Passion spell


image

Passion spell



Author : Princess Evil Clouds



Tittle : Passion spell



Category: Fantasy, Mature.



Cast: Cho Kyuhyun, Song Ji Yoo, Kim Yesung, Kim Hyemi.



Author’s note:  Hai …  saya kembali lagi tapi dengan cast yang berbeda karena FF ini special for secret admire :p . Dan buat para admin lainya saya ucapkan juga banyak-banyak terima kasih. God Always blessing you all, juga para readers yang selalu memberi masukan pada karya saya.



Disclaimer: This story is mine, but character not mine. OOC, typo(s), NOT REAL, this story just for entertaint. If you don’t like, don’t read ^^.

Song Ji Yoo sejak tadi gadis cantik yang memiliki rambut coklat gelap dan mata kelabu itu terus membolak-balik buku yang sangat tebal, buku itu tidak lain adalah buku kumpulan beberapa mantra yang diberikan oleh ayahnya beberapa hari yang lalu. Tujuan ayahnya memberinya buku itu adalah agar Ji Yoo dapat menghapal mantra-mantra yang ada di dalam buku itu. Karena tuan Song akan memasukkan putri satu-satunya itu ke dalam sekolah sihir, tempat di mana dia dulu juga belajar tentang ilmu sihir.

Ya. Song Yoon Joon di masa mudanya dia adalah seorang penyirih dari Klan Wardlaw, setelah dia lulus dari sekolah sihir dia dan istrinya yang bernama Song Ji Hye memutuskan untuk mengabdikan dirinya pada masyarakat.

“Song Ji Yoo cepat kemasi barang-barangmu yang akan kau bawa ke asrama!” teriak Yoon Joon, suara ayahnya terdengar begitu keras membuatnya menutup kedua telinganya dengan tangannya.

“Tidak bisakah aku bersekolah di sekolah yang biasa saja? Aku tidak mau belajar ilmu sihir,” dengusnya saat melihat sang ayah sudah berada di ambang pintu.

“Kau adalah keturunan penyihir, jadi kau harus menguasai ilmu sihir.” Sang ayah masih berusaha memberi penjelasan pada putrinya itu. Karena tugas dari seorang penyihir dari klan Wardlaw adalah untuk menjaga keseimbangan dunia sihir dan muggle maupun penyihir makhluk gaib. Seluruh spesies makhluk hidup harus diperlakukan sama tidak dibeda-bedakan.

“Kau adalah penerus ibu dan ayah jika nanti ayah dan ibu sudah tiada.” Ji Yoo menatap mata Yoon Joon kala sang ayah mengatakan hal itu, dia terdiam cukup lama lalu ayahnya berjalan ke arah ranjang di mana dia sejak tadi duduk bersama dengan buku tentang sihir itu.

Yoon Joon mengusap kepala Ji Yoo dengan lembut dan tersenyum manis padanya.

“Kau tahu mengapa ayah dan ibu lebih memilih mengabdikan pada masyarakat?” Ji Yoo menggeleng pelan saat ayahnya bertanya hal itu.

“Karena ayah dan ibumu disingkirkan oleh penyihir dari klan Sutton karena telah membela kaum Muggle,” sambung Yoon Joon.

“Lalu bagaimana dengan klan Muggle sekarang?” tanya Ji Yoo penasaran.

“Entahlah, para penyihir telah melarang klan Muggle untuk belajar ilmu sihir di asrama Hogsmeade. Karena menurut  penyihir klan BradFord, Muggle tetap tidak akan bisa menjadi penyihir hebat karena kekuatan mereka yang sangat melam.”

“Kasihan sekali,” ujar JI Yoo pelan.

“Jangan dipikirkan tugas seorang penyihir dari klan Wardlaw adalah untuk belajar ilmu sihir. Setelah itu mengabdikan diri pada masyarakat untuk segala hal, terutama dalam penyembuhan penyakit.” Yoon Joon menjelaskan secara detail kepada Ji Yoo yang belum paham akan dunia sihir itu.

Ji Yoo menghela napas panjang, “Aku tahu. Tapi aku tidak yakin akan betah tinggal di asrama.”

“Di sana banyak teman yang akan menemanimu tidak seperti di rumah.” Yoon Joon masih berusaha membujuk Ji Yoo.

“Baiklah kalau begitu, tapi aku ingin ayah dan ibu menjenguku setiap bulan.”

“Peraturan di asrama Hogsmeade hanya memperbolehkan bertemu dengan keluarganya tiga bulan sekali,” ujar Yoon Joon tegas.

“Tiga bulan itu waktu yang lama.” Ji Yoo mulai merengek.

“Jika kau sudah masuk ke sana tiga bulan bukanlah waktu yang lama.”

“Kenapa kita harus terlahir dari keturunan penyihir?” tanya Ji Yoo dengan wajah kesal, hal itu membuat Yoon Joon semakin bertambah kesal karena menghadapi sifat gadi itu yang sangat keras kepala.

“Kau menyalahkan garis keturunan kita yang dari klan penyihir?” Nada suara Yoon Joon mulai berubah matanya menatap tajam Ji Yoo. Hal itu membuat nyali gadis itu menciut untuk melawan argumen ayahnya lagi.

“Baik-baik aku akan ke asrama penyihir,” ujar Ji Yoo pada akhirnya,Yoon Joon langsung memeluk tubuh Ji Yoo dengan erat hatinya bahagia saat melihat putrinya mau pergi ke asrama.

“Kalau begitu kemasi barang-barangmu, lalu kita akan berangkat bersama keluarga Hyemi.” Ji Yoo mengangguk pelan dia lalu berjalan ke arah lemari, mengambil koper yang berada di atas lemari. Setelah itu memasukkan semua baju dan barang-barang miliknya yang akan dibawanya ke asrama.

Setelah hampir tiga puluh menit berkemas dia langsung turun ke lantai bawah, di sana dia melihat Hyemi dan ayahnya sudah siap.

“Pagi Ji Yoo,” sapa Hyemi sahabatnya sejak kecil, Ji Yoo membalas sapaan Hyemi dengan senyum lembut.

“Ayo kita berangkat sekarang!” ajak Yoon Joon, Hyemi dan ayahnya segera berdiri dari tempatnya. Sedangkan Ji Yoo menatap wajah Ji Hye dengan tatapan sendu membuat mata Ji Hye berlinang air mata. Ji Yoo langsung menghampiri ibunya memeluk tubuhnya dia mulai terisak pelan karena akan berpisah dengan ibunya selama satu season.

“Asataga umurmu sudah dua puluh tiga, mengapa kau masih bersikap seperti anak kecil?” Ji Hye langsung mengusap air mata putrinya yang mulai mengalir.

“A-aku pasti akan merindukan ibu,” ucapnya sambil terisak pelan.

