My XXX Partner Part 9 END


Author : Savannah Lee

 

Tittle : My XXX Partner 9

 

Category : NC21, Yadong, Romance, Chapter

 

Cast :

  • Lee Hyori (OC)
  • Cho Kyuhyun

Other Cast :

  • Kim Yoojin
  • Lee Donghae

 

Happy reading 😀

 

 

**

 

Sekitar pukul 12 malam at Kyuhyun’s apartment

Yoojin setengah berlari untuk membukakan pintu saat seseorang yang entah siapa memencet bel.

 

“Astaga oppa.”

 

Yoojin membuka pintu dan sangat terkejut mendapati Kyuhyun yang sangat berantakan. Bau alkohol tercium sangat menyengat.

 

“Oppa, apa yang terjadi?” Yoojin berusaha membatu Kyuhyun berjalan karena pria itu terlihat sempoyongan.

 

“Minggir kau.” Kata Kyuhyun ketus.

 

“O-oppa,” Yoojin kembali berusaha membantu Kyuhyun tapi tangannya ditepis secara kasar.

 

“Aku bilang minggir!”

 

Yoojin hanya berdiri mematung. Dia sangat terkejut sekaligus takut karena Kyuhyun baru saja membentaknya. Tapi disisi lain dia tidak tega melihat Kyuhyun yang sepertinya sedang sangat mabuk itu. Pria itu benar-benar terlihat kacau.

 

Yoojin kembali dikejutkan dengan suara pintu yang dibanting keras. Beberapa saat kemudian, Yoojin mendengar suara benda pecah. Seperti gelas, atau mungkin vas dan itu berasal dari kamar Kyuhyun.

 

Yoojin segera berlalu menghampiri kamar Kyuhyun lalu mengetuk pintunya. “Oppa! oppa gwenchana?”

 

Tidak ada jawaban dari Kyuhyun. Benda berjatuhan kembali terdengar. Oh tidak, itu bukan suara benda berjatuhan. Tapi itu suara benda yang dibanting. Astaga Kyuhyun.

 

“Oppa, apa yang terjadi? Oppa gwenchana?” Yoojin mulai panik.

 

Kyuhyun tetap tidak menjawab. Beberapa kali Yoojin memanggil Kyuhyun dan mengetuk pintu kamarnya tapi sama sekali tidak membuahkan hasil. Pria itu tetap membanting apapun yang ada dalam kamarnya.

 

“Ottoke?” Yoojin benar-benar ketakutan sekarang.

 

Gadis itu berlari menuju kamarnya, mangambil ponsel dan menghubungi seseorang.

 

**

 

Hyori’s apartment

 

Ada panggilan masuk dari nomor tidak dikenal. Semalam ini? Siapa ya?

 

“Yeoboseyo,”

 

“Yeoboseyo, eonni. Ini aku Yoojin.”

 

“Eoh, Yoojin-ah. Ada apa?”

 

“Eonni, Kyuhyun oppa…” Suara Yoojin terdengar bergetar.

 

“Wae? Ada apa dengan Kyuhyun?” Hyori mulai cemas, terlebih mendengar suara Yoojin yang bergetar. Sepertinya gadis itu menangis.

 

“Ada apa dengan Kyuhyun?” Hyori meninggikan suaranya saat Yoojin tidak segera menjawab.

 

“Eonni, aku sangat takut. Cepatlah kemari.”

 

Sekarang Hyori dapat mendengar dengan jelas bahwa gadis itu menangis.

 

“Yoojin-ah. Kau di mana? Apa yang terjadi?” Tanya Hyori panik.

 

Yoojin mengambil napas panjang, berusaha meredakan tangisnya. “Aku di apartemen. Tapi Kyuhyun oppa pulang dengan keadaan mabuk. Dan sekarang dia berada di kamar dan membanting barang-barang. Aku sangat takut eonni.”

 

Yoojin benar-benar tidak bisa menahan tangisnya. Dia menangis sesenggukan. Tentu saja, dia sangat takut. Belum pernah dia melihat Kyuhyun seperti itu. Dia takut terjadi sesuatu yang buruk, terlebih saat mendengar benda-benda dibanting.

