Secret Love Affair Part 2


 

Author : Nonafuu

Tittle : Secret Love Affair

Category : NC17, Yadong, Romance, Sad, Chapter

Cast :

Cho Kyuhyun | Park Yeon Hee | Park Jaehyun

Other Cast :

Lee Hyukjae

 

 

❀❀❀❀

 

 

Aku mendambamu, kemudian rasa dambaku menjadikanku takut kehilanganmu. Aku mencintaimu, namun harusnya aku sadar bahwa cinta tak semuanya berakhir bahagia. Jika tahu bahwa mencintai bisa sesakit ini, maka sejak awal tak akan kuajari hatiku untuk jatuh cinta.

 

 

❀❀❀❀

 

 

 

Mentari bersinar cukup terang pagi ini. Sinar hangatnya mulai masuk menyusup melalui celah jendela besar yang ada didalam sebuah kamar hotel. Suara nyaring dari tirai yang tersibak terdengar cukup kencang, detik setelahnya kamar itu menjadi lebih terang hingga membuat seorang namja yang tengah terlelap diatas ranjang berukurang king size mulai menggerang tak nyaman.

 

Cho Kyuhyun memilih untuk membalikan tubuh kearah sebaliknya, menghindari terpaan sinar matahari yang mengganggu tidur nyenyaknya. Namja itu masih bergelung diatas ranjang hingga detik setelahnya ia kembali tertidur pulas.

 

Melihat itu membuat Yeon Hee mencibik keras, membangunkan Cho Kyuhyun memang pekerjaan yang tidak mudah. Akhirnya ia memilih untuk bergerak mendekat, duduk ditepi ranjang sebelah kiri sambil mengamati wajah Kyuhyun yang tengah tertidur pulas. Dia manis, pikir Yeon Hee sambil tersenyum. Tangannya ia ulurkan untuk membelai wajah Kyuhyun, menyenth setiap garis wajah yang terpahat sempurna dengan penuh cinta.

 

Tuhan, aku sangat mencintainya. Tidak bisakah aku berbahagia dengannya?

 

Hanya dalam waktu seperkian detik gadis itu merasakan perih yang merambat, meremas hatinya. Ia tak seharusnya berdoa seperti itu kan? Meminta untuk berbahagia dengan Kyuhyun? Mengatakan bahwa ia sangat mencintai Kyuhyun disaat namja itu telah menjadi suami orang lain. Tidak. Gadis itu bukan orang lain, gadis itu adalah kakak kandungnya sediri.

 

Yeon Hee menghela nafas untuk sekedar menghilangkan perih yang menyusup kedalam hatinya, tangannya kini tak lagi membelai wajah Kyuhyun. Ia harus segera membangunkan Kyuhyun itu sebabnya tangannya mulai mengguncang pundak Kyuhyun.

 

“Bangun Cho!” seru Yeon Hee dengan suara yang cukup nyaring tapi Cho Kyuhyun bergeming. Namja itu tetap tertidur pulas seolah guncangan Yeon Hee bukanlah masalah besar. “Cho Kyuhyun ayo bangun–aakkkk!!!”

 

Yeon Hee mendelik kesal saat Kyuhyun justru menarik tangannya hingga tubuhnya jatuh terjerembab kedalam pelukan namja itu. Cho Kyuhyun tersenyum, namja itu melirik singkat kearah Yeon Hee sebelum akhirnya mendaratkan sebuah kecupan singkat diatas bibir gadis tersebut.

 

“Morning kiss yang manis” bisik Kyuhyun yang sukses mendapat pukulan kecil diatas bahunya. Kyuhyun terkekeh, namja itu membaringkan Yeon Hee disampingnya dengan posisi saling berhadapan. “Selamat pagi sayang,” ujarnya begitu lembut.

 

Yeon Hee tersenyum mendengarnya, jantungnya berdetak kencang begitu juga dengan Kyuhyun. Keduanya nampak saling diam seolah tengah memahami perasaan masing-masing. Ada cinta yang besar yang terlihat dari sorot mata keduanya, dan senyum lepas tanpa beban yang mereka layangkan seolah menghapuskan beban berat yang selema ini mereka tanggung.

 

Tapa sadar jarak diantara keduanya semakin dekat, Kyuhyun membelai lembut pipi Yeon Hee sebelum akhirnya bergerak menari tengkuk Yeon Hee dan mendaratkan bibirnya diatas bibir gadis itu. Awalnya hanya sebatas kecupan singkat, kecupan-kecupan kecil yang membuat jantung mereka berdetak tak kendali.

 

Namun lambat laun kecupan itu berubah menjadi sebuah lumatan-lumatan yang lembut seolah mematikan akal sehat mereka. Bibir Kyuhyun bergerak mencecapi setiap inci bibir Yeon Hee, gadis itu tak membalas. Tangannya bergerak menyentuh lengan Kyuhyun seolah meperingatkan namja itu untuk berhenti. Akal sehatnya masih berfungsi dan memberikan sinal bahwa apa yang akan mereka lakukan adalah satu kesalahan besar.

 

Yeon Hee mendorong tubuh Kyuhyun hingga membuat ciuman mereka terlepas. Gadis itu terengah, begitu juga dengan Kyuhyun. Kedua matanya nampak memancarkan keraguan, berbeda dengan Kyuhyun yang sudah diliputi hasrat dan cinta yang begitu besar.

 

“Ini salah, kita tidak seharusnya melakukan hal ini” Yeon Hee menggelangkan kepala seraya bangkit dari atas rangjang. Gadis itu menghela nafas sebelum akhirnya bergerak turun dari atas tempat tidur tersebut.

 

Namun belum sempat ia melangkah tangan Kyuhyun sudah lebih dahulu mencengkram pergelangan tangannya. Membuat Yeon Hee sedikit kaget hingga akhirnya menoleh kebelakang. “Aku tahu ini salah, tapi aku sangat mencintaimu” ungkap Kyuhyun dengan penuh keyakian.