“Ibu dan ayah akan mengunjungimu setelah tiga bulan.”

“Tapi itu waktu yang lama,” rengeknya lagi.

“Sudah cepat berangkat.” Akhirnya Ji Yoo  pasrah dia kemudian mengecup pipi ibunya, dan berangkat untuk menuju asrama Hogsmeade. Di mana para penyihir muda akan berlatih ilmu sihir mereka sehingga mereka bisa penyihir yang hebat seperti para leluhur mereka.

Yoon Joon memasukkan koper-koper Ji Yoo ke dalam mobil ayah Hyemi, sedangkan Ji Yoo sudah duduk manis di kursi penumpang bersama dengan Hyemi. Setelah barang-barang Ji Yoo masuk ke dalam koper Yoon Joon juga ikut masuk ke dalam mobil dia duduk di sebelah ayah Hyemi.

“Apakah semua sudah siap?” tanya Dong Woo ayah Hyemi.

“Sudah,” jawab Hyemi dan Ji Yoo bersamaan, Dong Woo lalu mulai mengemudikan mobilnya dengan perlahan. Salju mulai turun  karena bulan ini mulai memasuki membuat udara hari itu begitu dingin.

“Ingat taati semua peraturan yang ada di sana.” Yoon Joo berusaha memperingati Ji Yoo dan Hyemi.

“Apakah peraturan di sana sangat ketat?” tanya Hyemi.

Dong Woo menyahut. “Dulu saat ayah dan paman Yoon Joo belajar ilmu sihir di sana peraturannya sangat ketat.”

“Jika ada yang ketahuan melanggar atau ketahuan tidak tertib maka tak segan-segan para senior akan menghukum kami,” sahut Yoon Joon sambil menerawang jauh mengingat masa-masa muda mereka saat di asrama Hogsmeade.

“Apakah ayah dan ibu dulu juga seorang teman?” tanya Ji Yoo tiba-tiba, Yoon Joon terkekeh pelan mendengar pertanyaan putrinya.

“Lebih tepatnya seorang musuh.”

“Musuh?” Ji Yoo membeo.

“Ya. Ayah dan ibumu dulu adalah seorang musuh, karena ibumu adalah penyihir dari klan Maitlend yang tidak suka kepada klan Wardlaw.”

“Kisah cinta yang aneh.” Ji Yoo hanya mengangguk-anggukan kepalanya, kemudian dia menatap ke arah samping saat melihat hamparan salju yang membentang di pintu masuk asrama Hogsmeade. Mereka tidak menyangka jika akan cepat sampai ke tempat itu, saat ayah Hyemi mulai menghentikan mobilnya di pelataran asrama.

Ji Yoo dan Hyemi langsung turun dari mobil dia melihat sekeliling asrama bangunan asrama Hogsmeade yang menjulang tinggi ke atas, arsitek bangunan itu memiliki ciri khas Romawi kuno. Yoon Joon dan Dong Woo mulai menurunkan koper milik putri-putri mereka.

“Ayah hanya bisa mengantarmu sampai di sini saja.” Yoon Joon berkata pada Ji Yoo pelan membuat gadis itu terlihat murung.

Dong Woo pun menyahut, “Aku harap kalian betah di sini. Dan jangan ada yang membuat kesalahan.”

Ji Yoo dan Hyemi hanya mengangguk pelan sejujurnya Ji Yoo tidak ingin masuk asrama ini, dia ingin sekali hidup normal seperti manusia lainnya tidak dibayang-bayangi oleh ilmu sihir.

“Lebih baik kalian cepat masuk!” perintah Yoon Joon, Ji Yoo segera memeluk tubuh ayahnya dia mulai terisak pelan.

“Jangan menangis itu akan membuatmu terlihat lemah.” Yoon Joon berusaha menasehati Ji Yoo.

“Bagaimana jika aku tidak bisa beradaptasi dengan teman-temanku?”

“Ayah yakin kau pasti bisa,” ujar Yoon Joon menyemangati Ji Yoo.

Ji Yoo lalu melepas pelukannya dan mengecup pipi ayahnya. “Aku akan masuk.” Dia mulai mengambil koper miliknya dan masuk ke dalam asrama itu bersama Hyemi, saat mereka mulai masuk ke dalam aula loceng yang berada di atas menara langsung berbunyi sangat kencang. Membuat semua siswa yang sudah berkumpul di dalam aula menolah ke arah Ji Yoo dan Hyemi.

Di tatap dengan tatapan aneh oleh siswa lainya membuat mereka berdua tersenyum canggung, jujur saja hati mereke berdebar kencang saat berjalan mendekat dan bergabung ke arah siswa lainya. Saat mereka sudah bergabung dengan siswa lainnya mereka berdua segera memakai jubah warna hitam, yang tidak lain adalah seragam dari asrama Hogsmeade.

Suasana tiba-tiba hening saat mereka melihat para senior berjalan dari arah koridor menuju ke arah aula, Ji Yoo dapat melihat ada tiga orang lelaki yang dua masih muda yang satunya sudah berusia paruh baya. Di belakang mereka ada lagi tiga orang perempuan satunya masih sangat muda dan yang dua lainnya sudah terlihat sangat tua.

Para senior pun sudah berkumpul di hadapan mereka membuat para siswa yang berada di aula Hogsmeade langsung diam dan memandang ke arah depan. Pandangan Ji Yoo tiba-tiba tertuju pada salah satu senior yang sejak tadi menatapnya dengan senyum miring, membuat Ji Yoo merasa kikuk dan salah tingkah saat ditatap seperti itu.

“Kenapa senior itu terus menatapmu?” bisik Hyemi.

“Aku juga tidak tahu, kenapa dia menatapku seperti itu?”

“Perhatian … perhatian …” ucap salah satu senior membuat para siswa memperhatikan senior itu.

“Selamat datang di asrama Hogsmeade untuk season ini, kami harap kalian bisa belajar ilmu sihir dengan baik di sini.” Senior itu mengucapkan hal itu begitu lantang.

“Baiklah kami akan memperkenalkan nama kami masing-masing mulai dari ujung sana. Silakan Cho Kyuhyun perkenalkan diri anda.” Senior itu mulai menyuruh Kyuhyun untuk memperkenalkan dirinya.

“Perkenalkan nama saya Cho Kyuhyun saya penyihir dari klan Bradford. Dan saya adalah pewaris dari asrama Hogsmeade ini.” Kyuhyun  mengucapkan itu dengan nada sedikit angkuh dan percaya diri, membuat para siswa bertepuk tangan dan para siswa perempuan mulai terkesima akan ketampanan seorang Cho Kyuhyun. Begitu halnya dengan Ji Yoo jatungnya berdetak kencang sejak tadi karena lelaki yang bernama Cho Kyuhyun itu terus menatap kerahnya. Cho Kyuhyun lalu memperkenalkan lelaki yang ada di sampingnya.