 

“Aku akan segera ke sana.”

 

Pantas saja Kyuhyun tidak datang. Ternyata pria itu sedang mabuk ria. Hyori harus segera menemui Kyuhyun. Dia pasti salah paham dengan keberadaan Sungkyu tadi pagi.

 

Tanpa membuang waktu, Hyori segera menyambar kunci mobil yang kebetulan ada di meja. Bahkan dia tidak menyempatkan diri untuk berganti pakaian atau sekedar mematikan tv. Sekarang yang harus diprioritaskannya adalah Kyuhyun…

 

…dan Yoojin, mengingat gadis itu menangis dengan sangat hebatnya tadi.

 

**

 

Hyori membuka pintu apartemen Kyuhyun dan mendapati Yoojin mondar-mandir di ruang tengah.

 

“Eonni,”

 

Yoojin yang menyadari kedatangan Hyori langsung berlari dan memeluknya. Awalnya Hyori merasa kikuk. Tapi sepertinya tidak masalah memeluk Yoojin agar gadis itu sedikit tenang.

 

“Gwenchana, aku sudah di sini. Di mana Kyuhyun oppa? Apa yang terjadi?” Hyori melepaskan pelukannya perlahan.

 

Yoojin menyeka air matanya. “Kyuhyun oppa ada di kamarnya. Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi tiba-tiba Kyuhyun oppa seperti itu.”

 

Hyori melirik pintu kamar Kyuhyun sekilas.

 

“Yoojin-ah, pergilah ke kamarmu. Biar aku yang bicara dengan Kyuhyun.”

 

“Geunde eonni─”

 

“Gwenchana, tidak akan terjadi apa-apa. Berusahalah untuk segera tidur. Besok pagi aku pastikan semua akan baik-baik saja.”

 

Yoojin tampak berfikir. Bagaimana jika Kyuhyun melukai Hyori? Yoojin tahu jika seseorang yang mabuk bisa melakukan hal-hal yang tidak terduga terlebih ─kelihatannya─ Kyuhyun sedang dalam suasana hati yang tidak baik.

 

“Masuklah ke kamarmu Yoojin-ah.”

 

Akhirnya Yoojin hanya mengangguk dan menuruti kata-kata Hyori untuk masuk ke kamarnya.

 

Hyori memastikan Yoojin telah masuk ke kamarnya kemudian berjalan menghampiri kamar Kyuhyun. Hyori mengetuk pintu Kyuhyun.

 

“Oppa,”

 

Tidak ada jawaban.

 

“Oppa, ini aku. Bukalah pintunya aku ingin bicara.”

 

Tetap tidak ada jawaban. Lalu Hyori kembali mengetuk pintu dan… suara benda pecah. Hyori dapat mendengarnya dengan jelas karena sepertinya Kyuhyun melempar benda itu pada pintu.

 

Hyori tetap berdiri di depan pintu kamar Kyuhyun. Dia menunggu Kyuhyun membukakan pintu untuknya. Tapi penantiaannya itu tidak membuahkan hasil. Akhirnya dia memutuskan untuk membuka pintu kamar Kyuhyun. Dia tahu pintu itu tidak dikunci karena memang kamar Kyuhyun tidak ada kuncinya.

 

Well, walaupun tanpa persetujuan Kyuhyun tapi Hyori tetap membukanya.

 

“Oppa,”

 

Hyori mendapati Kyuhyun sedang berdiri tak jauh dari ranjang, menghadap Hyori dengan tatapan yang sangat mengerikan. Tatapan perpaduan antara seseorang yang sedang mabuk dengan seseorang yang sedang marah. Dan… Oh my God, kamar Kyuhyun sangat berantakan. Benda-benda berserakan di mana-mana, serpihan beling juga ada di mana-mana.

 

Hyori berjalan perlahan menghampiri Kyuhyun. Tentu saja harus secara perlahan dan hati-hati mengingat banyak beling di sana.

