film tersebut.

 

 

 

“Arghhttt~ ” suara teriakan Nana mengema seisi ruangan dan dirinya langsung bersembunyi pada tubuh Kyuhyun. Saat layar lebar itu menampakkan sosok menyeramkan seperti Zombie sedang menggigit manusia yang meminta tolong pada orang yang berada di dalam kereta itu yang masih berjalan. Seketika suasana disini berisik dengan teriakkan bermacam-macam mereka yang terkejut dengan tampilan di depannya.

 

 

“Kyu, apa mereka sudah pergi?!” ucapnya ketakutan, tangannya semakin mencengkram lengan Kyuhyun hingga baju yang di pakainya kusut karena dirinya.

 

 

“Siapa yang kau maksud?” goda pria itu.

 

 

“Aishh…, Zombie –nya apa sudah pergi!!!” ucapnya tak berani membuka matanya. Kyuhyun yang melihat wajah Nana memandang dirinya dengan mata tertutup membuat pria itu menahan tawanya.

 

 

“Sudah tidak ada lagi?”

 

 

“Apa kau yakin!”

 

 

“Yakin! Lihatlah sendiri?” Tangan gadis itu bersiap untuk menutup matanya dan mengintip sedikit pada cela jarinya. Kyuhyun yang tidak sabaran langsung membuka tangannya dari wajah Nana. Lalu dia memasukkan tangannya pada cela jari gadis itu dan mengenggamnya erat.

 

 

“Kalau cara nonton mu seperti itu. Mana kau tahu jalan cerita dari film tersebut.” ucap Kyuhyun menyindir.

 

 

“Tapi aku takut melihat wajah jelek mereka!”

 

 

“Terserah kau saja. Kalau kau takut melihat wajah jelek mereka lagi. Cukup pandangi saja wajah tampan ku ini untuk mengalihkan ketakutanmu melihat wajah jelek mereka. Heum” ujar Kyuhyun percaya diri dan Nana pun memukul lengan pria itu.

 

 

“Kenapa kau memukul ku!”

 

 

“Agar kepedean mu hilang dari pikiranmu!”

 

 

 

Berselang lamanya mereka hanyut dalam suasana film tersebut. Dengan mata yang membengkak Kim Nana keluar dari sana bersama Kyuhyun. Dirinya terus saja menangis saat beberapa bagian sedih dari film tersebut. Mereka sudah menghabiskan waktu satu jam lebih tadi. Dan sekarang mereka sudah berada Restauran terdekat untuk mengisi perutnya yang kosong. Memang ini sudah waktunya mereka untuk makan malam. Ketika jam dipergelangan Kyuhyun menunjuk angka 8  lebih.

 

 

 

“Sudah berapa kali kau menangis tadi? Lihatlah wajah mu sekarang sangat menakutkan. Apa kau mau kubelikan kaca mata hitam agar orang lain tidak lari ketakutan ketika melihat wajah mu itu!” ucapnya mencibir wajah Nana yang sudah membengkak akibat terlalu banyak meneteskan air mata hingga matanya serta hidungnya memerah.

 

 

“Aku tidak membutuhkannya. Biarkan saja orang yang menatapku takut melihat wajahku. Kau juga jangan melihat wajah ku nanti kau lari ketakutan seperti yang kau bilang barusan.” lirihnya parau dengan candaan di akhir ucapannya.

 

 

“Aku hanya bercanda. Mana mungkin aku lari ketika menatap mu. Kau mau pesan apa?” tanyanya saat pelayan menghampiri mereka dengan membawa menu makanan.

 

 

“Aku mau… Samgyeopsal (Daging Pangang), Soup Abalon, dan minumannya Ice Capucino. Kalau kau…”

 

 

“Aku juga pesan seperti dia” ujar Kyuhyun pada pelayan yang mencatat pesanan mereka lalu pamit undur diri.

