Beds Love Part 4


 

Author : Intan Choi.

Title : Beds Love Part 4

Category : Nc 21, yadong, Romance, Chapter.

Cast : Choi Seunghyun

Kim Jira.

Choi Siwon.

Author Note : Terimakasih  buat para admin yg selalu ngepost ff saya, hai.. Saya datang bawa part 4, terimakasih buat readers yang udah baca part sebelumnya, makasih juga buat kritik nya. Maaf kalau di part sebelumnya banyak kesalahan, buat yg udah ngingetin pembagian pov and tempat nya makasih banyak yah… Aku selalu balas komen kalian loh jika sempat, dan ada yg komen tentang pembagian pov and tempat nya yang masih acak kadul di part 2 dan3.. Padahal di part 1 aku udah balas dan jelasin, kalau aku tidak bisa memperbaiki di part 2 dan 3 karena aku sudah ngirim 3part sekaligus kemarin, jadi mohon maaf atas kesahalan itu.. Buat yang mencak” soal alur yang lama, mohon kerja sama nya, komen yang lain lah jangan alur mulu aku bosen baca nya… Hahahahaha…. Selama ini aku bikin cerita di komen alur kecepatan, sekarang giliran aku bikin alur lama salah lagi, apalah aku ini hanya remukan peyek yang sering di cemilin, jadi…. Maafkan diriku jika tidak sesuai dengan ke inginan kalian… Bhahahaa… Jangan menuntut yang sempurna.. Karna kesempurnaan hanya milik yang kuasa.. Bukan milik uthor abal-abal macam q gini… Udahlah segitu aja cuap-cuap nya.. Nanti kepanjangan kalian bosen…  untuk typo mohon di mengerti. Saya khilaf… Happy reading!!!!!!!

 

 

Di sore hari cuaca kota seoul sangat sejuk, matahari perlahan-lahan tenggelam dari posisi teratasnya. Jira yang sedari tadi berada di rumah untuk membereskan semua keperluan dia bersama adiknya selama di rumah sakit, kini Jira sudah berada di halte bus.  Untuk melihat kedua adiknya yang berada di sana.

 

Bus berwarna hijau datang dan berhenti di halte tempat Jira menunggu, Jira berjalan menuju bus dan menaiki bus besar itu untuk berangkat ke rumah sakit.

 

Jira duduk di bangku bagian belakang bus, dia memilih bangku paling pojok dekat dengan jendela. Agar dia bisa bersandar sebentar kepada jendela itu, karna dia tidak tau lagi harus bersandar kepada siapa.

 

Jira memikirkan semua masalah yang menimpa keluarganya. Hutang kepada rentenir karna ulah ayahnya, kehidupan sehari-harinya untuk menafkahi dan menyekolahkan kedua adiknya. sekarang, Jira memiliki masalah yang lebih baru lagi.

 

Masalah ini masih tentang uang. Dan itu cukup membuatnya frustasi, hutang kepada rentenir saja sudah membuatnya tak berdaya. Sekarang, bertambah lagi hutang dia dengan jumlah yang cukup besar kepada pria gila yang selalu menghina tubuhnya.

 

Jira menarik nafas sedalam-dalamnya. Lalu dia hembuskan perlahan-lahan, berharap dengan cara seperti ini bisa meringankan beban hidupnya sedikit.

 

Seketika Jira teringat dengan ayahnya yang berada di dalam penjara. sudah dua bulan Jira tidak menjenguk beliau disana. Walaupun ayah Jira pecandu narkoba, tetapi beliau tetap orang tuanya, sebab itulah Jira selalu menyempatkan waktu untuk menjenguk ayah nya di penjara.

 

Karna seburuk apapun perlakuan tuan Kim di luar sana, jika sudah berada di rumah, beliau selalu menjadi ayah yang baik untuk anak-anaknya. Beliau bisa meninggalkan sifat buruknya, karna itulah Jira tidak bisa membenci sang ayah.

 

Lelehan cairan bening itu mengalir saja dari sudut mata indah Jira. Jira merindukan orang tuanya. Mungkin jika Daehyun sadar nanti, Jira akan menjenguk ayahnya dengan kedua adiknya.

 

Terutama dengan Daehyun. Mungkin sudah saatnya Daehyun bertemu dengan ayah nya. Karna, selama ini Jira hanya menjenguk Tuan Kim seorang diri.

 

Walaupun Dong yoo tau dan mengerti tentang keadaan Tuan Kim. Tetapi, bocah remaja itu enggan untuk bertemu ayahnya. Dong Yoo sudah sangat kecewa dengan sifat buruk ayahnya. Karna itulah dia selalu menolak jika Jira mengajaknya untuk menjenguk ayah mereka.

 

Jira tersadar dari lamunan panjangnya, dia berdiri dari duduknya. Lalu berjalan untuk menekan tombol bel bus, bus berwarna hijau itu berhenti di halte yang Jira tuju. Jira melangkahkan kakinya keluar dari bus itu, kemudian dia berjalan memasuki gedung rumah sakit yang besar ini.

 

********

 

Jira sudah berada di depan kamar perawatan Daehyun, Jira membuka pintu berwarna putih itu. Lalu dia memasuki kamar perawatan Daehyun, Jira membereskan perlengkapannya selama disini. Dia masukan baju-bajunya kedalam lemari kecil yang berada di ruangan ini.