 

“Oppa,”

 

“Ka!” Kata Kyuhyun ketus.

 

“Oppa, kita harus bicara.”

 

“Ka!” Kali ini Kyuhyun berteriak, membuat Hyori menghentikan langkahnya seketika.

 

Kyuhyun menatap Hyori tajam tapi tatapan itu tidak cukup untuk membuat Hyori ketakutan. Ya, untuk apa ketakutan jika tidak berbuat salah?

 

“Oppa, kau harus mendengarkan aku dulu.”

 

“Aku bilang pergi! Jangan pernah menginjakkan kakimu di sini lagi.” Kyuhyun berteriak.

 

Dia merogoh ponselnya yang ada di saku lalu melemparkannya. Beruntung lemparannya itu tidak mengenai Hyori, tapi melewati Hyori dan berakhir membentur dinding yang ada di belakangnya. Well, cukup membuat Hyori menahan napas untuk beberapa detik.

 

“Jika kau tidak pergi, aku akan benar-benar melempar sesuatu padamu.” Kata Kyuhyun tajam.

 

“Kau tidak akan pernah melakukannya oppa.”

 

“Apa maumu?” Tanya Kyuhyun dingin dan masih dengan tatapan tajamnya.

 

“Aku akan menjelaskan semuanya.” Hyori kembali berjalan perlahan menghampiri Kyuhyun. Bau alkohol mulai tercium.

 

“Aku tidak perlu penjelasanmu. Pergilah.”

 

“Kau harus mendengarkan aku dulu oppa.”

 

“Aku bilang pergi!” Kyuhyun kembali berteriak.

 

Dengan jarak yang tidak terlalu jauh, Hyori dapat merasakan amarah yang luar biasa di sekitar Kyuhyun.

 

“Geurae, aku akan pergi. Sepertinya oppa tidak sedang dalam keadaan yang baik untuk mendengarkan penjelasanku.”

 

Perlahan Hyori berbalik. Saat hendak melewati pintu, dia berhenti dan berbalik menatap Kyuhyun.

 

“Geunde oppa, bisakah kau tidak seperti ini? Yoojin sangat ketakutan melihatmu seperti ini. Tadi saat aku datang dia sedang menangis. Jika kau ingin marah, limpahkan saja padaku. Jangan menunjukkan kemarahanmu padanya.”

 

Kyuhyun sama sekali tidak memberikan tanggapan. Dia hanya menatap Hyori, tentu saja dengan tatapan tajamnya yang belum tumpul sedari tadi.

 

“Baiklah, aku pergi oppa.” Hyori menutup pintu kamar Kyuhyun lalu berjalan dan mendudukkan dirinya di sofa ruang tengah apartemen Kyuhyun.

 

Kyuhyun mendudukkan dirinya di ranjang. Apa-apaan kau Lee Hyori? Kau perhatian sekali pada calon adik iparmu itu.

 

Kyuhyun mengacak-acak rambutnya yang memang sudah acak-acakan. Pria itu merebahkan tubuhnya perlahan. Dia sangat capek. Ya, sangat capek dan sangat marah. Mungkin tidur adalah pilihan yang baik.

 

**

 

Yoojin keluar dari kamarnya. Dia sangat terkejut mendapati Hyori sedang tidur di sofa ruang tengah.

 

“Eonni,” Yoojin menggoncang tubuh Hyori pelan.

 

“Eonni,”

 

Hyori membuka matanya perlahan dan mendapati Yoojin ada di hadapannya.

 

“Eoh, Yoojin-ah.”

 

“Apa eonni tidur di sini semalam? Kyuhyun oppa tidak melukaimu kan?”

 

“Ne, aku tidur di sini. Jam berapa ini?” Tanya Hyori sambil mendudukkan dirinya.

 

“Hampir jam tujuh.”

 

“Oh, masih pagi. Aku akan kembali ke apartemenku. Mengenai Kyuhyun, kau tenang saja. Dia sudah baik-baik saja.”