 

 

Setelah kepergian pelayan itu, Nana mendapatkan E-mail dari salah satu teman  di sekolahnya. E-mail tersebut berisi tugas kelompok yang di berikan oleh tuan Park. Tugas yang membuatnya mati kutu, pelajaran yang sangat ia benci sekali. Untung saja tugas yang diberikan guru pendongeng tugas kelompok bukan individu. Kalau individu pasti tak akan di kerjakan olehnya. Dan ia akan lebih menerima pukulan di tangannya oleh guru pendongeng itu. Ketimbang harus susah payah mengerjakan tugas itu. Gadis itu menghela nafas ketika bagian yang ia terima banyak sekali. Dan lagi ia harus menyusun itu semua hingga rapi lalu di print. Astaga! Sepertinya ia harus bergadang malam ini. Merelakan lingkaran hitam itu, menghiasi wajahnya.

 

“Na-yah~ ” Kyuhyun mengintrupsi aktivitas jarinya pada layar lebar yang ia genggam.

 

Nana melirik sebentar Kyuhyun yang sedang menatapnya tepat di matanya itu, membuat dirinya sedikit salah tingkah. Bagaimana tidak begitu. Jika dirinya dihadapkan wajah tampan Kyuhyun yang sedang menatap lekat padanya. Jangan lupa ukiran disudut bibirnya hingga menyerupai senyuman manisnya.  “Mwo?” sahutnya pelan, tanpa melihat Kyuhyun.

 

 

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu?” ucap Kyuhyun progresif. Walau ada sedikit keraguan dimatanya. Tapi ia akan mencoba yang terbaik agar bisa mengatakan isi hatinya yang sebenarnya pada gadis dihadapannya. Perasaan cinta yang tumbuh begitu saja sejak dirinya mengenal sosok Nana pada kehidupannya. Gadis itu menghentikan kegiatannya lalu menatap Kyuhyun yang sedikit ragu untuk melanjutkan perkataannya. Setelah hening beberapa detik. Kyuhyun menghela nafas beratnya sebelum mengatakannya.

 

 

“Aku….aku…, tak tahu ada apa pada diriku akhir-akhir ini. Setiap aku memejamkan mataku. Enta’ kenapa bayanganmu seakan mengelilingiku. Pikiranku tak luput dari bayanganmu. Ketika kau jauh dari pandanganku jantungku serentak sesak, seakan ribuan beton menghantamku tepat di jantung terdalam ku. Tiap hari, tiap menit, tiap detik kuselalu memikirkan mu seorang. Hanya kau yang kupikirkan. Dan aku tak ingin orang lain memiliki mu. Memang ini terlalu cepat untukmu. Tapi? Aku tidak bisa memendam perasaanku padamu terlalu lama. Aku ingin kau selalu mengisi hari-hari sepi ku ini menjadi ceria. Apa kau mau mengisi kesepianku itu? Mengantinya dengan kebahagian kita nanti?” Mata Kyuhyun tak pernah berhenti menatap manik bening gadis dihadapannya, menatapnya penuh kasih sayang. Tangannya pun tak lepas dari genggamannya, meremas pelan tangan lembutnya, menyalurkan perasaannya terhadap gadis itu. Kim Nana yang mendengar bariton Kyuhyun, menatap tercengang. Ia bingung harus mengatakan seharusnya atau berbohong. Tapi? Jujur dirinya juga ingin selalu dekat padanya. Tak ingin jauh dari sosoknya. Apa ia menerima Kyuhyun untuk menemaninya setiap saat, mengisi hatinya yang kosong.

 

 

“Kalau boleh jujur aku memang nyaman berdekatan denganmu. Apalagi dengan sikapmu yang lucu membuatku selalu tertawa tiap aku bersama mu. Kau juga pria tampan. Wanita mana yang tidak mau denganmu. Tapi? Sepertinya terlalu cepat untuk kita bersama. Bukan karena apa? Hanya saja kita belum lama ini berkenalan. Aku belum mengenalmu keseluruhan dan kau juga. Bisakah kita berteman dulu? Aku bukan menolak mu, lebih tepatnya aku ingin kau mengenalku terlebih dulu. Memahami semua sikap ku padamu dan aku juga akan memahami mu. Jika memang kita sudah di takdirkan untuk bersama. Aku tidak akan menolaknya. Apa kau mau menunggunya? Menunggu untuk memahami semuanya? Setelah kita sudah memahami masing-masing. Aku janji! Aku akan mengisi sepi mu itu?” penuturan Nana barusan membuat Kyuhyun tersenyum. Walau gadis itu menolak cintanya saat ini. Tapi pria itu tak menyesal. Malah dirinya tak sabar menunggu waktu itu tiba. Waktu di mana Nana menerima cintanya nanti. Tangannya terulur, mengapai wajah mungil gadis di depannya.

