When The Smile Being Ornate Part 3


 

Author : Irene Cho

Tittle : Birthday

Category : NC17, Yadong, Romance, Chapter

Cast :

Cho Kyuhyun

Jung Nara

Disclaimer : This story is mine! Don’t copy without permission!

Note : Terimakasih untuk admin FNC yang udah mau publish tulisanku di blog ini dan terimakasih juga buat reader yang udah memberikanapresiasinya. Awas typo bertebaran.

 Happy reading ^^

 

~~~

 

 

Preview

“Yeobseo ....” Nara mengawali pembicaraan.

“Nyonya! tuan muda baru saja pulang bersama seorang gadis, dan mereka langsung pergi menuju kamar utama, Nyonya juga harus segera pulang, karena Ahjumma tak ingin terjadi sesuatu yang buruk,” seru suara di seberang sana.

Nde?”

Tubuh Nara seketika lemas, ia merasa tulang-tulangnya telah ditarik dari tubuhnya. Bahkan ponselnya pun sudah terlepas dari tangannya.

Story Begin

 

Kau mencuri detak jantungku dengan senyummu dan meluruhkan seluruh hatiku dengan pelukanmu.

 

Kyuhyun’s Home, Gangnam, Seoul.
07.00 PM KST

Gadis itu menghentikan mobilnya tepat di depan pintu rumahnya. Ia tak sempat berpikir untuk memarkirkan mobilnya di garasi, karena saat ini pikirannya penuh dengan suaminya yang saat ini sedang membawa gadis lain ke kamar mereka.

 

Hal gila macam apa itu? Bukan mencari hotel atau ke tempat lain, tapi suaminya membawa gadis lain ke kamar mereka, sekali lagi KA.MA.R ME.RE.KA. Apakah suaminya benar-benar sudah tak mengaggap keberadaanya lagi?

 

Ia bergegas keluar dari mobil. Langsung melangkah membuka pintu rumah yang telah ditinggalinya sejak menikah dengan suaminya itu.

 

Aku adalah nyonya rumah ini, jadi aku berhak mengusir siapa saja yang menurutku tidak pantas berada di rumah ini, terlebih di kamarku. Setidaknya itulah yang ada di pikirannya, mengusir wanita murahan yang telah berani-beraninya memasuki area pribadinya.

 

Tak ada kata pelan dalam setiap langkahnya. Bahkan sekarang ia setengah berlari, menginjak undakan demi undakan anak tangga menuju lantai dua rumah itu, di mana kamarnya berada.

 

Akhirnya ia sampai di depan pintu kamar utama. Langkahnya memelan, ia sedikit mengatur napasnya yang terasa sesak karena berlari dan juga karena emosi yang telah sampai ke ubun-ubun. Ia harus mempersiapkan hatinya untuk melihat keadaan terburuk yang mungkin saja terjadi di balik pintu itu.

 

Brak!!!

 

Ia berharap suara hempasan pintu itu dapat menyadarkan siapa saja yang berada di dalam. Namun matanya tak menangkap apapun selain kegelapan, dan sedikit cahaya, yang jelas bukan berasal dari lampu kamarnya.

 

Saengil chuka hamnida~

Saengil chuka hamnida~

Saranghaneun uri anae~

Saengil chuka hamnida~

 

Nara hanya terdiam saat Kyuhyun  yang sedang memegang kue dengan lilin berangka 24 itu telah sampai tepat di depannya.

 

“Selamat ulang tahun, Sayang.” Kyuhyun mengecup kening Nara, sementara Nara masih dengan wajah tegang bercampur bingungnya.

 

“Dimana gadis itu, Kyu?” hanya pertanyaan itu yang terlontar dari bibirnya yang sedikit bergetar.

 

Kyuhyun memandang Nara sebentar, lalu bergerak menekan sakelar lampu. Pria itu meniup lilin yang seharusnya dilakukan oleh Nara, meletakan cheese cake di atas meja yang ada di kamar itu. Ia harus menjelaskan semuanya pada Nara.

 

Kyuhuyun kembali melangkah mendekati Nara, memeluk gadis itu sambil menyunggingkan senyumnya.

 

“Aku bahagia, Ra-ya,” Ia mengeratkan pelukannya. “Ternyata kau benar-benar cemburu,” lanjutnya.

 

Nara semakin mengernyitkan dahinya, ia semakin bingung mendengar ucapan dan reaksi Kyuhyun.

 

“Bahagia?” gumam Naratakmengerti.

 

“Heum … aku bahagia,” ulang Kyuhyun. Perlahan ia melepas pelukannya, lalu kembali mengecup kening Nara.

 

“Kau tahu kan bahwa aku terlalu bodoh dalam hal memberi kejutan? Masih ingat saat aku mencoba melamarmu?”

 

Nara hanya diam, ia mengingat saat Kyuhyun mencoba melamarnya, karena keduanya tak ingin pernikahan mereka dianggap sebagai perjodohan, walaupun pada dasarnya mereka memang dijodohkan.

 

Hingga akhirnya Kyuhyun berinisiatif untuk memberi kejutan pada Nara dengan cara memasukan cincin ke dalam makanan Nara, saat ia mengajak gadis itu makan malam di sebuah restoran Italia. Namun acara makan malam yang direncanakan disertai dengan lamaran romantis itu harus berakhir di rumah sakit, karena Nara menelan cincinnya.

 

“Sepertinya aku melakukan kesalahan yang hampir sama, padahal Hyukjae hyung sudah memperingatkanku.” Kyuhyun kembali tersenyum sambil memandang lekat pada wajah Nara.SementaraNaribertahandenganwajahbingungnya.IamasihbelummengertiarahpembicaraanKyuhyun.

