Just Because Part 2


 

Author             : KeyNana

Tittle               : Just Because …

Category         : NC17, Romance, Drama, Chapter

Cast                 :

  • Kim Ki Bum a.k.a Key
  • Choi Na Ri
  • Park Jin Young

Other Cast :

  • Other Shinee Member
  • Kim Tae Hyung
  • Park Ji Min

Happy Reading ..
I hope you like this …:)

Februari,14-2010       10.35KST
SM TOWN COEX ARTIUM

Di sebuah gedung besar tempat bernaungnya para idola terkenal, sebuah perusahaan entertainment terbesr di Seoul, Korea Selatan. Siapa yang tidak mengetahui SM Entertainment? Perusahaan yang mengeluarkan idola-idola berbakat seperti TVXQ, Super Junior, SNSD, bahkan SHINee. Mereka raja dari semua raja K-Pop, mereka yang memperkenalkan K-Pop keseluruh dunia. Semua idola yang berada dibawah SM Entertaiment memiliki bakat dan terkenal dengan visual mereka yang bisa membuat seluruh gadis jatuh cinta. Mereka pintar membuat semua gadis terpesona.

SM Entertainment selalu menyungguhkan penampilan yang luar biasa dari para idolanya, semua itu tak luput dari persiapan yang mereka lakukan. Seperti saat ini, sejak pagi tadi SHINee sudah berada di gedung SM untuk bertemu dengan Lee So Man selaku direktur SM Entertainment untuk membicarkan project mereka selanjutnya. Pertemuan mereka pagi ini menyita banyak waktu sehingga membuat salah satu dari personil SHINee ini menggerutu dalam hatinya sebut saja Kim Ki Bum yang biasa dikenal dengan Key. Entah apa yang membuatnya ingin segera keluar dari kantor Lee So Man yang jelas dirinya ingin sekali segera keluar dari ruangan yang terkadang membuat mereka panas ketika masuk.

Setelah 3 jam mereka berada didalam akhirnya Lee So Man membiarkan mereka keluar untuk melanjutkan kembali aktifitas mereka. Tanpa mengatakan apapun lagi bahkan berbicara pada sang leader Onew, Key langsung berlari pergi meninggalkan ruangan Lee So Man. Onew ataupun yang lain hanya beranggapan ‘mungkin dia ingin ke kamar mandi’.

Dia terus berlari, dengan menggurut sendiri‘Mengapa Gedung ini terlalu besar, membuatku terlalu sulit mencarinya.’ Pada akhirnya dia berhenti distudio rekaman dan mengambil ponselnya untuk menghubungi. Dia menghubungi seseorang untuk menanyakan keberadaan orang tersebut. Setelah mengetahui keberadaannya, Key langsung kembali berlari.

Pada akhirnya, Key sampai dimana dia berada. Ruang Latihan, Key menarik nafasnya dalam-dalam. Jantunya berdebar karena saat ini dia merasa gugup. Setelah mengumpulkan keberaniannya dia membuka pintu ruangan itu namun dia terhenti ketika mereka menyebut namanya dalam obrolan mereka, Key ingin mendengarkannya.

“Itu Key?” Tanya seorang gadis.

“Eoh.” Jawab gadis lainnya singkat dengan senyumannya yang manis.

“Aku lihat kalian semakin dekat, apakah ada sesuatu diantara kalian?” Kini giliran teman yang lainnya bertanya.

“Tidak, apa yang kau bicarakan.” Gadis yang tak pernah luput dari tatapan Keymengelak dengan ekspresi wajahnya yang bisa membuat Key tersenyum tanpa alasan.

“Kau dan Key. Apakah kalian berkencan?” Tanyanya kembali dengan jelas

“Tidak.” Jawabnya kembali

“Yak… Taeyon. Jawablah dengan jujur, kau sedang menjalin hubungan dengan Key. ‘kan?” Mereka adalah personil Girls Generation. Yoona meminta penjelasan pada Taeyon. Dan gadis yang menarik perhatian Key adalah Taeyon, dia diam-diam menyimpan perasaan pada gadis yang memiliki suara yang begitu luar biasa.

“Kau sangat peduli dengannya, kalian saling memberikan perhatian satu sama lain bahkan Key sempat mengakui perasaannya padamu.” Ucap Tiffany

“Kapan dia melakukannya?” Tanya Taeyon yang ternyata juga membuat Key terlihat bingung ‘kapan aku melakukannya’ pikirnya saat ini.

“Dia pernah mengakuinya. Meski terdengar hanya candaan tetapi aku rasa tidak.” Jelas Tiffany membuat Key tersenyum karena tersadar kapan ia melakukannya.

“Tidak. Itu tidak benar. Aku benar-benar tidak memiliki hubungan apapun dengan dia.” Jelas Taeyon

“Benarkah?” Tanya Yoona belum mempercayainya.

“Eoh. Aku menyukainya hanya sebagai seorang adik yaa.. bukankah Key sangat lucu? Aku sudah menganggapnya sebagai adikku. Aku tidak pernah melihatnya sebagai pria, puas.” Jelas Taeyon membuat Key terdiam, dirinya terluka. Menutup kembali pintu itu dan bersandar di dinding dekat pintu masuk, tatapannya kini pada sebuah kotak kecil yang sedari tadi ia genggam. Key melihat kesamping sekilas dan kembali menatap lurus kedepan lalu pergi.

***

Setelah mengetahui bahwa mereka tinggal di tempat yang sama membuat mereka menjadi lebih dekat dari sebelumnya. Seperti pagi tadi saat pulang pun mereka bersama. Choi Na Ri berjalan bersampingan dengan Park Jin Young dengan bibir yang tak pernah berhenti berbicara meskipun Park Jin Young hanya menjawabnya dengan beberapa kata namun tak membuat Choi Na Ri diam, dirinya sudah seperti Key yang senang mengoceh.

“Ayolah Jin Young-ah, ‘hmm?” Entah apa yang diinginkan oleh Choi Na Ri sehingga dirinya harus menunjukkan tingkah lucunya pada Park Jin Young yang sebelumnya hanya ia tunjukan pada kekasihnya, Key.

“Tidak mau.” Tolak Park Jin Young

Yak… aku hanya ingin memintamu untuk belajar bersama.” Choi Na Ri yang kesal pada Park Jin Young yang selalu menolaknya padahal dia hanya ingin Park Jin Young belajar bersama dengannya.

Park Jin Young menghentikan langkahnya tiba-tiba membuat Choi Na Ri terkejut karena dirinya harus berhenti mengikutinya. Park Jin Young menatap Choi Na Ri lalu bertanya “Kau pintar, kau bisa belajar sendiri mengapa harus memintaku mengajarimu?”

“Aku benar-benar buruk untuk memahami tentang Vulnus combustion maka dari itu aku memintamu untuk mengajariku, ‘hmm.” Kembali Choi Na Ri memohon pada Park Jin Young sementara pria yang selalu bersikap dingin pada semua orang hanya diam menatap Choi Na Ri dengan wajah melasnya.

“Apa yang kau lakukan, Hyung?” Ucap seorang pria keluar dari Apartemen membuat Park Jin Young dan Choi Na Ri menoleh kearah dimana pria itu berdiri.

Park Jin Young terlihat terkejut ketika melihat pria itu tanpa mengatakan apapun lagi Park Jin Young langsung berjalan menghampiri pria itu yang diikuti oleh Choi Na Ri.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Park Jin Young terdengar tidak menyukai pria itu datang

“Kenapa, Apa aku tidak boleh datang? Apa kau takut jika aku akan memberitahu Ibu dan Ayah jika kau keluar dari rumah hanya untuk berkencan?” Pria ini jauh berbeda dengan kepribadian Park Jin Young. Jika Park Jin Young memiliki sifat pendiam tetapi berbeda pria yang memanggilnya ‘Hyung’ dia sangat cerewet.

Hei!” Teriak Park Jin Young kesal

Aissh… berapa kode pintumu?” Tanyanya

“Untuk apa kau meminta kode pintuku, pulanglah!” Jelas Park Jin Young tidak akan memberikannya

“Ibu memintaku untuk memberikan ini padamu.” Ucapnya dengan wajah kusamnya menjelaskan bahwa dirinya dipaksa ketika datang menemui Park Jin Young.

