Secret Love Affair Part 3


 

Author : Nonafuu

Tittle : Secret Love Affair

Category : NC21, Yadong, Romance, Sad, Chapter

Cast :

Cho Kyuhyun | Park Yeon Hee | Park Jaehyun

 

 

❀❀❀❀

 

 

Kadang, cinta saja tak cukup.

 

 

❀❀❀❀

 

 

 

“Lakukan Cho” Yeon Hee berseru lirih. Kyuhyun langsung menoleh kearahnya, menatap kedua mata gadis itu dengan ekspresi terkejut. “Lakukan. Aku ingin kau melakukannya”

 

Dengan seluruh keberanian yang dimilikinya, Yeon Hee langsung menarik tengkuk Kyuhyun. Melumat bibir namja itu dengan begitu mesra. Untuk beberapa saat Kyuhyun sempat kaget namun ia bisa menguasi dirinya dan segera membalas ciuman Yeon Hee bahkan ia mulai mendominasi ciuman tersebut.

 

Nafas keduanya kembali terengah, kedua pipi Yeon Hee merona dengan bibir bengkak. Kedua matanya terlihat sayu dan entah kenapa semua itu membuat Yeon Hee semakin terlihat cantik dimata Kyuhyun.

 

Namja itu tersenyum dengan perasaan bahagia yang memenuhi hatinya. Tangannya bergerak membelai wajah cantik Yeon Hee sambil menyingkirkan beberapa anak rambut yang menutupi wajah gadis itu.

 

“Ini akan terasa sedikit sakit” ujar Kyuhyun sambil megecup singkat bibir Yeon Hee. “Kau bisa melampiaskan rasa sakitmu padaku, kau bisa berteriak atau mencakarku. Tapi aku berjanji akan melakukannya sepelan mungkin. Aku mencintaimu”

 

Jantung Yeon Hee semakin berdetak kencang, ia sudah yakin dengan keputusannya. Ia mencintai Kyuhyun, dan ia akan memberikan kehormatannya pada Pria yang benar-benar dicintainya. Meski salah namun sisi esgoisnya justru membenarkan hal tersebut.

 

Kyuhyun kembali membawa Yeon Hee kedalam sebuah ciuman yang memabukan. Saling melumat dan bertukar saliva. Lidah mereka saling membelit hingga erangan tertahan tak bisa Yeon Hee sembunyikan. Tangan Kyuhyun mulai bergerak melebarkan kedua paha Yeon Hee, bisa ia rasakan tubuh gadis itu bergetar semetara tangannya mulai mengusap punggung telanjang Kyuhyun dengan begitu lembut.

 

“Hhgggghhhh—aakhhh” Yeon Hee mendesah kencang sambil memejamkan mata erat saat merasakan sentakan kuat dibawah tubuhnya. Tetesan darah menadakan bahwa Kyuhyun berhasil megambil satu-satunya mahkota paling berharga milik gadis itu. Rasa sakit yang mendera bahkan membuat Yeon He tanpa sadar mencengkram punggung Kyuhyun dengan begitu kuat, hingga membuat Kyuhyun sedikit meringis merasakan perih dibagian punggungnya. Mungkin karena kuku gadis itu sedikit mengoyak kulitnya.

 

“Ahhh Sakit Cho…sakit sekali” Yeon Hee merintih merasakan perih pada bagian bawahnya. Gadis itu tanpa sadar menangis hingga membuat Kyuhyun tidak tiga melihatnya.

 

“Sssstttttt jangan menangis sayang” Kyuhyun menghapus air mata Yeon Hee sambil berkali-kali mendaratkan kecupan singkat dipucuk kepala kekasihnya tersebut. Kyuhyun menahan diri untuk tidak segera menggerakan miliknya yang sudah berkedut hebat karena cengkraman milik Yeon Hee yang begitukuat.

 

Ia masih menunggu gadis itu menyesuaikan diri dengan miliknya didalam gadis itu. Beberapa menit Yeon Hee sudah mulai tenang, gadis itu mendesah saat tanpa sengaja bergerak hingga membuat milik Kyuhyun menusuknya dengan begitu lembut.

 

“Bolehkan aku bergerak sekarang?” suara serak Kyuhyun membuat Yeon Hee yang semulai memejamkan mata mulai membuka kedua matanya. Gadis itu melihat Kyuhyun yang mati-matian menahan hasratnya. Kedua matanya benar-benar menggelap dan itu cukup membuat Yeon Hee meremang.

 

Sebuah anggukan yang diberikan oleh Yeon Hee seolah menjadi lampu hijau bagi Kyuhyun untuk memulai aksinya. Namja itu tersenyum kemudian melumat bibir Yeon Hee dengan penuh hasrat. Ciuman yang begitu cepat dan tak terkendali. Detik setelahnya Yeon Hee bisa merasakan milik Kyuhyun bergerak keluar masuk kedalam miliknya.

 

Rasanya masih perih dan membuat  gadis itu berkali-kali merintih tak nyaman. Namun Kyuhyun terus mendorong miliknya dengan ritme pelan, membuat semakin menikmati pergerakan Kyuhyun hingga perlahan gadis itu menggeliat dan melenguh bersamaan dengan tusukan Kyuhyun di dalam miliknya. Tangan Kyuhyun bergerak mengalungkan kaki Yeon Hee di pinggangnya membuat tusukannya terasa semakin menghujam. Ya Tuhan rasanya seperti disiksa oleh kenikmatan. Yeon Hee semakin mengeratkan kakinya di pinggang Kyuhyun, begitu juga tangannya yang memeluk punggung Kyuhyun yang kini penuh dengan peluh.

 

“Aa–ahhhh—aahhhkk—”

 

Desahan Yeon Hee tak dapat tertahan. Perih yang ia rasakan telah hilang berganti dengan kenikmatan luar biasa yang baru pertama kali ia rasakan. Kyuhyun mempercepat gerakannya, namja itu mau tau mau ikut mendesah karena milik Yeon Hee mencengkram miliknya dengan begitu kuat. Menimbulkan kenikmatan yang tak perah ia rasakan sebelumnya.