 

“Aku sengaja membuatmu cemburu untuk memberikan kejutan di hari ulang tahunmu ini, Ra-ya. Sebenarnya aku bersikeras melakukan ini karena aku juga ingin tahu apakah kau cemburu melihatku dekat dengan gadis lain. Hingga akhirnya ….

 

Flashback

 

“Ayo kita mulai lagi, Rin-ah. Ayo kita mulai lagi seperti dulu.”

 

“A-Apa maksudmu, Kyu?” tanya gadis itu terbata dengan mata membulat. Ia tak bisa menutupi keterkejutannya.

 

“Ayo kita kembali berkencan,” jawab Kyuhyun mantap.

 

Seketika mata gadis itu semakin melebar.

 

“Yak! Apa kau gila? Kau ingin mengkhianati istrimu?” gadis itu berteriak kesal.

 

“Hais, apa kau pikir aku wanita jalang yang mau dengan senang hati berkencan dengan lelaki yang telah beristri?” ia menumpahkan kekesalannya pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun terkekeh “Hyorin-ah, kau harus mendengarkan penjelasanku dulu, jangan langsung terbawa emosi.”

 

“Penjelasan apa?” Nada bicara Hyorin sedikit melunak.

 

“Sebenarnya aku ingin meminta bantuanmu untuk mengerjai istriku.”

 

“Mengerjai istrimu?” tanya Hyorin dengan dahi berkerut.

 

“Iya, satu minggu lagi istriku berulang tahun, aku ingin memberikan kejutan padanya, tapi aku ingin membuatnya kesal terlebih dahulu, dengan membuatnya cemburu.” Kyuhyun menjelaskan maksudnya pada Hyorin.

 

“Membuatnya kesal?” Kening Hyorin semakin berkerut.

 

“Aku dengar wanita akan semakin terharu jika kita memberikan kejutan saat dia sedang kesal, dan juga aku ingin tahu bagaimana dia cemburu saat melihatku dekat dengan gadis lain,” sambung Kyuhyun.

 

“Aaa … begitu.” Hyorin sedikit menganggukan kepalanya tanda mengerti. “Untuk ide pertama aku tidak begitu yakin, tapi untuk ide kedua, aku juga penasaran, karena kulihat istrimu terlalu tenang, jadi aku ingin tahu apakah dia bisa cemburu atau tidak?” Hyorin terlihat antusias.

 

“Jadi apa kau bersedia membantuku, Rin-ah?” tanya Kyuhyun.

 

“Baiklah, jadi kapan kita akan berkencan?” Gadis itu mengerling pada Kyuhyun.

 

“Bagaimana kalau besok?”

 

Oke, dengan senang hati.”

 

Flashback end

 

“Jadi itu alasanmu berubah beberapa hari ini, Kyu? kau sengaja mengabaikanku?” Nara masih tak mengerti.

 

“Maaf, Sayang.” Kyuhyun kembali memeluk Nara, ia merasa menyesal karena mengabaikan Nara dan membuat istrinya itu tak tenang beberapa hari ini.

 

Nara melepas pelan pelukan Kyuhyun. “Lalu bagaimana dengan malam itu? Siapa yang menghubungimu? Apakah Hyorin eonni?” gadis itu menanyakan hal yang membuatnya penasaran, karena sejak malam Kyuhyun menerima telepon waktu itu, pria itu langsung berubah.

 

“Lalu kejadian di kantormu? aku melihat kau … kau ….” Nara tak sanggup melanjutkan kata-katanya.

 

“Ssst …” Kyuhyun menempelkan telunjuknya tepat di bibir Nara, ia mengerti apa yang akan disampaikan Nara.

 

“Aku akan jelaskan semuanya. Malam itu yang menghubungiku adalah Hyukjae hyung, ia memberi peringatan jika ingin rencanaku berhasil, maka aku harus mengabaikanmu mulai saat itu juga,” ujar Kyuhyun menjelaskan.

 

“Kau tak tahu betapa tersiksanya aku? bahkan aku tak bisa tidur sampai pagi. Aku sangat ingin memelukmu dan menyentuhmu, tapi aku harus menahannya. Aish … itu benar-benar menyiksa,” gerutu kyuhyun.

 

“Dan untuk pertanyaan keduamu, itu semua murni hanya akting. Kau hanya melihat punggungku kan? bahkan saat itu di dalam ruanganku ada Hyukjae hyung, dan apa menurutmu mengantar makan siang benar-benar ide Kim ahjumma?” Kyuhyun menyeringai.

 

“M-maksudmu? kalian semua menipuku?” Nara bertanya tak yakin, sementara Kyuhyun hanya terkekeh.

 

“Kau tak tahu betapa takutnya aku, Kyu.”

 

Gadis itu berujar lirih dengan air mata yang mulai mengalir di kedua pipi mulusnya. Ia memukul pelan dada Kyuhyun.

 

“Benarkah? Tapi yang kudengar kau bahkan tidur dengan sangat nyenyak.”

 

“Itu karena aku terlalu banyak menangis, sehingga aku jadi tertidur nyenyak setelahnya,” jawab Nara dengan kesal, sambil mengusap air matanya.

 

“Kalau begitu aku akan membuatmu menangis tiap malam, agar tidurmu selalu nyenyak.”

 

“Kyu ….” Nara merengek.

 

“Aku hanya bercanda, Sayang.” Kyuhyun kembali terkekeh.