“Apa itu?” Tanya Park Jin Young melihat sebuah bingkisan yang di pegang pria yang tak kalah tampan darinya

Bulgogi kesukaanmu.” Jawabnya singkat

“Berikan lalu pulanglah.” Pinta Park Jin Young

“Tidak mau. Karena aku sudah disini jadi ijinkan aku melihat Apartemenmu terlebih dahulu.” Pinta-nya

“Tidak bisa, pulanglah. Anak nakal.” Pinta Park Jin Young lebih tegas

“Tidak mau. Kau biarkan aku diisini atau akan kuberitahu Ibu dan Ayah bahwa kau disini bukan untuk belajar tetapi berkencan.” Ucapnya terdengar mengancam Park Jin Young

“Apa? Hei!” Park Jin Young lebih menekankan setiap perkataanmu.

Seperti anak kecil pria itu hanya menjulurkan lidahnya dan kembali masuk kedalam Apartemendengan cepat

“Hei! PARK JI MIN. KELUAR KAU ANAK NAKAL!!” Tak bisa menahannya lagi akhirnya Park Jin Young berteriak pada adiknya, Park Ji Min.

Park Jin Young mengeluarkan nafas panjangnya, dia terlihat kesal saat ini.

“Dia adikmu?” Tanya Choi Na Ri

Eoh, sepertinya aku harus masuk sekarang. Sampai nanti.” Pamit Park Jin Young yang begitu pergi saja meninggalkan Choi Na Ri

“Park Jin Young….

Choi Na Ri yang memanggilnya tetapi percuma saja pria dingin itu tidak akan membalikkan badannya lagi. “Bagaimana dengan mengajariku?” gumamnya perlahan yang terlihat begitu sedih

Park Ji Min, dia adalah adik Park Jin Young tetapi kepribadiannya sungguh berbeda dengan kepribadian yang dimiliki Park Jin Young dan karena itulah mereka jarang sekali akur. Kepribadian mereka bertolak belakang, jika Park Jin Young memiliki kepribadian yang begitu dingin seolah tak peduli dengan orang-orang disekitarnya namun berbeda dengan Park Ji Min, pria yang masih berstatus sebagai seorang pelajar SMA ini dia sangat banyak bicara dan suka sekali mengganggu Park Jin Young, kepribadian mereka benar-benar jauh berbeda.

Mungkin ini karena generatif (keturunan) Park Jin Young dianggap menuruni sifat dari Ayahnya yang juga dingin dan tak banyak bicara sementara Park Ji Min menuruni sifat Ibunya yang selalu mencairkan suasana agar menjadi lebih ramai tak lain dia banyak biacara. Park Jin Young ataupun sang Ayah lebih banyak bertindak dibandingkan dengan berbicara karena menurut mereka berbicara akan lebih  melelahkan daripada langsugn melakukan apa yang harus dialakukan, bagi mereka berbicara akan membuat waktu mereka yang penting.

Park Jin Young tak bisa menyembunyikan kekesalan dari raut wajahnay ketika melihat Park Ji Min berdiri didepan pintu apartemen dengan senyuman yang tak ingin dilihatnya. Tanpa megnatakan apapun pada sang adik, Park Jin Young langsung memasukkan kode pintu masuk. Park Jin Young masuk kedalam apartemennya sementara Park Ji Min mengikutinya dari belakang..

Waaww…. jadi disini kau tinggal, Hyung.” Park Ji Min terlihat takjub dengan isi apartemen milik sang kakak. ‘Bodoh, sudah sangat jelas lebih bagus rumah dibandingkan dengan disini.’ Gumam Park Jin Young seraya melepas sepatunya dan berganti dengan sandal rumahnya.

Park Jin Young melepaskan  tasnya serta mantelnya dan meletakkannya disofa “Letakkan itu disana dan pulanglah.” Pintanya seraya berjalan menuju lemari pendingin untuk mengambil minuman soda.

Aissh… biarkan aku disini sebentar eoh. Kau ini sangat keterlaluan.” Ucap Park Ji Min

“Berikan aku minuman, Hyung. Aku sudah menunggumu selama berjam-jam.” Pinta Park Ji Min

Tanpa mengatakan apapun, Park Jin Young hanya mengambil satu untuknya. Hanya dilempatkan minuman itu pada Park Ji Min,dan dia menangkapnya dengan baik.

“Cepatlah pulang, Ibu akan mencarimu.” Ucap Park Jin Young

“Justru karena itu aku tidak ingin pulang.” Jawabnya acuh secara meneguk minuman soda yang tadi diberikan sang kakak padanya.

“Apa kau melakukan kesalahan lagi?” Tanya Park Jin Young

“Ibu memintaku untuk les.” Jawabnya

Yak! Jika Ibu memintamu untuk pergi les maka kau harus pergi, bodoh.” Tentu saja jawaban Park Ji Min membuatnya marah. Bagaimana tidak, adiknya benar-benar pemalas.

“Aku tidak ingin melakukannya. Pagi sampai siang aku sudah belajar di sekolah jika aku mengikuti les maka aku tidak akan bisa istirahat.” Ucap Park Ji Min tak peduli semakin membuat Park Jin Young geram

“Kau sudah kelas 3, sudah tidak ada kata istirahat untukmu. Apa kau tidak memikirkan bagaimana masa depanmu nanti?” Tanya Park Jin Young

“Aku akan melanjutkan perusahaan Ayah jika tidak kau akan menjadi Dokter yang hebat maka kau bisa membiayai hidupku.” Jawabnya kembali dengan tenang

YAK!! PARK JI MIN!!” Teriak Park Jin Young begitu kesal

Hyung, berhentilah berteriak kau membuat adikmu yang lucu iniketakutan.” Ucapnya tanpa merasa bersalah atau apapun itudia menanggapi kemarahan sang kakak dengan santai.

“Habiskan minumanmu dan segera pulang sebelum aku menghubungi Ibu” Ucap aprk JinYoung seraya berjalan masuk kedalam kamarnya dan meninggalkan Park Ji Min seorang diri.

Hyung…. biarkan aku disini, eoh.” Pinta Park Ji Min “Aku benar-benar tidak ingin pergi. Belajar bukanlah keahlihanku, kau-pun tahu itu.” Ucapnya kembali, aku mendengarnya tetapi aku tetap mengabaikannya.

Hyung… tolonglah aku sekali saja. Aku benar-benar tidak ingin belajar.” Teriaknya “Hyung…..” “Jin Young Hyung….” “Park Jin Young…..” “Hyung……” dia tetap merengek meskipun Park Jin Young tak memperdulikannya.

***

Seorang pria tampak terlihat begitu bingung seraya menatap ponsel yang berada ditangannya. Terlihat dia ingin melakukan sesuatu tetapi ragu untuk melakukannya. Pandangannya hanya fokus pada kontak nama yang tertulis ‘Taeyon’ di ponselnya. Sepertinya Key ingin menghubungi Taeyon tetapi dirinya terlihat ragu-ragu untuk melakukannya. Seperti yang sudah diketahui jika Key pernah diam-diam menyukai Taeyon bahkan dihari valentine 6 tahun lalu Key hampir saja menyatakan perasaannya sebelum ia mengetahui bahwa Taeyon hanya menganggap Key hanya seorang adik. Pada saat itulah Key memutuskan untuk berhenti menyukainya meskipun dirinya sempat mengalami kesulitan namun pada akhirnya dia bisa mengatasi itu dan saat inipun dia telah memiliki Choi Na Ri disisinya.

Setelah berfikir dengan keras akhirnya Key memutuskan untuk menghubungi Taeyon. “Baiklah, aku akan menghubunginya dan mengatakan apa yang ingin aku katakan lalu segera menutupnya.” Ucapnya sebelum menghubungi Taeyon. Dengan gugup dia menunggu panggilannya terjawab

“Hallo?” Suara lembut Taeyon terdengar di telinganya.

“TaeyonNuna, ini Key.” Ucap Key mencoba menghilangkan kegugupannya saat ini.