“Perkenalkan nama saya adalah Kim Yesung, saya adalah penyihir dari klan Maitland,” ujarnya tak kalah lantang, kemudian perkenalan berlanjut.

“Saya adalah Kim Yong Jin penyihir senior di sini,” ujar lelaki paruh baya itu, perkenalan itu berlanjut lagi hingga yang menjadi terakhir adalah seorang wanita cantik dan sexy.

“Perkenalkan saya adalah Kim Sojin saya adalah penyihir dari klan Maitland,” ujarnya sinis matanya pun menatap tajam ke arah para siswa.

Setelah perkenalan itu semua siswa diminta para senior untuk pergi ke kamar masing-masing, kamar Ji Yoo dan Hyemi terpisah. Ji Yoo mendapatkan kamar di sayap selatan sedangkan Hyemi mendapatkan kamar di sayap utara, hal itu membuat keduanya mendengus kesal karena tidak berada di kamar yang berada di sayap yang sama.

“Ya Tuhan kita terpisah jauh,” keluh Ji Yoo.

“Tidak apa-apa kita masih bisa bertemu,” ujar Hyemi menyemangati sahabatanya yang terlihat tidak bersemangat. Ji Yoo hanya mengangguk pelan kemudian dia mulai berjalan menuju arah kamarnya, saat dia mulai melewati koridor yang cukup gelap dia merasa seperti ada yang memperhatikan. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri akan tetapi tidak ada siapa pun di sana, dia juga merasa aneh mengapa dia ditempatkan di sayap selatan sedangkan rata-rata siswa lainnya ditempatkan di sayap utara.

Dia masih terus berjalan tiba-tiba saja melihat salah satu seniornya yang tak lain adalah Cho Kyuhyun sedang berdiri di depan pintu kamar.

“Se-senior Cho,” ujar Ji Yoo memberi salam, sambil menundukkan kepalanya. Cho Kyuhyun hanya tersenyum miring melihat Ji Yoo, dia menelusuri tubuh Ji Yoo dari bawah sampai atas, dan tatapan mata Kyuhyun berhenti pada dada gadis itu. Merasa ditatap aneh oleh Kyuhyun, Ji Yoo segera mengeratkan jubahnya lagi-lagi lelaki itu hanya tersenyum miring.

“Kamarmu bersebelahan dengan kamarku,” ucapnya singkat lalu Kyuhyun langsung masuk ke dalam kamar miliknya. Meninggalkan Ji Yoo yang masih berdiri di sana dengan jantung yang berdebar kencang, entah kenapa setiap kali dia ditatap seperti itu oleh Kyuhyun jantungnya tidak dapat terkontrol.

“Astaga apa yang terjadi padaku?” tanya Ji Yoo  pada dirinya, kemudian dia menggelengkan kepalanya pelan dan segera masuk ke dalam kamar yang tadi telah ditunjukan oleh Kyuhyun. Saat dia mulai masuk dia melihat kamar itu begitu luas mirip kamarnya, ukiran-ukiran di dinding kamar itu juga terasa sangat kuno akan tetapi tidak mengurang nilai keindahan pada kamar itu.

Ji Yoo langsung meletakkan koper miliknya di sisi ruang lenih tepatnya di samping lemari pakaian, setelah itu dia berkeliling memutari kamarnya dan membuka jendela kamarnya. Angin sepoi-sepoi langsung masuk ke dalam kamarnya setelah dia membuka jendela, dia kembali berjalan menuju ranjang dan merebahkan menatap langi-langit kamar dan berusaha memejamkan matanya. Belum ada beberapa menit dia memejamkan matanya tiba-tiba ada seekor burung merpati masuk ke dalam kamarnya.

Ji Yoo langsung membuka matanya dan mendapati burung merpati ini tengah berdiri di atas nakas, dia melihat kaki burung itu ada sebuah kertas yang diikatkan dengan kaki burung itu. Dia mengambil kertas itu dengan membuka pita yang diikatkan dengan kaki burung itu.  Dia mulai membaca tulisan yang tertulis dalam kertas tersebut keningnya langsung berkerut saat membaca tulisan yang aneh baginya.

Keluar dari kamarmu dan temui aku. Itulah yang tertulis dalam kertas itu.

“Siapa yang mengirim ini?” bisiknya pelan, awalnya dia sempat ragu akan tetapi dia segera menepis keraguan dalam benaknya dia berpikir mungkin saja itu dari Hyemi. Dia langsung melempar kertas itu dan berlari ke arah luar, saat dia mulai membuka pinta dia melihat Kyuhyun lagi-lagi tengah berdiri di depan pintunya.

“Senior Cho,” bisik Ji Yoo.

Imperius,” ujar Kyuhyun sambil mengarahkan tongkatnya ke arah Ji Yoo dalam seketika pandangan mata Ji Yoo menjadi kosong bahkan dia bagai orang linglung.

“Kemarilah!” perintah Kyuhyun, Ji Yoo berjalan mendekat ke lelaki itu saat jarak di antara mereka tingga beberapa senti Kyuhyun langsung meraih tangan Ji Yoo dan membawanya masuk ke dalam kamar miliknya. Ji Yoo hanya menurut saja tanpa menolak sedikit pun, mantra yang diucapkan Kyuhyun memang jenis mantra yang bisa membuat orang yang disihirnya menuruti perintahnya.

“Buka bajumu sayang,” bisik Kyuhyun tepat di telinga Ji Yoo,  dengan segera dia langsung membuka satu persatu baju yang dikenakannya hingga tak ada satu pun kain yang menutupi tubuhnya. Melihat tubuh telanjang gadis itu Kyuhyun langsung mendorong tubuh Ji Yoo ke ranjang miliknya, matanya berubah gelap seketika melihat pahatan indah tubuh gadis itu.

Dengan segera Kyuhyun juga membuka satu persatu baju miliknya hingga dia juga sama-sama telanjang seperti Ji Yoo, kemudian dia menindih tubuh gadis itu. bibirnya segera melumat bibir Ji Yoo. Ji Yoo yang dia kuasai oleh mantra sihir yang diucapkan Kyuhyun dia pun membalas ciuman yang diberikan Kyuhyun, bibir mereka saling memagut satu sama lain. Kyuhyun mendorong lidahnya masuk di sela-sela bibir Ji Yoo, membelainya dan memainkan lidanya.

Ciuman Kyuhyun turun ke leher Ji Yoo menyesapnya pelan. dan meninggalkan jejak basah di sana. Tak hanya itu gigi Kyuhyun mulai menggigit cuping milik Ji Yoo dan membisikkan kata-kata romantis pada gadis itu. Ciuman Kyuhyun lalu turun ke lekuk payudara Ji Yoo dan menggigit puting payudaranya. Tangannya dia gunakan untuk meremas pelan payudara satunya, dan membat gadis itu melenguh pelan.