 

Hyori diam sesaat. Sebenarnya dia tidak yakin jika Kyuhyun memang sudah baik-baik saja. Tapi paling tidak dia harus menghibur Yoojin kan?

 

“Baiklah,” Hyori berdiri. “Aku pulang dulu.”

 

“Eonni, apakah benar Kyuhyun oppa baik-baik saja?”

 

Hyori tersenyum dan menggangguk. “Geunde, kau jangan bertanya apa-apa padanya terlebih tentang kejadian semalam. Bertingkahlah seperti biasa. Arrachi?”

 

Yoojin mengangguk.

 

“Dan jangan bilang pada Kyuhyun kalau semalam aku tidur di sini.”

 

Yoojin kembali mengangguk.

 

“Baiklah, aku pergi dulu.”

 

Setelah kepergian Hyori, Yoojin memulai aktivitasnya dan bersusaha semaksimal mungkin agar bertingkah seperti biasa. Walaupun sebenarnya dia sedikit was-was, tapi entah kenapa dia sangat percaya pada Hyori.

 

Tunggu dulu, sejak kapan dia menjadi dekat dengan Hyori?

 

“Yoojin-ah, kau sudah selesai memasak?”

 

“Eoh, oppa.”

 

Dan benar, kepercayaannya pada Hyori tidak mengecewakan. Kyuhyun sudah terlihat baik-baik saja. Terlihat lebih segar dan tampan seperti biasa.

 

“Kau masih mau memulainya? Mau aku bantu?”

 

Yoojin tersenyum tipis lalu mengangguk.

 

**

 

“Oppa, hari ini aku ijin pulang cepat ya?”

 

Donghae tidak mempedulikan orang yang baru saja masuk ke dalam ruangnya itu.

 

“Oppa!”

 

“Kembalilah ke ruangmu dan bekerjalah dengan benar.”

 

“Aku serius oppa. Boleh ya?”

 

“Emm.” Hanya itu suara yang dapat Hyori dengar.

 

“Gomawo oppa.” Kata Hyori riang.

 

**

 

“Ya! Ya! Ya!” Donghae berteriak mendapati Hyori yang berjalan menuju lift.

 

“Wae?”

 

“Ini masih jam tiga. Kau mau ke mana?”

 

“Bukankah tadi oppa sudah memberiku ijin untuk pulang awal?”

 

Donghae mengangkat kedua alisnya. “Aku mengatakannya?”

 

“Aish, sudahlah oppa. Aku harus pergi. Lagi pula semua pekerjaanku sudah selesai.” Kata Hyori lalu berlalu begitu saja.

 

Donghae mengangkat bahunya. Biar saja Hyori pulang awal, toh dirinya juga akan segera pulang untuk mengantar Yuri menemui dokter.

 

**

 

“Bisa beri tahu aku di mana ruang Kyuhyun?” Tanya Hyori pada resepsionis yang pernah dia temui sekitar dua minggu lalu.

 

“Eoh, ne. Ruang sajangnim ada di lantai 18. Setelah keluar dari lift, Anda tinggal belok ke kanan. Ruangan sajangmin ada di sana.”

 

Hyori tersenyum ramah. “Terima kasih ya,”

 

Sang resepsionis hanya membungkuk sopan karena setelah kejadian dua minggu lalu, sekretaris Kim mengatakan padanya agar selalu menyambut baik kedatangan Hyori.

 

**

 

Ting.

 

Hyori keluar dari lift dan sesuai instruksi dari resepsionis, dia berbelok ke kanan dan mendapati sekretaris Kim ada di sana.

 

“Selamat sore sekretaris Kim,” Sapa Hyori.

 

Sekretaris Kim berdiri dari tempatnya duduk dan membungkuk sopan. “Selamat sore Hyori-ssi. Anda ingin bertemu dengan sajangnim?”

 

“Ne. Apakah dia ada?”

 

Sektetaris Kim mengangguk. “Mari saya antar.”

 

“Tidak perlu. Aku akan masuk sendiri.”

 

Sekretaris Kim hanya mengangguk.

