Just Because Part 1


 

Author             : KeyNana

Tittle               : Just Because …

Category         : NC17, Romance, Drama, Chapter

Cast                 :

  • Kim Ki Bum a.k.a Key
  • Choi Na Ri
  • Park Jin Young

Other Cast :

  • Other Shinee Member
  • Kim Tae Hyung
  • Park Ji Min

Happy Reading ..
I hope you like this …:)

 

Pada Akhirnya hari yang aku tunggu telah tiba…

Hari dimana aku menginginkan melakukan hal manis bersama orang yang aku sayang..

Bersama dengannya di hari pertama salju turun..

Aku ingin menikmatinya bersama kekasihku…

Melihat pemandangan menakjubkan dari tempat yang ingin aku datangi dan saling mengucap kata sayang..

Aku menginginkan itu akan terjadi malam ini.

***

Hanya mengoleskan sedikit pelembab di wajah cantiknya, lalu menaburkan bedak dengan menepuk-nepuk secara perlahan di wajah mulusnya, tak lupa pewarna yang akan membuat bibirnya terlihat berkilau. Melepas ikat rambutnya dan membiarkan rambut panjang tergerai dengan sempurna dan sedikit merapikan poninya. Setelah menurutnya cukup dia tersenyum lebar. Betapa cantiknya dia saat ini.

“Baiklah, aku siap bertemu dengan Ki Bum Oppa” Wajahnya berseri ketika menyebutkan nama seorang pria “Ki Bum”

Drrrttt……Drrrtt…….
Ponselnya bergetar tepat disampingya. Dia langsung mengambilnya, lihatlah betapa cantiknya dia ketika tersenyum. melihat nama yang tertulis dengan jelas di layar ponselnya “Ki Bum Oppa” membuatnya memamerkan deretan gigi putihnya, tanpa menunggu lagi dia langsung menjawab panggilannya, dengan penuh semangat “EohOppa

“Kau ada dimana? Aku sudah siap” Dia sangat yakin bahwa kekasihnya akan segera datang untuk menjemputnya.

“Na Ri-ah, sepertinya aku tak bisa datang”Ujar pria yang bernama Ki Bum, membuat gadis yang baru saja dipanggil dengan nama Na Ri mendadak lesu. “Kenapa, bukankah Oppa sudah berjanji akan melihat salju pertama denganku?”

“Eoh, tapi tiba-tiba Soo Man Daepyo-nim meminta kami untuk datang. Maafkan aku, kau pergilah dengan teman-temanmu. Besok aku akan menemuimu,Eoh.” Tanpa menunggu gadisnnya berbicara Ki Bum langsung mengakhiri panggilannya dan membuat gadisnya semakin terlihat menyedihkan.Dia menghela nafasnya dan bergumam “Padalah aku sudah siap”

Choi Na Ri, gadis cantik yang masih duduk di bangku pendidikan di Myongji University yang bermimpi menjadi seorang Dokter Bedah ini bisa dikatakan sebagai gadis yang beruntung karena dia bisa menjadi kekasih dari salah satu Idola terkenal, Shinee. 3 tahun lalu Choi Na Ri terpaksa melakukan hal yang tak ingin ia lakukan karena teman-temannya yang tanpa seizinnya sudah mendaftarkan dirinya sebagai peserta Audisi Global SM Entertainment. Pada saat itulah Choi Na Ri bertemu dengan Kim Ki Bum yang memiliki nama panggung Key yang tak lain adalah Rapper dari Shinee.

Flashback On

“Apakah ini masuk akal? Ketika aku memiliki puluhan tugas yang harus segera dikumpulkan tetapi, apa yang aku lakukan sekarang? Duduk seperti orang bodoh menunggu namaku dipanggil dengan nomor yang tak seharusnya berada di badanku”. Choi Na Ri terus menggerutu dalam hatinya tanpa henti, saat ini sungguh dia terlihat begitu kesal dan ingin sekali melepas nomor yang menempel pada dadanya. Jika bukan karena ulah temannya, dia tidak mungkin berada disini. Kim Ye Na, teman Choi Na Ri memaksanya untuk datang dan mengikuti sebuah audisi yang diselenggarakan oleh SM Entertainment

Kim Ye Na tak memperdulikan persetujuan dari Choi Na Ri, dirinya hanya ingin temannya ini ikut dan masuk menjadi trainee di Perusahaan terbesar di Korea Selatan ini. Awalnya Choi Na Ri menolak keras Kim Ye Na namun karena bujukan maut dari Kim Ye Na mampu membuat gadis yang bercita-cita ingin menjadi Dokter bedah ini terbujuk dan pada akhirnya mereka duduk bersama untuk menunggu panggilan. Akan tetapi, itu tidak seperti awal mereka datang setelah menunggu 30 menit akhirnya Choi Na Ri tidak tahan lagi, dia berdiri dan berkata“Ini tidak masuk akal. Aku ingin pulang.”

Kim Ye Na terkejut mendengar ucapan Choi Na Ri, dirinyapun berdiri “Yak…. Na Ri-ah. Sebentar lagi giliran kita, kau tidak bisa pergi begitu saja.”

“Ye Na aku sudah gila menurutimu datang kesini. Aku tidak ingin menjadi idola, kaupun tahu itu.” Kesalnya yang tak bisa ia tahan lagi dan tak memperdulikan jika semua kini sedang menatap kearah mereka.

“Kau bisa menyanyi dengan baik, kau bisa menari dengan baik dan kau cantik. Kau tidak bisa menyia-nyiakan itu semua.” Ucap Kim Ye Na dengan alasannya

“Aku tidak suka menjadi Idola, Ye Na! siapa kau mengatur masa depanku.” Kemarahannya tak bisa mengontrol emosinya lagi sehingga dia dengan berani mengatakan kata kasar itu kepada sahabatnya sendiri.

“Apa? Ahh… maafkan aku sudah lancang membawamu kemari padahal aku hanya orang asing untukmu.” Kim Ye Na kecewa dengan kata-kata yang baru saja Choi Na Ri katakan.

“Ye Na, bukan seperti itu maksudku” Choi Na Ri mencoba meluluhkannya kembali.

“Aku hanya ingin semua tahu bahwa kau cantik, kau bisa mendapatkan banyak cinta, kau bisa memperlihatkan pada Eun Ha jika kau lebih darinya.” Kim Ye Na kembali membuat Choi Na Ri terkejut ‘bagaimana bisa dia membawa nama Eun Hadisini?’ pikirnya.

“Aku melihat semuanya, aku mendengar ketika Eun Ha mengejekmu dan bilang bahwa kau hanya pelajar yang tidak tahu cara berdandan.” Jelas Kim Ye Na yang akhirnya mengatakan alasannya mengapa dia memaksa Choi Na Ri untuk mengikuti audisi ini.

“Terimakasih kau sudah peduli padaku, tapi apa harus sejauh ini?”

“Kau hanya perlu mengikuti audisi ini. Jika nanti kau diterima kau bisa menunjukkan pada Eun Ha bahwa gadis yang tidak tahu cara berdandan terpilih menjadi Trainee SM Entertainment.”

“Apakah menurut kalian audisi ini sebuah permainan?” Tanya seorang pria yang tiba-tiba datang. Tak bisa dipercaya lagi dia adalah Key Shinee. Semua peserta yang rata-rata seorang perempuan saling berbisik kegirangan akan kedatangan Key secara tiba-tiba.

“Audisi ini tidak menerima Idola yang tujuannya hanya untuk balas dendam. Jika kau tidak ingin disini, pergilah.” Key menatap kedua mata Choi Na Ri dengan tajam meskipun begitu Choi Na Ri tidak menghindar dari tatapan tajam Key dia hanya melirik Kim Ye Na sekilas dengan memanggilnya “Ye Na-ah…” tak lepas dari pandangan Key Choi Na Ri berkata “Maafkan aku, aku rasa disini bukan tempatku.” Choi Na Ri langsung pergi begitu saja tanpa memperdulikan Kim Ye Na yang terus memanggilnya bahkan saat ini Kim Ye Na mulai mengejar sahabatnya dan meninggalkan audisi.