 

Yeon Hee tahu Kyuhyun memang mencintainya, tapi ia tak bisa melakukan semua ini. Ia akan menyakiti Jaehyun dan Yeon Hee belum siap dengan kenyataan itu. “Aku juga mencintaimu Cho, tapi–”

 

Ucapan Yeon Hee terhenti saat Kyuhyun dengan tiba-tiba kembali mendaratkan bibir diatas permukaan bibir Yeon Hee. Menekan tengkuk gadis itu higga membuat Yeon Hee kesulitan memberontak. Yeon Hee berusaha menjauh namun Kyuhyun menahannya, hingga Yeon Hee rasa ciuman itu tak selembut ciuman Kyuhyun biasanya.

 

“Cho Kyuhyun hentikann!!” Yeon Hee kembali mendorong tubuh Kyuhyun. Kedua mataya nampak berkaca-kaca sementara Kyuhyun diliputi ribuan amarah. Yeon Hee langsung bangkit dan berdiri menjauh dari Kyuhyun.

 

“Kau menjagaku selama ini, haruskah kau merusaku sekarang? Disaat kau tidak bisa mempertanggung jawabkan kerusakan yang kau buat. Haruskah kau melakukannya?”

 

Hati Kyuhyun berdenyut nyeri mendengar ucapan Yeon Hee. Namja itu terlihat frustasi terlebih saat air mata Yeon Hee kembali menetes di salah satu sudut matanya. Kyuhyun melangkah mendekat, mencoba menghapus air mata Yeon Hee namun yang didapatinya hanyalah penolakan karena gadis itu segera melangkah mundur saat Kyuhyun baru melangkahkan kakinya kepedan

 

“Jangan seperti ini Yeon!” Kyuhyun gusar. Namja itu mengacak rambutnya dengan begitu frustasi. “Aku akan mempertanggung jawabkannya! Dengan cara ini aku bisa menikahimu!”

 

PLAAKKKKK!!

 

Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Kyuhyun. Namja itu tersadar dengan apa yang baru saja ia katakan. Perkatan bodoh dan tindakan bodoh yang ia lakukan langsung membuatnya dirudung ribuan perasaan bersalah. Kyuhyun menoleh kearah Yeon Hee dengan pipi yang terasa memanas, dihadapannya Yeon Hee sudah berdiri dengan air mata yang mulai membanjiri wajah cantiknya.

 

“Kau brengsek Cho Kyuhyun!” ujar Yeon Hee dengan sorot mata penuh kekecewaan. Tuhan, apa yang baru saja aku lakukan. Kyuhyun langsung melangkah maju, namun Yeon Hee kembali mengambil tiga langkah mundur dengan cepat.

 

“Jangan mendekat!” kepala Kyuhyun langsung menggeleng cepat. Ia tak ingin kehilangan Yeon Hee, ia tak ingin gadis itu menjauh darinya. “Aku membencimu Cho! Aku membencimu!”

 

Dan kalimat itu terdengar seperti suara petir disiang hari. Kyuhyun membeku ditempatnya, menatap Yeon Hee yang terisak karena perbuatannya. Namja itu menyesal dan saat Kyuhyun berusaha menahan Yeon Hee gadis itu sudah lebih dahulu pergi dengan deraian air mata yang masih mencoreng paras cantiknya.

 

 

 

❀❀❀❀

 

 

 

 

Entah apa yang ada difikiran Jaehyun hingga pagi ini ia rela berkutat dengan peralatan masak hanya untuk membuatkan sarapan untuk Kyuhyun. Padahal sangat mustahil jika sarapan itu akan dimakan, setelah pertengkaran hebat yang menghancurkan hati Jaehyun hingga retak berkeping-keping, rasa cinta yang dimiliki gadis itu entah kenapa masih begitu besar.

 

Ia amat mencintai Kyuhyun, hingga goresan luka parah yang telah namja itu berikan tetap membuatya memilih untuk bertahan. Ia tak ingin pernikahannya sia-sia, ia yakin bisa membuat Kyuhyun mencintainya. Ia hanyabutuh waktu untuk membuktikannya, namun waktu hanyalah waktu jika Kyuhyun tetap berontak entah bagaimana cara Jaehyun agar tetap membuat Kyuhyun tinggal bersamanya.

 

Bahkan kedua mata gadis itu masih terlihat sedikit sembab akibat menangis semalaman. Namja itu pergi dan belum kembali hingga sekarang. Jaehyun tak bisa membayangkan jika semalam Kyuhyun pergi menemui gadis yang dicintainya. Hatinya seperti kembali diremas dengan kuat hingga membuat gadis itu menghela nafas dengan begitu berat.

 

“Bertahan Ji, bertahan. Suatu saat Kyuhyun pasti akan mencintaimu” Jaehyun menggumam kecil. Gadis itu mencoba menenangkan dirinya sendiri, bahwa semua ini pasti akan berakhir. Kyuhyun akan mencintainya. Kelak namja itu pasti akan mencintainya.

 

Sarapan telah Siap, Jaehyun mulai bergerak menata hidangan keatas meja makan. Senyum simpul mendadak tersemat diwajah cantiknya. Entah kenapa, ia merasa sedikit terhibur dengan aktifitasnya.

 

BRAAKKKK!!!

 

Jaehyun baru saja selesai menyiapkan sarapan untuk Kyuhyun saat suara gebrakan keras terdengar diruang tengah apartemen Kyuhyun. Gadis itu bahkan sempat terperanjat kaget saat mendengar suara benda pecah dari arah depan. Dengan cepat Jaehyun bergerak mendekat, detik itu kedua matanya membelalak tak percaya saat melihat kerusakan yang baru saja Kyuhyun perbuat.

 

“Apa yang kau lakukan?” Jaehyun bergerak menghampiri Kyuhyun yang masih terlihat begitu marah. Kedua mata namja itu nampak berkilat merah dengan urat yang terlihat menegang disekitar lehernya.

 

Cho Kyuhyun menatap Jaehyun sebelum akhirnya bergerak mendekat dan mendorong tbuh gadis itu hingga membentur tembok. Jaehyun meringis meraskan sakit disekitar punggungnya. Cho Kyuhyun masih mencengkram bahunya dengan begitu kencang. Terlalu kencang seolah ia akan mematahkan pundak gadis itu.

 

“Cho Kyuhyun, sakiitt” Jaehyun merintih sambil berusaha melepaskan cengkraman Kyuhyun. Namun namja itu seolah tuli dan tetap meletakan tangannya disana.

