Secret Love Affair Part 4


 

Author : Nonafuu

Tittle : Secret Love Affair

Category : NC21, Yadong, Romance, Sad, Chapter

Cast :

Cho Kyuhyun | Park Yeon Hee | Park Jaehyun

Other Cast :

Lee Hyukjae | Cho Aerin

 

❀❀❀❀

 

Kau gores luka diatas lukai dan ku taburi luka dengan kenangan indah, tak ada hal lain yang bisa aku lakukan. Meniggalkanmu? Tidak. Aku tak akan bisa meninggalkanmu.

 

 

❀❀❀❀

 

 

 

Dua minggu sudah Jaehyun tinggal di Seoul bersama Kyuhyun. Gadis itu menempati sebuah rumah mewah yang letaknya cukup strategis di tengah kota. Rumah itu milik Kyuhyun, namja itu memang telah menyiapkan masa depannya dengan matang. Bukan hanya rumah yang mewah namun juga tabungan masa depan dengan jumlah yang cukup fantastis.

 

Kini kehidupan Jaehyun seolah lebih berwarna, meski Kyuhyun masih tak pernah bersikap baik namun setidaknya namja itu masih mengingat rumah. Kyuhyun akan berangkat kantor pukul enam pagi dan pulang pukul sepuluh malam. Namja itu tak memiliki kesempatan untuk menyicipi makan malam buatan Jaehyun ataupun sarapan buatan gadis itu. Setiap hari Kyuhyun hanya akan berbicara seperlunya dan langsung tidur didalam kamarnya.

 

Perlu Jaehyun terangkan bahwa dirinya tidak tidur sekamar dengan Kyuhyun. Pria itu yang melarangnya untuk tidur bersama, Kyuhyun bilang ia tidak mau sekamar dengan gadis lain. Meskipun Jaehyun adalah istrinya namun Kyuhyun seolah mengabaikan kehadiran gadis itu disekelilingnya.

 

Drrrtttt…. Drrrttttt….

 

Suara dering telfon mengalihkan perhatian Jaehyun, gadis itu langsung menoleh kearah nakas dan mengabaikan kegiatan melipat pakaian untuk sekedar mengangkat panggilan tersebut. Gadis itu mengernyit saat nama Yeon Hee tertera dilayar ponselnya.

 

“Yeoboseo” seru Jaehyun semnbari duduk ditepi ranjang. Gadis itu menjepit oonsel diatara leinga dan bahu sebelah kanan sementara tangannya bergerak merapihkan ikat rambut yang sedikit merosot.

 

“Apa kau ada dirumah eonnie? Aku sudah di depan rumahmu”

 

Kedua mata Jaehyun seketika membelalak lebar, gadis itu langung menmegang ponselnya sambil bangkit dan keluar dari dalam kamarnya. “Kau kemari? Kenapa tidak menghubungiku sebelumnya?” ucap Jaehyun sambil bergerak menuju pintu depan. Gadis itu sempat memperhatikan penampilannya sebelum akhirnya membuka pintu utama.

 

“Aku akan memberi kejutan” Yeon Hee berseru sambil tersenyum singkat. Gadis itu mengangkat dua kantung plastik berisi makanan sebelum akhirnya melangkah masuk tanpa menghiraukan ekspresi Jaehyun. “Woaahh rumahnya besar sekali” puji Yeon Hee seraya meletakan plastik belanjaannya keatas meja.

 

Jaehyun tanpa sadar iut tersenyum, gadis itu menutup pintu kemudian berjalan mendekat kearah Yeon Hee. “Kapan kau tiba di Seoul?” tanya Jaehyun yang kini mulai membawa plastik belanjaan Yeon Hee kearah dapur.

 

Gadis itu belum menjawab, masih sibuk mengamati setiap sudut rumah mewah milik Jaehyun dan Kyuhyun dengan takjub. Setiap detail dekorasi yang terpasang bear-benar menggambarkan sosok Kyuhyun. Sebelumnya Yeon Hee pernah datang kesini, dulu rumah ini masih kosong dan saat itu mereka merencanakan masa depan indah disini. Dirumah yang baru saja selesai dibangun.

 

“Kenapa melamun?” suara lembut Jaehyun berhasil mearik Yeon Hee kealam sadar. Gadis itu mengerjapkan mata berkali-kali sebelum akhirnya menoleh kearah sang kakak yang telah selesai menyiapkan makan siang diatas meja makan.

 

“Aniya, rumahmu terlalu besar” balas Yeon Hee seadanya. Gadis itu berjalan menuju ruang makan, kemudian duduk disalah satu kursi sambil menikmati bulgogi yang ia beli  sebelum mampir kerumah kakaknya. “Aku sudah dua hari di Incheon, eomma memintaku kesana dan baru kemarin aku kembali ke Seoul”

 

Jaehyun menganggukan kepala, gadis itu duduk disamping Yeon Hee sambil ikut menikmati makanan bawaan adiknya tersebut. “Bagaimana pekerjaanmu? Sepertinya kau sangat sibuk”

 

“Direktur diperusahaanku baru saja diganti. Aku harus kembali menyusun agenda dan jadwal, belum lagi tugas-tugas yang dikembalikan karena tidak sesuai dengan keinginannya” Yeon Hee mulai bercerita. Jujur saja pekerjaannya kali ini cukup berat, Lee Hyukjae ternyata tipeorang yang amat perfectionis dalam pekerjaannya. Kesalahan sekecil apapun akan ia korekasi dan kembalikan jika hasilnya tidak sesuai dengan yang ia inginkan.

 

Meski begitu diluar urusan kantor namja itu kembali menjadi sosok yang hangat. Dia pandai bergaul dan selalu mudah menebar senyum, berbeda ika sudah duduk dibalik meja besar diruangan direktur utama. Wajahnya terlihat serius bahkan kadang membuat Yeon Hee sedikit takut.

 

“Jika aku tidak sakit aku pasti juga bisa bekerja” Jaehyun menimpali degan seyum kecil. Hal itu membuat Yeon Hee sedikit iba, kakaknya memang memiliki kelainan pada jantungnya. Sejak kecil Jaehyun selalu masuk kerumah sakit, gadis itu tak boleh terlalu lelah karena itu akan membahayakan kesehatanya.

 

Hal itu juga yang membuat Kyuhyun harus menikahinya, kondisi Jaehyun memburuk saat tahu bahwa Kyuhyun tidak pernah mencintainya. Namja itu hanya menganggapnya sebagai teman tidak lebih, perhatian yang Kyuhyun berikan sebatas pertahian pada calon kakak ipar namun Jaehyun menyalah artikan perhatian Kyuhyun sebagai rasa cinta. Gadis itu jatuh cinta pada Kyuhyun, dan mulai bersikap egois saat Kyuhyun menolaknya.