Flashback Off

Baik Key ataupun Choi Na Ri tidak pernah menyangka jika pertemuan singkat mereka di audisi SM Entertainment membuat mereka saling menyapa dipertemuan mereka selanjutnya dan berakhir pada hubungan asmara yang terjalin diantara mereka yang sudah tak lagi menjadi rahasia publik karena dipertengahan tahun 2016 tim dispacth berhasil mengungumkan ke publik tentang hubungan mereka dan menggemparkan dimusim panas itu.

“Salju pertama turun dan mereka bersama. Key memang pria romantis”.“Tidak. Key tidak bersamnya, lihatlah foto yang baru saja diunggah Yesung. Key sedang makan malam dengan SM”Choi Na Ri dengan lesu membaca komentar-komentar yang ia dapatkan setelah mengunggah foto di akun sosial medianya. Mereka mengira bahwa kini Key bersama dengannya tetapi nyatanya Key tidak bersama dirinya sekarang, hanya menghela nafas beratnya lalu meneguk wine merah frustasi.

***

SM’s Cafe milik SM Entertainment malam ini sangat ramai. Bagaimana tidak, staf yang bekerja untuk agensi besar ini semua berada disini. Tak terlupakan Idola-idola besar yang bernaung di SM Entertainment mereka menyempatkan untuk datang bagi yang tidak memiliki acara TV. Semua berbincang tak hanya satu grupnya tetapi mereka menyatu. Semua terlihat menikmati acara dari ide Lee Soo Man selaku Direktur SM Entertainment. Lee Soo Man memang memiliki ribuan rencana agar para artisnya bisa menjadi dekat layaknya sebuah keluarga besar.

Tetapi dibalik keceriaan yang sedari tadi mereka tujukan ternyata tetap saja ada yang terlihat murung. Sebut saja, Key Shinee. Sedari tadi dia hanya memainkan ponselnya, mungkin dia melihat unggahan kekasihnya, Choi Na Ri di Instagram yang membuat pria kelahiran 1991 ini merasa bersalah telah membatalkan janjinya dan memilih untuk datang kesini.

Hei … Hei … Lihatlah NCT, mereka terlihat ingin meminum Bir. Hehe mereka sangat lucu” Ucap Heechul personil Super Junior ketika memperhatikan para Juniornya yang tergabung dalam Group NCT.

“Ketika berkumpul seperti ini memang Bir yang paling tepat” Tambah Taeyon personil SNSD.

Hei kita semua penyanyi tetapi kenapa tidak ada yang bernyanyi disini?” Sorak Heechul

“Taeyon-ah bernyanyilah dengan Baekhyun” Celetuk Leader Super Junior, Leeteuk.

Hyung, Mengapa harus aku?” Tanya Baekhyun spontan. Mengingat bahwa mereka pernah menjadi sepasang kekasih.

“Suara kalian bagus dan aku ingin tahu bagaimana jika kalian berduet.” Jawab Leeteuk

Oppa, berhentilah.” Taeyon terlihat kesal

“Kenapa? Disini tidak ada netizen, tidak ada penggemar hanya kita yang tahu” Ucap Leeteuk sementara Taeyon hanya menghela nafas panjangnya.

“Key-ah, kenapa kau terlihat murung?” Tanya Taeyon pada Key alih-alih dia untuk menghindar dari Seniornya Leeteuk membuat pria yang sangat menyukai warna putih ini hanya tertawa kecil.

Ahh.. tidak. Aku baik-baik saja, Nuna” Jawab Key tersenyum simpul

“Bukankah kau memiliki kekasih?” Tanya Heechul “Ya… Di malam seperti ini seharusnya kau bersamanya. Ahh itu akan indah rasanya” Ucap Heechul sementara Key hanya tersenyum

“Pergilah” Ucap Leeteuk yang membuat Key terkejut “Pergilah temui dia. Soal Lee Daepyo-nim biar aku yang bilang padanya” Jelas Leeteuk seolah dia tahu apa yang dirasakan Key,

“Benarkah?” Tanya Key hanya anggukan kecil Leeteuk menjadi jawabannya.

“Terimakasih Hyung. Aku pergi” Tanpa berfikir panjang lagi Key pergi dari pesta SM Entertainment.

Yak.. Yak.. Bocah itu benar-benar pergi.” Dengus Leeteuk terlihat terkejut dengan Key yang langsung pergi begitu saja.

Ahh… Beruntung sekali dia bisa menghabiskan malam bersama kekasihnya. Andai saja aku juga memilikinya” Ucap Onew Leader Shinee yang merasa iri.

“Kalau begitu carilah kekasih” Ucap Heechul

“Kau saja belum memilikinya bagaiman bisa Dongsaeng sepertiku melangkahimu, Hyung.” Balas Onew sebagai candaan yang mampu membuat tawaan.

Aisshh… kau ini” Heechul terlihat kesal dengan candaan Onew namun dia juga tersenyum.

Mereka semua begitu menikmati suasana malam ini. Entah itu senior ataupun junior mereka saling melontarkan candaan yang membuat suasana semakin ramai dan meriah.

Hari sudah semakin larut bahkan waktu jam sudah menunjukkan pkl. 23.45 KST tetapi gadis sama sekali belum memejamkan matanya meskipun kini dirinya sudah berbaring diatas ranjang besarnya. Helaan nafas panjangnya menjadi sebuah jawaban bahwa dirinya sedang memikirkan seseorang. Meskipun sudah meminum beberapa gelas wine tidak membuat Choi Na Ri mengantuk, rasa kantuknya dikalahkan dengan kekecewaan sekaligus kerinduannya kepada kekasihnya, Kim Ki Bum.

Ting…Nong….
Tiba-tiba suara bel Apartment berbunyi. Dirinyamemang tinggal sendiri di sebuah apartmentsementara orang tua berada di Busan.

Dengan penasaran, Choi Na Ri melangkah mendekati pintu masuknya  “Siapa?” Teriakku hampir sampai ke pintu.

“Pesanan Ayam sudah datang” Teriaknya yang membuatnya bingung  karena dia tidak merasa bahwa dirinya telah memesan ayam.

Tanpa rasa takut Choi Na Ri membuka pintu dengan berkata “Tetapi aku tidak …

Dirinya terdiam ketika melihat siapa yang berdiri dihapadannya namun dirinya tak bisa menyembunyikan senyuman manisnya ketika melihat pria yang berdiri diahadapannya dengan topi hitam yang juga tersenyum kearahnya, Kim Ki Bum.

“Pesanan Ayam anda sudah datang, Nuna” Ucap Key begitu manis seraya mengangkat bingkisan yang dia bawa. Pria manis ini mampu membuat wanita manapun akan langsung tersenyum ketika melihantya begitupula dengan Choi Na Ri yang tak henti tersenyum “Masuklah, disini dingin.” Ajaknya lalu mereka masuk kedalam bersama.

“Ada apa ini, Oppa?” Tanya Choi Na Ri ketika mereka sudah berada didalam

Choi Na Ri duduk di meja makan sementara Key sibuk mengambil wine didalam lemari pendingin. “Apa Kau sudah makan?” Tanya Key datang dengan sebotol Wine dan 2 gelas di tangannya

“Apakah acaranya sudah selesai?” Tanya Choi Na Ri kembali

“Belum” Jawabnya singkat dengan membuka bingkisan yang ia bawa, sebuah kue Red Velvet

“Kau meninggalkan mereka?” Tanya Choi Na Ri

Eoh” Jawabnya “Cha… makanlah” Ucap Key memberikan sepotong kue pada Choi Na Ri.

Oppa, mengapa kau meninggalkan mereka?” Choi Na Ri tak hentinya bertanya pada Key

Setelah dia menuangkan wine kedalam gelas akhirnya dia duduk disamping Choi Na Ri yang selalu memperhatikannya. “Unggahanmu di Instagram membuatku tidak nyaman” Jawab Key

“Jadi kau pergi karena aku?” Kembali dirinya bertanyamembuat Key mengernyitkan dahinya lalu tersenyum.

“Kue dengan Wine tidak buruk ‘kan untuk perayaan salju pertama turun kita yang kedua?” Tanya Key, Choi Na Ri tidak bisa mengatakan apapun lagi kecuali tersenyum padanya.

“Tunggu, kita harus berfoto terlebih dahulu” Ucap Key lalu mengambil ponselnya untuk mengambil gambar bersama kekasihnya. Key memang dikenal sebagai pria yang senang dengan kamera. Mereka terlihat manis didalam foto itu.