Gairah Kyuhyun semakin tak terkendali melihat tubuh Ji Yoo yang basah akan keringat, dia mulai merenggangkan pahanya dan mulai memasukkan kejantannyanya ke dalam kewanitaan gadis itu. Saat Kyuhyun mulai memasukkan kejantanannya dia merasakan ada suatu yang menghalanginya, dia semakin mendorong tubuhnya hingga berhasil menerobos penghalang itu.

Kyuhyun melihat Ji Yoo meringis pelan dia segera mencium kembali bibirnya agar rasa sakit yang Ji Yoo rasakan bisa berkurang. Setelah cukup lama dia dia tidak bergerak agar miliknya dapat menyesuaikan tubuhnya dengan tubuh gadis itu, setelah itu dia mulai bergerak pelan. Menggerakkan tubuhnya maju mundur membuat Ji Yoo mengerang pelan saat kejantanan Kyuhyun menyentuh titik paling dalam miliknya.

Suara erangan dan desahan milik keduanya saling berpacu memenuhi kamar itu. Kyuhyun masih terus mendorong kejantanannya sedang Ji Yoo terus meremas rambut Kyuhyun karena menerima siksaan kenikmatan yang diberikan lelaki itu. Dinding kewanitaan Ji Yoo meremas kuat milik Kyuhyun membuat lelaki itu terus mengerang puas setiap kali mencapai puncak, hingga keduanya mengerang bersama saat mereka mendapatkan puncak kepuasan.

Cairan hangat langsung memenuhi rahim Ji Yoo napas keduanya terengah-engah, karena merasa lelah dengan aktivitas panas yang mereka lakukan barusan. Kyuhyun langsung menggulingkan tubuhnya ke samping tubuh Ji Yoo, menyelimuti tubuh gadis itu dengan selimut. Dia menoleh ke arah gadis yang mulai terlelap itu menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya, dia mulai mendekatkan wajahnya ke telinga gadis itu dan berbisik.

“Kau adalah miliku mulai saat ini.”

Samar-samar Ji Yoo mendengar bisikan di telinganya dia mulai membuka matanya meskipun rasa lelah mendera tubuhnya. Saat dia mulai membuka matanya Kyuhyun kembali mengucapkaan sebuah mantra untuknya.

Confundo,” ujar Kyuhyun sambil mengarahkan tongkat sihirnya ke arah Ji Yoo.

Obliviate,” sambung Kyuhyun.

“Bangun dan kembali ke kamarmu, lupakan apa yang terjadi di antara kita hari ini.” Kyuhyun menyuruh Ji Yoo untuk segera bangun, dengan cepat gadis itu langsung terbangun dan mulai memakai bajunya kembali.

“Tidur dan bangun nanti malam untuk acara makan malam. Kau mengerti?” ujar Kyuhyun sekali lagi, Ji Yoo hanya mengangguk pelan dan menuruti perintah Kyuhyun dia bagai orang linglung.

Ji Yoo lalu keluar dari kamar Kyuhyun dengan langkah yang tertatih, saat dia keluar ternyata Yesung sedang melewati koridor kamar Ji Yoo. Dia melihat Ji Yoo bagai orang kebingugan tatapan mata kosong, setelah Ji Yoo masuk ke dalam kamar Yesung masuk ke dalam kamar milik Kyuhyun dengan tatapan tajam.

“Apa yang kau lakukan padanya?” tanya Yesung dengan nada tajam, dia masih melihat Kyuhyun duduk di atas ranjang dengan keadaan telanjang dengan buku di atas pangkuannya.

“Apa maksudmu Kim Yesung?” Kyuhyun malah berbalik tanya.

“Kau pikir aku tidak tahu yang kau lakukan bersamanya?” Nada bicara Yesung semakin ketus.

“Jangan ikut campur urusanku!”

“Kau ingin mengulang kejadian beberapa tahun yang lalu?”

“Apa maksudmu?” Kening Kyuhyun berkerut mendengar pertanyaan Yesung.

“Kau pura-pura lupa? Ayahnya dikeluarkan dari asrama ini gara-gara menjalin hubungan dengan muridnya sendiri.” Yesung mencoba mengingatkan kejadian beberapa tahun yang lalu saat ayah Ji Yoo diusir dari Hogsmeade karena ketahuan menjalin hubungan dengan salah satu murid dari penyihir klan Maitland.

“Aku tidak lupa akan hal itu. Tapi bagaimana jika aku menyukainnya tidak maksudku mencintainya?”

“Jangan bodoh!”

“Kau melarangku? Aku pemilik dari Hogsmeade jadi aku berhak melakukan apa saja.”

“Terserah, aku hanya mencoba mengingatkanmu.” Yesung langsung pergi dari kamar itu dengan raut muka kesal, begitu pula dengan Kyuhyun tangannya terkepal erat memegang buku yang ada di pangkuannya.

“Aku harus membuatnya jatuh cinta padaku,” desisnya tajam.

Sekembalinya Ji Yoo dari kamar Kyuhyun dia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, dia mulai memejamkan mata karena merasakan sangat letih pada tubuhnya.

***

Matahari mulai terbenam ke peraduannya akan tetapi Ji Yoo masih enggan untuk bangun dari tidurnya, dia merasakan badannya sakit terutama di area intim. Dia merasa bingung kenapa terasa begitu ngilu dan perih padahal sebelum dia tertidur tadi tidak merasakan apa-apa. Akhirnya dia segera bangun karena malam ini akan makam malam bersama para siswa di asrama ini, dia berjalan tertatih ke arah kamar mandi dengan menahan rasa sakit di daerah intimnya.

“Ya Tuhan kenapa perih sekali?” bisik Ji Yoo pelan, dia lalu mulai membuka baju yang dia kenakan satu persatu kucuran air shower langsung mengguyur tubuh Ji Yoo. Dia merasa aneh saat menggosok tubuhnya saat melihat ada bercak merah keunguan yang berada di dada dan juga perutnya.

“Kenapa ini? Padahal tidak sakit.” Ji Yoo menyentuh tanda kemerahan itu, namun dia tidak memedulikan hal itu kerena mungkin saja itu karena tubuhnya yang merasa lelah dan sehingga darah sukar membeku. Setelah dia membersihkan diri, dia segera keluar dari kamar mandi dan mengambil baju yang berada di dalam koper lalu memakainya.

Setelah rapi dengan baju yang dipakainya dia segera keluar dari dalam kamar, dia melihat Kyuhyun juga keluar dari dalam kamarnya. Pandangan mata mereka bertemu membuat jantung gadis itu berdetak kencang.

“Se-senior Cho,” ujar Ji Yoo dengan lirih, Kyuhyun berjalan ke arahnya dengan senyum miring.

