A Song For You Part 2


 

Author         : DraKyu

Tittle             : A Song For You Part 2

Category     : NC 17, Yadong, Romance, Family, School Life, Chapter

Cast           :

  1. Cho Kyuhyun (Super Junior)
  2. Park Channie (OC)
  3. Park Chanyeol (EXO)

Other Cast     :

  1. Park Chanbie
  2. Super Junior Members
  3. EXO-K Members

Author’s Note : Aku membawa part 2 untuk kalian-kalian semua hehe. Part 1 dan 2 ini belum aku kasih konflik yang berat-berat/? dulu. Aku kasih konfliknya bertahap gitu. Jadi mohon bersabar membaca fanfict ini ya kawan-kawan J

Don’t forget to Comment and like, Happy reading……………………….. :*

 

 

 

Chanyeol dan teman-temannya berdiri di luar kelas sembari menggigit penggaris besi 30cm dan tak lupa mereka berdiri dengan satu kaki. Pose mereka seperti sedang melakukan yoga. Han ssaem menghukum Kim Junmyeon, Do Kyungsoo, Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Kim Jongin, dan Oh Sehun karena mereka tidak mengerjakan laporan praktikum kimia mereka.

 

Setelah 3 menit berlalu,Baekhyun menurunkan kakinya dan melepas penggaris besi itu dari gigitannya. Baekhyun pun duduk di kursi panjang yang ada di lorong kelasnya. Melihat itu Chanyeol berdiri tegak dan memukul lengan Baekhyun dengan penggarisnya.

 

“Yak paboya! Apa kau mau mati ditangan tua botak itu?” Chanyeol mengomeli Baekhyun. Tapi Chanyeol yang berdiri tegak pun dibalas jeweran oleh Junmyeon.

 

“Kau juga tak ada bedanya dengan dia,” omel Junmyeon. Chanyeol hanya tersenyum lebar, dan akhirnya keenam siswa tak terpuji itu duduk di bangku kayu tersebut.

 

“Hey, menurut kalian haruskah kita latihan band hari ini?” tanya Jongin.

 

“Boleh saja, kita sudah lama tidak bermain band. Tapi apakah dalam waktu dekat ini tidak ada festival atau lomba band begitu? Kurasa kita harus menunjukkan pesona kita lagi,” sahut Chanyeol.

 

“PESONA MOYANG KALIAN! SIAPA YANG MENYURUH KALIAN DUDUK?!” amukan Han ssaem menggelegar di telinga keenam siswa itu dan menggema di lorong kelas mereka. Dengan sigap mereka berdiri dengan sebelah kaki dan menggigit kembali penggaris mereka.

 

“Tak ada gunanya lagi kalian disini, ikut aku!” perintah Han ssaem. Sehun langsung mengekori Han ssaem diikuti dengan teman-temannya dibelakang.

 

Mereka sampai di lobby sekolah yang serupa dengan lobby hotel bintang 5. Para pegawai dan beberapa guru yang lewat memperhatikan mereka dengan beragam ekspresi. Ada yang menatap mereka dengan penuh tanya, ada yang menatap takut karena Han ssaem sedang murka, ada pula yang menatap Chanyeol dan teman-temannya dengan tatapan “rasakan hukuman itu para namja burung!”

 

“Kalian berdiri seperti tadi disini. Jangan turunkan kaki kalian sebelum aku kembali kesini. Jika kalian masih membandel, aku akan menyuruh kalian menyabuti rumput lapangan olahraga,” ancam Han ssaem. Mendengar itu, Chanyeol menjadi geram.

 

“Ini keterlaluan ssaem! Hukuman apa yang tidak mendidik begini? Ah ya, dan jangan lupakan bahwa aku adalah putra dari keluarga pemilik yayasan sekolah ini! Jika kau tetap melakukan ini pada kami, akan kupastikan bahwa namamu tidak akan terdaftar lagi sebagai guru disekolah ini!” Chanyeol dengan berani melawan Han ssaem. Memang benar apa yang diucapkan Chanyeol, bahwa sekolah ini milik yayasan keluarganya. Tak hanya dalam dunia ekonomi, kekayaan keluarga Park juga menyebar di dunia sosial dan pendidikan.

 

“Ah jadi kau ingin memecatku tuan muda?” timpal Han ssaem dengan sinis. “Jika kau ingin memecatku, kau butuh persetujuan kepala sekolah, ketua yayasan, dan yang utama adalah noonamu. Noonamu mengatakan bahwa aku harus mendidikmu sebaik dan seprofesional mungkin. Terlepas dari statusmu, dan status kalian,” jari telunjuk Han ssaem menunjuk pemuda-pemuda tampan yang tengah dihukum itu. Chanyeol kehabisan kata-kata jika sudah berkaitan dengan noonanya.

 

“Dasar nenek sihir menyebalkan,” umpat Chanyeol dalam hati.

 

“Dan tadi kau bilang hukumanku tak mendidik? Baiklah, akan aku berikan hukuman yang lebih mendidik,” ucap Han ssaem yang membuat Baekhyun menatap Chanyeol dengan garang.

 

 

Disinilah mereka sekarang, didalam ruang guru dan sedang mengerjakan hukuman ‘mendidik’ dari Han ssaem. Mereka disuruh menulis ‘saya berjanji dengan sepenuh hati bahwa saya akan mengerjakan laporan praktikum kimia dan akan mengumpulkan laporan tersebut tepat pada waktunya’ sebanyak 15 kertas folio.

 

“Hukuman ini akan melatih tulisan tangan kalian. Dengan demikian tulisan kalian yang seperti remah-remah kue beras akan lebih bagus lagi. Hukuman yang sangat mendidik bukan?” itu yang dikatakan Han ssaem saat memberi hukuman ini. Chanyeol dan teman-temannya tak mengatakan apapun dan hanya mengumpat dalam hati.