“Mengapa kau sudah mengganti bajumu dan menghapus riasan diwajahmu?” Tanya Key

“Kau bilang kau takkan datang jadi buat apa aku masih mengenakan gaun.” Jawab Choi Na Ri

“Kau tidak pergi bersama teman-temanmu?” Tanya Key lagi

“Tidak, mereka hanya akan menggodaku” Jawabnya lesu

Aigoo…” Key menjentikkan dahi Choi Na Ri dengan jarinya membuat gadis itu menutup kedua matanya sebentar.

“Apa aku terlihat jelek tanpa riasan?” Tanya Choi Na Ri yang hanya dibalas dengan senyuman singkat Key membuat Choi Na Ri terlihat kesal.

Aa….” Pinta Key yang ingin menyuapi Choi Na Ri kue yang ia belikan untuknya. Dia hanya menurutinya permintaan Key.

“Apakah enak?” Tanya Key hanya anggukan kecil dari Choi Na Ri untuk menjawab pertanyaanya mengenai kue itu. Key kembali tersenym seraya terus menyuapinya.

Setelah menghabiskan kue dan Wine bersama, ini sudah waktnya untuk mereka pergi tidur. Setelah Key menyelimuti tubuh Choi Na Ri dengan selimut tebal baru dia ikut berbaring disebelahnya. Mereka memang sering tidur bersama. Key sering menginap di apartment Choi Na Ri ketika dirinya bosan di asrama maka Key akan tidur dengannya. Tetapi hubungan mereka tidak sejauh yang kalian pikirkan, mereka hanya tidur bersama tanpa melakukan apapun. Hubungan mereka hanya sebatas pegangan tangan, pelukan dan ciuman, itu saja tak ada yang lebih dari itu.

Oppa…” Panggil Choi Na Ri yang memiringkan tubuhnya agar bisa menatap Key.

Hmm….” Sahutnya yang masih dengan posisi terlentang menatap dinding-dinding langit di kamar.

“Terimakasih, karena sudah datang untukku.” Choi Na Rimembuat Key menoleh melihatnya.

“Tadi, aku sangat kesepian aku benar-benar ingin pergi denganmu” Key memiringkan posisinya menghadap kearah Choi Na Rimembuat gadis ini bisa menatap dengan jelas wajah tampan Key.

“Maafkan aku tidak menetapi janjiku untuk membawamu keluar melihat salju pertama.”

“Kau datang dan menemaniku, itu sudah lebih dari cukup untukku. Tak perlu meminta maaf lagi.”

Saranghae” Kembali Key membuat jantung Choi Na Ri berdetak dengan kencang. Entah kenapa setiap Key mengatakan kata-kata itu Choi Na Ri tidak bisa mengendalikan detakan jantunyakarena bahagia

“Aku mencintaimu, Choi Na Ri” Kembali dia mengatakannyabegitu manis dengan menyebutkan nama Choi Na Ri dengan jelas.  Semua wanita pasti akan melayang jika berada di posisinya sekarang.

“Aku juga Oppa. Terimakasih sudah mau menjadi bagian dari kisahku.” Key tersenyum namun hanya sesaat sebelum dia menatap Choi Na Ri dengan intens membuat Choi Na Ri  ikut terdiam dalam tatapannya. Dia mendekatkan wajahnya pada Choi Na Ri membunuh jarak diantara mereka. Choi Na Ri tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dengan tatapannya tak berhenti menatap bibi merahnya, oleh karena itu dengan segera Choi Na Ri membungkam bibirny dengan tangannya dan berhasil membuat Key terlihat kesal. “Kenapa?” Rengeknya kesal

“Apa kau melupakan janji kita, bahwa kita tidak bisa melakukan itu di ranjang. Aku takut kau kebablasan.” Jelas Choi Na Ri menyebutkan perjanjian diantara mereka.

“Aku bisa menahannya.”

“Tidak Oppa, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kita”

Aisssh…. kau ini benar-benar.” Dia begitu kesal dan menghadap ke depan kembali menatap langit-langit atas. Choi Na Ri hanya tersenyum dan sedetik kemudian gadis ini memeluk tubuhnya erat. “Apakah ini cukup?”

“Tidak. Tidurlah agar aku bisa menyerangmu dengan cepat.” Ucap Key sementara Choi Na Ri hanya tersenyum dan mengeratkan pelukanya kembali dan mulai memejamkan kedua mataku. Choi Na Ri tahu jika Key tidak akan berbuat apapun padanya, dia mempercayainya.

***

Matahari pagi sudah menyapa bumi mengingatkan bahwa waktu istirahat telah habis sudah waktunya semua yang hidup di bumi beraktifitas seperti hari-hari sebelumnya. Tak terkecuali pasangan kekasih ini yang menghabiskan malam bersama. Choi Na Ri sudah bangun terlebih dahulu dibandingkan Key yang masih tertidur pulas di tempat tidurnya. Setelah membersihkan badannya gadis yang selalu terlihat sederhana ini keluar dari kamarnya untuk segera menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan juga Key, kekasihnya.

Drrttt…..Drrrttt….
ponselnya yang bergetar mengalihkan perhatiannya dari bahan-bahan masakannya. Nama ‘Kim Ye Na’ terpampang jelas di layar ponselnya. Gadis kelahiran 1994 inipun langsung mengangkatnya.

“Ada apa kau pagi-pagi menghubungiku?” Tanya Choi Na Ri langsung

“Yak.. apa semalam kau bersama Key Oppa?”

“Darimana kau tahu … ?”

“Yak.. artikel tentang kalian ada dimana-mana.”Choi Na Ri mengernyitkan dahinya. ‘Artikel apa yang dia maksud’ pikirnya

“Na Ri-ah Dimana sarapan untukku?” Datang diwaktu yang tidak tepat Choi Na Ri langsung membungkam mulut Key dengan tangan kanannya.

“Siapa itu? Itu pasti suara Key Oppa. Yak.. apa yang sudahkalian lakukan semalam, Gadis nakal.” Terlambat Kim Ye Na terlanjur mendengar suara Key.

Ahh.. nanti kuhubungi lagi, Eoh.” Dengan cepat Choi Na Ri langsung mematikan teleponnya.

“Temanmu?” Tanya Key paham karena ini bukan pertama kalinya. Choi Na Ri hanya menganggukkan kepalanya dengan manis.

“Pokoknya buatkan aku makanan, aku sangat lapar” Pinta Key tetapi seperti tak mendengarkan permintaan Key, Choi Na Ri terus memainkan ponselnya.

Ya… kau mendengarkanku atau tidak?” Key yang sudah lapar terlihat kesal

Oppa, ada artikel tentang kita” Ucap Choi Na Ri seraya memberikan ponselnya pada Key.

“Apakah kau mengunggah foto kita semalam?”

Waa… mereka cepat sekali mengetahuinya.” Key mengabaikan pertanyaan Choi Na Ri. “Mereka pintar membuat artikel membuatku seperti pria sejati” Komentarnya kembali yang terdengar puas dengan artikel tentang hubungan dirinya dan Choi Na Ri.

Oppa.. kau mendengarkanku tidak?” Kesal Choi Na Ri menanyakan pertanyaan yang sama seperti Key sebelumnya.

’Manis sekali, Key Shinee meninggalkan acara SM demi kekasihnya’wah.. bukankah itu artikel yang bagus untuk imejku?” Tanya Key yang membacakan judul dari artikel itu. “Komentar dari para netizen juga tidak buruk.” Key tetap mengabaikan Choi Na Ri yang hanya menatapnya dengan begitu kesal.

“Key benar-benar pria sejati, Wah Choi Na Ri pasti bahagia bisa mendapatkan Key. Salju pertama kita yang kedua, captionnya begitu hangat.” Key benar-benar menyukai artikel itu.

“Ki Bum Oppa!”

“Kenapa? Apa kau tidak suka dengan artikel ini?”

“Bagaimana kalau mereka berfikir yang tidak-tidak tentang kita?” Choi Na Ri yang polos membuat Key mengernyitkan dahinya. “Apa? Maksudmu melakukan ‘itu’?”

“Na Ri-ah, kita hidup sudah di jaman modern, hal seperti itu sudah tidak aneh lagi disini. Kenapa kau berfikiran kuno?”