 

Sampai saat ini Daehyun belum sadar, mungkin karna pengaruh obat bius selama operasi itu yang membuatnya belum sadarkan diri dari tidurnya.

 

Jira duduk di kursi yang berada di samping ranjang Daehyun, dia mengusap pipi gembul Daehyun. Berharap Daehyun bangun dari tidurnya dan kembali ceria lagi seperti biasa.

 

Dong yoo yang tertidur, kini bocah remaja itu terbangun dari tidurnya. Dong yoo tersenyum melihat Jira yang sudah berada disini sambil mengusap pipi Daehyun.

 

” Noona sudah sampai, aku ketiduran tadi.” ucap Dong yoo, Jira hanya tersenyum saja mendengarkan perkataan Dong yoo tadi.

 

” Yoo-ah, sebaiknya kau mandi sana, Noona membawakan baju ganti untukmu.” ucap Jira pelan.

 

” Baiklah Noona, aku mandi dulu.” Jawab Dong yoo, Jira hanya menganggukkan kepalanya saja.

 

Jira melihat sekeliling kamar rumah sakit ini dengan jelas, dia tak menyangka fasilitas vip untuk pasien saja bisa sebagus dan semewah ini. Jira menggelengkan kepalanya, merasa takjub dengan fasilitas kamar perawatan rumah sakit ini.

 

Jira berjalan mengambil rantang makanan yang dia bawa. Sebelum berangkat ke rumah sakit, Jira menyempatkan diri untuk memasak makan malam di rumahnya. Karna jika dia membeli makanan di kantin rumah sakit, pasti harganya sangat mahal.

 

Jira menyusun semua rantang berisi makanan yang dia masak di meja makan mini yang berada di kamar ini, karna sudah waktunya untuk makan malam.

 

*******

 

Seunghyun yang tertidur dari siang  tadi, kini pria itu terbangun dari tidurnya. Dia mengambil ponselnya yang tergeletak di laci samping ranjangnya.

 

Ternyata sudah pukul 19.00. malam Seunghyun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, karna malam ini dia akan kerumah sakit untuk melihat kondisi Daehyun.

 

Setelah sepuluh menit membersihkan tubuhnya, Seunghyun berjalan menuju lemari pakainnya. Memilih pakain apa yang akan dia gunakan, pilihan nya jatuh kepada celana jeans panjang dan t-shrit berlengan panjang berwarna hitam.

 

Lalu dia berjalan keluar dari kamarnya, menuju ruang makan rumahnya. Seunghyun sangat lapar dan ingin memakan masakan yang sudah ahjumma park buat, tetapi dia sudah tidak sabar ingin pergi ke rumah sakit. Dan pada akhirnya dia hanya meminum air mineral saja.

 

Sebenarnya alasan dia ingin sekali ke rumah sakit bukan hanya ingin melihat kondisi Daehyun, Seunghyun juga ingin melihat kakak nya Daehyun yang cantik dan menggemaskan itu.

 

Seunghyun berjalan menuju garasi rumahnya untuk memilih mobil mana yang akan dia gunakan, pilihannya jatuh kepada mobil mewah berwarna putih itu.

 

Seunghyun memasuki Mobilnya, lalu dia menyalakan mesin mobilnya dan menginjakkan pedal gas mobilnya. Mobil mewah berwarna putih itu menyusuri kota seuol di malam hari.

 

Jalan malam kota seoul sangat padat, mungkin karna sekarang jamnya para manusia yang sedari pagi sibuk beraktifitas di luar sana, untuk pulang ke rumahnya masing-masing.

 

Tiga puluh menit seunghyun sampai di rumah sakit, dia memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit. Lalu dia berjalan keluar dari mobilnya untuk menuju lantai 8 kamar perawatan Daehyun.

 

******

 

Sesampainya di dalam Kamar perawatan Daehyun, Seunghyun tersenyum melihat Jira yang sedang makan dengan lahapnya.

 

” Tubuhmu kecil, tetapi makanmu banyak sekali.” Ucap Seunghyun mengejek, Jira yang sedang makan dengan lahapnya menoleh ke sumber suara yang di dengar oleh telinganya.

 

Jira mendengus kesal melihat Seunghyun yang sedang tersenyum mengejek sambil bersandar di pintu masuk kamar Daehyun, Seunghyun yang melihat tatapan kesal Jira, dia tersenyum semakin cerah.

 

” Hyung, kau datang.” Ucap Dong yoo antusias, Seunghyun hanya menganggukkan kepalanya saja.

 

” Kau sudah makan malam Hyung.” Tanya Dong yoo, Seunghyun menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Dong yoo tadi.

 

” Noona, kenapa diam saja. Beri Hyung makan malam juga.” ucap Dong yoo, Jira melirik sekilas ke arah Seunghyun. Lalu dia membagi semua makanan yang dia masak tadi kepada Seunghyun.

 

” Makanlah, semoga kau tidak memuntahkan makanan yang kubuat.” Ucap Jira sinis.

 

” Dengan senang hati, aku akan memakan semua masakanmu. Lebih senang lagi, Jika bibirmu yang tajam itu yang akan kau berikan untuk pencuci mulutku nanti.” Bisik Seunghyun menggoda Jira.