 

“Aku lelah astaga! Tanganku serasa tidak memiliki tulang!” keluh Kyungsoo yang baru menyelesaikan 8 kertas folio.

 

“Kau sudah dapat berapa, cebol?” tanya Jongin dengan sangat tidak berperasaan pada Baekhyun.

 

“Baru delapan, kau?” tanya Baekhyun.

 

“Akupun sama,” jawab Jongin.

 

“Harusnya kau tidak mengatakan itu pada Han ssaem! Kau berkata seolah-olah kau adalah CEO nya!” omel Baekhyun pada Chanyeol.

 

“Aku juga tidak tahu jika si tua botak itu menjadi bengis begini!” ucap Chanyeol membela diri.

 

“Park Chanyeol?” panggilan seseorang membuat bisik-bisik diantara pemuda itu terhenti. Chanyeol yang namanya dipanggil menoleh pada sang pemilik suara. Ternyata Kyuhyun yang memanggilnya.

 

“Oh Kyuhyun ssaem, annyeonghassaeo,” lalu Chanyeol pun membungkukkan badannya sedikit.

 

“Sedang apa kau disjni?” tanya Kyuhyun penasaran.

 

“Dia siapa?” tanya Sehun pada Chanyeol.

 

“Ah ya, dia adalah guru musik kita yang baru, Cho Kyuhyun seonssaengnim,” Chanyeol memperkenalkan Kyuhyun pada teman-temannya.

 

“Annyeonghassaeo seonssaengnim,” sapa para siswa itu dengan kesopanan yang tersisa.

 

“Oh, ne. Annyeong,” balas Kyuhyun. “Sedang apa kalian disini?” tanya Kyuhyun lagi.

 

“Nggg, kami sedang ulangan susulan ssaem,” jawab Chanyeol berbohong. Sedangkan teman-temannya hanya menghembuskan napas pasrah mendengar jawaban Chanyeol.

 

“Ah, jinjja? Lalu kenapa banyak sekali kertas disini?” tanya Kyuhyun penasaran.

 

“Itu karena mereka sedang mengerjakan hukuman dariku Kyuhyun seonssaengnim,” terdengar suara Han ssaem yang menyahuti Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum tipis dan membungkukkan badannya pada Han ssaem.

 

Chanyeol yang melihat kedatangan Han ssaem berdoa sepenuh hati agar orang tua ini tidak mendengar percakapannnya dengan Kyuhyun barusan. Kyuhyun yang melihat wajah masam Chanyeol dan teman-temannya hanya bisa menahan tawa.

 

“Baiklah aku pergi dulu, berhati-hatilah pada anak-anak ini Kyuhyun ssaem. Dan kalian, selesaikan 15 folio itu dengan cepat, lalu simpan di mejaku,” ucap Han ssaem. Kyuhyun hanya mengangguk dan Han ssaem pun pergi meninggalkan Kyuhyun.

 

Baekhyun menunjukkan wajah mengejeknya pada punggung Han ssaem yang terlihat menjauh. Kyuhyun tertawa melihat ekspresi wajah Baekhyun. Kyuhyun pun medudukkan dirinya di sebelah Junmyeon.

 

“Kau tidak ada jam mengajar, ssaem?” tanya Kyungsoo.

 

“Tidak. Aku akan kembali mengajar setelah jam istirahat,” jawab Kyuhyun.

 

“ Ssaem! Besok kau ada jam mengajar dikelas kami. Woah aku tidak sabar diajar olehmu ssaem,” ujar Baekhyun.

 

“Kyuhyun ssaem ini sangat berbakat. Hampir semua alat musik bisa ia mainkan. Kyuhyun ssaem juga menyukai Dream Theater dan Avanged,” kata Chanyeol.

 

“Jinjjaa?! Wah ssaem, kita memiliki kegemaran yang sama,” ucap Junmyeon sok akrab.

 

“Ch, sok akrab sekali dedengkot ini,” cibir Sehun yang langsung mendapat jitakan dari Junmyeon. Kyuhyun hanya tertawa mendengar obrolan murid-muridnya.

 

“Chanyeol sangat berbakat dalam bermusik. Sepertinya kalian pun begitu. Aku harus melihat pertunjukkan kalian,” ujar Kyuhyun. Chanyeol yang dipuji oleh Kyuhyun langsung menunjukkan wajah sombongnya. Dan itu membuatnya dicemooh Baekhyun.

 

“Kami punya band bernama EXO. Chanyeol adalah drummernya, Kyungsoo adalah vokalisnya, Jongin adalah bassis, Junmyeon adalah gitarisnya, dan Sehun menjadi keyboardist,” jelas Baekhyun.

 

“Dan kau?” tanya Kyuhyun penasaran.

 

“Pria ber-eye liner itu adalah manager kami. Kami terpaksa menjadikannya manager,” jawab Jongin. Kyuhyun hanya terkekeh sambil mengangguk paham.

 

“Jadi, apakah dalam waktu dekat ini akan ada festival band atau lomba, ssaem?” tanya Sehun.

 

“Hmm, sebaiknya kita bicarakan lagi nanti. Lebih baik sekarang kalian menyelesaikan hukuman Han ssaem ini,” jawab Kyuhyun menggoda mereka. Mendengar jawaban Kyuhyun,keeenam anak itu langsung menatap lesu kertas-kertas folio dihadapan mereka.

 

“Sepulang sekolah temui aku di ruang musik. Aku pergi dulu, aku akan menyelesaikan beberapa tugas,” pamit Kyuhyun.