 

 

“Ya, aku bisa menunggu itu semua. Setelah kau siap menerimaku aku akan memiliki mu segera. Jadi, jangan kau terbebani perkataan ku tadi ya? Anggap perkataanku tadi tidak pernah terjadi. Cah… sekarang kita akan kemana lagi?” ucap Kyuhyun membelai wajah mungilnya dengan lembut dan bertanya tujuan selanjutnya.

 

 

“Kita pulang saja. Aku mau mengerjakan tugas kelompok ku ini. Huft…, mereka memberiku banyak rangkuman untuk kususun nanti.” lirihnya mengeluh setelah teman sekelompoknya mengiriminya E-mail secara bersamaan pada dirinya, bahkan ia merutuki dirinya yang mau mengantikan bagian temannya yang sedang sakit sekarang. Lalu ia menghembuskan nafas beratnya.

 

 

“Memangnya tugas apa itu. Hingga kau sefrustasi ini? Apa kau ingin kubantu mengerjakan tugas mu?”

 

 

“Sejarah. Pelajaran yang sangat ingin kuhindari untuk selamanya! Apa benar kau mau membantuku mengerjakannya? Ini tugas yang membosankan. Aku saja muak mengerjakannya, tapi aku harus melakukannya!” ucap Nana tak yakin.

 

 

“Tentu. Aku bisa membantu mu. Kapan aku bisa mengerjakannya?”

 

 

“Gomawo…., sudah mau membantu ku. Malam ini apa kau tidak keberatan?”

 

 

“Tidak, kajja!” serunya antusias. Nana beranjak dari duduknya  diikuti oleh Kyuhyun yang menyamakan posisi dirinya dengan Nana. Menarik tangan mungil nan lembutnya dan menyatukan jari tangannya pada ruas kosong yang ada sisi jari gadis itu.

 

 

Sekarang mereka sudah berada di kamar Nana. Kamar yang dipenuhi poster CNBLUE dan poster Jung Yong Hwa  yang lebih dominan disini. Kyuhyun yang sejak awal mengerjakan tugas Nana. Ia merangkum bagian-bagian penting untuk di ketik oleh Nana. Gadis itu juga tengah sibuk menyusun rangkuman yang diberikan teman sekelompoknya. Merasa cukup untuk menggarisi buku tebal milik Nana. Pria itu mendongak ke arah gadis yang saat ini sedang duduk bersilah pada ranjangnya. Jari-jari lentiknya menari-nari pada keyboard laptop miliknya yang ada dipangkuannya.

 

 

“Aku sudah menggarisi bagian paling pentingnya. Sini berikan padaku. Aku ambil alih pekerjaanmu itu” ucap pria itu menawarkan diri dan mendekati gadis mungil yang menatapnya sebentar lalu fokus pada layar monitor.

 

 

“Mau kubuatkan sesuatu?” Nana memberikan benda persegi panjang yang berbentuk seperti buku itu pada Kyuhyun.

 

 

“Tidak perlu! Ambilkan air putih saja” Kyuhyun langsung mengetik rangkumannya setelah mengucapkan pada gadis mungil untuk dibawakan minuman. Gadis itu pun mengangguk mengerti lalu turun ke bawah menuju dapurnya untuk mengambil segelas air serta makanan ringan untuk menemani Kyuhyun dan dirinya nanti.