“Aku tahu. Ada apa kau menghubungiku, sudah sangat lama bukan kau tidak pernah menghubungiku?” Tanya Taeyon yang membuatnya sedikit tersenyum

“Maafkan aku hehe. Aku hanya ingin meminta maaf karena artikel itu, kau jadi perhatian netter” Jawab Key terkekeh

Ahh… tidak apa-apa. Aku memang selalu menjadi perhatian semua orang” Ucapn Taeyon terdengar hangat

Hehe ..” Key hanya tertawa kecil

“Apa yang sedang kau lakukan? Aku pikir kau sedang sibuk?” Tanya Taeyon

“Aku baru selesai.” Jawab Key

“Kau sudah makan?” Tanya Taeyon yang begitu perhatian padanya, dan karena inilah dia menyukai Taeyon.

“Belum. Kau sendiri, Noona?” Tanya Key

“Cepatlah makan, ini sudah waktunya kau makan malam jangan menundanya kau bisa terkena gangguan pencernaan, mengerti.” Jawab Taeyon yang terdengar seperti seorang Ibu

“Iya iya.” Key tersenyum lebar menjawabnya

“Baiklah.”

“Bye Nuna, Good night.” Ucap Key dengan malu-malu

“Eoh, jaga dirimu baik-baik.” Ucapnya kembali, Key tersenyum lalu menutupnya.

Key terdiam menatap ponsel yang masih memperlihatkan kontak ‘Taeyon’. Saat ini Key terlihat jika dirinya merasa takut, entah apa yang membuatnya takut tetapi mungkin dia takut jika dia akan memiliki perasaan pada Taeyon lagi. Key tidak bisa melakukan itu, karena Choi Na Ri ada disisinya, Key tidak bisa melukai gadis yang lugu yang tak kalah cantiknya dengan Taeyon. “baiklah Key luruskan pikiranmu bagaimana bisa hanya lewat telepon kau bisa memiliki pearasaan padanya lagi? Jika kau melakukan itu kau benar-benar bodoh!” Gumamnya sebelum  menghirup nafasnya dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan.

Seorang gadis nampak begitu serius dengan buku-buku tebal yang ada didepannya. Namun ekspresi wajahnya tak menunjukkan jika dia mengerti dengan buku-buku itu, lihatlah dia hanya membuka dan membukanya secara kasar. Raut wajahnya benar-benar terlihat jelas jika dia mengalami kesulitan belajar.

“Ahh… ! aku benar-benar tidak bisa mempelajari ini semua. Aku tidak mengerti apa itu Vulnus combustion, bagaimana cara mengobatinya? Kasus luka bakar memang paling buruk, untukku. Sudah semua buku aku baca tetapi tetap saja aku tidak mengerti.” Dia menggerutu seorang diri dengan terus membuka lemabaran buku itu dengan kasar.

‘Apa aku harus menghubungi Park Jin Young dan mimintanya lagi untuk mengajariku?’ sejenak pikiran itu muncul dalam benaknya diiringi dengan lirikkannya pada ponsel yang berada disampingnya. Dia mengetahui jiak Park Jin Young benar-benar jenius bukan hanya dia yang mengetahuinya semua teman-temannyapun mengetahui itu semua, merka kagum bagaimana Park Jin Young dapat menjawab semua pertanyaan dari profesor ketika didalam kelas. Maka dari itu Choi Na Ri ingin belajar dengan Park Jin Young tetapi dirinya takut jika lelaki dingin itu tetap akan menolaknya.

Pada akhirnya dia kembali meraih ponselnya. “Aku akan memohon padanya untuk mengajariku kalau perlu akan berlutut di depan apartemen.” Ucapnya penuh keyakinan akan menghubungi Park Jin Young namun, Saat dirnya ingin menghubunginya tiba-tiba ponsel Choi Na Ri bergetar nama ‘Kim Bum Oppa’ terpampang jelas di layar ponselnya dan membuat gadis ini terkejut “apakah dia tahu bahwa aku akan menghubungi Park Jin Young? Bagaimana dia tahu?” ucapnya kembali persis seperti gadis yang ketahuan selingkuh dari kekasihnya. Dia menggelengkan kepalanya kasar dan segera menjawab panggilan dari Key. “Oppa..” Panggilnya manja

“Kenapa, Apa kau merindukanku?” Tanya Key

Eoh, kapan kau pulang?” Jawab Choi Na Ri sekaligus bertanya

“Entahlah, aku rasa tidak bisa pulang minggu ini.” Ucap Key yang membuat Choi Na Ri terlihat tak puas.

“Kenapa, lalu kapan kau akan pulang?” Tanya Choi Na Ri lesu. Meskipun ini sering terjadi namun tetap saja Choi Na Ri tak senang jika Key bekerja diluar Korea, karena dia merasa jika Key pergi keluar Korea itu akan membuat jarak yang begitu jauh dari hubungan yang sedang mereka jalin.

“Entahlah. Disini banyak hal yang harus ku lakukan, maafkan aku.” Ucap key

“Tidak apa-apa.” Jawab Choi Na Ri

“Apa yang sedang kau lakukan?” Tanya Key

Ahh.. belajar” Jawab Choi Na Ri

“Apakah aku mengganggumu?” Tanya Key terdengar merasa bersalah telah menghubunginya

“Tidak, kau malah menolongku? Dengan meneleponku, aku seperti mendapatkan vitamin kembali hehe” Entah darimana dia bisa memberikan jawaban yang manis itu pada Key

“Aigoo… darimana kau mendapatkan kata-kata itu?” Key tersenyum geli ketika mendengar ucapan manis dari Choi Na Ri

“Apa kau sedang istirahat, Oppa?” Tanya Choi Na Ri

“Eoh, kau sudah makan?” Jawab sekaligus bertanya Choi Na Ri

“Sudah, bagaimana dengan Oppa?” Kali ini Choi Na Ri yang bertanya

Aku belum sempat untuk makan malam” Jawab Key yang seketika membuat Choi Na Ri terlihat kesal.

Hei… ini sudah jam berapa? Cepatlah makan Oppa, meskipun kau sibuk tetapi kau tidak bisa mengabaikannya. Cepatlah makan, mintalah pada Manajermu untuk membelikanmu makan tapi ingat jangan makan yang berlemak, makanlah yang bernutrisi. Pekerjaanmu disana masih banyak kau tidak bisa makan sembarang, lalu …..

“Yaa… Yaa… berhentilah, aku mengerti. Aku akan makan, hmm..” Ucap Key yang menghentikan omelan Choi Na Ri

“Harus! Aku tidak ingin kau sakit, tetaplah sehat Oppa.” Ucap Choi Na Ri begitu mengkhawatirkan kesehatan Key.

“Aku akan segera makan jadi kau tidak perlu khawatir, Hmm…” Ucapnya

“Tidak, aku harus menghubungi Manajermu dan memintanya untuk segera membelikan makanan untukmu. Aku tidak mempercayaimu, jika kau sudah malas seperti ini kau hanya akan langsung pergi tidur.” Ucap Choio Na Ri yang sudah sangat hafal dengan sifat Key

“Kau tidak perlu melakukan itu.” Ucap Key

“Tidak, aku harus melakukannya dan aku bisa memintanya untuk membelikan makanan yang bergizi untukmu. Jika aku tidak melakukannya kau akan memesan makanan yang cepat saji atau tidak yang banyak lemak.” Ucapnya kembali panjang lebar

“Apa kau begitu mengkhawatirkanku?” Tanya Key tiba-tiba terdengar serius

Eoh, tentu saja. Apa aku berlebihan?” Choi Na Ri menjawabnya sekaligus bertanya.

“Tidak, itu membuatku senang. Terimakasih, aku mencintaimu.” Ucap Key sangat manis dan tentu saja membuat Choi Na Ri tersenyum lebar.

“Cepatlah pulang, aku merindukanmu.” Ucap Choi Na Ri

“Eoh. Kembali belajar, nanti ku hubungi lagi. Mimpi indah.” Ucap Key mengakhiri panggilan panjang mereka malam ini. Choi Na Ri tersenyum lebar menatap layar ponselnya, tepatnya dia menatap fotonya bersama Key.

Seperti hari-hari sebelumnya semua mahasiswa selalu di sibukkan dengan tugas yang di berikan oleh Profesor mereka. Selama mereka berada di lingkungan Kampus mereka  selalu di temani buku. Terlebih lagi Mahasiswa Kedokteran yang selalu diberikan tugas oleh Profesor, bagi mereka tugas bagai menghantui mereka setiap saat. Seperti saat ini masih pagi tetapi Mahasiswa Kedokteran terdengar gaduh, banyak dari mereka yang tidak mengerjakan tugas atau tidak mereka tidak bisa mengerjakannya maka dari itu sudah sejak pagi tadi sudah banyak Mahasiswa yang datang hanya untuk melihat tugas dari sesama teman mereka.