Ahh.. kau tahu dimana Dispatch memergoki Suzy dan Lee Min Ho, di Hotel. Terus Soulhyun yang sering mondar-mandir ke apartment Zico dengan pakaian minimnya. Apa kau yakin mereka tidak melakukan apa-apa? mungkin cuma kita pasangan yang tidak melakukan banyak hal.” Jelas Key yang masuk diakal. Mengingat mereka adalah penduduk Korea yang tidak asing lagi dengan hubungan seperti itu.

“Apa kau sudah pernah melakukannya, Oppa?” Tanya Choi Na Ri yang tiba-tiba membuat Key menjadi salah tingkah.

Yy.. ya ya apa maksudmu?” Dengan sikapnya yang ragu Key menyangkalnya.

“Benar, dengan melihat tingkah lakumusekarang kau benar-benar sudah melakukannya.” Choi Na Ri memperjelas tingkah laku Key.

“Tidak! Aku..

“Sudahlah Oppa aku tahu semuanya. ‘huh semua pria memang sama saja.” Choi Na Ri langsung berdiri singgah dari tempat duduknya untuk kembali memasak menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga Key.

“Apa maksudmu semua pria sama saja, ‘huh?”

“Sudahlah Oppa, aku tidak akan mengungkitnya lagi. Aku tidak akan bertanya dengan siapa kau melakukannya.”

“Melakukan apa, aku tidak melakukan apapun.”

“Kau mau omlete atau nasi goreng?” Choi Na Ri tiba-tiba mengalihkan pembicaraan yang sempat membuat Key bingung namun sesaat kemudian dia menjawab “Dua-duannya.”

Sshh… kau memang serakah. Baiklah” Ucap Choi Na Ri dan kembali fokus untuk memasak sementara Key tetap memainkan ponsel miliknya.

Setelah menghabiskan setengah harinya di kelas dengan buku-buku tebal yang wajib ia pahami, akhirnya Choi Na Ri bisa terbebas dan beristirahat dirumahnya. Karena beritanya bersama Key yang tersebar pagi tadi dan juga suara Key yang didengar Kim Ye Na pagi tadi membuat Kim Ye Na terus bertanya pada Choi Na Ri membuat gadis yang sudah berstatus kekasih Key selama 2 tahun ini terganggu dengan sahabatnya sendiri.

“Choi Na Ri, apa kau melakukan itu?” Tanya Kim Ye Na

“Melakukan apa?” Tanya Choi Na Ri seraya membereskan kembali buku-bukunya

“Apa kau sudah tidur bersama Key Oppa?” Tanya Kim Ye Na jelas

Yak.. apa yag kau katakan?!” Tentu saja Choi Na Ri merasa kesal ditanya hal itu

“Jujurlah padaku. Kau sudah melakukannya, ‘kan. Semalam kau bersama Key Oppa dan pagi tadi itu suaranya, ‘kan?” Kim Ye Na tak mau kalah

“Memang benar semalam aku bersamanya tapi bukan berarti kami melakukan itu. Jangan membuat gosip, Eoh.” Jelas Choi Na Ri lalu berdiri “Ah.. Jin Young-ah.” Choi Na Ri memanggil seseorang yang benama Park Jin Young.

Pria itumenghentikan langkahnya karena panggilan Choi Na Ri dan membalikkan badannya untuk melihat Choi Na Ri. Choi Na Ri segera datang menghampirinya dan bertanya “Apakah hari ini kita jadi pergi?”

“Kemana?” Tanya Park Jin Young terdengar begitu dingin

“Bukankah kemarin kau mengajakku ke perpustakaan, Ayo pergi.” Ajak Choi Na Ri

Ahh.. aku bisa pergi sendiri.” Ucap pria yang memiliki kepribadian dinginini membuatk Choi Na Ri terkejut, karena seingatanya semalam Park Jin Young sendiri yang meminta Choi Na Ri untuk pergi bersamanya lewat pesan yang ia kirimkan untuk Choi Na Ri. “Kenapa?” Tanya Choi Na Ri penasaran

“Kau sendiri yang tidak mau pergi denganku.” Jawabnya yang semakin mengejutkan Choi Na Ri

“Apa? Aku?” Choi Na Ri tak bisa menyembunyikan ekspresi bodohnya.

“Aku pergi dulu” Pamit Park Jin Youn lalu pergi begitu saja sementara Choi Na Ritetap tetap diam ditempat.

“Ada apa?” Tanya Kim Ye Na datang

“Tidak apa-apa” Jawab Choi Na Ri pergi terlebih dahulu sebelum diikuti Kim Ye Na dari belakang.

Selama perjalanannya keluar dari kampus Choi Na Ri masih memikirkan Park Jin Young yang tiba-tiba membatalkan janji yang sudah dia buat sendiri terlebih lagi ketika Park Jin Young mengatakan bahwa Choi Na Ri-lah yang tidak ingin pergi dengannya. Tentu saja itu menganggu pikiran Choi Na Ri karena dirinya masih ingat jika semalam dia menerima ajakan Park Jin Young untuk pergi ke perpustakaan bersama. Dengan rasa penasaran kini dia mengambil ponsel dari tasnya, membuka pesan Park Jin Young untuk melihatnya dan lihatlah betapa terkejutnya gadis ini. Park Jin Young benar bahwa Choi Na Ri yang tak ingin pergi dengannya “Kapan aku mengirim pesan ini? Aku tidak pernah mengirimnya.” Choi Na Ri bergumam seorang diri, dilihat dari waktu pengiriman itu terjadi pagi tadi tentu saja pikiran Choi Na Ri tertuju pada Key yang memainkan ponselnya tadi pagi.

“Choi Na Ri” Panggil seorang pria yang berhasil mengalihkan pandangan Choi Na Ri dari layar ponsel.

Gadis kelahiran 1994 ini terkejut melihat seorang pria yang berdiri disamping sebuah mobil mewah yang tak lain adalah mobil miliknya sendiri. Choi Na Ri mengernyitkan dahinya, pria itu yang sedang ia cari, Kim Ki Bum

Tanpa ragu lagi Choi Na Ri berjalan mendekati Key yang tak lepas dari perhatian mahasiswi yang mengetahui idola yang memiliki gaya fashion yang luar biasa ini.

Oppa…” Panggil Choi Na Ri sedikit tak percaya jika Key akan menjemputnya hari ini. Ini memang bukan kali pertama Key menjemputnya karena awal terbongkarnya hubungan mereka adalah ketika dispatch mengetahui Key menjemput Choi Na Ri untuk berkencan.

“Ayo pergi.” Tanpa merasa dia memiliki kesalahan, Key mengajak Choi Na Ri untuk segera pergi.

“Mengapa kau melakukannya, Oppa?” Tanyanya tanpa mendengarkan permintaan Key untuksegera masuk kedalam mobil.

Pendengar pertanyaan Choi Na Ri dan ekspresi wajah darinya, Key sadar apa yang Choi Na Ri maksud sehingga dia menjawab “Aku ingin kau menemaniku hari ini.” Jawaban Key tak membuat Choi Na Ri merasa senang malah sebaliknya dia semakin memasang raut wajah yang kesal.

“Masuklah.” Menghiraukan bagaimana raut wajah kekasihnya ini Key langsung membuka pintu mobil sementara Choi Na Ri hanya menghela nafas panjangnya dan langsung masuk. Choi Na Ri paham betul bahwa saat ini banyak pasang mata yang mengawasi mereka mungkin akan terlihat lucu jika mereka bertengkar didepan umum sehingga dirinya memutuskan untuk segera masuk kedalam mobil.

Sadar dirinya melakukan kesalahan Key hanya fokus menyetir. Jika biasanya dirinya begitu banyak bicara namun saat ini tak ada satupun kata keluar dari bibirnya, jangankan untuk berbicara untuk menoleh melihat Choi Na Ri dia ragu.

“Sekarang coba jelaskan mengapa Oppamembaca dan membalas pesanku bahkan membantalkan janjiku?” akhirnya pertanyaan itu dilontarkan dari gadisnya

Ah .. itu” Key yang bersalah terlihat gugup untuk menjawab pertanyaannya “Aku hanya ingin kau denganku hari ini.” Jawabnya

“Apa?” Jawaban Key tidak masuk akal bagi Choi Na Ri karena dia tahu jika sepanjang malam mereka bersama

“Malam ini aku harus ke Singapura, jadi kau harus denganku.” Jawab Key sebagai jawaban pamungkasnya

“Pergi lagi?” Tanya Choi Na Ri, anggukan kecil Key sebagai jawaban untuk pertanyaannya.