 

Suara derit dari pintu yang baru saja terbuka cukup mengangetkan Yeon Hee juga Jaehyun. Kedua gadis itu saling berpandangan sebelum akhirnya turun dari kursi masing-masing untuk mencari tahu siapa orang yang telah membuka pintu rumah tersebut. Dan detik itu senyum Jaehyun terbit saat melihat Kyuhyun pulang dengan pakaian kantornya.

 

“Kau sudah pulang? Apa ada yang tertinggal?” Jaehyun meraih jas Kyuhyun dan menyampirkannya di punggung sofa. Gadis itu tak menyangka Kyuhyun akan pulang secepat ini, dan jujur hatinya berbunga akan hal itu.

 

“Aku ingin makan siang dirumah” seru Kyuhyun singkat. Tatapan namja itu teralih kearah Yeon Hee yang berdiri mematung didepan pintu ruang makan. Gadis itu tak menyunggingkan senyum, berbanding terbalik dengan Jaehyun yang tersenyum senang.

 

“Kalau begitu aku akan mengahangatkan makannya sebentar”

 

Jaehyun langsung bergerak memanaskan makanan yang dibawa Yeon Hee juga masakannya yang sudah mulai mendingin. Ia tak menyangka jika Kyuhyun akan pulang untuk makan siang bersamanya. Sungguh sebuah kemajuan yanghebat.

 

Sementara itu Yeon Hee masih berdiam diri disana, gadis itu berniat menyusul Jaehyun namun Kyuhyun seolah memberinya tatapan untuk tetap diam hingga namja itu melangkah mendekat dan berdiri tak jauh dari gadis itu.

 

“Seminggu kau menghindariku” ujar Kyuhyun tajam. Yeon Hee meghela nafas, gadis itu melirik sekilas kearah Jaehyun sebelum akhirnya beralih menatap kearah Kyuhyun.

 

“Aku sibuk. Hyukjae memberikan banyak revisi pada tugasku jadi aku harus mengulangnya”

 

Hembusan nafas Kyuhyun kembali terasa, menerpa permukaan wajah Yeon Hee hingga menyebarkan bau mint yang sudah lama ia rindukan. Sungguh, ia ingin segera berhambur kedalam pelukan Kyuhyun sekarang juga.

 

“Keluar dari perusahaan itu. Kau bisa bekerja di kantorku, aku akan memberimu jabatan yang sama” ujar Kyuhyun tegas tanpa bisa dibantah. Membuat Yeon Hee menatapnya dengan pandangan yang sulit dijelaskan. “Aku tidak menyukai Lee Hyukjae” sambung Kyuhyun penuh penekanan.

 

Yeon Hee tahu Kyuhyun tak menyukai Hyukjae karena namja itu terlalu dekat dengannya. Hyukjae juga pernah sekali mengutarakan cinta pada Yeon Hee namun Yeon Hee tolak karena saat itu ia masih menyayangi Kyuhyun.

 

“Aku tidak bisa, terlalu aneh jika aku bekerja di kantor mantan kekasihku dan menjabat sebegai sekretarisnya”

 

Kyuhyun mendengus dengan tatapan tajam. “Tidak akan ada yang mencurigainya. Lagi pula kau adik ipar ku sekarang”

 

Entah kenapa mendengar Kyuhyun mengatakannya sebagai adik ipar membuat hati Yeon Hee terasa begitu perih. Kedua tangannya terkepal kuat sementara matanya tanpa sadar telah berkaca-kaca.

 

“Masakannya sudah siap oppa” Jaehyun berseru dari arah dapur, membuat Yeon Hee lengaung menengadahkan kepala untuk sekedar menahan air mata agar tidak terjatuh. Kyuhyun menghela nafas berat, namja itu kembali menatap Yeon Hee yang kinitelah melemparkan padangan darinya.

 

“Aku merindukanmu” bisiknya singkat. Sebuah kecupan mendarat dipipi Yeon Hee sebelum Kyuhyun beranjak meninggalkan Yeon Hee dan beranjak menuju meja makan. Yeon Hee masih terdiam ditempatnya, air mata tanpa sadar jatuh membasahi sebelah pipinya.

 

Ini terlalu menyakitkan. Aku tak bisa bertahan seperti ini. Batin Yeon Hee mulai lelah. Ia tak bisa berpura-pura dihadapan Jaehyun. Ia benci melihat kebahagiaan Jaehyun bersama Kyuhyun. Setelah menghapus jejak air matanya, Yeon Hee segera berbalik dan menampilkan wajah cerianya dihadapa Kyuhyun dan Jaehyun.

 

“Eonnie, aku pulang dulu” ujar Yeon Hee lengkap dengan senyum manis yang membuat Jaehyun mengernyitkan kening. Gadis itu tengah duduk disamping Kyuhyun yang juga tengah menatapnya dengan pandangan yang sulit dijelaskan.

 

“Kenapa cepat sekali? Kau tidak ikut makan siang?”

 

Yeon Hee langsung menggelengkan kepalanya, ia sama sekali tak menoleh kearah Kyuhyun. “Aku masih banyak pekerjaan eonnie” ujarnya dengan pandangan memohon pengertian. Jaehyun menghela nafas, gadis itu bangkit dan bergerak mendekat kearah Yeon Hee.

 

“Kau harus istirahat” ujar Jaehyun sambil memeluk singkat tubuh Yeon Hee. “Hati-hati dijalan eoh?” Yeon Hee menganggukan kepala, gadis itu menghela nafas singkat sebelum akhirnya melirik kearah Kyuhyun yang tengah sibuk menikmati bulgogi.

 

“Aku pulang dulu kakak ipar” seru Yeon Hee dengan senyum lebarnya. Meski begitu hatinya terasa diremas, gadis itu memaksakan diri untuk terkekeh bersama Jaehyun meski perasaannya hancur.

 

Yeon Hee langsung beranjak meninggalka meja makan. Sementara itu Kyuhyun yang sejak awal tak berniat menanggapi ucapan Yeon Hee mulai terusik. Namja itu menghela nafas sambil menggenggam erat sumpit ditangannya.

 

“Aku akan mengantarmu” suara berat Kyuhyun membuat Yeon Hee dan Jaehyun menoleh bersamaan. Kedua gadis itu menatap Kyuhyun dengan pandangan tak mengerti. Sementara Yeon Hee lebih pada kesal karena tindakan bodoh Kyuhyun bisa memicu kecurigaan.

 

“Kebetulan aku sedang mempelajari proposal kerja sama perusahaanku dengan perusahaan tempatmu bekerja, mungkin kita dapat bertukar pikiran” kepala Yeon Hee langsung menggeleng. Sementara Jaehyun yang berdiri disana mulai tidak mengerti dengan situasi yang dialaminya, hatinya sakit terlebih saat melihat seorot mata tajam Kyuhyun yang mengarah langsung kearah Yeon Hee.