 

“Kenapa kau melakukan ini Park Jaehyun! Kenapa?!!”

 

Tubuh Jaehyun terperanjat kaget mendengar kemarahan Kyuhyun. Gadis itu memejamkan mata, ketakutan jelas terpancar diwajahnya terlebih dengan Kyuhyun yang sepertinya tengah murka. Apa yang terjadi? Kenapa Kyuhyun  bisa tiba-tiba marah kepadanya.

 

Kedua mata Jaehyun nampak berkaca-kaca, sekuat tenaga gadis itu mengumbulkan keberanian untuk mendongak menatap Kyuhyun. “Aku tak melakukan apapun Kyuhyun-ah” ujarnya dengan suara bergetar.

 

Kyuhyun mendesis mendengarnya. Kedua matanya nampak mengeling malas hingga akhirnya kedua bola maata kelam itu menghujami Jaehyun dengan tatapan yang begitu mematika.

 

“Kau menghancurkaku!” bentak Kyuhyun tepat didepan wajah Jaehyun, membuat ketakutan gadis itu semakin menjadi-jadi. “Kenapa kau harus mengikatku dalam pernikahan sialan ini!!”

 

 

Buuuggghhhh

 

 

Jaehyun menjerit kencang saat Kyuhyun dengan kekuatan penuh menghantamkan kepalan tangannya pada tembok yang berada tepat disamping kepala Jaehyun. Tubuh gadis itu bergetar hebat dengan deraian air mata yang terus membanjiri wajahnya. Ya Tuhan, seenggan inikah Kyuhyu berada di hidupnya?

 

Satu sayatan dalam kembali mengoyak perasaan Jaehyun. Gadis itu menahan perih didadanya. Detik setelahnya kedua mata gadis itu langsung membelalak saat melihat darah yang mengalir disela-sela jari suaminya.

 

“Cho Kyuhyun tanganmu terluka!” seru Jaehyun sambil meraih tangan Kyuhyun.

 

Namun Cho Kyuhyun langsung menepis tangan Jaehyun. Namja itu menatapnya dengan pandangan mencemooh. Seolah ia begitu jijik dengan sosok Park Jaehyun yang berada dihadapannya.

 

“Jangan pernah menyentuhku dan berhenti bersikap egois! Pernikahan ini tidak akan pernah berhasil Je!”

 

Lagi. Kata-kata Kyuhyun selalu menghancurkan hatinya. Namja itu seakan selalu menginjak-injak perasaannya.

 

“Bagaimana kau bisa mengatakan hal itu, kita bahkan belum mencobanya”

 

“Mencobanya?” Kyuhyun tersenyum sinis sebelum akhirnya mencengkram kedua pipi Jaehyun dengan begitu kasar. Jaehyun memekik, gadis itu meringis merasakan sakit dikedua pipinya. “Jika kau megharap sebuah perikahan yang indah seperti di negri dongeng, kau hanya akan bermimpi. Karena aku akan memberikan neraka untukmu”

 

Kyuhyun melepaskan cengkramannya, namja itu segera pergi meninggalkan Jaehyun yang kembali terpuruk dalam kesendirian. Tubuhnya yang menyadar pada tembok perlahan jatuh kebawah. Seburuk itukah dirinya dimata Kyuhyun? Pertanyaan itu mucul dibenak Jaehyun, apa Kyuhyun benar-benar membencinya hingga ia tak bisa mendapat sedikit tempat dihati namja itu?

 

Tangisan Jaehyun pecah begitu saja, gadis itu terduduk sambil memukul dadanya yang begitu sesak. Jika seperti ini, masih bisakah ia bertahan?

 

 

 

 

❀❀❀❀

 

 

 

Mobil Audi R8 itu melaju dengan kecepatan kencang membelah jalanan Incheon, entahlah Kyuhyun tak memiliki arah dan tujuan. Ia berkendara menuruti instingnya, dikepalanya hanya ada nama Yeon Hee dan Kyuhyun tengah mencari keberadaan gadis itu. Berulang kali Kyuhyun berusaha menghubungi Yeon Hee, namun ponsel gadis itu tidak aktif. Ratusan pesan yang ia kirim bahkan tak dibalas dan sungguh itu membuat Kyuhyun merasa frustasi.

 

Kyuhyun bahkan tak mempedulikan kondisinya, luka ditangan akita benturan dengan tembok masih mengeluarkan banyak darah. Namja itu seolah tak merasakan sakit pada lukanya, seluruh kesakitan yang ia rasaberada di dadanya yang menyesak karena kehilangan Yeon Hee.

 

Tanpa sadar Kyuhyun telah berkendara hingga tiba di Seoul, namja itu menghentikan mobilnya di apartemen Yeon Hee. Jika Kyuhyun tak menemukan Yeon Hee disini, ia akan mencari gadis itu di kediaman kedua orang tuanya. Tak peduli dengan apa yang akan dibicarakan oleh Park Gong Oh dan Shin Minnah, ia juga tak peduli jika mereka memiliki anggapan bahwa Kyuhyun masih mencintai Yeon Hee. Nyatanya memang begitu, ia memang masih sangat mencintai Yeon Hee.

 

Setelah turun dari mobil, Kyuhyun segera masuk kedalam lift dan menekan tombol 5. Beberapa orang yang berada di dalam lift nampak terkejut melihat kondisi Kyuhyun, mereka bahkan mulai menyarankan Kyuhyun untuk segera membebat lukanya karena wajah namja itu mulai terlihat pucat.

 

Namun Kyuhyun mengabaikan mereka, namja itu tetap keras kepala dan tak akan melakukan apapun sebelum ia berhasil bertemu Yeon Hee dan meminta maaf pada gadis itu. Pitu lift terbuka, Kyuhyun segera berlari menuju ujung lorong tempat apartemen Yeon Hee berada. Setelah memasukan beberapa digit angka yang sudah dihafalnya, Kyuhyun segera melangkah masuk.