Key membawa Choi Na Ri bukan ke Apartmentpribadi miliknya melainkan Key membawanya ke Asrama Shinee. Choi Na Ri yang sudah sering datang ke Asrama Shinee hanya diam tak berkomentar apapun dan mengikuti Key dari belakangnya dengan tenang.

“Aku pulang” Teriak Key begitu masuk kedalam Asrama

Waah… ini dia pasangan terpanas pagi ini” Goda Jonghyun yang sudah mengetahui artikel itu.

Anyeong Na Ri-ssi” Sapa Onew

AnnyeonghasseoOppadeul” Choi Na Ri membalasnya dengan manis

“Sudah lama tidak bertemu Choi Na Ri-ssi” Ucap Minho manis kepada Choi Na Ri sementara gadis ini hanya tersenyum menjawabnya dengan singkat “Iya”

“Duduklah, aku akan membuatkan jus untukmu” Tawar Minho

“Tidak perlu, Ayo ikut denganku.” Ajak Key yang tak mau kekasihnya ini bersama sahabatnya. Key langsung menggandeng tangan Choi Na Ri pergi masuk kedalam kamarnya sementara Choi Na Ri hanya tersenyum sambil membungkukkan sedikit badannya pada personil Shinee sebelum benar-benar mengikuti Key.

Sampai di kamar, Key langsung membuka jass-nya sementara Choi Na Ri hanya duduk diatas ranjang.

“Mengapa kau membawaku kemari, aku kira kau akan membawaku ke apartment-mu.” Ucap Choi Na Ri

“Kenapa, Apa kau ingin bersamaku di tempat yang lebih pribadi?” Goda Key

“Hentikan Oppa” Kesalnya

“Nanti malam aku akan berangkat dan aku belum mempersiapkannya, apa kau bisa membantuku?” Pinta Key begitu manis

“Sudah kuduga. Ahh.. lebih baik aku pergi dengan Jinyoung” Eluh Choi Na Ri yang tentu saja membuat Ke terkejut

“Apa kau bilang? Jadi kau lebih memilih pria itu daripada aku, kekasihmu?” Tanya Key kesal

Eoh. YakOppa apa kau tahu, Jinyoung ? dia itu mahasiswa terpintar dari angkatanku, nilainya selalu sempurna ahh betapa beruntungnya aku jika bisa belajar bersamanya semua tugasku pasti selesai.” Jawab Choi Na Ri terang-terangan tanpa tahu bahwa saat ini Key sedang menahan kecemburuannya

Yak.. bagaimana bisa kau memuji pria lain didepanku?” Kesal Key

“Kenapa, Jinyoung memang pintar” Choi Na Ri yang polos terus saja memuji kepintaran Jinyoung

Yak!!” Teriak Key dengan kesal

Oppa, kau melakukan ini … apa karena kau cemburu?” Tanya Choi Na Ri dengan ragu

“Apa, Cemburu. Yak tidak mungkin.” Sangkalnya

“Benar, kau cemburu.” Ucap Choi Na Ri yakin bahwa Key sedang cemburu saat ini

“Tidak.” Key tetap menyangkalnya

Aihh.. kau cemburu. Akui saja bahwa kau cemburu, Oppa. Benarkan, ‘kan?” Choi Na Ri berdiri untuk menggodanya dengan menusuk-nusukkan jari telunjuknya di perut Key dan membuatnya terperenjat kegelian. Namun bukannya berhenti setelah Key memintanya. Choi Na Ri masih terus menggelitiki perut Key dengan telunjuknya sambil tertawa. Key yang tidak kuat lagi dengan ulah kekasihnya ini kehilangan keseimbangan akhirnya mereka terjatuh ke tempat tidur dengan posisi Key menindih tubuh Choi Na Ri membuat kedua mata mereka bertemu. Deruan nafas keduanya terdengar, nafas mereka tidak teratur dengan baik lagi itu karena jantung mereka sama-sama berdegub dengan cepat.

Tanpa meminta izin lagi Key langsung mencium bibir Choi Na Ri yang terbuka. Semula Choi Na Ri terkejut namun di detik berikutnya ia memejamkan kedua matanya. Key yang sadar tak ada perlawanan dari kekashinya ini tersenyum disela ciuman mereka dan kembali menutup kedua matanya dengan lembut.

Key melepas ciumannya dengan lembut dan menatap Choi Na Ri yang perlahan kembali membuka kedua matanya menatap Key yang masih diatasnya dengan kedua tangannya ia letakkan di dada Key untuk menahan tubuh Key agar tidak sepenuhnya menindihnya, itu yang dilakukan Choi Na Ri sejak tadi.

“Jangan membicarakan pria lain didepanku. Mengerti!” Ucap Key penuh keseriusan bak terhipnotis Choi Na Ri hanya mengagukan kepalanya mengiyakan permintaan Key. Key tersenyum lalu berajak dari tubuh Choi Na Ri begitu pula Choi Na Ri yang langsung duduk di tempat tidur sambil merapikan rambutnya

“Masukkan saja pakaianku sesuai pilihanmu. Aku akan membuatkan sesuatu untukmu” Ucap Key

Eoh.” Balas Choi Na Ri singkat sementara Key hanya tersenyum lalu keluar dari kamar meninggalkan Choi Na Ri yang masih mengontrol detak jantungnya akibat perlakuan yang baru saja Key lakukan padanya.

Key keluar dengan tenangnya, dia hanya melirik teman-temannya yang sedang sibuk masing-masing. Seperti Minho dan Taemin sibuk dengan ponselnya, Jonghyun mononton televisi sementara sang Leader sibuk dengan bukunya. Key hanya membuka lemari pendingintanpa peduli apa yang mereka lakukan, Key mengeluarkan banyak bahan dari lemari pendingin entah apa yang ingin dia buat untuk Choi Na Ri.

Yak.. Kim Ki Bum! Kau jangan mengotori Asrama ini, Eoh.” Tegur Onew tiba-tiba yang membuat Key terkejut menatap sang Leader.

“Apa maksudmu? Yak.. aku hanya ingin membuat puding untuk Na Ri dan kau tenang saja, nanti akan kubersihkan lagi.” Balas Key kesal

“Dasar bocah, yang aku maksud jangan melakukan apapun di asrama!” Onew-pun tambah kesal karena Key tidak mengerti apa yang ia maksud.

“Apa kau mau mengusirku? Waah… kau benar-benar ingin menyingkirkanku, Hyung?” Key yang tak mengerti maksud Onew pun salah paham.

“Yang Onew hyung maksud jangan melakukan apapun pada Na Ri jika kalian disini.” Jelas Minho yang membuat Key terkejut

“Tadi Taemin melihat kalian di kamar” Jonghyun menjelaskannya

“Apa?” Tentu saja itu membuat Key terkejut

Hyung, apa kau harus menciumnya di tempat tidur. Menjijikan.” Taemin yang kesalpun sedikit mengumpat

Yak.. mengapa kau masuk, huh.” Key yang juga kesal menyalahkan sang magnae, Taemin.

“Kalian begitu ramai namun tiba-tiba hening aku kira terjadi sesuatu pada kalian jadi aku masuk tetapi…” Jelas Taemin

“Mengapa kau harus menciumnya disini?” Tanya Minho

“Tadi aku tidak bermaksud untuk menciumnya. Aku hanya mengikuti hati nuraniku sebagai pria. Jika kalian memiliki kekasih kalian akan mengerti apa maksudku.” Jelas Key membela dirinya sendiri.

“terserah itu, pokoknya jangan melakukan hal seperti itu disini.” Tegas Onew

Sssh… menyebalkan. Dia adalah pacarku, apa salah jika aku menciumnya. Bilang saja kalau mereka iri padaku. Awas saja jika nanti mereka bawa pacar mereka kesini, takkan kubiarkan!!” Gerutu Key kesal seraya mengupas Buah-buahan yang akan dibuatnya puding.

“Berhentilah mengoceh, kau membuat ruangan ini berisik.” Lagi-lagi Onew mengomeli Key

Terori.. terori rori…  Jinsange.” Umpat Key dengan menirukan logatnya ketika dirinya bermain di Drama pertamanya “Drinking Solo” membuat teman-temannya ini menahan tawa mereka.

