A Song For You Part 3


 

Author          : DraKyu

Tittle         :  A Song For You Part 3

Category       : NC 17, Yadong, Romance, Family, Chapter

Cast             :

  1. Cho Kyuhyun (Super Junior)
  2. Park Channie (OC)
  3. Park Chanyeol (EXO)

Other Cast        :

  1. Park Chanbie (OC)
  2. Super Junior Members
  3. EXO-K Members

 

Author’s Note    : Holla! Aku datang membawa part 3 hehe. Makasih banyak buat admin yang udah post cerita ini. Buat reader yang udah baca cerita ini dan juga untuk like dan comment kalian yang memberikan inspirasi dan evaluasi buat aku hehe makasih banyak semuanya. Semoga ceritanya tidak mengecewakan.

Happy reading~ :*

 

 

 

Channie sedang duduk disebuah restaurant mewah. Ia sedang menunggu kliennya. Bukan, lebih tepatnya senior di universitasnya, Choi Siwon. Ternyata orang yang dimaksud Ryeowook itu adalah Siwon. Siwon adalah Presdir Hyundai Group, pemilik saham terbesar di Chanryeo Group. Ia yakin Siwon akan membantunya untuk mengalahkan Park Chanwoo.

 

“Annyeonghassaeo Channie-ssi,” suara Siwon membuyarkan lamunan Channie. Channie tersenyum dan berdiri, lalu berjabat tangan dengan Siwon.

 

“Silahkan duduk Siwon-ssi,” ucap Channie.

 

“Maaf membuatmu menunggu lama,” sesal Siwon.

 

“Tak apa, aku baru datang 5 menit yang lalu. Silahkan memesan makananmu,” ujar Channie. Mereka pun memesan Steak Tenderloin dan sampagne.

 

“Aku kira pertemuan dengan teman satu universitas tidak akan seformal ini,” tutur Siwon. Channie terkekeh.

 

“Entahlah, dulu kau senior di ekstrakulikulerku. Tapi sekarang kau salah satu investorku. Jadi apakah aku masih boleh melipat kertas absensi menjadi bentuk pesawat dan menerbangkannya kearahmu?” tanya Channie. Siwon pun tertawa mendengarnya.

 

“Tak ada kertas absensi disini. Dan aku tidak menyarankanmu untuk membuat vas bunga itu menjadi origami pesawat,” balas Siwon. Channie pun tertawa mendengarnya.

 

“Kita tak perlu menggunakan bahasa yang formal Channie-ah,” ucap Siwon.

 

“Baiklah sunbae,” jawab Channie.

 

“Jadi, apakah direktur Park masih suka bernyanyi?” tanya Siwon.

 

“Tentu saja. Tapi aku sudah tidak bergabung dengan paduan suara lagi. Aku sekarang menjadi artis kamar mandi. Dan terkadang aku ikut bergumam ketika paduan suara gereja menyanyikan lagu-lagu pujian,” jawab Channie. Siwon pun tertawa.

 

“Aku masih ingat suaramu ketika pertama kali ikut seleksi tim paduan suara dulu,” kenang Siwon.

 

“Aku berharap kau mengingat suaraku saat aku benrnyanyi di perlombaan atau saat misa natal. Suaraku saat seleksi sangatlah tidak layak didengar,” keluh Channie.

 

“Benarkah? Kau tidak bisa membuat kesimpulan begitu. Orang lain yang mendengar dan menilai suaramu,” tutur Siwon. Channie tertawa.

 

“Arasseo, aku tidak akan pernah menang melawan senior,” sindir Channie. Siwon terkekeh mendengarnya.

 

“Kau tahu kan, senior tidak pernah salah,” ucap Siwon. Channie hanya mencibir mendengar perkataan Siwon.  Kemudian pelayan datang dan membawa makan pesanan Siwon dan Channie.

 

“ Silahkan dinikmati,” ucap Channie. Siwon memgangguk dan mulai memakan steak nya.

 

“Bagaimana Chanryeo Group? Pasti kau bisa mengatur semuanya,” ucap Siwon.

 

“Ayolah sunbae, aku hanya direktur keuangan,” jawab Channie.

 

“Benarkah? Lalu presdirnya?” tanya Siwon.  Channie mengangkat bahu mendengarnya.

 

“Molla. Tapi pamanku bersikeras mendapatkannya,” jawab Channie.

 

“Begitukah?” gumam Siwon. Channie hanya tersenyum mendemgarnya.

 

“Kalau kau butuh sesuatu, katakan saja padaku. Aku siap membantu,” ujar Siwon.

 

“Ne sunbae, terima kasih banyak,” balas Channie.

 

**

 

 

Setelah bertemu dengan Siwon, Channie berjalan-jalan di sekitar restaurant tadi. Channie melihat sebuah perpustakaan di dekat situ. Tertarik melihat eksteriornya, Channie pun memutuskan untuk masuk ke dalam perpustakaan tersebut.