 

“K–kau bisa langsung membicarakannya pada Presdir besok” ujar Yeon Hee mencoba menghilangkan rasa canggung yang seketikamuncul diantara mereka bertiga. Ia tak ingin Jaehyun mengetahui semuanya.

 

“Yeon Hee benar, kau bahkan belum menghabiskan makananmu” Park Jaehyun tersneyum kecil, gadis itu menyentuh lengah Kyuhyun, mencoba membujuk Kyuhyun agar kembali kemeja makan. Namun sepertinya hal itu menjadi sia-sia karena Kyuhyun tetap tak berpaling dari Yeon Hee. Namja itu diam, namun tatapannya jelas tertuju sepenuhnya kearahnya.

 

“Kalau begitu aku ingin mengantarmu pulang”

 

Kedua mata Jaehyun mengerjap tak percaya, tangan yang semula berada dilengan Kyuhyun perlahan merosot bersamaan denga hatinya yang jatuh seketika. Kyuhyun tetap mengalihkan pandangannya kearah Yeon Hee, pandangan yang membuat hati Jaehyun semakin perih. Tatapan itu tak pernah Jaehyun peroleh sebelumnya,  dan sungguh tatapan Kyuhyun membuat Jaehyun iri. Sangat iri.

 

Kyuhyun tak peduli dengan apa yang difikirkan Jaehyun. Ia tak bisa berdiam diri dalam situasi seperti ini. Ia ingin Jaehyun tahu bahwa ia tak mencintai agdis itu, dengan begitu ia bisa melupakan Kyuhyun dan melepaskan Kyuhyun.

 

Sementara itu kedua mata Yeon Hee terasa memanas, gadis itu tak percaya denga ucapan bahka tatapan yang Kyuhyun berikan untuknya.

 

“Aku bisa pulang sendiri Cho” Yeon Hee menggigit bibir bawahnya. Gadis itu menatap Jaehyun yang kini mulai berkaca-kaca. “Aku permisi”

 

Dengan langkah cepat Yeon Hee segera berbalik meninggalkan tempat tersebut. Ia merasa bersalah melihat kesedihan dimata Jaehyun, tapi ia tak bisa menampik rasa kesal tiap kali melihat Jaehyun tersenyum karena Kyuhyun.

 

Kyuhyun berniat mengejar Yeon Hee, namun belum sempat kakinya melangkah lebih jauh tangan Jaehyun sudah lebih dahulu menahannya. “Kau mau kemana?” ujarnya dengan suara serak.

 

Kyuhyun menatap Jaehyun, kedua mata gadis itu nampak berkaca-kaca dan tatapannya menyiratkan luka yang begitu dalam. Kyuhyun sadar ia telah menyakiti Jaehyun, tapi bukankah ia telah meminta gadis itu untuk menyerah tapi Jaehyun tetap keras kepala. Gadis itu tetap mempertahankannya.

 

“Apa kau masih mencintai Yeon Hee? Apa gadis yang kau maksud adalah Yeon Hee?” air mata Jaehyun tanpa sadar menetes. Gadis itu masih berharap jika Kyuhyun akan mengatakan tidak. Dengan begitu tak ada alasan bagi Jaehyun untuk membenci adiknya.

 

Namun harapan itu tak pernah terkabul, Kyuhyun yangmasih menatap lurus kearahnya justru melepaskan genggamannya. Menjatuhkan tangan gadis itu juga perasaan gadis itu. Jaehyun merasa hancur terlebih dengan tatapan Kyuhyun yang seolah tengah memohon maaf kepadanya.

 

“Jangan pernah membenci Yeon Hee, aku yang memintanya. Jika kau ingin membenci, satu-satunya orang yang pantas untuk mendapatkannya adalah aku. Bukan Yeon Hee”

 

Tepat setelah kata itu terlontar Kyuhyun segera berlari meninggalkan rumah, meninggalkan Jaehyun yang terpuruk dengan kenyataan. Ternyata Yeon Hee masih bertahtadidalam hati namja itu. Bahkan Kyuhyun masih membela Yeon Hee mati-matian. Tanpa sadar tubuh Jaehyun merosot, gadis itu menangis merasakan perih dibagian dadanya.

 

Cho Kyuhyun jahat.

 

Park Yeon Hee sialan.

 

 

❀❀❀❀

 

 

 

Bagi Lee Hyukjae cinta adalah kesepakaan untuk saling menyetarakan. Tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih diingini. Hanya saja kadang cinta buta dapat menggelapkan semuanya, membuat ego menjadi lebih tinggi dan perasaan ingin memiliki menjadi lebih dominasi. Seperti dirinya yang mencintai Yeon Hee, ia ingin memiliki Yeon Hee meski sadar bahwa gadis itu milik orang lain.

 

Namun Hyukjae tak sebrengsek itu, meskipun ia amat menginginkan Yeon Hee ia tak akan mau merusak hubungan gadis itu dengan Kyuhyun. Tidak. Baginya kebahagiaan Yeon Hee lebih penting, meski gadis itu lebih bahagia saat bersama Kyuhyun bukan dirinya. Dan Hyukjae selalu benci ketika melihat gadis itu menangis karena namja yang dipilihnya.

 

“Sudah lebih baik?” Hyukjae memberikan segelas coklat hangat pada Yeon Hee yang kini duduk dihadapannya.

 

Saat dalam perjalanan pulang menuju apartemen, tanpa segaja Hyukjae bertemu dengan Yeon Hee yang tengah menangis sendirian disebuah bangku taman. Gadis itu terlihat meyedihkan hingga membuat Hyukjae memilih untuk bergerak mendekat dan merengkuhnya kedalam pelukan. Dan sekarang mereka telah berada didalam sebuah cafe yang tak jauh dari taman, Yeon Hee masih belum mengucapkan sepatah kata pun meski tangisnya sudah reda.

 

“Hyuk, apa kau masih mencintaiku?”

 

Pertanyaan Yeon Hee yang tiba-tiba berhasil membuat Hyukjae kaget. Namja itu bahkan hampir tersedak ludahnya sendiri saat mendengar Yeon Hee menanyakan hal itu. Gadis itu bahkan langsung menoleh kearahnya, memuat kedua mata Hyukjae mengerjap cepat bahkan jantungnya mulai berdetak tak terkendali.