 

 

“Akhirnya selesai juga” gumamnya kecil. Pria itu pun menyerahkan benda bersegi yang berbentuk seperti buku itu pada Nana. Gadis itu, membelalakkan matanya saking tak percayanya apa yang dilontarkan Kyuhyun barusan.

 

 

“Jeongmal! Kau sudah menyelesaikan semuanya. Wow daebakk…, apa kau memang menyukai pelajaran membosankan ini?” ucapnya dengan wajah tak percaya, apalagi suaranya meninggi saat Kyuhyun mengangguk, membenarkan ucapannya tadi.

 

 

“Bukannya aku menyukai pelajaran itu. Menurutku semua pelajaran itu sama. Tidak ada bedanya sama sekali. Karena aku bisa mengerjakan semuanya. Hentikan wajah aneh mu itu padaku. Kau membuatku takut!” ucap Kyuhyun bergidik ngeri saat melihat wajah Nana yang menatapnya aneh. Gadis yang dibilang Kyuhyun ‘aneh’ barusan. Menatapnya tajam dengan mulut yang bergerak seirama, mencibir sosok yang ada di depannya sekarang. Pasalnya, dirinya bertingkah seperti itu karena mendengar penuturan Kyuhyun yang menyombongkan kemampuannya dalam akademik.

 

 

“Cih, selalu seperti itu! Apa kau tak bosan menyombongkan diri? Hah” dengusnya. Kyuhyun hanyan nyengir bocah.

 

 

“Tapi ‘kan memang benar!” Kyuhyun membela diri. Gadis itu tak membalas ucapan Kyuhyun. Melainkan mendengus kesal, membuat Kyuhyun tertawa melihat wajah cemberutnya karena kesal padanya. Kyuhyun mendekati gadis yang masih tampak kesal padanya dan memeluknya.

 

 

“Apa yang kau lakukan?” jawabnya gugup saat Kyuhyun memeluknya tiba-tiba. Pria itu semakin mengeratkan dekapannya. Tidak memperdulikan berontakkan darinya, mendorong dada Kyuhyun agar dia terlepas dari dekapannya. Namun, usahanya sia-sia tubuh pria itu bahkan tak bergeser sedikit pun. Ketimbang tenaganya habis lebih baik dirinya diam dan menikmati dekapan Kyuhyun.

 

 

“Kau tahu aku tidak sabar menunggu waktu itu tiba?” Kyuhyun membeo pada cerukan leher Nana dalam dekapannya. Menghirup feromon tubuh Nana yang beraroma seperti bayi. Ini parfum yang baru ini ia sukai setelah dirinya berdekatan dengan Nana.

 

 

“Maksudmu?” tanyanya mengernyit bingung dengan suara yang terendam dalam dekapan kuat Kyuhyun.

 

 

“Waktu dimana kau mau menerima ku dan kau menjadi milikku!” ucap Kyuhyun penuh harap dan mengeratkan dekapannya.

 

 

“Oh itu, kau tunggu saja?” gumamnya pelan dan membalas pelukkan pria itu. Kyuhyun yang merasakan lingkaran lengannya dari punggungnya, menarik sudut bibirnya dalam cerukan leher Nana.

 

 

Kyuhyun melonggarkan dekapannya sedikit, hingga wajah mereka masih terbilang dekat. “Heum, Aku pulang dulu ya sudah malam?” ucap Kyuhyun memandang wajah gadis dalam dekapannya dengan senyum. Lalu Kyuhyun melepas pelukkannya. Beranjak dari duduknya berjalan ke arah pintu, yang diikuti oleh Nana dari belakang.