 

“Ahhhkk­—Kyuhhh—Kyuhyun” lenguhan Yeon Hee terdengar begitu kencang saat Kyuhyun berhasil menyentuh titik terdalamnya. Tubuh gadis itu melengkung saat merasakan tusukan Kyuhyun semakin dalam. Hal itu tak Kyuhyun sia-siakan namja itu segera mencium payudara Yeon Hee yang membusung tanpa menghentikan gerakannya.

 

Deru nafas Kyuhyun makin memburu seiring semakin cepatnya ia menusukkan miliknya pada tubuh Yeon Hee. Namja melepaskan ciumannya kedua matanya itkut terpejam, dengan bibir yang tak terkatup rapat. Benar-benar pemandangan yang membuat Yeon Hee semakin bergairah.

 

“Ahh, Cho Kyuhyun. Aku—” Yeon Hee memejamkan mata merasakan gejolak di dalam  perutnya, ia merasakan gelombang itu akan segera datang.

 

Hujaman demi hujaman milik Kyuhyun semakin keras dan dalam. Seperti bisa menembus dinding rahimnya. Membuat tubuh Yeon Hee bergetar.

 

“Ya Tuhan, aku mencintaimu sayanggh” bisik Kyuhyun sambil terus menatap Yeon Hee begitu dalam. Yeon Hee yang mengigit bibirnya menahan erangan agar tidak terdengar begitu kencang, karena hujaman milik Kyuhyun semakin dalam di dalam tubuhnya. Gadis itu melayang, seperti terlempar edalam oase yang begitu indah.

 

Gerakan Kyuhyun semakin cepat hingga detik berikutnya namja itu menengadahkan kepalanya kebelakang. Ia juga merasakan hal yang sama pada Yeon Hee. Matanya terpejam kuat. Merasakan sensasi miliknya yang di jepit kuat oleh dinding Yeon Hee yang mengetat.

 

“Ohhh—Yeonnh”

 

Tubuh keduanya menegang. Dan dengan cepat Kyuhyun menghujam miliknya dengan keras ke dalam milik Yeon Hee, hingga membuat keduanya merasakan gelombang kenikmatan yang begitu intens. Cairan Kyuhyun terasa hangat mengalir di dalam tubuh Yeon Hee, begitu sebaliknya. Cairan Yeon Hee juga membasahi milik Kyuhyun masih tertanam di dalam tubuh Yeon Hee.

 

“Hhhhh…”

 

Tubuh Kyuhyun ambruk di atas tubuh Yeon Hee. Deru nafas yang memburu menghiasi kamar tersebut. Kyuhyun membenamkan wajahnya di lekukan leher Yeon Hee. Menghujani bahu telanjang itu dengan ciuman-ciuman sambil menghiup aroma tubuh Yeon Hee yang begitu memabukkan.

 

“Aku mencintaimu, sampai kapanpun aku tak akan meninggalkanmu”

 

Yeon Hee tak sanggup membalas ucapan Kyuhyun. Gadis itu hanya bisa berdehem dengan suara kecil. Lelah menghampirinya, kedua matanya sudah terpejam dengan deru nafas yang teratur. Cho Kyuhyun tersenyum melihatnya, namja itu melepaskan miliknya dari dalam tubuh Yeon Hee kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.

 

“Love you much baby” satu kecupan kembali mendarat di kening Yeon Hee.

 

Senyum manis tersemat diwajah Kyuhyun. Namja itu segera mebawa Yeon Hee kedalam pelukannya. Mengusap punggung telanjang gadis itu sambil berkali-kali mendaratkan kecupan dipucuk kepala Yeon Hee. Kyuhyun bahagia. Sangat bahagia.

 

 

 

❀❀❀❀

 

 

Kediaman keluarga Cho nampak begitu ramai. Para asisten sibuk bergerak kesana-kemari dengan berbagai barang yang mereka bawa. Ada yang membawa vas hiasan ada pula yang tegah sibuk menyiapkan makanan. Siang nanti keluarga Cho akan melakukan tradisi penyambutan anggota keluarga baru. Dan kali ini Cho Kyuhyun yang akan mengenalkan istriya pada keluarganya.

 

Lima tahun yang lalu Cho Ayoung yang tak lain adalah kakak perempuan juga mendapat kesempatan yang sama. Gadis itu membawa Kim Jongwoon suaminya dan memperkenalkan namja itu pada seluruh anggota keluarganya. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi turun-temurun yang harus dilaksanakan.

 

Kim Narin yang kebetulan menginap dikediaman keluarga Cho bergerak menuju dapur. Gadis itu menatap Ayoung yang tegah sibuk berkutat degan peralatan masak dibantu beberapa pelayan juga sang ibu yang memang gemar memasak. Narin tersenyum, gadis itu melangkah mendekat berniat ikut membantu. Namun langkahya terhenti saat mendapati sosok gadis yang meregut didepan meja makan.

 

“YA! Sedang apa kau?” suara Narin berhasil membuat gadis itu kaget. Gadis degan wajah cantik dan mata bulat itu melirik kearahnya sambil mendelik kesal.

 

“Kau cari mati hah?!” ketusnya sambil mengangkat tangannya, berniat melemparkan apel yang baru ia gigit dua kali kearah Narin.

 

Namun hal itu tak membuat Narin takut gadis itu justru terkekeh, begitu juga dengan beberapa orang yang tadi tengah sibuk menyiapkan makanan. Mereka sudah biasa dengan tingkah gadis itu, putri bungsu keluarga Cho yang begitu manja dan pemerintah.

 

“Jangan hanya duduk seperti ratu. Kau juga harus membantu mereka” ujar Narin yang kini telah mengambil tempat disamping Aerin.