 

Hyori membuka pintu ruangan Kyuhyun perlahan. Kyuhyun ada di dalam sana, menempati tahtanya. Pria itu tidak menyadari kehadiran Hyori karena terlalu fokus dengan sesuatu yang dia baca.

 

“Oppa,”

 

Seketika Kyuhyun mentap sumber suara.

 

“Neo? Apa yang kau lakukan di sini? Pali ka.” Suara Kyuhyun terdengar seperti orang marah.

 

Bukanya pergi, Hyori malah menghampiri Kyuhyun dan duduk di pangkuannya.

 

“Ya! Apa yang kau lakukan? Menyingkir!” Kyuhyun membentak tapi tapi tidak melakukan apa-apa.

 

Hyori mengalungkan tangannya pada tengkuk Kyuhyun. “Jangan membentakku seperti itu. Telingaku sakit. Oppa, kau harus mendengarkan aku dulu.”

 

Kyuhyun berusaha mati-matian menahan gejolak dalam jiwanya. Posisi seperti ini, Hyori duduk menyamping dalam pangkuannya membuat kejantanan Kyuhyun tertekan. Dan hal itu mau tidak mau membuat Kyuhyun jadi kaku. Salah gerak sedikit saja bisa semakin ‘tegak’. Walau Kyuhyun bisa dengan mudah mengangkat Hyori, tapi pria itu terlanjur mendapat ‘tekanan’. Dia tidak mau banyak bergerak.

 

“Oppa, kau cukup diam dan dengarkan aku.”

 

Belum sempat Kyuhyun mengucapkan apa-apa, Hyori mengecup bibir Kyuhyun. Kyuhyun mematung dibuatnya.

 

“Selama beberapa tahun ini, aku terlalu sering berciuman denganmu oppa.”

 

Hyori mengusap lembut bibir Kyuhyun menggunakan ibu jarinya. Kyuhyun menatap wanita di pangkuannya itu lekat. Apa-apaan Lee Hyori?Apakah kau ingin menggodaku?

 

“Selama beberapa tahun ini, aku hanya bercinta denganmu─” Hyori menggantung kalimatnya.

 

“Aku tidak bercinta dengan namja selain dirimu, oppa.”

 

Sudah. Cukup Lee Hyori.

 

Kyuhyun menurunkan Hyori dari pangkuannya. Kini mereka berdua sama-sama berdiri.

 

“Apa maumu?” Tanya Kyuhyun tegas.

 

“Aku hanya ingin oppa mendengar ceritaku.”

 

Cih! Aku tidak punya banyak waktu untuk mendengar cerita tidak pentingmu itu.” Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari Hyori.

 

“Dengarkan aku oppa.” Kata Hyori tegas.

 

Well, mau tidak mau Kyuhyun kembali menatapnya.

 

“Aku tidak melakukan apa-apa dengan Sungkyu oppa. Dia menginap di rumahku karena dia mabuk. Dia meminta supirnya untuk mengantar ke apartemenku. Dan aku, tidak mungkin aku mengusirnya melihat keadaannya yang sangat mabuk.”

 

Hyori diam sejenak. Kyuhyun juga diam, menatap Hyori intens.

 

“Sungkyu oppa memang tidur di kamarku sedangkan aku tidur di sofa ruang tengah. Aku bersumpah kami tidak melakukan apa-apa.”

 

“Kau sudah selesai?”

 

“Oppa, aku benar-benar tidak melakukan apa-apa dengannya. Kau harus percaya padaku.”

 

“Jika kau sudah selesai, kau boleh pergi.”

 

Hyori menatap Kyuhyun. Tatapan kecewa. Oh Tuhan, Kyuhyun tidak mempercayainya. Apa yang harus dia lakukan sekarang?

 

“Geurae, aku akan pergi.” Kata Hyori lemas. Selama ini dia tidak pernah berbohong pada Kyuhyun. Dan selama Ini Kyuhyun juga selalu mempercayainya. Tapi kenapa kali ini Kyuhyun tidak mau percaya?