 

 

“Ne, hati-hati di jalan!” ujar Nana melambaikan tangan ke arah Kyuhyun dengan senyum indahnya, yang sudah di depan pintu mobilnya. Kyuhyun yang melihat itu dengan cepat mendekatinya sedikit berlari, lalu mencium bibirnya. Serentak Nana terkejut akan hal itu, sampai tubuhnya terjungkal ke belakang sedikit, akibat ciuman tiba-tibanya. Lengan Kyuhyun merengkuh tubuhnya, mengecup bibir bungkam Nana lama dengan mata yang membelalak lebar. Namun, di detik kemudian Nana memejamkan matanya dan membalas mengecup bibir tebalnya dengan cangung. Kyuhyun yang merasakan pergerakkan bibir Nana di bibirnya. Langsung melumat pelan bibir manisnya. Menghantarkan getaran aneh pada diri mereka. Mereka semakin memperdalam ciuman mereka, saling melumat dan terkadang menggigitnya. Bahkan mereka tidak melumatnya saja melainkan mereka membelit lidah, bertukar saliva masing-masing. Kyuhyun yang sadar berciuman di dekat pintu terbuka. Dirinya pun menutup pintunya pelan tanpa melepas ciumannya. Membawa tubuh mereka ke samping. Tangan Kyuhyun yang berada di punggung belakangnya, mengarah ke wajah Nana, mengelus setiap ukiran di wajahnya yang masih menikmati ciuman penuh cintanya.

 

Beberapa menit lamanya, Kyuhyun melepaskan ciumannya dan memberi jarak tubuhnya agar Nana bisa leluasa bernafas. Gadis itu masih mengatur nafasnya dan juga detakkan jantungnya yang berpacu cepat. Tadi itu ciuman pertamanya bersama pria lain, kecuali keluarganya sendiri. Ia tak menyangkah jika Kyuhyun ‘lah pria pertama yang mencium bibirnya dan Nana tersenyum akan hal itu.

 

Enta, apa yang ada dalam pikirannya ketika Kyuhyun tiba-tiba menciumnya. Ada perasaan aneh pada dirinya, seakan dirinya ingin terus berlama-lama berciuman dengan Kyuhyun. Pada saat Kyuhyun melepasnya pun dirinya merasa kecewa. Apa dirinya memulai mencintai sosok pria di hadapannya ini? Memang pria tampan yang ada di depan wajahnya ini termasuk tipenya. Tampan, lucu, pintar, berkulit putih, memiliki tubuh yang lumayan kekar untuk di peluk. Apalagi dia sahabat dari idolanya.

 

 

“Okey, saat ini aku benar-benar pergi. Selamat malam Na-yah!” ujarnya terkekeh dan mengecup singkat bibir Nana.

 

 

“Ne, selamat malam” gumamnya tersenyum pada Kyuhyun dan pria itu membalasnya, sambil mengacak rambutnya sebentar lalu kembali ke mobilnya.

 

 

Setelah kepergian Kyuhyun, Nana masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri.

 

 

 

Gyeonggi Suwon International School

 

Libur panjang Nana sekarang sudah berakhir dan dirinya memulai beraktivitas bersekolah kembali. Seperti sekarang ini, dirinya berada di Perpustakaan seorang diri karena sebelum istirahat tadi sahabatnya tidak mau diajak ke Perpustakaan dengannya, mereka bilang dari pada menghabiskan waktu istirahat di Perpustakaan lebih baik mereka di kantin untuk makan. Dan Nana mendengus mendengar penuturan sahabatnya.

 

 

Berdiam diri dengan di temani buku tebal yang ada di tangannya itu, sibuk membaca setiap kalimat yang ada di sana. Tanpa memperhatikan seseorang yang  menghampirinya.

 

 

“Hai, apa aku menganggu mu?” tanyanya pada Nana yang masih fokus membaca. Gadis itu mendongak ke atas dan tersenyum setelah tahu siapa yang memanggilnya.

 

 

“Ani, duduklah Baro. Ada apa kau mencariku?” ucap Nana menawarkan tempat duduk di sebelahnya yang kosong.

 

 

“Ah, aku tadi tidak sengaja melihatmu disini. Dimana sahabatmu itu? Kenapa kau sendirian disini?” ucap Baro bingung, tidak biasanya Nana sendirian.

 

 

“Mereka tidak mau kesini dan lebih memilih ke kantin” Baro mengangguk mengerti.

 

 

“Apa tugas kelompoknya sudah selesai. Kalau sudah berikan padaku agar aku yang mengeprintnya.”