 

Jira yang kesal mendengarkan ucapan sampah Seunghyun tadi, dengan refleknya dia memukul kening Seunghyun dengan sendok yang dia pegang.

 

Seunghyun meringis mendapatkan pukulan di keningnya, Dongyoo terkejut melihat perlakukan Jira yang sangat  tidak sopan itu.

 

” Noona, kenapa kau memukulnya. Kau sangat tidak sopan dengan Hyung, Noona.” ucap Dongyoo.

 

” Tak apa Yoo-ah, Noonamu memang mempunyai hobi memukulku.” Jawab Seunghyun mengejek.

 

” Tuan, sebaiknya tutup mulutmu dan cepat makanlah.” perintah Jira.

 

Seunghyun tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi kesal Jira yang sangat imut dan cantik. Mulai sekarang, selain hobi melukis. Seunghyun akan memasukan daftar hobi barunya kedalam list hobinya. Karna sekarang, Seunghyun mempunyai hobi baru. Yaitu menggoda seorang wanita yang  bertubuh mungil dan cantik bernama Kim Jira.

 

Mereka bertigapun makan dengan nikmat, Seunghyun sangat takjub merasakan masakan Jira. Walaupun hanya makanan biasa dan sederhana, tetapi rasanya sangat nikmat.

 

Seunghyun semakin kagum dengan Jira, hingga dia tak sadar makan sambil tersenyum. Dan tak menyadari kalau Jira memperhatikan dirinya.

 

” Selain mempunyai otak yang mesum, ternyata kau mempunyai otak yang tidak waras juga.” Bisik Jira.

 

Seunghyun tersedak mendengarkan perkataan Jira tadi, dia segera mengambil air mineral yang berada di hadapan nya. Lalu meminumnya dengan cepat, Jira tersenyum puas melihat Seunghyun yang tersedak karna ulahnya.

 

Dongyoo hanya menggelengkan kepalanya saja, melihat tingkah aneh kedua orang dewasa yang berada di hadapannya.

 

” Hyung, kau baik-baik saja.” tanya Dong yoo.

 

” Aku baik-baik saja, Yoo-ah.” Jawab Seunghyun, Dongyoo hanya menganggukkan kepalanya saja. Lalu dia berjalan ke ranjang Daehyun karna dia sudah selesai dengan makan malamnya.

 

” Sudah berani menggodaku, heum..” ucap Seunghyun sambil mendekatkan wajahnya ke arah Jira, dengan gerakan cepat Jira memundurkan wajahnya menjauh dari wajah Seunghyun.

 

” Mau apa kau?” Tanya Jira gugup.

 

” Aku hanya ingin mengajarkanmu cara menggoda yang benar dan nikmat.” Jawab Seunghyun menggoda.

 

” Jangan gila kau, kau tak lihat. Di ruangan ini ada anak kecil, jaga sifatmu Tuan.” ucap Jira sinis.

 

” Aku melihatnya, tetapi biarkan saja. Biar dongsaengmu tahu, kalau noonanya ingin belajar ilmu menggoda yang benar.” Jawab Seunghyun sambil memajukan wajahnya, Jira menatap tajam Seunghyun yang selalu memperhatikan bibirnya.

 

Seunghyun semakin memajukan wajahnya, entah kenapa Seunghyun sangat ingin mencicipi bibir tipis Jira.  Seunghyun semakin mendekat, hampir tidak ada jarak di antara mereka.

 

Jira yang sadar akan gerak-gerik mesum Seunghyun, dengan kencangnya dia mendorong tubuh Seunghyun hingga Jatuh ke lantai.

 

” Rasakan itu pria gila.” ucap Jira kesal sambil berjalan ke arah ranjang, Dong yoo hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah kasar Jira.

 

Seunghyun meringis merasakan sakit di bokongnya, dia berdiri lalu kembali duduk di sofa tadi. Kemudian dia melanjutkan makan malamnya, karena Seunghyun sangat lapar.

 

*****

 

Jira duduk sambil membaca novelnya di ranjang yang di sediakan rumah sakit, untuk para keluarga yang menunggu di kamar pasien.

 

Dong yoo yang sedari tadi duduk di kursi yang berada di samping ranjang Daehyun, kini dia berjalan ke arah ranjang yang di tempati Jira.

 

Dong yoo sangat lelah hari ini, dia ingin tidur secepat mungkin. Dong yoo merebahkan tubuhnya di ranjang itu.

 

” Kau sudah ingin tidur, Yoo-ah.” tanya Jira, Dong yoo hanya menganggukkan kepalanya saja menjawab pertanyaan Jira.

 

Jira bangun dari duduknya, lalu dia berjalan mengambilkan selimut yang dia bawa tadi. Kemudian dia menyelimuti tubuh Dongyoo.

 

” Terimakasih Noona.” ucap Dongyoo.

 

” Tidurlah.” jawab Jira.

 

Seunghyun yang melihat pemandangan indah tadi, hati dia menghangat. Seketika dia rindu dengan kedua orang tuanya yang sudah berada di surga, dia rindu berkumpul dengan keluarganya. Karena selama ini dia hanya sendiri di rumah besar itu.