 

“Ne, annyeong ssaem,” balas mereka serempak.

 

“Kyuhyun ssaem!” panggil Chanyeol. Kyuhyun yang sudah berdiri menatap penuh tanya pada Chanyeol.

 

“Jika nanti, entah kapanpun itu kau bertemu noonaku lagi, tolong jangan katakan bahwa hari ini aku dihukum oleh Han ssaem,” mohon Chanyeol pada Kyuhyun. Kyuhyun terdiam sejenak, lalu ia tersenyum.

 

“Arasseo,” jawab Kyuhyun.

 

**

 

Channie sedang memeriksa laporan pembangunan proyek resort di daerah Jinhae. Perusahaan keluarga Channie didirikan oleh kakeknya, dan diwariskan kepada ayahnya. Dan mungkin sekarang Channie lah yang akan menduduki kursi Presiden Direktur. Channie sekarang masih menjabat sebagai direktur keuangan.

 

Tiba-tiba, pintu ruangan Channie terbuka. Masuklah seorang pria yang terlihat seumuran dengan ayahnya, walaupun pada kenyataannya ia berusia beberapa tahun lebih muda dari mendiang ayahnya. Wajah pria ini mirip dengan ayah Channie, hanya saja wajah pria ini dihiasi ambisi yang begitu kentara.

 

“Samchon,” ucap Channie.

 

“Kau tidak mempersilahkan aku duduk?” tanya pria yang Channie panggil dengan sebutan Samchon itu.

 

“Silahkan duduk,” Channie mempersilahkan. Samchonnya duduk di sofa yang ada di tengah ruangan. Channie pun bergabung dengan Samchonnya.

 

“Ada perlu apa samchon kesini?” tanya Channie tanpa basa-basi.

 

“Aigoo, lihatlah anak ini! Kau harus bersikap sopan pada pamanmu ini,” sindir Park Chanwoo, adik dari ayah Channie.

 

“Kenapa paman kesini?” Channie tak menggubris sindiran pamannya.

 

“Park Channie, keangkuhanmu sudah pantas untuk menjadi seorang direktur Chanryeo Grup. Tapi tampaknya kesombonganmu itu tak bisa mengantarmu ke kursi Presdir dengan mudah,” ujar pamannya.

 

“Terima kasih atas pujianmu untuk keangkuhanku. Dan sepertinya perlu aku jelaskan padamu samchon, bukan aku yang menginginkan kursi presdir itu. Tapi jabatan itulah yang membutuhkanku,” balas Channie dengan tenang. Pamannya geram mendengar ucapan Channie.

 

“Kau pikir hanya kau saja yang berhak menjadi presdir Chanryeo Grup? Kau lupa aku juga memiliki hak disini. Aku putra pendiri perusahaan ini. Hanya karena ulah ayahmu saja yang membuat aku membusuk di kantor cabang hingga bertahun-tahun lamanya!” nada bicara Park Chanwoo mulai meninggi.

 

“Dan setelah kau menyingkirkan ayahku, kau kembali kesini untuk menuntut hakmu,begitu?” tanya Channie dengan sinis.

 

“Jaga ucapanmu Park Channie! Sebesar apapun kebencianku pada ayahmu, dia tetap kakakku! Aku tidak mungkin membunuhnya!” Chanwoo makin geram pada keponakannya.

 

“Ah benarkah? Kau menyebut dirimu sebagai adiknya, tapi kau bahkan tidak hadir saat pemakamannya! Mungkin kau memang tidak membunuhnya, tapi kau membayar orang untuk menabraknya!” sungut Channie.

 

“Kau benar-benar kelewatan, Park Channie! Ingat, aku akan merebut hak ku menjadi Presdir disini,” ancam Chanwoo. Kemudian ia beranjak dari sofa dan keluar dari ruangan Channie dengan penuh amarah.

 

Channie menghela napas setelah kepergian samchonnya. Channie belum bisa menerima kenyataan bahwa ayahnya meninggal tiga bulan yang lalu karena menjadi korban tabrak lari. Channie selalu saja berfirasat buruk pada pamannya, karena Channie tahu bahwa pamannya itu menaruh dendam pada ayahnya. Walaupun tidak ada bukti yang mengarah pada pamannya, Channie tetap yakin bahwa ayahnya ditabrak oleh orang bayaran Park Chanwoo.

 

Channie kembali kemeja kerjanya, ia mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.

 

 

“Bagaimana hasil penyelidikannya?” tanya Channie.

 

“Maaf, tapi kami belum berhasil menemukan penabrak Park Ahjussi,” jawab seorang namja yang duduk dihadapan Channie.

 

“Mencari seorang pembunuh saja kalian tidak bisa? Donghae-ya, Hyukjae-aa, sudah kubilang kan kalian harus menyelidiki disekitar pamanku,” gertak Channie.

 

“Channie-aa, kami sudah menyelidiki pamanmu dan orang-orangnya. Tapi kami tidak menemukan apapun. Aku rasa kecurigaanmu terhadap Park Chanwoo itu salah Channie-aa,” ucap Hyukjae.

 

“Benar Channie, aku rasa pamanmu bukan dalang dibalik semua ini,” sahut Donghae.

 

“Lalu siapa yang menabrak ayahku?!” Teriak Channie frustasi. Donghae dan Hyukjae pun terdiam. Memberikan Channie waktu untuk menenangkan dirinya.

 

“Siapapun pelakunya, aku ingin kalian membawanya padaku,” ucap Channie.

 

“Arasseo, tapi kumohon kau bersabar Channie-aa. Kami akan berusaha lebih keras lagi,” jawab Donghae.

 

“Baiklah, terima kasih,” ujar Channie.

