Painful Life Part 22 END


photogrid_1479182494548

 

Author: Choineke

Title: Painful Life

Category: NC 17, Yadong, Sad Romance, Chapter

Cast:

  • Choi Siwon-Super Junior
  • Choi Yongri (OC)

Other cast:

  • Cho Kyuhyun-SuperJunior
  • Park Jungsoo (Leeteuk)-Super Junior
  • Lee Donghae-Super Junior

 

Desclaimer: CERITA MURNI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR^^

 

Masih ingat sama FF Forbidden Love? Tidak, ini BUKAN sequel/lanjutan FF tersebut. Aku hanya author yang sama dengan FF tersebut. Aku membawa cerita yang lain masih dengan cast yang sama, yaitu Siwon-Yongri^^

 

HAPPY READING!

***

Kisah cinta kita pasti akan berakhir dengan bahagia. –Choi Siwon-

***

Author POV

Siwon keluar dari kamar mandi dengan pakaian santainya. Ia menghentikan langkahnya saat melihat Yongri yang sedang berjalan kesana-kemari di dalam kamarnya. Sepertinya gadis itu tidak menyadari bahwa Siwon sudah selesai mandi pagi itu. Siwon tidak tau apa yang sebenarnya sedang dicari oleh istrinya tersebut.

“Apa yang sedang kau lakukan, Yongri-ya?” Suara Siwon mengejutkan Yongri.

“Oh? Kau sudah selesai mandi, oppa?” Yongri menanyakan sesuatu yang sudah ia ketahui jawabannya.

“Apa kau sedang menggodaku?” Tuduh Siwon.

“Apa?”

“Kenapa kau berjalan kesana kemari dengan pantatmu yang tercetak jelas dari balik kemejaku yang kau pakai?” Tanya Siwon.

“Aku sedang mencari celana dalamku.” Jawab Yongri.

“Dimana sebenarnya kau melemparnya semalam?” Yongri terlihat putus asa.

“Yah, kau tinggal memakai celana dalam yang lain.” Saran Siwon. Yongri menatap Siwon dengan kesal.

“Aku tidak membawa apapun ke rumah ini, oppa. Apa kau lupa?”

“Ah, kau benar.”

Siwon teringat bahwa kedatangan Yongri kemarin ke rumahnya bukanlah untuk menginap. Namun semuanya berubah ketika kesalahpahaman mereka terselesaikan dengan baik. Gadis itu tidak mempunyai pakaian ganti. Wajar saja jika saat ini ia sedang memakai kemeja Siwon.

“Coba lihat di bawah tempat tidur.” Ucap Siwon sembari menunjuk tempat tidur dengan tangan kirinya.

Yongri mengikuti saran Siwon. Siwon menggelengkan kepalanya saat melihat Yongri yang sedang menungging, dan membiarkan pantatnya tidak tertutup oleh kemeja yang dipakainya. Gadis itu sepertinya benar-benar berniat untuk menggoda Siwon.

Siwon sangat tergoda, tentu saja. Tetapi ia tidak bisa mengajak gadis itu bercinta pagi ini. Masih ada hal lain yang harus mereka lakukan. Sebenarnya tidak lebih penting dari bercinta, menurut Siwon. Namun tetap saja mereka harus melakukannya.

“Ketemu!” Kata Yongri dengan senang. Ia mengangkat tangannya–yang memegang celana dalam–dengan tinggi.

“Cepat pakai jika kau tidak ingin aku menidurimu pagi ini.” Ujar Siwon dan segera berjalan meninggalkan kamarnya.

Yongri menggerutu pelan sembari memakai celana dalamnya. Setelahnya ia menyusul Siwon untuk keluar dari kamar. Ia belum menyiapkan sarapan karena harus mencari celana dalamnya yang hilang. Ia yakin Siwon sudah merasa lapar. Dan lagi, laki-laki itu harus segera minum obat.

“Oppa, tunggu sebentar. Aku akan membuatkan sarapan untukmu dengan cepat.” Kata Yongri sembari berlari kecil menyusul Siwon yang menuruni tangga.

“Tidak perlu. Buatkan saja aku kopi.”

“Kenapa? Kau harus minum obat, oppa.” Yongri menarik lengan Siwon agar berhenti berjalan. Keduanya berdiri berhadapan di tengah-tengah tangga.

“Kita akan sarapan di apartement Kyuhyun.” Ucap Siwon. Yongri terlihat bingung.

“Kita harus menjelaskan pada ibumu bahwa sebenarnya kita masih menjadi sepasang suami istri. Bukan hanya pada ibumu sebenarnya. Kepada semua orang kecuali Kyuhyun.”

“Kenapa dengan Kyuhyun oppa?”

“Dia sudah mengetahuinya sejak awal.”

“Apa?!” Yongri terlihat tidak seimbang dan siap jatuh. Siwon segera memegangi lengannya dengan kuat.

“Ya! Hati-hati!!” Siwon meninggikan suaranya. Yongri mencengkram kaos Siwon. Oh, ia berpikir bahwa dirinya harus kembali kerumah sakit pagi ini. Untung saja Siwon menyelamatkannya.

“Bagaimana Kyuhyun oppa bisa tau?” Tanya Yongri.

“Aku memberitahunya dari awal bahwa aku tidak pernah akan menceraikanmu.” Jawab Siwon.

“Kalian berdua membodohiku?” Tuduh Yongri.

“Jangan terlalu percaya diri. Aku hanya memberimu pelajaran. Bukankah aku sudah mengatakannya semalam?”

“Cih!”

“Kau mencibirku?!” Siwon melotot pada Yongri.

“Tidak, oppa. Aku tidak sengaja.” Ucap Yongri dengan takut.

“Sekarang cepatlah buatkan aku kopi. Setelah itu kita pergi ke apartement Kyuhyun.” Kata Siwon sembari melanjutkan langkahnya.

“Baiklah.” Sahut Yongri dengan patuh.

***

Kyuhyun dan Jung Ah menatap sepasang suami istri di hadapan mereka dengan geram. Sepasang suami istri itu terlihat mempermainkan pernikahan sesuka hati mereka. Mereka akan berpisah jika sedang bertengkar dan mereka akan kembali bersama setelah berbaikan. Tentu saja siapa pun yang melihatnya akan merasa sangat geram.

“Eomma, maafkan aku. Aku memang kekanak-kanakkan. Tetapi aku janji tidak akan seperti ini lagi. Biarkan aku tinggal bersama Siwon oppa, ya?” Pinta Yongri sembari menempelkan kedua tangannya dan membuat gerakan memohon.

“Kami benar-benar belum bercerai, eomma. Semalam aku sudah merobek surat cerai itu. Eomma, aku mohon.” Kata Yongri dengan memelas.

Kyuhyun dan Jung Ah tidak menunjukkan ekspresi apapun saat ini. Membuat Yongri merasa sangat frustasi. Yongri lebih memilih jika mereka berteriak marah daripada diam seribu bahasa seperti ini. Yongri merasa sangat takut.

“Oppa, kau tau itu, kan? Kau tau bahwa aku belum bercerai dengan Siwon oppa, kan? Tolong jelaskan pada eomma, oppa.” Ucap Yongri menatap Kyuhyun.

“Kenapa aku harus melakukannya?” Tanya Kyuhyun.

“Oppa..”

“Kalian mempermainkan pernikahan sesuka hati kalian. Apa kalian tidak mengerti apa arti dari sebuah pernikahan? Bahkan aku yang belum menikah saja, sangat mengerti apa arti dari sebuah pernikahan.” Kata Kyuhyun.

“Kalian masih terlalu kekanakan dan tidak pantas untuk bersama. Lebih baik kalian benar-benar bercerai.” Ucap Kyuhyun.

“Oppa!”

“Aku kekanakan? Aku bahkan lebih tua beberapa tahun darimu, Kyuhyun-ssi.” Siwon akhirnya bersuara.

“Dan kau bangga akan hal itu?” Ejek Kyuhyun. Siwon mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun dan menatap Jung Ah.

“Eommonim, maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk mempermainkan sebuah pernikahan. Dari awal aku memang tidak berniat untuk menceraikan Yongri, eommonim. Karena aku tau bahwa kau juga menentang hal itu.” Ucap Siwon.

“Seharusnya kau memberitahukanku tentang hal itu, Siwon-ah.” Balas Jung Ah.

“Maafkan aku, eommonim.” Sesal Siwon.

“Kyuhyun-ssi mengetahui hal itu. Aku tidak tau bahwa dia tidak memberitahukannya padamu.” Ujar Siwon kemudian membuat Kyuhyun menatapnya dengan kedua mata yang melebar.

“Kau menyalahkanku?!” Kyuhyun terlihat tidak terima.

“Benar. Seharusnya kau memberitahu eomma, oppa.” Timpal Yongri.

“Yong!” Kyuhyun melotot pada Yongri. Yongri segera bersembunyi di balik punggung Siwon.

Jung Ah memukul punggung Kyuhyun hingga membuat Kyuhyun mengaduh. Kyuhyun menatap Jung Ah dengan pandangan protes.

“Kenapa merahasiakannya dariku?!” Omel Jung Ah.

“Dia yang menyuruhku melakukannya, eommoni!” Kata Kyuhyun membela diri.

“Terserahlah. Kau urus mereka!” Balas Jung Ah sembari meninggalkan mereka.

Kyuhyun menghela nafas kasar. Ia menatap Siwon dan Yongri dengan kesal. Karena mereka Jung Ah menyalahkannya. Padahal ia hanya menuruti apa kemauan Siwon.

“Kalian ingin tinggal bersama, kan?” Tanya Kyuhyun.

“Ya, oppa.” Jawab Yongri dengan cepat.

“Kemari, Yong.” Suruh Kyuhyun. Yongri merasa bingung namun ia tetap menuruti perintah Kyuhyun.

“Diam di sini dan jangan bergerak sedikit pun. Mengerti?” Yongri mengangguk.

Kyuhyun berjalan perlahan menghampiri Siwon. Siwon yang melihatnya hanya dapat menautkan kedua alisnya. Ia tidak tau apa yang akan Kyuhyun lakukan padanya.

“Jika kalian benar-benar ingin tinggal bersama. Biarkan aku memukulmu satu kali saja. Bagaimana?” Tanya Kyuhyun sembari mencengkram kaos Siwon.

“Oppa!”

“Diam di sana, Yong!” Perintah Kyuhyun.

“Bagaimana? Apa kau bersedia?” Tanya Kyuhyun sekali lagi. Ia menatap Siwon dengan tajam.

“Lakukan saja jika kau memang ingin melakukannya. Tetapi kau harus siap jika Yongri membencimu setelah ini.” Jawab Siwon dengan santai. Tidak terlihat takut sama sekali.