 

Dahulu ada yang menemani dia di rumah besar itu, yaitu saudara sepupu Seunghyun yang bernama Choi Siwon. Tetapi Siwon sekarang sedang sibuk mengurusi perusahaan nya dan dia selalu pergi kelua negri.

 

******

 

Jira berjalan mendekat ke arah Seunghyun, lalu dia duduk di samping  Seunghyun.

 

” Sudah selesai tuan makannya.” tanya Jira.

 

” Sudah, terimakasih.” Jawab Seunghyun pelan, Jira membereskan semua rantang nya yang sudah kosong.

 

” Bolehkah aku bertanya sesuatu.” Ucap Seunghyun pelan.

 

” Tanyakan saja, selagi aku bisa menjawabnya. Pasti akan aku jawab.” Jawab Jira.

 

” Apa benar, appamu berada di penjara.” tanya Seunghyun pelan, Jira menghembuskan nafasnya pelan. Lalu dia menyandarkan tubuhnya di sofa berwarna hitam itu.

 

” Ya, dia berada di sana.” jawab Jira pelan.

 

” Kasus apa yang menimpa beliau hingga dia berada di dalam sana.” tanya Seunghyun.

 

” Dia pencandu narkoba, karna itulah dia berada di sana.” Jawab Jira, Seunghyun menatap nanar Jira yang sedang menundukkan kepalanya.

 

Seunghyun merasa bersalah kepada Jira karna dia sudah menanyakan tentang keluarganya, dan itu membuat Jira menjadi murung. Tiba-tiba Seunghyun merasakan perih di dadanya, dia tak suka melihat Jira murung.

 

” Maafkan aku jika membuatmu sedih.” ucap Seunghyun tulus, Jira menolehkan wajahnya ke arah Seunghyun. Lalu dia tersenyum cerah menatap Seunghyun.

 

” Tak apa tuan, kau layak menanyakan nya. Karna aku mempunyai hutang yang sangat besar denganmu sekarang, tanyakan saja tentang kehidupanku. Agar kau tau, harus mencari aku kemana, jika kau ingin menagih hutangku.” Jawab Jira.

 

Seunghyun semakin merasa bersalah mendengarkan ucapan Jira, maksud dia bertanya seperti itu bukan untung menagih hutangnya. Seunghyun hanya ingin tau kehidupan seperti apa yang sedang Jira jalani sekarang.

 

Seunghyun menggenggam tangan Jira dengan lembut, Jira terkesiap mendapatkan sentuhan hangat dari Seunghyun pada tangan nya.

 

” Jangan salah faham, aku bertanya seperti itu karna aku hanya ingin tahu tentang kehidupanmu.” Tutur Seunghyun, Jira mengkerutkan keningnya, dia bingung atas perkataan Seunghyun tadi.

 

” Tidak ada yang menarik dari kehidupanku Tuan, tak usah membuang waktumu untuk orang sepertiku.” jawab Jira.

 

” Boleh aku bertanya sekali lagi.” Tanya Seunghyun.

 

” Kau seperti wartawan saja, bertanya terus.” jawab Jira mengejek.

 

” Kalau kau tidak mau aku bertanya, apa kau mau aku mencium bibirmu yang tipis itu.” bisik Seunghyun, Jira memukul bahu Seunghyun dengan sangat kencang.

 

” Dasar pria gila, kau mulai lagi dengan otak mesummu.” Ucap Jira kesal sambil memukul bahu Seunghyun.

 

Seunghyun yang medapatkan serangan  Jira, dia hanya tertawa saja. Lalu Seunghyun menarik tangan Jira dengan kencang, hingga membuat Jira terjatuh di atas pangkuannya.

 

Jira terkejut dengan perlakuan Seunghyun tadi, dia diam membisu tidak bergerak dan tidak juga mengatakan sesuatu. Jantung Jira berdegup dengan sangat kencang, dia merasakan hawa panas yang mengalir di setiap darahnya.

 

Mereka berdua hanya sibuk memandang satu sama lain, Seunghyun Sibuk memperhatikan wajah Jira dari dekat. Sedangkan Jira sibuk mengontrol jantung nya yang berdegup kencang.

 

Seunghyun mendekatkan wajahnya kearah Jira, entah kenapa dia sangat ingin mengecup bibir tipis Jira. Dia ingin merasakan manisnya bibir tipis Jira, perlahan-lahan dia memajukan wajahnya.

 

Seunghyun menangkup wajah Jira dengan kedua tangannya, lalu dia mencium bibir Jira, melumat bibir tipis itu dengan lembut.

 

Jira menegang merasakan sapuan lembut di bibirnya, ingin sekali Jira mendorong Seunghyun seperti tadi. Tetapi tubuh dia menolaknya, tubuh dia menginginkan bibir Seunghyun mengecup bibirnya lebih dalam lagi.

 

Seunghyun menggigit pelan bibir bawah Jira, lalu dia melumat dengan rakus bibir Jira. Jira yang sedari tadi  hanya diam saja, kini perlahan-lahan dia membalas kecupan dari bibir Seunghyun.

 

Ini pertama kalinya dia berciuman dengan pria, karna selama ini Jira tidak pernah dekat dengan pria manapun. Seunghyun mencengkram rambut Jira dengan pelan, dia menekankan kepala Jira lebih dalam lagi, agar dia leluasa untuk melumat bibir Jira.