 

**

 

“Silahkan, tunjukkan penampilan kalian,” perintah Kyuhyun pada keenam siswa yang baru saja memasuki ruang musik.

 

“Eyy ssaem, kami baru saja datang. Tak bisakah duduk dulu sebentar?” Sehun bernegosiasi.

 

“Hahaha, arasseo. Istirahat 10 menit,” ucap Kyuhyun.

 

“Ssaem, bagaimana kau bisa mengenal Chanyeol?” tanya Baekhyun penasaran.

 

“Kau selalu ingin tahu segala tentangku,” sindir Chanyeol. Baekhyun hanya mencibir mendengarnya.

 

“Aku mengenal noonanya Chanyeol,” ucap Kyuhyun.

 

“Oh, Channie noona?” Kyungsoo membeo. Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum.

 

“Ah, ssaem! Aku akan menjadikan Channie noona yang cantik sebagai yeojachingu-ku nantinya,” sahut Junmyeon. Chanyeol yang mendengarnya langsung menjambak rambut Junmyeon.

 

“Enak saja! Aku tidak sudi kalau noonaku dipacari olehmu!” amuk Chanyeol.

 

“Dasar dongsaeng kurang ajar,” umpat Junmyeon.

 

“Lagipula aku akan menjodohkan noonaku dengan Kyuhyun ssaem. Benar kan ssaem?” goda Chanyeol. Kyuhyun hanya tertawa sembari mengibaskan tangannya.

 

“Bicara apa kau ini. Sudahlah, sekarang ayo mulai latihan band nya,” titah Kyuhyun.

 

 

Hey Jude, don’t make it bad

Take a sad song and make it better

Remember, to let her into your heart

Then you can start to make it better

 

The Beatles- Hey Jude

 

 

Mereka menyanyikan lagu ‘Hey Jude’ yang bernada mellow karena mereka sudah kehabisan tenaga untuk berjingkrak-jingkrak. Energi mereka terkuras habis selama pembelajaran disekolah tadi. Kyuhyun mendengarkan suara Kyungsoo yang menyanyikan lagu bahasa inggris dengan pelafalan yang cukup baik. Harmonisasi antara alat musik yang dimainkan pun begitu memanjakan telinga. Kyuhyun tersenyum puas menyaksikan penampilan mereka.

 

 

“Baiklah, penampilan kalian bagus. Cukup bagus. Tapi bukan berarti kalian bisa berpuas diri,” ucap Kyuhyun saat memberikan evaluasi. Para anggota EXO duduk disekeliling Kyuhyun.

 

“Ne ssaem,” jawab mereka bersamaan.

 

“Akan ada event yang cukup besar untuk kalian. Ada Seoul Art Festival di bulan Maret nanti. Dan tempatnya di Sejong Art Center. Jika kalian mau berpartisipasi, aku akan mendaftarkan kalian ke panitia lombanya,” jelas Kyuhyun.

 

“Wah daebak! Tolong daftarkan kami, ssaem!” ucap Sehun antusias.

 

“Arasseo. Festivalnya diadakan bulan depan. Jadi mulai sekarang rajin-rajinlah berlatih dan tingkatkan kemampuan bermusik kalian,” nasihat Kyuhyun.

 

“Roger, kapten!” sahut Jongin.

 

**

 

One weeks later….

 

“Dari mana saja kau?” tegur Channie ketika Chanyeol baru memasuki rumah. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 8 malam.

 

“Aku habis latihan band,” jawab Chanyeol.

 

“Setiap hari kau selalu saja pulang malam!” omel Chanyeol.

 

“Tentu saja noona, aku dan teman-temanku akan mengikuti lomba di Art Festival,” jelas Chanyeol.

 

“Pokoknya aku tidak mau tahu! Besok kau harus ada dirumah. Tidak ada bantahan!” tegas Channie.

 

“Tapi noona, aku harus latihan!” bantah Chanyeol.

 

“Kau bisa berlatih dirumah kan? Lagipula aku perlu bukti yang nyata jika kau memang benar-benar latihan band,” kata Channie. Chanyeol pun duduk dihadapan Channie.

 

“Kau ingin melihat aku berlatih band, atau kau ingin melihat pelatih bandku?” goda Chanyeol.

 

“Mwo? Apa yang kau bicarakan? Mana aku tahu siapa yang melatihmu dan teman-temanmu itu,” elak Channie.

 

“Eyyy, kau pura-pura melupakan chingumu yang bernama Cho Kyuhyun itu, eoh?” ucap Chanyeol.

 

“Bicara apa kau ini! Enyah dari hadapanku dan segera bersihkan badanmu!” usir Channie. Chanyeol hanya tertawa dan berjalan meninggalkan Channie.

 

Channie merenungi percakapannya dengan Chanyeol. Cho Kyuhyun? Sudah lama sekali ia tidak bertemu dengan Kyuhyun. Channie jadi sedikit penasaran bagaimana kabar pria itu. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Bertukar nomor ponsel saja tidak pernah, bagaimana ia bisa menghubungi Kyuhyun? Keresahan pun mulai timbul di hati Channie.

 

“Aish! Ini semua gara-gara Park Chanyeol tak berguna itu!” umpat Channie.

 

 

**

 

 

Kyuhyun menatap rumah dengan gaya tradisional korea yang berdiri megah dihadapannya. Walaupun gaya tradisional mendominasi seluruh rumah ini, tetapi kesan mewah tak dapat disembunyikan dari tampilannya.