Setelah membantu kekasihnya berkemas, kini Choi Na Ri sudah berada diapartemen miliknya. Dia terlihat begitu lelah hari ini, bagaimana tidak setelah dia menyelesaikan kuliahnya dia harus berkemas untuk Key yang akan pergi untuk syuting ke singapura. Hubungan mereka tak hanya dibatasi dengan waktu tetapi juga jarak karena pada kenyataannya Key sering mendapatkan pekerjaan diluar Korea.

Choi Na Ri menghela nafas panjangnya ketika dirinya tak menemukan satu birpun didalam lemari pendingin miliknya. Malam ini Choi Na Ri ingin sekali minum untuk mengembalikan tenaganya dan fokusnya karena gadis yang selalu menolak berciuman diatas ranjang ini nyatanya masih terbuai dengan apa yang dilakukan kekasihnya sore tadi. Bayangan ketika Key mencium bibirnya masih tergambar dengan jelas dalam ingatannya, dia bergidik perasaan aneh menjalar pada tubuhnya. Rasa geli namun memabukan membuatnya kehilangan fokusnya.

Ahh… hentikan Choi Na Ri, kau tak seharusnya memikirkannya. Kembali fokus dan segera selesaikan tugasmu.” Choi Na Ri mencoba mefokuskan dirinya sendiri.Tak bisa fokus hanya dengan bertekad membuatnya merasa kesal sehingga dia memutuskan untuk keluar dari apartemen dengan sweater tebal miliknya.

Choi Na Ri pergi kesebuah taman bermain yang berada didekat apartemen. Sebuah taman mungkin dapat menyegarkan pikiranya dan mengembalikan fokusnya. Tetapi, bukan perasaan itu yang ia rasakan saat ini melainkan rasa kesalnya dan irinya yang dapat terlihat dengan jelas diraut wajahnya.

Choi Na Ri megerutkan dahinya dan memanyunkan bibirnya ketika melihat beberapa pasangan yang berjalan bersama dengan saling bergandengan tangan ditaman. Selama dirinya menjalin kekasih dengan Key dia memang tidak pernah melakukan hal manis itu bersama Key. Mereka hanya berkencan di apartemen miliknya ataupun apartemen pribadi miliki Key, makan malam ataupun hal laiinnya mereka memilih tempat yang lebih berkelas karena hanya tempat-tempat seperti itu yang bisa menjaga privasi pelanggannya. Berkencan dengan seorang idola memang membuatnya frustasi tetapi dirinya sudah terlanjur jatuh hati pada presonil Shinee itu.

Ah….” Tak hanya menunjukkan raut wajah yang begitu kesal, Choi Na Ripun menendang sebuah kaleng yang berada dihadapannya tetapi sepertinya malam ini dirinya memang tidak beruntung. Kaleng yang ia tendang tepat berhenti dibawah sepatu seorang pria.

Dengan hati-hati Choi Na Ri melihat siapa pria yang menghentikan kaleng yang ditendang olehnya dan betapa terkejutnya ketika Choi Na Ri melihat siapa pria itu “ Park Jin Young.” Dia Park Jin Young, satu-satunya pria yang bisa membuat Key cemburu.

Park Jin Young tanpa ekspresi mengambil kaleng itu lalu dilemparnya ketempat sampah di belakangknya. Lemparannya tepat pada sasaran, kaleng itu masuk dengan sempurna. Choi Na Ri mendekat kearahnya

“ Park Jin Young, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Choi Na Ri penasaran

“Aku tinggal disini.” Jawabnya datar seolah ia tak terkejut ketika melihat Choi Na Ri. Dia memang pria dingin tetapi bukankah dia terlalu dingin?

“Benarkah, aku juga tinggal disini.” Ucap Choi Na Ri memberitahunya meskipun Park Jin Young tak menanyakan hal itu.

“Aku tahu.” Ahh.. itulah alasannya mengapa dia tidak terkejut ketika melihat Choi Na Ri. Tapi bagaimana dia mengetahuinya?

“Apa yang kau lakukan disini, malam-malam seperti ini?” Kali ini Park Jin Young bertanya padanya

Ah.. aku bosan jadi aku keluar untuk mencari udara.” Jawab Choi Na Ri

“Ketika aku bosan aku selalu bermain, kau mau ikut?” Tawar Park Jin Young

“Bermain?” Choi Na Ri terkejut ketika Park Jin Young mengajaknya untuk bermain disebuah taman, Park Jin Young hanya tersenyum dan berjalan mendahuluinya. Choi Na Ri yang penasaran itupun mengikuti langkah pria yang lahir ditahun yang sama dengannya.

Choi Na Ri terlihat terkejut ketika Park Jin Young membawanya ke taman bermain. “Apakah Jin Young sering datang kemari untuk bermain?” pertanyaan itu sangat terlihat jelas dari raut wajah polosnya. Ketika mengetahui bahwa Park Jin Young yang ia kenal sebagai pria dingin kini membawanya ke taman bermain.

“Jika aku sedang bosan, aku akan datang kesini dan bermain ayunan ini.” Ujarnya yang langsung duduk diatas ayunan besi ini dan mulai memainkanya perlahan

Choi Na Ri tersenyum lalu ikut duduk di ayunan sebelahnya.

“Jika kau mengayunkannnya seperti ini. Itu akan membuatnmu lebih baik. Mainan ini akan membuatnmu melayang dan melupakan masalahmu sejenak.” Ucap Park Jin Young dengan terus memainkan ayunan itu layaknya seorang anak kecil.

“Aku tidak menyangka bahwa kau memiliki sisi imut seperti ini.” Ucap Choi Na Ri yang kembali membuat Park Jin Young tersenyum.

Choi Na Ri mengambil jarak dengan menarik mundur ayunan itu dengan kedua kakinya lalu ia mengangkat kedua kakinya melayang dan mempercayakan tubuhnya pada ayunan ini.

“pejamkan kedua matamu dan rasakan setiap hembusan angin, ini akan menyegarkan untukmu.” Ucap Park Jin Young

Ahh… sepertinya aku terlahir kembali sebagai anak kecil.” Ucap Choi Na Ri sedikit berteriak.

“Orang dewasa tak harus selalu berfikiran dewasa, terkadang mereka juga butuh hiburan dan berperilaku seperti anak kecil.” Ucap Park Jin Young setelah menghentikan ayunannya yang membuat Choi Na Ri ikut berhenti bermain.

“Waiw… kau memang si pintar Jin Young, Park Jin Young” Ucap Choi Na Ri menatapnya

Park Jin Young hanya tersenyum. “Tapi, kau bilang kau tahu aku tinggal disini mengapa kau tidak pernah menyapaku. Bukankah kau keterlaluan?” Tanya Choi Na Ri

“Ini kali pertama aku melihatmu keluar dan sendiri. Biasanya kau selalu bersama kekasihmu.” Jawab Prk Jin Young

“Benarkah? Ahh… tapi tetap saja kau harus menyapaku, kita kan teman.” Ucap Choi Na Ri

“Apakah Key sering menginap di Apartmentmu?” Tanya Park Jin Young yang membuat Choi Na Ri seidkit canggung untuk menjawabnya.

“Kadang, aku tak pernah keluar dari kamar jika dia tidak meminta keluar.” Jawab Choi Na Ri sementara Park Jin Young hanya diam dan memilih untuk kembali bermain ayunan. Choi Na Ri meliriknya sekilas sebelum kembali bermain bersama Park Jin Young.

Kring…Kring…Kring..
Suara sebuah alarm mulai berdering dan mengusik tidur seseorang. Meskipun dirinya sangat membenci suara itu tetapi dia selalu menyalakannya, guna untuk membangunkannya. Dengan lesu dia meraih jam kecil itu yang berada tepat disampingnya dan langsung mematikan bunyi bising itu. Choi Na Ri bangun dengan merenggankan kedua tangannya “Aah…” rintihnya kesakitan. Bagaimana tidak dia kesakitan ketika bangun, semalam dia tidur dimeja belajarnya

Tanpa memperdulikan lagi tubuhnya yang masih terasa kaku dia mengikat rambutnya ke belakang dengan asal lalu segera membereskan semua buku-buku yang masih berantakan di meja belajarnya. Setelah itu dia beranjak dari tempat duduk dan langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan badannya.

