When The Smile Being Ornate Part 1


 

Author : Irene Cho

Tittle : A Sweet Life

Category : NC17, Mature, Romance, Chapter

Cast :

Cho Kyuhyun

Jung Nara

 

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan, sedangkan cerita ini milik saya. Don’t copy without permission!

Note : Hallo aku kembali dengan story baru, maaf belum bisa ngasih sequel MOF. Terimakasih untuk Mamih Handa, Sooyeon, Lice a.k.a Jiyoo, Ranufara, yang udah mau publish tulisanku di blog ini, serta teman-teman author FNC, and special thanks to Famges yang udah ngasih support dari awal. Terimakasih juga buat reader yang udah mengapresiasi MOF. Ini sebenarnya ff pertamaku, maaf kalo ceritanya gaje, membosankan dan diksinya berantakan. Awas typo bertebaran. Happy reading ^^

 

~~~~

Sangji Ritzvil Caelum Cheongdam, Gangnam, Seoul.

07.00 AM KST

 

“Bangun, Kyu ….”

 
Suara lembut itu memasuki indra pendengarnya, sedikit mengusik mimpi indahnya, namun belum berhasil menarik lelaki itu pada titik kesadaran.

 
“Kau benar-benar tak akan bangun?”
Suara itu terdengar mendekat, diikuti bau vanilla yang sangat familiar dengan penciumannya.

 
Lelaki itu mengerjapkan matanya, mencoba menyesuaikan bias cahaya yang memasuki penglihatannya. Dengan sedikit menggeliat, ia berhasil membuka matanya dengan sempurna, dan hal pertama yang memenuhi penglihatannya adalah sosok cantik dengan mata indah. Istrinya, Jung Nara.

 
Ia segera menarik pinggang Nara dan seketika tubuh mungil itu sudah terhempas di dada telanjangnya.

 
“Biarkan seperti Ini untuk beberapa saat.”

 
Ia kembali memejamkan mata sambil membenamkan kepalanya di lekuk leher Nara, menghirup dalam-dalam aroma vanilla yang menguar dari tubuh Nara.

 
Aroma yang menenangkan,” batinnya.

 
Gadis itu hanya menurut, ia menikmati moment-moment intim mereka di pagi hari itu.

 
“Kau tahu apa impianku sejak pertamakali melihatmu?” Pria itu kembali bersuara, masih dengan mata terpejam.

 
“Entahlah, aku tak yakin,”ujar Nara, gadisitu bersandar nyaman pada dada Kyuhyun. Lalu Kyuhyun menangkup wajah Nara dengan telapak tangannya, membuat wajah mereka saling berhadapan.

 
“Dulu impianku adalah melihat wajah cantik ini saat pertama kali aku membuka mata di pagi hari, dan wajah cantik ini juga yang akan  kupandangi sebelum menutup mata di malam hari. Sekarang impianku itu telah terwujud, kau membantuku mewujudkannya, Sayang.”

 
Semburat merah tercetak di pipi Nara, ia sudah sering mendengar kata-kata manis dari Kyuhyun, namun tetap saja hal itu membuatnya seolah merasa tak menginjak lantai lagi. Namun Nara berusaha menguasai dirinya.

 
“Aish, kau selalu mengumbar kata-kata manismu itu padaku, Kyu.”

 
Nara mencoba menguasai dirinya, ia tak ingin Kyuhyun mengetahui bahwa ia terbuai dengan kata-kata manis suami evil-nya itu.

 
Kyuhyun terkekeh.

 
“Dan kau tahu mengapa aku sangat suka mengumbar kata-kata manis padamu?” Kyuhyun kembali bersuara, “karena aku sangat menyukai pipimu yang memerah seperti sekarang, terlihat menggemaskan.”

 
Dengan seketika Kyuhyun menautkan bibir mereka, mencecap bibir manis Nara. Melumat dengan lembut.

 
Nara memejamkan matanya, menikmati ciuman Kyuhyun yang memabukkan. Ia mencoba mengimbangi permainan bibir Kyuhyun di bibirnya. Mereka saling menyesap, melumat bibir satu sama lain. Lumatan lembut Kyuhyun pada bibirnya membuat Nara merasa sangat dicintai dan diinginkan.