 

Lidah dia menerobos masuk kedalam mulut Jira, lalu lidah itu menari-nari  di setiap rongga mulut Jira. Jira yang baru pertama kali merasakan sensasi seperti ini, dia tak sanggup lagi. Dia ingin menghirup udara sebanyak mungkin.

 

Tetapi Seunghyun yang kecanduan dengan rasa bibir tipis Jira yang manis, dia tidak bisa menghentikan ciuman ini. Dia terus melumat dan menggigit kecil bibir Jira, hingga membuat Jira terbuai oleh sapuan lembut dari bibir Seunghyun.

 

Jira kembali membalas lumatan Seunghyun, dia melumat dengan pelan bibir bawah Seunghyun. Mereka berdua saling berperang lidah dan menukar salifa masing-masing.

 

Suara decakan dari pergulatan bibir mereka menggema di ruangan ini, lalu menyadarkan keduanya dari aksi tersebut. Seunghyun melepaskan lumatannya dari bibir Jira, dia menghirup nafas sebanyak mungkin. Begitu pula dengan Jira.

 

Jira menunduk malu, dia tak berani menatap mata tajam Seunghyun yang seperti ingin memangsa dirinya. Seunghyun memeluk Jira dengan erat, entah kenapa dia sangat suka posisi seperti ini.

 

” Kau harus menjadi milikku.” bisik Seunghyun di telinga Jira, lalu dia mengulum telinga Jira dengan lembut.

 

Jira memejamkan matanya merasakan lumatan bibir Seunghyun pada telinganya, dia menggeliat ketika lidah Seunghyun mulai menjilati leher jenjang Jira.

 

Lidah Seunghyun menari-nari dengan lincah di leher jenjang Jira, dia mengecup dan membuat tanda kismark pada leher Jira. Jira menggigit bibirnya agar dia tidak mengeluarkan suara desahan sedikitpun.

 

Seunghyun terus menjelajahi leher jenjang Jira, kemudian tangan dia menelusuri payudara Jira. Jira yang merasakan remasan yang sangat kasar pada bagian payudaranya, dia terkejut dan mendorong tubuh Seunghyun.

 

Seunghyun pun terkejut atas penolakan Jira tadi, Jira berdiri dari pangkuan Seunghyun. Lalu dia berlari menuju ke toilet. Jira sangat malu, dia tak berani melihat wajah Seunghyun sekarang ini, karna itulah dia berlari kedalam toilet.

 

Seunghyun mengusap kasar wajahnya, dia tidak bisa berpikir apa-apa sekarang. Dia kesal karena dia tidak bisa mengontrol hasratnya saat mengecup bibir Jira, Seunghyun merasakan getaran lain pada saat dia bercumbu dengan Jira tadi.

 

Seunghyun sangat ingin mencicipi tubuh Jira, rasa manis bibir Jira sungguh memabukkan Seunghyun. Seunghyun menjambak pelan rambutnya, dia kesal karna juniornya cepat sekali bangun hanya dengan mencicipi bibir Jira saja.

 

” Sial, aku harus mendapatkan dia.” gumam Seunghyun sambil mengusap kasar wajahnya.

 

” sepertinya aku harus mendinginkan hawa panas yang masih menjalar di tubuhku.” ucap Seunghyun pelan.

 

Seunghyun keluar dari kamar perawatan Daehyun, dia ingin membeli minuman dingin. Mungkin, dengan begitu hasrat yang sedang menggebu di tubuhnya bisa mencair secepat mungkin, dan juniornya bisa tertidur dengan damai kembali.

 

*****

 

Jira yang berada di dalam toilet, dia sibuk menyiram wajahnya dengan air dingin. Jira merasa malu karna dengan mudahnya dia jatuh kedalam pesona Seunghyun, Jira memukul kepalanya sendiri. Berharap dia bisa melupakan kejadian tadi secepat mungkin.

 

” Bodohnya aku, kenapa aku membalas ciuman namja gila itu.” rutuk Jira kesal kepada dirinya sendiri.

 

” aku yakin, setelah ini. Namja gila itu pasti akan mengejekku.” kesal Jira.

 

” Oh.. Tuhan, tenggelamkan saja aku di sungai han. Aku tidak sanggup lagi melihat wajahnya.” gumam Jira sambil menghentak-hentakan kakinya.

 

Kemudian bayangan kejadian tadi melintas dengan cepatnya di kepala Jira, bayangan itu memutar dengan cepat seperti kaset film di kepalanya. Jira membenturkan kepalanya sendiri pada pintu toilet.

 

” Bodoh, bodoh, bodoh.” ucap Jira sambil membenturkan kepalanya.

 

” Dasar namja mesum, berani sekali dia menyentuh tubuhku. Brengsek!” rutuk Jira, sambil mebenturkan kepalanya.

 

” Aww.. Ternyata sakit juga  membenturkan kepala sendiri ke pintu.” ucap Jira sambil mengusap pelan kepalanya.

 

” Ini semua karna dia, aku jadi bodoh seperti ini.” kesal Jira.

 

Kemudian dia membasuh wajahnya sekali lagi dengan air dingin, setelah itu dia membuka pintu toilet sepelan mungkin.