 

“Aku berjanji bahwa ini adalah air mata terakhirmu, aku tak akan pernah membiarkan setitik air matapun menetes dari mata indah ini lagi, kecuali air mata bahagia,” ucap Kyuhyun dengan lembut, namun terselip penekanan di setiap katanya. Pria itu mengusap pipi Nara, lalu ia mengecup kedua mata Nara.

 

Nara hanya memejamkan matanya. hatinya menghangat mendengar pernyataan tegas Kyuhyun.

 

“Baiklah, sekarang waktunya ritual membosankan dari sebuah perayaan ulang tahun.”

 

Kyuhyun berjalan menuju meja tempat ia meletakkan chesse cake tadi, lalu ia kembali menyalakan lilin berangka 24 itu.

 
Make a wish,” ucap Kyuhyun sambil menyodorkan kue ke arah Nara.

 

Nara menautkan jari-jari tangannya, lalu menutup matanya. Tak selang beberapa lama ia kembali membuka matanya, dan langsung meniup lilin yang berdiri di atas chesse cake itu.

 

“Apa yang kau minta?” tanya Kyuhyun penasaran.

 

“Rahasia,” jawab Nara sambil mengerling pada Kyuhyun.

 

“Kau tak ingin memberitahuku? apa kau yakin?” Kyuhyun menunjukan evil smirk-nya sambil menangkap pinggang Nara dengan tangan kirinya dan menariknya untuk mendekat, sementara tangan kanannya masih memegang cheese cake.

 

“A-apa yang akan kau lakukan, Kyu?” Nara nampak kaget, gadis itu memandang ngeri ke arah kue yang ada di tangan Kyuhyun.

 

Apa Kyuhyun akan melempar kue itu ke wajahnya? Kyuhyun tak akan setega itu kan? Tapi bisa saja, pikir Nara.

 

“Tenang saja, Sayang, aku tak akan menghancurkan karyaku ini dengan sia-sia.” Kyuhyun seperti bisa membaca pikiran Nara.

 

“Karyamu? Maksudmu kau yang membuat kue ini, Kyu?” Tanya Nara sedikit tak yakin.

 

“Eoh …”

 

Kyuhyun langsung menyambar bibir Nara yang sejak tadi -lebih tepatnya sejak tiga hari yang lalu- selalu menggodanya. Melumat dengan lembut bibir ranum itu. Kyuhyun menyesap sesekali, merasai manisnya. Sementara Nara hanya mencoba mengimbangi pergerakan bibir panas Kyuhyun.

 

Kyuhyun mengusap pelan bibir Nara yang basah karena saliva mereka dengan ibu jarinya. Keduanya sedikit terengah setelah ciuman mereka yang menggebu.

 

“Sekarang apakah kau ingin mencoba kue spesial yang dibuat oleh tangan dingin CEO jenius ini?”

 

Nara hanya mengangguk.

 

Kyuhyun kembali melangkah ke arah meja, lalu memotong cheese cake itu dan meletakan potongannya ke atas piring kecil yang sudah disediakan di sana. Kyuhyun kembali menghampiri Nara dengan membawa potongan cheese cake.

 

Ia menyuapi Nara potongan cheese cake itu. Mata Nara langsung berbinar setelah kue itu masuk kedalam mulutnya.

 

“Ini enak sekali, Kyu. Bahkan rasanya hampir sama dengan kue buatan patisier profesional,” ujar Nara dengan mata berbinar memandang Kyuhyun.

 

“Tentu saja, Sayang. Aku menambahkan resep tambahan kedalam kue ini, resep rahasiaku.” Kyuhyun mengerlingkan matanya.

 

“Resep rahasia?” Nara mngernyit. “Apa Kyuhyun dulu pernah mengikuti kelas patisier? Pikirnya.

 

Love, pray and hope. And it’s all just for you, My Wife.

 

Dengan seketika mata Nara berkaca-kaca, ia merasa sangat dicintai oleh Kyuhyun, bahkan Kyuhyun rela belajar membuat kue di tengah jadwalnya yang padat mengurus perusahaan. Dan chesse cake yang dibuat Kyuhyun memang rasanya hampir sama dengan buatan patisier profesional.

 

Ada yang bilang jika sesuatu dibuat dengan cinta, maka hasilnya akan luar biasa.

 

Nara menghambur ke pelukan Kyuhyun.
“Terima kasih, Kyuhyun-a.”
“Terima kasih karena sudah mencintaiku.
“Terimakasih karena selalu memberiku kasih sayang yang berlimpah.
“Terimakasih sudah mau menjadikanku istrimu.
“Terimakasih, kau telah hadir di hidupku.”

 

Nara mengucapkan semua rasa terimakasihnya dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipinya. Saat ini hatinya hanya dipenuhi rasa syukur telah bertemu dan bisa memiliki Kyuhyun sebagai suaminya.

 

Kyuhyun melepas pelan pelukan Nara, ia merasa khawatir mendengar isakan Nara.

 

“Hey, kenapa menangis?” tanya Kyuhyun lembut, sambil mengusap pelan air mata di pipi Nara.

 

“Ini air mata bahagia yang kau janjikan,” jawab Nara dengan suara bergetar yang diiringi dengan isakan.

 

Kyuhyun tersenyum lebar, tampak raut kepuasan di wajah tampannya. Ia merasa tak sia-sia belajar keras membuat cheese cake itu selama 3 hari ini.

 

“Baiklah Princess, karena aku sudah membuatkan chesse cake dengan resep rahasiaku, sehingga membuatmu menangis bahagia, bolehkah aku meminta bayaran?” ujar Kyuhyun dengan smirk-nya.