 
Nara melenguh di sela-sela hot morning kiss mereka, memberi kesempatan pada lidah liar Kyuhyun untuk membuka bibirnya, dan dengan seketika lidah itu bergerilya di dalam mulut Nara. Menikmati seluruh rasa dan manisnya mulut Nara. Ciuman itu semakin memanas, ditambah dengan gesekan tubuh mereka di kulit telanjang Kyuhyun, yang membuat gairah Kyuhyun meningkat seketika.

 
Kyuhyun menarik tubuh Nara agar sepenuhnya berada di atas ranjang, dan tangan nakalnya merambat turun ke bawah, sampai di bokong Nara, membelai dengan sensual, sementara bibir mereka masih saling mencecap, menikmati rasa manis dari bibir satu sama lain.

 
Tautan bibir itu terlepas setelah mereka merasa membutuhkan banyak oksigen untuk bernapas. Tentu saja mereka masih membutuhkan oksigen.

 
Walau sebenarnya keduanya tak rela melepaskan tautan penuh gairah itu, tapi mereka tak ingin mati konyol gara-gara berciuman. Apa jadinya jika nanti headline berita dengan judul ‘CEO Cho Corporation dan Istrinya meninggal Karena Berciuman’ beredar? itu pasti akan terdengar menggelikan.

 
“Sepertinya aku menginginkanmu lagi, Sayang.”

 
Kyuhyun berkata dengan suara serak menahan gairah. Ia langsung menyambar leher putih Nara. Mengisap leher jenjang itu, membuat tanda-tanda kepemilikannya terhadap Nara, sehingga meninggalkan bekas keunguan di sana.

 
Bahkan tanda-tanda yang ia buat semalam masih tercetak indah di leher Nara, dan sekarang ia membuat tanda lagi. Dasar evil mesum, Cho Kyuhyun.

 
“Eungh … Kyu …”

 
Nara melenguh menikmati hisapan Kyuhyun di leher jenjangnya, ia semakin terbuai dengan usapan-usapan sensual Kyuhyun di punggung dan bokongnya.

 
Namun, seperti ada alarm yang berbunyi di kepalanya. Tiba-tiba Nara tersadar, ia tak bisa membiarkan Kyuhyun melanjutkan aksi mesumnya. Pria itu harus berangkat ke kantornya.

 

Bukankah ia bilang ada meeting penting pagi ini, sehingga setelah ‘pergulatan’ mereka semalam ia meminta Nara untuk membangunkannya lebih awal.

 
“Kyu-h …” Nara menggigit bibir bawahnya sejenak, berusaha menahan desahannya, ia harus segera menyadarkan Kyuhyun.

 
“Hentikan, Kyu, kita tak bisa melakukannya pagi ini.”

 
Kyuhyun tak menggubris perkataan Nara. Pria itu masih fokus dengan hisapan-hisapannya di leher Nara, bahkan sesekali menggigit kecil leher putih itu.

 
“Bukankah kau ada meeting penting pagi ini?”

 
Kyuhyun masih tak menghiraukan perkataan Nara. Tangannya bahkan telah berada di balik dress rumahan selutut yang dikenakan Nara, membelai punggung mulus istrinya itu.

 
“Ingat meeting-mu, Kyu.” Nara kembali bersuara.

 
Walaupun sebenarnya ia juga menikmati sentuhan-sentuhan Kyuhyun di tubuhnya, tapi dia tak boleh meneruskannya. Suaminya itu harus ke kantor menghadiri meeting-nya.

 
Kyuhyun sedikit tersadar, ia terlihat berpikir, “meeting?”

 
Seketika matanya melebar, ia menjauhkan wajahnya dari leher Nara dan secepatnya mengeluarkan tangan nakalnya dari dress yang dikenakan Nara.

 
“Oh Tuhan, aku ada meeting dengan Siwon hyung pagi ini, dia pasti akan mengomel jika aku terlambat”.

 
Akhirnya setan mesum itu sadar juga.Ia memang ada meeting dengan Choi Siwon, CEO Choi Group, yang notabene adalah sahabatnya. Pria itu menggunakan jasa perusahaan konstruksi Kyuhyun untuk membangun gedung pusat perbelanjaan barunya di Jeju. Namun ada sedikit masalah dengan proyek itu, sehingga mereka memutuskan untuk mengadakan meeting pagi ini, karena Siwon harus berangkat ke Italia pukul sebelas nanti.