Mungkin pergi bersama sudah menjadi kebiasaan mereka. Seperti kemarin Choi Na Ri dan Park Jin Young kembali datang bersama. Ini menjadi perhatian Eun Ha yang melihat bahwa keduanya semakin dekat dari sebelumnya.

“Bukankah kau tidak merasa aneh?” Tanya Go Yu Na

“Apa maksudmu?” Tanya Eun Ha yang tetap menatap kearah Choi Na Ri dan Park Jin Young yang kini sudah duduk di bangku masing-masing,

“Mereka berdua. Bukankah mereka semakin dekat, bahkan kemarin aku melihat mereka pulang bersama dan sekarang mereka datang bersama.” Jawab Go Yu Na yang membuat Eun Ha menatapnya serius.

Yak… mungkinkah …” Han Ji Eun ragu dengan ucapannya

“Apa?” Tanya Eun Ha antusias

“Mungkinkah mereka tinggal bersama?” Lanjutnya

Yak… itu tidak mungkin. Choi Na Ri sudah memiliki Key, kau tahu Key. Shinee!” Ucap Go Yu Na yang terus menekankan nama Key dan Shinee

“Bisa saja Choi Na Ri bosan dan Park Jin Young datang. Key Oppa sangat sibuk akhir – akhir ini.” Ucap Han Ji Eun

“Bagaimana kau tahu?” Tanya Go Yu Na

“Aku mencari tahu kegiatan Shinee…” Jawab Han Ji Eun membuat Go Yu Na dan Eun Ha terlihat kesal

Yakk… berhentilah mencari tahu tentang mereka dan belajarlah dengan baik, Han Ji Eun!” Ucap Go Yu Na sementara Han JI Eun hanya memajukan bibirnya dan kembali fokus pada buku-bukunya.

Sementara Eun Ha tetap melihat kearah Park Jin Young yang tiba-tiba berdiri membawa bukunya dan menghampiri Choi Na Ri.

Park Jin Young menghampiri Choi Na Ri dan memberikan buku yang ia bawa dengan melemparkan ke mejanya lembut. Membuat Choi Na Ri terkejut dan langsung melihat kearah Park Jin Young lalu bertanya “Apa ini?”

“Tugasmu.” Jawab Park Jin Young yang membuat Choi Na Ri terkejut

“Apa?”

“Kau bilang kau tidak paham tentang kasus ini jadi aku pikir tugasmu belum selesai.” Jelas Park Jin Young

Yak… Park Jin Young, aku memintamu untuk mengajariku bukan untuk mengerjakan tugasku.” Ucap Choi Na Ri terlihat kesal.

“Kemarin aku tidak bisa karena ada yang harus kuurus. Hari ini, apa kau mau?” Tanya Park Jin Young yang kembali membuat Choi Na Ri terkejut

“Maksudmu belajar bersama?” Tanya Choi Na Ri dan anggukan manis dari Park Jin Young sebagai jawaban dari pertanyaannya dan tentu saja Choi Na Ri senang dengan jawaban Park Jin Young.

“Akhirnya aku tidak perlu berlutut di depan apartemen” Ucap Choi Na Ri terlihat bahagia

“Apa?” Park Jin Young terlihat bingung dengan ucapan Choi Na Ri yang mengatakan ‘aku tidak perlu berlutut di depan Apartemen’

“tidak, bukan apa-apa.” Jawabnya tersenyum

“Nanti malam aku tunggu di cafe dekat apartemen, kau tahu ‘kan?” Tanya Park Jin Young

Eoh.” Jawabnya kembali tersenyum. Tak ada jawaban apapun lagi dari Park Jin Young, dia hanya berlalu pergi kembali ke Bangkunya. “Terima kasih Park Jin Young. Aku benar-benar terimakasih.” Teriaknya yang terdengar begitu bahagia membuat yang lain sedikit teralihkan perhatiannya sementara Park Jin Young hanya tersenyum simpul mendengar teriakkan Choi Na Ri.

Tentu saja ini membuat Eun Ha yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua semakin kesal dan curiga terhadap hubungan mereka.

***

Key yang menyukai kamera tentu saja memiliki beribu gaya seperti saat ini ketika dirinya kembali menjalani pemotretan tak banyak arahan dari produser yang dilontarkan untuk Key, hanya sekali dan Key melakukan dengan baik bahkan beberapa pose Key melakukan tanpa arahan. Key yang memiliki wajah tampan dengan wajah kecilnya dan matanya yang tajam membuatnya selalu tampan di berbagai pose, Key benar-benar tampan.

Good job Key, kau melakukan semuanya dengan baik.” Ucap Produser memberikan tepuk tangan untuk Key untuk mengakhiri pemotretan siang ini

“Terima kasih, ini berkat bantuan anda dan semuanya.” Ucap Key rendah hati

“Sekarang kita istirahat 30 menit lagi kita lakukan sesi pemotretan yang terakhir.” Ucap Produser sementara Key hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.

Key langsung pergi menemui Manajernya yang sedari sudah menunggunya disana.

Cha.. ini makan siangmu.” Ucap Manajer yang memberikan bingkisan pada Key

Key melihatnya dengan seksama, dia terlihat bingung.

“Apa ini?” Tanya Key

“Kotak makan siang untukmu. Makanan yang sehat dan bergizi.” Jelasnya

“Apakah kau memberikan aku nasi lagi?” Tanya Key terlihat terkejut sementara Manajernya hanya menganggukkan kepalanya. “Yaaa….. semalam aku sudah makan nasi dan hari ini kau akan memberikanku nasi lagi. Bagaimana bisa aku membentuk perutku.” Eluhnya

“Kekasihmu sendiri yang memintaku untuk membelikan makanan ini.” Jelas sang menajer yang selalu mengejutkan Key

“Choi Na Ri yang memintamu untuk membelikan ini untukku?” Tanya Key

Eoh, dia selalu menghubungiku dan memintaku untuk memperhatikan pola makanmu dan apa saja yang kau makan dan aku mengatakan bahwa kau akan diet dia marah-marah padaku, aiihhh kekasihmu cukup menyeramkan.” Jawab Manajer yang membuat Key tersenyum

“Pokoknya makanlah ini. Bagaimanapun kau beruntung memiliki kekasih sepertinya, dia sangat memperhatikanmu jika wanita lain entahlah.” Ucap Manajer kembali yang hanya di jawab dengan anggukkan kepala dari Key lalu mengambil bingkisan itu dan pergi untuk segera memakannya sebelum dia kembali suting.

Sudah sangat lama Choi Na Ri tidak pergi keluar bersama sahabatnya, Kim Ye Na. Semenjak dirinya berkencan dengan Key, mereka sangat jarang pergi bersama dan juga tugas-tugas yang selalu menyulitkan mereka untuk pergi bersenang-senang. Terlebih lagi jika bukan karena Kim Ye Na mungkinChoi Na Ri tidak akan bertemu dengan Key, tak lain Kim Ye Na adalah orang yang mempertemukan mereka berdua.Setelah mereka keluar dari kampus kami pergi ke cafe yang selalu mereka datangi bersama sewaktu mereka masih duduk dibangku SMA.

“Akhirnya aku bisa pergi bersamamu, Choi Na Ri” Ucap Kim Ye Na

Cham… kita bertemu setiap hari” Ucap Choi Na Ri

“Na Ri-ah, ada yang ingin aku tanyakan. Aku benar-benar penasaran tentang ini.” Ucap Kim Ye Na

“Apa yang membuatmu penasaran?” Tanya Choi Na Ri

“Apa kau benar-benar sudah tidur dengan Key?” Tanya Kim Ye Na yang membuat Choi Na Ri terkejut, tentu saja dia kembali menanyakan hal seperti itu padanya.

“Berhentilah menanyakan hal itu apalagi di tempat umum seperti ini, jika ada yang mendengarnya bisa jadi masalah untuk Key dan juga aku.” Jelas Choi Na Ri

“Dengan jawabanmu seperti ini, benar kau sudah tidur dengannya.” Ucap Kim Ye Na yang menyimpulkan seorang diri

“Apa yang kau katakan, berhentilah membahas itu.” Ucap Choi Na Ri kesal

“Benar, kapan kau tidur dengannya. Apakah Key hebat soal itu?” Tanya Kim Ye Na terdengar fulgar

Yaa… apa yang kau bicarakan….” Kim Ye Na selalu saja membuat Choi Na Ri kesal.