“Bajingan gila! Aku ingin sekali memukul wajah sombongmu ini. Seandainya saja Yongri tidak mencintaimu.” Kata Kyuhyun dan segera melepaskan cengkramannya.

Yongri segera berlari mendekati Siwon dan memeluknya. Ia benar-benar takut Kyuhyun akan memukul suaminya. Ia tidak mau Siwon kembali terluka. Walaupun hanya karena pukulan Kyuhyun.

“Jangan berlebihan, Yong.” Dengus Kyuhyun.

“Dengar, aku tidak akan peduli lagi jika setelah ini kalian kembali bersikap kekanak-kanakkan. Kalian mau bercerai atau apapun itu aku tidak peduli.” Kata Kyuhyun.

“Tidak akan ada perceraian lagi.” Gumam Yongri di dada Siwon.

***

Yongri menatap layar laptop Siwon dengan perasaan berdebar. Hasil ujian masuk perguruan tinggi telah keluar. Dan Yongri hanya perlu memasukkan identitasnya untuk mengetahui hasilnya. Apakah ia lulus dan menjadi mahasiswa kedokteran ataukah ia harus menunggu selama satu tahun lagi untuk menjadi mahasiswa.

“Bagaimana?” Tanya Siwon yang duduk disampingnya.

“Aku tidak bisa melakukannya.” Jawab Yongri.

“Masukkan saja identitasmu, Yongri-ya.” Kata Siwon.

“Aku takut, oppa. Bagaimana jika aku gagal?”

“Kau bisa mengulangnya tahun depan.”

“Mudah untukmu bicara.” Gumam Yongri kesal.

“Lakukan untukku, oppa.” Pinta Yongri. Ia menggeser laptop Siwon ke hadapan laki-laki itu.

“Lebih baik kau lakukan sendiri.” Saran Siwon.

“Tidak, oppa. Lakukan untukku. Eo? Cepatlah.” Desak Yongri.

Siwon menghela nafas dan menuruti keinginan istrinya itu. Memasukkan identitas Yongri setelah gadis itu menyebutkannya. Yongri hanya bisa menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya. Jantungnya berdetak dengan sangat cepat saat ini.

Siwon membaca hasil ujian yang didapat oleh Yongri. Ia kembali menghela nafas dan menutup laptop dengan gerakan kasar. Membuat Yongri menurunkan tangan dari wajahnya. Yongri menatap Siwon yang terlihat tidak semangat. Bahu Yongri pun perlahan merosot. Ia tau apa hasilnya.

“Gagal?” Gumam Yongri.

“Apa kau belajar bersungguh-sungguh?” Tanya Siwon pelan.

“Ya, oppa. Aku sudah belajar dengan bersungguh-sungguh. Tetapi aku masih gagal. Maaf karena mengecewakanmu.” Jawab Yongri dengan matanya yang berkaca-kaca.

Siwon kembali membuka laptopnya dan menggesernya ke hadapan Yongri. Yongri menatap layar laptop tersebut dan matanya membesar secara sempurna. Ia mengusap matanya dan berharap bahwa ia tidak sedang salah melihat saat ini.

“Berhasil, Yongri-ya. Kau resmi menjadi mahasiswa kedokteran.” Kata Siwon dengan semangat.

“Aku..berhasil?” Yongri benar-benar merasa tidak percaya.

“Kau berhasil, Yongri-ya. Kerja kerasmu membuahkan hasil.” Jelas Siwon.

Yongri menatap Siwon dengan senyum yang mengembang sempurna. Ia langsung memeluk Siwon dengan erat sebagai rasa senangnya. Siwon membalas pelukan gadis itu dengan sama eratnya.

“AKU BERHASIL!!” Teriak Yongri. Siwon tertawa pelan. Ia mengangkat sedikit tubuh Yongri untuk duduk di atas pangkuannya.

“Selamat, sayang. Aku bangga padamu.” Bisik Siwon tepat di telinga Yongri.

Yongri melepaskan pelukannya dan menatap Siwon dengan malu. Siwon memajukan wajahnya dan menyatukan bibirnya dengan bibir Yongri. Mendorong punggung Yongri dengan pelan agar semakin merapat padanya. Siwon melumat bibir Yongri dengan tidak sabaran.

“Ayo, kita merayakannya.” Kata Siwon setelah melepaskan ciumannya. Ia meremas pinggang Yongri. Yongri mengangguk dengan semangat.

“Ke kamar sekarang?” Bisik Siwon. Yongri menatap Siwon dengan bingung.

“Bercinta maksudmu?” Tebak Yongri.

“Apalagi?”

“Pikiran mesummu itu..” Geram Yongri.

“Ayo, kita berkencan, oppa. Kita rayakan keberhasilanku dengan berkencan.” Ajak Yongri.

“Ya, setelah kita bercinta.” Kata Siwon. Yongri menutup mulut Siwon menggunakan tangannya.

“Kita akan bercinta setelah berkencan.” Putus Yongri. Siwon menghela nafas panjang.

“Ayo!”

Yongri segera turun dari atas pangkuan Siwon. Menarik tangan Siwon untuk ikut berdiri seperti dirinya. Yongri berjalan keluar rumah dengan semangat. Ia merasa benar-benar senang karena ujiannya berhasil.

“Sebentar. Aku ambil kunci mobil dulu.” Kata Siwon.

“Tidak perlu, oppa. Kita berjalan kaki saja.” Sahut Yongri.

“Apa? Dengan pakaianmu seperti itu?” Ucap Siwon tidak percaya. Yongri mengangguk.

“Sial, pahamu kemana-mana, Choi Yongri.” Umpat Siwon.

“Aku merasa nyaman seperti ini. Lagipula kau ada bersamaku, oppa. Tidak akan ada yang berani bersikap kurang ajar.” Yongri menggandeng lengan Siwon.

“Tetap saja aku tidak rela mereka menatap paha dan kakimu itu.” Sungut Siwon.

“Mereka hanya bisa memandang. Tidak sepertimu yang bisa melakukan apapun pada pahaku.” Bisik Yongri. Siwon tertawa pelan mendengar bisikan gadis itu. Baiklah, Yongri memang benar.

Siwon akhirnya mengalah dan membiarkan mereka keluar dari rumah menggunakan pakaian santai. Memakai pakaian formal saat berjalan kaki sepertinya sangat tidak nyaman.

“Jaga rumah selama aku pergi.” Pesan Siwon pada petugas keamanan.

“Ya, tuan.”

“Berbaliklah hingga aku dan istriku tidak terlihat lagi oleh kalian. Jika aku melihat kalian menatap paha istriku, aku akan mematahkan leher kalian.” Ancam Siwon membuat Yongri mendengus. Benar-benar berlebihan.

Dengan saling menggenggam tangan, Siwon dan Yongri meninggalkan rumah dengan perasaan bahagia. Tidak menyadari bahwa dari ujung jalan sana ada seseorang yang menatap Siwon dengan perasaan menyesal.

Menyesal karena ia telah menyia-nyiakan anak tunggalnya itu hingga menjadi milik orang lain. Membuatnya tidak bisa lagi mengakui Siwon sebagai anaknya dengan bangga. Walaupun darahnya mengalir di tubuh Siwon, ia tidak bisa memberitahukan kepada semua orang bahwa Siwon adalah anaknya. Karena laki-laki itu telah menjadi anak orang lain.

“Aku harap kau bahagia setelah ini, anak sialku.”

***

–Three Years Later–

“Seperti ini, Sungjae sunbae?” Tanya Yongri.

“Bukan, Yongri-ya. Seperti ini.” Jawab Sungjae sembari memberikan contoh.

“Kenapa sulit sekali?” Gumam Yongri.

“CPR harus dilakukan dengan sepenuh hati, Yongri-ya. Tidak bisa secara asal-asalan seperti itu.” Nasehat Sungjae.

“Aku sudah melakukannya sepenuh hati, sunbae.”

“Sepenuh hati tetapi hasilnya kau harus mengulang.” Sungjae tertawa pelan.

“Berhenti mengejekku, sunbae.” Sungut Yongri kesal.

“Aku siap membantumu kapan saja jika kau kesulitan dalam praktek. Sebentar lagi aku akan lulus dan tidak memiliki banyak kelas untuk ku ikuti.”

“Ah, aku ingin cepat-cepat lulus juga.”

“Aku berharap kita berada di rumah sakit yang sama saat bekerja nanti.” Kata Sungjae sembari menatap Yongri.

“Kau tidak bosan bertemu denganku, Yook sunbae?” Yongri membalas tatapan Sungjae.

“Kenapa harus bosan? Aku senang bekerja dengan wanita cantik.” Puji Sungjae.

“Wanita cantik itu milikku.”

Yongri dan Sungjae sama-sama menoleh saat mendengar suara laki-laki lain. Siwon berdiri di perbatasan pintu dengan kedua tangannya yang masuk ke dalam saku celana. Sungjae yang tidak mengenal Siwon menatap laki-laki itu dengan pandangan bertanya. Sedangkan Yongri menatap Siwon dengan mata berbinar.

“Anda siapa? Tidak semua orang bisa masuk ke sini.” Kata Sungjae. Siwon tersenyum sinis dan berjalan menghampiri mereka.

“Aku juga tidak ingin masuk ke sini jika tidak ada wanita cantik ini.” Ucap Siwon sembari melihat Yongri. Yongri menundukkan kepalanya dengan malu.

“Anda mengenal Yongri? Ada hubungan apa kalian?” Tanya Sungjae. Kemudian ia mengalihkan pandangannya pada Yongri.

“Kau mengenalnya, Yongri-ya?”

“Sunbae, sebenarnya–”

“Kau sendiri siapa? Apa kau ada hubungan dengannya? Kalian dekat? Seberapa dekat?” Tanya Siwon beruntun dengan wajah menantang.

“Yah, aku sudah mengenal Yongri semenjak dia menginjakkan kakinya di kampus ini.” Jawab Sungjae dengan nada sombong. Siwon kembali tersenyum sinis.

“Begitukah?” Gumam Siwon.

“Karena itu lebih baik kau tinggalkan tempat ini. Kau sudah menganggu kegiatanku dan Yongri.” Usir Sungjae. Siwon mengangguk.

“Ayo, kita pulang, sayang.” Ajak Siwon sembari mengulurkan tangannya.

Yongri menerima uluran tangan Siwon hingga membuat Sungjae melihatnya dengan terkejut. Ia menatap Siwon dan Yongri secara bergantian.

“Dia suamiku, sunbae.” Kata Yongri.

“Apa? Suami? Kau–”

“Aku sudah menikah 4 tahun yang lalu.” Potong Yongri. Sungjae benar-benar terkejut mendengar ucapan Yongri.

“Jadi, anak muda.” Siwon menepuk bahu Sungjae.