 

“Yeon kau dimana?!” seperti orang kesetanan. Kyuhyun berteriak memanggil nama Yeon Hee, mencari gadis itu dari satu tempat ketempat yang lain. Namun tak Kyuhyun temukan keberadaan Yeon Hee, hanya sebuah tas ransel yang berada diruang tengah. Tas yang sering gadis itu gunakan, itu berarti Yeon Hee memang sudah kembali ke apartemen.

 

Satu fakta yang membuat Kyuhyun merasa lega, namja itu kembali berjalan mencari Yeon Hee namun mendadak kepalanya terasa pering dan luka d tanganya mulai terasa semakin sakit.

 

“Sial!” umpat Kyuhyun saat melihat kepalan tangannya yang kini mulai membengkak. Tapi Kyuhyun kembali berusaha mengabaikan rasa skait itu, ia bergerak keluar dan memilih menunggu Yeon Hee didepan pintu apartemen gadis itu.

 

 

❀❀❀❀

 

 

Park Yeon Hee masuk kedalam lift bersama Lee Hyukjae. Namja itu adalah sahabat Yeon Hee, mereka bertemu pertama kali disebuah acara meeting. Yeon Hee yang menjabat sebagai sekretaris direktur disebuah perusahaan IT bertemu dengan Hyukjae yang saat itu menjabat sebagai GM di perusahaan tersebut.

 

“Jika ada masalah jangan sungkan untuk menghubungiku” ungkap Hyukjae dengan senyum tulus.

 

Yeon Hee belum menjawab, gadis itu hanya menganggukan kepala sambil terseyum singkat. “Terimakasih Hyuk” hanya itu yang bisa Yeon Hee katakan. Perasaannya masih kacau, meski beberapa waktu yang lalu ia sempat melupakan Kyuhyun berkat Hyukjae yang mati-matian menghuburnya namun rasa hampa itu kembali terasa saat ia kembali menginjakan kaki di apartemennya.

 

Ia merindukan Kyuhyun. Bahkan belum genap seharian mereka berpisah namun rasa rindu itu seolah membelenggunya. Meski Kyuhyun telah menggoresakan luka dihatinya namun namja itu seolah masih menjadi rumah, tempat dimana Yeon Hee seharusnya kembali.

 

“Jadi besok kau sudah mulai berkerja?” Yeon Hee bertanya utuk sekedar menghilangkan kesunyian diantara mereka. Ia tak ingin menjadi gadis yang tak tahu diri, Hyukjae telah menghiburnya dan sekarang ia jstru mengacuhkan namja tersebut.

 

“Belum, sepertinya lusa aku baru akan menempati posisi itu”

 

Sebuah senyum manis tersemat diwajah Yeon Hee membuat Hyukjae seketika terdiam karena sejak tadi ia tak pernah berhasil melihat senyum manis tersebut.  “Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik sajangnim” Yeon He mengulurkan tangan kearah Hyukjae.

 

Gadis itu memberi selamat karena Hyukjae akan menempati posisi direktur diperusahaan tempatnya bekerja, itu berarti Yeon Hee akan menjadi sekretarisnya. Dengan senyum yang tak kalah manis Hyukjae membalas uluran tangan Yeon Hee.

 

“Ya, semoga kita bisa bekerja sama Yeon”

 

Pintu lift terbuka, Yeon Hee kembali menarik tangannya sebelum akhirnya melangkah terleih dahulu meninggalkan Hyukjae dibelakangnya. Keduanya berjalan beriringan, menyusuri lorong apartemen dengan percakapan kecil hingga langkah Yeon Hee sedikit memelan saat menemukan seseorang yang berdiri di depan pintu apartemennya.

 

Seorang namja yang tengah menunduk dengan mengenaskan, Yeon Hee terdiam. Jantungnya berdetak cepat menyadari bahwa namja itu adalah Kyuhyun. Dan Hyukjae yang ada disebelahnya cukup tahu siapa namja itu. Dia kekasih Yeon Hee. Tentu saja, mereka bahkan sudah berpacaran selama tiga tahun.

 

Cho Kyuhyun menghela nafas, tangannya seolah mati rasa dengan rasa pegal yang mulai terasa menyakitkan. Namja itu menegapkan tubuh untuk sekedar menghilangkan rasa pegal, saat kepalanya bergerak kesebelah kanan kedua matanya langsung bersibobrok dengan kedua mata Yeon Hee yang nampak kaget dengan kehadirannya.

 

Kyuhyun langsung membalikan badan berdiri beberapa meter dari Yeon Hee. Gadis itu berada dihadapannya, namun kemarahannya seolah tersulut saat melihat seorang namja yang berdiri tepat disamping Yeon Hee. Kyuhyun tahu bagaimana hubungan Yeon Hee dan Hyukjae, dan sungguh diantara semua teman namja yang Yeon Hee miliki Kyuhyun paling membenci jika Yeon Hee harus berada di samping Hyukjae.

 

Aura yang begitu kelam seolah mulai menyelimuti mereka. Yeon Hee bisa melihat kemarahan dari sorot mata Kyuhyun hingga membuatnya meras sedikit takut. Gadis itu melirik kearah Hyukjae dan namja itu hanya tersenyum menanggapainya.

 

“Kalau begitu aku permisi dulu Yeon” ujar Hyukjae yang tahu bahwa sepertinya ia telah menimbulkan prasangka buruk. Namja itu kembali tersenyum sebelum akhirnya melangkah pergi setelah melirik singkat Kyuhyun yang masih menunjukan ekspresi tak bersahabat.

 

Yeon Hee menghela nafas pendek, gadis itu masih menatap kepergian Hyukjae hingga namja itu menghilang didalam lift. Kemudian tatapannya beralih kearah Kyuhyun yang masih terdiam ditempatnya, dengan sedikit perasaan enggan akhirnya Yeon Hee memilih melangkah mendekat. Ia sungguh tak ingin bertengkar tapi dari sorot mata Kyuhyun sepertinya mereka akan bertengkar hebat kali ini.

 

“Kenapa kau bisa pergi bersama namja itu?” tanya Kyuhyun saat Yeon Hee bahkan belum berada tepat dihadapannya. Namja itu berusaha menekan rasa cemburunya dalam-dalam. Ia tak ingin terbakar emosi hingga kembali membuat hubungan mereka kacau.