 

 

“Sudah selesai, igeo. Kemarin aku tidak sempat mengeprintnya. Dan terima kasih.” ucap Nana memberikan flashdisknya pada Baro dan pria itu mengambilnya.

 

“Baiklah, lanjutkan membaca mu. Aku pergi dulu” ucapnya tersenyum dan pergi meninggalkan Nana sendirian. Setelah kepergian Baro, dirinya mendapatkan pesan dari Kyuhyun. Lalu Nana membukanya dengan cepat.

 

From, Kyuhyun.

Hai, manis sedang apa kau sekarang? Aku merindukan mu! 😘

 

 

‘Membaca buku di Perpustakaan sekolah? Jinja, kau merindukanku? Jangan bohong kemarin kita sudah bertemu ‘😏

 

 

From, Kyuhyun.

Seriusan! Aku tidak bohong! Mau kubuktikan, menemui mu di sekolah. 😏

 

 

‘No!! Aku percaya! Kau tidak ada kuliah hari ini?’

 

From, Kyuhyun.

Memangnya kalau iya kenapa? Apa kau mau menemui ku!

 

 

‘Yaak, kau bercanda ini belum waktunya pulang sekolah! Terserah kau saja!’

Dengan kesal dirinya beranjak dari tempatnya sambil menaruh ponselnya pada sakunya dan mengembalikkan bukunya pada rak yang ada disana. Lalu dirinya menuju kelasnya.

 

 

Nana langsung duduk di tempatnya. Kelasnya masih sepi. Hanya beberapa orang saja disini. Sahabatnya saja belum kembali dari kantin. Merasa bosan dirinya menyibukkan diri pada ponselnya. Seperti biasa bermain Game Online. Tiba-tiba saja dirinya di kagetkan sama sahabatnya dengan menepuk bahunya yang lumayan keras. Hingga dirinya merasakan sakit di bahunya itu.

 

 

“Yaaak!! Bisa tidak jangan menganggetkan ku. Kalian membuat bahu ku sakit!” runtuknya kesal dan tidak lupa menatapnya tajam. Sedangkan sang pelaku hanya nyengir kuda dengan tampak tak berdosanya. Ingin rasanya membalas perbuatan mereka. Tapi, dirinya tak tega melakukannya.

 

 

“Sorry, apa yang kau lakukan sampai tidak tahu ada kami disini!” ejaknya. Nana hanya menunjukkan layar ponsel pada mereka, yang masih masih bermain game.

 

 

“Sudah makan. Sudah kuduga kau belum makan. Ini untukmu.” ujar Hye Seul berdecak kesal saat Nana menggelengkan kepalanya dan memberikan Sanwich untuknya.

 

 

“Gomawo, kalian sahabat terbaik ku, walau kalian menyebalkan.” decaknya dan mereka tertawa mendengar hal itu. Nana langsung memakannya. Namun, saat gigitan kedua ponselnya berdering. Ia pun mengambil ponselnya pada saku seragamnya. Dan mengangkatnya setelah tahu siapa yang menelponnya.

 

 

“Wae? Kalau tidak penting tutup saja. Aku masih marah padamu!!” sungutnya marah pada Kyuhyun yang masih mengodanya lagi.

 

“Nugu?” tanya mereka berbarengan saat melihat wajah kesal sahabatnya itu pada seorang yang menelponnya. Nana hanya mengabaikan ucapan mereka.

 

 

“Hey, jangan marah! Aku hanya bercanda tadi. Bagaimana sepulang sekolah aku yang menjemputmu. Kau mau!” ucap Kyuhyun dari seberang telepon.

 

Nana diam sebentar, sebelum menjawabnya. “Araseo! Nanti aku kabari jika sudah waktunya pulang. Keuno!” setujunya dan menutup teleponnya sepihak. Lalu dirinya tertawa ketika mendengar desisan dari bibir Kyuhyun sebelum dirinya mematikan telponnya.

 

 

“Siapa yang menelpon mu? Apa kami melewatkan sesuatu?!” ulangnya dan mereka menatap Nana mengintimidasi.