 

“Aku masih selalu mencintaimu Yeon. Tapi aku tak berharap lebih, dengan kau yang masih mau menerimaku sebagai teman itu sudah cukup”

 

Yeon Hee tersenyum hambar mendnegarnya, gadis itu mengalihkan pandangan kekarah coklat hangat yang masih mengepulkan asap. “Apa yang membuatmu mencintaiku?” ujranya sekali lagi. Kali ini Hyukjae tak kaget, namja itu justru menatap Yeon Hee dengan lekat.

 

“Karena kau tak pernah menjadi orang lain untuk membahagiakan orang-orang disekitar mu. Kau selalu mementingkan orang lain dari pada dirimu sendiri, meski kau tahu semua itu justru akan membuatmu terluka”

 

Hyukjae tersenyum begitu manis, ketulusan jelas terlihat dari setiap lantunan kata yang keluar dari mulutnya. Tatapannya menunjukan cinta, namun hal itu membuat Yeon Hee merasa bersalah. “Jika kau lelah mengejarnya, kau bisa berhenti sejenak. Saat itu kau mulai berfikir, masih pantaskah kau berjuang untuknya?”

 

Bibir Yeon Hee terkatup untuk beberapa saat, gadis itu nampak memikirkan ucapan Hyukjae. Pantaskan aku berjuang untuk Kyuhyun? Untuk Pria yang bahkan telah menjadisuami kakaknya sendiri.

 

“Lalu bagaimana denganmu? Apa kau tidak lelah mengejarku?” entah kenapa pertanyaan itu justru meluncur begitu saja. Yeon Hee seperti penasaran dengan apa yang membuat Hyukjae masih memberinya perhatian lebih.

 

“Belum” jawab Hyukjae pasti. “Untuk saat ini aku belum lelah karena setiap detik yang aku lewatkan bersamamu seolah menjadi kebahagiaan tersendiri untuk ku. Aku ingin selalu melihatmu bahagia, dan jika Kyuhyun benar-benar membuatmu bahagia, dengan senang hati aku akan mundur”

 

Dada Yeon Hee terasa sesak saat mendengarnya, jantungnya seperti diremas dengan begitu kuat. Sangat kuat hingga mungkin bisa membuatnya hancur, kenapa Hyukjae bisa begitu mencintainya? Ia tak sebaik apa yang namja itu fikirkan.

 

“Apa kau bisa merelakanku? Merelakan orang yang kau cintai bahagia dengan orang lain?” Yeon Hee agaknya mencari jawaban atas pertanyaannya sendiri, jika ia harus berhenti mencintai Kyuhyun akankah ia merelakanannya?

 

Hyukjae belum menjawab, namja itu nampak menghela nafas sebelum akhirnya kembali menatap kearah Yeon Hee.

 

“Ini bukan masalah rela atau tidak. Aku tidak akan mungkin merelakan seseorang yang telah aku perjuangkan dengan begitu keras jatuh ketangan orang lain. Aku bukan orang yang baik itu, tapi aku harus merelakanmu. Bukan karena rela atau tidak tapi karena ini sebuah keharusan. Aku harus melakukannya agar kau bisa berbahagia dengannya”

 

Tapi jika dia tidak bahagia, akankah kau tetap melepaskannya? Ingin sekali Yeon Hee layangkan pertanyaan itu. Ia ingin melepas semua beban yang menghimpit dadanya, memberinya satu tekanan yang hebat.

 

“Dan saat itu kau juga harus membuka hatimu untuk gadis lain. Aku tak sebaik yang kau fikirkan Hyukjae-ya” Yeon Hee menyunggingkan senyum manisnya, gadis itu memilih untuk menyimpan pertanyaan itu dalam-dalam, membiarkan dirinya terbelenggu dengan pertanyaannya sendiri.

 

Hyukjae ikut tersenyum melihatnya, namja itu merasa lebih baik saat melihat Yeon Hee bisa kembali tersenyum seperti sekarang. “Arraseo, setelah kau bahagia aku juga akan bahagia” sebuah usapan jatuh di pucuk kepala Yeon Hee, membuat gadis itu terkekeh sambil menyingkirkan tangan Hyukjae dari kepalanya.

 

“Oppa?” suara itu berhasil mengalihkan perhatian Hyukjae dan Yeon Hee. Keduanya sama-sama menoleh kesumber suara.

 

Detik itu Yeon Hee nampak kaget melihat kehadiran Aerin, begitu juga dengan Aerin yang nampak tak percaya melihat Yeon Hee bersama Hyukjae. Kedua mata gadis itu nampak menajam sementara kedua tangannya terkepal sempura. “Sedang apa kau disini?” pertanyaan itu dilayangkan untuk Yeon Hee.

 

Entah kenapa Yeon Hee menjadi tergagap, ia tak ingin Aerin salah paham dengan hubungan mereka. Meski gadis itu bukan siapa-siapa namun Yeon Hee masih merasa bahwa tak selayaknya Aerin melihat kedekatannya dengan Hyukjae.

 

“Kebetulan kami sedang makan siang, kau ingin bergabung?” Aerin langsung mengalihkan pandangan kearah Hyukjae. Namja itu nampak tak terusik dengan kehadiran Aerin dan Yeon Hee, justru Aerin yang terlihat begitu kesal dengan kehadiran Yeon Hee.

 

“Aku ingin bicara denganmu sebentar” Aerin melirik Yeon Hee memberi isyarat pada gadis itu untuk mengikutinya. Yeon Hee yang tak ingin membuat masalah semakin panjang hanya bisa mengikuti kemauan gadis itu, ia berpamitan singkat pada Hyukjae sebelum akhirnya bergerak menyusul Aerin.

 

PLAAKKKK!!

 

Sebuah tamparan kencang mendarat di pipi Yeon Hee saat gadis itu telah berada tepat dihadapan Aerin. Tamparan gadis itu terlalu kencang hingg membuat pipi Yeon Hee memerah bahkan sudut bibirnya mengeluarkan darah.

 

“Dasar jalang! Apa yang kau lakukan disana!” Aerin mulai memekik kesal. Gadis itu menatap Yeon Hee dengan jijik.

 

Sementara itu Yeon Hee yang masih kaget hanya bisa menatap Aerin dengan pandangan tak percaya, meski hubungannya dengan gadis itu memang tidak pernah baik namun tak sekalipun Yeon Hee pernah bermain tangan padanya. Ia tak pernah melakukan kekerasan apapun, dan gadis itu dengan seenaknya menamparnya dan memakinya.

 

“Apa kau benar-benar tidak memiliki sopan santun?” Yeon Hee berseru pelan namun dengan nada mengintimidasi yang cukup kental. “Sikap dan caramu berteriak benar-benar tidak mencerminkan bahwa kau adalah putri bungsu keluarga Cho. Kau terlalu kasar Cho Aerin”

 

Sungguh Yeon Hee masih mencoba bersabar menghadapi gadis yang sempat akan menjadi adik iparnya ini. Gadis yang selalu mengibarkan bendera perang padanya. Gadis itu pula yang selalu menjelek-jelekannya dihadapan semua orang. Mengatakan bahwa ia telah merubah Kyuhyun menjadi namja yang tidak baik.