 
Nara sudah kembali berdiri di samping ranjang, menata dress-nya yang sedikit berantakan akibat ulah mesum Kyuhyun. Sementara Kyuhyun bergegas lari ke arah kamar mandi.

 
Nara hanya menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya. Ia merapikan tempat tidur yang berantakan akibat ‘permainan’ mereka semalam, setelah itu melangkah memasuki wallking closet, memilih setelan yang akan dipakai Kyuhyun dan meletakannya di atas tempat tidur.
***
Suara ketukan pantofel membuat ia mengalihkan perhatiannya dari makanan-makanan yang sedang ditatanya di meja makan, ke arah tangga.Ia melihat suaminya dengan gagah melenggang menuruni tangga rumah mewah itu. Lelaki itu menyampirkan jasnya di lengan kirinya, sedangkan tangan kanannya memegang dasi yang belum ia pasang di kerah kemeja.
Nara menghampiri Kyuhyun.

 

“Maaf, Kyu. Aku baru selesai menata meja makan, jadi aku belum sempat kembali ke kamar untuk memasangkan dasimu.”

 
Sejak menikah, Kyuhyun selalu menginginkan Nara yang memasang dasinya. Ia merasa moment-moment kecil seperti itu bisa meningkatkan keintiman mereka.

 
“Tak apa, Sayang. Sekarang kau bisa pasangkan dasiku.”

 
Kyuhyun menyerahkan dasinya pada Nara yang langsungditerimadengansenanghatioleh Nara. Gadis itu memasang dasi Kyuhyun dengan teliti. Ia tak angin penampilan Kyuhyun terlihat berantakan. Sementara kyuhyun meraih pinggang Nara, menarik gadis itu mendekat ke arahnya, merangkul pinggang ramping istrinya.

 
“Selesai,” lembut Nara.

 
Nara menengadahkan kepalanya, memandang wajah tampan suaminya. Mereka saling tersenyum.

 
“Terimakasih, Sayang.”

 
Kyuhyun mengecup kening Nara. Gadis itu memejamkan matanya, mereka sama-sama menikmati saat-saat seperti ini, saling menunjukan kasih sayang. Hah … kehidupan rumah tangga yang manis.

 
“Ehem …”

 
Suara deheman menghentikan adegan manis pasangan suami istri itu.

 
“Maaf, Tuan … Nyonya … makanannya akan dingin jika tidak segera dimakan.”

 
Kyuhyun melepaskan pelukannya pada pinggang Nara. Mereka nenoleh ke sumber suara. Terlihat sosok wanita paruh baya, dengan kerutan yang tercetak jelas di wajahnya.

 
“Haish, Ahjumma! Kau mengganggu moment-moment romantis kami, bahkan kami belum sempat menautkan bibir kami!” seru Kyuhyun pura-pura marah.

 
Kalimat Kyuhyun membuat pipi Nara merona merah.

 
“Kyu, apa yang kau katakan?”

 
Nara memukul pelan lengan Kyuhyun, lalu pengalihkan pandangannya pada wanita paruh baya yang berdiri di dekat meja makan, tersenyum canggung ke arah wanita itu.

 
Wanita itu terkekeh pelan.”Oh, aku akan menutup mataku sekarang, jika tuan Muda ingin melanjutkannya,” seloronya.

 
Ahjumma!” Nara berteriak, ia tahu Kyuhyun dan bibi Kim bersekongkol mempermainkannya.

 
“Bukankah dia terlihat menggemaskan dengan wajah memerah itu, Ahjumma? Membuatku benar-benar ingin menariknya ke kamar sekarang juga.”

 
Bibi Kim tertawa mendengar perkataan tuan mudanya itu, sedangkan Nara hanya mengerucutkan bibirnya.

 
“Bukankah tadi Nyonya bilang Tuan Muda ada meeting pagi ini? kalau kalian melanjutkan adegan romantis itu, bisa-bisa Tuan Muda melewatkan sarapan, karena harus terburu-buru berangkat ke kantor.”

 
Wanita itu mengingatkan majikannya. Ia tak ingin majikan yang sudah dianggapnya sebagai anak sendiri itu, sakit gara-gara melewatkan sarapannya.

 

Wanita bernama Kim Mi-Ok itu adalah pengasuh Kyuhyun dulunya. Dia yang menjaga Kyuhyun sejak bayi. Dia sangat mengerti dengan sifat dan kebiasaan-kebiasaan Kyuhyun, sehingga saat Kyuhyun menikahi Nara dan pindah ke rumah ini, Kyuhyun mengajak wanita itu untuk ikut dengannya.