“Aku hanya ingin tahu. Aku benar-benar tidak percaya jika kau berani menyerahkan semuanya pada Key.” Ucap Kim Ye Na

“Apa yang aku serahkan. Yaaa…. aku tidak melakukan apapun dengannya.” Choi Na Ri yang semakin kesalpun sedikit berteriak padanya dan membuat semua pasang menatap kearah mereka, dan tentu saja pada saat itulah Choi Na Ri memerah karena malu.

Yaa… berhentilah menggodaku.” Ucap Choi Na Ri penuh dengan tekanan

“Aku hanya penasaran. Lebih baik kau jawab aku jika tidak aku akan selalu seperti ini, bukankah kau mengenalku dengan baik?” Tanya Kim Ye Na, memang dia adalah gadis yang keras kepala jika dia menginginkan sesuatu ataupun penasaran dia akan mencari tahu itu semua sampai ia mendapatkannya.

“Aku memang tidur dengannya tetapi kita tak pernah melakukan apapun. Kita hanya sebatas tidur tidak lebih, kau mengerti?” Pada akhirnya Kim Ye Na menang dari Choi Na Ri. Dia menjelaskan semuannya pada sahabatnya ini agar tak lagi salah paham tentang seberapa dalam hubungannya dengan Key.

Aigoo… apa kau yakin kalian hanya tidur bersama tanpa melakukan apapun?” Tanya Kim Ye Na yang masih saja tidak mempercayainya, Choi Na Ri hanya menganggukkan kepalanya.

“Dua orang lawan jenis satu ranjang dan tidak melakukan apapun, apakah itu wajar?” Tanya Kim Ye Na

“Apa maksudmu?” Choi Na Ri yang tidak mengerti dengan apa maksud pertanyaan Kim Ye Na.

“Tidak, ini hanya aneh saja mengapa Key tidak melakukan apapun padamu padahal kalian tidur bersama. Pasti ada yang salah, jika dia tidak tertarik denganmu maka dia yang aneh.” Jelas Kim Ye Na

Yaa…apa yang kau bicarakan?” Tanyanya

“Mungkinkah Key gay?” Tanya Kim Ye Na terdengar seperti berbisik membuatku terkejut

Yaaakk… apa yang kau pikirkan, dia normal. Dia memilikiku.” Jawab Choi Na Ri yang tentu saja membela Key.

“Berarti kau tidak menarik baginya maka dari itu dia tidak pernah menyentuhmu.” Ucapnya yang membuat Choi Na Ri terdiam “Yaa… bisa di maklumin sih, lihatlah dirimu tidak ada yang menonjol semuanya rata.” Ucapnya yang menilai tubuhku membuatku risih, rasanya seperti dia sedang menelanjangi tubuhnya.

Yaa… hentikan.” Choi Na Ri menggertakan giginya kesal sementara Kim Ye Na hanya mencibir lalu meminum kembali kopinya seraya melihat keluar.

Cckckck.. anak muda jaman sekarang bukannya saling berbagi ilmu malah saling meninju.” Ucap Kim Ye Na yang terus melihat kearah luar membuatk Choi Na Ri penasaran dan membuatnya ikut melihat kearah luar.

Dilihat beberapa anak muda dengan seragam SMA berkelahi diluar. Awalnya dia hanya perkelahian itu sekilas tetapi ketika dia memperhatikannya kembali tatapannya seperti ia mengenal salah satu dari mereka. Choi Na Ri melihatnya kembali dengan seksama, matanya membesar saat dirinya sadar bahwa dia memang mengetahui salah satu dari mereka. Setelah memastikan itu dia langsung beranjak dari tempat duduknya dan berlari keluar dari Cafe yang membuat Kim Ye Na terkejut dan langsung mengikutinya dari belakang.

“Apa yang kalian lakukan!” Sentak Choi Na Ri pada anak-anak SMA itu. Mereka menghentikan memukuli pria yang sudah babak belur bahkan darahpun sudah mengotori seragam putihnya. “Apa kau baik – baik saja?” Tanya Choi Na Ri padanya, anak muda itu menatap Choi Na Ri dengan seksama  lalu perlahan mulutnya berkata “Kekasihnya Hyung?” membuat Choi Na Ri terkejut ketika dirinya menyebutnya sebagai kekasih dari kakaknya.

Dia adalah Park Ji Min adik kandung dari Park Jin Young. Setelah melihat Park Ji Min dipukuli sampai terluka membuatnya tak bisa hanya melihat saja dan pada akhirnya dia menghampirinya.

“Siapa kau?” Tanya salah satu anak SMA itu yang bertubuh besar dari yang lainnya.

“Pergilah, sebaiknya kalian pulang dan belajar sebelum aku menghubungi polisi.” Ucap Choi Na Ri membuat mereka sedikit ketakutan.

“Urusan kita belum selesai, Park Ji Min.” Ancamnya pada Park Ji Min

“Choi Na Ri. Siapa dia, apa kau mengenalnya?” Tanya Kim Ye Na yang datang dan bertanya

“Dia adik Park Jin Young” Jawab Choi Na Ri singkat yang membuatnya terkejut

“Apa, bagaimana bisa kau mengetahuinya?” Tanya Kim Ye Na kembali

Yaa.. aku harus segera membawanya ke rumah sakit, bisakah kau membantuku mencarikan taksi?” Pinta Choi Na Ri

“Baiklah” Tanpa mengatakan apapun lagi Kim Ye Na langsung pergi mencari taksi.

Setelah mendapatkan taksi mereka langsung membawa Park Ji Min pergi ke Rumah sakit, dia harus segera mendapatkan pertolongan pertama.

“Bertahanlah. Untuk apa kau berkelahi bagaimana jika kakakmu tahu.” Ucap Choi Na Ri melihat wajah Park Ji Min betapa buruknya dia saat ini sementara Kim Ye Na hanya melihat ke arah kami sesekali dengan wajah yang bertanya-tanya, sangat jelas terlihat dari sorotan matanya ketika melihat kearah Choi Na Ri yang mengkhawatirkan Park Ji Min.

***

Setelah sampai di Rumah sakit mereka langsung meminta pertolongan pada perawat disana dan beberapa perawatpun langsung segera mengambil tindakan mereka sebagaimana yang harus mereka lakukan. Choi Na Rimaupun Kim Ye Na hanya melihat bagaimana mereka menangani pasien mereka seperti langsung melihat vital pasien dan langsung mengambil tindakan dengan memanggil Dokter yang akan menjadi tanggung jawab pasien. Tak lama kemudian seorang Dokter muda datang, dia tampan. Setelah bertanya bagaimana keadaan pasien kepada pasien Dokter itu memerintahkan beberapa tugas pada perawat setelah mendengar perintah dari atasannya perawatpun langsung melakukan tugasnya.

“Siapa wali dari Siswa ini?” Tanya Dokter

Karena Choi Na Rimengenalnya, diapun mendekat “Saya yang membawanya kemari” Ucapnya

“Apakah kau walinya?” Tanya Dokter tampan itu dengan lembut.

Aahh .. bukan Dokter, dia adik dari temanku.” Jawab Choi Na Ri

“Apakah kau sudah menghubunginya?” Tanyanya kembali

“Kenapa, Apakah dia parah? Aku rasa dia hanya memiliki luka ringan, lembab di tubuhnya bisa hilang beberapa hari dengan perawatan. Tidak ada yang sobek ahh.. apakah ada pukulan mengenai kepalanya jika ada benturan atau apapun itu tolong lakukan CT SCAN” Ucap Choi Na Ri yang membuat Dokter itu tersenyum, membuatnya terlihat bingung.

“Kau cukup mengetahui tentang medis apakah kau mempelajarinya?” tanya Dokter itu yang berhasil membuat Choi Na Ri malu.