 

Gadis itu menatap Narin dengan malas sambil kembali menikmati apelnya. “Aku tidak sudi” ujarnya ketus.

 

Narin menghela nafas kesal, untung saja wajahnya cantik jika tidak Narin pasti sudah membenturkan kepala gadis itu keatas meja makan. Tsk! Benar-benar menyebalkan. Cho Aerin adalah bungsu dikeluarga Cho, karena ia paling kecil jadi sifatnya masih sangat manja. Ia suka memerintah, berteriak bahkan kata-kata yang ia keluarkan cukup tajam. Gadis itu seperti tak memiliki hati, jauh berbeda dengan Kyuhyun apalagi Ayoung yang begitu penurut, ramah dan rendah hati.

 

“Setidaknya kau harus ikut berpartisipasi dalam acara penyambutan kakak iparmu. Jangan pasang wajah mengerikan seperti itu, kau terlihat seperti pembunuh tahu!”

 

Aerin melirik Narin dengan sukar, ia benci jika Narin berada disini. Sungguh gadis itu sangat berisik dan sialnya Narin selalu berhasil memojokan Aerin hingga setiap kali bertemu mereka berdua tak akan pernah akur.

 

“Aku tak akan menganggapkan sebagai kakak iparku” ujar Aerin tanpa menoleh kearah Narin. Tapi apa yang dikatakan Aerin berhasil membuat Narin mengerutkan kening, gadis itu tak mengerti dengan apa yang Aerin bicarakan. “Meski aku senang karena Kyuhyun oppa tidak menikah dengan Park Yeon Hee sialan itu. Aku tetap tidak akan terima jika dia menikah dengan Jaehyun eonnie, yang benar saja mereka masih sedarah”

 

“Memang apa yang salah dengan Yeon Hee?” tanya Narin penasaran. Ia tak menyangka jika ternyata Aerin menyimpan ketidak sukaan pada Yeon Hee. Menurutnya, gadis itu biasa saja. Tidak ada yang berlebihan atau menyebalkan.

 

Dengusan Aerin terdengar kencang, gadis itu menajamkan mata seolah melihat Yeon Hee dihadapannya dan ia telah bersiap untuk mencekik gadis itu sekarang juga. “Yeon Hee itu gadis menyebalkan. Dia selalu memonopoli Kyuhyun oppa, membuat Kyuhyun oppa melupakanku. Aku sangat mebencinya, karena semenjak berpacaran dengan gadis itu, Kyuhyun oppa jadi melupakanku, melupakan eomma dan sibuk membahagiakan gadis sialan itu!”

 

Narin bisa melihat adanya ketidak sukaan yang berlebihan dibalik sorot mata Aerin. Gadis itu benar-benar membenci Yeon Hee dengan alasan yang sepertinya kurang pas ditelinga Narin, dan Narin tak akan mengomentari kemarahan Aerin pada Yeon Hee karena ia tahu bagaimana dekatnya gadis itu dengan Kyuhyun.

 

“Lalu kenapa kau harus membenci Jaehyun eonnie juga? Dia tidak bersalah menurutku”

 

Aerin mendecih kemudian menoleh kearah Narin. “Karena dia kakak Yeon Hee. Apapun yang berkaitan dengan Yeon Hee, aku tak akan menyukainya” Aerin segera beranjak dari tempatnya. Gadis itu berjalan menuju lantai dua sambil membawa dua buah apel. Ia tak ingin membuang-buang waktu disana, dan ia benar-benar tidak tertarik membantu persiapan penyambutan tidak penting itu.

 

 

 

 

❀❀❀❀

 

 

 

Yeon Hee kembali menyandarkan kepalanya pada bahu Kyuhyun. Setelah kejadian semalam, keduanya terbangun dengan senyum lepas yang tersemat diwajah masing-masing. Pagi ini seolah mentari ikut tersenyum menyelamati kebahagiaan mereka. Setelah membesihkan diri dengan mandi yang berakhir dengan erangan dan desahan seksi didalam kamar mandi keduanya kini telah berpakaian rapih dan duduk bersantai diruang tengah apartemen Yeon Hee.

 

Tak ada beban dan tak ada luka. Keduanya sepakat untuk menjalani hubungan ini apapun yang terjadi. Kyuhyun berjanji akan selalu berada disamping gadis itu, menggenggam tangannya dan tak akan membiarkannya pergi begitu saja. Begitu juga dengan Yeon Hee, gadis itu akan melakukan hal yang sama. Meski orang-orang akan memandangnya sebelah mata.

 

“Entah kenapa pagi ini sandwich buatanmu terasa berbeda” Kyuhyun berseru sambil menikmati sandwich buatan Yeon Hee. Gadis itu memang tidak pandai memasak, kemampuan memasaknya sangat payah dan ucapan Kyuhyun sukses membuat gadis itu langsung mengangkat kepalanya dari bahu Kyuhyun.

 

“Waeyo apa rasanya sangat buruk?”

 

Yeon Hee menggigit bibir bawahnya. Ia sudah berusaha semaksimal mungkin membuatkan sandwich spesial untuk Kyuhyun. “Rasanya luar biasa, sandwich terenak yang pernah aku makan” Kyuhyun memasukan suapan terakhir sandwich buatan Yeon Hee kedalam mulutnya. Namja itu tersenyum sambil mengunyah roti tersebut, tanpa sadar hal itu membuat rona di kedua pipi Yeon Hee muncul. Gadis itu terkekeh kemudian memberikan segelas susu pada Kyuhyun.

 

“Aku akan membuatkannya setiap hari kalau begitu” ujar Yeon Hee dengan senyum mmanis yang tersemat diwajahnya. Gadis itu bahagia, tentu saja. Semua yang ia alami sekarang seperti gambaran masa depan yang ia harapkan.