 

“Kau memang gadis jalang, kenapa apa kau tidak terima dengan tuduhan itu?” Aerin mencibir sambil melipatkan tangan didepan dada. “Aku bahagia karena kau tidak jadi menikah dengan Kyuhyun oppa. Rasanya hidupku begitu tentram tanpa kehadiranmu”

 

Yeon Hee mengepalkan tangan kuat-kuat, ia masih menahan diri untuk tidak menampar mulut kurang ajar itu. “Mungkin saat kau merebut perhatian Kyuhyun oppa aku masih bisa sedikit diam, tapi kali ini tidak. Aku tidak akan membiarkanmu merebut perhatian Hyukjae oppa!”

 

“Hyukjae?” ulang Yeon Hee tak percaya. Gadis itu tak dapat mengatupkan bibir, masih belum bisa mencerna apa yang baru saja Aerin katakan.

 

“Ya. Aku menyukai Lee Hyukjae, jadi menjauhlah darinya sebelum aku yang mendepak mu jauh-jauh dari kehidupa Cho Kyuhyun dan Lee Hyukjae!”

 

 

 

❀❀❀❀

 

 

 

Kamar itu nampak begitu berantakan, seluruh antak berserakan dilantai bahkan terdapat pecahan kaca juga beberapa foto yang tersobek berceceran diatas lantai. Jaehyun masih terisak pelan sambil menyembunyikan wajah didalaml lekukan lengannya. Gadis itu duduk menyandar pada ranjang dengan sebuah pecahan bingkai kaca disamping kanannya.

 

Disana terdapat beberapa fotonya bersama Yeon Hee yang telah sobek. Gadis itu sengaja menyobeknya, ia tak akan sudi menganggap Yeon Hee sebagai adiknya. Hatinya benar-benar terluka saat tahu bahwa gadis yang masih dicintai Kyuhyun adalah Yeon Hee. Gadis itu yang membuat kehidupan rumah tangganya bersama Kyuhyun tak berjalan sebagaimana mestinya.

 

Jaehyun kembali terisak kencang, gadis itu menyumpah bahkan memaki Yeon Hee atas semua yang telah gadis itu lakukan. Gadis itu sudah berjanji akan melupakan Kyuhyun, ia bahkan rela melepaskan Kyuhyun dan tak akan lagi menganggunya. Tapi apa? Gadis itu justru merusak semuanya. Menghancurkan apa yang hendak ia bagun bersama Kyuhyun. Ingin rasanya Jaehyun memakin Yeon Hee sekarang, menampar wajah gadis itu dan membuat Yeon Hee merasakan apa yang ia rasakan.

 

“Dan aku tidak bisa memberikan harapan apapun padamu. Aku menikahimu karena keinginan kedua orang tuaku juga orang tuamu, sedikit pun aku tidak memiliki perasaan padamu”

 

“Aku sudah belajar mencintaimu je, tapi hasilnya kosong. Cinta tidak bisa dipaksakan”

 

Tangisan Jaehyun semakin kencang saat kalimat Kyuhyun di malam pernikahan mereka kembali berputar dikepalanya. Gadis itu kembali menekan dadanya, mencoba meghilangkan sesak yang semakin lama semakin menikamnya. Hatinya perih dan terus menyalahkan Yeon Hee atas semua ini. Jika gadis itu tidak datang sema tidak akan menjadi seperti ini, jika gadis itu tetap di London maka Kyuhyun akan lebih mudah mencintainya.

 

Suara berakan dari pintu kamar yang ditutup kasar terdengar dari luar. Jaehyun mengangkat sedikit wajahnya, menatap pintu kamarnya yang masih tertutup rapat. Suara gebraka itu pasti berasal dari Kyuhyun. Dan Jaehyun sendang tidak ingin berdebat dengan Kyuhyun, ia tak ingin menampilkan ekspresi kekalahannya dihadapan namja itu, tidak. Ia tidak akan pernah kalah. Ia akan tetap mempertahakan Kyuhyun apapun yang terjadi.

 

Kyuhyun megacak rambutnya dengan gusar sebelum akhirnya memilih untuk menghempaskan tubuhnya keata ranjang. Kacau, semuanya kacau. Kepalanya terasa begitu pening. Hingga tanpa sadar namja itu memilih untuk memejamkan matanya. Hatinya merasa begitu bimbang dan pikirannya buntu. Ia seolah terjebak dalam dunia yang dibencinya.

 

“Apa yang harus aku lakukan Yeon?” Kyuhyun menggumam dengan suara lirih. Ucapan Yeon Hee masih terngiang ditelinganya, memberinya satu pukulan telak yang membuat Kyuhyun merasa begitu tersiksa.

 

“Biarkan aku sendiri, aku butuh waktu untuk merenungkan hubungan kita”

 

Yeon Hee memberi jarak antara dirinya dengan Kyuhyun. Gadis itu tak membiarkan Kyuhyun mendekat karena setiapsatu langkah maju Kyuhyun makaYeon Hee akan memberika tiga langkah mundur. Begitu seterusnya hingga Kyuhyun mengalah dan memilih berdiri dengan jarak yang cukup jauh dari Yeon Hee.

 

“Apa yang akan kau renungkan? Tidak ada yang perlu kau renungkan” Kyuhyun mencoba menyadarkan Yeon Hee namun gadis itu justru menggeleng dengan air mata yang kembali membasahiwajah cantiknya.

 

“Hubungan kita salah, sejak awal memang tidak seharusnya kita melakukan ini. Aku egois karena lebih mementingkan diriku sendiri, aku menyakiti Jaehyun eonnie” suara isakan Yeon Hee membuat Kyuhyun merasakan perih yang sama.

 

 Namja itu mengepalkan tangan kuat-kuat, ia merasa menjadi namja karena tak dapat melakukan apapun saat gadisnya tengah terisak seperti sekarang. Kyuhyun mencoba bergerak satu langkah dan Yeon Hee kembali memundurkan tubuhnya dengan kepala yang menggeleng keras.

 

“Aku butuh waktu Cho, kumohon”

 

Kyuhyun frustasi namja itu mengusap wajahnya dengan kasar. Tak pernah terbesit difikirannya bahwa hubungan mereka aka berubah menjadi seperti ini. Setiaphari hanyaada air mata yang tumpah karena kebodohannya. Karena ketidak mampuannya mengambil sikap.

 

“Waktu apa lagi Yeon? Sudah hampir satu bulan kau menghindariku, kau mengabaikan panggilanku dan kita hanya bertemu beberapa kali. Apa kau ingin pergi dariku?”