 

Jira mengintip sedikit, berharap Seunghyun sudah pergi dari kamar ini. Setelah melihat situasi aman, Jira keluar dengan nafas yang lega, dia sangat senang karna Seunghyun sudah tidak ada di dalam kamar.

 

****

 

Jira berjalan dan duduk di kursi yang berada di samping ranjang Daehyun, dia mencoba memikirkan hal lain di kepalanya. Dia ingin secepat mungkin menghapus kejadian tadi dari kepalanya, tetapi usaha Jira sia-sia.

 

Semakin dia mengalihkan pikirannya ke arah lain, semakin menambah parahlah ingatan dia tentang percumbuan panas tadi. Jira menjambak pelan rambutnya, dia merasa frustasi dengan kejadian tadi.

 

Jira yang sibuk menjambak rambutnya, sampai tidak sadar kalau jari-jari Daehyun bergerak pelan. Dan bocah itu perlahan-lahan membuka matanya, Daehyun melihat sekeliling ruangan kamar ini. Bocah kecil itu juga melihat kakaknya sedang menjambak pelan rambutnya sendiri.

 

“Noona..” Panggil Daehyun pelan.

 

Jira tersadar dari aksi menjambak dirinya itu, lalu dia dengan cepat menoleh ke arah Daehyun. Jira tersenyum cerah melihat adik kesayangan nya membuka mata, lalu dia berlari memanggil suster yang berjaga.

 

******

 

Seunghyun yang berada di kantin kini dia sudah kembali membawa dua buah ice kopi dan roti untuk dia dan Jira, Seunghyun terkejut melihat Jira yang berlari keluar sambil meneriaki para suster.

 

Dengan langkah yang cepat Seunghyun berjalan menuju kamar Daehyun, dia khawatir dengan keadaan Daehyun setelah melihat Jira yang berlari seperti orang panik.

 

Sesampainya di kamar Daehyun. Seunghyun menghembuskan nafasnya dengan lega, Seunghyun tersenyum melihat Daehyun yang sudah membuka matanya. Daehyun yang melihat sosok Seunghyun, bocah itu tersenyum cerah.

 

” Hai, jagoan. Apakah kau baik-baik saja?” tanya Seunghyun.

 

” Ahjussi, aku ada di mana.” Tanya Daehyun, Seunghyun tertawa mendengarkan pertanyaan Daehyun.

 

” Kau ini, bukanya menjawab pertanyaanku.” ucap Seunghyun pura-pura kesal, Daehyun tertawa pelan melihat wajah Seunghyun yang pura-pura marah.

 

” Maaf Ahjussi, aku baik-baik saja.” Jawab Daehyun pelan.

 

*****

 

Jira kembali ke kamar Daehyun bersama dengan dokter dan juga suster, lalu dokter itu memeriksa kondisi Daehyun. Seunghyun berjalan mendekat ke arah Jira.

 

” Dasar wanita bodoh.” ucap Seunghyun, Jira menoleh ke arah Seunghyun dan menatap sinis Seunghyun.

 

” Apa maksudmu?” tanya Jira.

 

” Maksudku, kau itu bodoh.” Jawab Seunghyun asal.

 

” Apa alasanmu berkata seperti itu,  Tuan.” ucap Jira kesal.

 

” Kenapa kau berlari keluar tadi? kau membuatku panik, aku pikir ada hal yang buruk terjadi dengan Daehyun sampai kau berlari seperti itu.” Jawab Seunghyun.

 

” karna aku mau memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Daehyun, karna itulah aku berlari keluar.” Ucap Jira kesal.

 

” Kau tak lihat, ada tombol darurat tepat di tembok yang berada di atas kepala Daehyun. Kau hanya perlu memenekan nya saja, maka dokter dan suster akan datang ke kamar ini. Dasar bodoh.” Jawab Seunghyun tak mau kalah.

 

” Aku reflek berlari seperti tadi, karna aku terlalu bahagia saat melihat  Daehyun membuka matanya. Sampai aku lupa akan tombol itu.” Ucap Jira kesal, Jira ingin sekali merobek bibir Seunghyun yang selalu mengatainya.

 

” Alasan..” Jawab Seunghyun asal, Jira ingin memukul Seunghyun, tetapi dokter sudah berjalan mendekat ke arah mereka berdua.

 

” Nyonya kondisi Daehyun sudah membaik, tidak ada gejala lain dan efek samping dari benturan itu. Beberapa hari lagi Daehyun pasti bisa pulang dan kembali beraktifas seperti biasa.” Jelas dokter, Jira dan Seunghyun tersenyum bahagia mendengar penjelasan dokter tadi.

 

” Terimakasih Dokter.” Ucap Jira tulus sambil membungkuk, dokter itu hanya tersenyum menjawab perkataan Jira tadi, lalu dokter pun keluar dari kamar Daehyun.

 

*****

 

Jira berjalan mendekat ke arah Daehyun, lalu dia duduk di kursi berwarna coklat yang berada di samping ranjang Daehyun.

 

” Hyun-ah, kau baik-baik saja sayang? Apakah ada yang sakit.” Tanya Jira.

 

” Tidak ada Noona, tetapi Daehyun haus.” Jawab Daehyun.

 

Seunghyun yang mendengarkan perkataan Daehyun tadi. Dia berjalan dengan cepatnya mengambil air mineral di gelas, lalu dia membangunkan tubuh Daehyun dengan perlahan dan memberikan Daehyun minum.