 

Interior yang didominasi oleh kayu-kayu berwarna coklat membuat perpustakaan itu terasa hangat. Rak-rak buku yang tinggi terisi oleh buku-buku yang tersusun rapi. Channie tersenyum dan berhenti di depan buku yang berisikan buku-buku tentang kedokteran dan kesehatan. Channie tersenyum geli mengingat dulu saat ia masih kecil, ia bercita-cita untuk menjadi seorang dokter. Tapi cita-cita itu musnah seketika ketika ia dirawat dirumah sakit. Channie disuntik oleh dokter dan ia menangis ketakutan melihat jarum suntik. Sejak saat itu, menjadi dokter bukan tujuan hidupnya lagi.

 

Channie berjalan lagi dan melihat buku-buku tentang tanaman hias. Channie meringis mengingat saat dulu ia membantu ibunya menanam mangga, Channie berteriak histeris ketika ada cacing di tanah yang akan dijadikan media tanam. Sejak itu pula, Channie tidak pernah berkebun lagi.

 

Channie memutuskan untuk membaca buku biografi pengusaha sukses pemilik Microsoft, Bill Gates. Channie duduk di salah satu kursi empuk didekat jendela besar. Channie membaca buku itu dengan penuh minat.

 

“Channie-ssi?” sapaan seseorang membuat Channie menoleh.

 

“Oh, Kyuhyun-ssi,” jawab Channie sambil tersenyum. Channie tidak menduga sama sekali akan bertemu Kyuhyun ditempat ini.

 

“Aku tak akan mengira akan bertemu denganmu disini,” ucap Kyuhyun.

 

“Hmmhmm, aku pun tak tahu jika akan bertemu denganmu disini,” tutur Channie.

 

“Kau memang suka berkunjung kesini?” tanya Kyuhyun.

 

“Aku baru pertama kali ketempat ini. Tadi aku habis bertemu dengan kolega bisnisku, dan aku berjalan-jalan disekitar sini. Dan saat aku melihat perpustakaan ini, aku langsung tertarik untuk berkunjung. Akhirnya disinilah aku,” jawab Channie.

 

“Ah begitu. Kebetulan sekali ya,” ujar Kyuhyun.

 

“Kebetulan itu tidak ada Kyuhyun-ah,” balas Channie sambil tersenyum.

 

“Eh? Tidak ada?” Kyuhyun keheranan. Dan ia lebih heran ketika Channie tidak menyebut namanya dengan sapaan informal.

 

“Tidak apa kan kita tidak menggunakan sapaan formal? Aku rasa ini akan lebih nyaman,” tutur Channie. Kyuhyun hanya mengangguk dan tersenyum.

 

“Jadi menurut pandanganku, kebetulan itu tidak ada Kyu-ah. Karena kau tahu kan setiap orang sudah mempunyai takdir dan jalan hidup masing-masing? Lalu ketika sesuatu yang disebut ‘kebetulan’ itu terjadi, pasti hal itu sudah dituliskan dalam takdir seseorang kan? Misalnya hari ini, kita bertemu secara kebetulan. Tapi itu memang sudah tertulis dalam takdirmu dan takdirku jika hari ini kita akan bertemu, disini. Jadi memang ‘kebetulan’ itu sudah ada dalam takdir kita. Dan saat waktu untuk takdir itu tiba, disitulah kita merasa kebetulan itu ada,”jelas Channie. Kyuhyun menyimak dengan penuh kekaguman.

 

“Cara pandamgmu memang berbeda dari kebanyakan orang Channie-ah,” ujar Kyuhyun. Channie tertawa mendengar kalimat Kyuhyun.

 

“Menjadi berbeda itu bukanlah sesuatu hal yang tabu. Selama kau bisa mempertanggung jawabkan pendapatmu,” sahut Channie. Kyuhyun terkagum lagi.

 

“Jinjja Park Channiiiee…….” Kyuhyun kehabisan kata-kata mengungkapkan kekagumannya pada Channie. Channie tertawa.

 

“Jadi, kebetulan kita bertemu di kereta, kebetulan kita bertemu lagi di kedai kopi itu, dan secara kebetulan kau adalah kakak dari Park Chanyeol, dan kebetulan kita bertemu lagi disini. Jadi itu semua sudah menjadi takdir kita kan? Aku terikat denganmu,” Kyuhyun mengucapkan kata terakhir dengan sepenuh hati.

 

“Yaa, mungkin begitu,” sahut Channie.

 

Benar, kau memang takdirku,” ucap Kyuhyun dalam hati.

 

“Setelah ini kau mau kemana?” tanya Kyuhyun.

 

“Aku tidak tahu. Tapi aku malas kembali ke kantor. Kau tidak mengajar?” tanya Channie.

 

“Sebagai guru baru jadwalku belum terlalu padat. Jadi aku hanya mengajar sampai jam 1,” jawab Kyuhyun.

 

“Ah begitu. Lalu untuk apa kau kesini?” tanya Channie lagi.

 

“Membeli stik drum,” jawab Kyuhyun bercanda.

 

“Aku salah bertanya,” keluh Channie. Kyuhyun tertawa melihat ekspresi wajah Channie.