 

Oke Tuan Cho, karena kau membuatku sangat bahagia hari ini, maka aku akan memberikan apapun yang kau minta sebagai bayaranmu.”

 

“Apapun?” Tanya Kyuhyun.

 

“Heum, apapun.” Nara mengangguk.

 

“Aku hanya ingin kau memberitahuku keinginanmu sebelum meniup lilin tadi, karena pangeran tampanmu ini pasti akan mengabulkannya.”

 

“Apakah sekarang pangeran tampan bisa mengabulkan permintaan? Bukankan itu kemampuan yang hanya dimiliki jin dari lampu Aladin?”

 

“Karena aku pangeran tampan yang hebat, maka aku bisa mengabulkan semua keinginan tuan putri yang cantik sepertimu, tanpa meminta bantuan jin dari lampu aladin sekalipun” ujar Kyuhyun penuh percaya diri.

 

“Baiklah pangeran tampan yang hebat, Aku punya 3 keinginan yang harus kau kabulkan.”

 

“3 keinginan? Ini benar-benar seperti kau meminta pada jin dari lampu itu.”

 

Nara hanya terkekeh mendengar penuturan Kyuhyun.

 

“Baiklah, katakan, Sayang.”

 

“Pertama, aku berharap kau akan selalu mencintaiku dan setiap harinya rasa cintamu selalu lebih banyak dari hari sebelumnya,” ujar Nara sambil menatap lekat wajah Kyuhyun dengan penuh harap.

 

“Kau sudah mendapatkannya. Kau tahu? setiap harinya perasaanku untukmu selalu mencapai rekor tertinggi.”

 

“Benarkah?”

 

“Tentu saja.”

 

“Baiklah, aku akan memilih untuk percaya.”

 

“Pilihan yang tepat, Nyonya Cho.” Mereka sama-sama terkekeh

 

“Oke, second.”

 

“Harapan keduaku adalah ingin selalu bersamamu bahkan saat angka di lilin ulang tahunku sudah mencapai 100.” Nara berkata dengan senyum sumirnya. Ketara sekali gadis itu sangat menginginkan harapanya tersebut benar-benar terkabul.

 

“Karena rentang waktunya terlalu lama, aku tak bisa mengabulkannya sekarang, tapi akan kupastikan kau akan mendapatkannya,” ujar Kyuhyun penuh percaya diri.

 

And the last?”

 

Nara sedikit malu-malu sebelum menjawab, pipinya yang putih seketika merona merah.

 

“Jangan menunjukan pipimu yang memerah padaku, Sayang. Aku bisa menerkammu sebelum acara puncak kita.”

 

“Acara puncak?” Nara mengerutkan dahinya tanda tak mengerti dengan acara puncak yang dimaksud Kyuhyun.

 

“Kau harus mengatakan harapan terakhirmu dulu, maka kau akan mengetahuinya.” Kyuhyun menyeringai.

 

And now, just say your last hope, Honey.” Kyuhyun tak sabar.

 

Nara masih terlihat ragu-ragu, namun ia akhirnya bersuara.

 

Baby Cho,” pelan Nara.

 

“Harapan ketiga ku adalah kehadiran baby Cho. Aku rasa ini juga harapan eommonimappa dan juga mungkin harapanmu, Kyu? Atau bukan?” Tanya Nara sedikit ragu, ia takut, mungkin saja saat ini Kyuhyun tidak menginginkan kehadiran seorang bayi di antara mereka.

 

“Tentu saja itu juga harapanku, Sayang. Semua yang kau inginkan telah masuk ke dalam daftar keinginan yang aku prioritaskan.” Kyuhyun tersenyum hangat, seolah meyakinkan Nara bahwa ia juga menginginkan apa yang diinginkan istrinya itu.

 

“Aku rasa untuk harapan ketigamu ini bisa ku kabulkan secepatnya.” Kyuhyun menunjukan evil smirk-nya.

 

Pipi Nara kembali merona merah.

 

“Baiklah, Tuan Cho, karena aku sudah memberitahumu semua harapanku, jadi kau juga harus memberitahuku acara puncak yang kau maksud.” Nara mencoba mengalihkan pembicaraan.

 

“Kau sungguh tak sabaran, Nyonya Cho.”

 

“Kau tahu itu, Kyu.”

 

Kyuhyun melangkah ke arah ranjang, mengambil kotak kado yang dari tadi terletak di atas ranjang. Lalu memberikannya pada Nara. Nara menerima kotak kado itu lalu membukanya.

 

Nara masih memandangi isi kotak itu. Gaun yang cantik, batinnya. Ia baru menyadari bahwa Kyuhyun ternyata dari tadi sudah rapi dengan tuxedo-nya.

 

“Kau harus mengenakan itu dulu, aku akan menunggu di bawah. Berdandanlah yang cantik.” Kyuhyun melangkah keluar.

 

Suara hentakan high heels menarik Kyuhyun untuk mengalihkan pandangan ke arah tangga. Dengan seketika pria itu terpana melihat Nara yang sekarang sedang berjalan anggun menuruni tangga.

 

Nara mengenakan long dress tanpa lengan berwarna peach semata kaki dengan aksen manik-manik di bagian dadanya, sedikit menunjukan lekuk tubuhnya. Gaun itu terlihat sangat pas di tubuh Nara. Ia sedikit memoles wajahnya dengan make up natural, sehingga memberi kesan fresh pada wajahnya. Hingga membuat kecantikan gadis itu bertambah beberapa kali lipat.

 

Kyuhyun mengulurkan tangannya pada Nara ketika gadis itu telah berdiri pada anak tangga terakhir. Nara menyambut uluran tangan Kyuhyun sambil menunjukan senyum manisnya.