“Jika kau sudah mengenalnya semenjak dia menginjakkan kakinya disini, maka aku sudah mengenalnya jauh sebelum kalian bertemu. Jangan coba-coba bersikap sombong di depanku lagi. Mengerti?” Suara Siwon penuh dengan penekanan. Ia memberikan senyum lebarnya pada Sungjae sebelum akhirnya membawa Yongri meninggalkan ruang praktek.

Sesampainya mereka di koridor kampus yang sepi, Siwon langsung menarik Yongri ke dalam pelukannya. Ah, ia sangat merindukan gadis mungilnya itu. Mereka tidak bertemu selama satu minggu karena Siwon harus ke Jepang. Seandainya Yongri tidak kuliah, Siwon tentu sudah mengajaknya pergi bersama.

Tiga tahun telah berlalu dan selama ini kehidupan rumah tangga Siwon baik-baik saja. Mereka bahkan terlihat semakin saling mencintai walaupun Yongri belum memberikan seorang anak kepada Siwon. Dan sesuai janji Siwon dulu, laki-laki itu tidak pernah mempermasalahkannya sedikit pun. Ia mencinta Yongri apa adanya.

“Aku merindukanmu.” Bisik Siwon.

“Aku juga, oppa.” Balas Yongri.

“Satu minggu ini aku kesulitan bernafas.” Keluh Siwon membuat Yongri tertawa.

“Jangan berlebihan, tuan kaya.” Ejek Yongri.

“Yah, berhentilah memanggilku tuan kaya.” Siwon melepaskan pelukannya.

“Kau memang kaya, oppa.”

“Benar juga.” Sahut Siwon.

“Ayo, kita pulang. Aku sudah tidak sabar ingin menelanjangimu di atas tempat tidur.” Kata Siwon. Yongri memukul dada Siwon dengan wajahnya yang memerah.

“Aku harus membantu eommonim di restaurant.”

“Kenapa?”

“Selama kau pergi aku memang sering menghabiskan waktu di restaurant setelah kuliah. Aku senang karena bisa bekerja, oppa.” Siwon memicingkan matanya.

“Kau senang bekerja atau karena banyak laki-laki tampan di sana?” Selidik Siwon. Pelayan yang bekerja di restaurant Bong Ok semuanya adalah laki-laki.

“Kau merasa tersaingi?”

“Cih! Yang benar saja. Apa ada laki-laki tampan selain diriku? Bahkan bocah tadi jauh dibawahku.” Kata Siwon dengan percaya diri.

“Jika begitu kenapa harus takut?” Sindir Yongri dan segera berjalan lebih dulu meninggalkan Siwon.

“Yah, tunggu aku!”

***

Restaurant Kang merupakan restaurant yang menyediakan semua masakan Korea Selatan. Pada awalnya, Bong Ok–lah yang memasak sendiri makanannya dan membiarkan pelayan menyajikannya. Seiring waktu berjalan, semakin banyak peminat Restaurant Kang hingga Bong Ok memutuskan untuk memperkerjakan beberapa chef di sana.

Mereka memasak sesuai dengan resep yang diberikan oleh Bong Ok. Bong Ok tetap tidak melepaskan pengawasannya terhadap bisnis yang baru pertama kali dijalankannya ini. Wanita itu setiap hari selalu berada di restaurant dan duduk di balik meja kasir.

Namun jika Yongri datang, maka Bong Ok akan membantu di dapur dan membiarkan Yongri yang duduk di balik meja kasir. Yongri sudah menghafal semua harga makanan di sana dan Bong Ok mempercayakan semuanya pada menantunya itu.

“Eommonim!” Jerit Yongri saat memasuki restaurant.

“Menantuku..” Sapa Bong Ok senang. Bong Ok terkejut saat melihat Siwon yang berada di belakang Yongri.

“Kau sudah kembali?” Tanyanya pada Siwon. Siwon mengangguk sembari tersenyum.

“Apa kau sudah makan? Kau ingin eomma buatkan sesuatu?” Tanya Bong Ok menawarkan.

“Apa tidak merepotkan, eomma?”

“Tentu saja tidak. Kau ingin makan apa?”

“Pajoen.”

“Baiklah, tunggu sebentar, ya. Yongri tolong jaga kasir, ya.” Pinta Bong Ok. Yongri menunjukkan jempolnya pada Bong Ok.

“Silahkan duduk, tuan. Makanan Anda akan segera datang.” Kata Yongri sembari menundukkan kepalanya.

Siwon mendengus kasar namun mengikuti apa yang dikatakan Yongri. Ia mengedarkan pandangannya dan melihat begitu banyak pelanggan di sanan. Wajar saja saat itu sedang jam makan siang. Siwon merasa senang jika bisnis yang dijalankan oleh Bong Ok berjalan lancar.

Siwon menatap Yongri yang sedang menghitung uang. Wajah gadis itu terlihat sangat bersemangat padahal uang itu bukan miliknya. Selama ini juga Yongri tidak pernah minta uang pada Siwon. Ia selalu menerima berapapun uang yang diberikan Siwon padanya.

Selama ini Siwon juga tidak pernah bertanya kepada Yongri, gadis itu menggunakan uangnya untuk apa. Siwon mempercayai Yongri. Ia yakin gadis itu menggunakan uangnya untuk hal-hal yang bermanfaat. Tidak seperti wanita-wanita lain yang mungkin akan menghabiskan uang untuk belanja hal-hal yang tidak penting.

“Siwon-ah..” Panggil Bong Ok. Siwon menoleh dan menemukan Bong Ok yang sudah duduk di hadapannya. Sepiring pajeon sudah terletak di atas meja.

“Apa yang sedang kau lamunkan?” Tanya Bong Ok. Siwon tersenyum dan mulai menyantap makanannya.

“Aku sedang memikirkan Yongri.” Jawab Siwon.

“Kau sangat merindukannya setelah satu minggu tidak bertemu?” Tebak Bong Ok.

“Tentu saja, eomma. Aku sangat-sangat merindukannya.”

“Senang sekali melihat kalian seperti ini.”

“Aku juga senang melihat restaurant eomma berjalan dengan lancar.” Kata Siwon dengan mulutnya yang penuh.

“Siwon-ah..” Panggil Bong Ok setelah ia menatap Yongri sebentar.

“Ada apa, eomma?”

“Aku harap kau tidak tersinggung dengan apa yang ingin aku sampaikan saat ini.”

“Katakan saja.”

“Bagaimana dengan mengadopsi seorang anak?” Tanya Bong Ok membuat Siwon terkejut.

“Aku memang tidak pernah memaksa agar Yongri melahirkan anakmu, tetapi aku rasa kau membutuhkan seorang penerus, sayang.” Jelas Bong Ok.

“Aku sudah berjanji pada Yongri untuk tidak membahasnya, eomma.” Kata Siwon.

“Ya, aku tau itu. Tetapi tidak ada salahnya jika kalian mengadopsi seorang anak, kan? Anggap saja sebagai persiapan jika Yongri hamil nanti.”

“Eomma.. Kau tau bahwa itu akan menyulitkan Yongri. Aku tidak ingin menyinggung perasaannya.”

“Cobalah untuk membahasnya sekali saja dengan Yongri, nak. Kau benar-benar harus memiliki keturunan walaupun bukan darah dagingmu sendiri. Tetapi jika Yongri memang tidak mau, maka kau bisa melupakan ucapanku barusan.” Saran Bong Ok.

Siwon terlihat menghela nafas panjang. Ia memang sangat menginginkan kehadiran anak di dalam rumah tangganya. Tetapi Siwon tidak berniat untuk memaksakannya pada Yongri. Siwon hanya tidak ingin terjadi masalah baru di antara mereka.

“Aku akan mencobanya.” Putus Siwon membuat Bong Ok tersenyum.

“Terima kasih, sayang. Tetapi ketahuilah bahwa aku menyarankan ini demi kebaikan kalian.” Ujar Bong Ok.

“Aku mengerti, eomma.” Kata Siwon tersenyum.

Saat Siwon mengalihkan pandangannya pada Yongri, ia melihat gadis itu sedang memejamkan matanya. Ia menempelkan pipinya di meja kasir dan sepertinya tertidur. Siwon tersenyum melihatnya. Mungkin gadis itu merasa kelelahan.

“Yongri memang sering tertidur jika sedang menjaga kasir.” Ucap Bong Ok dengan geli.

“Aku akan membawanya pulang, eomma. Kau tidak apa-apa, kan?” Tanya Siwon.

“Tentu saja tidak apa-apa, Siwon-ah. Bawalah dia pulang.” Jawab Bong Ok.

Siwon segera berdiri dan menghampiri Yongri, diikuti oleh Bong Ok dari belakang. Wajah tidur Yongri terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Dan yang paling penting adalah wajah gadis itu selalu terlihat cantik.

“Yongri-ya.. Sayang..” Panggil Siwon pelan. Ia mengusap pipi Yongri dengan pelan. Yongri melenguh karena merasa tidurnya  terganggu.

“Kita pulang saja. Kau bisa tidur di rumah.” Kata Siwon.

“Ah, aku ketiduran.” Gumam Yongri.

“Pulanglah, Yongri-ya.” Ucap Bong Ok.

“Aku ketiduran lagi, eommonim. Maaf.” Sesal Yongri.

“Tidak apa-apa. Aku tau bahwa kau lelah sehabis kuliah.” Bong Ok terlihat sangat memaklumi.

“Kami pulang dulu, eomma.” Pamit Siwon.

“Ya. Hati-hati di jalan, Siwon-ah.” Siwon mengangguk.

“Kami pulang, eommonim.” Yongri ikut berpamitan. Siwon dan Yongri segera keluar dari restaurant Kang untuk pulang ke rumah mereka.

***

Yongri menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi mobil yang didudukinya. Tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan perutnya bergejolak. Sebelumnya semuanya baik-baik saja. Namun ketika ia terbangun setelah tertidur sesaat di restaurant tadi, Yongri merasakan semuanya.

“Yongri-ya..” Panggil Siwon pelan.

“Hmm?” Yongri hanya mampu bergumam.

“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.” Kata Siwon. Yongri menggerakan kepalanya dengan pelan untuk menatap Siwon.

“Ada apa, oppa?” Tanya Yongri.

“Tetapi berjanjilah untuk tidak marah atau pun merasa kesal dengan apa yang ingin aku katakan.” Pinta Siwon. Yongri menganggukkan kepalanya. Siwon berdehem pelan untuk menghilangkan kegugupannya.

“B–bagaimana jika kita mengadopsi seorang anak? Seorang bayi?” Tanya Siwon hati-hati.