 
“Oh ya Tuhan, aku sampai lupa. Kalau aku terlambat, bisa-bisa ‘bujang lapuk’ itu mengomel padaku.” Kyuhyun teringat janji meeting-nya dengan Siwon.

 
“Jangan bicara begitu, Kyu. Bagaimanapun juga Siwon oppa adalah sahabatmu, dan dia lebih tua darimu, kau tak boleh menyebutnya seperti itu.”

 
Nara mencoba menegur Kyuhyun yang kadang memang suka memberi ‘gelar’ tak jelas pada sahabat-sahabatnya yang notabene lebih tua darinya. Terkadang mulut lelakinya itu memang agak keterlaluan pada sahabat-sahabatnya.

 
“Iya, Sayang, maksudku Siwon hyung.” Kyuhyun menunjukkan gummy smile-nya.

 
“Sebaiknya kita sarapan saja, agar Siwon oppa tidak menunggu terlalu lama,” ajak Nara sambil menarik tangan Kyuhyun ke arah meja makan.

 
Seolleotang ini aku yang membuatnya, beberapa hari ini aku belajar pada Kim ahjumma, aku tak begitu yakin dengan rasanya, maukah kau mencobanya, Kyu?” ujar Nara setelah mereka duduk di meja makan. Gadis itu menyodorkan mangkuk berisi sup tulang sapi kental itu pada Kyuhyun.

 

“Aku tak mau mengambil risiko sakit perut setelah memakan sup itu,” ujar Kyuhyun sambil menatap ngeri pada sup di hadapannya.

 
“Kyu …” Nara merengek.

 
“Aku bercanda, Sayang. Aku yakin ini pasti enak, karena selama ini masakanmu tak ada yang mengecewakan,” ucap Kyuhyun sambil terkekeh. Ia sangat suka mempermainkan istrinya ini.

 
Kyuhyun mengambil sendok yang terletak di sebelah piringnya. Pria itu mulai menyendok sup itu lalu memasukan ke mulutnya. Namun seketika ekspresi wajahnya berubah menjadi tegang sesaat setelah menelan sup buatan Naraitu. Nara yang melihat perubahan air muka Kyuhyun langsung cemas seketika.

 
“Kau kenapa, Kyu? Apakah itu tidak enak?” Nara bertanya dengan rasa cemas yang masih merundungnya.

 
“Aku bisa mati.”

 
Kalimat yang keluar dari mulut Kyuhyun membuat Nara semakin cemas dan panik.

 
“Muntahkan, Kyu. Jangan menelannya!” seru Nara dengan panik.

 
Gadis itu menepuk-nepuk punggung Kyuhyun. Raut kecemasan masih tercetak jelas di wajah cantiknya.

 
“Aku bisa mati karena nikmatnya, ini seolleotang terlezat yang pernah ku coba,” ucap Kyuhyun masih dengan ekspresi tegangnya.

 
Nara hanya melongo mendengar perkataan Kyuhyun. Rasa cemas yang tadi merundungnya berubah menjadi perasaan lega sekaligus kesal, karena lagi-lagi Kyuhyun mengerjainya.
“Kau bisa kaya raya jika membuka restoran seolleotang, Ra-ya.” Kyuhyun meneruskan kalimatnya sambil terus terkekeh, pria itu sangat suka mengerjai istrinya.

 

Sementara Nara meneruskan makannya dengan tampang merengut. Gadis itu kesal karena kembali dipermainkan Kyuhyun.
***

Nara mengantar Kyuhyun sampai ke depan pintu rumah. Mereka berjalan sambil berpegangan tangan, seakan tak ingin berpisah satu sama lain. Keduanya berhenti saat sampai di depan pintu.

 

 

“Nanti siang kau mau makan apa, Kyu?”

 
Sejak menikah, Kyuhyun memang selalu pulang ketika jam makan siang. Ia selalu menyempatkan diri untuk makan siang di rumah, kecuali jika ia mempunyai janji dengan rekan binis atau sahabatnya.

 
“Sepertinya nanti siang aku tak bisa pulang, Ra-ya. Aku sudah ada janji makan siang, dan malam ini jangan menungguku, aku akan pulang terlambat, karena aku harus lembur. Banyak pekerjaan yang sudah mendekati deadline,” sahut Kyuhyun dengan wajah lesunya.