“Cepat ke ruang makan, kau bisa terlambat untuk makan malam.” Kyuhyun segera menyuruh Ji Yoo untuk segera menuju ruang makan. Gadis itu hanya mengangguk pelan dan segera beranjak dari tempat itu, jantungnya semakin tak terkendali saat berpapasan dengan Kyuhyun. Aroma tubuh lelaki itu begitu memabukkan  membuat sel-sel sarafnya menjadi tak terkendali.

Ji Yoo terus berjalan menuju arah ruang makan Cho Kyuhyun juga berjalan di belakangnya membuat dia semakin gugup, entah kenapa dia menjadi seperti ini. Dari kejauhan dia melihat Hyemi sudah bergabung dengan para siswa yang lain, dia segera berlari dan duduk di samping sahabatnya itu.

“Kalian harus makan dalam waktu tiga puluh menit. Jika masih belum selesai dalam waktu tiga puluh menit kami akan menghukum kalian,” ujar Kyuhyun penuh penekanan.

Dengan segera Ji Yoo dan Hyemi segera memakan hidangan yang tersaji di atas meja makan, para senior mengawasi mereka sembari duduk di meja yang telah di sediakan khusus untuk para senior. Tatapan mata Kyuhyun terus tertuju pada Ji Yoo sehingga membuat Sojin merasa kesal.

“Kau menyukai gadis itu?” tanya Sojin.

“Apa pedulimu?”

“Tentu saja aku peduli, dia adalah penyihir dari klan Wardlaw. Penyihir penghianat.” Sojin mengetakan hal itu dengan nada tidak suka dan cenderung ketus.

“Aku tidak peduli, karena aku mencintainya.” Ucapan Kyuhyun sontak membuat para senior membelalak tak percaya, tak terkecuali Sojin yang sejak dulu memang menyukai lelaki itu.

Kim Yong Jin lelaki paruh baya itu menyahut, “Kau ingin menjadi seperti ayahnya? Dikeluarkan dari Hogsmeade gara-gara menjalin hubungan dengan muridnya sendiri.”

“Bukankah dulu Song Yoon Joon sahabatmu?” tanya Kyuhyun sarkatis, seketika Yong Jin langsug diam membatu.

“Jangan berdebat hanya karena masalah ini,” sahut Yesung.

Sojin juga menyahut, “Lebih baik kalian makan.”

Setelah selesai makan malam para siswa segera menuju kelas masing-masing, karena hari ini ada pelajaran untuk belajar sihir tentang menyembuhkan tangan yang sakit. Ji Yoo dan Hyemi juga segera masuk ke dalam kelasnya terlebih dulu mereka mengambil jubah dan tongkat sihirnya yang akan mereka gunakan nantinya.

Mereka duduk di kursi yang berada di belakang sendiri karena mereka merasa canggung kepada siswa lainnya. Sejak pertama mereka masuk ke asrama Hogsmeade tatapan para siswa itu terkesan tidak menyukai Ji Yoo, entah apa sebabnya dia juga tidak tahu.

Salah satu senior masuk ke dalam kelas sihir itu dan langsung menutup pintu kelas itu dengan teramat kencang. Semua siswa terhenyak keget saat melihat siapa yang datang ternyata dia adalah senior Kim Sojin, tatapan mata Sojin langsung terarah pada Ji Yoo dan membuat gadis itu bergidik ngeri melihat tatapan mata Sojin yang sangat tajam.

“Buka buku kalian halaman 39. Baca tentang sihir Brackium Emendo!” perintahnya dengan nada ketus, semua siswa langsung membuka buku sihir itu dan mulai membaca penjelasan dari sihir Brackium Emendo.

“Kalian sudah paham?” tanya Sojin lagi, semua siswa mengangguk paham.

Sojin tersenyum miring lalu mengarahkan tongkat sihirnya ke arah Ji Yoo, dia mulai merapalkan mantra.

Crucio,” ucap Sojin pelan, hal itu langsung membuat Ji Yoo mengerang kesakitan dia terjatuh ke lantai dengan memegangi dada sebelah kirinya. Para siswa yang melihat itu menjadi panik sedangkan Sojin hanya menyeringai tipis.

“Sembuhkan dia dengan mantra yang kalian baca tadi!” perintah Sojin, gadis itu langsung meninggalkan kelas itu dengan senyum yang mengerikan, karena berhasil membuat Ji Yoo kesakitan.

“Ya Tuhan Ji Yoo!” Hyemi mengangkat kepala Ji Yoo dan memangkunya, wajah gadis itu benar-benar pucat melihat sahabatnya yang terus menahan rasa sakit. Hyemi segera merepalkan mantra yang tadi dibacanya, dia mulai mengarahkan tongkat sihirnya ke arah Ji Yoo akan tetapi tetap tidak bisa. Ji Yoo semakin mengerang keras air mata Hyemi tidak bisa dikendalikan melihat sahabatnya yang hampir sekarat.

“Tidak bisakah kalian membantuku?” teriak Hyemi kepada para siswa yang hanya melihat mereka sejak tadi, salah seorang siswa lelaki mendekat dan duduk di samping mereka. Siswa lelaki itu berusaha menyembukan Ji Yoo dari pengaruh sihir Crucio akan tetapi saat akan melakukan itu dia terpental jauh.

“Bagaimana ini?” Wajah Ji Yoo semakin pucat keringat mulai mengucur dari dahinya, Hyemi hanya bisa memeluk tubuh Ji Yoo berharap ada orang yang menyelamatkannya.

“Aku akan memanggil senior Cho,” ujar siswa lelaki tadi yang mencoba menolong Ji Yoo, siswa lelaki tadi langsung keluar dari kelas dan menuju ruang para senior berkumpul. Dia memanggil Cho Kyuhyun dengan tergesa-gesa membuat Kyuhyun heran dengan tingkah siswa itu.

“Ada apa Henry?”

“Ada siswa perempuan terkena pengaruh sihir Crucio,” ucapnya dengan napas naik turun.

“Di mana?” Henry langsung mengajak Kyuhyun untuk ke kelasnya tadi, sesampainya di sana dia melihat tubuh Ji Yoo masih berada di lantai. Dia segera mendekat dan duduk di sampingnya kemudian mengucapkan mantra dan mengarahkan tongkat sihirnya.

Brackium Emendo,” ujar Kyuhyun, seketika tubuh Ji Yoo langsung kembali normal. Dia langsung bangaun dan memeluk tubuh Hyemi dengan sangat erta, air matanya pun tak dapat terbendung.

“Siapa yang melakukan ini?” tanya Kyuhun dengan nada tajam, awalnya tak ada siswa yang menjawab tapi setelah Kyuhyun memaksa akhirnya Henry yang menjawab.