Setelah membersihkan badannya tetap saja dia masih terlihatmengantuk. Semalam setelah bermain dengan Park Jin Young ditaman Choi Na Ri langsung mengerjakan tugas-tugasnya dan selesai pkl. 03.30 KST dan sekarang pkl 06.30 KST, dia hanya punya 3 Jam untuk tidur.

Dia keluar kamar dengan tas dan buku-bukunya yang berada ditangannya. Seperti biasanya sebelum dia pergi kuliah, dia akan menghabiskan sarapannya untuk menambah energinya pagi ini.Hanya segelas susu dan roti selai, cukup untuk mengisi perutnya.

“Kenapa Key Oppa tidak menghubungiku?” Tanyanya sendiri seraya meraih ponselnya dan membuka akun sosial media miliknya.

Dia sedikit terkejut ketika melihat Key mengunggah foto barunya dengan caption“Welcome Singapura”  sekitar 7 jam yang lalu “Dia sudah sampai tapi tidak mengabariku.” Gumamnya terdengar kesal. Tetapi ada hal yang membuatnya tambah kesal, itu karena nama taeyon_ss berkomentar di foto Key “Take care, baby” dia tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya setelah apa yang dia lihat kemarin dilemari Key.

Flashbak on

Setelah melihat Key benar-benar keluar dari kamar, Choi Na Ri  langsung menghembuskan nafas panjangnya dengan kasar. dirinya seperti kehabisan nafas karena ulah kekasihnya, perlahan dia pegang bibirnya yang masih terasa basah sekaligus manis karena rasa mint dari bibir Key masih menempel dibibirnya. ‘Ahh…. apa yang sedang kupikirkan?!’ Dia menggelengkan kepalanya kasar lalu mencoba kembali untuk fokus.

Dia mulai beranjak dari tempat tidur dan membuka lemari Key, mengambil beberapa kemeja dan juga jaket yang bergantung dengan rapi didalam sana, ia simpan diatas kasur terlebih dahulu. Dirinya kembali memilih kaos Key yang bertumpuk disana.  “Key Oppa sangat tampan ketika memakai sweater ini.” Gumamnya ketika menemukan sweater Key yang pernah ia pakai untuk berkencan dengannya, seuntas senyum terukir dengan manis dari bibir mungilnya namun, hanya beberapa saat sebelum dirinya menemukan sebuah foto dibalik tumpukan baju-baju Key.

Dia mengambilnya, karena penasaran Choi Na Ri melihatnya yang membuatnya membolakan kedua matanya. ‘Mengapa dia menyimpan foto Taeyon?’ dalam hatinya ia bertanya. ‘Baiklah, aku tahu bahwa Key sangat dekat dengan Taeyon tetapi untuk apa dia menyimpan foto Taeyon hanya untuknya sendiri.’Choi Na Ri hanya berdiri mematung melihat foto cantik milik Taeyon. Tentu saja dia cemburu, bagaimana dirinya tidak cemburu ketika melihat kekasihnya menyimpan foto wanita lain didalam lemarinya jika dia tidak cemburu itu akan terasa aneh. Meskipun demikian dia tidak akan menanyakannya pada Key, dirinya tidak ingin ada pertengkaran antara dia dan juga Key sehingga dia hanya menyimpannya kembali dan kembali mengemas pakaian Key.

Flashback Off

Kedekatan antara Key dan Taeyon benar-benar membuatnya kesal, Taeyon sangat perhatian dengan Key begitupun sebaliknya. Choi Na Ri mengetahui dengan baik jika Taeyon sering meninggalkan komentar manis di foto-foto Key yang diunggah lewat akun Instagram miliknya. Seperti sekarang “Take Care, Baby”. Kata ‘Baby’–lah yang membuatnya begitu kesal. ‘Mengapa harus menggunakan kata itu? Bahkan aku sebagai kekasihnya tidak pernah memanggilnya seperti itu. Ahh.. ini mengesalkan.’ Gerutunya tanpa hentirasa cemburu yang ia rasakan saat ini begitu menyiksanya.

Diambil ponselnya kembali dan mulia mengetikan sesuatu untuk memberi komentar pada foto itu “Dasar Narsis :D” daripada memberinya kata-kata manis, dirinya lebih menyukai seperti ini. Karena kata-kata manis sering ia dapatkan, pikirnya. Dia menyimpan kembali ponselnyadan melanjutkan sarapannya.

Hanya 15 menit dia bisa menyelesaikan sarapannya. Diambil kembali ponselnyauntuk segera pergi. Dia menghidupkan ponselnya dan ternyata Key membalas komentar darinya, terukir begitu manis senyumannya ketikamembaca balasan komentar dari Key “Aku merindukanmu ❤ @choinari94”itulah balasan Key yang tentu saja membuatnya tersenyum dengan semangat Choi Na Ri membalasnya kembali “Tetapi aku tidak, maaf :P” sekarang dirinya bisa tersenyum lebar, kecemburuannya ia lupakan dengan ucapan manis dari Key.

Diambil buku-bukunya dan berjalan keluar apartemen untuk berangkat kuliah. Di jalan dirinya terus memainkan ponsel karena Key masih aktif di sosial medianya dan kembali membalas komentarnya yang selalu membuat gadis ini tersenyum “Benarkah? Waah… tunggu saja, aku akan segera kembali dan menghukummu @choinari94”. Mereka memang sering sering saling membalas komentar di sosial media dan tentu saja menjadi perhatian dari para penggemar Key.

Tak pelak dari saling mereka saling membalas satu sama lain membuat para penggemar menggoda pasangan ini. “Kaburlah, sebelum kau dihukum olehnya @choinari94”, “Kira-kira Key Oppa akan menghukummu apa? Aku jadi penasaran @choinari94”, “Kalian sangat manis. Kau beruntung @choinari94”, “Tunggu, Key mengabaikan komentar dari @taeyon_ss”, “Kasihan sekali @taeyon_ss. Key benar-benar mengabaikannya.” Benar, Key tidak membalas komentar dari Taeyon. Tetapi tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, Choi Na Ri tersenyum ketika dirinya sadar jika Key hanya menanggapi komentar darinya dan mengabaikan komentar dari Taeyon.

Gadis ini tak bisa mengalihkan pandangannya dari ponselnya, dirinya terus berjalan keluar apartemen dengan pandangan yang terus mengarah pada ponsel yang berada ditangannya. Sampai sebuah tarikan dilengannya membuatnya terkejut dan sebuah teriakkan dari seseorang membuatnya tersadar jika dirinya hampir saja tertabrak sepeda “Yak… lihatnya dengan baik jika berjalan” teriak pengemudi sepeda itu membuat Choi Na Ri hanya diam menganga melihat sang pengemudi yang kini mulai meninggalkannya.

“Apa yang membuatmu fokus, sampai kau hampir celaka? Apakah kau sedang menonton film di ponselmu?” Tanya seorang pria yang menarik lengannya, Park Jin Young.

Choi Na Ri menatapnya, dia memang tidak bisa menyembunyikan seluruh ekspresinya. Dia terkejut melihat Park Jin Young “Ahh… terimakasih” Ucapnya dengan memamerkan deretan gigi putihnya seperti sebelumnya Park Jin Youn hanya diam dan melangkah berjalan kedepan begitu saja.

Choi Na Ri mengejarnya dan berjalan disampingnya lalu bertanya “Apa kau akan pergi dengan naik bis?”

Eoh.” Jawabnya singkat

Ahh… senangnya, mulai saat ini aku ada teman mengobrol di bis.” Ucap Choi Na Ri dengan semangat namun tetap tak mendapatkan kata apapun dari ‘si dingin’ Park Jin Young. Ini menyebalkan memang untuk Choi Na Ri tetapi dia juga sudah terbiasa dengan sikap Park Jin Young yang dingin.

Seorang pria tampan terlihat begitu fokus pada sesuatu yang ada di tangannya, Buku. Park Jin Young sangat mencintai buku, kemanapun dirinya akan pergi dia tak pernah melupakan benda persegi empat itu. Tak diragukan lagi jika dirinya selalu menjadi no 1 di kelasnya. Dirinya tak memiliki ambisi untuk menjadi no 1 dengan belajar setiap saat, itu tidaklah benar. Dia membaca buku, belajar karena dia menyukainya. Lagipula tidak hanya buku tentang pendidikan, dia juga membaca Novel, Komik dan semua jenis buku. Dia adalah hantu perpustakaan, begitulah julukannya ketika dirinya duduk di bangku SMA.