 

“Aku kesini untuk mencari buku tentang perkembangan musik zaman Barok,” jawab Kyuhyun.

 

“Untuk apa? Tesis magister?” tanya Channie lagi.

 

“Aku sudah lulus S2 Channie-ah. Ini hanya untuk bahan ajar” jelas Kyuhyun.

 

“O! Daebak Kyuhyun-ah! Aku tidak tahu jika kau sudah menyelesaikan S2 mu semuda ini,” tutur Channie.

 

“Tahu dari mana jika aku masih muda?” goda Kyuhyun.

 

“Eyy jinjja,” cibir Channie. Kyuhyun tertawa lagi melihat tingkah Channie. Mengobrol dengan Channie membuatnya merasa nyaman.

 

“Channie-ah, bagaimana kalau kita pergi ke sungai Han?”

 

 

**

 

“Aaaaah segarnyaa,” Channie menghirup napas dalam dalam dan memejamkan matanya. Menghirup oksigen yang sebanyak yang ia bisa. Udara dibawah pohon ini sungguhlah sejuk, terlebih ia dapat memandang indahnya pemandangan sungai Han.

 

Kyuhyun yang melihat Channie memejamkan mata membuatnya ikut memejamkan matanya juga. Ia menyenderkan badannya pada kursi panjang yang terbuat dari kayu itu. Kyuhyun menghirup napas dalam-dalam dan kemudian menghembuskannya perlahan.

 

“Aku ingin mendengar kau bernyanyi Channie-ah,” ujar Kyuhyun.

 

“Ne?!” Channie lansung menengokkan wajahnya kearah Kyuhyun. Ia kaget mendengar permintaan Kyuhyun barusan. Kyuhyun membuka matanya dan menoleh pada Channie. Tersenyum hangat padanya.

 

“Entahlah, itu terucap begitu saja. Dan aku rasa jika Park Channyeol jago bermusik dan juga pintar bernyanyi, begitu pula dengan noonanya,” tutur Kyuhyun.

 

“Ah, kau bergurau. Chanyeol memang pandai bermusik. Karena itu memang hidupnya dan sejak kecil ia giat mengikuti les music. Sedangkan aku hanya bernyanyi ala kadarnya saja,” jawab Channie.

 

“Benarkah? Aku dengar kau tergabung dalam paduan suara mahasiswa Universitas Seoul,” ucap Kyuhyun.

 

“Eh? Kau tahu darimana? Ah, pasti Park Chanyeol yang mengatakannya padamu,” keluh Channie. Kyuhyun terkekeh.

 

“Ayolah,” rajuk Kyuhyun.

 

“Mwo?” tanya Channie.

 

“Bernyanyi,” jawab Kyuhyun.

 

“Aku takut kau akan menenggelamkan diri ke sungai ini jika mendengar suaraku,” ucap Channie merendah.

 

“Pasti karena suaramu merdu sekali,” puji Kyuhyun.

 

“Aish, kau berlebihan Kyu-ah,” elak Channie.

 

“Jebaal,” Kyuhyun memelas dengan menunjukkan wajah aegyo-nya. Channie yang melihat ekspresi Kyuhyun tertawa terbahak-bahak.

 

“Aigoooo, ekspresi wajahmu mirip anak kecil yang minta dibelikan eskrim. Kau seperti temannya Chanbie,” ledek Channie. Kyuhyun tersenyum menanggapinya.

 

“Arasseo. Uri Kyuhyun ingin dinyanyikan lagu apa eoh?” tanya Channie.

 

“Hmm, apa saja,” jawab Kyuhyun.

 

“Apa saja? Aku tidak tahu jika ada lagu yang berjudul ‘apa saja’,” ucap Channie. Kyuhyun menepuk jidatnya mendengar perkataan Channie.

 

“Park Channie aku akan benar-benar menenggelamkan diriku sekarang,” Kyuhyun frustasi sendiri. Channie terkekeh mendengarnya.

 

“Berada di sungai Han membuat aku ingin menyanyikan lagu ini,” ujar Channie. Kyuhyun langsung mengangguk dengan mata berbinar.

 

“Dengarkan ya Kyuhyun-ah,” Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum. Channie mulai mengatur napasnya dan mulai melantunkan suara indahnya.

 

Look at this stuff, isn’t it neat?

Wouldn’t you think my collections complete?

Wouldn’t you think I’m the girl

The girl who has everything?

 

Kyuhyun memejamkan mata mendengar suara Channie yang begitu lembut dan menenangkan hatinya. Suara Channie benar-benar memanjakan telinganya.

 

I wanna be where the people are

I wanna see, wanna see ‘em dancing

Walking around on those

What you call ‘em? Oh feet.

…..

When’s it my turn? Wouldn’t I love?

Love to explore and shore up above

Out of the sea,

Wish I could be part of that world

 

(Part Of Your World-The Little Mermaid’s OST)

 

Kyuhyun membuka matanya dan menatap Channie yang tersenyum manis padanya. Kyuhyun pun membalas senyuman Channie selembut yang ia bisa.