 

Bibir Hyori sedikit mengerucut. Itu yang dapat Kyuhyun lihat sebelum Hyori berbalik. Kyuhyun tersenyum tipis. Sangat tipis sampai-sampai dirinya sendiri tidak sadar jika sedang tersenyum.

 

“Pergilah ke apartemenmu dan tunggu aku di sana.” Kata Kyuhyun lalu mendudukkan diri di kursi empuknya.

 

Seketika Hyori berbalik. Wajahnya yang semula cemberut kini berubah ceria. Dia tersenyum menatap Kyuhyun walau pria itu tak menatapnya. Kyuhyun cuek saja.

 

“Pali ka.” Kata Kyuhyun datar tanpa menatap Hyori.

 

Hyori mengangguk, masih dengan senyumnya. “Arraseo, aku akan memasak makan malam untukmu.”

 

**

 

Waktu sudah menunjukkan pukul delapan lebih tapi Kyuhyun belum menunjukkan batang hidungnya padahal Hyori sudah siap dengan segala hidangan yang ada di meja makan.

 

“Aish ke mana orang itu? Kenapa belum datang?”

 

Hyori menyambar ponselnya hendak menghubungi Kyuhyun tapi pria itu sudah datang.

 

“Eoh, oppa datang?”

 

Kyuhyun tidak menjawab. Dia langsung duduk dan memperhatikan beberapa makanan yang ─sepertinya─ sudah Hyori siapkan.

 

“Kau yang memasak semua ini?”

 

Hyori mengangguk matap.

 

Kyuhyun mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sedangkan Hyori memperhatikan Kyuhyun dengan memangku dagunya. Dia senang melihat Kyuhyun yang sepertinya sudah tidak marah padanya. Yah walaupun Kyuhyun masih bersikap dingin, tapi itu tidak masalah. Sedingin-dinginnya es jika dihangatkan pasti akan meleleh juga, kan?

 

“Ini sudah tidak hangat.” Kata Kyuhyun dingin.

 

“Aku sudah selesai memasak sejak tadi dan oppa baru saja datang. Tentu saja itu sudah tidak hangat.” Jelas Hyori.

 

“Mian. Aku harus bertemu Sungkyu dulu.” Kata Hyuhyun santai dan tetap menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.

 

“Ne?” Pernyataan Kyuhyun membuat Hyori membulatkan kedua matanya dengan sempurna. Kyuhyun melirik Hyori sekilas.

 

“Aku harus memastikan apakah yang kau katakan tadi benar atau tidak.”

 

Astaga, Hyori sama sekali tidak menyangka Kyuhyun akan melakukan hal ini.

 

“Lalu?” Tanya Hyori was-was. Dia takut Sungkyu akan berkata yang tidak-tidak mengingat pria itu adalah orang yang usil.

 

Well, yang kau katakan memang benar.”

 

Hyori tersenyum. Syukurlah.

 

“Dan tadi aku bilang pada Sungkyu untuk tidak menganggumu lagi─”

 

“Sungkyu oppa tidak menggangguku─”

 

“Dengarkan aku dulu.” Kata Kyuhyun tegas. Hyori langsung diam karenanya.

 

“Aku bilang pada Sungkyu jika kau sudah memiliki kekasih.”

 

“Ne?” Hyori kembali membulatkan matanya.

 

“Mulai sekarang kau adalah kekasihku.”

 

“Tapi Sungkyu oppa─”

 

“Kau masih memikirkannya? Padahal dia sudah melepaskanmu.”

 

“Mwo?”

 

Kyuhyun mengangguk. “Tadi saat aku bilang kau adalah kekasihku, Sungkyu menerimanya begitu saja.”

 

“Jinja?”

 

Kyuhyun menatap Hyori tajam. “Wae? Kau tidak rela berpisah dengan Sungkyu?”

 

“Ani, bukan seperti itu. Hanya saja─”

 

“Sudahlah, jangan membahasnya lagi. Kau adalah kekasihku sekarang. Jadi jangan membicarakan pria lain dihadapanku.”