 

Yeon Hee menghela nafas pendek sebelum akhirnya menjwab. “Aku tidak sengaja bertemu dengannya di cafe” balas Yeon Hee apa adaya. Gadis itu menatap Kyuhyun kemudian keningnya mengernyit saat menyadari ada yang aneh dari namja itu. “Cho Kyuhyun, kau baik-baik saja?”

 

Ekespresi Yeon Hee berubah menjadi panik saat melihat wajah Kyuhyun yang terlihat semakin pucat. Namja itu hanya menggelengkan kepala, kemudian dengan sisa tenaga yang dimilikinya bergerak mendekat hingga berada tepat dihadapan Yeon Hee.

 

“Maafkan aku Yeon, maafkan aku” ujar Kyuhyun penuh ketulusan. Namja itu memejamkan mata sejenak untuk menahan pening yang sejak tadi menyerang kepalanya. “Jangan membenciku, aku mohon jangan tinggalkan aku” sambungnya dengan suara kecil sambil mengernyit menahan sakit.

 

Kyuhyun merasa tubuhnya semakin lemah, tanpa sadar kakinya tak bisa menopang berat badannya hingga membuat namja itu terhuyung kedepan. Beruntung Yeon Hee dengan sigap menahannya, dengan sisa tenaga yang masih tersisa Kyuhyun mencoba untuk kembali berdiri tegap. Wajahnya terlihat semakin pucat dengan peluh yang mulai membasahi wajahnya.

 

“Gwaechana?” Yeon Hee mulai panik, gadis itu mengusap peluh yang ada dikening Kyuhyun hingga tanpa sadar ekor matanya melirik kearah tangan Kyuhyun yang berlumuran darah. “YA! Apa yang terjadi?! Kenapa kau bisa seperti ini”

 

Sungguh Yeon Hee tak tahu jika Kyuhyun berdiri dalam kondisi terluka. Kepala tangan namja itu nampak berlumuran darah dengan kondisi yang sedikit membengkak. “Kau gila? Kita harus segera mengobatinya” Yeon Hee tak mempedulikan respon Kyuhyun. Gadis itu segera memapah Kyuhyun masuk kedalam apartemennya.

 

Kyuhyun duduk diatas sofa yang ada diruang tengah apartemen Yeon Hee. Tangannya mulai terasa sakit, sepertinya ia baru saja menghancurkan kepalan tangannya. Sementara itu Yeon Hee bergegas mengambil kotak obatnya, gadis itu segera kembali dan duduk tepat disamping Kyuhyun.

 

“Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa seperti ini?” Yeon Hee bertanya dengan tangan yang mulai gemetar membersihan luka Kyuhyun. Kedua mata gadis itu berkaca-kaca melihat darah yang mulai mengering ditangan Kyuhyun.

 

Entah apa yang telah namja itu lakukan hingga membuat tangannya luka separah ini. Apa semua karenannya? Jika iya, Yeon Hee akan merasa sangat bersalah karena telah membuat Kyuhyun melukai tangannya sendiri.

 

“Jangan pergi lagi Yeon, kumohon” suara gumamam Kyuhyun yang begitu kecil terdengar seperti rintihan ditelinga Yeon Hee. Gadis itu menatap Kyuhyun yang tegah meringis menahan sakit. Kedua matanya berkaca-kaca namun kepalanya mengangguk mengiyakan ucapan Kyuhyun.

 

“Jangan melukai dirimu lagi Cho” Yeon Hee mulai terisak kecil amun ia tak ingin Kyuhyun melihat air matanya. Tangannya juga tetap sigap memberihkan luka Kyuhyun, setelah memberikan obat luka diatas kepala tangan Kyuhyun yang mulai membengkak Yeon Hee mulai membebat luka tersebut.

 

Kedunya nampak saling diam, Cho Kyuhyun yang masih kehilangan tenaga hanya bisa menghela nafas sambil beberapa kali memejamkan mata. Keringat dingin masih saja membanjiri keningnya sementara Yeon Hee tengah sibuk membebat luka Kyuhyun sambil sesekali menyikap air matanya.

 

Apa yang telah aku lakukan? Kenapa Kyuhyun bisa seperti ini? Pertanyaan itu terus saja berputar diotaknya, Yeon Hee sungguh merasa bersalah dengan apa yang menimpa Kyuhyun. Namja itu menemuinya dengan keadaan yang kacau, memohon maaf sambil meminta agar dirinya tidak pergi.

 

Yeon Hee telah selesai membebat luka Kyuhyun, gadis itu merapihkan kota obatnya sebelum akhirnya bergerak mengusap peluh yang kembali membanjiri wajah Kyuhyun. “Kau demam, apa kau sudah sarapan?” Yeon Hee bertanya sambil tetap mengusap kening Kyuhyun.

 

Tatapan gadis itu jelas sepenuhnya tertuju pada Kyuhyun yang masih memejamkan mata sambil menggelengkan kepala dengan begitu lemah.

 

“Kalau begitu kau istirahat, biar aku buatkan sarapan”

 

Sebuah kecupan singkat mendarat di pipi Kyuhyun. Namja itu lantas membuka mata, menatap Yeon Hee yang ada disampingnya dengan perasaan lega. “Kau janji tidak akan pergi?” tanya Kyuhyun sambil menggenggam erat tangan Yeon Hee.

 

Jika kepergianku hanya akan meninggalkan luka, maka aku aka memilih bertahan meski akhirnya akan mendapat hujatan dari semua orang.

 

“Aku berjanji Cho” balas Yeon Hee seraya masuk kedalam dekapan Kyuhyun. Gadis itu memejamka mata meresapi dalam-dalam waktu kebersamaannya bersama Kyuhyun. Biarlah ini menjadi pilihannya. Menjadi gadis egois yang mengkhianati kakaknya sendiri.

 

 

 

❀❀❀❀

 

 

Hari sudah semakin larut namun Jaehyun belum bisa menghubungi Kyuhyun. Ponselnya aktif namun semua panggilan bahkan pesannya terabaikan begitu saja. Meski Kyuhyun telah mematahkan hatinya, menghancurkan dan menginjak-injaknya namun entah kenapa Jaehyun masih begitu khawatir padanya. Tak sedikitpun Jaehyun lalui tanpa memikirkan Kyuhyun. Terlebih dengan kondisi Kyuhyun saat pergi meninggalkan apartemen, namja itu terluka dan luka ditanganya bukanlah luka biasa.