“Senior Kim Sojin.” Perkataan Henry langsung membuat amarah Kyuhyun memuncak dia langsung pergi ke ruang senior dan menemui Sojin. Saat dia sampai di ruang para senior berkumpul dia melihat Sojin sedang membaca sebuah buku, para senior juga sedang berkumpul. Dia langsung menghampiri Sojin matanya menyalang merah.

“Apa yang kau lakukan pada gadis itu?” tanya Kyuhyun dengan nada tajam.

“Apa maksudmu Cho Kyuhyun?” Sojin malah berbalik tanya dan tetap fokus pada bukunya.

“Jangan pura-pura tidak tahu!” Sojin lalu meletakkan bukunya di atas meja menatap Kyuhyun sekilas lalu tersenyum miring, membuat para penyihir senior menjadi bingung dengan pertengkaran mereka.

“Aku hanya sedikit memberinya pelajaran,” jawabnya tanpa dosa.

“Apa hakmu memberi dia hukuman seperti itu? Itu melanggar undang-undang dalam dunia persihiran.”

Yesung akhirnya menyahut, “Sebenarnya apa yang kalian bicarakan?”

“Dia telah menggunakan sihir Crucio untuk melukai salah seorang siswa,” kata Kyuhyun penuh amarah.

“Aku tidak melukainya. Aku hanya mengajarkan bagaimana menggunakan sihir Brackium Emendo pada seseorang yang terluka.” Sojin melakukan pembelaan.

“Tapi cara yang kau lakukan itu salah,” desis Kyuhyun.

Kim Yong Jin, sang penyihir senior pun segera menghentikan perdebatan mereka.

“Cukup, kenapa kalian berdebat hanya karena masalah sepele?”

“Sepele?” Kyuhyun membeo.

“Cukup Cho Kyuhyun, lebih baik kau istirahat ke kemarmu.” Yong Jin menyuruh Kyuhyun pergi dari tempat itu.

“Aku peringatkan, siapa saja yang menyentuh ‘milikku’ akan berurusan padaku.” Setelah mengucapkan dengan nada penekanan itu Kyuhyun langsung pergi dari tempat itu, Sojin hanya menggeram kesal karena Kyuhyun lebih membela gadis inguan itu.

“Lebih baik kau jangan berurusan dengan gadis itu, jika nasibmu tidak ingin seperti ayah gadis itu yang di usir dari asrama Hogsmeade.” Yesung berusaha memberi nasehat pada Sojin, akan tetapi gadis itu malah mengepalkan tanganya kerena menahan amarah.

Sekembalinya dari ruang itu Kyuhyun segera menuju kamar Ji Yoo untuk melihat keadaan gadis itu kebetulan pintu itu tidak tertutup, saat dia masuk di sana dia melihat Hyemi dan juga Henry.

“Terima kasih Henry-a, kau sudah menolongku,” ujar Ji Yoo pada Henry dengan senyum tulus.

“Tidak perlu berterima kasih, lagi pula bukankah kita harus saling tolong menolong.” Melihat itu semua hati Kyuhyun mulai terbakar, dia langsung masuk dan menegur Henry.

“Henry-ya kenapa kau ada di asrama putri?” tanya Kyuhyun dengan nada tidak suka.

“Maafkan saya senior Cho, saya hanya membatu Ji Yoo berjalan ke kamarnya,” jelas Henry dengan sedikit takut.

“Lebih baik kau kembali ke kamarmu!” perintah Kyuhyun, Henry segera menundukkan kepalanya lalu beranjak dari kamar Ji Yoo.

“Dan kau Hyemi, kau juga tidurlah hari sudah malam.” Hyemi sama halnya dengan Henry dia juga segera pergi dari kamar Ji Yoo.

“Istirahatlah,” ujar Hyemi sebelum dirinya beranjak dari kamar itu.

Setelah Hyemi dan Henry pergi suasana sangat canggung karena Kyuhyun terus menatap Ji Yoo sangat dalam. Kyuhyun lalu duduk di samping Ji Yoo dan tersenyum lembut.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Kyuhyun saat dia duduk dia samping Ji Yoo.

“Su-sudah baik senior,” jawab Ji Yoo lemah.

“Syukurlah, kalau begitu istirahatlah besok masih ada pembelajaran di kelasku.” Kyuhyun berdiri dan mengecup kening Ji Yoo membuat jantung gadis itu berdebar semakin tak karuan. Dia keluar dari kamar itu dan menutup kembali kamar ji Yoo, sedang gadis itu memegangi dadanya yang masih berdetak kencang.

“Asataga apa yang terjadi padaku?” bisik Ji Yoo, semburat warna merah muncul di kedua pipinya.

Di sisi lain Hyemi yang kembali ke kamarnya dia mendengar suara aneh dari lorong sebelah utara, lorong itu sangat sepi karena hari sudah semakin malam. Dia berjalan pelan mendekat ke arah suara yang lebih mirip dengan suara desahan, saat mulai dekat dia mengintip sedikit dan dia begitu terkejut saat melihat seorang bercumbu.

Hyemi menelan susah payah saat melihat itu matanya membelalak tak percaya, jika orang yang sedang bercumbu itu adalah seniornya sendiri yang tak lain adalah Kim Yesung. Dia berbalik dan meninggalkan tempat itu jantungnya berdetak kencang saat melihat ‘milik’ Kim  Yesung yang tak sengaja dilihatnya.

Sesampanya dia kamar dia langsung menutup pintu kamarnya, dia bersandar di pintu kamar. Napasnya berpacu sangat kencang mengingat ‘milik’ Yesung tadi, dia memegang pipinya yang terasa panas.

“Kau pikir kau bisa lari dariku?” Sebuah suara menginterupsinya, dia langsung menoleh ke arah ranjang dan melihat Yesung tengan duduk bersandar di dashboard ranjang tanpa mengenakan baju.

“Se-senior Kim?” Wajah Hyemi menjadi pucat seketika saat Yesung tersenyum miring padanya.

“Ap-apa yang anda lakukan di sini?” tanya Hyemi.

“Tentu saja memberi hukuman padamu yang telah melihatku dalam keadaan yang tidak pantas.”

“Lebih baik anda keluar, anda benar-benar tidak sopan.” Hyemi mengucapkan hal itu tanpa takut.

“Sayangnya aku tidak mau.” Hyemi menghela napas panjang dia berjalan mendekat ke arah ranjang.

“Keluar atau aku akan memanggil senior lainya jika anda telah berlaku tidak sopan.” Kali ini nada bicara Hyemi lebih sopan.

“Tidak sebelum aku menghukummu,” tukas Yesung.

“Anda tidak perlu khawatir, aku tidak akan memberitahu senior lainnya tentang apa yang aku lihat.”

“Kau pikir aku bisa mempercayai kata-katamu?”

“Lalu apa yang anda inginkan?” Yesung langsung menarik tubuh Hyemi dan menindih tubuhnya membuat gadis itu memberontak.