 

Hyori mengangguk. Senang? Tentu saja. Tapi sebagian kecil hatinya merasa belum rela perihal Sungkyu.

 

Beberapa saat kemudian, ponsel Hyori berdering singkat menandakan ada pesan masuk.

 

“Nugu?” Tanya Kyuhyun.

 

“Sungkyu oppa.” Jawab Hyori acuh karena dia sedang membaca pesan dari Sungkyu.

 

From: Kim S.

Hyori-ya, mianhae. Aku tidak tahu jika kau dan Kyuhyun adalah sepasang kekasih. Kau tidak pernah mengatakannya padaku. Kau jangan khawatir, aku tidak akan mengganggu kalian. Aku memang masih mencintaimu tapi aku tidak bisa memberi kepastian. Kau tahu kan pekerjaanku ini sangat sensitif perihal asmara? Jadi lebih baik kau bersama orang yang sanggup memberimu kepastian saja. Sekali lagi maafkan aku.

 

“Kau tidak perlu membalasnya.” Kata Kyuhyun saat Hyori meletakkan ponselnya.

 

“Aku memang tidak akan membalasnya. Tapi aku akan menemuinya besok.”

 

“Ya! Kau juga tidak perlu menemuinya.” Kata Kyuhyun kesal.

 

“Aku harus menemuinya oppa. Aku harus meminta maaf padanya. Dia pasti sangat kecewa padaku.”

 

“Aku sudah memintakan maaf untukmu. Kau tidak perlu menemuinya.” Kata Kyuhyun datar lalu menyuapkan makanan.

 

Hyori menatap Kyuhyun seolah bertanya ‘apa maksudmu?’.

 

Kyuhyun menelan makanannya. “Aku sudah membereskan semua kesalahpahaman antara aku, kau dan Sungkyu lengkap dengan segala permintaan maaf. Jadi kau tidak perlu merasa bersalah. Kau juga tidak perlu menemuinya.”

 

“Tapi oppa,”

 

“Kau memilih menemuinya atau tetap di sini bersamaku?”

 

Hyori menatap Kyuhyun dalam.

 

“Arraseo, aku akan di sini bersamamu.” Katanya sebelum menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.

 

Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan.

 

**

 

“Kau lelah?” Tanya Kyuhyun.

 

Hyori mengangguk dalam pelukan Kyuhyun. Yah seperti biasa sehabis makan malam, mereka sedikit ‘berolahraga’.

 

“Tapi aku rasa satu ronde lagi tidak masalah.” Kata Kyuhyu yang seketika merubah posisinya menjadi menindih Hyori. “Otte?”

 

“Apa oppa tidak lelah?” Tanya Hyori balik.

 

“Aku tidak akan pernah lelah jika bermain denganmu sayang.” Kata Kyuhyun lalu mengecup singkat bibir Hyori.

 

“Arra─”

 

Ponsel Hyori berdering.

 

“Aish, mengganggu saja.” Kata Kyuhyun lalu berguling dan membiarkan Hyori menerima panggilan.

 

Hyori tersenyum melihat Kyuhyun yang cemberut. Lalu dia mengambil ponselnya yang ada di nakas.

 

“Yeoboseyo…”

 

**

 

“Oppa, bagaimana keadaan Yuri eonni?” Tanya Hyori panik.

 

Beberapa waktu yang lalu, yang menelepon Hyori adalah Donghae mengatakan bahwa dia sedang di rumah sakit dengan Yuri.

 

“Yuri sedang istirahat dan bayi kami masih ada di ruang bayi.”

 

“Yuri eonni sudah melahirkan?”

 

Donghae mengangguk. “Tadi aku menghubungimu saat persalinan telah usai.”

 

“Aish, kenapa tidak menghubungi dari tadi?”

 

“Ah kau ini. Mana sempat? Tadi Yuri sudah kesakitan dan aku sangat panik. Jadi aku langsung membawanya ke sini.”

 

“Bagaimana? Dia cantik sepertiku kan?” Tanya Hyori dengan muka bersinar.