Mata Yongri yang awalnya sayu terlihat membesar akibat pertanyaan Siwon. Sedikit tidak mempercayai pendengarannya saat ini. Mencoba untuk mengabaikan rasa sakit di kepalanya, Yongri menegakkan punggungnya. Ia memusatkan perhatiannya pada Siwon.

“Kenapa?” Tanya Yongri tidak dapat menutupi rasa kecewa dan bersalahnya.

Ia kecewa karena Siwon masih sangat menginginkan seorang anak, walaupun laki-laki itu berkata tidak apa-apa tentang keadaan Yongri. Dan ia merasa bersalah karena tidak bisa memberikan seorang anak pada Siwon.

“Kau jangan salah paham. Bukan karena aku sangat menginginkan anak. Aku pikir kita memerlukan seorang penerus nantinya. Untuk meneruskan perusahaan yang sedang ku jalani.” Jelas Siwon.

Yongri menutup matanya saat sakit di kepalanya semakin menjadi. Ia juga merasa sangat mual hingga seluruh isi perutnya ingin keluar. Yongri menutup mulutnya menggunakan sebelah tangan untuk menahan apapun yang mungkin bisa dimuntahkannya.

“Ada apa? Kau kenapa, Yongri-ya?” Tanya Siwon khawatir.

Yongri tidak menjawab karena terlalu sibuk membekap mulutnya. Melihat itu, Siwon segera menepikan mobilnya di pinggir jalan. Tanpa membuang waktu, Yongri langsung turun dari mobil dan memuntahkan isi perutnya di pinggir jalan.

Siwon yang merasa sangat khawatir segera menyusul gadis itu. Tidak merasa jijik saat melihat hasil muntahan Yongri dihadapannya. Ia justru merasa sangat panik dan takut terjadi apa-apa pada istrinya itu. Siwon menepuk pelan punggung Yongri.

“Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba muntah?” Tanya Siwon.

Yongri masih terus memuntahkan isi perutnya untuk beberapa saat. Dan Siwon dengan setia menemani gadis itu sembari memijat tengkuknya dan memegangi rambut Yongri ke belakang.

“Tolong ambilkan tissu, oppa.” Pinta Yongri.

Siwon segera kembali ke mobil dan mengambilkan beberapa tissu untuk Yongri. Yongri mengusap mulutnya yang kotor dan menegakkan tubuhnya. Wajahnya yang luar biasa pucat membuat Siwon sangat khawatir.

“Wajahmu pucat sekali. Ayo, kita kerumah sakit.” Ajak Siwon.

“Tidak. Aku ingin pulang dan istirahat saja di rumah.” Tolak Yongri dan segera kembali ke mobil.

Siwon menatap gadis itu dan menghela nafas. Ia ikut menyusul gadis itu dan kembali menjalankan mobil. Menambah kecepatannya agar mereka bisa segera sampai di rumah.

Siwon mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Yongri yang terkulai di sisi tubuh gadis itu. Yongri tidak membalas genggaman tangan Siwon. Entah karena gadis itu masih merasa kecewa pada Siwon atau karena tubuhnya yang sangat lemah.

“Maafkan aku. Seharusnya aku tidak mengatakan hal itu.” Sesal Siwon.

Beberapa puluh menit setelahnya mobil Siwon berhenti tepat di depan rumah laki-laki itu. Ia segera keluar lebih dulu dari mobil dan membantu Yongri untuk turun dari mobil. Beruntung karena Yongri tidak menolak bantuannya.

Siwon merangkul Yongri masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar mereka di lantai dua. Sesekali Siwon menatap wajah Yongri yang masih terlihat sangat pucat. Sebelumnya gadis itu masih baik-baik saja. Siwon tidak tau apa yang menyebabkan Yongri tiba-tiba menjadi sakit seperti ini.

Siwon berharap bukan karena pembicaraan mereka di mobil tadi. Karena jika memang benar, Siwon tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri. Seharusnya ia tidak perlu memikirkan ucapan Bong Ok tadi. Seharusnya ia tetap memegang janjinya pada Yongri dulu.

“Pelan-pelan.” Kata Siwon saat membantu Yongri berbaring di atas tempat tidur.

“Istirahatlah. Aku akan memanggil Donghae kemari.” Ucap Siwon dan dibalas anggukan singkat oleh Yongri.

Siwon segera menjauh dari Yongri dan mengeluarkan ponselnya. Mencari kontak Donghae di dalam ponselnya, sebelum akhirnya menempelkan benda persegi itu pada telinganya. Sesekali Siwon menoleh untuk menatap Yongri yang sedang memejamkan matanya.

Halo..

“Donghae-ya..”

Eo, ada apa, Siwon-ah?

“Bisa kau datang ke rumahku sekarang? Yongri tiba-tiba sakit. Ia muntah cukup banyak di jalan. Aku benar-benar khawatir karena dia tidak mau di bawa ke rumah sakit.”

Yongri sakit? Hmm, tetapi aku tidak bisa datang ke sana sekarang, Siwon-ah. Jam praktekku masih satu jam lagi. Mungkin sekitar dua jam lagi aku baru bisa ke sana. Apa tidak apa-apa?

Siwon terlihat berpikir. Namun tidak ada pilihan yang lebih baik saat ini. Yang penting Siwon tau kondisi Yongri.

“Baiklah, tidak apa-apa. Datang secepat yang kau bisa, Donghae-ya.”

Tentu saja. Untuk sementara, buatkan Yongri teh hangat untuk menghangatkan perutnya.

“Aku mengerti. Terima kasih banyak.”

Ya.

Siwon segera memutuskan sambungan telepon dan kembali mendekati Yongri. Ia duduk di tepi tempat tidur sembari menggenggam tangan gadis itu. Yongri membuka matanya dan menatap Siwon.

“Donghae belum bisa datang sekarang.” Kata Siwon.

“Tentang perkataanmu tadi di mobil..” Kata Yongri dengan suara pelan.

“Tidak, Yongri-ya. Tidak perlu membahasnya. Lupakan kata-kataku tadi. Aku tidak membutuhkan seorang anak. Aku hanya membutuhkanmu.” Ujar Siwon sembari mengecup punggung tangan Yongri. Yongri menatap Siwon dengan matanya yang berkaca-kaca.

“Maaf.” Sesal Yongri.

“Tidak, sayang. Jangan katakan apapun. Pejamkan saja matamu dan tidurlah.” Ucap Siwon.

“Ah, aku akan membuatkanmu minuman hangat terlebih dahulu.” Siwon segera berdiri, namun Yongri menarik tangannya.

“Tetaplah disini. Aku sudah merasa lebih baik.” Kata Yongri. Siwon akhirnya kembali duduk ditempatnya semula.

“Tidurlah.” Ucap Siwon. Yongri mengangguk dan memejamkan matanya.

***

“Maaf aku baru bisa datang sekarang.” Sesal Donghae dengan wajah lelahnya.

“Tidak apa-apa, Donghae-ya. Maaf merepotkan.” Balas Siwon. Donghae mengibaskan tangannya dihadapan Siwon.

“Bagaimana keadaan Yongri?”

“Yongri bilang sudah merasa baikan tapi wajahnya masih pucat. Dia ada di kamar, langsung ke atas saja.” Ajak Siwon. Donghae mengangguk.

Sesampainya di kamar, Siwon dan Donghae segera menghampiri tempat tidur. Donghae tersenyum pada Yongri yang sudah lebih dulu tersenyum padanya. Laki-laki itu duduk di tepi tempat tidur dan mengeluarkan stetoskopnya.

“Maaf merepotkan, Dokter Lee.” Kata Yongri.

“Kau adalah seorang pasien. Kenapa harus merasa merepotkan?” Sahut Donghae dengan santai.

Donghae mulai memeriksa keadaan Yongri menggunakan stetoskopnya. Mata Siwon terus mengikuti gerakan stetoskop Donghae. Rasa khawatirnya belum berkurang sedikit pun, walaupun Yongri bilang bahwa ia baik-baik saja.

Mata Donghae tiba-tiba melebar dan ia segera menjauhkan stetoskopnya. Siwon yang melihatnya kontan bertambah khawatir. Belum lagi Donghae menatapnya dengan pandangan terkejut saat ini.

“Ada apa?” Tanya Siwon.

“Kita bicara di luar sebentar.” Kata Donghae dan segera meninggalkan kamar Siwon.

“Oppa, ada apa? Kenapa Dokter Lee seperti itu?” Yongri menjadi ikut khawatir dengan kondisinya.

“Jangan khawatir, sayang. Tidak akan ada apa-apa. Tunggulah sebentar.” Ujar Siwon.

Tanpa menunggu jawaban Yongri, Siwon segera menyusul Donghae yang sudah berada di luar kamar. Siwon melihat Donghae yang sedang berjalan mondar-mandir di depan kamarnya. Siwon menghentikan gerakan Donghae.

“Apa apa, Donghae-ya? Sikapmu membuatku dan Yongri takut.” Ucap Siwon.

“Siwon-ah..” Panggil Donghae.

“Apa?”

“Sepertinya Yongri hamil.”

“…..”

“Siwon-ah, kau dengar aku?!”

“Apa yang kau katakan?” Suara Siwon terdengar datar.

“Aku tau kau mungkin tidak mempercayainya. Aku juga tidak terlalu yakin. Tetapi aku dapat merasakannya, Siwon-ah. Ada nyawa lain di dalam tubuh Yongri.” Jelas Donghae.

“Lee Donghae, jangan bercanda.” Pinta Siwon.

“Lebih baik sekarang kau membawa Yongri ke rumah sakit, Siwon-ah. Kita harus memastikan semuanya.” Saran Donghae.

Siwon kembali masuk ke dalam kamarnya dengan pandangan tajam. Ia mendekati Yongri dengan langkahnya yang tergesa. Siwon menyibak selimut Yongri dan membantu Yongri untuk turun dari tempat tidur.

“Oppa, ada apa?” Tanya Yongri bingung.

“Kita harus ke rumah sakit.” Jawab Siwon.

“Kenapa? Apa aku sakit parah?”

Siwon tidak menjawab pertanyaan Yongri dan terus menarik gadis itu keluar dari kamar. Yongri melihat Donghae yang berada di luar kamarnya.

“Dokter Lee, ada apa denganku? Apa aku sakit parah?” Tanya Yongri.

“Tidak, Yongri-ya.” Jawab Donghae mengikuti mereka dari belakang.

“Oppa, sebentar. Tanganku sakit.” Ujar Yongri.

Siwon menghentikan langkahnya. Ia langsung menggendong Yongri di depan dadanya hingga membuat Yongri memekik pelan. Yongri melingkarkan tangannya di leher Siwon dengan erat.

Wajah Siwon masih terlihat tegang dan pandangannya sangat tajam. Yongri tidak tau apa yang terjadi padanya. Kenapa Siwon terlihat sangat marah? Donghae bilang bahwa dirinya tidak sakit parah, tetapi kenapa Siwon tidak terlihat senang?