 

Semalam Kyuhyun mendapat pesan singkat dari Baekhyun jika hari ini mereka akan latihan dirumah Chanyeol. Baekhyun pun memberikan alamat rumah Chanyeol pada Kyuhyun. Kyuhyun juga lebih semangat untuk melatih band dirumah Chanyeol, karena mungkin ia bisa bertemu dengan Channie. Tapi Kyuhyun benar-benar tidak menyangka bahwa mereka tinggal dirumah sebagus ini. Kyuhyun juga sudah mengecek kembali alamat yang Baekhyun berikan, khawatir jika ia salah masuk rumah. Tapi ternyata alamatnya benar.

 

“Sudah sepuluh menit kau berdiri disini ssaem,” suara merdu mengalun ditelinga Kyuhyun. Kyuhyun berbalik dan mendapati Channie yang sedang tersenyum padanya.

 

“Channie-ssi. Sejak kapan kau disini?” tanya Kyuhyun yang sebenarnya menahan malu.

 

“Lumayan, aku hanya menatap punggungmu yang hanya diam didepan rumah kami,” jawab Channie.

 

“Ah, keugae…” Kyuhyun kehilangan kata-kata untuk menjawab Channie. Channie pun tertawa lembut.

 

“Ayo masuk, sebelum anak-anak itu membuat kerusuhan didalam,” ajak Channie. Kyuhyun pun mengangguk dan mengikuti Channie untuk masuk kedalam rumahnya.

 

Kyuhyun masuk kerumah keluarga Park. Kyuhyun tak bisa menyembunyikan kekagumannya melihat interior rumah ini. Kyuhyun melihat Chanbie sedang bermain boneka barbie di ruang keluarga. Kyuhyun pun tersenyum dan menghampiri Chanbie.

 

“Chanbie-aa annyeong,” sapa Kyuhyun. Chanbie menoleh pada Kyuhyun lalu tersenyum menggemaskan.

 

“Kyuhyun oppa annyeong,” balas Chanbie. Channie tersenyum melihat ekspresi wajah Chanbie.

 

“Kau sedang apa?” tanya Kyuhyun.

 

“Aku sedang mengadakan pesta teh bersama para princess,” jawab Chanbie.

 

“Benarkah? Apa aku boleh bergabung dipesta tehmu?” tanya Kyuhyun lagi.

 

“Tentu saja. Karena Kyu oppa tampan seperti prince, maka kau boleh datang ke pesta teh ini,” ujar Chanbie. Kyuhyun pun tersenyum dan duduk disebelah Chanbie.

 

“Aku akan menuangkan teh untukmu,” ucap Chanbie sambil berpura-pura menuangkan teh dari teko mainan untuk Kyuhyun. Channie yang melihat keakraban Kyuhyun dengan adiknya merasa tersentuh.

 

“Silahkan diminum,” Kyuhyun pun mendekatkan gelas mainan itu ke bibirnya.

 

“Teh ini enak sekali, terima kasih princess,” ucap Kyuhyun.

 

“Ne oppa,” jawab Chanbie.

 

“Ah ya, kenapa sekarang kau memanggilku oppa? Kau bilang mau memanggilku ssaem saja,” tanya Kyuhyun.

 

“Chanyeol oppa bilang jika kau akan menjadi pacar eonnie-ku. Maka jika aku memanggilmu seonssaengnim, kedengarannya kau sudah tua, botak, menyebalkan, dan tidak cocok dengan eonnie,” jawab Chanbie polos. Channie yang mendengar itu langsung membelalakan matanya. Sedangkan Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena canggung.

 

“Ah, Kyuhyun ssaem sudah datang!” suara Chanyeol menyapa Kyuhyun.

 

“Ne,” jawab Kyuhyun yang masih canggung.

 

“Kajja ssaem, kami semua sudah siap,” ajak Chanyeol.

 

“Aku pergi dulu ya princess,” ucap Kyuhyun pada Chanbie.

 

“Oh, arasseo. Bye oppa,” jawab Chanbie.

 

“Aku melihat mereka dulu,” pamit Kyuhyun pada Channie.

 

“Ne, silahkan Kyuhyun-ssi,” timpal Channie.

 

“Yaampun kalian kaku sekali. Seperti lansia di era Goryeo,” ledek Chanyeol yang diikuti dengan aksi kaburnya dari hadapan Channie. Kyuhyun pun mengikuti Chanyeol.

 

“Kau akan mati ditanganku Park Chanyeol,” desis Channie sambil menahan senyum.

 

**

 

“Oppa, eonnie bilang makan siang dulu,” Chanbie masuk ke ruangan kedap suara tempat Chanyeol dan teman-temannya berlatih band.

 

“Okay princess! Kami akan kesana sekarang!” sahut Jongin.

 

“Kajjaa! Aku lapar sekali!” ucap Junmyeon.

 

“Ayo ssaem,” ajak Chanyeol pada Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk lalu ia pun menghampiri Chanbie. Kyuhyun pun menggendong Chanbie, Chanbie memekik girang ketika tubuhnya diangkat oleh Kyuhyun.

 

“Siapa yang memasak makanannya?” tanya Kyuhyun pada Chanbie.

 

“Aku,” jawab Chanbie.

 

“Jinjjayo?” Kyuhyun pura-pura terkejut.

 

“Ne, dan eonnie membantuku,” jawab Chanbie.

 

“Aigoo, uri princess hebat sekali,” Puji Kyuhyun.

 

Channie yang sedang menaruh bulgogi di meja makan melihat Chanyeol yang sudah datang bersama teman-temannya. Pemandangan yang menarik perhatian Channie adalah Chanbie yang tertawa di gendongan Kyuhyun.

 

“Wah noona, aromanya lezat sekali. Kau yang terbaik noona,” Baekhyun mendekati Channie dan menunjukka dua jempolnya pada Channie.