 

Kyuhyun meletakan gelasnya keatas meja kemudian berbalik menarik tangan Yeon Hee hingga gadis itu jatuh kedalam pelukannya. Yeon Hee mengerjapkan mata beberapa kali saat bibir Kyuhyun sudah mendarat dipemukaan bibirnya, melumatnya sebentar sebelum akhirnya melepaskan ciuman dengan sebuah kecupan singkat di permukaan bibir Yeon Hee.

 

Yeon Hee berdebar kencang, sungguh jantungnya tak akan selamat jika Kyuhyun terus memperlakukannya seperti ini. Yeon Hee membalas kecupan Kyuhyun dengan mengecup singkat bibir namja itu. Membuat keduanya terkekeh sebelum akhirnya Yeon Hee memilih untuk melepaskan pelukannya.

 

 

“Kau tidak ingin pulang?” pertanyaan Yeon Hee membuat Kyuhyun mengernyitkan kening. Gadis itu berdehem singkat, ia tak ingin Kyuhyun salah paham atau memicu pertengkaran diantara mereka. “Aku tidak sengaja membaca pesan Jaehyun eonnie, bukankah hari ini kau harus kerumah orang tua mu?” Yeon Hee menggigit bibir bawahnya, gadis itu mencoba terlihat biasa meski ia tak bisa menampik bahwa hatinya sakit saat mengatakan hal tersebut.

 

“Aku tidak akan kesana” balas Kyuhyun acuh. Namja itu lebih memilih megganti kanal televisi dari pada mendengarkan perbincangan itu. Ia sudah memutuskan untuk memilih Yeon Hee, dan pernikahan itu benar-benar tak bisa pertahankan apa lagi dilanjutkan.

 

“Kenapa? Orang tua mu akan curiga Cho. Jaehyun eonnie juga pasti akan–”

 

“Berhenti membicarakan Jaehyun saat kau sedang bersamaku!” potong Kyuhyun yang berhasil membuat Yeon Hee terdiam seketika. Gadis itu kaget sementara Kyuhyun nampak menghela nafas sambil mengusap wajahnya dengan gusar.

 

“Dengar sayang, aku tak ingin kau semakin terluka jika membahas mengenai Jaehyun. Aku tak perlu memikirkan apapun saat bersamaku, mengerti?” Yeon Hee tak mampu menjawab, gadis itu hanya bisa menghela nafas dengan pandangan menerawang jauh. Ia tak akan mungkin melakukan hal itu, ia mencintai Kyuhyun namun bayangan akan kesalahan dan dosa yang ia lakukan adalah hukuman yang setimpal dan tak boleh ia lupakan.

 

“Baik, tapi harus pulang. Kau harus menemui kedua orang tua mu bersama Jaehyun eonnie”

 

“Aku tidak akan kesana”

 

“Cho Kyuhyun jangan membuat ini menjadi sulit!” Yeon Hee mulai menaikan suaranya. Gadis itu menatap Kyuhyun dengan ekspresi kesal bercampur sedih. “Aku tak akan bisa melukannya jika kau bersikap seperti ini. Jangan menyakiti Jaehyun eonnie” Kepala Yeon Hee langsung menunduk dalam. Rasa bersalah kembali menikamya, membuat dirinya seoah berubah menjadi sosok manusia paling jahat.

 

“Kau kembali membahasnya” ujar Kyuhyun sambil menarik Yeon Hee kedalam dekapannya. Kyuhyun memeluk Yeon Hee dengan begitu erat seolah ia takut jika setelah ini Yeon Hee akan pergi meninggalkannya. Tidak. Kyuhyun tak akan membiarkan Yeon Hee pergi darinya. “Baiklah aku akan kesana, tapi dengan satu syarat”

 

Syarat? Kening Yeon Hee langsung megernyit. Kyuhyun melonggrakan seidkit pelukannya, membuat Yeon Hee bebas mendongakan kepala menatap namja itu dengan pandangan tak mengerti.

 

“Kau juga harus datang kesana” lanjut Kyuhyun dengan seyum separuh yang tersemat diwajahnya.

 

“APA?” Yeon Hee langsung memekik kencang. Gadis itu mendorong tubuh Kyuhyun hingga pelukan namja itu terpisah. “Mana mungkin aku kesana! Kau sudah gila?!”

 

Yeon Hee masih saja menunjukan reaksi yang berlebihan, berbanding terbalik dengan Kyuhyun yang hanya tersenyum sambil melipatkan kedua tangan didepan dada. Namja itu begitu santai hingga membuat Yeon Hee ingin melempar wajahnya dengan sendal rumah.

 

“Hari ini keluargamu juga datang jadi siapapun tak akan curiga. Bagaimana? Kau setuju?”

 

Kepala Yeon Hee perlahan menggeleng. Tidak. Ia tidak boleh datang kesana. Gadis itu berusaha mensugestikan dirinya untuk tidak datang, bagaimanapun juga ia harus menghargai Jaehyun yang sekarang berstatus sebagai istri Kyuhyun meski Yeon Hee menjadi tak rela jika harus membagi Kyuhyun pada siapapun.

 

 

 

 

❀❀❀❀

 

 

 

 

Jehyun tak menyangka jika Kyuhyun akan kembali ke apartemen. Gadis itu bahka sudah menyusun seribu alasan untuk ibu dan ibu mertuanya. Ia tahu alasan itu pasti akan mengecewakan mereka, atau menimpulkan kecurigaan. Namun itu lebih baik dari pada mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam perikahannya bersama Kyuhyun.

 

Siang ini Jaehyun sudah tampil cantik dengan balutan dress berwarna pastel yang panjangnya hanya satu jengkal diatas lututnya. Rambut hitam panjangnya ia sanggul dengan cantik, tak lupa sapuan poni yang menambah kecantikannya. Jantungnya tak berhenti berdetak dengan kencang, membuat gadis itu kadang meringis ngilu. Ia bahagia karena Kyuhyun pulang dan mau mengajaknya kerumah untuk acara peting tersebut. Meski sejak tadi Kyuhyun tetap bungkam namun kehadiran namja itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri untuk Jaehyun.