Siwon memasukkan Yongri ke kursi belakang dan membiarkan Donghae duduk di sampingnya. Tanpa sadar airmata Yongri mengalir. Ia benar-benar merasa takut melihat sikap Siwon seperti ini.

“Tidak ada apa-apa, Yongri-ya. Jangan takut, ya.” Kata Donghae sembari menoleh ke belakang. Yongri menyeka airmatanya.

“Jangan seperti itu, Siwon-ah. Kau membuatnya takut.” Donghae menatap Siwon. Siwon terlihat tidak peduli dan menambah kecepatannya.

“Apa aku akan mati?” Gumam Yongri.

“Hentikan omong kosongmu itu!” Sahut Siwon.

“Aku tidak membawa ponsel, aku harus menghubungi eomma dan Kyuhyun oppa.” Bisik Yongri pelan.

Siwon menatap gadis itu dari kaca spion tengah. Ia tidak bisa mengatakan kepada gadis itu tentang diagnosa Donghae. Siwon tidak ingin memberikannya harapan palsu. Hanya sikap seperti ini yang bisa Siwon tunjukkan padanya. Karena Yongri tidak akan pernah melawan jika Siwon bersikap seperti ini.

Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di Rumah Sakit Internasional Seoul. Siwon memarkirkan mobilnya secara sembarangan. Ia tidak memiliki waktu untuk sekedar memarkirkan mobil. Siwon turun dari mobilnya dan membukan pintu mobil untuk Yongri.

“Kau bisa berjalan sendiri atau aku harus menggendongmu?” Tanya Siwon.

“Aku bisa berjalan sendiri.” Jawab Yongri pelan.

Siwon mengangguk dan menggenggam tangan gadis itu memasuki rumah sakit. Yongri hanya mengikuti kemana pun Siwon membawanya. Karena jika ia bertanya, Siwon tidak akan menjawabnya. Ia sangat takut jika Siwon bersikap seperti ini.

Yongri mengedarkan pandangannya. Saat ia melihat kemana Siwon akan membawanya, Yongri menghentikan langkahnya. Hingga membuat langkah Siwon juga terhenti. Departement Kandungan. Yongri membaca tulisan tersebut dengan mata yang berkaca-kaca.

“Aku tidak mau ke sana.” Kata Yongri yang langsung berbalik untuk meninggalkan rumah sakit.

Siwon dengan cepat mencegahnya dan kembali menggenggam tangan gadis itu. Ia menarik Yongri untuk mengikutinya masuk ke dalam sana.

“Tidak, oppa. Aku tidak mau!” Tolak Yongri dengan menangis.

“Kau harus masuk, Yongri-ya.”

“Kau berkata padaku bahwa tidak apa-apa jika kita tidak memiliki anak, oppa. Kau baru saja meminta maaf padaku tadi saat di rumah. Kenapa seperti ini?” Isak Yongri membuat Siwon menghentikan langkahnya.

Siwon menatap wajah Yongri yang basah oleh airmata. Laki-laki itu menghela nafas panjang dan memegang kedua lengan Yongri. Secara perlahan, Yongri mendongakkan kepalanya menatap Siwon.

“Percaya padaku dan pada dirimu sendiri, Yongri-ya.” Ucap Siwon.

Yongri tidak mengerti maksud ucapan Siwon barusan. Dan belum selesai dengan kegiatan berpikirnya, Siwon sudah kembali menarik Yongri untuk duduk di depan ruangan Dokter Kang. Yongri tidak bisa menghentikan tangisnya. Ia merasa sangat takut akan mengecewakan Siwon setelah mendapat hasilnya nanti.

Siwon hanya membiarkan saja gadis itu menangis. Ia harap setelah mereka masuk ke dalam nanti, Yongri akan tersenyum bahagia. Dan kalau pun apa yang dikatakan oleh Donghae salah, maka Siwon akan mencoba untuk menguatkan dirinya dan juga Yongri.

“Nyonya Choi Yongri.” Panggil perawat.

Siwon segera berdiri namun Yongri tetap tidak bergerak. Membuat Siwon terpaksa kembali menarik gadis itu. Sesampainya di ruangan Dokter Kang, Dokter Kang terlihat terkejut karena melihat Yongri menangis. Tetapi ia berusaha untuk tidak ikut campur.

“Silahkan berbaring, nyonya.” Pinta Dokter Kang.

“Tunggu sebentar, tuan.” Kata Dokter Kang dan disambut anggukkan kepala oleh Siwon.

Siwon menunggu dalam keadaan cemas. Di dalam hatinya ia terus memanjatkan doa agar Tuhan mengabulkan permintaannya saat ini. Siwon benar-benar ingin hidup bahagia bersama Yongri dan anaknya. Karena itu, walau pun Tuhan hanya memberikannya satu orang anak, Siwon akan sangat berterima kasih.

Dokter Kang membuka tirai setelah selesai memeriksa Yongri. Yongri menghampiri Siwon dan duduk di sampingnya. Sedangkan Dokter Kang duduk di hadapan mereka. Siwon meraih tangan Yongri untuk menggenggamnya. Namun Yongri menepis tangan Siwon hingga membuat Siwon terkejut.

“Usia kandungannya 4 minggu.” Kata Dokter Kang.

“…..”

“Tuan? Nyonya?” Panggil Dokter Kang.

“Saya bilang usia kandungannya 4 minggu.” Ulang Dokter Kang.

“A–pa maksudmu?” Tanya Yongri pelan.

“Dia benar-benar hamil?” Tanya Siwon membuat Yongri menatapnya. Kenapa Siwon bertanya seperti itu?

“Bukankah kalian sudah mengetahuinya? Karena itu kalian datang kemari, kan?” Dokter Kang terlihat bingung.

“Istri saya benar-benar hamil, dokter?” Tanya Siwon sekali lagi.

“Iya, tuan. Selamat, istri Anda sedang mengandung dengan usia kandungan 4 minggu.” Jelas Dokter Kang.

Siwon segera mengalihkan pandangannya pada Yongri. Keduanya saling menatap dengan wajah terkejut, bingung dan tidak percaya. Jika memang ini adalah mimpi, keduanya berharap tidak ada yang membangunkan mereka.

“A–anda bilang bahwa saya akan sulit untuk mengandung, dokter.” Kata Yongri.

“Memang benar, nyonya. Seiring bertambahnya usia, rahim Anda menjadi semakin kuat. Karena itu sel telur Anda menerima sperma Tuan Choi dengan baik dan membuahkan hasil.” Ucap Dokter Kang.

“O–oppa..” Yongri tidak bisa menahan airmata bahagianya.

“Kau hamil, sayang. Kau hamil.” Bisik Siwon.

“Selamat, tuan dan nyonya. Saya harap kalian bisa menjaga kehamilan kali ini dengan lebih baik. Hindari semua benturan terhadap perut Anda, Nyonya Choi. Karena kita tidak akan tau kapan Anda bisa hamil lagi jika Anda mengalami keguguran kembali.” Pesan Dokter Kang.

“Kami mengerti, dok. Kami akan benar-benar menjaganya.” Sahut Siwon.

“Terima kasih banyak, dok.” Ucap Siwon dan Yongri bersamaan.

“Senang bisa membantu.” Balas Dokter Kang.

Siwon dan Yongri keluar dari ruangan Dokter Kang masih dengan wajah tidak percaya mereka. Rasanya terlalu sulit mempercayai apa yang baru saja mereka dengar. Walau begitu, jauh di dalam lubuk hati mereka, mereka merasa sangat senang. Bahkan sangat-sangat senang.

“Bagaimana?” Tanya Donghae yang dengan setia menunggu di sana.

“Yongri hamil, Donghae-ya.” Jawab Siwon pelan.

“Benarkah?” Wajah Donghae terlihat sangat senang. Berbeda dengan wajah Siwon dan Yongri saat ini.

“Tetapi kenapa wajah kalian seperti itu?” Tanya Donghae bingung.

Yongri yang merasa kakinya lemas langsung berjongkok di samping Siwon. Membuat Siwon dan Donghae menatapnya dengan terkejut. Mereka pikir Yongri terjatuh karena pingsan.

“Sayang, kau baik-baik saja?” Siwon ikut berjongkok di samping Yongri.

“Aku hamil.” Gumam Yongri.

“Benar, Yongri-ya. Kau hamil.” Sahut Donghae yang kemudian tersenyum geli.

“Apa kalian belum bisa mempercayai ucapan dokter di dalam tadi? Yah, dari awal Dokter Kang bilang bahwa Yongri hanya sulit hamil. Bukan berarti ia tidak bisa hamil.” Kata Donghae.

“Benar.” Ucap Siwon tiba-tiba.

“Benar, Yongri-ya. Aku juga pernah mengatakan padamu bahwa sulit bukan berarti tidak bisa. Dan sekarang kau hamil. Kita akan memiliki anak.” Jelas Siwon. Yongri menatap Siwon.

“Aku tidak bermimpi ‘kan, oppa? Kita benar-benar akan memiliki anak?” Tanya Yongri. Siwon mengangguk cepat.

“Kita benar-benar akan memiliki anak. Jika memang ini mimpi, kita akan bermimpi bersama, Yongri-ya.” Jawab Siwon.

Yongri langsung memeluk Siwon hingga membuat Siwon jatuh terduduk di lantai rumah sakit. Orang-orang yang berada di sana memperhatian mereka dengan bingung. Namun ada juga yang tersenyum melihat keromantisan mereka. Termasuk Donghae yang ikut merasa senang.

“Walaupun ini hanya mimpi, tidak apa-apa. Walaupun aku hanya bisa menggendong anakku di dalam mimpi, aku tidak apa-apa.” Ucap Yongri. Siwon tersenyum sembari mengusap kepala Yongri.

“Ini nyata, sayang. Semuanya nyata.” Kata Siwon.

“Aku benar-benar tidak bisa percaya, oppa.” Ujar Yongri melepaskan pelukannya.

“Kau harus percaya. Karena kita sama-sama mendengar apa yang diucapkan Dokter Kang tadi.”

“Kali ini, aku pasti bisa melahirkannya, kan?”

“Tentu, Yongri-ya. Kita akan menjaganya bersama-sama.

“Lebih baik kita pulang sekarang. Yongri harus banyak istirahat.” Saran Donghae.

Siwon mengangguk setuju. Ia segera berdiri dan membantu Yongri untuk berdiri. Mereka berjalan bersama meninggalkan rumah sakit dan masuk ke dalam mobil.

“Aku tidak akan ke kantor selama kau hamil.” Kata Siwon.

“Bagaimana dengan pekerjaanmu?”