 

“Suaramu merdu sekali, Ariel!” puji Kyuhyun. Channie tertawa mendengarnya.

 

“Aku memang mirip denga Ariel,” ucap Channie dengan penuh percaya diri.

 

“Oo jinjja?! Apakah jika aku mendorongmu kedalam sungai ekor duyungmu akan keluar hmm?” tanya Kyuhyun dengan wajah penuh selidik.

 

“Kau akan dipenjara karena itu,” jawab Channie. Kyuhyun tertawa mendengar jawaban Channie.

 

“Bagaimana jika kita membuat lagu?” tawar Kyuhyun.

 

“Astaga kau selalu membuatku terkejut Kyuhyun-ah,” keluh Channie.

 

“Aku serius nona,” sahut Kyuhyun.

 

“Tapi kau mengajak orang yang salah. Jika kau menawarkan membuat lagu dengan Park Chanyeol maka itu wajar. Aku? Bukan ide yang bagus Kyu-ah,” jawab Channie.

 

“Terakhir kau bilang tidak bisa bernanyi, tapi saat kau bernyanyi kau membuat ku hampir tertidur karena suara lembutmu. Jadi aku rasa kau yang akan mengejutkanku dengan kata-kata indahmu,” ucap Kyuhun meyakinkan.

 

“Anniyaa, malah aku akan merusak lagumu,” tolak Channie.

 

“Anggap saja kau sedang musikalisasi puisi,” sahut Kyuhyun.

 

“Park Chanyeol benar-benar! Seberapa banyak kau tahu tentangku Kyu-ah?”

 

“Sebanyak yang tidak kau duga,” jawab Kyuhyun asal.

 

“Berapa nomor sepatuku?” tanya Channie.

 

“38,”

 

“Siapa penyanyi favoritku?”

 

“Celine Dion,”

 

“Kapan aku lahir?”

 

“23 September 1992,”

 

“Apa hal yang aku sukai?”

 

“Musim gugur and all about Disney,

 

“Hal yang tidak aku sukai?”

 

“Kincir raksasa dan hewan melata,”

 

“Makanan kesukaanku? Ah, yang ini pasti kau tidak tahu,”

 

“Permen chupa chups rasa strawberry milk. I know that,

 

“Jinjja Cho Kyuhyun! Apa kau membayar mahal adikku untuk menginterogasinya semua mengenai diriku eoh?” tanya Channie tak percaya. Kyuhyun tertawa mendengarnya.

 

“Yaampun kau terlalu percaya diri nona,” jawab Kyuhyun.

 

“Lalu?”

 

“Park Chanyeol yang menceritakannya sendiri. Dia selalu bercerita tentangmu dan Chanbie. Dan aku seorang pengingat yang baik tentunya,” jawab Kyuhyun. Channie mendengus.

 

“Kalian benar-benar!” omel Channie.

 

“Jadi, bagaimana dengan tawaranku?” tanya Kyuhyun.

 

“Baiklah, aku anggap itu sebagai paksaan,” Channie pun akhirnya setuju.

 

“Yaa, anggap saja begitu. Baiklah, kita mulai sekarang!” ajak Kyuhyun. Channie mengeluarkan notebook dan pulpennya.

 

“Kau benar-benar pecinta Disney! Oh, atau jangan-jangan kau merampasnya dari Chanbie?” tanya Kyuhyun saat melihat notebook berwarna biru dengan tulisan ‘Cinderella’ disampul bukunya.

 

“Enak saja! Aku membelinya sendiri,” sungut Channie.

 

“Arasseo arasseo,” jawab Kyuhyun.

 

“Kita mulai dengan kataapa Kyu-ah?” tanya Channie.

 

“Hm, bagaimana jika…” Kyuhyun menggantungkan kalimatnya.

 

“Seseorang!”

 

“Seseorang!” Kyuhyun dan Channie mengatakannya bersamaan.

 

“Baiklah, kita mulai dengan kata ‘seseorang’,” ujar Kyuhyun.

 

Sore itu, Sungai Han dan cahaya matahari senja menjadi saksi bagaimana Kyuhyun dan Channie sama-sama mengungkapkan perasaan mereka lewat untaian kata yang mereka susun menjadi sebuah lirik lagu.

 

 

Channie dan Kyuhyun berjalan menuju tempat mereka memarkirkan mobilnya. Channie dan Kyuhyun hanya menulis lirik lagunya saja, sedangkan untuk urusan melodi Kyuhyun yang akan mengurusnya.

 

“Kau yang menyetir ya,” ucap Channie.

 

“Baiklah, akan aku antarkan kau dan mobilmu dengan selamat sampai dirumah,” jawab Kyuhyun. Channie tersenyum mendengarnya.

 

“AGASSHII MENYINGKIRLAAAAHHH!!!” suara remaja-remaja pria mengejutkan Channie dan Kyuhyun. Para remaja itu mengayuh sepeda mereka dengan kecepatan maksimum dan hampir menyerempet tubuh Channie. Untunglah Kyuhyun menarik Channie sehingga para remaja itu dapat lewat tanpa melukai Channie.