 

Jujur Kyuhyun sangat sangit saat menanyakan hal itu. Ia takut Kyuhyun akan meninggalkannya dan memilih namja lain. “Aku memang seharusnya pergi, sejak awal aku sudah berada diposisi yang salah”

 

Kali ini giliran Kyuhyun yang menggelengkan kepala. Namja itu terluka, tentu saja. Ia sangat menyayangi Yeon Hee dan tak akan membiarkan gadis itu pergi begitu saja.

 

“Jangan pergi, kumohon jangan pergi”

 

Yeon Hee menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Gadis itu masih terisak bahkan bahunya bergetar hebat seiring dengan suara isakan yang semakin terdegar memilukan. Jika ini cinta, kenapa tangis yang setiap hari mewarnai kebersamaan mereka.

 

“Beri aku waktu, aku mohon”

 

Kyuhyun kembali mengusap wajahnya dengan gusar. Namja itu langsung bangkit dan duduk ditepi ranjang. Pandangannya kini teralih kearah ponselnya yang masih padam. Sdah satu jam semenjak pertengkarannya dengan Yeon Hee dan gadis itu tak pernah membalas pesan yang ia kirimkan. Lagi. Situasi seperti ini kembali menghampiri mereka seolah hubungan mereka memang begitu salah meski pada dasarnya mereka saling mencintai.

 

Rasa haus yang mendadak menyerang membuat Kyuhyun mengalihkan pandangan ke arah nakas yang berada tepat disamping ranjangnya. Namja itu menghela nafas pendek saat mendapati gelas disana kosong, dengan enggan akhirnya Kyuhyun memilih untuk keluar dari dalam kamarnya. Mendadak saja pandangan Kyuhyun teralih kearah kamar Jaehyun yang tertutup rapat. Gadis itu tak ia jumpai sejak siang hingga sekarang, namun Kyuhyun tak mempedulikannya. Pria itu memilih untuk kembali melanjutkan langkah kaki menuju dapur.

 

Sesampainya didapur Kyuhyun segera membuka kulkas dan meraih sebotol air mineral. Diteguknya air dalam bolot hingga tinggal setengah, Kyuhyun lantas kembali menutup pintu kulkas setelah mengambil satu bolot air mineral untuk untuk dibawa kedalam kamarnya.

 

Namun langkah Kyuhyun terheti saat melihat sosok Park Jaehyun yang berdiri tak jauh dari hadapannya. Gadis itu nampak kacau, pakaian yang ia kenakan siang tadi masih menempel ditubuh rampingnya. Kedua matanya semab dan rambutnya sedikit berantakan. Kyuhyun yakin gadis itu baru saja menghancurkan kamarnya, ia menangis seharian hingga membuat matanya begitu sembab.

 

Tak ada satu katapun yang terlontar dari keduaya, Jaehyun masih menatap Kyuhyun dengan tajam namun Kyuhyun tak menghiraukannya, ia tak ingin berdebat dengan Jaehyun dan memperparah kondisi moodnya. Namja itu kembali melangkah, tak mempedulikan kondisi Jaehyun dan tak berkeinginan menanyakankabar gadis itu.

 

“Kau pernah menyarankan perjanjian padaku” langkah Kyuhyun terhenti saat mendengar suara serak Jaehyun. Gadis itu masih diam ditempatnya, tatapannya lurus kedepan meski kini Kyuhyun tak lagi berada dihadapannya.

 

“Dulu saat kita baru resmi menjadi sepasang suami istri, dimalam pertama kita. Kau memintaku untuk membuat perjanjian bersama dan sekarang aku menginginkannya”

 

Kepala Kyuhyun langsung menoleh kearah Jaehyun. Keningnya nampak mengerut menandakan ketidak yakinan, ia masih tidak percaya jika Jaehyun menawarkan perjanjian padanya. Dengan ekspresi penuh selidik Kyuhyun membalikan badan hingga menghadap kesamping tubuh Jaehyun.

 

“Perjanjia macam apa yang kau inginkan? Jika itu hanya menguntungkanmu tentu aku akan menolak” balas Kyuhyun tajam.

 

Jaehyun menoleh kearahnya, senyum hambarnya tercipta ditegah rasa sakit yang masih menyentak hatinya. Gadis itu tak tahu apa yang Kyuhyun sukai dari Yeon Hee, jelas ia lebih baik. Ia cantik tak kalah dengan Yeon Hee, ia jauh lebih bisa mengurusrumah tangga, ia bisa memasak dan lebih bisa memanjakan Kyuhyun jika namja itu mau menerimanya.

 

“Perjanjian ini menguntungkan kita berdua. Aku berjanji” ungkap Jaehyun sungguh-sungguh. Sejujurnya ia tengah berusaha memperahankan pernikahannya, setidaknya ia ingin tetap mempertahankan Kyuhyun meski namja itu selalu berusaha melepaskan diri darinya.

 

Dan Kyuhyun nampak menimbang permintaan Jaehyun, entah keuntungan apa yang ia dapat yang jelas ia ingin terbebas dari Jaehyun. “Lalu, apa yang kau inginkan?”

 

Kedua sudut bibir Jaehyun tertarik keatas, membentu satu senyum samar yang tak terlihat dimata Kyuhyun. Ini adalah langkah pertamanya, langkah yang akan membuat Kyuhyun tetap bersamanya.

 

“Aku ingin memiliki anak darimu”

 

APA?!!

 

Kedua mata Kyuhyun langsung membelalak lebar. Rahangnya mengeras dengan kepala yang langsung menggeleng cepat. Tidak. Ia tak akan mau menerima perjanjian itu. Yang benar saja, apa yang diinginkan Jaehyun sama sekali tidak masuk akal.

 

“Apa kau sudah gila? Aku tidak mungkin melakukannya” ucap Kyuhyun dengan suara yang melengkikng tajam. Hal itu membuat Jaehyun mengepalkan kedua tangan, tubuhnya secara otomatis berbalik kearah Kyuhyun dan menatap namja itu dengan pandanga terluka.

 

“Kenapa tidak? Kau suamiku Cho Kyuhyun dan aku berhak mendapatkannya!” ujar Jaehyun tak kalah tajam. Sungguh apa Kyuhyun terlalu membencinya hingga permintaan kecil yang wajah seperti itu ia tolak begitu saja.

 

“Tapi aku tidak mencintaimu Je, pernikahan ini hanya formalitas karena aku tak ingin mengecewakan kedua orangtuaku”

 

Jaehyun menggigit bibir bawahnya. Ia sungguh terluka mendengar ucapan Kyuhyun, namja itu selalu menolaknya tapi entah kenapa ia masih memilih bertahan meski namja itu jelas tak mungkin berpaling dari Yeon Hee.