 

“Sudah selesai?” tubuh Jaehyun terperanjat saat mendapati Kyuhyun sudah berada dibelakangnya. Namja itu sudah tampan dengan jas dan kemeja yang dikenakannya. Membat Jaehyun harus beberapa kali mengerjapkanmata karea gugup yang menderanya.

 

“Sudah” Jaehyun langsung bangkit gadis itu meraih tas dan bergerak kearah Kyuhyun yang berdiri diambang pintu kamar mereka. “Aku senang kau kembali” ungkap Jaehyun dengan senyum manis yang tersemat diwajahnya.

 

Mendadak gadis itu teringat dengan luka Kyuhyun, pandagannya langsung teralih kearah tangan Kyuhyun yang telah berbalut perban kemudian tatapannya berubah menjadi sendu. Ia lega karena Kyuhyun mau mengobati lukanya.

 

“Apa lukanya baik-baik saja?” tanya Jaehyun saat keduanya mulai melangkah keluar meninggalkan apartemen. Kyuhyun belum menjawab, namja itu memilih bungkam dan masuk kedalam lift yang kebetulan sepi. “Aku mengkhawatirkanmu Kyu, kenapa kau tidak–”

 

“Bisakah kau diam?” potong Kyuhyun denga suara tegas yang membuat Jaehyun seketika mengatupkan bibirnya. “Kau tak perlu berlebihan padaku. Apapun yang kau lakukan tak akan merubah apapun. Jadi lebih baik kau diam, jangan membuang tenagamu untuk hal yang sia-sia”

 

Bersamaan dengan itu pintu lift terbuka, Kyuhyun kembali melangkah lebih dahulu meninggalkan Jaehyun yang terpaku ditempatnya. Gadis itu kembali menghela nafas, menahan diri untuk tidak sakit hati. Ia harus bahagia, bagaimanapun juga hari ini ia akan dikenalkan sebagai anggota baru keluarga Cho.

 

Sepanjang perjalanan menuju rumah keluarga Cho tak ada staupun percakapan yang keluar dari mulut Jaehyun ataupun Kyuhyun. Keduanya memilih untuk bungkam, mengurung diri dengan kesunyian dan rasa canggung yang begitu jelas. Sejak tadi, Jaehyun hanya melemparkan pandangannya keluar jendela sementara Kyuhyun mencoba fokus pada kemudianya.

 

Sejujurnya namja itu tidak sedang berada dalam kondisi yang baik, fikirannya melayang entah kemana dan tentu saja nama Park Yeon Hee yang kembali memenuhi otaknya. Namja itu menjadi was-was karena sejak tiba di apartemen ia tidak dapat menghubungi Yeon Hee. Gadis itu memang sempat membalas pesannya namun setelahnya ponsel Yeon Hee tidak aktif dan itu membuat Kyuhyun tak tenang.

 

Tanpa terasa mobil Kyuhyun telah tiba didepan halam luas kediaman keluarga Cho. Jaehyun yang sejak tadi hanya melemparkan pandangan keluar jendela menghela nafas berat hingga membuat Kyuhyun menoleh kearahnya. Ia bisa melihat raut sedih diwajah Jaehyun, namun Kyuhyun mencoba mengabaikannya dan memilih untuk keluar dari dalam mobil disusul Jaehyun yang mengikutinya.

 

“Selamat datang sayang” Ayoung langsung menyambut kedatangan Jaehyun dengan begitu hangat. Wanita dengan seorang putri kecil berusia empat tahun itu terlihat begitu ramah berbeda dengan seoang gadis yang sejak tadi menatap Jaehyun dengan tatapan tajam.

 

“Cho Aerin, berhenti menatap kakak iparmu dengan pandangan seperti itu!” omelan Kyuhyun membuat Jaehyun menoleh kearahnya. Gadis itu tak menyangka jika Kyuhyun juga mengamati gadis itu, dan yang lebih membuatnya tidak percaya Cho Kyuhyun seolah memihaknya. Melindunginya dari tatapan tajam sang adik.

 

Sementara itu Cho Aerin nampak mendengus, gadis 21 tahun itu bergerak mendekat kemudian mengulurkan tangan kearah Jaehyun. “Selamat untuk pernikahan kalian, dan selamat datang dikeluarga Cho” tak ada senyum diwajah gadis cantik itu.

 

Nada yang ia pakai bahkan terdengar datar dan tidak menunjukan kesan ramah sama sekali, namun Jaehyun tak menanggapinya. Gadis itu membalas ulura tanga Aerin sambil tersenyum manis. “Terimakasih,” ucapnya begitu amah.

 

Aerin langsung menarik tangannya, ia tak ingin berlama-lama berjabat tangan dengan Jaehyun. Gadis itu lantas mengalihkan pandangan kearah Kyuhyun kemudian kakak perempuannya yang masih disana, mengamati setiap pergerakan Aerin dan siap-siap memarahiya jika bertingkah tidak sopan.

 

“Tersenyum Cho Aerin, apa itu sangat sulit kau lakukan?” Ayoung mulai mengomel karena gemas melihat wajah masam adiknya. Tapi Aerin tetap keras kepala, gadis itu justru melirik Kyuhyun dan Jaehyun secara bergantian.

 

“Aku hanya akan terseyum pada orang-orang yang membuatku nyaman”

 

Tatapan Aerin benar-benar menunjukan ketidak sukaan. Gadis itu melirik kearah Jaehyun sekilas sebelum akhirnya pergi meninggalkan tempat tersebut. Melihat Jaehyun rasanya seperti melihat Yeon Hee versi lebih pendiam dan itu sama-sama membuat Aerin merasa kesal.