 

“Saekkiya!” Kyuhyun mengumpat melihat tindakan anarkis para remaja itu. Channie sendiri masih berusaha menormalkan detak jantungnya. Bukan karena ia hampir ditabrak oleh para namja itu, tapi karena Channie sedang berada dalam pelukan Kyuhyun saat ini. Entah hanya perasaan Channie saja atau memang benar Kyuhyun memeluknya dengan posesif.

 

“Gwaenchana?” tanya Kyuhyun. Ia tak bisa menyembunyikan nada khawatirnya. Channie mendongkak dan menatap Kyuhyun.

 

“Aku baik-baik saja,” lalu Channie tersenyum untuk menenangkan Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk dan melepaskan pelukannya.

 

“Ayo kita pulang,” ajak Kyuhyun. Tak lupa ia mengganti posisi jalannya dengan Channie. Jadi sekarang Kyuhyun yang berjalan di pinggir.

 

“Kajja,” Channie masih bisa merasakan kehangatan pelukan Kyuhyun. Diam-diam ia tersenyum malu mengingat bagaimana Kyuhyun melindungi dirinya.

 

Nyaman, hanya itu yang Channie rasakan saat ini.

 

**

 

“Terima kasih kau telah mengantarku pulang,” ucap Channie.  Kyuhyun mengantarkan Channie sampai kerumah dengan selamat.

 

“EOMMMAAAA!!” lengkingan suara Chanbie menahan Kyuhyun untuk membalas terima kasih Channie. Chanbie berlari menghampiri Channie, dan Channie berjongkok untuk memeluk Chanbie. Terlihat Chanyeol juga berjalan di belakang Chanbie.

 

“Eoh ssaem kau disini? Kau habis berkencan dengan noona ku?” tanya Chanyeol dengan nada meledek. Kyuhun hanya tertawa kikuk dan Channie melayangkan tatapan mautnya pada Chanyeol.

 

“Kyuhyun oppa annyeong,” sapa Chanbie.

 

“Annyeong Chanbie-ah,” balas Kyuhyun.

 

“Kau darimana hmm?” tanya Channie.

 

“Aku habis mengantar Chanyeol oppa membeli makanan ringan,” jawab Chanbie.

 

“Ssaem, masuklah dulu. Kita makan ramyeon,” ajak Chanyeol sambil menunjukkan kantong plastik yang berisikan ramyeon dan beberapa makanan ringan.

 

“Ah, aku rasa lain kali saja,” tolak Kyuhyun halus.

 

“Waaae? Ini belum terlalu malam ssaem, lagipula besok sekolah libur,” Chanyeol tetap bersikeras.

 

“Iya oppa. Oppa mampirlah dulu sebentar,” sahut Chanbie.

 

“Kau tidak perlu kartu undangan untuk datang kerumah kami kan ssaem?” tanya Chanyeol.

 

Yang aku butuhkan undangan dari kakakmu,” jawab Kyuhyun dalam hati.

 

“Ayolah Kyu-ah, sebentar saja,” akhirnya Channie buka suara.

 

“Nah undangan yang kau nanti sudah datang ssaem, jadi ayo masuklah!” ucap Chanyeol yang bisa menebak isi pikiran Kyuhyun. Chanyeol langsung menarik lengan Kyuhyun dan menyeretnya masuk kedalam rumah.

 

Untuk kali ini  Channie merasa harus berterima kasih pada adiknya yang menyebalkan itu, karena ia merasa senang  bisa menghabiskan waktu lebih lama lagi bersama Kyuhyun.

 

 

“Lihatlah ssaem, entah mengapa wajah noona-ku seperti orang yang depresi jika berfoto denganku!” seru Chanyeol sambil menunjuk foto masa kecilnya. Kyuhyun dan keluarga kecil itu sedang melihat album foto masa kecil Channie dan Chanyeol.

 

“Aku tidak mau difoto bersama dia! Dulu wajahnya begitu aneh, jadi aku malu jika berfoto dengannya!” sahut Channie membela diri. Sedangkan Kyuhyun hanya tertawa melihat pertengkaran kakak beradik itu.

 

“Eonnie sangat mirip denganku!” Chanbie yang sedang duduk dipangkuan Kyuhyun berkata sambil menunjuk foto ketika Channie masih kecil. Difoto itu Channie sedang mengikuti perlombaan menyanyi.

 

“Berapa usiamu saat itu?” tanya Kyuhyun.

 

“Ya, sekitar lima atau enam tahun,” jawab Channie.

 

“Lihatlah, usianya baru lima tahun tapi sudah memakai make up sangat tebal seperti ahjumma sosialita! Yaampun noona, kau tua sebelum waktunya!” maki Chanyeol. Tak terima dengan perkataan Chanyeol, Channie langsung menyambar rambut Chanyeol dan menarik-nariknya. Membuat Chanyeol berteriak kesakitan.

 

“Katakan itu sekali lagi, maka kau akan mati dengan tragis Park Chanyeol!” ancam Channie sambil melepaskan jambakannya. Chanbie dan Kyuhyun hanya tertawa melihat Chanyeol yang disiksa oleh Channie.