“Ada Jungsoo hyung yang bisa menggantikanku. Dan besok kita harus ke kampusmu, Yongri-ya.”

“Untuk apa?”

“Kau harus cuti kuliah selama hamil dan kita akan mengurusnya besok.” Suara Siwon terdengar tidak mau dibantah. Donghae hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.

Yongri hanya bisa mengangguk dan menyetujui semua yang Siwon ucapkan. Ia akan melakukan apapun untuk menjaga kehamilannya hingga 9 bulan ke depan. Yongri tidak ingin merasakan kehilangan lagi. Yongri benar-benar ingin segera menggendong seorang bayi. Buah cintanya bersama Siwon selama ini.

***

–Three Months of Pregnancy–

Siwon keluar dari kamar setelah bangun dari tidur siangnya. Laki-laki itu menguap lebar sembari merentangkan tangannya ke atas. Ia menggaruk kepalanya yang gatal hingga membuat rambutnya menjadi semakin berantakan.

“Yongri-ya..” Panggilnya.

Ia tidak menemukan Yongri di dalam kamar saat bangun tidur nanti. Siwon segera turun ke bawah sembari menatap kesana-kemari mencari keberadaan Yongri. Di dapur maupun ruang makan gadis itu tidak ada. Siwon melangkahkan kakinya menuju ke ruang keluarga.

Siwon bernafas lega saat melihat gadis itu sedang duduk di sofa yang berada di sana. Dengan senyum yang mengembang, Siwon menghampiri Yongri. Langkah Siwon terlihat memelan saat ia melihat bahu Yongri yang berguncang dan terdengar isakan pelan dari gadis itu.

“Yongri-ya, ada apa?” Tanya Siwon khawatir. Ia kembali melangkah dan duduk di samping gadis itu. Wajah Yongri basah oleh airmata.

“Yah, kau kenapa? Kenapa menangis? Ada yang sakit? Perutmu sakit?” Siwon merasa sangat takut dan khawatir.

“Kita ke rumah sakit saja, ya?” Ucap Siwon sembari beranjak untuk bersiap-siap.

“Kenapa harus mati?” Isak Yongri. Siwon mengurungkan niatnya dan kembali duduk di samping gadis itu.

“Apa kau bilang? S–siapa yang mati?” Tanya Siwon pelan.

“Itu, oppa.” Jawab Yongri sembari menunjuk televisi.

“Laki-laki itu mati karena menyelamatkan perempuan yang dicintainya. Huaaaaaa.. Kenapa dia harus mati?!” Isak Yongri semakin menjadi.

Siwon menatap televisi dengan pandangan kosong. Jadi, yang sedang ditangisi oleh gadis itu adalah film yang sedang ditontonnya? Dan jantung Siwon baru saja hendak melompat keluar karena mengkhawatirkan gadis itu. Apa ini? Kenapa Siwon terlihat seperti orang bodoh saat ini?

“Kau menangisi film bodoh itu?” Tanya Siwon tidak percaya. Yongri menatap Siwon dengan tajam.

“Film bodoh? Apa kau baru saja mengejek filmku?!” Bentak Yongri.

“T–tidak, sayang. Maksudku–”

“Kau yang bodoh! Kau yang tidak peka. Huhuhuu.. Filmnya sedih sekali. Aku tidak mau menontonnya lagi.” Ucap Yongri yang sudah kembali menangis.

“Ya, ya. Kau tidak perlu menontonnya lagi.” Timpal Siwon.

“Aku matikan televisinya, ya?”

“Kenapa kau mau mematikannya?! Kau tidak suka melihatku menonton televisi?!” Bentak Yongri lagi membuat Siwon terkejut.

“Bukan seperti itu, sayang.”

“Jahat! Aku membencimu, oppa.” Ujar Yongri sembari beranjak dan meninggalkan ruang keluarga. Masih dengan bahunya yang berguncang karena menangis.

Siwon menatap gadis itu sembari menghela nafas panjang. Banyak yang bilang bahwa wanita hamil menjadi lebih sensitif. Dan Siwon sangat menyetujui itu. Yongri menjadi semakin sensitif akhir-akhir ini. Membuat Siwon harus berhati-hati dalam berbicara, jika tidak ingin melihat gadis itu mengamuk.

***

–Six Months of Pregnancy–

Yongri keluar dari kamar mandi menggunakan baju handuk. Ia segera menghampiri ruang pakaian di mana pakaiannya dan Siwon berada. Saat melihat cermin tinggi yang berada di sana, Yongri segera menghampirinya dan berdiri dihadapan cermin tersebut.

Ia dapat melihat dirinya dari atas kepala hingga ujung kaki dari sana. Dengan gerakan perlahan, Yongri membuka baju handuk yang dipakainya dan membiarkan baju itu tergeletak di lantai. Yongri menatap tubuh telanjangnya yang tidak lagi seperti dulu.

Usia kandungannya sudah 6 bulan sehingga perutnya sudah cukup besar saat ini. Bukan hanya perutnya, Yongri pun merasa tubuhnya membesar karena porsi makanya yang cukup banyak semenjak hamil. Bisa dikatakan bahwa Yongri menjadi lebih gemuk saat ini. Pipinya pun terlihat semakin berisi.

“Gemuk sekali.” Gumam Yongri.

Yongri mengubah posisinya menjadi menyamping dan menatap perutnya. Ia tersenyum sembari mengusap perutnya dengan pelan. Benar-benar merasa tidak sabar untuk menyambut bayi yang berada di dalam kandungannya saat ini.

“Teruslah tumbuh dengan baik, nak.”

“Walaupun kau membuat tubuh eomma menjadi gemuk, eomma tidak apa-apa. Asalkan kau bisa lahir dengan selamat dan sehat.”

“Walaupun eomma tidak sexy lagi dan mungkin appa akan bosan pada eomma, eomma tidak apa-apa.”

“Siapa bilang aku bosan denganmu?” Bisik Siwon sembari memeluk Yongri dari belakang. Siwon melingkarkan tangannya di perut telanjang Yongri.

“Oppa!” Yongri terlihat sangat terkejut. Astaga, ia sedang telanjang saat ini.

Yongri terlihat ingin memberontak karena ia merasa sangat malu. Jika dulu, Yongri akan merasa percaya diri dengan tubuh langsingnya. Tetapi saat ini tubuh Yongri sangat jelek dan Yongri tidak ingin Siwon melihatnya seperti ini.

“Diamlah.” Ujar Siwon.

“B–biarkan aku memakai pakaianku dulu, oppa.” Pinta Yongri.

“Kau sangat sexy, sayang.” Bisik Siwon membuat pipi Yongri merona.

“Bohong.” Gumamnya.

“Aku berani bersumpah bahwa kau wanita tersexy yang pernah aku temui. Apalagi dengan perutmu yang membesar seperti ini.” Kata Siwon. Yongri tidak dapat menahan senyumnya mendengar ucapan Siwon.

“Bagaimana bisa aku menjadi wanita tersexy dengan tubuh yang gemuk seperti ini?”

“Yah, apa selama ini kau pikir bahwa wanita sexy adalah wanita yang kurus?”

“Apa aku salah?”

“Tentu saja. Wanita sexy adalah wanita yang seperti dirimu ini.”

“Hentikan omong kosongmu.” Yongri melepaskan pelukan Siwon padanya.

Siwon langsung membalikkan badan Yongri dan tersenyum. Yongri juga ikut tersenyum dan melupakan bahwa dirinya sedang telanjang saat ini.

“Aku tidak peduli bahwa tubuhmu kurus atau gemuk. Yang terpenting untukku hanyalah bahwa kau adalah Choi Yongri. Ketahuilah satu hal bahwa aku tidak akan pernah merasa bosan padamu, Yongri-ya. Jangan berpikiran aneh. Mengerti?” Kata Siwon.

“Ya, oppa. Maafkan aku.” Sesal Yongri.

“Jadi, apa anakku baik-baik saja hari ini?” Tanya Siwon memegang perut Yongri.

“Anak kita.” Ralat Yongri.

“Dia baik-baik saja.” Jawab Yongri kemudian.

“Oppa..” Panggil Yongri.

“Kenapa?”

“Kau bilang anak ini akan menjadi penerus perusahaanmu, kan?”

“Ya, kenapa?”

“Apa itu berarti aku harus melahirkan anak laki-laki?” Tanya Yongri.

“Kenapa seperti itu?” Siwon terlihat bingung.

“Bukankah biasanya hanya anak laki-laki yang bisa meneruskan perusahaan orangtuanya?”

“Tidak ada teori seperti itu.” Ucap Siwon dengan wajah tidak setuju.

“Terserah apakah kau akan melahirkan anak perempuan atau laki-laki. Ia tetap akan menjadi penerusku. Yang penting anak kita lahir dengan sehat dan selamat. Serta kau yang baik-baik saja setelah melahirkannya nanti.” Jelas Siwon. Yongri tampak bernafas lega.

“Aku pikir kau tidak akan mau jika anak ini nanti adalah anak perempuan.” Ucap Yongri. Siwon memberikan sentilan kecil di dahi Yongri.

“Hentikan pikiran konyolmu itu. Sekarang lebih baik kau cepat berpakaian. Aku tidak bisa tahan lebih lama lagi jika melihatmu telanjang seperti ini.” Gerutu Siwon. Yongri tersenyum geli dan segera memilih pakaian.

***

–Nine Months of Pregnancy–

“Oppa, apa aku benar-benar harus menginap di rumah sakit?” Tanya Yongri dengan wajah tidak suka.

“Apa kau lupa dengan ucapan Dokter Kang? Kau akan melahirkan dengan cara operasi caesar. Karena itu kau harus tinggal di rumah sakit hingga operasimu dilakukan. Karena jadwal operasimu adalah besok, maka kau harus menginap di rumah sakit malam ini.” Jawab Siwon menjelaskan.

Siwon terlihat sedang memasukkan pakaian Yongri di lemari yang berada di kamar rawat Yongri. Sedangkan Yongri hanya bisa duduk diam di atas tempat tidur. Karena perutnya yang sudah sangat besar, gerakan Yongri pun menjadi semakin terbatas.

“Tetapi aku tidak suka bau rumah sakit.” Keluh Yongri.

“Memangnya ada yang suka dengan bau rumah sakit?” Sahut Siwon membuat Yongri mengerucutkan bibirnya.

“Yah, aku benar-benar sudah tidak sabar untuk bertemu dengan anak kita.” Kata Siwon sembari menatap Yongri. Wajahnya terlihat sangat bahagia.

“Apa kau sudah menyiapkan nama untuk anak kita, oppa?”

“Tentu saja! Aku sudah menyiapkan satu nama laki-laki dan nama satu perempuan.”

“Katakan padaku.” Pinta Yongri. Siwon menggeleng.

“Rahasia.” Bisiknya.