“Baiklah, Kyu. Tapi kau benar-benar harus makan dengan baik, jangan hanya fokus dengan kertas-kertas membosankan itu, dan juga jangan pulang terlalu malam,” cerocos Nara mengingatkan Kyuhyun, karena gadis itu tahu bahwa Kyuhyun saat bekerja akan melupakan segalanya, termasuk makan sekalipun. Karena itulah Nara meminta Kyuhyun untuk pulang ke rumah saat makan siang, agar ia bisa selalu mengontrol pola makan suaminya itu.

 
Yes, Ma’am,” seru Kyuhyun semangat.
Mereka terkekeh.
Kyuhyun mengecup bibir merah Nara sekilas, lalu kecupan itu berpindah ke kening Nara, itu ritual rutin mereka sebelum Kyuhyun berangkat ke kantor.

 
“Aku berangkat,” bisiknya pada Nara. Gadis itu mengangguk.

 
“Hati-hati, Kyu.”

 
Kyuhyun menanggapinya dengan senyuman. Pria itu memasuki mobilnya, sejurus kemudian mobil itu mulai meninggalkan pekarangan. Nara terus memerhatikan mobil itu, sampai menghilang di balik pagar besi rumah mewah itu. Setelahnya ia kembali melangkah ke dalam rumah.

 

***

 

Cho Corporation Building, Seoul.

09.00 AM KST

 

“Yak! Cho Kyuhyun, apa saja yang kau lakukan, hah? Kau membuatku menunggu lama. Dua jam lagi pesawatku take off dan aku akan membunuhmu jika sampai aku ketinggalan pesawat!”

 
Kedatangan Kyuhyun di kantornya disambut oleh teriakan Siwon yang menumpahkan kekesalan karena keterlambatan Kyuhyun. Bagaimana pria itu tidak kesal? Ia sudah menunggu Kyuhyun dari pukul setengah delapan tadi, sementara Kyuhyun baru menampakkan batang hidungnya pukul sembilan.

 
“Yak! Hyung, aku minta maaf. Aku telat bangun, makanya aku juga telat sampai ke sini.” Kyuhyun meminta maaf pada Siwon tanpa nada penyeselan. Pria itu melangkah menuju sofa yang terletak di ruangan kantornya, lalu memilih menjatuhkan bokongnya pada salah satu sofa yang berhadapan dengan Siwon.

 

“Memangnya apa yang kau lakukan semalam sampai kau telat bangun?” Siwon bertanya dengan kesal.

 
“Bergulat ditempat tidur bersama istriku,” jawab Kyuhyun dengan santai dan tampang tak berdosa.

 
“Aku menyesal menanyakan itu,” dengus Siwon yang semakin kesal pada Kyuhyun.

 
“Makanya kau harus secepatnya menikah, Hyung, agar kau tahu bagaimana nikmatnya ‘bergulat’ di ranjang,” kelakar Kyuhyun sambil terkekeh. Ia merasa punya bahan untuk menggoda sahabatnya ini.

 
“Sudahlah, lebih baik kita ke ruang meeting saja, yang lain sudah menunggu di sana.”

 
Siwon langsung berdiri dari sofa lalu melangkah menuju pintu keluar ruangan  Kyuhyun. Pria itu semakin kesal karena Kyuhyun menyinggung-nyingung soal status dirinya yang masih melajang di usia matangnya. Sedangkan Kyuhyun masih terkekeh melihat sahabatnya itu, lalu langsung berdiri menyusul Siwon.
***

Kyuhyun’s Home, Gangnam, Seoul.

10.00 AM

 

Nara sedang asik menyiram bunga-bunga cantiknya di dalam green house yang terletak di halaman belakang rumah. Gadis itu bersenandung kecil menikmati kegiatan rutinnya ini. Ia memang selalu menghabiskan waktu di green house-nya ini sambil merawat bunga-bunga cantik yang diberikan Kyuhyun setiap tanggal pernikahannya, setiap bulan. Kyuhyun lebih suka memberi tanaman-tanaman hias itu untuk dirawat istrinya, daripada memberi sebuket bunga.

 
Ia tahu bahwa Nara sangat menyukai bertanam bunga dan merawat sendiri bunga-bunga itu. Nara bisa menghabiskan waktunya sambil menunggu Kyuhyun pulang dari kantor bersama bunga-bunga kesayangannya itu.