 

“Kau brutal sekali astaga! Jangan-jangan jika nanti kau menikah kau akan melakukan kekerasan pada suamimu! Kyu ssaem, berhati-hatilah,” ucap Chanyeol sambil mengusap-usap rambutnya sendiri.

 

“Tutup mulutmu!” omel Channie. Sedangkan Kyuhyun hanya mengacungkan jempolnya pada Chanyeol, tanda ia setuju.

 

“Oppa, ini eomma kami. Mirip dengan Chanyeol oppa ya?” Chanbie menunjuk foto Channie yang masih kecil sedang duduk bersama ibunya. Senyum eomma Channie sangatlah hangat dan keibuan. Tapi wajahnya yang cantik sangat mirip dengan Chanyeol.

 

“Iya, beliau sangat mirip dengan Yeollie,” ujar Kyuhyun.

 

“Kalau aku mirip papa,”sahut Channie.

 

“Masa bodoh!” timpal Chanyeol. Channie langsung memukul Chanyeol dengan bantal sofa.

 

“Oh ya Eonnie, kapan papa akan pulang? Papa bekerja diluar kota terus, aku rindu pada papa,” perkataan Chanbie sukses membuat Channie dan Chanyeol terdiam. Kyuhyun pun mengerti suasana hati Channie.

 

“Emm, papa masih sibuk sayang,” jawab Channie kaku.

 

“Aneh sekali. Kyu oppa, kau bisa menghubungi orang tuamu yang ada di Busan kan? Papa kami sangat sibuk sampai tidak ada waktu untuk menghubungi kami,” ucap Chanbie polos.

 

“Terkadang orang tua memang sangat sibuk sayang. Seringkali oppa juga tak bisa menghubungi mereka, karena mereka saaangat sibuk,” jelas Kyuhyun. Kyuhyun menoleh pada Channie yang matanya sudah berkaca-kaca. Sedangkan Chanyeol menggenggam tangan Channie untuk menenangkan kakaknya.

 

“Sudah malam princess, sebaiknya kau segera pergi tidur,” ucap Kyuhyun. Chanbie pun mengangguk.

 

“Baiklah oppa. Selamat malam,” Kyuhyun tersenyum mendengarnya. Chanbie turun dari pangkuan Kyuhyun dan menghampiri Channie.

 

“Eonnie jaljayo,” Chanbie pun mencium pipi Channie.

 

“Nee, jaljayo,” Channie menjawabnya dengan suara yang bergetar. Channie memeluk Chanbie dan berusaha keras menahan air matanya.

 

“Kajja, kita sikat gigi dulu sebelum tidur,” ajak Chanyeol. Chanyeol menggendong Chanbie dan membawanya ke kamar Chanbie.

 

Kyuhyun menggeser duduknya dan melihat Channie yang mulai menangis. Kyuhun mengusap punggung Channie untuk menenangkannya, tapi air mata Channie keluar semakin deras. Tak tahan melihat Channie menangis, Kyuhyun pun memeluk Channie. Mendekapnya dengan penuh kehangatan. Channie pun menangis tersedu-sedu didalam pelukan Kyuhyun.

 

“Aku sudah membohonginya…aku sudah membohongi adikku sendiri,” Channie mengadu dengan suara yang sangat menyedihkan.

 

“Ssstt, kau melakukan ini demi kebaikannya. Nanti pasti dia akan mengerti,” ujar Kyuhyun. Channie tak menanggapi perkataan Kyuhyun dan tetap menangis. Kyuhyun menarik Channie dari pelukannya dan membuat mereka bertatapan.

 

“Kau sangat menyayangi adik-adikmu. Kau selalu menginginkan yang terbaik untuk mereka. Kau akan melakukan segalanya untuk membuat mereka bahagia. Tenanglah, jangan khawatir Channie-ah. Chanbie akan mengerti nanti, karena dia sangat menyayangimu,” jelas Kyuhyun lembut. Kyuhyun menyeka air mata yang mengalir di pipi Channie. Channie mengangguk mendengar perkataan Kyuhyun.

 

“Sudah jangan menangis lagi. Chanbie akan memarahiku jika melihatmu menangis. Bisa-bisa dia mengira bahwa aku sudah berbuat jahat pada eonnienya,” ucap Kyuhyun sambil mengusap rambut Channie. Channie terkekeh mendengarnya dan mengusap air matanya.

 

“Uljimaa, kau adalah kakak yang baik Park Channie,”  Kyuhyun memeluk Channie kembali untuk menenagkannya. Channie pun membalas pelukan Kyuhyun dan bersandar didadanya.

 

“Gomawo. Kau hadir di masa-masa sulitku seperti malaikat. Terima kasih Kyu-ah,” ucap Channie tulus. Kyuhyun tersenyum mendengarnya.

 

“Aku akan selalu ada untukmu, jangan merasa sendirian lagi. Ada aku yang akan melindungimu, melindungi Chanyeol dan Chanbie,” jawab Kyuhyun. Channie hanya mengangguk menanggapinya.