 

“Terimakasih Kyu, ini gaun yang sangat cantik,” ujar Nara masih dengan senyumannya yang berbinar, ketika telah berdiri sejajar dengan Kyuhyun.

 

“Itu karena yang memakainya adalah seorang putri yang cantik.”

 

Kembali pipi Nara merona mendengar pujian Kyuhyun.

 

“Siap untuk acara puncak, Princess?”

***

 

The Royal Hotel, Myeongdong, Seoul.
08.00 PM KST

Lamborghini Reventon itu berhenti tepat di depan The Royal Hotel, salah satu hotel berbintang terbaik di Korea, yang juga merupakan salah satu aset Cho Corp.

 

Kyuhyun dan Nara keluar dari mobil mewah itu setelah door man membukakan pintu untuk mereka. Lalu keduanya melangkah di atas red carpet yang memang sudah dipersiapkan untuk menyambut kedatangan mereka. Nara menggandeng mesra lengan Kyuhyun, namun raut kebingungan masih tercetak di wajah cantiknya.

 

Akhirnya mereka sampai di depan ballroom hotel tersebut. Door man membuka pintu ballroom saat Kyuhyun dan Nara tepat berada di depan pintu. Seketika telinga Nara menangkap suara musik klasik yang biasa mengiringi pesta saat pintu benar-benar terbuka.

 

Semua mata tertuju ke arah mereka, dan suara tepuk tangan bergemuruh menyambut kedatangan keduanya.

 

Nara masih dengan keterkejutannya, mencoba mencerna apa yang terjadi,
lebih tepatnya mencerna sejak kapan Kyuhyun mempersiapkan semuanya. Bahkan pesta itu terlihat hampir sama mewahnya dengan pesta pernikahan mereka.

 

“Ayo kita masuk, Ra-ya. Para tamu sudah menanti kita.” Kyuhyun mencoba menyadarkan Nara dari keterkejutannya.

 

“O-eo.”

 

Mereka melangkah di atas red carpet, memasuki ballroom, terus berjalan menuju panggung yang didekorasi seindah mungkin. Di atasnya telah berdiri kue ulang tahun super mewah. Selain itu juga terdapat piano dan sebuah layar besar. Sementara di sebelah kanan panggung terdapat orkestra yang memainkan musik-musik klasik yang mengiringi pesta.

 

“Karena bintang dari pesta malam ini sudah datang, sebaiknya kita mulai saja acaranya, tapi sebelumnya aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun terlebih dahulu untuk gadis yang paling cantik di pesta malam ini.” Hyukjae yang ditunjuk secara langsung oleh Kyuhyun sebagai MC acara malam itu membuka acara saat Nara dan Kyuhyun telah sampai di atas panggung.

 

Happy Birthday, Nara-ya.”

 

Gomawo, Oppa,” Nara tersenyum lebar.

 

“Bukankah kita semua penasaran, seperti apa rupa gadis cantik ini dari masa kemasa? tetap cantik atau menggemaskan? Ah … aku rasa kedua-duanya. Oke silahkan lihat ke layar.”

 

Seketika ballroom itu menjadi gelap. Hanya ada cahaya yang berasal dari layar besar di atas panggung yang menampilkan foto-foto Nara saat masih bayi, balita, dan mata Nara berkaca-kaca saat fotonya bersama nyonya Jung terpampang di layar. Ia merasa sangat merindukan ibunya malam ini.

 

Kyuhyun menggenggam tangan Nara, membuat gadis itu menoleh ke arahnya. Kyuhyun tersenyum seolah berkata ‘tak apa, ada aku disini’, hingga membuat Nara juga mengembangkan senyumnya.

 

“Aku rasa tak ada perubahan sama sekali. Tetap cantik dan menggemaskan sampai sekarang, sayang sekali kau harus menikah dengan dongsaeng setanku ini, harusnya kau menikah denganku saja.”

 

Perkataan Hyukjae membuat semua orang tertawa, kecuali Kyuhyun yang sudah memasang ekspresi ingin menghajar sahabatnya itu, bahkan ia cemburu dengan candaan sahabatnya.

 

Acara dilanjutkan dengan Kyuhyun yang bernyanyi sambil bermain piano. Semua tamu yang hadir terkesima dengan suara lembut Kyuhyun. Tak ada yang mengira bahwa CEO Cho Corp itu mempunyai suara yang sangat indah, yang membuat siapa saja yang mendengarnya terhanyut dalam lagu yang ia nyanyikan. Termasuk Nara, gadis itu sama sekali tidak mengetahui bakat terpendam Kyuhyun yang satu ini.

 

Kyuhyun menyanyikan lagu All of Me dari John Legend. Lagu romantis itu dinyanyikan Kyuhyun dengan penuh penghayatan, seolah ia menyampaikan perasaanya pada Nara lewat lagu tersebut.

 

Setelah Kyuhyun menyelesaikan lagu dan permainan pianonya, ballroom itu riuh dengan suara tepuk tangan, semua orang merasa takjub dengan suara merdu Kyuhyun.

 

Kyuhyun kembali melangkah mendekati Nara. gadis itu berkaca-kaca, ia tak menyangka Kyuhyun memberikan begitu banyak kejutan untuknya hari ini.

 

Saat ini mereka telah turun dari panggung, keduanya melangkah ketempat tuan Jung dan Nyonya Cho berdiri.

 

“Selamat ulang tahun, Putri kecilku.” Ujar tuan Jung. Nara memeluk erat tubuh renta tuan Jung.