 

“Gomawo Baekhyun-ah,” balas Channie.

 

“Heeh jangan dekat-dekaat!” Chanyeol mengomeli Baekhyun dan menarik Baekhyun menjauh dari noonanya.

 

“Oppa ayo kita makan,” ucap Chanbie pada Kyuhyun.

 

“Kajjaa,” Kyuhyun pun mendudukkan Chanbie di salah satu kursi. Meja makan klasik yang cukup panjang itu dihiasi dengan beragam menu makanan.

 

“Duduklah Kyuhyun-ssi,” Channie mempersilahkan. Kyuhyun pun duduk disebelah Jongin.

 

“Selamat makaaaaan,” ucap Chanyeol dengan girang. Semua pun mulai memakan makanan yang dibuat oleh Channie.

 

Channie yang sedang menyuapi Chanbie sesekali mencuri-curi pandang ke arah Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun terus menatap Channie sambil menyantap makanannya. Kyuhyun sesekali tersenyum melihat sisi keibuan Channie yang sedang menyuapi Chanbie. Sedangkan Chanyeol dan teman-temannya sibuk berbalas tatapan evil saat melihat ekspresi wajah Kyuhyun dan Channie yang malu-malu.

 

**

 

Seoul Art and Culture Festival

@Sejong Art Center

 

 

“Aku gemetar sekali,” ucap Baekhyun.

 

“Aku yang akan bernyanyi, kenapa jadi dirimu yang gugup?” tanya Kyungsoo. Panitia sudah memberitahu EXO bahwa setelah ini adalah giliran mereka tampil. Sekarang mereka ada di belakang panggung untuk menunggu peserta lainnya menyelesaikan penampilan mereka.

 

“EXO, sekarang sudah waktunya,” ucap seorang panitia.

 

“Baiklah, kita harus melakukan yang terbaik,” ujar Junmyeon setelah keenam pemuda itu berdiri membentuk lingkaran.

 

“HWAITING!” dengan serempak mereka mengucapkan kata itu.

 

Kyuhyun, Channie, dan Chanbie sudah duduk dikursi penonton menunggu giliran EXO tampil. Chanbie duduk dipangkuan Kyuhyun, sedangkan Channie duduk disamping Kyuhyun. Chanbie yang masih kecil memakan es krim nya dengan belepotan. Channie pun membersihkan mulut Chanbie menggunakan tissue. Siapapun yang melihat itu, pasti mengira bahwa Kyuhyun dan Channie adalah orang tua Chanbie. Dan mereka adalah keluarga bahagia.

 

“Oppa, kenapa lama sekali?” gerutu Chanbie.

 

“Sebentar sayang, sebentar lagi mereka akan tampil,” jawab Kyuhyun. Tak lama, sang pembawa acara naik ke panggung.

 

“Peserta selanjutnya adalah siswa-siswa berbakat perwakilan dari Haejong High School. Beri sambutan yang meriah untuk EXO!” tepuk tangan meriah langsung mengiringi langkah para member EXO. Mereka pun langsung mengambil posisi masing-masing.

 

“Itu Chanyeol oppaaaa!” ucap Chanbie antusias. Intro mulai dimainkan dan para penonton pun melihat performance mereka dengan penuh minat. Wajah para member EXO yang tampan menjadi daya pikat tersendiri bagi para audiences, terutama para remaja wanita.

 

 

I will promise you du nune neoman damgo salagalgge

I will promise you du pale neol ango salagalgge

Achime nun ddeo jamdeun sunganggaji neo hanaman geurilgge

Saranghae i mal itjima

I Love you Forever

Deoun yeoreum nale geuneuli doejulggebioneun nalen usani doejulgge

Geotdaga jichil ddaen jageun uijado doejulgge useul ddae ni gibbeum

Dubaega dwaege hamgge useulgge nunmul heullil ddaen sugeoni doel neol daggajulgge

I will promise you du nune neoman damgo salagalgge

I will promise you du pale neol ango salagalgge

Achime nun ddeo jamdeun sunganggaji neo hanaman geurilgge

Saranghae i mal itjima

I Love you Forever

(Promise- He Is Beautiful’s OST)

 

Channie menikmati penampilan EXO yang menyanyikan lagu promise. Kyuhyun pun terlihat puas dengan penampilan EXO yang selama sebulan ini sudah berlatih dengan keras. Sedangkan Chanbie bersenandung mengikuti suara Kyungsoo.

 

Penampilan mereka diakhiri dengan tepuk tangan yang meriah dari para penonton dan juga para juri. Para member EXO pun memberi hormat pada penonton dengan membungkukkan sedikit badan mereka.

 

**

 

“Bagaimana suasana Seoul? Kau menyukainya?” tanya Channie pada Kyuhyun. Mereka sedang berada di Gwanghwamun, tak jauh dari Sejong Art Center. Chanyeol dan teman-temannya sedang berkeliling dan hunting foto di sekitar Sejong Art Center. Sedangkan Chanbie tak lepas dari gendongan Baekhyun.

 

“Ya, lumayan menyenangkan,” jawab Kyuhyun sambil terkekeh.

 

“Jinjja? Eyy sepertinya kau mengatakannya dengan setengah hati,” ledek Channie.

 

“Begitu terlihatkah?” tanya Kyuhyun.

 

“Hmmhmm,” Channie menggumam sambil mengangguk.

 

“Sebenarnya aku tidak terlalu menyukai kota Seoul,” ucap Kyuhyun.

 

“Ne? Waeyo?” tanya Channie.

 

“Karena aku memiliki kenangan buruk disini,” ujar Kyuhyun.

 

Let me guess, kau pernah tenggelam di sungai Han, begitu?” tebak Channie asal.