 

Jira terenyuh melihat perlakuan Seunghyun yang sangat menyayangi Daehyun, Jira tersenyum bahagia melihat pemandangan di depan nya.

 

Tiba-tiba saja jantung dia berdetak dengan kencang, Jira mengkerutkan kening nya. Tak mengerti dengan sifatnya yang seperti ini.

 

” Terimakasih, Ahjussi.” Ucap Daehyun, Seunghyun hanya tersenyum menjawab perkataan Daehyun tadi.

 

” Noona, Selama Daehyun tertidur. Daehyun mimpi bertemu dengan appa dan eomma.” Cerita Daehyun.

 

Jira menegang mendengarkan cerita Daehyun tadi, wajah Jira berubah menjadi sendu seperti ingin menangis saat mendengarkan cerita Daehyun.

 

Seunghyun mendekat ke arah Jira, lalu dia mengelus pundak Jira dengan pelan. Berharap dengan cara seperti ini, Seunghyun bisa menguatkan Jira. Jira menoleh ke arah Seunghyun, lalu dia tersenyum.

 

” Benarkah? Apa ada pesan dari eomma dan appa untuk Noona.” Jawab Jira seceria mungkin.

 

” Tidak ada Noona, Eomma dan Appa hanya sibuk menasehati Daehyun dan mengajak bermain Daehyun.” Jawab Daehyun antusias.

 

Jira menundukkan wajahnya, dia sungguh tidak kuat lagi untuk berpura-pura tegar. Jira tau Daehyun pasti rindu dengan kedua orang tuanya, tetapi Jira tidak bisa berbuat apa-apa untuk mempertemukan mereka.

 

Tubuh Jira bergetar, air mata yang sedari tadi dia tahan. Kini jatuh dan mengalir di pipinya, Jira menundukkan wajahnya. Jira tidak berani menatap Daehyun.

 

Seunghyun yang tau Jira sedang menangis, dia Membungkuk dan memeluk Jira. Lalu dia membawa Jira  keluar untuk menenangkan Jira.

 

” Tenangkanlah dirimu dulu, biar aku yang berbicara dengan Daehyun.” Ucap Seunghyun Pelan, Jira hanya menganggukkan kepalanya saja.

 

*****

 

Seunghyun kembali masuk kedalam kamar Daehyun, lalu dia duduk di samping ranjang Daehyun.

 

” Ahjussi, Noonaku kenapa.” Tanya Daehyun.

 

” Noona Daehyun sakit perut, Jadi dia pergi sebentar membeli obat.” ucap Seunghyun asal.

 

” Hyun-ah, apa kau ingin memakan sesuatu.” tanya Seunghyun.

 

” Tidak Ahjussi, aku ingin Noona.” Jawab Daehyun merengek.

 

Seunghyun menggaruk kepalanya. Dia sungguh tidak tau bagaimana caranya bersikap dalam situasi seperti ini, karna Seunghyun tidak mempunyai adik. Jadi dia tidak tau cara menenangkan anak kecil.

 

” Apakah aku membuat Noona menangis, Ahjussi.” Tanya Daehyun.

 

” Tidak Hyun-ah, Noonamu tadi sedang sakit perut.” Jawab Seunghyun asal.

 

” kalau memang seperti itu, Ahjussi keluar saja. Tolong jaga Noonaku, dia pasti kesakitan saat membeli obat nanti.” ucap Daehyun polos.

 

” Baiklah, kau tunggu sebentar. Aku akan mencari Noonamu dulu.” Jawab Seunghyun. Seunghyun berjalan keluar dari kamar Daehyun, lalu dia mencari Jira.

 

” sepertinya tadi aku taruh dia di depan pintu kamar ini, kemana perginya yeoja itu.” Gumam Seunghyun.

 

*****

 

Setelah menyusuri rumah sakit untuk mencari Jira, akhirnya Seunghyun melihat sosok yang dia cari. Seunghyun melihat Jira yang sedang melamun duduk di bangku taman rumah sakit.

 

Senghyun mendekat ke arah Jira, lalu dia duduk di samping Jira. Jira menolehkan wajahnya ke samping, dia melihat Seunghyun yang duduk di sampingnya.

 

” Apa kau sudah tenang.” Tanya Seunghyun, Jira hanya menganggukkan kepalanya saja.

 

” Aku tau hidupmu sulit, tetapi aku yakin kau bisa melewati semua ini.” Ucap Seunghyun.

 

” Kau harus tegar menghadapi semuanya, jangan mudah menangis. Itu akan membuat adikmu merasa bersalah.” Tutur Seunghyun.

 

” Aku tidak sanggup melihat wajah Daehyun yang selalu merindukan orang tua kami, itu membuat hatiku tersayat. Karna aku tidak bisa memebawa mereka kehadapan Daehyun.” Jawab Jira terisak, Seunghyun memeluk tubuh Jira.

 

Jira menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan Seunghyun, Seunghyun merasakan perih di hatinya ketika melihat dan mendengar tangisan Jira. Seunghyun ingin sekali membuat Jira dan kedua adiknya bahagia.