“Ap-apa yang kau lakukan?” tanya Hyemi dengan nada tajam, Yesung menyeringai tipis lalu mulai mencium bibir gadis itu dengan rakus. Hyemi berusaha berontak tapi semakin dia berontak ciuman Yesung semakin kasar, akhirnya dia menyerah dan ikut terbawa ciuman Yesung yang memabukkan.

Ciuman Yesung turun ke leher Hyemi membuat gadis itu mengerang pelan saat gigi lelaki itu menggigitnya pelan. Yesung yang hanya ingin memberi pelajaran pada Hyemi akhirnya terbawa oleh gairahnya sendiri, dia mulai membuka baju gadis itu hingga membuatnya telanjang.

Hyemi langsung menyilangkan kedua tangannya guna menutupi area dada, wajah gadis itu langsung merah seketika membuat Yesung semakin terbakar oleh gairah. Melihat itu langsung berdiri dan membuka resliting celananya lalu kembali menindih tubuh Hyemi lagi.

“Ja-jangan lakukan ini Senior,” ada ketakutan di wajah Hyemi.

“Sssttt …,” Yesung menempelkan jarinya tepat di bibir Hyemi, matanya menatap mata gadis itu. Membuat Hyemi terhipnotis oleh tatapan mata  Yesung yang berwarna gelap.

“Jangan takut aku tidak akan menyakitimu,” ujar Yesung meyakinkan, dia lalu kembali memagut bibir Hyemi dengan lembut. Gadis itu mulai memejamkan matanya saat bibir Yesung mulai menyapu dengan lembut, menerima apa yang membuat gadis itu mendesah nikmat. Melewati malam yang begitu dingin dengan gairah yang menemani mereka berdua.

***

Keesokan harinya Ji Yoo terbangun dengan wajah yang cerah, tubuhnya sudah terasa ringan senyum manis pun mulai mengembang di wajahnya saat mengingat kejadian semalam. Kejadian di mana Kyuhyun mencium keningnya dengan lembut, dia menggelengkan kepalanya dan berlari ke kamar mandi.

Setelah lima belas menit dia berkutat di kamar mandi dia segera keluar dengan seragam yang sudah membalut tubuhnya, dia berjalan ke arah meja rias dan mulai menyisir rambutnya. Dia kembali tersenyum karena hari ini dia akan kembali bertemu Kyuhyun.

“Astaga apa yang terjadi padaku?” tanyanya pada dirinya sendiri.

“Apa aku sudah jatuh ke dalam pesonanya?” tanyanya lagi, Ji Yoo kembali menggelengkan kepalanya lagi kemudian dia keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan. Di sana dia melihat Hyemi sedang berbicara dengan Henry, dia langsung mendekat ke arahnya dan duduk di kursi sebelah Hyemi.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Henry.

“Sudah lebih baik.” Ji Yoo menjawab dengan senyum manis, lalu dia mulai mengambil makanan yang ada di depannya. Sekilas dia melihat leher Hyemi ada bercak merah keunguan di sana, dia mendekatkan kepalanya pada Hyemi dan berbisik.

“Apa yang terjadi pada lehermu?” Pertanyaan Ji Yoo sontak membuat Hyemi hampir tersedak makanannya, wajahnya berubah menjadi merah dan hal itu semakin membuat Ji Yoo penasaran.

“I-tu …,” Hyemi susah untuk menjelaskannya pada ji Yoo.

“Kau tahu bercak itu mirip sekali dengan bercak yang ada di leherku.” Ji Yoo mulai menyibakkan rambutnya lalu memerlihatkan lehernya ke arah Hyemi, sontak Hyemi langsung membelalakkan matanya melihat bercak merah keunguan itu.

“Kau tahu ini kenapa? Aku benar-benar tidak ingat, ini terjadi setelah aku bangun tidur.” Hyemi semakin bingung akan menjawab apa, dia tahu benar jika bercak pada leher Ji Yoo adalah kissmark.

“Entahlah aku juga tidak tahu.” Hyemi berusaha menutupi kebohongannya, pandangan mereka teralihkan saat melihat Cho Kyuhyun dan Kim Yesung berjalan ke arah meja makan. Wajah Ji Yoo langsung berubah menjadi merah dia pun juga menundukkan wajahnya agar tidak dapat terlihat oleh Kyuhyun, jika dia sedang merasa gugup saat melihat lelaki itu.

Begitu halnya dengan Hyemi wajahnya terasa panas dia juga langsung menutup wajahnya dengan buku, jujur saja dia masih ingat sekali percintaan panasnya dengan Yesung.

“Kenapa kau menutup wajahmu Kim Hyemi?” tanya Ji Yoo penasaran.

“Tidak apa-apa,” jawabnya gugup.

“Kau menyukai senior Kim?” pertanyaan Ji Yoo langsung membuat Hyemi menjatuhkan bukunya ke lantai, sontak semua siswa melihat ke arahnya dan hal itu tentu saja membuat Hyemi semakin malu.

“Apa maksudmu Song Ji Yoo? Bagaimana aku menyukai lelaki mesum itu?” Ucapan Hyemi membuat kening Ji Yoo berkerut.

“Mesum?” Ji Yoo membeo.

“Sudahlah lupakan, cepat makan makananmu.” Hyemi kembali memakan makanannya walau dengan hati yang berdetak kencang, dari kejauhan Yesung yang melihat itu menahan senyum.

“Kau menyukainya?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Bagaimana aku menyukai gadis sepolos dia?”

“Polos? Kau menidurinya?” tanya Kyuhyun tajam.

“Ya, aku menidurinya. Apa aku salah? Bukankah kau juga meniduri Ji Yoo?” Mendengar itu Kyuhyun mendengus kesal wajahnya pun langsung berubah merah karena menahan malu.

“Aku menidurinya karena aku mencintainya,” jawab Kyuhyun.

“Sepertinya aku juga mulai tertarik padanya.” Pernyataan Yesung membuat Kyuhyun menatap ke arah sahabatnya, dia sungguh tak percaya jika sahabatnya itu juga akan tertarik pada juniorna sendiri.

“Bukankah kau kemarin tidak setuju jika aku menjalin hubungan dengan muridku sendiri?”

“Oke, aku minta maaf. Setelah aku menidurinya entah kenapa aku ingin bisa dekat dengannya dan bisa menyentuhnya lagi.”

“Gunakan sihir jika kau ingin menidurinya lagi,” saran Kyuhyun, membuat Yesung terkekeh pelan.

“Aku tidak menggunakan cara licik sepertimu.”

“Licik?” Kyuhyun membeo.

“Ya. Licik, seharusnya kau melakukan itu saat dia dalam keadaan sadar.”

“Kau menantangku?”

“Memangnya kau bisa melakukan hal itu? Maksudku tidak menggunakan sihir?” tantang Yesung.