 
Walaupun Nara terlahir dari keluarga berada, tapi Kyuhyun tahu, istrinya itu bukanlah type wanita sosialita yang suka menghabiskan waktu di salon, pusat perbelanjaan ataupun di kafe-kafe bersama sosialita lainnya. Karena Nara lebih suka menghabiskan waktu di rumah, merawat tanaman-tanaman di green house-nya.

 
“Lihatlah bunga-bunga itu, mereka terlihat bahagia karena dirawat dengan baik oleh seorang gadis cantik.”

 
Suara itu membuat Nara menghentikan aktivitasnya menyiram bunga-bunga di depannya. Nara menoleh ke asal suara.

 
Eommonim.”

 
Nara meletakkan gembor yang tadi ia gunakan untuk menyiram bunga-bunganya, lalu bergegas melangkah ke arah mertuanya, dan dengan seketika memeluk wanita paruh baya itu.

 
“Kenapa tak bilang mau kemari? Aku kan bisa memasak makanan yang enak untuk Eommonim.”

 
Nara mengajak mertuanya itu untuk masuk kedalam rumah dan duduk di sofa yang ada di ruang tengah.

 
“Tak perlu menyiapkan apa-apa, Nara-ya, hanya dengan melihatmu saja membuat Eommonim merasa berumur panjang.”

 
Perempuan paruh baya itu terlihat berbinar. Ketara sekali raut kebahagiaan tercetak di wajahnya.

 
“Aku akan usahakan untuk sering berkunjung kerumah Eommonim, agar Eommonim berumur panjang,” sahut Nara sambil tersenyum, ia merasa sangat disayang oleh mertuanya itu.

 
“Aku memang harus berumur panjang, untuk bisa menggendong baby Cho,” timpal Nyonya cho dengan wajah sendu.

 
Nara menundukan wajahnya. Gadis itu merasa bersalah karena belum bisa memberikan cucu untuk mertuanya.

 
“Maaf,  Eommonim ….” Nara bergumam.

 
Nyonya Cho tersadar, ia membuat menantu kesayangannya itu bersedih. Segera ia merubah raut wajahnya menjadi bahagia lagi.

 

“Aish, jangan terlalu dipikirkan, Nara-yaEommonim terkadang suka terbawa perasaan.”

 
Ia mencoba mencairkan suasana.

 
“Lagipula, usia pernikahan kalian masih baru. Eommonim yakin sebentar lagi benih Kyuhyun akan tumbuh di rahimmu,” Nyonya Cho berujar dengan semangat, mencoba  menghibur menantunya.

 
“Kalian sering melakukannya, kan?”

 
Pertanyaan vulgar nyonya Cho membuat pipi Nara bersemu merah. Sekarang ia tahu dari mana Kyuhyun mendapatkan kebiasaan berkata vulgarnya, ternyata itu diturunkan dari sang ibu.

 
Nara tersenyum malu-malu menanggapi pertanyaan mertuanya. Membuat Nyonya Cho mengerti dengan melihat ekspresi menantunya itu.

 
“Bagus!”

 
Wanita itu menepuk pelan pundak belakang Nara, menunjukan rasa bangganya pada menantunya.

 
Eommonim punya sesuatu untuk kalian.”

 
Nyonya Cho meletakkan 2 buah box berukuran sedang ke atas meja.

 
“Apa ini, Eommonim?” tanya Nara dengan wajah bingung, karena ia tak mengerti dengan isi box tersebut.

 
“Ini ramuan untuk mempercepat proses kehamilanmu,” jawab nyonya Cho. “Yang ini untuk Kyuhyun.” Wanita itu menunjuk box sebelah kanannya. “Dan yang ini untukmu. Kalian harus meminumnya 2 kali sehari, saat setelah sarapan pagi, dan malam sebelum tidur.” Nyonya Cho menjelaskan kepada menantunya itu.

 
“Kalian benar-benar harus meminumnya walupun rasanya tidak enak, Ini demi baby Cho,” ujar Nyonya Cho menekankan kalimatnya.

 
NdeEommonim.” Nara hanya mengangguk pasrah.

 
“Kau memang menantu kesayangan Eommonim.” Nyonya Cho tersenyum senang, ia sangat bersyukur memiliki menantu seperti Nara, karena gadis itu terlihat polos dan sangat penurut.