Aaah.. kebetulan aku Mahasiswi Kedokteran di Myongji University” Jawabnya begitu malu

“Bagus kalau begitu.” Ucap Dokter itu tersenyum

“Lalu bagaimana keadaannya Dokter” Tanya Choi Na Ri terdengar canggung

“Seperti yang kau bilang dia hanya memiliki luka ringan jadi kau tidak mengkhawatirkannya, dia akan segera pulih setelah menerima perawatan disini. Tapi tetap saja kau harus menghubungi walinya, dia adalah keluarganya.” Jawab Dokter itu yang memiliki nama Kang Dong Joo, dilihat dari papan nama di jas putihnya.

“Tentu saja Dokter, aku akan segera menghubunginya” Jawab Choi Na Ri

“Baiklah, kalau begitu …” Pamit Dokter itu yang segera pergi untuk menangani pasien lainnya.

“Dia sangat tampan.” Gumam Choi Na Ri terpesona

“Bagaimana keadaannya?” Tanya Kim Ye Na menghampirinya

“Tidak ada yang buruk, ini hanya luka ringan.” Jawab Choi Na Ri “Ye Na-ah aku mau keluar terlebih dahulu, aku harus menghubungi Park Jin Young.” Pamitnya sementara Kim Ye Na hanya menganggukkan kepalanya dan Choi Na Ri langsung pergi keluar dari UGD.

Pada akhirnya Choi Na Ri tetap belajar seorang diri, seharusnya malam ini dia belajar bersama Park Jin Young seperti yang sudah di janjikan oleh Park Jin Young sebelumnya tetapi karena adiknya sedang di rawat di Rumah sakit maka tentu saja dia harus menjaganya. Choi Na Ri terlihat sangat fokus membaca buku dengan pena yang setia berada di antara celah jari – jari lentiknya.

Drrtt…Drrtt….
Getaran ponselnya membuatnya kehilangan fokusnya, di lihatnya ponselnya nama “Park Jin Young” di layar ponselnya membuat Choi Na Ri terkejut dengan segera ia mengangkat telepon dari Park Jin Young.

“Ada apa?” Tanyanya langsung

“Keluarlah sebentar, temui aku di bawah.” Pinta Park Jin Young

Tanpa menolaknya Choi Na Ri hanya menjawab “Iya” dan Park Jin Young langsung mematikan panggilannya.

Choi Na Ri terdiam sejenak sebelum mengambil jaketnya dan langsung keluar dari Kamarnya.

Choi Na Ri keluar dari Lift dan dia melihat Park Jin Young berada disana, iapun langsung menghampirinya. Park Jin Young tersenyum ketika melihatnya.

“Ada apa, bukankah kau harus di rumah sakit?” Tanya Choi Na Ri

Cha…” tanpa mengatakan apapun Park Jin Young memberikan beberapa buku pada Choi Na Ri meskipun terlihat bingun Choi Na Ri menerimanya.

“Ini buku catatanku, bacalah semoga ini membantumu. Maafkan aku tidak bisa menepati janjiku.” Ucap Park Jin Young membuat Choi Na Ri terdiam menatapnya.

“Jadi kau datang hanya untuk ini?” Tanya Choi Na Ri lebih terdengar terharu

“Lain kali kita pasti belajar bersama” Ucap Park Jin Young

Eoh. Bagaimana keadaan adikmu?” Tanya Choi Na Ri mendengar pertanyaan dari Choi Na Ri membuat Park Jin Young menghembuskan nafasnya kasar dan berkata “Bocah itu. Dia akan segera pulih. Terima kasih kau sudah membawanya ke Rumah sakit.”

Choi Na Ri hanya tersenyum lebar padanya.

“Ada apa ini?” Tiba – tiba suara pria lain muncul, suara yang tidak asing lagi untuk mereka terlebih untuk Choi Na Ri.

Choi Na Ri terkejut ketika melihat siapa yang berdiri di belakang Park Jin Young “Oppa…” lirihnya. Dia adalah Key. Park Jin Young langsung membalikkan badannya melihat Key sementara Key yang terlihat kesal menghampiri mereka.

“Apa yang kalian lakukan disini?” Tanya Key menatap kasar pada Park Jin Young

“Dia hanya memberikanku buku ini.” Jawab Choi Na Ri dengan hati-hati karena dia tahu bahwa Key terlihat sangat kesal saat ini, Key melihat buku yang berada di tangan Choi Na Ri sekilas lalu kembali menatap kearah Park Jin Young.

Ahh… lalu mengapa kau masih disini, kau tidak akan pergi?” Tanya Key kasar

Park Jin Young hanya tersenyum lalu menoleh melihat kearah Choi Na Ri “Kalau begitu aku pergi dulu, sampai bertemu besok Ahh.. aku rasa besok kita tidak bisa berangkat bersama lagi. Bye” Pamit Park Jin Young yang semakin membuat Key terkejut sementara Choi Na Ri terlihat kebingungan. Park Jin Young hanya pergi begitu saja.

“Apa maksudnya kalian tidak bisa berangkat bersama?” Tanya Key pada Choi Na Ri

“Lebih baik sekarang kita masuk. Disini sangat dingin.” Pinta Choi Na Ri yang langsung menggandeng Key untuk masuk bersama.

Setelah masuk kedalam apartemen, Choi Na Ri menyimpan buku yang di berikan Park Jin Young di kamarnya setelah itu dia menemui Key yang sudah menunggunya di luar. Choi Na Ri melihat ke arah Key yang sedari tadi menatapnya tajam itu membuatnya sedikit takut karena dia tahu saat ini Key menahan amarahnya. “Oppa, mengapa kau berbohong padaku. Kau bilang kau tidak bisa pulang minggu ini tetapi ternyata kau pulang lebih cepat ..” Choi Na Ri mencoba mencairkan suasana tegang ini, tidak dia yang menegang sementara Key tak mengatakan apapun dan tetap menatap tajam Choi Na Ri membuatnya semakin salah tingkah.

“Jika saja kau mengatakan kau akan pulang hari ini aku akan menyiapkan makanan kesukaanmu. Aku hanya punya bir, apa kau mau? Akan aku ambilkan untukmu.” Choi Na Ri tetap berusaha

“Duduklah.” Permintaan singkat Key

“Ya?” Choi Na Ri benar-benar takut saat ini.

“Aku bilang duduk!” Key memintanya ulang namun kali ini lebih tegas lagi membuat Choi Na Ri tak bisa mengatakan apapun lagi kecuali menurutinya.

Iapun duduk di samping Key yang saat ini masih menatapnya.

“Apakah dia yang bernama Park Jin Young?” Tanya Key hanya anggukan pelan dari Choi Na Ri sebagai jawaban dari pertanyaannya “Bagaimana bisa dia disini, apakah kau membawanya kesini?” Tanya Key kembali namun kali ini Choi Na Ri dengan lantang langsung menjawabnya “Tidak!”

“Lalu mengapa dia bisa tahu tempat tinggalmu?” Tanya Key mulai memerah, dia cemburu semua terlihat dari sorot matanya.

“Karena dia juga tinggal di apartemen ini.” Jawab Choi Na Ri

Ahh… jadi ini yang dia maksud dengan ‘sepertinya besok kita tidak bisa berangkat bersama’ karena dia juga tinggal disini. Apakah kalian sering berangkat dan pulang bersama?” Tanya Key kembali

“Beberapa kali” Jawab Choi Na Ri

Aahh.. apa kau senang? Akhirnya pria pintar itu berada di dekatmu jadi kau bisa dengan mudah meminta bantuannya?” Tanya Key kembali

“Apa kau sedang menuduhku selingkuh?” Tanya Choi Na Ri

“Tidak, aku hanya terkejut pria yang selalu kau puji itu tinggal satu atap denganmu jadi aku pikir kau bisa menemuinya lebih mudah.” Jawab Key “Waahh awalnya aku ingin memberikanmu kejutan tetapi justru aku yang mendapatkan kejutan darimu.” Ucapnya kembali

Oppa

Key mengambil sebuah kotak kecil dari dalam mantel yang ia kenakan, tidak diberikan langsung kepada Choi Na Ri tetapi dia hanya menyimpan diatas meja dan mengatakan “Cha.. aku datang cuma ingin memberikanmu ini.”