 

“God! Sekalian saja kau bilang aku pernah tertabrak kereta,” keluh Kyuhyun. Channie pun tertawa mendengarnya.

 

“Aku pernah dicampakkan oleh mantan kekasihku. Disini, di Seoul,” tutur Kyuhyun. Channie terdiam sebentar mendengar jawaban Kyuhyun. Hatinya sedikit merasa tidak suka.

 

“Dia cinta pertamamu, kan?” tanya Channie. Kyuhyun menoleh pada Channie

 

“Bagaimana kau tahu?” Kyuhyun terperangah. Channie pun tersenyum.

 

“Kau begitu mengenang dirinya. Kau masih mengingat dirinya dan juga kenangan yang dia tinggalkan di Seoul. Aku tahu, cinta pertama itu memang tak bisa dilupakan,” jawab Channie.

 

“Kami berpacaran sejak kami masuk kuliah. Tapi saat semester 3, ayahnya memaksa dia untuk pindah ke Seoul. Sejak saat itu kami menjalin Long Distance Relationship,” Kyuhyun menjelaskan. Walaupun dengan sedikit tidak suka, Channie tetap mendengarkan.

 

“Walaupun jauh, aku tetap menyayanginya. Aku tetap mencintainya. Saat libur semester atau saat ada waktu luang, aku sempatkan untuk mengunjungi dirinya di Seoul. Hingga pada suatu hari, dia berkata bahwa ia sadar, aku tidak pantas untuk dirinya. Ia akan dijodohkan dengan pengusaha muda yang kaya raya. Aku hanya sampah untuknya,” Kyuhyun melanjutkan ceritanya dengan suara yang makin muram.

 

“Tegakah ia?” Channie menatap Kyuhyun. Kyuhyun hanya membalas Channie dengan tatapan sendu.

 

“Sudahlah. Lagipula sejak saat itu, aku menyadari bahwa hanya aku yang mencintainya. Dan mungkin saja aku pun bukan mencintainya, tapi aku terobsesi padanya. Entahlah, seiring berjalannya waktu dengan itu pula aku sudah mulai melupakannya,” ucap Kyuhyun.

 

“Kau sudah mencoba membuka hatimu kembali?” tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari mulu Channie. Kyuhyun langsung menatap Channie yang terlihat terkejut dengan pertanyaan yang ia lontarkan barusan.

 

“Mm..maksudku, kau jangan terlalu larut dalam kesedihan. Hidup ini terlalu bahagia untuk dilewatkan begitu saja,” elak Channie dengan susunan kata yang kacau balau. Kyuhyun tersenyum lembut.

 

“Sepertinya ada seseorang yang kembali menghidupkan hatiku. Entahlah, mungkin aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Seolah sinar matahari di musim semi berasal dari dalam dirinya. Dia begiu cerah, dan juga hangat,” ujar Kyuhyun dengan lembut.

 

Tak bisakah ia berhenti membicarakan wanita lain saat dihadapanku?” umpat Channie dalam hati. Sedangkan ia hanya memasang senyum palsu untuk Kyuhyun.

 

“Lagu tadi, siapa yang memilihnya?” tanya Channie.

 

“Aku,” jawab Kyuhyun.

 

“Jinjja? Aku kira yang memilih lagu itu Chanyeol atau Jongin,” sahut Channie.

 

“Aku yang memilihnya, aku memilihnya untukmu,” ucap Kyuhyun. Channie menatap Kyuhyun tak percaya.

 

“Ne?” Channie berusaha memastikan jika ia tak salah dengar. Kyuhyun hanya tersenyum lembut dan mengusap kepala Channie. Channie berdehem dan berusaha menyembunyikan kalau ia gugup setengah mati.

 

“Kenapa bukan kau saja yang menyanyi?” tanya Channie pura-pura mengabaikan ucapan Kyuhyun yang sebelumnya.

 

“Kau tahu aku bukan anak Senior High School lagi,” gerutu Kyuhyun. Channie tertawa melihat ekspresi kesal Kyuhyun. Channie pun mencubit pipi Kyuhyun dengan gemas.

 

“Kau memang bukan anak senior high school,tapi kau murid playgroup,” ucap Channie sambil tetap mencubit pipi Kyuhyun.

 

“Omo! Pipiku bisa lepas jika kau tarik terus seperti ini,” keluh Kyuhyun. Channie tetap tertawa.

 

“Mianhae. Sakit kah?” kini Channie mengusap pipi Kyuhyun yang dicubitnya tadi. Kyuhyun pun menggeleng.

 

“Aigoo, kau lebih pantas menjadi teman sekolah Chanbie daripada guru Chanyeol,” ledek Channie.

 

“Aku memang tampan dan menggemaskan, aku tahu itu,” ucap Kyuhyun dengan bangga. Channie hanya mencibir dan tetap menatap Kyuhyun.

 

“Jangan sampai kau tersakiti lagi, kau harus bahagia. Tetaplah bahagia,” tutur Channie dengan sepenuh hati. Mendengar itu, perasaan Kyuhyun menghangat.

 

Aku akan bahagia, bersamamu,” sahut Kyuhyun dalam hati.

 

**

 

“Channie-ah, kami sudah mendapatkan petunjuk baru,” sahut Donghae. Donghae, Channie dan Hyukjae sedang berada didalam ruangan kerja Channie.

 

“Benarkah? Siapa pelakunya?” tanya Channie.

 

“Belum sejelas itu Channie-ah, kami sedang melacak mobil yang menabrak ayahmu. Sepertinya mobil itu telah dijual pemiliknya. Kami sedikit kesusahan mencari pemilik asli mobil itu,” jawab Hyukjae.