***

Cho Corporation Building, Seoul

10.00 AM KST

 

“Tenang, Hyung, aku yakin Donghae hyung bisa mengatasi masalah ini dengan strategi yang sudah kita rancang tadi!” seru Kyuhyun optimis.

 
Donghae sebagai direktur dari perusahaan konstruksi Cho Corp, Cho Enterprise, memang langsung terbang menuju Jeju untuk menyelesaikan masalah yang menghambat pelaksanaan proyeknya.

 
“Aku selalu percaya pada kinerja perusahaanmu, Kyu,” sahut Siwon tak kalah optimis. Keduanya saat ini tengah berada di ruangan Kyuhyun.

 
“Sebentar lagi impianmu akan terwujud, Hyung. Kau akan memiliki departement store terbesar di Asia, Aku yakin Lotte pun tak ada apa-apanya.”

 

Ucapan Kyuhyun membuat mereka berdua kembali tersenyum optimis.

 
“Oh benar, beberapa hari ini aku tak melihat ‘monyet yadong’, biasanya dia selalu membuat keributan di sini.”

 
Kyuhyun teringat dengan sahabatnya yang ia panggil monyet yadong itu, biasanya pria itu selalu berkunjung ke kantornya dan suka sekali tebar pesona, tapi beberapa hari ini pria itu tak datang.

 
“Dia masih berusaha mendapatkan gadis florist itu,” ujar Siwon menjawab pertanyaan Kyuhyun.

 
“Yang ia targetkan sejak 2 bulan lalu?” tanya Kyuhyun tak yakin.

 
“Benar,” jawab Siwon sambil tergelak.

 
“Apa pesona cassanova-nya sudah luntur?” tanya Kyuhyun lagi, dengan nada mengejek.

 
“Gadis ini sepertinya agak berbeda, ia sejak awal tak tertarik sedikitpun pada Hyukjae, bahkan terakhir kali kudengar ia mengguyur Hyukjae dengan air, karena tak mau pergi dari toko bunganya.”

 
“Apa?!” kaget Kyuhyun, karena biasanya para gadis akan selalu bertekuk lutut pada rayuan sahabatnya itu.

 
“Sepertinya mata gadis itu sangat normal,” tambahnya. Mereka berdua terpingkal, menertawakan nasib sahabatnya yang merasa paling tampan itu.

 
“Eo benar, Kyu, bagaimana kabar Nara? Sudah lama aku tak berbicara dengannya, aku merindukannya,” Siwon menerawang.

 
“Yak, Hyung! Jangan menghubungi istriku lagi!” Kyuhyun berteriak kesal. Pria itu tak menyukai kebiasaan Siwon yang sering menghubungi istrinya.

 
“Aku menghubunginya hanya untuk saling bertukar kabar. Cemburumu berlebihan sekali, Kyu. Aku tak mungkin menyukai istri sahabatku,” pungkas Siwon tak kalah kesal.

 
“Makanya, Hyung, kau carilah kekasih, agar kau mempunyai seseorang yang bisa kau hubungi setiap saat, jangan menghubungi istri orang.”

 
“Aish … kau benar-benar pencemburu,” dengus Siwon.

 
Kyuhyun hanya tersenyum menanggapinya.

 
“Bagaimana dengan Haera? Gadis itu sepertinya mempunyai kepribadian yang baik, dia juga memiliki pekerjaan yang bagus, dan dia terlihat sangat menyukaimu.”
Siwon hanya menanggapi perkataan Kyuhyun dengan senyum getirnya.
“Sepertinya aku harus pergi, karena pesawatku akan take off satu jam lagi.” Pria itu langsung berdiri dari sofa.
“O-o, Baiklah, Hyung.”
Kyuhyun mengikutinya berdiri.
“Semoga proyek ini berjalan dengan lancar.”
Siwon menepuk pelan lengan Kyuhyun, sejurus kemudian ia melangkah mendekati pintu utama ruangan itu, dan tenggelam di balik daun pintu.
Siwon telah sampai di lobi gedung berlantai 30 itu. Ia secara tak sengaja melihat sosok gadis yang dikenalnya, lebih tepatnya yang mereka -ia dan para sahabatnya kenal, gadis dari masa lalu mereka, cinta pertama Kyuhyun.