“Menantuku!!”

“Anakku!!”

Siwon dan Yongri terkejut saat tiba-tiba pintu kamar rawat Yongri terbuka dan ada teriakan yang menyapa telinga mereka. Mereka tersenyum saat melihat kehadiran Bong Ok dan juga Jung Ah di sana. Kedua wanita paruh baya itu segera menghampiri Yongri dan memeluknya.

“Bagaimana kabarmu hari ini, sayang?” Tanya Jung Ah.

“Sangat baik, eomma.” Jawab Yongri.

“Dia baru saja mengeluh karena tidak ingin menginap di rumah sakit.” Kata Siwon.

“Hanya untuk beberapa hari, Yongri-ya. Bertahanlah sebentar, eo?” Ujar Bong Ok.

“Ya, eommonim.” Sahut Yongri patuh.

“Dimana Kyuhyun oppa, eomma?” Tanya Yongri.

“Ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkannya. Tetapi dia berjanji bahwa besok akan berada di sini untuk menyambut keponakannya.” Jawab Jung Ah.

“Kau sudah makan siang?” Tanya Bong Ok.

“Dua piring, eomma.” Jawab Siwon.

“Oppa!” Jerit Yongri malu.

“Kenapa? Makanmu memang banyak sekali, Yongri-ya.” Kata Siwon.

“Bukankah itu hal biasa karena aku sedang hamil, eomma? Eommonim?” Yongri meminta pembelaan dari Jung Ah dan Bong Ok.

“Tentu saja. Wanita hamil memang selalu makan melebihi porsi mereka biasanya. Itulah kenapa pada akhirnya ibu-ibu seperti kami memiliki tubuh seperti ini.” Jelas Bong Ok.

“Aku bahkan belum lulus kuliah, eommonim. Bagaimana bisa aku memiliki tubuh seperti kalian nantinya?” Ucap Yongri ngeri.

“Asal kau bisa merawat tubuhmu dengan baik, kau akan kembali seperti dulu.” Kata Jung Ah.

“Lebih baik dia seperti ini. Agar tidak ada laki-laki yang meliriknya. Terutama bocah yang satu itu.” Sungut Siwon saat mengingat senior Yongri yang tampaknya menyukai istrinya itu.

“Apa kau sedang cemburu?” Tanya Bong Ok tidak percaya.

“Cemburu? Siapa? Aku? Tidak mungkin, eomma.” Bantah Siwon.

“Kau jelas-jelas melakukannya, oppa.”

“Jangan sampai kau cemburu pada anakmu nanti, jika dia menarik seluruh perhatian Yongri.” Kata Bong Ok.

Semua yang ada di sana tertawa senang, kecuali Siwon. Laki-laki itu mendengus kasar saat menyadari dirinya sedang diejek habis-habisan di depan anaknya yang sebentar lagi akan datang ke dunia.

***

–Next Day–

Yongri telah berada di ruang operasi dan berbaring di atas tempat tidur. Siwon berada di sisinya dan mencoba menenangkan gadis itu yang saat ini merasa sangat takut. Dokter sudah menyuntikkan obat bius pada daerah perut hingga ke bawah tubuhnya.

Yongri tidak tau apakah dokter sudah memulai operasinya atau belum. Karena Yongri tidak bisa merasakan apapun pada perutnya saat ini. Lagipula ada tirai pembatas yang membuatnya tidak bisa melihat apa yang sedang dokter lakukan.

Gadis itu hanya terus mendengarkan Siwon yang sedang bercerita untuk mengalihkan perhatiannya. Tangan keduanya tidak pernah terlepas sedetik pun semenjak memasuki ruang operasi.

“Jungsoo hyung bilang, anak kita tidak boleh memanggilnya samchon atau ahjussi.” Kata Siwon dengan geli.

“Ia ingin dipanggil oppa atau hyung oleh anak kita. Dasar gila.”

“Jika anak kita perempuan, dia pasti akan sangat cantik sepertimu. Tetapi jika dia laki-laki, dia akan setampan diriku. Bukankah itu adil?”

“Aku akan membelikannya mainan setiap hari setelah aku pulang bekerja. Ah, aku yakin rasa lelahku akan hilang setelah melihat anak kita sedang bermain di rumah.”

“Kita akan merawat anak kita bersama-sama karena kau bilang kau tidak membutuhkan babysitter.”

Tidak lama kemudian, terdengar suara tangisan bayi hingga membuat Siwon segera berdiri. Laki-laki itu menghentikan ceritanya begitu saja karena ia ingin segera melihat anaknya yang baru saja lahir ke dunia itu.

“Selamat, tuan, nyonya. Anak kalian perempuan dan dia sangat cantik.” Kata Dokter Kang.

Yongri tidak dapat menahan airmata yang mengalir dari sudut matanya. Ia merasakan genggaman tangan Siwon pada tangannya semakin erat. Siwon memberikan kecupan lama dan hangat pada kening Yongri. Membuat airmata Yongri semakin banyak mengalir.

“Terima kasih, sayang.” Bisik Siwon.

Seorang perawat meletakkan bayi mereka di atas lengan Yongri setelah menutupinya dengan kain. Masih terdapat bercak darah pada tubuh mungil itu, tapi Siwon dan Yongri tidak merasa jijik sama sekali. Keduanya menatap bayi itu dengan penuh rasa bahagia.

“Terima kasih karena sudah bertahan di dalam perut eomma, anakku.” Kata Yongri.

“Choi Siyong.” Ucap Siwon tiba-tiba. Yongri menatap Siwon.

“Aku akan menamainya Choi Siyong.” Jelas Siwon. Yongri mengangguk setuju.

“Selamat datang ke dunia, Siyong-ah.”

***

–Six Years Later–

“CHOI SIYONG, KEMARI!” Teriak Yongri sembari berlari mengejar bocah perempuan itu yang sedang menuruni tangga.

“Jangan berlari, Siyong-ah! Hati-hati! Eomma tidak akan mengejar.” Kata Yongri yang menghentikan langkahnya di depan tangga.

Jantungnya berdetak dengan cepat saat melihat Siyong yang menuruni tangga dengan tergesa karena takut Yongri mengejarnya. Demi Tuhan, kaki bocah itu tidak panjang seperti Siwon dan ia bisa jatuh kapan saja.

“Eomma berhenti di sana.” Kata Siyong sembari menunjuk Yongri.

Okay, eomma berhenti di sini.” Sahut Yongri.

Siyong melanjutkan langkahnya menjadi lebih hati-hati seperti keinginan Yongri. Mata Yongri tidak lepas dari anak perempuannya itu. Yang entah mengapa semakin hari semakin membuat Yongri merasa gemas dan geram. Yongri tidak tau darimana ia mewarisi sikap nakal yang terkadang membuat kepala Yongri mengeluarkan asap.

“Sekarang kau yang berhenti di sana, Siyong-ah.” Ucap Yongri saat Siyong sudah berada di lantai bawah.

“Tidak mau!” Jerit Siyong sembari kembali berlari diiringi dengan tawa khas bocahnya.

“Astaga, Choi Siyong!” Gumam Yongri dan segera menuruni anak tangga untuk mengejar Siyong.

Di tangannya, Yongri membawa sebuah karet kuncir untuk menguncir rambut Siyong. Tetapi Siyong tidak mau di kuncir dan memilih untuk melarikan diri dari Yongri. Membuat Yongri harus merasa geram di hari yang masih pagi ini.

“Tertangkap kau!” Ucap Yongri yang sudah menggenggam tangan mungil Siyong.

“Siyong-ah, bekerja samalah dengan eomma, eo? Sebentar lagi eomma harus mengurus appamu.” Keluh Yongri.

“Aku tidak mau di kuncir, eomma. Jungsoo oppa bilang bahwa aku lebih cantik saat rambutku terurai seperti ini.” Kata Siyong.

“Apa? Yah, eomma sudah katakan berhenti memanggilnya dengan oppa. Kau harus memanggilnya dengan samchon. Mengerti?” Nasehat Yongri.

“Tidak mau. Appa juga tidak pernah melarangku.” Bantah Siyong. Yongri menghela nafas panjang dan mencoba untuk sabar.

“Baiklah, terserah padamu. Sekarang biarkan eomma menguncir rambutmu.” Ucap Yongri.

Siyong akhirnya mengalah dan membiarkan Yongri menguncir rambutnya. Ia takut Yongri memarahinya karena bocah itu sudah mendengar Yongri menghela nafas. Siyong sangat tau jika sudah seperti itu, kemarahan Yongri bisa meledak kapan saja.

“Eomma aku ingin makan nasi goreng kimchi pagi ini.” Kata Siyong dengan nada manja.

“Bibi Kim, tolong buatkan nasi goreng kimchi.”

“Baik, nyonya.” Sahut Bibi Kim dari dapur.

“Yongri-ya, di mana dasi hitam milikku?!” Siwon berteriak dari lantai dua.

“Astaga. Aku berharap bisa membelah tubuhku menjadi dua.” Gerutu Yongri. Siyong tertawa geli saat mendengar gerutuan ibunya itu.

“Aku akan segera ke atas, oppa! Tunggu sebentar!” Jerit Yongri.

“Cepatlah! Aku ada rapat penting hari ini!!”

“Aku mengerti!!”

Good morning!”

“Jungsoo oppa!”

Siyong langsung berlari meninggalkan Yongri saat melihat kedatangan Jungsoo. Beruntung karena Yongri sudah selesai menguncir rambutnya. Karena kalau tidak mungkin Yongri akan kembali meneriaki bocah nakal itu.

“Selamat pagi, princess. Astaga, kau cantik sekali.” Puji Jungsoo dengan Siyong yang berada di dalam gendongannya.

“Kau bilang bahwa aku lebih cantik saat rambut terurai, oppa.” Rajuk Siyong sembari memainkan dasi yang dipakai Jungsoo. Jungsoo tertawa.

“Ya, memang benar. Tetapi sejujurnya kau cantik saat di kuncir atau pun tidak.” Jungsoo mencoba untuk tidak membuat Siyong kesal.

“Jungsoo-ssi, aku titip Siyong sebentar, ya. Aku harus mengurus ayahnya di atas.” Ujar Yongri.

“Tentu, Yongri-ssi. Jangan sungkan.” Sahut Jungsoo.

Yongri mengangguk dan berlari kecil untuk menemui Siwon. Yongri memang menikmati kehidupannya sebagai seorang istri dan ibu. Walaupun terkadang Siwon dan Siyong membuatnya kesal, Yongri tidak pernah menyesali keputusannya untuk menjadi seperti sekarang.

“Oppa..” Panggil Yongri.

“Aku di ruang pakaian.” Sahut Siwon. Yongri segera menuju ke ruang pakaian.