 

Jaehyun kembali berusaha menghubungi Kyuhyun, namun nihil panggilannya tetap tak dijawab. Rasa khwatirnya semakin membuncah, gadis itu ingin pergi mencari Kyuhyun namun tak ada kendaraan disana. Hanya ada sebuah mobil dan itu telah Kyuhyun gunakan. Mobil hadiah pernikahan mereka masih berada di rumah keluarga Park. Dan jika Jaehyu menanyakan keberadaan Kyuhyun pada orang disekitarnya, bukan tidak mungkin mereka akan menaruh curiga.

 

Jaehyun tak ingin orang-orang diseitarnya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada pernikahan mereka. Cukup Jaehyun dan Kyuhyun yang tahu, ia tak ingin membuat keluarganya bersedih juga tak ingin memojokan Kyuhyun. Bagaimanapun juga semua ini hasil dari keegoisannya, ia ingin memiliki Kyuhyun ia bahka tak mempedulikan kenyataan bahwa Kyuhyun adalah mantan kekasih adiknya.

 

Mendadak Jaehyun teringat Yeon Hee. Gadis itu langsung meraih ponselnya dan mendial nomor Yeon Hee. Mungkin akan sangat menyakitkan jika ia mendengar berita bahwa Kyuhyun tengah bersama Yeon Hee, namun disaat seperti ini entah kenapa perasaannya menagtakan bahwa Yeon Hee mungkin mengetahui keberadaan Kyuhyun.

 

“Yeoboseo?”

 

Suara Yeon Hee terdengar disebrang sana, Jaehyun langsung meghela nafas lega. Gadis itu menyandarkan tubuh pada tembok sebelum akhirya mulai bicara. “Kau dimana Yeon?”

 

Jaehyun bisa mendengar helaan nafas berat Yeon Hee seolah gadis itu tegah melakukan aktifitas berat. “Aku di apartemen eonnie, aku sedang menyiapkan barang-barang karena lusa aku sudah kembali bekerja” balas Yeon Hee dengan suara yang sedikit serak.

 

“Kau baik-baik saja Yeon? Apa kau sakit?” Jaehyun mendadak khawatir mendengar suara adiknya. Sepertinya Yeon Hee sedang tidak enak badan, maklum saja ia juga ikut sibuk membantu persiapan pernikahan Jaehyun kemduian harus mengendarai mobil sendirian dari Seoul ke Incheon atau sebaliknya. Pasti gadis itu sedang drop.

 

Lagi-lagi Jaehyun bisa mendnegar helaan nafas berat Yeon Hee disebrang sana. “Ahh a-aku baik-baik sajahh eonnie. Jangan khawatir”

 

Entah Jaehyun harus percaya atau tidak, yang jelas adiknya ini memang suka sekali menyembunyikan sesuatu darinya. Tentang perasaan lebih tepatnya. Kemudian fikiran Jaehyun kembali ketempatnya, dimana tujuan awal ia menghubungi Yeon Hee adalah untuk mengetahui keberadaan Kyuhyun.

 

“Apa kau bertemu Kyuhyun disana?”

 

“Kyuhyun?” Yeon Hee mengulangi ucapan Jaehyun dengan nada tak mengerti. “Aniya, memang ada apa eonnie?”

 

Haruskah aku menceritakannya? Tanpa sadar kepala Jaehyun menggeleng dengan snedirinya. Gadis itu menggigit bibir bawahnya sebelum akhirnya kembali berucap. “Aniyo. Kalau begitu kau lanjutkan pekerjaanmu. Jaga diri dan jangan terlalu lelah. Bye”

 

Jaehyun langsung menutuskan sambungan telfon. Gadis itu menghela nafas sambil menyentuh dadanya yang mendadak sesak. Entah bagaimana caranya untuk mempertahankan Kyuhyun, rasanya begitu sulit seperti bertahan diatas sebuah mata pisau yang snagat tajam. Rasanya menyakitkan, sangat menyakitkan.

 

TING TONG TING TONG

 

Suara nyaring yang berasal dari bel apartemen Kyuhyun terdegar, membuat Jaehyun sedikit terperanjat kaget. Gadis itu buru-buru menghapus jejak air matanya sebelum akhirnya melangkah kedepan. Ia berharap itu Kyuhyun, namun mengingat jika Kyuhyun tak akan mungkin menekan bel dan memilih untuk segera masuk membuat Jaehyun berpikir keras dan berhenti tepat didepan pintu apartemen tersebut.

 

“Narin?” Jaehyun menggumam saat melihat sosok Kim Narin yang sudah berdiri tepat didepan pintu apartemen. Dengan cepat Jaehyun segera membukakan pintu dan tersenyum hangat seolah ia tidak memiliki bebean apapun.

 

“Kau datang sendirian sayang?” tanya Jaehyun sambil mempersilahkan gadis berambut ombre itu masuk kedalam apartemen. Narin hanya mengangguk, gadis itu datang dengan membawa sebuah tas kecil dan sebuah kotak berudlu berwarna merah.

 

“Aku kemarin untuk mengembalikan ini eonmie” Narin menyerahkan kotak berudlu berwarna merah itu kepada Jaehyun. “Ada dikamar hotel tempat kalian menginap saat resepsi. Kau ceroboh sekali meninggalkan kalung semewah itu”

 

Jaehyun hanya terdiam metapa kotak berudlu ditangannya. Ia yakin kotak itu bukan miliknya. Ia tak memiliki kalung sebagus itu, apa mungkin kalung itu milik Kyuhyun? Apa mungkin kalung itu akan Kyuhyun hadiahkan untuknya? Berbagai pertanyaan itu seketika menghilangkan sedikit perih yang ada dihatinya. Senyum Jaehyun seketika terbit sementara tatapannya tertuju pada kotak perhiasan tersebut.

 

Kepala Narin berputar sekedar menyapukan pandangan keseluruh penjuruh ruangan yang terlihat begitu sepi. “Sepi sekali. Dimana Kyuhyu oppa?” ujarnya sambil menolehkan kepala kearah Jaehyun.