Apa Kyuhyun kembali berhubungan dengannya?” pikir Siwon. Sementara gadis itu melenggang memasuki lift, menekan angka 30, menuju ruang CEO perusahaan itu.

 

TBC

107 thoughts on “When The Smile Being Ornate Part 1

  1. Pertama buat ktitikan nya ff nya masih kurang menarik ,dah gitu alurnnya juga yg cepat bangettt dan konflik yg tiba tiba di akhir cerita tadi jadi gak nyambung banget ceritanya
    Dan yg kedua ada satu hal yaitu ff ini memiliki kharisma yg kuat
    Ya meskipun ceritanya rada gaak masuk
    Tetap semangat ngelanjutinnya

    Suka

  2. Buat apa si masa lalu itu dtg lagi?
    Paling ga suka kaao udah gini bawaanmya pengen tabok itu cwek! Ntar ujung2nya mereka lasti selingkuh!!
    Menyebalkan😈

    Suka

  3. apa benar yang siwon fikirkan ?? kyuhyun selingkuh ??
    aduh thor tbc di saat yang tidak tepat… next partnya jangan lama lama ya thor penasaran banget nih hehehe….
    semangat thor !!!!!

    Disukai oleh 1 orang

  4. Blm kliatan konfliknya, mungkin krn baru part awal kali ya? Bisa jadi cinta pertama kyuhyun atw Nara yg tak kunjung hamil yg bakal jadi konfliknya .. atw siwon mungkin??
    Aq cuma bisa nebak2 doang…

    Disukai oleh 1 orang

  5. kayaknya kyuhyun gak selingkuh. mungkin emang cewek itu baru balik dari mana dan baru mau menemui kyuhyun setelah sekian lama. atau emang dia gencar mau dapetin kyu lagi. makanya ke kantor kyuppa. tapi ada kemungkinan kyu main jugasih. tapi entahlah.

    semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaattttttttttt

    Disukai oleh 1 orang

  6. Aaakkk aku merindukan ff lovey dovey kyuhyun yg menggemaskan..akhirnyaa ada jg yg mewujudkannya..hihi

    Sukaa untuk cerita awal dan berharaaaap banget badainnya jangan besar-besar gitu authornim, lelah hati ini kalau konflik nya yg berat-berat, cukup beban hidup aja yg berat tp untuk ff jangan #eehh curhat

    Aku menerima alur cerita ini mau dibawa kemana kok authornim..hahaha
    Karna sepenuhnya cerita milik author ^^ sepertinya aku ga melihat ada typo atau aku emang sudah terbiasa dengan typo-typo jdi udh ga sadar? Hihi..typo mah wajar kok thor klau lagi nulis segini banyak..lgi ngerjain tugas aja bisa typo, pasti ada lah typo dikit-dikit mah ^^

    Ditunggu part selanjutnya yaa..semoga selalu manis-manis kyk reader disini (?)
    Fighting ^0^9

    Disukai oleh 1 orang

    • Nah cakep nih.. selagi ga terlalu mengganggu gpp lah ya typo. Novel terbitan mayor yang udh lewat meja editor aja masi ada typo kq, apalagi ff yg authornya suka khilaf wkwkwk
      Tunggu aja ya kisah ‘manis’ mereka😉😉

      Suka

    • Iyaaa betuul, kalau ga ada typo malah jadi hambar gitu thor..hihi
      Yeaaayy..amat sangat menanti cerita selanjutnya dari couple ini..hoho ^^

      Suka

  7. Siapakah cinta pertama kyuhyun? dan apa maksud dari kyuhyun tidak bisa makan siang dan makan malam? apa kyuhyun berselingkuh bersama mantannya? itu tidak mungkin kan? uh naranya cepat hamil dong saeng 😉 hhe siwon oppa mah buat aku aja ❤ hhi saeng punya blog pribadi gak? boleh minta??? hhi

    Disukai oleh 1 orang

    • Tengkyu buat kritikannya.😉😉
      Typo itu udh makanan author. Ngetik sebanyak itu pasti banyak typo, aku udh mencoba meminimalisir, tpi mngkin ada yg luput dari perhatianku.
      Ini meceritakan kehidupan pernikahan, menurutku ga perlu ada awal hubungannya, baca dlu part berikutnya, baru bisa komen kecepetan atau enggak. Ini masi awal buat dibilang alurnya kecepetan😆😆😆

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s