 

 

“Seseorang yang menyebalkan tapi tampan” ucapnya ambigu. Mereka pun menangkap sesuatu hingga mereka mulai mengintrogasinya.

 

 

“Hoho, siapa pria tampan dan menyebalkan yang kau maksud itu! Apa kau memiliki kekasih?? Kenapa kau tidak menceritakan pada kami” ucap mereka memojokkan Nana.

 

 

“Yaa, katakan palliwa!” desak Hyun Ki kesal.

 

 

“Aish,  araseo…araseo…kalian duduklah. Aku akan ceritakan semuanya pada kalian.” Nana menarik mereka duduk ke tempatnya dan memulai menceritakan pertemuannya bersama Kyuhyun.

 

 

“Kalian ingat tidak waktu aku mau pergi makan malam bersama keluargaku waktu itu?” ucap Nana mengingatkan dan serempak mereka menganggukkan kepalanya.

 

 

“Pria yang menelpon ku tadi putra dari sahabat dari orang tua ku. Namanya Cho Kyuhyun, wajahnya jangan di tanyakan lagi. Dia tampan dan pintar pula. Dan lagi yang membuat kalian pasti terkejut adalah Kyuhyun itu bersahabatan sama Jung Yong Hwa, suami ku.” ucap Nana memuji pada Kyuhyun dan mereka pun menganga tak percaya.

 

 

“Oh ya, aku sampai lupa? Saat kalian meninggalkan ku sendirian di depan Stadion dan kalian tanpa dosanya masuk begitu saja, tidak peduli aku yang menunggu kalian lama. Aku yang kesal pada kalian hingga aku tidak sengaja menabraknya lalu dia menawarkan tiket VVIP-nya pada ku. Lalu dia juga mengajak ku ke Backstage CNBLUE.  Dan kalian pasti tahu kelanjutannya bagaimana!” lanjut Nana, menyindir sahabatnya dan tidak lupa pula dirinya menyombongkan keberuntungannya. Dia sudah tertular virus ke sombongan Kyuhyun rupanya.

 

 

“Ck, waktu itu ‘kan kami sudah minta maaf Na-yah. Lalu apa kau dan dia berhubungan sekarang?” ucap Hyunki menaik-turunkan alisnya untuk mengoda Nana.

 

 

“Memang tadinya Kyuhyun menembak ku tapi aku menolaknya. Karena aku dan dia belum terlalu kenal. Jadi, aku hanya memintanya jadi teman dekat saja. Biarlah waktu yang mengatur semua hubungan  ku dengannya nanti.” Mereka pun mengangguk mengerti. Setelah itu Soengsaenim pun datang dan seisi kelas pun lebih kondusif dari pada yang tadi.

 

 

Beberapa jam kemudian, kelas pun berakhir. Nana beranjak dari kursinya dan mengambil tas ranselnya yang ia kaitkan pada pinggiran mejanya.

 

 

“Aku pulang dulu chingu-deul. Sampai jumpa besok!” ucapnya menepuk pundak sahabatnya bergantian.

 

 

“Ne, hati-hati dijalan Na-yah!!” teriak mereka bersamaan karena Nana sudah menjauh dari jarak pandang mereka.

 

 

Seseorang sedang berdiri, bersandar di depan pintu mobilnya dengan melipatkan tangannya pada dadanya. Pria itu mengenakan kemeja putih, lengan tangannya ia lipat sampai siku, dan dua kancingnya dibiarkan terbuka begitu saja hingga bagian dada teratasnya terlihat dengan kulit putihnya. Bahkan sejak tadi pria itu datang tak luput dari tatapan kagum pada gadis remaja yang ada disana, saat mereka hendak pulang ke rumah masing-masing, tapi langkahnya terhenti dengan sosok tampan yang masih betah bersandar disana.

 

 

Nana yang melihat itu semua meringis. Apa Kyuhyun sepengaruh itu sampai semua mata hanya tertuju padanya. Tidak ingin menunggu lama dirinya langsung menuju ke arah Kyuhyun.