 

“Rasanya baru kemarin appa menggedongmu saat kau melihat dunia untuk pertama kali, dan sekarang kau sudah 24 tahun.” Tuan Jung terlihat berkaca-kaca, ia merasa waktu begitu cepat berlalu.

 

“Terimakasih, Appa, aku akan selalu menjadi putri kecil Appa.” Nara melepas pelukannya, lalu mencium kedua pipi tuan Jung. Setelah itu ia menggeser tubuhnya untuk mendekat pada mertuanya, nyonya Cho.

 

“Selamat ulang tahun, Sayang. Kau harus selalu bahagia.” Nyonya Cho memeluk Nara dengan sayang, Nara membalas pelukan ibu Kyuhyun itu.

 

Gomawo, Eommonim, aku akan selalu bahagia berkat Eommonim.”

***

 

Kyuhyun saat ini sedang asik berbincang dengan rekan bisnisnya. Saat para pengusaha itu berkumpul, obrolan mereka tak akan jauh-jauh dari saham, tender atau proyek-proyek mereka, hingga membuat Nara memilih meninggalkan Kyuhyun, karena ia tak akan mengerti dengan pembicaraan mereka.

 

Ia mencari-cari sepupunya, Park Chanyeol dan Park Jungsoo. Karena bagi Nara selalu menyenangkan bersama mereka di tengah-tengah pesta seperti ini. Karena mereka selalu punya cara untuk membuat Nara tertawa.

 

Bukan berarti dengan Kyuhyun tidak menyenangkan, hanya saja jika Kyuhyun sudah berkumpul dengan rekan bisnisnya, pria itu jadi sedikit menyebalkan, karena dia akan mengabaikan Nara.

 

Happy birthdayMy baby girl.”

 

Langkah Nara terhenti. Seketika jantungnya berdetak kencang, panggilan itu ….

 

Hanya satu orang yang memanggilnya seperti itu, tapi tak mungkin dia ada di sini, pikir Nara. Ia berbalik memastikan. Namun detak jantungnya meningkat dua kali lipat setelah melihat dengan jelas sosok pria yang memanggilnya.

 

“O-oppa …” Hanya kata itu yang mampu keluar dari bibirnya.

 

Pria itu mendekat.

 

“Kau semakin cantik.” Lelaki itu tersenyum, namun senyuman itu tak terlihat seperti senyuman bahagia, tapi lebih terlihat seperti senyuman getir.

 

Tatapan pria itu berubah menjadi lebih dalam.

 

I miss you so bad.

 

Nara seolah terkunci oleh tatapan lelaki itu, sementara perasaannya tengah berkecamuk. Ia ingin menghentikan ini, tapi seperti ada sesuatu dari dalam dirinya yang menolak untuk berhenti.

 

Aksi saling tatap itu masih berlanjut, sampai Nara merasakan sebuah lengan kekar membelit pinggangnya. Nara menoleh kesamping.

 

“K-kyu.” Nara sedikit tergagap, ia merasa seperti pencuri yang kedapatan sedang membobol berangkas milik calon korbannya.

 

“Ada apa, Sayang?” Kyuhyun menarik pinggang Nara, membuat tubuh Nara merapat padanya.

 

“Tak apa, Kyu.” Nara berusaha bersikap normal, sambil mengulas senyum.

 

“Siapa?” Tanya Kyuhyun pada Nara yang mengarah pada lelaki yang saat ini ada di hadapan mereka.

 

“Aku Lee Jonghyun.”

 

Lelaki itu memperkenalkan diri, sambil mengulurkan tangannya.

 

Sunbae-ku di senior high school.” Nara menjelaskan pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun menjabat tangan pria bernama Lee Jonghyun itu. “Aku Cho Kyuhyun.”

 

“Jonghyun sunbae!” terdengar suara seorang gadis tak jauh dari mereka. “Ayo ku ajak bertemu Nar-, eo, kalian sudah bertemu?” Gadis itu terlihat sedikit terkejut setelah menyadari kehadiran Nara disana.

 

“Selamat ulang tahun, Nara-ya.

 

Gomawo, So Ae-ya.” Nara tersenyum canggung. ia sedikit khawatir dengan mulut besar gadis yang ia panggil So Ae itu.

 

“Aku mengajak Jonghyun sunbae kesini, karena katanya dia merindukanmu.” Skak mat. Terkutuklah mulut So Ae yang tak tau tempat itu.

 

Alis Kyuhyun terangkat mendengar kalimat mujarab So Ae, ia mengendus sesuatu yang janggal. Sementara Jonghyun hanya tersenyum getir, dan Nara masih dengan senyum canggung yang kini ditambah dengan rasa was-was di hatinya. Situasi canggung itu pun berubah menjadi semakin canggung.

***

 

“Siapa dia, Ra-ya?” Kyuhyun langsung melontarkan pertanyaan yang sejak tadi ia tahan setelah mereka sampai di ruangan president suite yang terletak di puncak bangunan hotel tersebut.

 

“Dia? Siapa, Kyu?” Tanya Nara seolah tak mengerti.

 

“Lee Jonghyun,” jawab Kyuhyun singkat.

 

“Bukankah sudah kubilang kalau dia sunbae-ku.” Nara memasang raut tak mengerti.

 

“Aku tak yakin hubungan kalian hanya sebatas sunbae dan hobae sebelumnya, bahkan kau memanggilnya dengan panggilan Oppa,” terselip nada cemburu dalam kalimat Kyuhyun.

 

“Apa saat ini kau sedang cemburu, Tuan Cho?”

 

“Aku hanya ingin tau siapa Lee Jonghyun itu, Jung Nara!” Kyuhyun mencoba menekan emosinya yang sedikit tersulut.