 

“Hanya sembilan bulan saja, setelah itu kau bisa menceraikanku”

 

Tidak. Jaehyun tak berharap Kyuhyun akan menceraikannya, ia hanya berusaha membuat Kyuhyun untuk tetap tinggal. Sembilan bulan akan ia gunakan untuk membuat Kyuhyun mencintainya, ia tak peduli dengan penolakan namja itu yang jelas tujuan Jaehyun sekarang adalah menjauhkan Yeon Hee dari Kyuhyun.

 

“Kita tak mungkin berpisah saat pernikahan kita baru menginjak usia satu atau dua bulan, kedua orang tua kita akan curiga” Kyuhyun terdiam, tatapannya masih memicing curiga kearah Jaehyun. “Setelah melahirkan aku akan segera menceraikanmu, tenang gugatan itu beasal dariku jadi kau tak perlu memikirkan alasan untuk kedua orangtuamu dan setelah itu kau bisa kembali pada Yeon Hee”

 

Jaehyun sungguh menyumpah ucapannya sendiri. Ia tak akan rela jika Kyuhyun kembali pada Yeon Hee. Tidak, ia tidak akan membiarkannya. Ia akan mempertahakan Kyuhyun. Membuat namja itu mencintainya dan melupakan Yeon Hee untuk selama-lamanya.

 

Sementara itu Kyuhyun belum menjawab, namja itu memilih untuk beranjak dari tempatnya tanpa mengatakan sepatah katapun. Namun hal itu tak membuat Jaehyun merasa kecewa, karena dari sorot matanya Jaehyun bisa menebak jika Kyuhyun tengah menimbang penawarannya.

 

 

 

❀❀❀❀

 

 

 

Untuk kesekian kalinya Yeon Hee menguap sambil mengusap tengkuknya yang terasa pegal. Sudah hampir seminggu belakangan gadis itu memilih untuk menyibukan diri dengan bekerja. Sudah satu minggu pula ia dan Kyuhyun tidak menjalin komunikasi. Meski Kyuhyun masih mencoba membuka komunikasi dengan mengirim beberapa pesan, namun Yeon Hee masih enggan untuk membalasnya, gadis itu memilih untuk mengabaikan pesan Kyuhyun dan menyiksa diri sendiri karena merindukan namja itu.

 

Yeon Hee menghela nafas, gadis itu melepas kaca matanya kemudian memijit keningnya yang mulai pening. Malam ini ia kembali memilih lembur, bukan dikantor memang karena Hyukjae pasti akan mengomelinya jika tahu bahwa ia lembur untuk tugas yang masih memiliki deadline begitu lama. Yeon Hee hanya ingin menghapuskan waktu, menghapus seluruh ingatan tentang Kyuhyun.

 

Namun nyatanya hingga detik ini tak ada yang bisa ia hapus, ia masih sangat mencintai Kyuhyun dan sekarang ia mulai merindukan namja itu. Perlahan pandangan Yeon Hee teralih kearah ponselnya yang padam, Kyuhyun sudah jarang memberondong pesan sejak dua hari yang lalu. Mungkin ia mulai lelah. Sisi hatinya merasa begitu terluka saat pernyataan itu muncul dikepalanya.

 

Bukankah itu bagus? Setidaknya kau akan berheti menyakiti Jaehyun. Yeon Hee mecoba mempercayai hal itu, ia juga mencoba membuka komunikasi dengan Jaehyun namun hingga detik ini gadis itu seolah menghindarinya. Jaehyun hanya beberapa kali membalas pesanya dan selalu menolak jika Yeon Hee memintanya untuk keluar sekedar untuk berbincang bersama. Apa kejadian waktu itu membuat Jaehyun mengetahui semuanya?

 

Yeon Hee masih belum mengerti namun ia berharap Jaehyun tak akan mengetahuinya sampai nanti ia akan mengakui semua ini. Semua hal brengsek yang telah ia lakukan bersama Kyuhyun dibelakang Jaehyun.

 

Suara petikan acoustic gitar di panggung pentas yang setiap malam disediakan oleh cafe tersebut membuat Yeon Hee merasa nyaman. Gadis itu menghela nafas sambil menikmati secangkir coklat hangat yang ada diatas mejanya.

 

Loving can hurt

 

 

Loving can hurt sometimes

 

But its the only thing that I know

 

Yeon Hee melemparkan pandangan kearah seorang namja yang tengah bernyanyi dengan sebuah gitar ditangannya. Suaranya yang merdu membuat gadis itu betah berada disana, untuk beberapa saat Yeon Hee memilih untuk menikmati alunan musik dan suara dari namja yang entah tidak ia ketahui namanya. Ia ingin melupakan masalahnya, membuang bebannya jauh-jauh.

 

So you can keep me

 

Inside the pocket of your ripped jeans

 

Holding me close until our eye meet

 

You won’t ever e alone

 

Wait for me to come home

 

Apa aku harus menunggumu? Entah kenapa pertanyaan itu kembali muncul dikepalanya. Lagu itu seolah mengingatkannya pada Kyuhyun, menerbangkan kembali kenangannya saat ia tengah bersama Kyuhyun. Saat awal pertemua mereka, saat kencan pertama mereka, saat ciuman pertama mereka, saat-saat yang mereka lalui bersama selama tiga tahun seolah berputar dikepala Yeon Hee. Membuat gadis itu bahagia sekaligus miris. Ia merindukan Kyuhyun.

 

And if you hurt me

 

It’s okay baby there’ll be worse things

 

Inside these pages you just hold me

 

And I won’t ever let you go

 

Wait for me come home

 

Kepala Yeon Hee langsung menoleh kesumber suara. Lagu itu bukan berasal dari seorang namja yang menyanyi didepan panggung namun seorang namja yang sudah berdiri tak jauh dari mejanya. Kedua mata Yeon Hee langsung membelalak lebar, tidak ini pasti hanya halusinasinya. Sudah seminggu ia sering berhalusinasi bahwa Kyuhyun akan datang ke apartemennya, namun nihil namja itu tak pernah datang dan hanya menjadi angan baginya.

 

Namun sekarang namja itu berada di hadapannya, berdiri dengan tatapan yang menyiratkan kerinduan yang begitu besar. Ini pasti hanya ilusi, ya. Kau terlalu lelah Yeon Hee hingga kau mulai berhalusinasi. Tsk!

 

“Aku merindukanmu…”

 

Tubuh Yeon Hee tersentak kaget saat Kyuhyun dengan tiba-tiba memeluk tubuhnya. Fikirannya blank, ia merasa ini hanya sebuah halusinasi. Namun kehangatan namja itu benar-benar membuatnya nyaman, pelukan ini adalah pelukan yang sudah ia rindukan semala satu minggu belakangan. Ia benar-benar merindukan Kyuhyun. Satu minggu membuatnya sadar, bahwa ia memang masih mencintai Kyuhyun. Ia masih sangat mencintai Kyuhyun.