 

Cho Kyuhyun hanya bisa menghela nafas melihat tingkah adiknya, ia tahu apa yang membuat gadis itu bersikap demikian. Entah apa yang membuat Aerin begitu membenci Yeon Hee, padahal gadis itu selalu bersikap baik kepadanya dan Yeon Hee tak pernah sekalipun menunjukan raut kesal dihadapannya.

 

“Kau tak perlu mendengarkannya. Aerin memang sedikit keras kepala” ujar Ayoung sambil mengusap singkat bahu Jaehyun, membuat gadis itu sedikit kaget kemudian menoleh kearah kakak iparnya yang begitu ramah.

 

“Gwenchana eonnie, aku juga memiliki adik yang cukup keras kepala” balas Jaehyun diiringi kekehan ringan.

 

Mendengar Jaehyun menyebut adik yang keras kepala membuat fikiran Kyuhyun kembali melayang jauh. Namja itu kembali memikirkan Yeon Hee kemudian tangannya bergerak mengambil ponsel yang sejak tadi berada di saku celanannya.

 

“Aku kedepan sebentar”

 

Kyuhyun berpatian singkat tanpa menoleh kearah Jaehyun. Namja itu bergerak cepat keluar rumah dengan tatapan yang terfokus pada layar ponselnya. Apa Kyuhyun akan menghubungi seseorang? Apa dia gadis yang masih dicintainya? Jaehyun sungguh tak ingin merusak mement kebahagiaannya, gadis itu lantas menggelengkan kepala mencoba menghilangkan berbagai prasanka buruk yang ia layangkan pada Kyuhyun.

 

“Kita keruang tengah, eomma sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu” Jaehyun tersenyum sambil mengangguk. Gadis itu melangkah menuju ruang tengah bersama Ayoung juga putri kecilnya yang baru saja menyusul.

 

 

 

❀❀❀❀

 

 

 

“Sial!!”

 

Umpatan itu kembali terlontar saat suara operator yang terdengar dari sebrang sana. Yeon Hee masih belum mengaktifkan ponselnya, gadis itu seperti sengaja mematikan ponselnya agar Kyuhyun tidak dapat menghubunginya. Kyuhyun benar-benar dibuat frustasi, ia tidak suka berada di sini jika Yeon Hee tidak datang kemari.

 

Kyuhyun kembali mendial nomor Yeon Hee, entah sudah berapa kali namja itu berusaha menghubungi Yeon Hee, namun hasilnya tetap gagal, Yeon Hee tak memiliki niatan untuk menjawab panggilannya. Kyuhyun menghela nafas kasar, kedua mataya nampak berkilat marah. Sungguh, ia tidak menyukai cara Yeon Hee yang seperti ini.

 

Dengan emosi yang mulai menguasai dirinya Kyuhyun beranjak dari teras depan, namja itu tak mempedulikan pertanyaan yang nanti akan dilontarkan oleh keluarganya. Iadatang karena permintaan Yeon Hee dan gadis itu telah setuju dengan syarat yang telah Kyuhyun ajukan tapi sekarang apa? Gadis itu tak adatang dan Kyuhyun tak akan menerimanya begitu saja.

 

Baru saja Kyuhyun berniat membuka pintu mobilnya, dua buah mobil sudah lebih dahulu masuk kedalam halaman rumahnya. Kedua mata Kyuhyun menyipit, ia sepertimengenali mobil itu. Detik setelahnya dua orang paruh baya turun dari dalam mobil, disusul oleh anggota keluarga yang lain. Kyuhyun baru ingat sekarang, mobil itu milik kedua orag tua Jaehyun.

 

Park Shin dan Yoon Nari tersenyum melihat Kyuhyun, begitu juga dengan Kyuhyun. Namja itu menampilkan senyum manisnya sambil bergerak menghampiri kedua mertuanya tersebut.

 

“Annyeonghaseyo” sapa Kyuhyun dengan begitu ramah.

 

Park Shin tersenyum kemudian menepuk singkat bahu Kyuhyun. “Maaf kami terlambat” ujar Pria paruh baya itu setelahnya. Dibelakang Park Shin nampak beberapa kerabat dekatnya yang sudah mulai berkumpul.

 

Tanpa sadar kedua sudut Kyuhyun tertarik keatas, menampilkan senyum simpul yang membuat kadar ketampanannya semakin meningkat. “Gwaenchana aku dan Yeon–” bibir Kyuhyun seketika terkatup rapat. Hampir saja. Namja itu menggigit bibir bawahnya sebelum akhirnya kembali berucap. “Aku dan Jaehyun juga baru tiba abeoji”

 

Beruntunglah Park Shin beserta istrinya tak mendengar hingga Kyuhyun bisa sedikit bernafas lega. Namja itu lantas mempersilakan kedua mertua dan kerabatnya untuk masuk kedalam rumah dan bergabung dengan keluarganya didalam. Pandangan Kyuhyun teralih kearah beberapa orang kerabat Jaehyun, namja itu memasang senyum manis mencari sosok Yeon Hee diantara mereka. Namun hingga orang terakhir Kyuhyun tak juga menemukan Yeon Hee disana. Gadis itu benar-benar tidak datang.

 

Raut kecewa tak bisa Kyuhyun tutupi, namja itu menghela nafas berat menatap hampa pada jalanan setapak tempatnya berpijak. Mereka baru saja mengucap janji untuk tidak meninggalkan satu sama lain, namun sekarang Kyuhyun merasa bahwa Yeon Hee tengah mempersiapkan diri untuk pergi dari Kyuhyun.

 

“Kenapa harus sesulit ini? Aku mencintaimu Yeon”

 

Dengan terpaksa akhirnya Kyuhyun membatalkan niatannya untuk mengnjungi Yeon Hee. Namja itu melangkah memasuki kediaman keluarganya yang mulai ramai, semua orang terlihat saling berbahagia kecuali Kyuhyun. Namja itu seolah mati, ia merasa dunianya begitu hampa bahkan keramaian itu belum cukup untuk menghiburnya.