Key beranjak dari tempat duduknya “Aku akan pergi jadi kau bisa belajar dari buku yang baru saja diberikan pria itu.” Ucap Key lalu berjalan pergi

“Kau kekanak-kanakan Oppa” Lirih Choi Na Ri tetapi masih terdengar di telinga Key buktinya dia menghentikan langkahnya. Choi Na Ri berdiri menatap punggung Key dan bertanya “Apa kau secemburu ini? Kau tidak mempercayaiku, kau tidak bisa?” sementara Key tetap diam.

“Jika kau seperti ini itu artinya kau meragukanku kalau begitu bolehkah aku meragukanmu juga?” Tanya Choi Na Ri yang kali ini berhasil membuat Key membalikkan badannya menatap Choi Na Ri yang terlihat begitu sedih.

“Apa aku bisa meragukanmu, apa aku juga bisa menuduhmu selingkuh, apa aku juga bisa bertanya …
Mengapa kau menyimpan foto wanita lain?” Tanya Choi Na Ri mulai menangis

“Apa maksudmu?” Tanya Key

“Aku melihat foto Taeyon di lemarimu, bisa kau jelaskan padaku? Mengapa ada foto dia disana?” Tanya Choi Na Ri yang tentu saja membuat Key terkejut

“Kau tidak bisa menjelaskannya. Baiklah, kau bisa pulang. Istirahatlah kau pasti lelah” Ucap Choi Na Ri yang perlahan masuk kedalam kamarnya meninggalkan Key yang masih mematung disana.

Key tak bisa tetap diam seperti ini, ia mengikuti Choi Na Ri Masuk kedalam kamar.

“Iya, aku menyimpan fotonya bahkan di ponselku aku memilikinya.” Ucap Key begitu masuk membuat Choi Na Ri hanya diam dalam tangisnya “Aku pernah menyukainya” Ucap Key membuat Choi Na Ri membalikkan badannya.

Choi Na Ri menatap kedua mata Key dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipnya “Sekarang, apa kau masih menyukainya?” Tanya Choi Na Ri

Key terdiam menatap Choi Na Ri yang masih menatapnya “Iya” jawaban singkat Key membuat Choi Na Ri seperti tersambat petir, dia tidak bisa mengatakan apapun kecuali menangis.

“Sebelumnya aku masih bertanya-tanya apakah aku masih menyukainya atau tidak tetapi setelah melihatmu bersama Park Jin Young membuatku yakin bahwa aku tidak bisa kehilanganmu.”

“Melihatmu berdiri dan tersenyum dengan pria lain membuatku terluka terlebih lagi dia sangat tampan, dia pria yang tampan, pintar, Dokter itu benar-benar membuatku takut jika suatu saat dia bisa merebutmu dariku.” Ucap Key

“Lalu bagaimana denganku?” Tanya Choi Na Ri “Taeyon, semua tahu dia sangat cantik, berbakat semua orang tergila padanya. Sementara aku, aku tidak ada apa-apa dibandingkan dia bagaimana bisa kau berfikir aku akan selingkuh darimu, karena nyatanya aku yang lebih takut akan hal itu!” Teriak Choi Na Ri

“Berhenti membandingkan dirimu dengannya. Apa aku harus seperti temanmu, membawamu ke SM dan memperlihatkan dunia betapa hebatnya dirimu?” Tanya Key sementara Choi Na Ri hanya diam

“Maafkan aku” Ucap Key mendekati Choi Na Ri

Perlahan Key memeluk Choi Na Ri sementara gadis ini hanya diam dalam pelukan Key.

“Jangan menagis lagi” Ucap Key mengelus kepala Choi Na Ri lembut.

Key melepas pelukannya dan mengusap air matanya lalu menciumnya singkat. “Hapus” lirih Choi Na Ri membuat Key bertanya melewati tatapannya “Foto itu, hapus dari ponselmu” Pinta Choi Na Ri membuat Key tersenyum lalu mengambil ponselnya dan langsung mencari foto Taeyon lalu dengan cepat ia menghapus foto itu di depan Choi Na Ri setelah itu ia kembali menatap Choi Na Ri lalu berkata “Sudah ku laku…. “ Key tidak bisa mengatakan apapun lagi karena Choi Na Ri langsung membungkam bibirnya dengan bibirnya. Ciuman Choi Na Ri yang mendadak ini membuat Key terkejut namun tidak lama karena di detik berikutnya dialah yang memimpin ciuman ini, Key memperdalam ciuman mereka.

***

Setelah mendengar bahwa adiknya masuk ke Rumah sakit, Park Jin Young langsung pergi ke Rumah sakit untuk menemaninya. Meskipun di kehidupan sehari-hari dia selalu memarahi dan berbicara kasar pada Park Ji Min namun sebenarnya dia adalah kakak yang sangat peduli, hanya saja dia tidak bisa mengatakannya langsung. Park Jin Young hanya kembali ke apartemenuntuk menemui Choi Na Ri tadi malam untuk memberikan buku catatannya setelah itu dia kembali ke Rumah sakit untuk menemani Park Ji Min yang sudah di pindahkan di Ruang Rawat.

Dan pagi ini, Park Jin Young masih berada disana memperhatikan Park Ji Min yang sedang menyantap sarapan yang sudah di berikan oleh pihak Rumah sakit.

Hyung kau tidak pergi kuliah?” Tanya Park Ji Min masih seperti sebelumnya Park Jin Young tidak menjawabnya.

Ahh.. jika kau bertemu dengan kekasihmu, tolong sampaikan terimakasih dariku untuknya.” Ucap Park Ji Min yang membuat Park Jin Young menatapnya dan bertanya “Kekasih?”

“Wanita cantik yang menolongku kemarin, bukankah dia kekasihmu? Dia wanita yang sama di apartemen waktu itu ‘kan?” Tanya Park Ji Min

“Dia bukan kekasihku.” Jawab Park Jin Young

“Benarkah, kupikir dia kekasihmu kalau begitu jadikan dia kekasihmu. Dia sangat cantik dan terasa hangat, aku akan merestui hubungan kalian.” Ucap Park Ji Min dengan senyuman lebar dengan matanya yang ikut tertutup.

“Aku tidak membutuhkan restu darimu.” Ucap Park Jin Young “Yak.. apa yang sebenarnya kau lakukan sampai kau di pukulin seperti ini? Kesalahan apa yang sudah kau lakukan?” Tanya Park Jin Young

“Aku pikir kau tidak akan menanyakan hal itu” Ucap Park Ji Min lesu

“Jawab saja pertanyaanku.” Tanya Park Jin Young

“Dia mengganggu wanita yang aku sukai. Aku tidak bisa melihatnya lagi dan akhirnya aku menghajarnya tetapi dia membawa teman-temannya dan akhirnya aku di pukuli” Jelas Park Ji Min

“Apa, kau seperti ini hanya karena seorang wanita? Yakk…!! jika kau pergi sekolah, belajar bukan untuk berkencan.” Bentak Park Jin Young

“Apa kau belum pernah jatuh cinta?” Tanya Park Ji Min yang membuat Park Jin Young mengernyitkan dahinya seraya bertanya “Apa?”

“Jika kau sudah pernah jatuh cinta maka kau akan tahu mengapa aku bisa melakukan ini.” Ucap Park Ji Min sementara Park Jin Young tetap diam membuat Park Ji Min menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu berkata “Kau ini kaku sekali. Carilah kekasih, Hyung. Kau terlalu banyak belajar, memang belajar sangat penting tetapi berkencan juga penting, carilah seseorang yang kau cintai dan berkencanlah dengannya maka hidupmu akan lebih berwarna.”

Yakk.. berani sekali kau mengajariku. Cepat habiskan sarapanmu habis itu minum obat nanti siang aku akan menyuruh Ibu untuk datang.” Ucap Park Jin Young berdiri

“Jangan!” Teriak Park Ji Min membuat Park Jin Young menatapnya “Jangan kasih tahu Ibu jika aku disini, aku mohon. Ayah akan membunuhku.” Pinta Park Ji Min

“Lalu kau mau apa? Besok kau sudah bisa kembali kerumah.” Tanya Park Jin Young

“Sampai lukaku menghilang, biarkan aku tinggal bersamamu, Hyung.” Pinta Park Ji Min dengan menundukkan kepalanya

“Apa? Yak.. jangan bercanda!” Park Jin Young tentu saja tidak menyukainya

“Tolonglah Hyung. sekali ini saja, aku janji aku akan bersikap baik padamu, hmm..” Park Ji Min kembali memohon pada Park Jin Young

“Habiskan dulu sarapanmu, aku harus segera pergi.” Ucap Park Jin Young yang langsung pergi begitu saja.