 

“Pasti kau sudah dengar semua cerita tentang ayahku dari Chanyeol,” gumam Channie.

 

“Ne, Chanyeol juga bercerita tentang ayahmu,” jawab Kyuhyun.

 

“Aku rasa lebih baik memberi tahu Chanbie jika ayahnya sedang pergi bekerja daripada memberi tahunya jika ayahnya meninggal karena menjadi korban tabrak lari,” ujar Channie.

 

“Kau mengerti apa yang terbaik untuknya,” tutur Kyuhyun. Channie pun melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun.

 

“Terima kasih,” Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan Channie.

 

“Baiklah, kalau begitu aku pulang sekarang,” pamit Kyuhyun. Channie sedikit kecewa mendengarnya.

 

“Aku antarkan sampai kedepan,” Channie beranjak dari sofa dan Kyuhyun juga ikut berdiri. Mereka berjalan beriringan keluar rumah.

 

“Istirahatlah, jangan sampai kau kelelahan,” pesan Kyuhyun.

 

“Ne, hati-hati dijalan Kyu-ah,” balas Channie.

 

“Masuklah, selamat malam,” Kyuhyun melambaikan tangannya. Kyuhyun berbalik dan mulai berjalan. Entah apa yang dipikirkan Channie, ia berlari kecil dan menyusul Kyuhyun. Channie yang berdiri tepat dihadapan Kyuhyun membuat Kyuhyun terkaget.

 

Chuu~

 

Channie mencium bibir Kyuhyun singkat. Kyuhyun yang tidak tahu akan mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa diam mematung.

 

“Ne, jaljayo,” ucap Channie pelan. Kemudian ia berlari pelan meninggalkan Kyuhyun dan menyembunyikan rona merah diwajahnya.

 

Chuu~

 

Kyuhyun menyusul Channie dan menarik lengannya, membuat Channie berbalik menghadap Kyuhyun. Kyuhyun mendekap tubuh Channie dan mencium bibirnya. Sedikit menyesapnya untuk merasakan bibir Channie yang manis.

 

“Kau selalu mencium setiap orang yang akanpulang dari rumahmu, hmm?” suara bass Kyuhyun menggelitik telinga Channie setelah ciuman mereka terlepas.

 

“Aniyaa, keugee…..” Channie tak bisa melanjutkan kata-katanya. Kondisinya terlalu rumit untuk berkata-kata. Jantungnya masih berdegup kencang dan otaknya masih mengulang-ulang adegan ciuman mereka barusan.

 

“Hanya lakukan itu untukku. Arachi?” Kyuhyun mengatakannya sambil membelai pipi Channie. Channie hanya mengangguk sambil tersenyum.

 

“Masuklah, dan tidur dengan nyenyak. Mimpi indah,” tutur Kyuhyun.

 

“Arasseo.see you,” Channie melambaikan tangannya dan tersenyum pada Kyuhyun. Kemudian ia berbalik dan masuk kedalam rumah.

 

Di balik pintu, ia mengintip Kyuhyun yang sudah melewati pagar rumahnya. Kemudian Channie mengingat kejadian beberapa menit lalu yang membuatnya mtersenyum sendiri. Tingkahnya seperti remaja labil yang sedang kasmaran.

 

“Wae geurae?” Chanyeol yang melihat tingkah aneh kakakknya bertanya dengan nada khawatir sekaligus penasaran. Channie berdehem untuk menormalkan ekspresinya kembali dan pura-pura tidak terjadi apa-apa.

 

“Tidak ada,” jawab Channie ketus. Channie pun meninggalkan Chanyeol yang masih menatapnya dengan heran.

 

“Pasti ada sesuatu yang terjadi,” gumam Chanyeol penuh selidik.

 

 

“Papa, Eomma, apa kabar?” Channie berbicara pada foto orang tuanya. Channie merasa rindu pada orang tuanya, sangat.

 

“Eomma, sepertinya aku sudah bertemu dengan prince ku. Dia tampan, dan tidak menyebalkan seperti Chanyeol,” Channie bercerita pada eommanya.

 

“Papa, sepertinya datang untuk mengambil alih tugas Papa. Dia menyayangi Chanyeol dan Chanbie. Aku bisa lihat itu dari matanya. Dan dia juga melindungi dan menjagaku, Pa. Jika aku berpacaran dengannya tidak apa ya, Pa? Papa jangan menginterogasinya terlalu berlebihan. Dan jangan pasang muka yang galak padanya. Nanti dia malah kabur,”  Channie tersenyum pada foto Papanya. Air mata mulai menggenangi mata Channie.

 

“Pa, Eomma, berbahagialah disurga. Kami disini baik-baik saja. Habiskanlah waktu kalian dengan hal-hal yang menyenangkan, pasti kalian sudah saling melepas rindu kan? Kami disini merindukan kalian. Aku sangat merindukan Papa dan Eomma,” Channie memeluk foto kedua orang tuanya dan mulai menangis. Channie berharap dengan memeluk foto orang tuanya, rasa rindunya bisa sedikit terobati.