 

“Kau baik-baik saja?” suara lembut itu berhasil mengagetkan Kyuhyun. Namja itu menoleh kemudian mendapati Jaehyun yang sudah berdiri disampingnya.

 

“Jangan menggangguku, aku sedang tidak ingin bertengkar denganmu” balas Kyuhyun dengan enggan. Namja itu bahkan langsung mengalihkan pandangan seolah ia memang tak ingin memandang wajah Jaehyun.

 

Jaehyun menghela nafas, gadis itu masih berusaha bersabar menghadapi Kyuhyun. “Orang-orang menunggu kita dibelakang” ujar Jaehyun singkat. “Acara ini dibuat untuk pernikahan kita. Tidak mungkin kan pengantinnya justru berada disini?”

 

Sungguh Kyuhyun benar-benar ingin terbebas dari Jaehyun, ia tak bisa terus-menerus berdiam diri dengan situasi sulit seperti ini. Tanpa membalas ucapan Jaehyun namja itu memilih untuk segera melangkahkan kakinya kebelakang dan bergabung bersama anggota keluarga yang lain. Begitu juga dengan Jaehyun, gadis itu senang karena Kyuhyun mau menurutinya dan ia senang bisa berada ditengah-tengah keluarga Kyuhyun yang begitu ramah.

 

“Jika kau memiliki masalah jangan sungkan untuk berbagi dengan eomma, eomma akan dengan senang hati mendengarkannya” Cho Aleana yang tak lain adalah ibu Kyuhyun tersenyum sambil mengusap rambut Jaehyun. Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu benar-benar memperlakukan Jaehyun seperti putri kandungnya sendiri.

 

Jaehyun tentu langsung menganggukan kepala, ia tak menyangka bahwa ia akan dengan mudah diterima dikeluarga Kyuhyun. Meski ada beberapa orang yang mengira bahwa ia adalah Yeon Hee, dan setiap mendengar hal itu hatinya sakit. Entah karena asalan apa.

 

“Ne, gamsahamnida eommoni”

 

Aleana tersenyum sambil menganggukan kepala, wanita itu lantas berpamitan untuk mengambil sebuah vas bunga yang ia telakan diruang tengah. Aleana memang menyukai bunga, bunga mawar dan lili adalah bunga kesukaannya.

 

Langkah wanita paruh baya itu terhenti saat melihat seorang gadis yang berdiri kikuk didepan pintu rumahnya. Gadis itu terlihat ragu, sementara wajahnya nampak begitu begitu bingung seperti tengah menimbang sesuatu.

 

“Yeon?” Aleana berseru pelan. Namun seruan itu berhasil membuat tubuh Yeon Hee tersentak kaget. Gadis itu langsung menolehkan kepalanya hingga kedua matanya membelalak saat mendapati ibu Kyuhyun yang sudah berdiri beberapa meter dari hadapannya.

 

“Eommoni–” Yeon Hee langsung menggigit bibirnya saat merasa bahwa ia tak lagi pantas menggumamkan nama itu. “Jwaeosonghamnida maksudku imo” ralatnya sambil membungkukan badan sekilas.

 

Cho Aleana menghela nafas, wanita itu tersenyum samar kemudian melangkah mendekat kearah Yeon Hee. Wanita itu telah mengenal Yeon Hee, gadis yang sudah beberapa kali Kyuhyun kenalkan sebagai calon istrinya.

 

“Gwaenchana, kau masih bisa memanggilku eommoni sayang” ucap Aleana lengkap dengan senyum ramahnya. Bagaimana pun juga Yeon Hee pernah menjadi bagian dari masa lalu putranya meski kini telah memiliki kehidupan baru. “Kenapa terlambat? Semua orang sudah berkumpul dibelakang”

 

“Aku hanya ingin mengantarkan inhalen milik eomma yang tertinggal. Beliau tidak bisa jika harus berjauhan dengan alat ini”

 

Yeon Hee menunjukan inhelen yang akan ia berikan kepada ibunya. Ya, kedatangan Yeon Hee kemari memang hanya untuk mengantarkan obat itu untuk ibunya. Sejak pagi Yeon Hee sengaja mematikan ponselnya. Ia tak ingin Kyuhyun memaksanya untuk datang, ia tak akan tega merusak kebahagiaan kakaknya meski sebenarnya ia ingin merebut Kyuhyun.

 

“Boleh aku menitipkannya pada eomma?”

 

Kening Aleana mengerut, waita paruh baya itu menatap inhalen yang diberikan Yeon Hee kemudian beralih kearah gadis cantik tersebut. “Kau akan pulang?” tanyanya tanpa menjawab pertanyaan Yeon Hee.

 

Yeon Hee menganggukan kepala singkat. “Ne, aku masih harus mengemasi beberapa–”

 

“Tidak boleh” Cho Aleana segera memotong ucapan Yeon Hee, membuat gadis itu seketika terdiam dengan pandangan yang sulit dijelaskan. “Eomma tidak akan membiarkamu pulang begitu saja sayang. Kau harus ikut kebelakang”

 

“Tapi eommonim–”

 

“Eomma tahu ini berat, tapi akan sangat aneh jika kau tidak datang keacara kakakmu bukan?”

 

Yeon Hee tak menjawab. Gadis itu terlihat tak yakin namun belum sempat Yeon Hee menjawab, Aleana sudah lebih dahulu menariknya. Membawa gadis itu ke halaman belakang untuk bergaung dengan keluarga yang lain.

 

Suara berisik, candaan dan teriakan anak kacil seketika menyambut kedatanga Yeon Hee. Bisa gadis itu lihat bagaimana atmosfer penuh kebahagiaan yang terasa disana. Yeon Hee tersenyum kecil, haruskah aku merusak kebahagiaan mereka? Fikian itu membuat senyum kecil Yeon Hee musnah. Gadis itu menggeleng, tidak. Ia tidak akan merusak kebahagiaan ini.