Wajah tampannya yang memperlihatkan bahwa dia pria yang baik mampu membuat para gadis mudah jatuh cinta padanya. Dari dirinya duduk di bangku Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi dirinya selalu populer  dikalangan teman wanitanya. Seperti saat ini ketika dirinya sedang fokus pada buku-buku Kedokteran di kantin beberapa wanita yang juga satu kelas dengannya datang menghampirinya.

“Kau terlalu rajin sampai kau lupa untuk makan siang.” Ucapnya yang tanpa meminta izin duduk berhadapan dengannya. Bagaikan patung Park Jin Young tak bergemin sedikitpun.

Cha.. makanlah terlebih dahulu.” Ucapnya manis. Dia berfikir bahwa  Park Jin Young akan menerima dan memakan makan siang yang dia ambilkan untuknya tetapi tidak, Park Jin Young hanya meliriknya sekilas.

“Aku tidak tahu apa yang kau suka, jadi aku hanya mengambil sayur, daging …

“Hei! Kau Eun Ha, benar? Apakah kita mempunyai hubungan sedekat ini?” Tanya  Park Jin Young yang terlihat jengah dengan ulah gadis yang berada didepannya ini, Eun Ha.

“Apa?” Eun Ha terlihat kebingungan

“Ambil kembali makanan itu dan pergilah dari hadapanku.”Usir  Park Jin Young dengan kasar membuat Eun Ha terlihat ketakutan dan tanpa mengatakan apapun lagi dia langsung pergi membawa kembali makanannya bersama teman-temannya.

Aigoo.. apakah kau selalu kasar pada wanita?” Belum lama Eun Ha pergi terdengar suara wanita lain yang menghampiri Park Jin Young. Namun berbeda dengan Eun Ha kali ini Park Jin Young langsung melihat kearah wanita itu karena dia mengenal suaranya, Choi Na Ri.

Choi Na Ri menggelengkan kepalanya pelan lalu ia duduk dihadapannya dengan menyimpan minuman dan burger diatas meja.

“Bagaimana bisa kau mendapatkan kekasih jika caramu bicara seperti ini.” Ucap Choi Na Ri seraya membuka Burger untuk segera ia makan

“Itu berbeda.” Balasnya

“Memang apa salahnya menerima pemberian orang lain, apa kau takut jika mereka akan memberikan racun untukmu aisshh… kau pria yang tidak pengertian.” Ucap Choi Na Ri

“Apa maksudmu aku tidak pengertian?” Tanya Park Jin Young

Yak.. mereka memberikan makanan untukmu karena mereka perhatian padamu. Kau tidak tahu itu?” Choi Na Ri terlihat kesal

“Aku tidak merasa dekat dengan mereka lalu untuk apa aku harus menerimanya?” Ucap Park Jin Young yang benar-benar tidak memperdulikan mereka yang ingin dekat dengannya

Choi Na Ri hanya membuang nafasnya dengan kasar lalu kembali memakan burger itu dengan kasar pula membuat mulutnya penuh.

Tiba-tiba saja Park Jin Young mengambil minuman Choi Na Ri dan langsung meminumnya tanpa izin dari sang pemilik.

Yak.. itu milikku!” Teriak Choi Na Ri

“Kau bilang aku harus menerima pemberian orang lain.” Dengan santai Park Jin Young mengatakan itu.

Cho Na Ri mendengarnya hanya tertawa kecil namun terdengar dirinya sangat kesal “Yak Park Jin Young kau benar-benar sesuatu, Eoh!” Ucapnya sementara Park Jin Young hanya tersenyum lebar padanya dan kembali meminumnya.

 

HeiEun Ha. Lihatlah Jin Young menolakmu tapi Na Ri ….” Ucap Go Yu Na kepada Eun Ha, yang melihat Choi Na Ri bersama Park Jin Young

“Choi Na Ri lagi?” Eun Ha terdengar marah dan terus melihat Park Jin Young yang bisa tersenyum bersama Choi Na Ri padahal diirnya tahu bahwa Park Jin Young jarang sekali tersenyum pada seseorang tetapi dia bisa tersenyum bersama Choi Na Ri tentu saja membuat Eun Ha yang sudah lama menyukainya merasa kesal, marah.

***

“Kerja bagus semuanya, terima kasih.” Teriak seorang pria tua dengan bertepuk tangan seraya membungkuk-kan badannya ke setiap orang yang juga dilakukan oleh semua orang yang berada disana termasuk seorang pria tampan yang menjadi model disini, Key.

Key baru saja menyelesaikan pemotretan pertamanya yang dilakukan di Singapura. Kini dia dapat beristirahat setelah 3 jam bekerja. Di ruang rias-nya Key mengambil ponselnya sementara tata riasnya  membersihkan wajahnya.

Eoh mereka membuat artikel yang tidak berguna.” Ucap Key ketika dirinya membaca artikel tentang dirinya kembali. ‘Key mengabaikan komentar Taeyon, Netter menganggap Key tidak sopan dengan Senior-nya’ begitulah judul artikel itu. Membuat Key terdiam, dia diam bukan karena komentar yang diberikan para netter padanya tapi entah apa yang dia pikirkan.

“Ahh.. aku kira ini sudah cukup, kau bisa pergi.” Ucap Key pada tata riasnya.

“Baiklah.” Balasnya lalu menundukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Key seorang diri.

Pria yang memiliki nama asli Kim Ki Bum ini tetap diam menatap dirinya di depan cermin. Dia kembali melihat ke ponselnya dan entah darimana ia menyimpan yang jelas ada foto Taeyon di Ponselnya, Key melihat itu dengan wajah yang terlihat sedih. Serasa tak bisa melihatnya lagi Key memalingkan wajahnya dari layar ponselnya dan kembali menatap dalam wajahnya.

 

 

Bersambung ….

Bagaimana dengan chapter 1 ?

Burukkah? Sudah pasti … tetapi meskipun buruk ini murni dari imajinasi author. Author selalu penasaran dengan hubungan asmara para idola terkenal, bagaimana jika mereka berkencan? Apa saja yang mereka lakukan makanya author membuat FF ini. Maafkan jika ada kesamaan nama tokoh ataupun apapun.

Jangan lupa kritik dan sarannya agar author bisa melakukannya lebih baik lagi J

Terima kasih sudah mau membaca J

32 thoughts on “Just Because Part 1

  1. apakah dulu cinta bertepuk sebelah tangan antara key sama taeyeon dan nari hanya sebagai pelampiasan?? atau merwka emang punya hubungan lebih dibelakang nari?? atau gimana??

    masasih key tega sama nari?? aku kepo.

    semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttttttt

    Suka

  2. kok gue lebih tertarik sama hubungannya Nari-Jinyoung ya wkwkwkw mereka aneh tapi lucu😂😂 Dari sikapnya kayaknya Jinyoung suka sama Nari nih wkwkw /sotoy/ 😂 Jangan jangan Key sama Taeyeon ada affair???? Atau mereka pernah ada affair?? atau apa? wkwkw penasaraann, gue lebih ngeship jinyoung-nari thorr wkwkwk /ditempeleng author/ daebakkk ceritanyaa, ff castnya pacaran sama idol biasanya lebay lebay tapu ini enggaa, gue sukaaakkk wkwk /bodoamat nad/ 😂😂 fighting thorrr jgn lama lama nextnya💪🏻💪🏻👍🏻👍🏻👍🏻💋💋💋

    Suka

  3. Key itu ga sopan banget, napa nyimpen foto wanita lain sedangkan dia punya na ri? Ada hubungan apa antara taeyon Sama key? Jgn2 mereka ada sesuatu dibelakang na ri?

    Suka

  4. Ada apa sebnarnya Key sama Taeyeon ? trs, apakah jin young menyimpan perasaan buat na ri ?
    Karena masih ada teka-teki, ditunggu next chapternya thor 😀

    Suka

  5. Aq penasaran sma key….kenapa dia nyimpan foto taeyon ??padahal dia udah punya na ri….apa ada sesuatu yang ‘tersembunyi’???
    Penasaran,,,,ditunggu kelanjutannya kakak :-):-)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s