 

Jangan lupakan seberapa pencemburunya seorang Cho Kyuhyun, bahkan ia cemburu terhadap sahabatnya yang mencoba dekat dengan Nara, apalagi terhadap orang lain yang baru dikenalnya, terlebih orang itu berasal dari masalalu Nara.

 

Nara menarik nafas, ia harus menceritakan tentang Jonghyun pada Kyuhyun, ia tak ingin Kyuhyun benar-benar marah padanya.

 

“Lee Jonghyun adalah sunbae-ku saat senior high school. Dia pintar, tampan dan kepribadiannya juga baik, namun ia memiliki image yang sedikit buruk. Teman-temanku mengatakan bahwa dia seorang player, tapi aku tak percaya. Menurutku karena dia mudah dekat dengan orang lain, sehingga orang-orang jadi salah paham dengannya.” Nara berhenti sejenak, kembali menarik nafas, ia melihat ke arah Kyuhyun, namun Kyuhyun masih memasang wajah datarnya.

 

“Aku menyukainya sejak pertamakali melihatnya, namun aku memendam perasaanku. Hingga akhirnya dia memintaku untuk jadi kekasihnya saat aku dikelas dua senior high school. Dia sangat manis, penuh kasih sayang, hingga aku benar-benar merasa dicintai.” Nara tersenyum mengingat masa-masa itu, ia kembali mengalihkan pandangan pada Kyuhyun, kali ini ekspresinya sudah tak datar lagi, tapi terlihat seperti menahan amarah?

 

“Hubungan kami berjalan satu tahun. Saat itu dia sudah duduk di bangku kuliah, namun intensitas pertemuan kami tak pernah berkurang. Dia selalu mengantar jemputku ke sekolah, selalu mengajakku keluar di akhir pekan, atau hanya sekedar menghabiskan waktu bersama di rumah.

 

“Namun, saat itu dia tak bisa mengajakku keluar atau berkunjung kerumahku, karena harus mengerjakan tugas kuliah yang menumpuk. Aku memakluminya, namun aku merasa bosan sendirian di rumah, karena Chanyeol pergi berkencan, Jungsoo oppa sedang ke Busan bersama temannya, dan appa sedang di luar Korea. Hingga aku putuskan untuk mengajak Minso, sahabatku, untuk menonton ke bioskop. Tapi dia juga tak bisa, karena harus berkunjung ke rumah neneknya. Akhirnya aku pergi menonton sendirian.

 

“Setelah keluar dari gedung bioskop, aku melihat Minso bersama seorang pria. Aku berpikir mungkin itu kekasihnya. Aku menghampiri mereka, karena aku ingin tau pria seperti apa yang bisa meluluhkan hati sahabatku itu. Tapi aku menghentikan langkahku, saat kulihat mereka saling berciuman.

 

“Setelah berciuman, Minso terlihat terkejut melihat kehadiranku, ku pikir mungkin karena dia merasa bersalah karena sudah berbohong padaku. Namun aku lebih terkejut saat pria yang ku kira kekasih Minso berbalik. Aku bisa melihat dengan jelas wajahnya. Dia … Jonghyun. Dan setelah hari itu, mereka tak pernah muncul lagi di hadapanku.” Nara Mengakhiri ceritanya dengan sudut matanya yang sudah mengalirkan cairan beningnya.

 

Kyuhyun membawa Nara kedalam pelukannya. Tangannya mengepal dan rahangnya mengeras menahan amarah.

 

“Harusnya tadi aku menghajar si brengsek itu,” desisnya kesal.

 

“Maafkan aku, Sayang, kau jadi mengingat semuanya gara-gara aku.” Kyuhyun mengeratkan pelukannya sambil menciumi puncak kepala Nara.

 

“Tak apa, Kyu, aku justru lebih lega karena sudah memberitahumu semuanya.”

 

Kyuhyun melepas pelan pelukannya, tangannya berada di kedua pundak Nara.

 

“Mulai sekarang kau harus menceritakan apapun yang mengganjal di hatimu. Aku tak ingin kau menanggung kesakitanmu sendiri, kau harus membaginya denganku.” Kyuhyun berkata dengan lembut, sementara Nara hanya mengangguk.

***

 

Nara berdiri di balkon kamar suite itu, sekedar menikmati udara pagi dan bau embun yang masih kuat menguar di puncak hotel berlantai 60 itu.

 

Menikmati bau embun di pagi hari adalah salah satu kegiatan favorit Nara, selain merawat tanaman-tanaman di green house-nya.

 

Nara masih dengan kegiatannya menikmati bau embun dan embusan udara pagi yang menerpa tubuhnya dengan lembut, saat tiba-tiba ia merasa sebuah lengan kekar membelit pinggang rampingnya. Nara menoleh ke belakang namun ia sedikit terkejut karena kecupan sekilas di bibirnya.

 

“Kau bangun, Kyu?”

 

“Heum … karena aku tak menemukanmu.”

 

“Bukankah kau lelah? Lebih baik kau berbaring lagi.”

 

“Tidak, lebih nyaman seperti ini di banding berbaring di ranjang tapi tak ada kau di sebelahku.” Kyuhyun menjatuhkan dagunya di bahu nara lalu mengeratkan pelukannya di pinggang Nara. “Apa kau tak kedinginan?” Kyuhyun kembali bersuara.

 

“Tidak, aku menyukai terpaan angin pagi, terasa menyegarkan dan membuatku lebih bersemangat.” Nara tersenyum kecil.”Apa kau yakin hari ini tak akan kekantor, Kyu?”