 

Baru saja Yeon Hee beriat membalikan badan, namun gadis itu justru tersentak kaget saat melihat keberadaan Kyuhyun. Tubuhnya langsung kaku saat matanya bertatapan langsung dengan manik kelam milik Kyuhyun. Gadis itu terdiam, dunianya seolah berhenti bahkan Yeon Hee tak bisa mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun. Gadis itu bisa melihat kemarahan dari sorot matanya, bahkan senyum yang Kyuhyun tunjukan seolah menyimpan satu bahaya besar.

 

Yeon Hee langsung mengerjapkan matanya. Gadis itu menghela nafas sebelum akhirnya memilih untuk meninggalkan tempat tersebut. Ini salah, ia tak seharusnya berada disini. Harusnya tadi ia menolak ajakan ibu Kyuhyun dan segera kembali ke Seoul. Dengan cepat Yeon Hee melangkah pergi sebelum ada banyak orang yang menyadari keberadaannya, namun baru beberapa langkah sebuah tangan besar langsung mencengkram pergeralangan tangannya.

 

Yeon Hee memekik namun tak terdengar oleh siapapun. Tubuhnya langsung ditarik masuk kedalam sebuah kamar yang tak jauh dari halaman belakang. Yeon Hee langsung melepaskan cengkraman itu, sementara Cho Kyuhyun telah mengunci pintu kamar dan meletakan kunci itu kedalam saku celanannya.

 

“Kau sudah gila?! Keluarkan aku dari sini!” kesal Yeon Hee sambil mengepalkan kedua tangan. Gadis itu sengaja menahan penikakannya karena takut menarik perhatian orang-orang.

 

Tapi Kyuhyun seolah tuli dan tidak peduli, namja itu justru berdiam diri sambil menatap Yeon Hee dengan begitu tajam. “Kenapa kau tidak membalas pesanku?” tanya Kyuhyun singkat. “Kau berniat pergi?” sambung Kyuhyun dengan nada skeptis yang membuat Yeon Hee menghela nafas pendek.

 

“Aku tidak akan pergi” balas Yeon Hee penuh keyakinan. Ia tak akan meninggalkan Kyuhyun, ia hanya tidak ingin datang ketempat yang akan menambah sakit hatinya. “Sekarang keluarkan aku”

 

Tidak semudah itu karena Kyuhyun justru menggelengkan kepalanya. Namja itu sudah sangat frustasi karena Yeon Hee jadi ia tak memiliki alasan untuk membebaskan Yeon Hee sekarang. Dengan cepat Kyuhyun segera menarik lengan Yeon Hee, membuat gadis itu memekik pelan dan bungkam setelah bibir Kyuhyun mendarat di atas permukaan bibirnya.

 

Jantungnya lagi-lagi berdetak kencang, Kyuhyun melepaskan ciumannya kemudian beralih mengecup singkat kening Yeon He.

 

“Kau benar-benar membuatku hampir gila, aku fikir kau tidak akan datang” ujar Kyuhyun sambil menghela nafas berat. Namja itu menempelka keningnya pada kening Yeon Hee, memejamkan mata dengan tangan yang melingkat di pinggang gadis itu.

 

“Aku memang tidak berniat datang” balas Yeon Hee singkat. “Rasanya sakit Cho, aku tidak bisa memilikimu. Apa kau tak memikirkan hal itu?”

 

“Maafkan aku…”

 

Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya. Kali ini namja itu membawa Yeon Hee kedalam dekapannya. Namja itu membenamkan wajah pada lekukan leher Yeon Hee sementara Yeon Hee menyandarkan dagunya pada bahu Kyuhyun. Gadis itu menghela nafas, merasakan sesak dibagian dadanya.

 

“Apa kita bisa bertahan jika situasinya seperti ini?” Yeon Hee mulai menggumam. Ia sadar hubungannya dengan Kyuhyun tak akan berjalan baik, ia memang mencintai Kyuhyun namun kenyataan jika Kyuhyun adalah suami kakaknya membuat semua itu terasa sulit. Ia mencoba bersikap egois, namun keegoisan seolah menghancurkannya. Ia justru merasa terpuruk karena hal itu.

 

“Kita bisa melewatinya, aku berjanji. Kau tidak perlu memikirkannya sayang, biarkan aku yang mengurus semua ini” Kyuhyun mencoba menenangkan Yeon Hee, namja itu telah mengangkat wajahnya dari lekukan leher Yeon Hee dan memilih untuk memberikan kecupan singkat dipucuk kepala Yeon Hee.

 

“Tapi sampai kapan?” tanya Yeon Hee dengan suara yang sedikit teredam karena ia tengah membenamkan wajah pada dada bidang Kyuhyun. “Aku tak berani berharap lebih. Aku takut jika pada akhirnya kita memang harus berpisah”

 

Kyuhyun menggelengkan kepala. Ia tak menyetujui ucapan Yeon Hee, ia tak akan membiarkan Yeon Hee pergi. Tidak akan pernah. “Hanya tiga bulan. Setelah itu aku akan menikahimu”

 

 

 

TBC–

 

 

 

Obral janjii, Cho Kyuhyun obral janjii.. oke saya gak akan banyak omong. Terimakasih buat semua yang telah membaca dan meninggalkan jejak. *bighug!!*

110 thoughts on “Secret Love Affair Part 3

  1. Janji ohh janjii…
    Semakin kesini partnya smkin susah di tebak… Semog aj kyuhyun ttp sm yoonhee tapi jaehyun nanti sakit hati dong… Bingung

    Kyuhee Mansae

    Suka

  2. hahhh ternyta ibu kyuhyun juga udah tahu kalo mereka pacra bahkan kyuhyun cerita sbg calon istri
    kalo gini jd sbel sama jaehyun tp knpa jaehyun terlihat polos? hehe
    smoga ada jlan untuk yeon dan kyuhyun bersama kembali dng terikat pernikahan haha

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s