 

” Kau harus kuat, aku akan membantumu mengahadapi semuanya.” ucap Seunghyun pelan, Jira melepaskan pelukan nya setelah mendengarkan perkataan Seunghyun tadi.

 

” Maksudku, jika kau memerlukan bantuan aku siap membantumu kapan saja.” Jelas Seunghyun.

 

Ketika mereka berdua sedang duduk di taman rumah sakit, ada seorang wanita berparas cantik berjalan mendekat ke arah Seunghyun dan Jira.

 

Tubuhnya langsing dan wajahnya sangat cantik, wanita itu mempunyai mata tajam yang sangat indah. Wanita itu menghampiri Seunghyun dan Jira.

 

” Hyun oppa, apakah benar itu kau.” Tanya wanita berwajah cantik itu.

 

Seunghyun yang sedari tadi hanya melihat wajah Jira, dia membeku ketika mendengarkan sebuah suara yang memanggilnya. Seunghyun sangat kenal dengan suara itu.

 

Itu suara wanita yang selama ini dia rindukan, suara yang sangat dia gilai tiga tahun lalu. Suara yang sangat dia cari-cari selama ini.

 

Jira bingung melihat wajah datar Seunghyun, wajah Seunghyun berubah drastis ketika mendengar suara wanita yang memanggil Seunghyun.

 

Wajah Seunghyun yang berseri-seri ketika berbicara dengan Jira, kini hilang. Berganti dengan wajah yang penuh luka, Jira mengkerutkan keningnya tak mengerti dengan keadaan seperti ini.

 

” Oppa..” Panggil wanita itu pelan.

 

Seunghyun hanya diam saja, tidak menoleh sedikitpun ke arah sumber suara. Jira menyentuh tangan Seunghyun, lalu Seunghyun tersadar dari lamunannya dan  menolehkan wajahnya perlahan  ke arah suara yang memanggilnya.

 

Mata Seunghyun berkaca-kaca melihat sosok yang sedari tadi memanggilnya, wanita itu tersenyum Sambil menitihkan air matanya.

 

Seunghyun berdiri dan berjalan mendekat ke arah wanita itu, lalu dia memeluk erat wanita itu dan menghujani kecupan di wajah cantik wanita itu.

 

Jira yang melihat Seunghyun memeluk dan mencium wanita lain, seketika hati dia perih seperti di sayat. Lalu Jira berlari meninggalkan Seunghyun bersama Wanita itu.

 

 

#Tbc

84 thoughts on “Beds Love Part 4

  1. itu syapah???? aku rada lupa ama ceritanya..maklum pelupa ㅋㅋㅋㅋ tunangan? mantan? jira >< gimana???? akh….aku gasabar caw part 5 . fighting eonni author ^^

    Suka

  2. ahhhh. siapa cewek itu. cintanya top oppakah?? atau siapa?? bagaimana dengan jira. padahal waktu diruang rawat aku udah seneng mereka begitu. aku juga seneng waktu baca kalau top oppa seperti mulai menyukai jira. tapi kenapa akhirnya muncul cewek lain. mana top oppa langsung meluk dan nyiumin dialagi. akkhhh. aku kepo.

    semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttttttttttt

    Suka

  3. pasti hati jira hancur… dia d permainkan oleh seunghyun n keadaan hidupnya sungguh berat
    untuk kedepannya moga aja jira menjaga jarak dari seunghyun dengan bersikap acuh
    syukurlah daehyun ga mengalami hal buruk

    oh ya thor ff ini aku tunggu tunggu… next partnya moga aja bisa cepet ya thor ??
    fighting thor !!!!!

    Suka

  4. Kira” siapa yach orang yg lagi d peluk seunghyun. Pdahal kan keliatan nya jira udah mulai suka sma seunghyun,,
    Gmna nasib jira klo orang yg selama ini seunghyun cari dan rindukan sudah kembali

    Suka

  5. Nyesek bacanya kasihan sama Jira. Begitu banyak beban pikiran yang harus ditanggung nya. Siapakah orang yang datang menemui sunghyun

    Suka

  6. Apah ini seunghyun??
    Hhhh… mencium orang sembarangan, sudah diterbanhkan setinggi langit tiba2 dijatuhkan lagi kebawah hiks😢 kasian jira

    Suka

  7. wah mulai nih, udh ada grtar2 cinta.

    ehh baru juga mau mulai dtnglah si masa lalu…

    ada kalimat sepeti ngk enak untuk di baca seperti “jantung dia” mungkin bisa di ganti dgn jantungnya. biar lebih enak aja. ini cuma saran kok.

    Suka

  8. wehhh ada apa ini???
    masalah apa lagi yang akan dihadapi jira???
    siapa sebenarnya wanita yang menyapa seunghyun???OMG penasaran banget.
    ditunggu kelancutan ceritanya.

    Suka

  9. Hyun km salah peluk woy. Akhirnya ni ff dilanjut aku suka bgt nih cerita tapi mim sebelumnya maaf nih bs gak klw dialognya lbh banyak soalnya waktu baca dr atas narasinya lbh banyak dan dialognya dikit

    Suka

  10. Saya lelah di php ‘in.. udah seru2x baca ehh.tbc nya muncul..
    Nih cewek sapa si? Si mantan kah?
    Di tunggu cerita selanjutnya.. semoga idenya muncul dimana-mana..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s