 

Pertanyaan Narin cukup membuat Jaehyun gelagapan, gadis itu bedehem pelan sambil meletakan kotak berudlu tersebut kedalam sebuah lemari. “Dia sedang keluar, kau mau minum? Aku akan buatkan jus jika kau mau”

 

Kim Narin langsung menggelengkan kepala. Gadis itu bangkit dari sofa yang ditempati sambil bergerak mendekat kearah Jaehyun yang sudah berjalan menuju dapur.

 

“Aniya, aku hanya mampir utuk mengembalikan itu eonnie. Ah ya, besok jangan lupa datang kerumah. Keluarga besar Kyuhyun oppa akan mengadakan pesta penyambutan anggota keluarga baru. Kyuhyun oppa pasti lupa mengatakannya”

 

Akan ada pesta penyambutan? Kenapa Kyuhyun tak memberitahunya? Apa namja itu tak beniat datang? Ya Tuhan, baru beberapa meni yang lalu hatinya menghangat namun sekarang ia merasakan remasan kuat di dadanya, membuat nafasnya tercekat dan perih.

 

Jaehyun terpaksa melemaskan senyumnya, bagaimanapun juga ia tak ingin Narin mengerahui betapa mengenaskan pernikahannya bersama Kyuhyun. “Gomawo, akan aku ingatkan nanti”

 

“Kalau begitu sampai jumpa” Narin tersenyum manis sebelum akhirnya melangkah pergi meninggalkan apartemen tersebut. Disana, Jaehyun masih berdiam diri sambil menghela afas berat. Ia tak yakin Kyuhyun akan pulang malam ini, dan besok entah bagaimana kabar pesta penyambutan tersebut.

 

 

To : Cho Kyuhyun

Narin bilang besok keluargamu akan mengadakan pesata penyambutan anggota keluarga baru, aku harap kau bisa pulang malam ini. Aku tak akan berharap lebih, aku hanya tidak ingin keluarga kita mengetahui pertengkaran kita. Aku mohon Cho Kyuhyun pulanglah.

 

Ponsel Kyuhyun menyala tanda ada sebah pesan yang masuk. Namun Kyuhyun tak menghiraukannya, namja itu tengah sibuk mencumbu gadis manis yang kini sudah pasrah berada dalam kurungan tubuhnya. Bibir keduanya saling bertautan, saling melumat dan menautka lidah stau sama lain.

 

Tubuh keduanya bahkan telah polos tanpa sehelai benang pun, suara desahan bahkan erangan kecil seolah membangkitkan monster yang ada dalam diri Kyuhyun untuk melakukan hal lebih. Yeon Hee sudah benar-benar pasrah, tubuhnya dipenuhi peluh dengan kedua pipi merona. Matanya sesekali terpejam erat sementara bibir seksinya terus melantuntan desahan yang menambah semangat Kyuhyun.

 

Kegiatan mereka memang sempat terhenti saat Jaehyun menghubungi Yeon hee. Gadis itu bahkan harus mati-matian menahan desahannya saat Kyuhyun terus mencumbu seluruh tubuhnya sementara Yeon Hee harus menjawab pertanyaa yang di lontarkan Jaehyun tanpa harus membuat gadis itu curiga.

 

Yeon Hee kembali mendesah saat Kyuhyun menurunkan ciumannya keleher Yeon Hee. Menghisapap perpotongan leher gadis itu dengan begitu kuat hingga menimbulkan bercak kemerahan. Sebuah senyuman tersungging diwajah Kyuhyun, namja itu bangga karena berhasil mencetak tanda kemerahan di tubuh kekasihnya. Gadis yang paling dicintainya.

 

Tangannya bergerak meremas kedua payudara sintal Yeon Hee hingga membuat desahan gadis itu semakin nyaring memenuhi kamar apartemen tersebut. Hawa panas masih menyelimuti keduanya seolah pendingin ruangan dalam kamar tersebut rusak dan tak berfungsi.

 

Yeon Hee seolah tak bisa bergikir jernih. Yang ada dalam kepalanya hanyalah setuhan dan ciuman Kyuhyun yang begitu memabukan. Tubuhnya merespon segala bentuk cumbuan yang Kyuhyun berikan, dan bibirnya tak pernah berhenti melantunkan desahan erotis saat namja itu menyentuh seluruh bagian tubuhnya.

 

“Emmmhh–Kyuu…”

 

Tak ada yang bisa Yeon Hee lakukan selain mendesah. Gadis itu mulai mencengkram erat rambut belakang Kyuhyun saat namja itu mulai mencium bagian dadanya. Seolah ia ikut mendorong namja itu agar semakin membenamkan kepalanya disana. Seluruh akal sehatnya melayang entah kemana dan sekarang ia hanya bisa merasakan sensasi panas yang membakar seluruh tubuhnya. Bibir Kyuhyun masih bergerak lincah diatas puting payudaranya, menghisapnya dengan begitu kuat sesekali mengigitnya. Tangannya tidak tinggal diam, sebelah tangannya meremas payudara Yeon Hee yang tak terjamah bibirnya sementara tangan yang lainnya mulai mengusap bagian tersensitif gadis itu.

 

“Ahhhh—Kyuhyunnh”

 

Kedua tangan Yeon Hee langung mencengkram erat bedcover saat Kyuhyun mulai menusukan jarinya kedalam miliknya. Tubuh gadis itu bergerak gelisah akibat perih yang ia rasakan. Wajahnya bahkan mengernyit tak nyaman sementara bibirnya masih terbuka memberikan rintihan kecil saat Kyuhyun mulai menggerakan jarinya.

 

“Kyuhyunn—Pleasee” Yeon Hee semakin gila karena pergerakan jari Kyuhyun didalam miliknya. Rasa perih itu berubah menjadi nikmat yang baru pertama ia rasakan.

 

Mendengar Yeon Hee yang mulai memohon membuat seyum separuh Kyuhyun tersemat diwajah tampannya. Namja itu merangkak naik kemudian melumat singkat bibir seksi yang sejak tadi tak pernah berhenti melantunkan desahan kenikmatanya.