“Kau akan membiarkanku tinggal bersamamu, ‘kan?” Teriak Park Ji Min namun Park Jin Young yang sudah pergi keluar tak lagi menanggapinya.

Tatapan Key tak lepas daripandangannya pada Choi Na Ri yang sedang merias wajahnya. ‘Dia sangat cantik’  pikirnya yang tak lepas dari senyuman manis yang mengembang dari bibirnya. Setelah semalam mereka bertengkar karena kecemburuan yang masing-masing mereka rasakan, pagi ini mereka terlihat kembali hangat. Choi Na Ri merias diri dengan Key yang tak pernah keluar dari kamarnya, setelah pria itu membersihkan tubuhnya dia selau tidak pernah keluar dari kamar dan lebih memilih untuk melihat bagaimana gadisnya berdandan

Senyuman kembali terukir dibibirnya dan beranjak dari tempat duduk untuk menghampiri Choi Na Ri. Key menarik lengan gadisnya memintanya agar menatapnya, Choi Na Ri terlihat terlalu polos dihadapan Key dan itu membuat pria ini kembali tersenyum. Key mendaratkan kecupan manisnya didahi Choi Na Ri yang membuat gadis ini memejamkan kedua matanya nyaman.

“Maafkan aku, Na Ri-ah” Ucap Key yang memeluk tubuh mungil Choi Na Ri dan menghirup aroma wangi tubuhnya.

“Untuk apa?” Tanya Cho Na Ri yang melingkarkan tangannya di pinggan Key.

“Semalam, maafkan aku sudah membuatmu takut.” Jawab Key tak ada jawaban apapun dari gadis ini membuat Keylangsung melepas pelukannya karena khawatir jika gadisnya akan kembali menangis, Choi Na Ri menundukkan kepalanya“Maafkan aku, Hmm..” Key menggenggam kedua tangannya yang terasa dingin.

“Tidak apa-apa. Aku bisa mengerti semuanya.” Ucap Choi Na Ri yang membuat Key menjadi bingung dan bertanya “Mengerti soal apa?”

“Taeyon. Semua pria pasti akan menyukainya, dia cantik, baik dan ramah aku pikir jika aku terlahir sebagai pria aku juga akan menyukainya.” Jawabnya dengan senyuman membuat hati Key terasa perih Choi Na Ri menyentuh pipi Key dan mengelusnya “Kau tidak perlu minta maaf, kau bisa menyukai siapapun aku tidak akan melarangnya tapi kau tidak boleh memilikinya karena aku yang akan memilikimu.” Ucap Choi Na Ri yang membuat pria yang berada dihadapannya ini tersenyum lebar.

“Ingat. Kau Kim Ki Bum hanya milik aku Choi Na Ri, mengerti.” Ucap Choi Na Ri kembali dengan senyuman.

“Tentu.” Jawab Key semakin tersenyum lebar sama seperti gadisnya.

Ahh ayo kita pergi Oppa, aku bisa terlambat.” Ajaknya sementara Key hanya menganggukkan kepalanya menuruti permintaan kekasihnya.

“Nanti malam kau bisa datang melihatku ‘Kan” Tanya Key

“Akan ku usahakan.” Jawabnya

“Jawaban macam apa itu?” Kesal Key sementara Choi Na Ri hanya tersenyum dan mengajak Key untuk segera pergi dan Keypun mengikutinya.

Choi Na Ri kembali menjadi perbincangan untuk Eunha dan teman-temannya pasalnya Profesor membentuk kelompok di kelas dan Park Jin Young satu kelompok dengan Choi Na Ri membuat Eun Ha dan juga teman-temannya kesal karena iri. Sementara Park Jin Young ataupun Choi Na Ri terlihat senang mereka dalam satu kelompok.

“Choi Na Ri, pulang nanti apa kita bisa mulai?” Tanya Park Jin Young menghampiri bangku Choi Na Ri dan bertanya soal tugas mereka.

“Tentu saja.” Jawab Choi Na Ri

“Kalau begitu nanti pulang bersama.” Ucap Park Jin Young yang hanya dibalas dengan anggukan dari Choi Na Ri setelah itu dia hanya bisa melihat punggung Park Jin Young yang semakin menjauh keluar dari kelas.

“Ada apa ini?” Tanya Kim Ye Na yang sedari tadi memperhatikan temannya bersama Park Jin Young

“Apa?” Tanya Choi Na Ri

“Kau dengan Park Jin Young, apakah terjadi sesuatu diantara kalian?” Tanya Kim Ye Na

“Apa maksudmu?” Tanya Choi Na Ri

“Akhir – akhir ini aku lihat kau semakin dekat dengannya. Kau selalu pergi dan pulang bersama bahkan kau mengenal adiknya. Ada apa ini Choi Na Ri?” Tanya Kim Ye Na

“Kim Ye Na, berhenti membuat gosip, Hmm. Kau tahu sendiri aku sudah memiliki kekasih dan kau tahu siapa kekasihku, Key Shinee. Shinee, Kim Ki Bum jadi mana mungkin aku selingkuh darinya.” Jawab Choi Na Ri begitu bangga memiliki kekasih Kim Ki Bum

Aigoo apa kau sebangga itu memiliki kekasih seorang idola?” Tanya Kim Ye Na terdengar kesal.

“Tentu saja, dia tampan dan sangat romantis.” Jawab Choi Na Ri berseri

Aisshh lihat saja aku akan mendapatkan Lay EXO.” Ucap Kim Ye Na terdengar kesal.

“Lay? Jangan, lebih baik Chanyeol. Lay begitu pendiam, aku pernah bertemu dengan EXO di SM tetapi hanya Lay yang pendiam, Chanyeol dia begitu ramah. Atau kau bisa menemui Minho Oppa, dia pria yang hangat jika kau mau aku bisa mendekatkanmu dengannya, kau tahu aku memiliki nomornya.” Ucap Choi Na Ri yang membuat Kim Ye Na terlihat kesal

“Lihat lihat… kau memamerkan semuanya.” Kesalnya sementara Choi Na Ri hanya tersenyum

Percakapan antara Choi Na Ri dan Kim Ye Na ternyata di dengarkan oleh Eun Ha. Membuat gadis yang begitu membenci Choi Na Ri tersenyum simpul, memperlihatkan kelicikkannya. Entah apa yang ia pikirkan saat ini.

Seperti perjanjian sebelumnya, sepulang sekolah Park Jin Young dan Choi Na Ri akan pergi bersama. Mereka pergi menggunakan bis seperti biasanya. Setelah sampai di tempat tinggal mereka, Park Jin Young yang memimpin perjalanan masuk kedalam cafe yang berada di dekat apartemenmereka. Mereka masuk tanpa ragu dan langsung memesan minuman setelah itu mengambil semua buku dan mulai membahasnya bersama.

Tanpa sepengetahuan mereka berdua, ternyata sedari tadi ada yang mengikuti mereka dari keluar kelas sampai sekarang. Eun Ha, dia mengikuti Park Jin Young dan Choi Na Ri. Dia tak hanya mengikuti mereka tetapi juga mengambil gambar mereka, entah apa yang ingin dia rencanakan.

 

 

Bersambung…

23 thoughts on “Just Because Part 2

  1. aisssshhhh. dasar eun ha PHO. gak bisa apa dia ngeliat orang sening. sirik aja. pasti dia mau bikin gosip trus ngerusak hubungan key sama nari. moga aja gak jadi masalah vesar.

    semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaattttttttttt

    Suka

  2. Omg itu ngapain si eunha ngambil” gambar nari sm jinyoung. Uda kecium bau” negatif ni . Ok ditunggu lanjutannya . Semangaaaaaat.

    Suka

  3. 😏Eun Ha beraninya mah gitu dasar licik.
    Wah nambah di Chimchim masuk😍
    Duh bikin gemes deh Na Ri sama Jin Young entah kenapa feelnya aku suka mereka hehehehe😆

    Suka

  4. Ceritanya mulai menarik nih, eun ha jahat mau ngapain dia?? Aduuuuh….!!! Aku Kok lebih mendukung nari nya sama park Jin young ya……
    Mksh Thor ditunggu part berikutnya…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s