 

 

TBC–

88 thoughts on “Secret Love Affair Part 4

  1. hahhh knpa ada 2 penghalang jaehyun dan aerin
    hishhhh bner bener nyebelin itu si jaehyun. tingkahnya nyebelin mulai muncl
    udah lenyakit itu makin parah aja jd cepet mati #ehh hehehehe
    lagian bikin emosi
    smoga kalo kyuhyun terima itu persyaratan ehh jangannnn.
    hailin aja yeonhee jd ada alasan buat tanggung jawab dan bersatu sama yeon hee hehe
    kalo terima keputusan jaehyun takut makin terkurung 😦
    mana aerin tingkahnya makin nyebeLin
    wajarlah kakaknya jatuh cinta dan adik diabaikan. smoga dpet balasan setimpal
    jng lukai yeon huhu

    Suka

  2. plies thor tlong di lnjutin next partnya,, sngat pnasaran dan suka storynya, setiap mw bca ff blog ini dlu yg di knjungin, mw memastikan next ny uda di publish ato blum, maaf sdkit kekanakan, emg kek gini klo uda mnyukai sesuatu ….

    Suka

  3. kpn di lnjutin , suka sekali,, secepat nya donk sangat banyak yg nngguin loe kk,, wlo kisah cinta rumit Tpi ini seru, sdikit tertantang, like that,,, yg psti kyuhyun hrus ttp sama yeon hae kan kk ….kk di tungu next nya pliessssssssssssss

    Suka

  4. Sejak awal pernikhan memang sudah salah… semua tidak sesuai pd tempatnya… jaehyun ngeselin bgt, keegoisannya membuat banyak org menderita

    Suka

  5. Nah loh,, Jaehyun udh tau tentang Kyuhyun dan YoonHee,, Gak tau harus milih Kyuhyun-Jaehyun atau Kyuhyun-YoonHee molla>o<

    Ditunggu next partnya author-nim. Fighting!^^

    Suka

  6. Semoga kyuhyun sadar pada cinta jaehyun.. cukuplah kyuhyun mencintai yeon hee, belum tentu juga kan first love akan kembali kayak dulu, klo second live lebih berarti dari apapun karena setiap hari bersama

    Fighting kak

    Suka

  7. Apa cuman gue yang lebih suka Jaehyun Kyuhyun? Dibanding Yoon Hee. Meskipun dia pemeran utama? :v gue sih liat sisi Jaehyun nya, tetep aja sesek suaminya selingkuh mah meskipun mereka saling mencintai dulu. Eakss aweeuu

    Suka

  8. Diiih dijadiin alasan tentang penyakitnya dasar wanita licik –– merusak kebahagiaan adiknya sendiri dasar wanita jalang >< kyuhyunnya juga aneh kenapa mau2nya nerima jaehyun 😦
    Cho Kyuhyun
    jahat.
    Park Yeon Hee
    sialan. #pengenketawa 😀 😀 harusnya yang disalahin dari semua masalah ini ya itu kamu park jaehyun >< kyuhyun enggak cinta juga dipaksa? Heol jangan sampai kyuhyun mdngabulakan permintaan wanita sihir itu >< dan apa2an aerin? dasar wanita bar2 -__-

    Suka

  9. aaa…tidak perjanjian syalan… >< andwae… yoonhee kok ngenes amat min >< yoonhee ama syapah ya? keder akuh…semangat eonni…aerin dikau kurang asyemmm -,

    Suka

  10. Jangan sampai kyuhyun mensetujui perjanjian nya si jaehyun
    Kalau sampai kyuhyun setuju n jaehyun hamil kesempatan buat kyuhyun balik lagi sama yeon hee

    Aishhh si aerin nyebelin bngt sih tengil bngt jadi bocah pengen aku jambak tu bocah

    Suka

  11. Pliss kyu jangan mau terpengaruh sama je , dia hanya membual , jangan tergiur sama perjanjian yg je buat ke kamu
    Jangan sakiti yeonhee lagi, ya walau memang shrusnya tubuhmu milik je juga krena dia istrimu
    Tapi kalau kamu turutin je maka itu akan menjadi bumerang sendiri untukmu , nunggu ff ini banget aku , next fighting ya

    Suka

  12. Saat baca ff ini aku merasakan kegalauan yang luar biasa😂😂 entah harus berpihak ke siapa,entah yeon entah jaehyun😑😑 pengen cepet cepet ada titik terangnyaaa,kayaknya bentar lagi…

    fighting!!

    Suka

  13. Kembalikan Kyuhyun ke Yoon Hae please 😦 emang terlihat sama sama egois tapi jaehyun on point banget, setelah dia yg merebut kyuhyun dari yoon hae, dia jg yg mau mempertahankan kyuhyun yg padahal nantinya cuma akan jadi kesakitan nya dia doang. Buat kebaikan bersama please kembalikan yoon hae pada Kyuhyun. T.T ditunggu next chapternya ya nonaaa keep writing (9′.’)9

    Suka

  14. Kelar idup lu kyu kl nrima tawaran jaehyun, psti Yeon hee bkl skt kl kakany smpe hamil. Dr awal emg udh slh knp kyu mo nikah sm jaehyun walaupun alsan ortu… Kan seharusnya bs nolak aplgi jaehyun kakany yeonhee. Cinta kdg egois.
    Sy ga suka bgt sm aerin kasar

    Suka

  15. Haduhhhh
    Ribet sama.perasaan 3org ini
    Yg 1 mau mempertahankan pernikahan
    Yg 1 ga mau memberikan anak ke je
    Yg 1 selamu merasa di posisi yg salah

    Suka

  16. aku ga suka sama adiknya kyu yg kasar n seenaknya -,- sumpah jaehyun terlalu ga pnya hati, bknnya nyesel udh nyakitin adiknya dgn maksain kehendak tp dia malah ngajuin hal gila itu. aku harap kyuhyun ga akan brtindak bodoh dgn menerima tawaran itu n msuk perangkap jae T.T dia bkal nyakitin yoon hee lbh dlm kalo nerima perjanjian jae, n kalo emang itu terjd aku harap hee bkal ninggalin kyu utk selamanya n mencari kebhagiaan baru, biar dia menyesali tindakan bodohnya seumur hdup

    Suka

  17. bagai mana pun ceritanya,, yang penting akhir nya kyuhyun harus sama yoonhee,, ini harus thor 😀

    ditunggu next nyaaa,,,, jangan lama hahaa

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s