 

“Please for what honey?” ujar Kyuhyun dengan suara rendah yang membuat Yeon Hee semakin meremang. Gadis itu tak bisa menjawab, otaknya blank dan yang keluar dari mulutnya hanyalah desahan-desahan yang membuat Kyuhyun semakin bersemangat.

 

Kyuhyun kembali mengcup seluruh tubuh Yeon Hee dengan jari yang masih berada didalam milik gadis itu. Dan sesahan Yeon Hee semakin membahana tak kala Kyuhyun semakin kuat menekan jemarinya kedalam milik gadis itu. Kyuhyun kembali menghisap dadanya, sementara panjangnya bergerak liar menusuknya dengan begitu kuat hingga membuat desahaan itu semakin membahana memenuhi ruang kamar tersebut.

 

Yeon Hee merasa puncak itu semakin dekat. Perutnya terasa melilit, ada sesuatu yang mendesak keluar dari dalam tubuhnya. Genggaman gadis itu pada badcover semakin kencang, sementara Kyuhyun kembali memangut bibirnya dengan cepat dan dalam.

 

“Kyu—Kyuhyunnhh—”

 

Kyuhyun tersenyum mendengar desahan Yeon Hee. Jarinya semakin bergerak liar saat merasa bahwa gadis itu akan segera mencapai puncaknya. Kedua mata Yeon Hee semakin terpejam erat sementara sebelah tangannya mencengkram erat lengan Kyuhyun. Detik setelahnya suara desahan Yeon Hee semakin terdengar kencang saat puncak itu mulai menerpanya.

 

Deru nafas keduanya semakin terasa berat, Kyuhyun tersenyum kemudian mendaratkan kecupan lembut dikening Yeon Hee. Pelepasan yang melelahkan hingga Yeon Hee hanya bisa memejamkan mata sambil menetralkan nafasnya.

 

Kyuhyun mengusap peluh yang membasahi kening Yeon Hee. Kedua matanya benar-benar menunjukan cinta yang besar. Ia tak lagi memikirkan dunia dan orang-orang, yang ada dikepalanya hanyalah Yeon Hee. Dan apapun akan Kyuhyun lakukan untuk mempertahankan gadis itu.

 

“Kita mulai?” Yeon Hee membuka mata saat mendengar suara Kyuhyun tepat didepan wajahnya. Jantungnya berdebar kencang saat melihat Kyuhyun yang sekarang sudah berada diatas tubuhnya. Mendadak perasaan takut menyeliap kedalam hatinya. Perasaan bersalah yang membuatnya merasa ragu. “Kita bisa menghentikannya jika kau tak ingin” lanjut Kyuhyun dengan senyum tulus.

 

Namja itu menghela nafas kemudian kembali mendaratkan sebuah kecupan singkat dikening Yeon Hee. Sebuah kecupan yang begitu lembut dan penuh perasaan, Yeon Hee merasa begitu dicintai oleh Kyuhyun dan ia tak ingin kehilangan Kyuhyun.

 

Maafkan aku eonnie, maafkan aku…

 

Yeon Hee masih memejamkan mata menikmati kecupan Kyuhyun. Hatinya merasa perih, namun akan lebih sakit jika Kyuhyun meninggalkannya. Sungguh salahkah jika ia mengatas namakan cinta untuk semua kejahatan ini? Egoiskah dia melakukan ini dan mengkhianati saudaranya?

 

Ya, anggaplah ia wanita jalang. Adik brengsek karena tidur bersama namja yang sudah bersatus sebagai suami orang lain.

 

“Lakukan Cho” Yeon Hee berseru lirih. Kyuhyun langsung menoleh kearahnya, menatap kedua mata gadis itu dengan ekspresi terkejut. “Lakukan. Aku ingin kau melakukannya”

 

 

TBC–

 

 

 

Kibas mana kipas >.< ini ngetik sambil merinding sendiri hahaha udah masuki area 18+ nihh. Buat adek-adek yang masih under 18+ mending besok skip aja part awalnya karena next mungkin udah naik ratednya hahaha semoga ceritanya masih bisa menghibur dan tidak membosankan ^^ ohh iya bagi kalian yang ini membaca YeonKyu story lainya 😀 bisa mampir ke blog nonafuu.wordpress.com *malah promosi -.- beberapa dipassword karena mengandung unsur ehem ehem ^^, cukup promosinya dan seperti biasa terimakasih untuk yang telah memberikan kritik dan sarann *bow*

118 thoughts on “Secret Love Affair Part 2

  1. Makin rumit nih. .susah juga jd yeonhee…mau lepasin kyu tp msh cinta..tetep ma kyu dia jd selingkuhan…harus ada yg ngalah ni…siapa yg bakalan ngalah dlm situasi ini ya??apa jae hyun msh tetep mau sama kyu klo dia tau kyu dan adiknya msh saling c II nta??

    Suka

  2. Kyuhyun.. Kyuhyunn.. Kamu sudah gila! Dimana akal sehatmu? Kamu sudah punya istri! Sudah terlambat untuk memperjuangkan Yeon Hee!! Ceraikan Jaehyun? Percuma! Itu malah bakal mempermalukan keluargamu, dirimu, Yeon Hee, Jaehyun, dan keluarganya

    Suka

  3. gak enak kan d ksarin sm orng yg km cintai dan d acuhin jga.si jaehyun trlalu mmaksakn dri dehh..brhrap kyuhyun sm yeon hee k dpn ny.dan smga cinta mreka ttp brthan.dan wowo..apa mreka akan melakukn ny?tkut ny stlah mreka mlkukan ny,tp cinta mreka gk brhasil.author buat yeon hee dn kyuhyun brsatu ya..

    Suka

  4. Apapun yg terjadi aku tetep dukung yeonhee sama kyuhyun, karna dari awal mereka uda saling mencintai, kyuhyun pun menikah dg jaehyun karna keegoisan jaehyun juga, dan karna lead rolenya si yeonhee wkwkwwk

    Suka

  5. ini masalah perasaan, yg satu sangat mencintai, yg satunya lagi saling mencintai. harus bagmana klo ada di posisi ini.
    di tunggu part selanjutnya yaa…..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s