“Kenapa harus dasi hitam?” Tanya Yongri.

“Ada rapat penting dan dasi hitam membuatku terlihat formal.” Jawab Siwon.

Yongri mulai membantu Siwon untuk mencari dasi hitam seperti keinginan laki-laki itu. Walaupun bukan Yongri yang mencuci pakaian mereka, Yongri selalu yang menyimpannya. Karena itu Yongri sangat mengetahui di mana setiap letak pakaian Siwon maupun Siyong.

“Ini.” Kata Yongri.

“Tolong pakaikan.” Pinta Siwon yang sedang memasang kancing pada tangan kemejanya.

“Dimana Siyong?” Tanya Siwon.

“Sedang bermain bersama Jungsoo-ssi.” Jawab Yongri.

“Kau terlihat lelah.” Kata Siwon memperhatikan wajah Yongri.

“Anakmu selalu membuatku lelah, oppa. Aku tidak tau darimana datangnya sifat nakalnya itu.” Ucap Yongri membuat Siwon tersenyum.

“Bukankah setiap anak-anak selalu nakal?” Siwon mencoba membela Siyong.

“Jika kau mengurusinya satu hari saja, aku mau melihat apakah kau masih bisa mengatakan itu.” Sindir Yongri.

“Berhentilah marah-marah. Kau semakin cantik saat marah. Apa kau tidak bosan selalu terlihat cantik?” Goda Siwon membuat pipi Yongri merona.

“Pantas saja Siyong selalu pandai membalas ucapanku. Dia pasti menurunkannya darimu. Mulutmu pandai sekali berbicara, oppa.”

“Untuk yang satu itu, aku tidak berbohong. Kau memang sialan cantik, Choi Yongri. Bahkan dalam keadaan berantakan seperti ini.” Siwon memberikan ciuman singkat pada bibir Yongri.

“Aku memang terlahir cantik.” Gumam Yongri.

“Selesai.” Ucapnya. Yongri mengambilkan jas Siwon dari lemari dan membantu laki-laki itu untuk memakainya.

“Suamiku sudah tampan.” Kata Yongri.

“Ayo, kita turun, oppa. Siyong dan Jungsoo-ssi mungkin sudah menunggu untuk sarapan.” Ajak Yongri.

Siwon mengangguk dan mereka keluar dari kamar secara bersamaan. Siwon menggenggam tangan Yongri saat mereka menuruni tangga. Keduanya dapat mencium bau masakan yang dibuat oleh Bibi Kim dan membuat perut keduanya menjadi sangat lapar.

“Appa!” Siyong terlihat senang saat melihat sosok Siwon. Siwon melepaskan tangan Yongri dan menggendong Siyong.

“Cium appa.” Pinta Siwon. Siyong memberikan kecupan pada bibir Siwon.

“Appa sangat tampan!” Puji Siyong.

“Siapa yang lebih tampan, Siyong-ah? Appa atau oppa?” Tanya Jungsoo.

“Tentu saja appa.” Jawab Siyong langsung dan cepat. Siwon tersenyum puas dan mencium pipi tembam anaknya itu.

“Berhentilah menyebut dirimu oppa, hyung. Menggelikan sekali.” Kata Siwon.

Siwon menurunkan Siyong di atas kursi makan. Kemudian ia menduduki kursinya di susul oleh Yongri. Mereka mulai sarapan bersama pagi itu. Jungsoo sering kali bergabung dengan mereka saat sarapan pagi. Keluarga Siwon menerima laki-laki itu dengan tangan terbuka. Lagipula Jungsoo sudah seperti keluarga sendiri untuk mereka.

“Aku masih cukup muda untuk dipanggil oppa, kan?” Ujar Jungsoo.

“Jangan lupakan usia 37 tahun–mu itu, hyung. Hanya karena kau belum menikah, bukan berarti kau masih muda.” Ejek Siwon. Jungsoo mendengus kasar.

“Jungsoo-ssi, apa kau mau aku kenalkan dengan teman kuliahku dulu?” Tanya Yongri menawarkan.

“Ck! Jangan mengikuti jejak suamimu dengan mengejekku, Yongri-ssi.” Kata Jungsoo kesal.

“Tidak. Aku tidak berniat mengejekmu. Aku hanya ingin membantumu dan temanku yang juga sedang mencari calon suami. Karena kesibukannya sebagai dokter, ia tidak sempat untuk berkencan.” Jelas Yongri.

“Benarkah? Seorang dokter, ya?” Jungsoo tampak berpikir.

“Coba saja, hyung. Semakin tua tidak akan ada yang mau denganmu.” Saran Siwon.

“Jika sudah tidak ada wanita manapun yang ingin menikah denganku, maka aku akan menikah dengan Siyong.” Kata Jungsoo.

“Apa?!” Pekik Siwon dan Yongri bersamaan.

“Menikah? Apa itu?” Tanya Siyong tidak mengerti. Mulut bocah itu penuh dengan nasi goreng kesukaannya.

“Bukan apa-apa, sayang. Lanjutkan makanmu.” Jawab Yongri sembari mengusap kepala Siyong.

“Ya, hyung! Mulutmu itu..” Desis Siwon.

“Aku bercanda.” Sahut Jungsoo dengan tertawa. Siwon mendengus kasar.

“Kita berangkat sekarang, hyung.” Siwon segera berdiri setelah menghabiskan segelas air putih. Jungsoo mengangguk dan mengikuti Siwon.

“Appa pergi dulu, sayang. Jangan nakal dan jangan melawan eomma, mengerti?” Pesan Siwon.

“Ya, appa.” Sahut Siyong. Siwon mencium puncak kepala bocah itu dan mengusapnya dengan sayang.

“Tunggu di sini sebentar, Siyong-ah.” Kata Yongri.

Yongri mengantarkan Siwon sampai di pintu rumah. Jungsoo sudah berada di luar ketika Siwon sedang memasang sepatunya. Yongri merapikan jas yang dipakai Siwon agar tidak terlihat kusut. Laki-laki itu bilang dia ada rapat penting, maka penampilannya harus sempurna.

“Terima kasih.” Kata Siwon dan mencium kening Yongri.

“Aku pergi.” Pamit Siwon.

“Oppa..” Panggil Yongri. Siwon kembali berbalik dan Yongri langsung memeluknya.

“Terima kasih karena sudah menjadi suamiku.” Bisik Yongri.

“Apa yang kau bicarakan?” Tanya Siwon sembari melepaskan pelukan Yongri.

“Akulah yang seharusnya berterima kasih padamu. Terima kasih karena sudah hadir di dalam hidupku. Terima kasih karena sudah menyembuhkan traumaku. Dan terima kasih karena telah menghadirkan Siyong di tengah-tengah kita.” Kata Siwon bersungguh-sungguh. Ia mengusap pipi Yongri dengan pelan.

“Tetap saja aku harus berterima kasih padamu. Karena kau, aku memiliki kehidupan yang bahagia.” Ucap Yongri.

“Aku juga memiliki kehidupan yang bahagia karenamu.” Sahut Siwon.

Siwon memajukan wajahnya dan mencium bibir Yongri. Memindahkan tangannya ke tengkuk Yongri dan mendorong wajah gadis itu semakin mendekat. Siwon melumat bibir Yongri dengan pelan dan penuh kelembutan.

“Aku juga mau!”

Yongri mendorong Siwon menjauh saat mendengar suara Siyong. Ia menoleh dan menemukan Siyong yang berdiri di dekat mereka.

“Kau mau apa, sayang?” Tanya Siwon.

“Aku juga mau dicium oleh appa seperti itu.” Jawab Siyong dan membuat kedua mata Siwon dan Yongri melebar dengan sempurna.

***

–Fin–

39 thoughts on “Painful Life Part 22 END

  1. unnchhhhhhhhh..
    ini part end lhooo..
    tp knp smpe di part ini nm siwon jd kyuhyun di imajinasi gue 😂😂😂😂

    Berasa yongri nikah sm kmbaran oppa nya hahAaaa

    happy ending..
    tpi gmn nasib kiho aboenim y??

    Suka

  2. Aaaaaaaaaa
    akhirnya Happy Endingggg…
    puas banget liat’a 😊
    Siyoung kya Appa’a banget yaa
    Ayo Author buat cerita lagi yaa 😊

    Suka

  3. Hapoy end…
    Choi siyong lucu …ngegemesin.pasti sifat nakalnya dr siwon .
    Jungso maksa bgt sich pengen d panggil oppa…geli aja denger siyong panggil jungsoo dgn sebutan oppa bknya ahjussi hehehehe.
    Ff ini bgs bgt…..aq suka.kpn2perlu d baca ulang biar g kangen hehehe

    Suka

  4. Harus lebih berhati” klo mau melakukan apapun karna sekarang ada siyong jadi gk bebas,,
    Aku senang karna ff ini happy ending

    Suka

  5. Aduh…. seneng banget akhirnya bahagia 😊😊😊😊 sedih juga karna harus berpisah sama ff ini😢😢😢 tapi sumpah ff ini gak ada yg mengecewakan sama sekali. Suka banget deh pokoknya

    Suka

  6. Happy ending.. Yeeeeyyyyy… Daebak.. Akhirnya painful life-nya jadi happy Life..
    Btw, siyong-nya polos banget yah? Hahahahaha masa eomma appa-nya lagi kisseu dia mau juga. Hahahahaha

    Suka

  7. ottoke….udahhh end deh. keluarga bahagia bener dah ni…kado bulan puasa. makasih thor..makasih admin… udahh kasih cerita full versi baik yg nyesek..bahagia..nangis2 senyum. Jjang pokoknya. Hemmmm kalau ada sequelnya sih gpp. Tapiiii ceritanya dari awal ampek part ini terbuaik gak mengecewakan. Good luck in other story. SEMNGATTRR

    Suka

  8. Ebuset hahaha seru nih seru. Ending nya juga Bagus. Hahaha siyong lucu akhirnya muncul di antara siwon ama yongri. Hahaha..
    Tapi Kyuhyun ama Jungsoo belom dapet pasangan kan kasian hahaha ..
    Dan yahhhh, akhirnya Tn Choi Kiho merasakan menyesal juga yaaa karna sikap nya dulu ke siwon. Sekarang dia tau ga tuh kalo udah punya cucu yg nge gemesin kaya siyong???
    Hehhee suka ff nya dari part awal hahaha..
    Mungkin ntar kaka author mau bikin ff pake cast yg sama? Di tunggu yaaaaa karya nya hehehe..

    Suka

  9. Fiuh…. Finally stlh mnph jln hdp yg sulit mrk tmkn kbhgiaan yg sesungghny dgn rasa cinta yg kuat.
    Dan buah hati mrklh yg jd sumber kbhgiaan n bkti cinta ksh siwon n yongri.👍👍👏

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s