 

**

 

Kyuhyun kembali memulai aktivitas pagi harinya sebagai seorang guru musik. Sebelum berangkat ke Hwanyeo High School, Kyuhyun selalu mampir ke kedai kopi yang tak jauh dari Hwanyeo untuk membeli hot Americano.

Kyuhyun berjalan di trotoar bersama orang-orang yang sibuk melangkahkan kaki ke tujuan mereka. Kyuhyun sudah bisa melihat kedai kopi yang ia tuju sampai seseorang memanggil namanya.

 

“Kyu-ah?” suara wanita itu membuat Kyuhyun menoleh. Dan serasa hancur langit diatas sana begitu Kyuhyun melihat siapa wanita yang memanggilnya dan tersenyum padanya. Wanita itu berjalan mendekat dan kemudian memeluk Kyuhyun dengan anggunnya.

 

“Aku tidak menyangka kita akan bertemu disini. Aku sangat merindukanmu Kyu-ah,” ucap wanita itu manja.

 

Sedangkan Kyuhyun hanya diam. Memikirkan tentang apa yang harus ia lakukan saat ini.

 

 

TBC~

 

 

Siapakah wanita itu?

.

.

.

.

Wanita itu adalah AUTHOR-nim :”D

Wkwkwk bukanlaah, wait and see cerita selanjutnya yaaa,

See You Soon :*

45 thoughts on “A Song For You Part 3

  1. Channie udah ada musuh sama pamannya sendiri, muncul malaikat penyelamat channie si kyuhyun… dan sekarang apa lagi?? Jangan2 tuh nenek sihir dari masa lalu kyuhyun

    Waduh!!

    Fihhting kak!!!

    Suka

  2. Mungkin kyuhyun memang malaikat kog di part 1 dia tiba2 gk ada kabar
    Duh sneng bgt liat kyu sama channie bersama
    Nah lho ada pihak ketiga datang siapa itu mungkinkah mantan kyu yg prrnah ninggalin kyu
    Jdi gk sabar nunggu part selanjutnya
    Segera publish y thor

    Disukai oleh 1 orang

  3. Siapa itu…siapa?? Jgn bilang klo itu mantan nya kyuhyun? Kan jadi nyebelin gituu, disaat udah dapet lampu hijau dr channie..eh tau2 ada yg mau nyerobot…sebel deh…sebel….

    Suka

  4. Engingeennnggggg
    Muncul daahhhh

    Gimana kalau Chanyeol liat itu ??? Pasti langsung niat jauhin Chanie sama c’Kyu ?!
    Pastinya itu bisa bikin Chanie sakit hatii :3

    & wat hepen ??? Itu masa lalu c’Kyu pan ???
    Kenapa balik lagi ye ???

    Suka

  5. Sedihh jadi chanbie 😥😥

    Kayanya itu seseorang dari masa lalunya kyu dehh semoga kyu beneran suka sama channie ..

    Nexttt kakk semangatt 💪💪

    Suka

  6. Kayaknya alur ceritanya emang dibuat lambat ya supaya bisa menikmati kisah awal hub Channie dan Kyu, jadi sepertinya harus sabar untuk menanti peristiwa yg menyebabkan konflik utama di awal cerita nih.

    Suka

  7. Kayaknya channie udah suka sama kyuu dan adik”nya ngerespon hubungan mereka wkwkwkkw
    Wanita masa lalu kyu kah ?
    Gimna klo channie tauu siapa wanita itu.
    Mulai ada konfliknyaa, seruu
    Next…💪

    Suka

  8. Duh si chanie sm kyu uda maen nyosor” an aje haha. Oh ya itu cewek pasti masalalu nya kyu dah, yakin banget. Haha mulai ini penyakit sok tau ane . Duh kira” siapa ya yang nabrak bapaknye chanie, moga cepet terungkap ya. Ok ditunggu nextnya. Aku suka banget, apalagi pas bagian keluarga park.

    Suka

  9. Siapa itu wanita itu apa wanita itu adalah mantan tunangan kyu?? Yeayy ada sedikit kemajuan tentang hubungan kyu dan channie mereka saling membutuhkan tapi belum mengungkapkannya ayilan kyu channie segera katakan isi hati kalian bahwa kalian saling mencintai sebelum ada pihak ketiga,,

    Suka

  10. jangan – jangan wanita itu cinta pertamanya kyuhyun ..bagaimana dengan channie..
    penyusunan kalimatnya masih ada yang kurang tepat.
    siwon sama channie akrab banget.
    mungkin karena memang channie mudah akrab.
    penasaran.
    next ..
    bagus 👍

    Suka

  11. Channie dan Kyu makin dekat malah membuat lagu bersama kan romantis banget kesannya. siapa wanita itu Kyu kaget banget dengan kehadirannya. apa mantan kekasihnya atau apa?

    Suka

  12. Selalu aja datang pengganggu saat lg manis manis gini, akh menyebalkan sekali itu pasti cewek masa lalunya kyuhyun! iyakan aothor? Iyakan? Iyakan?😂😂😂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s