 

“Heum … aku ingin menghabiskan hari ini hanya denganmu, anggap saja ini sebagai tebusan untuk seminggu kemarin.” Kyuhyun memutar tubuh Nara untuk menghadapnya. “Dan lagi … aku ingin cepat-cepat mengabulkan keinginan ketigamu.”

 

Kyuhyun seketika menempelkan bibirnya pada bibir Nara, melumat bibir bawah dan atas Nara. Sesekali ia menyesap bibir cherry itu. Nara tak tinggal diam, ia membalas setiap lumatan Kyuhyun di bibirnya. Mencoba mengimbangi pergerakan bibir suaminya itu.

 

Kyuhyun menggendong Nara kedalam, membaringkan Nara di bawah kuasanya. Dan setelahnya kamar itu dipenuhi dengan desahan nikmat, yang diiringi dengan harapan dari keduanya. Harapan akan kehadiran malaikat mungil untuk melengkapi kebahagiaan mereka.

***


Jung Capital Building, Seoul.
08.00 AM KST

“Perhatian semuanya!”

 

Suara bariton itu menghentikan kegiatan semua orang di ruangan itu yang tadinya tengah sibuk berkecimpung dengan pekerjaan masing-masing.

 

“Perkenalkan ini Park Chanyeol, dia akan menempati posisi Han Dojoon yang resign beberapa hari yang lalu.”

 

Annyeonghaseyo, aku Park Chanyeol, mohon bimbingannya,” ujar Chanyeol sambil membungkuk kepada rekan kerja barunya.

 

Chanyeol mendapat sambutan yang baik di tim itu, bahkan salah satu gadis terlihat berusaha menarik perhatiannya.

 

“Seungwan-ssi kau bertugas membimbing Park chanyeol sela-”

 

Timjjangnim! aku bersedia membimbing Park Chanyeol,” potong Song Jieun yang dari tadi memang terlihat sangat tertarik dengan Chanyeol.

 

“Maaf Song Jieun-ssi, aku ingin memberikan tugas ini pada Seungwan, kau bersediakan Seungwan-ssi?” ujar Kim Dojin sambil menatap penuh perintah pada Seungwan.

 

“N-Nde, Timjjangnim,” jawab Seungwan sedikit ragu. Sementara Song Jieun hanya menggerutu dalam hati.

 

“Seungwan adalah maknae di tim ini, tapi kemampuannya dalam membuat strategi pemasaran adalah yang terbaik, semoga kau bisa belajar banyak darinya Chanyeol-ssi.”

 

Nde, aku pasti belajar banyak darinya.”

 

“Baiklah, mejamu ada di sebelah sana” menunjuk meja yang terlatak di sudut kanan ruangan itu, bersebelahan dengan meja Seungwan.

 

Nde.”

 

Chanyeol sedikit membungkukkan badannya, setelah itu ia melangkah ke meja yang tadi ditunjuk oleh tim leader-nya itu.

 

Seungwan mendekati meja Chanyeol saat pria itu telah duduk di belakang mejanya, memberikan beberapa lembar kertas pada Chanyeol.

 

“Kau hanya perlu mempelajari data-data ini terlebih dahulu, setelah itu kita akan merancang strategi pemasarannya,” ujar Seungwan memberi penjelasan pada Chanyeol.

 

“Kau tak mengingatku?” tanya chanyeol tanpa memedulikan kertas-kertas yang di sodorkan Seungwan padanya.

 

“Tentu saja aku mengingatmu, bukankah timjjangnim baru saja memperkenalkanmu? ingatanku tak seburuk itu,” ketus Seungwan.

 

“Kau benar-benar tak mengingat pertemuan kita sebelumnya ya?”

 

“Jangan pergunakan cara klasik itu untuk merayuku.” Kembali gadis itu menanggapi ucapan Chanyeol dengan ketus.

 

“Ternyata kau benar-benar tak mengingatnya, Psyco Girl.”

 

Dengan seketika mata Seungwan melebar.

 

Dia memanggilku psyco girl? Itu berarti …, Seungwan membatin. Gadis itu masih tenggelam dengan pemikirannya.

 

“Sepertinya kau sudah mengingatnya.” Chanyeol menyeringai.

***


Kyuhyun’s Home, Gangam, Seoul.
07.00 PM KST

Kyuhyun dan Nara saat ini tengah berada di dalam lamborghini-nya menuju kediaman mereka. Kyuhyun benar-benar menghabiskan harinya berdua dengan Nara. Bahkan ia mengurung dirinya dan Nara seharian di dalam kamar hotel. Jangan tanyakan apa saja yang mereka lakukan, sehingga membuat mereka baru kembali ke rumah saat matahari sudah kembali ke peraduannya. Kyuhyun bilang ia sedang berusaha memenuhi keinginan ketiga Nara. Ah … sudahlah kita lupakan saja kemesuman seorang Cho Kyuhyun.

 

Saat ini mereka telah sampai di dalam rumah. Terlihat bibi Kim sedikit tergesa mendekati mereka. Wanita tua itu terlihat khawatir.

 

“Tuan muda maafkan saya, karena—”

 

Oppa!” dengan tiba-tiba seorang gadis memeluk Kyuhyun, hingga membuat pria itu terkejut, sementara Nara juga tak kalah terkejut.

 

“Aku merindukanmu.”

TBC

54 thoughts on “When The Smile Being Ornate Part 3

  1. Gak tau lagi mau komentar apa guee.. tapi gue cuma mau bilang “Thor, ff lu ini penuh dengan kejutan”
    Tetap semangat untuk menulis yaaaa, jangan pernah menyerah untuk berkarya walaupun banyak orang yang menjudge anda (termasuk saya di part awal)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s