 

 

“Hai, sudah lama menungguku?” tanya Nana pada sosok yang masih bersandar disana dan Kyuhyun yang melihat keberadaan Nana, dengan cepat menghampiri Nana lalu mencium bibirnya. Membuat gadis itu terkejut akan ciuman Kyuhyun yang tiba-tiba. Jangan tanyakan para gadis remaja yang sedari tadi menatap Kyuhyun penuh kagum, menghela kecewa dan menatap Nana penuh kebencian walau ada sedikit rasa irinya karena sudah di cium oleh pria tampan, seperti Kyuhyun. Setelah Kyuhyun melepaskan ciumannya dengan cepat Nana mencubit pinggang dan pria itu meringis kesakitan.

 

“Yaak sakit!” protesnya menahan sakit di pinggangnya.

 

“Siapa suruh kau menciumku hah! Lihat semua orang memandangku tajam!” sungutnya bergidik ngeri saat melihat para gadis remaja menatapnya tajam seakan ingin membunuhnya disaat itu juga.

 

 

“Aku sengaja melakukannya! Agar para gadis yang melihat ku tadi dengan mata memuja itu menjauhkan matanya dariku. Menunjukkan kalau aku sudah mempunyai seseorang yaitu dirimu!” ucap Kyuhyun santai dan gadis di depannya melototkan mata pada sosok di depannya yang sedang menyeringai ke arahnya.

 

 

“Aish, cepatlah antarkan aku pulang!” kesalnya, lalu ia menuju pintu depan penumpang dan duduk disana dengan wajah cemberut.

 

Kyuhyun tersenyum geli dengan tingkah Nana barusan. Lalu ia pun menyusulnya membuka pintu kemudinya dan duduk diam disana sebelum dirinya menatap Nana dengan wajah yang sama seperti tadi.

 

 

“Kau yakin mau pulang langsung? Padahal aku berencana mengajakmu ke suatu tempat!”  ucap Kyuhyun mengangkat alisnya agar Nana penasaran saat mendengar ajakannya itu dengan bibir yang di tutup rapat dan menarik sedikit sudut bibirnya hingga menyerupai senyuman yang mengoda. Nana pun mulai terpancing sama ucapannya, lalu menatap Kyuhyun penasaran.

 

 

“Mau mengajak ku kemana!” ucap Nana.

 

 

“Cih, cepat sekali berubah! Begini aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Tapi aku tak bisa memberitahu mu sekarang. Apa kau mau?” ajaknya penuh harap.

Nana berpikir sejenak. “Ya, tapi aku harus menganti pakaianku dulu!” ucap Nana melihat keadaannya yang masih memakai seragam sekolah.

 

 

“Tidak perlu! Kita tak ada waktu untuk menganti pakaianmu. Jangan khawatir kau tetap cantik walau memakai seragam mu itu.” ucap Kyuhyun jujur, menatap lekat pada manik matanya.

 

 

“Heol! Memangnya tempat apa yang kita kunjungi hingga aku tak bisa menganti pakaianku!” sungutnya.

 

Kyuhyun terkekeh melihat wajah frustasinya. “Percayalah padaku! Jika kau tak ingin menyesal nantinya?” ucap Kyuhyun menyeringai sambil mengirimkan pesan pada seseorang.

 

 

“Argh, kau membuatku penasaran. Palli-kka!!” desaknya pada Kyuhyun. Agar pria itu melajukan mobilnya dengan cepat dan Kyuhyun menurutinya.

 

 

 

 

TBC

62 thoughts on “Someone You Love Part 3

  1. wah Kyu makin dekat sama Nana walau ketika menungkap perasaannya Nan tidak menerima secara gamblang. tapi Kyu keren banget pakai acara cium Nana segala. cepatan kalau emang mau jadian. sweet banget soalnya.

    Suka

  2. agresif. itulah dia. main cium cium aja. hahaha. aku menantikan konflik. dan menantikan hal lain juga. hehe

    semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaattttttt

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s