“Akan aku buktikan,” ucap Kyuhyun optimis, dia lalu meminum air mineral di depannya akan tetapi tatapan matanya terus tertuju pada Ji Yoo.

Ji Yoo yang sejak tadi merasa diperhatikan oleh Kyuhyun terus mensugesti dirinya agar tidak gugup, dia sejak tadi bertanya pada hatinya mengapa Kyuhyun bertingkah seperti seorang kekasih yang posesif.

Setelah Ji Yoo dan Hyemi selesai sarapan mereka segera menuju kelas, akan tetapi tiba-tiba Ji Yoo ingin buang air kecil dan menyuruh sahabatnya itu untuk ke kelas terlebih dahulu.

“Aku ingin ke kamar mandi, pergila dulu.” Hyemi hanya mengangguk pelan, dan meninggalkan Ji Yoo yang berada di lorong ruangan. Ji Yoo berlari ke arah kamar mandi karena rasanya benar-benar tidak bisa ditahan, saat akan keluar dari kamar mandi tiba-tiba Kyuhyun muncul di depannya. Ji Yoo langsung terkejut melihat Kyuhyun karena mereka berada di dalam kamar mandi yang cukup sempit.

“Se-senior Cho,” bisik Ji Yoo, Kyuhyun menyeringai tipis lalu mendorong tubuh Ji Yoo hingga tersudut pada tembok. Ji Yoo tak bisa menolak karena ciuman itu begitu lembut dan membuat dirinya melayang. Ciuman mereka semakin intens bahkan Kyuhyun mulai mengangkat rok milik Ji Yoo, dan menurunkan celana dalam miliknya.

Setelah celana dalam milik Ji Yoo terlepas dari kakinya dia menyuruh gadis itu untuk membuka celana milik Kyuhyun. Gadis itu menurut saja dan mulai membuka resleting celana Kyuhyun. Saat dia mulai membuka resleting itu dia teramat terkejut melihat milik Kyuhyun yang begitu besar dan menegang.

“Jangan takut,” bisik Kyuhyun, Ji Yoo hanya mengangguk saja dia juga sudah bergairah akibat ciuman panasnya tadi. Kyuhyun mulai mengangkat kaki Ji Yoo dan mulai memasukkan miliknya ke dalam milik gadis itu, Ji Yoo mulai memejamkan matanya saat merasakan milik Kyuhyun memasuki tubuhnya dengan pelan.

Rasanya tidak sakit batin Ji Yoo, Kyuhyun lalu mulai bergerak mendorong miliknya semakin dalam membuat Ji Yoo mendesah tertahan. Dia menutup mulutnya karena takut jika akan ketahuan oleh siswa lainya jika mereka sedang bercinta.

Kyuhyun semakin menggerakkan tubuhnya keluar masuk Ji Yoo hanya bisa menggigit bibirnya, gerakan tubuh Kyuhyun semakin keras membuat Ji Yoo semakin tersiksa.

“Aku ingin bercinta di atas ranjang,” ujar Kyuhyun.

“Bagaimana dengan kelasmu?”

“Itu bisa diatur.”

Apparete,” ujar Kyuhyun lagi, dalam sekali waktu mereka sudah berada di dalam kamar Kyuhyun. Ji Yoo merasa heran bagaimana Kyuhyun bisa melakukan hal itu, melihat kebingungan di wajah gadisnya Kyuhyun hanya tersenyum tipis lalu berjalan menuju arah ranjang.

Dia merebahkan tubuh Ji Yoo dan segera melucuti pakaiannya sendiri dan benar-benar telanjang. Ji Yoo yang melihat itu terkagum melihat tubuh Kyuhyun yang menurutnya lumayan sexy, Kyuhyun mendindih tubuh Ji Yoo lagi dan berbisik tepat di depan bibir gadis itu.

“Aku mencintamu,” bisiknya pelan, Ji Yoo hanya tersenyum manis.

“Sepertinya aku juga mencintaimu.” Bibir mereka kembali bertemu dan tubuh mereka juga kembali menyatu menikmati percintaan panas di pagi hari.

Di sisi lain Hyemi yang sejak tadi menunggu Ji Yoo yang tak kunjung datang akhirnya dia kembali keluar kelas untuk mencari sahabatnya itu.

“Astaga ke mana dia?”

Hyemi masih terus menuju ke arah kamar mandi saat dia tiba di lorong tubuhnya ditarik oleh seseorang. Hal itu membuatnya terkejut sekaligus takut, saat melihat siapa yang menariknya dia membelalakkan mata.

“Senior Kim.”

“Aku ingin bercinta denganmu Kim Hyemi.”

Finished.

Tapi saya berharap kalian suka dengan ceritanya, Hihihi. (^ᴣ^) ditunggu kritik dan sarannya. Terima kasih juga untuk Admins FNC yang sudah susah payah dan meluangkan waktunya untuk mempost FF saya, I hope God always blessing you.

Jangan lupa comment ya, ntar kalau ada FF dipassword lagi pada sedih.
See You Next Time….

163 thoughts on “Passion spell

  1. Hm, suka sih ide ceritanya, sihir, kayak Harry Potter gitu. Cuma, ada beberapa yang kurang dimengerti. Mungkin akunya aja yang gak konek. hm, trus berasa kecepetan alurnya. Itu aja sih.

    Suka

  2. Awwwww, hehehe.
    Sweet, tapi kecepaetaaann. Dan aku menyayangkan alur d awal nya nyabtaaii tapi di tengah dan akhir jd ngebuut. Hehe, aku sukaa sih ceritamyaaa.. Tapi yaa jangan terlalu cepet alurnyaa, kurang bisa dihayatiii gituuutahh~ heheheh
    Keep write thor 😘
    Semangaaaattt..! 😘😘

    Suka

  3. kurang penjelasan nih. kapan kyuppa jatuh cintanya ke ji yoo. kenapa dia bisa tertarik. sama itu, kenapa pula yesung oppa bisa bisanya bercumbu dilorong. satu lagi. apakah yeaung oppa bercumbu dilorong sendirian?? kalau sendirian masturbasi donk namanya. kalau sama cewek lain. kenapa bisa langsung kekamar hyemi. sama ada titik sama koma yang harusnya ada malah gak ada. aku sedikit bingung. hehe.

    ceritanya bagus kalau menurutku. kalau ada sequel kayaknya lebih menarik.

    semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaattttttttt

    Suka

  4. aduuuuhhh kyuhyun love at first sight atau gimana sih? Jahat banget sihh.. Dasar nenek sihir untung ini cuman FF kalo gak……
    Need sequel thor, ngerasa ngegantung ceritanya. Sequel yaa thor. Makasih 😀 selamat mengetik dan tetap semangat yaa thor.. Di tunggu yaaa wkwkwk

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s