 

Donghae melirik Hyori kesal. Dirinya sedang sangat capek tapi Hyori malah mengajukan pertanyaan yang sebenarnya tidak penting. “Dia tampan sepertiku. Jika kau ingin anak yang cantik sepertimu, kau hanya perlu membuatnya kan?”

 

“Tentu saja hyung, mungkin seberntar lagi Hyori akan hamil.”

 

Hyori langsung melirik tajam ke sumber suara. Kyuhyun terkekeh karenanya. Begitu pula Donghae.

 

“Ngomong-ngomong, selamat ya hyung.” Kata Kyuhyun mengacuhkan Hyori yang masih meliriknya tajam.

 

“Gomawo Khyuhyun-ah. Kau harus cepat-cepat, buatkan teman bermain untuk anakku.” Rasa capek Donghae kini sedikit berkurang.

 

“Tentu saja hyung,” Kyuhyun merangkul Hyori. “Aku akan segera menikahi Hyori dan menghamilinya.”

 

END

 

Sorry for typos 😀

Pfft. Inilah akhir ceritanya. Iya, iya, endingnya memang nggak asik. Konfliknya kurang greget. Aku sadar diri kok, aku memang kurang pandai dalam membuat konflik dan ending yang badai hahaha… Gimana? Sequel apa enggak enaknya?

Btw, thanks yaa sudah mau baca FFku 😀

138 thoughts on “My XXX Partner Part 9 END

  1. Thooorrr…. Nampaknya reader butuh sequel.. Kalau tidak merepotkan… Kyaaa… Jatuh cinte sama karakter kyuhyun,, mungkin karakter sungkyu adalah reality buat kyuppa skrg.. Ingin mencinta & dicinta tp bentrokan ama agency… 😆😆😆

    Suka

  2. Ya jelas lah Kyuhyun marah, tapi emang nyeremin sih. Well, Kyuhyun gampang banget lunak sama Hyori. Resiko jatuh cinta. Finally, happy ending. Suka abis waktu dia ketemu Sungkyu. Dia juga perlu dikasi tahu kayaknya, haha… Nice story!

    Suka

  3. akhirnya happy ending. awalnya sempat ngira kyuppa bakalan tergoda sama yoojin. ternyata sampek akhir dia tetap setia. haha. authornim, minta sequel donk. sampek mereka punya anak.

    semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttttttt

    Suka

  4. emm endingnya, .,,,
    kurang apa gitu…
    tapi tidak apa-apa deh ..
    yang penting happy ending..
    tapi menurutku lebih lengkap jika mereka diceritakan menikah..
    tapi sebelum menikah ada masalah terlebih dahulu..
    tapi sepertinya itu pasaran,
    ya sudah lebih baik seperti ini..
    👍 😊

    Suka

  5. dari yang aku pikirkan,si yoojin ini adik tiri nya kyuhyun. soalnya tadi ada kalimat yang menyatakan kalo si yoojin itu bakal jadi adik iparnya hyori,berarti kan…

    need squel pas mereka udah nikah thor,tapi konfliknya jangan yang terlalu berat ya thor ehee 😂

    Suka

  6. akhirnya happy ending juga.
    aduh kyu gak pernah berubah habis baikan pasti langsung ke ranjang.
    eon ceritanya pendek banet, kurang puas bancanya.
    semoga ada kelanjutanya.
    #semangat buat ff yang keren >_<

    Suka

  7. endingnya dikit banget eon, aku kurang puas bacanya.
    akhirnya kesalah pahaman mereka berakhir juga, semoga mereka cepat menikah.
    eon boleh minta squel gak, solnya penasaran gila liat kelanjutanya

    Suka

  8. Ciye ciye ciye yg udh jadian😂😂😂😂
    Lucu aja sama kelakuan nya kyu 😂 gemesss banget 😃

    Squel donk author,klo biza sich…😆😆

    Fighting dan terima kasih krna udh hibur kami dgn cerita mu authornim 😘😘😘

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s