 

“Baiklah, aku percayakan semuanya pada kalian,” ucap Channie dengan tenang. Hyukjae dan Donghae saling bertatapan heran.

 

“Kau setenang itu?” Donghae memastikan.

 

“Well, kalian adalah detektif-detektif yang hebat. Jadi cepat atau lambat kalian akan membawa pelakunya padaku,” jawab Channie. Sedangkan Donghae dan Hyukjae makin keheranan.

 

“Jinjjaa, sepertinya kau sedang jatuh cinta,” ledek Donghae.

 

“Jatuh cinta apanya,” elak Channie.

 

“Benar, dijidatmu tertulis kata ‘Cinta’,” sahut Hyukjae.

 

“Astaga kapan dia akan waras?” keluh Donghae. Channie hanya tertawa mendengarnya.

 

Toktok~

 

Suara ketukan pintu membuat Channie, Hyukjae dan Donghae berhenti mengobrol. Masuklah Ryeowook keruangan itu. Ryeowook pun bergabung dengan mereka.

 

“Channie-ah, aku ingin mengatakan sesuatu yang penting,” ucap Ryeowook.

 

“Haruskah kami keluar?” tanya Donghae.

 

“Tidak usah, kalian disini saja. Ada apa Wookie-ah?” tanya Channie.

 

“Pamanmu sudah menggandeng Shin Jae Sook untuk memberikan suara pada pemilihan Presdir nanti. Kau tahu jika Shin Jae Sook adalah salah satu investor terbesar di perusahaan kita,” jelas Ryeowook.

 

“Gerak cepat rupanya,” gumam Channie.

 

“Kau harus melakukan sesuatu Channie-ah,” saran Hyukjae.

 

“Kau tenang saja hyung, masih ada salah satu investor yang bisa memberikan dukungan besar untuk Channie. Aku yakin kalian kenal dengan orang ini,” ucap Ryeowook.

 

“Nugu?”

 

 

—TBC—

 

Gantung ya? Maafin author ya teman-teman. Abisnya (perasaan) author udah sering digantung sih :”

See you soon :*

35 thoughts on “A Song For You Part 2

  1. aku penasaran sama kyuhyun,
    rasanya seperti ada sesuatu hal yang berkaitan dengan kyuhyun dan belum terungkap.
    siapa ya dalang dari kasus tabrak lari ayah channie,
    siapakah investor itu?
    next.
    terima kasih 😊

    Suka

  2. Jadi penasaran sama cinta pertamanya c’Kyuu
    Siapa ya ???? :3

    & wkwkwkwkkk
    Duo Lee jadi detektif :3
    Kaga bakalan ngerusuh apa ???
    Atau bakalan berhasil mecahin masalah ??? 😀

    Kyu udah mulai ngkode, tapi Channie yang kaga ngrasa atau gak terlalu peka karna pembahasan awalnya c’Kyu d campakin sama pers lopnya :3

    Suka

  3. kok feeling aye kyuhyun yg jdi inveator terbesar perusahan channie wkwkwk…
    Keep fighting thorr..
    Ditggu next chapnya ehehhe penasaran tebakan ku bner engga😂😂

    Suka

  4. Kenapa kyuhyun gk bilang aja cewek yg disukain dia itu chanie😶 kan takut ada salah paham😅 terus kira2 siapa yg bunuh bapaknya channie ya🤔 paman nya? Ato ada orang lain

    Suka

  5. Ternyata sebelum dengan Channie Kyu pernah patah hati juga.
    Tapi penyebab Kyu meninggalkan Channie masih jadi misteri, karena belum kluar cluenya di part ini.

    Suka

  6. Aduhhh kyu kenapa ga terus terang kalo suka ama Channie ahhh greget … Kok aku deg-degan yaa sama investornya .. Mungkinkah sebenarnya Kyu itu kaya? Atau jangan² ini keluarga Kyu?

    Nexttt kak semangatt 💪💪

    Suka

  7. uuuh tbc disaat yg tidak tepat…
    bikin tambah penasaran pngen cepet cepet baca next partnya
    ff nya bagus thor !!! moga aja bisa cepet bikin part selanjutnya hhee
    hwaiting thor !!!!

    Suka

  8. Kerens…..
    Kok curiga yaa sama kyuhyun..
    FF nya keren… chanyeol dkk nya lucu masa.. ishhh…
    Apalagi saat mau tampil ngakak so hard sama si kyungsoo hahahaha 😂😂
    Lanjutkan ya thorr hehehe

    Suka

  9. Aku suka moment EXO x SUJU. jarang banget ada kumpulan anak SM melingkup menjadi satu FF.
    FF nya Keren. bahasa mudah di pahami. alurnya lambat tapi bukin penasaran. pokoknya Top Markotop lah. 😀

    Suka

  10. Duuhh semoga paman nya channie gk berhasil buat ngisi posisi CEO,,
    Kira” siapa ya gk bisa dukung channie..??
    Duuhh mulai ada benih” cinta niihh.. 🙂

    Suka

  11. Ternyata kyu mulai cinta sama channie begitupun sebaliknya, chanyeol sama temennya kocak bangett haha kira” siapa ya investor yg akan mendukung channie jd penasaran d tunggu nextnya thor semangaatt…

    Suka

  12. Si authornya malah curhat…
    Bener kata author ini konfliknya bener2 datar…
    Datar apa gak ada sih… hehee
    Tapi suka sama kedekatan kyu + chanbie

    Suka

  13. Jangan jangan yang dimaksud ryewook itu kyuhyun,,
    Dan kyuhyun jangan kasih kode aja ke channie cepat nyatakan perasaanmu sebelum diambil ama orang

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s